Selasa, 23 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Giat Patroli, Temukan Tumpukan Kayu

Marancar Godang, 19 Oktober 2022. Patroli menjadi rutinitas dilakukan petugas dalam rangka pengamanan dan perlindungan kawasan konservasi. Giat patroli ini juga dilakukan oleh petugas Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia, Senin (17/10). Patroli kali ini untuk pengamanan kawasan konservasi Suaka Alam (SA) Lubuk Raya di Desa Gapuk Tua dan Desa Marancar Godang, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di Desa Gapuk Tua, tim tidak menemukan tanda-tanda pelanggaran di dalam kawasan konservasi, karena saat ini di desa tersebut masyarakat sedang menikmati panen durian sehingga mengalihkan perhatiannya dari kayu yang ada di kawasan hutan. Namun ketika tim menuju Desa Marancar Godang, Kecamatan Marancar tepatnya di Dusun Suka Mulya (Tangsi), ditemukan bekas tebangan dan tumpukan kayu di pinggir jalan, berjarak 1,5 km ke dalam kawasan konservasi Suaka Alam Lubuk Raya. Untuk memastikan asal kayu tersebut, Tim melakukan pengecekan tunggul dan ternyata di luar kawasan konservasi, yaitu Hutan Produksi dengan jenis pohon durian sebanyak 4 batang berdiameter sekitar 86 cm. Berkaitan dengan temuan tumpukan kayu tersebut, tim kemudian melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat yang dijumpai di warung kopi yang ada di desa tersebut. Tim menyampaikan pesan-pesan konservasi berkaitan dengan arti penting menjaga dan melindungi keberadaan kawasan Suaka Alam Lubuk Raya beserta dengan kawasan penyangga yang ada disekitarnya. Demikian juga edukasi perlindungan terhadap satwa liar khususnya yang dilindungi undang-undang. Kegiatan monitoring kawasan konservasi akan tetap dilakukan oleh Tim. Sumber : Fahmi Harahap – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Usir Perambah, Hancurkan Pondok Perambah

Lubuk Kembang Bunga, 17 Oktober 2022. Piket penjagaan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) tanpa henti terus dilakukan setiap harinya. Kali ini, sebanyak 10 orang petugas berpatroli di dalam kawasan sebagai upaya perlindungan dan pengamanan kawasan dari aktifitas illegal, Sabtu (8/10). Saat piket patroli, tim menemukan pondok perambah di dalam kawasan hutan dan melakukan pengusiran terhadap 4 orang perambah. Setelah melakukan pengusiran, tim petugas juga merobohkan pondok yang perambah. Petugas akan terus memantau lokasi pondok perambah untuk dilakukan monitoring lanjutan agar tidak diduduki kembali. Pada piket kali ini, tim juga melakukan pendekatan dan komunikasi dengan tokoh masyarakat sekitar kawasan guna menggali info atau isu perkembangan desa dan kawasan terbaru. Pendekatan langsung kepada tokoh masyarakat ini dilakukan untuk merangkul semua elemen dari masyarakat untuk berperan dalam pelestarian hutan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Temukan Pondok Perambah, Balai TNTN Pantau Terus Lokasi Tumbangan

Lubuk Kembang Bunga, 17 Oktober 2022. Kembali Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menugaskan tim piket penjagaan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo melakukan patroli di hutan alam Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah, Balai TN Tesso Nilo. Piket penjagaan kali ini dipimpin oleh Kepala SPTN Wilayah II Baserah, Ibram Eddy Chandra, S.Hut, M.Sc., pada tanggal 11 – 12 Oktober 2022. Pergerakan patroli diawali dengan menggunakan 3 unit sepeda motor menyusuri hutan alam SPTN II Baserah, yang dilanjutkan dengan berjalan kaki. Dari hasil patroli ditemukan bukaan/tumbangan hutan yang berbatasan antara SPTN I dan SPTN II. Selanjutnya, tim menelusuri tumbangan tersebut dan akhirnya ditemukan kerangka pondok yang diduga camp perambah di pinggir aliran sungai. Setelah dilakukan cek dan ricek lokasi, pelaku perambahan tidak ditemukan. Pondok hasil temuan langsung dimusnahkan dan dipasang plang atau rambu peringatan. Tim piket penjagaan akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi tumbangan untuk memastikan tumbangan baru tidak kembali dilakukan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Sepuluh Personil Balai TNTN Sisir Lokasi Perambah

Baserah, 14 Oktober 2022 – Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali giatkan piket penjagaan dan patroli hutan alam untuk tujuan pengamanan dan perlindungan kawasan hutan dengan mengerahkan sebanyak 10 orang personil menyusuri hutan alam. Petugas melakukan patroli pada lokasi yang sebelumnya telah dilakukan pengusiran perambah dan perobohan pondok oleh tim piket sebelumnya. Pada lokasi ditemukan kerangka pondok yang diduga dibuat kembali oleh perambah, dan petugas langsung menghancurkan kerangka pondok tersebut. Petugas juga menemukan bekas himasan akasia yang diduga akan ditanami sawit, yang awalnya lokasi tersebut pada tanggal 21 April 2022 lalu sudah pernah dipasangi police line. Langkah selanjutnya, petugas melakukan pemasangan plang dan penaburan biji pada areal-areal tersebut sebagai peringatan kepada oknum perambah. Pemantauan dan patroli lanjutan akan terus dilakukan Balai TNTN terhadap lokasi temuan patroli kali ini. Petugas akan memastikan aktifitas illegal tidak dilanjutkan dan pelaku harus meninggalkan lokasi tersebut. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Terindikasi Masuk Kawasan, Balai TNTN Hentikan Aktivitas Illog

Lubuk Kembang Bunga, 17 Oktober 2022. Kembali Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menugaskan tim piket penjagaan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Kali ini, tim piket penjagaan melakukan patroli di hutan alam Taman Nasional Tesso Nilo tepatnya pada areal Kenayang, Resort Lancang Kuning Air Sawan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), Minggu (9/10). Piket penjagaan diawali dengan laporan dari masyarakat bahwasanya ada alat berat yang sedang beroperasi di dalam kawasan. Langsung menyambangi lokasi, tim menemukan 2 unit alat berat yang yang sedang bekerja membersihkan lahan. Petugas menghentikan aktivitas dan merolling alat berat sampai ke pondok/barak perambah lahan tersebut dan secara tegas memerintahkan agar alat berat segera keluar dari kawasan hutan. Tim piket penjagaan akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi bukaan lahan untuk memastikan alat berat tidak beroperasi kembali. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Warga Desa Dolok Godang Lapor Tumbuhnya Bunga Bangkai

Dolok Godang, 17 Oktober 2022. Warga Desa Dolok Godang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Dedi Irawan, melapor kepada Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok terkait adanya bunga bangkai di desa tersebut, pada Rabu 12 Oktober 2022. Menindaklanjuti, petugas Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Edy Supriono, Kepala Resort Cagar Alam (CA) Dolok Sibual-buali dan Ambet P. Harianja (TPHL) meninjau lokasi sekaligus melakukan pengumpulan data keesokan harinya, Kamis 13 Oktober 2022. Dari hasil peninjauan, petugas menemukan salah satu dari bunga bangkai yang kondisinya sudah layu dengan tinggi sekitar 50 cm. Berdasarkan keterangan Dedi Irawan, bunga yang dikenal juga dengan nama Titan Arum mekar secara sempurna pada tanggal 27 September 2022, dengan ukuran lebar bunga mencapai ± 100 cm. Dan tidak jauh dari bunga yang layu tersebut terpantau juga bunga yang sedang kuncup dengan tinggi sekitar 302 cm. Kedua bunga bangkai tersebut berada di Areal Penggunaan Lainnya (APL), kebun coklat warga dan di pinggir jalan desa dekat pemukiman warga. Dalam 10 Fakta Menarik Bunga Bangkai Raksasa (Amorphophallus titanium (Becc.) Becc. yang diterbitkan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, diuraikan bahwa bunga bangkai merupakan tumbuhan asli Indonesia dan populasi liarnya hanya ditemukan di hutan-hutan Sumatera. Bunga bangkai ini termasuk suku talas-talasan (Araceae) sehingga memiliki umbi. Bunga ini seringkali mekar sempurna di sore hingga malam hari dan mengeluarkan bau “bangkai”. Saat mekar terlihat tongkol (spadiks) berwarna kuning yang dikelilingi oleh seludang bunga yang berwarna merah keunguan. Tinggi spadiks bisa mencapai 3 meter menjadikan bunga ini dijuluki “Bunga Raksasa” Petugas menyampaikan apresiasi kepada Dedi Irawan yang telah memberikan laporan serta informasi tentang tumbuhnya bunga bangkai. Tidak lupa juga memberi edukasi untuk ikut menjaga dan melindungi bunga langka ini, mengingat tumbuhan tersebut termasuk jenis yang dilindungi undang-undang Sumber : Ambet P. Harianja – TPHL Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Balai Besar KSDA Sumatera Utara.
Baca Berita

Tiger Proof Enclosure Untuk Atasi Konflik

Besitang, 17 Oktober 2022. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) pasca terperangkapnya “Bestie” di akhir bulan Agustus 2022 yang lalu, acap kali muncul di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, sehingga meresahkan warga. Salah satu yang menjadi incaran dari si raja hutan adalah ternak peliharaan warga. Situasi ini mendorong warga membuat kandang khusus untuk melindungi ternak-ternak peliharaan. Kandang khusus inilah yang dikenal dengan Tiger Proof Enclosure (TPE) atau kandang anti serangan Harimau, yaitu kandang yang berfungsi untuk mencegah harimau memangsa ternak warga. Kandang ini dibuat sedemikian rupa yang menjamin bahwa ternak peliharaan tersebut berada dalam keadaan aman (safety). Pembuatan kandang TPE dilakukan di Dusun Kodam Bawah, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, oleh warga dengan pendampingan dari petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat bersama dengan lembaga mitra Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL), pada Kamis 13 Oktober 2022. Pembuatan kandang ini sebelumnya memang telah dilakukan oleh warga, namun agar sesuai dengan standard keamanan resiko konflik manusia dengan harimau, dilakukan perbaikan dengan meninggikan kandang TPE serta perbaikan kawat duri guna mencegah masuknya harimau ke kandang. Selanjutnya akan dilakukan juga pembuatan kandang anti serangan harimau (TPE) lainnya di sekitar Dusun Kodam Bawah, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya konflik warga dengan harimau. Disamping pembuatan kandang TPE, petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat pun akan melakukan monitoring melalui camera trap. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut.-Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Terluka, Ungko Datangi Elyas Minta Diobati

Pekanbaru, 17 Oktober 2022 - Tiba-tiba seekor owa ungko menghampiri salah satu warga Desa Palas Kec. Pangkalan Kuras Kab. Pelalawan yang bernama Elyas saat sedang beraktifitas menebas semak belukar di kebunnya, Senin (3/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Ungko datang dengan keadaan tangan kanan dan kaki sebelah kanannya terluka, kemudian Elyas memutuskan membawa satwa tersebut ke rumahnya untuk diobati. Mengetahui bahwa satwa ini dilindungi, maka beliau melaporkan ke Bhabinkamtibmas Desa Palas. Briptu Ahmad Karim kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Balai Besar KSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I di Kab. Pelalawan. Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau segera melakukan evakuasi dan penyelamatan satwa tersebut. Petugas kemudian membawa satwa owa ungko ke klinik transit satwa Balai Besar KSDA Riau di Pekanbaru untuk dilakukan pengobatan dan rehabilitasi agar satwa tersebut bisa dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Balai Besar KSDA Riau mengucapkan terima kasih kepada Sdr. Elyas yang telah menyelamatkan dan menyerahkan satwa owa ungko yang dilindungi. Semoga semangat dan kesadaran dalam mendukung konservasi dapat menular kepada masyarakat yang lainnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mengantar Jaques dan Boy Ke Habitatnya

Mentibat, 15 Oktober 2022. Balai Besar Taman Nasional Betung dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar) berhasil melepasliarkan 2 Individu Orangutan (Pongo pygmaeus) tahap ke 10 di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Sabtu (15/10). Jaques (Jantan/8 tahun) dan Boy (Jantan/11 tahun) dilepasliarkan di Sub Das Mendalam Taman Nasional Betung Kerihun, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wil. III Padua Mendalam, Bidang PTN Wil. II Kedamin. Kedua individu orangutan tersebut juga telah dilakukan pengambilan sampel sputum dan sampel darah kandidat rilis untuk dianalisa di laboratorium pada tanggal 4 Juli 2022. Kedua individu tersebut dianggap telah siap untuk dilepasliarkan berdasarkan hasil evaluasi secara medis dan tingkah lakunya pada tanggal 13 Oktober 2022. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 5 jam ke lokasi dan diikuti sebanyak 16 orang dari tim YPOS, 6 orang dari tim TaNa Bentarum, 5 Orang dari tim BKSDA Kalbar, 1 Pastor beserta asistennya dan 1 tamu SOC. Setelah dilakukan pelepasan, tim melakukan Pemantauan dan evaluasi pasca pelepasliaran untuk memastikan perkembangan orangutan yang dilepasliarkan dapat bertahan hidup di alam liar. Selain itu, monitoring pasca pelepasan dapat dijadikan bahan umpan balik untuk kegiatan pelepasan berikutnya. Kepala Balai Besar TaNa Bentarum Wahju Rudianto, S.Pi.,M.Si menjelaskan Upaya pelepasliaran satwa liar termasuk Orangutan di Taman Nasional Betung Kerihun merupakan upaya penyelamatan yang dilakukan untuk pelestarian jenis satwa liar di alam. “Diharapkan dengan dilepasliarkannya Orangutan tersebut ke alam, dapat memberikan kesempatan tumbuh dan berkembangbiak di habitat alaminya, sehingga populasi jenis orangutan di alam tetap terjaga” ungkap Wahju. Sejak tahun 2017 sampai dengan 2022 sudah dilakukan pelepasan Orangutan sebanyak 9 kali dengan total individu 21 Orangutan. Kerjasama ini tertuang dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Nomor: 04/BKSDA.KALBAR/HUMAS/06/2020 dan Nomor: 041/PKS-YPOS/KP/VI/2020 tentang Penyelamatan dan Perlindungan, serta Rehabilitasi Orangutan dan Habitatnya yang telah ditanda tangani kedua belah pihak pada Tanggal 22 Juni 2020. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Meresahkan, Kera Ekor Panjang Dievakuasi BBKSDA Riau

Pekanbaru, 17 Oktober 2022 - Masyarakat Kel. Tangkerang Labuai, Pekanbaru pada 9 Oktober 2022 melaporkan bahwa terdapat satu ekor kera ekor panjang yang membahayakan warga dan anak anak setempat berada di pemukiman warga. Masyarakat berharap agar dapat dilakukan penanganan segera terhadap satwa kera tersebut sebelum jatuh korban. Tim penanggulangan konflik satwa dari Balai Besar KSDA Riau bekerja sama dengan Yayasan Cinta Satwa Riau melakukan upaya untuk menyelamatkan dan mengevakuasi kera tersebut dengan melakukan pembiusan dalam proses evakuasinya. Menurut penuturan salah warga, kera tersebut sering masuk rumah salah satu warga dan menyebabkan kerusakan pada plafon rumah. Akhirnya kera dapat dilumpuhkan dengan bius dan berhasil dievakuasi. Untuk sementara waktu, satwa direhabilitasi ke kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau Pantau Aktivitas Nelayan Lalu Lalang di Sungai Kerumutan

Pekanbaru, 17 Oktober 2022 - Petugas Resort di Teluk Meranti, Balai Besar KSDA Riau, melakukan penjagaan dan pemantauan aktivitas masyarakat nelayan di sekitar jembatan Luguloga (gloga) sungai Kerumutan yang merupakan salah satu akses utama ke dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan. Dari hasil penjagaan, tidak dijumpai adanya aktivitas illegal, kemudian petugas melanjutkan melakukan pengecekan dan pemantauan di lokasi aktivitas masyarakat seperti kebun sawit dan tempat rawan lainnya di sekitar kawasan yang mengarah ke dalam kawasan SM Kerumutan. Di lokasi tersebut juga tidak ditemukan aktivitas illegal. Pemantauan rutin di dalam dan sekitar kawasan dapat meminimalisir terjadinya perusakan dan perambahan hutan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pantau Sejak Lama, BBKSDA Riau Amankan Alat Berat

Pekanbaru, 16 Oktober 2022. Sejak 1 Oktober 2022, Tim patroli Balai Besar KSDA Riau telah memonitor adanya pembukaan lahan dengan menggunakan alat berat excavator di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil. Sampai pada Minggu 9 Oktober 2022, Tim gabungan operasi pengamanan hutan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Direktorat Jenderal (Ditjen) Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) KemenLHK, aparat kepolisian dan TNI bergerak ke lokasi untuk meminimalisir kerusakan yang ada di Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil tersebut. Tim gabungan akhirnya berhasil mengamankan satu unit alat berat yang disembunyikan di dalam semak belukar ke Pekanbaru namun pelaku sudah tidak ada di lokasi, Senin (10/10). Dari pantauan drone terdapat sekitar 125 hektare hutan di kawasan SM Giam Siak Kecil yang telah dirambah dan masih bersifat pembukaan lahan saja karena di lokasi tidak ditemukan adanya bibit tanaman. Saat ini Polda Riau bersama Balai Besar KSDA Riau sedang melakukan penyelidikan terhadap pelaku perambahan. Untuk diketahui, Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil merupakan ekosistem rawa gambut yang sangat rawan terjadi kebakaran dan sekaligus menjadi habitat satwa. Sehingga sangat perlu dijaga kelestariannya dan diamankan dari aktivitas illegal yang dapat merusaknya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kabar Baik, Bibit Kentang Bantuan BBKSDA Sumatera Utara Tumbuh Subur

Lae Hole II, 14 Oktober 2022. Berita menggembirakan datang dari Kelompok Tani Fajar Pansur Nauli di Dusun II Huta Dolok, Desa Lae Hole II, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Kelompok tani ini merupakan penerima bantuan usaha ekonomi produktif dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, berupa bibit kentang, pupuk dan obat-obatan. Serah terima bantuan dilakukan pada bulan Agustus 2022 yang lalu, dan hasil monitoring yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui petugas Resort Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike, pada Selasa 11 Oktober 2022, tanaman kentang tumbuh dengan baik dan subur. Kesungguhan dan komitmen seluruh anggota kelompok tani dalam menanam dan merawat, serta pendampingan dari petugas Resort TWA Sicike-cike tentunya menjadi kunci kesuksesan dalam pemanfaatan bantuan yang diberikan. Kelompok tani yang sudah terbentuk sejak tahun 2013 dan telah dilakukan pengukuhan sesuai Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Lae Hole II Nomor: 12/KD/VII/2013 pada tanggal 14 Juli 2013, dengan jumlah anggota sebanyak 21 orang, serius dalam melakukan kegiatan penanaman bibit kentang sejak tanggal 13 September 2022 lalu, dan saat ini telah dilakukan pemupukan tahap kedua, dimana hasil pertumbuhannya pun termonitor memuaskan 100 %. Harapannya kedepan, tanaman ini dapat tumbuh dengan sempurna dan siap untuk dipanen, sehingga meningkatkan perekonomian anggota Kelompok Tani Fajar Pansur Nauli khususnya dan masyarakat Desa Lae Hole II pada umumnya, serta meningkatnya kepedulian terhadap perlindungan dan kelestarian kawasan TWA Sicike-cike. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Upaya Penyelamatan Macaca di Sumatera Utara

Batang Toru, 13 Oktober 2022. Populasi macaca sp. khususnya di Sumatera Utara semakin hari semakin tidak terkendali sehingga sering menyebabkan terjadinya konflik dengan masyarakat. Upaya penanganan dan pengendalian secara terintegrasi terus dilakukan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kondisi ini kemudian menjadi perhatian khusus dari salah satu lembaga swadaya masyarakat yang terpanggil untuk melakukan upaya penanganan dan pengendalian tersebut. Adalah Yayasan Scorpion Indonesia (YSI) yang mencoba menginisiasinya. Yayasan yang bergerak dibidang perlindungan satwa liar dan berbasis di Sumatera Utara ini, merupakan lembaga yang didirikan untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan kepunahan satwa dilindungi serta menghindari berbagai tindakan kekejaman terhadap satwa. Gayung pun bersambut, niat baik tersebut direspon positif oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Serangkaian pertemuan dan pembahasan dalam rangka penjajakan untuk Perjanjian Kerja Sama dilakukan secara intens. Dan proses ini kemudian dilaporkan kepada Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk mendapatkan persetujuan. Sambil menunggu persetujuan dan menunjukkan kesungguhannya, Yayasan Scorpion Indonesia membangun Pusat Penyelamatan Macaca sp. yang disebut juga dengan “Macaque Rescue Center Yayasan Scorpion Indonesia” di Dusun Pulo Lubang, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan telah diresmikan pada Kamis, 22 September 2022 yang lalu. Ali Bangun Gea, S.Kom., M.Si., selaku Direktur Pelaksana Yayasan Scorpion Indonesia, memaparkan bahwa pembangunan Pusat Penyelamatan Macaca sp. bertujuan untuk menyediakan fasilitas lokasi penyelamatan, penampungan dan tempat merehabilitasi macaca sp. yang diselamatkan dari konflik di lapangan, juga sebagai tempat karantina untuk menyaring penyakit sekaligus mengintegrasikan macaca sp. yang dievakuasi menjadi kelompok sosial, sebagai tempat rehabilitasi bagi macaca sp. agar dapat dan layak untuk dilepasliarkan kembali, serta untuk meminimalisir permasalahan konflik antara macaca sp. dengan manusia. Beberapa fasilitas sudah dibangun di lokasi, seperti : kandang rehabilitasi, shelter karantina, kandang isolasi dan klinik. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara diwakili Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, menyambut baik pembangunan Pusat Penyelamatan Macaca sp. ini dan berharap keberadaannya akan memberi manfaat terutama dalam membantu mengatasi dan menangani konflik yang terjadi antara masyarakat dengan macaca sp. Peresmian selain dihadiri Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, juga turut dihadiri : Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, perwakikan BSI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, perwakilan KPH VI Sipirok, Camat Batang Toru, perwakilan PT. Agincourt Resources, lembaga mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC), perwakilan LSLI, Kepala Desa Hapesong dan tokoh masyarakat Desa Hapesong. Sumber : Dany Sitanggang, S.Hut. – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Aktivitas Gajah Liar di Pemukiman Warga

Pekanbaru, 12 Oktober 2022 - Resort Duri, Balai Besar KSDA Riau melakukan mitigasi konflik di Desa Balai Makam, Kec. Bathin Solapan, Kab. Bengkalis, Kamis (6/10). Berdasarkan laporan warga, terdapat aktivitas gajah liar yang bersinggungan dengan warga. Pengecekan bersama warga dilakukan bersama dan terlihat beberapa jenis tanaman yang dimakan oleh gajah liar berupa tanaman pisang, singkong dan sawit milik warga. Warga resah karena gajah sudah beberapa hari berada di lokasi tersebut. Tim melakukan penelusuran berdasarkan jejak terbaru dari satwa liar tersebut. Posisi gajah mengarah ke belukar dan lembah. Tim melakukan sosialisasi kepada warga agar berhati-hati dan waspada dengan cara membuat api unggun dan bunyi- bunyian agar gajah liar menjauh. Kemudian memberikan pemahaman kepada warga agar tidak melukai ataupun membuat gajah menjadi agresif. Warga memohon agar dapat segera dicari solusi karena gajah liar sudah beberapa kali masuk di daerah mereka agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mitigasi Konflik Gajah Liar di Desa Rantau

Pekanbaru, 12 Oktober 2022 - Balai Besar KSDA Riau bersama Yayasan Tesso Nilo (TNTN) melakukan mitigasi konflik satwa liar gajah sumatera di Desa Rantau Kasih, Kampar Kiri Hilir, Kec. Kampar Kiri Hilir, Kab. Kampar, Kamis (6/10). Koordinasi dilakukan dengan dengan Kades Rantau Kasih serta warga dan bersama – sama menuju ke lokasi gajah terakhir terlihat, namun jalan sulit dilalui karena hujan deras jadi kendaraan tidak bisa menuju ke lokasi. Blokade pengamanan gajah juga dilakukan namun tim gabungan belum berjumpa dengan rombongan gajah yang menurut warga terpecah menjadi beberapa rombongan. Hingga pagi berjaga, belum ada laporan terkait keberadaan rombongan gajah tersebut. Sosialisasi setelahnya dilakukan terkait satwa dilindungi termasuk gajah sumatera dan upaya penanganannya serta sanksi yang diberikan apabila melanggarnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.361–1.376 dari 11.142 publikasi