Sabtu, 20 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Sinergitas Mitigasi Bencana dan Konservasi Tamanan Lokal Merapi

Sleman, 22 Juni 2022. Kondisi Gunung Merapi yang dinamis, terkait dengan aktivitas vulkaniknya, perlu diselaraskan jenis flora yang akan ditanam sebagai upaya sinergitas konservasi. Jenis pohon asli menjadi jenis yang dapat beradaptasi dengan kondisi Gunung Merapi yang dinamis. Untuk mendukung upaya sinergitas konservasi ini, dilakukan penanaman bersama dengan beberapa pihak, diantaranya penanaman pada hari Selasa, 22 Juni 2022 di Blok Hutan Turgo, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Mayjend Suharyanto, sekaligus meninjau Desa Tangguh Bencana dan Mitigasi, di dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta. Juga hadir Bupati Sleman, Dra Hj. Kustini Sri Purnomo, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) D.I Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, akademisi, jajaran pemerintah desa serta masyarakat. Dalam kesempatan ini, ditanam sebanyak 30 bibit pohon lokal diantaranya Sarangan (Castanopsis argentea) yang termasuk jenis tumbuhan dilindungi, Elo (Ficus racemose), Gondang (Ficus variegate), Pasang (Ficus variegate), dan Wilodo. *** Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Barang Bukti Satwa Illegal Akhirnya Dilepasliarkan

Ambon, 21 Juni 2022. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku (BKSDA) Maluku menerima barang bukti berupa satwa liar yang dilindungi dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan (BPPHLHK), Rabu (15/6). Satwa ini merupakan barang bukti kejahatan peredaran satwa liar illegal yang saat ini penanganan perkaranya sedang diproses oleh penyidik dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan. Satwa yang diterima berupa Kakatua Jambul Kuning 2 ekor dan Nuri Maluku 4 ekor. Barang bukti ini diterima langsung oleh Kepala Balai - Bapak Danny H.Pattipeilohy, S.Pi., M.Si. Nuri Maluku hasil serah terima tersebut, keesokan harinya, Kamis (16/6) dilepasliarkan di kawasan Hutan Lindung Gunung Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Dalam kegiatan pelepasliaran burung tersebut turut terlibat dan disaksikan langsung oleh perwakilan BKSDA Kalimantan Timur, BPPHLHK Wilayah Kalimantan, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Koramil Salahutu, Polsek Salahutu dan beberapa masyarakat sekitar. Sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya, burung-burung tersebut sudah terlebih dahulu menjalani proses karantina, rehabilitasi dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Kandang Transit Balai KSDA Kalimantan Timur. Sumber : Kacuk Seto Purwanto, S.Hut - Polhut Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Harimau Muncul di Desa Mardinding, BBKSDA Sumut Lakukan Sosialisasi

Mardinding, 21 Juni 2022. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali muncul. Kali ini si raja hutan menyambangi Desa Mardinding, Kecamatan Tiga Nderket, Kabupaten Karo, daerah yang merupakan lereng Gunung Sinabung bekas pemukiman warga sebelum terjadinya erupsi. Kehadiran satwa liar dilindungi ini ditandai dengan memangsa 2 ekor ternak sapi peliharaan warga, pada Minggu 19 Juni 2022. Setelah menerima laporan konflik tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Raya Tarigan, S.Sos., segera turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi dengan Kepala Kepolisian Sektor Tiga Nderket, Babinsa Koramil Tiga Nderket, Kepala Desa Mardinding dan masyarakat. Upaya mitigasi yang dilakukan petugas berupa : pengamatan lokasi kejadian, memantau jejak-jejak yang ada, pengecekan hewan ternak yang menjadi korban penyerangan harimau, serta pengambilan titik koordinat tempat kejadian. Dari hasil pengamatan diketahui, bahwa lokasi munculnya harimau merupakan areal bekas pemukiman yang telah ditinggalkan warga akibat erupsi gunung Sinabung beberapa tahun yang lalu. Mengingat saat ini erupsi sudah mulai mereda, maka warga kemudian menggunakan areal tersebut untuk menggembalakan ternak peliharaannya. Ternak yang dilepasliarkan di lokasi tersebut, menjadi sasaran penyerangan harimau sehingga mengakibatkan 2 ekor sapi diantara ternak-ternak peliharaan warga, mati diterkam harimau. Lokasi kejadian (TKP) berada di kawasan hutan produksi terbatas dan kurang lebih 670 m jaraknya dari kawasan hutan lindung, serta kurang lebih 7,38 km dari kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser. Masih dalam rangkaian mitigasi, petugas juga melakukan sosialisasi dengan menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada akan kemungkinan kembali munculnya si raja hutan. Diingatkan juga agar warga mengamankan ternak peliharaannya dan tidak melepasliarkan sehingga tidak memancing kehadiran harimau. Selain itu, juga diserahkan petasan yang dapat digunakan untuk menghalau serta mengusir harimau bila diketahui sewaktu-waktu muncul kembali. Sumber : Tuahman Raya Tarigan, S.Sos - Kasie Wilayah I Sidikalang BBKSDA Sumut
Baca Berita

HUT dan Road to HKAN 2022, BKSDA Maluku Bersih Sampah

Ambon, 21 Juni 2022. Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2022 dan perayaan hari ulang tahun (HUT) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku ke 44 yang jatuh pada tanggal 10 Juni 2022, keluarga besar BKSDA Maluku menyelenggarakan kegiatan aksi bersih sampah di daerah penyangga Taman Wisata Alama (TWA) Pulau Pombo. Kegiatan ini melibatkan beberapa stakeholder terkait seperti DWP BKSDA Maluku, dan pemuda-pemudi setempat. Aksi bersih sampah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya masyarakat desa penyangga akan pentingnya kelestarian lingkungan dan fungsi kawasan konservasi. Peserta kegiatan aksi bersih sampah dibagi menjadi 2 kelompok, dimana kelompok pertama membersihkan sampah di pantai sisi timur, dan lainnya membersihkan sampah di sisi barat. Antusias peserta akan kegiatan ini terlihat dari banyaknya sampah yang terkumpul pada kegiatan ini. Setelah kegiatan aksi bersih sampah dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan acara hiburan berupa perlombaan yang dapat meninkatkan keakraban antar peserta kegiatan. Sumber: Tim Media Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Latihan Menembak Polhut BKSDA Maluku

Ambon, 21 Juni 2022. Rangkaian kegiatan Pelatihan Menembak Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku Tahun 2022 dilaksanakan di Kota Ambon, Provinsi Maluku selama 3 (tiga) hari berturut - turut. Kegiatan diikuti oleh 50 orang Polisi Kehutanan (Polhut) yang berasal dari BKSDA Maluku, KPH. Seram Bagian Barat dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Maluku Papua. Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai KSDA Maluku - Bapak Danny H.Pattipeilohy, S.Pi., M.Si., kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi terkait pengembangan profesi polisi kehutanan yang dibawakan oleh Bapak Sudirman Sultan, SP., MP - Widyaiswara Madya BDLHK Makassar. Hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktek penggunaan senjata api di Lapangan Tembak Kompi A Passo. Hanya 20 peserta dengan nilai terbaik pada praktek penggunaan senjata ini yang dapat mengikuti tes psikologi dan kesehatan yang diselenggarakan pada hari berikutnya. Sebelum kegiatan ditutup, seluruh peserta melaksanakan giat pagi dengan jalan santai melintasi Jembatan Merah Putih yang merupakan ikon Kota Ambon. Selanjutnya kegiatan ditutup dengan evaluasi dan pengumuman hasil kegiatan menembak. Sumber : Tim Media BKSDA Maluku
Baca Berita

Dititip ke Sorong, 4 Ekor Burung Kakatua Seram Diamankan

Ambon, 21 Juni 2022. Polisi Kehutanan (Polhut) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 2 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku bersama ibu Kepala Seksi Wilayah II mendapatkan laporan dari masyarakat dan berhasil mengamankan satwa dilindungi berupa 4 ekor burung Kakatua Seram (Cacatua mollucensis) di Pelabuhan penyeberangan Hunimua, Senin (13/6) pukul 13.00 WIT. Satwa tersebut diamankan dari angkutan umum berupa Bus Firzin 04 dengan rute Piru-Ambon. Berdasarkan hasil keterangan supir bus, satwa tersebut merupakan titipan warga Desa Waisamu yang akan dikirimkan ke Sorong. Sumber : Sugeng Prayitno,A.Md - Kepala Resort Piru Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Warga Tapanuli Tengah Serahkan Dua Ekor Buaya ke BBKSDA Sumut

Pandan, 20 Juni 2022. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) mendapatkan dua ekor buaya muara (Crocodylus porosus) hasil penyerahan warga Tapanuli Tengah, ini menjadi momen penting dalam rangkaian kegiatan Road To HKAN (Hari Konservasi Alam Nasional) Tahun 2022. Kedua buaya tersebut dievakuasi BBKSDA Sumut bersama lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia. Dari hasil identifikasi dan pemeriksaan, buaya mura diketahui berjenis kelamin betina dengan panjang 3 meter dan 1 meter. Saat ini kedua buaya muara dievakuasi ke lembaga konservasi mitra Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Taman Hewan Pematangsiantar (THPS), pada Sabtu 18 Juni 2022, sekitar pukul 16.40 Wib, untuk mendapat perawatan. Penyerahan buaya muara bermula pada Jumat, 17 Juni 2022, sekitar pukul 11.30 Wib, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada Resort Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinang Sori, Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, menerima informasi dari warga Jl. PLTA Sipan Sihaporas Pandan, drh. Iskandar, untuk menyerahkan satwa liar jenis Buaya Muara (Crocodylus porosus). Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Resort Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinang Sori, didampingi lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia menyambangi kediaman drh. Iskandar di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Sabtu 18 Juni 2022. Kemudian 1 ekor buaya muara, berkelamin betina dan panjangnya sekitar 3 meter, diserahkan oleh Iskandar kepada petugas. Usai menandatangani berita acara serah terima, masih di tempat yang sama, warga lainnya Saiful Amri, penduduk Pasar Terandam, Barus, Tapanuli Tengah, juga menyerahkan 1 ekor buaya muara, betina, panjang sekitar 1 meter, kepada petugas. Sumber : Lantas Hutagalung - Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Penggagalan Penyelundupan Satwa Liar Dilindungi di SKW 1

Banjarbaru, 15 Juni 2022 – Burung Illegal sebanyak 1.342 ekor berhasil diamankan oleh LANAL Banjarmasin di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 1 yang akan dikirim melalui kapal ke luar pulau. Hasil penangkapan Burung Illegal dibawa di Kantor LANAL Banjarmasin guna dilakukan penanganan terhadap pelaku dan barangbukti. LANAL Banjarmasin selanjutnya melaporkan ke pihak BKSDA Kalimantan Selatan guna pelimpahan perkara tersebut. Menindaklanjuti laporan LANAL Banjarmasin, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc segera menurunkan Tim POLHUT untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Tim POLHUT yang dipimpin oleh Yudono Susilo, S.H (POLHUT Ahli Madya) diturunkan guna melakukan identifikasi terhadap jenis burung dan menerima pelimpahan perkara tersebut. Selain tim POLHUT BKSDA Kalimantan Selatan Tim Pos Gakkum LHK Kalimantan Selatan juga ikut dalam kegiatan tersebut. Hasil dari identifikasi diketahui jenis burung berupa: Burung Beo/ tiong emas (Gracula religiosa) sebanyak 12 ekor, Burung Cica daun besar (Chloropsis sonnerati) sebanyak 475 ekor , Burung Pleci / Kacamata Jawa (Zosterops flavus) sebanyak 28 ekor, Burung Srindit Melayu (Loriculus galgulus) sebanyak 34 ekor, Burung Glatik Jawa (Lonchura oryzivora) sebanyak 60 ekor, Burung Jalak Kebo (Acridotheres javanicus) sebanyak 425 ekor, Burung Kapas Tembak (Pycnonotus plumosus) sebanyak 84 ekor, Burung Murai (Copsychus malabaricus) sebanyak 3 ekor, Burung Teledekan (Cyornis banyumas) sebanyak 110 ekor, Burung Kacer (Copsychus saularis) sebanyak 18 ekor, Burung Manyar (Passeriformes sp) sebanyak 41 ekor dan Burung Lincang (Pycnonotus atriceps) sebanyak 34 ekor yang diambil dari daerah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, beberapa jenis burung terdapat jenis burung dilindungi. Hasil pelimpahan perkara dari LANAL Banjarmasin selanjutnya dilimpahkan kepada Balai Pengamanan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wil. Kalimantan, Seksi I Palangkaraya untuk diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Dr. Mahrus mengapresiasi kerja LANAL Banjarmasin yag telah berhasil menggagalkan perdagangan satwa burung Illegal yang diperjualbelikan keluar daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Demikian pula tim Gakkum KLHK Seksi 1 Palangka Raya yang telah sigap menindak-lanjuti temuan tersebut untuk diproses melalui jalur hukum. Kami berharap ini peringatan keras terhadap pelaku lainnya yang memperjual belikan satwa dilundungi. Kegiatan perlindungan dari perdagangan terhadap satwa jenis dilindungi merupakan target prioritas BKSDA Kalimantan Selatan untuk menekan maraknya perdagangan satwa secara illegal dan merupakan prestasi yang mebanggakan dalam upaya pelestarian satwa dilindungi. Selanjutnya BKSDA Kalimantan Selatan memberikan pertimbangan teknis terhadap barang bukti berupa burung agar segera dilepasliarkan kealam guna menghidari kondisi stress / kematian terhadap satwa tersebut akibat penempatan burung pada kandang angkut. (ryn) Sumber : Yudono Susilo, S.H - Polhut Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Pelepasliaran Burung Sitaan Bersama Para Pihak

Banjarbaru, 17 Juni 2022 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) bersama pihak LANAL Banjarmasin, Kejaksaan Tinggi Kalsel Banjarmasin, Korwas Polda Kalsel, Batalyon Infanteri 623, Tahura Sultan Adam, dan Balai Gakkum Wilayah I Palangkaraya bersama-sama melepasliarkan sebanyak 1.324 ekor burung dari 12 jenis burung ke habitatnya, Kamis (17/6/2022). Ribuan burung yang dilepasliarkan itu merupakan serahan Lanal Banjarmasin kepada BKSDA Kalsel dari hasil penegakan hukum. Pelepasliaran dilakukan di tiga lokasi, yaitu areal hutan Batalyon infanteri 623, Kawasan Tahura Sultan Adam dan TWA Pulau Bakut. Pemilihan lokasi pelepasliaran didasarkan pada kesesuaian habitat dari masing-masing burung. Selain itu ketersediaan sumber pakan dan air serta keamanan dari adanya gangguan manusia juga menjadi pertimbangan pemilihan lokasi pelerpasliaran. Gangguan dari perburuan satwa liar dan hilangnya habitat akibat alih fungsi hutan merupakan ancaman signifikan yang perlu diperhatikan. Kepala Balai KSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc mengatakan bahwa ada beberapa hal yang mengancam kehidupan satwa liar. Salah satunya adalah praktik perdagangan ilegal. Pengangkutan melalui pelabuhan laut masih menjadi pilihan yang dianggap “aman” untuk menyelundupkan satwa. “Saat ini kita menghadapi tantangan yang lebih besar dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati, termasuk burung. Upaya konservasi sudah banyak dilakukan, namun tekanan terhadap habitat alami dan eksploitasi yang tidak lestari semakin meningkat.” Sebagai salah satu taksa paling beraneka ragam di muka bumi, burung memegang peranan penting pada sebuah ekosistem. Beberapa jenis burung pemakan buah menjadi penyebar biji yang penting di hutan, serta mendukung proses regenerasi hutan yang berkelanjutan. Sementara itu burung-burung pemangsa menjadi pengendali populasi satwa lain di alam, khususnya berbagai jenis hama pertanian. Ada juga burung-burung penghisap nektar yang berperan penting dalam penyerbukan, burung pemakan serangga yang mengendalikan hama dan vektor penyakit, serta burung-burung pemakan ikan yang menjadi indikator kesehatan lingkungan perairan. Burung merupakan salah satu satwa favorit yang sering diperjualbelikan untuk dijadikan peliharaan. “Masyarakat kita mempunyai kegemaran memanfaatkan satwa liar sebagai peliharaan. Apalagi jenis burung kicau ini. Pemanfaatan satwa tersebut juga memperhatikan faktor keseimbangan. Keseimbangan yang kita maksud adalah seimbang antara kebutuhan yang diperlukan oleh manusia dan seimbang dengan keberadaan populasinya di alam.” Tambah Dr. Mahrus. Kepala Balai sangat mengapresiasi kepada instansi dan para-pihak terkait seperti TNI AL yang bergerak diperairan menggagalkan penyelundupan burung, Polda Kalsel dan Kejaksaan dalam proses hukum, dan Gakkum Seksi 1 Palangka Raya yang memproses awal penegakan hukum, serta Yonif 623 dan Tahura Sultan Adam untuk area pelepasliaran burung. Koordinasi yang baik perlu terus dibangun antar instansi pemerintah maupun masyarakat luas dalam menghadapi peredaran ilegal. Semoga burung-burung yang dilepasliarkan bisa berkembang biak dan menjaga harmonisasi alam dan lingkungan hidup. (ryn) Sumber : Titik Sundari, S.Hut - PEH BKSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Edukasi Siswa SD di Malang Selatan Dengan Pelepasliaran Tukik

Malang, 17 Juni 2022 – Balai Besar KSDA Jawa Timur (RKW 21 Pulau Sempu) bersama Pokmaswas Pilar Harapan/ Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSCT), Forpinka Gedangan, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Malang, Pos AL Sendangbiru, Polairud Sendangbiru, Perangkat Desa Gajahrejo, mahasiswa Kedokteran hewan UB, mahasiwa Universitas Negeri Malang, masyarakat sekitar pantai Bajulmati dan 100 siswa-siswi Sekolah Dasar Gajahrejo dengan didampingi bapak/ibu guru, melakukan pelepasliaran Tukik di Pantai Bajulmati Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, Jumat (17/6). Tukik yang dilepasliarkan jenis penyu Lekang/ penyu abu-abu (Lepidochelys olivaceae), merupakan hasil penyelamatan dari 1 sarang telur penyu pada tanggal 12 April 2022 yang dilakukan oleh masyarakat penggiat dan pelestari penyu “Pokmaswas Pilar Harapan/ Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC)”. Hasil penyelamatan telur penyu tersebut menetas keseluruhan tanggal 12 Juni 2022 dengan jumlah 130 ekor tukik. Pelepasliaran Tukik ini sebagai sarana, dan salah satu upaya edukasi kepada siswa-siswa Sekolah Dasar untuk menanamkan jiwa konservasi sejak dini, dengan memperkenalkan satwa liar jenis Penyu sebagai satwa liar dilinungi Undang-undang dan merupakan bagian penting dalam ekosisten laut. Potensi habitat tempat bertelur Penyu di beberapa pantai di wilayah Malang Selatan yang saat ini kondisinya sudah berubah menjadi lokasi wisata pantai dan banyak dikunjungi masyarakat, perlu ada perhatian dan dukungan dari para pihak, masyarakat termasuk generasi muda (siswa-siswa Sekolah Dasar), untuk terus meningkatkan keperdulian dalam rangka pelestarian Penyu dan habitatnya sebagai salah satu satwa liar yang dilindungi UU. Dalam kegiatan ini siswa-siswa Sekolah Dasar sangat antusias mengikuti pelepasliaran Tukik, mulai dari melihat kondisi tukik di kolam penampungan, melakukan pelepasliaran tukik di pinggir pantai dan mendengarkan materi tentang upaya menyelamatkan telur penyu, memindahkan dan menetaskan telur, serta mengembalikan tukik yang sudah menetas ke habitatnya di laut lepas. Penyu Lekang/ Penyu Abu-abu (Lepidochelys olivaceae), merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/ 12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi. Balai Besar KSDA Jawa Timur, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat penggiat Penyu di wilayah Malang Selatan: “Pokmaswas Pilar Harapan - Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSCT)” dan instansi terkait atas dukungan serta keperduliannya dalam upaya penyelamatan dan pelestarian Penyu di Malang Selatan. Sumber: Hari Purnomo – Polisi Kehutanan Madya Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Bersama 21 Personil, Balai TN Tesso Nilo Sisir Lokasi Rawan Perambahan

Baserah, 17 Juni 2022. Rabu, 15 Juni 2022 – Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Bapak Ibram Eddy Candra bersama dengan jajaran dan masyarakat melaksanakan patroli dan monitoring kawasan di SPTN Wilayah II Baserah, Rabu (15/6). Sebanyak 21 orang personil yang dipimpin langsung oleh Kepala SPTN II Baserah membuat dan memasang plang larangan di lokasi-lokasi rawan perambahan. Tim juga memasang PPNS line di lokasi sekaligus menutup akses masuk menuju lokasi perambahan. Ditengah-tengah kegiatan dilakukan pula pemusnahan terhadap penemuan sawit yang sebagian sudah tertanam di sekitar lokasi dan perusakan pondok perambah. Sebagai tindak lanjut dari penguasaan areal terbuka ini Kepala SPTN II Baserah mengarahkan kelompok masyarakat untuk membantu mengamankan dan menanam kembali areal tersebut. Kegiatan ditutup dengan penanaman mandiri dan sebar benih di areal kawasan, Kepala SPTN Wilayah II Baserah dan jajaran menghimbau masyarakat dan semua pihak untuk tetap menjaga keutuhan hutan dan tidak melakukan aktifitas illegal di dalam kawasan hutan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Penanaman Mandiri 1000 Bibit Tumbuhan

Baserah, 17 Juni 2022. Upaya mengembalikan fungsi hutan dan pemulihan ekosistem, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Bapak Ibram Eddy Chandra dan jajaran serta masyarakat melangsungkan penanaman mandiri bersama dengan masyarakat desa penyangga di kawasan SPTN Wilayah II Baserah, Rabu (15/6). Tim bersama-sama dengan Ketua RT, RW dan tokoh masyarakat melakukan penananaman sebanyak 1000 batang tanaman dengan jenis : Gaharu, Rambutan, Durian, Sirsak, Petai, Jengkol, Mahoni, Trembesi, Nangka, Cempedak Selian itu tim juga melakukan penyebaran biji di lokasi sebanyak 4 kantong. Biji-bijian tersebut disebarkan untuk reboisasi hutan dan lahan secara alamiah. Petugas SPTN Wilayah II Baserah ungkapkan penanaman mandiri bersama masyarakat akan ditingkatkan untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Gajah Masuki Pemukiman Warga, BBKSDA Sumut Lakukan Mitigasi

Sapo Padang, 16 Juni 2022. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrae) kembali menyambangi pemukiman warga di Dusun Sapo Padang, Desa Batu Jonjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Atas keresahan warga tersebut, Kepala Desa Batu Jongjong menyurati Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang memohon agar dilakukan evakuasi terhadap gajah. Lokasi konflik di Dusun Sapo Padang, Desa Batu Jonjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, merupakan enclave kawasan Taman Nasional (TN) Gunung Leuser. Menerima laporan kepala desa tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, didampingi pemerintahan Desa Batu Jonjong, telah melakukan mitigasi (penanganan) konflik pada tanggal 9 s/d 12 Juni 2022, berupa kegiatan identifikasi, patroli di sekitar jalur gajah, penghalauan dengan menggunakan petasan, serta pendampingan masyarakat yang melakukan aktifitas di kebun/ladang. Selama pelaksanaan mitigasi petugas tidak menemukan satwa gajah yang masuk ke areal perladangan masyarakat. Hanya ditemukan kotoran gajah di beberapa titik. Konflik manusia dengan satwa di Dusun Sapo Padang berpotensi cukup tinggi karena lokasinya berada di enclave TN Gunung Leuser, yang merupakan habitat satwa liar dilindungi, termasuk Harimau Sumatera, Orangutan Sumatera dan Gajah. Dalam pengumpulan bahan dan keterangan dari Kepala Dusun Sapo Padang, Kemaleman Sembiring, diperoleh informasi bahwa di Dusun Sapo Padang terdapat 33 KK, namun yang tinggal dan menetap hanya 19 KK, dengan jumlah jiwa 80 orang. Mata pencaharian penduduk pada umumnya adalah petani pekebun dengan luas keseluruhan kebun ± 300 Ha., yang ditanami dengan tanaman karet, kemiri dan pinang. Upaya mitigasi dan pendampingan yang dilakukan oleh petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat memberikan ketenangan kepada warga, dan berharap adanya patroli rutin yang dilakukan oleh petugas serta adanya solusi untuk menyelesaikan permasalahan konflik ini. Petugas juga menghimbau agar warga tetap berhati-hati dan waspada. Apabila melakukan aktifitas sehari-hari baik di kebun maupun di ladang, agar dilakukan secara berkelompok. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut.-Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

78 Orang Pelajar Studi Land Ekosistem di TWA Sibolangit

Sibolangit, 16 Juni 2022. Untuk kesekian kalinya siswa/siswi SMA Swasta Perguruan Methodist Pancur Batu, Deli Serdang, bersama guru pendamping menyambangi kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Sejatinya agenda tahunan belajar di alam, rutin dilakukan sekolah ini terutama saat covid belum melanda Indonesia. Dan kunjungan kali ini, yang berlangsung selama 2 (dua) hari berturut-turut, tanggal 13-14 Juni 2022, merupakan kunjungan yang perdana setelah pandemi covid mulai melandai. Agenda belajar di alam kali ini mengangkat tema : Studi Land Ekosistem TWA Sibolangit, dimana seluruh peserta melakukan observasi (pengamatan) langsung tentang berbagai potensi keragaman hayati yang ada. Model pembelajaran ini dimaksudkan untuk mensinkronkan atau mensinergikan materi (teori) yang didapatkan siswa selama proses pembelajaran di sekolah dengan kondisi yang sebenarnya di alam. Baik di hari pertama maupun di hari kedua, 78 orang siswa/siswi (kelas X), didampingi 9 orang guru, menikmati model pembelajaran yang disajikan oleh guru pembimbing, Ir. Rudi Tarigan, mengingat sebagian besar dari peserta baru pertama kali ini belajar di alam, khususnya di kawasan TWA. Sibolangit. Banyak hal yang menarik perhatian siswa/siswi yang belum diketahui, menjadi bahan pertanyaan dan diskusi, sehingga peserta dan pembimbing serta pendamping dari Resort CA./TWA. Sibolangit belajar bersama saling melengkapi. Momen ini pun digunakan oleh Kepala Resort CA/TWA Sibolangit, Samuel Siahaan, SP. untuk mengedukasi kalangan generasi muda tentang konservasi alam serta arti pentingnya bagi kehidupan manusia saat ini dan juga di masa mendatang. Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang sejarah singkat keberadaan kawasan CA/TWA Sibolangit beserta dengan keanekaragaman hayati dan berbagai potensi yang dimiliki kawasan ini. Agar tidak kehilangan momen penting, beberapa siswa mengabadikan kegiatan edukasi ini melalui kamera handphone nya masing-masing, sehingga melahirkan karya-karya kreatif dalam bentuk foto dan video. Dalam kesan dan pesan yang disampaikan, peserta mengungkapkan kebahagiaannya mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan studi land ekosistem di kawasan TWA Sibolangit. Mereka juga berharap edukasi ini berlanjut/berkesinambungan sehingga pemahaman tentang konservasi alam akan semakin tumbuh dengan baik. Sumber : Samuel Siahaan, SP.-PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tersangkut, Enam Ekor Penyu Diserahkan ke Resort Pulau Kelapa

Pulau Kelapa Dua, 16 Juni 2022. Masyarakat Pulau Kelapa Dua menyerahkan 6 (enam) ekor penyu yang merupakan satwa dilindungi kepada petugas Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Pulau Kelapa, Balai Taman Nasional (TN) Kepulauan Seribu. Penyerahan penyu sisik ini didasarkan atas laporan Bapak Budi Hartono yang merupakan pensiunan petugas Balai TN Kepulauan Seribu yang mendapatkan infomasi dari Bapak Doyok seorang nelayan di Pulau Kelapa menyampaikan adanya penyu tersangkut pada jaring nelayan miliknya di sebelah Utara Perairan Kepulauan Seribu. Menelusuri informasi yang diperoleh oleh Bapak Budi Hartono, Kepala Seksi PTN Wilayah I Pulau Kelapa segera memerintahkan tim untuk mengecek ke dermaga CNOOC di Pulau Kelapa tempat di mana penyu yang tersangkut jaring diamankan dan menerima penyerahan penyu tersebut dari nelayan yang diwakilkan oleh Bapak Budi Hartono kepada pihak Taman Nasional Kepulauan Seribu. Selanjutnya penyu yang diserahkan akan dilakukan observasi di Pusat Pelestarian Penyu SPTN Wilayah I Pulau Kelapa untuk mengetahui kondisi kesehatan penyu. Berdasarkan hasil identifikasi penyu hasil serahan tersebut terdiri dari 5 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) dengan rerata panjang karapas 43 cm dan rerata lebar kerapas 36,4 cm, serta 1 (satu) ekor penyu sisik (Eretmochelys imbricata) berjumlah satu ekor dengan panjang karapas 27 cm dan lebar karapas 24 cm. Sumber: Wira Saut Simanjutak - Penyuluh Kehutanan SPTN Wilayah I Pulau Kelapa, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Berita

Penampakan Kelinci Sumatera di Saniangbaka Solok

Padang, 13 Juni 2022. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah III Sijunjung Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) menerima laporan ditemukan seekor kelinci sumatera dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Saniangbaka, Kecamatan X Koto, Kabupaten Solok, Sumbar pada tanggal 9 Juni 2022. Satwa langka tersebut ditemukan oleh Pokdarwis dalam keadaan kurang sehat dan penuh dengan caplak dan sempat dilakukan perawatan selama tiga hari. Mengingat kelinci sumatera ini kami anggap super prioritas, Tim WRU Seksi III yang dibantu oleh dokter hewan mengevakuasi kelinci sumatera tersebut ke Yayasan Kalaweit untuk dilakukan proses observasi selanjutnya dan perawatan intensif dan pada tanggal 11 Juni 2022. Namun, pada tanggal 12 Juni 2022 pukul 7.00 wib, kelinci sumatera mengalami syok dan kejang- kejang, selanjutnya mati pada pukul 12.30 WIB dan dilakukan nekropsi oleh tim medis kalaweit. Diduga kematian kelinci sumatera ini karena luka dibagian punggung, infeksi, anemia dan stress. Untuk itu dilakukan upaya test DNA, pengambilan sample darah, pengambilan organ dalam, dan tubuh untuk diawetkan oleh laboratorium Biologi Universitas Andalas. Berdasarkan data IUCN kelinci sumatera pada tahun 2019 tidak memiliki data mencukupi dan hanya dilaporkan di Bukit Barisan Selatan, Bengkulu dan Leuser (https://www.iucnredlist.org/species/14662/45178557) BKSDA Sumbar Bersama Biologi Unand, Yayasan Kalaweit dan Fakultas Kehutanan UMSB membentuk tim untuk mendokumentasikan, morfologi, darah, DNA, hingga pengecekan habitat. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat Ardi Andono menyampaikan terimakasih kepada Pokdarwis Saniangbaka yang telah berupaya untuk melakukan perawatan kepada satwa langka yang populasinya terus menyusut di habitatnya yang status nya tergolong terancam punah sama seperti harimau sumatera, dan ini adalah penemuan yang langka terjadi di hutan Sumatera Barat ungkap beliau. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat

Menampilkan 1.553–1.568 dari 11.142 publikasi