Sabtu, 3 Jan 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBKSDA Jawa Barat Lepaskan Tukik di Pantai Batu Hiu

Pangandaran, - 5 November 2016 Kelompok Pecinta Biota Laut Batu Hiu bersama-sama dengan petugas Resor Pangandaran (Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya, Bidang KSDA Wilayah III Ciamis BBKSDA Jabar), masyarakat dan pengunjung dari Jakarta, telah melepasliarkan tukik (anak Penyu) di Kawasan Ekosistem Esensial Batu Hiu Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Tukik yang dilepasliarkan tersebut terdiri dari: - Tukik Penyu Hijau sebanyak 197 ekor - Tukik Penyu Sisik sebanyak 3 ekor Kegiatan pelepasliaran ini sebagai bentuk kesadaran masyarakat dalam upaya pelestarian Penyu di Kawasan Ekosistem Esensial di wilayah BBKSDA Jabar. Sumber: BKSDA Jawa Barat
Baca Berita

PEMBINAAN & APEL SIAGA POLHUT LINGKUP BKSDA BENGKULU

Bengkulu, 4 November 2016. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu mengadakan kegiatan Pembinaan dan Apel Siaga Polhut dengan tema Kerja Keras, Cerdas, Ikhlas dan Amanah dari tangggal 2 – 4 November 2016 di TWA Way Hawang, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Kegiatan tersebut diawali Apel Siaga dengan Pembina Kepala Balai BKSDA Bengkulu Ir. Abu Bakar serta dihadiri oleh semua pejabat struktural dan Polhut lingkup BKSDA Bengkulu dengan jumlah peserta 40 orang. Dilanjutkan dengan acara Pembinaan oleh Kepala Balai BKSDA Bengkulu serta Pembinaan dari Kasad Binmas Polres Kaur serta acara Outbond dan games dengan mitra konservasi BKSDA Bengkulu serta pelepasan 50 tukik di pantai TWA Way Hawang. Kegiatan ini didukung oleh dana kerjasama antara BKSDA Bengkulu dengan PT. Dua Putra Perkasa Pratama. Kegiatan pembinaan dan apel siaga ini bertujuan menjalin silaturahmi khususnya diantara Polhut dari BKSDA Bengkulu dan Lampung, memotivasi Polhut untuk bekerja lebih keras dan sungguh – sungguh serta bertanggung jawab kepada kawasan yang dipangku, membangun kerjasama dan kekompakan diantara Polhut serta menjalin kerjasama dengan mitra untuk peduli dengan konservasi. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pembinaan dan apel siaga ini yaitu peningkatan kedisiplinan disertai sasaran kinerja yang jelas, mandiri, kreatif dan inovatif khususnya Polhut lingkup Balai KSDA Bengkulu. Sumber : BKSDA Bengkulu
Baca Berita

BKSDA Kalbar Gagalkan Penyelundupan 300 Ekor Burung Dilindungi

Pontianak - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bekerjasama Petugas Pos Pelabuhan Laut Dwikora berhasil menggagalkan pengiriman burung kacer sebanyak 300 ekor serta menangkap pelaku, Sabtu (5/11). Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku yang diamankan merupakan warga jalan. Martadinata Kompleks Martamandala No. A3 Kel. Sungai Jawi Luar, Kec. Pontianak Barat – Pontianak berinisial CP. CP ditangkap saat hendak mengirim burung kacer sebanyak 300 ekor. Dari hasil keterangan pelaku, satwa tersebut diperoleh/dibeli dari masyarakat sekitar wilayah Kabupaten Sambas. Satwa tersebut dibawa dengan tujuan Semarang tanpa dilengkapi dokumen yang sah (SATS - DN). Pelaku sementara sedang dimintai keterangan dan diberikan pemahaman untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Apabila pelaku berminat, pihak dari BKSDA Kalimantan Barat mendorong untuk melakukan penangkaran. Satwa hasil pengamanan tersebut dilepas liarkan di sekitar kawasan Cagar Alam Mandor Kabupaten Landak dan Cagar Alam Raya Pasi Kota Singkawang (06/11). Sebelumnya Satwa tersebut diamankan di kandang Transit Balai KSDA Kalimantan Barat. Sumber : BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Masyarakat Serahkan Satwa Secara Sukarela Ke BKSDA Kalbar

Pontianak - Kesadaran masyarakat akan tumbuhan dan satwa liar dilindungi semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan diserahkannya seekor Kukang (Nycticebus coucang) berjenis kelamin betina dengan kondisi sehat dari seorang warga kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa (TSL) BKSDA Kalbar (3/11). Satwa tersebut diserahkan pemiliknya bernama Krist warga Sungai Raya, Pontianak. Menurut informasi sang pemilik, Satwa didapat dari pemberian orang di daerah Tayan, pada saat yang bersangkutan dalam perjalanan pulang ke Pontianak. Satwa Kukang tersebut baru diterimanya sekitar dua jam sebelum penyerahan. Saat ini, satwa diamankan di kandang Transit Balai KSDA Kalimantan Barat untuk selanjutnya rencana akan dititiprawatkan dan direhabilitasi di YIARI Ketapang. Ditempat berbeda seorang warga Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas menyerahkan 1 ekor bekantan jantan berumur 6 tahun dalam keadaan sehat, satwa tersebut sempat dipeliharanya selama lebih kurang 6 tahun yang lalu. Saat ini satwa tersebut dititiprawatkan dan direhabilitasi di Lembaga Konservasi Sinka Zoo - Singkawang. Untuk jenis satwa Kukang (selama ini merupakan satwa favorit peliharaan), merupakan penyerahan secara sukarela dari masyarakat yg ke - 21 kepada BKSDA Kalimantan Barat selama kurun waktu tahun 2016 sampai dengan hari ini. Hal ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa di habitat alamnya, serta pertimbangan animal welfare (tercatat ada beberapa jenis satwa lain yg dilindungi yg juga diserahkan secara sukarela). Sekaligus mencerminkan hasil dari upaya kegiatan konservasi, baik secara preventif - persuasif (Patroli, Sosialiasi - Penyuluhan) maupun represif (Penegakan Hukum) yang selama ini terus dilakukan. Sumber: BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Peresmian Pulau Salat Nusa Sebagai Pulau Pra Release Orangutan

Palangka Raya, 3 November 2016, Gubernur Kalimantan Tengah telah meresmikan Pulau Salat di Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah sebagai pulau untuk pra release Orangutan. Pulau Salat Nusa tidak teridentifikasi memiliki populasi orangutan liar, cukup luas untuk mendukung kemampuan adaptasi, sosialisasi, dan ketersediaan pakan bagi orangutan saat mengikuti pra-pelepasliaran ke hutan. Pulau tersebut dimiliki oleh BOSF seluas sekitar 600 ha dan CBI Group seluas sekitar 1400an ha. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama BOSF dgn CBI Group. Ke depan kumpulan pulau Salat selain sebagai pulau pra release juga akan dijadikan SANCTURY untuk Orangutan yang tidak mungkin di release (cacat, tidak bisa diliarkan, sakit dan sebagainya) yang ada di pusat rehabilitasi satwa BOSF Nyaru Menteng. Pada kesempatan tersebut dilakukan pra release terhadap 6 Orangutan oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, CEO BOSF, CEO SSMS/CBI Group, Komisaris SSMS/CBI Group dan Kepala desa Pilang. Sumber : BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Tim Patroli BKSDA NTB Temukan Lokasi Perambahan Kawasan

NTB - Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB, menggelar patroli pengamanan kawasan TWA Madapangga Kabupaten Bima yang dilaksanakan pada tanggal 22 s/d 30 Oktober 2016. Dalam operasi tersebut petugas patroli menemukan adanya perambahan kawasan yang berada di Blok Perlindungan Pal B.83 di TWA Madapangga yang dilakukan oleh beberapa orang masyarakat desa Ndano & Monggo. Pada pelaksanaan operasi tersebut, petugas patroli mengamankan 2 orang pelaku perambahan kawasan berinisial SS warga Desa Monggo Kecamatan. Madapangga Kabupaten. Bima dan SM Warga Desa Ndano Kabupaten Bima. Kedua pelaku tersebut saat ini telah ditangani oleh Polres Bima untuk dilakukan proses lebih lanjut. Adapun luas kawasan yang dirambah sekitar 10 ha. Sumber : BKSDA NTB
Baca Berita

Kemah Generasi Lingkungan Untuk Konservasi Dan Cinta Alam 28 s/d 29 Oktober 2016

Memperingati Hari sumpah Pemuda tanggal 28-29 Oktober 2016, Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan menyelenggarakan kampanye penyadartahuan dengan mengambil tema “Kemah Generasi Lingkungan untuk Konservasi dan Cinta alam “. Dilatar belakangi oleh keprihatinan semakin menurunnya kualitas kondisi lingkungan hidup dan maraknya penyelundupan atau perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan memandang penting untuk menanamkan kesadaran melindungi kualitas lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati kepada generasi muda. Sejarah membuktikan bahwa generasi muda merupakan aktor utama bagi terjadinya perubahan yang fundamental dalam tatanan berperikehidupan. Kemah Generasi Lingkungan untuk konservasi dan cinta alam ini diikuti oleh Siswa/Siswi tingkat SMP atau anggota pramuka penggalang dari 12 Sekolah dengan jumlah 60 penggalang dan 12 pembina. Para pelajar yang berseragam pramuka ini mendirikan tenda dan berkemah di depan kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di taman kalpataru selama 2 hari, untuk kemudian melakukan petualangan yang menyenangkan dipandu oleh pembawa acara kondang, Valerina Daniel. Kemah Generasi Lingkungan untuk Konservasi dan cinta alam ini bertujuan untuk membangun ruang pendidikan dan percontohan edukasi yang menyenangkan (edutainment) bagi generasi muda melalui pembangunan rasa cinta dan tanggungjawab terhadap lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendisain 6 sesi permainan yang edukatif dan menyenangkan seperti Giat petualangan, Giat Pengetahuan; Giat Kreativitas; Giat Pentas Seni; Giat Refleksi Sumpah Pemuda dan Giat Jelajah Hutan. Yang menarik adalah dalam giat jelajah hutan, peserta akan diuji untuk memahami pengenalan jenis satwa dan sebaranya di Indonesia, pengenalan jenis kayu, pembibitan, daur ulang sampah dan kompos, serta ekosistem laut. Selain itu untuk memperluas cakupan kampanye, para peserta juga akan diuji kreatifitasnya dalam mengunggah video atau gambar-gambar menarik ke dalam media sosial sebagai bentuk kampanye. Kedua belas sekolah tersebut secara berkelompok putra dan putri akan memperebutkan hadiah-hadiah yang menarik seperti sepeda gunung, kamera dan smartphone. Puncak kegiatan memperingati hari sumpah pemuda ini akan dimeriahkan oleh penampilan Oppie Andariesta dan Band T. Koes serta perenungan Sumpah Pemuda yang akan dipimpin oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Siti Nurbaya Bakar. Acara puncak diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 2016 malam, di auditorium selain diikuti oleh pejabat eselon I, II, dan III lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, juga diundang Direksi Perum Perhutani, Direksi PT. Inhutani serta ketua Asosiasi Kebun Binatang se Indonesia dan Ketua Himpunan Asosiasi flora-fauna Indonesia serta manajemen Perbankan yang berkantor di Manggala Wanabakti. Dengan kegiatan kampanye ini Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan menyampaikan pesan yang kuat bahwa melindungi kualitas lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat Indonesia tetapi juga menyiapkan generasi yang akan datang untuk tidak kehilangan modal strategisnya dalam membangun negara dan bangsa ini. Di masa depan dengan modal keanekaragaman hayati dan kualitas lingkungan hidup yang terjaga dengan baik, Indonesia akan menjadi negara paling diperhitungkan tidak hanya di lingkungan ASIA tetapi juga secara global.
Baca Berita

BKSDA Kalimantan Tengah Lakukan Translokasi Orangutan ke SM Lamandau

Pontianak, 26 Oktober 2016 Tim Rescue Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalimantan Tengah berhasil melakukan translokasi satwa berupa orangutan jantan berumur 15 tahun dengan berat ±60 kg berlokasi di sungai Buluh SM Lamandau. Orangutan tersebut merupakan hasil rescue pada tanggal 24 Oktober 2016 di Desa Mendawai Seberang Km 11 yang telah melewati masa karantina selama 3 hari di kantor Daops yang telah dinyatakan sehat oleh dokter hewan Steven dari OF-Uk. Sumber: BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Tim Gabungan BKSDA Kalbar Tangkap Penampung – Perdagangan Satwa Liar Dilindungi

Pontianak – Tim Gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum –LHK bekerjasama dengan Korwas PPNS Ditkrimsus Polda Kalbar dan Jaringan LSM Scorpion menggrebek rumah penampungan perdagangan satwa liar (Trenggiling – Manis javanicus) yang dilindungi undang-undang di Jalan Tanjungpura, Pontianak, Rabu (26/10/2016). Dalam penggrebekan itu petugas mengamankan satu tersangka berinisial LN dan barang bukti berupa 40 ekor trenggiling yang sudah dikuliti seberat 200 kg, 1 ekor tringgiling hidup, 1 ekor offsetan trenggiling, 1 ekor kancil yang sudah dikuliti seberat 1 kg, 4 ekor tupai tanah yang sudah dipanggang seberat 1 kg, dan 1 unit freezer. Untuk sementara barang bukti yang masih hidup dititip rawatkan di kandang transit Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat. Pemilikan satwa liar dilindungi tersebut melanggar Pasal 21 ayat 2 dan dapat dikenakan Pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 dengan penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. Sumber: BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Peresmian Conservation Response Unit (CRU) di BKSDA Aceh

Meulaboh – BKSDA Aceh telah mengoperasikan Conservation Response Unit (CRU) yang ke 7 di Alue Kuyun Kab Aceh Barat. Dengan menempatkan 4 ekor gajah jinak terlatih beserta mahoutnya dari PLG di Kab Aceh Besar. (24/10). Peresmian CRU Alue Kuyun yang dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Barat ini bermaksud untuk mendukung penanggulangan konflik antara manusia dan gajah liar yang masih memprihatinkan di lokasi tersebut. Selama ini kawanan gajah liar sering memasuki area pemukiman penduduk dan merusak tanaman, sehingga membuat resah warga sekitar. Diketahui satwa tersebut memang memiliki wilayah jelajah yang luas dan sebagian wilayah jelajahnya itu sekarang telah berubah menjadi pertanian atau perkebunan kepala sawit, sehingga kemudian memicu konflik gajah dengan manusia. Pada sisi lain, beberapa ekor gajah ditemukan mati di Kab Aceh Barat, bahkan sebagian kehilangan gading dan mati. Optimalisasi peran base camp dan CRU Alue Kuyun diharapkan akan memberikan perlindungan kepada manusia itu sendiri dan gajah liar tersebut dalam menjaga keseimbangan dan kelestaria alam. Sumber : BKSDA Aceh
Baca Berita

UJICOBA PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN PENGUNJUNG DAN TATA TERTIB PENDAKIAN GUNUNG BULUSARAUNG

Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung melakukan uji coba penerapan SOP Pelayanan Pengunjung dan Tata Tertib Pendakian Gunung Bulusaraung pada tanggal 22 s.d 23 Oktober 2016 di Pos Pelayanan Pengunjung Gunung Bulusaraung Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada pengunjung dan mempertahankan kelestarian daya tarik objek wisata Gunung Bulusaraung melalui penerapan tata tertib pendakian. SOP Pelayanan Pengunjung menjelaskan mengenai mekanisme/alur/tahapan yang harus dilalui oleh pengunjung untuk menjadii pengunjung resmi Gunung Bulusaraung sedangkan tata tertib pendakian mengatur hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pengunjung selama melakukan aktivitas pendakian baik di lingkungan Desa Tompobulu maupun dalam kawasan taman nasional. Uji coba penerapan SOP dan tata tertib pendakian Gunung Bulusaraung dilakukan oleh Satuan Tugas (satgas) pelayanan pengunjung yang terdiri dari POLHUT, PEH dan tenaga kontrak Balai TN. BABUL serta masyarakat Desa Tompobulu melalui Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE) Dentong. Pengunjung didorong untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kegiatan wisata alam di Gunung Bulusaraung yang tertib, aman, nyaman, dan lestari melalui pemberian edukasi konservasi dan nilai-nilai budaya lokal Desa Tompobulu. Upaya meningkatkan kesadaran pengunjung tersebut juga dilakukan melalui proses pemeriksaan barang bawaan dan sampah pada saat check in dan check out oleh pengunjung bersama-sama dengan satgas pelayanan pengunjung. Pelayanan pengunjung dibuka pada pukul 07.00 s.d 23.00 wita setiap harinya, tercatat sebanyak 269 orang pengunjung terdaftar sebagai pengunjung resmi pada tanggal 22 s.d 23 Oktober 2016 setelah melewati seluruh proses yang ditentukan. Uji coba penerapan SOP Pelayanan Pengunjung dan Tata Tertib Pendakian Gunung Bulusaraung berjalan dengan tertib dan lancar, pengunjung dengan sukarela menitipkan barang bawaan yang tidak boleh dibawa naik seperti detergen, sabun, pasta gigi, shampoo, alat musik, alat tulis, dan lain-lain sebagaimana diatur dalam tata tertib pendakian yang kemudian diambil kembali pada saat check out. Jumlah sampah yang dibawa turun oleh pengunjung dalam kegiatan tersebut sebanyak 7 karung, dikenakan sistem reward and punishment bagi pengunjung terkait sampah. Pengunjung yang membawa turun sampah tidak sesuai (kurang) dari daftar yang diisikan dalam formulir sampah dikenakan sanksi denda sebesar Rp. 2000/item, dan pengunjung yang membawa turun sampah lebih dari daftar dalam formulir sampah diberikan souvenir berupa gantungan kunci taman nasional, sticker, dan lain-lain. Penerapan SOP Pelayanan Pengunjung dan Tata Tertib Pendakian Gunung Bulusaraung selanjutnya akan dilakukan setiap sabtu dan minggu dimana pada hari tersebut tingkat kunjungan tinggi. Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut secara rutin akan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung, mengurangi dampak negatif yang disebabkan sampah dalam kawasan dan wilayah Desa Tompobulu, mencegah tindakan vandalisme, mengurangi resiko kecelakaan pengunjung, dan menjaga daya tarik wisata alam Gunung Bulusaraung. Oleh : Daniwari Widiyanto, S.Hut, M.Si (Kepala SPTN Wilayah I Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung).
Baca Berita

Penyerahan Kukang Secara Sukarela Dari Warga

Pontianak- Kesadaran masyarakat akan tumbuhan dan satwa liar dilindungi semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan diserahkannya seekor Kukang (Nycticebus coucang) dari seorang warga kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa (TSL) Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang-BKSDA Kalbar (23/10). Satwa ini diserahkan pemiliknya bernama Rusmansyah warga Ketapang, Pontianak. Menurut informasi sang pemilik, satwa ini ditemukan di kawasan hutan sekitar Kec. Tumbangtiti. Satwa Kukang tersebut sempat dipeliharanya selama 5 bulan. Saat ini, satwa langsung dititip rawatkan untuk direhabilitasi di YIARI - Ketapang, hingga dapat direlease kembali di habitat aslinya. Penyerahan satwa secara sukarela ini merupakan yang ke - 20 kepada BKSDA Kalimantan Barat selama kurun waktu tahun 2016 sampai hari ini. Hal ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa di habitat alamnya, serta pertimbangan Animal Welfare (tercatat ada beberapa jenis satwa lain dilindungi yang juga diserahkan secara sukarela). Dan sekaligus mencerminkan hasil dari upaya kegiatan konservasi, baik secara preventif-persuasif (Patroli, Sosialisasi - Penyuluhan) maupun represif (Penegakan Hukum) yg selama ini terus dilakukan. Sumber: BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Evakuasi Orangutan di BKSDA Kalimantan Tengah

Kalteng – Tim Rescue SKW I P.Raya BKSDA Kalimantan Tengah mendapatkan laporan dari warga Desa transmigrasi Hyang Bana dengan adanya Orangutan yang merusak kebun milik warga. Tim Rescue SKW I bersama BOSF langsung melakukan evakuasi terhadap satwa tersebut pada Minggu 23 Oktober 2016. Setelah melakukan penyisiran 3 jam dilokasi, tim berhasil menemukan dan menyelamatkan Orangutan tersebut. Dalam evakuasi tersebut Tim Rescue SKW I menyelamatkan 1 (satu) induk yang berumur 18 tahun dan anaknya yang berumur 3-4 tahun dengan jenis kelamin betina dalam kondisi sehat. Menurut informasi yang didapat dari warga sekitar, Orangutan tersebut sering sekali muncul dan merusak kebun warga. Hal tersebut sangat meresahkan warga sekitar. Selanjutnya Tim Rescue SKW I membawa Orangutan yang berhasil diselamatkan ke pusat rehabilitasi BOSF untuk dilakukan pengecekan medis. Kemudian akan di translokasikan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Sumber : BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Penyelamatan Harimau Oleh BKSDA Aceh

Aceh – BKSDA Aceh telah melakukan tindakan penyelamatan terhadap harimau yang terjerat oleh kawat seling yang berlokasi dalam kawasan hutan lindung di Kab Aceh Tengah. Saat itu Ka BKSDA Aceh mendapatkan laporan dari Tim patroli Pengaman Habitat dan langsung membentuk Tim Rescue yang terdiri dari BKSDA Aceh, FKH Unsyiah dan Yayasan FKL. (19/10) Tim langsung merencanakan teknis pelaksanaan rescue dan mempersiapkan kebutuhan yang akan dimobilisasi ke TKP. Kemudian berselang waktu cukup lama harimau yang terjerat tersebut sudah terlepas dari jeratannya. Setelah itu harimau tersebut kembali bergabung dengan harimau lainnya dan bergerak menjauhi TKP. Selanjutnya tim Patroli melakukan pengecekan terhadap lokasi jerat dan segera membersihkan jerat-jerat yang terpasang. Hasil pembersihan oleh tim didapatkan 9 jeratan kawat seling yang dipasang oleh pemburu. Sumber : BKSDA Aceh
Baca Berita

BKSDA Aceh Menerima Penyerahan Sukarela Orangutan Sumatera

Aceh – BKSDA Aceh telah menerima secara sukarela satwa liar dilindungi dari masyarakat. Hal ini membuktikan akan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap satwa liar dilindungi. Penyerahan secara sukarela satwa liar dilindungi dilakukan oleh warga Desa Pante Cermin Kec Babahrot Kab Aceh Barat Daya yang bernama Amiruddin berupa 1 (satu) individu Orangutan Sumatera. Penyerahan dilakukan pada hari Rabu, 19 Oktober 2016. Orangutan Sumatera yang bernama Mingki telah dipelihara oleh Amiruddin sejak 1 (satu) tahun lalu berjenis kelamin jantan berusia 4 tahun ini dalam kondisi sehat. Saat ini Orangutan Sumatera tersebut sudah berada di kantor BKSDA Aceh. Selanjutnya akan dibawa untuk dilakukan rehabilitasi ke Stasiun Batu Embelin Sumatera Utara. Dan kemudian dilepasliarkan kembali kehabitat alaminya di kawasan Hutan Jantho Kab Aceh Besar. Sumber : BKSDA Aceh
Baca Berita

Pemadaman Kebakaran Hutan di TNGR

NTB - 17 Okt 2016 sekitar pukul 07.30 wita, tim yang berjumlah 10 orang terdiri dari 4 orang petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan 6 org Masyarakat Mitra Polhut (MMP) berhasil padamkan kebakaran hutan di Taman Nasional Gununrg Rinjani. Kejadian kebakaran berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani pada jalur pendakian Timbenuh dengan nama lokasi Gunung Belo pos 2 (pancor tayip) pada ketinggian antara 1724 mdpl s.d 1777 mdpl. Luasan kawasan yang terbakar sekitar 5 Ha yang tersebar sebanyak 6 titik dgn vegetasi alang2, rumput, dan semak. Operasi pemadaman dilakukan dari pukul 12.30 sd. 16.30 wita dan api berhasil padam, tim bergerak meninggalkan TKP setelah dipastikan tidak ada asap/bara api. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani

Menampilkan 10.993–11.008 dari 11.091 publikasi