Selasa, 23 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBKSDA Riau Pantau Aktivitas Migas dan Temuan Alat Berat di SM Balai Raja

Pekanbaru, 7 November 2022 - Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin Meilastiti Mulya Wijaya melakukan pendampingan kegiatan perawatan dan perbaikan sumur yang berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja di wilayah kerja PT. Pertamina Hulu Rokan di Sumur Cebakan 01, SM. Balai Raja, Duri, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa hingga Minggu, 25 s/d 30 Oktober 2022. Tim memantau Rig yaitu maintenance rangkaian pipa berupa penyemenan serta penanganan limbah sisa akibat maintenance tersebut dengan memindahkan ke truk tangki khusus untuk diangkut ke lokasi pengolahan limbah. Tim memberikan arahan agar dalam menjalankan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan sumur harus sesuai dengan SOP dan selalu menjaga kelestarian lingkungan di SM Balai Raja. Selain itu juga diberikan edukasi terkait satwa liar yang dilindungi yang berada di dalam kawasan SM Balai Raja serta langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan apabila terjadi perjumpaan dengan satwa liar. Saat pendampingan di hari Sabtu, 29 Oktober 2002, Tim mendapat laporan bahwa truk pengangkut alat berat excavator masuk ke lokasi area kawasan konservasi yang berjarak sekitar 600 meter dari rig cebakan 01 ke arah timur. Dari hasil pengecekan maps, areal tersebut masih masuk ke dalam kawasan konservasi SM Balai Raja. Hasil penelusuran, ditemukan alat berat excavator sedang bekerja membuat parit di tepi kebun karet.Tim menegur dan memperingatkan bahwa di areal kawasan konservasi tidak diperbolehkan adanya aktivitas pekerjaan pembukaan lahan. Operator alat berat bersedia menghentikan aktivitas dan menyatakan bahwa pemilik lahan sekaligus penyewa alat berat adalah masyarakat/pribadi (non perusahaan) berdomisili di Duri. Siangnya Tim kembali melakukan pengecekan di lokasi alat berat sebelumnya bekerja. Ternyata alat berat justru bertambah menjadi 2 unit dan melakukan pekerjaan pembukaan. Tim kembali menegur dan mengingatkan namun justru masyarakat berdatangan ke lokasi dengan jumlah diperkirakan lebih dari 10 orang. Dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan Tim kembali ke rig dan melaporkan ke pimpinan terkait temuan alat berat tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Memantau Box Trap dan Camera Trap

Pekanbaru, 7 November 2022 - Resort Siak, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV, Balai Besar KSDA Riau bersama aparat Kampung Teluk Lanus dan masyarakat Teluk Lanus, Kec. Sungai Apit, Kab. Siak pada Selasa hingga Kamis, 25 s/d 27 Oktober 2022 masih memantau perkembangan box trap (kandang jebak) yang telah terpasang sebelumnya. Tim kemudian mengambil data hasil rekaman kamera trap yang telah dipasang. Pada lokasi pemasangan perangkap (box trap), kondisi perangkap ditemukan dalam keadaan pintu tertutup namun umpan sudah habis dimakan satwa. Hanya tersisa kotoran satwa umpan. Salah satu camera trap terlepas dari tempat pemasangannya dan di bawa masuk ke semak belukar oleh satwa harimau sumatera. Kamera tersebut dapat ditemukan, tetapi hasil pengecekkan tidak di dapatkan gambar. Tim kembali mengaktifkan box trap dengan memasang umpan baru dan mengaktifkan kembali camera trap untuk memantau satwa saat kembali mendekati perangkap. Tim menginformasikan kepada aparat kampung agar segera memberikan informasi bila satwa masuk ke dalam perangkap box trap. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau Kembali Mitigasi Konflik Harimau Sumatera

Pekanbaru, 7 November 2022 - Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau bersama petugas PT. Arara Abadi, Kepolisian, tokoh masyarakat Desa Pulau Muda dan Dusun Tanjung Pulai, Pulau Muda, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan melakukan koordinasi terkait laporan perjumpaan harimau sumatera (HS) di wilayah Dusun Tanjung Pulai, Kamis (3/11). Kades Pulau Muda mengusulkan jika Si Belang masih berkeliaran di kampung Tanjung Pulai dan sekitarnya dan belum ada tindakan untuk melakukan penangkapan, maka masyarakat Pulau Muda akan melakukan penangkapan satwa tersebut. Petugas pun menghimbau agar warga tetap tenang, karena pihak terkait akan terus bersama melakukan mitigasi. Ini dilakukan sebagai tugas bersama multipihak termasuk pihak desa sebagai lini terdepan pemerintah daerah. Upaya mitigasi selanjutnya yang dilakukan dengan mengecek lokasi dan observasi tempat kejadian hewan ternak yang dimangsa satwa pada malam 31 Oktober 2022. Dari hasil penyisiran lokasi, akhirnya ditemukan jejak harimau sumatera di lokasi kandang ternak tersebut. Tim mengingatkan kepada pemilik ternak agar selalu berhati-hati dan waspada jika keluar di malam hari. Ketua RW Tanjung Pulai juga dihimbau agar disampaikan kepada warganya untuk berhati-hati dan jika keluar rumah tidak sendirian dan menghindari beraktifitas pada malam ataupun petang untuk mengantisipasi kemunculan harimau sumatera. Begitupun hewan ternak sapi dan lainnya sebaiknya saat malam hari dikandangkan agar tidak mengundang Si Belang ke perkampungan. PT. Arara Abadi juga diingatkan untuk membersihkan kanal-kanal yang berbatasan dengan perkampungan dan jalan lintas Bono di sekitar perkampungan Tanjung Pulai agar satwa harimau tidak nyaman di sekitar wilayah tersebut dan segera menjauh dari perkampungan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Cek dan Ricek Dugaan Jejak Si Belang

Pekanbaru, 7 November 2022 - Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau berkoordinasi dengan Kades Teluk Binjai terkait laporan perjumpaan Harimau Sumatera (HS) di wilayah Desa Teluk Binjai, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, Rabu (2/11). Groundceck dan observasi pun dilakukan, didampingi Ketua RW setempat. Di lokasi, penyisiran dilakukan untuk menemukan jejak satwa liar dan berdasarkan pengamatan Tim di lapangan bahwa pada lokasi kejadian tidak ditemukan jejak Harimau Sumatera, tetapi informasi dari masyarakat ada yang mengaku berjumpa dengan satwa tersebut sebanyak 3 ekor (2 induk dan 1 anak). Karena sering hujan di wilayah kecamatan Teluk Meranti, ini yang memungkinkan sulit menemukan jejak satwa karena terhapus terpaan air hujan. Ketua RW Teluk Binjai diberikan himbauan untuk disampaikan kepada warganya agar berhati-hati jika keluar rumah saat berkebun dan bepergian. Tidak keluar saat dini hari atau petang/ malam. Warga agar tidak pergi sendirian jika beraktivitas terutama di kebun untuk mengantisipasi sewaktu - waktu munculnya satwa liar terutama Harimau Sumatera. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Sumatera Utara Periksa Barang Bukti Tangkapan Polres Sibolga

Sibolga, 7 November 2022. Kepala Resort Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori menerima laporan dari anggota Kepolisian Resort (Polres) Sibolga, Briptu Pol. Guntur Prabowa, SH. pada Kamis, 3 November 2022, tentang penangkapan dan penahanan terhadap 2 orang terduga pelaku pelanggaran masing-masing berinisial RRM (pemilik) dan MM (pengantar) yang memiliki dan membawa bagian organ tubuh satwa dilindungi, sisik Trenggiling (Manis javanica), kepada calon pembeli di depan hotel WI, kota Sibolga, Rabu (2/11). Usai mendapat petunjuk dan arahan dari Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kepala Resort Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori segera menuju Polres Sibolga dan melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti hasil tangkapan, Jumat (4/11). Dari pemeriksaan benar bahwa barang bukti tersebut adalah sisik trenggiling dan setelah ditimbang beratnya 15 kg. Selanjutnya, barang bukti dan kedua pelaku yang telah ditahan, akan diproses oleh pihak Polres Sibolga. Perbuatan memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat di dalam atau di luar Indonesia, merupakan perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 21 ayat (2) d, dan diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun serta denda paling banyak Rp. 100 juta, seperti tertuang dalam pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sumber : Lantas Hutagalung – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional : "Aku Mau Pulang"

Jantho, 7 November 2022. Perjalanan panjang lewat jalur darat melalui rute Pusat Karantina dan Rehabiltasi Orangutan (PKRO) Batu Mbelin, Sibolangit - Kutacane – Biruen – Sigli – Jantho, Aceh, sangat melelahkan. Itu dirasakan bukan hanya oleh Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan (PKRO), tetapi juga 4 individu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang ikut dalam perjalanan darat tersebut. Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melakukan translokasi 4 individu orangutan dari PKRO Batu Mbelin, Sibolangit ke Stasiun Reintroduksi Cagar Alam (CA) Jantho Aceh, dengan menggunakan 2 kendaraan, Kamis (3/11). Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang mendampingi translokasi tersebut Andoko Hidayat, S.Hut., MP (Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Kehumasan) serta Rezki Indah Siregar, SP. (PEH Muda). Keempat orangutan masing-masing : Megaloman, jantan, masuk karantina 15 Mei 2014, berasal dari Kutacane, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Alyysa, betina, masuk karantina 8 Agustus 2016, dari Aceh Tamiang, NAD, Molika, betina, masuk karantina 25 Juni 2018, asal dari Gampong Baru, Idie Rayeu, Aceh Timur, dan Siga, betina, masuk karantina 2 Maret 2017, berasal dari Kutacane, NAD, tiba di Stasiun Reintroduksi CA. Jantho Aceh pada Jumat 4 November 2022 dan langsung ditempatkan di kandang forest school selama lebih kurang 14 hari untuk melihat kondisi kesehatannya serta memantau perkembangannya terlebih dahulu, sebelum nantinya benar-benar siap untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya. Translokasi dan pelepasliaran Orangutan Sumatera menjadi momen penting dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2022, sekaligus mewujudkan tema peringatan Hari Orangutan Sedunia (World Orangutan Day) Tahun 2022, “Orangutan Hidupnya di Hutan”. Dengan mengembalikan satwa liar dilindungi undang-undang ini ke habitatnya diharapkan dapat hidup dengan baik dan berkembang biak secara alami. Sumber : Rezki Indah Siregar, SP. – PEH Muda Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Bajuku Dan Buaya Muara Dilepas di Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Banyuasin, 5 November 2022 – Implementasi program “Living in Harmony with Nature Melestarikan Satwa Liar Milik Negara” sekaligus peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tanggal 5 November, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) melaksanakan pelepasliaran 31 (tiga puluh satu) satwa dilindungi, Sabtu (5/11). Satwa-satwa tersebut terdiri dari 27 ekor bajuku (Orlitia borneensis) dan 4 ekor buaya muara (Crocodylus porosus). Satwa-satwa yang dilepasliarkan merupakan serahan dari masyarakat yang sebelumnya dititiprawatkan di Resort Konservasi Wilayah (RKW) IV Kota Palembang, yang diliput dengan Berita Acara Penyerahan. Seluruh satwa yang dilepasliarkan telah menjalani pemeriksaan medis dan rehabilitasi di RKW IV Kota Palembang. Berdasarkan hasil pengecekan kesehatan terhadap bajuku dan buaya muara, telah dinyatakan dalam keadaan baik serta bebas penyakit menular oleh UPTD Rumah Sakit Hewan Palembang, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Proses rehabilitasi yang dilaksanakan tim RKW IV Kota Palembang mulai dari masa karantina dan pemeriksaan medis untuk memastikan satwa liar yang akan dilepasliarkan sehat sehingga tidak berpotensi menyebarkan zoonosis di habitat barunya. Kajian terhadap perilaku satwa juga dilakukan dengan mengamati aktivitas harian, pakan serta kebiasaan yang dilakukan satwa. Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi baik dari sisi medis maupun pola perilaku, penilaian terhadap satwa-satwa tersebut dinyatakan siap dilepasliarkan kembali. Setelah adanya SKKH, satwa kemudian diangkut ke lokasi pelepasliaran pada tanggal 4 November 2022. Seluruh satwa tersebut kemudian dikondisikan dengan situasi lingkungan alami di lokasi pelepasliaran agar dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Kajian habitat lokasi pelepasliaran telah dilakukan untuk memastikan unsur kesejahteraan satwa terpenuhi, meliputi kondisi vegetasi, keterdapatan aliran sungai, tingkat keamanan dari gangguan manusia, keberadaan populasi satwa liar sejenis di lokasi, penentuan posisi titik pelepasliaran, kecukupan sumber pakan, serta aksesibilitas. Berdasarkan hasil ground check oleh tim, diputuskan lokasi pelepasliaran pada blok perlindungan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan di sekitar Sungai Tampin Jalur 4 Air Padang, Desa Karang Anyar, Kecamatan Muara Padang dan Jalur 6 Air Padang, Desa Sebokor, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin. “Kawasan SM Padang Sugihan merupakan salah satu kawasan konservasi bertipe ekosistem lahan basah yang menjadi habitat dari jenis satwa yang kita lepasliarkan saat ini. Satwa yang diserahkan oleh masyarakat harus segera dilakukan pelepasliaran agar penstabilan ekosistem terjadi, yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah populasi satwa liar di alam. Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat yang menyerahkan satwa-satwa dilindungi ini dan terus mengajak peran aktif semua pihak dalam upaya pelestarian satwa liar yang merupakan aset bangsa. Silahkan masyarakat untuk menggunakan hotline call-center kami.” pungkas Ujang Wisnu Barata, Kepala BKSDA Sumsel. Dalam kegiatan ini, sekaligus dilakukan pemberian penghargaan kepada Komunitas Sumsel Reptil sebagai bentuk apresiasi atas kerja-kerja voluntary yang luar biasa dalam berkontribusi menyelamatkan satwa liar. Kegiatan turut dihadiri perwakilan UPT KLHK Provinsi Sumsel (Balai TN Berbak Sembilang, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wil. Sumatera, Balai PPI Wil. Sumatera, Balai PHL Wil. V), unsur KPH Wil. IV Sungai Lumpur, dan Komunitas Sumsel Reptil. Bajuku dan buaya muara merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/ MENLHK/ SETJEN/KUM.1/6/ 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. Sedangkan berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) Redlist, bajuku (Orlitia borneensis) merupakan jenis satwa kategori Critically Endangered atau kritis, sementara buaya muara (Crocodylus porosus) masuk dalam kategori Least Concern (berisiko rendah). Sumber : Balai KSDA Sumatera Selatan Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan, Ujang Wisnu Barata – 0852-0780-4307 Narahubung: Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai KSDA Sumatera Selatan, Yusmono – 0812-7819-856 Call Center BKSDA Sumsel : 0812-7141-2141
Baca Berita

Empat Kucing Kuwuk Bebas di Momen Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Sibolangit, 7 November 2020. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, melakukan pelepasliaran ke 4 ekor satwa liar dilindungi, Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Jumat (4/11). Sebelumnya Kucing Kuwuk ini telah menjalani rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit. Keempatnya terdiri dari 2 ekor berjenis kelamin jantan masuk ke PPS Sibolangit pada tanggal 22 Juni 2022 (berasal dari Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar) dan tanggal 26 Agustus 2022 (berasal dari penyerahan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser) serta 2 ekor berjenis kelamin betina masuk pada tanggal 26 Agustus 2022 (penyerahan dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser) dan tanggal 29 Oktober 2022 (berasal dari Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang) Satwa mamalia ini sangat rentan diisolasi di dalam kandang, dan atas assesment dari dokter hewan PPS Sibolangit menyebutkan bahwa kondisi satwa dinyatakan sehat serta layak untuk dilepasliarakan sesegera mungkin. Dengan pelepasliaran ke alam, nantinya satwa akan dapat beradaptasi dengan kondisi cuaca dan meningkatkan survival probabilitynya. Pelepasliaran ini sekaligus momen dalam rangka peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2022. Mencintai satwa tentunya bukan dengan cara memeliharanya, melainkan membiarkannya hidup di habitat yang menjadi rumahnya. Semoga ke 4 ekor Kucing Kuwuk dapat hidup dan berkembang biak secara alami. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

The 7th Asean Heritage Parks Conference Visits Situgunung

Situgunung, 4 November 2022. Kawasan wisata Situgunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali menjadi tujuan kunjungan para penikmat alam. Tak kurang dari 296 orang peserta perwakilan berbagai negara Asean yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Cambodia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam mengikuti field trip dalam rangkaian agenda Seventh Asean Heritage Parks Conference Indonesia yang dilaksanakan pada 2-3 November 2022 di Bogor. Delegasi Indonesia sendiri berasal dari Taman Nasional Gunung Leuseur, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Wakatobi, Taman Nasional Bantimurung Bulusarung, Taman Nasional Way Kambas dan Taman Nasional Kepulauan Seribu. Dalam sambutannya Kepala Balai Besar TNGGP Sapto Aji Prabowo, menyampaikan informasi terkait potensi wisata sekaligus memperkenalkan PT. Fontis Aquam Vivam sebagai mitra pemegang Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Wisata Alam (PB-PSWA) di Situgunung. Peserta yang terbagi kedalam 6 grup didampingi oleh petugas lapangan langsung melaksanakan tracking dengan rute Resto Valley-Jembatan Merah-Curug Sawer-Glamping-Suspension Bridge-Pangrango Resto. Salah satu destinasi utama yang dilewati tentunya Suspension Bridge terpanjang di Asia Tenggara, dengan panjang lintasan 515 meter dan ketinggian hampir 161 meter cukup memacu adrenalin. Deretan pemandangan canopy berbagai macam vegetasi dan suara satwa burung maupun primata sekitar jembatan menjadi suguhan menarik para delegasi Asean Heritage Parks. Akhir perjalanan di Pangrango Resto disambut oleh kesenian khas sunda gamelan karinding dan aksi pencak silat yang diperagakan oleh masyarakat setempat. Pada umumnya peserta begitu antusias dan takjub setelah menjajal beberapa wahana baru seperti Jembatan Lembah Purba dan Keranjang Sultan. Tak hanya itu, secara kebetulan ada beberapa peserta yang berprofesi sebagai vlogger ikut membuat konten untuk mempromosikan potensi Situgunung. Momentum seperti ini menjadikan kehormatan dan kebanggaan BBTNGGP sebagai pemangku kawasan, namun yang utama pastinya menjadi ajang menarik minat pengunjung domestik dan mancanegara untuk berwisata di kawasan TNGGP khususnya Situgunung. Sumber : Agus Deni, S.Si. - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Foto : Tim Publikasi BBTNGGP
Baca Berita

BBKSDA Riau Pantau Kawasan Rawan Karhutla

Pekanbaru, 2 November 2022 - Resort Duri, Balai Besar KSDA Riau, melakukan patroli pencegahan kebakaran dan pengamanan sekitar kawasan konservasi pada Jum'at, 28 Oktober 2022. Patroli dilakukan di jalan Pintu Padang, Desa Tasik Serai Kec. Talang Muandau, Kab. Bengkalis dan ke Jalan Dusun Bagan boneo, Desa Tasik Serai. Karena situasi dan kondisi akses jalan menuju ke lokasi terendam banjir, petugas sekaligus melakukan pengecekan tinggi muka air dan kondisi yang terpantau masih aman dari ancaman bahaya kebakaran. Petugas juga melakukan sosialisasi kepada warga yang tengah berkebun di sekitar kawasan untuk selalu waspada terhadap ancaman kebakaran hutan, dan tidak melakukan pembakaran kebun. Warga sekitar juga diajak bersama-sama menjaga kawasan hutan termasuk satwa yang ada di dalamnya untuk tetap lestari. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pelajar Program Beasiswa Global Mengenal Konservasi Alam di TWA Sibolangit

Sibolangit, 2 Nopember 2022. Sebanyak 31 orang pelajar dari berbagai SMA di Kota Medan yang tergabung dalam Acces Medan dan 3 orang pembimbing dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB – USU) mengunjungi kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit dalam rangka pengenalan hutan dan konservasi alam, pada Sabtu 29 Oktober 2022. Acess Medan merupakan bagian dari Acces Indonesia. English Access Microscholarship Program (Access), adalah program beasiswa global yang didukung oleh Departemen Luar Negeri AS yang memberikan dasar keterampilan bahasa Inggris kepada anak-anak berbakat berusia 13-20 tahun dari latar belakang ekonomi yang kurang beruntung melalui kelas setelah sekolah dan sesi intensif. Acces Medan memberikan program beasiswa selama 2 tahun bagi pesertanya. Access berupaya membekali siswa terpilih dengan keterampilan bahasa Inggris yang kuat yang dapat mengarah pada pekerjaan yang lebih baik, peluang pendidikan, dan memperoleh kemampuan untuk berpartisipasi dan bersaing untuk pertukaran dan studi masa depan di Amerika Serikat. TWA Sibolangit dipilih Acces Medan adalah untuk mengenalkan konservasi alam bagi generasi muda, agar kelak menjadi generasi yang cinta serta peduli terhadap pelestarian alam dan lingkungan hidup. Adapun rangkaian kegiatan peserta selama berada di TWA Sibolangit berupa pengenalan kawasan oleh petugas Resort CA./TWA. Sibolangit serta fieldtrip ke dalam kawasan sejauh 1,5 km. Kegiatan fieldtrip memperkenalkan ekosistem hutan serta manfaatnya bagi kehidupan manusia sebagai penyedia jasa lingkungan berupa penyedia udara segar, pengatur tata air, mencegah longsor juga wisata alam dan olahraga serta untuk tujuan pendidikan dan pelatihan. Selain itu diterangkan pula perlunya penyelamatan tumbuhan dan satwa liar sebagai upaya konservasi keanekaragaman hayati di momentun menuju Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 5 November 2022. Dengan kunjungan ini siswa/i telah menggiatkan kunjungan wisata alam ke kawasan konservasi yaitu Taman Wisata Alam Sibolangit sebagai Healing Forest, yaitu sarana penyembuhan alami yang bermanfaat bagi kesehatan spiritual dan fisik manusia. Sambil berfoto di antara rindangnya pepohonan, peserta merasa senang dan nyaman menikmati keindahan alam dan sejuknya udara yang membuat tubuh terasa segar. Kunjungan ini tentunya memberi pengalaman baru dan inspirasi bagi peserta yang diharapkan kelak akan dapat dibagikan kepada siapapun termasuk kepada orang-orang asing manakala anak-anak muda ini nantinya mendapat kesempatan untuk belajar di luar negeri. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Ular Sepanjang 3 Meter Diserahkan Dinas DPBD Kabupaten Indragiri Hulu

Pekanbaru, 2 November 2022 - Resort Kerumutan Selatan, Balai Besar KSDA Riau, menerima penyerahan satu ekor satwa liar ular python dari Dinas DPBD Kabupaten Indragiri Hulu, Jumat (28/10). Menurut laporan dari Tim Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hulu, Ular Python ditangkap pada 24 Oktober 2022 di kandang ayam milik warga jalan Tanah Datar, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu. Satwa Ular python dengan panjang +/- 3 meter, saat diserahterimakan dalam kondisi baik dan sehat. Satwa sempat diamankan di kantor Bidang KSDA Wilayah I Rengat sebelum kemudian dilepasliarkan kembali ke habitatnya di kawasan hutan konservasi yang jauh dari pemukiman penduduk. Pelepasliaran dilakukan bersamaan saat Tim Bidang KSDA Wilayah I melakukan patroli pengamanan kawasan di wilayah kerjanya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Beruang Lukai Warga, BBKSDA Riau Bergerak Untuk Mitigasi Konflik

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Resort Kerumutan Selatan, Balai Besar KSDA Riau, melakukan mitigasi interaksi negatif antara manusia dan satwa liar beruang madu di Dusun Talang Tanjung, Desa Siambul, Kec. Bayang Gansal, Kab. Inhu, Selasa (25/10). Sebelumnya seekor beruang melukai warga pada Senin, 24 Oktober 2022 sekitar pukul 10.00 WIB. Begitu mendengar kabar tersebut Kepala Balai Besar KSDA Riau segera memerintahkan Resort terdekat untuk melakukan pengecekan dan menjenguk korban di rumah sakit, namun korban sudah di rujuk ke rumah sakit lain di Jambi. Petugas Balai Besar KSDA Riau juga berkoordinasi dengan Resort Siambul Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Camat Batang Gangsal, Kapolsek dan anggota Polsek Batang Gangsal serta Babinsa Batang Gangsal untuk menuju ke lokasi kejadian. Di lokasi kejadian, ditemukan beberapa jejak cakaran beruang. Masyarakat dihimbau agar berhati hati dan waspada jika beraktivitas di sekitar hutan, dilarang memasang jerat serta tidak anarkis terhadap satwa terutama satwa dilindungi dan agar selalu berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal penanganan konflik satwa liar. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Operasi Sapu Jerat Bersama Tim Gabungan

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Tim Gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, PT Arara Abadi (AA), UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mandau, Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI), Perkumpulan Jejaring Hutan Satwa (PJHS), Rimba Satwa Foundation (RSF), Himpunan Penggiat Alam (Hipam) menggelar operasi sapu jerat/racun dan sosialisasi kepada pemerintah desa serta masyarakat setempat akan bahayanya memasang jerat dan meracuni satwa dilindungi seperti gajah dan harimau. Kegiatan dilakukan di kawasan lindung, daerah perbatasan antara konsesi PT. Arara Abadi Distrik Duri I dengan Kampung Tasik Betung, Kec. Sungai Mandau, Kab. Siak, Selasa (25/10). Dalam kegiatan ini ditemukan sebuah jerat sling yang biasanya ditargetkan untuk satwa besar seperti kijang, babi, bahkan harimau dan gajah serta beberapa jerat-jerat kecil yang juga berpotensi mengakibatkan terjeratnya satwa lainnya di daerah tersebut. Selain itu ditemukan juga racun herbisida di dalam jerigen, semua temuan sudah diamankan. Balai Besar KSDA Riau sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan bersama para mitra, NGO dan pemegang konsesi karena kegiatan tersebut menunjukkan bahwa para pihak konsen terhadap penyelamatan satwa liar yang dilindungi. Harapannya kegiatan dapat dilakukan secara kontinu dan melibatkan masyarakat sekitar areal konsesi, dengan tujuan untuk mengedukasi, meningkatkan pemahaman dan penyadartahuan kepada masyarakat. Sanksi hukum dapat dikenakan bagi pemasang jerat atau racun sesuai Pasal 40 UU No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE dengan hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta. Melalui kegiatan operasi jerat ini diharapkan dapat menekan perburuan satwa liar sehingga angka kematian satwa yang dilindungi akibat jerat-racun dapat ditekan sekecil mungkin. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Sulam dan Rawat Tanaman Pemulihan Ekosistem

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Resort Bukit Rimbang, Balai Besar KSDA Riau, melakukan pengawasan kegiatan perawatan dan penyulaman Pemulihan Ekosistem (PE) Kelompok Tani Hutan (KTH) Koto Pingai Mandiri di kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling, Desa Petai, Kec. Singingi Hilir, Kab. Kuantan Singingi pada Kamis dan Jumat, 20 s.d 21 Oktober 2022. Tim yang dipimpin Kepala Resort, Ahmad Fitriansyah, melakukan pengawasan kerja saat KTH Koto Pingai Mandiri melakukan pembersihan tanaman pohon dan penyulaman bibit baru untuk tanaman yang sudah mati. Saat ini kondisi lokasi penanaman pemulihan ekosistem tahun 2021 sudah banyak terjadi perubahan, lokasi yang sebelumnya semak pendek dan relatif terbuka kini sudah menjadi semak yang ditumbuhi rumput dan tumbuhan pionir seperti mahang dan teduhan. Kelompok menyarankan untuk tahun berikutnya perawatan minimal 2 kali dalam setahun agar tanaman tidak mudah mati karena rumput yang tinggi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Oknum Masyarakat Kabur, Barang Bukti Lainnya Ditemukan

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau, melakukan patroli sapu jerat dan pengamanan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Kec.Teluk Meranti, Kab. Pelalawan pada Selasa s/d Sabtu, 18 s/d 22 Oktober 2022. Di jembatan Gloga, Kec.Teluk Meranti, petugas melihat langsung oknum masyarakat yang menarik kayu illegal logging (illog) melewati sungai Kerumutan, namun oknum dapat melarikan diri dengan melepaskan rakitan kayu illog berjumlah ± 1 m³. Petugas juga menemukan 3 rakitan kayu ± 4 m³ dan 4 buah drum. Dua rakitan kayu kemudian dimusnahkan oleh petugas menggunakan chainsaw sedangkan lainnya diamankan ke Pos Resort Teluk Meranti sebagai barang bukti temuan. Petugas kembali berpatroli ke dalam kawasan SM Kerumutan melewati jalur Sungai Kerumutan dan menemukan beberapa kayu olahan, sepeda angkut 2 unit, pondok illog 3 pondok, genset 1 unit, drum 4 buah, jirigen dan bahan makanan. Semua barang temuan tersebut dimusnahkan kecuali drum yang diamankan ke Pos Resort Teluk Meranti. Petugas juga menemukan 2 buah jerat satwa kancil yang dipasang di dalam kawasan tepatnya di sekitar pondok illog, dan langsung dimusnahkan. Dari hasil patroli, petugas kemudian berkoordinasi dengan Kepala Desa Teluk Binjai tentang oknum masyarakat yang diduga masih melakukan kegiatan illog. Kades sangat mendukung Balai Besar KSDA Riau dan akan segera melakukan sosialisasi dan pelarangan kegiatan illog serta pemasangan jerat kepada warganya. Ini akan menjadi catatan untuk dilaporkan ke pimpinan agar dapat dipantau lebih lanjut. Petugas juga menyempatkan untuk melakukan anjangsana dan monitoring bantuan program revitalisasi ekonomi kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Punak Lestari Baru, Desa Teluk Binjai, Kec Teluk Meranti tersebut. Upaya pemberian bantuan ekonomi ini salah satunya untuk mengurangi ketergantungan pada hasil hutan. Sosialiasasi juga diberikan terkait pelarangan illog dan pemasangan jerat kepada masyarakat yang ditemui sepanjang sungai Kerumutan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.297–1.312 dari 11.142 publikasi