Senin, 1 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Coastal Clean Up Taman Nasional Karimunjawa

Pulau Cemara Besar, 15 Mei 2017. Kegiatan bersih pantai yang dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2017, mengambil lokasi di Pantai dan Perairan Pulau Cemara Besar. Ini merupakan kegiatan bersama antara Departemen Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Dipenegoro (UNDIP) dengan Balai Taman Nasional Karimun Jawa dalam Rangka Praktikum Konservasi di Taman Nasional Karimunjawa. Kegiatan ini melibatkan 103 orang praktikan, 13 orang asisten dosen, 4 orang dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP dan 4 orang pendamping dari petugas SPTN II Karimunjawa Balai Taman Nasional Karimunjawa. Metode bersih pantai ini menggunakan survey keliling pulau Cemara Besar dan mengumpulkan sampah yang ditemui, sampah yang terkumpul disesuaikan dengan kategori yang kemudian ditimbang untuk mengetahui berapa berat sampah yang terkumpul. Adapun perolehan sampah sesuai kategori yaitu : Dengan berat total sampah yang bisa dikumpulkan selama kegiatan bersih pantai adalah 356,5 kg. Dari pengamatan dilapangan sampah yang banyak ditemukan merupakan jenis plastik botol kemasan air minum. Sumber Info : Sutris Haryanta, S.H - Kepala SPTN II Karimunjawa Balai Taman Nasional Karimun Jawa
Baca Berita

Karimunjawa National Park Camp, Medan Independent School

Semarang (15/5/2017). Kegiatan ini diikuti oleh 17 orang peserta Medan Independent School, 2 orang tenaga pengajar Medan Independent School, 7 orang kru Jaya Giri Bandung dan 5 orang pendamping dari Balai Taman Nasional Karimunjawa dan 1 orang sukarelawan. Materi yang disampaikan antara lain :
Baca Berita

Antusias Peserta Mengikuti Rangkain Ujian Masuk SMKK Samarinda Di Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Dan Danau Sentarum

Putussibau, 22 Mei 2017. Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menjadi tempat penyelenggaraan pelaksanaan Tes Masuk Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri (SMKKN) Samarinda – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu, tanggal 13 – 14 Mei 2017. Untuk kali kedua Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) dipercaya sebagai penyelenggara Pelaksanaan Tes Masuk SMKKN Samarinda tahun ajaran 2017 / 2018, demikian disampaikan Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin Ir. Johnny Lagawurin saat memberikan sambutan, Sabtu (13/05/2017). Lebih lanjut Johnny menjelaskan bahwa pada Pelaksanaan Tes Masuk SMKKN Samarinda tahun ajaran 2017/2018 ini diikuti 45 peserta Se-Kabupaten Kapuas Hulu, yang merupakan terbanyak kedua setelah Provinsi Kalimantan Timur. Selain itu menurut Johnny, tes yang diujikan ada dua jenis yaitu tes tertulis dan tes wawancara. Untuk tertulis pelajaran yang diujikan terdiri dari: Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Bahasa Inggris dan Psikotes. Pelaksanaan Tes Masuk SMKKN Samarinda yang dilaksanakan di Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum di Putussibau merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Bupati Kapuas Hulu dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun lalu, sehingga pelaksanaan ujiannya di Putussibau. Selain Putussibau, Pelaksanaan Tes Masuk SMKKN Samarinda hanya ada di Ibukota Provinsi, seperti: Samarinda, Tarakan, Banjarbaru, Palangkaraya dan Pontianak. Kerjasama ini merupakan yang pertama di Indonesia, dan berharap banyak peserta yang lulus tes, “pungkas Ir. Arief Mahmud, M.Si selaku Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Pengumuman Seleksi Tertulis dan Wawancara PPDB SMKKN Samarinda tahun pelajaran 2017/2018 diumumkan pada Rabu, 17 Mei 2017 dengan peserta yang lulus di Putussibau 44 orang dari 45, sedangkan dari Pontianak lulus semua 10 orang, terang Bu Reny selaku panitia tes tertulis dan wawancara. Setelah lulus tes tertulis dan wawancara, selanjutnya peserta mengikuti tes fisik, anatomi dan mata, untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat lokasi tes di Markas Kodim 1206 Putussibau, pada tanggal 20 - 21 Mei 2017. Sersan Mayor Haryono selaku panitia tes fisik, mengaku kagum dengan peserta tes dari Putussibau yang sebagian besar terlihat kuat dan tangkas, sehingga dengan mudah menyelesaikan tes fisik, seperti lari, pull up, sit up dan vertical jump. Zulkarnain selaku orangtua dari Sugito dari Desa Leboyan, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu sangat berharap anaknya dapat lulus tes dan bekerja di bidang Kehutanan. Karena kami selama ini hidup dan bergantung pada Danau Sentarum, sehingga berharap nanti anaknya dapat ikut berperan serta dalam mengelola kawasan konservasi dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan secara lestari,” terangnya. Sumber Info : Sarwono - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Tim Pelestari Harimau Sumatera TN Kerinci Seblat Amankan Pelaku Perdagangan Kulit Harimau

Kutaagung (13/5/2017). Tim Pelestari Harimau Sumatera BTN Kerinci Seblat (PHSKS), berhasil menangkap pelaku perdagangan harimau sumatera di Desa Air Muring kec. Putri Hijau kab. Bengkulu utara. Tim, mendapat info dari informan binaan TNKS bahwa ada orang yang akan melakukan transaksi perdagangan kulit Harimau Sumatera. Kemudian tim melakukan penyergapan ke lokasi yaitu wilayah Putri Hijau, Kab. Bengkulu. Tersangka berjumlah 2 orang berhasil disergap ketika akan ke Pasar Air Muning, Kec Marga Sakti Seblat dan didapati 2 Karung yang berisi 1 lembar Kulit Harimau beserta tulangnya. Tersangka bernama Awaludin dan Sabian, warga Desa Suka Merindu, Kec. Marga Sakti Seblat diamankan di Polres Bengkulu Utara untuk diproses hukum lebih lanjut. Barang bukti yang disita 1 lembar kulit harimau lengkap dengan tulang dan 1 buah sepeda motor. Sumber: BBTN Kerinci Seblat.
Baca Berita

Menteri LHK Ke Taman Nasional Sebangau, Ini Alasannya

Palangka Raya (13/05/2017). Sabtu 13 Mei 2017, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Ibu Siti Nurbaya bersama Direktur Eksekutif UNEP (United Nations Environment Programme) Erik Solheim dan rombongan mengunjungi Taman Nasional Sebangau. Dalam kunjungan kali ini, Menteri LHK berserta rombongan diterima langsung Kepala Balai Taman Nasional Sebangau Ir. Anggodo, M.M. bersama Walikota Palangka Raya, Sekretaris Daerah Provinsi Kelteng serta Pejabat terkait lingkup SKPD dan UPT Kementerian LHK. Tepat pukul 07.30 WIB, Menteri LHK beserta rombongan sampai ke Dermaga Kereng Bangkirai kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat menuju Stasiun Penelitian SSI di Resort Mangkok SPTN Wilayah II dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 jam. Beristirahat sebentar sambil menghilangkan rasa penat serta bincang ringan, Kepala Balai TN Sebangau menjelasakan kegiatan pengelolaan kawasan dan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan. Kunjungan Menteri LHK ke Sebangau adalah untuk memberikan informasi dan gambaran kepada masyarakat internasional tentang pengelolaan taman nasional terutama pengelolaan gambut di Indonesia. Rombongan Menteri LHK meninjau beberapa obyek di Stasiun Penelitian SSI antara lain alat sesame system atau water surface height control sebagai pengontrol ground water level dan curah hujan, lokasi kanal bloking/dam serta melakukan penanaman pohon. Selain itu Ibu Menteri dan rombongan juga melakukan tracking ke dalam hutan yang tidak jauh dari lokasi untuk melihat sarang orangutan. Taman Nasional Sebangau ditunjuk untuk melindungi dan melestarikan ekosistem gambut beserta keanekaragaman flora dan fauna khususnya orangutan. Luas kawasan yang mencapai kurang lebih 542.141 ha tersebut terdapat orangutan 5.826 Individu (2015) atau mengalami peningkatan jumlah di alam sebanyak 426 individu dari survei yang dilakukan tahun 2007. Dalam rangka restorasi hidrologi dan pembinaan habitat di kawasan TN Sebangau telah dibangun 1.318 kanal bloking/dam serta penanaman seluas 9.626 ha. Secara khusus Menteri LHK memberikan catatan bahwa kanal bloking/sekat kanal merupakan faktor yang sangat penting dalam merestorasi gambut yang rusak selain revegetasi untuk menjaga gambut tetap bekerja baik sesuai fungsinya. Setelah kurang lebih tiga jam melakukan kunjungan, Menteri LHK beserta rombongan kembali ke Dermaga Kereng Bangkirai dengan menyusuri Sungai Sebangau dan sebelum meninggalkan dermaga, menyempatkan untuk mengunjungi Resort Sebangau Hulu yang merupakan salah satu pintu gerbang masuk kawasan TN Sebangau. Secara terpisah Direktur Eksekutif UNEP Erik Solheim sangat senang dan mendukung konservasi gambut di TN Sebangau. Sumber Info : Balai TN Sebangau
Baca Berita

FGD Penyusunan Standar Kegiatan Dan Biaya Pemulihan Ekosistem

Jakarta (12/5/2017). FGD Penyusunan SKB dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 12 Mei 2017 di Hotel Peninsula Jakarta. Peserta FGD berasal dari perwakilan Unit Pelaksana Teknis Ditjen KSDAE (Balai Besar TN Gunung Bromo Tengger Semeru, Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango, BTN Baluran, BTN Sebangau,, BTN Kep. Seribu, BTN Ujung Kulon BKSDA DKI Jakarta, BKSDA Kalteng), NGO/LSM (YOSL-OIC, UNILA-PILI, Copenhagen Zoo, Wetland Indonesia, WWF), Project JICS, Badan Restorasi Gambut, Direktorat Teknis Terkait (Dit. Pencemaran dan Kerusakan Pesisir Laut, Dit. Pengendalian Gambut, Dit. Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial). Disamping hal tersebut, pelaksanaan FGD juga mendatangkan narasumber dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Direktorat Kawasan Konservasi selaku Direktorat Teknis penanggung jawab NSPK terkait pemulihan ekosistem di KSA/KPA bekerjasama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia menginisiasi penyempurnaan dan penyusunan SKB Pemulihan Ekosistem dengan melibatkan para pakar dan pelaksana teknis di lapangan dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD). Pada acara FGD ada 9 draft SKB yang dibahas yaitu : Direktorat Kawasan Konservasi mengharapkan hasil FGD tersebut dapat diformulasikan menjadi SKB Pemulihan Ekosistem pada KSA/KPA Tahun 2018 Kontributor : Resi Diniyanti (PEH Muda pada Direktorat Kawasan Konservasi)
Baca Berita

Empat Jantan Kembali Menghirup Aroma Hutan TN Tanjung Puting

Pangkalan Bun(13/05/2017). Balai Taman Nasional Tanjung Puting bekerjasama dengan mitra Orangutan Foundation International (OFI), kembali melepasliarkan Orangutan ke kawasan TNTP, pada Sabtu (13/05/2017). Empat jantan remaja yang dinamai Brow dan Groningen (12 th), Oru (9,5 th) serta Otto (14 th) kembali menikmati hidup di alam bebas, berinteraksi dengan hidupan liar di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting setelah sekitar sepuluh tahun menjalani proses peliaran di Pusat Karantina dan Perawatan Orangutan (OCCQ) di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Empat individu ini merupakan hasil sitaan pihak BKSDA atau serahan dari pemilik sebelumnya dari berbagai tempat di Kalimantan Tengah, bahkan Otto disita dari pemiliknya yang berada di Pulau Madura yang sangat jauh dari Pulau Kalimantan. Senada dengan Menteri LHK yang juga menghadiri pelepasliaran Orangutan di Nyaru Menteng di hari yang sama, Kepala Balai TNTP juga menyuarakan ajakan untuk mencintai Orangutan, hutan dan lingkungan. “Pelepaliaran ini adalah salah satu bentuk kerjasama kita semua dalam berupaya mengembalikan hidupan liar ke alam aslinya. Semoga kedepan tidak ada lagi satwa liar yang dijadikan peliharaan masyarakat“, demikian pesan Ir. Helmi pada acara tersebut. Pelepasliaran yang berlokasi di Camp Filomena, Resort Teluk Pulai ini juga dihadiri langsung oleh Presiden OFI Birute Galdikas, beberapa staf Taman Nasional, BKSDA Kalteng serta beberapa undangan.
Baca Berita

Plt Dirjen KSDAE Lepasliarkan Kukang Hasil Sitaan di Kawasan Gunung Ciremai

Kuningan – 11 Mei 2017, Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam (KSDAE), Bambang Hendroyono lepaskan kukang jawa (nycticebus javanicus) di stasiun penelitian Blok Bintangot, Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Dipilihnya TNGC sebagai tempat pelepasliaran primate tersebut karena menurut hasil survei Tim IAR Indonesia dan Tim TNGC yang menunjukan bahwa kawasan tersebut memiliki keanekaragaman, ketersediaan pakan dan memiliki kondisi ekologis yang sesuai dengan daya dukung habitat kukang jawa. Primata tersebut merupakan barang bukti hasil penyitaan dari pedagang online yang telah diamankan beberapa waktu lalu. Sebelumnya primate tersebut telah menjalani proses perawatan dan pemulihan di Pusat Rehabilitasi IAR Indonesia yang berada di kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat Pelepasliaran primate tersebut merupakan hasil kerjasama antara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dengan Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Primata IAR Indonesia dan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Plt Dirjen KSDAE, Bambang Hendroyono mengungkapkan “Ini menjadi sebuah contoh kepedulian kita semua terhadap satwa liar yang dilindungi dan kami menghimbau dan tadi kita sudah sepakat, jangan buru kukang, jangan beli kukang, jangan pelihara kukang dan jangan kekang kukang. Intinya kukang itu menjadi harapan kita untuk peningkatan populasi satwa di area Taman Nasional Gunung Ciremai,” ungkapnya.
Baca Berita

Visit to School di SDN Sungai Kaki, Desa Di Sekitar TN Sebangau

Palangka Raya (12/05/2017). Kegiatan Visit To School di SDN Sungai Kaki dilaksanakan pada tanggal 10 s.d 11 Mei 2017 di Desa Sungai Kaki, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan. Kegiatan ini diisi dengan memberikan materi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) pada anak-anak Sekolah Dasar yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Sebangau bersama mitra kerja WWF-Indonesia Kalimantan Tengah. Fasilitas Pendidikan di Desa ini terbilang masih minim Karena hanya ada satu Sekolah Dasar, sehingga untuk melanjutkan ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi siswa harus bersekolah ke Kecamatan tetangga. Dikarenakan kegiatan Visit To School bersamaan dengan ulangan di sekolah sehingga pada hari pertama kegiatan mewarnai dilakukan di halaman sekolah pada waktu sore hari. Diikuti tidak kurang dari 40 anak kegiatan mewarnai dengan tema lingkungan berjalan dengan meriah dan penuh antusias dari peserta. Usai mewarnai, gambar ditempel di dinding kelas untuk dilakukan penilaian oleh guru bersama staf TN Sebangau dan WWF Kalteng dengan memilih dan menentukan gambar terbaik. Pada hari kedua, meskipun hari libur anak-anak tetap bersemangat untuk mengikuti kegiatan PLH. Didampingi oleh Bapak dan Ibu Guru, anak kelas satu sampai dengan kelas enam mengikuti kegiatan di ruang kelas. Materi tentang hutan dan kehidupan disampaikan oleh staf Balai TN Sebangau, kemudian materi dengan pemutaran video tentang lingkungan dan pengelolaan sampah diberikan oleh staf WWF Kalteng serta mengajak anak-anak untuk bernyanyi dan bermain. Disela materi dan permainan, anak-anak diberi kesempatan untuk tanya jawab sehingga kegiatan berjalan secara aktif. Siswa yang dapat menjawab pertanyaan ataupun yang bertanya diberi hadiah sebagai kenang-kenangan yaitu berupa buku mewarnai dan mug TN Sebangau serta merchandise dari WWF Kalteng. Sebelum kegiatan PLH ditutup, tim mengumumkan gambar terbaik dengan memilih 7 (tujuh) pemenang yang terdiri dari juara 1 (satu), 2 (dua) dan 3 (tiga) serta 4 (empat) juara harapan. Hadiah diberikan kepada para pemenang oleh perwakilan dari Bapak dan Ibu guru serta WWF Kalteng dan Balai TN Sebangau. Desa Sungai Kaki merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan kawasan TN Sebangau, sehingga berbagai aktivitas seperti perambahan, illegal logging maupun perburuan merupakan ancaman terhadap kelestarian kawasan yang mungkin saja terjadi. Oleh sebab itu kegiatan PLH kepada anak-anak merupakan upaya penyadartahuan tentang lingkungan hidup sejak usia dini, dengan harapan dapat mengedukasi mereka bagaimana pentingnya menjaga kelestarian hutan TN Sebangau untuk kehidupan di masa sekarang dan masa yang akan datang. Sumber : Susana, Desy Ruchyanti Balai TN Sebangau dan WWF Indonesia Kalimantan Tengah
Baca Berita

Kejar Target Pemulihan Ekosistem Kawasan Konservasi, Direktorat KK Lakukan FGD

Jakarta (12/5/2017). Direktorat Kawasan Konservasi bekerjasama dengan World Research Institute (WRI) Indonesia telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 12 Mei 2017 di Hotel Menara Peninsula Jakarta. FGD dimaksud ditujukan untuk menyempurnakan dan menyusun Standar Kegiatan Dan Biaya (SKB) pemulihan ekosistem khusus ekosistem mangrove, ekosistem danau, ekosistem gambut, transplantasi karang serta pengendalian jenis asing invasif. ”Paksanaan pemulihan ekosistem kawasan konservasi di lapangan masih mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah SKB untuk pemulihan ekosistem yang belum sesuai dengan kondisi lapangan. Selain itu, SKB yang ada saat ini dinilai belum mengakomodir pelaksanaan pemulihan ekosistem di beberapa ekosistem tertentu khususnya ekosistem perairan” kata Wahju Rudianto, Kepala Subdit Pemulihan Ekosistem KK. Untuk memperoleh masukan dan saran sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah, teknis, maupun kondisi spesifik di lapangan, dihadirkan narasumber dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, yang dibahas bersama unsur K/L terkait (diantaranya Kementerian KP dan Badan Restorasi Gambut), UPT Ditjen KSDAE (diantaranya BTN Kep. Seribu dan BTN Sebangau), unsur Perguruan Tinggi dari UNILA, serta unsur LSM/NGO seperti Copenhagen Zoo, WWF, Wetland Indonesia, YOSL-OIC, dan JICS. Hasil pembahasan ini akan dimatangkan lebih lanjut dan akan dijadikan sebagai bahan masukan dalam penyusunan SKB Pemulihan Ekosistem Tahun 2018 yang lebih implementatif. Sumber : Direktorat KK
Baca Berita

Kutai National Park-Plant Vulnerability Assessment Workshop

Balai Taman Nasional Kutai bekerjasama dengan International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan Indianapolis Zoo menyelenggarakan “Plant Vulnerability Assesment Workshop” pada tanggal 8-11 Mei 2017 bertempat di Hotel Sintuk Bontang-Kalimantan Timur. Acara ini dibuka secara resmi oleh Bapak Puja Utama, Kasubdit Pengawetan Jenis, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ditjen KSDAE dan Bapak Nur Patria Kurniawan, Kepala Balai Taman Nasional Kutai. Workshop yang digagas oleh IUCN, dan didanai oleh Indiana polis Zoo ini dihadiri oleh partisipan baik dari dalam maupun luar negeri yang terdiri dari para ahli tumbuhan dan orangutan dari Universitas Mulawarman, Leiden University, Norwegian University of Life Sciences, Hortus Botanical Leiden, York University, Yayasan Palung, Flora-Fauna Internasional, International Animal Rescue, Borneo Nature Foundation, Orangutan Kutai Project, Balai Besar Litbang Dipterokarpa Samarinda, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi KSDA Samboja, Balai KSDA Kaltim, serta PT. Indominco Mandiri dan PT. Kaltim Prima Coal, sebagai pelaku kegiatan restorasi. Secara umum workshop ini bertujuan untuk melakukan studi atau penilaian dampak perubahan iklim terhadap habitat orangutan, dalam kerangka mendukung pengelolaan Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Hasil dari asessment ini dirancang untuk mendukung upaya restorasi hutan yang sedang berlangsung di Taman Nasional Kutai. Selain pemaparan dari narasumber yang berasal dari IUCN, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Balai Taman Nasional Kutai, kegiatan workshop ini juga dirangkaikan dengan kunjungan lapangan untuk melihat kondisi habitat asli orangutan, baik yang terganggu maupun yang tidak terganggu. Selain itu peserta juga mengunjungi areal TN Kutai yang telah direstorasi Aspek penilaian yang digunakan dalam assesment yaitu tingkat kerentanan dan atau ketahanan spesies tumbuhan penting baik bagi orangutan maupun bagi pengelolan ekosistem TN Kutai secara umum terkait dengan adanya perubahan iklim. Sumber: BTN Kutai
Baca Berita

Direktur PIKA Bahas Rencana Kerjasama Kawasan Terpadu di TN Bukit Duabelas

Sarolangun, 12 Mei 2017. Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) Ir. Listya Kusumawardhani, M.Sc. menghadiri Rapat Pembahasan Rencana Kerjasama Pembangunan Kawasan Terpadu di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) dalam rangka Pembangunan Kawasan Terpadu Komunitas Adat Terpencil/ Suku Anak Dalam di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Balai KSDA Jambi yang dipimpin oleh Plt. Kepala Balai TNBD dan dihadiri oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Kepala Balai TN Berbak dan Sembilang, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarolangun, dan Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha TNBD, Kepala Seksi Pembangunan Strategis Dit PIKA, dan staf TNBD. Rapat membahas rencana perkembangan pembangunan kawasan terpadu untuk Suku Anak Dalam (SAD) di Kawasan TNBD, rencana kerjasama antara Balai TNBD dengan Pemkab Sarolangun, dan peninjauan lokasi rencana pembangunan kawasan terpadu untuk SAD. Pada agenda rapat tersebut juga membahas draft naskah perjanjian kerjasama (PKS) antara Kepala Balai TN Bukit Duabelas dengan Bupati Sarolangun tentang Penguatan Fungsi TNBD dan Pembangunan Kawasan Terpadu Komunitas Adat Terpencil/ Suku Anak Dalam di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Selanjutnya pada hari Sabtu, tanggal 13 Mei 2017 Ibu Direktur PIKA melakukan peninjauan lapangan ke lokasi pembangunan kawasan terpadu KAT/SAD. Peninjauan lapangan ke Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam didampingi Plt Kepala TNBD dan jajarannya, perwakilan BAPPEDA Kabupaten Sarolangun, perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun, dan perwakilan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi. Sumber Info : Direktorat PIKA
Baca Berita

Penyerahan satu ekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) oleh Masyarakat di Zona Penyangga TNGGP

Cibodas (12/5/2017). BBTN Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) pada hari Jum’at tanggal 12 Mei 2017 jam 13.15 WIB menerima laporan dari masyarakat Kampung Geger Bentang, Desa Ciloto Kecamatan Cipanas mengenai Elang Jawa yang ditemukan di daerah tersebut, laporan ini diterima oleh Kasatgas Polhut BBTNGGP (Bambang Mulyawan). Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh BBTNGGP yang kemudian pada jam 14.00 WIB saudara Yusuf dari Kampung Geger Bentang, Desa Ciloto Kecamatan Cipanas mengembalikan Elang Jawa ke BBTNGGP. Saudara Yusuf mengembalikan Elang Jawa yang ditemukannya dan menyadari bahwa Elang Jawa merupakan satwa yang dilindungi oleh Pemerintah. Selanjutnya Elang Jawa yang diterima oleh BBTNGGP diserahkan kepada Seksi Wilayah Bogor BBKSDA Jawa Barat untuk diproses yang rencananya oleh BBKSDA Jawa Barat akan di titipkan di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga untuk dirawat dalam rangka pelepasliaran. Randi - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Staf Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan dan Kehumasan
Baca Berita

Edukasi Konservasi TN MATALAWA melalui Sosialisasi Konservasi ke Sekolah SMPN 2 Karera

Waingapu, 13 Mei 2017. SPTN Wilayah III Matawai Lapau Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN MATALAWA) melaksanakan Sosialisasi Konservasi ke Sekolah bertempat di SMPN 2 Karera, Desa Nggongi, Kecamatan Karera. Maksud kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi tentang betapa pentingnya menjaga kelestarian hutan termasuk kawasan TN MATALAWA. Acara diikuti oleh siswa-siswi kelas VII dan VIII dengan jumlah peserta 73 orang. Sedangkan pemaparan materi disampaikan oleh 2 (dua) orang pejabat fungsional yaitu Awaliah Anjani, S.Hut (Calon Pengendali Ekosistem Hutan) dan Muh. Irsyad Fadian Tahir, S.Hut (Penyuluh Kehutanan). Materi yang dipaparkan pada acara tersebut diantaranya adalah pengenalan tentang TN MATALAWA termasuk didalamnya potensi flora dan fauna. Disamping itu dilakukan pemutaran film dokumenter untuk lebih memberikan pemahaman tentang TN MATALAWA. Sebagaimana diketahui bahwa desa Nggongi adalah salah satu desa disekitar kawasan TN MATALAWA. Masyarakat desa Nggongi sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan peternak, sehingga ancaman perambahan untuk keperluan bercocok tanam serta pemenuhan pakan ternak tentu akan mengganggu kelestarian dan eksistensi kawasan TN MATALAWA. Diharapkan dengan adanya Sosialisasi Konservasi ke Sekolah ini dapat menumbuhkan jiwa konservasionis pada generasi muda khususnya siswa siswi SMPN 2 Karera. Harapan lainnya adalah mampu untuk menyampaikan pesan pesan konservasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan khususnya kawasan TN MATALAWA kepada teman, saudara dan khalayak luas. (Sumber : BTN MATALAWA)
Baca Berita

Penilaian Efektifitas Pengelolaan (METT) Taman Nasional Karimunjawa

Semarang (10/5/2017). Balai Taman Nasional Karimunjawa pada tahun 2015 telah melaksanakan penilaian awal Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (perairan) dengan nilai efektifitas 77. Namun hasil tersebut belum mencantumkan nilai output dan outcome dalam scorecard penilaian. Dengan adanya penetapan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Ditjen KSDAE, untuk meningkatkan nilai indeks METT minimal 70 % maka Balai Taman Nasional Karimunjawa pada tahun 2017 telah mengalokasikan anggaran untuk penilaian efektivitas dengan kegiatan Workshop Penilaian METT Taman Nasional Karimunjawa Tahun 2017. Kegiatan Workshop Penilaian METT Taman Nasional Karimunjawa dilaksanakan pada tanggal 7 – 10 Mei 2017 bertempat di Star Hotel Semarang. Kegiatan workshop ini dihadiri oleh 50 orang peserta, 3 orang narasumber dan 2 fasilitator. Peserta berasal dari instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara ( Bappeda Jepara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara, Kecamatan Karimunjawa, Tokoh Masyarakat Karimunjawa, Syahbandar Karimunjawa, Navigasi Karimunjawa, LSM, dan HPI Karimunjawa), instansi Pemerintah Propinsi Jawa Tengah (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, UPP Pelabuhan Karimunjawa dan Dinas Pemuda dan Olah Raga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah) dan Balai TN Karimunjawa (Seksi I Kemujan, Seksi II Karimunjawa, Resort Parang, Resort Legon Lele, Resort Nyamuk dan Resort Telaga). Acara di buka oleh Kepala Balai TN Karimunjawa dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber. Materi pertama di sampaikan oleh Bapak Agus Prabowo, SH, M. Hum (Kepala Balai TNKJ) dengan judul “Pengelolaan Kawasan TN Karimunjawa”, kedua oleh Ibu Dyah Murtiningsih, S. Hut, M. Hum dengan judul “Penilaian Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi-Perairan”, dan materi ketiga oleh Bapak Ir. Haryanto R. Putro, MS dengan judul “Ruang Lingkup Penilaian Efektifitas Pengelolaan Kawasan TN Karimunjawa”. Dalam proses penilaian peserta di bagi kedalam 3 kelompok diskusi. Dari hasil fasilitasi pada workshop tersebut, penilaian METT menghasilkan nilai efektifitas sebesar 72%. Namun nilai ini masih memerlukan pencermatan kembali terhadap aplikasi perhitungannya dikarenakan adanya perbedaan hasil atas aplikasi dari dua fasilitator yang berbeda. Sumber:BTN Karimunjawa
Baca Berita

Monitoring Burung Migran BTN Wasur 2017

Merauke (10/5/2017) TN Wasur merupakan kawasan pelestarian alam yang memiliki potensi keanekaragaman yang tinggi. Untuk burung, TN Wasur tercatat 403 spesies burung dengan 74 spesies diantaranya endemik Papua dan diperkirakan terdapat 114 spesies yang dilindungi. Keberadaannya sebagai daerah lahan basah, TN Wasur juga merupakan habitat penting bagi burung-burung air di Indonesia khususnya burung migran yang berasal dari Australia dan New Zealand dan memiliki arti penting bagi kepentingan internasional sebagai tempat persinggahan ribuan burung migrasi. Taman Nasional Wasur pada tanggal 10 Mei 2017 melakukan monitoring burung migran pada beberapa lokasi, diantaranya Rawa Dogamit, Pantai Ndalir, Pantai Tomer, Pantai Tomerau, Pantai Payung dan Pantai Lampu Satu. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Burung Hari Migratory Dunia (WMBD) yang jatuh pada tanggal 10 Mei 2017. Kegiatan ini diikuti tidak hanya oleh staff Balai TN Wasur, namun juga diikuti oleh kalangan Mahasiswa (Mapala UNMUS) yang memiliki minat dan antusias yang tinggi untuk melestarikan keberadaan burung migran ini. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terdapat 14 spesies burung migran. diantaranya : Terik Australia (Stiltia isabella), Cerek Pasir Mongolia (Charadrius mongolas), Trulek Topeng (Vanellus miles), Mandar Besar (Porphyrio porphyrio), Umukia Raja (Tadorna radjah), Kuntul Kecil (Egretta garzetta), Kuntul Kerbau (Egretta ibis), Undan Kacamata (Pelecanus conspicillatus), Gejahan Timur (Numenius madagascariensis), Biru Laut Ekor Hitam (Limosa limosa), Gagang Bayam Timur (Himantopus leucocephallus), Kendidi Besar (Calidris tenuirostris), Kedidi Merah (Calidris canutus), Trinil Rawa (Tringa stagnatilis) Sumber: BTN Wasur

Menampilkan 10.609–10.624 dari 11.141 publikasi