Selasa, 17 Feb 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penyelamatan Kakatua Kecil Jambul Kuning di BKSDA Sulawesi Tenggara

Sultra, Kamis 13 Oktober 2016 – BKSDA SKW I Sulawesi Tenggara telah melakukan penyelamatan terhadap satwa berjenis Kakatua kecil jambu kuning, yang berada di menara antena Radio Motorolla di kantor seksi konservasi wilayah I Baubau. Burung tersebut terlihat berada pada tempat hinggapnya dan tidak terbang sejak Selasa 11 Oktober 2016. Selama dua hari burung tersebut selalu mengeluarkan suara dari atas ketinggian. Penyelamatan terkendala dikarenakan menara yang sangat tinggi dan tidak didukung dengan alat pengaman untuk memanjat. Burung tersebut akhirnya diselamatkan oleh masyarakat sekitar yang sudah terbiasa memanjat. Kondisi satwa setelah diturunkan dalam keadaan bersih dan terlihat lapar dikarenakan selama 3 hari terikat/terlilit tali. Burung kakatua ini nampaknya satwa peliharaan karena sudah jinak tapi terlepas dan terbang dengan kaki yang masih ada rantainya. Saat ini burung Kakatua tersebut masih dilakukan perawatan dan akan dilepasliarkan didalam kawasan konservasi terdekat yang masih sebagai habitat burung kakatua tersebut.\ Sumber : BKSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

BKSDA Jateng Selamatkan Satwa Liar Dilindungi

Rabu, 12 Oktober 2016. Seksi Konservasi Wilayah 1, BKSDA Jawa Tengah, berhasil menyelamatkan 2 ekor buaya berjenis Siam dan Senyulong serta 1 ekor rusa berjenis kelamin betina. Satwa tersebut dipelihara seorang warga Jl. Parangklitik Klaten Tengah, Semarang. Satwa-satwa yang diamankan, merupakan jenis satwa liar yang dilindungi undang-undang dimana tidak diperbolehkan untuk ditangkap, dipelihara dan diperniagakan baik dalam keadaan hidup maupun mati. Bagi yang melakukan pelanggaran tersebut dapat di sangsi secara pidana sesuai Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Selanjutnya satwa-satwa tersebut dititipkan di Lembaga Konservasi Agrowisata Sido Muncul dan Taman Satwa Taru Jurug – Semarang. Sumber: BKSDA Jawa Tengah
Baca Berita

BKSDA Jateng Berhasil Selamatkan Elang Jawa

Jawa Tengah, 10 Oktober 2016, Balai KSDA Jawa Tengah mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Komplek Akpol Jl. Sultan Agung Blok C No.2 Semarang, telah diamankan seekor burung elang dengan ciri fisik kepala berjambul, sehingga diindikasikan satwa tersebut jenis Elang Jawa. Menindaklanjuti info tersebut, Kepala Balai KSDA Jateng membentuk Tim untuk mengecek lokasi dan melakukan evakuasi satwa. Tim yang telah ditunjuk tersebut mempersiapkan administrasi (Surat Perintah Tugas dan Berita Acara Penerimaan Penyerahan Satwa) serta sarana prasarana evakuasi (alat angkut dan kandang angkut). Sekitar jam 12.30 WIB, Tim menuju ke lokasi/ rumah pelapor yang ada di komplek Akpol Semarang dan setiba di lokasi Tim melakukan upaya penyelamatan /evakuasi satwa Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dimaksud. Selanjutnya satwa Burung Elang Jawa dititipkan di Lembaga Konservasi Agrowisata Sido Muncul – Semarang. Sumber: BKSDA Jawa Tengah
Baca Berita

Ratusan Ekor Tukik Dilepas BKSDA Bengkulu Di Pantai TWA Air Hitam

Bengkulu, 9 Oktober 2016, Sebanyak 459 ekor tukik atau anak penyu kembali dilepas liarkan oleh Balai Konversvasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu bersama masyarakat dan Yayasan Sipef Indonesia di perairan Pantai TWA Air Hitam, Kota Bengkulu. Tukik yang dilepas di periaran Pantai TWA Air Hitam, Bengkulu tersebut, berasal dari hasil penangkaran semi alami oleh kelompok pemuda pemudi pecinta lingkungan hidup binaan BKSDA Bengkulu. Pelepasan tukik ini bertujuan agar populasi satwa langkah ini di masa mendatang tidak mengalami kepunahan, akibat dari perburuan liar oleh oknum masyarakat. Selain itu, perairan laut Bengkulu merupakan salah satu jalur perlintasan penyu yang setiap tahun sekali penyu dari berbagai negara akan melintasi perairan laut Bengkulu. Ratusan tukik yang dilepas di Pantai TWA Air Hitam berjenis penyu lekang. Pelepasan tukik di perairan Pantai TWA Air Hitam, Kota Bengkulu merupakan yang kesekian kalinya dilakukan BKSDA Bengkulu bersama masyarakat. Sebelumnya pada bulan Februari 2016 lalu, sekitar 2.000 tukik juga dilepas di Pantai Panjang Bengkulu. Hal ini dilakukan BKSDA Bengkulu agar populasi penyu di perairan daerah ini, terus bertambah sehingga akan terhindar dari ancaman kepunahan. Karena itu, kegiatan penangkaran tukik di Air Hitam, Kabupaten Mukomuko sampai sekarang terus berjalan. Sumber: BKSDA Bengkulu
Baca Berita

Pelaksanaan The 10th Heart of Borneo Trilateral Meeting di Bandar Seri Begawan

Bandar Seri Begawan, 5-7 September 2016, The 10th Heart of Borneo Trilateral Meeting pertemuan rutin tahunan yang diselenggarakan untuk mengimplementasikan inisiatif Heart of Borneo (HoB), yaitu inisiatif trilateral dari Pemerintah ketiga negara (Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia) dalam upaya perlindungan sumber daya hutan yang tersisa di wilayah Borneo dari penyalahgunaan, serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Borneo. Pertemuan dihadiri oleh delegasi dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia (Negara bagian Sabah dan Sarawak). Dalam kesempatan tersebut, Delegasi RI (DELRI) diketuai Wakeppri KBRI Bandar Seri Begawan dan beranggotakan unsur-unsur dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (Direktorat KK, Direktorat PJLHK, Direktorat KKH, Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNBKDS, Perwakilan dari TN Kayan Mentarang), Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI, Bappeda Kalimantan Utara, serta Sekretaris Kedua Fungsi Politik. Hadir pula perwakilan dari WWF Indonesia, ADB (Asian Development Bank), FORMADAT (Forum Masyarakat Dataran Tinggi), serta Alas Kusuma Grup sebagai observer. Pertemuan dibuka secara resmi oleh Yang Mulia Dr. Haji Abdul Manaf bin Haji Metussin, Permanent Secretary pada Kementerian Sumber-Sumber Utama dan Pelancongan NBD. Adapun agenda yang dibahas pada pertemuan ini terdiri dari 12 agenda yaitu: 1) sambutan pembukaan oleh outgoing chairperson, 2) pemilihan chairperson dan vice chairperson, 3) sambutan chairperson terpilih, 4) adopsi agenda, 5) business arrangement, 6) penyampaian country report, 7) tindak lanjut terhadap pembahasan dan keputusan pada Trilateral Meeting HoB ke-9, 8) report of the 1st HoB Technical Committee on Join Project and Activities, 9) other matters atau hal-hal lain yang perlu untuk disampaikan, 10) HoB partners dialogue session, 11) adopsi laporan dan 12) waktu dan lokasi pelaksanaan Trilateral Meeting HoB ke-11. Salah satu pokok hasil pertemuan yang disampaikan yaitu Penyampaian Country Report oleh masing-masing negara anggota HoB terkait kemajuan dan perkembangan yang telah dilakukan dalam implementasi inisiatif HoB setelah pelaksanaan Trilateral Meeting HoB ke-9 di Sandakan - Malaysia. Pada kesempatan ini Indonesia menyampaikan perkembangan kegiatan di wilayah HoB yang terdiri dari mainstreaming HoB, transboundary management, protected area management, sustainable natural resources management, ecotourism development, capacity building, biodiversity conservation dan climate change. Pertemuan ditutup dengan menyepakati bahwa the 11th HoB Trilateral Meeting akan diselenggarakan di Indonesia pada bulan Oktober 2017 (tentatif) Sumber: Direktorat Kawasan Konservasi
Baca Berita

BKSDA Kalbar Menerima Penyerahan Kukang Dari Masyarakat

Ketapang, Jumat 7 Oktober 2016. Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamat TSL BKSDA Kalimantan Barat telah melakukan evakuasi satwa liar. Satwa yang diselamatkan berasal dari temuan hasil bongkar muat barang kapal. Satwa yang ditemukan oleh Ardiwantoro warga ketapang adalah seekor Kukang berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia sekitar 5 bulan. Satwa tersebut sempat dipelihara selama 2 hari. Atas kesadaran sendiri, Ardiwantoro mencari info untuk menyerahkan satwa yang dilindungi tersebut, dan mendatangi kantor SKW I Ketapang untuk menyerahkan satwa Kukang kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL – SKW I Ketapang. Satwa langsung dititip rawatkan untuk direhabilatasi di YIARI – Ketapang, sehingga dapat direlease kembali di habitat aslinya. Untuk jenis satwa Kukang ini merupakan penyerahan secara sukarela dari masyarakat yang ke-19 kepada BKSDA Kalimantan Barat selama kurun waktu 2016 sampai dengan hari ini. Hal ini mengindikasikan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa di habitat alamnya, serta pertimbangan animal welfare.
Baca Berita

BKSDA Kalimantan Barat Kembali Menerima Sukarela Satwa Liar

Pontianak – Rabu, 05 Oktober 2016 BKSDA Kalimantan Barat mendapatkan kembali penyerahan satwa secara sukarela dari masyarakat. Satwa tersebut berupa satu ekor kukang berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia dua tahun. Satwa yang didapat dari masyarakat di sekitar Jl. Dr. Wahidin Gg. Sepakat 7 No 53, Pontianak ini ditemukan di belakang rumahnya sekitar 2 minggu yang lalu. Untuk jenis satwa kukang ini merupakan penyerahan secara sukarela dari masyarakat yang ke 17 selama tahun 2016 sampai dengan hari ini. Hal ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa di habitat alamnya. Sekaligus mencerminkan hasil dari upaya kegiatan konservasi, baik secara patroli, sosialisasi penyuluhan maupun penegakan hukum yang selama ini terus dilakukan. Saat ini satwa kukang tersebut diamankan di kandang Transit Balai KSDA Kaliantan Barat untuk selanjutnya akan dititiprawatkan dan direhabilitasii di YIARI Ketapang.
Baca Berita

SATU EKOR ORANGUTAN DISERAHTERIMAKAN KEPADA BKSDA KALIMANTAN BARAT

Pontianak – Selasa, 20 September 2016 BKSDA Kalimantan Barat sudah menerima satu ekor satwa dilindungi berjenis orangutan dari masyarakat. Orangutan yang didapat dari pondok masyarakat di Kab. Landak sudah ada sejak Februari 2016. Selama ini orangutan tersebut berada di rumah masyarakat yang bertempat tinggal di Jl. Husein Hamzah Gg. Mandiri RT/RW 008/003 Kel Lima Kec Pontianak Barat. Jafrie masyarakat yang menemukan satwa tersebut akhirnya menyerahkan orangutan kepada BKSDA Kalimantan Barat karena mengetahui satwa tersebut merupakan satwa yang dilindungi. Sekarang satwa tersebut diamankan di kandang transit Balai KSDA Kalimantan Barat untuk selanjutnya akan dititip rawatkan dan direhabilitasi di YIARI Ketapang.
Baca Berita

BBTN BUKIT BARISAN SELATAN BERHASIL MENGGAGALKAN PERDAGANGAN HARIMAU SUMATERA

Lampung – 20 September 2016 Tim Gabungan Kepolisian Resort Lampung Barat bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Balai Besar TN BBS berhasil menggagalkan perdagangan satwa dilindungi berupa kulit harimau Sumatera. Setelah mendapatkan informasi mengenai ada jual beli bagian satwa dilindung tersebut, TRC Balai BTN BBS bergerak menuju lokasi di daerah Tembalak. Tim berhasil menyita barang bukti berupa 1 lembar kulit harimau Sumatera utuh dengan panjang kurang lebih 170 cm, 1 buah tulang tengkorak harimau, 1 karung tulang belulang harimau, dan 4 buah taring harimau. Kapolres Lambar didampingi Kasat Reskrim serta dihadiri oleh Kasat Polhut dari BBTN BBS Kota Agung dalam ekspose di Mako Polres mengatakan tertangkap tiga orang tersangka yang diamankan. Pihak Polhut Balai Besar TNBBS Kota Agung mengatakan, pihaknya bersama beberapa mitra lainnya pada senin lalu sudah mencurigai ketiga tersangka dan melakukan pencarian domisili ketiganya yakni, Khairun (40), Muftah (35) dan Yusef (23). Penyelidikan dilakukan selama dua hari, selama itu pihaknya terus mencoba agar para tersangka keluar dari tempat persembunyian dan melakukan transaksi di luar. Saat ini ketiga pelaku di kawasan BBTN BBS harus menjalani proses secara hukum dengan jeratan pasal UU No.5 tahun 1990 tentang KSDAE dengan ancaman hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara serta denda 100 juta rupiah.
Baca Berita

Teleconference Dalam Rapat Pimpinan Direktur Jenderal KSDAE

Selasa, 20 September 2016 Direktur Jenderal KSDAE Tahrir Fathoni melangsungkan rapat pimpinan bersama Direktur lingkup Direktorat Jenderal KSDAE dan para Kepala Balai/Besar TN/KSDA dengan menggunakan teleconference. Teleconference ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Ditjen KSDAE. Teleconference ini dimaksudkan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan koordinasi lingkup Ditjen KSDAE. Teleconference ini diikuti oleh beberapa UPT diantaranya BBKSDA Papua Barat, BKSDA Kalimantan Barat, BKSDA Jawa Tengah, BBTN Bromo Tengger Semeru, BTN Gunung Rinjani, BTN Gunung Halimun Salak, BTN Bantimurung Bulusaraung, BTN Tanjung Putting, BTN Alas Purwo, BTN Kelimutu, BTN Baluran dan BTN Meru Betiri. Teleconference kali ini mempunyai agenda membahas permasalahan strategis yang berada di masing-masing UPT sehingga diperoleh solusi atau alternatif pemecahan masalahan yang tidak kunjung selesai. Teleconference berjalan lancar walaupun masih terdapat beberapa kendala terutama terhadap jaringan internet yang masih minim dan perlu ditingkatkan kembali. Direktur Jenderal KSDAE berharap kedepannya semua UPT dapat menggunakan alat komunikasi teleconference untuk memudahkan koordinasi lingkup Ditjen KSDAE.
Baca Berita

Ratusan Telur Penyuh Berhasil di Amankan BKSDA Kalimantan Barat

Pontianak – Selasa, 20 September 2016 BKSDA Kalimantan Barat melalui Tim Pengawasan Peredaran TSL berhasil mengamankan bagian satwa yang dilindungi berupa telur penyu dari masyarakat di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Telur penyu tersebut berasal dari Pulau Serasan berdekatan dengan Pulau Tembelan, Kepulauan Riau. Telur penyu yang dibawa menggunakan kapal laut KM Bukit Raya ini rencananya akan diberikan kepada keluarga di Pontianak. Dari hasil pengamanan telur penyu yang dibawa sebanyak seratus tiga puluh Sembilan butir. Nelly Astia yang membawa telur penyu tersebut akhirnya diberikan pembinaan dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Saat ini telur penyu yang sudah diamankan oleh Tim Pengawasan Peredaran TSL BKSDA Kalimantan sudah dibawa ke kantor Balai KSDA Kalimantan Barat.
Baca Berita

Serahterima Buaya Muara Kepada BKSDA Kalimantan Barat

Kalbar – Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Balai KSDA Kalimantan Barat telah mengevakuasi seekor buaya muara dengan jenis kelamin jantan. Penyerahan sukarela dari seorang warga yang bernama Romi, Senin 19 September 2016. Berdasarkan informasi yang didapat, buaya tersebut diperoleh dari seorang teman ayahnya pada tahun 2013 dengan ukuran 1 m dan buaya tersebut telah dipelihara selama 3 tahun sehingga mencapai ukuran 3 m. Karena telah menyadari bahwa buaya tersebut adalah satwa yang dilindungi, pemilik secara sukarela menyerahkan buaya tersebut ke Balai KSDA Kalimantan Barat. Dalam hal ini SKW III Singkawang dan Tim Gugus tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW III Singkawang Kementerian LHK segera bergerak cepat untuk melakukan evakuasi. Saat ini, buaya muara tersebut sudah dievakuasi oleh Tim Gugus Tugas Penyelamatan TSL Seksi Wilayah III bersama Manggala Agni Singkawang dan Tim Sinka Zoo, kemudian buaya tersebut dititip rawatkan di Lembaga Konservasi Sinka Zoo-Singkawang.
Baca Berita

Buaya Muara Terlilit Ban di Sungai Palu

Palu – Balai KSDA Sulawesi Tengah berhasil mengevakuasi seekor buaya muara (Crocodillus porosus) yang terlilit ban di sungai palu, Senin 19 September 2016. Buaya muara yang memiliki panjang kurang lebih 4 m ini terlilit ban di leheranya, dan kondisi saat ini dalam keadaan sehat. BKSDA Sulawesi Tengah melakukan investigasi penyebab terlilitnya buaya oleh ban bekas ini dengan masyarakat sekitar bantaran sungai. Informasi yang didapat bahwa buaya tersebut sengaja dijerat oleh nelayan. BKSDA Sulawesi Tengah dalam upaya penyelamataan buaya muara tersebut berkoordinasi dengan bapak Halim Loi selaku penggiat konservasi satwa liar untuk melakukan pengadaan kandang perangkap, bersama BASARNAS, balai karatina, dan relawan pencinta reptil kota Palu untuk melakukan evakuasi buaya muara tersebut. Dalam kegiatan evakuasi tersebut Tim BKSDA mengalami berbagai kendala seperti arus sungai yang deras, sungai yang tiba-tiba meluap, banyaknya masyarakat yang menonton disekitar lokasi keberadaan buaya dan keterbatasan alat.
Baca Berita

BKSDA Bengkulu Amankan Belasan Satwa Liar Dilindungi

Bandar Lampung – 14 September 2016, SKW III Lampung BKSDA Bengkulu telah menerima 2 ekor burung elang brontok (Nisaetus cirrhatus), 6 ekor macan akar (Felis bengalensis), 15 ekor musang bulan (Paguma larvata) dan 129 ekor burung tidak dilindungi dari berbagai jenis dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung. Sebelumnya Petugas Karantina Pertanian Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni bekerjasama dengan petugas Seaport Interdiction telah mengamankan satwa liar yang dilindungi dalam 4 Paket Box berisi burung elang brontok, macan akar dan musang bulan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni pada hari Selasa tanggal 13 September 2016 sekitar pukul 23.00 WIB menggunakan Bus BSI dengan nomor polisi D 7206 AL dari Palembang tujuan Tasikmalaya. Kemudian pada hari Rabu tanggal 14 September 2016 sekitar pukul 00.15 WIB petugas kembali mengamankan 129 ekor burung tidak dilindungi dari berbagai jenis dalam 4 box paket dari bus Ranau Indah dengan nomor polisi BG 1716 AU dari Palembang tujuan Jakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan dan perawatan, berbagai jenis burung tidak dilindungi yang masih sehat langsung dilepasliarkan di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman Bandar Lampung bersama dengan petugas Tahura dan Balai Karantina Pertanian. Sedangkan elang brontok, macan akar dan musang bulan masih dalam perawatan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) BKSDA Bengkulu bersama dengan satwa-satwa liar penyerahan sebelumnya. Pendalaman mengenai peredaran ilegal satwa liar dilindungi terus dilakukan oleh penyidik Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung bekerjasama dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan Balai KSDA Bengkulu. Sumber: SKW III Lampung BKSDA Bengkulu
Baca Berita

IUCN World Conservation Congress 2016 (10 September 2016)

Hawai – USA – Pada tanggal 1-10 September 2016 telah diselenggarakan IUCN World Conservation Congress (WCC) yang bertempat di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. IUCN didirikan pada tahun 1948 dan merupakan organisasi perlindungan lingkungan terbesar di dunia. Terdiri dari 1.000 anggota dari berbagai negara termasuk pemerintah dan organisasi non-pemerintah. Setiap empat tahun, IUCN mengundang delegasi dari seluruh dunia untuk berpartisipasi konferensi ini. Pertemuan ini bertujuan untuk menginspirasi masyarakat internasional untuk mengambil aksi untuk alam serta mengundang negara anggota IUCN. Delegasi Republik Indonesia dalam kongres tersebut diketuai oleh Direktur Jenderal KSDAE, Dr. Ir. Tachrir Fathoni, M.Sc didampingi Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ir. Bambang Dahono Adji, M.M., M.Si, Direktur Kawasan Konservasi, Ir. Herry Subagjadi, M.Sc Gubernur Sumatera Selatan beserta anggota delegasi lainnya yang berasal dari Kementeian Kelautan dan Perikanan, Institut Pertanian Bogor, Yayasan Owa Jawa, WCS, WWF, ZSL,RARE, Pemerhati Lingkungan, Pakar Konservasi dan Pihak Swasta. Konservasi Kongres IUCN Dunia dimulai dengan upacara sambutan dan pembukaan dari Gubernur Hawaii David Ige, Menlu Dalam Negeri AS, Sally Jewell, Presiden Palau Tommy Remengesau dan Presiden IUCN Zhang Xinsheng. 4. IUCN WCC kali ini mengangkat isu-isu baru terkait agenda berkelanjutan global termasuk pentingnya mengaitkan spiritual, agama, budaya dan konservasi; pentingnya mengimplementasikan solusi berbasis alam serta secara efektif mengacu tantangan sosial seperti ketahanan pangan dan air, perubahan iklim, penurunan resiko bencana. Dalam kongres ini juga menghimpun semua komitmen, inisiatif-inisiatif baru, dan ide-ide yang muncul pada saat jalannya kongres ke dalam satu kesepakatan yaitu The Hawai’i Commitments. Komitmen ini merupakan ekspresi semangat capaian yang muncul pada kongres baik pada acara formal maupun informal dan menggambarkan komitmen yang diperlukan untuk melakukan aksi konservasi yang diharapkan dapat dilaksanakan selanjutnya sesuai dengan tema kongres ’Planet At The Crossroads”. Forum yang merupakan wadah untuk berdiskusi mengenai tekanan terbesar dunia untuk konservasi dan tantangan pemanfaatan berkelanjutan. Forum ini terdiri dari beberapa kegiatan antara lain: Indonesia berperan aktif dalam kegiatan forum IUCN antara lain : Selain itu, Indonesia juga berpartisipasi pada exhibition dengan nama Rumah Indonesia yang bertema “Conservation Beyond Protected Areas: Indonesia’s Experiences and Challenges”. Agenda Rumah Indonesia terdiri dari diskusi terkait pendanaan kawasan konservasi, pengelolaan lanskap, inovasi kebijakan, kemitraan (Public Private Partnership), perdagangan tumbuhan dan satwa liar, pengelolaan kawasan konservasi laut. Kegiatan Rumah Indonesia diikuti oleh Instansi Pemerintah (Ditjen KSDAE-KLHK, Ditjen PRL-KKP, Pemerintah Daerah Sumatera Selatan), NGO (Yayasan Owa Jawa, WCS, WWF, ZSL, RARE), IPB, Pemerhati Musang, dan Pihak Swasta. /assets/uploads/The%20Hawaii%20Commitments.pdf
Baca Berita

PENYERAHAN SUKARELA 1 EKOR KUKANG DI BKSDA KALIMANTAN BARAT

Kalbar – Selasa, 13 September 2016 Tim Gugus Tugas Evakuasi penyelamat TSL BKSDA Kalimantan Barat menerima satwa sukarela dari masyarakat. Satwa tersebut ditemukan di sekitar Graha Bumi Khatulistiwa Pontianak Barat sekitar 1 minggu yang lalu ini adalah 1 ekor Kukang dengan jenis kelamin jantan. Ali Aswat yang menemukan kukang tersebut disekitar tempat tinggalnya di daerah Graha Bumi Katulistiwa ini menyadari bahwa satwa tersebut adalah satwa yang dilindungi oleh undang-undang dan segera menyerahkan kepada petugas evakuasi penyelamat TSL di BKSDA Kalimantan Barat. Saat ini satwa diamankan di kandang transit Balai KSDA Kalimantan Barat untuk direncanakan dititipkan dan direhabilitasi di YIARI Ketapang.

Menampilkan 11.057–11.072 dari 11.136 publikasi