Sabtu, 30 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Seminar Hasil Kegiatan Perlindungan Hutan BBTN Gn. Gede Pangrango

Cibodas, 30 Maret 2017. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada tanggal 30 Maret 2017 melaksanakan kegiatan Seminar Hasil Kegiatan Perlindungan Hutan. Kegiatan ini merupakan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan taman nasional serta diharapkan dengan evaluasi ini akan terlihat keberhasilan penurunan gangguan keamanan kawasan taman nasional. Peserta dalam kegiatan ini antara lain dari Polhut (fungsional dan TPHL), PPNS, dan perwakilan MMP serta dihadiri pula para Kepala Bidang PTN Wilayah Lingkup Balai Besar TNGGP. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan: (1) Mendapatkan terobosan dalam mengatasi permasalah atau hambatan yang ditemukan dalam upaya perlindungan dan pengamanan hutan serta (2) Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta percaya diri bagi Polhut dan PPNS dalam pelaksanaan tugas. Seminar ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Adison,S.E. Pada sambutanny beliau mengatakan "Pertahankan dan tingkatkan prestasi kerja dengan sebaik - baiknya serta penuh kesadaran yang berdampak bagi masyarakat". Beliau juga menambahkan di akhir sambutannya "Senantiasa introspeksi dan jangan berpuas diri dengan apa yang dihasilkan, terus evaluasi dan perbaiki secara berkelanjutan". Sumber Info : Bambang Mulyawan, S.H. MH. – Polhut Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Pelepasliaran “Mimi” di TN Bukit Baka Bukit Raya

Nanga Pinoh, 30 Maret 2017. Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTN BBBR) melalui Program Pelepasliaran Orangutan berhasil melepasliarkan orangutan yang bernama Mimi di SPTN Wilayah I Nanga Pinoh, Resort Mawang Mentatai kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya pada tanggal 29 Maret 2017. Kegiatan ini merupakan kerjasama BTNBBBR dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar) dan Yayasan International Animal Rescue (IAR) Indonesia serta didukung Polsek Menukung dan Masyarakat setempat. Pelepasliaran ini sesuai Strategi Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan 2007-2017 yang menyebutkan di tahun 2015 sudah tidak ada lagi Orangutan di pusat-pusat rehabilitasi, semua satwa Orangutan seharusnya sudah dikembalikan ke habitatnya di alam. Mimi merupakan Orangutan hasil peliharaan yang direlokasi dari Yayasan Kobus ke Yayasan Internasional Animal Rescue (IAR) Indonesia pada tahun 2011 saat berumur 1 tahun asal Sintang. Mimi telah menjalani program rehabilitasi di Yayasan IAR Ketapang dan lulus, sehingga siap dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Secara keseluruhan kegiatan Pelepasliaran Mimi berjalan lancar dan sesuai rencana, semoga Mimi betah dirumah barunya. Selamat datang di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Mimi. Sumber Info : Balai TN Bukit Baka Bukit Raya
Baca Berita

Koordinasi Perlindungan Nuri dan Kakatua di Maluku Utara

Sofifi, 30 Maret 2017. Rapat Roordinasi Perlindungan Nuri dan Kakatua bertujuan menyamakan persepsi dan menyelaraskan aksi di masa depan antar institusi penegak hukum dan pemerintah di Maluku Utara demi upaya perlindungan burung Nuri dan Kakatua yang lebih baik. Rapat ini diinisiasi oleh LSM Profauna Indonesia yang dilaksanakan di Ternate. Peserta yang hadir diantaranya adalah Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, SKW I BKSDA Maluku, TNI, Polri, LSM Burung Indonesia, DPRD, tokoh adat dan pihak terkait lainnya. Dalam rapat tersebut, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) yang diwakili oleh Kepala SPTN I, Raduan dan Kepala SPTN III, Junesly. BTNAL menyampaikan saran bahwa kiranya diperlukan jaringan kerjasama dalam perlindungan dan pengamanan satwa tersebut. BTNAL menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga mendukung program IKK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu meningkatkan spesies prioritas terancam punah sebesar 25% khususnya Kakatua Putih di Maluku Utara. Profauna menyampaikan hasil investigasi mereka di 50 desa di Halmahera Selatan sejak November 2016 sampai Januari 2017 didapatkan sebanyak 3.225 ekor/bulan burung paruh bengkok ditangkap. Dari 50 desa tersebut terdapat 17 desa yang masih aktif melakukan penangkapan burung. Langkah yang telah diambil oleh BTNAL selain terlibat dalam patroli pengamanan hutan adalah pembangunan Suaka Burung Paruh Bengkok (SBP). Suaka tersebut bertujuan salah satunya untuk tetap menjaga kelestarian burung-burung paruh bengkok dialam dan memberdayakan masyarakat dalam penangkaran secara legal dan berorientasi pada konservasi, edukasi dan rekreasi. Balai TNAL juga berharap dukungan para pihak dalam mewujudkan SBP di Maluku Utara. Seluruh peserta rapat menyatakan mendukung upaya-upaya perlindungan satwa burung khas Maluku Utara. Hasil rekomendasi dalam rapat akan dikirimkan kepada peserta rapat. Dan BTNAL mengajak masyarakat agar bersedia menyerahkan satwa peliharaannya terutama burung paruh bengkok kepada pihak yang berwenang. Sumber Info : Raduan Ka.SPTN Wilayah I Weda - BTN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Hari ke-1 Deep And Extreme 2017 TN Aketajawe Lolobata

Jakarta, 30 Maret 2017. Pembukaan acara pameran tingkat nasional Deep And Extreme di JCC Jakarta dilaksanakan pukul 10:00 WIB oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa UPT dari Kementerian LHK antara lain Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) dan Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Tema pemeran yang diangkat oleh BTNAL adalah “Heaven Of Bird”. Konsep booth pameran adalah bangunan Suaka Burung Paruh Bengkok (SBP). Tema tersebut bertujuan untuk menarik minat wisatawan pengamat dan pecinta burung sekaligus berkampanye dalam upaya pelestarian burung paruh bengkok. Pameran BTNAL juga menyajikan suasana petualangan air terjun dan goa. Rangkaian acara pada hari pertama salah satunya adalah Buyer and Seller Meeting. Walaupun dalam undangannya ditujukan untuk industri travel, tour operator dan perusahaan jasa lainnya, BTNAL memberanikan diri mengikuti acara tersebut untuk mewakili kelompok Pemandu Wisata yang telah dibina. Acara dihadiri oleh para buyer dari empat negara, yaitu Singapura, Malaysia, China dan Korea Selatan. Dalam acara tersebut para buyer langsung diminta untuk melakukan transaksi berupa investasi dan kesepakatan kunjungan terkait wisata alam di Indonesia. Meja promosi BTNAL dikunjungi oleh dua buyer dari Malaysia. Buyer lainnya memfokuskan pada wisata bahari seperti penyelaman (dive). Hari pertama stan pameran BTNAL sudah dikunjungi lebih dari 50 pengunjung yang tercatat dibuku tamu. Selain itu terdapat salah satu media yang melakukan peliputan dan wawancara tentang Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Sumber Info : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Mengenal Lebih Dekat Tujuh Taman Nasional Laut Di Deep and Extreme Indonesia 2017

Sebagai salah satu media promosi, pameran masih menjadi sarana yang efektif karena memberikan kesempatan terjadinya komunikasi langsung (tatap muka) dan dua arah antara pengunjung dengan pihak yang berpameran. Interaksi inilah yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memberikan informasi yang benar, akurat dan terkini kepada masyarakat luas. Pada 2017 ini, Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi hadir pada pameran Deep and Extreme Indonesia di blok E11, Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta. Pameran ini akan berlangsung mulai hari ini, Kamis 28 Maret – 2 April 2017. Kali ini, tema yang diusung adalah Tujuh Taman Nasional Laut, yang terwakili dalam dekorasi booth termasuk materi yang disiapkan untuk pengunjung. Tema ini dimaksudkan agar pengunjung pameran lebih mengenal potensi keindahan 7 Taman Nasional Laut yang ada di Indonesia; Kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Bunaken, Kepulauan Togean, Taka Bonerate, Wakatobi dan Teluk Cenderawasih. Namun demikian, tidak berarti bahwa informasi terkait taman nasional lain dan taman wisata alam yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, tidak dapat diperoleh pengunjung. Melalui peta wisata taman nasional dan materi cetak serta elektronik yang telah disiapkan di booth Direktorat PJLHK, pengunjung dapat memperoleh informasi tersebut, dan tentunya tidak dipungut biaya. Materi cetak yang telah disiapkan, dapat dibawa pulang oleh pengunjung secara cuma-cuma. Bahkan jika beruntung, merchandise cantik siap menanti pengunjung yang beruntung dengan mengikuti kuis-kuis yang dibawakan oleh para pemandu stand. Akhir-akhir ini, beberapa kejadian menjadi sorotan publik, saat aktivitas para pelaku wisata justru menimbulkan kerusakan lingkungan dan sebagian dari mereka menunjukkan ketidakpatuhannya dalam menghargai biota laut, melego jangkar pada terumbu karang; melakukan vandalism pada karang-karang laut; memberi makan, memeluk, menunggangi, menangkap, dan bahkan membawa biota laut yang yang dijumpai, keluar dari taman nasional. Tentunya ini menjadi keprihatian kita bersama. Untuk itu, tak lupa unsur edukasi tetap mendapat perhatian utama dari Direktorat PJLHK. Pesan-pesan edukasi ini dimuat pada salah satu backdrop utama, yang dicetak dengan ukuran 3,5 x 2 meter, agar dapat dengan mudah dibaca pengunjung. Selain itu, pesan edukasi ini juga akan disampaikan pada acara talk show di hari Sabtu, 1 April 2017, pukul 12.00 – 14.00. Conservationmate juga dapat memenangkan hadiah utama kuis di stand Direktorat PJLHK pada acara talk show tersebut, berupa wisata gratis ke Taman Nasional Kepulauan Seribu. Caranya, datanglah pada hari Sabtu, 1 April 2017, di stand Direktorat PJLHK, dan ikuti acara talk shownya. Mudah sekali bukan? Yuk berwisata dengan bijak, dengan tetap menghargai alam, menjaganya dan melestarikannya dengan cara mematuhi aturan-aturan kelestarian yang telah ditentukan oleh pengelola taman nasional dan taman wisata alam. “Ayo ke Taman Nasional! Sumber: Dit. PJLHK
Baca Berita

Bimbingan Teknis Pendamping Desa Binaan

Jakarta, 29 Maret 2017. Bimbingan Teknis Pendamping Desa Binaan UPT Lingkup Ditjen KSDAE Tahun 2017 diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 29 Maret 2017 di Hotel Menara Peninsula Jakarta. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas para pendamping desa binaan terutama kemampuan fasilitasi dan penguatan kelompok. Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 143 orang penyuluh kehutanan dari seluruh Indonesia ini, didukung oleh RARE Indonesia, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang telah aktif melakukan berbagai kegiatan fasilitasi untuk praktek konservasi. Untuk memperkaya wawasan para pendamping desa binaan, dilibatkan juga narasumber yang berasal dari Pusat Penyuluhan Kehutanan yang memberikan materi “Peran Penyuluh Kehutanan dan/atau Pendamping Desa pada Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Penyangga Kawasan Konservasi” serta dari Bagian Program dan Evaluasi Setditjen KSDAE yang memberikan pencerahan tentang “Bantuan Pemerintah dalam Rangka fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Penyangga Kawasan Konservasi”. Pendamping desa binaan dituntut untuk mampu menjadi fasilitator yang baik, dan mampu menyesuaikan diri sesuai dengan situasi dan kondisi desa binaannya. Untuk itu, selama 3 hari ke depan para pendamping desa binaan akan digembleng tentang teknik-teknik fasilitasi, simulasi membangun konsensus, coaching clinic, serta penyusunan rencana aksi fasilitasi. Harapannya, dengan program pembinaan desa yang terstruktur dan didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, akan berhasil dalam memenuhi cita-cita hutan lestari dan masyarakat sejahtera. Sumber Info : Direktorat KK
Baca Berita

Penghuni Kebun Binatang Bandung Pindah “Rumah” ke Taman Safari Indonesia

Bandung, 29 Maret 2017. Balai Besar KSDA Jawa Barat melaksanakan pengangkutan beberapa satwa dari Kebun Binatang Bandung (KBB) ke Taman Safari Indonesia (TSI) pada tanggal 29 Maret 2017. Yamon, seekor Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin jantan penghuni Kebun Binatang Bandung (KBB) telah dipindahkan ke Taman Safari Indonesia (TSI) , pemindahan mamalia besar ini dilakukan dalam rangka rehabilitasi dan upaya pemenuhan animal welfare, sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang perlunya perlakuan khusus terhadap beberapa satwa di Kebun Binatang Bandung. Hal tersebut senada dengan hasil pemantauan yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Pemantauan Intensif Pengelolaan dan Operasional Kebun Binatang Bandung bentukan Balai Besar KSDA Jawa Barat. Pemindahan Gajah sumatera itu sendiri telah mendapatkan persetujuan dari Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada tanggal 17 Maret 2017. Proses pemindahan, yang melibatkan dokter hewan, paramedis, keeper, mahout, dan personil lainnya yang berasal dari TSI, KBB, maupun Balai Besar KSDA Jawa Barat, berjalan relatif lancar. Tampaknya, latihan intensif yang sebelumnya diberikan kepada Yamon setiap pagi sebelum jam kunjungan dimulai dan setiap sore hari setelah pengunjung pulang selama kurang lebih satu minggu telah membuahkan hasil yang diharapkan. Latihan tersebut memang dilakukan agar pada saat pengangkutan Yamon sudah terkondisikan sehingga dapat memperlancar proses pemindahan. Sampai akhirnya, gajah jantan tersebut tiba di TSI dalam kondisi sehat dan dapat beraktivitas kembali secara normal. Selain Gajah sumatera, turut dipindahkan juga satwa lain berupa Babi kutil (1 ekor jantan), Babi hutan (2 ekor betina), dan Babi rusa (1 ekor betina). Pemindahan 4 (empat) ekor jenis babi ini dimaksudkan juga dalam upaya pemenuhan animal welfare, yaitu untuk “dijodohkan” sehingga dapat berkembang biak. Satwa-satwa tersebut sampai berita ini diturunkan terlihat sehat dan sudah dapat beraktivitas dengan normal. Sumber Info : BBKSDA Jawa Barat
Baca Berita

Pendidikan Lingkungan di SDN Inpres 5/81 Mantehage oleh PEH BTN Bunaken

Mantehage, 29 Maret 2017. Tim Balai Taman Nasional Bunaken yang terdiri dari Pengendali Ekosistem Hutan dan Staf disambut baik dari Kepala Sekolah SDN Inpres 5/81 Mantehage Kecamatan Wori Ibu Pebe Sumombo, S.Pd. saat melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan kunjungan ke sekolah. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan pendidikan lingkungan kepada anak-anak sekolah dasar. Pendidikan lingkungan ini bertujuan agar dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati, sehingga dalam diri mereka sejak dini sudah ditanamkan jiwa konservasi yang tinggi. Pendidikan lingkungan diisi dengan memperkenalkan 3 (tiga) ekosistem utama yang ada di kawasan Taman Nasional Bunaken, yaitu Hutan Mangrove, Padang Lamun dan Terumbu Karang. Berikut manfaat, fungsi dan akibat apabila ketiga ekosistem tersebut mengalami kerusakan. Peraturan dan perundang-undangan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh murid-murid sekolah serta sosialisasi tentang zonasi dan biota laut yang dilindungi. Selain itu, anak-anak diajak untuk menyusuri pantai dan hutan mangrove untuk mengamati biota yang terdapat di dalamnya. Anak-anak sekolah disekitar kawasan Taman Nasional Bunaken merupakan aset yang sangat berharga dan berguna dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken. Sama seperti dengan Negara kita, dimana ditangan generasi mudalah masa depan Negara kita berada. Begitu juga dengan kawasan Taman Nasional Bunaken, ditangan merekalah kelestarian dari Taman Nasional Bunaken berada. Memang apa yang diharapkan ini belum langsung dirasakan dan bersifat jangka panjang tetapi manfaatnya sangatlah besar dikemudian hari. Hal ini harus secara rutin dan berkelanjutan dilakukan agar benar-benar tertanam di dalam hati mereka akan manfaat dan kegunaan dari Taman Nasional Bunaken dalam kelangsungan hidup mereka nanti. Sumber Info : Yuyun Saepul Uyun - PEH Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Seorang PNS Di Majalengka Serahkan Satwa Liar Dilindungi Ke BBKSDA Jawa Barat

Tasikmalaya, 29 Maret 2017 Irpan, seorang guru PNS di salah satu SMA di Majalengka patut menjadi teladan bagi para muridnya maupun masyarakat secara luas. Betapa tidak, dia secara sukarela menyerahkan 2 (dua) ekor satwa liar dilindungi, yaitu seekor elang brontok putih (Spizaetus cirrhatus) dan seekor alap-alap jambul (Accipiter trivirgatus) kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar dari Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya, Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Ciamis. Sebelumnya, menurut penuturan Irpan, kedua jenis satwa liar tersebut dibeli dari seorang petani di Majalengka. Namun setelah mengetahui bahwa satwa elang termasuk salah satu satwa dilindungi undang-undang yang tidak boleh dipelihara atau dimiliki tanpa perizinan yang sah, muncul keinginannya untuk menyerahkan satwa liar tersebut secara sukarela. Sampai akhirnya, pada tanggal 28 Maret 2017 kedua ekor satwa liar itupun diserahkannya kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat. Penyerahan satwa liar tersebut juga diliput oleh media cetak maupun media elektronik, baik lokal maupun nasional. Dengan demikian, peristiwa tersebut diharapkan dapat menjadi bagian untuk menyebarluaskan pengetahuan, informasi, sekaligus sebagai sarana sosialisasi peraturan perundang-undangan kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, apresiasi tentunya layak juga diberikan kepada insan media atas dukungannya tersebut. Semoga di masa yang akan datang semakin banyak Irpan-Irpan lain, yang memiliki tingkat kesadaran konservasi tinggi sehingga secara sukarela mau menyerahkan satwa liar dilindungi yang dipelihara mereka kepada Pemerintah. Sumber Info : RK/Humas BBKSDA Jabar
Baca Berita

MMP TN Wakatobi Mengamankan Penyu dan Napoleon

Wangi - Wangi, 29 Maret 2017. Pelatihan terhadap Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Taman Nasional Wakatobi (TNW) diselenggarakan di Wangi-Wangi tanggal 27 s.d 29 Maret 2017. Perwakilan dari masing-masing pulau begitu antusias mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh TNW, dimana peserta MMP terdiri dari 10 orang berasal dari SPTN Wilayah I Wangi-wangi, 10 orang berasal dari SPTN Wilayah II Kaledupa, dan 15 orang berasal dari SPTN Wilayah III Tomia-Binongko. MMP dibekali pengetahuan tentang kebijakan pengelolaan Taman Nasional, peran MMP terhadap kawasan konservasi, peredaran tumbuhan dan satwa yang dilindungi, kesamaptaan, standard pengamanan swakarsa, wawasan kebangsaan dan bela Negara, perijinan perikanan, pengamanan wilayah perairan, adapun instruktur pelatihan selain berasal dari TNW, juga pelibatan dari Polres Wakatobi, Kodim/koramil, Pos AL, dan DKP Wakatobi. Peserta melakukan praktek peredaraan TSL di pesisir pantai pemukiman masyarakat lalu menjumpai 2 ekor penyu sisik dan 1 ekor ikan Napoleon pada kolam masyarakat wangi-wangi pada tanggal 29 Maret jam 9.30. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata tidak ada yang memiliki satwa tersebut, MMP segera mengamankan penyu dan ikan Napoleon untuk dilepaskan ke alam bebas. Pada jam 12.30 Wita, MMP bersama Petugas TN dan TNI melepas kembali penyu sisik dan ikan Napoleon ke alam bebas di perairan Wangi-wangi. Sumber Info : Balai TN Wakatobi WhatsApp Video 2017-03-29 at 13.17.59
Baca Berita

Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarun Dinominasikan menjadi Cagar Biosfer

Putussibau, 29/03/2017, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum bersama-sama dengan pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mendukung nominasi kawasan TN Betung Kerihun dan TN Danau Sentarum dan sekitarnya sebagai Cagar Biosfer. Sebagai langkah awal Direktorat Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE bersama dengan Direktur Program Man And Biosphere (MAB) LIPI – UNESCO pada bulan September 2016 telah dilakukan sosialisasi terhadap seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu tentang konsep pengelolaan Caga Biosfer berserta manfaatnya. Tindak lanjut dari kegiatan ini Bupati Kapuas Hulu melalui suratnya Nomor : Nomor : 525/657/SETDA/UM-A tanggal 25 November 2016, telah menyatakan dukungan dan rekomendasinya atas inisiatif nominasi kawasan TN Betung Kerihun dan TN Danau Sentarum dan sekitarnya sebagai Cagar Biosfer. Harapan Bupati Kapuas Hulu (H. AM Nasir) bahwa Kabupaten Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi pertama di Indonesia yang nantinya apabila ditetapkan sebagai Cagar Biosfer akan lebih terpromosikan di level Internasional, mempertahankan hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam berbasis budaya dan kearifan lokal serta mendapat perhatian khusus dalam pengelolaan sumberdaya alam, pembangunan ekonomi berkelanjutan, penelitian dan pendidikan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu. Prof. Y Purwanto (Direktur Program MAB LIPI - UNESCO) dalam kesempatan ke-duanya berkunjung ke Kantor BBTNBKDS Senin 27 hingga 29 Maret 2017 menyampaikan bahwa tim sekretariat Program MAB LIPI-UNESCO telah menyusun draft nominasi dan berharap selama kunjungannya tersebut para pihak (stakeholders) dapat memberikan saran/masukan, data dan informasi yang diperlukan sebagai kelengkapan dalam penyusunan dan finalisasi dokumen nominasi cagar biosfer. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Sekretaris Daerah Kab. Kapuas Hulu (H. Sukri) di hadapan Kepala Balai Besar TNBKDS (Ir. Arief Mahmud, M.Si) dan Direktur Program MAB LIPI-UNESCO kembali menyampaikan dukungannya dan bersedia memfasilitasi pertemuan lintas stakeholders (pemerintah daerah, masyarakat, lembaga adat, LSM dan pihak swasta) pada bulan Mei 2017 mendatang di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu guna mensosialisasikan dan menyamakan persepsi terkait Nominasi Cagar Biosfer. Semoga dengan dukungan dan kerjasama semua pihak khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu, proses nominasi dapat berjalan lancar dan pada akhirnya sebagaimana harapan bersama semoga dalam sidang International Coordinating Council (ICC) of The Man And Biosphere (MAB) – UNESCO pada tahun 2018 menyetujui dan menetapkan “Betung Kerihun – Danau Sentarum Kapuas Hulu” sebagai cagar biosfer yang ke-12 di Indonesia. Sumber Info: BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Lagi, Kelahiran Penghuni Baru TN Way Kambas

Bandar Lampung, 27 Maret 2017. Taman Nasional Way Kambas kedatangan lagi penghuni baru yakni satu ekor bayi gajah yang lahir Senin, 27 Maret 2017 tepat pukul 01.15 WIB. Bayi gajah dengan berat 89 kilogram (kg) tersebut berjenis kelamin jantan. Bayi gajah yang belum diberi nama ini lahir dari induk bernama Dona di Camp Elephant Respons Unit (ERU) di Tegalyoso. “Alhamdullilah, kondisi anak dan induknya dalam keadaan sehat” kata Kepala Balai TNWK. Semoga kelahiran bayi gajah ini dapat menjadi semangat untuk melestarikan spesies terancam punah sebagai upaya pentingnya konservasi. Sumber Info : Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Taman Nasional Aketajawe Lolobata Hadir di Depp And Extreme dan Indorgreen

Sofifi, 27 Maret 2017. Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) akan kembali mengikuti pameran tingkat nasional Deep and Extreme yang diselenggarakan di JCC Jakarta tanggal 30 Maret sampai dengan 2 April 2017. Tema pameran Balai TNAL kali ini adalah “Heaven of Bird’s”. Tema ini menandakan bahwa di dalam kawasan TNAL merupakan kawasan yang sangat kaya akan jenis-jenis burung dan yang pasti sangat mudah untuk dijumpai. Berbeda dengan tema tahun lalu yaitu “No Limit Exploring” yang menunjukkan sisi petualangan didalam kawasan TNAL berupa goa-goa. Konsep stan pameran seperti bangunan Suaka Burung Paruh Bengkok. Terdapat canopy trail, patung burung Bidadari Halmahera yang menjadi ikon TNAL dan Maluku Utara. Dengan berbekal pengalaman pameran tahun lalu dan tema surga burung, kali ini TNAL benar-benar akan “menjual” kawasannya kepada wisatawan-wisatawan yang berkunjung di stan pameran. Persiapan pameran sudah dimulai sejak bulan September 2016 silam. Mulai dari pemilihan tema pameran, bahan promosi, souvenir pameran sampai target pengunjung stan pameran juga dipersiapkan. Hal ini dikarenakan tim promosi tidak ingin gagal di pameran kali ini. Tema “Heaven Of Bird’s” bisa me-representasikan peneliti sekaligus penjelajah hebat dari Inggris, Alfred Russel Wallace. Karena keberadaan burung-burung yang ada di TNAL juga menjadi data dalam munculnya teori Eolusi. Salah satunya adalah burung Bidadari Halmahera. Yang merupakan keluarga burung Cenderawasih diluar pula Papua. Selain pameran Deep and Extreme, TNAL juga akan mengikuti pameran Indogreen yang juga diselenggarakan di JCC pada tanggal 13 s/d 16 April 2017. Pameran Indogreen akan banyak di ikuti oleh taman nasional diseluruh Indonesia. TNAL juga diundang sebagai narasumber dalam acara talk show pameran Indogreen. Rencana kegiatan tim pameran dalam pelaksanaannya akan memberikan kuis interaktif, menjadi sponsor lomba dalam pameran dan kuis melalui media sosial. Kuis pada media sosial adalah memberikan hadiah kepada akun terbaik yang ikut serta mempromosikan TNAL dengan cara meng-upload kegiatan TNAL diikuti tagar promosi TNAL. Seperti #ayoketamannasionalaketajawelolobata, #ayokeTNAL, #saveParuhBengkok, #tamannasionalaketajawelolobata, #tnal, #malukuutara, #halmahera, #tagitogumua dan lainnya dalam akun tersebut. Kepala Balai TNAL berharap kegiatan pameran seperti ini diikuti setiap tahunnya, bahkan minimal tiga kali pameran tingkat nasional. Beliau juga menyampaikan kepada tim pelaksana agar kegiatan pameran tampil sebaik mungkin, karena jika tidak lebih baik tidak ikut dalam pameran. Sumber Info: Akhmad David Kurnia Putra - BTN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Utusan TNAL Juara Favorit Nasional Wanagama Rally ke-XIV

Sofifi, 26 Maret 2017. Lomba Wanagama Rally ke-XIV di Yogyakarta yang dimulai tanggal 23 s/d 26 Maret 2017 diikuti sebanyak 75 tim dari seluruh Indonesia. Lomba ini memperebutkan gelar juara tingkat nasional dalam bidang lintas alam dan cinta lingkungan. Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) bersama PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk. UPBN Maluku Utara mengirimkan sebanyak 2 tim Putra dan Putri dari Maluku Utara dan berhasil mendapatkan juara favorit lomba Wanagama Rally tahun 2017. Tim yang dikirim berasal dari SMA Yasmu dan SMA Negeri 4 Payahe. Kedua tim telah menjalani seleksi yang ketat dari panitia pelaksana Balai TNAL. Dimulai dari babak penyisihan tanggal 2 Maret 2017 dengan jumlah peserta sebanyak 18 tim dari SMA di Halmahera. Peserta yang masuk babak final hanya 5 tim yang akan dikarantina selama 4 hari di kantor Balai TNAL. Selama proses karantina, ke-5 tim diberikan pembekalan berupa materi-materi konservai dan lingkungan, pengenalan GIS (Gegraphic Information System) menggunakan GPS, praktikum lintas alam dan kedisiplinan. Setelah selesai karantina didapatkan tim yang menjadi juara seleksi TNAL adalah SMA Negeri 4 Payahe di Oba dan SMA Yasmu di Sofifi. Sebelum pemberangkatan ke-dua tim tanggal 22 Maret 2017, Kepala Balai TNAL memberikan semangat bahwa kebanggaan yang akan didapat saat pulang dari Wanagama Rally adalah kebanggaan mewakili Maluku Utara dalam ajang tingkat nasional dan berharap ke-dua tim berlomba dengan penuh semangat. Pengumuman lomba Wanagama Rally ke-XIV dibacakan malam hari tanggal 26 Maret 2017. Perwakilan dari TNAL, SMA Yasmu keluar sebagai juara Favorit lomba tersebut. Menurut Kepala Balai TNAL hasil tersebut sungguh luar biasa dan melebihi ekspektasi Beliau. Selain itu Roland Hadi (Polisi Kehutanan TNAL) sebagai ketua panitia seleksi sekaligus pendamping selama kegiatan di Yogyakarta menyatakan bahwa ke-dua tim sudah sangat bekerja keras dan hanya selisih satu poin dari perebutan juara dari peserta lain dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras Tim dan teman-teman panitia lainnya. (Akhmad David Kurnia Putra) Sumber: Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Alam TNBT Surga Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian Konservasi

Rengat, 27 Maret 2017. Balai TN Bukit Tigapuluh (TNBT) dijadikan tempat praktik industri siswa kelas X SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru tahun ajaran 2016/2017. Praktik Industri siswa tersebut dilaksanakan tanggal 13 Maret s.d 12 April 2017 (30 hari) di Camp Granit Taman Nasional Bukit Tiga puluh (TNBT). Siswa yang mengikuti praktik sebanyak 50 orang terdiri dari 35 orang siswa dan 15 orang siswi. Instruktur/pengajar praktik siswa tersebut berasal dari Balai TNBT antara lain dari Struktural, PEH, Polhut dan Penyuluh dengan materi pembelajaran bidang Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem, Silvika, Silvikultur, Dendrologi, Pengukuran & Perpetaan, Perlindungan Hutan dan Penyuluhan. Selama praktik berlangsung siswa sangat antusias menerima setiap materi yang disampaikan. Kawasan Taman Nasional Bukittigapuluh merupakan surga pendidikan, pelatihan dan penelitian konservasi. Sumber Info : Balai TN Bukittigapuluh
Baca Berita

Kunjungan "Sang Penulis" di Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Sofifi, 26 Maret 2017. Siapa yang tidak mengenal sosok penulis buku “Berwisata Alam di Taman Nasional” dengan kata pengantar langsung dari Menteri Kehutanan dan Menteri Pariwisata Republik Indonesia. Adalah Bapak Jatna Supriyatna, P.Hd. Profesor Jurusan Biologi yang mencintai konservasi dan Lingkungan ini telah berkunjung di beberapa taman nasional di seluruh dunia dan hampir seluruh kawasan taman nasional di Indonesia. Kali ini, Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) menjadi tujuan kunjungan dalam menuntaskan misi mengunjungi seluruh taman nasional di Indonesia. Berbekal informasi dan data dari Burung Indonesia, Bapak Yatna akhirnya menapakkan kaki di TNAL. Total perjalanan yang ditempuh kurang lebih 7 jam dari Jakarta. Sekitar Empat jam dari Jakarta menuju Ternate menggunakan jalur udara dilanjutkan dengan perjalanan laut selama satu jam menuju kota Sofifi dan dua jam perjalanan darat menuju Resort Tayawi kawasan TNAL. Di Sofifi, Beliau di pandu oleh anggota Pokja Database TNAL. Dijelaskan tentang konsep kantor Balai TNAL dari lobi sampai gedung Pusat Informasi yang ber-slogan “Tagi Togumua”. Yang berarti Balai TNAL akan terus tumbuh dan berkembang. Kemudian menuju Resort Tayawi yang merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan dan lokasi pembangunan Suaka Burung Paruh Bengkok. Beberapa atraksi yang disuguhkan di Resort Tayawi diantaranya adalah budaya Masyarakat Tobelo dalam (MTD) yang biasa disebut dengan suku Togutil. Merupakan suku asli pulau Halmahera yang mendiami belantara Halmahera sampai sekarang. Atraksi lainnya yang dijumpai adalah pemandangan sungai Tayawi dan bukit kars serta beberapa jenis burung dikawasan. Dalam keterangannya Beliau mengatakan bahwa pada saat menulis buku “Berwisata Alam di Taman Nasional” Beliau belum pernah berkunjung ke TNAL. Beliau juga menyatakan bahwan TNAL didirikan bukan hanya untuk bangsa Indonesia saja tetapi untuk seluruh dunia, karena teori evolusi itu dicetuskannya (oleh Alfred Russel Wallace) di sini (Maluku Utara). Jadi TNAL harus mempresentasikan napak tilas Alfred Russel Wallace. Akhirnya Beliau memberikan oleh-oleh kepada TNAL berupa buku “Berwisata Alam di Taman Nasional” yang ditandatangani langsung. (Akhmad David Kurnia Putra) Sumber: Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Menampilkan 10.769–10.784 dari 11.141 publikasi