Minggu, 24 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Konsultasi Publik Rampung, Desain Tapak Siap Disahkan

Bogor, 23 Mei 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menyelengarakan Konsultasi Publik Draft Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam Zona Pemanfaatan Cantra/Bunikasih, Pasir Koja, dan Arca wilayah Resort PTN Tapos yang bertempat di Hotel Ultima Horison Bhuvana Ciawi. Penyusunan desain tapak pengelolaan pariwisata alam ini diperuntukan sebagai upaya nyata dalam memberikan ruang/akses bagi masyarakat di taman nasional melalui skema Perizinan Berusaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (PB-PJWA). Sedangkan ruang usaha dialokasikan untuk pengusahaan sarana wisata alam atau Perizinan Berusaha Penyediaan Sarana Wisata Alam (PB-PSWA) bagi pengusaha/investor/koprporasi/badan usaha. Berdasarkan hasil telaah dan pertimbangan, TNGGP telah terbagi ruang publik dan usaha pada Zona Pemanfaatan Arca seluas 13,92 Ha, Cantra seluas 24,17 Ha dan Pasir Koja seluas 37,49 Ha. Pembagian ruang publik dan usaha ditentukan berdasarkan pertimbangan kebijakan, teknis, ekologis, dan sosial budaya. Seperti istilah yang kita sering dengar “Konservasi harus berkolaborasi atau Konservasi Tidak Bisa Sendiri”. Semboyan ini bukan hanya istilah belaka namun memiliki makna yang mendalam. Pengelolaan taman nasional akan berhasil jika semua pihak dapat terlibat didalamnya. Berkorelasi dengan kegiatan penyusunan desain tapak, perlu dibangun kesepahaman para pihak dalam mengembangkan wisata alam di taman nasional yang dapat berdampak meluas bagi masyarakat bahkan pemerintah daerah setempat. Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Wasja, S.H. menyampaikan bahwa pemberian akses kepada masyarakat dalam pengelolaan wisata di Zona Pemanfaatan TNGGP dapat didukung juga oleh pemerintah daerah. Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Deni Humaedi AS, S.IP., M.M. menyampaikan bahwa program pengelolaan wisata alam di Kabupaten Bogor dapat bersinergi dengan pengelolaan wisata di TNGGP. Camat Caringin, Camat Megamendung, Camat Ciawi, Kepala Desa Sukaresmi dan Kepala Desa Pancawati turut meyampaikan tanggapan atas ekspose draft desain tapak yang sudah disusun. Pada prinsipnya pemerintah daerah sangat mendukung adanya pengelolaan wisata di TNGGP dengan melibatkan masyarakat setempat. Harapannya dapat lebih meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara TNGGP dengan pemerintah daerah. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara konsultasi publik antara BBTNGGP dengan para pihak dengan agenda selanjutnya revisi dokumen desain tapak dan pengajuan ke Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi (PJLKK) untuk disahkan. Dengan terbangunnya koordinasi bersama para pihak, perlu adanya rencana pengelolaan wisata alam di TNGGP yang terintegrasi dengan obyek wisata di luar kawasan di wilayah Kabupaten Bogor. Majunya pariwisata di wilayah Kabupaten Bogor dapat meningkatkan 20 % dari prestasi pariwisata alam di Provinsi Jawa Barat dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Beberapa pihak yang hadir dalam konsultasi ini yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bogor, Camat Caringin, Camat Ciawi, Camat Megamendung, Kepala Desa Sukaresmi, Kepala Desa Pancawati, Kepala Desa Cibedug serta masyarakat/organisasi yang selama ini berinteraksi langsung dalam pengelolaan wisata alam. Pemegang Perizinan Berusaha Penyediaan Jasa Wisata Alam serta tokoh masyarakat lainnya. Sebagai informasi, pengembangan wisata alam merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan kawasan Taman Nasional secara lestari dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pembagian ruang pada zona pemanfaatan Taman Nasional menjadi ruang publik dan ruang usaha ini dilakukan melalui penyusunan desain tapak. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan optimalisasi pengelolaan, pembangunan dan pengembangan usaha pariwisata alam secara serasi dan harmonis dengan lingkungan alam sekitarnya sesuai dengan kaidah konservasi. Pengembangan pariwisata alam tentunya menciptakan pengaruh positif yang akan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Pengaruh positif secara langsung ini merupakan peluang bagi peningkatan usaha masyarakat, pengembangan pariwisata alam di TNGGP tidak akan terlepas dari dampak yang timbul sebagai akibat dari pengembangan yang dilakukan antara lain hal-hal yang terkait dengan penggunaan ruang secara langsung baik akibat aktivitas pengunjung, aktivitas rekreasi, maupun pembangunan sarpras, dan infrastruktur sehingga perlu dilakukan konsultasi publik/sosialisasi penyusunan desain tapak agar dampak negatif dapat dieleminir dan dikendalikan sekecil mungkin. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Ratih Mayangsari, S.Hut. Foto : Mukti Ahmad Sopyan dan Ayi Rustiadi, S.Si.
Baca Artikel

Memupuk Silaturahmi Dengan Tanam Pohon Bersama

Pekanbaru, 25 Mei 2022 - Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau Fifin Arfiana Jogasara menghadiri acara halal bi halal, parade kuliner dan penanaman pohon Astra group di Taman Wisata Alam (TWA) Bulu Cina, Sabtu (21/5). Adapun jenis bibit yang ditanam pada acara tersebut adalah bibit Sentul (Sandoricum ketjapi) 35 bibit, bibit Tampui (Baccaurea macrocarpa) 15, bibit Jelutung (Dyera costulata) 15 dengan jumlah keseluruhan 65 bibit. Hadir di acara tersebut Gubernur Riau, bapak Syamsuar, Kepala Desa dan ninik mamak Desa Buluh Cina. [Teks : DI, Foto : Humas BBKSDARIAU | 052022] Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Keceriaan Anak-anak Jaring Halus di World Turtle Day 2022

Jaring Halus, 24 Mei 2022. Beberapa anak SD Negeri 053980 Jaring Halus dan MIS Al Falah Desa Jaring Halus, sedang berkumpul mengikuti lomba mewarnai tingkat Sekolah Dasar (SD), Senin (23/5) yang diselenggarakan Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat. Tak sendiri, kegiatan ini turut menggandeng mitra Yayasan Satucita Lestari Indonesia untuk memperingati Hari Kura-kura dan Penyu Sedunia atau yang dikenal dengan World Turtle Day 2022, setiap tanggal 23 Mei. Rona wajah yang gembira dan ceria terlihat jelas dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Seolah-olah peristiwa ini menjadi langka dan unik bagi anak-anak yang berada di pedesaan. Dengan polosnya generasi-generasi cilik yang jumlahnya 31 orang ini mempertanyakan mengapa dan apa perlunya diperingati hari kura-kura atau penyu, karena satwa ini bukanlah hal yang baru mereka kenal. Untuk menjawab keingintahuan tersebut, tim kreatif Seksi Konservasi Wilayah II Stabat beserta Yayasan Satucita Lestari Indonesia meramunya dalam berbagai bentuk edukasi, seperti pemutaran video dokumenter konservasi Tuntong Laut, konservasi kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut serta kolaborasi pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Jaring Halus. Tidak hanya itu, peserta juga diajak bermain kuis. Model edukasi ini dipandang efektif dalam mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini tentang konservasi satwa liar, terutama spesies Tuntong Laut (Batagur borneoensis) yaitu kura-kura air tawar yang statusnya saat ini sudah kritis. Harapannya melalui kegiatan ini akan lahir kader-kader konservasi cilik sebagai pioner dalam upaya konservasi Tuntong Laut, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Diakhir acara dilakukan pengumuman pemenang lomba mewarnai, masing-masing : juara 1, 2, 3 dan Harapan 1,2,3 secara berturut-turut yaitu Fatih dari MIS Al Falah, Reja dari MIS Al Falah, Kayla dari SD 053980 Jaring Halus, Atifa dari MIS Al Falah, Zahra dari MIS Al Falah dan Sahril dari MIS Al Falah. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut.-Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

BBKSDA Riau Bentuk Kelompok Tani Hutan Di Dua Desa Dikabupaten Kuansing

Pekanbaru, 25 Mei 2022 - Balai Besar KSDA Riau Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Pulau Padang dan Desa Pangkalan Indarung, Kec. Singingi, Kab. Kuansing, Rabu (18/5). Kepala Seksi, Sugito didampingi Penyuluh Kehutanan, Tommy SP Sinambela, membentuk KTH Asa Mandiri di Desa Pulau Padang dan KTH Harapan Maju di Desa Pangkalan Indarung, dengan produk yang akan dikembangkan kedua KTH adalah Budidaya Sapi Bali. Penyuluh kehutanan yang menjadi fasilitator meminta kepada pengurus yang dipilih untuk menyelesaikan administrasi pembentukan kelompok, diantaranya surat permohonan penetapan KTH ke Kepala Desa, AD/ART, dan SK Kades pembentukan KTH. Fasilitator memberikan motivasi dan arahan dalam pengembangan kelompok diantaranya pentingnya kesolidan dan saling percaya antar anggota kelompok serta pentingnya untuk dilakukan pertemuan rutin di kelompok tersebut. Dengan pembentukan dua KTH, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap hutan, serta masyarakat sekitar hutan meningkat, sejahtera dan hutan pun tetap lestari. [Teks : DI, Foto : Humas BBKSDARIAU | 052022] Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Serah Terima BMN Kepada Balai Gakkum Wilayah Sumatera

Medan, 23 Mei 2022. Mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 181/PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara, pada Kamis, 12 Mei 2022, bertempat di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumatera Utara dilakukan serah terima sejumlah Barang Milik Negara (BMN) dari Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ir. Irzal Azhar, M.Si. kepada Kepala Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Wilayah Sumatera, Subhan, S.Hut., M.Si. BMN tersebut semuanya berada di Markas Komando (Mako) Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Macan Tutul, berupa : sebidang tanah seluas 10.000 m2, bangunan sebanyak 18 unit dan barang-barang inventaris sebanyak 164 unit. Total nilai keseluruhan BMN yang diserahterimakan sebesar Rp. 9.168.614.668,-. BMN dimaksud di bawah pengelolaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara sebelum terbentuknya Balai Gakkum Wilayah Sumatera. Kedua pejabat, baik Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara maupun Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera, menyambut baik terlaksananya serah terima tersebut mengingat ini merupakan amanah dari Peraturan Menteri keuangan yang mengatur tentang Penatausahaan Barang Milik Negara. Turut hadir dalam penandatanganan serah terima, Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Mustafa Imran Lubis, SP., Kepala Sub Bagian Umum Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Imelda Kamayangti Harahap, SH., Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Kehumasan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Andoko Hidayat, S.Hut., MP., dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Gakkum Wilayah Sumatera, Suhut Hesakhi, S.Hut., M.Si. Sumber : Surabina Tarigan, SE.- Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Ranger Goes To School Bantu Arahkan Masa Depan SMKN Labuan Bajo

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, 22 Mei 2022. Balai Taman Nasional Komodo kembali melaksanakan pendampingan bidang pendidikan melalui program ‘Ranger Goes to School’ (RGTS) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Labuan Bajo, Sabtu (21/5). RGTS kali ini merupakan kegiatan belajar mengajar minggu ke-12 dengan sub mata ajar yaitu ‘Pengembangan Karakter: Mind Mapping’. Penanggungjawab sub mata ajar kali ini adalah Neysa Amelia (Praktisi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) bersama tim RGTS lainnya, diantaranya: Muhammad Ikbal Putera (Koordinator RGTS/PEH Pertama), Maria Rosdalima Panggur (PEH Pertama), Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan Pertama), Ikhwan Syahri (Polisi Kehutanan Pertama), Rawuh Pradana (Polisi Kehutanan Pertama), Rias (PEH Pemula), dan Valerianus Rahmat (PEH Pemula). Sub mata ajar ‘Pengembangan Karakter: Mind Mapping’ berusaha mengarahkan masa depan siswa-siswi kelas XI Usaha Perjalanan Wisata SMKN 1 Labuan Bajo lebih baik kedepannya. Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang dilakukan para pengajar terhadap siswa di sekolah lain, banyak yang mengaku tidak memahami bagaimana cara merencanakan dan mencapai target rencana masa depan yang diinginkan. Sementara contoh kasus lainnya, masih banyak siswa bahkan mahasiswa di Labuan Bajo yang tidak mengetahui adanya peluang beasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi ataupun untuk memudahkan pembiayaan semester perkuliahan yang sedang dijalani. Oleh karena itu, program RGTS tidak hanya bertujuan untuk memberikan materi terkait dengan konservasi, namun juga berupaya keras untuk memberikan dukungan bimbingan konseling guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai penyusunan rencana masa depan dan menentukan cara paling efektif untuk meraih impiannya. Siswa-siswi antusias menyampaikan profesi idamannya pada sub mata ajar kali ini. Meskipun siswa-siswi yang diajar berasal dari prodi Usaha Perjalanan Wisata, banyak yang bercita-cita menjadi profesi pada bidang keahlian yang lain. Sebagai contoh, terdapat salah satu siswi yang ingin sekali menjadi tentara perempuan dan tergabung dalam Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD). Contoh menarik lainnya adalah adanya keinginan siswa-siswi yang ingin menjadi pengamat politik, diplomat di kedutaan besar, pramugari/pramugara, dan aparatur sipil negara di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Para pengajar RGTS kemudian mempertajam impian siswa-siswi tersebut dan meminta mereka untuk dapat menyebutkan dan menjelaskan langkah-langkah yang perlu mereka tempuh untuk mewujudkan cita-cita yang didambakan. Para pengajar RGTS juga membagikan kisah pengalaman hidup masing-masing kepada siswa-siswi di SMKN 1 Labuan Bajo. Neysa Amelia kemudian mengundang tiga orang pengajar untuk membagikan pengalaman hidupnya dihadapan para siswa. Ikhwan Syahri adalah pengajar pertama yang membagikan cerita hidupnya ketika menjalani pendidikan di pondok pesantren, meraih juara pertama lomba penulisan Karya Ilmiah Remaja hingga ke tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan akhirnya berhasil masuk pada program studi S1 Kehutanan di Universitas Gadjah Mada. Muhammad Ikbal Putera sebagai pengajar kedua yang menceritakan kisah hidupnya juga turut memberikan motivasi bahwa yang menentukan maju atau tidaknya seseorang adalah komitmen dan daya juang individu itu sendiri. Cibiran, hinaan, bahkan rasa ketidakpercayaan orang lain terhadap diri kita sendiri menjadi ‘bahan bakar’ semangat diri untuk meraih pendidikan atau prestasi yang lebih tinggi lagi. Ikbal juga membagikan kisahnya memperoleh beasiswa S2 di School of Forest Resouces and Conservation, University of Florida, Amerika Serikat. Pengajar ketiga yang berbagi cerita adalah Rawuh Pradana, seorang Sarjana Hukum yang menceritakan kisahnya telah mendaftar sebanyak enam kali tes masuk TNI dan gagal. Rawuh dengan berbesar hati menjelaskan bahwa kegagalan bukan merupakan akhir dari segalanya dan kegagalan justru mengarahkannya menemukan jalan yang baru untuk mengabdi ke negara sebagai seorang Polisi Kehutanan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Seluruh siswa tampak takjub mendengar kisah ketiga pengajar pada sesi yang kurang lebih menghabiskan waktu selama empat jam pelajaran. Sebagai penutup, para pengajar RGTS turut mengevaluasi singkat materi-materi yang telah diajarkan dan menanyakan kepada siswa materi apa yang paling disukai dan yang paling tidak disukai. Materi favorit siswa adalah Pengantar Industri Hospitality dengan penanggungjawab sub mata ajar yaitu Anggi Januar Pratama (Praktisi Bidang Pariwisata dan Pengembangan Masyarakat) serta Pemanduan dan Interpretasi yang diampu oleh Arif Ardianto Sofian (Polisi Kehutanan Pertama). Salah satu alasannya adalah karena informasi yang disampaikan dirasa bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan karir siswa di masa depan. Sementara materi yang paling tidak disukai oleh salah seorang siswa adalah Keanekaragaman Hayati Bawah Laut karena siswa tersebut tidak bisa berenang, sehingga berdampak pada kurangnya minat belajar terhadap biodiversitas di dalam laut. Program RGTS ini akan ditutup dengan penyelenggaraan Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang akan dilaksanakan pada awal Bulan Juni mendatang. Adapun sub mata ajar yang akan diujiankan pada UAS antara lain: (1) Manajemen Flora dan Fauna II, (2) Pengembangan Desa Wisata, (3) Pemanduan dan Interpretasi II, (4) Keanekaragaman Hayati Bawah Laut, (5) Wisata Foraging, (6) Pengembangan Karakter: Mind Mapping, dan (7) Psikologi Lingkungan dan Kearifan Lokal. Siswa yang memperoleh total nilai UTS dan UAS tinggi akan mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan magang di Balai Taman Nasional Komodo selama kurang lebih 90 hari. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Pemula - Valerianus Rahmat (+6285338721974) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Memperat Hubungan Kelembagaan di Desa Penyangga TN Komodo

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, 22 Mei 2022. Tim Balai Taman Nasional Komodo kembali berkunjung ke Desa Golo Mori yang ditempuh melalui jalur darat dari Labuan Bajo dengan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Perjalanan ini sebagai bentuk silaturahmi untuk memperkuat hubungan kemasyarakatan antara Balai Taman Nasional Komodo dengan Kepala Desa Golo Mori dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Tanamori. Tim yang dikoordinir oleh Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan Pertama) bersama dengan Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama), Ikhwan Syahri (Polisi Kehutanan Pertama), dan Rias (Pengendali Ekosistem Hutan Pemula) memulai kegiatan dengan melakukan anjangsana di kediaman Kepala Desa dan Ibu Kepala Desa. Pada kesempatan kali ini, tim menanyakan terkait perkembangan pengembangan infrastruktur pariwisata yang dipersiapkan khusus untuk mendukung penyelenggaraan ASEAN Summit 2023 yang mulai ditindaklanjuti pelaksanaannya saat ini. Ibu Kepala Desa menyampaikan bahwa pengembangan infrastruktur prioritas saat ini adalah pelebaran jalan yang harapannya dapat memudahkan mobilisasi angkutan umum dan dapat mempercepat waktu tempuh perjalanan warga dari Desa Golo Mori ke Labuan Bajo. Tim kemudian menindaklanjuti pembicaraan dengan menggali aspirasi lebih dalam dari Kepala Desa dan Ibu dan merekomendasikan agar rencana pengembangan Desa Golo Mori sebagai Desa Wisata dalam lingkup Zona Penyangga Taman Nasional Komodo merujuk kepada kaedah konservasi dan direncanakan dengan penuh kehati-hatian. Tak berhenti di kediaman Kepala Desa, Tim selanjutnya berkunjung ke Haris’s Homestay sebagai destinasi wisata kedua dalam agenda silaturahmi. Haris’s Homestay dikelola langsung oleh pemiliknya yaitu Pak Haris beserta keluarga. Pada lahan kepemilikan pribadi yang cukup luas ini, Pak Haris memiliki satu bangunan homestay dengan dua kamar tidur, satu bangunan toilet luar, kebun pisang, kebun jambu mete, sungai, hingga lahan persawahan. Tim lantas mengadakan diskusi ringan dengan Pak Haris dan beberapa individu keluarga untuk membahas potensi pengembangan agrowisata mikro di dalam lahan pribadi miliknya tersebut. Salah satu ide pengembangan atraksi dan amenitas wisata yang ditawarkan oleh tim adalah pembuatan keramba ikan air tawar, kolam pemancingan, penggunaan lahan hijau untuk area outbond, serta pemanfaatan area persawahan untuk piknik dan healing forest. Pak Haris selaku pemilik properti sangat tertarik dan terbuka dengan gagasan yang disampaikan dan menyampaikan bahwa untuk mewujudkan ide tersebut perlu dukungan teknis langsung dari Balai Taman Nasional Komodo. Tim akan membantu mencurahkan tenaga dan pikiran untuk membantu pengembangan Haris’s Homestay lebih produktif lagi kedepannya dan berkeinginan untuk menjadikannya sebagai teladan pengelolaan homestay terbaik di Desa Golo Mori. Kegiatan silaturahmi ketiga adalah melakukan anjangsana dengan Ketua POKDARWIS Tanamori di kediaman Kepala Desa Golo Mori. Ketua POKDARWIS Tanamori menyampaikan beberapa kendala dalam manajemen organisasi POKDARWIS dan memohon saran dari para pejabat fungsional Balai Taman Nasional Komodo yang tergabung dalam tim ini. Salah satu kendala yang disampaikan adalah terkait dengan dinamika organisasi, dimana individu pengurus ataupun anggota memiliki kesibukan atau urgensi kepentingan lain yang menyebabkan tidak mampunya individu yang bersangkutan untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan organisasi. Tim menyampaikan bahwa hal ini wajar, namun perlu segera digantikan orang perorangannya dan Ketua perlu mendiskusikannya dengan Kepala Desa selaku pembina utama POKDARWIS Tanamori. Ketua juga menyampaikan bahwa POKDARWIS Tanamori telah menyelenggarakan kegiatan aksi bersih sampah dengan anak-anak dan mampu mengadakan baju khusus bagi pengurus dan anggota aktif POKDARWIS Tanamori. Tim Balai Taman Nasional Komodo mengapreasi prestasi yang telah dicapai dan membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi POKDARWIS Tanamori jika ingin berdiskusi lebih lanjut terkait dengan rencana pengembangan destinasi wisata desa maupun membahas rencana peningkatan kapasitas anggota POKDARWIS Tanamori bersama dengan tim dari Balai Taman Nasional Komodo. Balai Taman Nasional Komodo berharap agar hubungan kelembagaan dengan Desa Golo Mori sebagai salah satu desa sekitar kawasan yang berada dalam lingkup Zona Penyangga Taman Nasional Komodo dapat kian dieratkan. Dukungan teknis dan pemikiran lainnya akan dicurahkan oleh rekan-rekan Balai Taman Nasional Komodo bagi Desa Golo Mori karena keberadaan desa ini sangat esensial bagi pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo kedepannya. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama - Fahri Ikhlas, S.Hut. (+6285263770138) dan Polisi Kehutanan Ahli Pertama - Ikhwan Syahri, S.Hut. (+628157705527) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Jadi Dosen Tamu, Balai TN Komodo Kenalkan Best Practice Kelola Kawasan Konservasi

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, 19 Mei 2022. Balai Taman Nasional Komodo memenuhi undangan sebagai dosen tamu untuk kuliah umum dengan tema penanganan satwa liar bagi mahasiswa Diploma III (D-III) Politeknik Elbajo Commodus Labuan Bajo. Kepala Balai Taman Nasional Komodo menugaskan Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama) untuk memberikan materi terkait ‘Sistem Pengelolaan Taman Nasional Komodo’. Acara ini turut dihadiri Septian Hutagalung selaku Kepala Prodi D-III Ekowisata Politeknik Elbajo Commodus Labuan Bajo beserta jajaran dosen. Sebanyak 30 orang mahasiswa D-III Ekowisata Polikteknik Elbajo Commodus mengikuti materi yang menargetkan mahasiswa agar dapat memahami strategi pengelolaan kawasan konservasi, mengenal jenis flora dan fauna yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, memahami urgensi implementasi kebijakan ekowisata, mengenal isu-isu konservasi di dalam dan sekitar kawasan, dan mengenal best practice pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia. Pemaparan materi 60 menit menghasilkan diskusi tanya jawab dari tiga orang mahasiswa. Mahasiswa menanyakan terkait dengan studi kasus partenogenesis, penjelasan Zona Inti dan Zona Rimba dilarang dimasuki oleh wisatawan, dan penjelasan terkait dengan penyebab terjadinya konflik antara manusia dengan satwa liar. Mahasiswa juga sempat memberikan saran agar Naturalist Guide dan pemandu wisata turut diberikan pemahaman yang mumpuni terkait dengan sistem pengelolaan Taman Nasional Komodo untuk meminimalisir disinformasi berkepanjangan di lapangan. Selain mendapatkan pemaparan dari Balai Taman Nasional Komodo, mahasiswa juga mendapatkan materi terkait dengan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dari Kantor Pos SAR Labuan Bajo - Badan SAR Nasional. Narasumber sempat mempraktikan teknik Resusitasi Jantung Paru/Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dan teknik penanganan korban patah tulang dalam dan luar. Dosen Politeknik Elbajo Commodus Labuan Bajo berharap kuliah umum ini, mahasiswa memperoleh informasi terkini dan akurat serta menjadi tahu apa yang perlu diperbuat seandainya menemukan/mengalami kejadian kecelakaan dalam rangkaian perjalanan wisatanya. Politeknk Elbajo Commodus Labuan Bajo juga berharap agar kuliah umum ini dapat membantu Balai Taman Nasional Komodo kesempatan sosialisasi dan diseminasi kepada mahasiswa yang merupakan pemuda pemudi lokal di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebagai bentuk rasa apresiasi, Polikteknik Elbajo Commodus Labuan Bajo turut memberikan sertifat penghargaan kepada para narasumber seusai acara selesai diselenggarakan. Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Petugas Balai TN Komodo Terus Beri Peluang Belajar Mahasiswa Magang

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, 18 Mei 2022. Mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Mahasiswa S1 Jurusan Pariwisata Politeknik Pariwisata Bali menjelaskan rencana magang kepada staf Urusan Program, Anggaran, Kerja Sama, dan Pelayanan Balai Taman Nasional Komodo. Presentasi yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2022 secara virtual ini dipandu oleh Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama) dan diikuti oleh Rias dan Valerianus Rahmat (Calon Pegawai Negeri Sipil Balai Taman Nasional Komodo Tahun 2021 Jabatan Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Pemula). Pemaparan ini untuk memberikan penyempurnaan substansi pada rencana penelitian dan magang mahasiswa ITB dan Polikteknik Pariwisata Bali. Kedua kelompok mahasiswa tersebut ingin mendalami mata kuliah yang sudah dipelajari di universitas secara langsung di alam. Mahasiswa ITB berencana ingin memperdalam pengetahuan terkait dengan keanekaragaman distribusi dan pembuatan herbarium tanaman anggrek, analisis vegetasi dan keanekaragaman tumbuhan, serta mendalami wawasan terkait dengan keanekaragaman distribusi burung di jalur wisata dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Ketiga topik magang ini dikonsultasikan terlebih dulu kepada Staf Urusan Program, Anggaran, Kerja Sama, dan Pelayanan untuk mendapatkan penyempurnaan substansi sebelum nantinya akan dipresentasikan dihadapan jajaran pimpinan dan staf Balai Taman Nasional Komodo. Ketiga mahasiswa Ilmu Rekayasa Kehutanan semester 5 ini antara lain: Selva Adi Yudatama, Dinda Fahita Gultom, dan Fina Lutfia A. Mahasiswa ITB berencana melaksanakan kegiatan magang selama empat minggu mulai tanggal 20 Juni – 20 Juli 2022. Staf Balai Taman Nasional Komodo menyarankan agar kegiatan magang dilaksanakan setidaknya enam minggu dengan mempertimbangkan jadwal pergantian petugas (rolling) dan ketersediaan armada transportasi. Berbeda dengan mahasiswa ITB yang berkeinginan untuk melaksanakan kegiatan magang, mahasiswa S1 Pariwisata Politeknik Pariwisata Bali ingin melaksanakan kegiatan penelitian. Judul yang diajukan adalah Persepsi Masyarakat Lokal Kampung Komodo Terhadap Pengembangan Pariwisata di Resort Loh Liang Taman Nasional Komodo. Mahasiswa atas nama Maria Lusia Ganggus ini turut mendapatkan umpan balik dari staf Balai Taman Nasional Komodo untuk kemudian dilakukan penyempurnaan substansi pada proposal penelitiannya. Balai Taman Nasional Komodo aktif membuka kesempatan bagi para pelajar untuk melakukan kegiatan pendidikan dan penelitian langsung di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Terdapat 78 siswa dan mahasiswa yang melaksanakan kegiatan magang dan penelitian di Balai Taman Nasional Komodo pada tahun 2021, sedangkan per Bulan Mei 2022, jumlah siswa yang melaksanakan kegiatan magang telah mencapai setidaknya 30 orang. Balai Taman Nasional Komodo berharap dengan diberikannya kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan kegiatan pendidikan dan penelitian di dalam kawasan, hal ini dapat memberikan perbandingan wawasan atas teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Kegiatan penelitian pun perlu dipastikan dapat memberikan kontribusi ilmu pengetahuan bagi sistem pengelolaan kawasan. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Pemula - Rias (+6287810341748) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Menjaga Asa Sarang Telur Penyu TN Komodo

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, 16 Mei 2022. Resort Loh Wau Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan monitoring sarang bertelur penyu di Pulau Lengah dan Loh Waewei - Pulau Komodo tanggal 11 – 17 Mei 2022. Kegiatan ini dikoordinir oleh Tebursio Da Costa (Kepala Resort Loh Wau/Pengendali Ekosistem Hutan Mahir) beserta anggota dan melibatkan salah satu warga Kampung Komodo yaitu Bapak Taufik. Balai Taman Nasional Komodo konsisten dan berkomitmen melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan konservasi di dalam kawasan Taman Nasional Komodo sebagai bentuk upaya meningkatkan sense of belonging and awareness terhadap kelestarian lingkungan di alam. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu poin penting dalam monitoring sarang bertelur penyu agar masyarakat dan petugas dapat saling bertukar informasi dalam menegakan tiga pilar konservasi yaitu perlindungan, pengamanan, dan pengawetan satwa penyu di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Aktivitas monitoring sarang bertelur penyu terdiri dari pendataan sarang dan telur penyu, pengamatan perilaku dan aktivitas penyu, dan pengamatan vegetasi sekitar sarang. Kegiatan pengamatan perilaku dan aktivitas penyu dilakukan dengan bermalam di lapangan (night surveilance) pada empat pembagian waktu berbeda dalam satu malam yaitu mulai pukul 08:30 – 22:00 WITA, 22:00 – 01:00 WITA, 01:00 – 03:00 WITA, dan 03:00 – 05:00 WITA. Tim tidak menemukan adanya indukan penyu atau tukik beraktivitas di pesisir pantai Loh Warwei, namun menjumpai indukan penyu hijau di pesisir pantai Pulau Lengah yang hendak survei sarang bertelur. Lebar indukan penyu hijau yang dijumpai mencapai 90 cm. Tidak ditemukannya aktivitas indukan penyu di pesisir pantai Loh Warwei mungkin dikarekan oleh perhitungan fase bulan yang belum sesuai dengan periode peneluruan di lokasi tersebut. Tim menemukan tiga sarang bekas di pesisir pantai Pulau Lengah. Tim menggali dan menganalisa bentuk sarang, melakukan pengukuran bobot dan keliling telur, serta memantau jejak-jejak tukik/indukan penyu di pesisir pantai Pulau Lengah. Berdasarkan pengamatan langsung, diketahui bahwa sarang tersebut merupakan sarang penyu hijau (Chelonia mydas). Vegetasi yang ditemukan di pesisir pantai Pulau Lengah adalah Rumput Lari (Spinifex littoreus), Kelor (Moringa oleifera), dan Waru Laut (Thespesia populnea). Kemudian diputuskanuntuk merelokasi telur penyu dari Pulau Lengah sebanyak 86 butir telur ke media penangkaran di Resort Loh Wau. Relokasi ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan penetasan telur penyu di Pulau Lengah, meminimalisir peluang dicurinya telur dari oknum tidak bertanggungjawab, dan mengurangi kemungkinan gagal tetas oleh karena penumpukan telur pada sarang yang berdekatan. Diketahui sebelumnya bahwa Resort Loh Wau pada tahun 2021 telah berhasil menetaskan 481 butir telur hasil dari relokasi yang kontinyu. Inisiasi relokasi ini sangat penting sebagai wadah pembelajaran para petugas terkait dengan ekologi dan siklus reproduksi satwa penyu yang hidup di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Jagawana Balai Taman Nasional Komodo berharap bahwa kegiatan monitoring sarang bertelur penyu dan inisiasi relokasi telur penyu yang melibatkan masyarakat lokal dapat dikembangkan dengan hati-hati dan cermat sebagai kegiatan ekowisata minat khusus. Masyarakat lokal dapat menjadi aktor utama pada kegiatan minat khusus bidang pendidikan ini yang dapat memberikan nilai edukasi konservasi bagi wisatawan mengenai ekologi penyu di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Kegiatan relokasi dan penangkaran penyu ini harus dilakukan dengan perencanaan yang cermat, bukan semata untuk kepentingan komersialisasi. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengolah Data/Tenaga GIS - Thomas David Carvallo, S.Hut. (+6282237030733) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Pemangsa Melata dari Tambora

Pekat, 19 Mei 2022. Piton, nama ular yang sudah sangat familiar di telinga masyarakat indonesia. Berita tentang satwa ini yang sering di jumpai masuk ke pemukiman warga dan menyebabkan kehebohan tersendiri. Ular dengan nama ilmiah Phyton reticulatus ini memiliki banyak nama, ada yang menyebutnya sanca, ular sawah, dll. Orang Mbojo* sendiri menyebut nama ular ini dengan sebutan “Kamau“. Pernah terbayangkan bagaimana jika kita bertemu satwa ini di hutan rimba? Panik mungkin iya. Ular ini merupakan hewan melata yang menghuni hutan Tambora. Hutan yang belum banyak terjamah oleh manusia merupakan tempat ideal untuk ular ini. beberpa kali Pendaki yang akan naik ke Puncak Tambora menjumpai ular ini di jalur pendakian. kondisi hutan yang rapat di jalur pendakian menjadi tempat yang nyaman untuk satwa ini hidup. Piton merupakan ular terpanjang di antara jenis ular yang lainnya, memiliki ukuran yang besar, tidak berbisa (non venomous) serta memiliki pola lingkaran-lingkaran besar yang berbentuk jala. (Rahmayani, 2014). Phyton reticulatus ini sangat bervariasi dengan motif jaringan atau rantai disertai warna dasar perak abu-abu atau perak coklat. Motif yang dimiliki punggungnya merupakan ciri khas warna dasar dari ular ini. Masing-masing Phyton reticulatus dari daerah sebaran memiliki keunikan pada corak dan warna sisiknya. Habitat Piton di hutan dataran rendah sampai ketinggian 0-1.300 mdpl. Namun di Tambora Ular ini juga dijumpai pada ketinggian 1200 mdpl. Piton dewasa dapat lebih sering ditemukan di darat pada siang dan malam hari sedangkan ular Phyton yang masih muda lebih muda sering ditemukan di atas pohon (Marlon, 2014). Phyton reticulatus merupakan piton yang paling besar di antara spesies lainnya yang masih ada saat ini, selama masa hidupnya panjang tubuh ular ini dapat mencapai 11 meter dengan bobot badan mampu mencapai 158 kg (Matswapati, 2009). Beberapa cacatan perjumpaan jenis ini di Tambora dengan berbagai ukuran. ada yang masih cukup kecil seperti yang terdapat di pohon di atas, dan yang terbesar dengan panjang kurang lebih 7-8 meter. Ular Piton (Phyton reticulatus) merupakan predator puncak di Hutan Tambora. Mangsa ular ini diantaranya adalah Babi Hutan dan Monyet Ekor Panjang yang merupakan musuh petani dan penduduk di sekitar tambora. Jika predator ini hilang maka satwa hama ini kan menjadi tidak terkendali dan akan merugikan masyarakat sekitar hutan. Keberadaan piton sebagai pengendali rantai makanan sangat penting. Oleh karena itu kita harus ikut menjaga kelestarian satwa ini beserta rumah tinggalnya. Ular Piton memang menakutkan, bahkan merupakan predator puncak di Hutan Tambora. Apakah dengan predikat tinggi dan seseram itu ular ini hidup dengan aman? tentu tidak. Banyak ancaman yang mengintai hidup ular ini. Perubahan penggunaan lahan, illegal logging, perambahan dan kebakaran hutan menjadi ancaman terhadap keberadaan satwa ini. Mengingat perannya yang sangat penting dalam ekosistem hutan Tambora, maka kita perlu menjaga bersama satwa ini beserta habitatnya agar tetap lestari. ” Mbojo : Suku yang mendiami wilayah Pulau Sumbawa bagian Timur (Dompu dan Bima)“ Sumber : Samsul Maarif, S.Hut. - PEH Seksi Pengelolaan Taman Nasional II II Pekat, Balai TN Tambora
Baca Artikel

BBKSDA Riau Asah Kelembagaan Kelompok Maju Usaha Desa Langkai

Pekanbaru, 19 Mei 2022 - Plt. Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Balai Besar KSDA Riau, Gunawan bersama Resort Siak melakukan pengembangan kelembagaan kelompok masyarakat di Desa Langkai, Kec. Siak, Kab. Siak, Kamis (12/5). Kelompok masyarakat yang beruntung adalah kelompok Maju Usaha Desa Langkai. Kelompok masyarakat tersebut diajak berdiskusi terkait kendala kelompok dalam mempersiapkan berkas dan kendala yang terjadi di lapangan. Kelompok mendapat arahan untuk wajib memberikan laporan perkembangan pee-3 bulan agar dapat dipantau perkembangannya. Balai Besar KSDA Riau berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan, internal kelompok dikuatkan, permasalahan internal dalam kelompok agar dapat dipecahkan dengan musyawarah, juga kerjasama dan kekompakan harus diutamakan. [Teks : DI, Foto : Humas BBKSDARIAU | 052022] Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Profesor Asal Spanyol Jelajahi Kawasan Resort Cibodas

Cibodas, 19 Mei 2022. Ignacio Javier Diaz-Maroto Hidalgo merupakan Profesor dari Department of Agroforestry Engineering, Univesidade De Santiago De Compostela (USC), Spain. Bersama tim dari IPB University, Prof. Ignacio melakukan jelajah alam ke Canopy Trail Ciwalen, Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Cibodas, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Rabu (19/5). Petualangan dimulai dengan menyebrangi Canopy Trail dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Tidak puas sampai disitu, perjalanan berlanjut menuju Curug Ciwalen. Dengan umur yang tidak lagi muda, beliau masih sangat kuat dan bersemangat melakukan perjalanan ini. Beliau menyampaikan bahwa kondisi di TNGGP masih sangat baik, asri, dan alami. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki begitu banyak Taman Nasional, di Spanyol sendiri ada sekitar 17 Taman Nasional. Tim Humas didampingi Tim Resort PTN Cibodas memperkenalkan kondisi TNGGP secara umum serta menyampaikan 3 (tiga) satwa prioritas yang ada di TNGGP yaitu Owa Jawa (Hylobates moloch), Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), dan Macan Tutul (Panthera pardus melas). Tim juga menjelaskan dengan luas 24 ha, TNGGP memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, meliputi lebih dari 1000 spesies fauna, dan lebih dari 2000 spesies flora. Sumber : Sisca Widiya A - Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok : Tim IPB University dan Tim Humas BBTNGGP
Baca Artikel

Bentuk Cinta Untuk Populasi Kakatua Kecil Jambu Kuning di TN Komodo

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, 17 Mei 2022. Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan monitoring kakatua kecil jambul kuning di Loh Sebita dan Loh Baes Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo pada tanggal 9 – 15 Mei 2022. Monitoring kakatua kecil jambul kuning merupakan salah satu bentuk upaya pengawetan keanekaragaman hayati yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Monitoring ini sudah dilaksanakan sebanyak 10 kali setiap tahunnya pada lokasi pemantauan permanen yang telah ditetapkan sebelumnya dengan dikoordinir oleh petugas resort dan pejabat fungsional Pengendali Ekosistem Hutan serta Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Komodo. Loh Sebita dan Loh Baes merupakan salah satu lembah luas yang memiliki populasi kakatua kecil jambul kuning terbesar di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Kelimpahan populasi di kedua lembah ini disebabkan oleh ketersediaan pakan dan habitat mangrove yang mumpuni yang dapat dimanfaatkan oleh kakatua kecil jambul kuning. Berdasarkan hasil pengamatan pada tiga lokasi pengamatan diketahui terdapat + 157 individu pada lembah Loh Sebita dan + 38 individu pada teluk Loh Baes, sementara data tahun 2020 dan 2021 di lembah Loh Sebita adalah + 201 individu dan + 199 individu sedangkan dugaan populasi di Loh Baes pada tahun 2020 dan 2021 berturut-turut adalah + 25 individu dan + 18 individu. Jika dibandingkan, maka populasi kakatua kecil jambul kuning pada lembah Loh Sebita mengalami sedikit penurunan, sementara Loh Baes mengalami sedikit peningkatan. Meskipun demikian, baik di lembah Loh Sebita dan Loh Baes, tren populasi kakatua kecil jambul kuning masih dalam rentang/kondisi stabil. Kakatua kecil jambul kuning memakan daun/pucuk tumbuhan yang masih muda. Beberapa jenis pohon/tumbuhan pakan yang berhasil diidentifikasi oleh tim monitoring antara lain: Gebang (Corypha utan), Bakau (Rhizopora sp.; Xilocarpus sp.), Asam (Tamarindus indica), Kelumpang (Sterculia oblongata), Nitak (Sterculia foetida), Bidara (Ziziphus jujuba), Kesambi (Schleichera oleosa), Srikaya (Annona squamosa), Reket, dan Pampa. Jagawana Balai Taman Nasional Komodo berharap dengan dilakukannya monitoring ini, informasi dugaan populasi kakatua kecil jambul kuning dapat diketahui secara berkelanjutan. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan interpretasi dan edukasi bagi para pelajar dan wisatawan yang datang ke kawasan Taman Nasional Komodo. Dengan efektifnya kegiatan pengelolaan di dalam kawasan, maka populasi biawak komodo dan habitatnya terjaga. Dengan terjaganya populasi biawak komodo dan habitatnya, maka populasi kakatua kecil jambul kuning juga turut terjaga. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Mahir - Ande Kefi, S.ST. (+6282242707977) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Melihat Perkembangan Bantuan Sapi di KTH Tunas Baru Desa Buantan Besar

Pekanbaru, 19 Mei 2022 - Monitoring pengembangan bantuan yang telah diberikan dalam kegiatan pengembangan ekonomi produktif rutin dilakukan Balai Besar KSDA Riau. Kali ini, Kamis (12/5) monitoring dilakukan Plt. Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV, Gunawan beserta staf Resort Siak pada kelompok tani hutan (KTH) Tunas Baru Desa Buantan Besar, Kab. Siak. Pemberian bantuan telah berjalan sejak tahun 2021 dan setiap pertiga bulannya dilakukan monitoring. Bantuan yang diberikan sesuai pengajuan proposal kelompok berupa penggemukan sapi sebanyak 4 ekor dengan 2 jantan dan 2 betina. Namun 2 ekor sapi bantuan mengalami penyakit akibat terkena cacing parasit atau disebut Paramphistomum Sp. yang ditemukan di lambung sapi, sehingga kelompok mengambil inisiatif untuk memotong dan menjual dagingnya untuk membeli bibit baru. Kehilangan dua sapi, ternyata dari sapi yang tersisa, sang betina melahirkan satu ekor anak sapi sehingga menambah jumlah sapi menjadi 3 ekor. Setelah dilakukan vaksin, anak sapi kondisinya menjadi kurang sehat di bagian pencernaannya, sehingga Tim berkoordinasi dengan kepala Dinas Peternakan untuk dilakukan pengecekan kesehatan sapi pada kelompok tersebut. Tim menyarankan agar ke depannya lebih teliti lagi dalam memilih bibit sapi sehingga bantuan ini dapat berkelanjutan serta memberikan manfaat peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil. Monitoring akan terus dilakukan setiap 3 bulannya dan masyarakat diharap untuk selalu melaporkan perkembangan terbaru di grup WhatsApp yang telah di bentuk. [Teks : DI, Foto : Humas BBKSDARIAU | 052022] Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Terus Menggali Potensi Budidaya Madu Kelulut KTH Tuah Berseri

Pekanbaru, 19 Mei 2022 - Seksi Konservasi Wilayah IV, Resort Siak Balai Besar KSDA Riau (BBKSDA Riau) melakukan monitoring bantuan ekonomi produktif di desa sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil, Kamis (12/5), tepatnya di kelompok tani hutan (KTH) Tuah Berseri, Desa Tuah Indrapura di Desa Tuah Indrapura, Kec. Bunga Raya, Kab. Siak. Sebagai salah satu desa yang berbatasan dengan kawasan konservasi, Tuah Indrapura menjadi desa binaan Balai Besar KSDA Riau, dimana kelompok ini mengajukan proposal berupa Budidaya Madu kelulut (jenis trigona). Monitoringpun dilakukan setiap 3 bulannya dengan mengecek pengembangan usaha kelompok madu kelulut KTH Tuah Berseri. Dari keterangan ketua kelompok, lebah belum optimal dalam produksi madu, dimana perkembangan kantung madu dan kantung pollen masih sangat kurang sehingga belum dapat banyak menghasilkan madu. Kelompok masih mempelajari penyebab permasalahan tersebut dan menimba ilmu ke peternak madu kelulut mahir sehingga hasil madu dapat optimal. Tim menyarankan kepada kelompok agar dapat membuat laporan perkembangan setiap bulannya dan menyampaikan kendala untuk dapat dicari solusinya. [Teks : DI, Foto : Humas BBKSDARIAU | 052022] Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.665–1.680 dari 2.298 publikasi