Sabtu, 30 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-34 dan Hari Hutan Internasional ke-21 Balai Taman Nasional Gunung Palung

Ketapang, 20 Maret 2017. Balai Taman Nasional Gunung Palung memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke – 34 dan Hari Hutan Internasional ke – 21. Tema Hari Bhakti Rimbawan tahun 2017 ini adalah “Dengan Semangat Kerja Nyata Rimbawan Indonesia Bertekad Menjaga Kelestarian Hutan untuk Meningkatkan Pembangunan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan”, sedangkan Tema Hari Hutan Internasional tahun ini adalah Hutan dan Energi. Kegiatan digelar pada hari Senin tanggal 20 Maret 2017 sebagai upaya untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi sesama insan Rimbawan. Lokasi kegiatan dipusatkan di Kantor Balai TNGP dan sekitarnya, dimulai dengan Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka Hari Bhakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai TNGP Ir. Dadang Wardhana, M.Sc dan diikuti seluruh staf kantor Balai TNGP pukul 08.00 - selesai. Dalam sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dibacakan oleh Kepala Balai TNGP tersebut terdapat ajakan kepada seluruh pegawai KLHK untuk meningkatkan jiwa korsa dan profesionalisme Rimbawan. Kegiatan semacam ini secara rutin dilaksanakan oleh Kantor Balai TNGP setiap tahunnya agar terpupuk rasa kebersamaan dan persatuan. Meski dilaksanakan secara sederhana, namun kemeriahannya turut memicu semangat para pegawai untuk berkompetisi dan menikmati rangkaian suguhan acara dari kegiatan tersebut. Untuk memeriahkan peringatan tersebut Balai Taman Nasional Gunung Palung mengundang pihak mitra pengelolaan Taman Nasional untuk ikut serta berpartisipasi dalam memeriahkan berbagai lomba dan kegiatan sebagai berikut : Sumber Info : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Rafflesia Merah Jambu Balai KSDA Bengkulu

Bengkulu, 20 Maret 2017. Berdasarkan laporan dari masyarakat, telah mekar dikebun masyarakat Bunga Rafflesia berwarna merah jambu. Bunga tersebut mekar dikebun milik Sutrisno, warga Desa Aur Gading, Kecamatan Lungkang Kule Kabupaten Kaur, Propinsi Bengkulu. Dilaporkan bunga tersebut sedang di tangani Balai KSDA Bengkulu untuk diteliti jenis spesiesnya. Sumber Info : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Balai KSDA Sumatera Selatan

Palembang, 20 Maret 2017. Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat BKSDA Sumatera Selatan telah melaksanakan kegiatan patroli pengamanan hutan dan hasil hutan yang merupakan kegiatan untuk menjaga keutuhan kawasan konservasi di wilayah Sumatera Selatan. Kegiatan pengamanan kawasan pada bulan Maret 2017 ini meliputi aktivitas patroli pamhut, penyuluhan kepada perambah, pendataan kebun dan pondok perambah. Selain itu dilakukan juga pendataan data teknis lainnya seperti jasling,perjumpaan satwa serta informasi lain seperti pal batas dan batu besar dengan sasaran penyuluhan perlindungan hutan dan peringatan terhadap para perambah hutan melalui penandatanganan pernyataan oleh para perambah, dengan tujuan untuk mendukung upaya perobohan pondok dan pencabutan atau pemusnahan tanaman tidak asli yang ditanam oleh masyarakat. Kegiatan patroli ini juga mengambil data pengelolaan lainnya untuk diinput dalam database kawasan konservasi di Provinsi Sumatera Selatan. Oleh karena itu, permasalahan sosial sekaligus potensi yang ada di kawasan konservasi dan sekitarnya tidak lepas dari peran masyarakat. Sumber Info : Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Tanggamus Expo 2017 “Wahana Penyadartahuan Konservasi Pada Usia Dini"

Tanggamus, 20 Maret 2017. Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mengikuti Tanggamus Expo 2017, tanggal 16 – 19 Maret 2017. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tanggamus yang ke- 20. Balai Besar TNBBS bersama mitra kerja (RPU; Unila PILI; WCS; WWF) dalam Kegiatan Pameran Ini mengangkat tema “Ayo Ke TNBBS”, menampilkan daya tarik objek wisata alam TNBBS dan mengkampanyekan program konservasi 3 satwa kunci, yaitu : Harimau Sumatera; Gajah Sumatera; Badak Sumatera. Tanggamus Expo 2017 diadakan di Lapangan 17 Landbow Gisting, KabupatenTanggamus diikuti oleh instansi lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus, pelaku dunia usaha / bisnis, lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Bupati Tanggamus Samsul Hadi mengatakan dalam sambutannya pada acara pembukaan Tanggamus Expo 2017, bahwa Tanggamus Expo merupakan wahana bagi instansi pemerintah untuk menyampaikan program – program kerja serta capaiannya, dan bagi pelaku bisnis dan dunia usaha, momentum ini dapat dijadikan sebagai sarana pengenalan barang dan jasa yang dihasilkan, masyarakat Tanggamus merupakan pangsa pasar yang potensial. Sasriful Yadi Kepala SPTN I Sukaraja selaku ketua pelaksana kegiatan Tim Balai Besar TNBBS, menekankan bahwa selain mempromosikan ekowisata yang ada di TNBBS, pengenalan program konservasi pada anak – anak merupakan hal yang penting, karena anak – anak (generasi muda red.) merupakan penerus bangsa. “Untuk itulah pada stand TNBBS kita hadirkan patung gajah, replika Bunga Raflesia dan ada petugas penjaga stand yang memakai kostum Badak Sumatera. Hal ini sangat menarik minat anak – anak dan kita mudah menyampaikan program konservasi pada mereka” kata Sasriful disela – sela pelaksanaan Tanggamus Expo. Keseriusan Balai Besar TNBBS dalam upaya penyadartahuan program konservasi pada masyarakat khususnya anak – anak, melalui even Tanggamus Expo 2017 ini berbuah manis. Stand Balai Besar TNBBS terpilih sebagai Stand Terbaik II, piala langsung diberikan oleh Bupati Tanggamus Samsul Hadi disaat penutupan even Tanggamus Expo 2017. “Ini semua berkat kerjasama tim dan para mitra yang telah sangat membantu, dan ini merupakan pemicu semangat kita untuk menjadi lebih baik lagi, demi keberhasilan program konservasi TNBBS” tambah Sasriful seraya tersenyum… Sumber Info : Humas Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Kelahiran Kedua Tarsius Fuscus di TN Bantimurung Bulusaraung

Maros(20/3/2017). Berita gembira datang dari TN Bantimurung Bulusaraung (TN Babul). Telah lahir dengan selamat seekor bayi Tarsius fuscus di dome pengamatan semi alami di Resort Pattunuang TN Babul. Dome pengamatan ini adalah hasil kerjasama Balai TN Babul dan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan(BP2LHK) Makassar untuk pengamatan tarsius. Bayi Tarsius ini lahir pada minggu keempat bulan Januari 2017. Tarsius merupakan salah satu dari 25 spesies langka prioritas yang akan ditingkatkan populasinya sebesar 2 % per tahun (Ditjen KSDAE, 2015). Lokasi dome pengamatan tarsius tersebut juga dicanangkan oleh TN Bantimurung Bulusaraung sebagai lokasi target pengembangan suaka satwa (sanctuary) spesies Tarsius fuscus di tahun 2017 ini. Kelahiran bayi mungil ini tak lepas dari peran peneliti BP2LHK dan pawang tarsius TN Bantimurung Bulusaraung, Pado. “Kelahiran tarsius ini adalah kali kedua di dome pengamatan Tarsius ini” ungkap Pado saat memberikan keterangan. Sebelumnya telah lahir bayi pertama pada 8 Oktober 2012, yang saat itu diduga sebagai kelahiran pertama di dunia untuk Tarsius khas Sulawesi dalam dome Pengamatan di luar habitat alaminya. Sumber Info : Balai TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Kelahiran Bayi Gajah di TN Way Kambas

Labuhan Ratu, 20 Maret 2017. Bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Bhakti Rimbawan ke 34, berita gembira kembali datang dari Taman Nasional Way Kambas, Senin 20/3/2017 pukul 02.30 WIB dinihari telah lahir gajah betina dari induk bernama Riska dengan berat 85 kg. Saat ini bayi gajah tersebut masih dalam monitoring dokter hewan di Camp Elephant Rescue Unit (CRU)Tegalyoso. Kondisi bayi gajah dan induknya dilaporkan dalam kondisi sehat. Sumber Info : Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Trainer of Training (TOT) Pewarna Alami BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Putussibau, 18 Maret 2017. Pemberdayaan masyarakat merupakan aspek penting dalam pengelolaan Taman Nasional sehingga BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTN BKDS) tidak hentinya untuk melakukan peningkatan kemampuan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya, salah satunya adalah pengembangan pewarna alami untuk produk tenun dan turunannya. Balai Besar TN BKDS bekerja sama dengan ASPPUK (Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil) melaksanakan kegiatan Trainer of Training (ToT) pewarna alami di GOR Kecamatan Batang Lupar pada tanggal 13 s/d 17 Maret 2017. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 30 orang yang terdiri atas 2 orang Penyuluh Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS), perwakilan SMP Batang Lupar, SMP Embaloh Hulu, SMA Batang Lupar, SMA Embaloh Hulu, Komunitas Garis Warna Putussibau, dan perwakilan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pewarna Alami dari 11 desa yang ada di sekitar penyangga kawasan TNBKDS. Dengan dilaksanakannya kegiatan TOT ini diharapkan peserta dapat menyampaikan materi dan ilmu praktis pewarna alami ini kepada kelompok masyarakat yang mengembangkan produk-produk hasil hutan. Ada beberapa jenis tanaman yang sampai saat ini sudah di coba sebagai pewarna alami adapun tanaman tersebut adalah Empait (Clerodendrum sp), Mengkudu (Tarenna fragrans), Engkerabai Laut (Asystasia gangetica), Rengat Padi (Indigofera tinctoria) Beting, (Litsea ochracea), Jangau (Aporosa lunata), Engkerebai (Srylocoryne spp) dan tanaman lain yang belum teridentifikasi secara ilmiah. Aplikasi pewarna alam digunakan untuk pewarnaan produk-produk tenun dan turunannya seperti pakaian adat, anyaman rotan, bambu, sablon, cat lukis dan lain-lain. Aplikasi pewarnaan benang dengan menggunakan pewarna alami perlu melalui beberapa tahapan yaitu : 1). Mordanting (proses untuk mensterilkan benang dari unsur logam dan lemak, mengembangkan serat benang sehingga menyerap warna. 2). Ekstraksi (pemisahan warna dari bagian tanaman , 3) Fiksasi (mengunci warna). Prospek bisnis pewarna alami pada saat ini dianggap cukup menggiurkan, pewarna alami dijual dalam bentuk pasta indigo dengan harga Rp 500.000 s/d Rp. 700.00 per kilogram. Masyarakat mengharapkan agar dilakukan pertemuan lanjutan dan melakukan survey bersama terhadap tanaman pewarna di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Gubernur Aceh Berikan Nama Anak Gajah Yang Lahir pada Hari Bakti Rimbawan ke-34

Aceh, 20 Maret 2017. Gubernur Aceh, Dr. Zaini Abdullah, memberikan nama pada anak gajah yang lahir di Conservation Response Unit (CRU) Trumon pada tanggal 16 Maret 2017 lalu. Gubernur memberikan nama "Intan Setia" pada anak dari induk gajah Sisca (36 tahun) yang lahir tepat pada Hari Bakti Rimbawan ke-34. Nama tersebut diberikan gubernur kepada Kepala Balai KSDA Aceh Sapto Aji Prabowo, pada hari Senin, 20 Maret 2017 melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan dalam bentuk foto tulisan tangan ditandatangani Gubernur. Kehormatan kepada gubernur untuk memberikan nama anak gajah CRU Trumon diberikan sebagai bentuk apresisasi kepada Pemerintah Aceh yang mendukung upaya pelestarian gajah Sumatera di provinsi Aceh dalam bentuk dukungan anggaran operasionalisasi 5 (lima) unit CRU, meliputi CRU Mane, CRU Cot Girek, CRU DAS Peusangan, CRU Serbajadi dan CRU Alue Koyong. Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang berkenan memberikan nama pada anak gajah dan berharap agar anak gajah Intan nantinya dapat tumbuh sehat hingga dewasa. Sapto menyampaikan bahwa kelahiran anak gajah tersebut sangat penting bagi upaya pelestarian gajah Sumatera di Provinsi Aceh, karena kelahiran gajah jinak terakhir terjadi pada tahun 2012 atau hampir 5 tahun yang lalu. Conservation Response Unit atau CRU dibentuk dalam rangka mempercepat respon Pemerintah dalam upaya mitigasi konflik gajah yang masih marak terjadi di Aceh akibat tekanan terhadap habitatnya. Dengan respon yang baik dari CRU, potensi terbunuhnya gajah oleh masyarakat yang menganggap gajah itu sebagai hama atau musuh, dapat diminimalisasi. Dari data yang ada di BKSDA Aceh, sejak 2010-2016, terdapat 41 gajah liar yang terbunuh baik dengan cara diracun, dijerat maupun ditembak, atau rata-rata 7 ekor per tahun. Namun pada 2016, kejadian kematian gajah liar tercatat hanya 4 ekor. Tingginya kematian gajah sebelum tahun 2016 patut diduga karena lambatnya respon pemerintah dalam menangani konflik gajah sehingga masyarakat bertindak dengan cara mereka sendiri yaitu dengan membunuhnya meskipun itu merupakan pelanggaran hukum. Saat ini di Aceh terdapat 7 unit CRU, 5 diantaranya dibiayai Pemerintah Aceh sedangkan 2 lagi dibiayai NGO dan swasta. Semoga kelahiran anak gajah di CRU Trumon Aceh Selatan dapat menjadi momentum semua pihak untuk melestarikan spesies kunci yang terancam punah ini di Provinsi Aceh. Sumber Info : Sapto Aji Prabowo - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh
Baca Berita

Release Jalak Bali Ke Taman Nasional Bali Barat Oleh Asosiasi Jalak Bali Jawa Tengah

Cekik, 16 Maret 2017. Asosiasi Jalak Bali Jawa Tengah yang merupakan binaan Balai KSDA Jawa Tengah melaksanakan penyerahan burung Jalak Bali sebanyak 26 ekor untuk dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Acara serah terima Jalak Bali yang dilaksanakan di kantor Balai TNBB diawali dengan sambutan oleh kepala Balai TNBB Bapak Ir.Bambang Harianto, kepala Balai KSDA Jateng Bapak Ir.Suharman,MM, perwakilan Asosiasi Jalak Bali Jateng Bapak Marzuki dan terakhir oleh Bapak Ir. Supriyanto dari Direktorat KKH. Dalam arahanya, Bapak Ir. Supriyanto menekankan beberapa hal penting, yakni: (1) Mengucapkan terimakasih dan apresiasi serta berharap dapat diikuti oleh penangkar-penangkar yang lain, (2) Agar Jalak Bali yang diserahkan dapat segera dihabituasi dan dilihat kondisi kesehatannya, (3) Balai TNBB dapat memantau dan memonitoring serta melaporkan perkembangan dan tingkat keberhasilannya, dan (4) Balai TNBB dapat meningkatkan daya dukung habitat. Kegiatan tersebut sebagai bagian dalam implementasi Pasal 71 Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.19/Menhut-II/2005 yang mengatur bahwa setiap penangkar yang melakukan penangkaran wajib melakukan pengembalian ke habitat alamnya spesimen tumbuhan dan satwa hasil penangkaran dari jenis yang dilindungi yang telah memenuhi standar kualifikasi penangkaran sedikitnya 10% (sepuluh persen) dari hasil penangkaran. Dan juga bagian dari implementasi Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.19/Menhut-II/2005 Tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar, penangkaran merupakan upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Penangkaran tumbuhan dan satwa liar dalam bentuk pengembangbiakan satwa, pembesaran satwa dan perbanyakan tumbuhan secara buatan dalam kondisi yang terkontrol (Artificial Propagation). Kemudian acara dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima burung Jalak Bali dan penyerahan piagam penghargaan kepada seluruh penangkar Asosiasi Jalak Bali Jateng. Terakhir, acara dillanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Pusat Penangkaran Jalak Bali di Tegal Bunder dan kawasan wisata pantai Karang Sewu, kawasan TNBB. Sumber Info : Balai TN Bali Barat dan Balai KSDA Jawa Tengah
Baca Berita

Penyegaran Fasilitator Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi

Bogor, 20 Maret 2017. Sebagai persiapan self asessment peniliaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi tahun 2017 oleh UPT Ditjen KSDAE, Direktorat Kawasan Konservasi sejak hari ini hingga Kamis 23 Maret 2017 nanti menyelenggarakan kegiatan Penyegaran Fasilitator Penilaian Efektivitas Pengelolaan di Jambu Luwuk Convention Hall & Resort Puncak, Bogor. Kegiatan yang didukung oleh Sumatran Tiger Project UNDP, WCS Indonesia, dan GIZ Forclime ini dihadiri kurang lebih 35 peserta yang merupakan fasilitator penilaian, yang berasal dari Pusat Diklat LH dan Kehutanan, 9 UPT Taman Nasional, 2 UPT KSDA, Perguruan Tinggi (IPB, UGM, UNG, Unand, dan Uncen), EPASS, IJ REDD, USAID Lestari, FFI, Forum Harimau Kita, CI Indonesia, INSPIRIT dan PILI Network. Direktur Kawasan Konservasi, Ir. Suyatno Sukandar, M.Sc, dalam sambutannya mengharapkan kegiatan ini dapat menyegarkan dan meningkatkan kapasitas fasilitator, menghasilkan rencana kerja fasilitator tahun 2017, serta dapat menjadi sarana untuk mendapatkan masukan terhadap penyusunan Draft Buku Panduan Fasilitator Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi berdasarkan pengalaman-pengalaman fasilitator dalam proses fasilitasi yang telah berlangsung. UPT yang diundang dan hadir yaitu BBTN Bukit Barisan Selatan, BBTN Betung Kerihun, BBTN Bromo Tengger Semeru, BBKSDA Sumatera Utara, BTN Aketajawe Lolobata, BTN Alas Purwo, BTN Bantimurung Bulusaraung, BTN Wakatobi, BTN Gunung Merapi, BTN Karimun Jawa, BKSDA Kalimantan Timur. Sumber Info : Dikrektorat KK
Baca Berita

Kegiatan Hari Bhakti Rimbawan Balai TN Kayan Mentarang

Malinau, 18 Maret 2017. Perayaan Hari Bakti Rimbawan Ke-34 Tahun 2017 lingkup Balai TN Kayan Mentarang di laksanakan sejak tanggal 13 s.d. 18 Maret 2017 dengan rangkaian kegiatan seperti Pendidikan Lingkungan Hidup bagi siswa/siswi SD dan SLTP di Kecamatan Malinau Barat dan Kecamatan Bahau Hulu Kabupaten Malinau. Tepat tanggal 16 Maret 2017 dilaksanakan Apel bersama Staf dan Dharma Wanita Persatuan Balai TN Kayan Mentarang sekaligus pembacaan Pidato Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka peringatan Hari Bhakti Rimbawan. Rangkaian kegiatan selanjutnya yaitu senam pagi bersama Staf dan Dharma Wanita Persatuan Balai TN Kayan Mentarang, pertandingan olahraga (Tarik tambang dan Volley Ball), lomba memasak bagi pegawai pria Balai TN Kayan Mentarang, donor darah massal dengan melibatkan Mitra Konservasi (BLH, KODIM 0910, FoMMA, FORCLIME, WWF dan KPH Malinau) dan rangkaian kegaiatan yang terakhir yaitu lomba mewarnai untuk putra putri pegawai Balai TN Kayan Mentarang. Sumber Info : Balai TN Kayang Mentarang
Baca Berita

Kampanye Keanekaragaman Hayati "Biodiversity Walk"

Putussibau - 19 Maret 2017. Dalam rangkaian peringatan hari Bhakti Rimbawan ke 34, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) menyelenggarakan kampanye keanekaragaman hayati melalui jalan sehat "BIODIVERSITY WALK" yang bertujuan untuk mengenalkan keanekaragaman kepada masyarakat umum. Selain jalan sehat, dilaksanakan juga Pendidikan konservasi, lomba mewarnai tingkat PAUD/TK/SD, lomba karaoke, dan parade band. Jalan sehat yang diikuti kurang lebih 500 peserta dibuka oleh Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir dan Wakil Bupati Anton Pamero mengambil start di depan Gedung Olah Raga Indoor Putussibau. Dalam sambutannya bupati kapuas hulu mengajak untuk menjaga kelestarian alam TNBKDS dan Kapuas Hulu Sebagai Kabupaten Konservasi. Setelah jalan sehat dilanjutkan penyampaian materi pendidikan lingkungan oleh Forum Orangutan Indonesia (FORINA) mengenai keanekaragaman hayati TNBKDS. Pada kesempatan itu juga Bupati dan Wakil Bupati berkenan mengambil undian doorprice dengan hadiah utama sepeda. Acara dilanjutkan dengan lomba mewarnai tingkat PAUD/TK dan SD dan lomba karaoke serta pembagian hadiah pemenang lomba lomba yang telah dilaksanakan dalam ranga hari Bhakti Rimbawan. Acara ini merupakan kerjasama BBTNBKDS, Forina (forum orangutan indonesia), PAC (putussibau art community), komunitas garis warna, KFKH (Komunitas fotografi kapuas hulu). Sumber: BBTNBKDS
Baca Berita

Club Motor K-Vital Bontang Dan Kader Konservasi Beraksi Di Bontang Mangrove Park Taman Nasional Kutai

Bontang - 19/03/2017, Dalam rangka memperingati hari Bakti Rimbawan yang ke-34 dan Hari Hutan Internasional yang ke-5, Kader Konservasi Balai Taman Nasional Kutai regional Kota Bontang, club motor K-VITAL Bontang dan para pecinta lingkungan kota Bontang membuat aksi pada hari Minggu, 19 Maret 2017 di Bontang Mangrove Park, Salebba Taman Nasional Kutai. Aksi tersebut berupa penyelenggaraan kegiatan Mangrove Park Race dan penanaman mangrove. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka turut mempromosikan potensi Balai Taman Nasional Kutai serta memberikan edukasi dalam pelestarian Taman Nasional Kutai khusunya mangrove. Mangrove Park Race merupakan kegiatan awal yang di laksanakan oleh Kader Konservasi Taman Nasional Kutai regional Kota Bontang dengan harapan dapat menumbuhkan serta meningkatkan kesadaran terhadap konservasi Taman Nasional Kutai di kota Bontang. Kegiatan yang bertema “Tak Kenal maka Tak Sayang” ini dapat sukses selain karena adanya dukungan dari Balai Taman Nasional Kutai juga karena dukungan berbagai pihak seperti PT. Pupuk Kaltim, PT. Indominco Mandiri, PT. KMBU, PT. Badak LNG, RSUD Taman Husada Bontang, English Debate Society, Saka Wanabakti, Bela Indonesia, Bontang Post, Emergency Responce Team Indominco, BPBD Kota Bontang, dan MPs FM PT. PAMA Bontang. Acara Mangrove Park Race (MPR) diikuti oleh 47 tim yang terdiri dari 3 sampai 4 orang per tim (179 orang peserta). Acara ini dihadiri oleh Walikota Bontang (dr. Hj. Neni Moerniaeni, SpOG) yang membuka acara sekaligus melepas peserta Mangrove Park Race dengan start di Bontang Mangrove Park Salebba. Selanjutnya peserta menjelajah kawasan TN Kutai khususnya hutan mangrove yang berada di Bontang Mangrove Park Taman Nasional Kutai. Selama menjelajahi mangrove, peserta harus menyelesaikan challenge di 6 (enam) pos yang telah disiapkan oleh panitia dengan berbagai informasi seputaran TN Kutai. Selain itu, peserta juga diajak untuk melakukan pengenalan jenis mangrove dan pengamatan satwa yang berada di dalam maupun di luar kawasan Taman Nasional Kutai yang berada di kota Bontang. Hal ini dilakukan agar peserta dapat langsung merasakan pengalaman berada di TN Kutai, mengetahui informasi lebih banyak mengenai berbagai potensi yang ada di Taman Nasional Kutai khususnya di Kota Bontang. Setelah melewati rangkaian challenge di tiap pos, semua peserta berkumpul kembali di Bontang Mangrove Park. Kepada semua peserta diberikan piagam penghargaan dan untuk para pemenang challenge diberikan hadiah. Kriteria penilaian untuk menjadi juara pada challenge ini adalah ketepatan dan kecepatan menyelesaikan tugas yang diberikan panitia, ketepatan waktu berangkat dan kembali ke garis finish dan kategori yang paling unik adalah peserta yang paling banyak mengumpulkan sampah. Dari semua kriteria tersebut, panitia memutuskan Juara I diberikan kepada tim Hore, Juara II Tim Udang Gondrong dan Juara III oleh Tim Indominco Mandiri 4,sedangkan untuk piala eco warrior diraih oleh Tim Hore. Selain Mangrove Park Race, kegiatan lain yang dilakukan yaitu penanaman mangrove oleh club motor “All Bikers K-VITAL Bontang”. Penanaman mangrove dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan dukungan terhadap visi dan misi wali kota Bontang yaitu menjadikan kota Bontang sebagai green city yang selaras dengan visi misi Balai Taman Nasional Kutai. Mangrove yang ditanam yaitu mangrove jenis Bruguiera, Rizophora, dan Ceriops tagal. Dengan adanya penanaman yang telah dilaksanakan, K-VITAL Bontang berharap pemerintah dapat terus mendukung kegiatan serupa dan semoga All Bikers K-VITAL Bontang dapat menjadi teladan bagi club motor lainnya untuk selalu melakukan hal-hal positif sehingga dapat merubah image negatif yang berkembang di tengah masyarakat. Sumber: BTNKutai
Baca Berita

Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan Mangga Delima Taman Nasional Karimunjawa

Kemujan, 19 Maret 2017. Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) Mangga Delima Taman Nasional Karimunjawa merupakan hasil Evaluasi Pengembangan Usaha Ekonomi (PUE) Tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Balai TN Karimun Jawa (BTNKJ) atas rekomendasi Inspektorat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap berbagai bantuan pengembangan ekonomi masyarakat di daerah penyangga. Sehingga peran masyarakat di daerah penyangga kawasan konservasi tidak terabaikan. Anggota SPKP Mangga Delima juga sudah melek teknologi walaupun dari kalangan nelayan dengan tingkat pendidikan rata-rata lulusan SMA. Mereka juga memantau Facebook dan sering berdiskusi dengan fasilitator pendamping dari BTNKJ, WCS dan Rare. Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) Mangga Delima mulai dirintis pada tahun 2006 oleh pejabat fungsional Karimunjawa (PEH dan Polhut). Unit usaha SPKP sejak berdiri berturut-turut, warung ikan bakar, toko kelontong, simpan pinjam, ternak sapi bergilir, agrosilfopastoral, dan persewaan traktak. Progres paling bagus adalah persewaan tratak dan simpan pinjam dibuktikan saldo positif yang terus berkembang. Persewaan tratak dirasakan semua lapisan masyarakat karena harga sewa antara Rp 200.000 (acara kematian) – Rp 1.600.000,- (acara pernikahan). SPKP Mangga Delima juga melakukan penyuluhan mandiri di damping fasilitator dari Balai TNKJ, WCS dan Rare tentang kawasan konservasi TNKJ diantaranya sosialisasi penerapan zonasi. SPKP juga rutin menanam mangrove dengan mengajak karang taruna dan pengunjung TNKJ. Terungkap, ada keinginan masyarakat diluar anggota untuk bergabung di dalam SPKP, namun belum bisa terwadahi mengingat motivasinya masih sebatas kemudahan meminjam uang di unit usaha simpan pinjam tanpa ada kesadaran terlibat dalam kegiatan yang dilakukan SPKP. Melalui kesepakatan aklamasi anggota dengan tujuan pengembangan SPKP ke depan, dana pengembangan digunakan untuk mengurus akta badan hukum. Pada tanggal 21 Oktober 2016 SPKP Mangga Delima menjadi badan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0076485.AH.01.07 Tahun 2016. Sumber Info : Isai Yusidarta, ST., M.Sc. - Balai TN Karimun Jawa
Baca Berita

Kunjungan Pangdam V Brawijaya di TN Bromo Tengger Semeru

Malang, 19 Maret 2017. Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal I Made Sukadana mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan mengajak pasukannya berjumlah 200 orang se-wilayah Korem Malang dan komunitas Trail yang menjadi binaannya pada Minggu 19 Maret 2017. Kegiatan dengan Motor Traill selain bertujuan menyalurkan hobi juga salah satu upaya mengenal teritori juga mendekatkan diri dengan pasukan yang ada di wilayah Korem Malang. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 6.30 dari Rumah Dinas Pangdam di Malang, dilanjutkan menuju kawasan Perhutani KPH Malang di sekitar Coban Pelangi untuk melakukan penanaman pohon. Dilanjutkan ke kawasan TNBTS di Bukit Teletubies yang merupakan padang savana yang menjadi favorit pengunjung. Kedatangan Pangdam V Brawijaya di wilayah TNBTS disambut oleh Kepala Bidang PTN Wilayah I (Farianna Prabandari) mewakili Kepala Balai Besar TNBTS beserta jajarannya. Agar kegiatan touring ini lebih bermakna, pihak TNBTS mengagendakan 3 (tiga) kegiatan untuk Panglima dan jajarannya, yaitu Pemasangan rambu - rambu jalur trail. Kegiatan ini dimaksudkan agar para crosser tidak menggunakan jalur yang tidak semestinya yang berakibat pada perubahan bentang alam dan kerusakan ekologi savana maupun laut pasir Tengger. Kegiatan kedua yaitu Patroli Bersama Siaga Bencana. Kunjungan Pangdam kali ini bertepatan dengan akhir musim penghujan dan menjelang musim kemarau, dapat dijadikan momen patroli bersama dalam rangka pencegahan bencana. Patroli bersama ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama antara TNBTS dengan jajaran TNI dan Polri untuk mendukung kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan TNBTS, khususnya di wilayah teritorial 4 (empat ) Kabupaten (Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang). Kegiatan terakhir yaitu Penanaman bibit Edelweiss di kawasan TNBTS. Penanaman secara simbolik ini merupakan wujud partisipasi jajaran Kodam V Brawijaya dan kepedulian beliau pada upaya pelestarian edelweiss yang menjadi salah satu icon kegiatan pelestarian biodiversitas TNBTS. Kunjungan Pangdam dilanjutkan dengan sembahyang di Pura Poten yang menjadi tempat ibadah sakral umat Hindu Tengger yang tepat berada di kawah Gunung Bromo. Sembahyang di Pura Poten ini juga merupakan contoh keteladanan kepemimpinan beliau pada pasukannya bahwa ditengah-tengah kunjungan teritorinya tidak melupakan ibadah. Kegiatan terakhir adalah ramah tamah di Lava View Lodge. Kesempatan ini juga digunakan TNBTS untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak yang diundang seperti Forpimda, tokoh masyatakat Tengger dan pelaku jasa wisata. Semoga kunjungan Pangdam V Brawijaya dapat memberi semangat pengelola dan masyarakat luas untuk tak kenal lelah mewujudkan TNBTS lestari dan mampu mensejahterakan masyarakat sekitar. Sumber Info : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Konservasi Penyu di TWA Menipo

Kupang, 19 Maret 2017. 150 ekor tukik hasil penetasan secara alami berhasil mencapai bibir pantai dengan selamat. Hasil tersebut merupakan laporan Tenaga konservasi Penyu TWA Menipo, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT saat tim melakukan patroli malam hari di sekitar pantai pada tanggal 18 Maret 2017. Tim memantau beberapa sarang tempat bertelur penyu yang sebelumnya telah ditandai dan dicatat saat sang induk bertelur pada lokasi tersebut. Tepat 92 hari usia salah satu sarang telur penyu, kemudian berlangsung proses penetasan telur menjadi tukik (bayi penyu) secara alami. Dari catatan tim (Apdon amfoni dkk), tukik yang menetas adalah jenis penyu Sisik Semu (Lepidochelys olivacea). Setelah melakukan penantian sekitar 3 jam atau tepatnya pukul 22.07 wita seluruh telur dari 1 sarang penetasan berhasil menetas dengan sempurna. Selanjutnya Tim membiarkan semua tukik berjalan menempuh jarak sekitar 10 meter ke bibir pantai. Terdapat 3 metoda penetasan penyu pada lokasi konservasi penyu ini yakni : 1). dibiarkan pada lokasi pantai untuk menetas secara alami dengan dilakukan penandaan dan pencatatan; 2). dilakukan pemindahan pada lokasi penetasan berupa area pasir pantai berpagar untuk mengamankan dari predator, ditandai dan dicatat (semi alami); dan 3) dilakukan penetasan pada bak-bak berpasir dalam pondok penetasan (semi alami). Proses rilis tukik biasanya dilakukan secepat mungkin atau maksimal 3 hari sejak mereka menetas. Sampai dengan bulan Maret 2017 ini, pada lokasi penetasan semi alami terdapat 757 butir telur yang menunggu saatnya menetas. Mereka berasal dari indukan penyu yang datang dan mendarat di sekitar pantai TWA Menipo dan bertelur. Terdapat 2 lokasi konservasi penyu pada Wilayah Kerja Balai Besar KSDA NTT yakni pada TWA Menipo, Kabupaten Kupang dan pada TB Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang letaknya dibatasi Muara Sungai Noelmina. Selama tahun 2016 pada kedua lokasi konservasi penyu ini tercatat 80.481 butir penyu yang berhasil dikumpulkan untuk ditetaskan. 93% atau 74.877 butir yang berhasil menetas sedangkan tukik yang berhasil dirilis berjumlah 73.136 ekor karena sebagian tukik mati sebelum dirilis. Kegiatan ini telah dilakukan sejak tahun 2007 dengan rata-rata 14.627 ekor tukik dirilis setiap tahunnya. Sumber Info: Humas BBKSDA NTT

Menampilkan 10.817–10.832 dari 11.141 publikasi