Sabtu, 20 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Hutan Sekitar Kawasan Cagar Alam Cycloop Terima Kepulangan 74 Satwa Asli Papua

Jayapura, 2 Agustus 2022 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 74 satwa asli Papua ke habitat alaminya di hutan sekitar Kawasan Cagar Alam (CA) Pegunungan Cycloop. Momentum tersebut berlangsung pada Selasa (2/8), di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan pada BBKSDA Papua, Lusiana Dyah Ratnawati, mengatakan, “Sebagian satwa yang kembali ke habitatnya hari ini merupakan barang bukti titip rawat satwa dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, dan sebagain lagi satwa translokasi dari BBKSDA Jawa Timur.” Ia juga menyampaikan, jenis-jenis satwa terdiri atas 3 ekor kakaktua raja (Probosciger aterrimus), 2 ekor kakatua koki (Cacatua galerita), 13 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 2 ekor cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor), 6 ekor nuri bayan (Eclectus roratus), 8 ekor nuri cokelat (Chalcopsitta duivenbodei). Satwa-satwa tersebut merupakan bukti titip rawat satwa dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Papua. Sementara 2 ekor biawak hijau (Varanus prasinus), 2 ekor biawak ekor biru (Varanus doreanus), 19 ekor kadal panana/kadal lidah biru (Tiliqua scincoides), 3 ekor boa pohon papua (Candoia carinata), dan 14 ekor sanca hijau (Morelia viridis), merupakan satwa-satwa translokasi dari BBKSDA Jawa Timur. Lusiana menambahkan, semua satwa telah menjalani masa habituasi di kandang transit satwa Buper Waena, dan dinyatakan dalam kondisi sehat dan berperilaku alami sehingga siap dipulangkan ke habitat alaminya. Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala BBKSDA Papua, Abdul Azis Bakry, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua yang sudah membantu menyelamatkan satwa negara dan juga semua pihak yang telah terlibat dalam upaya melestarikan satwa liar milik negara. “Sebenarnya saya prihatin dengan adanya satwa-satwa yang hari ini dipulangkan ke alam dalam jumlah yang cukup banyak. Mengapa? Dilihat dari asal satwa, yang merupakan barang bukti titip rawat Ditreskrimsus Polda Papua dan translokasi dari BBKSDA Jatim, artinya masih terjadi tindak ilegal satwa liar dari Papua. Maka, pada kesempatan ini saya mengimbau semua pihak, stop perburuan dan perdagangan satwa liar asli Papua. Ini penting, karena tindak ilegal satwa liar sangat besar konsekuensi dan kerugiannya. Mari kita jaga satwa liar Papua sebelum menjadi kenangan.” Demikian ungkap Azis. (dd) Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center Balai Besar KSDA Papua : 0823 9770 9728
Baca Berita

Kirab Global Tiger Day 2022 BBKSDA Sumatera Utara

Medan, 1 Agustus 2022. Hari Harimau Sedunia (Global Tiger Day) adalah perayaan tahunan untuk meningkatkan kepedulian terhadap usaha konservasi harimau. Dirayakan setiap tanggal 29 Juli, dan pertama kali digagas di Saint Petersburg Tigger Summit pada tahun 2010. Tahun ini, Global Tiger Day kembali diperingati dan dirayakan. Di Sumatera Utara, dengan mengusung tema Aksi Kita Untuk Harimau Sumatera “Keep The Wildlife Wild”, dilaksanakan di jalan Stasiun Kereta Api Medan, pada Minggu 31 Juli 2022. Serangkaian kegiatan digelar, seperti : kirab di car free day, mural, lomba mewarnai, face painting harimau, musik dan puisi. Kegiatan kolaborasi melibatkan banyak pihak terkait, diantaranya : Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Wildlife Conservation Society (WCS), Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC), Harimau Kita, Tiger Heart, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), Kampung Sendiri, Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan, Vesswic, dan lembaga lainnya. Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat karena panitia dan tamu serta undangan melakukan kirab untuk mengkampanyekan penyelamatan Harimau Sumatera dengan mengelilingi kota Medan melintasi lokasi car free day di cagar budaya lapangan merdeka yang ramai dengan berbagai aktivitas warga kota Medan. Kegiatan yang langka ini menjadi daya tarik tersendiri apalagi dalam rombongan kirab ikut juga rohaniawan serta anak-anak yang wajah dan tubuhnya dilukis (face painting) seperti Harimau Sumatera, sehingga mendorong warga bertanya tentang Global Tiger Day. Selain kirab, kegiatan lainnya adalah lomba mewarnai yang diikuti ratusan anak-anak tingkat taman kanak-kanak dan tingkat Sekolah Dasar (SD) dari kelas I s.d kelas III. Cuaca yang cerah dan sedikit panas tidak menyurutkan semangat peserta untuk menyelesaikan perlombaan sampai akhir dan bahkan sampai pengumuman pemenang. Kemeriahan Global Tiger Day juga terlihat dari kegiatan mural yang dilaksanakan oleh anak-anak muda kreatif Kota Medan, yang dituangkan didinding-dinding kosong di jalan Stasiun Kereta Api Medan dengan gambar harimau dan burung rangkong. Mural ini bukan hanya sekedar untuk keindahan (estetika) tetapi juga mengandung makna filosofis mengajak warga untuk peduli terhadap kehidupan satwa liar. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang diwakili Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap panitia serta berbagai pihak yang ikut berkolaborasi dalam menyelanggarakan peringatan global tiger day. Secara khusus juga kepada Walikota Medan, Bobby Nasution, yang sudah memfasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan serta space (dinding/tembok kosong) untuk kegiatan mural. Harapannya kegiatan ini memberi manfaat, khususnya kepada anak-anak (generasi muda) yang ikut dalam perlombaan mewarnai, untuk menumbuhkan kepedulian sedini mungkin terhadap pelestarian satwa liar Harimau Sumatera. Turut hadir dalam peringatan global tiger day 2022, Wali Kota Medan diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Zulfansyah Ali Sahputra, Kepala Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Wilayah Sumatera, Subhan, S.Hut., M.Si., mewakili Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, perwakilan kepala-kepala UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara dan lembaga mitra kerjasama. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pelepasliaran Tukik Kembali Ke Habitatnya di Pulau Anak Karas Kecil, Kepulauan Riau

Pekanbaru, 02 Agustus 2022 – Pada akhir bulan Juli 2022, Balai Besar KSDA Riau telah melakukan pelepasliaran Tukik ke habitatnya di Pulau Anak Karas Kecil, Kelurahan Karas, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (30/7). Kegiatan pelepasliaran ini dipimpin oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik (KKHSDG) Ditjen KSDAE, ibu Indra Exploitasia dengan didampingi Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau dan beberapa Kepala Balai KSDA Regional Sumatera di sela waktu Rapat Koordinasi Pemanfaatan Tumbuhan Satwa Liar (TSL) regional Sumatera. Sebanyak 50 individu Tukik berjalan dengan antusias kembali ke habitatnya. Kegiatan ini dilakukan atas inisiasi Ibu Direktur KKHSG sebagai bagian dari “Road to Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2022”. Semoga populasi penyu di Provinsi Kepualaun Riau terus bertambah. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Elang Brontok Jese Gultom Dilepasliarkan Petugas BBKSDA Sumut

Parlombuan, 29 Juli 2022. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar menerima 1 ekor satwa liar dilindungi jenis Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) dari Jese Gultom, warga Desa Parlombuan, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Selasa 26 Juli 2022. Dalam keterangannya kepada petugas, Jese Gultom menjelaskan bahwa satwa tersebut dalam keadaan lemah ditemukannya di ladang/kebun pribadinya. Selama 3 bulan elang ini dirawatnya. Kemudian melalui Kelompok Tani (KT) Rahutbosi, binaan Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Jese Gultom mengetahui bahwa satwa tersebut termasuk jenis yang dilindungi. Atas saran dari KT. Rahutbosi akhirnya Jese Gultom menyerahkannya kepada petugas. Setelah dilakukan pengecekan kondisi kesehatan Elang Brontok yang terlihat sehat dan masih memiliki sifat liar, petugas kemudian melepasliarkannya ke kawasan Hutan Lindung Dolok Saut. Pelepasliaran ini juga menjadi rangkaian dari kegiatan Road to HKAN 2022. Semoga satwa ini dapat hidup dengan baik di habitatnya. Sumber : Yustiil Fazri – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tiga Ekor Lutung Jawa Kembali Dilepasliarkan Di Batu - Malang

Batu, 28 Juli 2020. Setelah 6 jam pendakian, tim pelepasliaran akhirnya sampai di titik koordinat yang dituju untuk kegiatan release Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), 28 Juli 2022. Titik lokasi pelespaliaran terletak pada ketinggian 2.020 meter diatas permukaan laut dan masuk dalam wilayah Hutan Lindung Coban Talun, Batu, Jawa Timur. Kali ini Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama The Aspinall Foundation Indonesia Program (TAFIP) melepasliarkan 3 ekor Lutung Jawa yang terdiri dari seekor jantan bernama Ponari dan 2 ekor betina bernama Siti dan Bona. Ketiga lutung tersebut telah menjalan proses rehabilitasi selama kurang lebih 2 tahun dengan observasi intensif selama 4 bulan di Javan Langur Centre (JLC), Coban Talun - Batu. Selain telah diberi tanda dengan microchip, ketiga lutung sudah menjalani pemeriksaan fisik, pemeriksaan parasit internal pada feses, hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, herpes, Tuberculosis (TBC), SIV (Simian Immunodeficiency Virus), STLV (Simian T-lymphotropic Virus), SRV (Simian Retro Virus) dan kultur bakteri melalui swab rectal. Hal ini untuk memastikan kondisi lutung benar-benar sehat dan tidak terjangkit penyakit apapun sebelum dilepasliarkan. Tak kurang 20 peserta yang mengikuti kegiatan pelepasliaran. Selain dari BBKSDA Jatim dan TAFIP-JLC, kegiatan juga diikuti dari mahasiswa Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Malang, Fakultas Kedokteran Hewan Univ. Brawijaya dan Univ. Airlangga, serta NGO - SATO. Meski harus bersusah payah menuju lokasi dengan medan yang terjal, namun semua terbayar saat melihat ketiga lutung telah kembali ke habitatnya. Semua berharap ketiganya dapat bertahan hidup dan berkembangbiak di rumah barunya. Sumber : Agus Irwanto - Resort Konservasi Wilayah 22 Malang, Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Warga Batunadua Serahkan 2 Ekor Elang Ke BBKSDA Sumut

Batunadua, 29 Juli 2022. Gunanda Wahyudi, warga Jln. Raja Inal Siregar, Batunadua, Padangsidimpuan, menyerahkan 2 ekor satwa liar dilindungi, jenis Elang Laut (Haliaeetus) dan Elang Ular (Spilornischeela) kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, pada Rabu 27 Juli 2022. Gunanda dalam keterangannya kepada petugas menyebutkan, bahwa kedua elang tersebut didapatkan dari salah satu areal perusahaan kebun sawit. Setelah dirawat selama 3 bulan, dan mengetahui bahwa satwa tersebut dilindungi, Gunanda kemudian menyerahkannya kepada petugas. Setelah menerima, petugas kemudian mengevakuasinya dan menitipkan ke kandang transit kantor Seksi Konservasi Wilayah III Sipirok untuk mendapat perawatan dan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitatnya. Sumber : Efrina Rizkiyah Pohan, SP. (Penyuluh Kehutanan) - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Observasi Perilaku Termoregulasi Pada Biawak Komodo

Labuan Bajo, 21 Juni 2022. Mahasiswa Prodi Sarjana Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana Kupang, melaksanakan kegiatan magang di Resort Loh Buaya Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo terkait tingkah laku komodo, nutrisi satwa mangsa yaitu monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan rusa timor (Rusa timorensis), serta manajemen konservasi medis. Puspita Rahayu Fitriani selaku mahasiswa magang tertarik mempelajari perilaku termoregulasi pada biawak komodo sebagai satwa ektotermal (ecthoterm) yang mengandalkan kondisi fisik lingkungan untuk mengatur stabilitas suhu tubuh. Perilaku termoregulasi yang diamati adalah yang berkaitan dengan rutinitas berjemur dan berteduh yang dilakukan komodo selama pengamatan. Termoregulasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk meregulasi atau mempertahankan suhu tubuhnya agar selalu berada dalam kisaran optimal. Termoregulasi berperan sangat vital dalam menjaga homeostatis tubuh agar enzim, hormon dan metabolisme tubuh lainnya bekerja sebagaimana mestinya, sehingga fisiologi tubuh dapat berjalan dengan normal. Sama seperti jenis reptil pada umumnya, komodo merupakan hewan berdarah dingin yang tidak dapat mengatur suhu tubuhnya sendiri, dikarenakan suhu tubuhnya sangat ditentukan atau bergantung kepada suhu lingkungan tempat komodo berada. Komodo mempertahankan suhu tubuhnya agar tetap konstan melalui penyesuaian perilaku dengan melakukan perilaku berjemur dan perilaku berteduh. Mekanisme termoregulasi pada komodo tidak berbeda jauh dengan reptil pada umumnya. Komodo memperoleh radiasi langsung dari panas matahari dan dapat pula berasal dari lingkungan yang memantulkan panas berdasarkan ada tidaknya vegetasi penutup tanah. Selain itu, panas radiasi dapat keluar dari tubuh apabila suhu tubuh sudah cukup tinggi bila dibandingkan dengan suhu atmosfer (lingkungan sekitar). Tubuh yang hangat mengeluarkan panas dan kemudian panas tersebut akan menghangatkan lapisan udara yang langsung berkontak dengan permukaan tubuh tersebut. Udara yang dihangatkan itu selanjutnya akan bergerak ke atas karena menjadi lebih ringan. Sementara itu, udara yang lebih dingin (temperaturnya lebih rendah) akan berpindah menggantikannya. Suhu tubuh optimal komodo ±35,5°C dan bila dirasa suhunya sudah melebihi kisaran optimal, komodo akan berpindah tempat untuk mencari tempat berteduh. Selain itu, jika suhu tubuhnya terlalu rendah, makanan yang berada di dalam perutnya akan membusuk dan dapat menyebabkan kematian. Tidak sama seperti hewan lainnya, Komodo tidak memiliki kelenjar keringat untuk membantunya dalam meningkatkan kehilangan panas tubuh jika dirasa suhu tubuhnya sudah cukup tinggi melalui penguapan air (evaporasi). Komodo hanya dapat memanfaatkan suhu lingkungan untuk membantu mengatur suhu tubuh yang sesuai untuk metabolisme tubuhnya. Iklim di kawasan Taman Nasional Komodo yang dipengaruhi oleh angin muson menyebabkan curah hujan turun <800mm/tahun. Hal ini mengakibatkan kawasan Taman Nasional Komodo menjadi salah satu daerah kering di Indonesia yang sesuai dengan habitat dari komodo. Suhu tahunan tertinggi di Taman Nasional Komodo adalah 43°C dengan suhu minimumnya 17°C. Berdasarkan hasil pengamatan Puspita Rahayu Fitriani di Loh Buaya, cuaca mempengaruhi keadaan lingkungan seperti hujan, sangat berpengaruh terhadap waktu komodo untuk melakukan aktivitas berjemur maupun aktivitas berteduh. Jika keadaan lingkungan lembab dan kurang terjangkau oleh panas matahari maka komodo akan memulai aktivitas berjemur lebih terlambat dari biasanya. Berdasarkan hasil pengamatan pada hari pertama saat turun hujan, salah satu komodo yang teramati memulai aktivitas berjemur pada pukul 09.00 WITA dimana biasanya jika cuaca sedang cerah, komodo akan memulai aktivitas berjemur lebih pagi yaitu pukul 06.00 WITA. Komodo lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berjemur dengan durasi 5-7 jam dan berteduh dengan durasi 4-6 jam. Selain cuaca mempengaruhi waktu aktivitas berjemur dan aktivitas berteduh, perilaku makan juga ikut mempengaruhi durasi komodo untuk melakukan aktivitas berjemur maupun berteduh. Semakin banyak asupan nutrisi yang dimakan komodo, maka semakin lama durasi komodo untuk melakukan aktivitas berjemur dan aktivitas berteduh. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggung Jawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana - Puspita Rahayu Fitriani Penyunting Berita: Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo +6282145675612
Baca Berita

Evakuasi Hiu Paus Totol yang Terdampar di Sungai Bogowonto

Kulon Progo, 27 Juli 2022 - Polhut Balai KSDA Yogyakarta melakukan pengecekan ke lokasi ditemukannya bangkai Hiu Paus Totol (Rhincodon typus) di Sungai Bogowonto, Congot, Jangkaran, Temon, Kabupaten Kulon Progo, Hari Rabu (27/7/22). Penemuan hiu paus totol tersebut berasal dari informasi Komandan Pos Satlinmas Glagah, Aris Widiatmoko yang melaporkan adanya bangkai hiu paus totol yang mengapung di Sungai Bogowonto dalam kondisi mati pada hari Selasa(26/7/22) sekitar pukul 19.15 WIB. Lokasi penemuan hiu paus totol berada sekitar 10 meter dari bibir Pantai Congot pada koordinat S -7.898 4320 E 110. 033 5925. Menerima laporan bangkai hiu paus totol tersebut, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menginstruksikan tim RKW Kulonprogo untuk menindaklanjuti informasi yang diterima dari masyarakat tersebut. “Saya minta personel Resort Konservasi Wilayah (RKW) Kulon Progo untuk segera merapat ke Sungai Bogowonto menindaklanjuti laporan masyarakat dan melakukan analisa penyebab kematian hiu paus totol tersebut”. tegas M. Wahyudi. Sampai di lokasi, Tim RKW Kulonprogo didampingi mahasiswa PKL dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara segera melakukan identifikasi bangkai hiu paus totol. Dari hasil pemeriksaan diketahui hiu paus totol berukuran panjang 8,7 m dengan lingkar badan 4,40 m, sirip dada 1,36 m sirip punggung 0,83 m, sirip ekor 2,00 m, lebar kepala 1,55 m, lebar mulut 1,08 m dan perkiraan berat diatas 1 ton. Mempertimbangkan ukuran hiu paus totol yang cukup besar tersebut, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat berat milik proyek pembangunan Pantai Congot yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan bangkai hiu paus totol. Proses identifikasi kemudioan dilanjutkan dengan tindakan nekropsi oleh drh. Slamet, dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Hasil nekropsi menunjukkan perkiraan hiu paus totol mati kurang dari 24 jam berdasarkan pemeriksaan kondisi mata yang masih baik. Dari pemeriksaan organ dalam diketahui adanya kerusakan pada hati (hepar) sehingga ikan tidak mau makan berhari-hari dan menyebabkan lambung menjadi kosong dan berakhir dengan kematian ikan tersebut. Setelah selesai dilakukan pengecekan, hiu paus totol selanjutnya dikubur dan sebagai kelengkapan administrasi atas dasar data dilapangan petugas RKW Kulon Progo membuat BAP kematian hiu paus totol tersebut. Sumber : Purwanto (Polhut Balai KSDA Yogyakarta) Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta-Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Berita

Lagi, Damkar Kota Ambon Serahkan Ular Sanca Kembang

Ambon, 25 Juli 2022. Petugas Pos Pelabuhan Laut Yos Sudarso Ambon Balai KSDA Maluku telah menerima penyerahan satwa liar berupa 1 (satu) ekor Ular Sanca Kembang (Phyton reticulatus) dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon, Kamis (21/07/2022). Ular tersebut berhasil ditangkap dan diamankan oleh petugas Damkar Kota Ambon pada saat hendak keluar dari bagian stang kendaraan roda 2 (dua) milik masyarakat yang sedang terparkir di kawasan A.Y. Patty Kota Ambon, kemungkinan ular tersebut masuk dan sembunyi di dalam body sepeda motor. Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh petugas Balai KSDA Maluku, diketahui bahwa ular tersebut memiliki panjang 1,1 meter dan kondisinya sangat liar dan sehat tanpa adanya bekas luka di badannya. Saat ini ular tersebut akan diamankan di Kandang Transit Passo Kota Ambon untuk dirawat dan dikarantina sebelum dilepasliarkan di habitat aslinya yang aman dan jauh dari pemukiman penduduk. Sumber : Jony Syaranamual - Polhut Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Ditemukan di Sekitar Camp Fire, Ular Python Dievakuasi dan Dilepasliarkan

Pekanbaru, 25 Juli 2022 - Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Dumai Balai Besar KSDA Riau melakukan pelepasliaran ular python (sanca kembang) di kawasan konservasi di Dumai, Kamis (21/7). Ular tersebut dievakuasi berawal dari laporan masyarakat yang bernama Pak Idam Khalid yang tinggal di Camp Fire, Jl. Putri Tujuh Kota Dumai yang melihat ular berkeliaran di sekitar pemukinan Camp Fire kepada Komunitas Tuah Satwa. Komunitas Tuah Satwa langsung bergerak cepat ke lokasi, dan melakukan penangkapan ular tersebut. Setelah ditangkap ular python (sanca kembang) dengan ukuran panjang sekitar 4 meter segera dibawa dan diserahkan ke kantor SKW IV. Petugas SKW IV menerima serah terima ular dari Komunitas Tuah Satwa dan langsung mengidentifikasi kondisi satwa tersebut. Mengingat kondisi satwa cukup baik dan sehat maka petugas SKW IV bersama dengan Komunitas Tuah Satwa segera melepasliarkannya ke dalam kawasan konservasi di Dumai. Terima kasih bapak Idam Khalid dan Komunitas Tuah Satwa atas kerjasamanya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Road to HKAN 2022, BKSDA Sumatera Barat Lepas Beruk Mentawai

Siberut, 24 Juli 2022. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) melepasliarkan satwa liar dilindungi jenis Bokkoi / Beruk Mentawai (Macaca siberu) sebanyak 2 ekor dengan jenis kelamin jantan, Minggu (24/7). Kedua satwa tersebut merupakan hasil penyerahan dari masyarakat di kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menjalani proses rehabilitasi dan habituasi selama lebih kurang 5 (lima) tahun, sesuai dengan data medis serta pengamatan perilaku dan sifat liarnya maka kedua Bokkoi sudah layak untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di Siberut. Pelepasliaran ini dilakukan BKSDA Sumbar bersama Balai Taman Nasional Siberut di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Saibi Sarabua, disaksikan oleh Camat Siberut Selatan, Polsek Siberut Selatan, Kepala Desa Maileppet, Kec. Siberut Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tingginya kesadaran dan dukungan semua pihak akan pentingnya perlindungan primata endemik Mentawai ini. Kepala Balai KSDA Sumbar mengutip pernyataan Prof. Endang Sukara, dari LIPI/BRIN bahwa Kepulauan Mentawai sangat unik karena terpisah dengan Sumatera daratan hampir satu juta tahun lalu sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang berbeda dari pulau Sumatera yang paling mencolok adalah adanya 4 primata yang endemik di Mentawai dimana salah satunya Bokkoi. Untuk itu penanganan satwa primata ini perlu perhatian yang lebih dari yang lainnya. Beruk bokkoi sangat berbeda dengan Beruk Sumatera baik warna rambut dan ukurannya. Rambut bokkoi berwarna cokelat gelap pada bagian belakang sedangkan pada bagian leher, bahu dan bagian bawah berwarna cokelat pucat. Kaki berwarna coklat. Perbedaan bokoi dengan beruk jenis lain terletak pada rambut bagian pipi dan mahkota. Bagian pipi bokoi berwarna lebih gelap daripada beruk lainnya, mahkota bokoi berwarna cokelat, rambut pada dahi lebih panjang. Bokoi memiliki kantong pipi yang terlihat jelas. Punggung dan tangannya sering digunakan untuk membawa makanan. Bokoi bersifat diurnal, arboreal dan terestrial. Lebih banyak di tanah, sesekali berada di kanopi bawah. Pakannya terdiri dari Buah dan biji-bijian : 73.8%; hewan kecil (serangga, anak burung, kepiting, rayap) : 12.2 %; Daun-daunan : 5.4% dan Tunas-tunasan : 3%. Hidup dari pantai hingga pegunungan dengan berkelompok terdiri dari 15-40 individu. Panjang badan jantan dewasa antara 49-56 cm dengan berat badan 6-14,5 kg, sedangkan untuk betina lebih kecil dari ukuran jantan. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah membantu dan mendukung upaya pelestarian satwa liar jenis Bokkoi yang menurut Redlist IUCN berstatus Endangered atau langka dan termasuk satwa yang dilindungi oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Semoga Bokkoi tersebut hidup dan berkembangbiak lebih baik di habitat aslinya. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Damkar Kota Ambon Serahkan Ular Pohon Coklat

Ambon, 25 Juli 2022. Satu ekor Ular Pohon Coklat (Boiga Irregularis) diserahkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon kepada Balai KSDA Maluku, Jum’at (15/07/22) pukul 09:30 WIT. Ular tersebut berhasil ditangkap dan diamankan oleh petugas Damkar Kota Ambon di salah satu rumah warga yang berada di Desa Halong Kecamatan Baguala Kota Ambon. Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh petugas BKSDA Maluku, diketahui bahwa ular tersebut memiliki panjang 2,3 meter dengan kondisinya sangat liar dan sehat tanpa adanya bekas luka di badannya. Ular Pohon Coklat (Boiga irregularis) merupakan salah satu jenis ular yang memiliki 'bisa' menengah dengan penyebaran alaminya berada di Indonesia Bagian Timur dan Australia. Saat ini ular tersebut sudah diamankan di Kandang Transit Passo Kota Ambon untuk dirawat dan dikarantina sebelum dilepasliarkan di habitat aslinya yang aman dan jauh dari pemukiman penduduk. Sumber : Kacuk Seto Purwanto, S.Hut - Polhut Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Pemusnahan Media Pembawa Hawa Penyakit Hewan Karantina

Ambon, 25 Juli 2022. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai KSDA Maluku - Ibu Rosna, S.P beserta Kepala Resort Pulau Ambon menjadi saksi dalam kegiatan Pemusnahan Media Pembawa Hawa Penyakit Hewan Karantina (HPHK) di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon, Kamis (21/7/22). Satwa yang dimusnahkan sejumlah 6 (enam) ekor ayam hasil penahanan petugas karantina pertanian dari beberapa armada kapal. Penahanan ayam ini dilakukan karena tidak memiliki sertifikat karantina hewan dan dokumen persyaratan dari daerah asal, serta tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut selama waktu yang ditentukan. Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2019 pasal 44 ayat 2, pasal 44 ayat 4, dan pasal 48, bahwa apabila orang yang memasukkan dan/atau mengeluarkan media pembawa HPHK dari suatu area ke area lain di wilayah NKRI tanpa melengkapi persyaratan Karantina maka dilakukan penahanan, tindakan penolakan, dan pemusnahan tehadap Media pembawa HPHK tersebut. Sebelum dilakukan kegiatan pemusnahan, beberapa saksi melakukan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Media Pembawa HPHK. Sumber : Tim Media Balai KSDA Maluku
Baca Berita

BBKSDA Riau Pantau Lokasi Keberadaan Gajah Liar

Pekanbaru, 25 Juli 2022 - Tim Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Duri melakukan mitigasi konflik di Desa Petani, Kec. Bathin Solapan, Kab. Bengkalis, Selasa (19/7). Mitigasi ini menindaklanjuti laporan Kepala Desa Petani tentang keberadaan Gajah Sumatera yang sudah satu bulan berada di perkebunan masyarakat dan merusak tanaman masyarakat. Guna mengecek kebenaran berita tersebut, Tim menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pelapor melalui sambungan telpon yang dicantumkan di laporannya. Namun si pelapor tidak mengangkat telponnya, sehingga Tim memutuskan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan bertanya kepada masyarakat yang memiliki kebun di area tersebut. Berdasarkan pengakuan masyarakat, gajah sudah mulai jarang memasuki areal kebun mereka, dan tim juga tidak menemukan jejak baru. Oleh karena itu, Tim melakukan sosialisasi agar masyarakat tetap waspada dan pro aktif melaporkan apabila ada gangguan satwa gajah di areal tersebut dan tidak bertindak anarkhis terhadap satwa dilindungi tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mitigasi Konflik Rombongan Gajah Berjumlah 16 Ekor

Pekanbaru, 25 Juli 2022 - Balai Besar KSDA Riau melalui Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga melakukan mitigasi konflik satwa liar gajah sumatera di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (16/7). Mitigasi diawali dengan koordinasi kepada aparat desa dan masyarakat setempat terkait masuknya gajah ke Desa Tasik Serai. Dari koordinasi tersebut, Tim menemukan rombongan gajah yang berjumlah 16 ekor dengan 1 ekor bayi gajah yang baru lahir. Informasi warga, gajah masuk sejak hari Rabu, 13 Juli 2022. Tim sudah melakukan pemantauan, penghalauan dan penjagaan bersama aparat keamanan dan masyarakat agar tidak masuk ke areal perladangan dan pemukiman. Rombongan gajah saat ini berada di Desa Koto Pait, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BKSDA Maluku Amankan Dua Ekor burung Nuri Maluku

Ambon, 25 Juli 2022. Petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Pos Pelabuhan Yos Sudarso Ambon telah mengamankan sebanyak 2 (dua) ekor burung Nuri Maluku (Eos bornea) yang dibawa oleh salah seorang penumpang kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 72 saat bersandar di Pelabuhan Gudang Arang Kota Ambon dari Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan, Rabu (20/07/2022) . Burung tersebut rencananya akan dibawa ke Kota Ambon untuk dipelihara. Saat ini kedua ekor burung tersebut sudah diamankan di kandang Transit Passo Kota Ambon untuk dikarantina dan direhabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Sumber : Jony Syaranamual - Polhut Balai KSDA Maluku

Menampilkan 1.489–1.504 dari 11.142 publikasi