Rabu, 24 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Giat Edukasi dan Sosialisasi Satwa Liar

Humbang Hasundutan, 10 Februari 2023. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung giat melakukan edukasi dan sosialisasi, untuk menyebarluaskan informasi dan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat tentang keanekaragaman hayati, khususnya satwa liar yang dilindungi undang-undang. Seperti yang dilakukan belum lama ini, melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Desa Lumban Barat, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Kamis 9 Februari 2023. Petugas tidak hanya sekedar mensosialisasikan tentang jenis-jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi undang-undang kepada Pemerintahan Desa, tetapi juga mengingatkan agar warga Desa Lumban Barat tidak melakukan aktivitas berupa perburuan dan pemasangan jerat yang nantinya berpeluang menimbulkan konflik dengan satwa liar, dan mengancam baik kenyamanan serta ketentraman kehidupan warga maupun keselamatan dari satwa liar. Berbagai peraturan perundang-undangan disosialisasikan, seperti : Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa jo. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/ 6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. Usai menerima penjelasan dari petugas, Pemerintahan Desa Lumban Barat menyatakan kesiapannya untuk meneruskan informasi kepada warga dan siap bekerjasama dengan pihak Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam hal perlindungan satwa liar, terutama penanganan konflik satwa dan penyerahan satwa yang dilindungi. Selesai edukasi dan sosialisasi kepada Pemerintahan Desa, petugas melanjutkan sosialisasi tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/ SETJEN/ KUM.1/12/2018 kepada pedagang satwa/burung, P. Manurung, yang berlokasi di Desa Tapian Nauli, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan. Petugas mengingatkan agar pedagang tidak memperjualbelikan satwa yang dilindungi. Kegiatan sosialisasi tidak terhenti hanya sampai disini saja, petugas akan terus melanjutkannya di hari-hari yang akan datang. Sumber : Budi Satria Sihite, S.Hut., Polhut Pertama dan Kepala Resort TWA Sijaba Hutaginjang – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Gajah Sambangi Dusun Sapo Padang, Petugas Lakukan Mitigasi

Dusun Sapo Padang, 10 Februari 2023. Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) 5 Bukit Lawang, Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Gunung Leuser, melaporkan terjadinya konflik manusia dengan Gajah (Elephas indicus) di Dusun Sapo Padang, Desa Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, pada Senin 6 Februari 2023. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim gabungan dari balai Besar KSDA Sumatera Utara, balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, lembaga mitra YSHL dan Care Sumatra melakukan mitigasi konflik. Berdasarkan pengumpulan informasi dari masyarakat setempat, bahwa pada hari Selasa sebelumnya (31/1), 2 ekor gajah memasuki kawasan pemukiman penduduk di Dusun Sapo Padang dan menumbangkan 3 pohon kelapa, setelah itu kembali masuk kawasan hutan. Pada Sabtu (4/2), gajah kembali memasuki pemukiman dan lagi-lagi menumbangkan 3 pohon kelapa. Setelah berada di lokasi, Tim melakukan penanganan, berupa patroli dan penelusuran lokasi gajah. Ditemukan beberapa jejak gajah yang masih baru, dan mengarah menjauh dari Sapo Padang. Dari informasi masyarakat dan temuan jejak satwa, diperkirakan terdapat 4 ekor gajah diduga merupakan bagian koloni yang selama ini sering memasuki Dusun Sapo Padang, yang merupakan enclave di dalam kawasan TN Gunung Leuser. Tim gabungan terus melakukan penelusuran temuan jejak dan membunyikan petasan untuk memghalau gajah agar menjauh ke dalam kawasan hutan. Kegiatan pemantauan jejak dan penghalauan dilanjutkan pada keesokan harinya untuk mencegah masuknya gajah ke kawasan pemukiman. Dari beberapa kali pengalaman penghalauan sebelumnya, bahwa penghalauan dengan menggunakan petasan efektif untuk mengarahkan gajah kembali ke kawasan walaupun tidak bersifat permanen, karena lokasi Dusun Sapo Padang yang merupakan enclave adalah habitat dan daerah jelajah beberapa satwa kunci di Taman Nasional Gunung Leuser, seperti Gajah, Harimau Sumatera dan Orangutan Sumatera. Sebagai langkah preventif dan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat Dusun Sapo Padang, Tim memberikan petasan untuk digunakan menghalau gajah pada saat-saat emergency (darurat). Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH., Kepala SKW II Stabat – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Mitigasi Konflik Harimau Sumatera di Kecamatan Marancar

Marancar, 13 Februari 2023. Informasi berawal dari salah satu anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Suaka Alam (SA) Lubuk Raya yang melaporkan penemuan jejak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Sugi Kampung Sugi Julu, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, pada Jumat, 10 Februari 2023. Tim Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok kemudian menyambangi lokasi dan menemukan sejumlah jejak kaki yang di duga Harimau Sumatera. Jejak tersebut ditemukan di beberapa titik yang tidak terlalu jauh jaraknya sepanjang jalur/jalan setapak di areal kebun salak milik warga, dengan status lahan Areal Peruntukan Lainnya (APL), berjarak ± 600 m dari pemukiman warga. Perladangan warga Desa Sugi ini umumnya berupa kebun salak yang berbatasan dengan hutan produksi. Sementara itu kondisi hutan produksi sebagian besar juga sudah menjadi kebun salak milik warga setempat, sampai berbatasan langsung dengan kawasan konservasi SA. Lubuk Raya. Keesokan harinya, Sabtu 11 Februari 2023, Tim kembali melakukan pemantauan melebar ke Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, dan ditemukan jejak yang diduga juga Harimau Sumatera satu titik di kebun salak dekat sawah warga setempat. Menurut informasi pemilik kebun salak, jejak tersebut ditemukan bertepatan di hari yang sama dengan penemuan jejak di Desa Sugi, Jumat (10/2). Selain itu Tim juga menemukan jerat kabel tidak jauh dari lokasi jejak. Tim melanjutkan pemantauan ke Dusun Sibiobio, Desa Huraba, Kecamatan Angkola Timur, tepatnya berada diantara perbatasan kedua kecamatan, dan menemukan satu titik jejak yang diduga jejak Harimau Sumatera, sekitar ± 25 m dari pinggir jalan penghubung kedua kecamatan tersebut. Dan menurut warga jejak terlihat pada Rabu (8/2) yang lalu. Setelah melakukan pemantauan, dan untuk mengantisipasi serta mengurangi keresahan warga akibat dari penampakan jejak harimau tersebut, Tim kemudian melakukan sosialisasi kepada warga baik di Desa Sugi maupun Desa Aek Sabaon, yang dihadiri Camat Kecamatan Marancar, kepala desa dan Babimkamtibmas setempat, untuk berhati-hati dan waspada dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Petugas menghimbau masyarakat untuk beraktivitas diatas jam 09.00 WIB pagi hari, hingga pulang/kembali sebelum jam 16.00 WIB sore hari. Sebaiknya saat beraktivitas dilakukan secara bersama/berkelompok. Petugas juga mengingatkan warga untuk membuka semua jerat tali dan sling kabel di sekitar kebun dan hutan, karena ini sangat membahayakan, baik bagi keselamatan warga maupun satwa liar, terutama jenis yang dilindungi undang-undang. Sampai saat ini, petugas masih terus memantau perkembangannya di lapangan. Sumber : Ambet P. Harianja, TPHL Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok – Balai Besar KSDA Sumatera Utara.
Baca Berita

BBKSDA Sumut Terima Kukang dari Pelajar Desa Beganding

Desa Beganding, 7 Februari 2023. Belum lama ini, Oktriza, warga Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo menyerahkan satu individu satwa liar dilindungi undang-undang jenis Kukang (Nycticebus coucang) kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang pada Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe. Oktriza yang masih muda belia (pelajar), dalam penjelasannya kepada petugas menyebutkan bahwa satwa liar yang dikenal juga dengan nama Malu-malu ini, pada mulanya ditemukan orangtuanya di halaman rumah, pada Jumat, 23 Januari 2023. Setelah mendapat informasi bahwa satwa tersebut merupakan satwa liar dilindungi undang-undang, Oktriza berinisiatif menghubungi call centre Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk maksud menyerahkannya. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang pada Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe segera menyambangi kediaman Oktriza dan menerima Kukang dewasa, berkelamin jantan. Berdasarkan kondisi fisik, satwa tersebut terlihat mengalami luka pada kaki sebelah kanan. Selanjutnya satwa tersebut dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk dilakukan observasi dan perawatan serta rehabilitasi oleh tim medis PPS Sibolangit, sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya. Sumber : Ucok Saputra Damanik, S.Hut, PEH Muda – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Melestarikan Pesisir, Dari Hati Ke Bumi

Pandan, 6 Februari 2023. Bertepatan dengan peringatan Hari Lahan Basan Sedunia (World Wetlands Day) yang jatuh pada tanggal 2 Februari 2023, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama mitra melakukan penanaman 30.000 bibit mangrove seluas 10 hektar di Desa Aek Garut, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, serta melepas 20.000 bibit kerang kepang (Polymesoda sp) dan Geloina sp di ekosistem mangrove di Desa Aek Garut. Aksi yang bertajuk “Dari Hati Untuk Bumi” merupakan salah satu kontribusi PT. Agincourt Resources (PT. AR) untuk membentuk ekosistem mangrove di pesisir Tapanuli Tengah dan diharapkan membuka peluang meningkatkan perekonomian masyarakat lewat ekowisata mangrove. Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) Kementerian LHK, Dasrul Chaniago, mengatakan pembentukan ekosistem mangrove menjadi penting dilakukan mengingat Indonesia yang merupakan negara kedua dengan garis pantai terpanjang di dunia rentan terhadap perubahan iklim. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional tahun 2021, luas eksisting mangrove di Indonesia mencapai lebih kurang 3,3 juta hektar. “Kami memberikan apresiasi kepada seluruh pihak atas aksi tanam mangrove ini, semoga bukan menjadi yang terakhir. Kami harapkan terus ada dukungan dan juga inovasi lainnya tentang perlindungan pesisir laut”. Sementara Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik Kementerian LHK, Indra Exploitasia, mengatakan aksi tanam 30.000 bibit mangrove dan penyemaian 20.000 bibit kerang merupakan kontribusi yang baik terhadap pelestarian keanekaragaman hayati, utamanya di kawasan pesisir. “Menanam kebaikan dengan melakukan penanaman bibit mangrove akan menjadi kontribusi menuju Visi 2050 Living in Hamony with Nature dan ke depannya kita dapat duduk berdampingan dengan alam”. Apresiasi juga disampaikan Kepala Balai Besar KSDA Sumatra Utara, Rudianto Saragih Napitu. Menurutnya, aksi tanam mangrove merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan keberlangsungan hidup selanjutnya. “Kami memberikan apresiasi kepada para petani, masyarakat, dan juga kepada para mitra yang sangat peduli terhadap lingkungan hidup termasuk keanekaragaman hayati”. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut Wakil Presiden PT Agincourt Resources (PTAR). Ruli Tanio, mengatakan penanaman mangrove ini sangat penting, karena fungsi dan manfaatnya beraneka ragam. Dari segi sosial, mangrove juga bermanfaat dalam meningkatkan peluang perekonomian masyarakat Tapanuli Tengah yang sebagian bekerja sebagai nelayan. "Kami juga berharap aksi tanam mangrove ‘Dari Hati Untuk Bumi' dapat membuka peluang meningkatnya perekonomian masyarakat setempat lewat ekowisata hutan mangrove yang berwawasan lingkungan dengan berlandaskan pada aspek konservasi alam serta pemberdayaan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat lokal," tutur Ruli. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut., Penyuluh Kehutanan – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Panen Tanaman Hidroponik Hasil Pemberdayaan Masyarakat Binaan BBTN Lore Lindu

Sigi, 6 Februari 2023. Kelompok “Kembang Jahe Merah” Desa Sidondo I, Kabupaten Sigi binaan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTN Lore Lindu) pada wilayah Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Makmur melaksanakan panen hasil budidaya tanaman sayur-sayuran dengan sistem hidroponik, Jumat (3/2). Kelompok beranggotakan 15 orang yang didominasi oleh wanita ini dibentuk pada tahun 2021 dan kali ini mereka telah melaksanakan panen ke empat untuk budidaya tanaman hidroponik tersebut. “Kembang Jahe Merah” turut mengundang Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu beserta jajaran untuk ikut panen bersama. Sistem budidaya hidroponik dinilai tepat diaplikasikan oleh kelompok ini karena waktu lebih singkat, hemat energi dan air, dinilai lebih segar, dan dapat lebih efisien dalam penggunaan lahannya. Pemasaran produk ini telah sampai pada tingkat rumah tangga, pasar tradisional serta kedepannya diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas tentunya dengan dukungan pihak terkait. Selain budidaya tanaman hidroponik kelompok ini juga memproduksi bubuk jahe merah instant sebagai bahan baku minuman herbal jahe merah instant. Jahe merah yang menjadi bahan baku pembuatan bubuk minuman juga dibudidayakan oleh kelompok ini dengan sistem tanam konvensional pada lahan dan pekarangan di sekitar tempat tinggal mereka. Sejak dibentuk kelompok ini telah berhasil memproduksi dan menjual 101 bungkus bubuk minuman jahe merah instan. Dengan pendampingan intens dan dukungan stakeholder terkait kegiatan pemberdayaan masyarakat menjadi jembatan bagi pengelolaan Taman Nasional Lore Lindu dimana menjadikan masyarakat sebagai subyek dalam pengelolaannya. Selain kegiatan ekonomi produktif kelompok ini berperan dalam melakukan sosialisasi terkait potensi dan peran Taman Nasional Lore Lindu kepada masyarakat utamanya Desa Sidondo I, menjadi jembatan antara pemerintah Desa dengan pihak BBTN Lore Lindu, serta kgiatan-kegiatan pelestarian lingkungan lainnya. Dengan semangat merawat kelestarian hutan dan membangun kesejahteraan masyarakat secara kolaboratif ini diharapkan dapat menjawab tantangan pengelolaan kawasan konservasi saat ini dan kedepannya, dengan tidak lupa mewariskannya kepada generasi penerus seperti ungkapan beberapa “orang tua” yang hidup di sekitar kawasan hutan, “wariskanlah mata air kepada anak cucumu bukan air mata”. Salam lestari !! Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Jerat Ditemukan Saat Mitigasi Konflik Dengan Harimau

Bulumario, 6 Februari 2023. Pemasangan jerat untuk tujuan berburu, masih kerap digunakan oleh masyarakat. Seperti yang terpantau pada, Jumat 3 Februari 2023, saat petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok bersama dengan lembaga mitra SRI dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC), menemukan 8 jerat nilon yang masih aktif dan empat jerat yang sudah tidak aktif lagi. Bahkan petugas menemukan 1 ekor anjing yang terkena jerat. Kehadiran petugas Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok beserta dengan lembaga mitra di Desa Bulumario berawal dari adanya laporan warga dan staf SRI yang sedang melakukan kegiatan penanaman di ladang warga, melihat langsung kehadiran 3 ekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), 1 ekor induk dan 2 ekor anak yang masih kecil melewati/melintasi lokasi penanaman yang sedang dikerjakan, pada Kamis 2 Februari 2023. Pada Jumat, 3 Februari 2003, petugas melakukan koordinasi dengan masyarakat yang melihat langsung keberadaan harimau tersebut. Di lokasi, Tim menemukan beberapa jejak yang diduga Harimau Sumatera. Tidak jauh dari lokasi penemuan jejak, ditemukan juga beberapa jerat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Tim segera melakukan pembersihan jerat-jerat yang dipasang warga, serta memberi sosialisasi dan penyuluhan agar warga menghentikan kegiatan pemasangan jerat, karena perbuatan tersebut akan membahayakan bukan hanya satwa buruan maupun satwa liar, tetapi juga berbahaya bagi warga saat melintasi lokasi jerat. Tim juga menghimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas di kebun/ladang. Dihimbau untuk kemanapun pergi harus berkelompok. Dan bila ada warga yang melihat penampakan satwa buas ini agar segera melaporkannya kepada petugas untuk dilakukan tindakan penanganan. Sumber : M. Nasir Siregar – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tiga Gajah Liar Dipasangi GPS Collar

Pekanbaru, 6 Februari 2023. Geograpics Positioning System (GPS) Collar yang merupakan bantuan dari PT. Pertamina Hulu Rokan dan PT. Hutama Karya berhasil dipasang pada tiga ekor gajah liar sub populasi Petapahan, Balai Raja dan Giam Siak Kecil di Provinsi Riau. Pemasangan GPS Collar ini untuk mengetahui pergerakan gajah dalam selang waktu tertentu sehingga bisa berfungsi sebagai salah satu upaya early warning system mitigasi interaksi negatif gajah liar. Dengan adanya informasi ini maka upaya antisipasi dini bisa dilakukan dengan cara penggiringan gajah liar kembali ke dalam kawasan hutan sebagai habitatnya sehingga diharapkan tidak sampai memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. Proses pemasangan GPS Collar berlangsung sejak 21 Januari 2023 hingga 2 Februari 2023. Kegiatan tersebut melalui beberapa tahapan yaitu sosialisasi dan edukasi manfaat GPS Collar kepada perwakilan para pihak dan masyarakat yang sering dilalui gajah liar, rapat persiapan, survey keberadaan kelompok gajah target serta pengkondisian Tim pelaksana dan peralatan. Pemasangan GPS Collar ini dilakukan oleh Tim yang sudah berpengalaman dalam penanganan gajah liar dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Perawat Gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas serta tiga ekor gajah jinak (Bankin, Jovi dan Indah) dan didukung oleh tim Medis gabungan Balai Besar KSDA Riau (drh Rini, drh Anhar dan drh Danang) serta LSM Yayasan Rimba Satwa Foundation (RSF). Gajah yang dipasangi GPS Collar adalah gajah berjenis kelamin betina berusia 45 tahun dengan berat badan 3.765 kg. Dimana gajah tersebut membawa satu bayi gajah jenis kelamin betina, umur lebih kurang 3 bulan. Pemasangan selanjutnya kepada seekor gajah betina dewasa yang diperkirakan sedang bunting dengan estimasi berat badan lebih kurang 2 ton 2.067 kg, serta gajah terakhir berusia sekitar 35 tahun dengan berat badan 3.514 kg. GPS Collar yang dipasang akan berfungsi maksimal sebagai sarana mitigasi interaksi negatif gajah liar bilamana kesadaran dan kerjasama masyarakat yang terdampak dalam melakukan penggiringan gajah liar secara mandiri ke dalam kawasan hutan sebagai habitatnya terbangun dengan baik. Oleh karena kedepannya tetap diperlukan peran para pihak terkait dalam membina dan mendampingi masyarakat terdampak. Sumber: Balai Besar KSDA Riau (Nomor : SP. 05/K.6/TU/HMS.2.1/02/2023 tanggal 6 Februari 2023) Nara sumber: Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan Penanggungjawab berita: Humas Balai Besar KSDA Riau Alamat kantor: Jl. HR Subrantas km. 8,5 Pekanbaru Call Center: 081374742981 Wesite: http://bbksdariau.id Twiter: @BBKSDARIAU Facebook: Bbksda_riau Instagram: Bbksdariau
Baca Berita

Jejak Harimau Terpantau Kembali di Siak

Pekanbaru, 2 Februari 2023 - Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Siak bersama BPBD Damkar Koto Gasib, Kasi Trantib Kec. Koto Gasib dan aparat Desa Kampung Sengkemang turun ke lokasi guna menindaklanjuti informasi dari Kabid Damkar BPBD Siak terkait temuan jejak satwa harimau sumatera di Kampung Sengkemang, Kec. Koto Gasib, Kab. Siak, Senin (30/1). Diketahui jejak harimau sumatera dari hasil observasi berukuran 13 cm panjang dan langkah 50 cm, sama dengan satwa harimau sumatera yang muncul di Kota Siak. Laporan jejak diperoleh dari Sdr. Sutakno, saksi yang melihat langsung satwa harimau sumatera ketika memancing pada pukul 01.00 WIB dini hari dan tidak sengaja mengarahkan senter ke arah satwa tersebut. Saat kembali ke lokasi keesokan hari untuk memanen sawit, jejak harimau sumatera terlihat di lokasi mancing dan segera melapor ke kerani/sekdes Sengkemang. Pemerintah Desa melakukan himbauan terhadap masyarakat untuk berhati-hati dalam beraktivitas. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Polhut Balai TN Tesso Nilo Jadi Saksi Ahli Kasus Karhutla

Pangkalan Kerinci, 31 Januari 2023. 17 Januari 2023 – Memenuhi panggilan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan, Polhut Ahli Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Fauzan Ikmali Wantriono, S.Hut., menghadiri persidangan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai saksi ahli persidangan, Selasa (17/1). Saksi ahli kali ini merupakan Polhut yang kompeten di bidang zonasi dan konservasi kawasan TN Tesso Nilo sehingga dinilai layak dan dapat dipertanggungjawabkan kesaksiannya. Kesaksian ini nantinya akan di gunakan sebagai bahan pertimbangan pengadilan dalam kasus tindak pidana karhutla yang telah dilakukan oleh terdakwa. Kasus ini masih terus berjalan, dan Balai TN Tesso Nilo berkomitmen akan kooperatif dan membantu jalannya kasus tersebut hingga akhir persidangan. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Makan Ternak Warga, BBKSDA Riau Tinjau TKP Konflik Satwa

Pekanbaru, 2 Februari 2023 - Balai Besar KSDA Riau, Seksi Konservasi Wilayah 4, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait beruang yang masuk ke pemukiman warga di Kel. Sedinginan, tepatnya di Jl Tuanku Tambusai, Kel. Sedinginan, Kec. Tanah Putih, Rokan Hilir, Jumat (27/1). Beruang dilaporkan melintas di pemukiman dan terpantau cctv sedang memakan ayam warga di dalam kandang. Dari keterangan warga dan ketua RT, beruang sudah 3 hari masuk pemukiman dan berpindah pindah. Pada siang harinya, beruang masuk ke perkebunan karet dan beberapa warga melihat satwa tersebut membawa anaknya melintasi perkebunan. Petugas mengingatkan warga dengan sosialisasi agar selalu waspada terhadap satwa liar dan dilarang melukai apalagi membunuh satwa tersebut karena merupakan satwa yang dilindungi undang-undang. Apabila satwa tersebut datang kembali gunakan bunyi-bunyian untuk mengusirnya dan segera melaporkan ke petugas Balai Besar KSDA Riau. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Jatim Lepasliarkan Ratusan Burung

Banyuwangi, 2 Februari 2023. Sebanyak 216 ekor burung dilepasliarkan Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi, Balai Besar KSDA Jawa Timur, di Cagar Alam Janggangan Rogojampi II yang terletak di Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Ratusan burung tersebut berupa Merbah Cerukcuk sebanyak 147 ekor dan Cinenen Jawa sebanyak 69 ekor. Ratusan burung tersebut merupakan hasil pengamanan pihak Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Banyuwangi di Ketapang pada 2 April 2023 pagi saat akan melintas ke Jawa dengan menggunakan truk. Burung-burung tersebut dikemas ke dalam 4 boks tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Selanjutnya pihak Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan identifikasi pada 220 ekor burung tersebut, dan diketahui 4 ekor diantaranya ditemukan dalam keadaan mati. Hasil dari identifikasi, ternyata sebaran kedua jenis burung tersebut juga ada pada Cagar Alam Janggangan Rogojampi II. Sumber : Agus Irwanto, SP. Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Mahasiswa Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Mengenal TN Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 31 Januari 2022. Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menerima kunjungan dari rombongan Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia dalam rangka kuliah lapangan (Field Trip), Senin (30/1), sebanyak 26 orang yang terdiri dari Mahasiswa dan Dosen. Keseluruhan field trip didampingi oleh petugas piket jaga dan mahout Balai TN Tesso Nilo, dengan kegiatan seperti pemberian informasi, edukasi serta diskusi mengenai kawasan TN Tesso Nilo yang disesuaikan dengan kurikulum praktikum kampus yaitu tentang keanekaragaman hayati. Setelah berdiskusi, kegiatan dilanjutkan dengan agenda mengenal keanekaragaman hayati dengan melakukan jungle trekking, sekaligus pengenalan jenis flora yang dilakukan selama 2 jam dan terbagi menjadi 4 kelompok, masing – masing kelompok juga didampingi oleh petugas Balai TN Tesso Nilo. Menjelang sore hari, Mahout Balai TN Tesso Nilo juga memberikan pengenalan jenis satwa endemik dengan memperkenalkan informasi terkait aktivitas gajah sumatera seperti mandi, makan, dan lain sebagainya. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Dua Beruang Madu Direscue di Sei Lepan

Sei Lepan, 3 Februari 2023. Adanya laporan warga yang menginformasikan satu individu Beruang Madu (Helarctos malayanus) terjerat di areal kebun PT Rudimex, di Dusun Pancasila, Kecamatan Sei lepan, Kabupaten Langkat. Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat bersama dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dan mitra kerjasama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC) dan Veswic melakukan penanganan, pada Rabu 1 Februari 2023. Rescue dilakukan dengan pembiusan beruang tersebut oleh dokter hewan, kemudian satwa diselamatkan dengan memotong jerat yang melilit kakinya dan melalukan observasi makro atas kondisi satwa. Kaki kiri depan yang terkena jerat kawat sling terlihat membengkak, kuku jari terlepas, dan telapak kaki depan mengelupas. Dari observasi yg dilakukan dokter hewan, satwa diperkirakan berumur 7 tahun, berat badan 50 kg, jenis kelamin jantan dan suhu badan 41,5°c. Karena kondisi makro yang terlihat banyak luka-luka, diperlukan tindak medis lanjutan sehingga satwa dibawa ke Pusat Rehabilitasi Orang Utan dan Primata OIC/SRA di Desa Bukit Mas Besitang. Pada saat dilakukan dilakukan penyelamatan beruang tersebut, kembali diterima laporan adanya satwa beruang lain yang juga terjerat di areal yang masih milik perkebunan PT Rudimex, berjarak 1 km dari lokasi beruang pertama. Sekitar pukul 16.00 Wib, satwa kedua berhasil dibius dan segera dilakukan penyelamatan dengan memotong jerat kawat sling yang mengenai kaki depan kanan. Diperkirakan beruang kedua berumur 3 tahun dengan berat badan 30 Kg dan jenis kelamin betina. Setelah tim medis melakukan observasi makro, dilakukan pengobatan terhadap kaki kanan yang terluka dan berdasarkan pengamatan luar luka tidak terlalu membahayakan, sehingga satwa beruang yang kedua langsung dilepasliarkan ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Perkebunan PT Rudimex, berbatasan langsung dengan hutan Taman Nasional Gunung Leuser sehingga selama ini sering terjadi konflik satwa baik jenis orangutan maupun gajah. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH., Kepala SKW II Stabat – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Jejak Harimau Ditemukan di Areal Kebun Warga

Desa Batusatail, 3 Februari 2023. Tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) didampingi petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, menemukan jejak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Rabu (1/2), pada pukul 11.43 Wib di jalan tanah di areal ladang/kebun warga setempat. Status lokasi temuan jejak adalah Hutan Produksi (HP). Usai menemukan jejak harimau, Tim memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga sekitar untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas di kebun. Diupayakan agar segala kegiatan dilakukan secara berkelompok. Bila menemukan adanya tanda-tanda kehadiran satwa liar tersebut segera melaporkannya kepada petugas. Temuan jejak harimau ini bermula dari adanya kegiatan pengambilan sampel daun, core kayu dan herbarium dari 20 individu pohon Shorea Leprosula serta pengambilan sampel komposit tanah di kawasan Cagar Alam (CA) Dolok Sibual-buali yang dilakukan Tim dari Institut Pertanian Bogor bersama Balai Besar KSDA Sumatera Utara dari tanggal 31 Januari s.d 2 Februari 2023. Kemudian pada Rabu, 1 Februari 2023, Fifi Gus Dwiyanti, S.Hut., M.Agr., Ph.D, dari Tim IPB dan kawan-kawan beserta Tim dari Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, saat tiba di wilayah hutan penyangga CA Dolok Sibual-buali, tepatnya di wilayah Desa Batusatail, Kecamatan Sipirok, mendapat informasi warga bahwa di sekitar areal tersebut banyak tumbuhan meranti. Pada saat Tim menuju lokasi hamparan meranti, Tim ternyata juga menemukan dan mendokumentasikan adanya 2 ekor Rangkong Badak yang sedang hinggap dan kemudian terbang, serta jejak harimau sumatera. Sumber : Edy Supriono, Kepala Resort CA. Dolok Sibual-buali – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Aksi Bersih Alas Simpenan

Kediri, 2 Februari 2023. Hujan beberapa hari dengan intensitas tinggi di Desa penyangga Cagar Alam Manggis Gadungan telah membawa sampah dari desa tersebut masuk dalam kawasan konservasi seluas 13 hektar tersebut. Seksi Konservasi Wilayah 1 Kediri, Balai Besar KSDA Jawa Timur, bersama beberapa stakeholder melaksanakan kegiatan Aksi Bersih Alas Simpenan di Cagar Alam Manggis Gadungan dan areal Pusat Ficus Nasional (PFN). Kepedulian dan sinergisitas masyarakat, instansi terkait serta pecinta lingkungan sangat besar terlihat dengan bergotong royong melakukan pembersihan sampah, sampai dengan pengangkutan ke truk sampah milik DLH Kab. Kediri Pasca pelaksanaan aksi bersih alas simpenan disepakati akan dilaksanakan pembahasan penanganan pengelolaan sampah dengan melibatkan parapihak dan dikoordinir oleh Camat Puncu. Kegiatan turut dihadiri Bidang KSDA Wilayah I bersama Dinas LH Kabupaten Kediri, Perum Perhutani KPH Kediri, CDK Trenggalek, Camat Puncu, Polsek Puncu, Koramil Puncu, dan Masyarakat Ficus Indonesia. Juga Pecinta alam dari Univ. Negeri PGRI, Univ. Islam Kediri, Univ. Kadiri, SMK Plosoklaten, Sakawana bakti , dan 4 pokmas desa sekitar kawasan binaan KSDA. Sumber : Nur Muhammad Daru Sudiro, SP., Plh. Kepala SKW 1 - BBKSDA Jatim

Menampilkan 1.153–1.168 dari 11.142 publikasi