Rabu, 27 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Evakuasi 2 Individu Tuntong Laut di Medan

Stabat, 16 Maret 2023. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat bersama dengan lembaga mitra Yayasan Satucita Lestari Indonesia, melakukan evakuasi terhadap 2 individu satwa liar dilindungi undang-undang jenis Tuntong Laut (Batagur borneoensis) dari Dalton, warga kota Medan, pada Senin 13 Maret 2023. Pada saat dievakuasi satwa yang berjenis kelamin jantan terlihat dalam kondisi sehat, dan segera dititip serta direhabilitasi di kolam pembesaran Tuntong Laut di SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut, di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, yang saat ini difungsikan juga sebagai Site Monitor satwa liar Tuntong Laut di SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Identifikasi dilakukan oleh petugas dan expert sebagai data dalam studbook satwa rehabilitant, dimana individu 1 beratnya 6.9 kg, dengan panjang karapas 39 cm dan lebar 35.5 cm. Usai di data kemudian ditagging dengan microchip nomor 3D600184369E7. Sedangkan individu ke-2 beratnya 6 kg, panjang karapas 37 cm, lebar 33.7 cm, dan ditagging dengan microchip nomor 3D600118436A06. Sekedar mengingatkan, bahwa Dalton sebelumnya juga sudah pernah menyerahkan Tuntong Laut ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Satwa-satwa tersebut diperolehnya dari pedagang yang menjual satwa, kemudian karena niatnya untuk menyelamatkan, Dalton membeli dan menyerahkan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH., (Kepala SKW II Stabat) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pemeriksaan Kesehatan Harimau Sumatera di Medan Zoo

Medan, 16 Maret 2023. Pemeriksaan kesehatan terhadap 2 (dua) ekor satwa liar Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang merupakan satwa koleksi Medan Zoo (Kebun Binatang Medan), yaitu “Manis” dan “Anggi” dilakukan pada Selasa, (14/3). Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Medis dari Kebun Binatang Gembiraloka Yogyakarta, Medan Zoo yang didampingi dokter hewan dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit Balai Besar KSDA Sumatera Utara, drh. Fatima Sari. Pemeriksaan meliputi check fisik, pemeriksaan gigi, USG dan pemotongan kuku. Tim Medis telah melakukan pengambilan sampel darah dari kedua harimau tersebut untuk pemeriksaan hematologi rutin dan kimia darah, yang nantinya akan dilakukan di Klinik Cita Vet, Medan Petisah, Kota Medan. Juga pengambilan sampel rambut untuk dilakukan uji DNA, namun untuk sementara masih disimpan di klinik Medan Zoo menunggu penerbitan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS DN) nya. Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan uji titer antibodi rabies oleh Balai Vet Medan, dan saat ini sampel masih disimpan di Medan Zoo sambil menunggu kelengkapan administrasinya. Seluruh kegiatan pemeriksaan kondisi kesehatan “Manis” dan “Anggi” berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH. (Kepala SKW II Stabat) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Peringati Hari Bakti Rimbawan ke-40, BBKSDA Papua Lepas Liar 20 Satwa Dilindungi

Timika, 15 Maret 2023 – Memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-40, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua bersama Environmental Department PT. Freeport Indonesia melepasliarkan 20 satwa dilindungi ke habitat alaminya. Lepas liar berlangsung pada Rabu (15/3) di Hutan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua. Adapun satwa-satwa yang dilepasliarkan terdiri atas 3 ekor nuri kelam (Pseudeos fuscata), 15 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 1 ekor julang papua (Rhyticeros plicatus), dan 1 ekor ular tanah (Stegonotus sp.). Satwa-satwa tersebut berasal dari pengamanan petugas di Bandar Udara Mozes Kilangin pada September 2022, penyerahan dari masyarakat Timika pada Juli 2022, dan penyerahan dari karyawan PT. Freeport Indonesia pada Maret 2023. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Timika, Bambang H. Lakuy, menyampaikan bahwa semua satwa telah menjalani proses habituasi di kandang transit Environmental Department PT. Freeport Indonesia. “Perilaku satwa sudah kami pantau dengan saksama, dan kami nyatakan siap dilepasliarkan. Selain itu, semua satwa juga menjalani proses pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika,” kata Bambang. Lebih lanjut, Bambang menyatakan bahwa kegiatan pelepasliaran satwa ini melibatkan berbagai pihak, antara lain, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Cabang Dinas Kehutanan Kabupaten Mimika, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Wilayah VI Mimika, SPTN I Timika Balai Taman Nasional Lorentz, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Timika, Pemerintah Kelurahan Kuala Kencana, dan segenap penggiat lingkungan di Kabupaten Mimika. Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Papua, A.G. Martana, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan pelepasliaran satwa ini. “Banyak pihak yang telah berperan besar dalam menjaga satwa liar milik negara. Kami berharap sinergitas ini terus terbangun dan semakin baik ke depannya,” ungkap Martana. Pada kesempatan yang sama, Martana juga menyampaikan bahwa Hari Bakti Rimbawan seyogianya menjadi momentum untuk meningkatkan semangat para rimbawan di seluruh Tanah Papua. Rimbawan perlu memahami esensi rasa bakti terhadap negara, yang semestinya dilakukan sepanjang hayat, bukan hanya pada saat peringatan Hari Bakti Rimbawan saja. “Harapan kami, para rimbawan Papua dapat lebih kuat lagi menyatukan tekad, juga lebih meningkatkan kinerja dalam menjaga alam Papua agar tetap lestari sehingga dapat dinikmati anak cucuk kelak,” pungkas Martana.(dd) Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua: 0823 9770 9728
Baca Berita

Warga Kulim Serahkan Kucing Hutan

Pekanbaru, 14 Maret 2023 - Bertambah lagi penghuni kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau, karena pada Kamis, 9 Maret 2023, seekor kucing hutan (prionailurus planiceps) dewasa berjenis kelamin jantan diserahkan Rahmat Ahmadi, seorang warga Kulim, Kota Pekanbaru. Satwa tersebut sebelumnya dirawat selama tiga hari setelah berhasil diamankan dari perumahan warga di Kulim karena satwa tersesat masuk ke perumahan dan nampak kebingungan di tengah keramaian. Petugas bersama perawat perawat satwa di Klinik Satwa Balai Besar KSDA Riau mengevakuasi dan menerima penyerahan tersebut serta menempatkannya di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau sebelum nantinya dilepasliarkan dihabitatnya setelah dilakukan rehabilitasi dan observasi. Semoga satwa dalam kondisi sehat dan segera dapat kembali menyatu di alamnya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Petugas Tangkal Hoaks, Berikan Jenduman Kepada Warga

Desa Pintu Bosi, 14 Maret 2023. Disaat warga sedang resah akibat penampakan jejak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di beberapa daerah, ada saja orang-orang yang memanfaatkannya untuk menebar berita bohong (hoaks). Peristiwa ini terjadi tepatnya di Desa Pintu Bosi, Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara, dimana desa ini diisukan disambangi si raja hutan sehingga membuat warga khawatir. Ketakutan warga inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh segelintir oknum warga untuk tujuan tertentu menyebarkan informasi yang tidak benar (hoaks) dengan menyebutkan adanya penampakan jejak harimau di beberapa tempat. Bermodal informasi ini, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok didampingi 2 orang warga setempat, turun langsung ke lokasi yang diberitakan tersebut, dari tanggal 7 s.d 9 Maret 2023, untuk memastikan dengan melakukan observasi serta penyisiran lokasi, dan hasilnya berita tersebut diklarifikasi bermuatan hoaks. Petugas hanya menemukan jejak babi hutan disekitar lokasi yang disebutkan dan bukan jejak harimau. Selanjutnya untuk mitigasi konflik, petugas membuat dan menyerahkan jenduman yang terbuat dari pipa PVC sebanyak 7 buah, untuk digunakan mengusir si raja hutan saat memasuki perkampungan, dan warga juga diajari cara penggunaannya. Tidak lupa petugas mengingatkan warga untuk tetap waspada, jangan cepat percaya kepada informasi yang tidak benar yang dapat meresahkan warga. Bila ada menemukan tanda-tanda kehadiran satwa liar yang diduga harimau segera melaporkannya kepada instansi terkait terdekat agar dilakukan penanganan. Warga pun berterima kasih atas kehadiran petugas dan merasa tenang dengan adanya klarifikasi informasi hoaks tersebut. Sumber : Ambet P. Harianja (TPHL SKW V Sipirok) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Harimau Melintas, Warga Diminta Waspada

Penyabungan Timur, 14 Maret 2023. Penampakan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang melintasi permukiman warga masih terus terjadi di beberapa desa di Kabupaten Mandailing Natal. Berdasarkan laporan via telepon Kepala Pos Polisi Penyabungan Timur pada Minggu (5/3), sekitar jam 15.21 Wib, kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Kepala Resort Taman Buru Pulau Pini, pada Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, menyampaikan adanya laporan masyarakat di 2 desa/kelurahan, yaitu Kelurahan Gunung Baringin dan Desa Hutalimbaru yang melihat dan menemukan jejak-jejak satwa liar yang diduga harimau di belakang rumah warga. Bermodalkan surat tugas dari Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Kepala Resort Taman Buru Pulau Pini bersama dengan warga kedua desa, melakukan pemantauan ke lokasi. Di lokasi pertama, ditemukan banyak jejak harimau di kebun Suaif (60 tahun), warga Kelurahan Gunung Baringin. Suaif juga kehilangan seekor anjing penjaga gubuk. Kemudian di lokasi kedua, di sekitar sawah Joni (32 tahun) warga Kelurahan Gunung Baringin, selain ditemukan jejak, suara auman harimau pun sempat didengar Joni pada malam hari. Selanjutnya, di lokasi ketiga di belakang rumah Maulid Lubis (44 tahun), warga Desa Hutalimbaru, diperoleh informasi bahwa pada Sabtu (4/3) subuh, sekitar jam 03.00 Wib, Maulid Lubis mendengar gonggongan anjing yang berbeda dari biasanya, namun Lubis tidak berani keluar rumah untuk melihatnya. Keesokan paginya baru ditemukan jejak harimau di belakang rumah. Lokasi terakhir, di sekitar gubuk kebun Suhaini (38 tahun), juga dijumpai banyak jejak harimau. Melihat jejak-jejak yang ada, diduga si raja hutan ini hanya melintas di kedua desa/kelurahan tersebut. Kemungkinan satwa liar dilindungi ini mengejar mangsa yang sedang turun ke perkampungan, karena selain jejak harimau ditemukan juga jejak babi hutan di sekitar lokasi. Harimau yang melintas di Desa Hutalimbaru dan Kelurahan Baringin diperkirakan sama dengan harimau yang melintas di Desa Pardomuan pada Rabu (1/3) yang lalu, karena selain ukuran jejaknya sama (serupa), jarak antar Kelurahan Baringin dengan Desa Pardomuan hanya sekitar 6 km. Desa yang dilintasi harimau tersebut berada di sekitar Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang dikelola oleh KPH 8 Kotanopan. Demikian juga kebun yang dilintasi oleh si raja hutan berada di dalam kawasan HPT KPH 8 Kotanopan. Menindaklanjuti temuan jejak tersebut, petugas melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Kepada kepala desa/lurah dan warga dihimbau untuk tetap waspada, melakukan aktivitas secara berkelompok dan menghindari perbuatan/tindakan yang membahayakan baik bagi warga maupun bagi satwa liar mengingat harimau merupakan satwa liar yang dilindungi undang-undang. Petugas terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganannya kedepan. Sumber : Muslim Surbakti (Kepala Resort TB Pulau Pini) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Temuan Jalur Sepeda & Pondok Kerja Illegal Logging Di SM Kerumutan

Pekanbaru, 14 Maret 2023 - Patroli perairan pengaman kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Kec. Rengat, Kab. Inhu dilakukan Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Kerumutan Selatan pada tanggal 1 s/d 4 Maret 2023. Kepala Bidang Wilayah I, Andri Hansen Siregar setelah memberikan briefing, bersama tim segera melakukan pengecekan lokasi rawan illegal logging (illog) di pinggir sungai Sengkayan Desa Kp. Pulau, Kec. Rengat dilanjutkan patroli ke Sungai Mengkuang. Di lokasi ditemukan jalur sepeda illog, satu unit sepeda yang dimodifikasi dan satu pondok kerja diduga milik pelaku illegal logging yang dimusnahkan dengan cara dibongkar dan ditenggelamkan di sungai. Barang temuan berupa sepeda dipotong-potong menggunakan mesin chainsaw sedang satu unit pondok dibakar secara aman dan terukur. Tak hanya fokus patroli, tim juga melakukan pembinaan petugas di Resort Kerumutan Selatan yang dilanjutkan berkoordinasi dengan Askep PT. Tesso Indah terkait pengamanan kawasan SM Kerumutan yang berdampingan dengan konsesi lahan perkebunan sawit PT. Tesso Indah yang siap bersama-sama mengamankan SM Kerumutan dan akan membuat pos jaga bersama di batas kawasan SM Kerumutan untuk pemantauan kawasan dan pengamanan kebakaran hutan dan lahan. Tim juga melakukan patroli dengan menyusuri sungai Batang Rengat dan Kanal induk PT. Tesso Indah untuk melakukan pengecekan kanal-kanal yang diduga rawan sebagai akses illog. Selain melakukan patroli di sungai tersebut, tim juga melakukan penjagaan di muara sungai Batang Rengat untuk memantau aktivitas illegal di SM Kerumutan. Pengecekan bangunan pondok burung walet juga dilakukan dan diperoleh informasi bahwa pemilik tidak lagi melanjutkan pembangunannya. Hulu sungai Mengkuang dan ke dalam kawasan SM Kerumutan juga ditelusuri untuk meminimalisir aktivitas illegal dari masyarakat. Dari penyelusuran tersebut Tim menemukan tiga batang pohon yang sudah ditumbang, namun pelaku tidak ditemukan dan tidak ada lagi aktivitas illegal masyarakat di dalam. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kukang dari Raja Diserahkan ke BBKSDA Riau

Pekanbaru, 9 Maret 2023 - Seorang warga Kelurahan Labuan Baru Barat, Kec. Payung Sekaki Pekanbaru yang bernama Raja Adil Siregar menyerahkan seekor Kukang (Nycticebus coucang) dewasa berjenis kelamin jantan ke Balai Besar KSDA Riau, Selasa (7/3). Satwa diterima di Klinik satwa Balai Besar KSDA Riau oleh Tim paramedis dan langsung dimasukkan ke kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau. Berdasarkan keterangan Raja, satwa Kukang ditemukan di depan rumahnya dan tidak mau pergi. Raja mengetahui bahwa Kukang merupakan salah satu satwa yang dilindungi, untuk itu yang bersangkutan berinisiatif untuk menyerahkan ke Balai Besar KSDA Riau. Semoga makin banyak masyarakat yang sadar akan konservasi seperti Raja. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Patroli Perairan SM Kerumutan

Pekanbaru, 9 Maret 2023 - Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Kerumutan Utara yang dikomandoi Kepala Resort, Sehat Nasution, melakukan patroli perairan di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan pada tanggal 28 Februari – 3 Maret 2023. Melalui dermaga Kopau, petugas menggunakan perahu ketinting sekaligus mengecek kondisi sekitar dermaga Kopau yang sering digunakan sebagai jalur illegal logging. Penyisiran melalui jalur tersebut ditemukan kayu olahan papan dasar diduga hasil illog kurang lebih 4 rakit di sekitar pelabuhan Kopau tanpa seorangpun di sana. Kayu temuan tersebut kemudian diamankan dan petugas melanjutkan patroli di kawasan SM Kerumutan tepatnya di Kuala Merbau dan menemukan kembali jalur illegal logging serta 3 pondok liar pelaku illog. Pondok tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar secara aman dan terukur. Dari hasil temuan patroli perairan, petugas akan memaksimalkan patroli agar para pelaku illegal logging makin sulit bergerak dan berusaha tidak bodoh dengan mempertaruhkan dirinya berurusan dengan hukum atau bahkan dimangsa satwa liar. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Operasi Gabungan di TB Pulau Rempang

Pekanbaru, 7 Maret 2023 - Balai Besar KSDA Riau menggelar operasi gabungan penertiban dan pengawasan terhadap penggunaan kawasan hutan secara tidak sah di kawasan konservasi Taman Buru (TB) Pulau Rempang, Prov Kepulauan Riau, Sabtu (25/2). Operasi gabungan terdiri dari Direktorat Jenderal Gakkum KLHK, Seksi Wil. II Balai Gakkum Wil. Sumatera, Seksi Wil. II Balai Besar KSDA Riau, TNI AU Lanud Hang Nadim, Koramil Galang, Polsek Galang, KPHL Unit 2 Batam, dan Manggala Agni Daops Batam. Kegiatan yang berada di wilayah pengelolaan Seksi Wilayah II Balai Besar KSDA Riau ini merupakan tindak lanjut arahan Komisi 4 DPR RI untuk mendorong para pelaku penguasaan dan penggunaan kawasan konservasi TB Pulau Rempang secara tidak sah mengikuti prosedur sesuai peraturan perundangan. Tim dibagi menjadi dua regu dengan sasaran target operasi sebanyak 12 (dua belas) titik aktivitas yang dianggap mewakili dari tipologi penggunaan keterlanjuran. Pelaksanaan operasi dengan mengedepankan dialog, penjelasan ke masing masing pemilik/perwakilan pekerja bahwa tempat usahanya berdiri di dalam kawasan TB Pulau Rempang. Selanjutnya Tim memberikan surat pemanggilan untuk klarifikasi dan pemasangan papan peringatan di lokasi usaha. Kegiatan operasi gabungan ini secara garis besar berjalan kondusif dan tidak ada gejolak dengan kelompok masyarakat sehingga dapat berjalan sesuai tujuan. Upaya tindaklanjut akan dilakukan Balai Besar KSDA Riau dan Balai Gakum LHK Wil Sumatera untuk menyiapkan posko pelayanan verifikasi dan beberapa hal yang terkait dengan kegiatan tersebut. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Perkembangan Terkini Penanganan Konflik Harimau di Desa Lantosan Rogas

Desa Lantosan Rogas, 8 Maret 2023. Kemunculan kembali Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Lantosan Rogas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada Senin (6/3), yang dilihat oleh warga saat melintas dari kebun kacang, menimbulkan keresahan. Sebelumnya pada Selasa (28/2) warga Desa Lantosan Rogas juga menemukan 2 jejak harimau, disamping potongan tubuh sapi peliharaan warga yang berserakan tidak jauh dari lokasi penemuan jejak. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok yang melakukan pendampingan warga sejak peristiwa penemuan 2 jejak harimau, segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan lokasi dan menemukan beberapa jejak baru harimau di dua titik, yaitu di jalan tanah sekitar 100 m dari jalan penghubung kecamatan serta di kebun kacang, pada Senin (6/3). Sekitar jam 17.39 Wib, Tim Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok mendengar langsung auman harimau sebanyak 3 kali dan kiukan harimau sebanyak 6 kali dalam durasi waktu ± 35 menit. Posisi harimau saat itu bertahan di lembah sungai Aek Parngirkiran di sempadan sungai. Dari hasil pantauan diperkirakan ada 6 (enam) desa yang terdampak langsung dari konflik ini, yaitu : Desa Lantosan Rogas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Desa Parngirkiran, Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara, Desa Balakka Sipunggur, Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padan Lawas Utara, Desa Gariang, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara, Desa Saudori, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara, Desa Simaninggir, Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara. Usai melakukan pemantauan dan pengumpulan data, disimpulkan bahwa harimau diperkirakan masih bertahan di lokasi konflik dan berpindah-pindah tempat yang tidak terlalu jauh lokasinya. Warga pun membatasi kegiatan untuk mencari nafkah. Kemudian Tim bersama dengan Camat Angkola Timur, Babinkamtibmas, Babinsa Angkola Timur, anggota Polsek Sipirok serta Kepala Desa Lantosan Rogas memberikan sosialisasi kepada warga agar tetap tenang dan waspada. Tim akan terus melakukan pantauan di lapangan serta berkomunikasi dengan pimpinan Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok untuk mendapatkan arahan dan petunjuk. Sumber : Ambet P. Harianja (TPHL SKW V Sipirok) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Penyisiran Sungai SM Kerumutan dari Illegal Logging

Pekanbaru, 7 Maret 2023 - Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Kerumutan Utara yang dipimpin Kepala Resort, Sehat Nasution bersama beberapa masyarakat melakukan patroli penyisiran sungai Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan menggunakan perahu/ketinting pada tanggal 21 – 23 Februari 2023. Jalur illegal logging (illog) aktif ditemukan dan pelaku berhasil melarikan diri. Diduga orang tersebut sedang memulai merakit tumpukan kayu di pinggir sungai SM Kerumutan. Temuan kayu kemudian dihancurkan dengan cara dipotong menggunakan chainsaw. Keesokan harinya, patroli dilanjutkan dengan penyisiran melalui sungai SM kerumutan dan menemukan jalur illog yang baru dibuka dan barang bukti berupa minyak pertalite yang sudah di campur oli kotor, chainsaw dan terpal untuk tempat istirahat pelaku illog. Barang temuan tersebut dibawa ke pos Resort dan dihancurkan tarpal dengan cara disobek dengan parang. Penyisiran dilanjutkan dan kembali ditemukan adanya bekas olahan yang berada tidak jauh dari pinggir sungai SM kerumutan, namun tidak ditemukan adanya kayu olahan. Petugas segera melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Teluk Binjai terkait dugaan masih adanya warga Teluk Binjai yang beraktivitas di dalam kawasan SM Kerumutan. Karena saat patroli masih ditemukan warga Teluk Binjai tertangkap baik pelaku atau pun barang temuan kayu dan petugas akan melakukan tindakan hukum sesuai undang-undang yang berlaku. Kepala desa Teluk Binjai menyampaikan bahwa sosialisasi kepada warganya sudah sering dilakukan dan akan mencari solusi kepada warganya apabila masih ada yang menjadi illoger mengingat sanksi hukum yang berat dapat dikenakan jika tertangkap oleh petugas. Balai Besar KSDA Riau berharap pemerintah desa selalu mendukung upaya pengamanan kawasan SM Kerumutan dan berharap agar jangan sampai ada warga Teluk Binjai yang menjadi pelaku illog karena akan terkena sanksi hukum. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pengelolaan SM Kerumutan Didukung Banyak Pihak

Pekanbaru, 7 Maret 2023 - Balai Besar KSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) mengikuti kegiatan Focus Group Disscussion (FGD) Penyelamatan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Polres Pelalawan di Kantor Polres Pelalawan, Rabu (1/3). FGD menghasilkan komitmen para pihak untuk bersama mendukung upaya pelestarian SM Kerumutan. Balai Besar KSDA Riau mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Kapolres Pelalawan dimana para pihak yang berkepentingan mendukung optimalisasi pengelolaan kawasan SM Kerumutan dimana keberadaannya sangat penting sebagai habitat satwa liar, keanekaragaman hayati, ekosistem maupun penyangga kehidupan masyarakat sekitar. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I menekankan bahwa dalam pengelolaan konservasi sumber daya alam perlu keterlibatan multipihak sehingga diperlukan sinergitas antara instansi terkait, aparat penegak hukum dan juga masyarakat dengan menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan prinsip mutual respect, mutual trust, dan mutual benefit. Sedang pernyataan dari masyarakat terkait harapan pengembangan wisata alam minat khusus, pembersihan sungai Kerumutan dari Kec.Kerumutan hingga Kec.Teluk Meranti serta permasalahan tenurial (kebun dalam kawasan), harus sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. SM Kerumutan difungsikan untuk tujuan perlindungan dan pengawetan satwa liar dilindungi khususnya Harimau Sumatera dan satwa lainnya. Pengembangan wisata alam terbatas (bukan wisata massal) bisa dilakukan di kawasan SM pada Blok pemanfaatan melalui pengembangan jasa wisata alam (guiding/interpretasi alam, penyewaan jasa wisata alam, pendidikan konservasi dll) yang tidak mengganggu habitat dan keberadaan satwa liar di SM Kerumutan (sesuai daya dukung kawasan). Terkait pembersihan sungai Kerumutan perlu pengkajian sesuai aturan yang berlaku sebagaimana telah disosialisasikan ke Pemda Pelalawan (DLH) oleh Balai Besar KSDA Riau. Kegiatan dihadiri oleh Wakapolres Pelalawan, Bupati Pelalawan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Balai Besar KSDA Riau, Seksi Wil. III Balai Gakkum KLHK, Camat Teluk Meranti, Camat Kerumutan, Lurah Teluk Meranti, Kades Mak Teduh, Lurah Kerumutan dan Kades Teluk Binjai. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mulai Musim Kemarau, BBKSDA Riau Antisipasi Karhutla

Pekanbaru, 7 Maret 2023 - Balai Besar KSDA Riau melalui petugas Resort Kerumutan Utara yang dipimpin Kepala Resort bapak Sehat Nasution melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan di Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan pada tanggal 24 – 26 Februari 2023. Setelah berkoordinasi dengan Polsek Teluk Meranti untuk bersama – sama mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sekitar dan di dalam kawasan SM Kerumutan, patroli dimulai dengan menyusuri sungai Kerumutan sekaligus pemeliharaan papan peringatan dan larangan agar papan tersebut terbaca oleh masyarakat (nelayan tradisional) yang keluar masuk kawasan SM Kerumutan. Saat patroli memasuki sekitar parit Atan Botak Desa Teluk Binjai, Kec.Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, petugas bersosialisasi ke masyarakat Desa Teluk Binjai untuk lebih berhati-hati jika sudah memasuki musim kemarau dan agar tidak membakar lahan terutama bagi masyarakat yang mempunyai kebun/lahan berdampingan dengan kawasan SM Kerumutan. Petugas menegaskan agar berhati hati dan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena hal yang sepele bisa menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.Tim juga menyampaikan agar tidak melakukan kegiatan illegal di kawasan SM kerumutan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Giat Patroli Bersama Dengan MMP di Suaka Alam Lubuk Raya

Tim patroli memantau kondisi kawasan SA. Lubuk Raya SA. Lubuk Raya, 6 Maret 2023 - Suaka Alam (SA.) Lubuk Raya merupakan kawasan hutan konservasi yang memiliki keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna. SA. Lubuk Raya memiliki beberapa desa penyangga, antara lain Desa Sitaratoit, Desa Aek Sabaon, Desa Sugi, dan beberapa desa lainnya. Dalam rangka untuk menjaga kelestarian kawasan SA. Lubuk Raya, khususnya berkaitan dengan flora dan fauna, maka dilakukanlah kegiatan patroli bersama dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Kegiatan patroli bersama ini dilakukan dari tanggal 28 Februari sampai dengan 3 Maret 2023, di 4 (empat) desa, yaitu : Desa Sugi, Desa Marancar Julu, Desa Gapuk Tua dan Desa Aek Sabaon. Dalam kegiatan patroli pada tanggal 1 Maret 2023, Tim menemukan 3 individu (2 dewasa dan 1 anakan) Siamang (Symphalangus syndactylus) di luar kawasan SA. Lubuk Raya. Tim juga menemukan tumpukan kayu di gubuk kebun masyarakat di luar kawasan SA. Lubuk Raya. Dalam sosialisasi kepada warga Tim menyampaikan himbauan agar peduli terhadap satwa liar dan menghindari perbuatan serta tindakan yang mengganggu serta mengancam satwa tersebut. Berlanjut pada tanggal 2 Maret 2023, menindak lanjuti laporan masyarakat Desa Marancar Julu terkait temuan jejak yang diduga jejak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Tim melakukan pengecekan di titik jejak tersebut, dan menyimpulkan bahwa jejak tersebut bukan merupakan jejak harimau, dikarenakan jejak tersebut terlampau kecil. Kemudian Tim berkoordinasi dengan kepala desa terkait jejak tersebut yang bukan jejak Harimau Sumatera. Namun Tim tetap menghimbau agar warga menjaga kewaspadaan dan berhati-hati dalam beraktifitas di ladang masing masing. Kegiatan patroli bersama ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Disamping untuk memantau dan menjaga kondisi kawasan SA. Lubuk Raya, khususnya berkaitan dengan flora dan fauna, kegiatan patroli juga menjadi bagian penting pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan MMP berperan aktif ikut menjaga kelestarian kawasan konservasi. Ke depan pemberdayaan MMP ini akan terus ditingkatkan lagi. Sumber : Parta Basmely (Kepala Resort SA. Lubuk Raya) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Supervisi Persiapan Penilaian Keberhasilan Penanaman Mangrove di Suaka Margasatwa Kuala Lupak

Kuala Lupak, 22 Februari 2023 – Penanaman dan pemeliharaan tahun kedua kegiatan pemulihan ekosistem di Suaka Margasatwa Kuala Lupak di Sungai Bakau Desa Kuala Lupak dan Sungai Bahaur Desa Sungai Telan Besar telah selesai dilaksanakan. Di Sungai Bakau penanaman dimulai Bulan Maret 2020 sampai dengan Januari 2021 dengan luasan yang ditanam 128 Ha dan jenis tanaman Bakau Jangkar, sedangkan untuk Sungai Bahaur luasan yang ditanam sebanyak 286 Ha dengan jenis tanaman Bakau Jangkar dan Rambai. Pelaksana kegiatan adalah Kelompok Kemitraan Konservasi “Suka Maju“ Desa Kuala Lupak dan Kelompok Kemitraan Konservasi “Mandiri Bersama“ Desa Sungai Telan Besar Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala di biayai oleh PT. Adaro Indonesia melalui Kegiatan Penanaman Rehabilitasi DAS Bagi Pemegang IPPKH PT. Adaro Indonesia. Untuk mengetahui pelaksanaan Kegiatan Penanaman Rehabilitasi DAS Bagi Pemegang IPPKH PT. Adaro Indonesia di Kawasan Konservasi SM Kuala Lupak, pada hari Rabu 22 Februari 2023 Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi Kepala SKW II Banjarbaru M. Ridwan Effendi, S.Hut.,M.Si dan Kepala Resort SM Kuala Lupak Barkati melakukan peninjauan lapangan atau supervisi. Hadir pada kesempatan tersebut Bapak H. Abdurahman dan Sigit Purnomo, S.Hut perwakilan dari PT. Adaro Indonesia, H. Helmi dari PT. Graha Prima Amanah dan Kurnaidi dari PT. Desindo Agri Mandiri selaku vendor penanaman. Berdasarkan keterangan H. Helmi selaku vendor penanaman di Sungai Bakau, penanaman dan pemeliharaan tahun kedua telah selesai dilaksanakan dengan prosentase tumbuh tanaman saat ini sekitar 90–93%. Gangguan hama yang terjadi berupa serangan kepiting pada batang biji / bibit bakau dari mulai awal penanaman sampai saat ini. Sedangkan di Sungai Bahaur permasalahan yang dihadapi selama penanaman sampai dengan pemeliharaan tahun kedua adalah adanya gangguan masyarakat pengelola sawah dan tambak serta satwa liar jenis Bekantan dan Lutung yang merusak tanaman bahkan mencabutnya. Dr. Mahrus mengingatkan kepada masing–masing vendor penanaman untuk mempertahankan prosentase tumbuh tanaman dengan cara menyulam tanaman yang mati sebagai langkah persiapan tahapan penilaian keberhasilan penanaman yang akan dilaksnakan oleh tim terpadu. Sedangkan terhadap manyarakat yang pengelola tambak dan sawah yang mengganggu kegiatan penanaman di SM Kuala Lupak akan dilakukan pembinaan dan proses hukum apabila terbukti melakukan pengrusakan tanaman. Lebih lanjut Dr. Mahrus menyampaikan, bahwa berdasarkan hasil supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan P2 dalam rangka persiapan penilaian keberhasilan penanaman, maka pelaksanaan Kegiatan Penanaman Rehabilitasi DAS Bagi Pemegang IPPKH PT. Adaro Indonesia di Suaka Margasatwa Kuala Lupak Blok Sungai Bahaur dan Blok Sungai Bakau yang dilaksanakan oleh PT. Desindo Agri Mandiri dan PT. Graha Prima Amanah bekerja sama dengan Masyarakat Anggota Kelompok Kemitraan Konservasi dapat diajukan untuk tahapan serah terima. Kegiatan pemulihan ekosistem melibatksn parapihak, khususnya masyarakat setempat melalui Kemitraan Konservasi telah berhasil menyelesaikan konflik tenurial sekaligus mengembalikan fungsi konservasi dari kawasan yang telah terkooptasi oleh keterlanjuran tambak. Semoga ini bisa menjadi model dalam mendukung program FOLU Net Sink 2030 pada tingkat tapak sebagai bagian dari kontribusi kawasan konservasi di Indonesia. Sumber: Cecep Budiarto, S.Hut - Balai KSDA Kalimantan Selatan

Menampilkan 1.089–1.104 dari 11.141 publikasi