Rabu, 24 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Jangkau Areal Rawan Dengan Berjalan Kaki

Lubuk Kembang Bunga, 25 November 2022. Tim piket penjagaan hutan alam Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), melakukan patroli di hutan tersisa di daerah lubuk balai, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) pada tanggal 4-5 November 2022. Menggunakan 3 unit sepeda motor, tim menyusuri jalur patroli untuk memonitoring kawasan dan mencegah terjadinya aktifitas-aktifitas terlarang di dalam kawasan. Berbagai tantangan yang dihadapi tim dalam kegiatan patroli berupa putusnya jalur patroli karena tumbangan pohon dan banjir. Patroli selain menggunakan motor juga dengan berjalan kaki untuk menjangkau lokasi rawan seperti di daerah lubuk balai cukup rawan sehingga perlu dilakukan patroli secara intensif. Namun dengan banyaknya jalan putus perlu dilakukan pembukaan akses oleh tim berikutnya. Di lokasi areal tumbangan tim melakukan pemasangan plang/rambu peringatan dan penaburan biji di lokasi terbuka sebagai upaya preventif yang terus dilakukan agar hutan tersisa tetap terjaga. Tim lalu memutuskan untuk kembali ke camp terlebih dahulu untuk menyusun strategi esok hari. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Orangutan Tapanuli Sambangi Kebun Warga

Bulu Mario, 24 November 2022. Satu individu Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) kembali menyambangi kebun durian warga di Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Munculnya satwa liar ini pertama kali diinformasikan pemilik kebun, Riswan Aritonang, kepada petugas Balai besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok pada Selasa, 22 November 2022, sekitar pukul 13.00 Wib. Saat itu petugas dihadang oleh warga yang minta tolong untuk mengusir orangutan karena merusak pohon beserta dengan buah durian miliknya. Kemunculan orangutan ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya berturut-turut, satwa yang dikenal juga dengan sebutan mawas ini, telah dua kali muncul di sekitar lokasi dan telah beberapa kali pula dilakukan pengusiran baik oleh petugas Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok bersama dengan warga maupun bersama-sama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC). Lokasi tempat penampakan orangutan ini berada di kawasan areal peruntukan lainnya (APL) yaitu kebun masyarakat, di koridor penghubung batang toru dengan Cagar Alam (CA) Dolok Sibual buali, tepatnya di pinggir jalan lintas marancar (koridor sitandiang bulumario). Orangutan dewasa yang diperkirakan berkelamin jantan ini, akhirnya berhasil diusir ke arah koridor sitandiang, dengan menggunakan kayu yang dipukul-pukul ke batang pohon dimana satwa liar ini hinggap atau bertengger. Petugas juga melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak melakukan tindakan atau perbuatan yang dapat mengancam dan membahayakan kehidupan orangutan, karena satwa ini termasuk jenis yang dilindungi undang-undang, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 . Sumber : M. Nasir Siregar – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Harimau Melintas Di Depan Rumah Warga, Tim Gabungan Lakukan Patroli

Aras Napal Kanan, 25 November 2022. Bermula dari laporan masyarakat, Yono, warga Aras Napal Kanan, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat tentang perjumpaan satwa liar Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang melintasi di depan rumahnya, pada Selasa 22 November 2022, sekitar pukul 05.00 Wib. Penampakan harimau ini membuat masyarakat ketakutan terutama saat anak-anak akan berangkat ke sekolah pagi hari. Setelah menerima laporan, hari itu juga Tim gabungan dari Seksi Konservasi Wilayah II Stabat bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL – OIC) turun ke lokasi untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) serta monitoring jejak lokasi/tempat kejadian, sampai akhirnya ditemukan jejak melintas di areal perkebunan PT. BMSS, tidak jauh dari permukiman warga mengarah ke Sei Betung yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Lokasi keberadaan si raja hutan tersebut berjarak sekitar 340 meter dari hutan Taman Nasional Gunung Leuser. Untuk menenangkan masyarakat, Tim gabungan melakukan pendampingan dengan melaksanakan patroli dan penghalauan. Tim juga mengingatkan warga agar selalu waspada, dan dalam melakukan aktifitas upayakan dilakukan secara berkelompok. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH. – Kepala SKW II Stabat, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

IPEHINDO Siap Dipimpin Ketua Umum Baru

Jakarta, 24 November 2022. Ikatan Pengendali Ekosistem Hutan (IPEHINDO), organisasi profesi untuk jabatan fungsional Pengendali Ekosistem Hutan se-indonesia, telah menggelar musyawarah nasional dengan mengangkat tema, “PEH Bangkit, Kuat, Berakhlak Berkontribusi Untuk Pembangunan Bangsa" Hotel Menara Peninsula- Jakarta, Selasa (22/11). Musyawarah Nasional IPEHINDO 2022 ini diselengarakan secara hybrid, hadir secara langsung dan tidak langsung (online), dan berjalan lancar dan tertib dengan agenda acara membahas revisi AD/ART/ Tatatertib dan Program Kerja IPEHINDO Tahun 2022- 2027 serta pemilihan ketua Baru . Musyawarah Nasional ini telah memilih secara aklamasi Iid Rohid, S.Hut (Sekretaris Ipehindo sebelumnya) selaku ketua penyelenggara Munas menjadi Ketua PEHINDO periode 2022 sd.2027. Ini terjadi karena hanya satu berkas atas nama Iid Rohid, S.Hut yang masuk ke panitia sekretariatan pemilihan ketua IPEHINDO sampai batas terakhir masuknya berkas pendaftaran calon ketua IPEHINDO 2022. Sebelumnya di depan peserta Musyawarah Nasional IPEHINDO 2022, Iid Rohid, S.Hut telah menyampakan visi dan misinya jika terpilih menjadi ketua IPEHINDO periode 2022 - 2027. Intinya bahwa akan menjalankan semua program rencana kerja IPEHINDO periode 2022 - 2027 dengan amanah dan bertanggung jawab sesuai AD ART yang telah disahkan oleh Majelis MUNAS. Dengan terpilihnya ketua baru IPEHINDO periode 2022 - 2027, organisasi IPEHINDO yang sudah berumur 12 tahun ini, dapat berjalan dan berkembang serta eksis sebagai organisasi profesi yang menjadi wadah komunikasi, advokasi dan koordinasi bagi para Pejabat Pengendali Ekosistem seluruh Indonesia. Sumber : Direktorat Perencanaa Kawasan Konservasi
Baca Berita

Memantau Aktivitas Sekitar SM Kerumutan

Pekanbaru, 21 November 2022 - Resort Kerumutan Selatan, Balai Besar KSDA Riau, melakukan patroli mandiri dan monitoring aktivitas masyarakat di sekitar serta di dalam kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan wilayah selatan, tepatnya di wilayah Desa Rantau Bakung, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Senin (14/11). Tim berkoordinasi dengan Askep PT. Tesso Indah yang didampingi Kaur Pemerintah Desa Rantau Bakung menggali informasi terkait jalan dan kanal/parit sebagai akses masuk ke kawasan SM Kerumutan. Karena masih ada sebagian masyarakat yang menggunakannya sebagai akses untuk melakukan aktivitas di sekitar dan dalam SM Kerumutan. Patroli bersama juga dilakukan untuk memantau kanal/parit yang rawan illegal logging dari kawasan hutan, namun tidak menemukan aktivitas illegal di sekitar dan di dalam kawasan SM Kerumutan wilayah selatan. Monitoring juga dilakukan pada aktivitas Kelompok Tani Hutan (KTH) Gambut Bertuah yang berlokasi di sekitar kawasan SM Kerumutan Selatan dengan tanaman nanas seluas +/- 5 hektar dengan usia tanam +/- 5 s/d 7 bulan. Lokasi tanaman nanas merupakan kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Rantau Bakung yang di kelola oleh masyarakat atas nama KTH Gambut Bertuah. KTH juga diberikan pembinaan dan sosialisasi agar tidak melakukan perambahan dan pembukaan lahan dengan cara dibakar, serta mengajak untuk bersama-sama menjaga kawasan konservasi SM Kerumutan agar tetap lestari. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Diduga Sakit, BBKSDA Riau Pantau Keberadaan Gajah Liar

Pekanbaru, 21 November 2022 - Tim Wilidlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar KSDA Riau menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya dugaan gajah sakit dan segera melakukan pemantauan di Desa Sungai Raja, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Kamis (17/11). drh. Dhanang Estu Bagyo dari tim WRU bergabung dengan Resort Bukit Rimbang yang dipimpin Kepala Resort, Ahmad Fitriansyah. Dari hasil informasi, posisi terakhir gajah yang diduga sakit berada di Desa Sungai Raja, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar. Namun setelah di lokasi, didapat informasi bahwa gajah sudah bergerak menuju Desa Muara Selaya. Tanda kehadiran gajah berupa feses atau kotoran ditemukan di beberapa lokasi pada jalan menuju ke Desa. Lokasi terakhir gajah diketahui berada di areal hutan lindung dengan kontur habitat berupa perbukitan, namun gajah tidak terlihat. Untuk sementara Tim menyimpulkan bahwa gajah dalam kondisi sehat berdasarkan informasi dari masyarakat 4 desa yang berjumpa dengan gajah tersebut. Masyarakat tidak melihat kelainan pada gajah dan berdasarkan jalur jelajah gajah yang diikuti oleh Tim, dengan jalur di Desa Muara Selaya yang berupa perbukitan dengan tingkat kelerengan cukup curam, gajah mampu melewati jalur tersebut. Ini mengindikasikan bahwa gajah dalam kondisi sehat. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Bantuan Ternak Kerbau Tingkatkan Kelompok Masyarakat Desa Muarabio

Pekanbaru, 21 November 2022 - Resort Bukit Baling, Balai Besar KSDA Riau melakukan monitoring bantuan kepada Kelompok Masyarakat di Desa Muara Bio, Kec. Kampar Kiri Hulu, Kab. Kampar, Kamis (17/11). Cuaca yang cukup bersahabat memudahkan Tim melakukan koordinasi dengan Kades Muarabio dan berkumpul bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Muarabio untuk membahas perkembangan bantuan pemberdayaan masyarakat dari Balai Besar KSDA Riau tahun 2022. Bantuan senilai 50 juta yang diwujudkan dalam bentuk ternak kerbau, sesuai permintaan kelompok, berupa kerbau betina sebanyak 3 ekor. Selanjutnya Tim bersama KTH Desa Muarabio langsung turun ke lapangan untuk mengecek fisik kerbau. Saat ini kondisi kerbau tersebut dalam keadaan sehat. Bahkan menurut informasi dari Ketua KTH, Ijus Pendra, salah satu kerbau ada yang sedang hamil. Tim berharap bantuan pemberdayaan masyarakat ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama anggota kelompok dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap hasil hutan. Tentunya masyarakat juga semakin peduli terhadap kelestarian kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pantau Kemunculan Buaya, Perangkap dan Umpan Disiapkan

Pekanbaru, 21 November 2022 - Mitigasi interaksi negatif antara manusia dan satwa liar buaya di PT RAPP Estate Pelalawan, Kec. Pelalawan, Kab. Pelalawan dilakukan pada Selasa hingga Kamis,15 sd 17 November 2022. Balai Besar KSDA Riau turun bersama petugas dari PT. RAPP untuk menindaklanjuti laporan kemunculan buaya yang mengganggu aktivitas di areal konsesi PT RAPP Estate Pelalawan. Survey dilakukan pada kanal KM-28 untuk pemasangan perangkap di lokasi kemunculan buaya. Pemasangan perangkap sekaligus umpan dilakukan untuk dapat mengamankan satwa, agar dapat dilepasliarkan di habitatnya yang jauh dari aktivitas masyarakat. Perangkap dan umpan dipasang di tempat sering munculnya buaya dengan aktivitas masyarakat yang tinggi yaitu, di kanal dekat jalan koridor KM 28 sebanyak 2 buah, di lokasi kanal dekat jalan koridor akses angkut kayu perangkap dan umpan berjumlah 4 perangkap dalam 1 titik kanal. Setelah melakukan survey lokasi kemunculan buaya dan pemasangan perangkap buaya, tim berpatroli siang dan malam hari sekaligus pengecekan perangkap yang sudah diaktifkan. Sampai dengan hari terakhir, belum ada buaya yang masuk dalam perangkap. Tim meminta PT RAPP agar melakukan penambahan pemasangan papan peringatan satwa buaya terutama di lokasi yang baru, pembersihan areal sekitar kemunculan buaya terutama di titik kedua, pemantauan atau monitoring rutin di semua perangkap yang telah dipasang dan sosialisasi agar tidak memancing dan selalu waspada ketika melakukan kegiatan lainnya di sekitar tempat kemunculan buaya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mitigasi Konflik, BBKSDA Sumut Pantau Jejak Harimau Sumatera

Desa Batu Godang, 22 November 2022. Kepala Dusun Pardomuan dan Kepala Desa Batu Godang, Kecamatan Sakkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan menyampaikan laporan kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok tentang adanya penampakan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang berkeliaran di kebun masyarakat dan areal perkebunan sawit milik PTPN III, pada Minggu 20 November 2022 sekitar pukul 11.00 Wib. Menyikapi laporan tersebut, petugas Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok menuju ke lokasi pada Senin, 21 November 2022, dan melakukan koordinasi serta konfirmasi dengan Kepala Dusun Pardomuan. Dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) diperoleh informasi bahwa penampakan si raja hutan sudah kerap muncul, yang dimulai pada Sabtu 5 November 2022, dimana tiba-tiba 1 ekor kambing peliharaan warga hilang yang diduga dimangsa oleh harimau. Keesokannya harinya, Minggu 6 November 2022, warga yang sedang melakukan aktifitas menderes getah karet, melihat harimau sedang melintas di areal kebun. Dan terakhir, Minggu 20 November 2022 karyawan perkebunan PTPN III yang sedang panen sawit lagi-lagi melihat penampakan harimau. Usai pengumpulan bahan dan keterangan, petugas Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok beserta masyarakat dan karyawan perkebunan PTPN III melakukan pengecekan ke lokasi penampakan harimau terakhir kali dan menemukan adanya beberapa jejak harimau. Selanjutnya untuk menghindari terjadinya konflik, petugas memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan karyawan perkebunan untuk tetap waspada, serta menghimbau bila bekerja dan beraktifitas di kebun agar dilakukan secara berkelompok. Diingatkan juga untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan dan mengancam kehidupan harimau tersebut, baik berupa pemasangan jerat maupun perburuan, karena satwa liar ini dilindungi undang-undang. Sampai berita ini dinaikkan, petugas Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok bersama dengan warga dan karyawan PTPN III masih terus memantau perkembangan di lokasi. Sumber : M. Nasir Siregar – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Evakuasi Buaya Tangkapan Warga dari Polsek Sei Tualang Raso

Tanjung Balai, 21 November 2022. Kepala Resort Pelabuhan Tanjung Balai, Suaka Alam (SA) Sei Ledong dan Cagar Alam (CA) Batu Ginurit, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, mendapat informasi dari Lurah Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai terkait adanya buaya yang ditangkap warga, Jumat (18/11). Saat ini buaya sudah diamankan oleh petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Tualang Raso. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran kemudian mengevakuasi buaya dari Polsek Sei Tualang Raso. Dari hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan petugas, diketahui bahwa buaya memiliki panjang dari mulut/muncung sampai ke ujung ekor 72 cm, panjang kaki depan kiri 11 cm, penjang kaki depan kanan 10 cm, panjang kakai belakang kiri 14 cm dan panjang kaki belakang kanan 14 cm. Selanjutnya, buaya dibawa ke kantor Seksi Konservasi Wilayah III di Kisaran dan tak lupa petugas juga mengingatkan dan memberi penyuluhan agar warga tidak memasang jerat dan melakukan perbuatan yang dapat berdampak buruk terhadap warga, maupun kepada satwa liar buaya. Sebagi informasi, bahwa awalnya seorang warga Kelurahan Sei Raja, Kamaludin, berhasil menagkap 1 ekor Buaya Muara (Crocodylus porosus) dengan menggunakan jerat di lingkungan IV Sungai Sei Si Balam, Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso. Setelah berhasil dijerat, kemudian mulut/muncung buaya diiikat dengan menggunakan tali plastik, demikian juga dengan kakinya. Namun karena banyaknya masyarakat yang ingin menyaksikan buaya pada saat itu, dan untuk menyelamatkan buaya, maka dilakukan tindakan pengamanan dengan membawanya ke kantor Polsek Sei Tualang Raso. Sumber : Arif Hidayat – Polhut, dan Elmo Tampubolon – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tuntaskan Proses Rehabilitasi, Ben, Gonzales dan Lima Siap Kembali ke “Rumah”

Katingan, 21 November 2022. Masih dalam suasana peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dalam kerja bersamanya dengan mitra Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) serta sejumlah pihak lainnya kembali melepasliarkan tiga orangutan hasil rehabilitasi di pusat rehabilitasi orangutan Yayasan BOS ke hutan alami di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Ben, Gonzales, dan Lima, tiga orangutan jantan dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOS di Nyaru Menteng, sudah menuntaskan proses rehabilitasi yang panjang di Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOS dan siap untuk hidup mandiri di hutan alami. Kegiatan pelepasliaran orangutan hasil rehabilitasi ini adalah perwujudan upaya perlindungan dan pelestarian orangutan di Kalimantan dan yang kedua kalinya dilakukan di tahun 2022. Kepala Balai TNBBBR, Andi Muhammad Kadhafi mengatakan, "Kegiatan pelepasliaran tiga individu Orangutan hasil rehabilitasi ke Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Hiran ini merupakan salah satu program kerja sama TNBBBR dengan Yayasan BOS yang tertuang ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2022 dan juga sebagai upaya untuk meningkatkan populasi Orangutan di habitat alaminya, khususnya TNBBBR. Pemantauan pasca pelepasliaran akan dilakukan dengan intensif untuk memastikan Orangutan yang dilepasliarkan ini mampu beradaptasi dengan baik di habitat barunya. Balai TNBBBR bersama BKSDA Kalteng, bekerja sama dengan mitra Yayasan BOS serta para pihak lainnya telah melepasliarkan 189 individu Orangutan sejak 2016 di kawasan TNBBBR di wilayah kerja Resort Tumbang Hiran Kalimantan Tengah. Dari hasil kegiatan ini tercatat 5 kelahiran alami. Ini merupakan capaian luar biasa bagi keberadaan Orangutan Kalimantan yang saat ini berstatus ‘sangat terancam punah.’ Melalui dukungan para pemangku kepentingan, kami akan terus berupaya menjaga keberadaan Orangutan Kalimantan, yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hutan dan keutuhan ekosistem”. Selaras dengan Andi, Kepala Balai KSDA Kalteng, Sadtata Noor Adirahmanta menambahkan, “Balai KSDA Kalimantan Tengah bertanggung jawab terhadap penyelamatan satwa khususnya jenis satwa dilindungi dalam hal ini Orangutan. Namun dalam pelaksanaannya perlu dukungan para pihak. Pada kesempatan ini juga kami menghimbau kepada masyarakat untuk berperan lebih aktif dalam melindungi Orangutan dan habitatnya. Biarkan mereka hidup bebas dan aman di habitat alaminya. Selanjutnya melalui pelepasliaran tiga inividu Orangutan di kawasan TNBBBR pada hari ini semoga menjadi momentum makin meningkatnya pemahaman persama terkait pentingnya pelestarian satwa dilindungi endemik Kalimantan ini, mengingat dengan melestarian Orangutan di habitat alamnya sama halnya dengan menjaga keutuhan ekosistem hutan. Terakhir mari bersama menjaga satwa liar yang dilindungi serta menjaga hutan dan seisinya demi masa depan anak cucu kita”. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Penanggung Jawab : Kepala Biro Humas KLHK – Nunu Anugrah, Kepala Balai TN BBBR – Andi Muhammad Kadhafi dan Kepala Balai KSDA Kalteng – Sadtata Noor Adirahmanta
Baca Berita

Aksi Mitigasi Konflik Dengan Buaya di Natal

Natal, 21 Nopember 2022. Berawal dari laporan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Natal yang disampaikan kepada Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, pada Kamis 16 November 2022, tentang penampakan buaya di tepi sungai Bintuas di Desa Bintuas, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan menugaskan Tim untuk melakukan mitigasi. Tim kemudian melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) di lokasi kejadian dan hasilnya diperoleh keterangan dari warga, Abdi, yang saat kejadian pada Selasa 14 November 2022, sekitar pukul 15.00 Wib melihat seekor buaya sedang bergelut dengan ular di tepi sungai Bintuas. Ular kemudian mati dan dimakan oleh buaya. Abdi kemudian mengambil sepotong kayu yang panjangnya sekitar 3 meter untuk mengusir buaya, sampai akhirnya buaya lari masuk ke dalam sungai. Tidak diketahui darimana asal buaya tersebut. Usai mengumpulkan bahan dan keterangan, Tim kemudian melakukan tindakan mitigasi berupa pengecekan sungai Bintuas di lokasi tempat kejadian, namun sudah tidak menemukan lagi keberadaan buaya. Kemudian bersama dengan Kepala Desa Bintuas memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga agar berhati-hati dan waspada terutama saat mengunakan sungai Bintuas untuk melakukan aktifitas Mandi Cuci Kakus (MCK). Juga mengingatkan agar tidak melakukan tindakan apapun yang dapat membahayakan dan mengancam kehidupan buaya, karena satwa liar ini termasuk jenis yang dilindungi. Mengakhiri upaya mitigasi konflik, petugas menghimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak-pihak terkait, baik dari instansi pemerintah maupun dari komunitas lembaga swadaya masyarakat peduli konservasi alam dan lingkungan hidup apabila melihat buaya muncul kembali, agar dilakukan tindakan pengamanan. Sumber : Muslim Surbakti – Kepala Resort Pulau Pini, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Bersama Pulihkan Fungsi TWA Danau Rawa Taliwang

Taliwang, 20 November 2022 - Bertepatan dengan hari lahir Kabupaten Sumbawa Barat yang ke-19, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB), Budhy Kurniawan, menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) penguatan fungsi pemulihan ekosistem Taman Wisata Alam (TWA) Danau Rawa Taliwang dengan Bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin dan Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, Hendra Ahyadi. Kerja sama ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi danau sebagai pengatur tata air, pengendali banjir, habitat burung air dan destinasi wisata alam. Kerja sama ini berlaku selama 5 (Lima) tahun, yang berlaku dari tahun 2023-2027. Sebelum penandatanganan PKS, dilakukan diskusi masa depan Lebo' Taliwang dengan 3 (Tiga) mitra di Pendopo Bupati Sumbawa Barat. Penandatanganan turut disaksikan oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifudin, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi Kementerian Lingkungan Hidup, Ahmad Munawir dan Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Lilik Retno Cahyadiningsih. Semoga kerja sama ini dapat terjalin harmonis dengan semangat mutual trust, mutual understanding dan mutual benefit. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Stimulus Untuk KTH Karst Lopi - Lopi

Makassar, 15 November 2022 – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melaksanakan Sosialisasi Pengembangan Usaha Ekonomi KEE Maros-Pangkep di Dusun Lopi-lopi Desa Mangeloreng Kecamatan Bantimurung, Senin (14/11). Pengembangan Usaha Ekonomi di Desa Mangeloreng merupakan salah satu komponen utama dalam pengelolaan KEE Kart Maros-Pangkep. Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Maros H. Andi Syafril Chaidir Syam S.I.P., M.H. dan dihadiri Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, memberikan bantuan usaha ekonomi senilai 50 juta yang diberikan dalam bentuk bibit buah-buahan dan perlengkapan pengelolaan pasca panen kopi karst (mesin huller, grader sortasi kopi, grainmoisure coffee bean dan mesin roasting). Serah terima bantuan dilanjutkan dengan pemberian bantuan secara simbolis kepada KTH Karts Lopi-Lopi kemudian dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima. Bupati Maros dalam sambutannya menyampaikan, “Atas nama pemerintah Kabupaten Maros saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi serta mendukung adanya bantuan sarana dan prasarana budidaya, budidaya pengolahan kopi dan agroforest bagi Kelompok Tani Hutan Karts Lopi-Lopi”. “Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar kawasan karst sebagai modal usaha pengolahan kopi yang memang cocok dibudidayakan disekitar kawasan tersebut. Kopi merupakan komoditas yang bagus dan dapat dijadikan salah satu destinasi wisata. Nantinya pemerintah kabupaten akan membantu memasarkan di kafe atau tempat tujuan wisata lain”, ujar H. Andi Syafril Chaidir Syam S.I.P., M.H. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Jusman menyampaikan “Dengan senang hati dan bangga kami sampaikan terimakasih atas kehadiran Bapak Bupati ditengah-tengah kita semua. Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulus untuk dapat memotivasi dan membangun kesadaran bersama. Dimana saat ini tidak ada institusi yang mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena yang pertama kali terdampak jika hutan rusak adalah masyarakat disekitar kawasan. Jadi mari kita menjaga hutan agar dapat memperoleh manfaatnya”. “Kehadiran Bapak Bupati akan menjadi penyemangat bagi kita semua agar bekerja lebih produktif untuk hutan dan lingkungan yang lebih baik serta masyarakat mendapatkan kemanfaatan. Kegiatan Pengembangan Usaha Ekonomi KEE Maros-Pangkep dimaksudkan untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas masyarakat desa di kawasan karst Maros Pangkep dengan tetap menjaga kelestarian hutan pada kawasan karst. Sejak tahun 2017 hingga tahun 2022 Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan telah memberikan 44 bantuan kepada desa penyangga disekitar kawasan konservasi dengan beragam jenis bantuan sesuai potensi yang dimiliki oleh desa”, tutup Ir. Jusman dalam sambutannya. Kawasan Karst Maros Pangkep memiliki total luasan ± 46.200 Ha, dimana ± 23.750 Ha berada dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Melalui Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 3 tahun 2019 tentang Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Karst Maros-Pangkep kawasan ini ditetapkan sebagai area indikatif Kawasan Ekosistem Esensial Karst. Pertanian merupakan aktivitas utama masyarakat di sekitar KEE Karts Maros-Pangkep. Sebagai petani yang mendiami wilayah karst maka praktik metode bertani yang sejalan dengan upaya konservasi dengan memperhatikan aspek keberlanjutan (sustainable) semestinya menjadi pendekatan yang diambil. Tertuang dalam Rencana Strategis KSDAE tahun 2020-2024 dimana pengembangan usaha ekonomi merupakan sub komponen terkait peningkatan efektivitas pengelolaan KEE Kart Maros-Pangkep. Merujuk dari hal tersebut Desa Mangolereng ditetapkan sebagai kelompok pemberdayaan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Kelompok Tani Hutan (KTH) Karst Lopi-Lopi Desa Mangeloreng merupakan kelompok tani yang membudidayakan kopi dengan mengembangkan pola agroforestry untuk menjaga dan melestarikan hutan karst dalam kawasan karst Lopi-Lopi. Turut hadir dalam acara Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sulsel beserta Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan beserta staf, Camat Bantimurung, Kepala Desa Mangeloreng, Project Manager FFI’s IP Sulawesi, Polisi Kehutanan Balai TN Bantimurung Bulusaraung serta diikuti kurang lebih 50 orang yang terdiri dari anggota kelompok dan masyarakat desa Mangeloreng. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Berita

Perkembangan Budidaya Lebah Madu KTH Maju Usaha

Pekanbaru, 18 November 2022 - Tim Resort Siak, Balai Besar KSDA Riau, mendampingi masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Usaha, Kampung Langkai, Kec. Siak pada kegiatan pengembangan usaha budidaya lebah Madu Malifera, Senin (14/11), di Jalan Raya Lintas Sumatera, Kec. Pusako, Kab. Siak Madu Malifera yang di budidayakan Kelompok Maju Usaha binaan Balai Besar KSDA Riau berjumlah 13 kotak, sudah mulai dibudidayakan sejak 1 bulan yang lalu dan sudah mulai terlihat perkembangannya dari beberpa sisir madu yang dihasilkan lebah kelompok. Saat kelompok melakukan pemanenan pertama, dari 13 kotak lebah madu yang di budidayakan, hasil panen kelompok mendapatkan 20 kg madu, kondisi ini belum maksimal dikarenakan musim penghujan. Normalnya waktu pemanenan madu sekitar 14 hari sekali, dan saat ini karena musim hujan pemanenan hanya dilakukan 1 bulan sekali. Hasil panen madu pertama kemudian dibagikan ke anggota kelompok menimbang belum maksimalnya produksi madu yang dihasilkan untuk diniagakan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Edukasi Masyarakat Melalui Pembangunan Kandang TPE

Aras Napal, 16 September 2022. Konflik warga dengan satwa liar jenis Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) intensitasnya meningkat tajam khususnya di Kecamatan Besitang sepanjang tahun 2022. Oleh karena itu, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat gencar melakukan pembangunan kandang anti serangan harimau atau Tiger Proof Enclosure (TPE), seperti yang kembali dilakukan pada Selasa 15 November 2022 bersama dengan lembaga Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL) di Dusun Aras Napal, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Pembangunan kandang TPE berukuran 15 X 15 m yang dapat menampung 6 ekor lembu milik masyarakat dimaksudkan sebagai upaya preventif timbulnya konflik, sekaligus juga sebagai edukasi dan model yang mendorong masyarakat agar bersedia membuat kandang TPE secara swadaya, mengingat salah satu faktor penyebab terjadinya konflik selama ini adalah ternak-ternak peliharaan warga yang berkeliaran memancing harimau untuk memangsanya. Sampai saat ini (tahun 2022) terdapat 4 kandang TPE yang sudah terbangun di Desa Bukit Mas. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos. MH.- Kepala SKW II Stabat, Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 1.265–1.280 dari 11.142 publikasi