Senin, 25 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Menanam Pohon di Hari Bhakti Rimbawan

Malang, 19 Maret 2017. Bidang PTN Wil II Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS) melaksanakan kegiatan penanaman pohon di 2 (dua) lokasi yaitu di kawasan hutan Wilayah RPTN Darungan dengan melibatkan SMK Kadipaten dan elemen masyarakat lainnya, dengan jenis tanaman endemik darungan dalam rangkaian memperingati Hari Bhakti Rimbawan yang ke 34 pada tanggal 19 Maret 2017. Kegiatan penanaman kedua dilaksanakan di blok pasang di sekitar kawasan Hutan Gucialit. Kegiatan ini merupakan inisiasi dari RPTN wilayah Gucialit, yang diikuti oleh kurang lebih 100 orang terdiri dari Petugas BBTN BTS, Dishut prop. UPT Lumajang, Forkopimda Kec. Gucialit, komunitas GOWA, Laskar Hijau, MMP, masyarakat dan LSM peduli lingkungan sekabupaten Lumajang, serta media elektronik, di mana kegiatan ini juga di liput oleh MNC grup. Adapun dalam kegiatan penanaman ini di perkirakan lebih dari 200 pohon dengan jenis yang di tanam terdiri dari kesek, nyampuh dan bambu serta tanaman endemik lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk menggugah partisipatif dan kepedulian seluruh stakeholder dan masyarakat terhadap kawasan dan nilai manfaat dari kawasan hutan, khususnya hutan TNBTS. Semoga kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan dapat menggugah generasi muda serta elemen masyarakat lain untuk peduli pada kelestarian kawasan hutan TNBTS. Sumber Info : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Fun Run 7K TN Gunung Rinjani

Mataram, 19 Maret 2017. Balai TN Gunung Rinjani (TNGR) berpartisipasi pada kegiatan Fun Run 7K Tahun 2017 untuk mendukung program Pemerintah Provinsi NTB dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2017 melalui Sport Tourism pada Hari Minggu 19 Maret 2017 dengan lokasi di Pusuk Pass Kab. Lombok Barat. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan menuju Lomba Lari Lintas Alam Rinjani 100 Tahun 2017. Selain Fun Run, diadakan Talkshow bersama Ketua KONI Provinsi NTB Pak Andy Hadianto dan Pelari Ultra Kang Hendra Wijaya. Acara tersebut turut dihadiri Polda NTB, Dinas Pariwisata NTB, BASARNAS NTB, Balai TNGR, KPHL Rinjani Barat dan para penggiat olah raga lintas alam di NTB. Kegiatan Fun RUN 7K dimulai puku 8.00 WITA dengan Rute : Pasar Kekait - Pusuk Pass dengan meeting point di Pasar Kekait. Acara dilanjutkan dengan Talkshow dan Konferensi Pers. Narasumber Talkshow acara tersebut antara lain Ketua KONI NTB Andy Hadianto, Kepala Dispora NTB Hj. Husnanidiaty Nurdin, Kepala Balai TN Gn Rinjani, dan Pelaksana Rinjani 100 Hendra Wijaya. Lomba Lari Lintas Alam Rinjani 100 yang ke-5 akan digelar pada awal bulan Mei 2017. Acara tersebut merupakan event Internasional yang akan diikuti oleh para atlit lokal maupun mancanegara. Sumber Info : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Rimbawan Papua Menanam Bersama Masyarakat

Depapre, 17 Maret 2017. Memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke 34 dan Hari Hutan Internasional Tahun 2017, Rimbawan Papua melakukan penanaman bersama dengan masyarakat yang dilakukan pada hari jumat tanggal 17 Maret 2017 di Lingkungan SMKN 3 Depapre Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua yang merupakan kawasan penyangga Cagar Alam Pegunungan Cycloops. Penanaman tersebut melibatkan Kelompok Pecinta Alam Amemay, Karang Taruna Tablasupa, Masyarakat Tablasupa, SMKN 3 Depapre dan Rimbawan Papua (UPT KLHK Provinsi Papua, Dinas Kehutanan Provinsi Papua dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ondoafi Tablasupa, Polsek Depappre dan Koramil Depapre. Menurut Ir. M.G. Nababan (Kepala Balai Besar KSDA Papua) “Penanaman ini dilaksanakan di lingkungan sekolah SMKN 3 Depapre dalam rangka menumbuhkan kepedulian kepada lingkungan secara dini kepada seluruh siswa SMKN 3 Depapre dengan harapan dari kegiatan ini dapat memberikan dampak baik yang lebih luas kepada seluruh masyarakat Kampung Tablasupa”. Adapun Jenis Bibit yang ditanam yaitu jenis durian, petai, mahoni, trembesi dan merbau sebanyak 300 bibit secara simbolis. Pada penanaman tersebut dilakukan penyerahan bibit gratis kepada masyarakat dan pelajar sebanyak 1000 bibit dengan jenis Sirsak, Pinang, Mangga dan Matoa untuk dapat ditanam dilingkungan rumah masing-masing. Selain itu KPA Amemay yg merupakan binaan BBKSDA Papua melanjutkan penanaman sebanyak 25.000 bibit tanaman buah-buahan di Kampung tersebut. Sumber Info : Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Pendidikan Lingkungan Hidup Di Sebangau Jaya TN Sebangau

Palangka Raya (17/03/2017). Balai Taman Nasional Sebangau bersama mitra kerja WWF-Indonesia Kalimantan Tengah melakukan kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Desa Sebangau Jaya, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan pada tanggal 13 s.d 15 Maret 2017. Kegiatan PLH dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sebangau Kecil dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap 2 Katingan Kuala. Desa yang hanya dapat akses melalui jalur sungai serta berbatasan langsung dengan kawasan TN Sebangau ini memiliki fasilitas pendidikan yang minim yakni terdapat dua Sekolah Dasar dan satu SMP, untuk melanjutkan Sekolah Menengah Atas siswa harus bersekolah di kecamatan tetangga. hal ini tentu berpengaruh pada rendahnya tingkat pendidikan penduduk setempat. Pada hari pertama kegiatan PLH diberikan kepada anak kelas 3 s.d 6 SD diisi dengan materi dan pemutaran video singkat mengenai lingkungan, pengelolaan sampah serta pengetahuan tentang lahan gambut. Siswa sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan, mulai dari menyimak materi, mengikuti game hingga menjawab pertanyaan yang diberikan. Para siswa semakin bersemangat saat mendapat hadiah berupa pin, poster dan buku mewarnai bagi yang dapat menjawab pertanyaan. Kegiatan di hari kedua PLH diberikan untuk anak SMP dari kelas 1 s.d 3 dengan penyampaian presentasi tentang pengelolaan TN Sebangau, pemutaran video kebanjiran di lahan gambut serta dilanjutkan dengan pertanyaan dan game. Sore harinya acara dilanjutkan dengan lomba mewarnai untuk anak-anak yang diikuti pelajar SD sampai dengan SMP dilaksanakan di halaman rumah salah satu warga. Anak-anak sangat bersemangat mengikuti lomba tersebut, orangtua dan penduduk desa berkumpul sambil menyaksikan jalannya lomba. Usai lomba, dilakukan penilaian oleh Kepala Desa bersama staf TN Sebangau dan WWF dengan memilih 24 gambar terbaik. Kemudian pada malam harinya pemenang lomba mewarnai diumumkan dan diberi hadiah, setelah itu acara dilanjutkan menonton film bersama yang berjudul Jungle Book. Umumnya peserta PLH belum mengenal TN Sebangau dan fungsinya sebagai kawasan konservasi sehingga dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap hutan sebangau dan lingkungan sekitarnya. (Sumber : BTN Sebangau)
Baca Berita

Sweeping Pendaki Ilegal TN Gunung Merbabu

Boyolali, 18 Maret 2017. Tim Patroli Balai Taman Nasional Gunung Merbabu yang dipimpin oleh Kepala Balai TN Gn. Merbabu Ir. Edy Sutiyarto dari hari Jumat (17/3) hingga Sabtu (18/3) melakukan patroli dan sweeping terhadap pendaki yang melintasi TN Gn. Merbabu. Target sweeping kali ini adalah para pendaki yang tidak memiliki tiket resmi dari Balai TN Gn. Merbabu. Tim Patroli yang beranggotakan 11 orang terdiri dari KSBTU, Kepala SPTN I, Polhut, PEH, Penyuluh dan Non Struktural memulai patroli dari kantor Resort Semuncar melintasi jalur pendakian Selo hingga Puncak Gunung Merbabu dan berakhir melintasi jalur pendakian Wekas. Tim Patroli pertama kali mendapatkan rombongan pendaki yang naik melalui jalur illegal Gancik Selo, mereka tidak bisa menunjukkan tiket masuk sehingga disuruh turun dengan dihukum membawa sampah. Para pendaki yg melalui jalur illegal atau 'jalur tikus' sudah tentu tidak mempunyai tiket PNBP yang sesuai dengan PP No 12 tahun 2014. Selama 2 (dua) hari tim melalukan patroli dari jalur pendakian Selo hingga Wekas didapatkan beberapa rombongan pendaki yang tidak bisa menunjukkan tiket resmi. Berbagai alasan dikemukakan, antara lain tidak mengetahui jalur pendakian yang resmi, baru pertama kali mendaki ke Gunung Merbabu, dan lain sebagainya. Tim mengambil tindakan dengan mencatat kartu identitas dan melarang melanjutkan pendakian dan menyuruh turun dengan membawa sampah. Balai Tn Gn. Merbabu akan terus melakukan penertiban pendaki illegal dari jalur-jalur tidak resmi seperti jalur Gancik Selo. Balai TN G Merbabu juga akan menyurati instansi/sekolah dari pendaki berasal.
Baca Berita

Pengembangan Usaha Madu Hutan Organik BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Putussibau, 18 Maret 2017. Pembinaan petani lebah madu hutan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS) mendapat kunjungan kerja dari Tim BLU P3H Kemen-LHK selama 4 (empat) hari dari tanggal 7- 10 Maret 2017 yang dipimpin oleh Bapak Zubaidi Susanto. Kegiatan ini merupakan verifikasi lapangan bantuan pembiayaan pengembangan usaha Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) madu hutan organis Koperasi APDS di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) yang dihadiri masyarakat Dusun Batu Rawan Desa Nanga Leboyan. Verifikasi lapangan ini merupakan tindak lanjut usulan proposal dari Koperasi APDS dan kunjungan dari pejabat BLU dalam rangka inisiasi pengembangan madu hutan organis di TNDS. Kesulitan yang dihadapi dalam pengembangan usaha HHBK di kawasan konservasi adalah terbatasnya modal kerja dalam pengembangan usaha. Koperasi APDS bekerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) mengatasi hal tersebut dengan mengajukan bantuan pembiayaan pengembangan usaha HHBK madu hutan organis melalui Badan Layanan Umum (BLU) P3H KemenLHK. Saat ini petani madu hutan di TN. Danau Sentarum tergabung dalam Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS). APDS terdiri dari sekitar 305 petani madu hutan yang berasal dari 15 Periau (organisasi tradisional petani madu hutan). APDS sebagai asosiasi periau madu hutan danau sentarum memiliki visi sebagai sebuah organisasi penyedia madu terbaik di Indonesia dan Malaysia/ Serawak/ Brunai dengan memberdayakan kemampuan masyarakat di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Nilai produksi madu hutan organik yang sangat besar ini dapat menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat di dalam kawasan TN.Danau Sentarum. Diperkirakan hasil madu yang dipanen setiap tahun berkisar antara 15 - 20 ton, atau dinilai dengan uang berkisar 1,1 milyar rupiah pertahun. Akan tetapi, adanya kendala dalam pengembangan usaha madu hutan ini adalah terbatasnya dana untuk membeli madu hutan dari petani lebah madu hutan untuk di kumpulkan di asosiasi. Hal ini sangat terkait dengan kebutuhan masyarakat ketika mata pencaharian lainnya seperti di sektor perikanan yang kurang menghasilkan. Koperasi APDS sangat berharap dengan adanya bantuan pembiayaan pengembangan madu hutan organik oleh BLU P3H KEMEN LHK menjadi solusi yang konkrit. Akses pemanfaatan secara tradisional oleh masyarakat di zona tradisional di TNDS sudah berjalan dengan adanya pemanfaatan madu hutan organik, dalam rangka pengembangan usaha dan pemberdayaan asosiasi periau danau sentarum. Pada akhirnya pemanfaatan di zona tradisional dapat meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat dan pencapaian perlindungan terhadap kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Sumber Info : Muhamad Ilyas.,S.Hut.,M.Si - Penyuluh Kehutanan BBTNBKDS
Baca Berita

Perpaduan Hobi Bertualang Offroad dengan Patroli Pemantauan Kawasan

Selabintana, 18 Maret 2017. Patroli atau pemantauan kawasan merupakan kegiatan melekat yang menjadi tugas pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dalam menjaga potensi keanekaragaman hayati di dalamnya, yang mutlak dilaksanakan oleh petugas taman nasional di lapangan/ wilayah resort maupun seksi baik itu Polhut, PEH, Penyuluh ataupun fungsional umum lainnya. Standar Operasional Prosedur (SOP) patroli di TNGGP merupakan hal baku yang sudah menjadi pegangan setiap petugas dalam melaksanakannya, adapun penyelenggaraannya bisa dituangkan dengan berbagai macam variasi kegiatan seperti patroli pengamanan hutan, patroli deteksi dini kebakaran hutan, patroli pencegahan atau pasca kebakaran hutan, patroli tindak lanjut informasi masyarakat, patroli batas kawasan, patroli terpadu lintas seksi/ bidang, dan lain-lain. Kegemaran beberapa petugas TNGGP akan kendaraan jenis jip/ jeep baik 2WD ataupun 4WD sudah mulai marak karena kemampuannya dalam melintasi berbagai kondisi medan ringan, sedang bahkan berat, layaknya karakteristik jalan-jalan di sekitar kawasan. Tercetusnya ide di antara para pemilik kendaraan jip TNGGP untuk berkendara offroad di sekitar kawasan tidak terlepas dari keinginan mamatau area kawasan taman nasional dan sekitarnya, diibaratkan hobi offroad sambil patroli. Sabtu 18 Maret 2017 perkumpulan jip TNGGP (Rajegg) mengemas suatu kegiatan jelajah offroad ringan di wilayah kerja Resort Goalpara, Selabintana, dan Situgunung yang melibatkan 8 kendaraan jip 2WD dan 4WD. Perjalanan dimulai dari Resort PTN Goalpara melintasi jalan perkebunan berupa tanah berbatu sampai di wilayah Resort Selabintana. Cuaca hujan dan berkabut tidak menyurutkan niat para peserta dalam menembus naik turunnya jalan licin dan kubangan-kubangan lumpur. Di perbatasan Resort Goalpara - Selabintana rombongan beristirahat sejenak untuk menikmati hidangan kopi dadakan dan sekaligus memantau kawasan dan sekitarnya. “Nikmat sekali perjalanan seperti ini bisa menjelajah offroad bersama rekan-rekan sesama petugas, menikmati kopi dan melihat-lihat keadaan sekitar”, demikian celetuk Dudi Yudistira sebagai Kepala Resort Situgunung. Lepas dari Resort Selabintana rombongan bertolak melanjutkan perjalanan ke Resort Situgunung melintasi jalan perkebunan di sekitar kawasan taman nasional dilanjutkan dengan jalan perkampungan sempit diselingi tanjakan-tanjakan sedang. Hujan yang lebat menambah Suasana pedesaan terasa dengan khasnya jalan tanah berlumpur di antara pesawahan. Memakan waktu 2 jam sejak keberangkatan akhirnya rombongan tiba di Resort Situgunung. Selepas istirahat sholat dan makan siang rombongan konvoi ke arah Curug Sawer, karena keadaan jalan tanah berat hanya kendaraan 4WD yang bisa lewat. Jalan tanah berlumpur dan basah membuat mobil jip penuh tanah. Mengingat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jalan bagi pengunjung, rombongan memutuskan kembali ke tempat parkir karena medan berat dan hujan lebat sekali. Di akhir sesi dalam diskusi pemangku wilayah setempat, Dudi Yudistira berterima kasih atas acara yang telah terlaksana, “Terima kasih kepada rekan-rekan wilayah lain yang telah membantu pemantauan wilayah saya sekaligus menyalurkan hobi kita semua”, katanya. Kepala Seksi P3 pun menimpali, “Alangkah baiknya kegiatan serupa bisa diagendakan satu atau dua bulan ke depan di wilayah kerja Bidang/ Seksi lainnya, tapi tetap ada offroad-nya ya...., he he he…”. Bravo TNGGP, bravo Rajegg… Sumber Info : Ida Rohaida – Polhut Balai Besar TNGGP
Baca Berita

Kegiatan Bina Cinta Alam (BCA) Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Cemorolawang, 18 Maret 2017. Bina Cinta Alam (BCA) merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS). BCA bertujuan untuk memupuk, membina dan meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan tanggung jawab masyarakat akan pentingnya kawasan TNBTS. Bidang PTN Wilayah I TNBTS mengadakan kegiatan BCA pada hari sabtu 18 Maret 2017 dengan peserta 100 orang Siswa SDN I Desa Patok Picis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang Propinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Kepala Bidang PTN I BBTNBTS, Dr. Farianna Prabandari, S.Hut., M.Si. Pada kesempatan pembukaannya beliau mengajak siswa-siswa yang terlibat mampu menjadi generasi penerus yang mencintai hutan sekaligus menjadi motor penggerak pelestarian kawasan hutan TNBTS di masa yang akan datang. Berbeda dengan kegiatan BCA pada umumnya materi kali ini selain dengan penyampaian materi pengenalan pohon, diadakan kegiatan out bond dengan materi aplikatif yang langsung mengajak siswa SD tersebut menanam pohon jenis endemik TNBTS yaitu Kesek dan Cemara Gunung sebanyak 100 pohon dilokasi out bond. Selain kegiatan menanam pohon, siswa juga di beri pengetahuan tentang budidaya bambu di salah satu kebun bambu yang ada di desa tersebut. Pengenalan budidaya ini bertujuan ganda agar masyarakat yang selama ini hanya memanfaatkan bambu diharapkan bisa membudidayakan bambu, sekaligus lebih kreatif dan inovatif terhadap bambu mengingat potensi bambu di wilayah ini cukup melimpah. Kegiatan BCA kali ini berjalan sukses karena selain didukung oleh seluruh personil baik Polhut, PEH, penyuluh serta personil lainnya turut di dukung oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang merupakan kelompok swadaya masyarakat yang bergerak di sektor wisata Bromo. Kepala Bidang PTN I juga berharap kegiatan BCA selanjutnya dapat dilaksanakan dengan materi yang lebih kreatif dan inovatif baik dari sisi materi, praktek lapangan ataupun fun game, sehingga lebih bisa menarik lagi masyarakat luas serta yang lebih penting mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada dan mampu mendukung kelestarian kawasan TNBTS. Sumber Info : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

10.000 Mangroves Untuk Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu - 18 Maret 2017. TIAC (Toyota Indonesia Adventurers Club) komunitas karyawan pecinta alam PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT. TMMIN) dengan didukung oleh program CSR Toyota Indonesia melakukan aksi tanam mangrove jenis Rhizopora stylosa pada tanggal 18 Maret 2017. Jumlah mangrove yang ditanam sebanyak 11.000 bibit hasil pembibitan yang dilakukan masyarakat P. Harapan. selanjutnya penanaman dilakukan di sebelah Barat dan Selatan Pulau Harapan, TN Kepulauan Seribu. Aksi yang dinamakan “10.000 Mangroves for 1000 Islands” merupakan bentuk kecintaan dan kontribusi karyawan Toyota Indonesia pada ekosistem mangrove di TN. Kepulauan Seribu. Pimpinan Toyota Indonesia dan 59 orang anggota TIAC menanam mangrove/bakau dengan disaksikan oleh perangkat daerah Pulau Harapan dan didampingi oleh pihak TN Kepulauan Seribu, penanaman mangrove ini dilaksanakan dengan melibatkan Kader Konservasi dan pemandu wisata di TN. Kepulauan Seribu. TIAC berharap kontribusi kecil ini bisa menjadi bentuk dukungan nyata dalam upaya pelestarian alam. Secara keseluruhan, TIAC yang didukung oleh Toyota Indonesia telah menanam 1,3 juta mangrove di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kepulauan Seribu. Dalam acara ini, Toyota Indonesia menyumbangkan 60 tas sekolah untuk anak sekolah di Pulau Harapan. Usai penanaman mangrove, rombongan TIAC melakukan transplantasi 100 pcs karang di perairan Pulau Dolphin dan pelepasliaran 50 ekor tukik penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di perairan Pulau Bulat, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kepala Balai TN. Kepulauan Seribu yang diwakili oleh Kepala SPTN Wilayah II Pulau Harapan memberikan apresiasi kegiatan ini kepada Toyota Indonesia atas kontribusinya dalam pelestarian sumber daya alam penting di TN Kepulauan Seribu. (Yuniar Ardianti / Penyuluh Kehutanan) Sumber: BTN Kepulauan 1000
Baca Berita

Zoonosis Pada Satwa Liar Dengan Pendekatan One Health BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Ketapang, 18 Maret 2017. Sebanyak 20 orang petugas lapangan UPT KLHK yang berasal dari Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Balai Taman Nasional Gunung Palung serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat mengikuti acara pelatihan bersama One Health yang diselenggarakan Direktorat Kesehatan Hewan bekerja sama dengan FAO ECTAD Indonesia untuk petugas lapangan masing-masing sektor (Puskesmas, Puskeswan dan UPT KLHK) di Kabupaten Ketapang pada tanggal 14 – 18 Maret 2017. Pelatihan tersebut sebagai tindak lanjut penanganan Zoonosis dan penyakit infeksi emerging (PIE) yang bersumber pada satwa liar. Pelatihan sebelumnya telah diikuti Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) dengan mengirimkan 8 petugas lapangan yang terdiri dari tenaga fungsional PEH dan Polhut untuk mengikuti pelatihan “Pencegahan dan PengendalianPenyakit Infeksius dan Emerging dan Zoonosis Tertarget Pada Satwa Liar Dengan Pendekatan One Health” di Kabupaten Ketapang pada tanggal 29 Nopember – 1 Desember 2016. Dengan adanya 2 pelatihan tersebut, para petugas lapangan, khususnya tenaga fungsional PEH dan Polhut di BBTNBKDS mampu melaksanakan kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi emerging dan zoonosis yang berasal dari satwa liar. Dalam konsep One Health, para Polhut dan PEH yang telah dilatih bersama dengan tenaga dari Puskeswan dan Puskesmas, mampu mencegah, mendeteksi dan merespon serta melaporkan setiap ancaman PIE dan zoonosis di hot spot area. Zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya melalui makanan(foodborne), udara (airborne) dan kontak langsung dengan hewan yang sakit. Perubahan-perubahan besar dunia yang saat ini terjadi telah memicu terjadinya emerging dan re-emerging zoonosis, dimana + 60,3% bersumber dari hewan dan 71,8 % berasal dari hewan liar. Saat ini penanganan Zoonosis dan penyakit infeksi emerging (PIE) dilaksanakan dalam konsep One Health, dimana konsep penanganan penyakit dilaksanakan secara terintegrasi, pengembangan mekanisme komunikasi, koordinasi serta kolaborasi antar 3 kementerian, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Lokakarya Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Secara Terpadu di Kabupaten Kapuas Hulu

Putussibau, (18/3/2017). Lokakarya Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Secara Terpadu di Kabupaten Kapuas Hulu, yang dihadiri oleh beberapa Dinas/SKPD, Komunikasi Pemerintah Kecamatan, Kepala Desa dan LSM bertempat di Hotel Andini Putussibau, kamis (16/3/17). Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan Balai Besar TNBKDS Sarwono, S. Hut mengapresiasi kepada stakeholders yang telah yang telah mendukung dan bersinergi dan melakukan aksi di Kawasan Koridor Labian-Leboyan, khususnya Yayasan Riak Bumi dan Center for International Forestry Research (CIFOR) yang telah melaksanakan acara lokakarya ini. Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), menjadi harapan untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Untuk itu harus bersama-sama menggali potensi-potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan secara lestari sehingga mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar kawasan TNDS, pesan Sarwono. Danau Sentarum merupakan salah satu yang ditetapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi danau prioritas yang bertujuan mengurangi sedimentasi dan erosi, serta meningkatkan kualitas air dan penyehatan lingkungan secara menyeluruh.Danau Sentarum sebagai urat nadi kehidupan yang bermukim di dalam dan sekitar kawasan taman nasional, selain karena melimpahnya berbagai jenis ikan, kawasan ini juga menyajikan panorama yang indah. Tak heran jika wisatawan dalam negeri dan mancanegara hilir mudik untuk menyambangi Bukit Tekenang yang menjadi icon Danau Sentarum. Kawasan Koridor Labian-Leboyan antara Taman Nasional Danau Sentarum dengan Taman Nasional Betung Kerihun yang merupakan kawasan strategis kabupaten Kapuas Hulu dari sudut kepentingan lingkungan, oleh karena itu kelestarian dan keseimbangan ekosistemnya harus dijaga. Sungai Labian-Leboyan keberadaannya sangat vital karena penyuplai utama air di Danau Sentarum. Kalau Sub Das Labian-Leboyan rusak maka akan berdampak besar bagi manusia yang bergantung pada sungai tersebut selain itu keberadaan ikan Arwana (Scleropages formosus) tentunya juga akan terancam.
Baca Berita

Peringatan Hari Bhakti Rimbawan di Sulawesi Tengah

Palu - 16/03/2017, Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-34 di Provinsi Sulawesi Tengah dilaksanakan dengan antusias oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian LHK yang ada di Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, Palu. Rangkaian kegiatan yang dikoordinir oleh Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) selaku Korwil Kementerian LHK di Sulteng dimulai pada tanggal 2 Maret 2017 melalui pelaksanaan 6 jenis pertandingan dan perlombaan yaitu bola voli, tenis meja, bulu tangkis, senam kesegaran jasmani, rimbawan idol, dan jalan santai. Mengambil tema “Dengan Semangat Kerja Nyata, Rimbawan Indonesia Bertekad Menjaga Kelestarian Hutan Untuk Meningkatkan Pembangunan Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan”, kegiatan peringatan Hari Bhakti Rimbawan di Sulteng mendapat atensi yang cukup tinggi dari seluruh UPT lingkup Kementerian LHK di Palu yang terdiri dari Balai Besar TNLL, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Palu-Poso, Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah XII Palu, Balai Pemantapan Kawasan Hutan XVI Palu, dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK (Seksi Wilayah II Palu). Sebagai puncak peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-34 di Sulteng dilaksanakan upacara bendera pada tanggal 16 Maret 2017 di Kantor Balai Besar TNLL yang diikuti oleh seluruh UPT Lingkup Kementerian LHK yang berkantor di Palu serta Dinas Kehutanan Provinsi Sulteng dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulteng. Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulteng dilaksanakan dengan tertib dan khidmat oleh seluruh peserta upacara. Dalam sambutannya Ir. Nahardi, MM., menyampaikan sambutan Menteri LHK yang antara lain menyampaikan capaian yang telah berhasil diraih oleh Kementerian LHK seperti kepatuhan tinggi terhadap standar pelayanan publik dari ombudsman, pengelola arsip terbaik dari Arsip Nasional, pemberi kontribusi PNBP terbesar dari Kementerian Keuangan dan beberapa prestasi lainnya. Penyampaian pemenang lomba dan penyerahan hadiah dilaksanakan pada akhir pelaksanaan upacara. Balai Besar TNLL keluar sebagai juara umum dengan memenangi beberapa nomor perlombaan yaitu Juara I Bola Voli Putri, Juara I Tenis Meja, serta Juara II dan III Bulu Tangkis. Sumber: BBTN Lore Lindu
Baca Berita

Konservasi TN Bukit Barisan Selatan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Krui, 17 Maret 2017. Keberadaan Kawasan Hutan Konservasi harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Pesisir Barat, mengingat hampir separuh wilayah Kabupaten Pesisir Barat merupakan kawasan TNBBS. Hal ini disampaikan oleh Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal, disaat Kepala BPTN II Liwa Lukita Awang Nistyantara, S. Hut.,MSi atas nama Kepala Balai Besar TNBBS, berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Pesisir Barat dalam rangka pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) Pemanfaat Getah Damar Mata Kucing pada zona tradisional TNBBS. Sampai saat ini, Balai Besar TNBBS menfasiltasi terbentuknya 3 Kelompok Tani Hutan (KTH) dengan keseluruhan jumlah anggota 41 orang, antara lain: KTH Damar Indah Jaya yang beranggotakan 10 orang dibentuk tanggal 14 Maret 2017 di Pekon Labuhan Mandi dan Pekon Gunung Kemala; KTH Damar Paseban beranggotakan 12 orang dibentuk tanggal 15 Maret 2017 di Pekon Penengahan; KTH Damar Mandapalu beranggotakan 19 orang dibentuk tanggal 16 Maret 2017 di Pekon Punggawa V Ulu. “Dengan terbentuknya 3 KTH pemanfaat getah damar, merupakan langkah kongkret upaya TNBBS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan TNBBS, dan dengan dukungan Bapak Bupati kami optimis bahwa Kabupaten Pesisir Barat akan mendukung penuh program – program konservasi Balai Besar TNBBS”, ungkap Lukita Awang. Zonasi TNBBS berdasarkan SK Dirjen PHKA No. SK. 80/IV-KKBHL/2014 tanggal 25 Maret 2014. Zona Pemanfaatan Tradisional (ZPT) TNBBS dengan luas total 2.433 Ha. Zona Pemanfaatan tradisional memberikan akses pada masyarakat dalam pemanfaatan kawasan hutan secara lestari. Sumber Info : Humas Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Profil Penerima Betung Kerihun dan Danau Sentarum Award

Yohanes Babtisa Jimbau, atau dikenal di lingkungan masyarakat sebagai Panglima Jimbau merupakan pemuka masarakat Iban Kapuas Hulu khususnya di sebelah Lintas Utara. Peran beliau dalam perkembangan konservasi di Betung Kerihun sangat penting. Ketika Taman Nasional Betung Kerihun diresmikan tahun 1995, hampir tidak ada data ilmiah yang tersedia, yang memungkinkan Taman Nasional mampu menyusun rencana kerja dalam jangka panjang. Sehingga pihak TNBK sering melibatkan beliau sebagai narasumber. Pengetahuan Jimbau mengenai kawasan Betung Kerihun sangat beragam, mencakup perihal fauna, flora, kearifan lokal masyarakat, dan semacamnya. Satu di antara pesan Pak Jimbau yang masih dipegang oleh masyarakat adalah “masyarakat mesti menjaga kawasan taman nasional. Di sisi lain, Taman Nasional juga harus memberikan manfaat kepada masyarakat. Mesti ada timbal balik. Bagaimanapun, masyarakat telah tinggal di sekitar kawasan jauh hari sebelum adanya ketetapan taman nasional. Karena itu, masyarakat juga memiliki hak untuk berkembang”. Atas dasar itu, Pak Jimbau juga berupaya dalam membangun Desa Banua Sadap berlandaskan semangat konservasi. Contohnya, ia menjadi salah seorang yang menginisiasi lahirnya ekowisata di Desa Banua Sadap. Komitmen yang kuat untuk menjaga kawasan Taman Nasional Betung Kerihun terbukti dari peran pentingnya bersama petugas Taman Nasional Betung Kerihun dalam memberantas penebangan liar (Illegal Loging) di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun pada tahun 2004. Tahun 2015, Panglima Jimbau berpulang. Tetapi, semangatnya membangun desa dan melindungi lingkungan masih terus hidup, tidak hanya di dalam masyarakatnya, namun juga di setiap pihak yang peduli pada konservasi dan pembangunan desa. Penghargaan "Betung Kerihun dan Danau Sentarum Award" diberikan kepada (Alm) Yohanes Babtisa Jimbau atau yang lebih dikenal dengan sebutan Panglima Jimbau atas jasanya dalam melestarikan kawasan Taman Nasional Betung Kerihun pada kesempatan peringatan hari Bhakti Rimbawan ke 34. Sumber: BTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Bimtek Peningkatan Populasi 25 Satwa Terancam Punah Prioritas

Bogor - Pada tanggal 15-16 Maret 2017 telah diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknik Peningkatan Populasi 25 satwa terancam punah prioritas tahun 2017. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati dan diikuti peserta Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) atau staf teknis dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Direktorat Jenderal KSDAE. Kegiatan bimbingan teknis ini secara resmi dibuka oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Ir. Bambang Dahono Adji, MM., M.Si. Pada arahan yang diberikan pada saat pembukaan acara, Direktur KKH menyampaikan bahwa peningkatan populasi 25 satwa terancam punah prioritas sebesar 10% pada tahun 2019 termasuk kedalam Rencana Jangka Menengah Nasional yang perkembangannya dilaporkan kepada Kantor Staf Kepresidenan setiap tahunnya. Sehingga seluruh UPT lingkup Direktorat Jenderal KSDAE wajib melaporkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan serta jumlah populasi satwa yang menjadi prioritas di masing-masing UPT setiap tahunnya kepada Direktorat KKH. Selain itu diharapkan seluruh UPT memprioritaskan kegiatan pengelolaan satwa dilindungi di masing-masing UPT. Berdasarkan SK Direktur Jenderal KSDAE Nomor 180/IV-KKH/2015 tentang Penetapan 25 Satwa Terancam Punah Prioritas untuk Ditingkatkan Populasinya Sebesar 10% pada Tahun 2015-2019, kegiatan yang dapat dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan populasi satwa tersebut antara lain Pembinaan Populasi, Penanggulangan Konflik, Perlindungan dan Pengamanan, Penyadartahuan, Rehabilitasi dan Pelepasliaran, Pengelolaan dan Pengembangan Pangkalan Data. Masing-masing UPT dapat melakukan kegiatan-kegiatan tersebut berdasarkan tingkat kebutuhan / prioritas. Kegiatan bimbingan teknis ini mengagendakan penyampaian materi dari beberapa narasumber terkait antara lain dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, anggota tim penyusun roadmap peningkatan populasi 25 satwa, Hariyo T Wibisono, Donny Gunaryadi, Wulan Pusparini, Anton Ario, Dede Aulia Rahman, Jihad, Mirza D Kusrini, Wirdateri dan Deni Purwandana (Komodo Survival Program). Materi yang disampaikan terkait dengan kebijakan, strategi, metode survei dan monitoring 25 satwa prioritas. Pada sesi tanya jawab peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya lebih lanjut tentang kendala-kendala yang ditemui selama pelaksanaan kegiatan pengelolaan satwa di lapangan. Pasca kegiatan bimbingan teknis ini diharapkan seluruh peserta dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada staf lain di UPT masing-masing. Sumber Info : Direktorat KKH
Baca Berita

Pembentukan Brigdalkarhut BKSDA Sumatera Selatan

Palembang (17/3/2017). Sebagai implementasi permen LHK nomor P. 32/menlhk/setjen/kum.1/3/2016 dalam upaya pengendalian kebakaran hutan di kawasan konservasi, Balai KSDA Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan pembentukan regu Brigdalkar. Regu ini berasal dari petugas resort dan tenaga honorer (tphl dan bakti rimbawan) sejumlah 75 orang. Regu brigdal yang terbentuk fokus untuk melakukan kegiatan pencegahan dalkarhut meliputi patroli (pemadaman dini, penyuluhan, sosialisasi dan kampanye dalkarhut). Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari (13-16 maret 2017) di Kota Palembang dengan materi mengenai ilmu dasar kebakaran hutan, pencegahan kebakaran hutan, peralatan pemadam kebakaran, penggunaan GPS dan sistem pelaporan serta praktek (simulasi) pemadaman kebakaran hutan. Kepala BKSDA Dari kegiatan ini diharapkan terbentuk regu brigdalkar yang terampil dan memiliki semangat dan ilmu yang cukup untuk kegiatan pengendalian kebakaran khususnya di kawasan konservasi ujar Genman S. Hasibuan (Kepala BKSDA Sumsel) ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Menampilkan 10.833–10.848 dari 11.141 publikasi