Senin, 25 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

BBKSDA Sulsel Maknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia Dengan Pelepasliaran Satwa dan Menanam Pohon

Makassar, 06 Juni 2022 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan langkah nyata penyelamatan satwa dan alam melalui pelepasliaran satwa dan penanaman pohon, Senin (6/6) di kantor Balai Besar dan 3 kawasan konservasi. Satwa yang dilepasliarkan berupa 9 (sembilan) ekor Ular Sanca Kembang (Phyton reticulatus) dan satu ekor Tarsius (Tarsius sp.) Sedangkan untuk kegiatan menanam pohon, Kepala Balai Besar KSDA Sulsel bersama jajarannya menanam pohon Gaharu (Aquilaria sinensis), Ketapang (Terminalia catappa) dan Kayu Putih (Melaleuca leucadendra) di halaman Kantor Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan pada hari Senin, 6 Juni 2022. Memaknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tidak hanya dengan perayaan peringatan namun lebih terasa dengan melakukan kegiatan nyata yang bermanfaat bagi manusia dan alam, seperti melepasliarkan satwa dan menanam pohon. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Pejabat Struktural dan staf, setelah melaksanakan apel pagi, melakukan penanaman pohon di halaman kantor Balai Besar KSDA Sulsel. “Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak harus diperingati dengan hal besar, lakukan kegiatan kecil mulai dari lingkungan tempat tinggal atau kerja, dimana kegiatan tersebut bermanfaat bagi alam dan manusia”, ujar Ir. Jusman dalam arahan apel pagi Senin, 06 Juni 2022. Selain menanam pohon, BBKSDA Sulsel juga melakukan pelepasliaran satwa. Pelepasliaran satwa dilakukan pada tanggal 3 Juni 2022 sebagai kegiatan road to world environment day. Satwa yang dilepasliarkan di 3 (tiga) kawasan konservasi, yang meliputi Kabupaten Luwu Timur dan Kota Palopo, terdiri dari 1 ekor Tarsius (Tarsius sp.) di Cagar Alam Kalaena, 8 ekor Ular Sanca Kembang (Phyton reticulatus) di Cagar Alam Faruhumpenai dan 4 ekor Ular Sanca Kembang (Phyton reticulatus) di Taman Wisata Alam (TWA) Nanggala III, Kota Palopo. Tarsius yang dilepasliarkan di Cagar Alam Kalaena, sebelumnya dievakuasi oleh tim WRU Seksi Konservasi Wilayah II di Manggala Agni Daops Malili. Laporan keberadaan tarsius berasal dari postingan grup Facebook, tentang adanya satwa liar dilindungi jenis Tarsius yang ikut terjebak dalam jerat ayam hutan yang dilakukan oleh salah satu warga Malili di sekitar hutan daerah Ussu. Tarsius yang termasuk satwa dilindungi dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018, bersifat nocturnal dimana habitatnya adalah hutan Sulawesi Utara hingga Sulawesi Selatan, serta di pulau sekitar Sulawesi seperti Suwu, Selayar, dan Peleng. Inisiatif peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga dilakukan oleh petugas di lapangan, tepatnya pada tanggal 5 Juni 2022, petugas Resor Bone mengikuti kegiatan pembersihan pesisir pantai dan hutan mangrove serta penanaman mangrove di Kelurahan Waetuo Kecamatan Tante Riattang Timur. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup Bone dan melibatkan organisasi kepemudaan, antara lain adik-adik Pramuka utusan kwartir cabang dan utusan Saka Wanabakti, dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang. Sebagai informasi, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan maksud untuk meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan bumi. Karena kita hanya memiliki satu bumi maka menjaga dan merawat lingkungan sekitar adalah tanggung jawab bersama. Pelepasliaran satwa dan penanaman pohon adalah salah satu bentuk upaya Balai Besar KSDA Sulsel dalam menjaga dan merawat bumi. Ekosistem yang terjaga menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi peradaban manusia dan bumi. Sebagai contoh melepaskan ular ke alam bertujuan agar dapat berperan dalam proses ekologi, karena ular mempunyai peran penting dalam rantai makanan dan lingkungan. Selain itu juga untuk mengendalikan tikus atau hama. Jadikan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai langkah awal untuk melakukan hal-hal baik bagi bumi. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Belajar Budidaya Lebah Madu di Rumah Kang Aam Hasanudin

Pematangsiantar, 4 Juni 2022. Kang Aam Hasanudin, begitulah panggilan akrabnya, merupakan pemilik Rumah Madu Kang Aam yang telah menggeluti dunia budidaya lebah madu sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) di Bantarujeg, Majalengka. Beternak, khususnya lebah madu, sudah menjadi hobinya. Hingga kini meskipun telah merantau ke Sumatera dan menetap di kota Pematangsiantar, hobinya tersebut tetap digelutinya. Sebagai rimbawan (Staf Teknisi) pada Balai Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, Pematangsiantar, Kang Aam Hasanudin juga memotivasi dan mengajak siapa saja untuk mencoba membudidayakan lebah madu. Seiring berjalannya waktu, peternakan lebah madunya berkembang pesat begitupun dengan edukasi yang diberikan kepada masyarakat juga membuahkan hasil yang baik dan positif. Setiap bulannya, peternakan lebah madu Kang Aam mampu menghasilkan 100 sampai 200 kilogram madu. Kesuksesannya menjadikan Rumah Madu kang Aam sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat maupun kelompok/komunitas penghobi yang ingin belajar tentang budidaya lebah madu. Ilmu dan pengalaman inilah yang juga dibagikan kang Aam Hasanudin kepada Kelompok Tani Huta Dolok dari Desa Rahutbosi, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara (Cagar Alam Dolok Saut) yang menyambangi kediamannya pada, Kamis 2 Juni 2022. Kehadiran 10 orang anggota Kelompok Tani Huta Dolok yang didampingi oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Seno Pramudito, S.Hut, ME., beserta staf adalah dalam rangka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat melalui Pelatihan Budidaya Lebah Madu. Peningkatan kapasitas kelompok masyarakat ini masih merupakan rangkaian Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Desa di Sekitar Kawasan Konservasi Lingkup Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar Tahun 2022, dimana Kelompok Tani Huta Dolok salah satu kelompok masyarakat yang akan mendapatkan Dana Bantuan Ekonomi Produktif Tahun Anggaran 2022 dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Bapak Seno Pramudito, S.Hut, ME., dalam arahannya menyampaikan, bahwa pemberdayaan masyarakat sebagai kunci perlindungan kawasan adalah dengan mengurangi atau mengatur pola aktivitas masyarakat di dalam hutan. Dengan berkurangnya frekuensi aktivitas masyarakat di hutan maka akan mengurangi bahaya kerusakan hutan. Jika pemberdayaan tersebut berjalan lancar dan sesuai target maka tidak mustahil lambat laun masyarakat akan merubah pola hidup mereka menjadi lebih baik dan tidak lagi menggantungkan hidup mereka dengan hutan. Masih menurut Seno Pramudito, keberhasilan pemberdayaan masyarakat dapat diukur dengan adanya peningkatan kesejahteraan mayarakat dan perubahan pola pikir masyarakat tersebut. Jika tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan menurun dengan adanya aktivitas pemberdayaan masyarakat maka niscaya tingkat ancaman terhadap hutan konservasi akan berkurang. “Dengan adanya pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, diharapkan kedepan masyarakat akan semakin mampu mengenali potensi diri, mampu mengenali potensi disekitarnya dan mampu memanfaatkan potensi sumberdaya alam disekitarnya untuk meningkatkan kesejahteraan dengan tetap meningkatkan kualitas sumberdaya alam,” ujar Seno mengakhiri penjelasannya. Pengurus dan anggota Kelompok Tani Huta Dolok yang mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas ini, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Balai besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, atas dukungan serta kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk belajar dalam pengelolaan budidaya lebah madu dari peternak lebah madu yang telah berhasil dan sukses. Kesempatan ini sangat penting dan berharga yang nantinya akan mereka terapkan di tempatnya. Sumber : Lisbeth Manurung, S.Hut.- Penyuluh Kehutanan Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara.
Baca Artikel

Berakhirnya Probation Period CPNS Balai TN Komodo

Labuan Bajo, 1 Juni 2022. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Balai Taman Nasional Komodo Tahun 2021 akhirnya rampung menyelesaikan kegiatan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) selama 15 hari kerja pada tanggal 31 Mei 2022 lalu. Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan wajib mengikuti rangkaian PKTBT sebagai bentuk awal masa percobaan kerja (probation period) di satuan kerjanya masing-masing. PKTBT sendiri merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Dasar CPNS berupa pelatihan singkat yang wajib diikuti oleh seluruh CASN lingkup KLHK. Adapun materi yang diberikan diintegrasikan satu dengan yang lain mengacu kepada beban pekerjaan umum pada satuan kerja KLHK dimana Calon Pegawai Negeri Sipil dituntut untuk dapat adaptif, berpikir kritis, inovatif dan kreatif dalam memandang sebuah tanggung jawab kerja yang diberikan. Materi yang diberikan terdiri dari dua tema yaitu: administratif dan substantif serta diajarkan langsung oleh para pejabat struktural dan fungsional pada satuan kerjanya masing-masing. Calon Pegawai Negeri Sipil Balai Taman Nasional Komodo Tahun 2021 memulai kegiatan PKTBT pada tanggal 9 - 31 Mei 2022 yang diawali dengan pembukaan dan penyampaian arahan oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo kepada empat orang Calon Pegawai Negeri Sipil Balai Taman Nasional Komodo yaitu Muhamad Dzulfiansyah/Polisi Kehutanan Pemula, Rias/Pengendali Ekosistem Hutan Pemula, Rijckar Gideon Sambite/Polisi Kehutanan Pemula, dan Valerianus Rahmat/Pengendali Ekosistem Hutan Pemula. Materi kemudian dilanjutkan oleh Dwi Putro Sugiarto (Kepala Sub Bagian Tata Usaha) membahas mengenai tugas dan fungsi organisasi Balai Taman Nasional Komodo. Adapun materi yang selanjutnya diberikan kepada CPNS antara lain: pengelolaan kepegawaian, pengelolaan administrasi umum dan persuratan, pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), pengelolaan administrasi keuangan, serta tugas dan fungsi jabatan fungsional masing-masing. Materi pengelolaan kepegawaian (16 JPL) disampaikan oleh Kresensia Boo (Koordinator Urusan Kepegawaian/Pengendali Ekosistem Hutan Muda) dan Jujur Yulina D. Manalu (Analis Kepegawaian Mahir). Materi pengelolaan kepegawaian meliputi penatausahaan administrasi pegawai serta penjelasan rinci mengenai komponen hak dan kewajiban setiap pegawai. Calon Pegawai Negeri Sipil juga diberikan tugas praktik membuat contoh kenaikan gaji berkala dan melakukan rekapitulasi absensi dalam rangka menentukan besaran tunjangan kinerja setiap pegawai. Selanjutnya adalah materri pengelolaan administrasi umum dan penatausahaan persuratan yang dibawakan oleh Issabella Maharani (Koordinator Urusan Administrasi Umum dan Persuratan/Pengendali Ekosistem Hutan Pertama). Materi mengenai tata naskah dinas diajarkan selama dua hari kerja (16 JPL) dengan memberikan pemahaman kepada CPNS terkait pengertian tata naskah dinas, jenis-jenis naskah dinas, format yang digunakan dalam membuat naskah dinas, kewenangan pejabat penandatanganan naskah dinas, penyusunan dan tata cara persuratan. Materi praktik yang diberikan adalah membuat contoh surat tugas dan surat undangan. Materi selanjutnya adalah materi substantif mengenai tugas dan fungsi jabatan fungsional masing-masing. CPNS dengan jabatan fungsional Polisi Kehutanan Pemula mendapatkan materi dari Julizar Riduan (Kepala Satuan Polisi Kehutanan BTN Komodo/Polisi Kehutanan Pertama), sementara untuk jabatan fungsional Pengendali Ekosistem Hutan memperoleh materi Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama). Adapun teori substantif yang diberikan adalah terkait dengan Peraturan Perundang-Undangan Jabatan Fungsional, Tugas dan Fungsi Jabatan, Standar Kompetensi, dan Jenjang Karir dalam Jabatan. CPNS Pengendali Ekosistem Hutan Pemula mendapatkan tugas praktik dari pengampu materi PEH berupa penulisan siaran pers, pelibatan dalam program Ranger Goes to School, dan pembuatan poster untuk media sosial. Materi berikutnya adalah pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang diajarkan selama dua hari kerja (16 JPL) yang dibawakan oleh Jamzam Jamaludin (Koordinator Urusan Perlengkapan). Materi terkait pengelolaan BMN diberikan kepada CPNS agar pegawai baru memahami aturan perundang-undangan terkait Pengelolaan BMN, dan mempelajari teknis pengadaan serta pengaturan barang persediaan. Materi terakhir dalam rangkaian PKTBT adalah pengelolaan administrasi keuangan. Pengelolaan keuangan ini dibawakan oleh Masda Susi Linar Limbong (Koordinator Keuangan/Analis Pengelolaan Keuangan APBN Pertama) bersama dengan staf Urusan Keuangan lainnya yaitu Nurlaila Aravah Ivon (Bendahara), Astuti (Penata Administrasi Keuangan), dan Sahrudin (Tenaga Pembantu Penata Administrasi Keuangan PNBP). Pelaksanaan pemberian materi terkait dengan peraturan perundang undangan terkait pengelolaan keuangan, struktur dan mekanisme pengelolaan keuangan, berkas pertanggungjawaban keuangan. Setelah rangkain pemberiaan materi selesai, para peserta menyusun laporan hasil kegiatan PKTBT dan membuat bahan presentasi laporan kegiatan PKTBT. Kegiatan tersebut didampingi oleh para koordinator Jabatan Fungsionalnya masing-masing, baik Koordinator Jabfung POLHUT dan Koordinator Jabfung PEH. Kegiatan penyusunan laporan dan bahan presentasi ini dilaksanakan selama dua hari. Pada hari terakhir pelaksanaan Kegiatan PKTBT, para peserta mempresentasikan laporan kegiatan PKTBT dari pukul 09.00 wita sampai selesai. Penutupan PKTBT dilangsungkan pada pukul 15.00 WITA di Lobi Kantor Balai Taman Nasional Komodo. Penutupan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan strutkural dan pengampu materi PKTBT CPNS Balai Taman Nasional Komodo Tahun 2021. Calon Pegawai Negeri Sipil Balai Taman Nasional Komodo Tahun 2021 merasa telah belajar banyak dalam 15 hari kerja mengikuti rangkaian pembelajaran dalam PKTBT. Keempat peserta optimis bahwa ilmu dan keterampilan yang diperoleh dari PKTBT dapat dipertajam kembali dan menjadi bekal awal sembari menyambut diselenggarakannya pendidikan dan pelatihan Prajabatan CPNS mendatang. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Polisi Kehutanan Pemula - Rijckar Gideon Sambite (+6281240142462) dan Polisi Kehutanan Pemula - Muhamad Dzulfiansyah (+6281342182214) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Peneliti BRIN Eksplorasi Biji dan Kajian Habitat di Cagar Alam Pulau Sempu

Malang, 2 Juni 2022 – Balai Besar KSDA Jawa Timur (Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu), tanggal 27 Mei 2022 sampai dengan 2 Juni 2022 menerima tim Peneliti dari Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan – BRIN (Kebun Raya Bogor). Kedatangan tim yang beranggotakan 4 orang tersebut dalam rangka penelitian “Eksplorasi biji dan kajian habitat jenis tumbuhan di Cagar Alam Pulau Sempu”. Sebelum datang ke Cagar Alam Pulau Sempu tim peneliti telah mengurus SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) dan Izin Akses Sumber Daya Genetik di Balai Besar KSDA Jawa Timur. Menurut: Dodo ketua tim peneliti, bahwa penelitian ini dilatar belakangi adanya, informasi keanekaragaman spesies dan koleksi dari pulau-pulau kecil di Indonesia masih sangat kurang. Inventarisasi tumbuhan di pulau kecil di sekitar Pulau Jawa akan melengkapi daftar spesies rekaman baru sekaligus mengkonfirmasi keberadaan spesies langka yang sudah hampir punah di Pulau Jawa seperti Dipterocarpus littoralis, Shorea javanica, dan Anisoptera costata. Terpilihnya Pulau Sempu, sebagai lokasi penelitian karena Pulau seluas 877 ha ini sebagai kawasan Cagar Alam sesuai dengan SK. GB Nomor: 46 Stbld No. 69 tanggal 15 Maret 1928, merupakan pulau kecil dengan keanekaragam hayati yang cukup tinggi, mempunyai karakteristik hidrologi, serta kekayaan flora dan fauna yang khas. Selain itu Pulau Sempu mempunyai keunikan dengan lima tipe ekosistem berbeda yang saling terkait satu sama lain yaitu ekosistem hutan tropis dataran rendah, ekosistem hutan mangrove, ekosistem hutan pantai, ekosistem danau dan ekosistem karst. Adapun tujuan penelitian ini: 1). Menggoleksi spesies tumbuhan sebanyak minimal 22 nomor koleksi biji tumbuhan asli, endemik atau langka di Cagar Alam Pulau Sempu. 2). Memperoleh minimal 5 paket data mikroklimat habitat 5 spesies target untuk diaplikasikan dalam pengembangan metode perkecambahan. Metode penelitian: untuk pengoleksian biji tumbuhan target dengan jelajah. Untuk pengambilan data populasi dan habitat spesies target menggunakan metode purposive sampling dengan survey awal menjelajahi kawasan, mencari populasi spesies tersebut. Untuk area dengan ukuran populasi terbesar dilakukan pengambilan data di dalam plot-plot studi berukuran 5x5 m2 meliputi: pH tanah, suhu, kelembaban, kemiringan, ketinggian, ketebalan serasah, naungan dan intensitas cahaya. Penelitian eksplorasi biji dan kajian habitat jenis tumbuhan selama 6 hari memperoleh hasil berupa material buah/ biji dan herbarium sejumlah 28 jenis tumbuhan antara lain: Lempeni (Ardisia humilis); Akar air (Arytera sp).; Malaman (Allophylus cobbe); Kalak tiripan akar (Artobotris hexapetalus); Api-api (Avicennia alba); Popoan (Buchanania arborescens); Besole (Cydenanthus excelsus); Kacangan (Derris scandens); Kayu hitam (Diospyros ferrea); Setese (Flacourtia indica); Mundu (Garcinia dulcis); Lamer/mareme (Glochidion arborescens); Jambu kete Glochidion littorale; Jati pasir (Guettarda speciosa); Tanjang (Heritiera littoralis); Waru laut Hibiscus tiliaceus; Triwulan (Maranthes corymbosa); Tutu lancur (Macaranga tanarius); Delek jambu (Memecylon caeruleum); Kendarahan (Myristica teysmannii); Nyampo kete (Nauclea havilandii); Hulu ongko (Paratocarpus venenosa); Sogo (Peltophorum pterocarpum); Kalak (Polyalthia laterflora); Polong (Sophora tomentosa); Joho (Terminalia bellirica); Laban (Vitex pinnata); Jombok (Xylocarpus moluccensis). Hasil penelitian ini penting sebagai bahan rekomendasi dalam upaya-upaya konservasi khususnya tumbuhan langka terancam di Pulau Jawa dan pulau-pulau di sekitarnya. Upaya konservasi in-situ tumbuhan perlu dipadukan dengan konservasi ex-situ agar dapat berpacu dengan waktu mencegah kepunahan spesies tumbuhan. Konservasi in-situ sudah dilakukan di taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam dan taman hutan raya yang berfungsi untuk konservasi alam, perlindungan flora dan fauna, preservasi habitat dan pemanfaatan keanekaragaman hayati serta ekosistem secara berkelanjutan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Untuk konservasi ex-situ tumbuhan dilakukan kebun raya sebagai lembaga konservasi yang berperan mengkoleksi dan menanam spesies tumbuhan terpilih dilengkapi dengan data dokumentasi dan registrasi. Konservasi ex-situ dalam bentuk kebun raya dapat menjadi cadangan penting bagi konservasi in-situ dan menjadi sumber material untuk kegiatan-kegiatan konservasi meliputi perbanyakan, domestikasi dan reintroduksi. Sumber: Hari Purnomo – Polisi Kehutanan Madya Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Komisi II DPRD Pelalawan Ajak Seluruh Elemen Peduli Konflik Gajah

Lubuk Kembang Bunga, 27 Mei 2022 – Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo beserta dengan jajaran melakukan pendampingan kepada Komisi II DPRD Pelalawan Bapak Sunardi, S.H yang sedang melaksanakan kunjungan lapangan ke Dusun Lubuk Belalang Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Jumat (27/5). Kunjungan lapangan ini dilaksanakan dalam rangka upaya penanganan dan penyelesaian konflik gajah liar di Dusun Lubung Belalang Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui. Dalam kunjungan ini, Kepala Balai dan DPRD Pelalawan telah sepakat membentuk Tim Terpadu Lintas stakeholder dalam penanganan gajah liar yang terjadi. Tim terpadu ini nantinya akan menginventarisir potensi konflik serta mengawal dan menangani kejadian. Untuk menyelesaikan permasalah ini, Kepala Balai menyampaikan dalam pelaksanaannya perlu kerja sama, soliditas dan sinergitas antara pemerintah pusat, daerah serta seluruh elemen masyarakat. Kunjungan lapangan bersama dan pertemuan ini diharapkan dapat berimbas baik untuk penyelesaian konflik gajah kedepannya. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Melihat Bekal PKTBT CPNS dan PPPK Balai TN Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci, 31 Mei 2022 – Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menggelar presentasi akhir hasil kegiatan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) 6 orang CPNS dan PPPK, Selasa (31/5) di kantor Balai TN Tesso Nilo. Presentasi di pimpin oleh Kepala Balai juga dihadiri beberapa pegawai Balai TN Tesso Nilo. Masing – masing CPNS dan PPPK memaparkan materi dan ilmu praktek yang sudah diperoleh selama PKTBT berlangsung. PKTBT CPNS dan PPPK Balai TN Tesso Nilo telah dilaksanakan mulai dari tanggal 9 - 31 Mei 2022. PKTBT ini dilaksanakan untuk memberikan penguatan kompetensi teknis umum administratif dan kompetensi teknis substantif sesuai dengan tugas jabatan dari masing-masing CPNS dan PPPK. Dalam pelaksanaannya, CPNS dan PPPK telah melakukan orientasi di semua urusan lingkungan Balai TN Tesso Nilo. “PKTBT yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberi pembekalan secara mendalam untuk para CPNS dan PPPK untuk bekerja dan melaksanakan tugas di Balai TN Tesso Nilo” tutup Kepala Balai TN Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Mendukung TWA Sibolangit, BBKSDA Sumut Giat Meningkatkan Kapasitas Pokdarwis

Sibolangit, 2 Juni 2022. Untuk menunjang kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit sebagai salah satu objek wisata konservasi alam unggulan di Sumatera Utara, Balai Besar KSDA Sumatera Utara tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya, seperti pada Selasa, 31 Maret 2022, telah dilaksanakan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi Dalam Rangka Ekowisata, kepada kelompok masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Alam Sibolangit Berseri (WASB). Kelompok ini sudah terbentuk sejak tahun 2017 yang lalu dan menjadi binaan Balai Besar KSDA Sumatera dalam pengembangan wisata alam Peningkatan kapasitas pokdarwis kali ini menghadirkan 2 narasumber yang sudah ahli dan berkopeten di bidangnya, yaitu Purnama Ginting, pengelola wisata alam Jendela Bambu Leuser (JBL) di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat dan Aman Hamonangan Siregar, penggiat Komunitas Sepeda di Sumatera Utara (Enduro Sumatera). Acara yang dihadiri 30 orang peserta, dibuka langsung oleh Kepala Desa Sibolangit, Samiran Ketaren, didampingi perangkat desa yaitu BPD dan LKMD Desa Sibolangit. Dalam sambutannya, Samiran Ketaren menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan perhatian Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang secara terus menerus membina dan mendampingi masyarakatnya melalui pokdarwis guna mendorong kegiatan Wisata Alam di TWA Sibolangit serta di Desa Sibolangit, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dalam pengembangan kelompok. Masih menurut Samiran Ketaren, Desa Sibolangit sebagai jalur lintas wisata Medan Berastagi layak untuk dijadikan sebagai tujuan wisata karena memiliki berbagai potensi wisata yang unik dan menarik sehingga perlu dikembangkan, seperti wisata religi dimana Sibolangit merupakan pusat penginjilan pertama bagi masyarakat suku Karo, wisata budaya, wisata derek berupa panorama alam dan lintasan pipa air PDAM Tirtanadi sejak dahulu, dan tentunya TWA Sibolangit yang memiliki sejarah panjang konservasi sejak Tahun 1914 sebagai Kebun Raya Sibolangit. Narasumber pertama, Purnama Ginting, dalam paparannya menyampaikan bahwa sarana prasarana yang sudah ada saat ini di TWA Sibolangit sudah cukup memadai. Yang perlu ditambahkan seperti papan arah, spot berphoto, papan informasi, penataan bagian depan pintu gerbang masuk dan beberapa sarana lainnya. Yang terpenting menurut Purnama Ginting, pelaksanaannya nyata di lapangan, saatnya untuk berbenah dan dibutuhkan aksi langsung. Bahkan dalam waktu dekat ini, Purnama akan segera membantu masyarakat membangun wisata di Desa Sibolangit sebagaimana yang sudah dilakukannya di Kabupaten Langkat. Tak lupa pula Purnama Ginting, yang juga mantan Kepala Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, menghimbau Pemerintah Desa melalui Kepala Desa Sibolangit, untuk mengakomodir dana pembangunan wisata melalui APB Desa. Narasumber kedua Aman Hamonangan Siregar, menyampaikan materi wahana bersepeda di TWA Sibolangit. TWA Sibolangit yang berada tidak jauh dari kota Medan hanya 3 km, merupakan lokasi yang sangat tepat untuk dijadikan wahana bersepeda mengingat bentang alam dan keasrian yang masih terjaga. Dibentuknya wahana bersepeda yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa akan mengurangi bentuk kecelakaan, meningkatkan pendapatan bagi lingkungan sekitar serta upaya mendorong adanya kegiatan konservasi. Salah satu pengembangan dan pengelolaan wisata bersepeda kelak di TWA Sibolangit, menurut Aman, adalah pumping track, yaitu wahana bersepeda yang mengandalkan teknik memompa untuk membuat laju sepeda semakin kencang. Khusus di Sumatera Utara belum banyak lokasi seperti ini, sehingga membuat daya tarik akan semakin tinggi bagi para pesepeda. Track yang bisa dinikmati mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa serta tidak membutuhkan lahan yang luas dan bisa tetap mempertahankan pepohonan yang ada untuk memperindah track. Tidak lupa juga Aman memperagakan cara mempergunakan sepeda gunung dan pemeliharaanya. Peragaan dan pemeliharaan ini perlu dilakukan untuk kelangsungan pengelolaan 11 (sebelas) unit sepeda gunung oleh Pokdarwis Wisata Alam Sibolangit Berseri yang telah diserahkan Balai Besar KSDA Sumatera tahun 2021 lalu, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat. Sedangkan di sesi diskusi peserta yang hadir mengharapkan seluruh anggota Pokdarwis mengajak bergotong royong bersama dalam membangun wisata di TWA Sibolangit dan Desa Sibolangit, serta berharap kehadiran para narasumber kembali kelak membantu dan menyemangati masyarakat dalam mengembangkan wisata Sibolangit. Sumber : Samuel Siahaan - PEH Pertama dan Kepala Resort Konservasi Wilayah CA/TWA Sibolangit, BBKSDA Sumut
Baca Artikel

Bentuk Instrumen Untuk Pemanfaatan Sumber Daya Alam Lestari

Padang, 31 Mei 2022. Penempatan dan pengoperasian jaringan transmisi SUTT 150 kv eksisting yang melintasi kawasan Suaka Margasatwa (SM) Barisan, Cagar Alam (CA) Batang Pangean II, Taman Wisata Alam (TWA) Air Putih Kelok 9, Balai KSDA Sumatera Barat dan PT.PLN (Persero) UIP3B Sumatera melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahun 2022 pada Senin (30/5) di Ruang rapat kantor PT. PLN (Persero) UPT Padang. Penandatanganan ini dilakukan oleh Kepala BKSDA Sumbar atas nama Dirjen KSDAE dengan Manajer Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Padang atas nama General Manajer (GM) PT. PLN (Persero) UIP3B Sumatera. Acara penandanganan ini juga dihadiri oleh perwakilan Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RKK) secara hybrid. Kerja sama ini terjalin untuk menjamin terwujudnya keutuhan, kelestarian dan manfaat kawasan, serta meminimalkan dampak negatif baik langsung maupun tidak langsung sebagai akibat penempatan dan pengoperasian jaringan transmisi SUTT 150 kv yang melintasi kawasan konservasi. Ruang lingkup dari kerjasama ini meliputi pemeliharaan dan operasional jaringan transmisi, perlindungan dan pengamanan kawasan, pengawetan flora dan fauna, peningkatan peran dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan, penguatan kelembagaan, serta perencanaan, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan. Areal Kerja Sama terdiri dari 42 unit tower, total panjang jaringan ± 12,53 Km berada di SM Barisan, CA Batang Pangean II dan TWA Air Putih Kelok 9. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono menegaskan bahwa PKS merupakan salah satu instrumen bagi pelaksanaan kegiatan perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan berharap kelestarian kawasan konservasi yang merupakan kekayaan alam milik bangsa dapat dipertahakan dan diwariskan kepada generasi mendatang tanpa kehilangan nilai dan kemanfaatannya, sementara itu Manager PT PLN (Persero) UPT Padang Taufik Fahrudin mengharapkan PKS ini dapat bermanfaat dan menjamin ketersedian listrik dan keutuhan kawasan konservasi khususnya yang melintasi kawasan konservasi. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Melihat Hasil Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas CPNS BKSDA Maluku

Ambon, 31 Mei 2022. Seluruh CPNS Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku melaksanakan presentasi akhir kegiatan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT), Selasa (31/5). Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 9 -30 Mei 2022. Presentasi ini dibuka oleh Kepala Balai KSDA Maluku - Bapak Danny H. Pattipeilohy, S.Pi., M.Si yang juga dihadiri oleh Kasubag TU, Kepala SKW I, II, dan PLT. Kepala SKW III beserta para pengajar CPNS lingkup BKSDA Maluku. Dalam sambutannya, Bapak Danny menyampaikan bahwa kegiatan PKTBT ini merupakan sarana belajar bagi bara CPNS tahun 2022 untuk mengetahui tata kelola organisasi dan tupoksi seluruh jabatan fungsional dan pelaksana di Balai KSDA Maluku. Sumber: Tim Media BKSDA Maluku
Baca Artikel

Edukasi TSL Dilindungi di Halmahera Timur

Halmahera Timur, 30 Mei 2022. Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ternate Balai KSDA Maluku, Bapak Abas Hurasan, S.Hut melaksanakan sosialisasi tumbuhan dan satwa liar (TSL) dilindungi di Gedung Serbaguna, Desa Nyaolako, Kec. Wasile Tengah, Kab. Halmahera Timur (Haltim), Rabu (25/5/22). Aksi sosialisasi ini merupakan inisiasi dari Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Sorong, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Materi yang disampaikan pada kesempatan ini adalah terkait konservasi ikan dilindungi oleh Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong dan terkait pelestarian satwa langka untuk keseimbangan ekosistem oleh Bapak Abas Hurasan (SKW I Ternate - BKSDA Maluku). Usai pemaparan kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Kegiatan ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi peserta mengingat setelah kegiatan, terdapat masyarakat yang menyerahkan 2 ekor Nuri Kalung Ungu (Eos squamata) kepada SKW 1 Ternate dan SPTN 3 untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan poster berupa jenis-jenis satwa/biota yang dilindungi kepada Kepala Dinas Pariwisata, Sekcam Wasile Tengah dan Kepala Desa beserta penandatanganan Berita Acara. Turut hadir pada kegiatan Kadis Pariwisata Kab. Haltim, perwakilan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, LPSPL SORONG, PSDKP TERNATE, DKP MALUT, Dinas Pariwisata Kab. Halmahera Timur, Sekcam Wasile Tengah dan beberapa perwakilan desa yg ada di wilayah Kec. Wisile Tengah. Sumber : Abas Hurasan, S.Hut - Kepala SKW I Ternate Balai KSDA Maluku
Baca Artikel

Pembinaan Forum Wisata Alam Pangrango

Bogor, 30 Mei 2022. Dino Darussalam, satu dari 30 pegiat wisata alam di sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) area Bogor, beruntung mendapatkan pembinaan penguatan kompetensi Teknik Pemanduan Wisata Alam dan Teknik Dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakan Pengunjung. Kedua materi tersebut disampaikan pada acara Pembinaan Forum Wisata Alam Pangrango yang diselenggarakan Bidang Pengelolaan Taman Nasioanl (PTN) Wilayah III Bogor, Balai Besar TNGGP bekerja sama dengan pengurus Forum Wisata Pangrango di Gunung Geulis Campsite, Megamendung (25/05/2022). Forum ini dibentuk oleh BBTNGGP pada November 2020 untuk menghimpun para pegiat wisata alam lingkup Bidang PTN Wilayah III Bogor. Peserta yang hadir merupakan para pemegang/ pemohon izin serta calon pemegang Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam (PB-PSWA), baik perorangan, Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan BBTNGGP, koperasi, lembaga terkait, kepala seksi, kepala resort, dan staf lingkup Bidang PTN Wilayah III Bogor. Kang Sofyan Arief Fesa, seorang pemandu gunung sekaligus salah seorang pengurus Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) menjelaskan teori dan praktek bagaimana seorang pemandu melakukan “Itinerary & Safety Briefing”, langkah menerima tamu, sikap tubuh, peralatan dasar yang harus disiapkan, melakukan assessment kondisi fisik tamu, teknik berjalan selama melakukan pemanduan, menangani keluhan dan menyelesaikan konflik, serta peran dan tanggungjawab pemandu. Terdapat 5 prinsip wisata alam, yaitu konservasi, partisipasi masyarakat, ekonomi, edukasi, dan wisata. Selanjutnya disampaikan juga bahwa pelaku wisata alam harus mengikuti perkembangan dan perubahan permintaan pasar. Hal lain yaitu bagaimana seorang pemandu harus dapat mengajak tamunya untuk menghargai adat dan budaya masyarakat setempat. Selanjutnya dr. Siswo P. Putranto, Sp.F., S.H., MH.Kes., yang dikenal sebagai salah seorang dokter gunung membagi pengalamannya kepada seluruh peserta, bagaimana sikap dan tanggung jawab seorang penolong, jenis-jenis kecelakaan yang biasa terjadi di gunung serta masing-masing langkah pertolongannya, peralatan minimal yang harus dibawa seorang pemandu, peralatan penyelamatan, serta teknik evakuasi. Dokter Cico menjelaskan seluruhnya dengan bahasa yang kocak namun tetap serius, tidak ada main-main dengan nyawa seseorang. Sang dokter juga menceriterakan beberapa pengalaman proses penyelamatan yang pernah dilakukannya bekerja bersama para pegiat gunung lain. Kang Nandang “Chuy” Rohmatun selaku Ketua Forum memandu keseluruhan acara dengan apik dan membuat suasana selalu hidup. Ada 3 peran Taman Nasional sebagai bagian dari hutan konservasi di Indonesia yakni Perlindungan sistem penyangga kehidupan; Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya; serta Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Wisata Alam yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan melibatkan masyarakat setempat merupakan sebuah bentuk pemanfaatan yang dapat menjamin kelestarian taman nasional serta kesinambungan, kita sebut sebagai Ekowisata. Terdapat 65 desa pada tiga kabupaten di sekitar TNGGP, 22 desa diantaranya berada pada wilayah kerja Bidang PTN Wilayah III Bogor. Sejak November tahun 2020, telah dibentuk sebuah forum wisata alam yang beranggotakan pegiat wisata yang berasal dari desa di sekitar Kawasan TNGGP tersebut. Hingga Mei 2022 telah terbit 5 (lima) Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Jasa Lingkungan Wisata Alam (PBPSWA), 8 izin sedang berproses sedangkan beberapa lainnya dalam tahap dilakukan fasilitasi kelembagaan serta pengajuan perizinan. Pengembangan ekowisata ini perlu terus dilakukan bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan, tetapi juga untuk kelestarian taman nasional. Hal ini disampaikan Dadang Suryana, Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, mewakili Kepala Balai Besar TNGGP. Upaya-upaya pembinaan masyarakat di sekitar kawasan merupakan komitmen BBTNGGP. Khusus untuk pegiat wisata alam lingkup Bidang PTN Wilayah III Bogor, dalam waktu dekat akan dilaksanakan pembinaan manajemen, teknik pembuatan kopi, dan pelatihan keterampilan lainnya. Dengan adanya pembinaan masyarakat sekitar kawasan diharapakan dapat mewujudkan ‘Leuweung hejo, Masyarakat ngejo”. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pängrango Teks : Erwin Kusumah Nanjaya, S.Hut Foto : Amru Ikhwansyah, S.Pd., M.Si. dan Maria Kurnia N, S.Hut
Baca Artikel

Pendidikan Konservasi Elang Jawa Untuk Generasi Muda

Sukabumi, 27 Mei 2022. Pentingnya kegiatan konservasi elang jawa dan habitatnya kepada generasi muda, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menggelar Sosialisasi Program Pendidikan Konservasi Elang Jawa di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa Cimungkad, Jumat (27/5). BBTNGGP bersama TSI, PT. Smelting dan Filantra mempunyai tujuan yang sama yaitu menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan peduli terhadap pelestarian elang jawa secara berkelanjutan. Pengenalan elang jawa dibuka langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Suharyono, S.H., M.Si., M.Hum. Suharyono berharap sosialisasi ini dapat menjadi sarana pendidikan, pemahaman untuk meningkatkan kesadaran, dan kepedulian semua pihak akan pentingnya melestarikan satwa agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Lima sekolah dasar di sekitar kawasan Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Cimungkad, BBTNGGP menjadi peserta sosialisasi yang dikemas dengan sangat menarik, melalui permainan seputar pengetahuan tentang elang jawa dan sejarahnya. Peserta dibagi ke dalam 5 kelompok, dimana kelompok dengan jawaban benar terbanyak mendapatkan hadiah menarik dari panitia. Sosialisasi ini juga dihadiri perwakilan dari Balai Besar KSDA Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Komandan Puslatpurmar-6 Antralina, Camat Kadudampit, Kepala Desa Cikahuripan, Kepala Desa Muaradua, Bapak Herry Subagiadi, Direktur PT. Bumi Paseban Alami, Pokdarwis Kec. Kadudampit, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, Ketua Volunteer Panthera, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Nikreuh, serta beberapa undangan lainnya. Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Wasja, S.H., memberikan sambutan terkait pengetahuan umum tentang elang jawa, serta tujuan diadakan kegiatan sosialisasi. Dilanjutkan sambutan dari Direktur Taman Safari Indonesia (TSI), Sambutan Direktur PT. Smelting, dan Sambutan Bupati Sukabumi yang diwakili oleh Sekda Sukabumi. Acara menjadi semakin menarik saat masuk pada pengenalan Duta Elang Jawa yang dipandu oleh panitia dari TSI. Turut hadir pada kegiatan sosialisasi yaitu Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik, Drh. Indra Exploitasia, M.Si. yang mewakili Plt. Direktur Jenderal KSDAE untuk melakukan Pembukaan Tirai Prasasti secara simbolis. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Sisca Widiya Afiyanti – Penyuluh Kehutanan Dok : Tim Publikasi – BBTNGGP
Baca Artikel

BTN Kepulauan Togean dan Dinas Perikanan Touna Tandatangani PKS Pengembangan Wisata Alam

Ampana, 27 Mei 2022 - Bertempat di ruang Media Center Balai Taman Nasional Kepulauan Togean, Balai Taman Nasional Kepulauan Togean Bersama Dinas Perikanan Kabupaten Tojo Una-una melaksanakan penandatanganan perjanjian Kerjasama (PKS) Pengembangan Wisata Alam Berupa Pembangunan Dermaga Apung/Tambat Labuh di Pulau Papan Desa Kadoda Kecamatan Talatako (27/05). Pendatanganan PKS ini dilakukan oleh Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean Bapak Ir. Bustang Bersama dengan Bapak Rahmat Basri, S.Pi.,M.Si selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tojo Una-Una. Perjanjian Kerjasama tersebut bertujuan untuk optimalisasi pengelolaan kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean serta menguatkan sinergitas pengelolaan antara Balai Taman Nasional Kepulauan Togean dengan Pemerintah Daerah dalam mendukung pengembangan pariwisata dan perikanan melalui Kegiatan Pembangunan Dermaga Apung/Tambat Labuh di Pulau Papan Desa Kadoda Kecamatan Talatako. Areal pembangunan Dermaga apung/Tambat Labuh berada di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Kepulauan Togean dengan luas 1 Ha. Rencana kegiatan atau pelaksanaan program dengan jangka waktu 5 (lima) tahun ditindaklanjuti dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Program dan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Tahunan. Untuk pembiayaan program atau kegiatan ini bersumber dari Bantuan Kementerian Perikanan dan Kelautan yang diserahkan pada Kabupaten Tojo Una-una dalam hal ini Dinas Perikanan Kabupaten Tojo Una-una. Pembangunan Dermaga/Tambat Labuh ini sangat tepat dibangun di Pulau Papan Desa Kadoda karena Desa Kadoda telah ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una sebagai Desa Wisata dan dengan adanya pembangunan ini juga diharapkan akan mendukung pelaksanaan pengelolaan Taman Nasional Kepulauan Togean. Sumber : Balai TN Kepulauan Togean
Baca Artikel

Rapat Pembahasan dan Penilaian Dokumen Revisi Zona Pengelolaan TN Meru Betiri

Bogor, 27 Mei 2022 – Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi telah melaksanakan rapat pembahasan dan penilaian dokumen Revisi Zona Pengelolaan Taman Nasional Meru Betiri. Rapat ini dipimpin oleh Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, serta dihadiri oleh ± 30 orang peserta, yaitu Kepala Balai TN Meru Betiri; Perwakilan Ditjen PKTL; Perwakilan Setditjen KSDAE; Perwakilan Direktorat PJLKK; Perwakilan Direktorat KKHSG; Perwakilan Dit BPPE serta Staf Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi yang bertempat di Ruang Rapat Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Jl. Ir. H. Juanda No. 15 Bogor. Perancangan Revisi Zona TN Meru Betiri secara umum sudah sesuai dengan aspek ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 jo Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.76/MenLHK-Setjen/2015; Dokumen dan peta rancangan zona sudah dilakukan pembahasan dengan pihak daerah melalui konsultasi publik Tingkat Kota Jember pada tanggal 16 Desember 2021. Penyusunan rancangan revisi zona Taman Nasiona Meru Betiri telah menggunakan analisa dan metode dalam rangka menentukan ruang ruang peruntukan dengan memperhatikan potensi dan kondisi keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, perkembangan pengelolaan, permasalahan dan potensi konflik di dalam dan sekitar kawasan, serta memperhatikan hak-hak masyarakat setempat. Beberapa masukan dan tanggapan dari peserta pembahasan dan penilaian harus di tindak lanjuti oleh BTN Meru Betiri dengan perbaikan dalam rangka penyempurnaan dokumen revisi Zona Taman Nasional Meru Betiri Revisi Zona Taman Nasional Meru Betiri kali ini merupakan rekomendasi dari evaluasi zona Taman Nasional Meru Betiri yang sudah dilaksanakan sebelumnya dengan mempertimbangkan beberapa penyesuaian zona dalam rangka penanganan permasalahan, mengakomodir kepentingan pengelolaan kawasan, pembangunan strategis, perubahan luas dan bentuk kawasan, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan perkembangan kriteria dan peruntukan kegiatan dibeberapa zona. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Pemkab Gorontalo Belajar Pengelolaan Kawasan ke Balai Besar TNGGP

Bogor, 27 Mei 2022 - Pemerintah Kabupaten Gorontalo melakukan studi tiru ke Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) yang disambut langsung oleh Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Wasja, S.H (24/05). Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka persiapan pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) yang sebelumnya merupakan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Tim Pemkab yang diketuai oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, didampingi beberapa personil lainnya yaitu Prof. Dr. Dedy Darnaedi (Tenaga Ahli Bidang Kehati), Stafsus Bupati Bidang Lingkungan Hidup, Bagia Hukum, Camat Asparaga, Kepala Desa Bontula, Kepala Desa Karya Baru, Kepala Desa Bihe, Kepala Desa Pangahu, dan perwakilan dari Yayasan Adudu International (YANI). Plt. Kepala Balai Besar menyampaikan penjelasan umum terkait kawasan dan pengelolaan TNGGP. Mulai dari sejarah, zonasi, potensi sumber daya alam, sumber daya manusia yang dimiliki, dan mekanisme izin pengusahaan wisata. Salah satu yang menjadi bahasan menarik yaitu alur pemberdayaan masyarakat, mulai dari pembentukan kelompok hingga terbitnya dokumen perjanjian kerjasama. Materi yang tidak kalah menarik berikutnya yakni paparan dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Hejo Cipruk, yang secara khusus diundang untung berbagi kisah sukses sebagai masyarakat desa penyangga TNGGP. KTH Hejo Cipruk merupakan salah satu kelompok binaan BBTNGGP yang telah mendapatkan penghargaan nasional dan beberapa bantuan dari berbagai mitra. Melalui materi-materi yang disampaikan, Pemda Gorontalo berharap dapat menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari pengelolaan yang ada di TNGGP. Semboyan “Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo” yang kerap kali disampaikan, dapat menjadi motivasi untuk melakukan pemberdayaan di sekitar Tahura nantinya. Teks : Sisca Widiya Afiyanti – Penyuluh Kehutanan Dok : Tim Publikasi - BBTNGGP
Baca Artikel

Raga Kuat Untuk Peran Aktif Konservasi

Pekanbaru, 25 Mei 2022 - Inkado Provinsi Riau menggelar latihan bersama di halaman kantor Balai Besar KSDA Riau, Minggu (22/5). Tak kurang dari 300 peserta baik anak - anak maupun dewasa ikut dalam latihan tersebut. Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara yang dipercaya sebagai Ketua Inkado Riau periode 2022 s/d 2027 pun ikut berpartisipasi. Inkado merupakan salah satu perguruan karate yang berada di bawah naungan Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI). Inkado di Provinsi Riau diharapkan dapat berkolaborasi dalam mengembangkan dan menggali potensi para atlet untuk berperan aktif dalam konservasi. [Teks : DI, Foto : Tim admin BBKSDARIAU |052022] Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.649–1.664 dari 2.298 publikasi