Kamis, 4 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Hari Air Sedunia, Mahasiswa Trisakti Peduli Pelestarian Ekosistem Air di TN Kepulauan Seribu

Pulau Harapan, 7 Mei 2017. “Ekosistem yang baik berasal dari Air” merupakan tema kegiatan yang diusung oleh Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Trisakti “Aranyacala Trisakti” dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia tahun 2017. Taman Nasional Kepulauan Seribu SPTN Wilayah II Pulau Harapan menjadi lokasi kegiatan yang dilakukan oleh 132 mahasiswa Universitas Trisakti sejak tanggal 5 sampai dengan 7 Mei 2017. Berlandas pada pemikiran peran vital air bagi kehidupan di bumi bagi keberlangsungan sistem kehidupan yang ada dalam ekosistem dan interaksi antar ekosistem darat dan perairan laut, kegiatan peringatan Hari Air Sedunia oleh mahasiswa Trisakti ini berfokus pada upaya pelestarian ekosistem yang ada di perairan laut, yaitu mangrove dan terumbu karang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai aksi nyata peran mahasiswa Universitas Trisakti dalam melestarikan alam khususnya di Kepulauan Seribu. Kegiatan utama yang mereka lakukan terdiri dari penanaman mangrove, penanaman karang, pelepasan tukik, dan bersih lingkungan. Sebanyak 149 ekor tukik penyu sisik dilepasliarkan di Pulau Bulat. Melalui pelepasliaran tukik penyu sisik yang didampingi oleh petugas SPTN Wilayah II Pulau Harapan ini, para peserta kegiatan mendapat pemahaman mengenai peran penyu sisik dalam ekosistem di laut. Aksi mereka berlanjut dengan menanam 300 batang bakau (Rhizopora stylosa) di sebelah timur Pulau Harapan dan 105 pcs karang jenis Acropora sp di perairan sebelah utara Pulau Harapan. Penanaman mangrove yang dilakukan adalah dengan metode rumpun berjarak dan penanaman karang dengan metode rak behel besi. Taman Nasional Kepulauan Seribu mengapresiasi upaya mahasiswa Universitas Trisakti ini dalam berkontribusi untuk pelestarian jenis dan ekosistem di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Generasi muda seperti merekalah yang akan meneruskan perjuangan menjaga negeri, melestarikan alam, dan merawat bumi. Bagi mereka, kegiatan ini menjadi satu langkah untuk menapakkan jejak dasar pengabdian mereka, generasi muda, bagi negeri dan alam. Sumber Info : Yuniar Ardianti – Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

Masyarakat Tobelo Dalam, “Sumber Air So Dekat”

Sofifi, 6 Mei 2017. Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) atau yang biasa disebut dengan Suku Togutil sudah memiliki sumber air bersih yang baru. Personil Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Weda yang di komandoi oleh Kepala SPTN I Bapak Raduan, SH melakukan pemasangan instalasi air bersih untuk MTD. Air bersih yang sudah lama berada kurang lebih 300 meter dari kantor Resort Tayawi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh MTD yang bermukim di sekitar kantor tersebut. Baru pada tahun ini tercetus untuk memanfaatkan sumber air tersebut. Karena berada di ketinggian maka hanya perlu dilakukan pemasangan pipa untuk dialirkan sampai di kantor Resort tanpa bantuan tenaga listrik. Pada akhirnya sumber air yang telah dipasang pada tanggal 4 Mei 2017 tersebut sudah bisa dinikmati oleh Masyarakat Tobelo Dalam yang sebelumnya harus mengambil air sungai dan diendapkan lagi agar pasir dan kandungan kapurnya terpisah. Kepala SPTN I menyatakan bahwa inilah yang harus dilakukan oleh pengelola agar manfaat secara langsung dari kawasan TNAL dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar sesuai dengan visi Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Sumber Info : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Aksi Bersih Pengelolaan Sampah Menuju TN Komodo Bebas Sampah

Labuan Bajo, 6 Mei 2017. Balai TN. Komodo melaksanakan kegiatan aksi bersih pengelolaan sampah dengan melibatkan peran serta eselon 1 KLHK yang terkait antara lain PSLB3, Pemerintah Daerah Kab. Manggarai Barat (Sekretaris Daerah dan BLH), LSM/Komunitas Pemerhati Lingkungan Lainnya (WWF, KSU, Trash Hero, P2L, P2LB), Pramuka Sakawanabhakti (yang mewakili setiap sekolah) serta pihak media lokal (Floressa). Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 5 – 6 Mei 2017, dimulai dengan rapat pembahasan persiapan yang dibuka oleh Sekda Kabupaten Manggarai Barat di Aula Kantor Bupati Kabupaten Manggarai Barat, yang membahas pembagian tugas dan tanggung jawab, jenis sampah yang diangkut (plastik) serta menyusun kemampuan kapasitas kapal dan personel. Jumlah keseluruhan personel yang terlibat sebanyak 150 orang dengan rincian (65 pegawai BTN Komodo (terdiri dari 35 MMP, 10 pegawai Honor, 10 Pegawai TN Komodo beserta para struktural/Ka Balai, KSPTN I, II dan III), 6 pegawai Ditjen PSLB3, 18 pegawai BLH, 2 staf sekda, 3 staf WWF, 2 staf KSU (bank sampah), 40 relawan dari Trash Hero/P2L/P2LB, 20 Siswa/siswi pramuka saka wana bakti. Pada tanggal 6 mei 2017, kegiatan pembersihan sampah dipimpin langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo (Ir. Sudiyono, M Si). Lokasi kegiatan aksi bersih pengelolaan sampah antara lain di daerah loh buaya SPTN I P. Rinca, Pulau Padar SPTN III P. Padar, Kampung Komodo, Pintu utama wisata Loh Liang SPTN II P. Komodo dan Gililawa SPTN II P. Komodo. Total keseluruhan berat sampah plastik hasil timbangan dari semua Tim sebanyak : 708 kg, merupakan hal yang cukup mengejutkan mengingat sampah yang diangkut merupakan sampah plastik. Disela – sela penimbangan sampah, Kepala Balai TN. Komodo Ir Sudiyono, M Si menyampaikan : “himbauan kepada masyarakat yang berada didalam kawasan dan sekitar TN Komodo, turis/wisatawan dalam dan luar negeri, agent travel yang berada di labuan bajo khususnya agar tidak membuang sampah khususnya anorganik karena susah diurai dialam dan mengurangi kesan yang kurang baik di pariwisata”. Sampah yang paling banyak ditemui adalah sampah-sampah anorganik seperti sampah plastik kemasan makanan dan minuman. Sampah plastik pada lingkungan perairan saat ini terdapat dalam jumlah yang tak terbatas, dan telah menjadi isu global. Sampah merupakan hal kecil yang dapat memberi pengaruh dan dampak yang besar terhadap lingkungan. Cara pengendalian sampah yang paling efektif dan sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri kita sendiri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu di perlukan juga kontrol sosial budaya masyarkat untuk lebih menghargai lingkungan, peran pemerintah dalam hal ini juga sangat di perlukan, dengan peraturan-peraturan dan sangsi yang ada, diharapkan bisa meminimalkan kerusakan lingkungan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Berwisata bukan saja sekedar jalan-jalan, berse­nang-senang, berselfie ria dan mengupload ke media sosial, namun tidak peduli dengan sampah atau je­jak-jejak kerusakan yang ditinggalkan. Sejatinya, ber­wisata adalah salah satu cara kita untuk menumbuhkan kesadaran kita sebagai manusia. Sebuah artikel ternama telah menulis “jika anda bukan orang sembarangan, maka jangalah membuang sampah sembarangan” Orang yang mencintai alam tentu akan seminimal mungkin meninggalkan je­jak dialam. Seperti yang sering didengungkan para pe­merhati lingkungan: “jangan mengambil apa-apa kecuali foto, jangan meninggalkan apa-apa kecuali jejak dan jangan membunuh sesuatu kecuali waktu”. Cintailah Pesona Alammu seperti kamu mengabadikan dikameramu, jangan sampai karena kelalaian mu pesona alam ini tidak lebih baik dari hasil. WhatsApp Video 2017-05-10 at 14.00.58 Sumber Info : Balai TN Komodo
Baca Berita

Partisipasi TN Kepulauan Seribu Dalam Kegiatan Aksi Bersih Laut (Ocean Clean Up) Di Kepulauan Seribu.

Pulau Karya, 6 Mei 2017. Berpusat di Pulau Karya, Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu, Kabupaten Adm. Kepulauan Seribu, DKI Jakarta telah dilaksanakan kegiatan Aksi Bersih Laut (Ocean Clean Up) melalui Gerakan Aksi Bersih Serentak yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dalam rangka memperingati Hari Bumi 2017 pada tanggal 6 Mei 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 150 penyelam dari Kemenko Maritim, POSSI, Masyarakat Selam Indonesia, IPB, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat setempat yang dibagi kedalam 9 tim. Setiap tim bertugas memungut/membersihkan sampah dari dasar laut di lokasi yang telah ditentukan pada tiga pulau yakni Pulau Pramuka, Pulau Karya dan Pulau Panggang. Setelah sampah-sampah tersebut terkumpul lalu dibawa ke dermaga Pulau Karya untuk dilakukan pemilahan dan penimbangan sampah. Hasilnya diperoleh 142,2 kg sampah yang terkumpul dan diangkat dari dasar laut, yang terdiri dari sampah organik sebesar 26 persen, sampah plastik 69 persen, dan sampah kaleng 4,71 persen. Sumber Info : Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

Pengukuhan Masyarakat Peduli Api di TN Matalawa

Katikutana Selatan, 5 Mei 2017. Pembentukan sekaligus pengukuhan Masyarakat Peduli Api lingkup Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa) telah dilaksanakan bersama dengan Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dan Karhutla Denpasar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 s.d 5 Mei 2017 di Desa Okawacu, Kecamatan Katikutana Selatan - Sumba Tengah dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang terdiri dari 22 orang masyarakat dari Desa Okawacu dan 8 orang tenaga kontrak dari kantor Seksi Pengelolaan TN Wilayah I. Tujuan kegiatan pembentukan Masyarakat Peduli Api adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi di pulau sumba khususnya di wilayah TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti. Sumber Info : Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Pencapaian Kinerja Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Wilayah Maluku-Papua

Ambon, 5 Mei 2017. Bertempat di Ruang rapat Balai KSDA Maluku pada hari Jumat, 5 Mei 2017 pukul 08.30- 11.00 WIT dilaksanakan Kegiatan Pembinaan Kegiatan Dalam Rangka Pencapaian Kinerja Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Wilayah Maluku-Papua. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekditjen Gakum LHK Ir. Kemal Amas, M.Sc ( sebagai pembicara ) bersama tim ; Kepala Balai Gakum ( sebagai moderator) ; Kepala Balai KSDA Maluku beserta Kasubag TU dan para staf BKSDA Maluku; perwakilan dari BPHP AMBON; BPKH wilayah IX Ambon; BPDAS Waehapu Ambon; Balai Taman Nasional Manusela. Sekditjen Gakum mengatakan " Agar dapat merubah kinerja pegawai lingkup kementerian LHK di maluku- maka diperlukan adanya REVOLUSI MENTAL yang merupakan konsep gerakan perubahan sosial yang dicanangkan oleh Presiden RI periode 2014-2019". Sekditjen Gakum menghimbau agar semua UPT lingkup Kementerian LHK wilayah Maluku dapat bekerjasama dalam mengatasi dan menangani permasalahan ataupun pelanggaran yang terjadi di wilayah maluku khususnya yang akan mengakibatkan kerusakan hutan dan ekosistemnya. Sekditjen Gakum juga meminta agar masyarakat di sekitar kawasan hutan dijadikan mitra seperti contoh : mitra polhut . Hal ini dikarenakan rasa cinta yang tinggi terhadap hutan dan ekosistemnya itu berada pada masyarakat di sekitar kawasan hutan itu sendiri bukan pada orang lain yang berada jauh dari kawasan hutan . Dengan demikian kawasan hutan dan ekosistemnya dapat terjaga kelestariannya. Sumber Info : Sendian Anugerah Rupilu, S.Hut - PEH Pertama Balai KSDA Maluku
Baca Berita

28 Tukik Hasil Penetasan Semi Alami di SM. Cikepuh Dilepaskan ke Habitatnya

Sukabumi - Ditengah permasalahan perdagangan satwa serta kepemilikan satwa tanpa ijin di wilayah kerja BBKSDA Jawa Barat, saat ini BBKSDA Jawa Barat layak berbangga disebabkan pada tanggal 3 Mei 2017 pukul 18.15 wib berkat kerja keras petugas resort SM. Cikepuh sebanyak 28 telur penyu berhasil menetas melalui sistem penetasan semi alami. Telur penyu yang semula berjumlah 40 butir tersebut tidak semua berhasil menetas, 12 butir mengalami gagal tetas dikarenakan curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan kandungan pasir di kawasan blok citirem sebagai tempat penetasan telur penyu menjadi sangat lembab. Selanjutnya pada tanggal 4 Mei 2017 petugas melakukan pelepasliaran ke 28 tukik tersebut di lokasi yang sama. Sumber Info: BBKSDA Jabar
Baca Berita

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Jenderal KSDAE dengan PT. Indosat, Tbk.

Jakarta, 5 Mei 2017. Telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) antara Dirjen KSDAE dengan Group Head Network Design & Deployment PT. Indosat, Tbk, bertepatan di Ruang Rapat Sekretaris Jenderal KLHK, Blok I Lt 3, dan dihadiri oleh Plt Dirjen KSDAE, Sekditjen KSDAE, Kepala Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan, Perwakilan dari Birocan, Kabag HKT Setditjen KSDAE, perwakilan dari Direktorat KK, dan Pimpinan PT Indosat dan jajarannya. Kerjasama dengan PT Indosat ini termasuk kerjasama pembangunan strategis yang salah satu ruang lingkup kerjasama ini adalah pengembangan, operasional dan pemeliharaan sarana telekomunikasi dan sistem informasi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) berupa jaringan serat optik di bawah tanah pada ruas jalan yang melewati kawasan TNBBS (jalan Sanggi – Bengkunat dan Pugung Tampak – Menula, di mana jalan tersebut berada di Zona Khusus TNBBS). PT. Indosat, Tbk sebagai mitra Ditjen KSDAE secara otomatis harus turut serta dalam mewujudkan Rencana Kerja Ditjen KSDAE, yaitu Perlindungan, Pengawetan dan Pemanfaatan Ekosistem, Spesies dan Sumber Daya Genetik untuk mewujudkan kelestarian Sumber Daya Alam Hayati dan Keseimbangan ekosistem untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan mutu kehidupan manusia. Hal ini juga sangat berkaitan erat dengan ruang lingkup kerja sama yang disepakati yaitu (i) penguatan fungsi perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan serta pemberdayaan masyarakat; (ii) Pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pengelolaan kawasan TNBBS; (iii) Penyebar luasan informasi dan promosi; (iv) Pembinaan kegiatan kerja sama melalui monitoring, evaluasi, supervisi dan pelaporan. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan tercapai sesuai kebaikan bersama. Sumber Info : Sub Bagian Kerjasama Teknik, Setditjen KSDAE
Baca Berita

Penertiban Kepemilikan Satwa Dilindungi Tanpa Izin oleh BKSDA NTB

Mataram, 5 Mei 2017. Balai KSDA NTB bersama dengan Ditreskrimsus POLDA NTB pada tanggal 5 Mei 2017 melakukan patroli pengawasan terhadap masyarat yang memiliki dan memelihara satwa dilindungi tanpa izin yang sah dalam rangka penertiban dan pengawasan kepemilikan satwa dilindungi tanpa izin. Tujuan kegiatan tersebut adalah melakukan penertiban kepemilikan illegal dan antisipasi perdagangan illegal terhadap satwa jenis dilindungi di Mataram NTB. Dalam kegiatan tersebut, pada hari Jumat, 5 Mei 2017 jam 10.15 WITA, tim berhasil mengamankan 1 (satu) ekor satwa dilindungi jenis Lutung Jawa Hitam (Trachypitecus auratus) di rumah seorang warga di jalan Sudirman 74 Mataram. Pengamanan satwa jenis dilindungi tersebut merupakan hasil pemantauan dan pengembangan adanya informasi masyarakat adanya kepemilikan satwa dilindungi tanpa izin yang sah. Untuk proses lebih lanjut, satwa tersebut diamankan di Kantor BKSDA NTB dan pemilik satwa menjalani pemeriksaan intensif di Ditreskrimsus POLDA NTB. Sumber Info : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Rehabilitasi Terumbu Karang Balai TN Takabonerate

Desa Jinato, 5 Mei 2017. Kerusakan ekosistem terumbu karang baik karena alam maupun aktivitas manusia setiap tahunnya semakin bertambah. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pertumbuhan karang yang hanya mencapai 1 - 2 cm per tahunnya. Untuk itu Balai TN.Taka Bonerate bersama masyarakat desa melakukan upaya rehabilitasi terumbu karang melalui transplantasi karang yang diprogramkan di 6 (enam) Desa dalam kawasan yang dimulai dari Desa Jinato. Ada 300 rangka besi berbentuk menyerupai jaring laba-laba yang berukuran 1 x 1 meter dibuat dengan metode yang diadopsi dari Transplantasi Karang di Pulau Badi’, Pangkajene Kepulauan yang tergolong berhasil dibandingkan metode lain. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari dimulai dari pelumuran lem khusus pada rangka besi agar pasir dapat dilekatkan sebagai substrat dasar karang. Selanjutnya rangka kemudian dikeringkan sehari agar pasir melekat dengan baik dibatang besi. Bibit yang diambil berasal dari karang sehat di sekitar lokasi lalu diikatkan pada rangka dengan kabel ties. Rangka diletakkan di antara karang rusak dan karang sehat. Kedepannya diharapkan program ini selain untuk upaya pemulihan juga ditujukan sebagai media pembelajaran tentang proses pemulihan ekosistem yang sangat rumit dan lama pada lokasi exillegal fishing dan sebagai spot kunjungan wisata yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat saat memandu tamu. Sumber Info : Balai TN Takabonerate
Baca Berita

TN Aketajawe Lolobata dan PT Antam Sepakat Untuk Rehabilitasi

Sofifi, 5 Mei 2017. Telah dilakukan penandatanganan PKS (Perjanjian Kerja Sama) antara Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dengan PT Antam (Persero) Tbk. UPBN Maluku Utara tentang program rehabilitasi. Kesepakatan ini dilaksanakan di Kantor Balai TNAL di Sofifi pada tanggal 5 Mei 2017 pukul 9.30 WIT. Dilatarbelakangi adanya kewajiban PT Antam sebagai pemegang IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) untuk melakukan penanaman/rehabilitasi DAS di luar area konsesinya dan terdapatnya Zona Rahabilitasi di kawasan TNAL. Maka dipilihlah Zona Rehabilitasi di kawasan TNAL berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal BPDAS-PS a.n Menteri LHK. Perjanjian Kerja Sama tersebut berisi tentang penguatan fungsi melalui rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di TNAL. Rencana rehabilitasi tersebut berada pada Zona Rehabilitasi TNAL Blok Lolobata, yaitu di area Gunung Botak sungai Dodaga dengan luas sekitar 1.200 hektar. Draft PKS yang telah direvisi oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem tersebut ditandatangani oleh Kepala Balai TNAL, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut., MT dan General Manager (GM) PT Antam Tbk. Maluku Utara Bapak Bambang Tri Cahyo Kusumo, ST dengan baik dan lancar. Kepala Balai TNAL mengemukakan bahwa kepedulian terhadap kelestarian ekosistem kawasan konservasi harus menjadi tanggung jawab semua pihak, mengingat keterbatasan kapasitas pengelolaan maka Balai TNAL bekerjasama dengan PT Antam untuk melakukan pemulihan ekosistem di Zona Rahabilitasi TNAL. Ini merupakan kerjasama yang ke dua setelah pemulihan ekosistem di kawasan desa Sidanga. Kepala Balai juga berharap di masa yang akan datang para pihak lainnya dapat meningkatkan kontribusinya bagi kawasan konservasi. Sumber Info : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Tim Patroli TN Gunung Palung Tangkap Pelaku Illegal Logging

Pontianak, 5 Mei 2017, Tim Polhut Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) dan Polres Kayong Utara pada patroli pengamanan berhasil menangkap 1 orang pelaku penebang liar di kawasan TNGP (1 orang lagi melarikan diri), barang bukti berupa kayu papan 50 batang dimusnahkan dan sebagian disisihkan untuk barang bukti. Pelaku ditahan di Polres Kayong Utara untuk diproses lebih lanjut. Sumber Info: BTN Gunung Palung
Baca Berita

TNAL Menuju Penas XV Aceh 2017 Bersama Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara

Aceh, 4 Mei 2017. Dua hari menjelang pembukaan Pekan Nasional (Penas) yang ke 15 di Aceh, tim pameran dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara dan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) sudah mulai mendekorasi stan pameran. Pekan Nasional bagi Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) yang rencananya akan dibuka oleh Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 s/d 11 Mei 2017 di stadion Harapan Bangsa di Aceh. Penas kali ini mengusung tema “Melalui PENAS Petani dan Nelayan XV 2017 kita mantapkan kelembagaan tani nelayan dan petani hutan sebagai mitra kerja pemerintah dalam rangka kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan menuju kesejahteraan petani nelayan Indonesia”. Salah satu agenda yang berkaitan dengan bidang kehutanan adalah talk show bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada talk show ini akan dibahas hutan kemasyarakatan dan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu beberapa Menteri Republik Indonesia yang direncanakan hadir antara lain Menteri Pertanian, Menteri Perikanan, dan lainnya. Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara berinisiatif mengajak Taman Nasional Aketajawe Lolobata untuk berpartisipasi sebagai peserta Penas. Stan yang tergabung dalam stan Provinsi Maluku Utara ini menghadirkan produk-produk binaan dinas-dinas terkait. Adalah teh Samama, merupakan salah satu produk unggulan dari kelompok binaan KPHL Gunung Sinopa milik Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara. Teh herbal dari belantara Halmahera ini memiliki khasiat yang beragam salah satunya adalah penyubur kandungan dan penambah stamina. Taman Nasional yang mengirimkan satu petugas untuk ikut tergabung dalam stan Dinas Kehutanan juga menghadirkan produk jasa lingkungan berupa wisata alam. Paket wisata yang ditawarkan sama dengan paket wisata pada saat pameran Indogreen dan Deep and Extreme, yaitu pengamatan burung dan petualangan. Jika ingin melihat produk-produk kelompok binaan Dinas Kehutanan dan paket wisata TNAL sempatkan diri anda untuk datang ke stan Provinsi Maluku Utara yang bertajuk “Hibualamo”. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Pembentukan Kader Konservasi Tingkat Pemula Di TN Ujung Kulon

Labuan, 4 Mei 2017. Balai TN Ujung Kulon (TNUK) menyelenggarakan kegiatan pembentukan kader konservasi tingkat pemula di Kharisma Resort, Labuan, Pandeglang pada tanggal 3-4 Mei 2017. Kegiatan ini dimaksudkan untuk merekrut kader konservasi khususnya di tingkat pemula. Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 30 orang, yang berasal dari siswa SMK -dari SMAN 16 Sumur, SMK 3 Pandeglang, MAS Nurul Hidayah Cibadak, dan SMK Dwi Putra Bangsa di Cibaliung. Dari kelompok mahasiswa pecinta alam, ada dari Himala Universitas Mathlaul Anwar dan Mapalaut Universitas Tirtayasa Serang, dan para tokoh pemuda, kelompok masyarakat, karang taruna, jaringan penggerak masyarakat yang berasal dari desa-desa di sekitar TNUK. Materi yang disampaikan meliputi materi yang berkaitan dengan Organisasi, Dasar Kepemimpinan, Peraturan perundangan bidang LHK, SAR dan P3K, Bina Cinta Alam serta materi yang berkaitan dengan konservasi di TNUK. Kader konservasi TNUK merupakan sekelompok masyarakat yang diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi, tetapi yang terpenting dapat menjadi panutan dalam hal pengelolaan/pelestarian lingkungan hidup, yang dilakukan secara aktif dan mandiri (volunteer), khususnya di sekitar kawasan TNUK. Para kader ini dipilih orang-orang yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat positif, kreatif dan inovatif terkait lingkungan hidup. Sehingga kedepannya, kader ini dapat menjadi contoh, menginsipirasi, dan memberi teladan dalam aktivitas positif terhadap lingkungan hidup. Kegiatan ini merupakan salah satu cara/proses untuk merekrut kader konservasi, khususnya untuk tingkat pemula, yaitu melalui proses pembentukan/pelatihan seperti ini, dengan maksud agar para kader memiliki pemahaman yang sama dalam pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Dalam kader konservasi terdapat 3 jenjang, yaitu pemula, madya dan utama. Masing-masing jenjang harus melalui pendidikan/pelatihan. Setiap kader yang telah melalui pelatihan/penjenjangan akan mendapatkan kartu anggota, yang terdaftar secara resmi di Dinas LHK Propinsi Banten dan Kementrian LHK di Jakarta. Setiap anggota kader dapat dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan UPT dan juga berhak untuk diajukan sebagai peserta lomba kader konservasi tingkat nasional atau event-event lainnya yang bersifat nasional. Semoga melalui kegiatan pembentukan kader konservasi tingkat Pemula lingkup Balai TNUK, dapat memunculkan generasi muda yang secara aktif dan mandiri melakukan aktivitas peduli lingkungan dan dapat menjadi mitra Balai TNUK dalam melestarikan kawasan TN Ujung Kulon. Sumber Info : Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

Surili “Icon Jawa Barat” Berhasil Dievakuasi dan Diselamatkan Tim BBKSDA Jawa Barat

Garut, 4 Mei 2017. Sebagai satwa dilindungi undang-undang, Surili (Presbytis comata) seharusnya hidup di habitatnya yaitu di kawasan hutan di Pulau Jawa, satwa yang merupakan icon Jawa Barat ini berhasil diamankan Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar Seksi Konservasi Wilayah V Bidang KSDA Wilayah III BBKSDA Jawa Barat dari seorang penduduk Kampung Babakan Abid Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota pada 4 Mei 2017 melalui pendekatan persuasif. Pemelihara Surili memberikan informasi bahwa satwa tersebut telah dipelihara selama lebih dari setahun, satwa tersebut diperoleh dari temannya yang tinggal di sekitar Gunung Guntur. Saat ini satwa endemik Pulau Jawa yang diperkirakan berumur 2 tahun dan berjenis kelamin betina tersebut berada di Kantor Seksi Konservasi Wilayah V Garut untuk dilakukan observasi/pemeriksaan oleh dokter hewan guna mengetahui kondisi kesehatannya. Akibat telah lama dipelihara, maka perilaku satwa tersebut telah berubah signifikan dari kebiasaan Surili liar di alam, upaya selanjutnya yang dilakukan oleh BBKSDA Jawa Barat adalah akan melakukan rehabilitasi terhadap satwa tersebut guna mengembalikan sifat-sifat liarnya sampai dengan layak untuk dilepasliarkan. Kejadian ini menjadi tolok ukur bagi Tim Gugus Tugas untuk terus melakukan upaya dalam mengantisipasi peredaran satwa liar yang dilindungi undang-undang secara illegal. Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL bakal terus berkampanye simpatik terhadap masyarakat dalam upaya mengamankan TSL dari upaya peredarannya secara ilegal. Terutama kalangan pedagang satwa di pasar burung, komplek perumahan maupun perkampungan. Tim juga terus melakukan monitoring kemungkinan adanya perdagangan TSL secara online. Sumber Info : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

BKSDA NTB Gelar Bimtek Pemantapan Pemulihan Ekosistem

Mataram - Dalam mendukung pemantapan pemulihan ekosistem di kawasan konservasi, Direktorat Kawasan Konservasi melalui Subdit Pemulihan Ekosistem Kawasan Konservasi melakukan Bimbingan Teknis Pemantapan Pemulihan Ekosistem di UPT Provinsi NTB. Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang mekanisme pemulihan ekosistem kawasan konservasi dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi. Kegiatan Bimtek dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Mei 2017, dibuka oleh Kepala Balai KSDA NTB (Dr. Ir. WIDADA, MM) diikuti oleh peserta dari BKSDA NTB, BTN Gunung Rinjani, BTN Tambora, dan Tahura Nuraksa. Dalam acara tersebut hadir sebagai pemateri dari Dit. KK Ir. Mimi Murdiah (Kepala Seksi Pemulihan ekosistem KSA dan TB) dan Gunawan, S. Hut., M. Sc., yang menyampaikan materi mengenai Pemantapan Pemulihan Ekosistem dari penyusunan Rencana Pemulihan Ekosistem, pelaksanaan sampai dengan indikator penilaian dan evaluasi keberhasilan pemulihan ekosistem. Harapan dari kegiatan ini dapat mewujudkan target IKK Ditjen KSDAE tahun 2015-2019 yaitu Pemulihan Ekosistem di kawasan konservasi seluas 100.000ha dapat tercapai di tahun 2019. Sumber : BKSDA NTB

Menampilkan 10.641–10.656 dari 11.141 publikasi