Minggu, 11 Okt 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

PENANGANAN KASUS PERBURUAN BERUANG MADU YANG VIRAL DI MEDSOS OLEH BKSDA KALIMANTAN BARAT

Pontianak – BKSDA Kalimantan Barat merespon dengan cepat kasus foto perburuan beruang madu yang viral di media social yang cukup meresahkan masyarakat dan para penggiat konservasi. Foto tersebut mempertontonkan pembunuhan dengan cara dipotong (bedah) di bagian leher bawah terhadap seekor Beruang Madu (Helarctos Malayanus) oleh seseorang dalam akun social media atas nama Rosi Kuale dengan pesan : “Siapa maok beli binatang ini”, Selasa 30 Agustus 2016. Pemilik akun medsos tersebut adalah Joko alias Lobo yang bertempat tinggal di Dusun Timur RT 12 RW 06 Desa Sei Nilam, Kec Jawai Kab Sambas. Rosi adalah nama istri Joko alias Lobo. Setelah mendapatkan data informasi secukupnya, Tim Gugus yang terdiri 4 personil Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang dengan dibantu oleh Bhabinkamtibmas Bripka Pol. Samsul dan Kepala Desa Sei Nilam, Kec Jawai, Kab Sambas mendatangi rumah Mansur sebagai orang tua kandung Joko alias Lobo yang kebetulan adalah Ketua RT. Berdasarkan keterangan dari Mansur dan Kepala Desa, serta dibenarkan oleh para tetangga dan Bripka Samsul, bahwa Joko alias Lobo saat ini berada dan bekerja di industri Kayu Plywood PT (company) Shin Yang Tubau, Bintulu, Serawak, Malaysia dengan jabatan sebagai Mekanik Alat Berat. Mansur orang tua Joko alias Lobo tidak tahu sama sekali perbuatan anaknya yang menyebarkan Viral dan meresahkan tersebut. Berdasarkan keterangan orang tua pelaku dan keterangan Kepala Desa Sei Nilam, serta analisis terhadap gambar dan keterangan dalam Viral Akun sosmed Rosi Kuale dengan pesan “Untong iyan ari tok pagi2 dah dapat beruang”, yang diposting pada tanggal 21 Agustus 2016 bahwa lokasi kejadian adalah di wilayah Bintulu, Serawak, Malaysia. Berdasarkan laporan dari WWF – Indonesia regional Kalimantan bahwa mereka juga sudah melakukan koordinasi dengan Sarawak Forestry Malaysia untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Baca Berita

PENGAMANAN BUAYA MUARA DI PANGKALAN BUN

Kalteng – Telah ditemukan satu ekor buaya muara di parit belakang rumah seorang staf OF-UK Pak Sariamat yang berjarak 50 meter, Minggu 28 Agustus 2016. Buaya tersebut diamankan dirumah kediamannya, dan langsung dilaporkan ke staf OF-UK dan tim rescue seksi II BKSDA Kalimantan Tengah. Pada tanggal 29 Agustus 2016 kepala SKW II memerintahkan untuk mengamankan buaya tersebut dikantor seksi BKSDA Kalimantan Tengah. Saat ini buaya muara yang memiliki panjang 1 meter, berat 6kg dan perkiraan berusia 1th berada dikantor SKW II. Rabu, 31 Agustus 2016 buaya tersebut dilepasliarkan di SM Lamandau BKSDA Kalimantan Tengah SKW II, Pangkalan Bun.
Baca Berita

PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DI TN BANTIMURUNG BULUSARAUNG

Sulsel – Rabu, 31 Agustus 2016 telah terjadi kebakaran pukul 10.00 wib yang berdekatan dengan TN Babul yang di duga karena kelalaian masyarakat penyadap pinus di hutan produksi yang berbatasan langsung dengan kawasan TN Babul. Manggala Agni Non Daops TN. Babul telah berhasil memadamkan api bersama masyarakat mitra, Polhut dan masyarakat sekitar kawasan. Kobaran api berhasil dipadamkan sampai proses Mop Up sekitar pukul 17.35 wib. Hingga malam tim masih di lapangan untuk memantau kondisi dilapangan.
Baca Berita

TIM GABUNGAN BBKSDA JABAR BERHASIL GAGALKAN PENYELUNDUPAN KULIT ULAR SANCA

Serang – 28/8/2016 Petugas Seksi Wilayah I Serang BBKSDA Jawa Barat berhasil mengamankan kulir ular piton/ sanca tanpa disertai SATS-DN sebanyak kurang lebi 1.200 lembar. Rencananya kulit ular sanca tersebut akan dikirim ke Surabaya dari Palembang. Saat ini barang bukti beserta kendaraan sudah diamankan di Polda Banten untuk proses penyidikan lebih lanjut. Penyelundupan tersebut akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 21 (2) huruf d tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Pengiriman kulit ular sanca tersebut disamarkan dengan mencampurkan tumpukan barang lainnya yang dikemas secara rapi oleh si pelaku. Kulit ular sanca tersebut dibawa dengan menggunakan mobil boks B 9736 SCD. Sumber: SKW I BBKSDA Jabar
Baca Berita

Sosialisasi Peraturan Perundangan Bidang Jasa Lingkungan Panas Bumi di Bandung

Bandung (26/8/2016), Sub Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi dan Karbon, Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) menyelenggarakan acara Sosialisasi Peraturan Perundangan Bidang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi selama 3 hari yakni pada tanggal 24 - 26 Agustus 2016 bertempat di Zest Hotel Bandung Jawa Barat. Acara Sosialisasi tersebut di buka dengan sambutan dan arahan dari Direktur PJLHK. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 50 orang peserta yang terdiri dari unsur Direktorat Panas Bumi Kementerian ESDM, Bappeda Provinsi Jawa Barat, BPLHD Provinsi Jawa Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, BLH 5 Kabupaten (Bogor, Sumedang, Kuningan, Sukabumi, Garut), Dinas Kehutanan 5 Kabupaten (Bogor, Sumedang, Kuningan, Sukabumi, Garut), Dinas ESDM 5 Kabupaten (Bogor, Sumedang, Kuningan, Sukabumi, Garut), Asosiasi Panasbumi Indonesia (API), PT. PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten, Perum Perhutani Unit III, PT. Pertamina Geothermal Energy, PT. Indonesia Power Salak, Chevron Geothermal Salak, Direktorat Kawasan Konservasi, Direktorat PIKA, BBKSDA Jawa Barat, BBTN Gn Gede Pangrango, BBTN Bukit Barisan Selatan, BTN Gn. Halimun Salak, BTN. Gn Ciremai. Pembicara pada acara tersebut berlatar belakang sebagai pakar dan akademisi di bidang panas bumi yaitu Prof. Dr. Ir. Emmy R. Suparka (Fakultas Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, ITB) dan Dr. Eng. Yunus Daud, Dipl.Geotherm.Tech,M.Sc. (Asosiasi Panasbumi Indonesia /API), sedangkan sebagai narasumber adalah Agus Supriyanto, SH, MH (Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Teknis, Setditjen KSDAE) dan Ir. Asep Sugiharta, M.Sc (Kepala Sub Direktorat PJL Panas Bumi dan Karbon). Acara ini bertujuan mensosialisasikan Peraturan Menteri LHK Nomor : P.46/KmenLHK/Setjen/ Kum.1/5/2016 tanggal 23 Mei 2016 tentang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi Pada Kawasan Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam, sehingga meningkatkan pemahaman dan wawasan para pihak berkenaan dengan pemanfaatan jasa lingkungan panas bumi di kawasan taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam. Acara Sosialisasi ini menghasilkan rumusan sebagai berikut:
Baca Berita

PRAJURIT TNI YANG HILANG USAI PADAMKAN API DITEMUKAN DALAM KEADAAN TEWAS

Bagansiapiapi – 23/8/2016, Prajurit TNI yang hilang saat proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Rohil akhrinya ditemukan. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban dipenuhi luka bakar. Dugaan kuat korban tersesat karena terkepung asap saat hendak mengganti selang pemadam. Korban bertugas sebagai prajurit TNI dari kesatuan Detasemen Rudal 004 Dumai yang ikut dalam satgas pemadaman karhutla ditemukan tidak jauh dari lokasi awal dimana korban menghilang. Pada saat awal menghilang, teman korban sempat menghubungi korban lewat ponsel dan tersambung. Saat itu ia mengaku berada tidak jauh dari pohon besar yang berjarak sekitar 100 dari titik api. Namun, setelah teman-temannya mencari ke lokasi pohon besar tersebut, keberadaan korban masih tidak ditemukan. Korban akan diberangkatkan dan dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur melalui bandara Ultan Syarif Kasim Pekanbaru. Upacara pelepasan jenazah Pratu Wahyudi di gelar di halaman Kargo Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Rabu (24/8/2016) Pukul 06.00 WIB. Upacara pelepasan ini dihadiri, Komandan Korem 031 Wira Bima, Brigjen Nurendi, Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto, Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger serta jajaran Pemprov Riau, Manggala Agni. Sumber: BBKSXDA Riau
Baca Berita

KEBAKARAN HUTAN DI TN TESSO NILO

Riau – Telah terjadi kebakaran hutan di Taman Nasional Tesso Nilo hari Kamis, 18 Agustus 2016. Kawasan yang terbakar berbatasan dengan PT. RAPP dan merupakan jalur gajah, hingga malam hari masih dilakukan pemadaman oleh Balai TN Tesso Nilo bersama dengan polisi, TNI dan PT. RAPP. Hingga pagi hari pukul 07.30 tanggal 19 Agustus 2016, pasukan pemadam melakukan apel persiapan pemadaman kembali. Saat ini Tim Balai TN Tesso Nilo terdapat 15 orang, TNI 5 orang, BPBD 7 mobil pemadam, Manggala Agni rengat 8 orang dengan mobil pemadam, PT. Indosawit 12 orang dengan mobil pemadam, MPA 2 orang. Minggu pagi kobaran api sudah mulai terpadamkan. Kegiatan patroli pengamanan pun masih terus dilakukan oleh BTN Tesso Nilo upaya pencegahan terjadinya kebakaran susulan.
Baca Berita

UPACARA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN RI KE 71 DI PUNCAK GUNUNG BULUSARAUNG

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 71, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menyelenggarakan upacara pengibaran bendera merah putih di puncak Gunung Bulusaraung (1353 mdpl) yang berada di wilayah Resort Balocci, SPTN Wilayah I. Kegiatan ini untuk mengenang jasa-jasa pahlawan bangsa dan menyampaikan kepada generasi muda bahwa kemerdekaan negara bukanlah hadiah dari bangsa lain atau didapatkan dengan mudah melainkan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan, dalam kegiatan ini disimbolkan dengan perjalanan penuh tantangan menuju puncak gunung untuk dapat mengibarkan sang merah putih di salah satu puncak tertinggi di kawasan TN. Babul. Diharapkan jiwa dan semangat kebangsaan tumbuh dalam diri generasi muda dalam kegiatan ini. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak antara lain Pemda Kab. Pangkep, Basarnas, dan gabungan kelompok-kelompok pecinta alam sulawesi selatan. Peserta kegiatan mencapai kurang lebih 1000 orang, untuk upacara dipuncak gunung sendiri dibatasi tidak lebih dari 150 orang mengingat daya dukung lokasi upacara yang terbatas. Tujuan lain dari pelaksanaan kegiatan ini juga untuk meningkatkan pelayanan pengunjung dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut : Dilaksanakan pada tanggal 17 agustus 2016, pukul 07.00 wita, pelaksana upacara petugas TN. Bantimurung Bulusaraung dan peserta upacara gabungan berbagai kelompok pecinta alam se Sulawesi Selatan. Dilaksanakan mulai tanggal 16 -17 agustus 2016 di Kantor Desa Tompobulu (Pos Pelayanan Pengunjung G. Bulusaraung). Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengenalkan potensi TN. Babul dan upaya-upaya konservasi kepada masyarakat dan pengunjung. Dilaksanakan di Pos 9 (area camping ground G. Bulusaraung) pada tanggal 17 agustus 2016 oleh peserta kegiatan untuk memulihkan area camping ground yang terbuka akibat ulah pendaki yang tidak mematuhi aturan batas area camping ground. Sebanyak 200 batang bibit yang ditanam dari jenis asli kawasan (nyamplung, bidara, coppeng). Dilaksanakan pada tanggal 17 agustus 2016 di sepanjang jalur pendakian yang rawan bahaya kecelakaan seperti tepi-tepi jurang dan batas camping ground. Kegiatan tersebut diatas merupakan salah satu even rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di wilayah kerja SPTN Wil. I Pangkep pada tanggal 17 agustus dengan judul besar kegiatan “peningkatan pelayanan pengunjung pada hari libur (minggu ceria)”. Dengan masukan dari berbagai pihak diharapkan terwujudnya wisata pendakian Gunung Bulusaraung yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh pihak termasuk peningkatan PNBP bagi negara. (daniwari widiyanto, Ka. SPTN Wilayah I Pangkep – TN. Babul)
Baca Berita

PERINGATAN HARI KONSERVASI ALAM NASIONAL “BERSIH GUNUNG” OBYEK WISATA ALAM KUBU PERAHU

Minggu, 14 Agustus 2016 – Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2016, Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan melaksanakan kegiatan Bersih Gunung di kawasan Obyek Wisata Alam Kubu Perahu. Kegiatan ini melibatkan Gerakan Pramuka Saka Wanabakti Kwarcab Lampung Barat, kelompok dan masyarakat Pekon Kubu Prahu, serta petugas lingkup Bidang PTN Wilayah II Liwa. Target dalam kegiatan tersebut diantaranya mendekatkan pengelolaan ekowisata dengan melibatkan masyarakat, serta mensosialisasikan kepada anggota pramuka tentang pentingnya kawasan konservasi sebagai habitat berbagai jenis satwa liar dan sebagai pelindung system penyangga kehidupan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan antara lain pembinaan anggota Pramuka Saka Wanabakti Kwarcab Lampung Barat; Pengambilan dan pemusnahan sampah an-organik di sekitar Objek Wisata; Pemotongan batang kayu yang roboh dan menghalangi track wisata; Pembuatan tangga di sekitar air terjun; Pemangkasan semak yang menutupi track wisata; Pembersihan/pembabatan rumput di Bumi Perkemahan Kubu Prahu.
Baca Berita

RATUSAN PESERTA JAMBORE HKAN PENUHI PANTAI KARANGSEWU

Denpasar, 8 Agustus 2016 – Bis jemputan peserta Hari Konservasi Alam Nasional telah terparkir di halaman parkir depan Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar Bali, para peserta mulai berdatangan dari berbagai daerah seluruh Indonesia, tidak terlalu sulit untuk mencari panitia karena begitu keluar bandara, panitia telah menyiapkan Help Desk bagi peserta Jambore HKAN. Peserta langsung diarahkan untuk registrasi ulang dan menuju bis yang telah disediakan untuk selanjutnya menuju ke Pantai Karangsewu, kawasan Taman Nasional Bari Barat. Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup di Indonesia. Penyelenggaraan hari peringatan ini sebagai upaya kampanye kepada masyarakat akan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat akan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. Pelaksana ini dikoordini oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Acara puncak peringatan Hari Konservasi Alam (HKAN) tersebut diperingati pada hari Rabu, 10 Agustus 2016. Sebanyak 20 stand yang disediakan oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) telah ramai dikunjungi peserta jambore dan warga setempat. Adapun peserta pameran diikuti oleh Direktorat PJLHK, juga hadir beberapa taman nasional seperti TN Bali Barat, Alas Purwo, Meru Betiri, Gunung Rinjani,Baluran, Gn Halimun Salak; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Nusa Tenggara Barat, Yogyakarta; Pemda Buleleng dan Jembrana; Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara; Asosiasi Koral dan Karang Indonesia, World Conservation Society; Asosiasi Industri Reptil dan Amphibi Indonesia.
Baca Berita

PENGAMANAN KEPALA ENGGANG DI BKSDA KALIMANTAN BARAT

Pontianak – Rabu, 17 Agustus 2016 Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tunbuhab dan Satwa liar BKSDA Kalimantan Barat telah mengamankan bagian satwa liar yang dilindungi berupa Kepala Enggang sebanyak 2 (dua) buah. Barang bukti tersebut di dapatkan dari seorang pekerja seni penumpang pesawat bernama saudara Lie Bun Hie, yang bertempat tinggal di Dusun Durian Rt. 007/Rw. 004 Desa Sempalai Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas – Kalimantan Barat. Lim Bun Hie tertangkap membawa 1 buah kepala Enggang yang sudah berbentuk ikatan kepala dihiasi oleh bulu Enggang dan manik-manik, dan 1 buah lagi masih utuh kepala dan paruh Enggang. Berdasarkan keterangan dari Security Bandara, bahwa kepala Enggang dibawa sendiri dengan menggunakan kantong plastic melalui pintu masuk keberangkatan. Kemudian Security bandara menginformasikan kepada petugas BKSDA di Bandara Supadio, Pontianak untuk melakukan pemeriksaan terhadap jeniss yang dibawa oleh Sdr. Lie Bun Hie. Setelah diperiksa oleh petugas BKSDA, bahwa yang bersangkutan membawa bagian satwa liar yang dilindungi berupa kepala Enggang. Barang bukti diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Disamping itu, pada saat yang hamper bersamaan Tim Gugus Evakuasi dan Penyelamatan TSL – BKSDA Kalimantan Barat juga menemukan dan mengamankan 1 buah Tanduk Rusa Sambar (Cervus unicolor) di ruang pemeriksaan X-Ray bagasi yang belum diketahui pemiliknya tanpa alamat.
Baca Berita

PARADE KONSERVASI ALAM DALAM RANGKA PERINGATAN HARI KONSERVASI ALAM NASIONAL (HKAN) 2016

Jakarta, 14 Agustus 2016 – Jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan Kementerian/ Lembaga terkait serta mitra penggiat konservasi melakukan parade konservasi alam sekaligus jalan santai di sepanjang jalan Bundaran HI hingga Monumen Nasional pagi hari ini, 14 Agustus 2016. Acara ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2016 yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2016 ini juga menjadi peringatan setahun berjalannya program Tahun Merayakan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Indonesia Celebrates Biodiversity) 2015-2016 dengan pengumpulan tandatangan sebagai bentuk dukungan dan ikut merayakan sebagai rasa syukur Indonesia memiliki keanekaragamn hayati yang unik yang perlu dijaga kelestariannya. Parade diikuti oleh sekitar +1000 orang dari berbagai unsur seperti instansi pemerintah, mitra LSM, praktisi konservasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga konservasi, swasta dan masyarakat umum. Acara dimeriahkan dengan parade ikon satwa berupa badut satwa berbentuk gajah, harimau, badak, orang utan, dan ikon satwa lainnya diiringi musik tradisional dan parade massa yang membawa pesan pelestarian dan merayakan keanekaragaman hayati Indonesia. Pawai diakhiri dengan pengumpulan satu juta tandatangan dukungan bagi upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia. Kepedulian terhadap konservasi alam harus menjadi gaya hidup bangsa Indonesia. Peringatan HKAN bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam penyelamatan keanekaragamanan hayati, kawasan konservasi dan lingkungan hidup. Peringatan HKAN dicanangkan tahun 2009 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2009. Tanggal 10 Agustus sangat penting maknanya sebagai batu pijakan pengintegrasian konservasi alam dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990.
Baca Berita

DISKUSI PAKAR KONSERVASI BADAK SUMATERA

Jakarta - Jumat, 19 Agustus 2016, Direktur Jenderal KSDAE, Dr. Ir. Tachrir Fathoni secara resmi membuka acara Diskusi Pakar Konservasi Badak Sumatera di Jakarta. Acara diskusi ini diselenggarakan oleh Tropical Forest Conservation Action For Sumatera (TFCA-Sumatera) dengan mengundang pakar badak sumatera baik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Akademisi (perguruan tinggi), Lembaga Molekuler Eijkman dan pemerhati badak lainnya. Dalam pembukaan acara diskusi, Direktur Jenderal KSDAE memaparkan secara umum kondisi badak di Indonesia terutama badak sumatera yang semakin terancam keberadaannya mengingat saat ini hanya tinggal sekitar 100 ekor populasinya. Ancaman yang terjadi pada populasi badak sumatera adalah perburuan, fragmentasi habitat dan alih fungsi hutan menjadi peruntukan lain. Pada acara diskusi pakar badak sumatera, Direktur Jenderal KSDAE juga menyampaikan agar seluruh pihak bersinergi untuk upaya konservasi badak sumatera di masa yang akan datang dengan mengevaluasi capaian-capaian dari upaya yang telah dilakukan sejauh ini berdasarkan tiga tujuan utama konservasi badak sumatera pada dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Badak Indonesia periode 2007-2017, diantara lainnya meningkatkan populasi Badak Sumatera di Leuser, Bukit Barisan Selatan, dan Way Kambas sebesar 30%; mengamankan habitat bagi populasi Badak Sumatera yag viable di Kerinci Seblat (500,000 ha), Bukit Barisan Selatan (100,000 ha), Leuser (700,000 ha) dan Kalimantan (500,00); sukses mengembangbiakkan Badak Sumatera di Sanctuary untuk reintroduksi.
Baca Berita

PENANGKAPAN ORANGUTAN DI BBKSDA SUMATERA UTARA

Medan – Mabes Polri bekerjasama dengan Centre of Orangutan Protection (COP) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) telah berhasil menggagalkan praktek perdagangan satwa jenis Orangutan (Pongo abell). Penangkapan yang dilakukan oleh Mabes Polri berawal dari mengamankan pelaku dengan barang bukti 1 (satu) individu Orangutan di Kampung Rambutan Jakarta pada tanggal 24 Juli 2016. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan menelusuri asal Orangutan di kawasan hutan Leuser di Aceh Selatan Provinsi Aceh. Pelaku diketahui bergerak menuju Kota Medan, selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dan memberhentikan mobil pelaku di depan Mesjid Raya Al Mashun Medan. Dalam penangkapan diamankan seorang tersangka dengan barang bukti satwa dilindungi berupa 4 (empat) individu Orangutan diantarany 3 (tiga) individu bayi dalam satu kandang dan 1 (satu) individu remaja sebelumnya dibawa dengan karung dan 1 unit mobil Toyota Kijang LGX dengan nomor plat BL 694 JW, kemudian barang bukti tersebut dibawa ke Mapolda Sumatera Utara. Melalui koordinasi BBKSDA Sumatera Utara dengan Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara barang bukti Orangutan yang didapat dibawa ke karantina Orangutan SOCP di Batu Mbelin Kabupaten Deli Serdang untuk dilakukan rehabilitasi dan dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
Baca Berita

70 BURUNG DILINDUNGI MILIK OKNUM APARAT DISITA

Merauke, PSP – Senin, 1 Agustus 2016 telah diamankan 70 ekor burung dari tangan seorang aparat keamanan di Merauke oleh petugas dari BKSDA Wilayah I Merauke bersama dengan petugas SPORC (penegakan hukum). Kepala Bidang BKSDA Wilayah I Merauke, Yarman, S.Hut, MP membenarkan hal tersebut. Puluhan jenis satwa liar itu, sudah diamankan pihaknya untuk proses lebih lanjut dan sudah dilaporkan laporkan hal tersebut, ke pihak penegakan hukum oknum aparat keamanan tersebut. “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke POM” ujar Yarman singkat saat dihubungi lewat telepon selulernya. Kronologis penyitaan satwa liar itu, terang Yarman bermula dari adanya laporan masyarakat. Dimana ada warga memelihara, menyimpan satwa liar yang dilindungi Undang-undang. Pihak Polhut pun langsung melakukan langkah tindak lanjut, petugas intelijen dari Polhut pun melakukan pencarian dan menggali informasi tentang keberadaan satwa itu. “Berdasarkan informasi tersebut Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke berkoordinasi dengan SPORC GAKUM, sekitar jam 13.30 WIT Polhut bersama SPORC menahan/menyita 59 ekor kaka tua jambul kuning, 2 ekor kaka tua raja, 1 ekor nuri kepala hitam, 3 ekor burung bayan dan 5 ekor perkici pelangi,” Ditanya apa yang menjadi sanksi hukum bagi pemilik satwa itu, Yarman mengaku sudah diatur dalam Undang-undang. “Sanksinya sama seperti pemilik satwa liar yang diamankan di bandara beberapa waktu lalu,” pungkasnya.
Baca Berita

PENGAWASAN PEREDARAN TSL TELUR PENYU DI KALIMANTAN BARAT

Kalimantan Barat – Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL BKSDA Kalimantan Barat bersama sama dengan Pabinkamtibmas wilayah Kelurahan Mariana, Pontianak Kota telah melakukan Patroli Penyisiran Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar, dengan hasil menertibkan 1 orang pedagang sayur yang telah menjual Telur Penyu di pasar tradisional Gang Bunga yang berlokasi di Jl. Merdeka Barat Kota Pontianak. Berdasarkan keterangan dari saudara Agustamin pedagang sayur tersebut menyatakan bahwa telur penyu diperoleh dari saudara Budi yang bekerja sebagai tukang masak di salah satu kapal nelayan yang berasal dari Pulau Tambelan, Kepulauan Riau sebanyak 500 butir. Kemudian diperdagangkan kembali dan tersisa 161 butir telur penyu. Barang bukti berupa telur penyu tersebut diamankan di Kantor Balai KSDA Kalimantan Barat. Di hari yang berbeda Senin, 02 Agustus 2016 Tim SKW III Singkawang bersama sama Bhabinkatibmas dan Babinsa Desa Pemangkat melakukan Patroli Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar, telah menertibkan 1 orang pedang sayur di Pasar Nelayan Pemangkat yang kedapatan menjual telur penyu sebanyak 63 butir dengan rincian 50 butir yang diasinkan dan 13 butir alami. Siswandi Sukadri pelaku penjualan tersebut menyatakan bahwa telur punyu tersebut merupakan titipan seseorang yang berasal dari Pelabuhan Baru sekitar Pemangkat untuk membantu dijualkan kembali. Sudah hampir 2 minggu yang bersangkutan menjualkan telur penyu tersebut dan yang tersisa sebanyak 63 butir diamankan sebagai barang bukti. Hingga saat ini 2 kejadian tersebut masih terus dilakukan pengembangan kasus untuk mengungkap sindikat/jaringan perdagangan telur penyu di Kota Pontianak dan di Pemangkat.

Menampilkan 11.089–11.104 dari 11.144 publikasi