Selasa, 2 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Helena Sky Bridge, Menegangkan sekaligus Mengesankan

Makasar (24/5/2017). Di sela-sela rangkaian Diklat Teknik Menyusun Materi dan Membuat Media Penyuluhan Tercetak di BDLHK Makassar (16-23 Mei), beberapa penyuluh kehutanan dari UPT di bawah Direktorat Jenderal KSDAE berkesempatan bertandang ke TN Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) di Maros. Tujuan utamanya tentu saja mengunjungi Sanctuary Kupu-kupu dan menjajal Helena Sky Bridge. Sekira perjalanan 45 menit dari BDLHK Makassar, sampailah di pintu masuk Taman Nasional. Penangkaran Kupu-kupu berada satu komplek dengan kawasan air terjun bantimurung, atau langsung mengambil jalur ke kiri setelah memasuki pintu masuk TN Babul. Sanctuary kupu-kupu di TN Babul sendiri mengalami renovasi dan telah diresmikan awal bulan maret lalu oleh Bapak Sekditjen KSDAE, Herry Subagiadi. Dengan tiket masuk sebesar 20 ribu rupiah, kita dapat masuk ke Display Room penangkaran kupu-kupu, melihat proses kupu-kupu berbiak, berkeliling jalur treking di dalam dome, serta tentu saja menjajal Helena Sky Bridge. Dua menara setinggi 20 meter dibangun dan dihubungkan dengan sebuah jembatan sepanjang 52 meter. Jembatan tersebut tepat membentang diatas dome raksasa seluas 7000 m2 yg berfungsi sebagai suaka satwa kupu-kupu. Pemberian nama Helena sky bridge tidak lepas dari nama salah satu jenis kupu-kupu dilindungi yang dikembangbiakan di penangkaran ini, Troides helena. Sebelum menyeberangi Helena Sky Bridge, pengunjung harus memanjat menara terlebih dahulu. Pengelola membekali pengunjung dengan alat safety seperti helm,hardness, webbing, dan carabiner. Maksimal 8 orang diijinkan untuk sekali melintas di atas jembatan, untuk tetap menjaga keselamatan pengunjung. Rifky Firmana Primasatya (Penyuluh Kehutanan BKSDA Maluku)
Baca Berita

Monitoring Orangutan Di Punggualas, TN Sebangau

Katingan (24/05/2017). Balai Taman Nasional Sebangau baru saja melakukan kegiatan monitoring salah satu kera besar asia yaitu orangutan di site monitoring Punggualas, Resort Baun Bango SPTN Wilayah III pada 17 s.d 23 Mei 2017. Desain monitoring menggunakan ArcGIS dan distance dengan metode survey line transect. Kegiatan monitoring dilakukan pada luasan + 10.000 ha dengan target jalur pengamatan sebanyak 20 transek. Panjang jalur pengamatan+1 km dengan antar jalur +1,75 km. Kegiatan dibagi ke dalam 5 tim dengan komposisi 5 orang pegawai dan 6 orang berasal dari masyarakat sekitar kawasan. Hasil dari pengamatan pada seluruh transek sepanjang 16.000 meter didapatkan 144 sarang serta perjumpaan langsung orangutan sebanyak 3 indivudu meliputi jantan dewasa pada transek 8 dan 20 serta diluar transek dijumpai 2 individu yaitu induk dan anak di sekitar Danau Punggualas. Selain data sarang seluruh tim wajib mencatat data pakan orangutan yang terdokumentasi dalam tallysheet melalui pengambilan data vegetasi pada tingkat tiang dan pohon. Dari 16 jalur transek lima diantaranya dilakukan pengambilan data vegetasi yang mewakili tipe hutan pada lokasi kegiatan. Kegiatan monitoring populasi orangutan merupakan kegiatan rutin dilakukan setiap tahunnya untuk mendukung upaya peningkatan populasi satwa terancam punah di TN Sebangau. Perjalanan pada 16.000 meter pada jalur pengamatan ditambah ±20.000 meter untuk mencapainya merupakan pengalaman tak terlupakan. Keyakinan, kekompakan, emosi, waktu, tenaga dan kecermatan pengamatan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan. Selamat berjumpa di episode pengamatan orangutan selanjutnya. (Sumber Informasi :Tim Monev OU Balai TN Sebangau)
Baca Berita

Sinkronisasi Penataan Zona/Blok Sebagai Benteng Terakhir Keanekaragaman Hayati

Bali, 24 Mei 2017. Bertempat di Hotel Aston Kuta Bali telah dilaksanakan Lokakarya Sinkronisasi Zona dan Blok Pengelolaan Kawasan Konservasi tahun 2017 tanggal 22 s.d 24 Mei 2017. Acara Lokakarya dibuka oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) papua Barat sekaligus membacakan arahan Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) yang menyampaikan bahwa "penataan zona/blok merupakan alat (instrument) atau strategi pengelolaan kawasan konservasi dalam rangka mewujudkan tujuan pokok dari penunjukan/penetapan kawasan itu sendiri sebagai benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati". Peserta yang hadir dari Balai/Balai Besar KSDA, Balai/Balai Besar Taman Nasional dan UPTD Tahura. Kegiatan ini dilaksanakan masih banyak UPT tidak/belum mengetahui data dan informasi terkini (updated) tentang kawasan yang dikelolanya. Hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan data peta kawasan konservasi yang harus diacu dalam perancangan zona maupun blok pengelolaannya. Dalam kesempatan tersebut disampaikan beberapa materi dari narasumber diantaranya Kebijakan Penataan Kawasan Konservasi yang disampaikan oleh Plt. Kepala Sub Direktorat Penataan Kawasan Konservasi, Arah dan Kebijakan Pengelolaan Kawasan Konservasi terhadap zona/blok tradisional, khusus dan Rehabilitasi yang disampaikan Kepala Sub Direktorat Bina Daerah Penyangga dan Zona Pemanfaatan Tradisional, Progres, Permasalah Pengukuhan Kawasan Hutan Konservasi dan Solusi tindak lanjut yang disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Informasi dan Dokumentasi Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan, Kajian Keanekaragaman Hayati dalam rangka Penataan zona/blok pengelolaan Kawasan Konservasi yang disampaikan oleh Dr.Ir. Novianto Bambang W, M.Si, dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Jasa Lingkungan pada Zona Pemanfaatan dan Pengendaliannya yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pemanfaatan Panas Bumi dan Karbon Kawasan Pelestarian Alam Direktorat Pemanfatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi. Beberapa hal penting yang menjadi catatan dari kegiatan Lokakarya Sinkronisasi Zona dan Blok Pengelolaan Kawasan Konservasi ini adalah Dalam pelaksanaan kegiatan penataan zona/blok pengelolaan Kawasan Konservasi UPT/UPTD memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran terutama untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku serta untuk Kawasan Konservasi yang mempunyai luasan yang cukup besar dan akses yang cukup sulit, ; Diperlukan harmonisasi regulasi yang berkaitan dengan penatan zona/blok, kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan air, dan perhutanan sosial di internal Ditjen KSDAE dan Unit Kerja Eselon I terkait; Belum jelasnya kebijakan terkait kegiatan penataan zona/blok kawasan konservasi dengan kondisi adanya keterlanjuran kebun sawit; Diperlukan arahan penyusunan dokumen penataan blok kawasan konservasi yang mempunyai luasan kecil dan berada dalam satu hamparan disusun dalam satu dokumen; Diperlukan terobosan kreatif dan optimalisasi komunikasi dengan para pihak serta penggunaan teknologi untuk mendapatkan data yang dapat dipertanggung jawabkan sebagai dasar penyusunan dokumen penataan zona/blok; UPT/UPTD agar memprioritaskan anggaran untuk menyusun dokumen penataan zona/blok. Sumber Info : Direktorat PIKA
Baca Berita

Bimtek Penyelenggaraan Promosi dan Pemasaran Jasa Lingkungan di TN Gunung Palung

Ketapang (23/5/2017. Direktorat PJLHK melalui Subdit Promosi dan Pemasaran menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan promosi dan Pemasaran Jasa Lingkungan di Balai TN Gunung Palung pada hari Selasa, 23 Mei 2017. Bimtek ini dilaksanakan di Kantor SPTN Wilayah I Sukadana dengan peserta sebanyak 25 orang. Peserta berasal dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kayong Utara, Dinas Pariwisata Kabupaten Ketapang, Perwakilan Desa Sekitar Kawasan TN Gunung Palung, Perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sekitar TN Gunung Palung, dan staf Balai TN Gunung Palung. Materi disampaikan oleh 2 (dua) narasumber. Materi pertama tentang pengelolaan dan potensi kawasan serta pelaksanaan dan permasalahan promosi jasa lingkungan di TN Gunung Palung disampaikan oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, Ir. Dadang Wardhana, M.Sc. materi kedua tentang Penyelenggaraan Promosi dan Pemasaran Jasa Lingkungan di kawasan konservasi disampaikan oleh Ir. Ridwan dari Subdit Promosi dan Pemasaran Direktorat PJLHK. Setelah mendengarkan materi, kemudian dilakukan diskusi tentang wisata alam di TN Gunung Palung. Dengan adanya kegiatan ini diharapakan dapat mendukung pengembangan jasa lingkungan khususnya kegiatan wisata alam di TN Gunung Palung melalui Promosi dan Pemasaran yang baik. Sumber: BTN Gunung Palung
Baca Berita

Amanat Menjaga Gajah Seblat

Bengkulu – 23 Mei 2017. Balai KSDA Bengkulu tetap konsisten menjalankan amanat untuk menjaga keberlangsungan kehidupan gajah binaan di Taman Wisata Alam Seblat, Bengkulu Utara. Taman Wisata Alam Seblat berfungsi ganda: juga sebagai pusat latihan gajah. Saat ini, gajah binaan Balai KSDA Bengkulu berjumlah 12 ekor, yang terdiri dari delapan ekor betina dan empat ekor jantan. PLG Seblat didukung oleh 15 orang personil; 12 orang mahout dan 3 orang tenaga fungsional PEH dan Polhut. Seperti tak kenal lelah, para mahout selalu menjaga dan merawat gajah binaan di PLG Seblat. Aktivitas yang sudah menjadi rutinitas harian adalah: menggembalakan gajah, memberi pakan tambahan, dan memandikan gajah di Sungai Seblat. Dokter hewan juga tersedia untuk memantau kesehatan gajah binaan. Gajah binaan memiliki peran yang sangat penting. Gajah binaan merupakan salah satu moda transportasi unggulan dan mitra penting dalam melakukan patroli pengamanan kawasan. Memastikan keamananan kawasan merupakan hal mendasar mengingat kawasan ini merupakan habitat penting gajah liar dan harimau sumatera, dua spesies prioritas. Ketika terjadi konflik manusia dan gajah liar, gajah binaan juga menjadi andalan dalam upaya penanggulangan konflik tersebut. Saat ini, masih terdapat sekitar 70 ekor gajah liar yang mendiami bentang alam Seblat, yang membentang dari TWA Seblat, HPT Lebong Kandis, HP Air Rami, hingga Taman Nasional Kerinci Seblat. Selain itu, gajah binaan seblat juga menjadi media pembelajaran penting bagi kalangan pelajar, mahasiswa dan para peneliti mengenai bagaimana merawat satwa, perilaku satwa dan upaya konservasi jenis secara umum. (Copyright foto: Bruce Levick) Sumber : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Pelepasliaran Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting dan SM Lamandau

Pangkalan Bun (22/5/17). Sebagai bagian dari upaya konservasi satwa liar, SKW II BKSDA Kalimantan Tengah bersama OFI (Orangutan Foundation Internasional) kembali melakukan pelepasliaran 4 individu Orangutan di Camp Filomena Taman Nasional Tanjung Puting, Kab. Kotawaringin Barat pada Senin 22 Mei 2017. Keempat orangutan merupakan hasil penyerahan masyarakat dan sitaan BKSDA dengan 2 individu orangutan jantan berumur 13 tahun dan 2 individu orangutan betina berumur 9.5 th. Di hari yang sama, SKW II BKSDA Kalimantan Tengah bersama OF-UK (Orangutan Foundation) juga melakukan release sepasang induk-anak orangutan hasil rescue dari Desa Kumai, Kab. Kotawaringin Barat dan satu ekor owa-owa hasil serahan warga di Camp Rasak SM Lamandau. Sumber: BKSDA Kalteng
Baca Berita

Baluran Road to HKAN 2017 : Transplantasi Terumbu Karang di Pantai Pandean

Bekol, 22 Mei 2017. Balai Taman Nasional Baluran dalam rangka mendukung kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2017 pada tanggal 10 Agustus mendatang, melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang yang lokasinya dipusatkan di Pantai Pandean SPTN Wilayah I Bekol. Kegiatan ini dibuka oleh Ir. Bambang Sukendro, MM (Kepala Balai Taman Nasional Baluran) yang diikuti oleh mitra kerjasama kegiatan antara lain Fakultas Pertanian UNTAG 1945 Banyuwangi dan Karang Taruna Gema Mahardika Desa Wonorejo. Sedangkan bibit yang ditransplantasikan sebanyak 400 bibit yang disediakan oleh mitra binaan Seksi Wilayah V BBKSDA Jawa Timur antara lain UD. Segoro Utumo, UD Sea Quest, UD. Srikandi Aquarium, PT. Alam Mulia, PT Dinar Darum Lestari Perwakilan Banyuwangi dan UD. Surya Mandiri Lestari. Media Transplantasi akan ditempatkan di Takad Wedi Pantai Pandean. Untuk monitoring pertumbuhan dan pengamanannya akan dilakukan oleh Taman Nasional Baluran bersama dengan Karang Taruna Gema Mahardika Desa Wonorejo. Sumber Info : Balai Taman Nasional Baluran
Baca Berita

Balai KSDA Bengkulu Gelar Lomba Lintas Alam TWA Bukit Kaba 2017

Bengkulu – 22 Mei 2017. Untuk kali kedua secara berturut-turut, Balai KSDA Bengkulu menggelar Lomba Lintas Alam TWA Bukit Kaba. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 20-21 Mei 2017 di Taman Wisata Alam Bukit Kaba, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Topografi kawasan yang berbukit-bukit membuat lintasan lomba menjadi lebih menantang sekaligus juga menarik. Dari puncak Bukit Kaba, para peserta dapat menikmati keindahan fenomena alam vulkanis kawah Bukit Kaba dan juga landcape kawasan di sekitarnya. Acara ini digelar dengan tujuan untuk mempromosikan potensi wisata kawasan serta untuk meningkatkan kesadartahuan generasi muda mengenai pentingnya upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. LLA Bukit Kaba digelar sebagai salah satu strategi untuk mewujudkan visi pengelolaan kawasan, yaitu “Mewujudkan TWA Bukit Kaba sebagai destinasi wisata alam unggulan Provinsi Bengkulu yang berbasis konservasi”. Seperti gelaran yang pertama tahun lalu, LLA TWA Bukit Kaba tahun 2017 sukses menyedot animo masyarakat, terutama kalangan pemuda. Sebanyak 110 orang ambil bagian sebagai peserta lomba. Peserta berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, anggota pramuka, dan kelompok pecinta alam dari Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Para peserta menunjukkan antuasiasme yang tinggi selama mengikuti kegiatan. Tidak hanya lomba, peserta juga diajak untuk melakukan penanaman pohon di dalam kawasan. Tak kurang dari 200 pohon ditanam di lokasi eks-perambahan. Selain itu, panitia kegiatan mengajak peserta untuk melakukan pembersihan jalur pendakian sepanjang 5 km. Permasalahan sampah memang masih menjadi isu penting dalam pengelolaan jalur pendakian di TWA Bukit Kaba. Acara LLA Bukit Kaba 2017 juga diisi oleh kegiatan Saresehan Konservasi guna meningkatkan efektivitas dialog antara pengelola kawasan dengan masyarakat luas, yang dalam kegiatan ini diwakili oleh para peserta. Dalam saresehan, tereksplorasi beragam ide dan gagasan mengenai peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan. Harapannya, LLA Bukit Kaba dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun yang akan datang dan menjadi event tahunan unggulan. Diperlukan dukungan para pihak guna mewujudkan visi TWA Bukit Kaba untuk menjadi objek wisata unggulan Bengkulu yang berbasis konservasi. Sumber : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Kunjungan Kerja Kabalai KSDA Jambi Ke Stasiun Reintroduksi Orangutan FZS

Jambi (21/5/2017). Balai BKSDA Jambi bekerjasama dengan Franskurt Zoological Society (FZS) membangun Statsiun Reintroduksi Orang Utan Danau Alo Kec Merlung Kab. Tanjung Jabung Barat. Jambi. Bersama dengan Kasubbag TU KSDA Jambi dan Kepala SPTN Wil 2 BKSDA Jambi dan beberapa fungsional PEH dan Polhut melakukan kunjungan kerja ke lokasi tersebut. Dilokasi rombongan diterima langsung oleh Manager FZS "Julius Siregar. Kunjungan kerja yang dilakukan bertujuan untuk monitoring kegiatan reintroduksi yang dilakukan oleh FZS, melihat fasilitas stasiun, aktivitas sekolah orangutan. Hasil dari kegiatan ini akan digunakan untuk penyusunan rencana tentang kegiatan reintroduksi orangutan yang dilakukan FZS kedepan. kegiatan kunjungan kerja dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 19 s/d 21 Mei 2017. (Balai TNBT)?
Baca Berita

Pemasangan Perangkap Satwa Beruang Madu

Jambi (21/5/2017). Satwa Beruang Madu (Herlarctos malayanus)yang selama ini berkonflik telah meresahkan masyarakat di Ds. Pamenang Kec. Pamenang Kab. Merangin karena telah masuk ke dalam perkampungan masyarakat. Masyarakat sangat takut untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari di kebun milik mereka yang merupakan satu-satunya mata pencaharian . Pemasangan perangkap satwa dilakukan oleh BKSDA Jambi atas permintaan masyarakat setempat . Pada Tgl. 21 Mei 2017 satwa beruang madu yg masih memiliki sifat liar telah masuk perangkap. Dokter hewan di Kab. Merangin telah melakukan pemeriksaan dan satwa tersebut dinyatakan sehat. Satwa beruang tersebut telah dilepasliarkan kembali ke dalam areal kawasan Taman Nasional Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat yang masuk wilayah Kab. Bungo. Lokasi ini diambil dengan pertimbangan masih memiliki hutan kawasan konservasi yang cukup bagus dengan luas 1.100 Ha dan banyak ditemukan jenis pohon yang berbuah dan kayu siakang yang merupakan kesukaan satwa beruang madu sehingga beruang madu tersebut dapat hidup dan berkembang biak. Sumber BKSDA Jambi
Baca Berita

60 Penyelam Cleanup di Menjangan TN Bali Barat

Cekik(21/5/2017). Balai TN Bali Barat tanggal 21 Mei 2017 bertempat di Pulau Menjangan dilaksanakan kegiatan Diving for Conservation & Underwater Cleanup. Maksud dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh Taman Nasional Bali Barat, serta sebagai salah satu kegiatan yang mendukung peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) dalam program Road to HKAN. Sementara, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk memperkenalkan kegiatan-kegiatan konservasi dalam pengelolaan potensi perairan di TNBB dan membersihkan kawasan perairan laut TNBB terutama di Pulau Menjangan dari sampah terutama sampah anorganik. Lebih dari 60 penyelam yang terdiri dari diver Taman Nasional Bali Barat, para operator wisata, dive guide, instansi pemerintah, dll, turut serta dalam kegiatan ini. Mereka membersihkan sampah terutama sampah plastik yang terdapat di perairan Pulau Menjangan. Menyelam, mengelilingi Pulau Menjangan, sambil membawa karung sampah. Sebanyak 128,5 kg (13 karung) sampah berhasil dikumpulkan. Kemudian, sampah ini diangkut dan dibawa ke TPS terdekat. Sampah ini biasanya terbawa oleh arus laut, dan kemudian bersandar di Pulau Menjangan. Pulau Menjangan yang termasuk di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bali Barat, yang memiliki potensi luar biasa, terutama bagi para pecinta olahraga air, seperti menyelam dan snorkeling. Pulau ini memiliki tutupan karang yang luas dan tersusun menyerupai terasering dan menempel di dinding hingga kedalaman 50 meter. Mulai dari karang keras hingga karang lunak yang memiliki berbagai bentuk. Jenis ikan karangnya pun demikian, sangat beragam. Dari jenis ikan badut saja, setidaknya terdapat 5 spesies yang menghuni perairan pulau yang memiliki luasan 175 hektar ini. Selain jenis ikan badut, perairan Pulau Menjangan juga dihuni lebih dari 200 spesies ikan. Sebagai salah satu destinasi pariwisata yang terdapat di Pulau Bali, potensi Taman Nasional Bali Barat dapat dimanfaatkan sebagai lokasi-lokasi kegiatan dengan tujuan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Potensi Taman Nasional Bali Barat meliputi berbagai flora dan fauna yang berstatus langka, dilindungi maupun yang keberadaannya melimpah, habitat dan letak geomorfologinya serta keindahan alamnya yang masih dalam keadaan utuh. Taman Nasional Bali Barat terletak di ujung barat Pulau Bali, sekitar 2 km dari pelabuhan Gilimanuk. Lokasinya berada pada 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Buleleng. Taman Nasional Bali Barat merupakan satu-satunya taman nasional di Pulau Bali yang juga merupakan kawasan pelestarian alam dengan ekosistem asli dan merupakan habitat terakhir bagi burung Curik Bali. Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati laut berupa terumbu karang dan biota laut lainnya, memiliki vegetasi mulai dari hutan mangroov, hutan pantai, savanna, hutan musim serta hutan hujan dataran rendah. Sumber: Gondo PEH BTN Bali Barat
Baca Berita

Pengamanan Kayu Sonokeling oleh Polhut Balai TN Gunung Rinjani

Lombok Timur, 20 Mei 2017. Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bersama 4 orang anggota SPORC pada tanggal 20 Mei 2017 pukul 16.30 WITA melakukan pencegatan terhadap truk dengan nomor polisi DR 8661 SZ. Truk tersebut mengangkut kayu balok jenis Sonokeling, supir truk tersebut bernama Ridwan alias Zainal Aidi warga Dusun Taman Sari Desa Suele Kabupaten Lombok Timur dengan pemilik kayu atas nama H. Muslihin alias Amaq Harsadi warga Dusun Borne Desa Bebidas Kabupaten Lombok Timur. Tindakan yang diambil adalah mengamankan truk tersebut ke Polres Lombok Timur. Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani memperoleh informasi dari informan pukul 14.00 WITA bahwa akan ada pengangkutan kayu dari Dusun Jurang Koak (Pesugulan)ke Desa Toya Kabupaten Lombok Timur. Saat ini pemilik kayu balok jenis Sonokeling dan sopir truk masih diperiksa oleh penyidik Reskrim Polres Lombok Timur. Sumber Info : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Pembinaan Pegawai dan Internalisasi Budaya Kerja oleh BBKSDA Sulsel

Makassar, 20 Mei 2017. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) melakukan kegiatan Sosialisasi Peraturan Kepegawaian dalam rangka Pembinaan Pegawai dan Internalisasi Budaya Kerja ASN UPT KLHK Sulawesi Selatan. Dengan Tagline “Kami penyelamat sumber kehidupan dunia” kegiatan ini dihadiri oleh seluruh staf BBKSDA SulSel yang berjumlah 158 orang. Dalam acara tersebut turut dihadiri Kapusrenbang BP2SDM, Kabag Kepegawaian dan Ortala Setditjen KSDAE dan sejumlah pimpinan UPT KLHK di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 s.d 20 Mei 2017 di Maxonehotels Resort Makassar. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Dody Wahyu Karyanto,. MM menyampaikan materi Internalisasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara dan Self Assessment tentang bagaimana memaksimalkan potensi diri sendiri dan bagaimana bekerja sebagai satu unit dalam sebuah organisasi. Kapusrenbang BP2SDM yang diwakili oleh Dr. Sumarlan, Kabag Perencanaan Pengembangan dan Evaluasi SDM dalam pidatonya dan sekaligus membawakan materi Implementasi Nilai-nilai budaya kerja pada ASN Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan menyambut baik kegiatan ini. Kegiatan pada hari pertama ini kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Peraturan Kepegawaian yaitu PP No 11 Tahun 2017 oleh Kabag Kepegawaian dan Ortala Setditjen KSDAE Bapak Munarto,.B.scF,. SP,. MM. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan outbond untuk mempererat kebersamaan dan membentuk kekompakan diantara peserta. Dalam penutupannya Kepala Balai Besar KSDA Sulsel berharap, hasil self assessment dapat di jadikan potret budaya kerja dan produktifitas kerja organisasi saat ini, sehingga diharapkan dapat ditingkatkan yang tujuan akhirnya seluruh personil BBKSDA Sulawesi Selatan dapat berperan dalam menjadi penyelamat sumber kehidupan. Sumber Info : Humas Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Pembinaan Kader Konservasi Balai TN Gunung Rinjani

Lombok Barat, 20 Mei 2017. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada tanggal 18-20 Mei 2017 bertempat di Hotel Puri Saron Senggigi Kab. Lombok Barat telah melaksanakan kegiatan Pembinaan Kader Konservasi (KK). Peserta berasal dari masyarakat desa sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang telah menjadi Kader Konservasi dengan jumlah sebanyak 30 orang peserta. Materi yang diberikan yaitu Pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani, Peraturan per-UU KSDAE, PAMHUT Partisipaf, Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah, Pengelolaan Sampah di Taman Nasional Gunung Rinjani, Peran dan Fungsi Kader Konservasi, Penyusunan Rencana Kerja Kader Konservasi, dan Penyusunan Laporan Kegiatan Kader Konservasi. Sebagai narasumber pada kegiatan tersebut terdiri dari Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Bank Sampah NTB, dan Ketua FK3I NTB. Para Kader Konservasi merupakan anggota masyarakat binaan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani yang berasal dari desa di sekitar wilayah kerja Resort Senaru, Resort Anyar, Resort Santong, Resort Sembalun, Resort Aikmel, Resort Kembang Kuning, Resort Joben dan Resort Setiling. Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan kepada para Kader Konservasi untuk melakukan kreativitas yang nyata dalam bidang konservasi, konsolidasi paara Kader Konservasi lingkup Balai Taman Nasional Gunung Rinjani serta memberikan pencerahan kembali tentang peran maupun fungsi Kader Konservasi. Sumber Info : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Balai KSDA Kalimantan Selatan Evakuasi Bekantan

Banjar Baru (19/5/2017) Kamis sore 18 Mei 2017 Seksi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalsel mendapat laporan dari anggota Polsek Martapura Barat bahwa seekor bekantan diamankan warga Desa Keliling Benteng Hulu Kec. Martapura Barat. Sesuai arahan yang selalu disampaikan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, pukul 19.00 WITA Kepala Seksi Wilayah II Banjarbaru langsung menginstruksikan tim penanganan satwa SKW II Banjarbaru untuk menuju lokasi dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Polsek Martapura Barat dan bersama-sama menuju lokasi evakuasi. Berdasarkan keterangan warga yang mengamankan, bekantan diketemukan dibelakang rumah dalam kondisi lemah dan kekurangan makanan maka salahsatu warga membawa bekantan kerumah untuk diberi makan dan melaporkan ke anggota polsek Martapura Barat. Jumat, 19 Mei 2017 Bekantan berjenis kelamin jantan umur diperkirakan 8 - 10 tahun telah diperiksa oleh Dokter Hewan dan dinyatakan sehat, dihari yang sama tim melepasliarkan Bekantan ke Pulau Bakut. BKSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Pelepasliaran Kukang BKSDA Kalteng

Palangka Raya (19/5/2017). Balai KSDA Kalimantan Tengah pada Jum'at 19 Mei 2017 sekitar pukul 18.00 WIB telah melakukan pelepasliaran 3 ekor kukang (Nycticebus coucang) berjenis kelamin jantan di Arboretum Nyaru Menteng. Kukang tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat Palangkaraya dan Kec. Mantangai Kab. Kapuas.

Menampilkan 10.577–10.592 dari 11.141 publikasi