Senin, 1 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

“Dingiso” Satwa Langka Dari Pegunungan Tengah Papua

Nabire, 31 Mei 2017. Dingiso dalam bahasa latin dikenal dengan (Dendrolagus Mbaiso) penamaan ini berdasarkan dari penelitian Dr Tim Flannery yang menemukan dingiso pada tahun 1994, dia memberinya nama ilmiah mbaiso yang berarti 'binatang syakral' dalam bahasa lokal suku Moni karena keyakinan mereka bahwa ini adalah roh leluhur mereka. Dendrolagus Mbaiso merupakan salah satu satwa endemik Papua yang berada di Taman Nasional Lorentz tepatnya di Camp Endasiga Kampung Sakumba Distrik Hitadipa Kab Intan Jaya informasi ini berdasarkan monitoring populasi dan habitat dendrolagus mbaiso dari tim seksi pengelolaan wilayah 3 Nabire Taman Nasional Lorentz pada September 2016. Hewan ini termasuk dalam famili Macropopidae. Satwa ini termasuk spesies endemik yang sangat langka termasuk dalam daftar hewan yang sangat langka (endangered) menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Spesies ini merupakan spesies sub alpine karena lokasi di temukannya berada pada ketinggian 3200 hingga 3400 mdpl yang merupakan kategori zona sub alpine. Menurut Balai Taman Nasional Lorentz (2010) zona sub alpine di kawasan taman nasional lorentz dibedakan atas zona sub alpine bawah dengan elevasi 3200 hingga 3650 mdpl dan zona sub alpine atas dengan elevasi 3650 – 4170 mdpl. Ciri dari hewan ini menurut Wildscreen Arkive (2016) berukuran cukup besar Panjang kepala hingga tubuh: 52 - 81 cm Panjang ekor: 40 - 94 cm Berat 6.5 - 14.5 kg memiliki ekor yang panjang, bagian belakang yang berkembang dengan baik dan memindahkan kedua kaki belakang pada waktu yang sama memiliki gaya berjalan yang khas, kanguru pohon, seperti namanya, disesuaikan dengan kehidupannya di pepohonan. Telapak kaki besar dingiso itu seperti bantalan ditutupi dengan kulit kasar yang dikombinasikan dengan kuku melengkung, memberikan cengkraman yang kuat pada batang pohon dan dahan. Ekor panjang berbulu membantu keseimbangan dingiso saat bergerak di pepohonan, serta menguatkan hewan saat memanjat. Bulu dingiso yang cukup panjang sebagian besar berwarna hitam, dengan kombinasi putih di bagian dada dan wajah. Hewan ini Aktif pada siang dan malam hari, kanguru pohon memakan daun dan buah, yang mereka makan di pohon dan di lantai hutan. Sumber Info & Foto : Seksi Pengelolaan Taman Nasional Lorentz Wilayah 3 Nabire
Baca Berita

Pekan Pancasila Tahun 2017 Balai TN Kepulauan Togean Gelar Pembinaan Pegawai

Ampana, 31 Mei 2017. Kegiatan Pekan Pancasila Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2017 yang dilaksanakan oleh Balai Taman Nasional kepulauan Togean (TNKT) melalui kegiatan Pembinaan Pegawai. Kegiatan pembinaan pegawai dipimpin langsung oleh Ir. Bustang selaku Kepala balai TNKT dan dihadiri oleh seluruh pegawai Lingkup Balai Taman Nasional Kepulauan Togean. Tema kegiatan Pembinaan Pegawai dalam rangka Pekan Pancasila adalah “Pengamalan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pentingnya Disiplin ASN”. Ir. Bustang menyatakan bahwa “Pancasila sebagai pandangan Hidup berperan sebagai pedoman dan penuntun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara”. Menurut UU Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 4 tentang ASN, maka ASN sebagai profesi berlandaskan pada prinsip Nilai dasar salah satunya memegang teguh ideologi pancasila; setia dan mempertahankan UUD 1945, ujarnya. Selain menyinggung UU No 5 Tahun 2014, Ir. Bustang selaku pimpinan kegiatan pembinaan pegawai juga mengingatkan pegawai dengan membahas UU No 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Beliau menyatakan bahwa menurut Pasal 3 Ayat 3 Setiap PNS Wajib setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah; selain itu Pasal 3 Ayat 11, 12 dan 13 masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja; mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan; menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya; memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Ir. Bustang mengharapkan agar semua yang disampaikan dapat dipedomani oleh seluruh pegawai Lingkup Balai TNKT. Sumber Info : Balai TN Kepulauan Togean
Baca Berita

Akhir Operasi Gabungan Penanganan PETI oleh Balai TN Tanjung Puting

Kotawaringin Barat, 31 Mei 2017. Rabu, 31 Mei 2017 merupakan akhir dari operasi gabungan penanganan Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang dilaksanakan Balai TNTP bersama Balai P2HLHK, Polres, Kodim dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Barat. Selama sepuluh hari para pihak tersebut bekerjasama dalam pengamanan kawasan TNTP dari gangguan penambang tanpa ijin. Pada operasi tersebut sebanyak 13 unit peralatan operasional tambang yang ditemukan dilapangan telah diamankan untuk diidentifikasi, sedangan sarana pendukung berupa pondok penambang telah dimusnahkan. “ Semoga dimasa yang akan datang kegiatan-kegiatan ilegal serupa tidak lagi terjadi. Kita perlu selalu bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mencari solusi atas permasalahan ini ”, pesan Ir. Helmi, Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting pada briefing penutup operasi gabungan. Sumber Info : Balai TN Tanjung Puting
Baca Berita

BTN Way Kambas Sambut Kelahiran Gajah Betina

Lampung – 31 Mei 2017, Satu bayi gajah betina lahir di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Waykambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Bayi gajah yang baru dilahirkan oleh induk bernama Pleno itu memiliki berat badan 66,3 kilogram dengan tinggi 72 cm dan lingkar dada 96 cm. Dengan kelahiran bayi gajah di tahun 2017 ini, berarti menambah populasi gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Sebelumnya pada 2016, juga telah lahir dua ekor bayi gajah betina yang diberi nama Fitria dari induknya Suli, dan Disti dari induknya Dita. Sumber Info: BTN Way Kambas
Baca Berita

Audiensi Proyek Pembangunan Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring Timur Dalam Kawasan Taman Nasional Lorentz

Wamena, 31 Mei 2017. Telah dilaksanakan Audiensi PT Palapa Timur Telematika dengan Balai Taman Nasional Lorentz yang membahas Rencana Proyek Pembangunan Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring Timur dalam Kawasan Taman Nasional Lorentz. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Balai TN Lorentz. Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjuk PT Palapa Timur Telematika melaksanakan pekerjaan pembangunan jaringan telekomunikasi di wilayah Papua. PT Palapa Timur Telematika sendiri merupakan Badan Usaha Pelaksana yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Proyek Palapa Ring Timur ini merupakan salah satu dari proyek strategis nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden No.3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang mana secara khusus bertujuan untuk pemerataan dan peningkatan jangkauan broadband yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rencana 6 (enam) Tower Radio Microwave (MW) yang akan di bangun di dalam Kawasan Taman Nasional Lorentz yaitu di Kabupaten Puncak, Kabupaten Nduga, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya. Manfaat dari pembangunan proyek ini adalah Meningkatkan efesiensi waktu dalam sistem komunikasi pengiriman pesan dari narasumber ke penerima, Mendukung penerapan E-Goverment bagi pemerintah di daerah wilayah pegunungan tengah dan untuk ketersediaan layanan komunikasi dari voice hingga broadband sampai seluruh kota/kabupaten. Menurut Kepala Balai Taman Nasional Lorentz A.G. Martana, S.Hut., M.H. Pembangunan jaringan Telekomunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informasi adalah penting guna mempermudah akses telekomunikasi berbasis teknologi internet, tetapi keutuhan kawasan Taman Nasional Lorentz juga sangat penting maka perlu strategis pembangunan sehingga kedua-duamya dapat berjalan dengan baik. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa Pelaksanaan Proyek Palapa Ring Timur untuk menggunakan Kawasan TN Lorentz harus mendapatkan izin dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu perlu diperhatikan aspek-aspek konservasi dan lingkungan dikarenakan Taman Nasional Lorentz adalah kawasan pelestarian alam dan merupakan Situs Warisan Dunia yang saat ini terancam dan dimasukan ke dalam in danger list dan menjadi Asean Heritage Park (AHP). Sumber Info : Ibnu Aromi, A.Md. - Balai TN Lorentz Foto : Dasilvira D Lewotolok dan Abdul Hakim - Balai TN Lorentz
Baca Berita

Diskusi Kebangsaan Dan Refleksi Nilai-Nilai Dasar Pancasila Balai TN Takabonerate

Selayar, 31 Mei 2017 – Bertempat di Aula KODIM 1415 Kabupaten Kepulauan Selayar, Balai Taman Nasional Taka Bonerate bersama KODIM 1415 Kepulauan Selayar dan KNPI Kepulauan Selayar menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kebangsaan dan Refleksi Nilai-Nilai Dasar Pancasila dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945. Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten III Pemkab Kepulauan Selayar Drs.Dahlul Malik, M.H, Dandim 1415 Kepulauan Selayar Letkol Arm. Yuwono, S. Sos, MM, Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Ir. Jusman dan Sekretaris KNPI Kepulauan Selayar Nur Amin Arsyad. Diskusi yang melibatkan beberapa perwakilan organisasi antara lain FKPPI, KNPI, PPM, AMPI, HMI, GP Anshor, Politeknik Negeri Bali dan Beberapa pengurus OSIS ini membahas tentang Pancasila sebagai dasar bernegara. Dalam sambutannya Dahlul Malik yang mewakili Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sudah masuk disintegrasi bangsa dengan beberapa ancaman secara nasional. “Banyak yang terjadi dan perlu dibenahi dalam negeri ini, jangan sampai semangat pancasila kita menjadi memudar” Seru Dahlul. Sementara itu Ir. Jusman Kepala Balai Taman Nasioanal Taka Bonerate dalam pemaparannya mengajak semua yang hadir untuk kembali melakukan refleksi nilai-nilai dasar Pancasila dalam kehidupan bernegara. Acara ditutup dengan pemberian PIN kehormatan oleh Dandim 1415 Kepulauan Selayar kepada Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate dan Kasatpol PP serta pemberian cinderamata dari Balai Taman Nasional Taka Bonerate kepada perwakilan Ormas yang hadir dan beberapa tamu undangan. Sumber Info : Balai TN Takabonerate
Baca Berita

Penandatanganan Akad Pinjaman Usaha Off Farm Koperasi APDS Di Taman Nasional Danau Sentarum

Putussibau, 31 Mei 2017. Telah dilakukan Penandatanganan Akad Pinjaman Usaha Off Farm Koperasi APDS Di Taman Nasional Danau Sentarum di depan notaris pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2017 di Aula BBTNBKDS di Putussibau, yang disaksikan oleh Bapak Wakil Bupati Kapuas Hulu bersama beberapa kepala SKPD terkait, Kepala UPT Kementerian LHK wilayah lingkup Kalimantan Barat, Lembaga dan mitra kerjasama, dan perwakilan dari Sentra dan Subsentra Koperasi Madu di Kabupaten Kapuas Hulu. Penandatanganan ini dalam rangka peningkatan pemberdayaan masyarakat didalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) memfasilitasi akses pembiayaan pengembangan usaha madu hutan Koperasi APDS kepada Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (P3H) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan, Kementerian LHK sebagaimana surat keputusan Nomor : SK.103/P2H/APIL/SET.1/5/2017 tanggal 3 Mei 2017, telah memberikan persetujuan prinsip pinjaman pengolahan madu hutan A.n Koperasi Asosiasi Periau Danau Sentarum di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp. 1.440.000.000, (Satu Milyar Empat Ratus Empat Puluh Juta Rupiah). Kepala BBTNBKDS selaku pengelola kawasan TNDS menyampaikan bahwa telah membangun kerjasama pemanfaatan zona tradisional dengan Koperasi APDS. Melalui pemanfaatan zona tradisional tersebut masyarakat mendapat kesempatan untuk meningkatkan pendapatan melalui pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa madu hutan. Madu hutan yang berasal dari Taman Nasional Danau Sentarum memiliki nilai ekonomi tinggi dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat secara turun temurun di dalam dan sekitar TNDS. Rata-rata produksi madu hutan di dalam kawasan TNDS yang dikumpulkan oleh masyarakat adalah antara 15-20 ton pertahun. Dalam sambutannya Bapak Wakil Bupati Kapuas Hulu juga menyambut baik dan mengapreasiasi pinjaman oleh P3H Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Koperasi APDS dengan harapan agar bisa meningkatkan produksi madu dan lebih banyak menampung hasil panen dari petani madu. Pemanfaatan zona tradisional ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan keberpihakan serta pengakuan kepada masyarakat yang telah tinggal dan hidup di dalam dan sekitar kawasan hutan konservasi. Sehingga hal ini menepis anggapan yang sering disampaikan oleh beberapa pihak bahwa taman nasional tidak peduli kepada masyarakat atau bahkan mengambil dan merampas hak masyarakat. Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Penyusunan Strategi Dan Rencana Aksi Konservasi Pohon Langka Di Indonesia

Bogor, 30 Mei 2017. Sebagai tindaklanjut rencana penyusunan SRAK Pohon Langka Indonesia, Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan SRAK Pohon Langka Indonesia Regional Jawa telah dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2017 di Padjajaran Suite Hotel, Bogor sebagai langkah awal upaya penyelamatan pohon langka. FGD tersebut dihadiri oleh Pemerintah Pusat, LIPI, perwakilan beberapa universitas di Jawa, LSM dan pemerhati pohon langka. FGD ini merupakan yang pertama untuk membahas pohon langka untuk regional Pulau Jawa yang nantinya akan dilanjutkan dengan regional Sumatera dan Kalimantan. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Bambang Dahono Adji, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa keberadaan pohon-pohon langka sangat tergantung kepada kondisi habitatnya. Upaya konservasi pohon langka beserta habitatnya harus menjadi prioritas dalam pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia. Hal tersebut menuntut keterlibatan semua pihak baik dari pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, LSM dan masyarakan secara keseluruhan. Di dalam dokumen SRAK telah ditetapkan 12 (dua belas) jenis pohon prioritas untuk dilakukan upaya konservasi. Keduabelas jenis pohon tersebut antara lain: Kriteria yang digunakan untuk menentukan pohon prioritas untuk di masukkan ke dalam dokumen SRAK antara lain Kelangkaan, keterancaman, nilai manfaat, potensi keberhasilan konservasi Adanya dokumen SRAK Pohon Langka Indonesia ini nantinya diharapkan menjadi acuan bagi para pihak terkait pengelolaan pohon langka dalam menentukan prioritas aksi konservasi dan menjadi pertimbangan pemerintah dalam perancangan program pemerintah untuk tetap memperhatikan kelestarian populasi pohon-pohon langka di habitatnya. Indonesia memiliki 373 jenis pohon yang terancam punah dalam Redlist IUCN tahun 2017, dengan status konservasi rawan, genting dan kritis terhadap kepunahan. Data penelitian yang akurat mengenai status populasi pohon-pohon langka dan terancam punah masih terbatas. Sementara itu tekanan terhadap habitat pohon-pohon tersebut yaitu kegiatan alih fungsi lahan dan penebangan illegal terus terjadi. Melihat kondisi tersebut, para pakar, peneliti dan pemerhati pohon langka dari berbagai pihak diantaranya pemerintah, swasta dan profesional lainnya membentuk Forum Pohon Langka Indonesia. Forum tersebut kemudian menggagas untuk menyusun Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Nasional bagi jenis-jenis pohon langka. Sumber Info : Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati
Baca Berita

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama Ditjen KSDAE dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo

Jakarta, 30 Mei 2017 . Tepat pukul 16.30 WIB bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Jenderal KLHK, telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal KSDAE dengan Ketua Pengurus Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) nomor NK.4/KSDAE/SET/KUM.3/5/2017 dan nomor 176/YBOS/V/2017 tentang Pelestarian Orangutan Kalimantan dan Habitatnya. Penandantanganan dilakukan oleh Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM selaku Plt. Dirjen KSDAE dengan Dr. Ir. Jamartin Sihite selaku Ketua Pengurus Yayasan BOS. Penandatanganan Nota Kesepahaman juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Balai KSDA Kalimantan Tengah (Ir. Adib Gunawan), Kabalai KSDA Kalimantan Timur (Ir. Sunandar Trigunajasa Nurochmadi) dan Kabalai TN Bukit Baka Bukit Raya (Ir. Heru Raharjo, MP) dengan Ketua Pengurus Yayasan BOS yaitu Dr. Ir. Jamartin Sihite. Adapun PKS ini merupakan tindak lanjut implementasi NK di tingkat tapak, di mana wilayah kerja masing-masing berada di Nyaru Menteng dan Samboja Lestari. Dari sisi historis, Yayasan BOS merupakan mitra KLHK dalam pelestarian Orangutan di KLHK sejak tahun 1999 dengan adanya MoU antara Dirjen Konservasi Hutan dengan The Balikpapan Orangutan Survival Foundation. Selanjutnya pada periode 2006-2011, dilakukan penandatanganan PKS antara Dirjen PHKA dengan Yayasan BOS. Setelah PKS berakhir, kerjasama dilanjutkan dengan adanya Nota Kesepahaman sesuai dengan nomor NK.3/IV-SET/2012 dan 177/YBOS/IV/2012 tentang “Pelestarian Orangutan Kalimantan dan Habitatnya” yang ditandantangani pada 8 Juni 2012, di mana NK berlaku sejak 10 Agustus 2011 hingga 10 Agustus 2016. Dalam kegiatannya, Yayasan BOS tidak hanya fokus pada rehabilitasi Orangutan Kalimantan saja, tetapi juga fokus terhadap rehabilitasi Beruang Madu yang merupakan satwa hasil sitaan Balai KSDA Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, habitat antara Orangutan dengan Beruang Madu dilakukan secara terpisah, baik di Nyaru Menteng maupun di Samboja Lestari. Selama periode 2011 – 2015, Balai KSDA Kalimatan Tengah dan Kalimantan Timur bekerjasama dengan Yayasan BOS telah melakukan operasi penyelamatan, penyitaan, dan penerimaan orangutan kalimantan sebanyak 241 orangutan dan sebanyak 83 orangutan telah translokasi ke lokasi lain yang lebih aman. Selain itu, selama periode 2011-2015, 195 orangutan hasil rehabilitasi telah dilepasliarkan ke habitat barunya di HL Bukit Batikap di Kalimantan Tengah dan Hutan Kehje Sewen di kalimantan Timur. Sampai dengan akhir Desember 2015, sebanyak 683 orangutan berada dalam proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOS di Nyaru Menteng dan Samboja Lestari. Dari jumlah orangutan tersebut, terdapat 68 orangutan atau sekitar 10% yang tidak dapat dilepasliarkan karena berbagai kondisi diantaranya karena mengidap penyakit seperti TBC, cacat tubuh atau minimnya perilaku liar yang dimiliki karena terlalu lama dipelihara manusia. Selama kurun waktu berakhirnya Nota Kesepahaman pada Agustus 2016 hingga sebelum dilakukannya perpanjangan Nota Kesepahaman, telah dilakukan kegiatan evaluasi Yayasan BOS di Samboja Lestari, hingga diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan BOS mendukung tujuan kegiatan konservasi dan juga sesuai dengan IKU/IKK Ditjen KSDAE. Oleh karena itu, dilakukan lah perpanjangan Nota Kesepahaman yang langsung ditindaklanjuti dengan penandantangan PKS oleh UPT. Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman adalah sebagai berikut: Kerja sama ini berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung mulai 10 Agustus 2016 hingga 10 Agustus 2021. Di samping tindak lanjut Nota Kesepahaman berupa penandatanganan 3 (tiga) PKS sebagaimana yang telah disebutkan, ke-tiga PKS tersebut juga harus ditindaklanjuti dengan pembuatan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) selama 5 tahun ke depan. Harapannya, agar kerjasama ini memberikan dampak positif terhadap rehabilitasi Orangutan, Beruang madu dan habitatnya, mendukung peningkatan kawasan konservasi (dalam hal ini mitra/Yayasan BOS berperan untuk filling the gap dalam tugas pokok dan fungsi/tupoksi Ditjen KSDAE secara khusus dan KLHK secara umum). Selain kontribusi positif terhadap kawasan konservasi, melalui kerjasama ini juga diharapkan agar pemberdayaan masyarakat seperti yang telah dikomitmenkan dalam ruang lingkup kerjasama dapat meningkat lebih baik daripada sebelumnya. Sumber Info : Sub Bagian Kerjasama Teknik Setditejn KSDAE
Baca Berita

BBKSDA Riau Gelar Pekan Pancasila Sambut Hari Lahir Pancasila 1 Juni

Riau, 30 Mei 2017, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau selaku korwil UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau mengadakan beberapa kegiatan diantaranya: Pembinaan pegawai lingkup UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, pembersihan lingkungan kantor dan sekitarnya, upacara hari kelahiran Pancasila serta pembinaan masyarakat di desa sekitar kawasan. Rangkaian acara yang dilaksanakan dari tanggal 30 Mei 2017 s.d 2 Juni 2017 tersebut dalam rangka menyambut peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2017, yang sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 sebagai hari libur nasional. Acara pembinaan pegawai yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 30 Mei 2017, dihadiri oleh seluruh Kepala UPT dan staf masing masing. Acara yang mengambil tema "Saya Indonesia Saya Pancasila" tersebut disampaikan oleh pembicara dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov. Riau, Bapak Peri Yusnadi, S.Sos., MH. ( Ka. Bid. Politik Dalam Negeri). Dalam kesempatan itu disampaikan pentingnya menumbuhkembangkan nilai nilai Pancasila sebagai ideologi negara dan penerapan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari. Sumber Info: BBKSDA Riau
Baca Berita

“Si mungil” Kukang (Nycticebus sp) diserahkan ke BBKSDA Jabar

Bandung (29/5/2017). Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL BBKSDA Jawa Barat menerima penyerahan secara sukarela 1 (satu) ekor satwa dilindungi jenis Kukang (Nycticebus sp) dari masyarakat an. Dadi Setiawan dengan alamat Kp. Tanjakan Rt.05/Rw.15, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Berdasarkan informasi dari yang bersangkutan bahwa Kukang tersebut ditemukan di sekitar rumahnya pada hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017 dengan kaki kanan depan sedikit terluka. Setelah itu, satwa tersebut dirawat dan diberi makan buah-buahan dan serangga. Saat ini, satwa tersebut diamankan di kandang transit kantor BBKSDA Jabar, sambil menunggu pemeriksaan kesehatan dan identifikasi jenis satwa, serta akan direhabilitasi di YIARI.
Baca Berita

Tujuh Belas Pelajar Kapuas Hulu Diterima Di SMKKN Samarinda

Putussibau – Senin (29/5) merupakan hari penting bagi pelajar yang mendaftar di Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri (SMKKN) Samarinda - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sebab, secara resmi diumumkan kelulusan tes fisik, anatomi dan mata. Tes ini merupakan tahapan akhir, dari rangkaian seleksi sebelumnya. Melalui sambungan telepon, Kepala SMKKN Samarinda, Ramlan, S. Hut., menyampaikan bahwa SMKKN Samarinda untuk tahun ajaran 2017/2018 menerima siswa baru 117 orang. Setelah melewati 2 tahap tes, yaitu tes tertulis dan wawancara (13 – 14/5) dan tes fisik, anatomi dan mata (20 – 21/5). Senin (29/5), Secara resmi SMKKN Samarinda mengumumkan Kelulusan Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru SMKKN Samarinda Tahun Ajaran 2017/2018 Nomor : PG.728 /SMKKN-1/5/2017, informasi tersebut juga dapat dilihat di Website resmi SMKKN Samarinda, Web: http//smkkehutanansamarinda.dephut.go.id. Selanjutnya peserta didik baru SMKKN Samarinda wajib melakukan daftar ulang pada tanggal 1 s/d 20 Juni 2017. Lebih lanjut Ramlan, menyampaikan bahwa SMKKN Samarinda merupakan sekolah favorit jurusan kehutanan dan satu-satunya di pulau Kalimantan. Selain favorit, sekolahan ini gratis, alias tidak dipungut biaya bagi siswa-siswinya selama bersekolah. Senada dengan Ramlan, Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) Ir. Arief Mahmud, M. Si, selain favorit, lulusan SMKKN, dulu Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) yang merupakan sekolah kedinasan. Sebagian besar lulusannya diterima dan bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Kehutanan. Arief, mengucapkan selamat kepada 17 peserta yang diterima di SMKKN Samarinda. Selaku Kepala BBTNBKDS ikut turut serta merasa bangga karena tingkat kelulusan dari Kapuas Hulu untuk tahun ini meningkat tajam dari tahun lalu, yaitu 9 orang. Arief berharap peserta yang lulus dapat mengharumkan nama Kapuas Hulu dan bagi peserta yang belum lulus masih ada kesempatan untuk mengikuti tes di tahun depan. Sumber Info : Sarwono/Abriansyah - Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Satu individu Primata kembali diserahkan ke BBKSDA Jabar

Ciamis (29/5/17) BKSDA Jabar menerima penyerahan secara sukarela dari masyarakat kepada petugas Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar dari Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya, Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Ciamis, Satu individu primata jenis Siamang (Symphalangus syndactylus), umur : 1,5 Tahun, jenis kelamin : Jantan dengan kondisi satwa berdasarkan pengamatan visual berada dalam kondisi sehat, tidak ada cacat pada anggota tubuhnya. Menurut keterangan pemilik, satwa tersebut merupakan satwa hasil pembelian dari seorang warga di Kabupaten Kuningan yang berprofesi sebagai supir bus Trans Jawa - Sumatera. Kemudian satwa tersebut diserahkan setelah mengetahui bahwa satwa Siamang (Symphalangus syndactylus) adalah termasuk satwa yang dilindungi undang-undang yang tidak boleh dipelihara atau dimiliki tanpa perizinan yang sah. Satwa langsung di evakuasi ke Kantor Bidang KSDA Wilayah III Ciamis untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.
Baca Berita

Pelepasliaran 6 Individu Orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Pada tanggal 22-26 Mei 2017, dilakukan rangkaian kegiatan bersama antara Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya bersama Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) - Nyaru Menteng. Dimulai tanggal 22 s/d 24 Mei 2017 Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya kembali menjadi rumah baru bagi Orangutan yang akan dilepasliarkan oleh BKSDA Kalimantan Tengah bersama Yayasan BOS - Nyaru Menteng. Jumlah Orangutan yang dilepasliarkan sebanyak 6 individu, 1 individu Orangutan jantan (Kato) dan 5 individu Orangutan betina (Ranesi, Carmen, Susan, Kipoy, dan Zoe) di titik-titik yang telah ditentukan pada lokasi Sungai Bemban, Resort Tumbang Hiran SPTN Wilayah II Kasongan - Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Perjalanan darat kali ini memakan waktu lebih lama dari sebelumnya (berangkat tanggal 22 Mei 2017 jam 19.00 Wib, dan sampai di Desa Tumbang Tundu jam 03.00 WIB), dikarenakan pada 2 titik jalan terdapat luapan air yang membanjiri badan jalan. Tanggal 23 Mei 2017 pukul 06.00 WIB, tim bersiap-siap untuk melakukan pemuatan dan melanjutkan perjalanan air menuju lokasi pelepasliaran. Sekitar pukul 14.00 WIB dimulai dengan pelepasliaran individu orangutan betina bernama Ranesi dan berakhir sekitar pukul 15.23 WIB dengan pelepasliaran individu orangutan jantan bernama Kato. Ditambah dengan pelepasliaran 6 individu Orangutan ini, total sebanyak 47 individu yang telah dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Kegiatan dilanjutkan dengan monitoring dan patroli bersama antara TNBBBR dan Yayasan BOS pada tanggal 25 s/d 26 Mei 2017 melalui metode radio tracking ke lokasi yang menjadi area jelajah Orangutan (dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pergerakan Orangutan yang sudah dilepasliarkan). Personil dalam kegiatan ini terdiri dari 4 Orang staf TNBBBR dan 2 Orang staf Yayasan BOS yang berlokasi di Resort Tumbang Hiran. Dalam kegiatan ini terjadi perjumpaan langsung dengan dua individu Orangutan yaitu Juki dan Rina, dan dari hasil penggunaan radio tracking didapatkan sinyal dari transponder individu Orangutan Ibud dan Janu yang merupakan orangutan hasil pelepasliaran sebelumnya. Semoga kegiatan pelepasliaran ini dapat mendukung upaya pelestarian Orangutan dan individu yang telah dilepasliarkan mendapatkan rumah baru yang mendukung untuk dapat bertahan hidup sehingga mampu berinteraksi normal dengan ekosistem habitat di sekitarnya. Sumber Info: Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
Baca Berita

Polhut TNAL Mengintip Bidadari

Sofifi, 24 Mei 2017. Menempuh perjalanan kurang lebih 7 km dari kantor Resort Binagara desa Ake Jawi, kecamatan Wasile Selatan, kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, petugas Resort yang notabene adalah Polisi Kehutanan berhasil mengintip dan mengamati Bidadari Halmahera pada saat cuaca mendung. Petugas Resort Binagara dalam rutinitas kegiatannya sering melakukan pengamatan Burung Bidadari Halmahera maupun jenis burung lainnya. Hal ini dikarenakan petugas ingin menemukan tempat bersarang burung tersebut yang selama ini masih belum ditemukan. Bidadari Halmahera atau Semioptera wallacii merupakan burung keluarga Cenderawasih yang ada diluar Papua. Jenis Cenderawasih lainnya adalah Cenderawasih Gagak (Lycocorax pyrrhopterus). Bidadari Halmahera memiliki perisai dada berwarna hija biru metalik, berkaki kuning dan memiliki empat buah antena di sayap bagian belakang. Seperti burung surga lainnya, sebutan burung Cenderawasih, burung dengan jenis kelamin jantan lebih indah dari betina dan selalu melakukan tarian dan siulan untuk menarik pasangannya. Setelah sampai dilokasi pengamatan burung Bidadari Halmahera tepat pukul 06:30 WIT, Bidadari Halmahera mulai melakukan atraksinya. Petugas mengamati burung tersebut diatas rumah pohon yang telah dibangun sebagai sarana pengamatan. Saat pengamatan, petugas melihat perilaku bidadari yaitu menarik-narik daun dan menggoyangkannya. Perilaku tersebut berhasil didokumentasikan. Petugas menjumpai sebanyak 10 ekor Bidadari jantan dan 2 ekor Bidadari betina. Salah satu petugas Resort mengatakan bahwa Taman Nasional Aketajawe Lolobata akan berusaha semaksimal mungkin menjaga habitat burung Bidadari karena selain sebagai aset dan ikon daerah juga menjadi atraksi dalam paket wisata yang ditawarkan. Ayo Ke Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Launching Festival Danau Sentarum Betung Kerihun 2017

Putussibau, 24 Mei 2017. Bertempat di Indoor Volley Ball Putussibau, Bupati Kapuas Hulu (H. AM. Nasir, SH) melaksanakan acara Launching Festival Danau Sentarum Betung Kerihun 2017 (Festival DSBK 2017). Hadir dalam acara tersebut adalah seluruh jajaran Muspida, Pejabat lingkup pemerintah kabupaten, Instansi pemerintah pusat, lembaga BUMN, tokoh-tokoh masyarakat dan para pimpinan lembaga swadaya masyarakat yang berkegiatan di Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam laporan pembukaan oleh Ketua Umum Panitia yang dibacakan oleh Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Ir, Arief Mahmud, M.Si) bahwa Festival DSBK 2017 merupakan rangkaian berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan mulai bulan Mei 2017 dan puncak acaranya pada bulan Oktober 2017 yang akan dilaksanakan di Lanjak-Kecamatan Batang Lupar, dilaporkan juga bahwa kegiatan festival ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah(Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata), pemerintah pusat (Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum) dan lembaga swadaya masyarakat (WWF Kalbar, Dian Tama, Riak Bumi, PRCF Indonesia, Kompakh, ASPPUK, Lanting Borneo, Sampan dll). Peluncuran / Launching Festival Danau Sentarum Betung Kerihun 2017 dilakukan oleh Bupati Kapuas Hulu (H. A.M. Nasir, SH). Dalam sambutannya AM. Nasir menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu merupakan destinasi utama di Provinsi Kalimantan Barat, hal ini ditopang oleh keberagaman dan keunikan budaya yang masih terjaga keasliannya sampai saat ini, selain itu keindahan panorama alam, kekhasan dan ke-endemikan jenis tumbuhan dan satwa-nya merupakan daya tarik bagi wisatawan nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke Kabupaten Kapuas Hulu. Hal ini sangat selaras dengan kekuatan kepariwisataan di Indonesia yang banyak diminati yaitu budaya dan alam. Lebih lanjut, AM. Nasir menyampaikan bahwa melalui kegiatan Festival DSBK 2017 setidak-tidaknya Kabupaten Kapuas Hulu akan mendapatkan beberapa manfaat baik langsung maupun tidak langsung yaitu : 1) Terpromosikannya dayak tarik wisata di Kab. Kapuas Hulu khususnya TN Betung Kerihun dan TN Danau Sentarum dan sekitarnya serta daya tarik pada situs-situs budaya yang ada di Kapuas Hulu; 2) Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara di Kab. Kapuas Hulu, implikasinya adalah peningkatan pendapatan masyarakat sekitar dan peningkatan PAD Kabupaten Kapuas Hulu; serta 3) Terbangunnya sarana dan prasarana wisata di Kabupaten Kapuas Hulu. Berbagai agenda Festival DSBK 2017 yang akan dihelat sepanjang tahun 2017 adalah; Expo usaha produktif, makan dan kerajinan masyarakat, Gawai Nasrani, Gawai Dayak, serangkaian Workshop/Seminar/Syimposium, Festival Tembawang, Pekan Olahraga Kabupaten, Kemah Bakti Pemuda, The Autentic Heart of Borneo Music Festival, Trip Danau Sentarum By Kapal Bandung, Media Trip, Perahu Hias di Danau Sentarum, Touring The HoB Bikers Community. Sumber Info : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Menampilkan 10.561–10.576 dari 11.141 publikasi