Jumat, 2 Jan 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

PRAJURIT TNI YANG HILANG USAI PADAMKAN API DITEMUKAN DALAM KEADAAN TEWAS

Bagansiapiapi – 23/8/2016, Prajurit TNI yang hilang saat proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Rohil akhrinya ditemukan. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban dipenuhi luka bakar. Dugaan kuat korban tersesat karena terkepung asap saat hendak mengganti selang pemadam. Korban bertugas sebagai prajurit TNI dari kesatuan Detasemen Rudal 004 Dumai yang ikut dalam satgas pemadaman karhutla ditemukan tidak jauh dari lokasi awal dimana korban menghilang. Pada saat awal menghilang, teman korban sempat menghubungi korban lewat ponsel dan tersambung. Saat itu ia mengaku berada tidak jauh dari pohon besar yang berjarak sekitar 100 dari titik api. Namun, setelah teman-temannya mencari ke lokasi pohon besar tersebut, keberadaan korban masih tidak ditemukan. Korban akan diberangkatkan dan dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur melalui bandara Ultan Syarif Kasim Pekanbaru. Upacara pelepasan jenazah Pratu Wahyudi di gelar di halaman Kargo Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Rabu (24/8/2016) Pukul 06.00 WIB. Upacara pelepasan ini dihadiri, Komandan Korem 031 Wira Bima, Brigjen Nurendi, Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto, Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger serta jajaran Pemprov Riau, Manggala Agni. Sumber: BBKSXDA Riau
Baca Berita

KEBAKARAN HUTAN DI TN TESSO NILO

Riau – Telah terjadi kebakaran hutan di Taman Nasional Tesso Nilo hari Kamis, 18 Agustus 2016. Kawasan yang terbakar berbatasan dengan PT. RAPP dan merupakan jalur gajah, hingga malam hari masih dilakukan pemadaman oleh Balai TN Tesso Nilo bersama dengan polisi, TNI dan PT. RAPP. Hingga pagi hari pukul 07.30 tanggal 19 Agustus 2016, pasukan pemadam melakukan apel persiapan pemadaman kembali. Saat ini Tim Balai TN Tesso Nilo terdapat 15 orang, TNI 5 orang, BPBD 7 mobil pemadam, Manggala Agni rengat 8 orang dengan mobil pemadam, PT. Indosawit 12 orang dengan mobil pemadam, MPA 2 orang. Minggu pagi kobaran api sudah mulai terpadamkan. Kegiatan patroli pengamanan pun masih terus dilakukan oleh BTN Tesso Nilo upaya pencegahan terjadinya kebakaran susulan.
Baca Berita

UPACARA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN RI KE 71 DI PUNCAK GUNUNG BULUSARAUNG

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 71, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menyelenggarakan upacara pengibaran bendera merah putih di puncak Gunung Bulusaraung (1353 mdpl) yang berada di wilayah Resort Balocci, SPTN Wilayah I. Kegiatan ini untuk mengenang jasa-jasa pahlawan bangsa dan menyampaikan kepada generasi muda bahwa kemerdekaan negara bukanlah hadiah dari bangsa lain atau didapatkan dengan mudah melainkan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan, dalam kegiatan ini disimbolkan dengan perjalanan penuh tantangan menuju puncak gunung untuk dapat mengibarkan sang merah putih di salah satu puncak tertinggi di kawasan TN. Babul. Diharapkan jiwa dan semangat kebangsaan tumbuh dalam diri generasi muda dalam kegiatan ini. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak antara lain Pemda Kab. Pangkep, Basarnas, dan gabungan kelompok-kelompok pecinta alam sulawesi selatan. Peserta kegiatan mencapai kurang lebih 1000 orang, untuk upacara dipuncak gunung sendiri dibatasi tidak lebih dari 150 orang mengingat daya dukung lokasi upacara yang terbatas. Tujuan lain dari pelaksanaan kegiatan ini juga untuk meningkatkan pelayanan pengunjung dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut : Dilaksanakan pada tanggal 17 agustus 2016, pukul 07.00 wita, pelaksana upacara petugas TN. Bantimurung Bulusaraung dan peserta upacara gabungan berbagai kelompok pecinta alam se Sulawesi Selatan. Dilaksanakan mulai tanggal 16 -17 agustus 2016 di Kantor Desa Tompobulu (Pos Pelayanan Pengunjung G. Bulusaraung). Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengenalkan potensi TN. Babul dan upaya-upaya konservasi kepada masyarakat dan pengunjung. Dilaksanakan di Pos 9 (area camping ground G. Bulusaraung) pada tanggal 17 agustus 2016 oleh peserta kegiatan untuk memulihkan area camping ground yang terbuka akibat ulah pendaki yang tidak mematuhi aturan batas area camping ground. Sebanyak 200 batang bibit yang ditanam dari jenis asli kawasan (nyamplung, bidara, coppeng). Dilaksanakan pada tanggal 17 agustus 2016 di sepanjang jalur pendakian yang rawan bahaya kecelakaan seperti tepi-tepi jurang dan batas camping ground. Kegiatan tersebut diatas merupakan salah satu even rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di wilayah kerja SPTN Wil. I Pangkep pada tanggal 17 agustus dengan judul besar kegiatan “peningkatan pelayanan pengunjung pada hari libur (minggu ceria)”. Dengan masukan dari berbagai pihak diharapkan terwujudnya wisata pendakian Gunung Bulusaraung yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh pihak termasuk peningkatan PNBP bagi negara. (daniwari widiyanto, Ka. SPTN Wilayah I Pangkep – TN. Babul)
Baca Berita

PERINGATAN HARI KONSERVASI ALAM NASIONAL “BERSIH GUNUNG” OBYEK WISATA ALAM KUBU PERAHU

Minggu, 14 Agustus 2016 – Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2016, Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan melaksanakan kegiatan Bersih Gunung di kawasan Obyek Wisata Alam Kubu Perahu. Kegiatan ini melibatkan Gerakan Pramuka Saka Wanabakti Kwarcab Lampung Barat, kelompok dan masyarakat Pekon Kubu Prahu, serta petugas lingkup Bidang PTN Wilayah II Liwa. Target dalam kegiatan tersebut diantaranya mendekatkan pengelolaan ekowisata dengan melibatkan masyarakat, serta mensosialisasikan kepada anggota pramuka tentang pentingnya kawasan konservasi sebagai habitat berbagai jenis satwa liar dan sebagai pelindung system penyangga kehidupan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan antara lain pembinaan anggota Pramuka Saka Wanabakti Kwarcab Lampung Barat; Pengambilan dan pemusnahan sampah an-organik di sekitar Objek Wisata; Pemotongan batang kayu yang roboh dan menghalangi track wisata; Pembuatan tangga di sekitar air terjun; Pemangkasan semak yang menutupi track wisata; Pembersihan/pembabatan rumput di Bumi Perkemahan Kubu Prahu.
Baca Berita

RATUSAN PESERTA JAMBORE HKAN PENUHI PANTAI KARANGSEWU

Denpasar, 8 Agustus 2016 – Bis jemputan peserta Hari Konservasi Alam Nasional telah terparkir di halaman parkir depan Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar Bali, para peserta mulai berdatangan dari berbagai daerah seluruh Indonesia, tidak terlalu sulit untuk mencari panitia karena begitu keluar bandara, panitia telah menyiapkan Help Desk bagi peserta Jambore HKAN. Peserta langsung diarahkan untuk registrasi ulang dan menuju bis yang telah disediakan untuk selanjutnya menuju ke Pantai Karangsewu, kawasan Taman Nasional Bari Barat. Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup di Indonesia. Penyelenggaraan hari peringatan ini sebagai upaya kampanye kepada masyarakat akan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat akan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. Pelaksana ini dikoordini oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Acara puncak peringatan Hari Konservasi Alam (HKAN) tersebut diperingati pada hari Rabu, 10 Agustus 2016. Sebanyak 20 stand yang disediakan oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) telah ramai dikunjungi peserta jambore dan warga setempat. Adapun peserta pameran diikuti oleh Direktorat PJLHK, juga hadir beberapa taman nasional seperti TN Bali Barat, Alas Purwo, Meru Betiri, Gunung Rinjani,Baluran, Gn Halimun Salak; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Nusa Tenggara Barat, Yogyakarta; Pemda Buleleng dan Jembrana; Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara; Asosiasi Koral dan Karang Indonesia, World Conservation Society; Asosiasi Industri Reptil dan Amphibi Indonesia.
Baca Berita

PENGAMANAN KEPALA ENGGANG DI BKSDA KALIMANTAN BARAT

Pontianak – Rabu, 17 Agustus 2016 Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tunbuhab dan Satwa liar BKSDA Kalimantan Barat telah mengamankan bagian satwa liar yang dilindungi berupa Kepala Enggang sebanyak 2 (dua) buah. Barang bukti tersebut di dapatkan dari seorang pekerja seni penumpang pesawat bernama saudara Lie Bun Hie, yang bertempat tinggal di Dusun Durian Rt. 007/Rw. 004 Desa Sempalai Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas – Kalimantan Barat. Lim Bun Hie tertangkap membawa 1 buah kepala Enggang yang sudah berbentuk ikatan kepala dihiasi oleh bulu Enggang dan manik-manik, dan 1 buah lagi masih utuh kepala dan paruh Enggang. Berdasarkan keterangan dari Security Bandara, bahwa kepala Enggang dibawa sendiri dengan menggunakan kantong plastic melalui pintu masuk keberangkatan. Kemudian Security bandara menginformasikan kepada petugas BKSDA di Bandara Supadio, Pontianak untuk melakukan pemeriksaan terhadap jeniss yang dibawa oleh Sdr. Lie Bun Hie. Setelah diperiksa oleh petugas BKSDA, bahwa yang bersangkutan membawa bagian satwa liar yang dilindungi berupa kepala Enggang. Barang bukti diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Disamping itu, pada saat yang hamper bersamaan Tim Gugus Evakuasi dan Penyelamatan TSL – BKSDA Kalimantan Barat juga menemukan dan mengamankan 1 buah Tanduk Rusa Sambar (Cervus unicolor) di ruang pemeriksaan X-Ray bagasi yang belum diketahui pemiliknya tanpa alamat.
Baca Berita

PARADE KONSERVASI ALAM DALAM RANGKA PERINGATAN HARI KONSERVASI ALAM NASIONAL (HKAN) 2016

Jakarta, 14 Agustus 2016 – Jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan Kementerian/ Lembaga terkait serta mitra penggiat konservasi melakukan parade konservasi alam sekaligus jalan santai di sepanjang jalan Bundaran HI hingga Monumen Nasional pagi hari ini, 14 Agustus 2016. Acara ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2016 yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2016 ini juga menjadi peringatan setahun berjalannya program Tahun Merayakan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Indonesia Celebrates Biodiversity) 2015-2016 dengan pengumpulan tandatangan sebagai bentuk dukungan dan ikut merayakan sebagai rasa syukur Indonesia memiliki keanekaragamn hayati yang unik yang perlu dijaga kelestariannya. Parade diikuti oleh sekitar +1000 orang dari berbagai unsur seperti instansi pemerintah, mitra LSM, praktisi konservasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga konservasi, swasta dan masyarakat umum. Acara dimeriahkan dengan parade ikon satwa berupa badut satwa berbentuk gajah, harimau, badak, orang utan, dan ikon satwa lainnya diiringi musik tradisional dan parade massa yang membawa pesan pelestarian dan merayakan keanekaragaman hayati Indonesia. Pawai diakhiri dengan pengumpulan satu juta tandatangan dukungan bagi upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia. Kepedulian terhadap konservasi alam harus menjadi gaya hidup bangsa Indonesia. Peringatan HKAN bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam penyelamatan keanekaragamanan hayati, kawasan konservasi dan lingkungan hidup. Peringatan HKAN dicanangkan tahun 2009 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2009. Tanggal 10 Agustus sangat penting maknanya sebagai batu pijakan pengintegrasian konservasi alam dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990.
Baca Berita

DISKUSI PAKAR KONSERVASI BADAK SUMATERA

Jakarta - Jumat, 19 Agustus 2016, Direktur Jenderal KSDAE, Dr. Ir. Tachrir Fathoni secara resmi membuka acara Diskusi Pakar Konservasi Badak Sumatera di Jakarta. Acara diskusi ini diselenggarakan oleh Tropical Forest Conservation Action For Sumatera (TFCA-Sumatera) dengan mengundang pakar badak sumatera baik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Akademisi (perguruan tinggi), Lembaga Molekuler Eijkman dan pemerhati badak lainnya. Dalam pembukaan acara diskusi, Direktur Jenderal KSDAE memaparkan secara umum kondisi badak di Indonesia terutama badak sumatera yang semakin terancam keberadaannya mengingat saat ini hanya tinggal sekitar 100 ekor populasinya. Ancaman yang terjadi pada populasi badak sumatera adalah perburuan, fragmentasi habitat dan alih fungsi hutan menjadi peruntukan lain. Pada acara diskusi pakar badak sumatera, Direktur Jenderal KSDAE juga menyampaikan agar seluruh pihak bersinergi untuk upaya konservasi badak sumatera di masa yang akan datang dengan mengevaluasi capaian-capaian dari upaya yang telah dilakukan sejauh ini berdasarkan tiga tujuan utama konservasi badak sumatera pada dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Badak Indonesia periode 2007-2017, diantara lainnya meningkatkan populasi Badak Sumatera di Leuser, Bukit Barisan Selatan, dan Way Kambas sebesar 30%; mengamankan habitat bagi populasi Badak Sumatera yag viable di Kerinci Seblat (500,000 ha), Bukit Barisan Selatan (100,000 ha), Leuser (700,000 ha) dan Kalimantan (500,00); sukses mengembangbiakkan Badak Sumatera di Sanctuary untuk reintroduksi.
Baca Berita

PENANGKAPAN ORANGUTAN DI BBKSDA SUMATERA UTARA

Medan – Mabes Polri bekerjasama dengan Centre of Orangutan Protection (COP) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) telah berhasil menggagalkan praktek perdagangan satwa jenis Orangutan (Pongo abell). Penangkapan yang dilakukan oleh Mabes Polri berawal dari mengamankan pelaku dengan barang bukti 1 (satu) individu Orangutan di Kampung Rambutan Jakarta pada tanggal 24 Juli 2016. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan menelusuri asal Orangutan di kawasan hutan Leuser di Aceh Selatan Provinsi Aceh. Pelaku diketahui bergerak menuju Kota Medan, selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dan memberhentikan mobil pelaku di depan Mesjid Raya Al Mashun Medan. Dalam penangkapan diamankan seorang tersangka dengan barang bukti satwa dilindungi berupa 4 (empat) individu Orangutan diantarany 3 (tiga) individu bayi dalam satu kandang dan 1 (satu) individu remaja sebelumnya dibawa dengan karung dan 1 unit mobil Toyota Kijang LGX dengan nomor plat BL 694 JW, kemudian barang bukti tersebut dibawa ke Mapolda Sumatera Utara. Melalui koordinasi BBKSDA Sumatera Utara dengan Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara barang bukti Orangutan yang didapat dibawa ke karantina Orangutan SOCP di Batu Mbelin Kabupaten Deli Serdang untuk dilakukan rehabilitasi dan dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
Baca Berita

70 BURUNG DILINDUNGI MILIK OKNUM APARAT DISITA

Merauke, PSP – Senin, 1 Agustus 2016 telah diamankan 70 ekor burung dari tangan seorang aparat keamanan di Merauke oleh petugas dari BKSDA Wilayah I Merauke bersama dengan petugas SPORC (penegakan hukum). Kepala Bidang BKSDA Wilayah I Merauke, Yarman, S.Hut, MP membenarkan hal tersebut. Puluhan jenis satwa liar itu, sudah diamankan pihaknya untuk proses lebih lanjut dan sudah dilaporkan laporkan hal tersebut, ke pihak penegakan hukum oknum aparat keamanan tersebut. “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke POM” ujar Yarman singkat saat dihubungi lewat telepon selulernya. Kronologis penyitaan satwa liar itu, terang Yarman bermula dari adanya laporan masyarakat. Dimana ada warga memelihara, menyimpan satwa liar yang dilindungi Undang-undang. Pihak Polhut pun langsung melakukan langkah tindak lanjut, petugas intelijen dari Polhut pun melakukan pencarian dan menggali informasi tentang keberadaan satwa itu. “Berdasarkan informasi tersebut Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke berkoordinasi dengan SPORC GAKUM, sekitar jam 13.30 WIT Polhut bersama SPORC menahan/menyita 59 ekor kaka tua jambul kuning, 2 ekor kaka tua raja, 1 ekor nuri kepala hitam, 3 ekor burung bayan dan 5 ekor perkici pelangi,” Ditanya apa yang menjadi sanksi hukum bagi pemilik satwa itu, Yarman mengaku sudah diatur dalam Undang-undang. “Sanksinya sama seperti pemilik satwa liar yang diamankan di bandara beberapa waktu lalu,” pungkasnya.
Baca Berita

PENGAWASAN PEREDARAN TSL TELUR PENYU DI KALIMANTAN BARAT

Kalimantan Barat – Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL BKSDA Kalimantan Barat bersama sama dengan Pabinkamtibmas wilayah Kelurahan Mariana, Pontianak Kota telah melakukan Patroli Penyisiran Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar, dengan hasil menertibkan 1 orang pedagang sayur yang telah menjual Telur Penyu di pasar tradisional Gang Bunga yang berlokasi di Jl. Merdeka Barat Kota Pontianak. Berdasarkan keterangan dari saudara Agustamin pedagang sayur tersebut menyatakan bahwa telur penyu diperoleh dari saudara Budi yang bekerja sebagai tukang masak di salah satu kapal nelayan yang berasal dari Pulau Tambelan, Kepulauan Riau sebanyak 500 butir. Kemudian diperdagangkan kembali dan tersisa 161 butir telur penyu. Barang bukti berupa telur penyu tersebut diamankan di Kantor Balai KSDA Kalimantan Barat. Di hari yang berbeda Senin, 02 Agustus 2016 Tim SKW III Singkawang bersama sama Bhabinkatibmas dan Babinsa Desa Pemangkat melakukan Patroli Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar, telah menertibkan 1 orang pedang sayur di Pasar Nelayan Pemangkat yang kedapatan menjual telur penyu sebanyak 63 butir dengan rincian 50 butir yang diasinkan dan 13 butir alami. Siswandi Sukadri pelaku penjualan tersebut menyatakan bahwa telur punyu tersebut merupakan titipan seseorang yang berasal dari Pelabuhan Baru sekitar Pemangkat untuk membantu dijualkan kembali. Sudah hampir 2 minggu yang bersangkutan menjualkan telur penyu tersebut dan yang tersisa sebanyak 63 butir diamankan sebagai barang bukti. Hingga saat ini 2 kejadian tersebut masih terus dilakukan pengembangan kasus untuk mengungkap sindikat/jaringan perdagangan telur penyu di Kota Pontianak dan di Pemangkat.
Baca Berita

PAUS SPREM WHELE TERDAMPAR DI PANTAI ALUE NAGA

Banda Aceh – Ditemukan satu ekor satwa liar yang dilindungi jenis Paus Sprem Whele (physeter macrocepalus), dengan ukuran panjang 10,19 m tinggi 1,88 m DAN berjenis kelamin betina dalam keadaan mati dipinggir pantai Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala kota Banda aceh (4/8). Kepala Balai KSDA Aceh bersama saksi melakukan pengecekan informasi adanya satwa liar yang dilindungi jenis Paus Sperm Whele (physeter macrocephalus) di Desa Alue Naga kecamatan Syah Kuala kota Banda Aceh. Pada saat petugas dari Balai KSDA Aceh beserta Kepala Balai KSDA Aceh tiba di lokasi memang benar terdapat satu ekor Paus terdampar dalam kondisi mati. Kemudian Kepala Balai memerintahkan kepada Polhut untuk mengamankan tempat paus mati tersebut sampai dilakukan penguburan. Pada jam 22.00 WIB paus pun dikuburkan tidak jauh dari tempat Paus itu terdampar dan mati, proses penguburan pun selesai menggunakan alat berat (eskavator). Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang telah dilakukan dan tanda yang terlihat diduga paus tersebut mati karena disorientasi, terbentur karang pada pinggiran pantai dan terlalu lama terpapar sinar matahari.
Baca Berita

PEMBANGUNAN PULAU ENGGANO

Bengkulu – 9 Agustus 2016 BKSDA Bengkulu menyelenggarakan rapat mengenai pembangunan Pulau Enggano di Sekretariat Kabinet. Telah diketahui Pulau Enggano merupakan 1 dari 34 pulau terluar yang masuk dalam pusat kegiatan strategis nasional, dimana sesuai arahan Presiden untuk membangun kawasan perbatasan. Bupati Bengkulu Utara Ir. Mian dalam kesempatan tersebut menyampaikan potensi, hal yang telah, sedang dan akan dilakukan terkait pembangunan infrastruktur, pariwisata, perikanan, dan sebagainya serta kebutuhan biaya pembangunan. Salah 1 strategi agar pembangunan Enggano bias terintegrasi diantara K/L, maka pada tanggal 17 Agustus 2016 akan diadakan kegiatan-kegiatan yang dipusatkan di Enggano untuk memberikan impesi kepada publik tentang pembangunan diperbatasan. Bupati Bengkulu Utara menegaskan, penguatan infrastruktur akan terus dilakukan karena masih jauhnya jarak alat transportasi sehingga menyebabkan BBM (Bahan Bakar Minyak) terbatas dan mahal. Selain itu infrastruktur dasar banyak yang belum memadai, sehingga biaya pembangunan menjadi tinggi. Dalam pertemuan tersebut, BKSDA Bengkulu menyampaikan informasi program LHK di Enggano, diantaranya terdapat kawasan konservasi, hutan lindung dan program konservasi endemic bird area di Enggano dan lain-lain. Selain itu Pulau Enggano juga potensi untuk dipromosikan dan dikembangkan menjadi daerah ekowisata bersama dengan kepulauan Mentawai, termasuk Siberut yang masih dalam satu gugusan kepulauan di Barat Sumatera.
Baca Berita

PELEPASLIARAN BARANG BUKTI SITAAN 70 EKOR BURUNG DILINDUNGI MILIK OKNUM APARAT

Papua – Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Maluku Papua telah melakukan pelimpahan penyidikan terhadap perkara tindak pidana kehutanan atas nama Hari Priyatmono, yang telah melakukan tindakan memelihara menyimpan satwa liar yang dilindungi undang-undang ke POM-AL Lantaman XI Merauke. (22/8) Dari hasil pemeriksaan Saksi dan pengakuan lisan dari Hari Priyatmono serta barang bukti didapat fakta bahwa Hari Priyatmono telah melakukan tindakan pidana di bidang kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 Ayat 2 Jo Pasal 21 ayat 2 huruf a Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Hari Priyatmono adalah seorang TNI AL Lantamal XI Merauke. Barang bukti sitaan tersebut telah di lepasliarkan setelah mendapatkan persetujuan dari Kepala Pengadilan Negeri Merauke berupa Kakak Tua Jambul Kuning 55 ekor, Kakak Tua Raja 1 ekor, dan Bayan 2 ekor yang dilaksanakan pada hari Jumat 19 Agustus 2016. Lokasi pelepasan berada di Wilayah Taman Nasional Wasur Merauke yang di hadiri oleh Kepala Bidang KSDA Wil I Merauke bersama penyidik GAKKUM, Kepala Balai Taman Nasional Wasur, Komandan POMAL, Penyidik Polri (Korwas) dan Kepala Karantina Pertanian.
Baca Berita

PENANGGULANGAN KEBAKARAN LAHAN DI SUNGAI ASUN KECAMATAN SEMITAU OLEH BKSDA KALIMANTAN BARAT

Kalbar – kebakaran terjadi di Sungai Asun Kec. Semitau Kalimantan Barat berlangsung pada tanggal 17-19 Agustus 2016. Berdasarkan keterangan masyarakat dikarenakan kelalaian masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat yang melakukan pembakaran tidak mampu mengatasi besarnya api yang semakin meluas, dan tidak adanya koordinasi dengan Manggala Agni sehingga kebakaran meluas. (19/8) Anggota Manggala Agni dapat mengetahui adanya kebakaran setelah melihat ada kepulan asap yang besar, sehingga menjadi tanggung jawab Manggala Agni untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Anggota Manggala Agni melakukan pemadaman dini dengan cara manual pada pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Pukul 19.00 WIB seluruh anggota melakukan pemadaman dengan menggunakan 2 mesin dan 115 selang water tank. Hingga pukul 05.30 WIB 19 Agustus 2016 untuk jalur api yang kearah kampung Sungai Asun dengan kondisi terakhir api berhasil dijinakan. Sumber: BKSDA Kalbar
Baca Berita

DIRJEN KSDAE MEMBUKA JAMBORE HKAN 2016

Gilimanuk – 10 Agustus 2016, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Dr. Ir. Tahrir Fathoni, M.Sc memimpin upacara pembukaan Jambore Nasional Konservasi Alam 2016 di Pantai Karang Sewu Taman Nasional Bali Barat. Upacara itu dihadiri oleh 303 orang peserta yang terdiri dari pendamping Kader Konservasi dan Kelompok Pecinta Alam, Kader Konservasi Kelompok Pecinta Alam, Kelompok Swadaya Masyarakat, dan Kelompok profesi, Pramuka Saka Wanabakti, Pramuka Saka Kalpataru, masyarakat pelaku pelaku jasa wisata alam masyarakat pemanfaat air dan penggiat konservasi. Juga dihadiri tamu-tamu undangan antara lain Kepala Balai Taman Nasional/Balai Konservasi Sumber Daya Alam seluruh Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Bali, Dinas Pariwisata Prop bali, Polair Gilimanuk, Bupati buleleng, Bupati Jembrana. Pada kesempatan tersebut Dirjen KSDAE menyampaikan bahwa penyelengaraan HKAN 2016 di Taman Nasional Bali Barat merupakan kesepakatan para Kepala Balai KSDA dan TN pada saat pelaksanaan HKAN 2015 yang diselenggarakan di Taman Nasional Ujung Kulon. Dirjen KSDAE juga menegaskan agar semua lapisan masyarakat dan pemerintahan dapat berperan serta dalam berbagai program agar Kawasan Konservasi lestari sepanjang masa. “Dengan pengetahuan dan pengalaman sebagai penggerak konservasi generasi muda diharapkan dapat menjadi duta-duta konservasi alam yang dapat memberikan keteladanan kepada masyarakat secara luas” ucapnya. Setelah memberikan sambutan, Dirjen KSDAE membuka acara Jambore HKAN dengan memukul gong dan selanjutnya menyampaikan hadiah kepada siswa-siswi pemenang lomba menggambar dan mewarnai tingkat SD yang diselenggarakan oleh Balai Taman Nasional Bali Barat dan acara pertunjukan pentas seni dari peserta Jambore dari Bali.

Menampilkan 11.041–11.056 dari 11.091 publikasi