Rabu, 24 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pembuatan Kandang TPE Request Warga Besitang

Dusun Aras Napal Kanan, 24 Januari 2023. Untuk mengantisipasi dan mencegah gangguan dari Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis) terhadap hewan ternak peliharaannya, Zainal Purba, warga Dusun Aras Napal Kanan, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, memohon kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat untuk pembangunan kandang TPE di lahan miliknya. Pembangunan kandang yang berukuran 10 x 15 m ini untuk menampung 6 ekor ternak lembu, dilakukan oleh Tim Seksi Konservasi Wilayah II Stabat bersama dengan lembaga mitra Yayasan Sumatera Hijau Lestari, pada Kamis sampai dengan Jumat (19/1) – (20/1). Sebagaimana diketahui bahwa Tiger Proof Enclosure (TPE) atau kandang anti serangan Harimau, merupakan kandang yang berfungsi untuk mencegah harimau memangsa ternak warga. Kandang ini dibuat sedemikian rupa yang menjamin bahwa ternak peliharaan tersebut berada dalam keadaan aman (safety). Dari evaluasi kejadian konflik warga dengan harimau di Kabupaten Langkat pembuatan kandang TPE cukup efektif untuk mengurangi terjadinya konflik dan mencegah jatuhnya korban ternak milik masyarakat. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH., Kepala SKW II Stabat – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BBKSDA Riau Bersama PT. Gandaerah Hendana Pantau Pergerakan Harimau Sumatera

Pekanbaru, 24 Januari 2023. Tim Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau, melakukan kegiatan mitigasi interaksi negatif satwa Harimau Sumatera (HS) di PT. Gandaerah Hendana, Kel. Ukui, Kec. Ukui, Kab. Pelalawan, Kamis - Jumat (12-13/1). Kegiatan dilakukan berdasarkan laporan dari PT. Gandaerah Hendana terkait perjumpaan langsung dan tidak langsung karyawan dengan satwa harimau sumatera. Dari hasil penyisiran jejak (temuan pada tanggal 6 Januari 2023) di lokasi afdeling 14 oleh karyawan PT. Gandaerah Hendana, ditemukan jejak satwa harimau sumatera. Kemudian, Tim melakukan pemasangan kamera jebak (CT) sebanyak 3 unit untuk memantau pergerakan harimau sumatera. Petugas menghimgau kepada karyawan PT. Gandaerah Hendana untuk selalu berhati hati dan waspada serta jika ada temuan jejak atau tanda-tanda lainnya dan segera melaporkannya kepada pihak Balai Besar KSDA Riau. Sosialisasi mitigasi konflik manusia dan harimau sumatera lebih lanjut akan dilakukan kepada manajemen PT. Gandaerah Hendana, karyawan terlebih dahulu diberikan kiat-kiat singkat menghindar jika bertemu satwa harimau sumatera. Sedangkan hasil kamera jebak akan dimonitoring pada bulan Februari 2023 mendatang. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Melestarikan Mangrove, Melestarikan Kehidupan

Jakarta, 21 Januari 2023 — Untuk meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya pelestarian mangrove, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Disney menanam 100 bibit mangrove dan menyelenggarakan Ngobrol Santai Konservasi (Ngonser) di Suaka Margasatwa (SM) Muara Angke dengan tema “Melestarikan Mangrove, Melestarikan Kehidupan”, Sabtu (21/1). Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian kampanye “Keep Our Oceans Amazing” yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pelestarian ekosistem laut dan pesisir. Dalam kesempatan ini juga dilakukan kegiatan pembersihan tumbuhan invasif dan pembibitan mangrove. Kegiatan penyadartahuan menjadi salah satu cara yang rutin dilakukan BKSDA Jakarta, YKAN, dan bersama mitra untuk meningkatkan kepedulian dan mendorong para pihak terus bersama-sama melakukan pemulihan dan perbaikan lingkungan. “Aspek penyadartahuan amatlah penting dalam mendukung upaya pelestarian mangrove. Dengan luas 25,02 hektare, Suaka Margasatwa (SM) Muara Angke, Jakarta Utara, tercatat sebagai suaka margasatwa terkecil di Indonesia. Namun, kawasan ini amat penting dalam menyangga kehidupan kota Jakarta. SM Muara Angke juga merupakan salah satu ekosistem mangrove yang masih tersisa di Jakarta, menjadi rumah bagi 8 spesies mangrove sejati. SM Muara Angke juga menjadi habitat bagi aneka fauna, seperti buaya air asin, kadal, monyet ekor panjang, ular, serta menjadi daerah penting bagi burung di Jawa,” terang Kepala BKSDA Jakarta Abdul Kodir. Sejak 2018, BKSDA Jakarta bekerja sama dengan YKAN dan para pemangku kepentingan lainnya melalui platform Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA) untuk melindungi dan merestorasi ekosistem mangrove di SM Muara Angke. Melalui platform nasional untuk pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu dan kolaboratif ini, berbagai program penyadartahuan yang menjangkau seluruh elemen masyarakat dilakukan bersama. “Menjadi negara kepulauan, dua per tiga wilayah Indonesia merupakan perairan dan menopang kehidupan bagi lebih dari 60 persen penduduk Indonesia. YKAN bersama mitra mendukung Pemerintah Indonesia mengelola wilayah perairan Indonesia secara berkelanjutan termasuk mangrove. Upaya pelestarian laut dan pesisir memerlukan kolaborasi semua pihak dan lewat bermacam medium, seperti kampanye “Keep Our Oceans Amazing” ini,” terang Direktur Pengembangan dan Pemasaran YKAN Ratih Loekito. Kampanye “Keep Our Oceans Amazing” diluncurkan secara global pada November 2022 sebagai bentuk dukungan dari 20th Century Studios dan The Walt Disney Company dalam rangka peluncuran film Avatar: The Way of Water, sekaligus untuk mendukung upaya pelestarian ekosistem laut dan pesisir. Keberadaan mangrove yang sehat di kawasan pesisir pun dapat meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim serta meminimalisasi dampak bencana alam, seperti tsunami, badai, dan gelombang laut. Peranan Indonesia dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara global amat besar, sehingga melindungi dan merestorasi ekosistem mangrove merupakan langkah penting yang harus segera dilakukan secara bersama-sama. Sumber: Balai KSDA Jakarta Narahubung: Call Center Balai KSDA Jakarta 081289643727
Baca Berita

Pengambilan Kayu Dihentikan Petugas

Sosopan, 24 Januari 2023. Berawal dari laporan warga Desa Huta Baru Sundol, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, kepada KPH 7 Gunung Tua tentang penebangan dan pengambilan kayu oleh masyarakat lokal dan masyarakat di luar Desa Huta Baru Sundol, untuk pembukaan lahan guna dijadikan areal kebun rambong. KPH 7 Gunung Tua kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Konservasi Wilayah Suaka Margasatwa (SM) Barumun III pada Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang. Setelah menerima laporan petugas Resort Konservasi Wilayah SM. Barumun III segera meresponnya dan bergerak menuju lokasi guna mengumpulkan bahan serta keterangan (pulbaket) dari masyarakat sekitar, Senin (9/1). Di lokasi petugas menemukan aktivitas penebangan dan pengambilan kayu. Beberapa hari kemudian petugas kembali mengambil titik koordinat untuk memastikan lokasi tempat penebangan dan pengambilan kayu. Dari titik koordinat, diketahui bahwa lokasi tempat kejadian berada di Areal Peruntukan Lainnya (APL) Sosopan 2023, yang jaraknya ± 500 meter dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Barumun. Usai mengetahui lokasi penebangan dan pengambilan kayu, petugas segera memerintahkan para pelaku untuk menghentikan kegiatannya, mengingat tidak jauh dari lokasi tersebut berada kawasan konservasi yang dikhawatirkan akan merembet ke kawasan SM. Barumun. Himbauan dan peringatan tersebut dilaksanakan dan kegiatan/aktivitas penebangan serta pengambilan kayu pun kemudian dihentikan. Sumber : Supandi, Polhut Penyelia dan Kepala Resort SM Barumun III – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BBKSDA Riau Mitigasi Konflik Harimau Sumatera dan Beruang di Dua Desa

Pekanbaru, 24 Januari 2023. Resort Bukit Rimbang, Balai Besar KSDA Riau, menindaklanjuti upaya mitigasi interaksi negatif gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) dan beruang madu (Helarctos malayanus) di Desa Rambahan dan Desa Sikijang, Kec. Logas Tanah Darat, Kab. Kuantan Singingi, Kamis (12/1). Mitigasi dilakukan setelah Tim mendapat laporan dari Polsek Logas Tanah Darat terkait adanya gangguan satwa liar gajah sumatera dan beruang madu di dua desa tersebut. Koordinasi kemudian dilakukan dengan aparat desa dan bersama-sama melakukan pengecekan lapangan. Pihak desa membenarkan adanya gangguan satwa di bulan November 2022, dan untuk bulan ini belum ada yang memasuki perkampungan. Sedangkan untuk gangguan beruang yang berada di desa Sikijang, Tim berkoordinasi dengan PJS Kepala Desa Sikijang dan membenarkan bahwa beberapa minggu ini beruang memasuki perkampungan hingga sampai di belakang rumah warga, memakan hasil perkebunan dan memangsa ternak. Beliau juga menyampaikan bahwa beruang tersebut merupakan individu yang sama menganggu di desa tetangga, Teratak Baru, namun sekarang pindah ke desa Sikijang. Tim mengusulkan bersama warga untuk melakukan pemindahan dan pemasangan box trap (perangkap) yang berada di desa Teratak Baru ke desa Sikijang. Namun karena hujan, kondisi jalan sulit untuk dilewati sehingga pemasangan perangkap dilakukan sembari menunggu jalan kering dan selesai diperbaiki. PJS Kepala Desa Sikijang diarahkan untuk menghimbau warganya agar tetap berhati-hati saat beraktivitas dan tidak anarkhis terhadap satwa dilindungi serta tetap berkoordinasi untuk penanganan selanjutnya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mencari Pergerakan Si Belang dari Kamera Jebak

Pekanbaru, 24 Januari 2023. Mitigasi interaksi negatif antara harimau sumateran dan manusia kali ini dilakukan Balai Besar KSDA Riau bersama para pihak di Kab Siak dan Kab. Indragiri Hulu, Selasa, 17 Januari 2023. Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Kerumutan Selatan melakukan monitoring dan pengecekan Camera Trap (CT) yang digunakan untuk pemantauan harimau sumatera di sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan bagian selatan, tepatnya di Desa Redang, Kec. Rengat Barat, Kab. Inhu. Bersama DPKPBD Kab. Inhu, TPHL dan masyarakat peduli api (MPA) Resort Kerumutan Selatan mencari informasi pergerakan satwa yang masuk perkebunan sawit dan menyerang ternak sapi warga beberapa waktu yang lalu. Dari hasil pengecekan camera trap yang dipasang pada 11 Januari 2023, terpantau satu ekor satwa beruang madu dan dua ekor kera ekor panjang. Tim gabungan kembali melakukan penyisiran jejak baru di sekitar perlintasan satwa harimau sumatera, namun tidak menemukan jejak baru satwa tersebut. Menurut keterangan masyarakat yang melakukan pemanenan sawit, dalam satu minggu ini tidak terlihat satwa harimau melintas di lokasi tersebut. Tim gabungan tetap melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar perlintasan satwa agar tetap selalu waspada dan berhati-hati serta mengingatkan agar melaporkan apabila menjumpai jejak baru atau menjumpai secara langsung satwa tersebut kepada pihak terkait. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Upaya MItigasi Negatif Harimau Sumatera Dengan Manusia di Kota Siak

Pekanbaru, 22 Januari 2023. Balai Besar KSDA Riau melaporkan hasil interaksi negatif satwa liar Harimau Sumatera (HS) di kota Siak. Sebelumnya Pemda Siak sudah melakukan himbauan kepada masyarakat dan mengeluarkan surat edaran untuk kampung- kampung dan kelurahan di kota Siak agar mengurangi aktivitas pada malam hari di areal yang disinyalir lokasi keberadaan harimau sumatera. Bapak Wakil Bupati Siak juga meninjau lokasi saat Tim melakukan pemasangan box trap di hutan Arwinas kota Siak. Satpol PP Kabupaten Siak juga telah melakukan sosialisasi melalui toa untuk menghimbau masyarakat sekitar agar mengurangi aktivitas di malam hari. Berikut kronologis upaya mitigasi negatif harimau sumatera dengan manusia di Kota Siak sebagai berikut: 1. 16 Januari 2023, Tim Balai Besar KSDA Riau menindaklanjuti informasi Kanit Intel Polsek Siak mengenai adanya penemuan jejak yang diduga harimau sumatera di belakang pemukiman masyarakat padat penduduk di Kampung Suak Lanjut, Kab. Siak. Tim melakukan peninjauan lokasi didampingi Penghulu kampung, Kanit intel Polsek Siak, Bhabinkamtibmas Kampung Suak Lanjut dan masyarakat sekitar. Tim menemukan jejak berukuran P : 13 cm L : 11 cm. Tetapi saat itu belum dapat dipastikan melihat kondisi lokasi yang jauh dari kawasan hutan. Melalui Penghulu kampung, Tim mengingatkan warga untuk berhati hati dan waspada serta tidak beraktifitas pada malam hari apalagi beraktifitas seorang diri mengingat belum adanya kepastian mengenai jejak satwa tersebut. 2. 20 Januari 2023, Tim gabungan Polsek Siak, Damkar Siak, Baznas Siak, Satpol PP Kab. Siak, Babinkamtibmas dan aparat desa menjumpai saksi Pujiono yang melihat langsung satwa melintas pukul 22.30 WIB di depan rumah jaga kebun semangka. Saksi mengatakan ukuran satwa besar dan mengarah ke hutan kota Arwinas. Lokasi perjumpaan berada di sebelah kantor Baznas Siak, SMPN 2 Siak, Kantor Satpol PP Siak, belakang rumah Sakit Siak di kebun semangka Baznas Siak. Saat observasi oleh Tim di lapangan jejak satwa ditemukan di belakang dan samping rumah jaga kebun semangka binaan Baznas. Ukuran jejak P : 13 cm L : 11 cm, jarak langkah kaki depan ke kaki belakang 50 cm. Ukuran kurang lebih sama dengan jejak yang dijumpai di desa Suak Lanjut. Tim melakukan pemasangan camera trap di lokasi temuan jejak terbaru. Tim juga mendapatkan rekaman camera CCTV toserba Sinar Jaya milik Ahsan yang merekam aktivitas HS di depan toko jalan Tengku Buang Asmara/Sapta Taruna pada pukul 03.15 WIB dini hari, prediksi mengarah keluar hutan kota. jarak terdekat dengan kawasan hutan +/- 6 km dan dipisahkan oleh sungai Siak. 3. 21 Januari 2023, Tim gabungan menyelusuri satwa liar di kawasan hutan kota Arwinas dan melakukan monitoring serta memasang 2 camera trap dan 1 box trap dengan menggunakan umpan kambing. Pada malam harinya Tim patroli melihat secara langsung penampakan satwa HS di hutan kota Arwinas, namun keesokan harinya hingga berita ini diturunkan satwa HS belum masuk ke dalam box trap untuk memakan umpannya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau (Nomor : SP. 02/K.6/TU/HMS.2.1/01/2023 tanggal 22 Januari 2023) Nara sumber: Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan dan Plt. Kepala Bidang KSDA Wil. II, Hartono. Penanggungjawab berita: Humas Balai Besar KSDA Riau Alamat kantor: Jl. HR Subrantas km. 8,5 Pekanbaru Call Center: 081374742981 Wesite: http://bbksdariau.id Twiter: @BBKSDARIAU Facebook: Bbksda_riau Instagram : Bbksdariau
Baca Berita

Cegah Illegal Logging, BBKSDA Riau Pantau Hilir Mudik Masyarakat

Pekanbaru, 24 Januari 2023. Tim Resort Kerumutan Selatan, Balai Besar KSDA Riau, melakukan patroli mandiri di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan bagian Selatan di Desa Rantau Bakung, Kec. Rengat Barat, Kab. Indragiri Hulu, Kamis (12/1). Tim melakukan pengecekan terhadap masyarakat yang melewati jalan Koridor PT. Teso Indah untuk mengantisipasi agar tidak memasuki dan melakukan aktivitas illegal di kawasan SM. Kerumutan bagian Selatan tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan menjumpai Askep serta Danru Security PT. Teso Indah di lokasi Steaking (pembersihan lahan) dan menghimbau pihak perusahaan untuk meningkatkan penjagaan dan patroli di sekitar areal yang dibersihkan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan, karena perkebunan sawit PT. Teso Indah merupakan lahan gambut yang mudah terbakar dan berdampingan dengan kawasan SM. Kerumutan bagian selatan. Patroli kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kanal/parit yang rawan digunakan oleh pelaku illegal logging untuk mengeluarkan kayu hasil tebangan liar dari kawasan hutan, salah satu kanal/parit yang ditemukan terdapat bendungan yang diduga dibuat oleh pelaku illegal logging dan bendungan tersebut langsung dibongkar agar tidak dapat dipergunakan oleh pelaku menghilirkan kayu-kayu dari kawasan hutan. Selanjutnya, Tim melakukan patroli ke batas kawasan dan menemukan dua orang masyarakat yang keluar dari kawasan hutan. Sosialisasi dan pembinaan juga dilakukan serta mengingatkan kepada kedua orang tersebut agar tidak melakukan aktivitas illegal di dalam kawasan Konservasi SM. Kerumutan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Patroli Mandiri di TN Zamrud

Pekanbaru, 24 Januari 2023. Resort Siak, Balai Besar KSDA Riau, melakukan kegiatan patroli mandiri di Taman Nasional (TN) Zamrud, Desa Dayun, Kec. Dayun, Kab. Siak, Senin (16/1). Pengecekan batas kawasan menjadi kegiatan pertama yang dilakukan dikarenakan terpantau adanya aktivitas masyarakat membuka lahan di luar TN Zamrud. Di lokasi, dijumpai aktifitas stacking pembuatan kanal air di luar batas kawasan. Stacking yang dilakukan sejajar dengan pal batas kawasan hutan produksi (HP) dan TN Zamrud, karena lokasi yang hendak dibuka berada di hutan produksi Tasik Besar Serkap dengan luas sekitar 18 Ha, dengan vegetasi berupa sebagian hutan sekunder dan sebagian belukar yang sudah pernah ditanami sawit sebelumnya. Pemilik lahan diketahui Kelompok Tani Desa Dayun, Kec. Dayun, Kab. Siak. Petugas BBKSDA Riau memperingatkan pemilik lahan agar tidak melakukan pembukaan melewati batas kawasan TN Zamrud. Tim akan memperbanyak rambu kawasan terutama di batas kawasan terluar termasuk di TN Zamrud, untuk meminimalisir hal hal yang tidak seharusnya dilakukan karena sedang marak pembukaan lahan di areal hutan produksi Tasik Besar Serkap. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kemunculan Buaya di Danau Dekat Pemukiman Warga

Pekanbaru, 24 Januari 2023. Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau, bersama bapak Sudirman, Anggota DPRD Kab. Pelalawan dan Lurah Ukui melakukan mitigasi konflik satwa buaya di Kel. Ukui, Kec. Ukui, Kab. Pelalawan, Sabtu (14/1). Mitigasi dilakukan berdasarkan laporan masyarakat tentang adanya buaya yang terjebak di danau kecil dimana terdapat aktivitas dan dekat pemukiman warga. Untuk memastikan hal tersebut, Tim melakukan pengecekan lokasi danau tempat kemunculan buaya dan melakukan pemasangan alat tangkap buaya untuk menangkap buaya tersebut. Danau bukan tempat habitat buaya dan juga luas danau hanya kurang lebih 100 x 30 meter dan dekat pemukiman warga sehingga meresahkan warga di sekitar lokasi. Umpan yang disiapkan untuk perangkap sudah sempat dimakan buaya tersebut namun buaya masih lepas dan belum berhasil ditangkap. Sampai saat ini alat tangkap buaya masih terpasang dan masih dipantau oleh Tim. Tim memberikan himbauan kepada masyarakat setempat supaya tidak melakukan tindakan anarkis kepada buaya karena Tim sudah memasang perangkap untuk menangkap buaya tersebut. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Warga Rantau Prapat Serahkan Owa Ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Rantau Prapat, 19 Januari 2023. Warga Kota Rantau Prapat, Abdul Karim Akil, SH., jln Dewi Sartika, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, menyerahkan 1 individu Owa Sarudung (Hylobates Lar) kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang, pada Jumat 13 Januari 2023. Usai menandatangani Berita Acara Serah Terima, petugas langsung mengevakuasi satwa dilindungi tersebut ke tempat sementara yaitu Kandang Rehab di kantor Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok. Dari hasil pemeriksaan kondisi kesehatan yang dilakukan oleh Tim medis dari lembaga mitra kerjasama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari - Orangutan Information Center (YOSL OIC), pada Selasa 17 Januari 2023, satwa dinyatakan mengalami sakit mencret yang diperkirakan dampak stress pada saat proses pengangkutan (evakuasi). Rekomendasi tim medis, kondisi kandang tidak memadai sehingga harus segera dipindahkan guna mendapat tindakan penanganan serta rehabilitasi. Atas saran tersebut, Owa Sarudung akan dipindahkan dan dititip di salah satu lembaga konservasi binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara guna mendapat perawatan sekaligus rehabilitasi. Pada kesempatan ini, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memelihara satwa liar, khususnya jenis yang dilindungi undang-undang. Dan apabila memelihara atau menemukan keberadaan satwa dimaksud, agar segera menghubungi Balai Besar KSDA Sumatera Utara maupun lembaga yang peduli dengan konservasi satwa liar untuk dilakukan tindakan penanganan dan evakuasi. Tidak memelihara apalagi memburu satwa liar, merupakan tindakan yang arif dan bijaksana dalam ikut serta mendukung upaya penyelamatan dan pelestarian satwa liar. Sumber : Khairil. AK., Fianta Sembiring, A.Rizal M., Gabriel Dheni Atria – Tim SKW VI Kota Pinang, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Warga Secanggang Serahkan Elang Brontok ke BBKSDA Sumatera Utara

Stabat, 17 Januari 2022. Anggi Willyandi, 28 tahun, warga Dusun Sido Bangun, Desa Teluk, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, menyambangi Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, pada Senin 17 Januari 2023, guna menyerahkan 1 ekor satwa liar dilindungi Undang-undang jenis Elang Brontok (Nisaetus Cirrhatus). Dalam keterangannya kepada petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, juvenil elang ini diperoleh dari kerabat Anggi, saat menebang pohon setahun yang lalu. Kemudian satwa liar tersebut dipelihara di rumah Anggi, dan saat ini usianya diperkirakan ± 1 tahun. Anggi yang mendapat informasi bahwa Elang Brontok adalah satwa langka dan dilindungi, kemudian mencari institusi/lembaga yang menangani masalah satwa liar dan menemukan alamat kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara terdekat melalui google maps. Setelah mendapatkan alamat tersebut, selanjutnya Anggi membawanya ke kantor Seksi Konservasi Wilayah II Stabat. Usai menerima, petugas kemudian melakukan pengecekan kondisi fisik Elang Brontok dan terlihat sehat, namun pengamatan perilaku kondisinya membutuhkan rehabilitasi guna melatih satwa tersebut dapat kembali terbang. Oleh karena itu, satwa direkomendasikan dititip di kandang permanen Seksi Konservasi Wilayah II Stabat. Sumber : Esra Barus, S.Hut. – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Menelusuri Jejak Harimau Sumatera di SM Kerumutan

Pekanbaru, 13 Januari 2022. Kegiatan patroli mandiri dan monitoring satwa harimau sumatera di sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan Selatan Desa Redang, Kec. Rengat Barat Kab. Inhu dilakukan Resort Kerumutan Selatan, Balai Besar KSDA Riau, Rabu (11/1). Tim berpatroli bersama Danru Damkar dan Penyelamatan KPBD Kab. Inhu bersama anggota, masyarakat peduli api (MPA) dan masyarakat Desa Redang di sungai Indragiri dan Kanal/Parit Barito dengan menggunakan dua perahu motor ( pompong ) di Desa Redang Kec. Rengat Barat. Kanal/parit ini merupakan salah satu akses menuju kawasan SM Kerumutan Selatan dan sebahagian masyarakat menggunakannya sebagai transportasi untuk mengangkut hasil perkebunan sawit serta karet. Tim mengantisipasi agar kanal/parit tersebut tidak untuk kegiatan ilegal kehutanan. Lokasi ini juga merupakan perlintasan satwa liar harimau sumatera dari kawasan SM Kerumutan Selatan. Petugas gabungan juga melakukan monitoring dan pengecekan serta penyisiran jejak satwa harimau sumatera di perkebunan sawit dan karet masyarakat dan ditemukan jejak yang diduga satwa harimau sumatera ukuran dewasa. Dari hasil temuan jejak tersebut, petugas melakukan pemasangan Camera Trap (CT) sebanyak dua unit untuk indentivikasi individu dan memantau pergerakan satwa. Tim gabungan melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati apabila melakukan aktivitas di kebun terutama pada pagi dan sore hari, melarang masyarakat untuk melalui jalan perlintasan satwa harimau sumatera pada malam harinya. Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan perburuan, memasang jerat, melukai dan menangkap satwa yang dilindungi oleh Undang-undang termasuk satwa harimau sumatera. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Warga Kota Medan Serahkan Monyet Ekor Panjang

Medan, 13 Januari 2023. Bermula dari laporan warga kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat tentang adanya warga jln. Sei Bamban, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan yang akan menyerahkan 1 ekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) peliharaannya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia menuju lokasi pada Kamis, 12 Januari 2023. Di lokasi petugas bertemu langsung dengan pemilik satwa liar monyet ekor panjang, Arbaida. Setelah menandatangani Berita Acara Serah terima (BAST), petugas kemudian mengevakuasi satwa tersebut dan menitipkannya ke kandang rehabilitasi Yayasan Scorpion Indonesia untuk diobservasi dan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Mengingat satwa ini sudah lama dipelihara, maka dibutuhkan waktu untuk merehabilitasinya sebelum dilepasliarkan. Sumber : Esra Barus, S.Hut. – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Diduga Jejak Si Belang, BBKSDA Riau Cek Kamera Trap

Pekanbaru, 13 Januari 2022. Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau turun ke lokasi di PT. Serikat Putra, Desa Lubuk Raja, Kec. Bandar Petalangan, Kab. Pelalawan pada Senin dan Selasa, 09 s/d 10 Januari 2023 untuk melakukan mitigasi interaksi negatif satwa dan manusia. Tak sendiri, petugas bersama Bhabinkantibmas Lubuk Raja, Babinsa Lubuk Raja, perangkat Desa Lubuk Raja dan petugas PT. Serikat Putra melakukan pengambilan 2 buah kamera trap di kebun milik PT Serikat Putra yang telah dipasang dari tanggal 17 Desember 2022. Hasil kamera trap dari PT Serikat Putra terpantau satu ekor macan akar, satu ekor biawak, sapi ternak warga dan tidak tertangkap kamera trap adanya harimau sumatera (HS). Sebelumnya warga melaporkan tentang adanya temuan jejak harimau sumatera di perbatasan kebun PT Serikat Putra dengan kebun masyarakat namun di lokasi tidak ditemukan lagi jejak tersebut di karenakan kondisi cuaca sering hujan. Tim memasang kembali 2 buah kamera trap di kebun milik PT Serikat Putra tepatnya di blok 42 h, guna melakukan pemantauan lebih lanjut terkait laporan dugaan jejak harimau sumatera. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pantau Bukaan Lahan SM Bukit Rimbang Bukit Baling

Pekanbaru, 12 Januari 2023. Resort Bukit Baling, Balai Besar KSDA Riau, melakukan kegiatan pengumpulan data dan informasi (Puldasi) di sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling, Kec. Kampar Kiri Hulu, Kab. Kampar pada tanggal 9 s/d 10 Januari 2023. Tim melakukan pengecekan lokasi lahan di pinggir sungai Subayang yang di buka masyarakat, dengan status lokasi pertama ialah areal penggunaan lain (APL), luas sekitar 2 ha dan lokasi kedua berstatus di perbatasan antara APL dan hutam lindung (HL) seluas sekitar 1 ha. Keduanya berada di desa Muara Bio. Koordinasi kemudian dilakukan dengan Kades Muara Bio, bahwa lahan dibuka oleh warga Muara Bio karena meyakini lokasi berada di luar kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling. Pada awalnya mereka menanam karet secara turun temurun yang merupakan komoditi utama penopang kehidupan warga dan akan ditanami tanaman baru (tanaman sawit dan lainnya) untuk mendukung kebutuhan hidup warga. Petugas menyampaikan pesan kepada Kades untuk diteruskan ke warga agar tidak melakukan pembukaan lahan di sempadan sungai karena akan berdampak pada erosi dan pendangkalan sungai serta mengurangi keasrian lingkungan; terhadap lahan yang telah dibuka dihimbau agar menanam kembali jenis tanaman hutan atau tanaman karet produktif sebagaimana sebelumnya secara turun temurun dan tidak diijinkan menanam sawit/non kehutanan; menghimbau warga agar tidak membuka lahan di dalam kawasan hutan atau sempadan sungai untuk ditanami sawit dan akan dilakukan pemantauan (sebelumnya sudah dilakukan terhadap lokasi sama sebanyak 3x). Untuk lokasi bukaan lahan III, di pinggir Sungai di Desa Tanjung Beringin yang mengarah ke daerah Puncak Bukit Sakti dengan status berada di dalam kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling seluas sekitar 1 ha. Diketahui, lokasi ini dibuka dan diklaim milik Sdr. Hasmi alias Simi (Warga Desa Batu Sanggan) yang saat ini tinggal di Kec. Langgam tapi tidak dikerjakan. Petugas kemudian meminta klarifikasi Kades Batu Sanggan di kantor Balai Besar KSDA Riau, dan menurut keterangan Kades, lokasi sebelumnya ditanami karet warga (sudah ditanam secara turun temurun) dan akan dibuka untuk diganti tanaman baru yang dimungkinkan akan dibuat areal wisata alam menuju puncak bukit Sakti Tanjung Beringin. Sumber: Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.185–1.200 dari 11.142 publikasi