Rabu, 15 Apr 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Aksi Balai Besar KSDA NTT Menuju Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2022

Kupang, 26 Januari 2022. Selama dua hari sejak tanggal 25 hingga 26 Januari 2022, Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) menyelenggarakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day 2002) pada beberapa lokasi di dalam dan sekitar kawasan konservasi baik di Pulau Timor, Flores, dan Rote. Lokasi tersebut berada di Cagar Alam (CA) Hutan Bakau Maubesi, Suaka Margasatwa (SM) Danau Tuakdale, Taman Buru Bena, Taman Wisata Alam Laut -TWAL (Teluk Kupang, Tujuh Belas Pulau, Teluk Maumere), Taman Wisata Alam (TWA) Menipo, Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Rote Ndao, Pantai Nunkurus dan Pantai Manikin (kawasan penyangga TWAL Teluk Kupang). Aktivitas yang dilakukan seperti pengamatan satwa, eksplorasi mangrove, penanaman mangrove, dan bersih sampah (clean up day) yang melibatkan personil Balai Besar KSDA NTT serta partisipasi dari mahasiswa pencinta alam Universitas Nusa Cendana, siswa SMK Negeri Poco Ranaka dan SMA di Riung, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan juga masyarakat. Beberapa jenis burung air dan atau burung migran yang dapat diidentifikasi oleh tim di area lahan basah tersebut antara lain raja udang, gajahan besar, trinil pantai, trinil ekor kelabu, ibis, kuntul, bangau, dan belibis. Dari aksi bersih sampah dapat terkumpul sekitar 90 Kg sampah anorganik (plastik) dengan rincian 50 Kg dari TWAL Teluk Maumere, 10 Kg dari CA Hutan Bakau Maubesi, 15 Kg dari TWAL 17 Pulau, dan 25 Kg dari area Pantai Manikin. Sampah plastik dari kemasan pembungkus selanjutnya akan diolah untuk menjadi Ecobrick. Peristiwa badai siklon Seroja pada bulan April 2021 lalu turut berdampak pada habitat burung air, misalnya saja di kawasan Pantai Manikin (penyangga TWAL Teluk Kupang) yang terkena abrasi. Tim yang melaksanakan pengamatan satwa menjumpai burung pantai berjenis gajahan sejumlah 32 ekor dan kawanan bangau putih sekitar 100 individu. Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 2 Februari. Tanggal ini dipilih berdasarkan ditandatanganinya Konvensi Lahan Basah pada tanggal 2 Februari 1971 di Kota Ramsar (Iran). Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap peran penting lahan basah bagi manusia dan kehidupan. Negara Indonesia telah masuk menjadi anggota Konvensi Ramsar pada tahun 1991 dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 1991 tentang Ratifikasi Konvensi Ramsar di Indonesia. Tema kegiatan pada tahun 2022 adalah Wetlands Action for People and Nature atau Aksi Lahan Basah untuk Manusia dan Alam, dan pesan yang ingin disuarakan kepada khalayak luas adalah Value-Manage-Restore-Love Wetlands. Value yakni menghargai lahan basah atas berbagai manfaat terhadap kehidupan manusia dan kesehatan planet; Manage yakni mengelola dengan bijak dan pemanfaatan yang berkelanjutan; Restore atau pemulihan atas lahan basah yang terdegradasi. Lahan basah menurut Konvensi Ramsar merupakan definisi yang luas, yaitu ”Daerah-daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan: alami atau buatan; tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir, tawar, payau atau asin; termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu air surut”. Arti lain dari lahan basah adalah area dimana terjadi dimana air bertemu dengan tanah. Contoh dari lahan basah antara lain bakau, lahan gambut, rawa-rawa, sungai, danau, delta, daerah dataran banjir, sawah, dan terumbu karang. Lahan basah ada di setiap negara dan di setiap zona iklim, dari daerah kutub sampai daerah tropis, dan dari dataran tinggi sampai daerah kering. Pada Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan wilayah kepulauan dengan bentang alam yang bervariasi dari perairan dangkal hingga pegunungan tinggi tidak terlepas dari keberadaan lahan basah. Beberapa kawasan lahan basah yang diketahui diantaranya hutan mangrove, delta, muara sungai, sungai, pantai berlumpur (mudflat), pesisir, danau, dan terumbu karang. Sebagai contoh interaksi erat antara lahan basah dengan satwa dapat dijumpai pada kawasan pesisir dan atau mudflat dengan burung air dan burung migran. Sejalan dengan agenda Asian Waterbird Census yang tujuannya adalah mendorong kepedulian masyarakat terhadap lahan basah dan burung air, maka Balai Besar KSDA NTT melaksanakan pengamatan terhadap burung air/ burung migran pada beberapa lokasi. Keberadaan lahan basah vital bagi ekosistem termasuk kehidupan manusia diantaranya sebagai penyimpan karbon, sumber air, sumber pangan, jalur transportasi, penyokong perekonomian, mengurangi risiko bencana alam, dan sumber keanekaragaman hayati. Kepala Balai Besar KSDA NTT (Ir. Arief Mahmud, M.Si) menyatakan bahwa lahan basah di Nusa Tenggara Timur telah jelas dan nyata menjadi penyangga kehidupan manusia dan turut memastikan kesehatan ekosistem di Planet Bumi. Aksi merusak lahan basah dan perubahan iklim global telah mengancam keberadaan lahan basah. Oleh karena itu dalam peringatan Hari Lahan Basah Sedunia ini diharapkan semua pihak mencintai lahan basah dengan bersama-sama menghargai, mengelola, dan memulihkannya demi masa depan kita semua dan seluruh makhluk hidup. Sumber : Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur Penanggung jawab berita : Kepala Bagian Tata Usaha - Mulyo Hutomo (0812-7759-110) Informasi lebih lanjut : Call Center BBKSDA NTT - 081138104999
Baca Artikel

Sinergi Bersama Untuk Konservasi Orangutan dan Habitatnya

Jakarta, 24 Januari 2022. Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada hari Senin, 24 Januari 2022, menandatangani dua Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Ketua Yayasan Orangutan Sumatera Lestari di Ruang Rapat Direktorat Jenderal KSDAE Gedung Manggala Wanabakti Blok I Lantai 8, Senayan, Jakarta. Nota Kesepahaman tersebut sebagai upaya kerja sama penguatan fungsi konservasi sumber daya manusia hayati dan ekosistemnya secara berkelanjutan melalui dukungan program konservasi orangutan dan habitatnya, primata dilindungi, dan beruang madu di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, yang berlaku selama 5 (lima) tahun. Kegiatan dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara 2 (dua) UPT Direktorat Jenderal KSDAE yaitu Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman dengan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari. Perjanjian Kerja Sama tersebut, akan dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Program dan Rencana Kerja Tahunan yang akan ditandatangani oleh Kepala Balai Besar KSDA/TN dan Kepala Balai KSDA/TN dengan mitra baik dari Yayasan Orangutan Sumatera Lestari. Sebagai tambahan informasi, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari didirikan berdasarkan Akta Notaris Nomor: Nomor: 21 tanggal 7 September 2005, Notaris H. Makmur Ritonga, SH., berkedudukan di Kota Medan dan telah disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor C-3688.HT.01.02.TH.2007 tentang Pengesahan Akta Pendirian Yayasan Orangutan Sumatera Lestari dan Perubahan akta Yayasan Orangutan Sumatera Lestari melalui akta notaris Nur Asmalina Siregar, SH., M.Kn., Nomor 57 tanggal 26 November 2020 tentang Berita Acara Rapat Yayasan Orangutan Sumatera Lestari dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH.01.06-0022358 perihal Penerimaan Perubahan Data Yayasan Orangutan Sumatera Lestari. Sumber : B.S. Jati, S.Hut., M.E, M.PP - Analis Kebijakan Ahli Muda, Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE
Baca Artikel

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Apresiasi Masyarakat Penyelamat Tuntong Laut

Jaring Halus, 24 Januari 2022. Balai Besar KSDA Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat yang telah ikut berpartisipasi dalam rangka penyelamatan Spesies Kura-kura Air Tawar jenis Tuntong Laut (Batagur borneoensis) pada Rabu, 19 Januari 2022. Desa Jaring Halus merupakan salah satu desa penyangga kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Ada 9 (sembilan) orang masyarakat yang diberikan penghargaan, 8 orang diantaranya masyarakat Desa Jaring Halus dan 1 orang masyarakat Desa Tapak Kuda. Kesembilan orang ini diberi penghargaan, setelah berperan aktif dalam upaya penyelamatan telur Tuntong laut sejak tahun 2020. Peran aktif dan partisipasi para penyelamat Tuntong laut ini beragam bentuknya. Ada yang menyerahkan satwa tersebut dalam keadaan terjerat jaring nelayan, ada juga yang menyerahkan telurnya kepada petugas, ada yang meminjamkan halaman rumahnya sebagai tempat penetasan telur, dan ada pula yang sukarela ikut dalam patroli pengamanan habitat dan penyelamatan telur Tuntong laut di SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Apresiasi dan penghargaan yang diberikan berupa sertifikat serta pemberian souvenir oleh Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diwakili Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, S.P., didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH. Dalam sambutannya, Mustafa Imran Lubis, S.P menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat yang ikut terlibat dalam penyelamatan salah satu spesies kura-kura yang sudah masuk dalam kategori Critically Endangered dan salah satu satwa liar yang dilindungi undang-undang di Indonesia ini. Ia berharap bahwa dengan adanya penghargaan ini, masyarakat semakin semangat untuk melestarikan satwa Tuntong laut. “Semoga adanya penghargaan ini dapat menjadi virus yang menularkan kebaikan kepada masyarakat lainnya untuk ikut serta menyelamatkan Tuntong laut” ujarnya. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut – Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Inisiasi Kegiatan Pemulihan Ekosistem Cendana di Pulau Sumba

Waingapu, 24 Januari 2022 - Nusa Tenggara Timur pada umumnya dahulu dikenal sebagai daerah penghasil cendana. Pun di Sumba Timur, dahulu juga menjadi magnet para pedagang di era penjajahan untuk memperoleh cendana. Namun, cendana yang memiliki banyak fungsi seperti bahan dupa, campuran parfum, dan lain-lain, keberadaannya sangat sulit ditemui. Untuk mengembalikan kejayaan Nusa Tenggara Timur khususnya Sumba Timur dalam memproduksi cendana, diperlukan upaya yang dilakukan oleh multi sektor. Tergerak dari hal tersebut, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI NTT) mengundang seluruh jejaring pemerintahan daerah, pusat, serta OKP dan komunitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan 'Peluncuran Pemulihan Ekosistem Cendana di Pulau Sumba'. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 22 Januari 2022 di Kampung Kalu Jl. Hayam Wuruk No.50 Kelurahan Prailiu. Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Sumba Timur, Sekda Sumba Timur, Ketua DPRD Sumba Timur, Kepala Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa), Direktur Green Justice Indonesia, organisasi kemasyarakatan pemuda dan tokoh masyarakat setempat. Bupati Sumba Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa, sebagai pemerintah daerah akan mendorong pelestarian cendana baik melalui dukungan regulasi maupun aksi nyata di lapangan. Kedepan diharapkan Pulau Sumba kembali menjadi terkenal dengan cendananya dengan produksi yang melimpah. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M, menyambut baik dan mendukung kegiatan ini serta mengatakan bahwa kawasan Taman Nasional masih menyimpan potensi cendana untuk dijadikan sumber bibit. Dengan bibit yang tersedia tersebut kiranya dapat dimaksimalkan untuk mensukseskan pemulihan ekosistem cendana di Pulau Sumba. Kegiatan ini ditutup dengan penanaman simbolis bibit cendana di sekitar lokasi acara. Sumber: Balai TN Matalawa Teks dan foto: Eka Yanuar Pribadi, S.Hut Editor: Dwi Putro Notonegoro, S.Hut, M.S.E, M.Ec
Baca Artikel

Rimbawan dan Marinir Tanam 1000 Pohon

Sukabumi, 22 Januari 2022. Seremoni penanaman pohon secara simbolis dilaksanakan di Pusat Konservasi Elang Jawa, Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Cimungkad, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) pada Jumat (21/1/2022). Penanaman ini untuk memperingati HUT Komando Latih Korps Marinir (KOLATMAR) Ke-45 melalui sinergitas Rimba-Laut, Puslatpurmar-6 Antralina bersama BBTNGGP. Penanaman pohon telah dilakukan di dua titik lokasi, yaitu di lingkungan Resort PTN Selabintana dan Resort PTN Pasir Hantap. Bibit yang ditanam yaitu jenis rasamala, puspa, janitri, ki siereum, dan salam dengan total bibit sebanyak 1000 batang. Penanaman ini juga mendukung gerakan menanam 10 ribu pohon KOLATMAR bersama 10 satuan pelaksana (Satlak) jajaran KOLATMAR yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah mulai dari Banyuwangi, Jawa Timur sampai Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Komandan Puslatpurmar 6 Antralina, Letkol Marinir Ombun Tarera Sipahutar, M. Si (Han), M. Tr. Opsla menyampaikan bahwa "Sinergitas Rimba-Laut harus terus dipupuk dan dijaga dengan kegiatan positif seperti penanaman dan patroli pengamanan yang humanis secara bersama-sama". Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Wasja, S.H., menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Puslatpurmar-6 Antralina terhadap kegiatan yang dilaksanakan di TNGGP karena sinergitas Rimba-Laut sudah terjalin sejak lama seperti halnya kegiatan bersih gunung pada saat yang lalu juga didukung oleh Puslatpurmar-6 Antralina. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Muspida Kota dan Kabupaten Sukabumi serta jajaran dari tiga matra TNI yang bermarkas di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi serta ditutup dengan penanaman pohon bersama tokoh masyarakat dan pelajar SMP serta SMA yang berada di sekitar kawasan Resort PTN Cimungkad. BBTNGGP bersama Pustalpur-6 Antralina akan terus bersinergi dalam melakukan kegiatan penanaman sebagai upaya pemulihan ekosistrem di TNGGP serta penanganan penggarapan di ex-PHBM secara humanis. Rencana kegiatan penanaman selanjutnya akan dilakukan di kawasan Resort PTN Pasir Hantap dengan bibit tanaman asli TNGGP dan di lokasi Green Belt dengan bibit tanaman buah-buahan (MPTS) yang sesuai dengan peraturan di kawasan konservasi. Keberadaan tanaman MPTS yang ditanam diharapkam kedepannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakar sekitar kawasan, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di TNGGP. Di hutan ada rimbawan jayalah... Di laut ada marinir jayalah... Rimbawan dan Marinir bersatu dan bersama, Menjaga Hutan-Laut Indonesia... "AYO… SELAMATKAN BUMI DENGAN MENANAM POHON ...!!!" Sumber : Tati Maryati - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok : Publikasi Bidang PTN Wilayah II Sukabumi
Baca Artikel

Menuju Pengelolaan Cagar Biosfer Cibodas Berkelanjutan

Bogor, 21 Januari 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) mengadakan lokakarya dengan tema “Empowering Forestry Communities in Sustainable Management of Biosphere Reserves in the Asia-Pacific Region” yang diselenggarakan di Hotel Royal, Bogor pada Kamis (20/1/2022). Cagar biosfer merupakan salah satu konsep pengelolaan kawasan yang mengintegrasikan antara fungsi lindung dan fungsi budidaya. Cagar Biosfer Cibodas (CBC) merupakan salah satu dari 19 cagar biosfer yang ada di Indonesia, yang ditetapkan pada tahun 1977 oleh UNESCO. Cagar Biosfer Cibodas berada di kawasan Gunung Gede Pangrango dan sekitarnya. Pengelolaan Cagar Biosfer Cibodas dibagi dalam tiga zona yaitu area inti, zona penyangga dan area transisi. Kegiatan ini didukung oleh Komite Nasional Indonesia MAB – UNESCO, Badan Riset dan Indovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Cibodas Biosphere Reserve Indonesia, Alastair Fraser Forestry Foundation, dan PT. Media Nusantara Citra (MNC). Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guna mewujudkan pengelolaan cagar biosfer yang berkelanjutan, serta sebagai media untuk saling bertukar pengalaman di antara para pengelola cagar biosfer di kawasan Asia-Pasifik. Lebih dari 200 peserta yang berasal dari satuan kerja dan unit pelaksana teknis lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komite Nasional MAB – UNESCO negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, perwakilan pemerintah daerah, perwakilan perguruan tinggi, pihak swasta, organisasi internasional, media, dan lainnya hadir dalam lokakarya kali ini. Beberapa pembicara yang dihadirkan yaitu: 1. Perwakilan Gubernur Jawa Barat 2. Dr. Hans Thulstrup (UNESCO Asia Pasific) 3. Ir. Wiratno, M.Sc. (Dirjen KSDAE) 4. Dr. Ma Hwan-OK (Manajer Proyek, ITTO) Dan juga beberapa narasumber, sebagai berikut: 1. Ade Bagja Hidayat, S.Hut., M.Ling (Koordinator Proyek ITTO PD 777/15 Rev.3 F) 2. Dr. Ismet Khaeruddin (Koordinator GIZ Provinsi Sulawesi Tengah) 3. Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA & Dr. Hari Nugroho (Komite Nasional Indonesia MAB – UNESCO) 4. Prof. Yongyut Trisurat (Univesitas Kasetsart, Thailand) 5. Drh. Indra Exploitasia, M.Si. (Direktur KKH) 6. Ir. Wahjudi Wardojo, M.Sc. (Penasehat Senior KLHK) 7. Wahju Rudianto, S.Pi., M.Si. (Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun & Danau Sentarum) Dari lokakarya ini, ada 10 Komitmen Cibodas yang dihasilkan untuk pengelolaan cagar biosfer yang berkelanjutan, yaitu : 1. Bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan terutama masyarakat lokal, sektor swasta lokal dan LSM lokal dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan program dan proyek konservasi dan pengembangan cagar biosfer yang memerlukan kebijakan nasional tingkat tinggi dalam bentuk Keputusan Presiden atau Peraturan Pemerintah. 2. Ikut terlibat dalam pengembangan mata pencaharian lokal dengan membantu masyarakat lokal dalam membangun keunggulan kompetitif mereka dalam rangka memungkinkan mereka untuk memasarkan produk mata pencaharian dengan keuntungan dalam waktu secepat mungkin. 3. Meningkatkan upaya kolaboratif dan alokasi sumber daya untuk bioprospeksi keanekaragaman hayati dalam rangka pemanfaatan sumber daya keanekaragaman hayati secara berkelanjutan dan bijaksana untuk memaksimalkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. 4. Melakukan branding produk secara memadai dengan menggunakan logo cagar biosfer sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada agar dapat memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan, yaitu bagi produsen dan penyedia jasa, bagi cagar biosfer tempat asal produk dan bagi konsumen produk. 5. Menjamin pemerataan manfaat bioprospecting kepada masyarakat sebagai penyedia sumber daya genetik, kepada pihak swasta yang memiliki teknologi dan modal, kepada peneliti sebagai inventor dan kepada pemerintah sebagai regulator dan fasilitator. 6. Mempromosikan program dan kegiatan yang memiliki dimensi sosial budaya yang kuat, misalnya akses terhadap sumber daya alam dan pendidikan tentang pembangunan berkelanjutan, sebagai insentif bagi masyarakat lokal untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati. 7. Berperan aktif dalam melibatkan perusahaan swasta dan LSM dengan mengambil beberapa langkah mendasar termasuk: memilih mitra melalui pemetaan perusahaan lokal dan LSM, mencocokkan kebutuhan masyarakat dengan sumber daya perusahaan dan LSM, memfasilitasi kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat, membantu pelaksanaan perjanjian dan melakukan pemantauan dan evaluasi yang memadai dan berkesinambungan. 8. Menerapkan strategi kolaboratif pengelolaan cagar biosfer dengan prinsip saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan di antara para pihak yang bekerja sama. 9. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan melalui akademisi dan lembaga penelitian untuk menyampaikan teknologi tepat guna seperti Sistem Informasi Geografis (SIG), pengelolaan basis data cagar biosfer, pemodelan prediktif untuk skenario perubahan iklim menuju perencanaan skenario dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan; 10. Terus menerus berbagi pengalaman dan pembelajaran antar lembaga dan pengelola cagar biosfer di kawasan Asia-Pasifik guna meningkatkan sinergi pengelolaan cagar alam. Sumber : Sisca Widiya A. - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok : Tim Publikasi - BBTNGGP
Baca Artikel

Sepuluh Gajah Flying Squad TN Teso Nilo Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Lubuk Kembang Bunga, 20 Januari 2022. Demi menjaga kesehatan dan memastikan gajah – gajah jinak flying squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dalam keadaan sehat, Tim medis Balai Besar KSDA Riau bersama Tim dari Vesswick didampingi para Mahout melakukan sejumlah prosedur pemeriksaan kesehatan pada 10 (sepuluh) ekor gajah jinak, Minggu (16/1). Pemeriksaan kesehatan ini merupakan pemeriksaan dan pengobatan rutin yang dilakukan per 4 (empat) bulan sekali oleh tim medis dari Vesswick dan Balai Besar KSDA Riau untuk gajah-gajah jinak flying squad. Untuk pemeriksaan fisik, gajah- gajah jinak flying squad dilakukan pengukuran tinggi gajah, pengukuran lingkar dada, dan berat badan. Sedangkan untuk pengobatan rutin, para gajah diberikan vaksin dan obat cacing. Gajah – gajah yang diperiksa dikonfirmasi sehat secara keseluruhan dan akan senantiasa dipantau rutin agar terjaga kondisi tubuhnya. Pada waktu bersamaan, flying squad TN Tesso Nilo juga mendapat kunjungan dari Tenaga Ahli Menteri (TAM) LHK yang didampingi Kepala Balai TN Tesso Nilo, Kepala Balai BPDAS Indragiri Rokan, serta Kontraktor pelaksana RHL TN Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Pengelolaan Kolaboratif Kelima Antara Balai TN Tesso Nilo dan Yayasan TN Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci, 20 Januari 2022. Untuk efektivitas pengelolaan kolaboratif Balai Taman Nasional Tesso Nilo bersama dengan Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, melakukan penandatangan Rencana Kerta Tahunan (RKT) ke-5 untuk tahun 2022 di kantor Balai TN Tesso Nilo, Selasa (18/1). Pada agenda penandatangan ini, kedua pihak juga membahas dan menekankan komitmen serta prioritas tentang penguatan fungsi Taman Nasional Tesso Nilo serta konservasi keanekaragaman hayati dalam mendukung pengelolaan yang efektif dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo. Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo menyampaikan pada RKT ke-5 ini, pihak yayasan juga akan kembali melakukan kegiatan terkait dengan perlindungan satwa terancam punah khususnya Gajah Sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo. Dengan penandatangan RKT ke-5 ini, kedua pihak berharap kolaborasi yang akan kembali dilakukan dapat mendukung pengelolaan kawasan taman nasional yang semakin efisien. Penandatangan berkas RKT ke-5 ini dihadiri langsung oleh Kepala Balai TN Tesso Nilo serta jajaran dan Direktur Eksekutif Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo serta staf. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Pantau RHL, TAM KLHK Sambangai TN Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 20 Januari 2022. Tenaga Ahli Menteri (TAM) LHK Dr. Afni Zulkifli yang didampingi Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan jajaran, Kepala Balai BPDASHL Indragiri Rokan, serta Kontraktor pelaksana RHL TN Tesso Nilo, Minggu silam (16/1) turun langsung ke kawasan TN Tesso Nilo tepatnya di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Pelalawan. Ibu Afni dan rombongan turun langsung untuk meninjau hasil program pemulihan ekosistem melalui Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di TN Tesso Nilo dan juga menyempatkan untuk mengunjungi flying squad TN Tesso Nilo sembari melihat pemeriksaan dan pemberian vitamin kepada 10 (sepuluh) ekor gajah flying squad. Rombongan diakhir kunjungan melakukan sosialisasi serta himbauan kepada masyarakat Desa Kenayang mengenai pengelolaan serta aturan yang berlaku untuk kawasan TN Tesso Nilo. Sosialisasi ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan terkini yang sedang terjadi di kawasan TN Tesso Nilo, guna mencari solusi yang tepat dan cepat. Peninjauan dan sosialisasi kepada masyarakat dilakukan demi keberhasilan program pemulihan kosistem yang sedang berjalan di TN Tesso Nilo. Dari hasil peninjauan dan sosialisasi tersebut diharapkan akan menjadi bahan evaluasi dan pengelolaan pengerjaan program pemulihan ekosistem yang semakin baik. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Launching Buku Saku Mitigasi Konflik Manusia - Harimau Sumatera.

Padang, 13 Januari 2022. Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat me-launching buku saku mitigasi konflik manusia harimau sumatera, Kamis (13/1). Buku saku mitigasi konflik manusia-harimau yang berjudul Hiduik Badakekan jo Inyiak Balang memberikan pesan edukasi bahwa konflik manusia satwa liar tidak hanya menjadi tanggung jawab Balai KSDA Sumatera Barat, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat utamanya masyarakat di nagari-nagari yang berbatasan dengan atau berada pada lanskap habitat harimau sumatera. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat juga menyampaikan bahwa upaya konservasi harimau sumatera di Sumatera Barat sudah bagus, ada Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya, ada buku saku mitigasi konflik manusia harimau sumatera serta Surat Edaran (SE) Gubernur Sumatera Barat No.522.5/3545/Dishut-2021 pada bulan Desember tahun 2021 tentang pelestarian harimau sumatera . Saat ini yang perlu ditingkatkann adalah literasi kaum milenial Sumatera Barat tentang harimau sumatera. Generasi milenial harus paham tentang dasar-dasar pengetahuan harimau sumatera. Beliau juga mendorong Balai KSDA Sumatera Barat agar aktif melakukan sosialisasi ke kaum milenial terutama siswa sekolah menengah atas maupun pertama sebagai agent of change dalam pelestarian harimau sumatera. Dengan dilaunchingnya buku saku ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan yang memadai tentang harimau sumatera terutama pada generasi milenial sehingga terbangun pola fikir dan tindakan hidup berdampingan secara aman dan harmoni dengan harimau sumatera. Sebelum launching, bedah buku diselenggarakan dengan 8 (delapan) narasumber seperti Dr Ir Audy Joinaldy, SPt, M.Sc, MM, IPM ASEAN, M.Si (Wakil Gubernur Sumatera Barat), Yozawardi UP, S.Hut, M.Si (Kepala Dinas Kehutanan Prov. Sumatera Barat), Suharyono, SH, M.Hum (Setditjen KSDAE), Dr. Wilson novarino, Dr Ir Audy Joinaldy SPt MSc MM IPM ASEAN, M.Si (Unand), Dr. Hariyo T Wibisono, M.Sc (Sintas), Verry M (Porbi Sumatera Barat), M. Yunis, SS, M.Hum (Budayawan) serta dari Polda Sumatera Barat. "Langkah-langkah yang dilakukan BKSDA Sumatera Barat dalam menghadapi kendala penanganan konflik satwa liar yaitu dengan menginisiasi pembentukan Nagari Ramah Harimau. Hal ini mengingat jumlah personil BKSDA Sumatera Barat sangat terbatas dibandingkan dengan sebaran konflik satwa di Provinsi Sumatera Barat. Sebagai pilot project telah terbentuk 2 Tim Patroli Anak Nagari (PAGARI) yaitu di Nagari Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat dan Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Mudah-mudahan kedua PAGARI tersebut terus berkembang dengan dukungan dan binaan BKSDA Sumbar beserta Pemerintah Daerah setempat." ungkap Wakil Gubernur, Audy Joinaldy saat membuka acara talkshow. Setditjen KSDAE Bapak Suharyono, SH,M.Hum dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap komitmen para pihak dalam penyelamatan harimau sumatera di Sumatera Barat. Beliau menekankan pentingnya membangun jejaring dengan media dengan memanfaatkan kemampuan media membangun komunikasi dengan masyarakat dari informasi bersifat negatif menjadi berita yang bernilai positif. Berkaitan dengan konflik manusia harimau sumatera, media diharapkan mampu membangun narasi bahwa kemunculan harimau sumatera di pemukiman merupakan warning rumahnya/habitatnya terusik, serta menekankan harimau bukan musuh manusia tetapi adalah sahabat kita yang harus dilestarikan. Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara ini, harapan beliau agar semua pihak ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian Harimau Sumatera dan bisa menjalankan Surat edaran Gubernur Sumatera Barat No.522.5/3545/Dishut-2021 pada bulan Desember tahun 2021 tentang pelestarian harimau sumatera. download buku saku di link berikut : https://bksdasumbar.org/wp-content/uploads/2022/01/BOOK-Buku-Saku-Mitigasi-Harimau-Sumatra-1-1.pdf Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Bahas Kerja Sama, BBKSDA Riau Koordinasi ke Walikota Dumai

Pekanbaru, 19 Januari 2022 – Balai Besar KSDA Riau berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Dumai terkait kerja sama yang akan dilakukan. Sinergi ini dilakukan dengan kunjungan kerja Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara beserta jajaran ke rumah dinas Walikota Dumai, Senin (17/1). Rombongan diterima langsung oleh Walikota Dumai, H. Paisal beserta jajarannya di rumah dinas Walikota yang dilanjutkan pemantauan lokasi yang direncanakan untuk menunjang pariwisata kota Dumai ke depannya. Kunjungan diakhiri dengan di kantor Seksi Wilayah IV Dumai untuk berjumpa dengan petugas di sana. Harapannya dengan kunjungan ini mampu memberi semangat bagi petugas di lapangan dan kelancaran kerjasama dengan Pemko Dumai. Sumber : Balai Besar KSDA Riau [Teks : DI, Foto : Tim admin BBKSDARIAU |012022]
Baca Artikel

Giat TWA Sibolangit Di Awal Tahun

Sibolangit, 19 Januari 2022. Awal tahun 2022, tepatnya Senin 17 Januari 2022, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit menerima kunjungan field-trip mahasiswa baru tahun ajaran 2021/2022 Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Kunjungan ini menjadi sinyal mulai menggeliatnya kawasan TWA Sibolangit menerima kunjungan, setelah lebih dari 1 tahun vakum akibat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Kedatangan mahasiswa/mahasiswi semester 1 jurusan Agribisnis yang didampingi wakil dekan serta dosen pembimbing, berjumlah 65 orang, bermaksud untuk mempelajari potensi-potensi yang ada di kawasan TWA Sibolangit beserta pengelolaan dan pengembangannya, yang nantinya akan dijadikan referensi dalam mensinergikan dengan materi perkuliahan. Dengan dipandu petugas Resort CA/TWA Sibolangit, mahasiswa menjelajahi kawasaan sambil diperkenalkan potensi keanekaragaman hayati yang ada di sepanjang jalur intepertasi. Dijelaskan juga tugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara adalah mengamankan dan melindungi ekosistem hutan agar tetap terjaga kelestariannya sehingga memberikan jasa lingkungan berupa iklim yang terjaga, mengendalikan banjir dan erosi serta mengatur siklus air, yang keseluruhannya itu memberi manfaat bagi kehidupan manusia. Para mahasiswa yang baru pertama kali mengunjungi kawasan TWA Sibolangit, menyatakan kagum dan senang bisa berkunjung serta melihat langsung kawasan yang terjaga dengan baik, memberi manfaat bukan hanya untuk tujuan wisata tetapi juga menjadi pusat pembelajaran tentang konservasi alam. Hal yang sama diungkapkan Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan (KAK) Fakultas Pertanian UISU, Ir. Mahyu Danil, MP., MM., yang ikut mendampingi, menyampaikan terima kasih kepada pengelola atas sambutan yang diberikan, dan merasakan manfaat dari pembelajaran pengenalan konservasi dan lingkungan di kawasan TWA Sibolangit. Pihak fakultas juga akan mengagendakan kunjungan berikutnya. Menyahuti apresiasi mahasiswa dan jajaran dosen Fakultas Pertanian UISU, diharapakan kedepannya lebih terjalin lagi dengan melakukan kerjasama pemanfaatan kawasan TWA Sibolangit sebagai pusat pembelajaran, riset (penelitian) dan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa maupun dosen, yang sesuai dengan peruntukan kawasan sebagai role model pengembangan Edukasi dan Konservasi Lingkungan (Ekoling). Semoga ini bisa terwujud... Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

TWA Pulau Bakut, Destinasi Unggulan Melihat Bekantan

Barito Kuala, 13 Januari 2022 – Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE Bapak Dr. Nandang Prihadi didampingi Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan Bapak Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc., di tengah kesibukannya sebagai salah satu narasumber di Provinsi Kalimantan Selatan menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut sebagai salah satu destinasi unggulan dapat melihat bekantan beraktivitas di habitatnya. Kunjungan Bapak Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE meninjau secara langsung pembangunan sarpras pendukung wisata yang sedang dan telah dikerjakan sebagai implementasi dari PKS antara BKSDA Kalsel dan PT. Adaro Indonesia. Dalam kesempatan ini juga beliau memberikan saran atas penamaan pembangunan gazebo dengan dilengkapi nama panggilan kecil pak Direktur yaitu “Inung Wiratno”sebagai bentuk penghargaan kepada bapak Dirjen KSDAE. Beliau mendukung adanya kolaborasi dengan kelompok masyarakat dalam pengelolaan kawasan dan berharap pengelolaan kawasan wisata dan peningkatan kegiatan pariwisata terbatas ini dapat berdampak langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan. Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. menyampaikan terima kasih kepada Bapak Direktur yang telah menyempatkan hadir untuk berkunjung di TWA Pulau Bakut dan menyampaikan dalam waktu dekat ini berharap akan segera dilaksanakan Grand Opening oleh Bapak Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (ryn) Sumber : Imam Riyanto, S.Hut. - Kepala Resort Taman Wisata Alam TWA Pulau Bakut, Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

TN Gunung Merapi Tempat Favorit Penelitian Mahasiswa

Sleman, 17 Januari 2022. Taman Nasional Gunung Merapi dengan keanekaragaman hayatinya menjadi salah satu daya tarik mahasiswa untuk penelitian dan praktek lapangan. Pada kesempatan kali ini, Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (2 tim) dan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (1 tim) akan melakukan praktek lapangan dan magang mandiri yang diawali dengan presentasi serta diskusi rencana penelitian, Senin (17/1). Satu tim dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada akan meneliti tentang inventarisasi spesies penyusun vegetasi pada habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Taman Nasional Gunung Merapi, sebagai upaya melengkapi kerja praktek mereka. Penelitian yang terkait juga dilakukan satu tim lainnya, mengamati habitat asli Lutung Jawa (Trachypithecus auratus). Keduanya melakukan penelitian di Sapuangin, Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Kemalang, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Boyolali Klaten. Selain kedua tim tersebut, ada juga tim dari Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang meneliti keanekaragaman jenis burung di RPTN Srumbung, SPTN Wilayah I Magelang Sleman, menggunakan alat bioacoustics. Rekan-rekan mahasiswa ini sedianya akan melaksanakan penelitian dengan tetap taat pada syarat dan ketentuan yang ditentukan Taman Nasional Gunung Merapi, antara lain terkait dengan jarak aman dari puncak Gunung Merapi serta protokol kesehatan Covid19. *** Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi Facebook : Taman Nasional Merapi Instagram : @btn_gn_merapi Twitter : @btngunungmerapi Call Center : 081327691368
Baca Artikel

Ranger Balai TN Komodo Goes To School

Labuan Bajo, 18 Januari 2022. Balai Taman Nasional Komodo kembali mewarnai dunia pendidikan dengan berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar siswa tingkat Sekolah Menengah Atas atau sederajat di Kabupaten Manggarai Barat - Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Ranger Goes to School” merupakan sebuah program yang memberikan kesempatan langsung bagi para jagawana (ranger) untuk terjun langsung ke institusi pendidikan mengajarkan materi muatan lokal mengenai pendidikan konservasi, khususnya terkait pengelolaan Taman Nasional Komodo. Program kependidikan ini digagas oleh Pengendali Ekosistem Hutan (Muhammad Ikbal Putera) dengan melibatkan setidaknya 13 Pejabat Fungsional Tertentu (JFT) Balai Taman Nasional Komodo yang meliputi JFT Polisi Kehutanan, Penyuluh Kehutanan, dan Pengendali Ekosistem Hutan. Tim “Ranger Goes to School” ini merupakan staf Balai Taman Nasional Komodo yang memiliki latar belakang pendidikan berkualitas. Program “Ranger Goes to School” erat kaitannya dengan perwujudan salah satu Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Balai Taman Nasional Komodo Tahun 2000 – 2025. Balai Taman Nasional Komodo ditargetkan untuk dapat membuat sebuah transformasi kurikulum pendidikan sekolah melalui penyempurnaan materi muatan lokal bagi institusi pendidikan (SD, SMP, dan SMA) dan organisasi kepramukaan Saka Wanabakti di Kabupaten Manggarai Barat. Gagasan program “Ranger Goes to School” ini mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara. Tim “Ranger Goes to School” Balai Taman Nasional Komodo berkesempatan untuk melakukan silaturahmi dengan pihak sekolah pada tanggal 6 – 7 Januari 2022 sebagai bagian dari proses penjajakan tahap pertama. Muhammad Ikbal Putera menyampaikan bahwa setidaknya terdapat 11 sekolah yang menjadi sasaran pelaksanaan program pada penjajakan tahap pertama. “Setelah melalui proses diskusi dengan tim, kami putuskan untuk menjajaki 3 dari 11 sekolah terlebih dulu” tutur Ikbal. Ketiga sekolah yang menjadi sasaran tahap pertama antara lain: SMKN 1 Komodo, SMKN 3 Komodo, dan SMAN 3 Komodo. Ketiga kepala sekolah beserta jajarannya telah menerima baik program “Ranger Goes to School” dan sangat tertarik untuk menindaklanjuti tawaran programnya. Tim “Ranger Goes to School” serius mewujudkan program dengan giat berkoordinasi dengan Kepala Sekolah beserta jajarannya. Hal ini penting untuk dilakukan agar tim dapat menyesuaikan jadwal program dengan jadwal pembelajaran yang sudah disusun oleh pihak sekolah pada awal tahun ajaran baru. Materi ajar yang ditawarkan dalam program “Ranger Goes to School”, antara lain: (a) manajemen kawasan konservasi, (b) pemanduan dan interpretasi, (c) ekowisata di Taman Nasional Komodo, (d) ekologi biawak komodo, (e) manajemen flora dan fauna, (f) pengembangan desa wisata, (g) keanekaragaman hayati bawah laut, (h) psikologi lingkungan dan kearifan lokal, (i) pengakuan internasional, dan (j) wisata foraging. Meskipun tim “Ranger Goes to School” telah menawarkan serangkaian sub materi ajar, pihak sekolah berkesempatan memberikan rekomendasi kepada tim pengajar mengenai sub mata ajar atau peminatan tertentu yang akan diberikan kepada siswa. Sebagai contoh, Kepala SMAN 3 Komodo memberikan penekanan pentingnya sub mata ajar kewirausahaan bagi siswa, sedangkan Kepala SMKN 3 Komodo mengatakan bahwa sub mata ajar yang ditawarkan oleh tim sudah sangat sesuai dengan kebutuhan program studi ‘Wisata Bahari dan Ekowisata’ serta ‘Seni Tari’ di sekolahnya. Program “Ranger Goes to School” direncanakan akan melibatkan pemangku kepentingan lain dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Balai Taman Nasional Komodo sebagai mercusuar bagi kemajuan pengelolaan kawasan konservasi di Labuan Bajo perlu menjadi penghubung antar para pemangku kepentingan di Kabupaten Manggarai Barat. Muhammad Ikbal Putera menyampaikan untuk pemenuhan sub mata ajar kewirausahaan dan hospitality, timnya berencana melibatkan SUSTOUR Swisscontact Indonesia di Labuan Bajo, sedangkan untuk kelas inspirasi khusus bagi siswa kelas XII, timnya berencana untuk melibatkan para pemangku kepentingan lain yang memiliki pengalaman menarik untuk diceritakan sebagai motivasi diri para siswa yang akan lulus sekolah menengah atas ataupun sederajat. Program “Ranger Goes to School” direncanakan akan dimulai pada minggu pertama Bulan Februari sampai dengan Bulan Juni tahun 2022. Pengalaman dan feedback yang diperoleh pada akhir program akan dimanfaatkan oleh tim untuk advokasi pengusulan kurikulum muatan lokal dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun tim “Ranger Goes to School” Balai Taman Nasional Komodo adalah Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama), Yunias Jackson Benu (Pengendali Ekosistem Hutan Mahir), Ande Kefi (Pengendali Ekosistem Hutan Mahir), Naoma Yunita Banamtuan (Polisi Kehutanan Mahir), Maria Rosdalima Panggur (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama), Novita Yanti Sidabutar (Polisi Kehutanan Pertama), Rawuh Pradana (Polisi Kehutanan Pertama), Arif Ardianto Sofian (Polisi Kehutanan Pertama), Ikhwan Syahri (Polisi Kehutanan Pertama), Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan Pertama), Banu Widyanarko (Polisi Kehutanan Pertama), Dinda Hamasiya Karima Khash (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama), Yovi Septia (Penyuluh Kehutanan Pertama), dan Agitha Putri BR Bangun (Polisi Kehutanan Pemula). Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Artikel

Secercah Kepedulian Hangatkan Kehidupan

Jayapura, 13 Januari 2022 – Panitia Natal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan bantuan kepada rimbawan dan masyarakat RT 04 RW 05 Kelurahan Wai Mhorock, Jayapura, yang terdampak banjir. Bantuan tersebut berupa 100 paket sembako, disalurkan pada Kamis (13/01) melalui Badan Pembinaan Rohani Kristen (Babinrohkris) UPT KLHK Provinsi Papua. Jayapura memang kembali dilanda situasi di luar dugaan, yaitu banjir di berbagai titik akibat curah hujan yang sangat tinggi. Data hasil analisis alat ecoweather BPDASHL Memberamo Stasiun Abepura dan Sentani, mencatat curah hujan 115 mm/jam pada tanggal 7 Januari 2022. Intensitas tersebut dinyatakan lebih tinggi dibandingkan curah hujan saat banjir bandang Sentani pada tahun 2019 silam, yaitu 114 mm/jam. Salah satu penerima bantuan sembako adalah Septi Pasca Isnawati, Penyuluh Kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua. Septi memaparkan kronologi banjir di kediamannya, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. “Kami terbangun sekitar pukul 00.30 WIT, air sudah masuk rumah semata kaki. Di luar rumah, air setinggi lutut orang dewasa. Kami lalu ngungsi ke rumah tetangga yang posisi rumahnya lebih tinggi. Sampai hari terang baru kami angkat-angkat barang.” Septi mengatakan, banjir di kediamannya tergolong ringan. Namun, kondisi itu tetap menguras tenaga dan pikiran. Menurutnya, terdapat kondisi banjir yang jauh lebih parah dibandingkan yang melanda kediamannya. Septi menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Panitia Natal KLHK melalui Babinrohkris UPT KLHK Provinsi Papua, atas bantuan dan perhatian kepada seluruh rimbawan yang terdampak banjir di Jayapura. “Semoga kebaikan itu mendapatkan balasan yang lebih baik lagi dari Tuhan,” pungkas Septi. Sementara itu, Kepala BBKSDA Papua, Edward Sembiring, selaku Pembina Babinrohkris UPT KLHK Provinsi Papua, menyampaikan simpati mendalam kepada seluruh rimbawan dan masyarakat yang terdampak banjir. “Dilihat dari sisi kuantitas, mungkin bantuan ini tak seberapa untuk masing-masing keluarga. Tetapi ini adalah upaya kami memeluk rekan-rekan yang tengah mengalami ujian. Kami berharap, secercah kepedulian kami ini dapat menghangatkan kehidupan rekan-rekan. Tetap semangat dan berpikir positif. Saya percaya, di setiap ujian pasti ada pelajaran berharga yang dapat kita petik,” kata Edward.(dd) Sumber : Balai Besar KSDA Papua

Menampilkan 1.697–1.712 dari 2.174 publikasi