Sabtu, 20 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Bersih Pantai Cemara Asri TWA Pelaihari di Hari Konservasi

Batakan, 10 Agustus 2022 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melalui Seksi Konservasi Wilayah 1 Pelaihari Menyelenggarakan kegiatan aksi bersih sampah di Taman Wisata Alam (TWA) Pelaihari, khususnya Pantai Cemara Asri Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka rangkaian kegiatan Road to HKAN 2022 yang tahun ini akan diperingati di Taman Nasional Bali Barat, Gilimanuk Provinsi Bali pada tanggal 31 Agustus s/d 3 September 2022. Aksi bersih sampah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya masyarakat Desa Batakan tentang pentingnya kelestarian lingkungan dan fungsi kawasan konservasi. Aksi bersih sampah di TWA Pelaihari melibatkan beberapa instansi lain dan kelompok masyarakat yaitu Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut; KHP Tanah Laut; DAOPS Manggala Agni Tanah Laut; Pemerintah Desa Batakan; Kelompok Tani Lestari Desa Batakan; Kelompok Jasa Penyebrangan Pulau Datuk Desa Tanjung Dewa; Kelompok Relawan Rumah Gerbaca Desa Batakan; dan Tim Media. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Bapak Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc., didampingi oleh Kepala SKW I Mirta Sari, S. Hut, MP, Kepala Resort TWA Pelaihari Alfian Soehara dan diikuti oleh seluruh peserta kegiatan. Pembersihan sampah dilakukan di areal pantai TWA Pelaihari, dengan cara memungut sampah ke dalam kantong sampah dan dikumpulkan pada mobil truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut. Pada akhir kegiatan Kepala Balai mengapresiasi semua unsur pemerintahan kabupaten Tanah Laut dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini. Sinergitas pengelolaan TWA Pelaihari ini harus tetap dijalin. Mari tingkatkan pengelolaan TWA Pelaihari ini dengan cara kerjasama agar dapat memberikan manfaat bagi kita semua serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, tambahnya. Kebersihan lingkungan dan fasilitas akan menjadi tolak ukur kedatangan wisatawan di TWA Pelaihari. (ryn) Sumber : Riyan Susilo Adji, S.Kom. - Tim Media Sosial BKSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Konservasi Kura-kura Selotong Untuk Selamatkan Tuntong Laut

Tim melakukan pengukuran morfologi Tuntong Laut Selotong, 12 Agustus 2022. Kegiatan pengukuran morfologi Tuntong Laut (Batagur borneoensis) di Kolam Pembesaran yang dikelola Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, merupakan rutinitas yang dilakukan oleh Tim Resort SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut, seperti yang dilakukan pada Selasa 9 Agustus 2022 kemarin. Pengukuran morfologi ini meliputi pengukuran panjang dan lebar karapas serta beratnya. Saat ini terdapat 89 individu Tuntong Laut yang ada di dalam kolam pembesaran dengan rincian : usia dewasa hasil penyerahan masyarakat dan penindakan hukum sebanyak 4 individu dan usia anakan sebanyak 85 individu dimana 5 individu hasil patroli tahun 2019, 45 individu hasil patroli tahun 2021, 34 individu hasil patroli tahun 2022 serta 1 individu penyerahan masyarakat. Pembangunan kolam pembesaran yang berada di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, berawal dari adanya informasi keberadaan satwa Tuntong Laut di kawasan Suaka Margasatwa (SM) karang Gading Langkat Timur Laut yang diperoleh dari lembaga Conservation Indonesia sekitar tahun 2014, yang mendeteksi keberadaan satwa ini di Kabupaten Langkat setelah dinyatakan punah di Kalimantan. Kolam pembesaran Tuntong Laut Kemudian pada tahun 2018, mulai ada titik terang keberadaan satwa liar ini. Seksi Konservasi Wilayah II Stabat menggandeng kelompok mitra KTH Tumbuh Subur melakukan upaya penetasan eksitu dari temuan telur di alam. Tingkat keberhasilan penetesan di alam sangat kecil karena adanya predator dan terutama adalah manusia. Setelah melalui pengkajian-pengkajian dan diskusi yang panjang dengan lembaga yang peduli terhadap konservasi satwa liar ini, akhirnya dibangunlah kolam pembesaran di lokasi site monitor Tuntong Laut dengan mendapat dukungan sepenuhnya dari Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia (YSLI), yang saat ini masih proses pengajuan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Di momen Road To HKAN 2022, ekspektasi jangka panjang diharapkan lokasi site monitor Tuntong Laut Selotong dapat dikembangan menjadi Pusat Konservasi Kura-kura di Sumatera Utara, tentunya dengan dukungan dari Direktorat Konservasi keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik beserta lembaga mita YSLI. Sebagai salah satu kura-kura paling terancam di dunia, diharapkan nantinya Pusat Konservasi Kura-kura Selotong dapat menjadi tempat rujukan dan role model keberhasilan pengembalian populasi spesies ini di alam sekaligus menjadi ikon SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara Penulis : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH. (Kepala SKW II Stabat)
Baca Berita

Road To HKAN 2022, Balai Besar KSDA Sumatera Utara Lepasliar Satwa Dilindungi

TWA Sicike-cike, 10 Agustus 2022. Road To Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2022, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan pelepasliaran satwa liar dilindungi di kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike di Kabupaten Dairi, pada Selasa 9 Agustus 2022. Adapun jenis satwa yang dilepasliarkan adalah 2 individu Kukang (Nycticebus coucang) dengan jenis kelamin betina dan jantan, 1 ekor Kucing Emas (Profelis aurata) berjenis kelamin jantan, dan 1 ekor Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) berjenis kelamin jantan. Satwa Kukang dan Kucing Emas merupakan penyerahan masyarakat, sedangkan Kucing Kuwuk merupakan barang bukti titipan Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera yang perkaranya sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap). Satwa-satwa tersebut sebelum dilepasliarkan telah menjalani perawatan dan rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit. Berdasarkan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Tim Medis PPS Sibolangit, disimpulkan hasil observasi dan pengamatan visual tidak terlihat adanya gejala klinis penyakit menular dan satwa dalam kondisi normal/sehat sehingga layak untuk dikembalikan ke habitatnya. Kawasan TWA Sicike-cike dipilih sebagai lokasi pelepasliaran, mengingat kawasan ini merupakan habitat dari satwa-satwa tersebut. Pelepasliaran dilaksanakan langsung Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan, Amenson Girsang, SP. dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Raya, S.Sos. Dengan pelepasliaran ini diharapkan Kukang, Kucing Emas dan Kucing Kuwuk dapat hidup dan berkembang biak secara alami di habitatnya. Sumber : Ani, SP. – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara.
Baca Berita

Bahagia, Kelompok Tani Bunga Meranti Terima Bantuan BBKSDA Sumatera Utara

Nagori Purba Tongah, 10 Agustus 2022. Dalam upaya mempercepat peningkatan perekonomian masyarakat, Balai Besar KSDA Sumatera Utara gencar melakukan Pemberian Bantuan Ekonomi Produktif dalam rangka Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Sekitar Kawasan Konservasi. Kali ini melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, pada Selasa 9 Agustus 2022 telah memberikan bantuan kepada kelompok Tani binaan Bunga Meranti di Nagori Purba Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, yang berbatasan langsung dengan kawasan Cagar Alam (CA) Martelu Purba, berupa peralatan pertanian dan pengolahan kopi : mesin cultivator 2 unit, mesin pemotong rumput 3 unit, mesin pembubuk kopi/grinder 1 buah, dan alat press plastik kemasan bubuk kopi 1 buah. Sebelumnya di tahun 2020, Kelompok Tani Bunga Meranti juga menerima bantuan ekonomi produktif dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara berupa mesin pengupas kopi (Huller) 1 unit dan mesin sangrai (Roasting) 1 unit. Oleh karena itu pengurus dan anggota kelompok tani menyatakan kegembiraan dan apresiasi kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang telah memberikan bantuan. Semoga bantuan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta kepedulian terhadap kelestarian kawasan CA. Martelu Purba. Masyarakat Sejahtera, Hutan Lestari. Sumber : Lisbeth Manurung, S.Hut. – Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Harimau Muncul di Saipar Dolok Hole, Petugas Lakukan Mitigasi

Saipar Dolok Hole, 10 Agustus 2022. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok menerima laporan masyarakat Dusun Batanggarut, Desa Batang Parsuluman, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (8/8) tentang adanya Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang berkeliaran di sekitar kampung Batanggarut dan di kebun masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok melakukan pengecekan ke lokasi. Hasilnya ditemukan beberapa jejak harimau di jalan kebun dan disamping gubuk masyarakat. Petugas kemudian melakukan upaya pemantauan bersama masyarakat di beberapa titik untuk mengetahui keberadaan si raja hutan, melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti : Komando Rayon Militer (Koramil) 04 Saipar Dolok Hole dan Polsek Saipar Dolok Hole, serta membuat bunyi-bunyian untuk mengusir harimau dengan membunyikan jenduman. Selain itu, petugas juga memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap waspada, menghindari waktu kembali (pulang) dari kebun/ladang terlalu sore, dan jangan terlalu pagi berangkat ke kebun selama harimau masih terlihat berkeliaran, tidak melakukan tindakan/perbuatan apapun yang mengancam keselamatan baik warga maupun harimau, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat harimau muncul kembali. Sumber : M. Nasir Siregar - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Waktu Yang Tepat, BBKSDA Sumatera Utara Beri Bantuan Bibit Kepiting

Paluh Kurau, 10 Agustus 2022. Tindak lanjut dari pendampingan terhadap Kelompok Tani Hutan (KTH) Tanjung Harapan mitra Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Senin 8 Agustus 2022, melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat telah diserahkan bantuan budidaya perikanan pola Silvofishery berupa bibit kepiting sebanyak 200 kg kepada KTH Tanjung Harapan di Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Ini merupakan bantuan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan tahun 2022. Bibit kepiting akan dibudidayakan dengan teknik empang paluh/empang parit di areal kemitraan konservasi KTH Tanjung Harapan di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Penyerahan bantuan ini berdasarkan pertimbangan bahwa ini merupakan waktu yang tepat memulai budidaya kepiting dengan target memenuhi permintaan pasar yang akan memuncak pada bulan Desember 2022. Balai Besar KSDA Sumatera Utara berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat KTH Tanjung Harapan dan kepedulian terhadap kelestarian kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Masyarakat Sejahtera, Hutan Lestari. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., M.H. –Kepala SKW II Stabat Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Manuver HKAN BBKSDA Riau di TWA Buluh Cina

Pekanbaru, 10 Agustus 2022. Balai Besar KSDA Riau melakukan kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2022 di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, seperti lomba fotografi, pelepasliaran satwa dan penanaman bibit pohon. Satwa yang dilepasliarkan berupa satu ekor elang jenis brontok (Spizaetus cirrhatus), tiga ekor kura kura dengan jenis masing masing dua ekor kura batok (Cuora amboinensis) dan satu ekor kura kura kaki gajah (Manouria emys) serta tiga puluh perkutut (Zebra dove) yang seluruhnya adalah merupakan hasil serahan warga. Pelepasliaran dan penanaman pohon dipimpin langsung Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan dan dihadiri oleh Ninik mamak Desa Buluh Cina, Kepala Desa Buluh Cina, Danramil, masyarakat Desa Buluh Cina dan peserta lomba fotografi. Adapun jenis bibit yang ditanam adalah Gaharu, Trembesi dan Durian di pinggir danau Tanjung Putus, salah satu dari tujuh danau yang ada dalam kawasan konservasi TWA Buluh Cina. Lomba fotografi diikuti peserta sebanyak 28 orang dari berbagai kalangan dengan tema Taman Wisata Alam Buluh Cina dan Kearifan Lokal. Dalam pernyataannya, bapak Genman menyampaikan bahwa serah terima yang dilakukan oleh masyarakat tidak lepas dari upaya sosialisasi yang dilakukan petugas Balai Besar KSDA Riau di lapangan. xSemoga kegiatan ini dapat membangkitkan semangat memulihkan alam secara bersama untuk masyarakat sejahtera. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Konferensi Pers Perdagangan Sisik Trenggiling Bersama Polres Taput dan BBKSDA Sumut

Tarutung, 10 Agustus 2022. Hasil giat operasi penangkapan terhadap dugaan perdagangan sisik Trenggiling (Manis javanica) dan paruh burung Rangkong (Buceros sp.), Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Utara bersama dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diwakili Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung melakukan konferensi pers bersama di Mako Polres Tapanuli Utara, pada Selasa 9 Agustus 2022. Kapolres Tapanuli Utara menjelaskan kronologis peristiwa penangkapan yang bermula pada Jumat, 05 Agustus 2022, bahwa Tindak Pidana Tertentu (TIPIDTER) IV Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Utara, menerima laporan dari warga dan ditindaklanjuti dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku LR, warga Desa Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, di jalan D.I. Panjaitan, Tarutung dengan barang bukti 38 kg sisik Trenggiling kering, pada Sabtu 6 Agustus 2022. Dalam pengembangan kasus, petugas juga berhasil menangkap S warga Kabupaten Pidie Jaya, Propinsi Aceh, di seputaran jalan Sisingamangaraja, Tarutung dengan barang bukti 10 paruh Burung Rangkong. Usai penangkapan, petugas Polres Tapanuli Utara kemudian melakukan penahanan dan pemeriksaan terhadap kedua pelaku serta mengamankan barang bukti. Sumber : Manigor Lumban Toruan, SP. – Kepala SKW IV Tarutung, dan Budi Satria Sihite, S.Hut. - Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tali Asih Kepada Korban Gigitan Buaya di Sumba Timur

Waingapu, 10 Agustus 2022. Petugas Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) bersama petugas Polsek Pahunga Lodu dan aparat Desa Mburukulu, mendatangi rumah duka korban (umur 5 tahun) gigitan buaya yang terletak di Jalan Waingapu, Desa Mburukulu, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Petugas mendapatkan laporan dari masyarakat setempat bahwa ada korban gigitan buaya di desa tersebut. Kedatangan petugas ke rumah duka melalui koordinasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur untuk memberikan tali asih kepada keluarga yang ditinggalkan. Saat ke rumah duka tersebut, keluarga dekat menjelaskan bagaimana kejadian itu terjadi. Sekitar pukul 16.00 WITA, orang tua korban pulang melaut dan korban ingin menghampiri kedua orang tuanya. Namun, korban tiba-tiba langsung ditarik menjauh dari pantai oleh seekor buaya berukuran 3 meter dan dibawa ke kedalaman muara sedalam 3-4 meter. Setelah dilakukan pencarian selama 90 menit, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan beberapa luka gigitan pada bagian kepala. Keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian dari BBKSDA NTT dan Balai TN Matalawa. Keluarga dan masyarakat setempat mengharapkan agar instansi terkait dapat membantu mengatasi permasalahan buaya ini sehingga kejadian serupa tidak terulang. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti Teks: Dwi Agung Herdiyanto, S.H Editor: Dwi Putro Notonegoro, S.Hut, M.S.E, M.Ec Foto: Dwi Putro Notonegoro, S.Hut, M.S.E, M.Ec
Baca Berita

Evakuasi Korban Kecelakaan di Jalur Pendakian Sembalun

Sembalun, 10 Agustus 2022. Terjadi kecelakaan pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di jalur pendakian Sembalun. Berawal dari Petugas yang mendapat laporan dari salah satu Trekking Organizer (TO) pada Minggu (7/8) sore pukul 17.00 WITA yang menyatakan bahwa tamunya mengalami kecelakaan terpeleset jatuh saat melintas turun dari arah Plawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak di sekitar lokasi KM 10, sehingga menyebabkan korban mengalami sakit pada kedua lutut dan tidak bisa berjalan. Dan atas bantuan porter dan guide korban digendong sampai di area camp Danau Segara Anak. Informasi data korban teridentifikasi sebagai WNA sesuai dengan tiket registrasi dan kode booking di eRinjani. Selanjutnya, pada hari Senin pagi (8 Agustus 2022) pukul 08.30 WITA petugas TNGR mengerahkan tim evakuasi yang terdiri dari 10 porter dan 2 tenaga medis dan bergerak menuju lokasi korban (area camp Danau Segara Anak). Tim evakuasi tiba di lokasi korban pada pukul 16.00 WITA dan langsung melakukan pemeriksaan serta penanganan medis terhadap kondisi korban. Kemudian pukul 17.00 WITA, tim evakuasi bergerak membawa korban menggunakan tandu menuju Plawangan Sembalun dan tiba di Shelter Emergency Plawangan Sembalun pada pukul 21.00 WITA untuk beristirahat, selanjutnya tim melanjutkan perjalanan kembali pada pukul 23.00 WITA. Tim evakuasi bersama korban tiba di batas kawasan TNGR pada Hari Selasa dini hari (9 Agustus 2022) pukul 03.30 WITA dalam keadaan selamat dan aman. Bagi para pendaki, dianjurkan selalu berhati-hati dalam melakukan pendakian. Perhatikan kondisi fisik dan jangan memaksakan diri jika lelah istirahatlah sejenak, pulihkan stamina untuk mulai melanjutkan perjalanan kembali. Stay safety, Keep healthy! Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Balai TN Kutai Memulihkan Alam Untuk Masyarakat Sejahtera

Bontang, 10 Agustus 2022. Bertempat di Bontang Mangrove Park, Balai Taman Nasional (TN) Kutai menyelenggarakan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2022. Rangkaian peringatan HKAN Tahun 2022, diselenggarakan dengan menanam 1000 pohon mangrove dan lomba lukis poster tingkat SLTA Se-kota Bontang. Kegiatan peringatan HKAN Tahun ini melibatkan Forkopimda Kota Bontang, Dinas LH, dan Dinas terkait lainnya, Mitra TN Kutai, Staf PLN UIW Kaltimra, dan staf Balai TN Kutai. Dalam sambutan pembukaan Kepala Balai TN Kutai, Persada Agussetia Sitepu menyampaikan bahwa HKAN diadakan sebagai peringatan pentingnya konservasi alam untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. HKAN juga menjadi ajang kampanye agar masyarakat bisa peduli dan ikut terlibat dalam upaya pelestarian ekosistem alam Indonesia. Konservasi alam ini bahkan sudah ada sejak masa Hindia-Belanda. Sementara itu perwakilan dari PT. PLN, Dona Sinatra, dalam sambutannya menyampaikan komitmen PT. PLN dalam mengurangi emisi melalui "green program" antara lain dengan mendukung penyelenggaraan konservasi di TN Kutai melalui program penanaman pohon dan kegiatan lainnya. Peringatan HKAN dibuka secara resmi Plt. Asisten II Pemkot Bontang mewakili Walikota Bontang dan beliau menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang mendukung pelestarian alam di Bontang. Beliau juga menyampaikan harapan bahwa Lomba lukis poster tingkat SLTA, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian remaja terhadap lingkungan dan hasilnya dapat menjadi bahan kampanye untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Selamat Hari Konservasi Konservasi Alam Nasional Tahun 2022. Mari bersama : "Memulihkan Alam untuk Masyarakat Sejahtera. Salam Konservasi. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Balai TN Matalawa Melepas Hasil Pengamanan Satwa dari Pengendara Motor

Waingapu, 8 Agustus 2022. Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) mengamankan sejumlah satwa dari tangan masyarakat pengendara motor di sekitar bandara Umbu Mehang Kunda, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Pengamanan ini dilakukan atas dasar laporan anggota Polres Sumba Timur yang telah terlebih dahulu mengamankan pengendara tersebut karena pelanggaran lalu lintas. Saat diamankan, ditemukan 4 kardus berisi 48 ekor Decu Belang (Saxicola caprata) dan 22 ekor Branjangan Jawa (Mirafra javanica). Pemeriksaan kemudian dilakukan kepada terduga dan memperoleh informasi bahwa yang bersangkutan hanya kurir untuk melakukan pengantaran paket kardus tersebut dari Kawangu menuju Kambajawa. Ia juga tidak memiliki surat izin angkut untuk satwa liar tersebut sehingga inilah yang menjadi dasar Polhut untuk melakukan pengamanan terhadap satwa-satwa tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan pada burung-burung tersebut, diputuskan agar segera dilakukan pelepasliaran untuk mengurangi tingkat stress yang dapat menyebabkan kematian satwa. Pelepasliaran dilakukan di kawasan hutan lindung Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sumba Timur Km. 10, Kota Waingapu. Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti Teks: Agus Kusumanegara, S.Hut, M.Si Editor: Dwi Putro Notonegoro, S.Hut, M.S.E, M.Ec Foto: Jaelani
Baca Berita

Melepas 230 Lepidochelys olivacea di Pantai Mampie Sulawesi Barat

Makassar 4 Agustus 2022. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) bersama komunitas Sahabat Penyu Sulawesi Barat melepaskan 230 tukik penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Mampie Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat pada tanggal 3 Agustus 2022. Sebanyak 230 tukik yang dilepaskan merupakan hasil penyelamatan sarang penyu maupun relokasi sarang ke rumah penyu oleh komunitas sahabat penyu Sulawesi Barat. Pantai Mampie merupakan salah satu lokasi peneluran penyu di wilayah Sulawesi Barat. Jenis penyu yang bertelur yaitu penyu lekang dan penyu hijau. Sejak 2013, upaya konservasi telur penyu telah dirintis oleh Muhammad Yusri atas rasa prihatinnya terhadap keberadaan telur-telur penyu yang menjadi perburuan warga untuk dijual. Baru kemudian pada tahun 2016, Yusri mendirikan komunitas Sahabat Penyu beserta Rumah Penyu di Pantai Mampie. Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Yusri menceritakan arti penting keberadaan Rumah Penyu bagi masyarakat sekitar. “Keberadaan rumah penyu di Mampie menjadi tempat beraktivitas komunitas Sahabat Penyu. Selain itu juga dimanfaatkan masyarakat setempat dalam hal berbagai kegiatan misalnya pertemuan, musdus, dan lain-lain. Rumah penyu juga menjadi tempat belajar anak-anak sekitar misalnya mengenal penyu, satwa laut lainnya. Kawasan rumah penyu juga sebagai tempat proses bertelurnya penyu, karena di sekitar sini banyak setiap tahunnya penyu yang bertelur.” Hadir langsung dalam pelepasan tukik, Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Bapak Ir. Jusman beserta jajaran pengurus Darma Wanita Balai Besar KSDA Sulsel. Dalam momen pelepasan tukik di Pantai Mampie, Kepala Balai mengajak masyarakat untuk berkontribusi terhadap pelestarian penyu di Indonesia. “Mari kita berkontribusi dalam pelestarian penyu di Indonesia, dimana kita memiliki 6 jenis yang keseluruhannya termasuk jenis yang dilindungi undang-undang” tutup Ir Jusman. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan - SIARAN PERS Nomor : SP.32/K.8/TU/Humas/08/2022 Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Berita

BBKSDA Sulsel Terima Penyerahan Karang Keras Merah Temuan Lantamal VI Makassar

Makassar, 5 Agustus 2022 – Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Jusman menerima barang serahan berupa karang keras merah di Mako Lantamal VI Makassar. Dalam serah terima tersebut Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP menyerahkan 324 karung (koli). Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Diskum Lantamal VI Makassar bahwa informasi terkait upaya pengiriman karang keras merah diperoleh dari hasil intelijen. Dimana karang keras merah tersebut merupakan hasil penambangan di Kepulauan Konservasi Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Sebanyak 324 karung (koli) berhasil diamankan dari Kapal Sabuk Nusantara 66 yang berlayar dari Pulau Sapuka Lompo menuju Baji Pangkep. Barang temuan kemudian diamankan di Mako Lantamal VI Makassar. Menindaklanjuti penanganan barang temuan Lantamal VI Makassar melakukan koordinasi dengan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Selanjutnya Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan bersama dengan Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV melakukan koordinasi terkait mekanisme serah terima ke Lantamal VI Makassar pada tanggal 4 Agustus 2022. Dari hasil koordinasi diputuskan serah terima karang keras merah hasil temuan dilakukan pada Jumat tanggal 5 Agustus 2022 bertempat di Pangkalan Utama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut VI Makassar. Karang keras yang diserahkan didominasi jenis Tubipora musica yang tergolong satwa liar dengan status kategori Appendiks II CITES yakni spesies yang tidak terancam kepunahan, namun mungkin terancam jika perdagangan terus berlanjut tanpa ada pengaturan. Sehingga dalam pemanfaatannya perlu diatur dengan mekanisme kuota. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan - SIARAN PERS Nomor : SP.33/K.8/TU/Humas/08/2022 Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Berita

Si Raja Hutan Muncul di Areal Perkebunan, BBKSDA Sumut Kembali Lakukan Mitigasi

Langkat, 4 Agustus 2022. Untuk yang kesekian kalinya, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) menampakkan diri dan membuat resah masyarakat, khususnya yang berada di areal perkebunan di Kabupaten Langkat. Sejumlah laporan masuk ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara berkaitan dengan perjumpaan si raja hutan ini. Bermula dari adanya laporan pihak manajemen perkebunan PT Prima kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat tentang munculnya harimau di areal perkebunan, tepatnya di Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat pada Jumat, 29 Juli 2022. Laporan ini kemudian direspon dengan menurunkan Tim. Di lokasi konflik Tim menemukan sisa bangkai anak lembu yang telah dimangsa dan temuan jejak di sekitar lokasi. Beberapa saksi juga menyampaikan adanya perjumpaan dengan harimau di sekitar lokasi. Pada saat itu juga Tim melakukan patroli dan tidak menemukan keberadaan satwa liar tersebut. Untuk penanganan awal, Tim memberikan beberapa petasan yang dapat digunakan masyarakat guna menghalau/mengusir jika nantinya menemukan kembali keberadaan harimau tersebut. Tim juga mengingatkan agar melakukan aktifitas secara berkelompok. Di areal kerja PT Prima ini sebelumnya juga sudah pernah dipasang kandang jebak selama hampir 2 bulan, namun karena harimau tidak masuk ke dalam kandang, maka kandang jebak kemudian dibongkar. Selanjutnya, pada Minggu 2 Agustus 2022, kembali diterima laporan dari karyawan perkebunan PT. Raya Padang Langkat (RAPALA) tentang perjumpaan harimau di areal perkebunan tersebut di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Menindaklanjuti laporan Tim dari Seksi Konservasi Wilayah II Stabat langsung merespon dengan mendatangi lokasi konflik. Informasi yang diterima dari manajer PT. RAPALA bahwa karyawannya bagian penderesan karet, Ayub, melihat langsung keberadaan satwa tersebut saat menderes dengan jarak sekitar 1 meter. Karena terkejut dan ketakutan, Ayub kemudian lari dan jatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar 4 meter. Akibatnya kaki Ayub terkilir, sampai saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit Pertamina Pangkalan Brandan. Lokasi perjumpaan dengan harimau berjarak 700 meter dari kawasan Taman Nasional (TN) Gunung Leuser. Tim didampingi security PT. RAPALA melakukan patroli untuk mencari keberadaan si raja hutan, dan ditemukan adanya jejak baru. Hasil identifikasi sementara, harimau berjumlah satu individu. Tim mengikuti arah jejak baru untuk menentukan lokasi pengusiran. Tim juga menyalakan petasan dan jeduman sebagai upaya pengusiran. Selain itu, petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat juga memberikan penyuluhan tentang penanganan konflik satwa dengan satwa liar. Selama ini PT. RAPALA mengalami 3 jenis konflik, yaitu dengan harimau, gajah dan orang utan. Untuk menangani konflik, PT RAPALA hanya menggunakan obor kecil. Oleh karena itu Tim pun kemudian mengajari teknik pembuatan jeduman dengan menggunakan pipa paralon dan spritus. Kepada warga tetap diingatkan untuk selalu waspada. Munculnya Harimau Sumatera yang intensitasnya belakangan ini cukup tinggi, memang meresahkan warga. Warga sangat berharap agar penanganan konflik dengan si raja hutan ini dapat segera diselesaikan, salah satunya dengan merelokasi satwa liar tersebut ke habitatnya. Sumber : Esra Barus, S.Hut. – (Polhut) Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Memantau Pergerakan Hasil Cakaran di Pohon Cempedak

Pekanbaru, 4 Agustus 2022 - Balai Besar KSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah IV melakukan mitigasi konflik satwa liar di Kel. Rantau Panjang, Kec. Rumbai Barat, Pekanbaru, Kamis (28/7). Informasi yang berhasil dihimpun dari penjaga kebun disampaikan bahwa sekitar satu minggu terakhir satwa tersebut berkeliaran di sekitar kebunnya. Saat dilakukan pengecekan ke lokasi, ditemukan bekas cakaran baru di beberapa pohon, terutama pohon jenis cempedak. Dari hasil identifikasi cakaran di pohon cempedak diketahui satwa liar adalah Beruang. Banyaknya buah cempedak yang dimakan beruang, menyebabkan pemilik kebun merasa dirugikan. Lokasi kemunculan satwa dalah area perkebunan buah milik warga dengan jenis tanaman antara lain kelapa, cempedak, durian, pinang, pisang, manggis dan kacang - kacangan. Di sekitar lokasi juga terdapat semak dan perkebunan kelapa sawit. Dari hasil pengecekan kamera jebak yang sudah dipasang 3 minggu lalu, diketahui pada tanggal 13 dan 18 Juli 2022 seekor beruang madu dewasa melintas di depan kamera jebak dan berkeliaran di sekitar perkebunan. Balai Besar KSDA Riau menghimbau kepada penjaga kebun untuk tidak bersikap anarkis terhadap satwa dilindungi tersebut, tidak menangkap dan tidak memasang jerat di sekitar lokasi kemunculan. Selain itu, diingatkan untuk tidak beraktivitas di kebun pada malam hari, karena pada saat itulah satwa beraktifitas. Balai Besar KSDA Riau terus mengkaji langkah yang tepat dalam pengendalian konflik satwa tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.473–1.488 dari 11.142 publikasi