Selasa, 17 Feb 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan 2017

Jakarta, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Selasa, 10 Januari 2017. Dalam rangka evaluasi dan memberikan arahan teknis kepada seluruh Satker Direktorat Jenderal KSDAE tentang pelaksanaan DIPA TA 2017 dan penyelesaian isu strategis, Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan 2017 di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (10/1/2017). Acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan (Rakorlak) dihadiri oleh seluruh Direktur dan Sekretaris Ditjen KSDAE, seluruh Kepala Satker lingkup Ditjen KSDAE, Kepala Bagian dan Kepala Subdirektorat lingkup Ditjen KSDAE serta eselon IV lingkup Pusat dan jajaran staf terkait. Plt. Direktur Jenderal KSDAE, Bambang Hendroyono, secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan 2017. Kegiatan tersebut bersamaan dengan acara Serah Terima Jabatan Eselon III (Pusat dan UPT) dan Eselon IV (Pusat), Penandatangan Perjanjian Kinerja Tahun 2017, Evaluasi Kegiatan Tahun 2016 & Persiapan Kegiatan Tahun 2017 serta Diskusi Isu Strategis Keterlanjuran. Dalam arahan Rapat Pelaksanaan Kegiatan 2017, Plt. Direktur Jenderal KSDAE menyampaikan apresiasi kepada seluruh satker KSDAE dimana telah tercapai realisasi anggaran sebesar 98%. Keberhasilan selama ini tidak akan terwujud tanpa adanya integritas dari seluruh Kepala Balai dengan saling selalu mengingatkan, selalu menjaga dan selalu lebih baik, selalu ingin terdepan dan maju. Plt. Direktur Jenderal KSDAE menegaskan bahwa sudah saatnya Kepala Balai melaporkan dan merekap kerja selama ini, diantaranya terkait keterlanjuran penggunaan kawasan. Kepala Balai harus menginformasikan kondisi lapangan sebenar-benarnya dan arahan kebijakan yang disusun harus berdasarkan informasi di lapangan. UU. Nomor 41 tahun 1999 bisa dijadikan sebagai pedoman pengurusan perencanaan hutan. Penelaahan kasus keterlanjuran sangat diperlukan sebagai usaha mencapai keberhasilan Direktorat Jenderal KSDAE. Penegakan hukum, perhutanan sosial, dan reforma agraria dapat dijadikan suatu alternatif dalam penyelesaian masalah keterlanjuran. Contoh penyelesaian permasalahan di TN Tessonilo dilakukan dengan usaha sosial kemasyarakatan. Masyarakat di TN Tessonilo yang menolak dan tetap ingin menanam sawit akan dilakukan penegakan hukum. Disamping itu Plt. Direktur Jenderal KSDAE juga mengharapkan kepada pejabat eselon yang sudah dilantik dapat menjalankan semua tugas yang menjadi tanggungjawab sebaik-baiknya, agar dapat terlaksana semua target yang akan dicapai. Selain itu untuk mempercepat Realisasi Anggaran, setiap Satuan Kerja lingkup Ditjen KSDAE diharuskan melaksanakan Gerakan Belanja Barang Persediaan serentak di Bulan Januari. Acara dilanjutkan dengan diskusi dan selesai pada pukul 17:00 WIB.
Baca Berita

Plt. Dirjen KSDAE Menerima Buku Sejarah 5 Taman Nasional Pertama

Jakarta. 10 Januari 2017, Plt. Dirjen KSDAE Bambang Hendroyono menerima buku Sejarah 5 Taman Nasional Pertama dari Bapak Panji Yudistira (pengarang). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam Acara Rapat Koordinasi Pelaksanakan Kegiatan 2017 yang diselenggarakan di Ruang Rimbawan I Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Balai KSDA dan TN seluruh Indonesia.
Baca Berita

PELANTIKAN PEJABAT ESELON III DAN IV LINGKUP KEMENTERIAN LHK

Jakarta, 9 Januari 2016 – Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono melantik 3 orang pejabat eselon III dan 8 orang pejabat eselon IV di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang terdiri dari 1 orang pejabat struktural eselon III pusat dan 3 pejabat struktural eselon III UPT serta 6 orang pejabat struktural eselon IV pusat dan 2 orang pejabat struktural eselon IV UPT. Pelantikan dilaksanakan di Ruang Sonokeling Gedung Manggala Wanabakti yang dihadiri oleh para pejabat struktural eselon I, II dan para undangan lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: 933/MENLHK/SETJEN/PEG.2/12/2016 dan 944/ MENLHK/SETJEN/PEG.2/12/2016 Tanggal 27 Desember 2016. Dalam sambutanya Sekretaris Jenderal berpesan, penyegaran pejabat yang diberikan kepercayaan untuk memegang jabatan, harus mengetahui memahami peran yang dilaksanakan, melaksanakan tugas tanpa pamrih dan penuh tanggung jawab. Selain itu sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, meminta mempercepat langkah kreatif untuk menciptakan kebijakan yang bertanggung jawab. Bangun rasa kebersamaan, ciptakan rasa soliditas dan solidaritas dalam pekerjaan harus senantiasa seiring sejalan yang proporsional, professional dan terukur. Adapun para pejabat yang dilantik antara lain:
Baca Berita

Awal 2017 Ingin Naik Gunung? Jangan Naik Tiga Gunung Ini

BUKA tutup jalur pendakian di sejumlah taman nasional dan gunung biasa dilakukan. Kalau Anda ingin mendaki gunung di bulan-bulan pertama 2017 ini, sebaiknya Anda tidak pergi ke tiga gunung ini. Peremajaan gunung dan faktor cuaca di musim hujan adalah beberapa faktor yang membuat gunung tersebut harus ditutup. Sebelum Anda terlanjur merencanakan perjalanan dan waktu, sebaiknya urungkan niat Anda ke tiga gunung berikut. Selengkapnya...
Baca Berita

Tim Gabungan BKSDA Kalteng Hancurkan Tenda PETI di SM Lamandau

Pangkalan Bun – 23 Desember 2016, Tim Gabungan BKSDA Kalimantan Tengah yang terdiri dari , Polres Kobar dan Kodim 1014/PBN, Balai Gakum, OF-UK dan Anggota MMP menemukan puluhan mesin tambang tanpa izin di SM Lamandau yang terbagi di 4 lokasi. Dari lokasi tambang illegal, petugas menemukan 10 unit mesin dompeng, 2 unit mesin robin dan 8 tenda pekerja tambang yang diduga sebagai tempat tinggal pekerja tambang. Kondisi lokasi tambang cukup parah, diperkirakan mengalami kerusakan seluas ±50 Ha. Operasi gabungan ini diduga telah bocor, pasalnya saat Tim gabungan tiba dilokasi, kondisinya kosong/ tidak ditemukan para pelaku tambang. Tindakan yang diambil oleh petugas Tim Gabungan untuk mencegah para penambang kembali ke lokasi dengan penghancuran mesin dompeng dan membakar tenda pekerja tambang. Sebagai barang bukti petugas mengamankan 1 set mesin dompeng dan 2 unit mesin robbin. Adapun petugas yang tergabung dalam tim diantaranya, 10 orang dari BKSDA Kalimantan Tengah, 5 orang dari Kodim, 5 orang anggota Polres Kobar, satu orang dari Balai Gakum, satu orang dari Yayasan Orangutan Foundation United Kingdom (OFI UK) dan 5 orang staff Resort SM Lamandau. Operasi gabungan ini akan terus di gelar untuk meminimalisir kegiatan penambangan illegal di Kabupaten Kobar khususnya di SM Lamandau. Sumber: BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Upacara Peringatan Hari Ibu di BTN Ujung Kulon

Banten – Bertepatan dengan peringatan hari ibu pada tanggal 22 Desember 2016, Balai Taman Nasional melangsungkan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Ibu Darsih sebagai pembina upacara. Upacara yang diikuti oleh seluruh pejabat dan staf wanita ini berjalan sangat hikmah.
Baca Berita

Kegiatan 1001 pendaki tanam pohon di Taman Nasional Gunung Merbabu

Telah menjadi agenda rutin tahunan dari Komunitas Gugur Gunung “Salatiga Peduli” bersama Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melaksanakan kegiatan penamanan di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Untuk tahun 2016 ini kegiatan penamanan “1001 Pendaki Tanam Pohon (Satu Pendaki Tanam Satu Pohon) 2016 bertema Aksi Kita Halau Bencana. Kegiatan 1001 Pendaki Tanam Pohon dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Desember 2016 dengan lokasi penamanan di sepanjang jalur pendakian Cuntel, Tekelan, Wekas dan Selo. Kawasan hutan di Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan daerah tangkapan air yang menjadi penopang kebutuhan air bagi beberapa wilayah di Jawa Tengah yaitu Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali. Oleh karena itu, upaya konservasi dan pelestarian lingkungan di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu menjadi mutalk diperlukan guna menjaga cadangan air sebagai kegutuhan hidup masyarakat. Kegiatan 1001 Pendaki Tanam Pohon diikuti oleh sekitar 600-700 pendaki yang ikut berpartisipasi menaman di jalur pendakian Tekelan, Cuntel, Wekas dan Selo. Di jalur pendakian Tekelan dikuti 167 pendaki, Cuntel dikuti 265 pendaki, Wekas 70 dikuti pendaki dan Selo diikuti 120 pendaki. Jenis bibit tanaman yang ditanam antara lain puspa, beringin, pinus, dadap, cemara gunung, salam, aren dan jenis lainnya. Seluruh bibit tanaman disediakan gratis, pendaki hanya diminta membawa alat untuk menggali tanah seperti cetok atau pun peralatan lain yang bisa difungsikan sebagai sarana menggali lubang. Pelaksanaan kegiatan berlangsung sejak hari Jumat (16/12) sore dimana panitia sudah menyiapkan segala sesuatunya sedangkan para pendaki yang menjadi peserta kegiatan hari Sabtu (17/12) pagi masing- masing sudah berada di titik kumpul yang tersebar di empat lokasi (basecamp Tekelan, Basecamp Cuntel, Basecamp Wekas dan Resort Selo). Setelah menerima brifieng dari panitia dan dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, secara berkelompok ratusan pendaki mulai bergerak ke sasaran. Tak ada keluhan, tiada ada hambatan, mereka terus merambah ke areal yang ditentukan. Ratusan pendaki lintas kota yang sebelumnya tidak saling kenal, beriringan sembari menenteng bibit tanaman. Aktifitas tersebut berlangsung hingga sore hari. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar walau cuaca mendung dan berkabut. Diharapkan bibit tanaman yang ditanam dapat tumbuh besar dan meningkatkan fungsi kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu sebagai kawasan konservasi. Dan panitia kegiatan beserta staf Balai Taman Nasional Taman Gunung Merbabu selanjutnya akan memantau pertumbuhan dari bibit tanaman yang sudah ditanam. Sumber: tngunungmerbabu.org
Baca Berita

Penyergapan Pemburu oleh Polhut dan RPU Taman Nasional Way Kambas

Lampung – Rabu, 21 Desember 2016 Tim patroli pengamanan kawasan polhut dan RPU Taman Nasional Way Kambas berhasil melakukan penyergapan pemburu. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 wib. Dalam penyergapan tersebut terjadi baku tembak tim patroli dengan 5 (lima) orang tersangka. Tim patroli bekerjasama dengan Polres Lampung Timur untuk menindak lanjuti perkara ini. Dalam kejadian tersebut tersangka berhasil meloloskan diri, tetapi Tim berhasil mengetahui salah satu identitas tersangka. Tim berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit senja api jenis rugen mini 14 no seri 184-87267 dan 11 butir amunisi caliber 5,5 mm dalam magazen; dua unit sepeda dayung; satu unit pompa sepeda; satu unit senter kepala; satu buah HP. Barang bukti saat ini sudah diamankan di polres Lampung Timur. Sumber : TN Way Kambas
Baca Berita

BKSDA Kalteng Berhasil Evakuasi Satu Ekor Bangau Tongtong

Palangka Raya – 16 Desember 2016, Berdasarkan laporan dari masyaralat, Tim TRRC dari SKW 1 melakukan kegiatan konfiskasi di Jl.Willem AS Kota Palangkaraya- Kalteng. Tim Rescue berhasil mengambil 2 ekor burung bangau tongtong dengan kondisi bulu di bagian kepala agak rontok. Bangau tongtong dalam bahasa ilmiah disebut dengan nama latin Leptoptilos javanicus. Dikenal juga dengan nama Lesser Adjutant. Bangau tongtong merupakan Burung rawa berukuran besar ini termasuk dalam keluarga Ciconiidae. Ciri khas dari keluarga ini adalah memiliki leher dan kepala tanpa bulu. Burung bangau tongtong (Leptoptilos javanicus) termasuk burung yang dilindungi undang-undang, sebagaimana tertuang dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999, dan ada kententuan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 bahwa: Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Untuk sementara bangau tersebut dititipan dikandang transit BKSDA Kalimantan Tengah untuk kemudian ditranslokasikan di Taman Nasional Sebangau. Sumber: BKSDA Kalteng
Baca Berita

Penanaman Pohon Di TN Merapi Dalam Rangka Dies Natalis ke-67 UGM

Sleman 17 Desember 2016. Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-67 Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Balai TN Merapi melaksanakan kegiatan penanaman di TN Gunung Merapi. Kegiatan dilaksanakan di Jurang Jero SPTN Wil I BTN Gunung Merapi dengan jumlah pohon sebanyak 6000 bibit dengan jenis Puspa, Berasan, Randu, Ficus, Trembelu, Tesek, Nogosari. Bambu Cendani, Kluek. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rektor UGM, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Muspika Lingkup Kabupaten Magelang, Relawan serta warga Desa Ngargosuko, Tegal Randu, Mranggen dan Srumbung yang merupakan warga di sekitar Taman Nasional. Selain Kegiatan penanaman juga di tampilkan kesenian tradisional berupa tarian Kuda Lumping dengan lakon Raja Seribu Negara. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan adopsi pohon sebagai biaya perawatan. Dari kegiatan tersebut terkumpul uang sejumlah Rp 212.500.000,- dengan jumlah adopsi sebanyak 1700 pohon.
Baca Berita

Ratusan Relawan Bersihkan Sampah Gunung Rinjani

Sebanyak 502 relawan peserta Clean Up Rinjani dari 10 komunitas pencinta alam, TNI, Polri dan pegawai negeri dilepas Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat dengan didampingi oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi, Kasiter Korem Mataram, Kasdim Lombok Timur dan Jajaran Forpimda Kecmatan Sembalun dengan lokasi acara di Desa Sembalun. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 10-11 Desember 2016 itu, telah berhasil mengangkut sampah dengan berat sementara 637.56 kg. Namun sampai dengan hari ini masih ada beberapa karung sampah yang sedang proses turun dari Pos 2 ke Kantor Resort dan ada beberapa karung sedang penimbangan dan pemilahan sampah di pintu pendakian Sembalun dan Senaru. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Agus Budi Santosa berujar, sebelum musim hujan tiba, tumpukan sampah sangat banyak. Setelah memasuki musim hujan, dia sebatas memantau dari Google. “Tampaknya sudah terlihat berkurang karena diduga hanyut terbawa air hujan,” ujarnya. Pelaksanaan kegiatan Clean Up ini dilaksanakan di 2 jalur pendakian Senaru – Sembalun hingga sampai batas Pelawangan (punggungan gunung) sesuai dengan rekomendasi PVMBG dan belum menyentuh wilayah Danau Segara Anakan. Sumber: BTN Gunung Rinjani
Baca Berita

3 Satwa Langka Peliharaan Warga Diserahkan ke BKSDA Sumut

MEDAN - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara, menerima tiga ekor satwa langka dilindungi yang sempat dipelihara warga. Ketiga ekor hewan langka dilindungi itu terdiri dari seekor siamang hitam dan dua ekor kakaktua jambul kuning. Ketiga ekor satwa dilindungi itu diserahkan langsung oleh pemiliknya, saat petugas BKSDA mendatangi rumah sang pemilik di bilangan Patumbak, Deliserdang, Sumatera Utara, kemarin. Kepala BKSDA Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi menjelaskan, penyerahan satwa langka dilindungi ini bermula dari informasi yang diperoleh pihaknya terkait keberadaan satwa langka tersebut. Pihak BKSDA Sumut yang mendapatkan informasi itu lantas melakukan pemeriksaan dan menemukam satwa tersebut dalam keadaan terkurung di dalam kandang. "Kami lalu meminta kepada pemiliknya bernama Sutopo, agar satwa itu diserahkan ke kami karena satwa tersebut dilarang untuk dipelihara. Yang bersangkutan pun bersedia dan langsung menyerahkan satwa tersebut kepada kita," ujar Hotmauli. Usai diamankan, lanjut Hotmauli, Siamang akan diboyong ke Yayasan Bodhicitta di Barumun, Padang Lawas, untuk diperiksa keadaannya. Sementara kakaktua jambul kuning akan dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) yang berada di Sibolangit. "Kami akan periksa dulu kondisi satwa yang diamankan ini. Begitu mereka kita nilai layak untuk bertahan di alam bebas, akan kita lepas liarkan. Segera," tukasnya. Hotmauli berharap, warga yang saat ini menyimpan atapun memelihara satwa langka dilindugi untuk segera menyerahkan satwa miliknya ke BKSDA. Pihaknya pun berjanji tidak akan memproses secara hukum para pemilik satwa langka dilindungi, jika secara sukarela menyerahkan satwa langka miliknya. "Kami kedepankan upaya persuasif. Maka dari itu kami mohon masyarakat kooperatif," tutupnya. Sumber: news.okezone.com
Baca Berita

Petugas TN Bukit Tigapuluh Musnahkan Barang Bukti

Inhu – 4 Desember 2016, Petugas Taman Nasional Bukit Tigapuluh bersama dengan Tim Penyidik Reserse Kriminal Polres Indragiri Hulu melaksanakan pemusnahan barang bukti berupa kayu yang ditebang di Taman Nasional Bukit Tigapuluh / TNBT yang berada di wilayah Indragiri Hulu. Seperti telah diketahui bahwa pemusnahan barang bukti berupa Kayu bulat hasil penebangan di areal Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) dilakukan oleh tersangka KH dan GP. Pelaksanaan pemusnahan barang bukti Ilegal Loging ini dilakukan oleh Pihak TNBT Dan penyidik. Pelaksaann pemusnahan dilakukan dengan menggunakan mesin chainsaw dengan membelah pohon tersebut dan juga menggunakan Paku ukuran 5 Inci yang di tancapkan ke kayu tersebut dengan tujuan agar Kayu tersebut tidak dapat dimanfaatkan lagi. Sumber: BTN Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Pendaratan Penyu Belimbing di Ujung Mangki

(Tapaktuan, 2016) Seekor Penyu Belimbing mendarat dan bertelur di desa Ujung Mangki, Aceh Selatan. Kejadian pada tanggal 26 Nopember 2016 dini hari ini kontan menarik perhatian masyarakat. Mendapat kabar tersebut, petugas Stasiun Pengamatan Penyu yang sedang berpatroli di pantai sekitar tugu batas TNGL dengan desa Ujung Mangki, segera melakukan observasi langsung ke lokasi. Petugas menemukan penyu belimbing yang mendarat di pantai. Jejak penyu mencapai lebar 1,3 meter. Sayang, proses peneluran penyu tak bisa langsung disaksikan. Pendaratan/peneluran penyu belimbing ini langka dijumpai langsung oleh petugas bahkan masyarakat setempat. Tak heran jika moment tersebut menjadi tontonan gratis bagi anak-anak, remaja dan orang tua. Namun kondisi ini ternyata justru membuat penyu belimbing stress. Ia tak mau berjalan menuju pantai sehingga petugas SP Penyu melakukan penggiringan. “ Biar penyu belimbing ini aman dari ancaman manusia dan predator”, ujarnya. Petugas berhasil menggiring penyu ke pantai sekitar pukul 09.00 WIB. Setelahnya, petugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberi pemahaman terkait konservasi penyu. Salah seorang masyarakat Ujung Karang pun menyerahkan telur penyu belimbing kepada petugas SP Penyu sebanyak 47 butir. Petugas kemudian melakukan penanaman telur penyu belimbing tersebut di bak penetasan SP Penyu untuk dilakukan proses inkubasi telur. Sumber: BBTN Gunung Leuser
Baca Berita

Evakuasi Orangutan oleh BKSDA Kalteng

PALANGKA RAYA – 2 Desember 2016, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalteng dana Yayasan BOS Nyaru Menteng kembali menyelamatkan satu individu orangutan berjenis kelamin jantan. Orangutan yang berusia ±18 tahun itu dievakuasi dari Desa Kalawa Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulpis, Kalimantan Tengah. Berdasarkan laporan Bapak Dewie ke BKSDA Kalimantan Tengah Seksi Konservasi Wilayah I, bahwa kebun nanas dan sengon milik warga dirusak orangutan karena kondisi lahan dihabitatnya sudah tidak memungkinkan lagi untuk mencari makan. Dari pemeriksaan secara umum oleh tim medis dari BOSF Nyaru Menteng, orangutan ini dalam kondisi sehat dengan berat badan ±70kg. Sesuai arahan Kepala Balai KSDA Kalimanta Tengah maka orangutan liar tersebut rencananya akan ditranslokasi di Taman Nasional Sebangau Wilayah SPTN II Pulang Pisau dengan perjalnan ke lokasi via kendaraan air diperkiraan sekitar 3 jam perjalanan melalui pengaringan eks PLG. Sumber: BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Aplikasi Model Analisis Spasial dalam Pembuatan Peta Arahan Pengelolaan KK

Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2016, tentang Percepatan Kebijakan Satu Peta (KSP) pada ketelitian skala 1 : 50.000 memberikan mandat kepada Direktorat Jenderal KSDAE untuk menyerahkan Peta Zonasi Pengelolaan Taman Nasional dan Peta Blok Pengelolaan Kawasan Konservasi non Taman Nasional (Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Wisata Alam, Taman Hutan Raya) kepada Tim Penilai Kebijakan Satu Peta (KSP) Badan Informasi Geospasial dan Kemenko Perekonomian, melalui wali data KSP Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan. Tujuan Pembuatan Petunjuk Teknis Aplikasi Model Analisis Spasial dalam Pembuatan Peta Arahan Pengelolaan Kawasan Konservasi adalah tersedianya petunjuk teknis dalam pembuatan peta arahan pengelolaan kawasan konservasi dengan menggunakan model analisis spasial. Dari 551 unit Kawasan Konservasi di seluruh Wilayah Indonesia, masih ada 380 Kawasan Konservasi Non Taman Nasional dan 3 Taman Nasional yang belum mempunyai Zona Pengelolaan dan Blok Pengelolaan. Mengingat target KSP harus selesai pada tahun 2018 serta keterbatasan dana, Sumber Daya Manusia dan Waktu maka diperlukan cara dan metode yang efektif dan cepat. Tahap yang paling krusial dalam pembuatan zonasi atau blok adalah dalam pembuatan peta arahan zona/blok pengelolaan kawasan konservasi, karena peta inilah yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan blok/zona. Keterbatasan dana, Sumber Daya Manusia dan Waktu menyulitkan Unit Pelaksana Teknis dalam menyediakan data hasil inventarisasi potensi. Oleh karena itu Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam mengambil inisiatif untuk mengenalkan metode analisi spasial dalam pembuatan peta arahan. Metode ini dinamakan “Aplikasi Model Analisis Spasial dalam Pembuatan Peta Arahan Pengelolaan Kawasan Konservasi”. Metode ini dapat mempercepat pembuatan Blok/Zona pada kawasan konservasi. Petunjuk Teknis Aplikasi Model Analisa Spasial Dalam Pembuatan Peta Arahan Pengelolaan Kawasan Konse Sofyan PIKA Keterangan : Aplikasi Model Analisis Spasial dalam Pembuatan Peta Arahan Pengelolaan Kawasan Konservasi dapat diperoleh pada : DIREKTORAT PEMOLAAN DAN INFORMASI KONSERVASI ALAM SUB DIREKTORAT INVENTARISASI DAN INFORMASI KONSERVASI ALAM Jalan Raya Padjajaran Nomor 79 Bogor E-Mail : ditpika@gmail.com Sofyanqhbd_forest@yahoo.cpm

Menampilkan 11.009–11.024 dari 11.136 publikasi