Rabu, 15 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Smart Patrol Pengamanan Cagar Alam Martelu Purba, Kolaborasi Dengan MMP

Perbaikan tugu batas yang tumbang di CA. Martelu Purba Pematang Purba, 2 Maret 2023. Dalam rangka perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, khususnya di Resort Wilayah Cagar Alam (CA) Martelu Purba dan Cagar Alam (CA) Batu Gajah pada Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, dilakukan berbagai upaya, diantaranya kegiatan Smart Patrol Pengamanan Hutan bersama kelompok Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) di CA. Martelu Purba pada tanggal 27 Februari 2023 sampai dengan 2 Maret 2023 (selama 4 hari) dengan personil sebanyak 6 orang, terdiri dari 2 orang PNS/petugas dan 4 orang anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP), yang dipimpin langsung Kepala Resort, Alharis Ruhidi, S.P.,M.Si. Melalui pelaksanaan kegiatan Smart Patrol Pengamanan Hutan bersama kelompok MMP di CA. Martelu Purba kali ini, telah berhasil dilakukan perbaikan posisi Tugu Batas CA/17 yang semula tumbang/rebah akibat disenggol traktor yang melakukan pengolahan lahan pertanian warga yang berbatasan langsung dengan kawasan. Juga telah dilakukan pemeliharaan pal batas sebanyak 12 unit berupa pembersihan (membabat dan mencangkul) semak di sekitar pal batas sehingga keberadaan pal batas dapat terlihat dengan jelas. Keikutsertaan kelompok MMP dalam upaya perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi merupakan wujud dari komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan cq. Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar/daerah penyangga kawasan konservasi. Saat ini terdapat sebanyak 8 orang anggota MMP di wilayah kerja Resort CA. Martelu Purba dan CA. Batu Gajah sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara Nomor SK. 1997/K.3/BKW II/KPA/8/2022 tanggal 12 Agustus 2022. Smart Patrol Pengamanan Hutan bersama MMP perdana tahun 2023 ini terasa semakin berwarna dengan keikutsertaan 2 orang mahasiswi Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang sedang melaksanakan kegiatan magang. Mata pelajaran yang terkait antara lain adalah Eko Toksikologi, Ekologi Hutan, Biologi Konservasi dan Ekologi Landskap. Petugas beserta MMP dan mahasiswi Unimed melakukan pemeliharaan pal batas Kesadaran masyarakat yang bergabung bersama kelompok MMP akan terus difasilitasi seiring dengan upaya untuk mencegah dan membatasi perusakan hutan serta untuk mempertahankan hutan sebagaimana telah diatur dalam Pasal 7 huruf (d) dan huruf (i) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2009. Sumber : Alharis Ruhidi, SP., M.Si., – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pembentukan Kekompok Tani Hutan di Desa Danau Baru dan Desa Redang

Pekanbaru, 23 Februari 2023 - Pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Danau Baru dan Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu dilakukan Tim Seksi Konservasi Wil. (SKW) I. Kegiatan dilakukan pada hari Selasa hingga Kamis, 21 sd 23 Februari 2023. Bang Tommy SP Sinambela dan bang Fahrul Rozi Sembiring selaku Penyuluh Kehutanan dibantu personil yang lain memberikan arahan dan bimbingan terbentuknya KTH tersebut. Nama KTH di Desa Danau Baru adalah KTH Kuala Pintas dan nama KTH di Desa Redang adalah KTH Kerumutan Lestari. KTH Kuala Pintas akan melakukan Budidaya Ikan Nila, Gurami/Bawal, sementara KTH Kerumutan Lestari akan melakukan Budidaya Ikan Nila. Komoditi tersebut dipilih berdasarkan diskusi yang dilakukan bersama dengan para fasilitator. Penyuluh kehutanan yang menjadi fasilitator telah meminta kepada pengurus yang dipilih untuk menyelesaikan administrasi pembentukan kelompok diantaranya surat permohonan penetapan KTH ke kepala desa, AD/ART, dan sebagainya. Fasilitator juga memberikan motivasi dan arahan dalam pengembangan kelompok diantaranya pentingnya kesolidan dan saling percaya antar anggota kelompok serta pertemuan kelompok yang rutin. Semoga dapat terlaksana dengan baik sesuai rencana dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan sehingga fungsi kawasan tetap terjaga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Patroli Pengamanan Kawasan TWA Buluh Cina oleh Resort Buluh Cina

Jumat, 17 Februari 2023 - Kepala Resort Buluh Cina, Muslino mengkomandoi langsung oleh bersama anggota dan beberapa masyarakat melakukan Smart Patrol pada hari Selasa hingga Jumat, 14 sd 17 Februari 2023 di kawasan yang telah ditunjuk berdasarkan Keputusan Gubernur Riau No 468 Tahin 2006 seluas ±1000 ha yang berasal dari lahan masyarakat Desa Buluh Cina yang dihibahkan menjadi TWA Buluh Cina tanpa ganti rugi. Diperkuat dengan Keputusan Menteri Kehutanan No 3587 Tahun 2014 seluas 963,33 ha. TWA Buluh Cina terletak antara 0°20'32,72"LU - 0°22'52'71"LU dan 101°30'0,00"BT - 101°33'9,00"BT dan berada di wilayah administrasi Desa Buluh Cina, Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar. Tim berangkat dari kantor Resort Buluh Cina menuju sekitaran Sungai Ukam dengan berjalan kaki lebih kurang 14 km. Di sekitar areal bekas kebakaran tahun 2018, Tim menemukan areal yang sudah dikerjakan dan sudah ditanami kelapa sawit. Modusnya dengan cara membuat ritisan atau jalur dan ditanami kelapa sawit sepanjang ritisan. Diperkirakan umur tanaman tersebut sekitar 3 bulan. Kondisi sekitarnya semak belukar. Pelaku tidak ditemukan di lapangan. Tindakan yang diambil adalah mencabut bibit kelapa sawit dan memasang plat seng tanda larangan atau peringatan dengan cara memakukan seng di tonggak kayu masing masing pada titik koordinat Tim melanjutkan patroli di sekitar Danau Tanjung Putus. Tim menjumpai tanaman sawit dengan umur yang bervariasi serta sedang mendalami penanam sawit dalam kawasan konservasi tersebut. Tim juga melakukan pengecekan pondok Wisata Atau Gazebo, kondisi pondok atau gazebo dalam keadaan rusak berat sebayak 4 unit, selain itu juga 1 unit toilet atau MCK kondisi rusak serta perlu perbaikan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Jejak Harimau Dewasa dan Anakan Ditemukan di Desa Lantosan Rogas

Jejak harimau yang ditemukan di lokasi Desa Lantosan Rogas, 3 Maret 2023. Bermula pada Senin (27/2), Ansor Harahap, pemilik sapi dan Kaya Nasution, penggembala sapi, warga Desa Lantosan Rogas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, kehilangan 3 ekor sapi. Keesokan harinya, Selasa (28/2), Ansor Harahap bersama dengan warga melakukan pengecekan lokasi penggembalaan dan menemukan bangkai 3 potongan tubuh sapi serta menemukan 2 jejak diduga Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Berlanjut pada Rabu (1/3), saat warga melakukan pembakaran semak-semak ilalang di sekitar lokasi penemuan potongan tubuh sapi, kembali ditemukan 1 jejak harimau yang terlihat masih baru. Setelah penemuan tersebut, warga kemudian melaporkan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok bersama-sama dengan Tim dari jajaran Polres Tapanuli Selatan turun ke lokasi, pada Kamis (2/3) dan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan dari warga, melakukan pengamatan dengan menemukan potongan-potongan tubuh sapi yang berserakan serta jejak harimau dewasa dan anakan. Diduga ada 2 ekor harimau yang melintas di lokasi tersebut. Tutupan lahan di lokasi kejadian berupa padang rumput terbuka, persawahan, karet dan sawit muda. Jarak lokasi TKP lebih kurang 3 km dari pemukiman warga. Selanjutnya Tim melakukan sosialisasi dan himbauan kepada warga agar dalam penggembalaan ternak tidak dilepasliarkan dan sebaiknya dikandangkan, sebaiknya menghindari lokasi konflik, apabila harus beraktifitas di kebun/ladang dilakukan secara berkelompok mininal 5 orang, dan dihimbau bila melakukan aktifitas di luar perkampungan diantara jam 10.00 WIB s/d 16.00 WIB. Petugas lakukan sosialisasi kepada warga Sampai berita ini diterbitkan, warga berhenti dan enggan untuk beraktifitas ke kebun maupun sawah. Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara masih berada di lokasi untuk terus memantau perkembangannya. Sumber : Dany Roy Putra Sitanggang - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Harimau Melintas Warga Cemas

Tim gabungan meninjau lokasi perlintasan harimau Desa Pardomuan, 3 Maret 2023 - Gonggongan anjing tengah malam bisa jadi pertanda bahwa ia sedang merasa tidak nyaman dan memberitahu pemiliknya saat melihat sesuatu. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Muhammad Basird, warga Desa Pardomuan, Kecamatan Penyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, ketika mendengar suara anjing peliharaannya menggonggong panjang tiada berhenti, pada pada Sabtu (25/2) sekitar pukul 20.00 wib. Muhammad basird kemudian mengecek dan menemukan jejak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang tidak jauh dari kediamannya. Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada Selasa (28/2) sekitar pukul 04.30 WIB, Basird mendengar auman suara harimau dari kejauhan sehingga beliau dan keluarga tidak berani keluar rumah. Merasa tidak nyaman Basird pun melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepala Desa Pardomuan. Laporan yang sama juga diterima kepala desa dari warga lainnya yang merasa kehilangan hewan ternak peliharaannya, seperti anjing dan ayam. Kepala Desa Pardomuan pun kemudian melaporkannya ke Camat Penyabungan Timur dan diteruskan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok. Pada Rabu (1/3), petugas Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok menindaklanjuti laporan tersebut, melakukan koordinasi dengan Koramil 13 Penyabungan, Balai Taman Nasional Batang Gadis, KPH 8 Kotanopan, Camat Penyabungan Timur dan Kepala Desa Pardomuan. Dengan didampingi petugas Babinsa Koramil 13 Penyabungan, dan juga dari Kecamatan Penyabungan Timur serta masyarakat Desa Pardomuan, dilakukan peninjauan lokasi dan hasilnya ditemukan jejak harimau, namun diduga satwa liar tersebut hanya melintasi lokasi kejadian. Tidak ada ditemukan bangkai maupun potongan-potongan tubuh ternak peliharaan warga. Bekas jejak lintasan yang ditemukan Selanjutnya, petugas menyampaikan pesan-pesan untuk selalu waspada dan menghindari tindakan-tindakan yang dapat membahayakan bagi warga maupun bagi harimau mengingat satwa liar ini dilindungi undang-undang. Warga diminta untuk segera melaporkan kepada petugas terdekat bila menemukan kembali keberadaan si raja hutan. Sampai berita ini diterbitkan, petugas masih terus memantau perkembangan di lokasi. Sumber : Muslim Surbakti – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Sadar Satwa Dilindungi, Warga Pasuruan Serahkan Nuri Ke Balai Besar KSDA Jawa Timur

Pasuruan, 2 Maret 2023 - Kepolisian Resort Pasuruan menyerahkan empat ekor satwa dilindungi kepada petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) 20 Pasuruan - Balai Besar KSDA Jawa Timur. Keempat satwa tersebut masing-masing berupa seekor Nuri Maluku dan 3 ekor Perkici Pelangi. Menurut Hawim, Kepala RKW 20 Pasuruan, semua berawal saat Ferry warga Bakalan - Pasuruan, menerima kiriman burung-burung tersebut dari saudaranya di luar Jawa. Saat tiba, ternyata burung yang diterima merupakan satwa dilindungi undang-undang. Tak menunggu waktu, segera ia menyerahkannya ke Kepolisian Resort Pasuruan. “Kami sangat mengapresiasi tindakan mas Ferry yang menyerahkan burung dilindungi tersebut. Harapannya, agar satwa-satwa tersebut segera dapat dikembalikan ke habitat asalnya”, imbuh Hawim. Kini, keempat satwa dilindungi tersebut telah diamankan ke kandang transit satwa milik BBKSDA Jatim di Juanda - Sidoarjo. Agar mendapatkan perawatan yang lebih baik. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Supervisi dan Monitoring Rehabilitasi DAS di SM Pelaihari

Tanah Laut, 27 Februari 2023 – Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Bapak Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) l Pelaihari Ibu Mirta Sari S.Hut, M.P dan Kepala Resort Suaka Margasatwa (SM) Pelaihari Ahmad Fauzan, S.Hut serta staf lingkup SKW I Pelaihari melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi DAS oleh perusahaan pemegang IPPKH di kawasan SM Pelaihari. Supervisi dan monitoring dilakukan di lokasi penanaman Rehab DAS pada Blok Rehabilitasi di Blok Kandangan Lama dan Blok Sabuhur, Senin (27/2). Tujuan supervisi dan monitoring ini untuk mengetahui kondisi terkini kegiatan Rehab DAS dan permasalahannya di lapangan. Kegiatan ini dilakukan dengan diskusi dan peninjauan ke lapangan yang menjadi lokasi rehab DAS guna menggali informasi dan melihat langsung serta memberikan masukan dan rekomendasi untuk keberhasilan rehabilitasi DAS di SM Pelaihari. Sesi diskusi dilakukan di pondok kerja pada lokasi rehab DAS. Banyak saran dan masukan dari Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, diantaranya adalah tentang persiapan penilaian keberhasilan tanaman sebelum diserahterimakan kepada pemangku kawasan dalam hal ini adalah Balai KSDA Kalimantan Selatan. “Kami harap PT Adaro Indonesia dan vendor agar segera mempersiapkan petak atau blok yang telah selesai dilakukan penanaman dan perawatannya, karena tahun ini akan dilakukan penilaian keberhasilan program Rehab DAS sebelum diserahkan kepada kami selaku pemangku kawasan.”ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai juga menghimbau untuk menghadapi musim kemarau dimana kawasan SM Pelaihari dan sekitarnya sering terjadi Karhutla, pemegang IPPKH maupun vendor diharapkan agar dapat berperan aktif dalam pencegahan dan pengendalian terjadinya Karhutla. Pencegahan karhutla sangat penting dilakukan karena dampaknya dapat mengancam keanekaragaman hayati kawasan SM Pelaihari. Selain di pondok kerja, diskusi juga dilanjutkan sambil melakukan peninjauan ke lokasi penanaman untuk melihat langsung progres penanaman dan perawatan tanaman yang telah dan sedang dilakukan. Berdasarkan hasil monitoring, secara umum saat ini kegiatan dilapangan adalah pendistribusian bibit untuk penyulaman dan pemeliharaan tanaman berupa pemupukan, penebasan jalur tanam, penyemprotan gulma, dan pendistribusian pupuk. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan dalam arahannya juga mengapresiasi PT Adaro Indonesia selaku pemegang IPRPKH dan vendor atas upayanya sejauh ini dalam program Rehab DAS. ” Kami ucapkan terima kasih kepada pemegang IPPKH dan vendor atas kerja kerasnya dalam program Rehab DAS ini. Harapan kami agar kegiatan Rehab DAS ini dapat memberikan manfaat baik terhadap tutupan lahan maupun masyarakat sekitar kawasan SM Pelaihari” ucapnya. Diharapkan dengan dilakukannya supervisi dan monitoring ini dapat memastikan jalannya kegiatan Rehabilitasi DAS di SM Pelaihari berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan dapat terlaksana sesuai target yang diharapkan, sehingga percepatan pemulihan ekosistem di SM Pelaihari dapat tercapai. Turut hadir pada giat tersebut perwakilan dari PT. Adaro Indonesia selaku Pemegang Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang berkegiatan didalam kawasan SM Pelaihari dan Vendor pelaksana kegiatan Rehab DAS, yaitu PT SKMA dan PT Inhutani l. (ryn) Sumber: B. Arifin PEH Resort Jorong BKSDA Kalimantan Selatan Doc. by : B. Arifin dan Donny
Baca Berita

Owa Ungko Hasil Serahan Warga di Kandang Transit BBKSDA Riau

Pekanbaru, 27 Februari 2023 - Seekor Owa Ungko (Hylobates agilis) berkelamin jantan dan berumur lima tahun diserahkan masyarakat ke Balai Besar KSDA Riau, Jumat, 24 Februari 2023. drh. Rini Deswita dan perawat satwa menerima langsung penyerahan tersebut di Klinik satwa Balai Besar KSDA Riau. Saat ini satwa berada di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan nantinya. Owa Ungko salah satu jenis satwa dilindungi dan masuk dalam daftar The International Union for Conservation of Nature (IUCN) spesies terancam punah dengan status Endangered karena penghancuran habitat serta perburuan liar untuk diperdagangkan. Biarkan Owa hidup di habitat alaminya. Jangan ditangkap untuk dipelihara, apalagi diperdagangkan terlebih dibunuh. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Habitat Baru Buaya, Resahkan Warga

Desa Bandar Tarutung, 28 Februari 2023. Bermula dari laporan Marasonang Rambe, warga Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konsevasi Wilayah V Sipirok, tentang penampakan 1 ekor Buaya Muara (Crocodylus porosus). Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok bersama lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia, menyambangi lokasi dan bertemu langsung dengan warga pelapor, pada Senin 27 Februari 2023. Dalam keterangannya kepada petugas, Marasonang Rambe, menjelaskan bahwa pada Minggu (26/02) sekitar jam 11.00 wib, saat hendak menyeberangkan hasil taninya (kelapa sawit) dengan menggunakan sampan bood dari seberang sungai Batang Toru, terlihat penampakan seekor buaya muara, diperkirakan panjangnya sekitar 3 meter, sedang berjemur dipinggir sungai. Momen perjumpaan ini sempat direkamnya melalui video handphone. Namun, begitu sampan mendekat buaya tersebut kemudian lari dan masuk ke dalam sungai. Usai mendengar penjelasan Marasonang, petugas melakukan pengecekan lokasi dan mengumpulkan keterangan tambahan dari warga lainnya. Diperoleh pula informasi bahwa penampakan buaya ini dalam beberapa bulan belakangan, kerap kali ditemukan warga. Diduga sungai Batang Toru, tempat perjumpaan satwa liar ini merupakan habitat baru buaya. Petugas kemudian memberikan sosialisasi dan himbauan kepada warga untuk selalu waspada dan mengurangi aktifitas langsung di sungai, dan tidak melakukan tindakan/perbuatan yang dapat mengancam serta membahayakan baik bagi warga maupun bagi satwa liar, mengingat Buaya Muara merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi. Himbauan yang sama juga disampaikan kepada Camat Angkola serta Kepala Desa Bandar Tarutung, saat berkoordinasi. Sampai saat ini petugas terus memantau perkembangan di lapangan. Sumber : Muslim Surbakti, Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pemusnahan Barang Bukti Yang Telah Berkekuatan Hukum

Pekanbaru, 27 Februari 2023 - Balai Besar KSDA Riau melalui Kepala Bidang KSDA Wilayah I, bapak Andri Hansen Siregar dan anggotanya menghadiri pemusnahan barang bukti tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) di Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Kamis (23/2). Pemusnahan barang bukti berupa gading gajah dilakukan langsung oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah I dan diikuti oleh Kajari, Kapolres, Kalapas, dan Ka.Pengadilan Negeri Kuansing. Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara mencincangnya menggunakan gerinda mesin besar yang biasa dipakai untuk pemotong besi. Potongan-potongan kecil dari gading gajah tersebut, kemudian dibakar pada tempat khusus hingga tidak dapat dimanfaatkan lagi. Sebelumnya Balai Besar KSDA Riau yang diwakili Bidang Wilayah I berkoordinasi dan kemudian bersama-sama melakukan pemusnahan barang bukti yang berasal dari tindak pidana kehutanan, tindak pidana narkotika, perjudian dan pertambangan emas ilegal. Pemusnahan turut dihadiri oleh beberapa Kepala Instasi Penegak Hukum, meliputi Kapolres Kuantan Singingi, Hakim Pengadilan Negeri Kuantan Singingi, Kepala Badan Narkotika Nasional Kuantan Singingi, dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kuantan Singingi. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Orangutan Kesebelas Dilepasliarkan

Mentibat, 22 Februari 2023. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) berhasil melepasliarkan Orangutan (Pongo pygmaeus) yang ke 11 (sebelas) di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Pelepasliaran orangutan ini merupakan tindak lanjut kerjasama penguatan fungsi kawasan antara Balai Besar Tana Bentarum dengan YPOS sebagai lembaga pusat rehabilitasi orangutan. Proses menuju lokasi pelepasliaran di ikuti oleh Kepala BKSDA Kalbar beserta tim sebanyak 13 orang, SOC sebanyak 8 orang dan dari Tim Balai Besar TaNa Bentarum sebanyak 13 orang. Tim berangkat dari Putussibau menuju Camp Mentibat pada tanggal 20 Februari 2023 dan melakukan pelepasliaran pada tanggal 21 Februari 2023. “Sebanyak 25 Orangutan telah di lepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun sejak tahun 2017. Ini menjadi bentuk dukung kami dalam Pelestarian Populasi Dan Habitat Orangutan Di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun” jelas Kepala Balai Besar Tana Bentarum, Wahju Rudianto. “Harapannya Orangutan yang telah dilepasliarkan dapat beradaptasi dengan baik dan dapat berkembang biak untuk meningkatkan populasi Orangutan di habitat alaminya. Orangutan tempatnya di alam, bukan dikandang peliharaan, Yukk lestarikan habitat alami Orangutan dan stop pemburuan Orangutan” ajak Wahju. Pada tahun 2023 di bulan Februari ini, Tim melakukan pelepasliaran tahap ke-11 terhadap 2 individu orangutan yang telah dievaluasi dengan seksama baik dari sisi medis maupun dari aspek tingkah lakunya dengan titik pelepasan yang dipilih berada di Sungai Rongun, letaknya berada lebih ke bagian hulu sungai Mendalam. Sub DAS Mendalam memiliki luas 25.639,15 Ha, berdasarkan laporan survey Lapangan Forina dinilai layak dan memenuhi kriteria sebagai lokasi pelepasliaran orangutan. Dengan jumlah orangutan yang telah dilepasliarkan sebanyak 25 individu maka kepadatan populasi orangutan di wilayah ini mencapai 1.114,25 individu/Ha, sehingga masih sangat layak untuk pelaksanaan pelepasliaran selanjutnya. Sejak tahun 2017 sampai tahun 2022 telah dilakukan 10 kali pelepasliaran orangutan dengan total individu yang sudah dilepasliarkan sebanyak 23 individu yang merupakan hasil rehabilitasi dan 1 individu orangutan liar hasil translokasi dari wilayah Taman Nasional Betung Kerihun tepatnya di Sub DAS Mendalam. Menurut hasil Tim monitoring, sejauh ini orangutan yang sudah dilepasliarkan dapat beradaptasi dengan habitatnya, terlihat dari kemandirian dalam membuat sarang dan mencari pakannya. Rocky (J/10 tahun) dan Dora (B/9 tahun) merupakan hasil evakuasi dari warga pada tahun 2018 yang kemudian dipindahkan ke Sekolah Hutan Jerora yang dikelola oleh YPOS untuk menjalani kegiatan sekolah hutan selama kurang lebih 4 tahun. Kedua individu tersebut dianggap telah siap untuk menjalani tahap pelepasliaran berdasarkan hasil evaluasi secara medis dan tingkah lakunya. Setelah dilakukan pelepasan, Tim melakukan monitoring, pemantauan dan Observasi penuh dengan mengikuti individu focal dari mulai bangun hingga tidur di sarang inap berikutnya. Observasi lapangan direncanakan selama 3 bulan penuh. “Dua Orangutan sudah menjalani masa rehabilitasi selama 7 tahun, masa-masa kita menjaga kesehatannya supaya stabil dan yang paling penting adalah mengembalikan sifat keliaran tumbuh kembali” tutup RM. Wiwied Widodo, S.Hut., M.Sc., Kepala Balai KSDA Kalbar. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Mengenal Desa Bagan Boneo di SM Giak Siak Kecil

Pekanbaru, 27 Februari 2023 - Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Genman S. Hasibuan bersama Pemda Kab. Bengkalis melakukan kunjungan ke Dusun Bagan Boneo, Desa Tasik Serai sebagai upaya membangun kerjasama strategis nasional, Sabtu (18/2). Melalui kunjungan ini, Balai Besar KSDA Riau dan Pemda Kab. Bengkalis memastikan lokasi yang akan didorong melalui berbagai pendekatan dan aturan yang ada untuk dapat dimasukan dalam mekanisme kerja sama. Keberadaan Dusun Bagan Boneo yang berada dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil secara perencanaan ruang pengelolaan sudah berada pada blok khusus sehingga arah pengelolaan pada blok khusus ini adalah memastikan bahwa keberadaan masyarakat Bagan Boneo dan ruang kelola masyarakatnya sudah diakomodir dengan tetap memperhatikan kesejalanan dengan fungsi kawasan sebagai Suaka Margasatwa. Bagan Boneo berpenduduk 1.512 jiwa berada dalam kawasan SM Giam Siak Kecil dan secara administratif masuk dalam Desa Tasik Serai, Kec. Tualang Mandau, Kab. Bengkalis. Mulanya dusun ini adalah Bagan Sati yang berjarak sekitar 1 km dari Dusun Bagan Boneo sekarang. Dusun Bagan Sati pertama kali dibuka tahun 1937 oleh warga Tapung kanan bernama Ma'sat. Karena faktor keamanan dan menghindari binatang buas, Dusun tersebut pindah ke pematang lebih tinggi yaitu Bagan Boneo. Tahun 1948 dua orang yang yang berasal dari tepian tukobun/Mandau berkunjung dan menetap di Nagan Boneo yang bernama Jani bin Soal Samad bin Ma'akal dan setelahnya banyak masyarakat lain yang menetap di tempat ini. Bagan Boneo memiliki makna Bagan yang berarti pondok dan Benio berarti pohon kayu besar bernama kayu bornio sehingga bermakna sebuah pondok yang berdiri dibawah kayu Bagan Bornio. Penetapan pemerintahan Bagan Bornio dimulai sejak tahun 1957 dengan ditetapkannya Hasan sebagai penghulu kampung. Mayoritas penduduk Bagan Boneo adalah suku Melayu (99,9%) dengan mata pencaharian nelayan, dan berkebun karet serta usaha lainnya. Sarana penunjang seperti pelayanan kesehatan dan aksesibilitas masih sangat terbatas. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Penghuni Baru Kandang Transit BBKSDA Riau

Pekanbaru, 27 Februari 2023 - Satu lagi satwa dilindungi bertambah menjadi penghuni kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau. Kali ini warga Pekanbaru menyerahkan seekor kucing hutan (Prionailurus bengalensis) berumur sekitar 7 bulan pada Jumat siang, 24 Februari 2023. drh. Rini Deswita dan perawat satwa menerima penyerahan tersebut di Klinik satwa Balai Besar KSDA Riau. Satwa terlihat masih sangat liar namun Tim memutuskan untuk observasi terlebih dahulu di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan nantinya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mencari Seluk Beluk Permasalahan Jual Beli Lahan di TN Tesso Nilo

Pelalawan, 24 Februari 2023. Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melaksanakan patroli darat untuk pengumpulan data dan informasi (Puldasi) terkait jual beli lahan sekitar batas TN Tesso Nilo dengan bufferzone PT. RAPP pada tanggal 15-16 Februari 2023. Patroli puldasi ini difokuskan pada wilayah Resort Situgal, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah. Di lokasi yang diduga telah terjadi aktivitas jual beli lahan, petugas mencari ke masyarakat sekitar tentang pelaku dari stackingan lahan. Setelah itu, petugas melakukan pengantaran surat permintaan keterangan kepada msyarakat yang diduga melakukan pembukaan lahan tersebut untuk menghadap PPNS Balai Taman Nasional Tesso Nilo di kantor SPTN Wilayah II Baserah pada tanggal 17 Februari 2023. Pengumpulan data dan informasi dari pihak-pihak yang bersedia datang ke kantor SPTN Wilayah II Baserah pada tanggal 17 Februari 2023 akan diketahui inti dari problematika dan dapat merumuskan strategi penyelesaian berikutnya. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Taburi Benih Ketapang dan Temukan Jejak Tapir di Patroli TN Tesso Nilo

Pelalawan, 24 Februari 2023. Balai Taman Nasional Tesso Nilo melalui petugas piket penjagaan kawasan secara ketat terus melakukan patroli di dalam kawasan melalui kegiatan perondaan, identifikasi potensi dan permasalahan kawasan, pengecekan pada areal rawan, dan sosialisasi kepada masyarakat, Kamis (16/2). Saat perjalanan patroli di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), petugas menemukan areal lahan yang dilakukan pembesihan dan langsung ditebari benih ketapang dan benih lainnya pada sekitar jalan dan areal yang telah di imasan. Dalam giat ini, sebagian petugas juga melakukan pendampingan terhadap kegiatan olah TKP bersama GakkumLHK untuk kasus kejahatan hutan yang sedang diproses. Sementara itu, petugas yang berpatroli di SPTN Wilayah II Baserah melakukan patroli di vegetasi hutan yang masih lebat dan tidak ditemukan aktifitas illegal logging. Petugas ternyata menemukan jejak hewan Tapir yang teridentifikasi sebanyak 1 ekor dan jejak tersebut diperkirakan masih baru. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Temuan Jejak Satwa Ditengah-tengah Patroli

Baserah, 24 Februari 2023. Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah melaksanakan monitoring dan patroli di sekitar kawasan yang merupakan jalur satwa gajah pada tanggal 15-17 Februari 2023. Selama patroli tim tidak menemukan tanda - tanda keberadaan satwa gajah yang baru dan hanya menemukan kotoran yang diperkirakan sekitar 1 bulan yang lalu. Tim juga tidak menemukan adanya jerat di sepanjang lintasan satwa gajah. Pada hari kedua, dilakukan pengecekan terhadap temuan aktivitas ilegal berupa rintisan oleh tim patroli sebelumnya dan ditemukan jejak satwa tapir dan kijang di sekitar sungai anak air hitam. Selama patroli, tim tidak menemukan dan mendengar adanya kegiatan ilegal dalam kawasan TNTN. Hari terakhir, tim melakukan gotong royong membersihkan lingkungan di sekitar kantor SPTN wilayah II Baserah dan menerima kunjungan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat membahas terkait pengajuan kelompok tani hutan kepada kasi SPTN Wilayah II Baserah, dan Kepala SPTN Wilayah II Baserah mendukung pengajuan kelompok tani tersebut dengan menjelaskan mekanisme terkait pengajuan kelompok tani. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 1.105–1.120 dari 11.140 publikasi