Selasa, 29 Sep 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Avicenna Childhood Bangun Karakter di Sibolangit

Sibolangit, 28 November 2022. Sekolah Avicenna Childhood membangun karakter siswanya dalam memahami dan mendalami konservasi alam dan lingkungan hidup dengan cara yang menarik, yaitu belajar langsung di alam melihat dan menyatu merasakan aura alam. Itulah yang dilakukan 37 orang siswa bersama dengan 9 orang guru pendamping saat melakukan edukasi konservasi alam pada Rabu dan Kamis, 9-10 November 2022 yang lalu, di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Seluruh peserta, yang masih tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, tidak sekedar datang berkunjung lalu pulang, seperti kebanyakan kunjungan sekolah-sekolah lainnya, yang melakukan kegiatan edukasi terbatas dirangkai dengan kegiatan wisata, sehingga hanya cukup beberapa jam belajar di kawasan setelah itu kembali melanjutkan perjalanannya. Siswa/siswi Avicenna Childhood beserta dengan guru pendamping justru menginap di dalam tenda di areal camping grown kawasan TWA Sibolangit untuk bisa berinteraksi dan dapat merasakan suasana alam. Bahkan saat hujan membasahi kawasan TWA Sibolangit, pada Kamis, 10 November 2022, sedikitpun tidak menyurutkan semangat dan langkah peserta untuk menjelajahi kawasan TWA Sibolangit. Sebaliknya dengan penuh semangat dan gembira mereka melakukan napak tilas mengamati dan belajar potensi kawasan serta menikmati udara sejuk dan kicauan burung, yang seolah-olah menyambut kehadiran generasi muda ini penuh dengan sukacita. Hal ini tentunya menjadi pengalaman indah dan berkesan yang selama ini tidak mereka dapatkan dan rasakan saat mengikuti pendidikan umum di sekolahnya masing-masing. Memahami konservasi alam tentunya tidak cukup hanya sekedar belajar potensi kawasan TWA Sibolangit. Tapi bagaimana konservasi alam juga memberi manfaat bagi masyarakat terutama dari jasa lingkungan. Oleh karena itu peserta kemudian dikenalkan dengan kegiatan pengolahan serta pendistribusian air bersih yang bersumber dari mata air Sibolangit oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sibolangit yang tidak jauh dari kawasan TWA Sibolangit. Bahwa salah satu sumber mata air tersebut berasal dari kawasan Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Sibolangit. Air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat untuk keperluan minum dan aktifitas lainnya. Hal itu hanya dimungkinkan diperoleh/didapatkan secara rutin dengan kualitas yang baik apabila sumber mata airnya terjaga dengan baik pula. Itu berarti kawasan hutan yang menjadi sumber mata air penting dan urgen dijaga dan dilindungi kelestariannya. Mata rantai (siklus) saling kepentingan dan kebutuhan antara ketersediaan air bersih dengan keberadaan kawasan hutan sebagai pemasok air bersih serta perilaku manusia dalam menjaga kelestarian kawasan hutan inilah yang menjadi pembelajaran bagi siswa/siswi saat mengunjung lokasi PDAM Tirtanadi Sibolangit. "Keberadaan hutan dan lingkungan yang baik akan memberikan sumber air yang cukup bagi kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu perlu menjaga kelesatarian alam khususnya hutan untuk mendukung pasokan dan ketersediaan air baik kini maupun masa mendatang," ujar Nurul Kausar Daulay, Kepala Cabang Tirtanadi Sibolangit, didampingi Antonius Tarigan, Bagian Pemasaran dan Hubungan Pelanggan serta Khairuddin, Bagian Produksi dan PKA. Masih dalam kaitan menjaga dan melindungi kelestarian kawasan hutan, bahwa salah satu penyebab kerusakan adalah terjadinya kebakaran hutan baik itu yang disengaja maupun tidak disengaja. Kebakaran ini jelas sangat merugikan bukan hanya kehilangan potensi keragaman hayati baik pepohonan maupun satwa yang ada di dalamnya sehingga berdampak terganggunya pendistribusian air bersih, tetapi juga dapat menimbulkan polusi (pencemaran) udara akibat asap yang ditimbulkan. Oleh karena itu dalam rangka memberikan edukasi serta pemahaman tentang perlunya mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan, generasi muda Avicenna Childhood melakukan pembelajaran di kantor Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Sibolangit. Di tempat ini peserta dikenalkan dengan peralatan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Yang menarik, seluruh peserta juga diberi kesempatan melakukan penyemprotan dengan menggunakan peralatan pemadaman. Ini memberi sensasi tersendiri dan pengalaman yang tak akan pernah dilupakan. Inti pembelajaran untuk menanggulangi kebakaran hutan perlu kerja keras memadamkannya. Oleh karena itu lebih baik melakukan pencegahan agar hutan terhindar dari kebakaran. Sebagai akhir dari seluruh rangkaian kegiatan edukasi Sekolah Avicenna Childhood di kawasan TWA. Sibolangit, pada hari kedua tepatnya tanggal 10 November 2022, seluruh peserta mengikuti acara Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di halaman TWA Sibolangit. Acara yang juga diikuti oleh rombongan fieldtrip mahasiswa/mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menjadi spesial, karena generasi muda Avicenna Childhood menampilkan kemampuannya mempresentasekan hasil pembelajaran yang didapatkan dengan menggunakan berbagai alat peraga karya masing-masing siswa. Peserta yang dibagi dalam 4 kelompok mencoba memaparkan pengetahuannya tentang puspa (tumbuhan) di Indonesia yang dilindungi, diantaranya : Bunga Bangkai Rakasasa (Amorphophallus titanum), bunga Rafflesia arnoldi, Cemara Sumatera (Taxus sumatrana) serta jenis yang tidak dilindungi Kemenyan (Styrax sumatrana). Penampilan generasi-generasi cilik ini mengundang decak kagum dari 90 orang rombongan Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi dan Fakultas Ilmu Tarbiya UIN Sumatera Utara beserta 5 orang dosen pendamping. Keberanian dalam mempresentasekan menjadi catatan penting dalam rangka penguasaan dan pemahaman materi pembelajaran selama 2 hari. Berbagai pengalaman menjadi kenangan manis. Ekspektasi dari tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dengan pertemuan dan edukasi yang singkat ini dapat memberi manfaat dan menumbuhkan benih-benih karakter yang baik dalam membangun kepedulian terhadap konservasi alam. Terima kasih atas kunjungan adik-adik dan bapak ibu guru Sekolah Avicenna Childhood, sampai berjumpa di lain waktu dan kesempatan ...salam lestari... Sumber : Samuel Siahaan, SP. - PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Sosialisasi RPJP di Kotabaru

Kotabaru, 28 November 2022 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melakukan Sosialisasi Rencana Pengelolaan Jangka Panjang atau RPJP. RPJP yang disosialisakan adalah RPJP Cagar Alam (CA) Teluk Pamukan, Cagar Alam Kelautku (Teluk Kelumpang, Selat Laut dan Selat Sebuku) dan Cagar Alam Sungai Lulan Sungai Bulan di Hotel Gran Surya Kotabaru, Selasa (22/11). Acara Sosialisasi di Hadiri Oleh Asisten 2 (Asisten Ekonomi dan Pembangunan) Bapak Drs. Murdianto, M.Si, Kepala BAPPEDA Kotabaru Ibu Ir. Rurin Sri Harjanti, MM, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Bapak Nikmat Hakim Pasaribu, Sp, M.Sc dan seluruh Camat Kabupaten kotabaru. Pembukaan disampaikan oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III mewakili Kepala BKSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. yang menyampaikan permintaan maaf Kepala Balai karena berhalangan hadir salam kepada pemateri dan seluruh peserta sosialisasi. Sosialisasi ini tertunda pelaksanaannya hingga satu tahun dikarenakan terhalang pandemi covid-19. Isi dari RPJP dipaparkan secara garis besar seperti pada RPJP CA Pamukan periode tahun 2022-2031, disebutkan untuk mempertahankan keberadaan ekosistem mangrove alam, mempertahankan habitat flora dan fauna penting dan dilindungi, meningkatkan peran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan pengamanan kawasan serta meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan. Kemudian pada RPJP CA Kelautku periode tahun 2021-2030 menyebutkan untuk mempertegas batas kawasan, menyediakan data dan informasi mengenai potensi ekologi kawasan dan potensi ekonomi serta sosial budaya masyarakat di dalam dan sekitar kawasan, melaksanakan pemulihan ekosistem pada areal yang mengalami kerusakan, meningkatkan perlindungan dan pengamanan kawasan serta mempertahankan dan mengikutsertakan masyarakat dalam usaha pengelolaan. Serta yang terakhir pada RPJP CA Sungai Lulan Sungai Bulan periode tahun 2022-2031, memiliki tujuan untuk mempertahankan keberadaan ekosistem mangrove alam, mempertahankan habitat flora dan fauna penting dan dilindungi, meningkatkan jumlah populasi bekantan, meningkatkan peran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan pengamanan kawasan, serta meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan. Pada sesi diskusi dan tanya jawab Camat Pulau Laut Timur menyampaikan pernyataan dan saran kepada BKSDA Kalimantan Selatan untuk dapat fokus melaksanakan program-program pemulihan ekosistem, penyuluhan, membentuk relawan-relawan yang peduli terhadap kegiatan-kegiatan konservasi dan menyarankan untuk dapat bertindak tegas terhadap aktivitas pertambakkan yang terdapat didaerah pesisir yang merupakan bagian dari Cagar Alam. Kemudian berlanjut pada pernyataan dari Camat Tanjung Samalantakan yang mengatakan bahwa didaerah Kecamatan Tanjung Samalantakan sangat sulit tanaman mangrove dapat hidup di pesisir dikarenakan adanya faktor fisik seperti ombak yang tinggi, hal ini dialami oleh perangkat camat ketika melakukan penanaman mangrove di daerah pesisir wilayah administrasi mereka. Pernyataan ini ditanggapi oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Bapak Nikmat Hakim Pasaribu, Sp, M.Sc yang menyebutkan bahwa tumbuh atau tidak nya tanaman mangrove harus dimulai dengan perencanaan yang baik seperti pengkajian mendalam terhadap lokasi tanam, jenis tanaman, metode tanam, serta waktu tanam yang tepat sehingga memberi kesempatan terhadap tanaman mangrove untuk dapat bertahan dari faktor-faktor fisik yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Terakhir pernyataan dari Camat Kelumpang Selatan yang memberikan informasi jika di wilayah administrasi mereka terdapat satu pulau kecil yang menjadi habitat bekantan dan berharap bisa dijadikan Taman Wisata Alam (TWA) seperti di TWA Pulau Kembang di Barito Kuala, hal ini ditanggapi oleh Bapak Nikmat Hakim Pasaribu, Sp, M.Sc merupakan informasi yang baik, dikarenakan sebelumnya BKSDA Kalimantan Selatan belum mengetahui keberadaan habitat bekantan pada pulau tersebut dan mengatakan segera dalam waktu dekat akan ditindak lanjuti oleh petugas untuk memastikan keberadaan habitat dan kelompok bekantan tersebut. (ryn) Sumber: Nikmat Hakim Pasaribu, S.P, M.Sc - Kepala SKW III Batulicin, Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Balai TN Tesso Nilo Ikut Sukseskan Raker Pansus II DPRD Pelalawan

Pangkalan Kerinci, 25 November 2022. Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) penuhi undangan DPRD Pelalawan pada rapat kerja Pansus II DPRD Kabupaten Pelalawan di Gedung DPRD Kabupaten Pelalawan, Selasa (15/11). Bersama beberapa instansi dan lembaga terkait rapat kerja ini membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Pelalawan dan Rancangan Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap perumahan kumuh dan pemukiman kumuh. Dalam rapat kerja ini lembaga-lembaga terkait saling mengemukakan pendapat untuk penyempurnaan dan menuju finalisasi dari rancangan yang telah disusun. Salah satu poin yang dibahas adalah tentang pengembangan pariwisata alam di Taman Nasional Tesso Nilo. Balai TN Tesso Nilo menyampaikan harapan nantinya proses penyusunan Ranperda Pariwisata Alam TN Tesso Nilo berjalan dengan lancar dan membawa kemajuan bagi ekowisata dan kesejahteraan masyarakat sekitar TN Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Sinergi Kelola Kawasan TN Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 25 November 2022. Flying Squad Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menerima kunjungan dari Kepolsek Ukui Iptu Markus Sinaga bersama jajaran dan DPRD Pelalawan Sunardi SH., Rabu (16/11). Kunjungan yang diterima langsung oleh Kepala SPTN Wilayah I LKB, Taufiq Haryadi, SP., membahas pengelolaan dan permasalahan-permasalahan yang ada di kawasan TN Tesso Nilo, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Dalam hal ini juga dibahas rencana Kapolsek ukui untuk melakukan patroli bersama ke dalam kawasan TN Tesso Nilo. Kepala SPTN Wilayah I LKB menerima baik maksud dari Kapolsek Ukui dan siap untuk merealisasikan patroli gabungan di dalam kawasan. Pada hari yang sama, SPTN Wilayah I LKB juga disambangi anggota DPRD Pelalawan Sunardi, SH. Kunjungan dari DPRD Pelalawan ini dilakukan terkait pemasangan listrik yang sedang dikerjakan di Flying Squad TN Tesso Nilo beserta kendala teknis selama proses pemasangan. Dalam kunjungannya juga dibahas tentang rancangan peraturan daerah pariwisata Pelalawan dan pemulihan ekosistem dalam rangka ekowisata TN Tesso Nilo. Kepala SPTN Wilayah I LKB menuturkan harapan, nantinya pemasangan listrik dan Ranperda pariwisata TN Tesso Nilo yang dilakukan akan mengembangkan ekowisata TN Tesso Nilo menjadi lebih maju dengan fasilitas yang mumpuni. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Mencari Solusi Bersama Untuk Rencana Pengelolaan Jangka Panjang TN Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci, 25 November 2022 – Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menghelat konsultasi publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Tesso Nilo Tahun 2023-2032 di Auditorium, Kantor Bupati Pelalawan, Rabu (23/11). Konsultasi publik ini digelar untuk memaparkan rancangan/draft RPJP dan mendapatkan masukan serta saran penyempurnaan dalam penyusunan dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang TNTN tahun 2023-2032. Disebutkan Dasar hukum pelaksanaan penyusunan RPJP Taman Nasional Tesso Nilo mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.35/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/3/2016 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam serta Peraturan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem nomor: P.14/KSDAE/SET/KSA.1/12/2017 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. Ketua panitia kegiatan Fauzan Kahfi, S.Hut, M.I.L, M.Sc menyampaikan visi RPJP Taman Nasional Tesso Nilo adalah “Menjadikan Taman Nasional Tesso Nilo sebagai kawasan pelestarian gajah sumatera dan habitat bagi hidupan liar lainnya serta sebagai kawasan wisata alam untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan”. Semua unsur yang hadir berdiskusi untuk menyempurnakan draft RPJP dan hasil dari konsultasi publik TNTN akan disampaikan kepada Direktur Jenderal KSDAE untuk mendapatkan penelaahan dari Direktorat Teknis dan pengesahan oleh Dirjen KSDAE. Sebagai informasi, Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Tesso Nilo periode tahun 2023-2032, dilaksanakan dengan mengundang 38 Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah yang diikuti oleh Unsur Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Daerah Kab. Pelalawan beserta DPRD Pelalawan, Dinas instansi terkait Kab. Pelalawan, Pemda Kabupaten Indragiri Hulu, Perwakilan Kecamatan dan Pemerintahan Desa di sekitar kawasan TNTN, Instansi KLHK lingkup Riau, Akademisi (Universitas Riau), LSM (Yayasan TN Tesso Nilo, Forum Masyarakat Tesso Nilo dan Lembaga Adat Melayu Riau Kab.Pelalawan) dan Swasta. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Sambangi Jakarta, Balai TN Tesso Nilo Koordinasi dan Konsultasi

Jakarta, 25 November 2022. 17 November 2022 – Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M., dan jajaran melakukan koordinasi dan konsultasi ke Direktorat KSDAE di Jakarta. Kedatangan Kepala Balai dan jajaran di terima langsung oleh Plt. Dirjen KSDAE sekaligus Ketua tim Implementasi Revitalisasi Ekosistem TN Tesso Nilo, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, M.M. Dalam pertemuan ini, Kepala Balai TN Tesso Nilo memaparkan pengelolaan TN Tesso Nilo secara detail kepada Plt. Dirjen KSDAE untuk menyampaikan pengelolaan saat ini serta permasalahan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Plt Dirjen KSDAE memberikan arahan dan petunjuk dalam pengelolaan TN Tesso Nilo ke depan terkait keberadaan kegiatan terbangun tanpa izin di dalam kawasan, yang sejalan dengan implementasi UU Cipta Kerja dan Kemitraan Konservasi dalam rangka Pemulihan Ekosistem. Koordinasi dan konsultasi berjalan lancar, Plt. Dirjen KSDAE menerima dengan baik maksud dan tujuan pertemuan yang dilaksanakan. Hasil dari koordinasi dan konsultasi ini akan menjadi pedoman TN Tesso Nilo dalam pengelolaan kawasan kedepannya. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Komitmen Bersama Untuk Penyelamatan TN Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci, 25 November 2022. Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M., lakukan sosialisasi pada kegiatan “Focus Group Discussion (FGD) Penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo” di auditorium kantor Bupati Pelalawan, Rabu (9/11). FGD Penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Polres Pelalawan, Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan Seluruh pihak yang hadir pada FGD menyampaikan komitmen dan dukungan penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo, disepakati pula nantinya akan dilaksanakan sosialisasi terkait penyelamatan dan eksistensi Taman Nasional Tesso Nilo kepada masyarakat Kabupaten Pelalawan. Selain itu pihak berwenang dalam penegakan hukum menyampaikan akan mengedepankan tindakan preventif, detektif, dan korektif dalam upaya penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo. Pelibatan masyarakat hukum adat juga disebutkan akan terus dilakukan dalam pengelolaan dan penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo. Sebagai informasi, FGD dihadiri oleh 46 orang peserta diantaranya dari jajaran Balai TN Tesso Nilo, Polres Pelalawan, Sekda Pelalawan, Kejaksaan Negeri Pelalawan, Dandim 0313 /KPR, Pemerintahan Daerah, serta Kepala-Kepala Desa, Tokoh adat, Ninik Mamak, dan Batin sekitar Taman Nasional Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Menuju Kolaborasi Pengelolaan TN Gandang Dewata Bersama Masyarakat Adat Mamasa

Makassar, 18 November 2022. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan penguatan masyarakat adat dan kelembagaannya menuju kolaborasi pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD), Kamis (17/11) di Hotel Anoa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Berbicara mengenai Masyarakat Adat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dengan status kawasannya yakni Hutan Adat. Dimana secara regulasi pengakuan dan perlindungan terhadap Masyarakat Hutan Adat ditetapkan melalui peraturan daerah sedangkan status Hutan Adat ditetapkan melalui Keputusan Menteri. Kolaborasi antara lembaga adat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata tentunya dapat terwujud dimana secara regulasi sudah diatur peran dan tanggungjawab masing-masing. Penguatan masyarakat adat dan kelembagaannya dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut pertemuan bilateral antara AMAN PUS Kondosapata Wai Sapalelean dengan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan pada bulan Desember tahun 2021. Sejalan dengan latar belakang tersebut diharapkan pelaksanaan kegiatan ini dapat mengidentifikasinya permasalahan dan peran lembaga adat menuju kolaborasi pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata. Pada tahun 2021, tim Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan telah melakukan identifikasi indikasi wilayah Hutan Adat guna mengetahui keberadaan Masyarakat Hutan Adat di sekitar TNGD dengan hasil bahwa: (a) Masyarakat belum memahami tentang apa yang dimaksud hutan adat dan keberadaan hutan adat. Masyarakat hanya mengkeramatkan hutan tertentu karena seringnya terjadi hal-hal mistis di hutan; (b) Belum adanya konsep hutan adat pada masyarakat adat di Kecamatan Tabulahan khususnya di Desa Tabulahan dan Desa Gandang Dewata. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Jusman saat membuka acara melalui video conference menyampaikan “Ucapan terimakasih atas partisipasi semua pihak dalam kegiatan Penguatan Masyarakat Adat dan Kelembagaannya dalam pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata. Kami sangat berharap bantuan dan kerjasama Bapak dan Ibu agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Semoga kedepannya dapat mendorong lahirnya kolaborasi pengelolaan kawasan Taman Nasional Gandang Dewata dengan Masyarakat Adat”. Senada dengan Kepala BBKSDA Sulsel, Asisten I Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mamasa pada saat pembukaan menyampaikan “Harapan Kami kegiatan ini berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang dapat berkontribusi positif dalam pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata”. Hadir melalui video conference sebagai narasumber Ir. Muhammad Said, MM, Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat KLHK dengan topik Kebijakan Hutan Adat dalam Perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggara Kehutanan. Narasumber lainnya yang hadir secara langsung yakni (1) Asisten I Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kab. Mamasa dengan topik eksistensi masyarakat adat sebagai bagian integral pengelolaan lingkungan; (2) Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat tentang masyarakat adat Mamasa wilayah Sulawesi Barat; (3) Ketua BPH AMAN PUS Kondosapata Mamasa dengan topik peranan masyarakat dalam mendukung pelestarian TNGD; dan (4) Ketua BPH AMAN PUS wilayah Sulawesi Selatan terkait upaya mendorong pengakuan dan perlindungan hak melalui produk hukum daerah dan penetapan hutan adat. Pemaparan dari narasumber dilanjutkan dengan diskusi dan Focus Group Discussion untuk merumuskan hasil kegiatan. Poin-poin rumusan hasil kegiatan sebagai berikut : Selain Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, turut hadir pada kegiatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintahan Kab. Mamasa, Bapelitbangda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Para Camat, dan Para Kepala Desa, Ketua Pemangku Adat, Tokoh Adat, Lembaga Swadaya Masyarakat, AMAN PUS Kondosapata Mamasa serta AMAN Sulawesi Selatan. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Pembinaan dan Penguatan Kelompok Pecinta Alam atau Kader Konservasi Alam

Banjarbaru, 21 November 2022 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa tahun 2022 dengan melaksanakan Pembinaan Kelompok Pecinta Alam/Kader Konservasi, Senin (21/11), di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Provinsi Kalimantan Selatan. Ketua pelaksana, Endah Wahyuni K, S.Si. mengatakan "Kegiatan ini untuk mendorong pengembangan aktifitas kelompok pecinta alam/ kader konservasi/penggiat lingkungan, mengembangkan wawasan dan pengetahuan, melakukan koordinasi dan berbagi pengalaman antar anggota kelompok serta aktif berperan dan berpartisipasi dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya". Peserta Sebanyak 20 orang yang terdiri dari Green Leadership Indonesia (GLI), Kelompok Gahipta, Kelompok Nayaka Cyber Indonesia, HMI Cabang Banjarbaru, HMI Komisariat Kehutanan, Mapala Sylva Fakultas Kehutanan ULM dan Saka Wanabakti diberikan materi yang memotivasi agar anggota kelompok lebih maksimal lagi dalam melaksanakan peran dan partisipasinya dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, khususnya generasi muda para penggiat konservasi/lingkungan di Kalimantan Selatan. Dalam sambutannya Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bapak Suwandi, S.Hut., MA. menyampaikan bahwa kegiatan ini pertama kali diadakan setelah ±7 tahun vakum. Narasumber kegiatan ini berasal dari Universitas Lambung Mangkurat Bapak Dr. Badaruddin, S.Hut., M.P. dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Bapak Supiani, S.Hut, dipandu moderator dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa saling menjaga kelestarian alam di Kalimantan Selatan. Karena maraknya kerusakan hutan dan alih fungsi hutan menjadikan hutan di Kalimantan Selatan semakin sedikit. Ayo kita bersama-sama menjaga bumi ini terutama hutan kita. Pada kesempatan lain, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Bapak Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc., menyatakan bahwa generasi muda sangat berperan penting dalam menjaga keberlanjutan dan kelestarian alam, khususnya habitat flora dan fauna. Kegiatan ini diharapkan sebagai awal utk menyatukan visi dari berbagai unsur pemuda yang peduli terhadap konservasi lingkungan hidup sekaligus menguatkan kegiatan FOLU Net Sink yang sedang digalakkan pemerintah. (ryn) Sumber : Endah Wahyuni Kuswidyosusanti, S.Si. - Koordinator PJLHK Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Sumpah PNS 2022 BBKSDA Sumatera Utara

Dua dari empat orang PNS Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diambil sumpah dan janjinya berfoto bersama dengan Kepala Bagian Tata Usaha, Elfina Rosinta Dewi, S.Hut., M.IL serta Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Suyono, SH., M.Si. Medan, 25 November 2022. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, dalam pasal 39 ayat 1 mengisyaratkan bahwa setiap Calon Pegawai Negeri Sipil pada saat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib mengucapkan sumpah/janji. Untuk memenuhi amanat peraturan tersebut, pada Kamis 24 November 2022, telah dilakukan pengambilan sumpah dan janji PNS lingkup Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2022, sesuai dengan surat Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE Nomor : S. 1519/SET.3/KKOTL/PEG.2/11/2022 tanggal 17 November 2022 perihal Pelaksanaan Sumpah/Janji PNS Pengambilan Sumpah/Janji PNS. Pengambilan sumpah/janji PNS tersebut berlangsung di Solo. 4 (empat) orang PNS lingkup Balai Besar KSDA juga mengikutinya, masing-masing : Budi Satria Sihite, S.Hut. (Polisi Kehutanan Ahli Pertama), Dany Roy Putra Sitanggang, S.Hut. (Polisi Kehutanan Ahli Pertama), dan Farid Ali, S.Hut. (Polisi Kehutanan Ahli Pertama) secara hybrid/zoom meeting di kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara, serta Eral Jantua Gurning, S.Hut. (Polisi Kehutanan Ahli Pertama) mengikuti pengambilan sumpah/janji PNS secara hybrid di Jakarta. Pengambilan sumpah/janji dilaksanakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Suharyono, dan bertindak sebagai saksi Kepala Bagian Keuangan, Kepegawaian, Oragnisasi dan Tata Laksana KSDAE, Sri Mina Ginting. Dalam arahan dan sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE mengingatkan para PNS agar menegakkan disiplin dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempatnya masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab. “Ciptakan keharmonisan di lingkungan kerja. Miliki kompetensi sehingga berkompeten, serta ingat bahwa PNS berorientasi melayani masyarakat (publik) dan bukan dilayani,” ujar Suharyono. Pengambilan sumpah/janji hybrid ini juga dihadiri Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Elfina Rosinta Dewi, S.Hut., M.IL dan Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Suyono, SH., M.Si. Selamat bagi PNS lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang telah diambil sumpah dan janjinya, semoga amanah dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Sumber : Hendro – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menuju Pengelolaan Tahura Lalang Lestari

Bogor, 24 November 2022. Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi telah mengunjungi kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung guna Koordinasi dan Konsultasi Penataan Kawasan Konservasi Tahura Lalang Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 3 ( Tiga) hari terhitung tanggal 16 s.d 18 November 2022. Kegiatan difokuskan untuk mengumpulkan data dan informasi perkembangan proses penataan blok pengelolaan Tahura Lalang dan permasalasahan pengelolaan Tahura Lalang. Metode dilakukan dengan cara wawancara dan diskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung serta kunjungan lapangan ke lokasi Tahura Lalang. Tim telah memperoleh hasil untuk data dan informasi penataan kawasan konservasi Tahura Lalang, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan akan ditindaklanjuti guna mewujudkan pengelolaan Tahura Lalang yang lebih baik. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (Mugiharto, Cica Ali, dan Ety Ambarwati)
Baca Artikel

Wamen KLHk Resmikan Munas IPEHINDO 2022

Jakarta, 24 November 2022. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Aloe Dohong memberikan sambutan dan arahan pada acara pembukaan Musyawarah Nasional IPEHINDO 2022 yang digelar di Hotel Peninsula Jakarta, Selasa (22/11). "Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada tahun 2022 sebanyak 3.072 orang tersebar di seluruh eselon I Kementerian LHK dan daerah, menjadi potensi Sumber Daya Manusia (SDM) strategis yang dimiliki oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Potensi SDM PEH ini yang menjadi kekuatan KLHK yang saat ini sedang melaksanakan program FoluNet Sink. PEH harus mengetahui program Indonesia's Folu Net Sink 2030 karena program ini merupakan wujud nyata kontribusi sektor kehutanan untuk kepentingan Nasional dan global. Pengendali Ekosistem Hutan juga harus mengetahui komitmen kerja sama sektor kehutanan tingkat ASEAN serta dapat menjabarkan dalam kegiatan pengendalian ekosositem hutan.” Selanjutnya Pak Wamen memukul gong tanda peresmian dibukanya acara Musyarawah Nasional IPEHINDO 2022 dengan diiringi tepuk tangan dari peserta. Sebagain informasi, Musyawarah Nasional IPEHINDO 2022 ini diselengarakan secara hybrid, dengan agenda acara membahas revisi AD/ART/ Tatatertib dan Prgram Kerja IPEHINDO Tahun 2022- 2027serta pemilihan ketua Baru, Hadir secara factual maupun online, peserta Musyawarah Nasional IPEHINDO 2022 berasal dari enam Direktorat Jenderal lingkup Kementerian LHK juga Pemerintah Daerah. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Berseri, Kelompok Tani Sumber Jaya Dapat Bantuan Kolam dan Bibit Ikan

Torganda, 23 November 2022. Kelompok Tani Sumber Jaya Berseri benar-benar berseri, mengapa ? Karena apa yang dicita-citakan akhirnya terkabul. Kelompok ini sangat berkeinginan memiliki kolam guna mengembangkan usaha budidaya ikan gurame dan ikan lele untuk memenuhi kebutuhan dari anggota kelompok dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian. Keinginan ini dikabulkan dengan adanya bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara yang disalurkan melalui Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Sebagaimana diketahui bahwa Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara telah sepakat untuk melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang tertuang dalam surat Nomor : PKS.3501/K.3/TU/PK/ 7/2021 dan Nomor : 0076.PJ/SDM.08.04/C08000000/2021 tanggal 26 Juli 2022 tentang Pembangunan Strategis Yang Tidak Dapat Dielakkan Berupa Pembangunan Jaringan Listrik Hantaran Udara Tegangan Menengah dan Hantaran Udara Tegangan Rendah di Dusun Sumber Sari I dan Dusun Sumber Sari II Desa Torganda Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhan Batu Selatan di Taman Wisata Alam Holiday Resort. Salah satu dari kesepakatan kerja sama yang dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) adalah pemberian bantuan oleh pihak PLN, diantaranya untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pemberian bantuan telah direalisasikan pada Jumat, 7 Oktober 2022 yang lalu, saat dilakukan kegiatan monitoring hasil pelaksanaan kegiatan kerjasama tahun pertama dengan PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara di Desa Torganda, oleh Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dimana diserahkan bantuan sebesar Rp. 15 juta kepada Kelompok Tani Sumber Jaya Berseri untuk pembuatan kolam ikan gurame, kolam ikan lele jumbo, kolam ikan lele serta pengadaan bibit ikan gurame, lele jumbo dan lele. Sebelumnya Kelompok Tani Sumber Jaya Lestari telah mengikat kerja sama kemitraan konservasi dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor : 4966/K.3/TU/PK/10/2021 dan Nomor : 03/10/KD/2021 dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemberian Akses Budidaya Tradisional dan Pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu di Blok Tradisional Taman Wisata Alam (TWA) Holiday Resort di Desa Torganda, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, dengan luas wilayah 80,14 hektar. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk komitmen kepedulian dan pertanggungjawaban sosial dari PLN dalam membantu menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan sekitar sebagai dampak dari adanya pembangunan jaringan listrik di Dusun Sumber Sari I dan Dusun Sumber Sari II, Desa Torganda, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Sehingga bantuan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi Kelompok Tani Sumber Jaya Lestari. Untuk itu, pengurus dan anggota Kelompok Tani Sumber Jaya Lestari menyampaikan terima kasih kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara yang sudah memfasilitasi bantuan pengadaan kolam guna mengembangkan usaha budidaya ikan gurame dan ikan lele untuk peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup anggota kelompok, serta berjanji akan bersungguh-sungguh mengembangkannya. Sumber : A. Rizal M – Kepala Resort TWA Holiday Resort, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Bersama, Merencanakan Tata Guna Lahan Partisipatif di Desa Pulau Muda

Pekanbaru, 21 November 2022 - Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau, menghadiri rapat konsultasi publik hasil perencanaan tata guna lahan partisipatif Desa Pulau Muda, Kel.Teluk Meranti, Kec.Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, Selasa (15/11), di aula desa Pulau Muda. Setelah dilakukan pembahasan dan diskusi, tercipta kesepakatan dari pihak-pihak terkait menyepakati untuk menjaga hasil integrasi perencanaan tata guna lahan dan arahan pemanfaatan ruang untuk fungsi lindung dan budidaya sebagai dasar penyusunan rencana tata ruang (RTR) desa Pulau Muda sesuai dengan aturan yang berlaku saat ini. Para pihak juga mendukung untuk menjaga dan melindungi areal fungsi lindung yang berada di desa Pulau Muda secara kolabratif dan sesuai dengan aturan yang berlaku, para pihakpun mendukung program pengembangan livehood di desa Pulau Muda sesuai dengan tupoksi, kemampuan dan aturan yang berlaku serta mendukung penyelesaian areal yang berkonflik melalui alternatif (penyelesaian konflik secara non litigasi) dengan mengedepankan komitmen. Kegiatan yang di buka oleh Earthworm Foundation kemudian di lanjutkan menyampaikan pemaparan materi terkait tata kelola penggunaan lahan dan aset wilayah secara partisipatif untuk mendukung kelestarian pengelolaan sumberdaya alam dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat desa Pulau Muda. Para pihak yg turut hadir meliputi Asisten Bupati Pelalawan, Sekcam Teluk Meranti, Kepala Desa Pulau Muda beserta perangkatnya, Balai Besar KSDA Riau, KPH Tasik Besar Serkap, Earthworm Foundation, PT Arara Abadi, PT Mitra Hutani Jaya, PT Peranap Timber, PT RAPP Estate Meranti, PT Satria Perkasa Agung, PT Gemilang Cipta Nusantara/RER, PT Sinar Mutiara Nusantara, PT THIP, Lembaga Laskar Melayu Bersatu dan RT/RW beserta masyarakat Desa Pulau Muda. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Konsultasi Publik Desain Tapak Taman Nasional Zamrud

Pekanbaru, 21 November 2022 – Balai Besar KSDA Riau menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Desain Tapak Taman Nasional (TN) Zamrud, Selasa (15/11) di Hotel Grand Mempura Siak. Materi disampaikan oleh Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kab. Siak serta Kepala Bidang Tata Ruang Kepala Dinas PU TARUKIM Kab. Siak memberikan materi yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan draft dokumen desain tapak TN Zamrud yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan selaku Tim penyusun. Konsultasi publik yang dibuka Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau, bapak M. Mahfud mewakili Kepala Balai Besar KSDA Riau turut dihadiri Dinas Pariwisata Kab. Siak, Dinas PU TARUKIM Kab. Siak, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Siak, KPH Tasik Besar Serkap, Camat Dayun, Camat Pusako, Kepala Desa/Penghulu Dayun, Kepala Desa/Penghulu Sungai Barbari, Kepala Desa/Penghulu Rawa Mekar Jaya, Kepala Desa/Penghulu Sungai Rawa, Perwakilan/Tokoh Masyarakat, Kepala Resort TN Zamrud dan Tim Bidang Wilayah II Siak. Hasil konsultasi publik menghasilkan rumusan : Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Bulan Cinta Laut Salah Satu Upaya Mendukung Kelestarian Penyu

Yogyakarta, 21 November 2022. Balai KSDA Yogyakarta dalam hal ini Resort Konservasi Wilayah Bantul mengikuti kegiatan “Gita Laut (Gerakan Bersih Pantai dan Laut) Tahun 2022” yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Sabtu (19/11/2022). Dengan tema “Bulan Cinta Laut, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera” diharapkan dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan berlandaskan 2 aspek yaitu aspek Ekologi dan aspek Ekonomi. Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian acara yang telah diselenggarakan sebelumnya. Hadir pada kesempatan ini Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, perwakilan dari beberapa OPD pusat dan daerah, pelestari penyu Kabupaten Bantul serta mitra. Dalam arahannya Wakil Gubernur DIY berharap melalui kegiatan ini dapat mendukung pariwisata yang ada di Kabupaten Bantul khususnya wisata pesisir. Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan prasasti tugu Konservasi Penyu, penyerahan beberapa hadiah dan diakhiri dengan bersih pantai. Kegiatan bersih pantai dilakukan secara serentak di enam lokasi yang merupakan tempat pendaratan penyu yaitu di Pantai Pelangi, Baros, Samas, Goa Cemara, Pandansimo Baru dan Pandansimo. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi memberikan respon baik terhadap kegiatan ini. “Keberadaan sampah merupakan salah satu factor yang mempengaruhi penyu tidak jadi mendarat di suatu pantai. Melalui Kegiatan Bulan Cinta Laut yang diisi dengan bersih pantai diharapkan dapat meminimalisir gangguan terhadap habitat dan tempat pendaratan penyu khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Bantul”. Wahyudi juga berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin koordinasi yang baik antara OPD, pelestari penyu dan stake holder terkait dalam upaya pelestarian penyu. Sumber : Siti Markhamah - PEH Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)

Menampilkan 1.649–1.664 dari 2.637 publikasi