Jumat, 29 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Tanam Kebaikan Tuai Keberkahan

Bontang - 25/03/2017, Masih dalam rangka Hari Bakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional, Balai Taman Nasional Kutai (TNK) kembali menggelar aksi menanam 1000 bibit pohon bersama dengan Sekolah Alam Bontang yang bertepatan dengan Milad Sekolah Alam Bontang pada hari Sabtu, 25 Maret 2017 yang berlokasi di Sekolah Alam Bontang. Kegiatan penanaman ini merupakan bentuk dukungan Balai TNK kepada Sekolah Alam Bontang yang memiliki konsep pembelajaran yang pro konservasi. Lahan seluas lebih kurang 1 Ha ditanami dengan berbagai jenis tumbuhan, dengan pengelompokan yaitu kelompok tanaman endemik Kalimantan, tanaman non endemik, tanaman penghasil buah, tanaman penghasil kayu, dan tanaman berkhasiat obat menjadi sebuah arboretum tematik. Seribu pohon tersebut kelak akan menjadi Green Lab sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar di Sekolah Alam Bontang, baik dari level Paud/TK, SD maupun SMP serta sekolah-sekolah lain di Kota Bontang. Acara ini dihadiri oleh Walikota Bontang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang, Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Bontang, Camat Bontang Barat, Lurah Belimbing, Ketua Himpaudi, Ketua IGPKI, PT. KNE, Kepala-Kepala sekolah di sekitar lokasi Sekolah Alam Bontang, serta wakil dari perusahaan PT. Indominco Mandiri, PT. KITA sebagai donatur bibit dan pupuk. Wali Kota Bontang (dr. Hj. Neni Moerniaeni, SpOG) dalam sambutannya menyampaikan sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan penanaman yang dilaksanakan di Kota Bontang karena akan menjadikan kota Bontang sebagai green city yang sejalan dengan visi misi kota Bontang. Selanjutnya Wali Kota Bontang mengharapkan agar kegiatan penanaman 1000 pohon ini bukan hanya sekedar ceremonial tetapi harus ada konsisten dan komitmen dari masyarakat untuk menjaga kelestarian alam. Kegiatan pembukaan penanaman dimeriahkan dengan pertunjukan seni dari siswa-siswi sekolah Alam Bontang yang menampilkan tarian gerakan go green, Tilawah qur’an dan vocal group yang diiringi perkusi dengan menyanyikan lagu “Bumi dan Sampah” hasil karya cipta siswa Sekolah Alam Bontang. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis arboretum tematik oleh Kepala Balai Taman Nasional Kutai kepada Kepala Sekolah Alam Bontang disaksikan oleh Walikota Bontang dan peserta penanaman. Setelah pembukaan selesai, seluruh tamu undangan beserta siswa-siswi dan wali murid bersama-sama melaksanakan penanaman 1000 bibit pohon. Harapannya, semoga peringatan Hari Bhakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional ini mengena pada tujuannya dan menjadi catatan amal baik bagi kita rimbawan. Sumber: Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

BBTNGGP Gelar Bersih Sampah Jalur Pendakian Resort Cibodas Dan Gunung Putri

Cianjur, Tanggal 26 Maret 2017. Kegiatan Operasi Bersih Jalur Pendakian ataupun wisata pendakian merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) setiap tahunnya. Kegiatan Operasi Bersih Jalur Pendakian kali ini dilaksanakan di jalur pendakian Resort Cibodas dan Gunung Putri pada wilayah kerja Seksi PTN I Cibodas, Bidang PTN Wilayah I Cianjur. Kegiatan Operasi Bersih Jalur Pendakian ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan rasa kepedulian dan kecintaan dalam menjaga kelestarian kawasan serta merupakan salah satu upaya persiapan pelayanan terhadap pengunjung pendakian dan sebagai salah satu wujud peningkatan pengelolaan wisata khususnya wisata pendakian. Kegiatan Operasi Bersih Jalur Pendakian dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar TNGGP di jalur pendakian Resort Cibodas dan diikuti oleh perwakilan pegawai lingkup Balai Besar TNGGP, masyarakat sekitar kawasan, MMP, dan Volunteer (Montana dan GPO). Kegiatan Operasi Bersih Jalur Pendakian ini dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada tanggal 23, 25, dan 26 Maret 2017. Dalam arahannya, Kepala Balai Besar TNGGP menyampaikan point penting bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan taat aturan merupakan dasar utama yang harus dimiliki petugas dan para pendaki khususnya dalam menjaga keutuhan dan kelestarian TNGGP, beliaun juga menegaskan bahwa kelestarian dapat terwujud karena kepedulian kita bersama . (Care and Respect). Teks: Isna Farhanudin – Polhut Balai Besar TNGGP Dok: Firman Surya Kusumah – Polhut Balai Besar TNGGP
Baca Berita

MNOC dan Penanaman Warnai Peringatan HHI di Taman Nasional Gunung Merbabu

Boyolali, 26 Maret 2017. Merbabu National Orienteering Competition (MNOC) Tahun 2017 merupakan ajang pengenalan Taman Nasional Gunung Merbabu terhadap masyarakat luas untuk menunjukkan eksistensi pengelolaan kawasan konservasi yang ada di Jawa Tengah ini. Bekerja sama dengan Unit Pelestari Lingkungan Merbabu, penyelenggaraan kegiatan MNOC 2017 yang berlokasi di Dusun Thekelan, Desa Batur, tanggal 25-26 Maret kemarin berjalan dengan lancar. Lomba diikuti oleh 113 tim (226 peserta) dari berbagai kota/kabupaten seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Bogor, Purwokerto, Semarang, Solo, Salatiga, Yogyakarta, Surabaya, Madura, dan lain-lain. Peserta sempat dihantam badai saat apel pagi pada hari Minggu, 26 Maret 2017 sebelum lomba dimulai. Acara sempat diundur satu jam karena cuaca yang kurang bersahabat, namun tepat pukul 09.00, peserta diberangkatkan untuk mulai berlomba. Juara MNOC 2017 dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu kategori Umum Putra, kategori Umum Putri, dan kategori Pelajar. Lomba ini memperebutkan piala bergilir, piala tetap, dan uang pembinaan senilai total Rp 20.000.000,-. Adapun juara MNOC 2017 per kategori adalah : Umum Putra Juara I : Bramahardika UNS Juara II : Contour Orienteering Tangerang Juara III : Dinamik UMS Umum Putri Juara I : Wanala Unair Juara II : TOS 2 Juara III : Mapsa UMP Pelajar Juara I : OSM Miri Sragen Juara II : Palasmaga 2 Solo Juara III : Palasmaga 1 Solo Acara ini juga diisi dengan kesenian asli Dusun Thekelan yakni jaranan dan warok, yang mampu menyedot perhatian penonton dengan aksi “trance”nya. Doorprize bagi peserta pun tak kalah menarik. Sejumlah sponsor turut membagikan hadiah hiburan seperti jaket, headlamp, sarung tangan, tiket outbond, dan lain-lain. MNOC diharapkan dapat menjadi agenda 2 tahunan untuk terus mengenalkan potensi Taman Nasional Gunung Merbabu kepada masyarakat luas. Jadi, jangan lewatkan MNOC 2019 ya! Selain kegiatan MNOC, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional Tahun 2017 juga mengadakan kegiatan penamanan yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 Maret 2017 yang lokasi kumpul penamanan di Dusun Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo. Kegiatan penamanan ini bekerjasama dengan kelompok Panji Kinasih diikuti oleh berbagai kelompok relawan dari Boyolali, Magelang, Salatiga, Semarang, aparat TNI, Kepolisian dan lainnya. Jumlah bibit yang ditanam dalam kegiatan sekitar 20.000 bibit yang terdiri dari bibit berasan, bibit puspa, bibit pampung, bibit dadap, bibit bambu rinjing, bibit salam dan bibit beringin. Lokasi penamanan di Desa Senden dan Desa Jeruk yang jarak lokasi lubang tanam tidak terlalu jauh dari lokasi kumpul. Walau hujan deras sempat turun, namun kegiatan penamanan ini berjalan dengan lancar dan sukses. Diakhir kegiatan, peserta penamanan dihibur dengan hiburan organ tunggal. Diharapkan dengan adanya kegiatan penamanan ini dapat mengembalikan ekosistem hutan yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Sumber Info : Balai TN Gunung Merbabu
Baca Berita

Peringati Hari Air Dunia TNGR Adakan Kegiatan Pendidikan Konservasi

Lombok - 26/03/2017, Memperingati Hari Air Dunia (HAD) Balai TNGR melalui Resort Setiling Seksi PW II bersama masyarakat Kecamatan Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah yg tergabung dlm kelompok TASTURA RINJANI, Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Aikberik serta komunitas Waterfall Lover NTB pd tgl 25-26 Maret melaksanakan kegiatan : Kemah Konservasi, Pagelaran Seni Tradisional, Pendidikan Konservasi Bagi Anak Usia Dini dan Jelajah Air Terjun Benang Setokel Benang Kelambu. Sumber: BTN Gunung Rinjani
Baca Berita

BBKSDA Sumut Terima Owa Ungko Dari Masyarakat

Medan - 25 Maret 2017, Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama mitra Orangutan Information Centre telah menerima satwa yang dilindungi undang-undang jenis Owa ungko (Hylobates agilis) dari salah seorang warga masyarakat di Jalan Sei Asahan Medan. Satwa tersebut telah dipelihara selama kurang lebih 2 Tahun dalam kandang dan ditempatkan di bagian belakang rumah. Menurut pengakuan pemilik bahwa yang bersangkutan memperoleh satwa tersebut dari temannya di kabupaten Asahan. “Informasi bahwa satwa Owa ungko ini dilindungi oleh negara saya peroleh dari teman yang bekerja sebagai aktivis penyelamatan satwa, dan dia menyerankan kepada saya untuk menyerahkan kepada negara yakni Kementerian Kehutanan” ujar Dedek Sebayang, pemilik satwa. Pada hari itu juga, Balai Besar KSDA Sumatera utara bersama mitra Orangutan Information Centre langsung membawa Owa ungko tersebut untuk dititipkan ke Lembaga Konservasi Taman Hewan Pematangsiantar. Ir. Irzal Azhar, Msi. mengatakan bahwa “Owa ungko (Hylobates agilis) merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dat Satwa, adapun menurut IUCN Owa ungko ini dikategorikan ke dalam status Genting (Endangered) terutama dikarenakan hilangnya habitat dan perburuan untuk dijadikan hewan timangan”. Sumber: BBKSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Peningkatan Kapasitas MMP dan TPHL Balai TN Bantimurung Balusaraung

Makassar, 25 Maret 2017. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Tenaga Pengamanan Hutan Lainnya ( TPHL) di Hotel Aerotel Smile Makassar pada hari Sabtu, 25 Maret 2017. Peserta kegiatan peningkatan kapasitas ini diikuti 50 orang yang terdiri dari 35 orang MMP dan 15 orang TPHL yang berasal dari masyarakat sekitar kawasan TN Babul. “Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini MMP dan TPHL memiliki kemampuan untuk mendeteksi dini gangguan kawasan yang berada di wilayahnya” ujar Surapil, salah satu panitia kegiatan saat kami temui. Tujuan dilaksanakannya kegiatan peningkatan kapasitas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia MMP dan TPHL di bidang pengamanan dan perlindungan hutan. Pada acara yang berlangsung sehari penuh ini, peserta dibekali pengetahuan secara umum tentang TN Babul dan prosedur tetap yang harus dilakukan jika menemui permasalahan di wilayahnya, agar peserta mengenal potensi dan kawasan TN Babul yang menjadi fokus untuk diamankan. Peserta sangat antusias mengikuti acara ini, diskusi berjalan komunikatif hal ini dikarenakan keinginan tahuan MMP dan TPHL yang sangat tinggi sehingga materi yang diberikan dapat diterima dengan baik. Menurut Kepala Balai TN Babul, Sahdin Zunaidi, MMP dan TPHL adalah bagian dari keluarga besar TN Babul yang diharapkan mampu mendukung informasi dan data dalam perlindungan dan pengamanan hutan TN. Babul. “ MMP dan TPHL juga dapat berperan sebagai jembatan antara TN babul dan Masyarakat sekitar kawasan” tambah Sahdin Zunaidi. Sumber Info : Polisi Kehutanan Balai TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Lagi, Masyarakat Serahkan Satwa Dilindungi ke BBKSDA Jawa Barat

Bandung – 24/03/2017, Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dilindungi semakin bertumbuh. Hal tersebut terbukti dari semakin banyaknya masyarakat yang secara sukarela menyerahkan satwa liar dilindungi undang-undang kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar Balai Besar KSDA Jawa Barat. Upaya penertiban peredaran tumbuhan dan satwa liar yang dilaksanakan oleh Tim Gugus Tugas melalui berbagai bentuk kegiatan, baik yang bersifat preventif-persuasif (patroli, penyuluhan, dan sosialisasi) maupun yang bersifat represif (penegakan hukum) menjadi faktor utama yang mendongkrak meningkatnya kesadartahuan masyarakat. Di samping itu, peran media juga tidak bisa dinafikan karena melalui pemberitaan yang begitu gencar, baik melalui media cetak maupun media elektronik, sedikit banyak telah merubah mindset sebagian masyarakat tentang memelihara tumbuhan dan satwa liar dilindungi undang-undang secara illegal. Bahwa ada konsekuensi hukum yang menanti jika terus dilakukan, di samping juga ada resiko dari sisi kesehatan bagi satwa liar itu sendiri maupun manusia. Selama bulan Maret 2017 ini, BBKSDA Jawa Barat sedikitnya telah menerima penyerahan satwa liar dilindungi undang-undang sebanyak 3 (tiga) kali. Pertama, pada tanggal 14 Maret 2017 seorang warga Kota Garut bernama Ilham Saepul Falah menyerahkan seekor kukang (Nyticebus javanicus) kepada Taman Satwa Cikembulan. Sehari kemudian, Tim Gugus Tugas melakukan pengecekan kesehatan dan mengamankan satwa tersebut di Kantor SKW V Garut untuk selanjutnya direhabilitasi. Kedua, pada tanggal 20 Maret 2017 Tim Gugus Tugas menerima penyerahan secara sukarela seekor kukang (Nyticebus caucang) dari seorang warga Soreang, Kab. Bandung bernama Deden Faturahman. Kukang yang berumur 1 tahun dan berjenis kelamin betina itu menurut pengakuannya ditemukan di jalan di sekitar pom bensin Ciwidey. Kemudian, dia berinisiatif untuk menyerahkan secara sukarela satwa liar tersebut kepada Tim Gugus Tugas. Ketiga, pada tanggal 23 Maret 2017 seorang warga kota Bandung bernama Budi Mulya menyerahkan secara sukarela seekor kucing hutan/meong congkok (Felis bengalensis) kepada Tim Gugus Tugas. Menurut penuturannya, kucing hutan tersebut ditemukan di belakang rumahnya dan tidak mengetahui asal-usul satwa tersebut, bahkan satwa liar tersebut telah memakan seekor ayam. Saat ini, satwa tersebut diamankan di kandang transit kantor BBKSDA Jabar, sambil menunggu pemeriksaan kesehatan dan observasi perilaku untuk menentukan langkah rehabilitasi atau langsung dilepasliarkan di habitat alaminya. Semoga apa yang telah dilakukan warga masyarakat tadi bisa menginspirasi masyarakat lainnya, utamanya mereka yang masih memelihara satwa liar dilindungi untuk segera menyerahkan secara sukarela satwa tersebut kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat. (RK/Humas BBKSDA Jawa Barat)
Baca Berita

Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

Sumba Timur, 24 Maret 2017. Balai TN Manupeu Tanahdaru & Laiwangi Wanggameti (BTN Matalawa) bekerjasama dengan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Bali telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Desa Kangaeli Kecamatan Lewa Tidahu Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 40 orang dari warga sekitar Desa Kangaeli. Tujuan kegiatan ini sebagai antisipasi dini pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan TN Matalawa. Selain teori pada acara Sosialisasi tersebut juga diberikan praktek sederhana pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Para peserta juga diberikan souvenir acara sosialiasi yang berguna untuk warga Desa Kangaeli. Sumber Info : Balai TN Manupeu Tanahdaru & Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Silaturahmi Rimbawan DKI Jakarta

Jakarta, 24 Maret 2017, bertempat di Taman Margasatwa Ragunan, dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun 2017 dilaksanakan Silaturahmi Rimbawan DKI Jakarta yang dihadiri oleh Pegawai Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kehutanan Jakarta, Unit Pelaksana Teknis BKSDA DKI Jakarta, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Seksi Wilayah PHLHK Jakarta. Agenda yang dilakukan antara lain Apel Bersama yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kehutanan yang dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan Jalan Sehat, Penanaman Pohon, Pertandingan Futsal, Pemeriksaan Kesehatan dan Senam bersama. Sumber Info : Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

Evakuasi Beruang Madu oleh Tim SKW 3 Batulicin BKSDA Kalimantan Selatan

Kamis, 23 Maret 2017, Tim dari Seksi Konservasi Wilayah 3 Batulicin Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan yang didampingi anggota Polsek Pulau Laut Utara tiba dirumah si pemilik (bpk.Mariansyah), yaitu 1 ekor beruang madu dengan jenis kelamin betina dan berumur ± 3 tahun yg berada di desa Semayap jalan Hidayah Kecamatan Pulau Laut Utara, provinsi Kalimantan Selatan. Sesuai kesepakatan bersama pemilik bersedia menyerahkan secara sukarela beruang madu tersebut dan dilakukan proses Evakuasi. Guna perawatan kesehatan, satwa tersebut telah dititiprawatkan di Lembaga Konservasi Jhonlin Lestari. Sumber: BKSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Taman Nasional Wakatobi Kedatangan Ibu Susi

Bau - Bau, 23 Maret 2017. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP) Susi Pudjiastuti berkunjung ke Taman Nasional Wakatobi (TNW) pada kamis 23 Maret 2017. Ibu Susi ke Taman Nasional Wakatobi dalam rangka kunjungan kerja serta peresmian Sekolah Tinggi Perikanan dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Desa Matahora Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Ibu Susi bersama rombongan dijemput oleh Bupati Wakatobi H. Arhawi Ruda, SE beserta rombongan termasuk personil Balai Taman Nasional Wakatobi. Selanjutnya Ibu Susi diagendakan berkunjung ke Pemukiman masyarakat Bajo Sampela di Kaledupa, dimana masyarakat etnis Bajo merupakan masyarakat nelayan yang menggantungkan kehidupannya dari hasil laut. Sumber Info : Balai TN Wakatobi
Baca Berita

Persiapan Kemah Konservasi Lampung 2017

Jakarta, 23 Maret 2017. Rapat Finalisasi pembahasan Persiapan Kunjungan Kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) digelar di Gedung Manggala Wanabakti, Kamis 23 Maret 2017. Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Timbul Batubara M.Si selaku Ketua Umum Tim Pelaksana Kemah Konservasi, berdasarkan SK Sekjen Kementerian LHK Nomor SK. 40/SETJEN/ROUM/KSA.2/3/2017 tanggal 21 Maret 2017, memaparkan persiapan yang telah dilakukan pada peserta rapat. Rapat dihadiri oleh unsur Protokoler; Biro Umum; Biro Humas; Dit. KKH, dan Panitia Pusat lainnya. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan direncanakan akan melakukan Kunjungan Kerja ke Balai Besar TNBBS pada tanggal 1-2 April 2017, dan menghadiri Kemah Konservasi Lampung 2017 yang diadakan di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Kotaagung Tanggamus. Kemah Konservasi dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan Ke-34 dan Hari Hutan Internasional Tahun 2017. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung; Balai Besar TNBBS; GEF; Tiger Project UNDP; dan Mitra Kerja Strategis Balai Besar TNBBS. Kemah Konservasi mengangkat tema “Aksi Kemah Konservasi Untuk Penyadaran Masyarakat Terhadap Hutan Dan Konservasi”, akan diikuti oleh 300 peserta peserta, yang terdiri dari 90 Kader Konservasi dan 210 Pramuka dari berbagai Gugus (Saka Wanabakti, Saka Kalpataru, Saka Husada, Saka Bahari, dll). Para Peserta Kemah Konservasi pada hari ke -2 pelaksanaan, tanggal 2 April 2017 akan dikukuhkan sebagai Kader Konservasi Binaan Balai Besar TNBBS. Bersamaan dengan pelaksanaan Kemah Konservasi, direncanakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan memberikan 4 izin Pemanfaatan Air/Energi; 2 Izin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam; Pengakuan Kelompok Tani Pemanfaat HHBK Damar Mata Kucing. Selain itu, Launching Project “Transforming Effectiveness of Biodiversity Conservation in Priority Sumatran Landscape” di lanskap TNBBS. Sebagai wujud kongkret upaya konservasi, akan dilaksanakan kegiatan Pelepasliaran Satwa Liar dan Penanaman Pohon Endemik, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dalam Kemah Konservasi Lampung 2017. Sumber Info : Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Dukung Kelestarian Habitat Orangutan PT. KMI Menanam 2.000 Pohon Di Taman Nasional Kutai

Sangkina, 23 Maret 2017. PT Kaltim Methanol Industri (PT. KMI) yang merupakan salah satu Mitra Taman Nasional Kutai melaksanakan kegiatan penanaman 2.000 pohon di Sangkima pada tanggal 23 Maret 2017. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan hari Bakti Rimbawan dan hari Hutan Internasional tahun 2017 di Taman Nasional Kutai. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari jajaran manajemen PT Kaltim Methanol Industri, Balai Taman Nasional Kutai, Anggota Mitra dan Manggala Agni Taman Nasional Kutai. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu mendukung kelestarian habitat Orangutan di kawasan Taman Nasional Kutai dengan penanaman jenis pohon sarang dan pohon pakan seperti kapur (Dryobalanops sp.) dan Meranti (Shore sp.). Balai Taman Nasional Kutai mendorong para Mitra untuk dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan rehabilitasi dan penanaman jenis pohon sarang dan pohon pakan sebagai salah satu program utama Balai Taman Nasional Kutai dalam meningkatan populasi dan mendukung kelestarian habitat Orangutan. Disampaikan dalam sambutannya Kepala Balai Taman Nasional Kutai menyatakan bahwa “Balai Taman Nasional Kutai menyambut baik upaya PT Kaltim Methanol Industri sebagai salah satu Mitra yang telah memberikan kontribusi in kind dalam rangka mendukung kelestarian habitat Orangutan di Taman Nasional Kutai. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong partisipasi aktif para Mitra untuk melaksanakan kegiatan serupa”. Selanjutnya Arief (PT. KMI) berharap agar kegiatan penanaman ini sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap kelestarian Taman Nasional Kutai dapat memberi manfaat terutama untuk kelestarian orangutan di Taman Nasional Kutai.#BTNKutai Sumber Info : Balai TN Kutai
Baca Berita

Penangkapan Pelaku Pengambilan Cacing Sonari Oleh Tim PPNS BBTN Gunung Gede Pangrango

Cianjur, 23 Maret 2017. Tim gabungan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Ditjen Gakkum serta didampingi 2 (dua) personil Polsek Pacet melakukan kegiatan penyergapan pelaku penjual dan pengambil Cacing Sonari/Kalung pada tanggal 23 Maret 2017 pukul 20.50 WIB. Penyergapan dilakukan di kediaman pelaku yang beralamat di Kampung Rarahan RT. 006/ RW. 08 Desa Cimacan Kecamatan Cipanas – Cianjur. Tim mendapatkan informasi alamat pelaku melalui pengembangan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) dengan berkoordinasi serta berkonsultasi ke Polsek Pacet dan Polres Cianjur untuk dukungan dalam pelaksanaan aksi penangkapan. Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh Tim operasi didapatkan barang bukti hasil kejahatan berupa 1 (satu) ember galon warna putih berisi 77 (tujuh puluh tujuh) ekor cacing sonari, akar-akaran tanaman angrek, kadaka, dan peralatan yang diduga untuk melakukan kejahatan berupa 2 (dua) buah golok. Pelaku telah melanggar Pasal 78 ayat (5) dan atau ayat (12) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf e dan atau huruf m Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Pelaku kemudian dibawa ke Kantor Bidang PTN Cianjur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh PPNS Ditjen Gakkum dan Balai Besar TNGGP dan dititip tahanan di Polres Cianjur. Sumber Info : Bambang Mulyawan, S.H. MH. – Polhut Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Pelatihan Sistem Informasi Kesehatan Satwa Liar (SEHATSATLI)

Dewasa ini kekhawatiran munculnya penyakit zoonosis mulai menjadi perhatian di beberapa negara, termasuk Indonesia. Tingginya interaksi antara manusia dan hewan baik hewan peliharaan maupun satwa liar memiliki potensi penularan penyakit dari satwa liar ke manusia dan sebaliknya. Penyakit zoonosis dan Penyakit Infeksius (PIE) yang bersumber pada satwa liar memiliki pengaruh besar pada kesehatan manusia yang berdampak pada kerugian ekonomi yang luar biasa. Hewan liar diketahui merupakan salah satu sumber penular terhadap beberapa kasus infeksi yang muncul. Zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia atau sebaliknya, sedangkan PIE adalah penyakit infeksi baru yang sebelumnya belum pernah dikenal. Sebagai langkah nyata dalam penanganan zoonosis dan penyakit infeksius emerging yang bersumber pada satwa liar, KLHK cq Ditjen KSDAE telah mengembangkan Sistem Informasi Pelaporan (SIP) kejadian pada satwa liar berbasis web untuk digunakan di seluruh UPT lingkuop Ditjen KSDAE. Pelaporan dimaksud bukan hanya terkait dengan dugaan penyakit bersifat zoonosis, namun merupakan pelaporan tentang kejadian pada satwa liar, seperti bermacam kejadian akibat perburuan, kecelakaan, maupun penyakit. Diharapkan pelaporan ini merupakan tahap awal dari suatu rangkaian investigasi (jika diperlukan) seandainya dicurigai adanya penyakit bersifat zoonosis yang bersumber dari satwa liar. Pelaporan tersebut dirancang berbasis sms (pesan singkat) dan web untuk memudahkan para petugas di lapangan. Pelaporan menggunakan sms wajib dilakukan oleh petugas di lapangan sebelum dilakukan input ke dalam sistem web. Hal ini dilakukan untuk kecepatan komunikasi dan informasi apabila ditemukan kasus di lapangan. Terminal pelaporan bekerjasama dengan PUSDATIN KLHK dan Direktorat PIKA. Sebagai upaya mengurangi risiko yang ditimbulkan dari zoonosis dan PIE perlu dilakukan pengembangan kesatuan kebijakan, strategi dan program untuk menangani penyakit zoonosis dan PIE pada hewan, kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan dengan pendekatan konsep One Health. Pendekatan Konsep one health adalah pendekatan kebijakan antar 3 Kementerian/Lembaga utama yaitu Kementerian Kesehatan untuk menangani kesehatan masyarakat, Kementerian Pertanian untuk menangani kesehatan hewan, KLHK untuk menangani kesehatan satwa liar dan lingkungan, yang kesemuanya dikoordinasi oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan. Pada tahun 2014 telah diterbitkan surat Dirjen PHKA Nomor : S-515/IV/KKH/2014 tanggal 11 Agustus 2014 Perihal Laporan Penyakit Satwa Liar kepada seluruh kepala UPT lingkup Ditjen KSDAE, pengelola penangkaran satwa dan pengelola lembaga konservasi, untuk melaporkan penyakit satwa liar yang ada di masing-masing unit tersebut. Berdasarkan surat tersebut, telah disusun format laporan manual yang hingga saat ini masih digunakan. Pengembangan pelaporan sistem informasi kesehatan satwa liar berbasis web ini di dukung oleh Food and Agriculture Organisation (FAO) dengan alamat situs sistem informasi kesehatan satwa liar yaitu sehatsatli.menlhk.go.id. (Dit. KKH)
Baca Berita

Patroli Darat SPTN II Maba – Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Maba - Rabu, 22 Maret 2017. Seksi Pengelolaan Taman Nasional II Maba Balai TN Aketajawe Lolobata telah melaksanakan kegiatan patroli darat selama 5 (lima) hari dari tanggal 18 - 22 Maret 2017 di Resort Buli. Tujuan Patroli darat ini antara lain mencegah terjadinya kegiatan illegal yang dapat menyebabkan kerusakan hutan di dalam kawasan dan memilihara batas kawasan yang rusak dan merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) dalam bidang Perlindungan dan Pengamanan Kawasan serta upaya mempertahankan keutuhan ekosistem. Patroli darat dilaksanakan di sekitar Kawasan Taman Nasional di Blok kawasan Lolobata. Akses terdekat menuju kawasan di tempuh selama kurang lebih 6 jam perjalanan dari pintu masuk ke arah kawasan. Hasilnya yaitu menemukan kegiatan di pintu gerbang masuk kawasan berupa pelebaran jalan yang dikawatirkan akan merusak bangunan shelter pintu masuk kawasan. Namun setelah dilakukan koordinasi dengan mandor pekerja bahwa ada jarak yang cukup antara jalan dan shelter sehingga bangunan aman. Selanjutnya tim patroli berjalan menyusuri batas kawasan Taman Nasional. Dijumpai papan himbauan kawasan yang telah rusak sehingga dilakukan perbaikan dan pemancangan papan-papan batas kawasan yang baru. Kawasan TNAL memiliki tingkat kerawanan yang tinggi khususnya terhadap perburuan satwa illegal seperti jenis- jenis burung endemik Maluku Utara yang dilindungi. Hal ini dibuktikan dalam patroli, tim menemukan bekas pohon yang digunakan untuk menjerat burung yang kemungkinan hasilnya akan diperjual belikan. Cara penangkapannya menggunakan pohon yang tinggi yang sekitarnya sudah dibersihkan. Kemudian menempelkan zat perekat berupa getah pohon nangka hutan yang juga ditemukan di sekitar lokasi. Tim memutuskan untuk menebang pohon tersebut agar tidak digunakan lagi sebagai sarana menangkap burung. Ada beberapa potensi yang diketemukan selama patroli. Antara potensi hasil hutan bukan kayu berupa getah damar, potensi jasa lingkungan berupa sungai dalam kawasan dan air terjun sebagai potensi wisata alam meskipun posisinya masih diluar kawasan. Arah pemanfaatan kawasan konservasi dewasa ini cenderung kearah pemanfaatan jasa lingkungan. Misalnya jasa lingkungan air dan wisata alam. Sehingga dengan adanya air terjun diharapkan ada perhatian khusus dari pemerintah untuk pengembangan kawasan kearah yang lebih baik sehingga lambat laun tekanan terhadap kawasan konservasi akan semakin berkurang. Sumber Info : Birawa – Kepala SPTN II Maba Balai TN Aketajawe Lolobata

Menampilkan 10.785–10.800 dari 11.141 publikasi