Rabu, 24 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Patroli dan Halau Gajah Liar Bersama Masyarakat

Lubuk Kembang Bunga, 9 Desember 2022. Piket penjagaan hutan alam Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) secara intensif terus dilakukan, piket dilakukan untuk memantau dan mencegah terjadinya aktifitas melanggar undang-undang di dalam kawasan. Pada piket penjagaan hutan kali ini, 10 orang petugas melakukan patroli di hutan alam areal Resort Lancang Kuning Air Sawan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), tanggal 2 – 4 Desember 2022. Pada patroli kali ini tidak ditemukan adanya aktivitas tipihut baik jejak maupun tindakan. Tim kemudian melakukan anjangsana kepada masyarakat Lubuk Kembang Bunga dan mendapat laporan bahwa terdapat gajah liar yang masuk ke dalam perkebunan masyarakat, tim lalu melakukan patroli bersama warga untuk mengusir gajah liar agar kembali masuk ke dalam kawasan hutan. Keesokan harinya tim melanjutkan patroli di areal Resort Lancang Kuning Kuning Air Sawan dan menemukan adanya pembukaan lahan di areal tersebut. Tim langsung mengambil tindakan pemasangan plang dan menabur biji di areal bukaan tersebut. Pada lokasi lainnya tim juga menemukan adanya pondok yang telah dirobohkan oleh tim patroli sebelumnya. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Kepala Resort Onangan Nilo Jadi Saksi Kasus Tipihut

Pangkalan Kerinci, 9 Desember 2022. Kepala Resort Onangan Nilo Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menjadi saksi persidangan dalam kasus tindak pidana kehutanan di Pengadilan Negeri Pelalawan, Senin (28/11). Tidak hadir sendiri, Kepala Resort Onangan Nilo hadir bersama dengan pihak perusahaan untuk melihat pemeriksaan saksi atas dua orang terdakwa pelaku pembakaran hutan di kawasan TN Tesso Nilo yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Terdapat 5 orang terdakwa tindak pidana hutan yang duduk di kursi persidangan. Persidangan berjalan dengan lancar, dan akan dijadwalkan sidang berikutnya dalam beberapa waktu yang akan datang. Kepala Resort Onangan Nilo menuturkan akan kooperatif dalam mendukung jalannya sidang dan akan mengawal persidangan hingga putusan akhir. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Mengungkap Kasus Perambahan Dengan Olah TKP

Baserah, 9 Desember 2022. Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bersama dengan Gakkum KLHK, Polda Riau dan perusahaan sekitar kawasan melakukan olah TKP atas kasus perambahan hutan dan lahan oleh insial S yang saat ini sedang dalam proses hukum, Rabu (1/11). Pada olah TKP ini tim mencari dan mengumpulkan barang bukti di areal lokasi perambahan yang akan menjadi titik terang atau petunjuk bagi penyidik dalam mengungkap kasus perambahan. Olah TKP dilakukan dengan mengukur luas areal yang telah dirambah tersangka S baik di dalam kawasan TNTN maupun di bufferzone perusahaan. Kegiatan pengukuran dilakukan oleh saksi ahli dengan menggunakan GPS dan dibantu dengan menggunakan drone perusahaan. Olah TKP berlangsung dengan situasi aman terkendali dari awal hingga usai, tim telah mengidentifikasi serta menemukan kebenaran materiil dari perkara kasus. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Plang Peringatan Hiasi Areal Bukaan Tumbangan

Lubuk Kembang Bunga, 9 Desember 2022.– Kegiatan piket penjagaan dan patroli hutan alam Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kian gencar dilakukan pada tanggal 26 s.d 27 November 2022. Tim piket yang terdiri dari 10 orang personil melaksanakan patroli kawasan di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB). Pada hari pertama patroli, tidak ditemukan tindak pidana hutan baik kebakaran, bekas kebakaran maupun tindakan illegal logging. Pada lokasi lain, tim melakukan pemasangan papan larangan/peringatan di areal bekas bukaan tumbangan di batas hutan alam. Pemasangan papan peringatan dilakukan sebagai upaya agar aktifitas di areal tersebut tidak dilanjutkan. Pada hari kedua, tim yang sama kembali melakukan patroli di areal sungai perbekalan SPTN Wilayah I LKB dan ditemukan bukaan lahan baru. Tim kemudian kembali melakukan pemasangan papan larangan di areal bukaan dan mengidentifikasi serta menggali informasi terhadap identitas pelaku pembukaan lahan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Piket Patroli, Petugas Jumpa Berbagai Satwa

Lubuk Kembang Bunga, 9 Desember 2022. Piket penjagaan dan patroli hutan tersisa terus dilakukan sebagai upaya pengamanan dan perlindungan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Tim piket jaga melakukan patroli kawasan di hutan alam di Wilayah Resort Air Hitam Bagan Limau, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), Rabu (1/12). Pada perjalanan patroli, tim menemukan jejak tapir, kotoran beruang dan perjumpaan langsung dengan siamang. Di lokasi patroli, ditemukan masih banyak jenis pohon berdiameter ± 60 cm seperti meranti, siminai, kelakap. Hal ini membangkitkan semangat petugas dalam menjaga keutuhan alam TN Tesso Nilo. Kelestarian hutan diungkapkan merupakan tujuan utama petugas dalam menjalankan piket jaga. Tim juga memasang plang/rambu di sepanjang jalur patroli sebagai upaya untuk memperingati pelaku tindak pidana hutan. Selama patroli tim tidak menemukan aktivitas illegal di dalam kawasan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Pantau Box Sarang Lebah Yang Rusak, Bukti Adanya Beruang Madu

Pekanbaru, 8 Desember 2022 - Petugas Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau, melakukan pertemuan di rumah pemilik budidaya lebah madu di Desa Petodaan, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, untuk meminta informasi terkait kemunculan satwa beruang yang merusak dan memakan sarang lebah miliknya pada tanggal 29 s/d 30 November 2022. Patroli malam pun dilakukan bersama pemilik budidaya lebah madu di lokasi penempatan box sarang lebah untuk memantau pergerakan dan kemunculan satwa beruang, namun satwa beruang tidak datang lagi di lokasi tersebut pada malam itu. Keesokan harinya, Tim melanjutkan observasi di sekitar box sarang lebah untuk melihat kerusakan akibat satwa beruang. Pemilik budidaya lebah madu dan masyarakat sekitarnya diberikan arahan agar tidak anarkis terhadap satwa dilindungi. Petugas juga memberikan saran agar di lokasi budidaya dilakukan pemasangan pagar keliling baik dari plastik hitam atau pagar seng atap agar beruang tidak masuk ke tempat box sarang lebah tersebut. Tim meminta kerjasama untuk pemantauan dan menyampaikan kepada petugas, jika terdapat kemunculan satwa beruang madu kembali di lokasi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Meninjau Lokasi Kerja Sama Dengan PT PLN di SM Bukit Rimbang Bukit Baling

Pekanbaru,7 Desember 2022 - Tim Program dan Kerjasama, Balai Besar KSDA Riau, bersama Pemda Kampar/Tim Sekda Kampar, PLN bagian UP2K UIWRKR didampingi petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I menyusuri jalur sungai Subayang, Kec. Kampar Kiri Hulu, Kab. Kampar, Jumat (25/11). Di lokasi, Tim juga didampingi Camat Kampar Kiri Hulu, Kades Muara Bio dan Sekdes Batu Sanggan dan bersama – sama melakukan monitoring untuk mengetahui progres pembangunan jaringan listrik tegangan menengah yang dilakukan PT PLN (Persero) yang salah satu lokasinya berada di Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling. Tim juga memantau progres pembangunan jalur interpretasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar yang sudah memasuki tahun terakhir kerja sama. Jalur interpretasi dan jaringan listrik direncanakan menghubungkan beberapa desa jalur Subayang secara berurutan yaitu Tanjung Belit, Muara Bio, Batu Sanggan, Tanjung Beringin, Gajah Bertalut, Aur Kuning, Terusan, Subayang Jaya dan Pangkalan Serai. Mengingat keterbatasan waktu, monitoring (ground check) hanya dapat dilakukan pada beberapa desa yang menjadi obyek pembangunan jaringan listrik dan jalur interpretasi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Memakan Korban, BBKSDA Riau Tinjau Jejak Beruang Madu

Pekanbaru,7 Desember 2022 - Resort Kerumutan Selatan, Balai Besar KSDA Riau, melakukan mitigasi interaksi negatif antara manusia dan beruang madu di Dusun Lubuk Salak, Desa Mak Teduh, Kec. Kerumutan, Kab. Pelalawan, Kamis (24/11). Sebelumnya, tim melakukan koordinasi dengan perangkat Desa Mak Teduh didampingi perangkat desa dan warga dusun serta langsung menuju ke lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan perangkat desa dan keluarga korban, kejadian bermula sekitar pukul 09.00 wib pada Selasa, 22 Oktober 2022 dimana korban a.n pak Kamil selesai menderes kebun karet milik pak Mansur dan bersiap pulang namun dirasakan ingin buang air. Beliau menuju sungai kecil yang ada di lokasi kebun tersebut. Setibanya di sungai tiba - tiba seekor satwa beruang melakukan interaksi negatif terhadap korban sehingga menyebabkan kaki korban terkena gigitan. Korban melakukan perlawanan dan memukul bagian muka beruang sehingga beruang lari. Korban sambil merangkak menyelamatkan diri ke jalan umum mencari pertolongan. Jarak lokasi kejadian ke jalan umum sekitar 50 meter. Berdasarkan pengamatan di lokasi kejadian, TKP merupakan perbatasan areal APL dan hutan konsesi. Di lokasi ditemukan tempat yang diduga merupakan sarang satwa beruang yang berada di pohon karet tua di sekitar kebun yang di deres korban. Saat tim berkunjung ke rumah korban, ybs tidak di rumah karena sedang dirujuk ke rumah sakit umum di Pangkalan Kerinci untuk melakukan perawatan operasi kaki. Tim menyampaikan rasa keprihatinan atas kejadian yang dialami pak Kamil. Masyarakat melalui perangkat desa berharap agar evakuasi beruang segera dilakukan karena telah beberapa kali hal ini terjadi di sekitar lokasi yang sama.Tim jug melakukan sosialisasi tentang satwa yang dilindungi dan meminta masyarakat tidak anarkis terhadap satwa yang dilindungi tersebut serta tetap berkoordinasi dengan petugas Balai Besar KSDA Riau dalam penanganan konflik beruang ini. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Bersama Pulihkan Ekosistem SM Kerumutan Dengan Suksesi Alami

Pekanbaru,7 Desember 2022 - Pemulihan ekosistem dengan mekanisme suksesi alami di kawasan Suaka Margasatwa SM Kerumutan digagas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I, Balai Besar KSDA Riau, Selasa hingga Kamis, 22 s/d 24 November 2022. Kegiatan tepatnya dilakukan di blok rehabilitasi SM Kerumutan, Resort Kerumutan Utara, Kel. Kerumutan, Kec. Kerumutan, Kab. Pelalawan dengan melibatkan masyarakat setempat yang dibagi menjadi 6 (enam) kelompok. Agenda pemulihan ekosistem terbagi menjadi 3 bagian besar yaitu membuat Plot Ukur Permanen sejumlah 5 plot (ukuran 20 x 20 m) per tim dengan total 30 plot ukur permanen, mendata adanya gangguan dari manusia di sekitar lokasi pengamatan dan mendata keberadaan satwa liar yang berada di sekitar lokasi pengamatan. Selain pemulihan ekosistem, petugas juga melakukan pemasangan papan larangan di sekitar lokasi pengamatan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Implementasi Pemberdayaan Masyarakat Dengan Bantuan Ekonomi

Pekanbaru,7 Desember 2022 - Penyerahan bantuan ekonomi masyarakat, senilai 50 juta per Desa/Kelompok diberikan Balai Besar KSDA Riau, melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Harapan Maju di Desa Pangkalan Indarung dan KTH Asa Mandiri di Desa Pulau Padang, Rabu (30/11). Keduanya berada di Kec. Singingi, Kab. Kuansing. Masing-masing kelompok juga menerima sapi bali sebanyak 5 ekor, sesuai permintaan dari KTH. Pemberian bantuan merupakan upaya yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Riau untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan pada kesempatan yang sama dilakukan juga penandatanganan Kesepakatan Konservasi antara Balai Besar KSDA Riau dan Desa Pangkalan Indarung juga Desa Pulau Padang. Kedua desa berkomitmen untuk ikut serta menjaga kelestarian hutan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling. Serangkaian kegiatan yang dilakukan merupakan implementasi dari fungsi Balai Besar KSDA Riau yakni melakukan pemberdayaan masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

SM Bukit Rimbang Bukit Baling Dipulihkan Dengan Suksesi Alami

Pekanbaru,7 Desember 2022 - Pemulihan ekosistem dengan mekanisme suksesi alami kembali digagas Balai Besar KSDA Riau di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling, Kec. Singingi Hilir, Kab.Kuantan Singingi pada hari Selasa hingga Kamis, 22 s/d 24 November 2022. Kegiatan tepatnya dilakukan Resort Bukit Rimbang bersama dua orang masyarakat Desa Petai serta petugas dari Balai Besar. Lokasi utama pemulihan ekosistem suksesi alami dilakukan di blok yang sudah ditentukan sebelumnya di SM Bukit Rimbang Bukit Baling daerah Sei Tapi (Resort Bukit Rimbang Desa Petai). Tim melakukan pembuatan plot di kawasan hutan terbuka sebanyak 5 plot ukur (ukuran 20x20 m) dan mendata tumbuhan anakan kayu di areal dalam plot serta mendata jenis satwa yang melintas di areal tersebut. Tim juga melakukan beberapa pemasangan papan informasi (larangan) di sekitar lokasi plot dan menemukan satu pelontar jerat satwa jenis tali nilon (tambang). Jerat tersebut segera dibongkar dan di bawa ke Resort Bukit Rimbang (Petai). Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Terlihat di Areal Perusahaan, BBKSDA Riau Cari Tanda – Tanda Si Belang

Pekanbaru, 6 Desember 2022 - Kembali satwa liar yang diduga mirip harimau sumatera dilaporkan terlihat, kali ini Resort Kerumutan Selatan, Balai Besar KSDA Riau melakukan mitigasi negatif konflik, Sabtu, (26/11) setelah mendapat laporan bahwa satwa terlihat di Desa Petonggan, Kec. Pasir Penyu, Kab. Indragiri Hulu. Sebelumnya Kepala Resort bersama Manager Kebun dan Tim HSE serta security PT. Inecda melakukan koordinasi ke kantor Bidang Wil I Rengat tentang perjumpaan tersebut, Jumat (25/11). Menurut keterangan dari Tim HSE PT. Inecda penampakan yang diduga satwa harimau sumatera tersebut didapat dari seorang masyarakat pada Senin, 21 November 2022 sekitar jam 10 pagi. Dilanjutkan dengan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyisiran di dalam kebun karet masyarakat dan areal lindung (HCV) milik PT. Inecda seluas +/- 1,5 ha, namun tidak ditemukan tanda- tanda adanya keberadaan satwa baik berupa jejak maupun bekas cakaran. Pemantauan juga dilakukan melalui udara dengan menggunakan drone milik PT. Inecda untuk memastikan keberadaan satwa di lokasi tersebut. Sosialisasi pun dilakukan untuk menghimbau kepada pihak perusahaan serta masyarakat agar tidak memasang jerat atau memburu satwa yang di lindungi oleh Undang - Undang karena satwa tersebut merupakan aset Negara. Tim juga mengingatkan kepada pihak perusahaan dan masyarakat agar tetap waspada serta hati-hati bila melakukan aktivitas di kebun terutama pada pagi dan sore hari. Sampai saat ini monitoring dan koordinasi tetap dilakukan dengan Tim HSE PT. Inecda untuk melakukan pemantauan di lokasi perjumpaan yang diduga satwa harimau sumatera dan meminta kepada pihak perusahaan agar melaporkan apabila menemukan tanda – tanda keberadaan satwa yang dilindungi di lokasi tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Diduga Mirip Harimau Sumatera, BBKSDA Riau Mitigasi Konflik

Pekanbaru, 6 Desember 2022 - Mitigasi interaksi negatif satwa liar harimau sumatera (hs) di Desa Redang Seko dan Banjar Balam Kec. Lirik, Kab. Inhu dilakukan Tim Resort Kerumutan Selatan, Balai Besar KSDA Riau, Senin (28/11). Bersama staf KesbangPol Kab. Inhu, Kasi Damkar dan Penyelamatan BPBD Kab. Inhu dan anggota, Kadus dan Ketua RT serta masyarakat Desa Redang Seko menindaklanjuti laporan Kapolsek Kec. Lirik pada 27 November 2022. Informasi Kapolsek diperoleh dari media sosial (FB) bahwa di Kecamatan Lirik terlihat penampakan mirip satwa liar harimau sumatera di sekitar perkebunan masyarakat Desa Redang Seko, Banjar Balam, Seko Lubuk Tigo dan desa Pasir Ringgit, Kec. Lirik, Kab. Inhu. Penampakan tersebut pertama kali terlihat oleh warga pada malam hari. Tim gabungan turun ke lokasi mencari jejak dan menyisir area, namun tidak menemukan tanda-tanda adanya keberadaan satwa di lokasi tersebut, baik jejak maupun tanda-tanda lain yang berkaitan dengan satwa tersebut. Karena tanda – tanda signifikan tidak ditemukan, sosialisasi pun dilakukan untuk menghimbau masyarakat melalui Kadus I Desa Redang Seko agar tetap hati- hati melakukan aktivitas di kebun terutama pada sore, malam dan pagi hari serta mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang anarkis terhadap satwa yang dilindungi oleh Undang – Undang termasuk satwa harimau sumatera atau satwa lainnya. Apabila ada warga menemukan jejak satwa atau menjumpainya secara langsung, Tim gabungan mengharapkan kepada masyarakat agar melaporkan ke pada pihak terkait serta tidak mengupload informasi yang belum pasti kebenarannya ke medsos agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat lainnya. Sampai saat ini, monitoring dan pemantauan masih dilakukan terkait kemunculan satwa yang diduga harimau sumatera tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Harimau Muncul di Dua Desa, Petugas Lakukan Mitigasi

Saipar Dolok Hole, 5 Desember 2022. Untuk kesekian kalinya Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) menampakkan diri. Kali ini kemunculan harimau terpantau di 2 desa, yaitu Desa Batang Garut dan Desa Sibadoar, Kecamatan Saipar Dolok Hole. Bermula dari adanya laporan masyarakat Desa Batang Garut kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok pada Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, tentang penampakan 1 ekor satwa liar diduga Harimau Sumatera yang melintas di kebun. Laporan tersebut direspon cepat oleh petugas dengan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan ke lokasi, pada 2 Desember 2022. Dari hasil pengecekan, di lokasi memang ditemukan beberapa jejak harimau. Petugas kemudian melakukan tindakan berupa pengusiran dan penghalauan dengan menggunakan jeduman di beberapa lokasi kebun masyarakat. Selain itu dilakukan juga sosialisasi kepada kepala desa dan beberapa masyarakat untuk tetap waspada, dan dalam melaksanakan aktifitas di kebun dilakukan secara berkelompok. Warga juga diminta menghindari perbuatan dan tindakan yang dapat mengancam keselamatan harimau tersebut. Usai mitigasi konflik di Desa Batang Garut, selanjutnya petugas kembali menerima laporan dari petugas Bhabinsa Desa Sibadoar tentang penampakan satwa liar Harimau Sumatera. Kemunculan si raja hutan ini disaksikan oleh 2 orang anak sekolah yang sedang melintas di jalan desa antara Desa Sibadoar dan Desa Sitabo-tabo. Laporan ini pun direspon dengan cepat oleh petugas dan melakukan pengumpulan data serta keterangan di lokasi melalui pelajar yang melihat langsung satwa tersebut serta dari petugas Bhabinsa dan warga. Dari peninjauan langsung di lapangan, benar ditemukan beberapa jejak satwa liar yang diduga kuat adalah harimau. Petugas pun melakukan tindakan yang sama dengan membunyikan jenduman serta memberikan sosialisasi kepada warga. Warga dihimbau untuk mendampingi atau ikut mengantar anak-anaknya yang akan berangkat ke sekolah sehingga memberi rasa aman dan tenang kepada si anak. Demikian juga dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari sebaiknya dilakukan secara berkelompok. Penampakan Harimau Sumatera di Kecamatan Saipar Dolok Hole berada di areal yang berdampingan dengan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Tingginya intensitas kemunculan si raja hutan diduga karena adanya kegiatan pembukaan lahan dan illegal loging di sekitar lokasi, maupun di hutan lindung Kecamatan Dolok dan Kecamatan Sipiongit Kabupaten Padang Lawas Utara yang menjadi pemicu keluarnya harimau ke Kecamatan Saipar Dolok Hole dan Kecamatan Aek Bila. Untuk menghindari terulangnya konflik dengan warga, salah satu upaya krusial yang perlu dilakukan adalah penanganan permasalahan pembukaan lahan serta illegal loging tersebut. Sumber : M. Nasir Siregar – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Festival Danau Sentarum Tahun 2022

Lanjak, 3 Desember 2022. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) kembali menggelar kegiatan tahunan yang ditunggu oleh masyarakat Kapuas Hulu yakni Festival Danau Sentarum (FDS) yang dilaksanakan tanggal 1 sampai 4 Desember 2022. FDS menampilkan beberapa atraksi budaya dan wisata diantaranya Festival Minum Madu, Danau Sentarum Cruise, Lomba Perahu Bidar, Lomba Sumpit, Lomba Pangkak Gasing, Karnaval Budaya, Expo Produk Masyarakat, Sepeda Gowes, dan Pentas Seni serta Hiburan Rakyat. Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, S.H. mengemukakan “Kegiatan yang masuk dalam agenda pariwisata nasional ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya kita ke tingkat nasional maupun internasional serta menumbuhkan geliat ekonomi masyarakat, kita tahu bahwa kegiatan ini akan dihadiri oleh tamu sahabat dan saudara kita dari Malaysia dan tamu dari kabupaten yang ada di Kalimantan Barat dan provinsi lainnya, maka buatlah kesan yang baik kepada tamu kita”. FDS Tahun 2022 terlaksana atas kolaborasi Pemda Kapuas Hulu, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, LSM dan NGO yang ada di Kapuas Hulu. Berkolaborasi dalam mensukseskan kegiatan dimaksud untuk memberikan dampak nyata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, seperti kegiatan pameran produk-produk masyarakat dan pasar malam. “Stand-stand pameran yang berada di lokasi FDS menampilkan beragam produk seperti madu, kerajinan tangan, berbagai olahan makanan, jasa perbankan, jasa konsultasi kesehatan bahkan ada pembuatan tato, dan produk lainnya hasil dari dampingan instansi terkait, hal ini saya harapkan bisa meramaikan kegiatan FDS dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat” ujar Ismunadi, Panitia FDS Tahun 2022. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Wahju Rudianto S.Pi, M.Si menyampaikan “Kami turut memeriahkan kegiatan FDS tahun 2022 melalui kegiatan Lomba Perahu Bidar dan Danau Sentarum Cruise dimana kedua kegiatan tersebut dilaksanakan di dalam Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, dengan maksud untuk mempromosikan objek wisata Taman Nasional Danau Sentarum yang berada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu” Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

BBKSDA Sumatera Utara Giat Tanam Pohon Dengan Kelompok Tani Binaan

Desa Meranti Timur, 5 Desember 2022. Seakan tak rela melepas kepergian Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) begitu saja, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah IV tarutung pada Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar kembali giat melakukan pembagian dan penanaman 70 batang bibit pohon kepada kelompok tani (KT) binaan, KT Aek Sogar di Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba, pada Jumat 2 Desember 2022. 70 batang bibit pohon tersebut terdiri dari jenis meranti, mahoni dan jenis MPTS buah-buahan. Bibit tersebut akan ditanam di lokasi pemulihan ekosistem kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan dan sebagian lagi ditanam di sekitar kantor Resort SM Dolok Surungan I. Penanaman bibit dilakukan oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, Kepala Resort SM Dolok Surungan I, Staf Bidang KSDA Wiayah II Pematangsiantar serta anggota kelompok tani Aek Sogar. Melalui kegiatan penanaman ini ekspektasinya dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menjaga dan melindungi kawasan konservasi serta lingkungan hidup. Sumber : Yustiil Fazri – Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 1.233–1.248 dari 11.142 publikasi