Senin, 25 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Resort Pulau Ambon Menerima Kunjungan dari Kejaksaan Negeri Ambon

Ambon, 21 Juni 2022. Kepala Resort Pulau Ambon - Bapak Denny Soewarlan menerima kunjungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon (Jaksa Ahmad Latupono, S.H.,M.H selaku Jaksa Penuntut Umum) dan DirKrimsus Polda Maluku (Aipda Daud Sitanggang, S.H dan Briptu Sonia Sarwa), Kamis (2/6). Maksud kedatangan rombongan Kejari Ambon untuk melihat satwa jenis Burung Nuri Maluku (Eos bornea cyanonotha) titipan dari Dirkrimsus Polda Maluku, dimana satwa ini menjadi barang bukti yang akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Ambon. Sumber : Denny Soewarlan - Kepala Resort Pulau Ambon Balai KSDA Maluku
Baca Artikel

Binmas Maluku Bahas Tupoksi Polhut di Masohi

Ambon, 21 Juni 2022. Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Masohi Balai KSDA Maluku mendapatkan kunjungan Bpk AKP.F.Bawole dari Binmas Maluku selaku Kasibinlat Sub Dit dan Binmas Polres Maluku Tengah Bripka F. Wattimena, Jumat (3/6). Kunjungan tersebut bertujuan untuk silaturahmi dan koordinasi serta kerjasama terkait Tupoksi Polhut. Sumber : Suherwin Yusuf - Penyuluh Kehutanan Balai KSDA Maluku
Baca Artikel

BBKSDA Riau Dukung Peran Mahasiswa Untuk Kelestarian SM Bukit Rimbang Bukit Baling

Pekanbaru, 20 Juni 2022. Forum Mahasiswa Kampar Kiri Hulu menggelar seminar sekaligus pelantikan pengurus dengan tema "Melestarikan Kawasan SM Bukit Rimbang Baling dan Kompensasi Pemerintah terhadap Masyarakat.", Minggu (19/6) di hotel Batiqa Pekanbaru. Kegiatan tersebut menjadi peran yang paling pas dalam mendorong kelestarian kawasan dan sekaligus berdiskusi terkait program yang dapat dibangun di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling, dimana di dalamnya terdapat beberapa desa. Karena hal tersebut sangat positif dan mendorong peran mahasiswa dalam melestarikan kawasan konservasi SM Bukit Rimbang Bukit Baling, maka Camat Kampar Kiri Hulu, para Kepala Desa se-Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Balai Besar KSDA Riau, UNRI, aktivis lingkungan, pengurus forum dan mahasiswa yang berasal dari Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kab. Kampar hadir pada acara tersebut. Balai Besar KSDA Riau mengapresiasi acara tersebut apalagi muncul gagasan-gagasan baru dalam mewujudkan peran mahasiswa dalam kelestarian kawasan konservasi seperti edukasi bersama kepada masyarakat, program kolaborasi pemberdayaan masyarakat, penelitian, dan publikasi kelestarian melalui medsos, seni dan nilai budaya yang tentu harus dibarengi dengan tekad serta niat yang ikhlas. Selain itu muncul ide program one entrepreneur one village di mana mahasiwa dan sarjana bisa menjadi bagian dari entrepeneur yang akan mendorong produk - produk desa untuk dibawa ke pasar lokal, nasional maupun internasional dan juga ide mewujudkan desa digital. Di akhir seminar disepakati bahwa komunikasi akan terus dilanjutkan untuk mendorong peran mahasiswa yang lebih banyak lagi dan lebih implementatif. Acara diakhiri dengan pengukuhan pengurus forum mahasiswa Kampar Kiri Hulu (FORMAKIH) periode 2022/2024. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Pemberdayaan Masyarakat Pantai Baru SM Pelaihari

Sabuhur, 15 Juni 2022 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) monitoring dan evaluasi kelompok pemberdayaan masyarakat di Desa Sabuhur. Monitoring dipimpin langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalsel Bapak Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. Monitoring kali ini menyasar kepada kelompok Pantai Baru Desa Sabuhur. Kelompok Pantai Baru merupakan kelompok binaan BKSDA Kal-Sel yang dibentuk sejak tahun 2019 dengan program unggulan ekowisata di Muara Sungai Sabuhur. Monitoring ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan kelompok dilapangan baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga bisa mempertanggungjawabkan kegiatan yang telah dilaksanakan. Monitoring dan Pendampingan ini dihadiri juga oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Ibu Mirta Sari, S.Hut M.Si, dan Kepala Resort S.M. Pelaihari Bapak Akhmad Fauzan, S.Hut bersama tim monitoring. Pertemuan dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok dan dihadiri oleh anggota kelompok pemberdayaan. Dalam arahannya, Kepala Balai KSDA Kalsel meminta agar keterbukaan dan saling percaya antar anggota kelompok dapat terus dijaga dan dipertahankan. Dan juga peran aktif keterlibatan kelompok dalam menjaga dan melestarikan hutan di Muara Sabuhur dapat ditingkatkan agar program ekowisata di Muara Sabuhur ini dapat berhasil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam monev tersebut juga dilakukan diskusi dengan kelompok Pantai Baru. Menggali terkait tantangan dan kendala dalam pengembangan program kelompok. Bapak Nordin selaku ketua kelompok menyampaikan kendala dan dinamika yang terjadi di kelompok. “Kami dilapangan ini mengalami sedikit kendala terkait perizinan, kami bingung terkait alur perizinan masuk ke dalam kawasan. Kami berharap ada pembinaan terkait prosedur masuk ke dalam kawasan.” ujar Nordin. Bapak Kaslani sebagai salah satu anggota kelompok dan juga warga dari masyarakat dusun Pantai Baru berharap agar kiranya ada bantuan-bantuan lain dari BKSDA Kalsel. “Kami berharap ada bantuan dari BKSDA, seperti bantuan pohon buah agar lingkungan di dusun kami lebih teduh dan asri.” ujar Kaslani. "Kita merawat dan menjaga tumbuhan dan satwa agar tetap lestari, dan karena didalam kawasan itu ada masyarakatnya, maka masyarakatnya juga kita bina dan dampingi agar dapat meningkatkan kesejahtetaan melalui program-program pemberdayaan. Termasuk permintaan bibit buah, bisa saja kita bantu. tentunya dengan jenis-jenis buah yang cocok dengan ekosistem disini.” tutupnya. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini kelompok Masyarakat Pantai Baru dapat berkembang lebih baik dan program-program yang direncanakan dapat berjalan baik sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar Kawasan, sekaligus terjaganya kawasan dari gangguan yang tidak diharapkan. (ryn) Sumber : Badrul Arifin, S.Hut - PEH Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Gencar Rehabilitasi Lahan Terbuka, Balai TN Tesso Nilo Cari 1500 Bibit

Pekanbaru, 17 Juni 2022. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Bapak Ibram Eddy Chandra, S.Hut, M.Sc melakukan kunjungan ke Persemaian Permanen BPDAS Inrok di komplek SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Kamis (2/6). Kunjungan ini guna mengecek bibit siap tanam untuk penanaman mandiri yang gencar dilakukan Balai TNTN agar dapat merehabilitasi kembali lahan terbuka kawasan TN Tesso Nilo. Setelah berkoordinasi dengan Manager Persemaiam Permanen BPDAS Inrok Bapak Jonson, S.Hut., kemudian Kepala SPTN II melakukan pengecekan kepada permohonan bibit-bibit tanaman untuk penanaman mandiri di Kawasan TN Tesso Nilo. Berdasarkan hasil pengecekan, ada beberapa bibit yang belum siap tanam dan masih dalam proses penyemaian. Dua pekan kedepan SPTN II Baserah akan mengambil bibit-bibit yang telah siap tanam dengan jumlah sekitar 1500 bibit untuk ditanam di kawasan TN Tesso Nilo SPTN II Baserah. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Monitoring Rehab DAS – Pemulihan Ekosistem di SM Kuala Lupak

Kuala Lupak, 8 Juni 2022 – Balai KSDA Kalimantan Selatan bersama dengan Balai PDASHL Barito melaksanakan monitoring Rehab DAS IPPKH PT. Adaro Indonesia di Suaka Margasatwa (SM) Kuala Lupak, Selasa, (7/6) tepatnya di Sungai Bakau Desa Kuala Lupak. Monitoring ini sekaligus bimbingan teknis Rehab DAS oleh tim dari Balai KSDA Kalimantan Selatan yang terdiri dari Kepala Balai, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., Kepala SKW II, M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si., dan juga Kepala Resort SM Kuala Lupak dan SM Pulau Kaget Ahmad Barkati. Untuk bimbingan teknis dilaksanakan guna memberikan arah dan panduan dalam pemeliharaan serta meningkatkan keberhasilan kegiatan Rehab DAS sebagai tahapan untuk serah terima pekerjaan dari pihak pelaksana kepada penerima kegiatan. Selain itu pihak BPDASHL Barito juga menyampaikan kriteria kondisi tanaman yang akan diserah terimakan. Kendala atau permasalahan selama kegiatan rehab DAS tersebut juga disampaikan oleh pihak pelaksana, dan secara bersama antara pengelola kawasan (BKSDA Kalsel) dan pihak yang melaksanakan rehab DAS kemudian mencari alternatif solusi. Monitoring dan bimbingan teknis kegiatan Rehab DAS ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyampaian materi, diskusi dan observasi lapangan, dimana tim pelaksana rehab DAS mendapatkan penjelasan terkait kriteria keberhasilan tanaman dan kiat-kiat untuk mempertahankan tingkat keberhasilan tersebut. Tim juga menuju petak yang dijadikan contoh yang sesuai dengan kriteria keberhasilan. Tanaman yang ada di dalam petak diperhatikan pertumbuhannya baik dari segi jumlah daun maupun tinggi tanaman. Tanaman yang tidak mencapai kriteria disarankan untuk dirawat atau segera disulam agar persentase dalam satuan luasan tidak berkurang. Pihak BPDASHL Barito selaku pihak yang memberikan kriteria tersebut, menyatakan bahwa sebagian besar tanaman yang ada telah masuk dalam kriterian keberhasilan tanaman, hanya beberapa tanaman saja yang segera dirawat atau segera disulam. Pihak vendor penanaman menyampaikan beberapa kendala dalam kegiatan penanaman. Diantaranya adalah hama kepiting yang menyerang tanaman baru, terutama tanaman sulaman. Dimana hama kepiting biasanya menyerang tanaman baru atau tanaman sulaman. Pihak BPDASHL Barito memberikan saran untuk penggunaan pelindung tanaman dari bahan bambu untuk mencegah serangan kepiting terhadap tanaman sulaman. Selain itu menyarankan agar sarana dan prasarana pelengkap kegiatan rehab DAS agar segera dipenuhi diantaranya adalah jembatan inspeksi. Dr. Mahrus menjelaskan bahwa kegiatan rehab DAS dalam konteks konservasi merupakan kegiatan Pemulihan Ekosistem pada Blok Rehabilitasi. Diharapkan setelah tanaman diserah terimakan kepada BKSDA Kalsel selaku pengelola kawasan masih ada kegiatan pemeliharaan lanjutan oleh pihak Adaro melalu sumber dana CSR agar pertumbuhan tanaman tetap bagus minimal sampai umur tanaman 5 tahun. Kegiatan ini dapat dipayungi melalui mekanisme Perjanjian Kerja Sama Penguatan Fungsi. Dalam kegiatan ini hadir pula perwakilan PT. Adaro Indonesia, pihak PT. Rehabilitasi Lingkungan Indonesia (RLI) dan pihak PT. Graha Persada Amanah (GPA) selaku vendor kegiatan penanaman serta anggota kelompok Kemitraan Konservasi. (ryn) Sumber : Cecep Budiarto, S.Hut - Penyuluh Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Melihat Tantangan Internal Rehab DAS TN Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 17 Juni 2022.– Tim monitoring dan evaluasi internal Rehab DAS Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) tahun 2022, sudah berhasil rampungkan kegiatan Monitoring dan Evaluasi internal ke-3 Rehabilitasi DAS BOB PT. Bumi Sial Pusako- Pertamina Hulu yang bertempat di areal Resort Air Hitam Bagan Limau, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) pada tanggal 7 s.d 12 Juni 2022. Monitoring dilakukan 6 (enam) orang petugas Balai TN Tesso Nilo selama 6 hari dengan hasil monitoring diketahui bahwa persentase tanaman hang ditemukan pada area dengan luas keseluruhan 613 Ha sudah sebesar 61,1 %. Belum maksimalnya tingkat keberhasilan diungkapkan petugas salah satunya disebabkan oleh adanya gangguan atau konflik sosial di areal kerja Rehab DAS. Petugas monev menyampaikan untuk meningkatkan keberhasilan tumbuh, akan dilakukan pengawasan lebih ketat serta pengecekan berkelanjutan terhadap progres penanaman. Hambatan serta tantangan lainnya pada areal yang terganggu, nantinya akan diselesaikan dengan strategi, upaya dan tindakan yang tepat. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Implementation Arrangement Balai TN Manusela dan Unpatti

Masohi, 16 Juni 2022. Tindaklanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah ditandatangani antara Balai Taman Nasional Manusela dan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) pada tahun 2017 yaitu dengan penandatanganan Implementation Arrangement, Kamis (16/6). Penandatangan tersebut dilakukan Kepala Balai Taman Nasional (TN) Manusela, MHD. Zaidi dengan Ketua Prodi Kehutanan Ibu Henderina Lelloltery yang didampingi salah seorang dosen Unpatti Bapak Irwanto. Pada kesempatan ini juga dibahas rencana penempatan mahasiswa Prodi Kehutanan Unpatti di Taman Nasional Manusela dalam program Kampus Merdeka Belajar dan rencana praktek umum mahasiswa semester akhir di kawasan TN Manusela yang akan dilaksanakan pada bulan Juli nanti. Menyambut baik kunjungan tersebut, Kepala Balai TN. Manusela menyampaikan kesediaan penerimaan kegiatan kampus merdeka belajar dan praktek umum mahasiswa. Pada kesempatan ini Kepala Balai juga menyampaikan usulan adanya program khusus bagi anak-anak di sekitar kawasan Taman Nasional yang direkomendasikan oleh Balai Taman Nasional Manusela untuk diterima sebagai mahasiswa di Unpatti dan diberikan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu. Selain itu juga disampaikan usulan untuk adanya penelitian Unpatti terhadap jenis tanaman dan satwa endemik di Taman Nasional Manusela seperti Pakis Binaya (Alsophila binayana) dan Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) serta TSL endemik lainnya. Sumber : Balai Taman Nasional Manusela
Baca Artikel

Kepala Balai TN Taka Bonerate Sambangi Desa Latondu Melihat Transplantasi Karang

Desa Latondu, 15 Juni 2022 – Beberapa hari yang lalu, Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si mengunjungi Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato (SPTN Wil. II Jinato) dalam rangka aksi konservasi bersama masyarakat. Bertolak dari Pulau Jinato, beliau melanjutkan kunjungan kerjanya ke Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tarupa (SPTN Wil. I Tarupa), tepatnya di Desa Latondu. Kepala balai yang didampingi Kepala SPTN Wil. I Tarupa dan Kepala Resort Latondu mendukung penuh transplantasi terumbu karang di Desa Latondu dengan berpartisipasi langsung dalam kegiatan (9/6/2022). Transplantasi terumbu karang yang menggunakan metode jaring laba-laba diikuti oleh petugas Resort Latondu, Resort Tarupa, personil SPTN Wil. I Tarupa, masyarakat, anak-anak Desa Latondu, Kelompok PAAP Rajuni-Latondu, dan Kelompok Mawar yang anggotanya mayoritas perempuan. Kepala balai memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat atas perhatian dan kepedulian dalam menjaga ekosistem terumbu karang. “Semoga keberhasilan Desa Latondu dalam pelestarian ekosistem terumbu karang menjadi contoh yang baik serta diikuti oleh desa-desa lainnya”, tutur Faat Rudhianto. Lebih lanjut kepala balai menyampaikan, bahwa keberadaan terumbu karang dapat menjadi kekayaan alam yang sangat indah dan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, mari bersama jaga kelestariannya. Sumber: Humas Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Resort Bukit Rimbang Pantau Aktivitas Alat Berat di Dekat Kawasan

Pekanbaru, 14 Juni 2022 - Tim Balai Besar KSDA Riau Resort Bukit Rimbang (Petai), SKW I menindaklanjuti temuan Tim patroli sebelumnya yang menemukan adanya aktivitas alat berat yang diduga akan menuju ke arah SM Bukit Rimbang Bukit Baling (BRBB) di sekitar daerah Pematang Panjang dari arah Desa Kuntu melewati koridor PT. RAPP (09/06). Kepala Resort Bukit Rimbang, Ahmad Fitriansyah bersama tim turun langsung ke lokasi. Ditemukan 1 unit alat berat jenis excavator yang sebelumnya melakukan perbaikan jalan di luar kawasan SM BRBB (sekitar 1 km), dan saat ini alat berat berada sekitar 100 m di luar kawasan SM BRBB. Alat tersebut terparkir di kebun sawit warga sedangkan operator alat berat tidak ditemukan di lokasi. Tim menyosialisasikan tentang batas kawasan dan larangan beraktivitas, apalagi dengan menggunakan alat berat, di dalam kawasan SM BRBB kepada warga yang dijumpai di sekitar lokasi. Timpun menitipkan surat himbauan/peringatan kepada warga di sekitar alat berat untuk disampaikan kepada pemilik/operator alat berat agar tidak beraktivitas di dalam kawasan SM BRBB dan dapat dikenai sanksi pidana seauai Undang Undang No. 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Tim akan menelusuri lebih dalam dan memantau terus keberadaan serta aktivitas alat berat tersebut. Ayo masyarakat sekitar kawasan hutan. Kita bangkit!! Mari kita pantau bersama dan amankan hutan yang tersisa, karena yang akan terkena dampak utama adalah masyarakat sekitar kawasan.
Baca Artikel

Aksi Mitigasi Konflik Satwa Liar BBKSDA Riau

Pekanbaru, 14 Juni 2022 - Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Balai Besar KSDA Riau bersama masyarakat Desa Suka Makmur, Kec. Gunung Sahilan, Kab. Kampar melakukan mitigasi konflik satwa liar gajah sumatera di desa tersebut (08/06). Tim melakukan pengecekan di lapangan terkait laporan masyarakat Suka Makmur tentang adanya gajah liar di areal kebun masyarakat. Tim mencari informasi melalui penjaga kebun sawit bernama pak Slamet, di sekitar Sei Air Panas. Menurut beliau, memang ada rombongan gajah berjumlah sekitar 9 ekor beberapa hari lalu yang merusak tanaman sawit masyarakat. Namun, di tiga hari terakhir tidak nampak aktivitas gajah dimaksud. Beliau juga menunjukan arah masuk gajah tersebut dari areal konsesi PT. RAPP di seberang Sei Tesso. Tim selanjutnya memberikan himbauan kepada yang bersangkutan untuk memasang api unggun pada beberapa titik lokasi agar gajah tidak melintasi di kebun masyarakat. Kepada penjaga kebun dan masyarakat lainnya juga dihimbau untuk tidak anarkis terhadap satwa dilindungi dan meminta masyarakat untuk selalu berkomunikasi dengan Balai Besar KSDA Riau terkait konflik satwa dilindungi. Selanjutnya di tempat terpisah, di bawah cuaca mendung, Tim dari Resort Bukit Batu menuju Dusun Bangun Rejo, Desa Sadar Jaya, Kec. Siak Kecil, Kab. Bengkalis untuk melakukan pengecekan atas laporan Kepala Desa Sadar Jaya tentang ditemukannya jejak satwa liar yang diduga Harimau Sumatera di kebun warga (08/06). Tim bersama aparat desa dan Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan di tiga lokasi kejadian. Tim menemukan jejak dimaksud yang terdiri dari dua jejak, satu jejak berukuran besar dan satu jejak lainnya berukuran kecil. Diperkirakan satwa tersebut merupakan induk dengan anaknya. Tim menghimbau kepada aparat desa agar menyampaikan kepada masyarakat setempat untuk waspada dan berhati hati dalam melakukan kegiatan sehari-hari di sekitar lokasi kejadian. Aksi mitigasi konflik satwa liar selanjutnya dilakukan di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kec. Ukui, Kab. Pelalawan (09/06). Tim SKW I, Azwar dan Romi bersama masyarakat melakukan mitigasi konflik gajah sumatera di areal perkebunan warga. Tim berkoordinasi dengan Ketua Kelompok Tani Belalang Bangkit di desa tersebut dan turun ke lokasi di perkebunan dekat sungai Nilo tempat kemunculan gajah liar dimaksud. Jarak lokasi kemunculan gajah sumatera dari kawasan hutan TN Tesso Nilp kurang lebih 10 km. Pada saat penelusuran dilakukan, tidak dijumpai adanya gajah liar, hanya terlihat kerusakan beberapa batang sawit. Tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat pemilik kebun di sekitar area kemunculan gajah agar tidak melakukan tindakan anarkis karena gajah termasuk satwa liar yang dilindungi. Selanjutnya, tim bersama masyarakat melakukan patroli penjagaan kebun dengan menginap di pondok penjaga kebun salah satu anggota kelompok tani pada malam harinya. Menurut informasi dari masyarakat, gajah sering muncul mulai 3 tahun terakhir dan terlihat terakhir pada hari Selasa, 7 Juni 2022 sekitar pukul 09:00 waktu setempat dengan jumlah sebanyak 2 ekor. Tim mengusulkan kepada Kelompok Tani Belalang Bangkit agar bergilir melakukan penjagaan kebun karena perkebunan tersebut memang berada di daerah perlintasan gajah sumatera. Semoga satwa hanya melintas dan tidak saling mengganggu karena sejatinya manusia dan satwa adalah makhluk ciptaan Tuhan yang punya hak sama untuk hidup, bertahan dan berkembang. Salam lestari!! Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Mitigasi Konflik Satwa Liar Buaya Sinyulong yang Mendekat ke Pemukiman Warga

Pekanbaru 14 Juni 2022 - Tim Resort Kerumutan Selatan dipimpin Kepala Resort Bapak Zulkifli bersama Tim Damkar dan Penyelamatan KPBD Kabupaten Inhu, serta perwakilan dari masyarakat Pangkalan Kasai melakukan mitigasi konflik satwa liar buaya sinyulong di Kelurahan Pangkalan Kasai, Kabupaten Inhu (09/06). Tim gabungan melakukan pemasangan spanduk himbauan di titik kemunculan buaya dan sekitarnya agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas di lokasi kemunculan buaya sinyulong di sungai Sikuyam. Tim juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di sungai terutama pada pagi hari dan sore hingga malam hari. Tim melakukan sosialisasi kepada penjual ayam potong dan masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai agar tidak membuang sisa atau bagian tubuh serta bangkai ayam dan sampah ke sungai, yang dapat mengundang satwa liar buaya mendekati pemukiman warga. Sampai saat ini satwa liar buaya sinyulong tersebut masih sering muncul di pemukiman warga yang dialiri oleh sungai Sikuyam yang bermuara ke sungai Batang Cenaku. Kawasan ini merupakan habitat satwa liar buaya muara dan buaya sinyulong. Mari hati-hati dan waspada untuk keselamatan kita terutama bagi masyarakat yang bermukim di sekitarnya. Juga bagi warga yang tinggal disekitar hutan. Karena niscaya kita akan dapat hidup berdampingan dengan mereka jika kita selalu waspada dan saling menjaga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Balai Besar KSDA Riau dan Mitra Adakan Pelatihan Konservasi

Pekanbaru, 14 Juni 2022 - Kegiatan Pendidikan Konservasi selama 3 (tiga) hari dimulai dari tanggal 20 s/d 22 Mei 2022 di Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning, Batam, Provinsi Kepulauan Riau telah berakhir. Sebelumnya, Pendidikan Konservasi ini diinisiasi oleh Green Leadership Indonesia (GLI) dan beberapa UPT KLHK. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya melakukan pengembangan SDM yang akan berperan aktif dalam menjalankan dan menjaga kelestarian di Indonesia. Program ini juga bertujuan untuk menghimpun para pegiat konservasi, penyadartahuan generasi muda terhadap konservasi, menciptakan partisipasi aktif generasi muda dalam pekerjaan konservasi, baik didalam maupun di luar Kawasan Konservasi. Berbagai ilmu dan pengalaman dari para narasumber baik pusat maupun daerah telah diberikan kepada seluruh peserta. Semoga dengan bekal ilmu yang didapat, mereka akan menjadi agen-agen konservasi untuk terus menyebarkan spirit konservasi kepada siapapun dan dimanapun. Tetap semangat dan tunjukkan aksi-aksi nyata kalian untuk konservasi dan kelestarian alam! Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Kunjungi Kawasan, Kepala Balai TN Taka Bonerate Lakukan Transplantasi Bersama Masyarakat dan Edukasi Siswa Tentang Konservasi

Desa Khusus Pasitallu, 13 Juni 2022 - Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si. dengan didampingi Kepala SPTN Wilayah II Jinato dan Kepala Resort Pasitallu Timur melakukan aksi konservasi transplantasi karang bersama masyarakat di Pulau Pasitallu Timur, Taman Nasional Taka Bonerate pada Rabu lalu (08/06/2022). Transplantasi karang dilakukan dengan metode jaring laba-laba, yaitu dengan melekatkan anakan karang pada substrat rangka besi berbentuk jaring laba-laba. Substrat ini sebelumnya telah dipersiapkan oleh petugas resort bersama masyarakat. Kegiatan ini, selain dihadiri oleh masyarakat Desa Khusus Pasitallu, juga dihadiri oleh Masyarakat Desa Tambuna serta pengurus dan anggota kelompok binaan Balai TN Taka Bonerate. Dalam kesempatan tersebut, kepala balai menjelaskan bahwa transplantasi karang adalah salah satu teknik rehabilitasi lingkungan laut atau salah satu upaya untuk melestarikan kekayaan alam berupa biota laut yang terdapat dan hidup di sekitar terumbu karang. Pelibatan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan akan semakin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan transplantasi karang serta semakin menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan disekitar mereka. Selain bertemu dengan masyarakat, Kepala Balai TN Taka Bonerate juga menyempatkan diri menyapa anak-anak sekolah di Desa Khusus Pasitallu. Kepala balai memberi edukasi tentang konservasi alam dan lingkungan kepada anak-anak sekolah dari UPT SMPN 31 SATAP Desa Pasitallu. Materi yang diberikan, antara lain pengenalan dan pengelolaan kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, pengenalan biota laut yang dilindungi, dan dampak yang ditimbulkan dari destructive dan illegal fishing. "Tanggung jawab konservasi merupakan tanggung jawab kita bersama, termasuk pelajar sebagai generasi muda. Mereka harus terus dibina dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan bermuatan konservasi serta lingkungan", tutur Faat Rudhianto. Didampingi Kepala SPTN Wilayah II Jinato dan petugas resort, pada kesempatan ini kepala balai juga memberikan pengetahuan dasar tentang kegiatan transplantasi karang yang kemudian dilanjutkan dengan praktik. Pemberian kuis dan hadiah menambah keseruan acara. Adik-adik dilatih untuk percaya diri dan berani tampil ke depan menjawab pertanyaan yang diberikan, yang menjawab benar diberikan hadiah. Sumber: Humas Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Kelola Data Kehati, Kelola Kawasan Konservasi Seutuhnya

Bogor, 13 Juni 2022. Plh. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Yulius Palita, membuka Bimbingan Teknis Invetarisasi Kehati, Penataan Kawasan Konservasi dan Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi sesuai undangan dari Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (Dit. RenKK), Senin (13/6/22) di ruang rapat Balai Besar KSDA Papua. Yulis menekankan pentingnya menyiapkan data keanekaragaman hayati (Kehati) di kawasan yang akan dilakukan pemekaran wilayah pengembangan Kabupaten. "Provinsi Papua sedang memasuki proses pembahasan rencana pemekaran menjadi 3 provinsi baru. Hal ini harus disikapi dengan penguatan data keanekaragaman hayati di kawasan konservasi. Akan menjadi permasalahan misal di wilayah Merauke, kawasan pembangunan terpadu, yang pastinya membutuhkan ruang sangat besar sehingga tidak menutupi nantinya bersentuhan dengan kawasan konservasi. Belum lagi di wilayah pegunungan Papua Tengah, yang kemungkinan besar akan menjadi Kabupaten lagi". ungkap Yulius saat membuka kegiatan. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi yang diwakili Nurman Hakim mengantarkan peserta bimtek dengan materi Inventarisasi Kehati Tinggi, dengan harapan kedepannya data kehati di kawasan konservasi akan terkumpul dan terkelola dengan baik sehingga dapat mendukung pengelolaan kawasan konservasi. Selain Balai Besar KSDA Papua, bimtek juga dihadiri perwakilan dari Balai Taman Nasional Lorentz dan Balai Taman Nasional Wasur dengan semangat dan antusias. Sumber : Mugiharto dan Nurman Hakim - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Direktorat RenKK Pantau Pembangunan Ruas Jalan di Blok Khusus SM Buton

Buton Utara, 10 Juni 2022. Rencana peningkatan jalan (eksisting) ruas Lakansai - Labuan dan rencana pembangunan jalan ruas Karya Mulya – Labaraga di Suaka Margasatwa (SM) Buton Utara memasuki tahap pengecekan lapangan. Tim lapangan terdiri dari Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (Dit. RenKK) dan Balai KSDA Sulawesi Tenggara didampingi pihak Pemerintah Kabupaten Buton Utara. Monitoring lapangan ini atas permohonan Bupati Buton Utara guna membahas lebih lanjut jalan baru di Blok Khusus SM Buton Utara pada tanggal 7-10 Juni 2022. Rencana peningkatan jalan eksisting ruas Lakansai – Labuan di Blok Khusus SM Buton Utara bertujuan untuk mempersingkat waktu tempuh dan memperlancar perjalanan antar Desa antar Kecamatan dan Kabupaten lain yang semula selama ±3 jam menjadi ±1,5 jam (jarak tempuh ±76 km), sehingga akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar akses jalan yang berada di SM Buton Utara, dan umumnya untuk masyarakat Kabupaten Buton Utara. Rencana pembangunan jalan baru ruas Karya Mulya – Labaraga – Labuan (jalur tengah) yang melintasi Blok Khusus SM Buton Utara juga akan memperpendek waktu tempuh dengan perkiraan sekitar ±1,5 jam. Saat ini masyarakat Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara untuk aktivitas menuju pelabuhan melewati 2 ruas jalan, yaitu: Semoga dengan adanya pembangunan jalan di Suaka Margasatwa Buton Utara meningkatkan penguatan tata kelola pengelolaan kawasan dan konservasi keanekaragaman hayati terwujud. Sumber : Djujduk Wiyono, Tintin P dan Mugiharto – Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi

Menampilkan 1.617–1.632 dari 2.298 publikasi