Sabtu, 20 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Sambut Kedatangan Orangutan Sumatera dari Yogyakarta

Sibolangit, 26 Agustus 2022. Memperingati Hari Orangutan Sedunia (World Orangutan Day) 2022, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyambut kedatangan 1 individu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) jantan, 10 tahun, dari Yogyakarta dan mendarat di Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, pada Kamis 25 Agustus 2022. Kedatangan ini disambut langsung Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si., Kepala Karantina Pertanian Medan, Lenny Harahap, pejabat maskapai penerbangan Garuda, Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ir. Irzal Azhar, S.Hut., M.Si. dan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik maupun media on-line. Dalam penjelasannya, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Brau Kalimantan Timur, Balai KSDA Kalimantan Timur, Dheny Mardiono, M.Sc., yang ikut mendampingi kedatangan orangutan, menyebutkan bahwa satwa tersebut merupakan penyerahan dari Balai Besar KSDA Jawa Timur untuk dirawat dan di rehabilitasi di Balai KSDA Kalimantan Timur. Namun setelah melalui tes DNA ternyata diketahui bahwa orangutan tersebut merupakan jenis Orangutan Sumatera (Pongo abelii), sehingga direkomendasikan di pulangkan ke Sumatera, dalam hal ini Sumatera Utara. Dalam proses pemulangan, orangutan sempat transit di Wildlife Rescue Centre (WRC) Yogyakarya sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Kuala Namu. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam paparannya kepada awak media menyampaikan bahwa penanganan orangutan tersebut telah memenuhi SOP Translokasi Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE Nomor : SE.4/KSDAE/KKH/KSA/4/2020 tanggal 9 April 2020 tentang Panduan Teknis Pencegahan Covid-19 Pada Manusia dan Satwa Liar, serta telah memperhatikan kesehatan manusia maupun kesejahteraan satwa dalam rangka One Health serta Animal Walfare. “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk turut serta berpartisipasi menjaga orangutan agar hidup sejahtera di hutan dengan tidak memeliharanya, menjaga habitat orangutan dan aktif melakukan pelestarian orangutan, seperti tema peringatan Hari Orangutan Sedunia tahun ini Orangutan Hidupnya di Hutan,’, ujar Rudianto Saragih Napitu. Tak lama di bandara, orangutan kemudian dievakuasi ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera di Batu Mbelin, yang dikelola oleh Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)-SOCP, untuk dirawat dan direhabilitasi sebelum nantinya siap dilepasliarkan ke habitat alaminya. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Ditemukan di Jalan, Wakil Bupati Toba Serahkan Trenggiling Ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Balige, 25 Agustus 2022. Bermula pada Senin, 22 Agustus 2022, sekitar pukul 22.00 wib, Wakil Bupati Toba, Tonny Simanjuntak, menemukan satu ekor Trenggiling (Manis javanica) di sekitar areal perkantoran Bupati Toba di Balige, dan saat itu juga dilakukan tindakan pengamananan dengan membawanya ke rumah dinas. Keesokan harinya Selasa, 23 Agustus 2022, Wakil Bupati Toba menginformasikan penemuan trenggiling kepada Kepala UPT KPH Toba, Leo Sitorus, dan diketahui bahwa satwa tersebut termasuk jenis yang dilindungi serta disarankan agar menyerahkannya kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Menindaklanjutinya, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, setelah menerima informasi dari staf UPT KPH Toba, kemudian menjemput trenggiling ke rumah dinas Wakil Bupati Toba, pada Rabu 24 Agustus 2022. Selanjutnya petugas melihat kondisi trenggiling dalam keadaan baik dan sehat, memutuskan untuk segera mengevakuasi dan melepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan. Dengan pelepasliaran ini diharapkan nantinya trenggiling dapat berkembang biak secara alami. Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengapresiasi Wakil Bupati Toba, Tonny Simanjuntak, yang peduli terhadap upaya konservasi (penyelamatan) satwa liar. Semoga kepedulian ini menjadi contoh, teladan dan inspirasi bagi warga masyarakat lainnya untuk ikut peduli menyelamatkan satwa liar, khususnya untuk jenis yang dilindungi undang-undang. Sumber : Manigor Lumban Toruan, SP. – Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Vertical Rescue Di Ketinggian 3.726 Mdpl

Mataram, 24 Agustus 2022. Kesuksesan proses evakuasi korban kecelakaan pendakian Gunung Rinjani yang baru-baru ini dilakukan menyisakan rasa kagum, takjub dan penuh keharuan. Bagaimana tim evakuasi melakukan penyelamatan terhadap korban yang meski sudah tak bernyawa namun masih menjadi harapan bagi keluarga yang ditinggalkan untuk dapat mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terbaiknya merupakan pembelajaran dan wujud nilai kemanusiaan yang tak pandang suku, agama, ras maupun adat istiadat. Proses evakuasi dilakukan tersebut menjadi salah satu proses evakuasi dengan teknik Vertical Rescue tertinggi di Indonesia (diketinggian 3.726M dpl) yang tentunya dengan resiko dan tingkat kesulitan tinggi baik dalam proses Abseiling (menjangkau korban dari titik yang lebih tinggi ke rendah dengan cara menurunkan tali) maupun Hauling (Menaikkan Korban ke atas / puncak Rinjani). Namun, demi rasa kemanusiaan, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan. Selama 3 hari menghadapi kondisi medan ekstrem, cuaca yang tidak menentu, serta kondisi batuan tebing yang rawan runtuh, kinerja tim evakuasi gabungan patut kita acungi jempol dan berikan apresiasi setinggi-tingginya dan tepat di bulan Agustus ini, bulan kemerdekaan RI yang ke 77, tampak jelas perjuangan pahlawan kemanusiaan. Adapun kronologis proses evakuasi yakni pada hari Jumat, 19 Agustus 2022, petugas Balai TN Gunung Rinjani mendapatkan laporan dari seorang penyedia jasa perjalanan wisata alam pendakian/Trekking Organizer yang menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari guidenya telah terjadi kecelakaan pada salah satu tamunya dengan nama Boaz Tan Anan (37 tahun) berkebangsaan Portugal di Puncak Rinjani (3726 M dpl). Korban jatuh ke jurang arah Danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 180 meter dan diduga sudah tak bernyawa. Setelah mendapat laporan tersebut, petugas TN Gunung Rinjani segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna menyusun rencana evakuasi. Setelahnya, tim gabungan yang terdiri dari unsur SAR Mataram, TNI, Polri, TN Gunung Rinjani, Pemadam Kebakaran, BPBD, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Klinik Gunung, Wanadri dan Relawan segera berangkat menuju lokasi kecelakaan. Proses evakuasi mulai dilakukan pada hari Sabtu/20 Agustus 2022. Evakuasi ini diawali dengan melakukan assesment dan persiapan alat dengan mempertimbangkan kondisi tapak yang tidak stabil dan ekstrem. Kemudian tim evakuasi berhasil mencapai lokasi korban pada pukul 15.15 WITA. Sayangnya, tim evakuasi belum berhasil membawa korban. Mengingat kondisi cuaca yang ekstrem, evakuasi dihentikan dan dilanjutkan esok harinya. Hari Minggu, 21 Agustus 2022, tim berangkat kembali ke Puncak Rinjani dari lokasi bermalam yakni camp area Pelawangan Sembalun yg berada pada ketinggian 2668 M dpl dengan jarak kurang lebih 2,4 km ke Puncak Rinjani dengan waktu tempuh kurang lebih 4-5 jam. Setelah sampai di Puncak Rinjani, tim mencoba turun ke titik yang merupakan lokasi korban jatuh dan mencari alternatif teraman untuk melakukan evakuasi korban. Namun, dikarenakan faktor cuaca yang kurang mendukung, kondisi angin kencang dan batuan tebing yang mudah jatuh serta hari yang beranjak petang maka tim memutuskan untuk menyudahi proses evakuasi pada hari itu. Evakuasi telah memakan waktu 2 hari namun korban belum berhasil diselamatkan, rasa putus asa sempat menyelimuti semangat tim evakuasi. Rasa lelah dan cuaca ekstrem hingga perasaan bersalah karena belum berhasil menyelamatkan korban menghantui tim evakuasi. Meskipun begitu, demi rasa kemanusiaan maka tim kembali melakukan evakuasi keesokan harinya. Akhirnya pada Senin, 22 Agustus 2022 Pukul 14.22 WITA segala rasa lelah itu terbayarkan, jenazah korban berhasil diangkat dari jurang menuju puncak Rinjani. Selanjutnya tim melakukan packing ulang terhadap korban tersebut yang memang sudah tak bernyawa. Kemudian tim membawa jenazah korban turun ke pintu masuk jalur pendakian Sembalun. Pukul 21.00 WITA, jenazah tiba di pos Bawak Nao Sembalun. Setelahnya dilakukan penyerahan jenazah korban dari tim evakuasi ke pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Mataram dan tiba pukul 23.30 WITA. Jenazah kemudian diserahterimakan oleh Kepala Balai TN Gunung Rinjani kepada Kepala RS Bhayangkara. Informasi terakhir, saat ini jenazah telah diterima oleh perwakilan pihak keluarga di Bali dan akan diberangkatkan ke negara asalnya pada 26 Agustus 2022. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Manggis Komoditi Unggulan Kelompok Tani Binaan BBKSDA Sumut

Kecupak II, 24 Agustus 2022. Hari Selasa, 23 Agustus 2022, menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Desa Kecupak II, Kecamatan Pergetteng Getteng Sengkut, Kabupaten Pakpak Bharat yang tergabung dalam Kelompok Tani (KT) Asa Nduma. Karena pada hari itu rombongan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diwakili Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang beserta staf menyambangi desa tersebut untuk menyerahkan bantuan peningkatan ekonomi produktif masyarakat sekitar kawasan konservasi, berupa bibit tanaman manggis okulasi sebanyak 1.000 batang serta pupuk kompos dan dolomite untuk digunakan oleh anggota kelompok tani. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang yang didampingi petugas Resort Suaka Margasatwa (SM) Siranggas, menyampaikan kepada pengurus dan anggota KT. Asa Nduma, bahwa pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah melalui Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, dan pemberian bibit tanaman manggis memenuhi keinginan dari warga yang sebelumnya disampaikan dalam beberapa pertemuan/pendampingan. “Semoga dengan kerja keras dan ketekunan masyarakat, diharapkan tanaman manggis ini kelak akan mememberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan anggota KT. Asa Nduma dan menjadi komoditi unggulan Desa Kecupak II. Namun jangan lupa pula, kami ajak bapak ibu untuk ikut menjaga kelestarian kawasan konservasi SM. Siranggas. Sehingga nantinya akan terbangun harmonisasi masyarakat sejahtera, hutan lestari,” ujar Tuahman Raya Tarigan. Sementara pengurus maupun anggota KT. Asa Nduma, menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada kepedulian Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang memberi bantuan untuk peningkatan ekonomi produktif masyarakat dengan tanaman manggis, sembari berharap tetap memberikan pendampingan. Masyarakat pun merasakan manfaat dari keberadaan kawasan SM. Siranggas sehingga berjanji akan tetap menjaga kelestarian kawasan tersebut. Sumber : Tuahman Raya Tarigan, S.Sos. – Kepala Seksi Konsevasi Wilayah I Sidikalang, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pelepaliaran Hasil Sinergisitas Antar Instansi di Bidang Konservasi

Yogyakarta, 23 Agustus 2022. Rangkaian road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Balai KSDA Yogyakarta bekerjasama dengan Wildlife Rescue Centre - Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (WRC – YKAY) dan dengan dukungan dari Pertamina Fuel Terminal Rewulu, Jasa Raharja serta Gembira Loka Zoo (GL Zoo) melepasliarkan Landak Jawa (Hystrix javanica) di kawasan TN Gunung Merapi, hari Selasa, 23 Agustus 2022. Satwa yang dilepasliarkan berjumlah 16 (enam belas) ekor, dimana 14 (empat belas) ekor merupakan satwa sitaan Polresta Yogyakarta dan sudah berstatus inkrah, sedangkan 2 (dua) ekor merupakan sitaan Ditreskrimsus Polda DIY yang diselesaikan melalui restorative justice. Satwa-satwa tersebut oleh Balai KSDA Yogyakarta selanjutnya dititiprawakan di WRC Jogja – YKAY sejak tanggal 29 Maret 2022. Setelah dilakukan serangkaian tes kesehatan dan penilaian perilaku, landak dinyatakan sehat dan direkomendasikan untuk segera dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Pelepasliaran landak dilakukan di kawasan Tlogo Nirmolo, TN Gunung Merapi. Kawasan ini dipilih sebagai lokasi pelepasliaran landak berdasarkan pertimbangan kondisi habitat yang cukup layak untuk landak untuk dapat bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik, sehingga mampu melaksanakan fungsi ekologisnya dengan optimal. Satwa landak jawa yang dilepasliarkan ini merupakan hewan pengerat yang dilindungu undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi. Pelepasliaran satwa ditempuh sebagai bentuk penyelamatan satwa lebih baik. Melalui pelepasliaran satwa diharapkan populasi satwa di alam akan tetap dapat dipertahankan, dengan demikian keseimbangan ekosistemnya akan dapat terus terjaga. Dilaksanakannya pelepasliaran satwa ini menunjukkan adanya sinergisitas peran antara instansi dan organisasi yang memiliki konsen di bidang konservasi. Apresiasi yang tinggi diberikan kepada WRC – YKAY yang telah menampung dan merawat satwa landak ini selama berlangsungnya proses penyidikan oleh Polda DIY hingga tahap siap dilepasliarkan. Terimakasih juga diucapkan kepada Pertamina Fuel Terminal Rewulu, Jasa Raharja serta Gembira Loka Zoo (GL Zoo) yang telah terbukti menunjukkan kepeduliannya terhadap upaya konservasi di Indonesia dan khususnya di DIY. Selain itu dukungan aparat penegak hukum dalam menertibkan kepemilikan dan perdagangan satwa liar illegal juga patut mendapatkan apresiasi. Polda DIY dengan Balai KSDA Yogyakarta selama ini telah menjalin kersama yang apik dalam upaya penyelamatan satwa dilindungi. Kepedulian dan kerjasama berbagai pihak ini diharapkan dapat mewujudkan terjaganya kelestarian satwa liar di alam. Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449) Wildlife Rescue Centre Jogja - drh. Irhamna Putri R. (HP 0857-0016-8810)
Baca Berita

Yayasan ARSARI Menyambangi TWA Buluh Cina

Pekanbaru, 23 Agustus 2022 - Balai Besar KSDA Riau disambangi mitra kerja dari Yayasan ARSARI, Jumat (19/8). Yayasan ARSARI merupakan salah satu yayasan yang saat ini telah melakukan kerjasama dengan Balai Besar KSDA Riau serta mendukung penyelamatan harimau sumatera melalui Pusat Rehabilitasinya di Dharmasraya, Sumatera Barat. Yayasan ARSARI dipimpin langsung bapak Hasim Djojohadikusumo hadir untuk bersilaturahmi. Pak Hasim didampingi para pejabat struktural meninjau kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau. Beliaupun berkenan untuk datang dan melihat langsung keindahan alam Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina. Bapak Hashim dan rombongan disambut tentu saja oleh Damar dan Ngatini, gajah jinak penghuni TWA Buluh Cina. Kunjungan dari mitra kerja ini dapat memberikan semangat dan koordinasi yang berkelanjutan untuk konservasi satwa liar. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Perilaku Alami Tarsius Terekam Untuk Pertama Kalinya di Kepulauan Togean

Ampana, 22 Agustus 2022. Perilaku alami tarsius di Kepulauan Togean untuk pertama kalinya terekam oleh kamera jebak yang dipasang di wilayah Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) dan sekitarnya. Dari beberapa video yang didapatkan, terlihat primata tersebut melompat dari satu dahan ke dahan yang lain, melakukan vokalisasi dan bahkan berinteraksi dengan individu tarsius yang lain. Satwa ini bahkan terlihat beraktivitas di atas tanah, perilaku yang tergolong unik untuk satwa arboreal. Primata yang memiliki nama ilmiah Tarsius niemitzi ini adalah jenis tarsius endemik Kepulauan Togean dan berstatus terancam punah atau endangered berdasarkan kategori merah IUCN. Keberadaan tarsius di Kepulauan Togean sendiri telah dilaporkan oleh Nietsch dan Niemitz sejak tahun 1993, dan penduduk Kepulauan Togean juga familiar dengan satwa yang dalam bahasa lokal disebut tangkasi ini. Namun baru pada tahun 2019 primata mungil ini terkonfirmasi sebagai jenis tarsius tersendiri melalui studi genetika. Spesies tarsius di Kepulauan Togean memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan jenis-jenis tarsius pada umumnya yang ada di pulau Sulawesi, dengan pewarnaan yang mirip dengan Tarsius dentatus dari daratan Sulawesi. Salah satu karakter unik dari Tarsius niemitzi adalah "nyanyian" duet antara jantan dan betina yang dianggap paling sederhana dari tarsius yang lain di mana satu cuitan dari tarsius betina diikuti dengan dua atau tiga cuitan dari jantan. Satwa ini biasa tinggal di dalam batang pohon yang berongga atau rimbun Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean, Ir. Bustang, mengungkapkan bahwa terekamnya tarsius melalui kamera jebak ini bisa menjadi jendela untuk mengintip perilaku alami satwa tersebut. Hingga saat ini belum ada penelitian ekologi terhadap spesies ini, sehingga perilaku dan preferensi habitat Tarsius niemitzi masih menjadi misteri. Diperkirakan tarsius ini tersebar di seluruh Kepulauan Togean kecuali Pulau Una-Una. Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan wilayah distribusi jenis tarsius ini. Bustang juga menyampaikan bahwa masih banyak kekayaan hayati di Kepulauan Togean yang belum tersingkap, sehingga penelitian-penelitian di wilayah TNKT sangatlah diperlukan. Selain itu kegiatan sosialisasi dan evaluasi terhadap masyarakat sekitar kawasan togean untuk meningkatkan wawasan tentang hewan primata tersebut, agar masyarakat punya kesadaran yang tinggi untuk menjaga dan melestarikan primata yang dilindungi dan terancam punah tersebut. Kamera jebak yang merekam tarsius ini adalah perangkat yang dipasang oleh Agus Jati, mahasiswa program doktoral dari Universitas Maine, Amerika Serikat yang sedang melakukan penelitian disertasi mengenai Babirusa Togean (Babirusa togeanensis). Meskipun target utamanya adalah babirusa, kamera jebak tidak pandang bulu dalam mengambil gambar, sehingga satwa apapun yang lewat didepannya akan terekam, termasuk tarsius. Saat ini, Agus, dibantu oleh staf Balai TNKT dan masyarakat mitra polhut, masih melanjutkan penelitiannya di Kepulauan Togean untuk mengkaji babirusa, tarsius, dan satwa-satwa lain yang mendiami wilayah tersebut. Sumber : Agus Jati (Mahasiswa Program Doktoral dari Universitas Maine, Amerika Serikat ) dan Frenky Fernando Lawidu ( Pengendali Ekosistem Hutan ) – Balai TN Kep. Togean Referensi Shekelle, M. 2020. Tarsius niemitzi. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T162337005A171341769. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T162337005A171341769.en. Accessed on 21 August 2022. Shekelle, M., Groves, C.P., Maryanto, I., Mittermeier, R.A., Salim, A. and Springer, M.S. 2019. A new tarsier species from the Togean Islands of Central Sulawesi, Indonesia, with references to Wallacea and conservation on Sulawesi. Primate Conservation 33: 1-9
Baca Berita

BBKSDA Papua Lepas 17 Satwa di HUT RI ke-77

Jayapura, 20 Agustus 2022 – Memperingati HUT RI ke-77 sekaligus melestarikan satwa liar milik negara, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 17 satwa jenis aves. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (20/8) di Hutan Adat Isyo, Kampung Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura. Jenis-jenis satwa yang dilepasliarkan adalah 2 ekor nuri kabare (Psittrichas fulgidus), 3 ekor kakatua raja (Probosciger aterrimus), 8 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 3 ekor nuri bayan (Eclectus roratus), dan 1 ekor kakatua koki (Cacatua galerita). Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan BBKSDA Papua, Lusiana Dyah Ratnawati, menjelaskan, “Dua ekor nuri kabare merupakan hasil pengamanan tumbuhan dan satwa liar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua pada 18 Juli 2022. Sedangkan satwa lainnya merupakan hasil pengamanan tumbuhan dan satwa liar oleh BPPHLHK Maluku Papua Seksi Wilayah III Jayapura pada 26 Juli 2022.” Menurut Lusiana, semua satwa telah menjalani masa habituasi di kandang transit satwa Buper Waena, dinyatakan dalam kondisi sehat, dan siap dilepasliarkan. Terkait status satwa, Lusiana menjelaskan bahwa semua satwa tersebut dilindungi undang-undang berdasarkan UU No. 5 tahun 1990, yang daftar jenis satwanya termuat dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Sementara dalam daftar IUCN, semua satwa berstatus Least Concern/LC (risiko rendah), kecuali nuri kabare berstatus Vulnerable/VU (rentan). Di sisi lain, daftar CITES mencantumkan semua satwa tersebut dalam Appendix II, kecuali kakatua raja terdaftar dalam Appendix I. Pada momentum ini, Kepala BBKSDA Papua, A.G. Martana menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam kegiatan pelepasliaran satwa ini. “Setiap kegiatan lepas liar satwa selalu melalui proses yang panjang. Banyak energi kita curahkan untuk mengembalikan satwa-satwa ke habitatnya di alam. Untuk itu, saya kembali mengajak semua pihak agar terus berupaya membangun dan menumbuhkan kesadaran menjaga satwa liar beserta habitatnya. Mari berpikir perihal masa depan, bahwa alam semesta, hutan belantara beserta isinya, adalah titipan anak cucu yang hidup di masa mendatang. Kita wajib menjaga dan melestarikannya,” kata Martana. Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa Hutan Adat Isyo sebagai salah satu lokasi lepas liar satwa BBKSDA Papua memerlukan dukungan semua pihak untuk terus melestarikannya. Sosok Alex Waisimon, pengelola Hutan Adat Isyo, yang visioner dan telah mencapai tingkat kesadaran sangat tinggi dalam menjaga alam ini memerlukan regenerasi. Papua, bahkan seluruh Nusantara perlu menciptakan iklim pendidikan, informasi, serta wawasan yang kondusif agar terus terlahir para pahlawan konservasi.(dd) Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua : 0823 9770 9728
Baca Berita

Trenggiling Temuan Pakpahan Dilepasliarkan BBKSDA Sumut

Kolang, 18 Agustus 2022. Bermula dari informasi yang disampaikan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, tentang adanya seorang warga Desa Rawa Makmur, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah yang menemukan 1 (satu) ekor Trenggiling (Manis javanica), pada Selasa 16 Agustus 2022. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada hari yang sama Kepala Resort Konservasi Wilayah Pelabuhan Laut Sibolga menuju ke lokasi dan bertemu dengan warga yang menemukan trenggiling, Pakpahan, didampingi dari lembaga Kelompok Konservasi Penyu Pantai Bandang (KKP2B), lembaga Yayasan Menjaga Pantai Barat (Yamantab) serta security dari perusahaan PT. Sinar Sawit Nauli. Dalam keterangannya kepada petugas, Pakpahan menjelaskan, menemukan satwa tersebut pada Selasa 15 Agustus 2022, saat melintas di jalan Dusun Sordang, Desa Unte Mungkur IV yang bersebelahan dengan Desa Rawa Makmur. Dia tidak mengetahui bahwa satwa tersebut merupakan jenis yang dilindungi. Setelah mendapat penjelasan dari Kepala Resort Konservasi Wilayah Pelabuhan Laut Sibolga yang didampingi dari lembaga KKP2B dan Yamantab, akhirnya Pakpahan dengan kesadaran sendiri dan secara sukarela menyerahkan satwa tersebut kepada petugas. Setelah memperhatikan kondisi satwa dalam keadaan sehat dan masih memiliki sifat liar, akhirnya diputuskan Trenggiling dengan berat sekitar 6 kg dilepasliarkan kembali ke kawasan hutan yang ada di Desa Rawa Makmur, pada Selasa, 16 Agustus 2022, sekitar pukul 17.40 Wib. Pelepasliaran ini merupakan kado dalam rangka peringatan HUT RI Ke 77 dan sekaligus sebagai bagian dari road to HKAN 2022. Semoga trenggiling dapat hidup dan berkembang biak dengan baik di habitat alaminya Sumber : Lantas Hutagalung – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara.
Baca Berita

Upaya Penanganan Mitigasi Konflik Gajah di Pelalawan

Pekanbaru, 22 Agustus 2022 - Tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Yayasan TNTN dan perangkat Desa Bukit Kesuma serta masyarakat melakukan mitigasi konflik manusia dan gajah sumatera di Desa Bukit Kesuma, Kec. Pangkalan Kuras, Kab. Pelalawan pada Senin dan Selasa, 15 s/d 16 Agustus 2022. Semua petugas turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan jejak gajah terakhir yang ditemukan pada perbatasan areal HTI PT. Arara Abadi namun gajah tidak ditemukan. Sampai pada malam harinya, Tim mendapat laporan gajah kembali masuk ke areal perkebunan masyarakat dan dilakukan pengecekan kembali. Tim akhirnya menemukan satu ekor gajah jantan sedang berjalan mengarah ke HTI PT. Arara Abadi, dikarenakan jalur yang ditempuh cukup sulit maka penggiringan dilakukan esok hari. Esok harinya Tim dan warga kembali melakukan pengecekan jejak gajah terakhir di seberang sungai Pamai. Gajah ditemukan di sekitar areal greenbelt PT. Arara Abadi dan berjarak sekitar 1 km dari kebun masyarakat. Upaya penggiringan juga dilakukan agar gajah mengarah ke hutan TN Tesso Nilo. Namun gajah selalu berputar putar di sekitar areal tersebut. Edukasi dan sosialisasi juga terus diberikan kepada warga terkait habitat gajah dan upaya penanganan konflik agar situasi di lapangan tetap kondusif dan permasalahan ini cepat teratasi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau Telusuri Jejak Konflik Harimau di Pelalawan

Pekanbaru, 22 Agustus 2022. Balai Besar KSDA Riau melakukan mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar Harimau Sumatera yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa (meninggalnya seorang wanita pekerja) di Desa Serapung Kec. Kuala Kampar Kab. Pelalawan, yang berbatasan dengan Desa Teluk Lanus pada hari Jum'at, 19 Agustus 2022. Koordinasi dilakukan Balai Besar KSDA Riau dengan aparat pemerintah daerah, Kepolisian dan pihak terkait setempat untuk bersama - sama menghimbau dan memberi pemahaman kepada masyarakat agar tidak beraktivitas sementara di sekitar lokasi harimau dan bila terpaksa agar selalu waspada serta tidak beraktivitas sendirian atau tidak beraktifitas dengan jumlah kelompok yang sedikit. Begitupun para pekerja diminta untuk tidak beraktifitas saat petang maupun sebelum pagi di saat harimau sumatera sedang melakukan aktifitasnya karena daerah tersebut merupakan daerah jelajah harimau. Setelah melakukan koordinasi dengan pihak - pihak terkait, Balai Besar KSDA Riau akan memasang kandang perangkap harimau di lokasi yang diduga jalur pergerakan satwa. Sampai dengan saat ini, petugas Balai Besar KSDA Riau terus melakukan patroli dan pendampingan pengamanan harimau di lokasi kejadian. Saat ini korban sudah dievakuasi dan dimakamkan. Balai Besar KSDA Riau menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga dan sudah melayat ke rumah korban. Adapun sebagai informasi, kronologis kejadian konflik terjadi ketika seorang pekerja wanita bernama Sehat Sopiana Damanik (44 tahun), karyawan penanaman PT. ASM kontraktor dari PT Peranap Timber pulang dari bekerja ke baraknya dan melakukan aktifitas sebagaimana biasanya pada Jum'at, 19 Agustus 2022, sekira pukul 16.00 WIB. Pukul 19.30 WIB, yang bersangkutan menemani suaminya mandi di tepi kanal depan barak. Sekira 5 menit kemudian suami korban mendengar suara teriakan Istrinya yang menunggu di pinggir kanal, teriakan ini juga didengar oleh pekerja lainnya di dalam barak. Seketika suami dibantu anggota pekerja yang berada di barak bergegas mencari korban, akan tetapi korban tidak terlihat lagi di posisi berdirinya semula. Suami Korban dan para pekerja memperluas pencarian di sekitar barak DHG. Pada Pukul 19.45 WIB, korban ditemukan tergeletak di dekat menara api dengan kondisi luka cakar pada wajah. Namun terlihat seekor harimau menunggu di sekitar korban, sehingga suami dan para pekerja tidak berani mendekati apalagi mengevakuasi korban. Kemudian pada pukul 20.30 WIB, suami dan para pekerja kembali mengamati korban, namun karena korban masih di awasi harimau, mereka memutuskan kembali ke Barak DHG. Sekitar pukul 21.00 WIB, suami dan para pekerja kembali mengamati menara api dan saat itu korban sudah tidak terlihat lagi di lokasi. Keesokan harinya, Sabtu, 20 Agustus 2022 dilakukan kembali pencarian korban menggunakan alat berat dan korban ditemukan pada pukul 14.33 WIB di hutan alam perusahaaan yang berjarak kurang lebih 300 meter dari lokasi penerkaman. Pada saat ditemukan, korban dalam posisi telungkup, dengan beberapa bagian tubuhnya terdapat bekas gigitan. Terhadap korban dilakukan visum oleh dokter dan korban dibawa keluarganya menuju Pangkalan Kerinci. Setelah menerima laporan kejadian, Balai Besar KSDA Riau segera menurunkan Timnya yang terdiri dari 6 orang untuk menuju ke lokasi, Sabtu (20/8). Tim melakukan pengumpulan informasi dan pemasangan camera trap untuk mengidentifikasi individu harimau sumatera tersebut. Tim menuju lokasi kejadian dan mendapati posisi barak berseberangan dengan kanal tempat penumpukan hasil panen akasia. Barak baru di tempati lebih kurang 4 malam oleh kelompok pekerja termasuk korban dengan jumlah pekerja yang menempati barak 15 orang. Diketahui barak telah kosong atau tidak di tempati selama 4 tahun terakhir. Jika dilihat dari jejak dan kotoran harimau sumatera tersebut, si belang sudah sering melintasi areal sekitar barak. Sumber : Balai Besar KSDA Riau (SIARAN PERS Nomor : PG. 1838 /K.6/TU/HMS.2.1/08/2022 tgl 21 Agustus 2022) Nara sumber : Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan Penanggungjawab berita : Humas Balai Besar KSDA Riau Alamat kantor : Jl. HR Subrantas km. 8,5 Pekanbaru Call Center BBKSDA Riau : 081374742981 Wesite : http://bbksdariau.id Twiter : @BBKSDARIAU Facebook : Bbksda Riau Instagram : @bbksda_riau
Baca Berita

Road To HKAN 2022, BBKSDA Jawa Timur lepasliarkan Tukik di Malang Selatan

Malang, 18 Agustus 2022 – Dalam rangkaian Road To Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2022 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 77, Balai Besar KSDA Jawa Timur kembali melepasliarkan Tukik jenis Penyu Lekang (Lepidochelys olivaceae), di Pantai Bajulmati Kabupaten Malang. Sebagaimana tema Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2022 “Amertha Taksu Abhinaya” yaitu “Memulihkan Alam untuk Masyarakat Sejahtera”. Maka harapan terbesar pelepasliaran tukik adalah tukik bisa selamat sampai menjadi Penyu dewasa dan di masa yang akan datang akan kembali bertelur di Pantai Bajulmati Malang Selatan. Tidak kurang dari 175 ekor tukik yang dilepasliar hari ini, merupakan hasil penyelamatan dari 3 sarang telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivaceae) yang dilakukan oleh masyarakat penggiat dan pelestari Penyu “Pokwasmas Pilar Harapan” di pantai Bajulmati Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang pada tanggal 06 dan 10 Juni 2022, Kegiatan pelepasliaran tukik kali ini yang bertepatan dengan momentum Road To HKAN 2022 dan perayaan HUT RI ke 77, merupakan salah satu upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar pantai dan pengelola wisata pantai untuk terus meningkatkan rasa keperduliannya dalam rangka pelestarian Penyu di wilayah Malang Selatan. Penyu Lekang (Lepidochelys olivaceae), merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi. Mewakili Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, dalam sambutan sebelum pelepasliaran, Mamat Ruhimat Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo, mengatakan “Pelepasliaran Tukik di Pantai Bajulmati Kabupaten Malang, merupakan salah satu upaya penyelamatan dan pelestarian satwa liar dilindungi jenis Penyu bersama masyarakat pada habitat di luar Kawasan Konservasi yang saat ini menjadi kawasan wisata pantai”. Tak lupa juga Mamat, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pada para pihak, yang selalu bersama-sama dan semangat menjaga satwa dilindungi sebagai kekayaan hayati Indonesia: Perum Perhutani KPH Malang, Pos AL Sendangbiru, Polairud Sedangbiru, Muspika Gedangan, Mahasiswa Universitas Brawijaya, Universitas Muhamadiyah Malang, Pokmaswas Pilar harapan, masyarakat penggiat konservasi penyu, terutama Pak Sutari atas dedikasinya dalam upaya penyelamatan dan pelestarian Penyu di Malang Selatan. Salam Lestari Sumber: Hari Purnomo – Polisi Kehutanan Madya Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Kerap Menyambangi Simalem Resort, Petugas BBKSDA Sumut Evakuasi Siamang

Merek, 15 Agustus 2022. Bermula dari adanya laporan warga tentang keberadaan 1 (satu) individu satwa liar jenis Siamang (Symphalangus syndactylus) yang kerap kali menyambangi lokasi wisata Taman Simalem Resort (TSR) di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, pada Sabtu 6 Agustus 2022. Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC) pada saat itu juga berkoordinasi dengan pihak pengelola lokasi wisata. Pihak pengelola merasa resah dengan kehadiran satwa liar ini, karena khawatir akan mengganggu tamu yang berkunjung ke lokasi tersebut serta merusak fasilitas. Belum lagi bila satwa ini nantinya tersengat (setrum) jaringan listrik yang ada di lokasi wisata. Setelah mendapat penjelasan dari pihak pengelola, Tim kemudian melakukan pemantauan keberadaan Siamang, mulai dari tanggal 6 Agustus 2022 sampai tanggal 12 Agustus 2022, dan benar satwa berbulu (berambut) hitam ini kerap muncul. Lalu Tim melakukan evakuasi dengan menembak bius satwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan Tim medis diketahui Siamang berjenis kelamin jantan, perkiraan umur sekitar 5 tahun, berat badan lebih kurang 8-9 kg, dengan kondisi fisik terlihat dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka maupun cacat pada tubuhnya. Selanjutnya Siamang dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk mendapatkan perawatan serta rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya. Sumber : Tuahman Raya Tarigan, S.Sos. – Kepala SKW I Sidikalang Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Road to HKAN 2022, BBKSDA Papua Lepas Liar Tukik Penyu Lekang di Yewena – Doromena

Jayapura, 15 Agustus 2022 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 38 tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di pantai Kampung Yewena – Doromena, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (12/08) dan digelar dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional 2022 yang diperingati pada tanggal 10 Agustus setiap tahun. Kepala Resort Tepera Yewena Yosu BBKSDA Papua, Taufik, menjelaskan bahwa tukik-tukik penyu yang dilepasliarkan merupakan hasil penetasan semi alami yang dilakukan kelompok pemberdayaan masyarakat Desa Binaan Marekisi Nung di Kampung Yewena – Doromena. “Fokus kegiatan Desa Binaan Marekisi Nung memang menetaskan telur-telur penyu secara semi alami. Hal ini kami lakukan sebagai upaya melestarikan penyu, karena Pantai Sawayepa di Kampung Yewena menjadi tempat berlabuh penyu, terutama jenis penyu lekang setiap musim bertelur,” kata Taufik. Lebih lanjut ia menyampaikan penyu lekang berstatus rentan (Vulnerable/VU) dalam daftar merah IUCN. Sementara dalam daftar CITES, penyu lekang termasuk Appendix I, yang berarti segala bentuk perdagangannya dilarang. Di Indonesia, tentu saja penyu lekang dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/SETJEN/KUM.1//12/2018. Pada kesempatan yang sama, Kepala BBKSDA Papua, A.G. Martana, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pelepasliaran penyu di Pantai Doromena. Ia mengimbau kepada semua pihak agar terus menjaga kawasan hutan dan satwa liar dilindungi, sehingga tetap lestari. “Melalui hal-hal kecil yang kita lakukan dapat memberikan kontribusi yang besar dan luas bagi konservasi keanekaragaman hayati di Papua, Indonesia, bahkan dunia. Kegiatan pelestarian penyu di Kampung Yewena ini merupakan aksi nyata dari para pahlawan konservasi untuk terus berjuang di jalurnya,” ujar Martana. Martana juga menyatakan, “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim Desa Binaan Marekisi Nung, beserta seluruh masyarakat Kampung Yewena, dan semua pihak yang terlibat dalam pelestarian penyu ini.” Sementara itu, pihak-pihak yang mengikuti kegiatan pelepasliaran tukik penyu di Kampung Yewena, antara lain, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, BPDASHL Memberamo, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat Kampung Adat Yewena – Doromena. (dd) Sumber : BBKSDA Papua Call Center : 0823 9770 9728
Baca Berita

BKSDA Yogyakarta Release Satwa Liar Bersama Mitra Penggiat Konservasi

Yogyakarta, 12 Agustus 2022. Balai KSDA Yogyakarta dampingi PT Jasa Raharja (persero) lepasliarkan satwa di kawasan Gunung Kelir, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kab.Kulonprogo pada hari Kamis (11/8/2022). Kegiatan pelepsliaran satwa ini didukung oleh Wildlife Rescue Center (WRC) - Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY), Gembira Loka Zoo, Center of Orangutan Protection (COP), serta beberapa mitra yang bergerak di bidang konservai satwa seperti Jogja Birdbanding Club, Paguyuban Pengamat Burung Jogja, (PPBJ), dan Yayasan Kanopi Indonesia). Turut hadir dalam pelepasliaran satwa ini DKC Kulon Progo; Dukuh, tokoh masyarakat, karang taruna, dan BPK Gunung Kelir; yang mewakili Lurah Jatimulyo, dan yang mewakili Panewu Girimulyo. Satwa liar yang dilepasliarkan pada kesempatan ini terdiri atas 1 (satu) ekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela), 1 (satu) ekor Elang Brontok (Nisaetus chirrhatus), 1 (satu) ekor Musang Pandan (Paradoxurus hermaphroditus). Dari ketiga jenis satwa tersebut, Elang ular bido berhasil direlease di siang hari selanjutnya Musang pandan berhasil direlease pada malam harinya, dan untuk Elang brontok akan dilepasliarkan seminggu setelah pelepasliaran elang ular bido. Jenis raptor yang dilepasliarkan tersebut merupakan satwa yang dititiprawatkan Balai KSDA Yogyakarta. Setelah menjalani proses rehabilitasi di WRC Jogja sejak tahun 2017 dan dilanjutkan dengan serangkaian assesmen dan cek kesehatan baik fisik maupun perilaku, kedua raptor tersebut dinyatakan siap untuk dilepasliarkan. Seperti diketahui bersama, Elang yang dilepasliarkan ini termasuk jenis raptor dalam famili Accipitridae merupakan satwa dilindungi Undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 lampiran dari Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa liar. Keberadaan elang tersebut di alam terancam punah karena perdagangan ilegal, perburuan dan menyempitnya habitat. Pengembalian satwa liar ke alam merupakan salah satu harapan dari kegiatan konservasi satwa liar, bahwa satwa dapat kembali lagi ke alam dan menjalankan fungsi utamanya untuk menyeimbangkan ekosistem. Pemilihan lokasi pelepasliaran di Puncak Gondang Jatimulyo ini selain didasarkan pada kesesuaian habitat, ketersediaan sumber pakan alami yang mencukupi juga faktor masyarakat dan Pemerintah Desa Jatimulyo yang memiliki kesadaran konservasi cukup tinggi yang bahkan telah dituangkan dalam bentuk Peraturan Desa (Perdes) tentang Pelestarian Lingkungan Hidup sejak tahun 2014 yang lalu. Dalam kesempatan ini Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi mengingatkan pentingnya keterlibatan para pihak dalam konservasi satwa. “Keterlibatan para pihak dalam upaya konservasi satwa yang salah satunya diwujudkan melalui program release seperti ini menunjukkan adanya kepedulian dan telah terjalinnya komunikasi yang baik antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan mitra terkait. Kepedulian mitra untuk turut serta melestarikan satwa liar dilindungi di Indonesia patut kita apresiasi dengan harapan ke depan akan lebih banyak lagi mitra yang memiliki kepedulian dalam mempertahankan kelestarian satwa di alam. Program release satwa ini juga menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan populasi satwa di alam.” jelas M. Wahyudi. Untuk mengetahui kondisi satwa setelah dilepasliarkan, rangkaian kegiatan release satwa perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan montoring dan evaluasi pasca release selama kurang lebih 10 hari, yang akan dilaksanakan oleh mitra Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ). Monitoring dan evaluasi pasca release sangat penting untuk dilakukan karena akan menentukan berhasil tidaknya sebuah program pelepasliaran. Hakekat dari pelepasliaran itu sendiri adalah satwa yang kita lepaskan kembali ke alam dapat bertahan hidup di habitat alaminya. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab : Kepala Balai KSDA Yogyakarta-Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi : Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Berita

Translokasi Satwa Hasil Breeding Terkontrol LK Taman Satwa Taru Jurug Surakarta

Surakarta, Sabtu, 13 Agustus 2022. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah bersama dengan Pemerintah Kota Surakarta sebagai pengelola Lembaga Konservasi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta melaksanakan acara seremonial translokasi satwa hasil breeding terkontrol di LK TSTJ ke Kalimantan Tengah dan Jawa Timur. Translokasi tersebut ditandai dengan penyerahan satwa dari TSTJ kepada KLHK melalui Balai KSDA Jawa Tengah kepada Balai Besar KSDA Jawa Timur dan juga Balai KSDA Kalimantan Tengah. Penyerahan tersebut disaksikan oleh Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka serta Dirjen PHL KLHK Dr. Agus Justiono mewakili Menteri LHK dan pejabat daerah Kota Surakarta. Translokasi satwa dilakukan sebagai bentuk implementasi fungsi Lembaga Konservasi untuk mengembangbiakan terkontrol dengan tetap mempertahankan kemurnian genetik serta program konservasi satwa ex-situ link to in-situ. Jenis satwa yang akan ditranslokasi ke Kalimantan Tengah yaitu : Sedangkan jenis satwa yang akan di translokasi ke Jawa Timur yaitu 1 (satu) ekor lutung budeng (Trachypithecus auratus) bernama “Untung” berjenis kelamin jantan usia 3 tahun 4 bulan. Seluruh satwa ini lahir dan besar di LK TSTJ Surakarta. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, drh. Indra Exploitasia, M.Si menyampaikan bahwa hasil pengembangbiakan satwa yang berasal dari lembaga konservasi dapat menjadi sumber cadangan genetik populasi satwa di habitat alamnya. Pemerintah juga mendorong upaya pembinaan kepada pemegang izin lembaga konservasi umum untuk turut serta dalam program pelepasliaran ke alam satwa hasil pengembangbiakan di lembaga konservasi untuk peningkatan populasi di habitat alaminya Untuk memastikan kondisi kesehatan satwa yang akan ditranslokasi, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan satwa oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta dan bebas rabies dari Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang. Selanjutnya pada tanggal 14 Agustus 2022 satwa akan ditranslokasi ke Kalimantan Tengah diangkut menggunakan kapal laut via Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Laut Trisakti, Banjarmasin, sedangkan untuk satwa yang akan di translokasi ke Jawa Timur diangkut melalui jalur darat. Translokasi satwa ini merupakan tahapan dalam rangka pelepasliaran. Sebelum dilepasliarkan, satwa akan melalui proses rehabilitasi terlebih dahulu. Orangutan kalimantan akan direhabilitasi di Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Palangkaraya, owa kalawat di Balai KSDA Kalimantan Tengah dan lutung budeng di Javan Langur Center - The Aspnall Foundation, Malang, Jawa Timur. Balai KSDA Jawa Tengah berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat serta mendukung upaya penyelamatan satwa untuk dapat kembali ke habitat alamnya. Sumber : Balai KSDA Jawa Tengah Penanggung jawab berita : Koord. Perlindungan dan Pengamanan Hutan, Balai KSDA Jawa Tengah - Joko Sulistianto,S.P.,M.Ec.Dev,MA. – 08156594897 Informasi lebih lanjut : Kooordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Balai KSDA Jawa Tengah (Diyah Kartikasari, S.P, M.P – 082242453742)

Menampilkan 1.457–1.472 dari 11.142 publikasi