Rabu, 18 Feb 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kegiatan Kemanusiaan Penanggulangan Banjir Balai KSDA Sulawesi Utara

Manado – Senin, 13 Februari 2017. Akibat banjir, petugas Balai KSDA Sulawesi Utara dan Tim Manggala Agni melakukan kegiatan kemanusiaan penanggulangan Bencana Banjir di Kota Bitung. Tim terdiri dari 3 (tiga) regu yang berisikan 10 personil dari Balai KSDA Sulawesi Utara dan Manggala Agni. Regu pertama bertugas melakukan kegiatan pembukaan akses jalan dari Kota Bitung menuju Kelurahan Batuputih serta pembuatan parit untuk memindahkan serta mengamankan jalan raya yang terus digerus aliran air. Selanjutnya regu kedua bertugas menyiapkan persiapan menuju ke Kecamatan Aertembaga menunggu akses jalan terbuka dari regu pertama sedangkan regu ketiga melakukan dengan masyarakat setempat. Sumber Info : Balai KSDA Sulawesi Utara
Baca Berita

Lagi, Pemadaman Api di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum

Semitau – Senin, 13 Februari 2017. Tim SPTN Wilayah VI Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum bersama tim bantuan petugas Ground Check titik hotspot berhasil menemukan sumber asap baru di daerah pertemuan Sungai Sensei dan Sungai Sarang Elang (yang sebelumnya asap diduga berasal dari daerah Belibis Panjang) dalam perjalanan kembali ke Pos setelah berhasil memadamkan kebakaran hutan di Suak Pembunuh, Resort P.Majang. Tim langsung menuju sumber asap dan menemukan kebakaran Tajuk diantara Sungai Sensesi dan Sungai Sarang Elang wilayah Resort Tengkidap SPTN VI Semitau dengan koordinat N 00°49'17.5" E 111°59'52.0". Tim segera menganalisis lapangan dan melakukan pemadaman dini dengan sumber air yang digunakan untuk pemadaman di koordinat N 00°49'17.2" E 111°59' 53.7". Karena kebakaran jauh lebih massive dan menyerang tajuk pohon disertai api yang meloncat ke pulau lain di sebrang sungai, tim melakukan koordinasi dengan Balai PPI Kalimantan dan Balai KSDA Kalimantan Barat (DAOPS Semitau) untuk mendapat dukungan personil Manggala Agni dan peralatan pemadaman. Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Pengamananan Kayu Bertuah

Sumbawa Barat – Minggu, 12 Februari 2016. Balai KSDA Nusa Tenggara Barat bersama anggota MMP Labuhan Mapin, tokoh masyarakat dan anggota Polsek Alas Barat berhasil mengamankan 3 (tiga) pelaku penebangan kayu Setigi di KSA Pulau Panjang. Melalui keterangan pelaku Tim Balai KSDA Nusa Tenggara Barat berhasil mengamankan tumpukan kayu Setigi sebanyak 1 (satu) truk di gudang Palomas Wilayah KSB. Barang bukti yang berhasil dikumpulkan terdiri dari 2 (dua) buah gergaji tangan, 1 (satu) unit long boat dan tumpukan kayu Setigi sebanyak 1 (satu) truk. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diserahkan Balai KSDA Nusa Tenggara Barat ke Polsek Alas Barat dan di teruskan ke Polres Kabupaten Sumbawa Barat untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sumber Info : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan Menangkap Pelaku Jual Beli Satwa Liar

Pesisir Barat - 11 Februari 2017. Tim Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan bersama dengan RPU-Yabi berhasil menangkap pelaku jual beli satwa liar pada hari sabtu, 11 februari 2017 pukul 21.30 waktu setempat. Pelaku bernama Mar Husin bin Surya, warga desa Pahmungan Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Pelaku tertangkap telah menyimpan, memiliki dan memperjualbelikan bagian tubuh satwa liar yang dilindungi Undang – Undang dan melanggar pasal 40 ayat 2 jo. Pasal 21 ayat 2 huruf a dan d Undang - Undang No.5 Tahun 1990. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 (satu) buah opsetan kepala rusa lengkap dengan tanduknya dan 1 (satu) bilah golok panjang. Saat ini pelaku dan barang bukti telah diserahkan Tim Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan ke Polsek Pesisir Tengah untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sumber Info : Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Pemadaman Api di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum

Semitau – Sabtu, 11 Februari 2017. Tim Manggala Agni dan Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum berhasil melakukan kegiatan pemadaman dini kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum yakni di lokasi Suak Pembunuh, Resort Pulau Majang SPTN VI Semitau. Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) berada di kiri dan kanan Sungai Suak Pembunuh dengan koordinat N 00°50'19.5" E 111°57'48.0" Tim SPTN Wilayah VI Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum memulai pemadaman sekitar pukul 9.30 lalu dibantu Tim Manggala Agni pada pukul 14.00. Tim memfokuskan pemadaman di sebelah kanan Sungai Suak Pembunuh dikarenakan intensitas kebakarannya lebih besar dan dikhawatirkan menjalar ke hutan yang belum pernah terbakar sebelumnya. Tipe kebakaran yang terjadi yaitu api tidak terlalu massive tapi terus bergerak dipermukaan tanah dan berada di Zona Tradisional Daratan dengan lokasi sumber air terdekat 56m ke kepala api. Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Evakuasi “Ratu Buaya”

Demak – Kamis, 9 Februari 2017. Tim Balai KSDA Jawa Tengah berhasil mengevakuasi ‘Ratu Buaya’ yang dipelihara di Pondok Pesantren Al Hidayat Dukuh Krasak Desa Temuroso Kecamatan Guntur Kabupaten Demak. ‘Ratu Buaya’ tersebut dipelihara sejak tahun 2000 oleh pemangku Pondok Pesantren tersebut An. KH Ahmad Baedowi. Selanjutnya buaya betina tersebut diserahkan ke Balai KSDA Jawa Tengah yang akan dititiprawatkan di Lembaga Konservasi yang sudah mempunyai ijin untuk indukan penangkaran. Sumber Info : Balai KSDA Jawa Tengah
Baca Berita

Pelepasliaran Burung Ciblek

Jambi – 8 Februari 2017. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jambi berhasil melepasliarkan 900 ekor burung berjenis ciblek di hutan kota Jambi. Burung - burung tersebut merupakan tangkapan Polres Muaro Jambi yang didapat dari 2 pelaku yang membawa burung - burung tersebut tanpa dokumen yang sah. Sumber Info : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Penantian Panjang Kelahiran Anoa

Manado – Rabu, 8 Februari 2017. Penantian panjang Balai KSDA Sulawesi Utara bersama BP2LHK Manado, ABC (Anoa Breeding Centre), Perwakilan dari PT. Cargil serta beberapa pemerhati konservasi membuahkan hasil dengan kelahiran bayi Anoa di Anoa Breeding Centre pada hari Selasa, 7 Februari 2017 pukul 17.00 WITA, dengan jenis kelamin jantan, berat 5,2 kg serta panjang 49 cm secara normal dibantu tim dan dokter Hewan ABC. Bayi Anoa tersebut berasal dari indukan yang bernama Denok, salah satu anoa di ABC. Peristiwa langka ini tentu saja sangat membanggakan sekaligus mengembirakan mengingat anoa adalah salah satu spesis endemik Sulawesi yang terancam punah serta ini merupakan kelahiran alami anoa pertama yang benar-benar sukses, dimana bayi anoa lahir dengan selamat dan sehat hingga saat ini Humas ABC BP2LHK Manado, Margaretta Christita, S.Hut mengatakan proses kelahiran anoa kali ini memang dipersiapkan secara matang oleh tim ABC agar kejadian masa lalu yaitu kematian bayi anoa tidak terulang lagi. “Belajar dari kejadian kemarin, kami tidak ingin terulang lagi makanya sebelumnya kami sudah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penanganan kelahiran Anoa jadi segala kemungkinan yang terjadi pada proses kelahiran bisa kami cover dengan prosedur yang benar,” kata Christita. Lebih lanjut tim dokter hewan ABC BP2LHK Manado, drh. Adven TAJ Simamora menjelaskan tanda-tanda anoa akan melahirkan sudah terlihat pada pukul 11.00 WITA. “Denok sudah terlihat menyendiri sekitar pukul 11.00 dan dari pengamatan kami melalui CCTV, proses kontraksi terjadi pada pukul 14.00 awalnya kami hanya memantau dan membiarkan secara alami proses persalinan tersebut apalagi pada pukul 15.50 kaki bayi Anoa sudah terlihat keluar tapi setelah beberapa lama ternyata tak kunjung melahirkan, sehingga sesuai SOP tim memutuskan untuk mengambil tindakan,” kata drh. Adven. drh. Adven yang pada saat itu dibantu oleh Drh. Stefani Sembiring dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki juga menjelaskan bahwa apa yang terjadi pada saat itu adalah kondisi bayi Anoa dalam posisi Distoksia atau dalam istilah manusia sungsang. Hal ini menyebabkan induk Anoa Denok kesulitan untuk melahirkan. “Kami mulai melakukan tindakan penanganan dengan melakukan reposisi dan penarikan bayi Anoa yang sungsang tersebut pada pukul 17.16 dan empat menit kemudian, pukul 17.20 Wita bayi Anoa lahir. Penanganan yang kami lakukan ini tentunya sesuai dengan SOP agar induk Anoa tidak stres. Selain itu, kami tegaskan tidak ada perlakuan kasar, karena ini juga bisa membuat bayi maupun induk Anoa menjadi tidak nyaman," jelas drh. Adven. Pengalaman yang dipetik oleh Balai KSDA Sulawesi Utara, BP2LHK Manado dan tim atas 2 kali kelahiran sebelumnya adalah perlunya dokter hewan yang standby di kandang untuk memeriksa kesehatan dan penanganan kelahiran (difasilitasi penyediaan dokter hewan oleh PT. Cargill April 2016 - Maret 2017); anoa yang hamil perlu dipindahkan ke kandang yang luas agar menyerupai habitat aslinya dan anoa bisa banyak bergerak (difasilitasi kandang baru oleh PT. Cargill Indonesia); dan SOP sangat penting dalam penanganan kelahiran anoa. Sumber Info : Balai KSDA Sulawesi Utara, http://www.forda-mof.org/berita/post/3407, http://www.balithut-manado.org/
Baca Berita

Pondok Belajar Suku Anak Dalam

Rabu, 8 Februari 2017. Balai Taman Nasional Bukit Duabelas menerima titipan sumbangan berupa papan tulis, alat tulis, buku bacaan, buku tulis, buku gambar, kaos olah raga, bola kaki dan lain - lain yang jumlahnya cukup banyak. Sumbangan ini berasal dari komunitas Backpeckers Jambi yang ditujukan untuk Suku Anak Dalam yang berada di Taman Nasional Bukit Duabelas. Balai Taman Nasional Bukit Duabelas di dalam kawasan, khususnya Bukit Sunan dan Hajran Batanghari mempunyai pondok belajar sederhana dengan anak didik usia 3 sampai dengan 10 tahun yang merupakan hasil kerjasama antara petugas di lapangan, kader konservasi dan PT SAL. Peralatan hasil sumbangan dari komunitas Backpeckers Jambi akan digunakan untuk aktivitas belajar tersebut. Selain belajar menulis, membaca dan bermain, anak – anak Suku Anak Dalam juga diperkenalkan dengan wawasan lainnya dan belajar bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat umum. Hal yang mendasar keterbatasan pengetahuan mereka adalah tidak semua tahu nama Presiden RI. Sumber Info : Balai TN Bukit Duabelas
Baca Berita

Datang sendiri, Pengunjung TWA Gunung Tunak Meninggal

Praya – Senin, 6 Februari 2016. Petugas TWA Gunung Tunak Balai KSDA Nusa Tenggara Barat bersama Polsek Kute berhasil menemukan salah satu pengunjung yang meninggal di TWA Gunung Tunak. Korban atas nama Suriadi, 60 tahun dengan alamat Reban Tebu, Kel. Selong Kec. Selong Lombok Timur. Kronologis kejadian pada Sabtu, 4 Februari 2017 pukul 16.00 WITA petugas bertemu dengan korban di pos Perempung karena korban meminta air serta hendak sholat ashar di pos tersebut. Menurut keterangan dari Petugas, korban hendak memancing di Gili Penyu, petugas sudah melarang korban untuk pergi ke lokasi tersebut karena korban datang sendiri dan kondisi jalan menuju Gili Penyu yang berlumpur. Namun Korban tetap nekat untuk pergi menuju Gili Penyu, hingga pukul 18.00 WITA petugas jaga meninggalkan TWA Gunung Tunak Korban juga belum kembali. Keluarga korban An. Muhammad melaporkan kepada petugas pada Minggu tanggal 05 Februari 2017 pukul 15.30 WITA karena korban belum tiba dirumah. Selanjutnya keluarga korban bersama petugas berangkat menuju ke Gili Penyu dan sekitar Pukul 17.00 WITA korban ditemukan tergeletak di Gili Penyu di sekitar Pal 71 dan 72. Koordinator Pos TWA Gunung Tunak lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kute. Sekitar Pukul 19.30 WITA Petugas Balai KSDA NTB tiba kembali di Pos perempung, bersamaan dengan pihak dari Polsek Kute dan mobil ambulance, kemudian korban di bawa ke Puskesmas Kute untuk dilakukan visum. Setelah proses visum selesai, korban di bawa menuju rumah duka di Selong Lombok Timur. Sumber Info : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Deposit Sampah Untuk Problem Sampah Di TN Gunung Rinjani

Mataram – Selasa, 7 Februari 2017. Kepala Balai TN Gunung Rinjani melakukan rapat koordinasi dengan Sekda Provinsi NTB Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D di ruang kerja Sekda Prov. Kantor Gubernur NTB. Agenda rapat membahas Sistem Deposit Sampah yang merupakan program pemecahan problem sampah di TN Gunung Rinjani yang akan diberlakukan pada periode pendakian 1 April 2017. Program ini mewajibkan setiap pengunjung untuk mendepositkan sejumlah uang sebagai jaminan dan jaminan tersebut diberikan kembali pada saat menyerahkan sampah yang mereka bawa sesuai dengan list sampah bawaan. Pihak pemerintah Provinsi NTB melalui Bapak Sekda bersedia mendukung dan memfasilitasi program tersebut melalui penerbitan surat keputusan Bpk. Gubernur NTB untuk menunjuk kelompok masyarakat yang akan diberikan kewenangan dalam melaksanakan program Deposit Sampah. Perlu kami sampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan rapat koordinasi yang difasilitasi oleh Sekda Provinsi NTB dengan mengundang Direktur Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3, instansi terkait dan kelompok masyarakat untuk membahas proses program Deposit Sampah serta pemilihan kelompok masyarkat sebagai pelaksana program. Pada pertemuan tersebut Sekda Provinsi NTB akan menyerahkan buku dengan judul "Ikhtiar Mengindonesiakan NTB" yg ditulis oleh Bpk. Sekda sendiri. Sumber Info : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Perkembangan Monitoring Orangutan Sumatera

Jambi, 6 Februari 2017. Tim Seksi Pengelolaan TN Wilayah 1 Jambi Balai TN Bukit Tigapuluh bersama Tim BKSDA Jambi dan FZS (Frankfurt Zoological Society) berhasil melakukan monitoring Orangutan Sumatera yang berada di FZS yang sudah dilepasliarkan di Resort Suo Suo. Tim melakukan monitoring terhadap 5 (lima) ekor Orangutan dewasa serta 2 (dua) ekor anak Orangutan Sumatera. Masih terdapat 1 (satu) ekor Orangutan Sumatera di dalam kandang rehabilitasi FZS yang belum siap dilepasliarkan ke alam. Total 168 (seratus enam puluh delapan) ekor Orangutan Sumatera yang telah berhasil dilepasliarkan oleh Tim. Kegiatan monitoring Orangutan Sumatera ini dilakukan karena kondisi Orangutan yang dalam proses pelepasliaran masih memerlukan pengawasan sampai benar – benar mengalami proses alami di alam liar. Sumber Info : Balai TN Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Penyitaan Burung Keramat Masyarakat Dayak

Buntok – Jumat, 3 Februari 2017. Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng menyita Enggang, burung yang dikeramatkan masyarakat Dayak, dari mantan Ketua KPU Kabupaten Barsel, Arlansyah. Burung yang dianggap sakral ini, diamankan di Jalan Uria Mapas Buntok. Tidak hanya dua ekor rangkong, petugas juga menyita dua ekor merak, hewan - hewan dilindungi tersebut akan direhabilitasi, sebelum dikembalikan ke cagar alam. “Karena empat burung ini, sudah terbiasa kontak langsung dengan manusia, jadi kami akan merehabilitasinya dulu. Apabila dirasa cukup, nantinya akan kami lepaskan ke lokasi hutan lindung Pararawen yang ada di Kabupaten Barito Utara,” beber Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah III BKSDA Kalteng, Nizar Ardhanianto, Dijelaskannya, untuk mengatasi kejadian serupa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat. Seperti melaporkan langsung kepada BKSDA atau dinas terkait yang ada di daerahnya. “Dengan begitu, kami bisa memantau langsung. Apalagi ada laporan seperti ini, kami sangat bersyukur,” tukasnya. Setelah penyitaan empat burung tersebut, pihaknya langsung mendatangi Sekda Barsel, Edi Kristanto untuk menindaklanjuti surat BKSDA provinsi ke bupati, tentang pengaduan izin lembaga konservasi. “Tidak bisa dipungkiri, apabila dihendel terus oleh BKSDA kami akan kewalahan. Jadi jika kami mendorong setiap kabupaten memiliki lembaga konservasi, itu sangat membantu BKSDA. Aplagi penanganan hewan dilindungi seperti sekarang ini,” tukasnya panjang lebar. Selanjutnya, Nizar bersama jajarannya membawa burung enggang ke Kantor Konservasi Wilayah III BKSDA Kalteng, di Jalan Pramuka Muara Teweh, Batara. Sumber Info : Balai KSDA Kalimantan Tengah, http://kalteng.prokal.co/read/news/34786-petugas-sita-burung-keramat-dari-mantan-ketua-kpu
Baca Berita

Tersesat, 2 Orang Petugas Tower Transmisi Air berhasil diselamatkan

Mataram, 4 Februari 2017. Tim Resort Setiling SPTN Wilayah II Balai TN Gunung Rinjani bersama masyarakat Desa Talun Ambon Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah telah berhasil menyelamatkan dan mengevakuasi 2 (dua) orang petugas tower transmisi informasi potensi air yang tersesat di wilayah hutan TN Gunung Rinjani Resort Setiling dan Joben. Korban a.n. Marwi (40 Thn) yang beralamat di Punia Mataram ditemukan dalam keadaan lemah dan a.n. Mustaqim (37 thn) yang beralamat di Desa Babakan Mataram pingsan karena sudah 2 (dua) hari tidak makan. Kronologis kejadian pada 24 Januari 2017 kedua korban berangkat menuju bukit Kondo di kawasan TN Gunung Rinjani untuk memperbaiki tower transmisi informasi potensi air provinsi NTB dikarenakan adanya gangguan jaringan yang mengakibatkan tower tidak dapat berfungsi. Tower tersebut merupakan obyek PKS antara Balai TN Gunung Rinjani dengan Balai Wilayah Sungai NTB I. Setelah selesai memperbaiki tower, pada tanggal 1 Februari 2017 sekitar pkl 13.00 WITA kedua korban memotong jalur agar lebih dekat namun jalur tersebut banyak tebing terjal dan curam yang menyebabkan mereka tersesat dan kehabisan perbekalan. Hari Jumat 3 Februari 2017 sekitar pkl 11.30 WITA kedua korban berusaha menghubungi keluarga masing - masing dan menyampaikan kalau mereka tersesat. Pihak keluarga kemudian menyampaikan informasi tersebut ke petugas Resort Setiling. Kemudian Tim Balai TN Gunung Rinjani bersama masyarakat Talun Ambon dan Basarnas NTB melakukan pencaharian dan pada Sabtu 4 Februari 2017 sekitar pukul 15.00 WITA kedua korban telah ditemukan di Desa Joben. Sumber Info : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

BBKSDA Papua Barat Lepasliarkan Penyu dan Ketam Kelapa

Dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati, serta penyelamatan satwa liar yang dilindungi undang-undang, Balai Besar KSDA Papua Barat bekerjasama dengan Stasiun Karantina Pertanian Sorong melakukan pelepasliaran satu ekor penyu sisik (Eretmochelys imbricate), dua ekor penyu hijau (Chelonia Mydas) dan lima ekor ketam kelapa (Birgus latro). Kegiatan pelepasliaran satwa dilindungi tersebut dipimpin langsung oleh Ir. Basar Manullang Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat pada Jumat,03-02-2017 sekitar pukul 15.30 WIB di pantai Saoka, Kota Sorong. Sebelum dilepasliarkan pihak BBKSDA Papua Barat melakukan tagging dengan nomor seri berstandar internasional terlebih dahulu terhadap satwa liar khususnya penyu. Proses tagging ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebaran penyu dikemudian hari. Pernah ada penyu belimbing yang telah ditagging di Papua Barat ditemukan keberadaannya di perairan USA. Penyu hijau, penyu sisik, dan ketam kelapa diperoleh dari salah satu pengusaha lobster yang beralamat di daerah kampung baru Kota Sorong, dimana menurut pengakuan sang pengusaha dirinya mendapat satwa-satwa tersebut dari para nelayan yang menjual lobster kepadanya. .”Satwa liar yang dilepas liarkan ini merupakan hasil penyerahan dari warga masyarakat setelah para petugas BBKSDA Papua Barat melakukan upaya persuasif, mereka dengan sadar tanpa ada paksaan menyerahkan satwa-satwa tersebut,” ujar Manulang. Pada kesempatan tersebut Kepala BBKSDA Papua Barat juga menyampaikan bahwa berdasarkan pasal 21 ayat 2 huruf (a) dan pasal 40 ayat 2 undang undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya maka setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Jika melanggar maka dapat dikenakan tuntutan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 juta. Untuk itu kepada warga yang memiliki dan menyimpan satwa dilindungi, beliau menyarankan untuk menyerahkan kepada kantor BBKSDA agar bisa direhabilitasi dan dilepas kembali ke habitatnya.
Baca Berita

Penggiringan Gajah Liar Kembali ke Habitat

Aceh – Jumat, 3 Februari 2017. Tim Balai KSDA Aceh bersama masyarakat sekitar kawasan konservasi berhasil melakukan penggiringan gajah liar kembali ke habitatnya ke arah Hutan Jantho dan Panca. Gajah tersebut telah melakukan perusakan ladang dan kebun warga di Keumala, Kabupaten Pidie. Penggiringan dilakukan sejak 27 Januari - 2 Februari 2017 menggunakan 3 (tiga) gajah jinak dari Pusat Pelatihan Gajah (PKG) Saree dan Conservation Response Unit (CRU) Manee. Saat ini tim masih memantau pergerakan gajah liar tersebut di lapangan untuk 1 s/d 2 hari ke depan dikarenakan kondisi hutan di KPH 1 yang marak illegal logging dan illegal mining. Dengan kondisi tersebut, sangat memungkinkan kawanan gajah liar akan kembali mendekati ladang masyarakat. Tim Balai KSDA Aceh telah berkoordinasi dengan Kepala KPH 1 terkait adanya aktivitas illegal di lapangan yang mengganggu habitat gajah. Sumber Info : Balai KSDA Aceh

Menampilkan 10.977–10.992 dari 11.136 publikasi