Selasa, 23 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Temuan - Temuan Hasil Patroli SM Kerumutan

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I, Balai Besar KSDA Riau, yang dipimpin Kepala Seksi, Sugito, melakukan patroli pengamanan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Desa Kampung Pulau, Kec. Rengat, Kab. Inhu, Rabu (26/10). Petugas patroli bersama Kades, Babinsa dan masyarakat Desa Kp. Pulau menyusuri Sungai Mengkuang dan Sungai Tetual SM Kerumutan Selatan. Dalam patroli bersama pengamanan kawasan kerumutan, Kades berharap Tim mengedepankan pembinaan dan sosialisasi terhadap warganya apabila dijumpai aktivitas ilegal di dalam kawasan SM Kerumutan Selatan. Sampai di lokasi, Tim gabungan melakukan penyisiran di dalam kawasan dan menemukan bekas jalan sepeda yang diduga milik pelaku illegal logging namun tidak menemukan seorangpun di sekitar lokasi tersebut. Barang bukti yang berhasil ditemukan berupa kayu olahan chainsaw sebanyak +/- 3 meter kubik. Penyisiran kemudian dilanjutkan ke hulu sungai dan dijumpai dua pondok kerja (Camp) yang kosong, sudah ditinggal oleh pemiliknya dan satu pondok yang masih aktif. Pondok tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar secara aman dan terukur. Tim melakukan pengecekan papan himbauan dan larangan yang berada di pintu masuk sungai Mengkuang SM Kerumutan Selatan, kondisinya masih baik dan aman. Dari patroli tersebut ditemukan juga dua titik illegal logging yang akan mendapat perhatian lebih dari petugas dan pihak Desa. Dari hasil temuan tersebut, petugas akan melakukan sosialisasi kembali kepada warga agar tidak melakukan aktifitas illegal di dalam kawasan karena sanksi tegas akan dikenakan jika tetap melanggar. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai TN Bukit Tiga Puluh Wujudkan Sinergi positif Untuk Perlindungan Kawasan Hutan

Rengat, 2 November 2022. Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) dan Royal Lestari Utama (RLU) Grup yang merupakan anak usaha dari Michelin baru saja menandatangani kesepakatan kerja sama penguatan fungsi kawasan pelestarian alam melalui dukungan untuk pengelolaan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh di Kantor Balai TNBT, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Fifin Arfiana Jogasara dan Chief Sustainability and Corporate Affairs RLU, Yasmine Sagita, pada tanggal 18 Oktober 2022 untuk 5 (lima) tahun kedepan. Kerja sama ini mencakup ruang lingkup penguatan kelembagaan, perlindungan Kawasan, pengawetan flora dan fauna, pemulihan ekosistem, dan pemberdayaan masyarakat kegiatan antara lain perlindungan kenakearagaman hayati melalui patroli pengamanan hutan, pelatihan peningkatan kapasitas SDM petugas dan masyarakat, mitigasi konflik satwa dan manusia, monitoring satwa, pemberdayaan masyarakat desa sekitar kawasan hutan. Menurut Kepala Balai TNBT, “Konservasi tidak mungkin sendiri sehingga dalam pengelolaan Kawasan serta penyangganya, Balai TNBT melibatkan perbagai pihak pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, Akademisi, Badan Usaha/Swasta dan Masyarakat melalui sinergitas aspek kepentingan. Salah satu pemangku kepentingan di Kawasan penyangga TNBT adalah PT Lestari Asri Jaya (LAJ) anak usaha RLU Grup yang bermitra dengan TNBT melalui skema kerja sama penguatan fungsi.” Hal yang sama disampaikan oleh Chief Sustainability and Corporate Affairs RLU, menerangkan kerja sama ini adalah bagian dari wujud komitmen perseroan dalam upaya meningkatkan perlindungan kawasan hutan. “Kami optimistis melalui kerjasama yang sangat baik ini akan mampu meningkatkan upaya perlindungan kawasan hutan yang menjadi komitmen RLU. Melalui sinergi ini pula RLU akan secara berkelanjutan memberikan dampak positif terhadap kelestarian hutan dan ekosistemnya serta masyarakat yang ada di sekitarnya,” kata Chief Sustainability and Corporate Affairs RLU. Sinergi positif antara Balai TNBT dengan RLU sejatinya telah berjalan sejak tahun 2018 dan memberikan dampak signifikan terhadap upaya perlindungan kawasan hutan. Hal ini tercermin dari penurunan prosentase penebangan liar atau illegal logging melalui pemantauan dan penindakan secara langsung dengan kegiatan berupa sosialisasi, patrol dan monitoring yang secara rutin dilakukan oleh petugas Balai TNBT dan RLU yang mencapai cakupan jarak ± 170 km/patroli. Tidak hanya mencegah, melalui kerjasama ini 19.724,60 hektar kawasan TNBT dan 9.628 hektar areal hutan Konservasi PT LAJ dapat terjaga dengan baik. Penanaman kembali dalam rangka pemulihan ekosistem pada kawasan hutan dilakukan dengan melibatkan masyarakat lokal mulai dari penyemaian hingga penanaman bibit tanaman di hutan. Jenis-jenis pohon yang ditanam diantaranya adalah Meranti Kuning (sorea peltata) dan Balau (Parashorea lucida) yang kedua jenis tumbuhan tersebut berstatus Critically Endangered Species. Kerja sama antara RLU dan TNBT ini juga merupakan bagian integral dari misi perseroan untuk menjadi perusahaan karet alam berkelanjutan terkemuka di dunia dan mewujudkan komitmen terhadap upaya nol deforestasi, melindungi habitat satwa liar yang populasinya terancam dan mendukung pengembangan masyarakat lokal. Kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat lokal di sekitar kawasan hutan tercermin dari semakin banyaknya petani hutan yang bergabung dalam kelompok tani binaan RLU yang meningkat kesejahteraannya. Hingga saat ini RLU membina lebih dari 730 petani kecil termasuk tiga kelompok tani wanita dan memberi dampak peningkatan kesejahteraan bagi sekitar 3.650 orang di desa sekitar wilayah kerja. Selain mendapatkan pendampingan dan dukungan usaha dari RLU, masyarakat sekitar kawasan hutan juga mendapatkan berbagai pelatihan dari petugas TNBT. “Kami berharap kerjasama yang baik antara Balai TNBT dan RLU ini akan terus memberikan dampak positif kepada kesejahteraan masyarakat, kesejahteraan hutan dan eksositemnya, serta keberlanjutan kerja sama Balai TNBT dan RLU” tutup Kepala Balai dan Chief Sustainability and Corporate Affairs RLU secara bersama. __________________________ Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh - SIARAN PERS Nomor: SP.14/BTNBT/TU/11/2022 Penanggung jawab berita: 1. Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (Fifin Arfiana Jogasara) 2. Chief Sustainability and Corporate Affairs RLU (Yasmine Sagita)
Baca Berita

Cerita Juriana Serahkan Macan Akar dan Ikut Melepasliarkan

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Seekor satwa liar macan akar diserahkan warga ke Resort Kerumutan Utara (Pos Kapou), Balai Besar KSDA Riau di Kel. Sorek Satu, Kec. Pengkalan Kuras, Kab.Pelalawan, Selasa (25/10). Warga yang bernama Juriana saat pergi bersama orang tuanya ke kebun, Minggu (16/10), menemukan satu ekor macan akar dalam kondisi lemah terbaring di gubuk/pondok kebunnya. Karena iba dengan kondisinya, Juriana membawa macan akar tersebut pulang dan dirawatnya. Namun beberapa orang dekatnya menyampaikan bahwa satwa tersebut merupakan salah satu satwa yang dilindungi. Selanjutnya, Juriana melapor dan menyerahkan satwa ke petugas Balai Besar KSDA Riau terdekat. Setelah menerima satwa, petugas membuat berita acara penyerahan satwa dan memberikan sosialisasi ke Juriana bahwa satwa tersebut merupakan satwa liar yang dilindungi dan sebaiknya dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan fisik, satwa dinilai sehat, lincah dan masih liar serta sudah mampu bertahan hidup di alam, maka petugas bersama Juriana melepasliarkan satwa macan akar di sekitar kawasan hutan konservasi. Terima kasih Juriana, semoga menjadi contoh untuk masyarakat agar peduli dengan satwa liar. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Sisir Sapu Jerat dan Illegal Logging di SM Kerumutan

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I, Balai Besar KSDA Riau, bersama masyarakat Desa Kampung Pulau dan masyarakat Desa Pulau Gelang melakukan patroli pengamanan kawasan dan patroli sapu jerat di Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan Selatan, Desa Pulau Gelang, Kec. Batang Cenaku, Kab. Inhu, pada Selasa s.d. Sabtu, 18 s/d 22 Oktober 2022. Perjalanan menuju lokasi menggunakan dua perahu motor (pompong) melalui sungai Sengkayan, Desa Kp. Pulau, Sungai Batang Rengat dan masuk melalui kanal/parit PT. SBB yang mengarah ke sudut kawasan Kerumutan bagian selatan berbatasan dengan Kab. Inhil. Sampai di lokasi, petugas menemukan tumpukan kayu olahan chainsaw sebanyak +/- 5 m kubik dan 5 unit sepeda yang dimodifikasi untuk mengangkut kayu dari kawasan hutan. Temuan tersebut kemudian dimusnahkan pada malam harinya dengan cara dibakar secara aman dan terukur. Penyisiran kemudian dilanjutkan di jalan sepeda yang mengarah ke kawasan SM Kerumutan bagian selatan dengan berjalan kaki sekitar 3,5 km. Di ujung jalan sepeda, petugas menemukan tujuh unit pondok (Camp) Illegal logging yang sudah kosong. Diduga para pelaku melarikan diri masuk ke dalam hutan. Petugas juga menemukan dua unit mesin chainsaw, satu unit mesin genset, satu kampak, satu jerigen minyak pertalite dan satu tas peralatan kunci-kunci mesin. Semua barang temuan tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar secara aman dan terukur. Lokasi terakhir penyisiran di sekitar kawasan SM Kerumutan bagian selatan, petugas lagi – lagi menemukan dua unit jerat dengan menggunakan kayu pelantik dan tali nilon, diduga jerat-jerat tersebut digunakan oleh pelaku (pemburu) untuk menjerat rusa dan kijang serta satwa liar lainnya, karena lokasi tersebut merupakan perlintasan dan habitat harimau sumatera yang berbatasan dg PT. SRL, PT. BDL dan PT. SMK serta PT. SPA yangg ada di bagian utara SM Kerumutan. Dari hasil temuan di tiga lokasi tersebut, petugas kemudian memasang papan larangan dan himbauan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pekerja Terluka, BBKSDA Riau Temukan Jejak Si Belang

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Petugas Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau, bersama Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan pemegang konsesi melakukan kegiatan mitigasi interaksi negatif antara manusia dan satwa liar harimau sumatera (HS) di Distrik Merawang, Desa Pulau Muda, Kec.Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, petak 906, pada Sabtu dan Minggu, 22 s/d 23 Oktober 2022. Dimana seorang pekerja an. Adi Saputra (37 th), kepala rombongan kontraktor konsesi pemegang ijin hutan tanaman industri mengalami luka bagian kepala karena terkena cakaran harimau. Di lokasi kejadian, petugas menemukan bekas jejak satwa harimau sumatera yang berkeliaran di sekitar camp pekerja perawatan tanaman dan jejak diperkirakan masih baru (sekitar minggu pagi). Ditemukan juga barang-barang seperti bekas sepatu korban, tempat minum, dan ember yang di rusak oleh satwa tersebut. Dari temuan di lokasi kejadian, petugas dan pihak pemegang konsesi berkoordinasi dengan subkontraktor pekerjaan di lokasi bahwa sementara akan menghentikan aktivitas dan diungsikan ke tempat/camp yang lebih aman. Berdasarkan pengamatan di lapangan, camp pekerja sebenarnya sudah diberi pembatas plastik hitam untuk menghalangi pandangan satwa liar, namun si belang berhasil memasuki camp melewati pagar plastik yang terbuka. Sampai saat ini, petugas masih melakukan upaya mitigasi lebih lanjut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Road To HCPSN 2022, Warga Kabanjahe Serahkan Kucing Hutan

Kabanjahe, 31Oktober 2022 Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10), melalui informasi dari awak media kepada Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, tentang adanya warga yang memelihara kucing hutan (Felis bengalensis). Merespon laporan, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang segera menjumpai langsung warga Kabanjahe tersebut yang bernama Piher Sitepu. Piher menjelaskan, bahwa satwa tersebut diperolehnya dari kenalannya dan ia menyampaikan belum mengetahui bahwa kucing hutan merupakan satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Raya Tarigan, S.Sos., kemudian memberikan sosialisasi dan arahan terkait satwa liar yang dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 serta konsekuensi hukumnya bila melakukan pemeliharaan illegal terhadap satwa liar yang dilindungi undang-undang. Usai menerima penjelasan dari Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Piher menyatakan mengerti serta memahaminya, dan langsung menyerahkan kucing hutan dimaksud kepada Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang. Penyerahan satwa liar dilindungi undang-undang ini merupakan rangkaian dari Road To HCPSN (Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional) tahun 2022. Melalui momen penting ini, pemahaman masyarakat terhadap satwa liar dilindungi harus tetap digalakkan. Masyarakat penting sekali mengetahui bahwa satwa liar sebenarnya hidup di alam liar bukan sebagai peliharaan apalagi hanya sekedar meningkatkan style hidup. Memahami satwa liar dilindungi, itu sama artinya sadar bahwa satwa tersebut terancam populasinya yang memungkinkannya menuju kepada kepunahan. Setelah diterima, kucing hutan dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk mendapat perawatan dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut.- Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Buaya Muncul, Petugas Lakukan Mitigasi

Sei Raja, 31 Oktober 2022. Koresponden media eletronik MNC TV Asahan, pada Kamis 27 Oktober 2022 melapor kepada Kepala Resort Pelabuhan Tanjung Balai, Cagar Alam (CA) Batu Ginurit dan Suaka Alam (SA) Sei Ledong pada Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, tentang penampakan 1 ekor Buaya Muara (Crocodylus porosus) di alur sungai di belakang pemukiman warga Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai, pada Senin 24 Oktober 2022. Berlanjut, pada Jumat 28 Oktober laporan yang sama juga diterima dari Lurah Sei Raja, tentang kembali muncul buaya di belakang pemukiman warga. Dari laporan tersebut, pada hari yang sama petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjung Balai serta Lurah Kelurahan Sei Raja meninjau lokasi dan melakukan upaya-upaya mitigasi, seperti : himbauan kepada warga untuk mengurangi aktivitas di pinggiran sungai berupa mandi, cuci, dan lain-lain, memasang jaring di bawah jembatan untuk menghambat keluar masuknya buaya ke pemukiman warga, serta memasang perangkap agar buaya dapat diamankan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Sampai saat ini, petugas aktif berkoordinasi dengan BPBD Tanjung Balai dan Lurah Sei Raja serta terus memantau perkembangannya. Sumber : Arief Hidayat – Polhut, dan Muhammad Hatta – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Giat Konservasi Green Leadership Indonesia di Momen Sumpah Pemuda Ke-94

Medan, 31 Oktober 2022. Sekumpulan anak muda berkumpul di Taman Sri Deli Medan, dan menarik perhatian warga yang lalu lalang di sepanjang jalan. Rupanya anak-anak muda ini tergabung dalam komunitas Green Leadership Indonesia (GLI) sedang melaksanakan aksi bersih dan pembagian 94 bibit pohon kepada warga di sepanjang jalan Mesjid Raya – Taman Sri Deli – Istana Maimun, Kota Medan, Jumat (28/10). Giat ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-94. Lagi-lagi warga bertanya, apa itu GLI ? Ternyata GLI berawal dari adanya perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap generasi-generasi muda, yang mana dalam upaya peningkatan pengetahuan kaum muda ini mengenai perspektif keadilan sosial dan ekologis, serta mengambil peran strategis dalam agenda penyelamatan lingkungan hidup dan kehutanan, maka digelarlah kegiatan Green Leadership Indonesia pada tahun 2021. Melihat antusiasme masyarakat terutama kaum muda pada hasil penyelenggaraan GLI tahun 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun memandang perlu menindaklanjuti melalui pengembangan kegiatan GLI pada tahun 2022 dalam suatu sistem kerja yang sistematis untuk mencapai hasil yang optimal. Atas dasar itulah kemudian diterbitkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian LHK Nomor : SK.66/SETJEN/DATIN.0/IX/2022 tanggal 19 September 2022 yang mengatur tentang Penetapan Tim Sekretariat dan Pendamping Peserta Green Leadership Indonesia (GLI) Tahun 2022/2023, dimana GLI Sumatera Utara masuk dalam Region I. Sebagai bentuk kepedulian serta wujud nyata eksistensi GLI di Sumatera Utara, dan memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2022, dilaksanakan Aksi Bersih dan Pembagian 94 Bibit Pohon dengan mengusung tema “Pemuda Green Leadership Indonesia Regional I Sumatera Utara Bersumpah Untuk Bumi Yang Hijau”. Kegiatan ini dilatarbelakangi pemikiran bahwa sumpah pemuda merupakan salah satu sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Pola hidup masyarakat pada masa ini turut berkontribusi terhadap rusaknya lingkungan. GLI mengajak pemuda yang memiliki tenaga dan potensi yang besar dalam menggebrak untuk menerapkan green lifestyle demi menjaga lingkungan. Aksi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pemuda terhadap tanggung jawab kolektif akan kelangsungan hidup manusia saat ini maupun manusia yang akan datang. Giat aksi bersih dan pembagian 94 bibit pohon berangkat dari pemikiran bahwa aksi nyata yang dilakukan oleh GLI yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat saat melakukan aksi bersih tentunya akan memberikan efek persuasif yang melihatnya, sehingga tumbuh rasa peduli terhadap lingkungan. Dan filosofi 94 bibit tanaman menandai 94 tahun umur dari sumpah pemuda yang bersejarah. Balai Besar KSDA Sumatera Utara selaku anggota dalam Tim Sekretariat dan Pendamping Peserta GLI Tahun 2022/2023, ikut berperan aktif memdukung dan memfasilitasi kegiatan yang dilakukan oleh GLI Regional Sumatera Utara. Pendampingan dilakukan mulai dari perencanaan, pendanaan sampai pelaksanaan kegiatan. Dukungan yang sama juga diberikan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Wampu Sei Ular yang menyediakan 94 bibit pohon. Ekspektasinya tentu kegiatan ini tidak hanya selesai di momen peringatan Hari Sumpah Pemuda 2022 saja, tetapi kedepannya akan semakin banyak karya-karya nyata GLI lainnya yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat dalam melindungi dan melestarikan lingkungan hidup. Sumber : Evansus Renandi Manalu – Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Usai Melukai Warga, Akhirnya Monyet Berhasil Dievakuasi

Binjai, 31 Oktober 2022. Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) meresahkan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai. Monyet tersebut telah melukai 9 orang warga dan salah satunya bayi berumur 9 bulan yang akhirnya dirawat di rumah sakit. Tim gabungan Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai serta lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia kemudian memasang kandang jebak. Setelah satu minggu dipasang, akhirnya monyet ganas tersebut berhasil terperangkap masuk dalam kandang jebak pada Jumat, 29 Oktober 2022. Satwa liar ini, sejak 1 bulan terakhir sangat meresahkan masyarakat dan awalnya dilaporkan ke BPBD Kota Binjai. Namun karena BPBD Binjai tidak memiliki peralatan yang cukup untuk penangkapan, lalu berkoordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah II Stabat. Upaya evakuasi sempat terganggu oleh aktivitas warga yang terus menguber-uber monyet dengan menggunakan senapan angin karena dendam banyaknya keluarga mereka yang jadi korban serangan. Tim akhirnya berkoordinasi dengan Lurah setempat agar melarang warga menguber-ubernya karena akan mengganggu upaya tim yang sudah memasang kandang jebak. Diduga monyet ini menjadi ganas akibat seringnya terkena pukulan dan tembakan senapan angin dari warga. Setelah berhasil di perangkap, monyet kemudian dievakuasi dari lokasi konflik dan sudah diisolasi di kandang satwa kantor Seksi Konservasi Wilayah II Stabat. Monyet akan segera dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut setelah adanya rekomendasi tim medis dokter hewan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH.-Kepala SKW II Stabat, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Maskot Provinsi Sumut Dititip ke PPS Sibolangit

Sibolangit, 31 Oktober 2022. Satu ekor burung Beo Nias (Gracula religiosa robusta) yang merupakan penyerahan dari pihak Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dititip untuk dirawat dan direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitatnya, Jumat (28/10). Penyerahan Beo Nias dari Polrestabes Medan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penyelamatan dan pelestarian satwa liar utamanya endemik Sumatera Utara. Ini sekaligus sebagai momen penting dalam memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2022. Oleh karena itu sangat tepat untuk memberi apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Polrestabes Medan, serta berharap kerjasama yang baik dalam penyelamatan dan perlindungan tumbuhan dan satwa liar terutama jenis yang dilindungi, dapat ditingkatkan di waktu-waktu yang akan datang. Beo Nias merupakan satwa liar endemik Provinsi Sumatera Utara yang habitatnya berada di pulau Nias. Burung ini bersama dengan Bunga Kenanga telah ditetapkan oleh Gubernur Sumatera Utara sebagai Maskot atau Identitas Flora dan Fauna Provinsi Sumatera Utara, dan termasuk juga jenis yang dilindungi undang-undang sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 . Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Panen Ikan Lele Hasil Pemberdayaan Masyarakat

Aek Raso, 28 Oktober 2022. Usaha tak menghianati hasil, mungkin ini kata yang tepat untuk menggambarkan kerja keras dari Kelompok Tani Sabar Menanti, yang dengan tekun dan sabar menanti akhirnya berbuahkan hasil panen ikan lele, Jumat (28/10). Kelompok tani yang beralamat di Desa Aek Raso, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan merupakan salah satu kelompok tani penerima bantuan pemberdayaan masyarakat desa di sekitar kawasan konservasi dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Sebelumnya kelompok ini menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang tertuang dalam surat Nomor : PKS.251/K3/BKW III/KSA/4/2022, dan menerima bantuan sebesar Rp. 35 juta, pada bulan Juni 2022. Bantuan ini digunakan/dimanfaatkan untuk kegiatan pengembangbiakan ternak ikan lele. Dengan kerjasama kelompok yang baik dan semangat yang tinggi, dalam waktu yang tidak terlalu lama, di bulan September 2022, kelompok tani ini telah menikmati manfaatnya dan berhasil memanen ikan lele sebanyak 100 kg yang kemudian dijual ke pasar. Berlanjut sampai pertengahan bulan Oktober 2022, lagi-lagi kelompok tani berhasil memanen ikan lele sebanyak 40 kg dan juga dijual ke pasar. Agus Supriadi, selaku Ketua Kelompok Tani Sabar Menanti, menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan yang telah memberikan bantuan serta pendampingan kepada kelompok tani tersebut. Manfaat peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sudah mulai dirasakan oleh kelompok tani ini dan berjanji akan ikut membantu petugas di lapangan dalam meningkatkan kepedulian serta kesadaran warga untuk menjaga dan melindungi kawasan konservasi TWA Holiday Resort. Sumber : A. Rizal M. – Kepala Resort TWA Holiday Resort, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

King Kobra Dari Dinas Damkar Medan Akhirnya Pulang

Sibolangit, 28 Oktober 2022. Ular King Kobra (Ophiophagus hannah) yang diserahkan oleh warga melalui Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, pada Jumat, 21 Oktober 2022 yang lalu, akhirnya dilepasliarkan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit pada Rabu, 26 Oktober 2022. Ular yang panjangnya sekitar 3,5 meter tersebut dilepasliarkan setelah memperhatikan pertimbangan dari tim medis dokter hewan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit yang merekomendasikannya setelah memperhatikan perilaku satwa selama dalam masa karantina di PPS Sibolangit. Dengan pelepasliaran ini diharapkan ular kobra dapat hidup dan berkembang biak dengan alami di habitatnya . Sumber : Samuel Siahaan, SP. - PEH balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Mitigasi Konflik Dengan Orangutan Tapanuli Saat Kegiatan Monitoring

Hutaimbaru, 28 Oktober 2022. Bermula dari kegiatan Monitoring Keberadaan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang dilakukan oleh Tim gabungan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Ekosistem lestari (YEL) di Dusun Hutaimbaru, Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tim menerima laporan adanya konflik warga dengan orangutan di kebun durian milik warga, Rabu (26/10), dimana terlihat ada 1 individu orangutan sedang bersarang dan memakan buah durian. Upaya mitigasi yang dilakukan dengan pengusiran dan penghalauan orangutan menggunakan bunyi - bunyian menokok/memukul kayu dan seng serta pengasapan terkendali. Warga juga diberikan penyuluhan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan baik bagi warga maupun bagi satwa liar orangutan yang dilindungi undang-undang. Kronologis mitigasi konflik diketahui bahwa Tim monitoring langsung menuju ke lokasi konflik, dan menemukan 1 sarang orangutan di pohon durian serta buah durian bekas sisa makan satwa liar tersebut. Tim juga berjumpa dengan 1 individu Orangutan Tapanuli, jantan dewasa yang terlihat sehat, duduk santai sarang di pohon rambutan yang sedang berbuah lebat, berjarak sekitar 50 m arah utara pohon durian. Tim memperkirakan orangutan sudah berada lebih dari 5 hari di lokasi, hal itu berdasarkan jumlah sarang yang ditemukan dan 3 batang pohon durian serta 1 batang pohon rambutan yang buahnya sudah hampir habis dimakan orangutan tersebut. Di sekitar lokasi konflik juga ditemukan pakan pendukung orangutan berupa pohon Terap, Kapundung yang sedang berbuah lebat. Lokasi konflik berada di area penggunaan lain (APL) kebun durian dan coklat. Sampai berita ini dinaikkan, Tim masih terus memantau dan memonitor keberadaan orangutan. Sumber : Ambet P. Harianja - TPHL Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Ranger Goes To School Siap Digaungkan di Tahun 2023

Labuan Bajo, 28 Oktober 2022. Tim Ranger Goes to School (RGTS) Balai Taman Nasional Komodo kembali merapatkan barisan guna mempersiapkan pelaksanaan program pendampingan bidang pendidikan untuk dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang. Koordinator tenaga pengajar RGTS, Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama), membawa serta Novita Yanti Sidabutar (Polisi Kehutanan Ahli Pertama), Naoma Yunita Banamtuan (Polisi Kehutanan Mahir), Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama), dan 6 siswa magang SMKN 1 Labuan Bajo untuk berkoordinasi dengan Kepala SMKN 1 Labuan Bajo beserta jajarannya pada tanggal 27 Oktober 2022 bertempatkan di SMKN 1 Labuan Bajo. Adapun maksud kedatangan tim ke SMKN 1 Labuan Bajo antara lain: (a) menyampaikan laporan pencapaian pembelajaran siswa atas keikutsertaannya dalam program RGTS Tahun 2022, (b) menyampaikan surat permohonan pelaksanaan program, silabus program RGTS Tahun 2023, dan SK Tim Pengajar RGTS Tahun 2023, (c) menyampaikan rencana Balai Taman Nasional Komodo berupaya menjadikan mata ajar yang dikemas dalam program RGTS sebagai muatan lokal untuk seluruh MA/SMA/SMK lingkup Kabupaten Manggarai Barat. Koordinator RGTS menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan program RGTS Tahun 2022, siswa-siswi SMKN 1 Labuan Bajo memperoleh nilai yang cukup memuaskan. Pasalnya dari durasi ajar yang diberikan selama kurang lebih satu semester sejak Bulan Januari hingga Bulan Juni 2022, nilai rata-rata akhir siswa pada ketiga kelas yang diajar sudah melebihi standar nilai kelulusan. Lebih rincinya, nilai tertinggi yang diperoleh oleh siswa pada ujian akhir mata ajar ‘Pendidikan Konservasi Taman Nasional Komodo’ di kelas XI Usaha Perjalanan Wisata (UPW) 1, UPW 2, dan UPW 3 berturut-turut adalah 90/100, 92/100, dan 92/100. Sebagai bentuk apreasi atas pencapaian kegiatan pembelajaran tahun lalu, Lukita Awang Nistyantara (Kepala Balai Taman Nasional Komodo) beserta tim RGTS menyelenggarakan wisuda mini di Aula SMKN 1 Labuan Bajo dengan jumlah total siswa mencapai 101 orang. Kepala Balai Taman Nasional Komodo tidak hanya menyerahkan sertifikat penghargaan kepada seluruh siswa, namun juga memberikan sertifikat penghargaan kepada 9 siswa yang memperoleh nilai akhir tertinggi di kelasnya dan memberikan kesempatan magang di Balai Taman Nasional Komodo selama maksimal 6 bulan (Juli – Desember 2022) kepada 12 orang siswa SMKN 1 Labuan Bajo yang berprestasi pada program RGTS. Wisuda ini juga dihadiri oleh Viktori Timung Wulang (Kepala SMKN 1 Labuan Bajo) beserta jajaran tenaga pengajar dan pendidik dari prodi UPW SMKN 1 Labuan Bajo. Surat permohonan pelaksanaan program RTGS juga diserahkan koordinator kepada Kepala SMKN 1 Labuan Bajo dengan harapan agar sekolah tetap menjadi tempat pengabdian para ranger untuk mengajar generasi muda Manggarai Barat. Sebagai bahan pertimbangan sekolah, Ikbal menyerahkan silabus program RGTS Tahun 2023 dan SK Tim Pengajar RGTS Tahun 2023. Sebanyak 12 sub mata ajar, 2 kali ujian, dan 6 kali ‘Kelas Inspirasi’ ditawarkan kepada SMKN 1 Labuan Bajo. Adapun sub mata ajar yang ditawarkan antara lain: (1) Pengenalan Taman Nasional Komodo, (2) Teknik Pemanduan, (3) Pengantar Industri Hospitality, (4) Ekologi Biawak Komodo, (5) Manajemen Hutan dan Keanekaragaman Tumbuhan, (6), Manajemen Fauna, (7) Teknik Interpretasi, (8) Keanekaragaman Hayati Bawah Laut, (9) Pengembangan Desa Wisata, (10) Peran Stakeholders Dalam Pengelolaan Taman Nasional Komodo, (11) Wisata Meramban, dan (12) Psikologi Lingkungan dan Kearifan Lokal. Setiap enam sub mata ajar selesai dibawakan, tim akan menyelenggarakan ujian guna mengevaluasi performa pembelajaran siswa dalam program RGTS, sementara ‘Kelas Inspirasi’ atau bimbingan konseling akan menjadi dukungan tambahan dari tim pengajar RGTS utamanya bagi siswa kelas XII yang akan lulus sekolah. ‘Kelas Inspirasi’ ini dimaksudkan untuk membantu memberikan siswa informasi mengenai peluang beasiswa, ragam perguruan tinggi negeri dan swasta unggulan di dalam dan luar negeri, serta membantu mengarahkan siswa untuk dapat menggapai mimpinya masing-masing secara praktis dan sistematis. Setidaknya terdapat 22 tim pengajar RGTS Tahun 2023 (14 ranger dan 6 praktisi bidang terkait) yang akan bergotong royong secara sukarela melaksanakan program pendampingan pendidikan ini setiap minggunya selama satu semester kedepan. Koordinator RGTS juga menyampaikan misi Balai Taman Nasional Komodo berdasarkan salah satu butir output dalam dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Balai Taman Nasional Komodo Tahun 2016 – 2025 yaitu “kebijakan pendidikan publik mendorong muatan lokal berbasis pengetahuan tradisional dan pengelolaan sumber daya alam”. Ikbal menjelaskan bahwa program RGTS merupakan bentuk ikhtiar para ranger dalam mewujudkan butir tersebut. Tim RGTS berharap agar mata ajar ‘Pendidikan Konservasi Taman Nasional Komodo’ dapat disahkan menjadi muatan lokal wajib bagi seluruh sekolah lingkup Kabupaten Manggarai Barat. Lebih lanjut, Ikbal menjelaskan bahwa saat ini tim memprioritaskan implementasi program bagi pelajar tingkat MA/SMA/SMK di Kabupaten Manggarai Barat dengan menentukan maksimal 3 sekolah target ajar setiap tahunnya. Untuk mewujudkan butir misi pengelolaan tersebut, tim RGTS sedang berupaya menyusun modul ajar ‘Pendidikan Konservasi Taman Nasional Komodo’ untuk kemudian diadvokasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur selaku instansi yang menaungi pendidikan pelajar tingkat MA/SMA/SMK di lingkup wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kepala Sekolah Kepala SMKN 1 Labuan Bajo mendukung penuh pelaksanaan program RGTS Tahun 2023 dan turut bangga bahwa Balai Taman Nasional Komodo tetap mempercayakan sekolah menjadi tempat pengabdiannya tahun depan. Kepala Sekolah turut berharap bahwa implementasi program ini tidak hanya diajarkan pada siswa-siswi prodi UPW saja, namun juga pada prodi lain seperti akuntansi, tata boga, serta teknik komputer dan informatika. SMKN 1 Labuan Bajo merupakan salah satu sekolah yang menerapkan kurikulum SMK Pusat Keunggulan (PK) sebagai bentuk implementasi kurikulum merdeka dimana sekolah memiliki wewenang untuk menentukan muatan lokal bagi para siswa-siswinya selama mata ajar yang dibawakan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kompetensi, karakter, dan budaya kerja siswa ajarnya. Sekolah juga berharap agar pelaksanaan program RGTS diperkuat dengan adanya perjanjian kerja sama atau payung hukum tertentu sehingga implementasi tetap berjalan sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Menanggapi harapan Ibu Kepala SMKN 1 Labuan Bajo terkait implementasi program RGTS pada prodi-prodi lain, Ikbal menyampaikan bahwa perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan pimpinan dan akan berdiskusi lebih lanjut dengan seluruh tim pengajar RGTS. Ikbal juga menyampaikan bahwa program RGTS merupakan salah satu kegiatan dalam payung program nasional KSDAE Mengajar dimana program ini telah diluncurkan oleh Wiratno (Direktur Jenderal KSDAE) dan Viktor Bungtilu Laiskodat (Gubernur Nusa Tenggara Timur) pada tanggal 21 Maret 2022 di SMAN 3 Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tim RGTS berharap agar pelaksanaan program RGTS Tahun 2023 dapat berjalan sesuai dengan hal-hal yang telah direncanakan dan memberikan dampak positif bagi generasi muda Manggarai Barat kedepannya. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Berita

Monitoring Transplantasi Terumbu Karang di Lima Lokasi TN Komodo

Labuan Bajo, 28 Oktober 2022. Balai Taman Nasional Komodo kembali melaksanakan pemulihan ekosistem melalui transplantasi terumbu karang di lima lokasi dalam kawasan Taman Nasional Komodo pada tanggal 12 – 15 Oktober 2022. Adapun kelima lokasi yang menjadi fokus pengamatan tim monitoring transplantasi terumbu karang antara lain: Pulau Pempe, Loh Kubu, Pantai Merah, Pulau Mangiatan, dan Pulau Gili Lawa Darat. Balai Taman Nasional Komodo telah aktif melaksanakan pemulihan ekosistem melalui transplantasi terumbu karang sejak tahun 2020 di beberapa titik lokasi wilayah ekosistem perairan Taman Nasional Komodo yang dulunya kerap mengalami kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Untuk memantau upaya transplantasi terumbu karang yang telah dilaksanakan sebelumnya, tim Balai Taman Nasional Komodo perlu aktif melakukan monitoring perkembangan pertumbuhan bibit karang pada setiap lokasi transplantasi terumbu karang di dalam kawasan. Kali ini, tim berupaya memperoleh data pertumbuhan bibit karang yang kedua (T1) sekaligus melakukan penyulaman bibit-bibit karang yang mati. Tim monitoring transplantasi terumbu karang memulai kegiatan dengan mengambil data T1 pada kelima lokasi transplantasi. Berdasarkan hasil observasi, tim melihat perkembangan pertumbuhan bibit karang di Pulau Pempe dalam kondisi baik dengan persentase pertumbuhan mencapai 79%. Meskipun demikian, tim tetap menemukan beberapa media tanam yang rusak diduga akibat dari penurunan jangkar kapal sehingga mengakibatkan kerusakan. Berbeda dengan lokasi transplantasi di Loh Kubu, tim menemukan banyak bibit karang yang mati pada media tanam. Menariknya, media tanam tersebut justru menjadi media tumbuh karang lunak yang baik. Tim melihat pertumbuhan karang lunak hampir menutupi seluruh media tanam di Loh Kubu. Fenomena menarik ini membuat tim monitoring karang tidak dapat mengumpulkan data T1 di situs pengamatan Loh Kubu. Persentase tumbuh bibit karang di Pulau Mangiatan mencapai 74%. Sebanyak 98 media tanam diturunkan pada wilayah perairan Pulau Mangiatan sebelumnya. Setidaknya sebanyak 24 media tanam tertimbun oleh pasir dan sebanyak 22 bibit karang ditemukan mati. Sementara pada situs pengamatan di Pantai Merah, pertumbuhan bibit karang secara umum diamati dalam kondisi baik ditandai dengan bibit karang yang tumbuh menutupi media tanam dan mampu memanfaatkannya. Hal yang menjadi catatan bagi tim monitoring adalah bibit karang di lokasi monitoring Pulau Mangiatan dan Pantai Merah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sehingga tidak bisa dilakukan pengambilan data T1. Kendala ini mungkin disebabkan oleh terlambatnya pelaksanaan kegiatan monitoring transplantasi terumbu karang sehingga tidak melewati batas waktu pengambilan data T1 yang akurat. Lokasi pengamatan yang kelima adalah perairan di sekitar Pulau Gili Lawa Darat. Sebelumnya tim telah mengumpulkan data T0 di lokasi ini pada tanggal 22 Mei 2022 dan dilanjutkan pengumpulan data T1 pada tanggal 15 Oktober 2022. Berdasarkan data pengamatan, rata-rata laju pertumbuhan bibit karang di lokasi ini mencapai 0.2 cm setiap bulannya. Kondisi bibit karang dan media tanam di lokasi transplantasi Gili Lawa Darat dalam kondisi baik secara keseluruhan dengan ditemukan beberapa bibit karang mati pada saat pengumpulan data T1 dilakukan. Kegiatan monitoring transplantasi terumbu karang ini juga melakukan penyulaman bibit karang yang mati. Bibit yang mati langsung digantikan oleh bibit yang baru dengan jenis yang sama untuk menyesuaikan dengan kesesuaian tumbuh jenis pada lokasi transplantasi terumbu karang di Taman Nasional Komodo. Kegiatan penyulaman bibit karang merupakan salah satu tahapan pemeliharaan yang sangat penting karena dapat menjadi salah satu acuan pengumpulan data T0 maupun T1 kedepannya. Untuk itu, petugas Balai Taman Nasional Komodo yang dikoordinir Gatot Kuncoro Edi (Kepala SPTN Wilayah II) dan berbagai pejabat fungsional serta PPNPN lingkup Balai perlu melakukan pemeriksaan rutin kondisi karang dan segera melaporkannya jika ditemukan bibit karang yang mati atau mengalami gangguan akibat dinamika ekosistem ataupun kerusakan akibat oknum yang tidak bertanggungjawab. Dengan pemulihan ekosistem yang berkelanjutan, harapannya ekosistem terumbu karang dan perairan di Taman Nasional Komodo tetap lestari kedepannya. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama - Fahri Ikhlas, S.Hut. (+6285263770138) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Berita

Memantau Mooring Buoys di Delapan Lokasi TN Komodo

Labuan Bajo, 28 Oktober 2022. Balai Taman Nasional Komodo melaksanakan pemeliharaan tambat kapal (mooring buoys) pada tanggal 16 – 18 Oktober 2022 di beberapa titik lokasi dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Pemeliharaan tambat kapal ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik (durability) tambat kapal yang dipasang sebelumnya agar kapal wisata tidak membuang jangkar di perairan dangkal yang dapat menyebabkan kerusakan ekosistem terumbu karang. Kegiatan dipimpin Urbanus Sius (Kepala SPTN Wilayah III) didampingi beberapa pejabat fungsional dan PPNPN lingkup Balai Taman Nasional Komodo dengan total anggota mencapai 20 orang personil. Aktivitas pemeliharaan meliputi pencarian lokasi tambat kapal, pembersihan tali, dan pengganti tali tambat kapal yang hilang di delapan lokasi perairan yang telah diambil titik koordinatnya sebelumnya. Kedelapan lokasi pemeliharaan tambat kapal ini diantaranya: perairan Loh Buaya, Padar Selatan, Long Beach, Pink Beach, Loh Kubu, Loh Kita, Gili Lawa Darat, dan Gili Lawa Laut. Berdasarkan pencatatan, setidaknya terdapat 21 tambat kapal pada seluruh lokasi tambat di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Tim melakukan pembersihan substrat yang melekat pada setidaknya empat tambat kapal yang telah terpasang. Adapun bentuk substrat yang melekat adalah lumut dan karang lunak. Lebih lanjut, tim menemukan bahwa setidaknya tujuh tambat kapal telah hilang berdasarkan titik koordinatnya dimana enam diantara tujuh berhasil ditemukan untuk kemudian dilakukan perawatan dan penggantian tambat kapal yang baru. Sementara tambat kapal di perairan Loh Kubu tidak kunjung ditemukan. Tim memasang tambat kapal rata-rata pada kedalaman 20 meter. Namun, hilangnya tambat kapal masih kerap terjadi. Hal ini mungkin diduga karena tambat kapal diambil oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, terputus karena kuatnya arus di dalam laut, ataupun kelebihan menanggung bobot kapal yang semestinya sehingga menyebabkan tali tambat terputus dan tidak ditemukan. Petugas Balai Taman Nasional Komodo berharap agar kapal wisata dan nelayan memanfaatkan tambat kapal jika sedang beraktivitas di wilayah perairan yang dangkal atau memiliki ekosistem terumbu karang di bawahnya. Hal ini untuk mencegah kerusakan atau mengakibatkan kecelakaan lintas bagi biota laut di dalamnya. Pemeliharaan tambat kapal ini rutin dilakukan untuk memastikan kelestarian ekosistem terumbu karang dan perairan di Taman Nasional Komodo terjaga lestari. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama - Fahri Ikhlas, S.Hut. (+6285263770138) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)

Menampilkan 1.313–1.328 dari 11.142 publikasi