Selasa, 29 Sep 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Menuju Efektivitas Kerja Sama Internasional

Jakarta, 7 Desember 2022. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi berpartisipasi pada Rapat Kerja Monitoring dan Internasional Kerja Sama Bersifat Internasional Lingkup Ditjen KSDAE pada tanggal 24 s/ 25 November 2022 di Hotel Royal Pajajaran Bogor secara daring dan luring. Rapat ini dilaksanakan guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan Kerja Sama yang bersifat Internasional lingkup Ditjen KSDAE. Diharapkan dengan rapat ini , penyelenggaraan Kerja Sama yang bersifat Internasional lingkup Ditjen KSDAE dapat berjalan lebih efektif dan mendukung kegiatan konservasi sumber daya alam di Indonesia. Peserta yang menghadiri berasal dari Kementerian Luar Negeri , Kementerian Sekretariat Negara, Badan Intelejen Negara, Eselon 2 Lingkup KLHK terkait dan beberapa UPT TN/KSDAE KSDAE terkait serta Mitra Kementerian LHK terkait. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Sinergi Atasi Konflik Manusia dan Gajah

Pekanbaru,7 Desember 2022 – Balai Besar KSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I yang diwakili Kepala Seksi, bapak Sugito menghadiri rapat koordinasi penanganan konflik manusia dan satwa liar gajah sumatera di Kec. Gunung Sahilan, Kab. Kampar, Rabu (30/11). Koordinasi ini dilakukan karena beberapa kali terjadi interaksi negatif satwa gajah di beberapa desa lingkup Kec. Gunung Sahilan dan mengakibatkan kerusakan kebun sawit warga juga mencari alternatif solusi bersama dalam melakukan penanggulangan konflik manusia dan gajah. Sesi paparan, Balai Besar KSDA Riau menjelaskan prinsip2 penanganan konflik manusia dan satwa liar yang berpedoman pada Permenhut No 48 Tahun 2008, dimana perlu dukungan para pihak dalam penanganan konflik satwa dan dibentuk tim penanganan konflik yang melibatkan para pihak terkait. Rapat ini menghasilkan beberapa kesepakatan yakni akan dibentuknya tim penanganan konflik dengan melibatkan para pihak terkait yang dikoordinir oleh Camat dan Balai Besar KSDA Riau, strategi penanganan konflik dengan cara penggiringan gajah liar ke areal konservasi/greenbelt perusahaan HTI/HGU yang berada pada jalur lintasan gajah, dan sebagai alternatif solusi jangka panjang, pihak pemegang konsesi/HGU perlu melakukan pengkayaan/pembinaan habitat gajah dengan cara menanam tanaman pakan gajah pada jalur2 (koridor) perlintasan gajah. Rapat yang dipimpin oleh Camat Gunung Sahilan turut mengundang Balai Besar KSDA Riau, Balai TN Tesso Nilo, KPH Sorek, Kades lingkup Gunung Sahilan, Badan Kerjasama Antar Desa Gunung Sahilan, Tokoh masyarakat, Yayasan TNTN, pihak perusahaan (RAPP, WBL, Adi Mulia Agrolestari, Inti Indosawit Subur, Ganda Bumindo, dan Karya Industri Persada) Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

BBKSDA Riau Beberkan Hasil Verifikasi Data Keanekaragaman Hayati di Luar Kawasan Konservasi

Pekanbaru, 6 Desember 2022 - Balai Besar KSDA Riau menggelar rapat verifikasi terhadap hasil Kegiatan Inventarisasi Kawasan dengan Nilai Keanekaragaman Hayati Tinggi di luar KSA, KPA dan Taman Buru, di Ayola Hotel Pekanbaru, Selasa (29/11). Kegiatan inver kehati ini murni dilakukan di luar kawasan konservasi dengan tujuan untuk memperoleh data dan sekaligus menunjukan area-area di luar kawasan konservasi yang terindikasi memiliki keanekaragaman hayati tinggi, dan selanjutnya dapat memberikan arahan pengelolaan kepada para pengelola di tingkat tapak berdasarkan data dan informasi yang diperoleh tersebut. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Bapak Genman S Hasibuan, sangat mengharapkan peran aktif dari para pihak dalam memberikan informasi keberadaan tumbuhan dan satwa liar terutama yang dilindungi pada masing masing lokasinya dengan berbasis koordinat lokasi temuannya. Beliau juga menyampaikan agar keberadaan satwa liar dilindungi tersebut dapat disikapinya dengan bijaksana yang diikuti dengan upaya mitigasi dan konservasinya. Beliau juga menyampaikan tidak bisa dipungkiri bahwa interaksi negatif satwa liar yang selama ini terjadi hampir sebagian besar di luar kawasan Konservasi. Dinas LHK Provinsi Riau, Dinas Perkebunan dan BPHPL yang ikut memberikan paparan juga mendorong dan menguatkan pentingnya pendataan keanekaragaman hayati di luar kawasan Konservasi. Penyampaian hasil inventarisasi nilai kehati yang dilakukan Balai Besar KSDA Riau selama tahun 2022 seluas 711.502 Ha disampaikan oleh Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan, Bapak Ujang Holisudin bahwa dari kegiatan inver kehati ini dapat memotret lokasi yang menjadi target survey apakah memiliki nilai kehati tinggi, sedang atau rendah karena sudah tergambar dalam peta hasil inver kehati tinggi di luar kawasan Konservasi. Diskusi dan tanya jawab menjadi penutup kegiatan sekaligus membangun kesepakatan dalam menyampaikan pelaporan kehati dan pemantauannya dengan para pemangku izin HGU dan izin HPHTI serta membangun sistem mitigasi interaksi negatif satwa luar pada masing masing lokasi di tingkat tapak. Hadir dalam acara ini perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau, Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Balai Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Hutan Lindung (BPHPL) , Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelelawan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Beberapa pemegang izin HPHTI dan HGU Sawit. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Jejak Komitmen Relawan Jaga Simpenan

Sidoarjo, 5 Desember 2022. Tahun ini adalah tahun ketiga kegiatan revitalisasi bufferzone Cagar Alam (CA) Manggis Gadungan yang digagas dan dilaksanakan oleh ARPLH (Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup) Kediri beserta pihak terkait. Sejak dicanangkan pada tahun 2020, revitalisasi bufferzone telah berhasil menghijaukan sisi barat, utara dan selatan CA Manggis Gadungan. Berawal dari penanaman saat musim penghujan di akhir tahun 2020, dilanjutkan pemeliharaan saat musim kemarau begitu seterusnya hingga memasuki tahun ketiga. Membuka musim tanam tahun ini, Minggu, 4 Desember 2022, ARPLH bersama dengan CDK Trenggalek, DWP CDK Trenggalek, BKPH Pare, RKW 03 CA Manggis Besowo Gadungan, Pramuka Saka Wanabakti Kediri, Sispala SMAN 2 Pare, dan SMA Canda Birawa menanam sekaligus melakukan penyulaman terhadap tanaman tahun sebelumnya. Penanaman difokuskan di timur kawasan mengingat banyaknya tanaman yang mati di sisi timur diduga akibat serangan Ulat Tanah (Embug). 200 bibit tanaman yang terdiri dari Ficus benjamina, Ficus curzii, Ficus drupacea, Ficus elastica, Ficus religiosa, Ficus rumphii, Ficus albiphila, Ficus microcarpa dan Ficus glauca habis tertanam dalam sekejap. Hal ini tidak lepas dari turut sertanya Kelompok Masyarakat desa penyangga CA Manggis Gadungan binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim). Kelompok Masyarakat tersebut adalah Wana Lestari Desa Wonorejo, Alas Simpenan Sejahtera Desa Manggis, Wana Asri Desa Satak dan Joyo Sedulur Desa Asmorobangun. Dengan kegiatan lanjutan ditahun ketiga ini, semakin membuktikan komitmen dan konsistensi ARPLH dan pihak terkait dalam mewujudkan bufferzone menjadi hutan alam sekunder sebagai penyangga CA Manggis Gadungan. “Lima sampai sepuluh tahun lagi, kita akan melihat bufferzone ijo royo royo, menjadi penyokong alas simpenan Manggis sebagai habitat dan sumber pakan bagi satwa penghuninya” tandas Ari Purnomo Adi, ketua ARPLH mengungkapkan mimpi dan harapannya untuk bufferzone. Sumber : Siti Nurlaili – Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Efektivitas Pengelolaan TN Gunung Rinjani Dinilai

Mataram, 1 Desember 2022. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menggelar penilaian (assessment) sejauh mana pengelola kawasan telah secara efektif dikelola sejalan dengan nilai-nilai penting kawasan dan tujuan pengelolaan yang telah ditetapkan pada saat kawasan ditunjuk, Selasa (29/11). Instrumen/alat penilaian yang digunakan berupa METT (Management Effectiveness Tracking Tool) untuk mengevaluasi secara mandiri (self assessment). METT dipilih karena metoda ini dibuat untuk menilai kawasan konservasi pada level site/ lokal/ lapangan, sehingga memungkinkan staf/ petugas dari suatu kawasan konservasi menjawab pertanyaan-pertanyaan pada METT. Hal ini disebabkan METT dibuat sedemikian rupa sehingga mudah untuk diaplikasikan dan dijawab oleh para pengelola kawasan, tanpa perlu melakukan tambahan penelitian khusus. Adapun hasil dari penilaian efektivitas pengelolaan TNGR di tahun 2022 adalah 79% atau meningkat 8% dibandingkan tahun 2021 dengan nilai 71%. Dalam sambutannya kepala Balai TNGR menyampaikan "Sangat penting melakukan penilaian efektivitas pengelolaan kawasan, untuk mengetahui sejauh mana pencapaian atas kerja-kerja selama ini. Namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana melaksanakan hasil rekomendasi yang disusun secara bersama-sama demi meningkatkan efektivitas pengelolaan TNGR kedepannya. Efektivitas pengelolaan di lapangan merupakan elemen kunci dari suksesnya pencapaian agenda pembangunan konservasi sumber daya alam dan ekosistem di Indonesia". Penilaian ini dihadiri sekitar 33 peserta secara luring dan 15 orang secara daring yang terdiri dari Pejabatan Eselon III dan IV lingkup Balai TNGR, Kepala Resort, Pokja Pengamanan dan perlindungan, Pokja Kehati, Pokja Perlengkapan dan Rumah Tangga, Pokja Perencanaan dan Kerjasama, Pokja Evaluasi dan Kehumasan, Pokja Keuangan dan Pokja Kepegawaian dan Umum lingkup Balai TNGR. Kegiatan yang dipandu oleh fasilitator dari Balai TNGR memiliki beberapa kategori yang dinilai antara lain, profil kawasan, input, planning, proses, output dan outcome yang masing-masing di dalamnya terdapat score yang harus dipilih berdasarkan kondisi kawasan. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Kembalinya Katak Pelangi Yang Hilang Lebih Dari 100 Tahun

Pontianak, 28 November 2022. Dari kegiatan Scientific Exploration and Expedition Cagar Alam (CA) Gunung Nyiut 2022, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar) bersama peneliti muda – botanist menemukan kembali Sambas stream Toad yang hilang di habitat aslinya di Indonesia, dengan waktu penjelajahan yang relatif singkat – kurang dari 10 hari – dan hujan yang turun setiap hari. Katak Pelangi (Ansonia latidisca) atau Sambas stream Toad, pertama kali ditemukan pada tahun 1893 oleh seorang ahli botani asal Jerman, Johann Gottfried Hallier, di bagian hulu Sungai Sambas, di puncak Gunung Damus – berada di sekitar Gunung Nyiut – yang sekarang merupakan wilayah Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Nah, semenjak itulah, katak kharismatik yang cantik dan berukuran mini ini tidak pernah ditemukan kembali di bagian wilayah Indonesia. Walaupun, beberapa temuan terjadi di wilayah pegunungan Penrissen, Sarawak Malaysia, yang terakhir adalah tahun 2011 oleh sekelompok peneliti herpetologi. Akhirnya, 129 tahun berselang sejak pertama kali, Katak Pelangi itu teramati di wilayah Indonesia, seolah sejarah terulang, kembali seorang ahli botani berhasil menemukan Katak Pelangi. Tepat pada peringatann Hari Kemerdekaan RI ke-77 pada 17 Agustus 2022 yang lalu. Sang Botanist Indonesia tersebut adalah Randi Agusti, yang juga tergabung dalam kegiatan Ekspedisi dan Explorasi Gunung Nyiut 2022, yang digagas oleh BKSDA Kalbar. Pertemuan yang Tidak Terduga Dengan Katak Pelangi “Sambas stream Toad lebih dari 100 tahun telah dinyatakan hilang. Bayangkan, dari 1893 pertama kali ditemukan di bagian hulu Sungai Sambas, di Gunung Damus, Bengkayang. Kemudian terakhir diinformasikan 1920 an. Setelahnya, sampai sekarang belum pernah ada laporan atau temuan lagi, di tempat aslinya katak pertama ditemukan, kawasan hutan hujan Indonesia, di Kalimantan Barat,“ kata Randi. Beberapa sumber menyebutkan, sejak pertama ditemukan dan kemudian terakhir kali dilihat dan dinyatakan hilang, Sambas stream Toad, ciri-ciri fisiknya hanya diketahui dari satu gambar ilustrasi atau sketsa berwarna hitam putih berdasarkan informasi dari penjelajah. Sambas stream Toad juga mempunyai ciri fisik: berkaki kurus dan panjang dengan tubuh bertotol-totol. Tubuhnya berukuran kecil. Panjangnya antara 30 – 50 mm. Kulit belakang berwarna hijau terang, ungu dan merah. Bintik-bintik berwarna pada kulit belakang tidak rata tetapi seperti batu kerikil atau mirip kutil. Dikutip dari National Geographic, seorang ahli Amfibi dari Conservation International, Robin Moore, mengatakan, kulit seperti itu biasanya menunjukkan tanda-tanda adanya kelenjar racun. Nama pelangi yang kemudian disematkan pada Sambas stream Toad, karena, pada kulitnya mempunyai pola warna hijau terang, ungu dan merah. Dari ciri tersebutlah, kalau katak yang ditemukan dan lihat di Gunung Nyiut, Kabupaten Landak, adalah Sambas stream Toad atau Katak Pelangi. Saat ditemukan, sepertinya ia sedang berkamuflase mengikuti warna helai daun tempatnya bertengger. Kamuflase sendiri merupakan cara satwa untuk mengelabui musuhnya. Berdasarkan informasi, Sambas stream Toad atau Katak Pelangi ini memang aktif di malam hari di sekitar sungai yang berbatu-batu atau stream. Setelah penemuan, Tim ekspedisi botanist masih belum menyadari, kalau katak tersebut merupakan Sambas stream Toad. Bahkan, hingga tiba kembali di Kantor BKSDA Kalbar di Kota Pontianak, usai ekspedisi dan eksplorasi. Sampai akhirnya, baru tersadarkan tiga hari kemudian, setelah tim kembali di Kota Bogor, Jawa Barat. Dengan penemuan kembali Sambas stream Toad, Kepala Balai KSDA Kalbar yang menjabat saat itu, Sadtata Noor Adirahmanta, yang juga terjun langsung dalam penjelajahan, mengatakan, kegiatan Jelajah CA Gunung Nyiut oleh BKSDA Kalbar dan para pihak terkait, telah mendapatkan capaian yang luar biasa. “Beberapa spesies tumbuhan baru sudah ditemukan dan dikonfirmasi memang merupakan spesies baru. Bahkan ada beberapa di antaranya merupakan New Record atau belum pernah ditemukan di Indonesia. Dan, tentunya salah satu yang paling spektakuler adalah adanya temuan salah satu jenis satwa Amfibi, dimana catatan informasi gambaran spesimen diketahui dikumpulkan penejalah pada 1920 an, setelah lebih 100 tahun ditemukan kembali oleh tim ekspedisi kita,” kata pria yang akrab dipanggil Sadtata, bersemangat. Di samping hal ini merupakan sebuah capaian luar biasa, ada pesan penting yang perlu disadari, yaitu bahwa sebagai pemangku kawasan atau pengelola kawasan, ternyata masih banyak ruang yang harus disentuh dalam melaksanakan amanah pengelolaan kawasan. “Masih banyak ruang pengelolaan yang belum kita garap. Ini sangat menantang. Adanya satu temuan artinya menunjukkan ada banyak hal lainnya yang belum kita temukan. Ini seharusnya menjadi titik tolak kita untuk melakukan penjelajahan lebih luas lagi. Dan saya yakin akan temuan-temuan baru berikutnya yang akan segera menyusul,” ujar Sadtata. Pada kesempatan berbeda, RM Wiwied Widodo menegaskan kembali komitmen dan dukungannya terhadap keberlanjutan ekspedisi dan eksplorasi kehati di CA Gunung Nyiut maupun kawasan hutan konservasi lainnya di Kalimantan Barat. Langkah-langkah strategis konservasi keanekaragaman jenis endemik CA Gunung Nyiut akan disiapkan agar penemuan kelimpahan jenis-jenis baru dapat diungkap. Terkait dengan penemuan Sambas stream toad, RM Wiwied Widodo akan merancang survey habitat dan pendugaan populasi agar dapat memberikan deskripsi sebaran jenis ini di CA Gunung Nyiut. Namun beliau juga mengingatkan bahwa informasi terkait koordinat distribusi Sambas stream toad perlu dirahasiakan, mengingat spesies ini merupakan incaran kolektor fauna bernilai tinggi. “ Paling utama adalah hasil temuan yang diperoleh segera dilakukan kajian dan dipublikasi pada jurnal ilmiah, agar upaya patenisasi dalam rangka pengamanan bioprospecting dapat dilakukan sejak dini ”. Jadi, dengan adanya sebuah temuan yang luar biasa ini, setelah 129 tahun tidak terlihat lagi di wilayah Indonesia, yang merupakan tempat pertama kali Katak Pelangi ini ditemukan, pada 1893, selanjutnya, diperlukan studi-studi lanjutan. Seperti memantau dan mencatat populasinya. Melakukan observasi yang lebih luas untuk mengetahui distribusinya. Dan, yang paling penting adalah tetap menjaga kelestarian habitatnya dan meningkatkan upaya perlindungan kawasan dari ancaman-ancaman. Dengan kembalinya Sambas stream Toad, sekali lagi mari kita ucapkan: ‘Welcome Home Sambas Stream Toad’ atau ‘Selamat datang kembali hai! Katak Pelangi di rumahmu, sejak pertama kali dirimu ditemukan dalam rimba belantara hutan hujan Kalimantan, Indonesia.’ Sumber: Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat Penanggung Jawab Berita: Kepala Balai KSDA Kalbar - RM Wiwied Widodo, S.Hut, M.Sc (081249317617) BKSDA KALIMANTAN BARAT: Jl. A Yani 121 Pontianak Kalimantan Barat 78124, TElp (0561) 735635; 760949 / Fax. (0561) 747004 Call Center: 08115776767
Baca Artikel

BBKSDA Sumatera Utara Gandeng Bius Simatupang Tanam Pohon di HMPI 2022

Sijaba Hutaginjang, 2 Desember 2022. Masih dalam momentum peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2022, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar menggandeng masyarakat bius Simatupang melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sijaba Hutaginjang tepatnya di fragmen Sijaba dan di sekitar Rumah Doa Tugu Simatupang, pada Rabu 30 November 2022. Masyarakat bius Simatupang merupakan kelompok masyarakat adat dari keturunan salah satu marga di suku batak, yaitu marga Simatupang, yang terdiri dari Togatorop, Sianturi dan Siburian. Arti bius itu sebenarnya adalah kampung. Fragmen Sijaba merupakan salah satu areal yang masuk ke dalam kawasan konservasi TWA Sijaba Hutaginjang, dimana TWA Sijaba Hutaginjang terbagi ke dalam 2 areal kawasan/fragmen, yaitu fragmen Sijaba yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan dan fragmen Hutaginjang yang berada di Kabupaten Tapanuli Utara. Sedangkan Rumah Doa Tugu Simatupang adalah tempat yang disakralkan oleh keturunan marga Simatupang sebagai tempat doa dan berziarah terhadap leluhur mereka. Bibit pohon yang ditanam di momentum peringatan HMPI ini, teridir dari : bibit Pinus sebanyak 20 batang, bibit Makadamia Nuts sebanyak 20 batang , dan bibit buah-buahan sebanyak 20 batang. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dan antusiasme warga sekitar sehingga kegiatan penanaman berjalan dengan lancar. Tak lupa Tim Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar juga melakukan sosialisasi tentang pentingnya penghijauan lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon dalam rangka pelestarian kawasan konservasi sekaligus untuk menjaga keberlangsungan keragaman hayati dan ekosistemnya. Sumber : Yustiil Fazri –Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menjelang Akhir Tahun, Balai TN Gunung Rinjani Evaluasi Kegiatan

Mataram, 2 Desember 2022. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menggelar Rapat Evaluasi Kegiatan Lingkup Taman Nasional Gunung Rinjani Tahun 2022 Kota Mataram di ruang Rapat Aula Dewi Anjani kantor Balai, Kamis (1/12). Evaluasi kegiatan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani disampaikan oleh tiap-tiap pokja mulai dari Pokja Program, Anggaran dan Kerjasama, kemudian dilanjutkan oleh Pokja Monitoring, Evaluasi, Pelaporan dan Humas, Pokja Umum dan Kepegawaian, Pokja Perlengkapan dan Kerumahtanggaan, Pokja Perlindungan dan Pengamanan, Pokja Keanekaragaman hayati dan Pelayanan, dan terakhir oleh Pokja Keuangan. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan sesi diskusi mengenai Persiapan penyusunan kaledioskop dan Lakip, WBK dan WBBM, dan terakhir Persiapan Rinjani Meriri. Giat yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriady, turut dihadiri oleh pegawai lingkup Balai TNGR baik secara daring dan juga luring. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Pengelolaan Kehati Dengan Pemodelan MaxEnt

Mataram, 1 Desember 2022. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi pemodelan MaxEnt (Maximum Enthropy) di Aula Dewi Anjani (Rabu,30/12), Kantor Balai TN Gunung Rinjani. Aplikasi pemodelan MaxEnt merupakan salah satu program pemodelan distribusi spesies. Distribusi spesies menjadi hal penting untuk diketahui karena menjadi pertimbangan dasar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan keanekaragaman hayati di dalam kawasan konservasi. Bimtek ini diharapkan dapat menjadi inisiasi awal dan pemantik bagi staf Balai TN Gunung Rinjani serta semua peserta yang hadir untuk dapat memanfaatkan kemajuan teknologi maupun aplikasi dalam pengelolaan kawasan hutan secara umum serta menerapkan pengambilan kebijakan dan keputusan pengelolaan kawasan hutan berbasis science (scientific based). Bimtek ini juga sebagai organisasi pembelajar (learning organization) untuk meningkatkan kapasitas pegawai dalam pengelolaan kawasan. Kemajuan teknologi dan aplikasi yang pesat menjadi modal bagi pengelola untuk meningkatkan kegiatan pengelolaan. Penggunaan teknologi dan aplikasi dalam kegiatan pengelolaan kawasan taman nasional termasuk pengelolaan keanerakagaman hayati memberikan kemudahan dalam menjangkau kawasan dengan luas yang cukup siginifikan. Selain itu, kendala yang sering dihadapi dalam pengelolaan keanekaragaman hayati adalah kurangnya kemampuan menganalisa data secara mandiri. Adapun pemateri dalam kegiatan Bimtek ini adalah Bapak Dede Aulia Rahman, S.Hut, MS, Ph.D yang merupakan dosen departemen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor dengan keahlian Ecological Modelling and Conservation Biology. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan dihadiri fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, fungsional Polisi Kehutanan dan fungsional Penyuluh Kehutanan lingkup Balai TN Gunung Rinjani, staf Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, staf BKSDA Nusa Tenggara Barat (NTB), staf Balai TN Tambora, dan staf Balai Tahura Nuraksa berjumlah 40 orang. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

“Corybas”, Anggrek Terkecil Ada Di TWA Sicike-Cike

TWA Sicike-cike, 30 November 2022. Kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike yang memiliki luas 531,02 Ha dan berada di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat merupakan habitat dari berbagai jenis anggrek hutan baik anggrek tanah maupun anggrek epifit. Salah satu anggrek yang dapat ditemui di kawasan TWA Sicike-cike adalah corybas. Anggrek corybas termasuk dalam famili Orchidaceae. Corybas sp merupakan jenis anggrek teresterial yang kecil bahkan dapat dikatakan sebagai anggrek terkecil. Anggrek corybas ini dapat ditemukan di hutan lumut pegunungan di atas 1.000 mdpl dengan kelembaban tinggi yang tumbuh di pepohonan yang tertutup lumut, bebatuan hingga punggung bukit. Ciri khas dari anggrek corybas ini adalah hanya memiliki satu daun dan satu bunga. Spesies ini memiliki batang ramping dan memiliki satu bunga tepat di atas satu daun kecil berbentuk hati dengan urat berwarna hijau pucat, putih atau merah. Warna bunga yang menarik dan morfologi yang tidak biasa yang menjadikan anggrek corybas disebut sebagai anggrek laba-laba (spider orchid) dan anggrek helm (helmet orchid). Pada kegiatan patroli yang dilaksanakan awal November lalu oleh petugas resort TWA Sicike-cike ditemukan 3 (tiga) jenis corybas yang memiliki bentuk serta warna yang berbeda-beda. Keunikan anggrek corybas ini masih dapat dieksplorasi lagi baik sebaran maupun populasinya. Namun keunikan anggrek ini dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat hingga pemeliti. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. – Penyuluh Kehutanan Balai besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kelompok Binaan “Laksmana Bahari” Sebagai Pembelajaran Mahasiswa

Swarangan, 26 November 2022 – Kelompok Laksmana Bahari binaan BKSDA Kalimantan Selatan mendapat kunjungan dari mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat sebanyak 33 orang dalam rangka praktik terkait kewirausahaan. Praktik ini belajar terkait usaha yang dikembangkan oleh kelompok berupa pengolahan produk perikanan (Kerupuk ikan). Kegiatan ini langsung didampingi oleh ibu Noorhana dan Ibu Sari Emi beserta tim dalam menjelaskan proses dan tahapan pengolahan kerupuk ikan. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Resort Jorong SM. Pelaihari Akhmad Fauzan, S.Hut dan Badrul Arifin, S.Hut untuk memberikan penjelasan terkait kelompok binaan yang berada di sekitar kawasan konservasi Suaka Margasarwa Pelaihari. Dalam Praktik ini semua mahasiswa mengikuti seluruh tahapan dan proses dalam pembuatan kerupuk ikan. Tahapan tersebut diantaranya yaitu pengolahan bahan, pemotongan, penjemuran dan pengemasan. Kemudian juga dijelaskan terkait proses pemasaran produk kerupuk melalui media sosial dan dititipkan ke pusat oleh-oleh di wilayah kecamatan Jorong dan Pelaihari. Dipa selaku ketua angkatan dan mewakili mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dan pendampingan dari kelompok dan petugas BKSDA Kalimantan Selatan selama proses praktik, sehingga berjalan dengan lancar. Pada Kunjungan ini juga disampaikan arahan dan apresiasi Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. terhadap para mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP ULM yang telah memilih kunjungan dan praktik kewirausahaan ke kelompok binaan BKSDA Kalimantan Selatan “Laksmana Bahari” Desa Swarangan. Kelompok ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan melalui pengembangan usaha ekonomi dan potensi desa. Dr. Mahrus berharap kegiatan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan terkait kewirausahaan. Kemudian mewakili kelompok Laksmana Bahari, Ibu Sari Emi dan Noorhana menyampaikan agar dalam mengelola dan mengembangkan usaha diperlukan ketekunan dan tidak mudah putus asa, karena untuk bisa berkembang suatu usaha diperlukan proses yang tidak instan. Pada penghujung kegiatan dilakukan foto bersama dan pemberian kenang-kenangan berupa sertifikat kepada kelompok dan para pendamping. Melalui kegiatan ini diharapkan membangun pola pikir mahasiswa terkait wirusaha dan dapat menjadi alternatif dalam menjalankan suatu usaha ekonomi produktif. (ryn) Sumber : Akhmad Fauzan, S.Hut - Penyuluh Kehutanan / Kepala Resort SM Pelaihari, SKW I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Giat HMPI di Kecamatan Adiankoting

Adiankoting, 30 November 2022. Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2022, lembaga mitra kerjasama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) menyelenggarakan penanaman pohon di 2 desa yaitu Dolok Nauli dan Adiankoting, pada Senin 28 November 2022. Kegiatan yang mengusung tema “Menanam Pohon Untuk Kelestarian Habitat Orangutan Tapanuli dan Habitat Satwa Dilindungi Lainnya”, dipusatkan di gedung serba guna HKBP adiankoting, dengan rangkaian kegiatan acara sosialisasi dan penyadartahuan serta penanaman dan pembagian bibit pohon. Pemilihan 2 desa yaitu Dolok Nauli dan Adiankoting, sebagai lokasi penanaman pohon mengingat desa-desa tersebut secara administrasi berbatasan langsung dengan Hutan Batangtoru/Harangan Tapanuli. Mayoritas masyarakat di desa tersebut adalah petani yang beraktivitas di dalam hutan yang memiliki mata pencaharian menyadap getah kemenyan dan karet. Sebagian besar lahan yang dikelola masyarakat di dalam hutan merupakan habitat bagi Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang merupakan spesies kunci. Acara dihadiri Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung serta tamu undangan lainnya dari KPH XI Pandan, KPH XII Tarutung, Pemerintahan Kecamatan Adiankoting, Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara, SMP Negeri 2 Adiankoting, Pemerintahan Desa Dolok Nauli dan Adiankoting serta tokoh masyarakat dari Desa Dolok Nauli dan Adiankoting. Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan di Objek Wisata Munson Lyman di Dolok Nauli. Sedangkan penyerahan bibit dilakukan secara simbolis kepada 2 desa, yang bibitnya berasal dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Asahan Barumun. Penanaman pohon menjadi gerakan global ditengah upaya restorasi keseimbangan ekosistem dan penyelamatan bumi dari berbagai ancaman. Semoga gerakan ini memberi manfaat dan dampak positif. Sumber : Lantas Hutagalung – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

SMA Teladan Memberi Teladan Menanam Pohon di HMPI 2022

Sibolangit, 29 November 2022. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa setiap tanggal 28 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Berbeda halnya dengan SMA Swasta Teladan Cinta Damai, Kota Medan, yang menggunakan hari Minggu, 27 November 2022, untuk melakukan giat menanam pohon di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit sebagai rangkaian dari peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2022. Penanaman bibit pohon sebanyak 7 batang jenis Pulai, Durian dan Ketapang, yang merupakan tanaman asli kawasan TWA Sibolangit, dilakukan di jalur batas Cagar Alam/Taman Wisata Alam, tempat bekas pohon roboh akibat curah hujan yang cukup tinggi di sekitar Sibolangit. Penanaman pohon dilakukan selain dimaksudkan untuk memulihkan hutan, juga sebagai monumen kehadiran dan karya nyata bukti kepedulian dari SMA Swasta Teladan Cinta Damai terhadap konservasi alam dan lingkungan hidup. Rombongan study tour SMA Swasta Teladan Cinta Damai Medan yang berjumlah 76 orang siswa di dampingi 12 orang guru sejatinya dalam rangka mendukung program Kementerian Pendidikan Nasional yaitu Merdeka Belajar. TWA Sibolangit dipilih mengingat kawasan ini merupakan pusat pembelajaran konservasi alam yang ada di Sumatera Utara. Dalam paparannya, Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit, Samuel Siahaan, SP. menguraikan tentang arti penting dari giat menanam pohon yang dilakukan oleh peserta. Penanaman pohon bukan hanya dilihat dari seberapa banyaknya kita menanam pohon, tetapi bagaimana niat dan ketulusan hati kita untuk menanam serta merawatnya. Dari sebatang pohon yang ditanam akan memperoleh banyak manfaat, diantaranya : oksigen yang dihasilkan dibutuhkan oleh manusia, akar-akar pohon bermanfaat untuk mencegah terjadinya erosi, dan batang/kayunya juga bisa diolah sebagai bahan untuk membangun rumah serta keperluan perabotan rumah tangga. Oleh karena itu peserta dihimbau untuk aktif menanam pohon baik di sekitar lingkungan sekolah maupun di rumah, khususnya tanaman buah agar buahnya pun dapat dinikmati. Selain itu, kepada peserta juga dikenalkan beragam pohon yang ada dan tumbuh baik di dalam kawasan TWA Sibolangit. Dengan pengenalan tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan pengertian dan pemahaman generasi muda akan fungsi dan peran dari kawasan konservasi, serta nantinya dapat membantu menyebarluaskan informasi tersebut di lingkungannya masing-masing dengan berbagai cara dan media. Sekolah juga didorong untuk melakukan kegiatan pembinaan cinta alam terhadap siswa/siswinya dengan memfasilitasi terbentuknya komunitas Siswa Pencinta Alam (Sispala) sebagai media bagi pelajar menyalurkan minat dan bakat mereka dalam meningkatkan pengetahuan serta mengembangkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup. Himbauan ini mendapat apresiasi dari guru-guru pendamping dan berjanji akan merealisasikannya setelah selesai study tour. Gerakan dan aksi menanam pohon perlu terus menerus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka menyadari arti penting pohon bagi kehidupan serta ikut peduli menanam dan merawatnya. SMA Swasta Teladan Cinta Damai telah memberi teladan, semoga ini menginspirasi generasi-generasi muda lainnya. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Happy Family Will Care To Nature di TWA Sibolangit

Sibolangit, 28 November 2022. Momentum peringatan Hari Guru Tahun 2022 bercita rasa spesial bagi Rumah Belajar (RB) Vlayesha Medan. Rumah Belajar ini mampu meramu rasa cinta yang harmonis antara guru dengan murid dan orangtua. Harmonisasi ini diracik di dapur yang bernama kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Inilah yang terlihat di saat 62 orang murid usia dini, mulai dari 3 -10 tahun (tingkat playgroup, TK dan SD) didampingi 67 orangtua serta 10 orang guru pendamping dari Rumah Belajar Vlayesha Medan, melakukan fieldtrip di kawasan TWA Sibolangit, pada Jumat 25 November 2022, yang bertepatan pula dengan peringatan Hari Guru. Fieldtrip yang mengusung tema “Happy Family Will Care to Nature” merupakan bentuk inovasi dari Rumah Belajar Vlayesha dalam merealisasikan dan mewujudkan program Kementerian Pendidikan Nasional yaitu Merdeka Belajar, dengan menerapkan Program Outdoor Learning (belajar di luar kelas) berupa Forest School (sekolah hutan) dan Family Gathering. Tema fieldtrip tersebut relevan juga dengan tema nasional peringatan Hari Guru “Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar”. Murid, guru dan orangtua terlihat kompak bersama-sama menyusuri kawasan TWA Sibolangit. Disaat ada flora maupun fauna yang menarik dipandang mata, maka semuanya saling berbagi informasi tentang apa yang diketahui. Model belajar seperti ini tentunya menyenangkan dan kreatif, karena tidak ada yang merasa lebih pintar, tetapi semuanya saling mengisi dan berbagi informasi dan pengetahuan. Bila mengalami kebuntuan, barulah meminta penjelasan dari petugas Resort TWA Sibolangit yang ikut mendampingi. Tak jarang canda dan tawa ikut menghiasi perjalanan. Semua merasa sudah seperti saudara dan keluarga. Berfoto dengan objek-objek (angle) menarik yang ada di dalam kawasan juga dinikmati peserta, serasa tak ingin momen bagus dan indah ini berlalu tanpa kesan dan kenangan. Di momen akhir kunjungan field trip, yang tak kalah seru dan mengharukan adalah saat acara peringatan Hari Guru yang diisi dengan berbagai kegiatan, seperti : persembahan lagu dari murid, lagu yang dinyanyikan guru bersama murid, puisi tentang lingkungan dan guru, pembacaan Sejarah Hari Guru , sambutan para guru, serta penyerahan bingkisan untuk guru dari para siswa didampingi orangutua. Seluruh peserta yang ikut, menyampaikan kesan positif tentang kawasan TWA Sibolangit. Selain sebagai tempat belajar untuk mengenal dan memahami arti penting konservasi bagi kehidupan manusia, kawasan ini juga dirasakan manfaatnya bagi kesehatan tubuh bukan hanya kesegaran jasmani melainkan juga rohani. Disaat melakukan refleksi dan kontemplasi, ada ketenangan dan kedamaian yang dirasakan mengalir dalam tubuh dan membuat jiwa terasa tentram. Kebahagiaan Rumah Belajar Vlayesha Medan, harus berakhir. Waktunya untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Namun kesan dan kenangan yang indah di TWA Sibolangit tidak akan pernah lekang dan berakhir. Suatu waktu kelak kenangan indah dapat diulang kembali. Kunantikan kunjunganmu Rumah Belajar Vlayesha Medan di TWA Sibolangit….. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Memajukan Wisata Alam TN Tesso Nilo Bersama Pansus II DPRD Pelalawan

Jakarta, 25 November 2022. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU), Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), lakukan pendampingan kunjungan Pansus II DPRD Pelalawan ke Direktorat Jenderal KSDAE, di Jakarta dan Bogor pada tanggal 9 s.d 11 November 2022. Rombongan diterima langsung oleh Bapak Setditjen KSDAE, perwakilan Dit. Ren KK, Dit. Pengelolaan KK, Dit. PJLKK, Biro Humas , dan HKT Setditjen KSDAE. Dalam pertemuan ini, juga dibahas mengenai pengembangan pariwisata alam khususnya di TN Tesso Nilo yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan dengan memberi peluang peranan masyarakat dalam pengelolaan wisata alam. Disampaikan bahwa Pansus II DPRD Pelalawan sebelum Ranperda Pariwisata Alam diputuskan, melalukan konsultasi dan audiensi ini dengan Ditjen KSDAE agar Ranperda yang diputuskan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan pengembangan pariwisata alam lingkup Kementerian LHK. Ditjen KSDAE menuturkan mendukung penuh penyusunan Ranperda Pariwisata Alam di Kabupaten Pelalawan. Balai TN Tesso Nilo juga meyampaikan akan aktif dan mendukung selama proses penyusunan Ranperda ini. Setditjen KSDAE melalui HKT Setditjen KSDAE menyampaikan peraturan perundangan yang berlaku di lingkup KSDAE khususnya untuk mendukung pengembangan pariwisata alam dan pemberdayaan masyarakat di kawasan konservasi. Selanjutnya pada kegiatan kedua, rombongan melakukan pertemuan dengan Direktur PJLKK, dan Subdit Promosi. Pada pertemuan ini tim Pansus diterima Direktur PJLKK dan Tim Pansus II menyampaikan maksud kedatangan untuk koordinasi, konsultasi sekaligus meminta bahan-bahan terkait aturan perundangan yang berhubungan dengan pariwisata alam yang nantinya dijadikan sebagai pedoman dalam menyusun Ranperda Pariwisata Alam. Direktur PJLKK memberikan masukan kepada Pansus II agar menambahkan 1 klausul dalam Ranperda berupa mengusulkan pembentukan Badan Usaha di Tingkat Desa yang nanti berfungsi sebagai pihak yang mengusulkan perizinan jasa pengelolaan pariwisata alam ke Kementerian LHK, Izin dimaksud nantinya akan diproses di Dit PJLKK. Direktur PJLKK menyampaikan harapan agar Ranperda Pariwisata Alam dapat memberikan manfaat kepada masyarakat disekitar kawasan TN Tesso Nilo. Direktur PJLKK juga mengapresiasi dan mendukung Ranperda Pariwisata Alam di Kabupaten Pelalawan. Kegiatan terakhir, rombongan melakukan pertemuan dengan Subdit Promosi Wisata Alam di Bogor, pada hari Jumat 11 November 2022. Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat Dit PJLKK Lantai 2 Gedung KSDAE Jalan Juanda 15 Bogor. Subdit Promosi Wisata Alam yang mewakili Dit PJLKK menyampaikan aturan perundangan terkait pariwisata alam dan pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan konservasi. Subdit Promosi Wisata Alam mendukung proses penyusunan Ranperda Pariwisata Alam dengan memberikan dokumen aturan perundangan tentang pariwisata alam dan pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan konservasi kepada Pansus II yang diterima oleh Ketua Pansus II DPRD Pelalawan. Dari pendampingan ini, Balai TN Tesso Nilo berharap proses penyusunan Ranperda Pariwisata Alam TN Tesso Nilo berjalan dengan lancar dan membawa kemajuan bagi ekowisata TN Tesso Nilo nantinya. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Dukungan Promosi Untuk TN Tesso Nilo Sebagai Wisata Berbasis Konservasi Gajah

Pangkalan Kerinci, 25 November 2022 – Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menerima kunjungan dari anggota Komisi II DPRD Pelalawan, Bapak Yusri, SH dan rombongan. Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU), Bapak Delfi Andra, SP. Kunjungan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dan rencana bersama untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Pelalawan, khususnya di Taman Nasional Tesso Nilo. Beliau menyampaikan akan mempromosikan kawasan TN Tesso Nilo sebagai salah satu wisata berbasis konservasi gajah di Kabupaten Pelalawan, agar dapat maju dan berkembang kedepannya, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat dan kawasan TN Tesso Nilo dapat lestari dan terjaga. Balai TN Tesso Nilo dalam pertemuan ini menuturkan sangat mendukung rencana dan kegiatan ini, dan berharap semoga kedepannya semua rencana, cita cita dan harapan kita dimudahkan oleh Allah SWT dan menjadi sukses serta menjadi ladang amal bagi semua unsur. Balai TN Tesso Nilo mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Pelalawan Pak Yusri. SH atas dukungannya dan semoga semakin banyak lagi yang peduli dan bersama-sama bahu membahu membangun dan menjaga Kab. Pelalawan dan TN. Tesso Nilo menjadi tempat wisata kelas dunia yang memberi manfaat bagi masyarakat dan alam. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 1.633–1.648 dari 2.637 publikasi