Selasa, 2 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Semarakkan Hari Lahir Dan Pekan Pancasila, Balai TN Kutai Gelar FGD “Konservasi Dan Ketahanan Nasional”

Bontang, 4 Juni 2017. Balai Taman Nasional Kutai (Balai TN Kutai) turut serta menyemarakkan peringatan Hari Lahir Pancasila melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang Kader konservasi Kota Bontang, Pramuka Saka Wana Bhakti dan Manggala Agni Daops Sangkima. Bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Kodim 0908 Bontang dan dari Balai TN Kutai dengan tema “Konservasi dan Ketahanan Nasional” Bertempat di ruang rapat Balai TN Kutai Bontang acara FGD dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bapak Siswadi yang dilanjutkan paparan oleh Kodim 0908 Bontang yang dalam hal ini diwakili oleh Danramil 0908-01 Lhoktuan Kapten Infanteri Subarkah Sangari. Dalam paparannya beliau menjelaskan terkait wawasan kebangsaan mulai dari sejarah pancasila, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sejarah perjuangan bangsa Indonesia, proklamasi hingga terkait Bhineka Tunggal Ika. Hal ini sejalan dengan pesan Presiden Republik Indonesia Bapak Ir, Joko Widodo pada saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, bahwasanya kodrat bangsa lndonesia adalah kodrat keberagaman yang bersatu padu membentuk lndonesia. Paparan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Edy Purwanto dari Balai TN Kutai, di dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa kawasan konservasi memiliki peran yang strategis dalam ketahanan nasional bangsa Indonesia. Kita tentu ingat bahwa para pejuang bangsa Indonesia berperang melawan penjajah melalui taktik perang gerilya, hal ini mustahil dilakukan jika Indonesia tidak memiliki kawasan hutan. Bukan hanya sebagai alat pertahanan dan keamanan saja, kawasan hutan juga menjadi sumber ketahanan energi, ketahanan pangan,air,tanah, sebagai identitas sebuah negara, ketahanan udara antara lain kesehatan dimana 1 (satu) pohon dapat menghasilkan oksigen setara 1,2 kg/hari, dan hutan sebagai sistem penyangga kehidupan. Melalui kegiatan FGD, diharapkan para peserta dapat lebih memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam pancasila dan dapat mengamalkannya serta dapat menambah rasa kecintaan dan kepedulian terhadap keberadaan kawasan konservasi sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai harganya. Selamat Hari Lahir Pancasila, Kita lndonesia, Kita Pancasila Sumber Info : Balai TN Kutai
Baca Berita

Pemberian Nama Bayi Gajah Betina TN Way Kambas oleh Ibu Bupati Lampung Timur

Labuhan Ratu, 4 Juni 2017. Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melaksanakan kegiatan pemberian nama anak gajah betina yang lahir tanggal 31 Mei 2017 dari indukan bernama Pleno oleh Ibu Bupati Lampung Timur. Nama bayi gajah betina tersebut diberi nama NUNIK yang merupakan nama panggilan Ibu Bupati Lampung Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Waykambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Kegiatan ini turut di hadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Tenaga Ahli Gubernur Bagian Percepatan Pembangunan, Pejabat Kabupaten Lampung Timur, Sekretaris Daerah, Asisten 1.2.3, para Kepala Dinas dan Camat setempat, Kodim, Polres, Mitra TNWK, Kader Konservasi, Pramuka serta Media Elektronik dan cetak. Sumber Info : Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Meningkatkan Rasa Nasionalisme Pemuda Mertak melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di TWA Gunung Tunak

Tunak, 4 Juni 2017. Forum Tunak Besopoq berkumpul di gedung Pusat Informasi TWA Gunung Tunak yang baru saja selesai dibangun. Pertemuan forum tersebut dihadiri Kepala Balai KSDA Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir. Widada MM dengan memberikan materi Kebangsaan. Nasionalisme diwujudkan dengan berbuat yang terbaik untuk bangsa, bekerja dan belajar yang tekun adalah wujud nyata cinta Indonesia sebagai pemuda. Taat beribadah, menghargai sesama, bermusyawarah untuk mufakat dan Adil pada semua merupakan perwujudan Cinta Pancasila. Hadir juga fasilitator Bapak Habiburrahman Yusuf, pendiri Desa Wisata Masmas. Dalam paparannya beliau memberikan semangat dan tausyiah dengan menyitir ayat Al Qur'an yang maknanya "Bukan dikatakan pemuda yang masih membanggakan apa yang telah dilakukan orang tuanya". Tak ketinggalan pula beliau menyampaikan kata-kata penyemangat dari pidato Bung Karno yang sangat terkenal "Berikan aku 1000 orang tua maka aku akan goncangkan Himalaya, namun berikan aku 100 pemuda maka akan ku goncangkan dunia. Dalam nasehatnya beliau menyampaikan jangan takut bermimpi. Mulailah mengerjakan sesuatu dari diri sendiri, mulai dengan modal semangat. Pengembangan Ekowisata Berbasis Wisata merupakan wujud nyata dari Cinta Indonesia, Cinta Lingkungan, dan Nasionalisme sebagai pemuda Indonesia. Para pemuda Forum Tunak Besopoq dan pendamping serta seluruh karyawan BKSDA NTB yang hadir menyanyikan lagu Garuda Indonesia kemudian ditutup dengan berbuka puasa bersama. Sumber Info : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Memupuk Nasionalisme dan Cinta Lingkungan Anak Bangsa melalui Dongeng Kepahlawanan dan Konservasi

Mataram (3/6/2017. Dalam rangkaian Pekan Pancasila, BKSDA NTB menyelenggarakan dongeng untuk anak Sekolah Dasar untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta lingkungan melalui dongeng dengan tema kepahlawanan dan konservasi. Keceriaan terasa pada pagi hari itu di TWA Suranadi karena semangat dan canda tawa +- 50 orang siswa dari SD 1 Suranadi dan putra putri karyawan karyawati BKSDA NTB. Kepala BKSDA NTB, Dr.Ir. Widada, MM., membuka acara dengan memberikan nasehat kepada anak-anak untuk mencintai Indonesia, mencintai Pancasila, dan mencintai lingkungan. Suara riuh rendah menyambut kedatangan Kak Wawan dari Kerajaan Dongeng ketika tiba di lokasi acara. Kak Wawan adalah pendongeng yang acapkali muncul di televisi, dan kerap tampil di acara sekolah dan event nasional. Pembawaan yang lucu dan karakter yang menarik, muncul sebagai kakek-kakek, anak-anak, dan berbagai macam hewan membuat cerita sederhana menjadi sangat berkesan untuk anak-anak. Meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta lingkungan melalui dongeng kepahlawanan dan konservasi menjadi visi kegiatan ini. Beberapa pesan moral yang disampaikan dalam cerita tersebut bahwa mencintai Indonesia dan menjiwai Pancasila dapat dilakukan dengan taat beribadah, patuh pada orang tua, rajin belajar dan mencintai lingkungan sebagai wujud nyatanya. Sebelum ditutup seluruh peserta menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" sambil berdiri dan meletakkan tangan kanan di dada kiri, suasana menjadi sangat heroik. (sumber BKSDA NTB)
Baca Berita

Bantuan Sembako Untuk Korban Banjir oleh Balai TN Gunung Palung

Kayong Utara, 3 Juni 2017. Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada hari Kamis - Jumat tanggal 1 s.d. 2 Juni 2017 menyebabkan terjadinya banjir di Kabupaten Kayong Utara termasuk di beberapa desa di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Kejadian ini turut mengakibatkan kantor Seksi wilayah 1 Sukadana Balai Taman Nasional Gunung Palung juga ikut terendam air. Karena kejadian tersebut Balai Taman Nasional Gunung Palung memberikan bantuan sembako kepada masyarakat Desa Sedahan Kabupaten Kayong Utara untuk meringankan beban para korban banjir di daerah tersebut. Sumber Info : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Kampanye Lingkungan Hidup Dalam Rangka Memperingati Pekan Pancasila TN Matalawa

Waingapu(2/6/2017). Bertepatan dengan peringatan hari lahir pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2017, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (MaTaLaWa) melaksanakan serangkaian kegiatan dalam menyambut pekan pancasila tahun 2017, dengan tema nasional yang diangkat “Saya Indonesia, Saya Pancasila”. Salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut pekan pancasila tahun 2017 yang dilakukan adalah dengan melaksanakan kampanye lingkungan hidup yang dilaksanakan oleh SPTN II Lewa dengan melibatkan siswa/i SMK Negeri Mbilur Pangadu serta Jajaran Polsek Umbu Ratu Nggay - Sumba Tengah. Bentuk kegiatan kampanye yang dilakukan diantaranya; Pembersihan sampah disepanjang kawasan hutan Tanahdaru, Pembagian bendera Merah Putih dan Pesan Konservasi bagi para pengguna jalan yang melintasi kawasan hutan Tanahdaru serta Penanaman bersama 70 Bibit Tanaman dikawasan hutan Tanahdaru yang sempat terbakar beberapa waktu yang lalu. "Diharapkan masyarakat dapat memaknai hari lahir pancasila dengan menanamkan rasa cinta terhadap tanah air dengan menjaga sumberdaya alam yang kita miliki, serta menjaga kebersihan lingkungan disekitar kita" Pesan dari Kepala SPTN II Lewa (Judy Aries Mulik, STP) dalam sambutannya. Sumber : Balai Taman Nasional MaTaLaWa
Baca Berita

Pengukuran Kelimpahan Bintang laut berduri (Acanthaster plancii) Perusak Terumbu Karang

Bunaken, 2 Juni 2017. Balai Taman Nasional Bunaken melakukan kegiatan pengukuran kelimpahan Bintang Laut Berduri yang dilaksanakan di perairan Pulau Siladen. Acanthaster planci adalah sejenis bintang laut yang mempunyai lebih dari 21 lengan, seluruh permukaan tubuhnya bagian atas penuh dengan duri-duri beracun, bintang laut dewasa dapat mencapai ukuran diameter satu meter atau lebih. Anakan bintang laut mula-mula makan algae yang melapisi puing-puing karang, dan baru makan karang setelah berumur lebih kurang 6 bulan. Setelah makan karang, anakan A.planci itu tumbuh dengan cepat. Dalam waktu dua tahun bintang laut ini tumbuh dari ukuran diameter 1 cm menjadi 25 cm. Untuk ukuran diameter lebih dari 40 cm, umunya bintang laut makan di siang hari, sedangkan yang lebih kecil kurang dari 20 cm, makan di malam hari. Dalam populasi yang lebih kecil Acanthaster planci lebih banyak bersembunyi di bawah koloni karang, biasanya hanya makan sebagian dari koloni karang terutama jenis Acropora sp, sehingga terumbu karang dapat pulih kembali secara cepat bilamana jumlahnya tidak begitu besar. Dari hasil pengukuran kelimpahan binatang tersebut, jumlah A. Plancii yang di temukan sebanyak 9 ekor/Ha. Ledakan populasi A.planci baru mulai apabila jumlah A.plancii dewasa yang berukuran diameter lebih dari 14 cm melebihi 30 ekor per hektar. Sehingga kelimpahan A. plancii di Pulau Siladen masih dikategorikan dalam batas normal. Diduga terumbu karang dengan kondisi baik (persen tutupan karang hidup antara 40-50%), masih dapat mendukung keberadaan 20-30 ekor A. Plancii per hektar. Tetapi apabila populasi A. Plancii cukup besar, akan terjadi peningkatan kompetisi perolehan makan dan mengakibatkan lebih banyak lagi jenis karang yang di makan, termasuk jenis Porites sp, yang dalam keadaan normal tidak biasa dimakan. Sumber Info : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Pekan Pancasila, TN Kepulauan Togean Laksanakan Buka Puasa Bersama Santri Dan Upacara Bendera

Ampana, 02 Juni 2017. Rangkaian kegiatan Pekan Pancasila yang dilaksanakan oleh Balai Taman Nasional kepulauan Togean selaku UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dimulai sejak hari Rabu Tanggal 31 Mei-01 Juni 2017 melalui kegiatan Pembinaan Pegawai, Buka Puasa Bersama Santri dan Upacara Bendera. Rangkaian kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai TN Kepulauan Togean, yaitu Ir. Bustang. Tema Peringatan hari Lahir Pancasila Tahun 2017 adalah “Saya Indonesia, Saya Pancasila”. Dalam buka puasa bersama Ir. Bustang mengajak santri untuk mengenal TN Kepulauan Togean dan mengingatkan ulang tentang Pancasila. Beliau mengajak peran aktif ulama dan santri untuk menjaga pancasila. Upacara bendera dilaksanakan di Kantor Balai TN Kepulauan Togean dengan dihadiri oleh seluruh pegawai Balai TN Kepulauan Togean dan dipimpin langsung oleh Ir. Bustang selaku Kepala Balai. Dalam pidatonya Ir. Bustang menyatakan bahwa kita harus menjaga perdamaian, persatuan, persaudaraan serta saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa, ujarnya. Selain itu, Oktovianus, S,Hut selaku Kasubag Tata Usaha menyampaikan bahwa Balai TN Kepulauan Togean beserta jajaran siap menerapkan nilai-nilai Pancasila kedalam kehidupan berbangsa dan bernegara, katanya. Sumber Info : Balai TN Kepulauan Togean
Baca Berita

Menteri LHK Luncurkan Buku “The Magnificent Seven: Indonesia’s Marine National Parks”

Jakarta, 2 Juni 2017. Untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan alam bawah laut Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meluncurkan buku fotografi “The Magnificent Seven: Indonesia’s Marine National Parks”, Jum’at, 2 Juni di Jakarta yang dihadiri juga oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua Komisi IV DPR RI Edhi Prabowo, dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan duta besar negara sahabat. Buku ini adalah sebuah karya seni untuk mempromosikan keindahan, keunikan dan kekayaan keanekaragaman hayati Tujuh Taman Nasional Laut yang ada di Indonesia. Ketujuh taman nasional (TN) tersebut adalah TN. Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, TN. Karimun Jawa di Jawa Tengah, TN. Bunaken di Sulawesi Utara, TN. Kepulauan Togean di Sulawesi Tengah, TN. Wakatobi di Sulawesi Tenggara, TN. Taka Bonerate di Sulawesi Selatan dan TN. Teluk Cendrawasih di Papua dan Papua Barat. Untuk menjaga kelestariannya, hingga saat ini Pemerintah Indonesia telah menetapkan 17 juta ha kawasan suaka alam (KSA) dan kawasan pelestarian alam (KPA) di wilayan perairan dan laut sebagai kawasan perairan yang dilindungi, dan dikelola dengan sistem zonasi untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam hayati secara berkelanjutan. “Indonesia sudah mengkonservasi 17 juta ha kawasan perairan dan 4 juta diantaranya merupakan wilayah Taman Nasional Laut”, ungkap Siti Nurbaya saat meluncurkan buku tersebut. “Dalam pengelolaannya, 7 Taman Nasional menerapkan sistem zonasi serta bersinergi dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dengan tetap mengedepankan prinsip sustainability dalam pemanfaatan kawasan konservasi”, lanjut Siti. Menutup sambutannya Menteri LHK menyatakan bahwa “Saya mengucapkan terimakasih kepada UNDP yang telah mendukung penyusunan buku tersebut dan berkeinginan agar buku foto ini dapat menarik banyak wisatawan untuk datang dan lebih mencintai aset bangsa dan warisan dunia”. Sumber Info & Foto : Biro Humas KLHK
Baca Berita

Memeriahkan “Pekan Pancasila” Di TN Way Kambas

Labuhan Ratu, 1 Juni 2017. Seluruh pegawai Balai TN Way Kambas hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan Upacara Bendera memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2017 di halaman kantor Balai TN Way Kambas. Pembina Upacara, Kepala Balai TN Way Kambas, membacakan Sambutan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dengan tema “Kita Indonesia, Kita Pancasila. Semua anda Indonesia, semua anda Pancasila. Saya Indonesia, saya Pancasila”. Pada peringatan hari lahir Pancasila 2017 ini Kepala Balai TN Way Kambas, Subakir, S.H, M.H, menyerahkan Piagam Penghargaan Purna Karya Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada 6 orang, menyerahkan Piagam Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia untuk pengabdian 30 tahun 3 orang, pengabdian 20 tahun 5 orang dan pengabdian 10 tahun 1 orang. Serta penyerahan SK Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil pada Balai TN Way Kambas periode April 2017 kepada 22 orang. Dalam rangka memeriahkan Pekan Pancasila tahun 2017 lingkup Balai TN Way Kambas, sebelumnya pada tanggal 29 Mei 2017 telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Pegawai lingkup Balai TN Way Kambas bertempat di Aula kantor Balai TN Way Kambas. Dalam acara yang hadiri oleh seluruh pegawai dan karyawan karyawati TN Way Kambas, Kepala Balai TN Way Kambas, Subakir, S.H, M.H, membackan Keppres No. 24 tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Juga disampaikan tentang disiplin pegawai, pembuatan SKP, dan evaluasi kegiatan DIPA tahun anggaran 2017. Diharapkan dengan adanya kegiatan Pekan Pancasila 2017 di lingkup Balai TN Way Kambas ini, penanaman dan penguatan nilai-nilai Pancasila dapat menggugah kembali ingatan kita sebagai komponen bangsa bahwa guna mencapai cita-cita bangsa yang sesuai dengan Pancasila, maka seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran, dan tenaga untuk persatuan dan kesatuan. Kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Demi terwujudnya bangsa Indonesia yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional. Sumber Info : Hartato - Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Ditemukan Satwa Langka Buaya Senyulong Di TN Danau Sentarum

Putussibau, 1 Juni 2017. Polisi Kehutanan bersama warga Dusun Lupak Mawang berhasil menangkap seekor buaya jenis Senyulong (Tomistoma schlegelii) sepanjang 1 meter pada hari kamis, 1 Juni 2017 Pukul 18.00 WIB di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Rahman R. Nababan, S. Hut, menceritakan, saat hendak mandi, melihat seekor buaya di atas permukaan air di depan Kantor Resort Lupak Mawang.Tanpa berfikir panjang, bersama seorang warga berhasil menangkap buaya tersebut. Rahman, selaku Polisi Kehutanan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Resort Lupak Mawang, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V, Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS), setelah berhasil menangkap buaya tersebut kemudian mengamankannya di Kantor Resort Lupak Mawang. Tim monitoring buaya Senyulong yang merupakan gabungan personil dari Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum dengan People, Resources, and Conservation Foundation – Indonesia (PRCF-Indonesia) yang saat ini sedang melakukan monitoring buaya Senyulong di kawasan TN Danau Sentarum dan sekitarnya akan segera melakukan identifikasi lebih lanjut buaya tersebut. Kepala BBTNBKDS, Ir. Arief Mahmud, M. Si, mengapresiasi keberanian dan keberhasilan petugasnya mengamankan buaya tersebut sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap warga setempat. Selanjutnya, menurut Arief bahwa setelah dilakukan identifikasi oleh tim monitoring buaya BBTNBKDS bersama PRCF-I buaya tersebut akan segera dilepasliarkan kembali di habitatnya yang jauh dari permukiman. Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) merupakan satu dari tujuh spesies buaya yang biasa ditemukan di Indonesia. Spesies ini langka penyebarannya di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Khusunya di Pulau Kalimantan hanya ditemukan di hulu sungai dan danau seperti; Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Taman Nasional Tanjung Putting (TNGP), Taman Nasional Sebangau, Hulu Sungai Mahakam dan Danau Semayang, Danau melinang dan Danau Terian. Ukuran dewasa Senyulong dapat mencapai panjang 3-4 meter. Ciri khas buaya Senyulong dibandingkan jenis buaya lainnya adalah moncongnya yang relative sempit (rahangnya menyempit secara gradual), pipih dan panjang. Melihat bentuk moncongnya yang khas ini, mudah dipahami bahwa makanan utama buaya Senyulong adalah ikan dan hewan – hewan kecil. International Union and Conservation Nature (IUCN) memperkirakan bahwa saat ini populasi Buaya Senyulong dewasa di dunia berjumlah dibawah 2.500 individu sehingga spesies ini masuk kedalam kategori genting (Endangered). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999, Buaya Senyulong termasuk satwa yang dilindungi. Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum merupakan salah satu habitat Buaya Senyulong yang saat ini kondisinya masih sangat baik, untuk itu Arief kepada seluruh warga sekitar dan pihak-pihak terkait untuk senantiasa bersama-sama dengan pihak BBTNBKDS menjaga kelestarian Taman Nasional Danau Sentarum, harapnya”. Sumber Info : Sarwono - Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Balai TN Bukit Tigapuluh Gelar Sosialisasi Peraturan Perundangan Bidang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi

Riau – 31 Mei 2017, Dalam rangka memeriahkan Pekan Pancasila, Balai TNBT menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundangan Bidang PJLHK kepada masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah tersampaikannya informasi mengenai peraturan perundangan bidang PJLHK kepada masyarakat dan para pihak di sekitar kawasan TNBT serta memacu peran aktif para pihak dalam kegiatan pemanfaatan jasa lingkungan, khususnya air dan wisata alam di TNBT. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2017 di 2 (dua) lokasi, yaitu Aula Kantor Camat Batang Gansal dan Aula Kantor Camat Batang Cenaku, Kab. Indragiri Hulu, Riau. Total peserta sebanyak 60 (enam puluh) orang yang berasal dari 2 (dua) lokasi yang terdiri dari Kepala Desa, Pembina Pramuka, Guru SD/SMP/SMA, Kelompok Sadar Wisata Rantau Salo, dan aparat pemerintah lingkup Kecamatan Batang Gansal & kecamatan Batang Cenaku. Selain itu, turut hadir tenaga pendamping desa, Camat dan Sekretaris Camat serta dibuka secara resmi oleh Camat di setiap lokasi. Materi sosialisasi yang disampaikan meliputi kebijakan, peraturan, prosedur pemanfaatan & perijinan bidang Jasa Lingkungan, khususnya pemanfaatan air & wisata alam di TNBT. Peserta kegiatan antusias mengikuti materi sosialisasi yang ditunjukkan dalam sesi diskusi para kepala desa menyampaikan pertanyaan, tanggapan dan saran terkait prosedur pemanfaatan air serta pengembangan wisata alam di wilayahnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya pemanfaatan secara lestari potensi kekayaan alam di Indonesia yang membutuhkan peran aktif segenap masyarakat untuk memeliharanya, hal ini merupakan salah satu bentuk pengamalan Pancasila sebagai perwujudan rasa bangga kepada bangsa Indonesia serta rasa cinta kepada Tuhan YME dan tanah air. Kegiatan diakhiri dengan pemberian bingkisan ramadhan berupa sembilan bahan pokok dan T-Shirt dari Balai TNBT kepada seluruh peserta.???? Sumber Info: Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Plt Dirjen KSDAE Pimpin Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila

Jakarta (01/6/2017). Plt Dirjen KSDAE bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Kelahiran Pancasila lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Upacara bertempat di Plaza Ir Sudjono dan dimulai pada pukul 8:30 WIB. Upacara ini merupakan rangkaian dari Pekan Pancasila yang berlangsung dari tanggal 29 Mei s.d 4 Juni 2017 yang bertemakan "Saya Indonesia Saya Pancasila". Plt Dirjen KSDAE berkesempatan untuk membacakan sambutan dari Presiden Rebublik Indonesia dalam rangka Peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 1945-1 Juni 2017. Dalam sambutannya Presiden memperingatkan tentang tantangan yang dihadapi terutama tentang kebhinekaan dan keikaan kita yang diperparah dengan penyalahgunakan media sosial dalam penyebaran berita bohong (hoax). dalam sambutannya Presiden menegaskan "Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang Anti Pancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRl, Anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi lndonesia". Upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila selesai sekitar pukul 09:30 dengan sebelumnya dilakukan dengan pembacaan doa oleh petugas.
Baca Berita

Upacara Hari Lahir Pancasila lingkup UPT Kemenlhk di Aceh

Banda aceh 1 Juni 2017. UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup korwil Aceh melaksanakan upacara peringatan lahir pancasila yang dilaksanakan dilapangan BPDASHL Krueng Aceh. Dalam amanat Presiden Joko Widodo yang dibacakan oleh Kepala Balai BPKH selaku Korwil UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Aceh, Ir. Ully Budiwanto, MM menyampaikan bahwa kita semua harus menjaga kebhinekaan karena bangsa indonesia terdiri dari banyak suku, ras, agama dan bahasa oleh karena itu kita harus menjaga kebhineka tunggal ika dan idiologi pancasila. Upacara ini dalam rangka menyambut Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2017, yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 sebagai Hari Libur Nasional, Pemerintah akan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang terangkum dalam Pekan Pancasila mulai tanggal 29 Mei-4 Juni 2017. Adapun Tema Peringatan hari Lahir Pancasila Tahun 2017 adalah “Saya Indonesia, Saya Pancasila”. Sumber Info : Balai KSDA Aceh
Baca Berita

KUNJUNGAN DUTA BESAR KOREA SELATAN KE TWA GUNUNG TUNAK

Lombok Tengah-31/5/2017, Duta Besar Korea Selatan Mr. Cho, Taiyoung meninjau bangunan sarana prasarana di TWA Gunung Tunak. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama pengembangan ekowisata dimulai sejak ditandatangan MoU antara Kementerian LHK dengan Korea Forest Service pada tanggal 12 Oktober 2013. Kerjasama pengembangan ekowisata meliputi pembangunan sarana prasarana wisata diantaranya pusat pengunjung, gedung serbaguna, pusat kupu-kupu, bumi perkemahan, trail, guest house serta peningkatan kapasitas pegawai. Hadir bersama rombongan Dubes Korea Selatan, Mr. Im Youngsuk (sekertaris Kedutaan Besar Korsel), Mr.Choi Sundeok (Direktur NFCF), Mr. Yoon Kyungik (Presdir PT.KIFC) dan Mr. Oh Key Pyo ( direktur KIFC). Dalam sambutan kepala BKSDA NTB, Dr.Ir. Widada, MM, menyampaikan bahwa kerjasama ini berjalan dengan baik, kerjasama tidak hanya membangun sarpras tetapi juga SDM masyarakat serta pegawai pengelola. Kepala Balai menyampaikan harapannya agar kerjasama ini dapat berlanjut kepada promosi dan marketing serta operasional sarpras. Dubes Korsel, Mr.Cho menyampaikan bahwa awal mula kerjasama Korea dengan Indonesia di tahun 1968, dan investasi tersebut di bidang kehutanan. Jadi sejak awal kerjasama, hutan lah yang menjadi jembatan penghubung antara pemerintah Korea Selatan dengan Indonesia. Duta Besar Korea Selatan telah bertemu dengan Gubernur NTB, TGH, Zainul Majdi untuk meningkatkan akses jalan menuju kawasan. Semoga kerjasama ini berlanjut, tutur beliau menutup sambutan. Setelah melakukan peninjauan, dilaksanakan penanaman pohon Ketapang ( Terminalia catappa) di halaman gedung pusat pengunjung TWA Gunung Tunak. (Sumber : BKSDA NTB)
Baca Berita

Bukit Modus, Taman Surga Dari Sulawesi Tenggara

Kendari (31/5/2017). Modus merupakan kependekan dari Moronene Dusun yang konon lokasinya tak jauh dari pemukiman suku asli Moronene. Bukit dengan ketinggian 125 mdpl ini menjadi trend kunjungan para kawula muda Sulawesi Tenggara khususnya Konawe Selatan dan Kendari. Bukit Modus merupakan bagian dari perbukitan yang sejak dulu dikenal dengan Hoki-hokio. Wilayahnya melingkupi tanah Poleang, Laea dan area-area sekitarnya. Perbukitan Hoki-hokio atau Bukit Modus berada di wilayah administrasi Kabupaten Bombana. Jarak dari jalan poros Kendari - Bombana ke lokasi sekitar 18 km. Di musim penghujan disarankan untuk menggunakan motor trail, sementara untuk musim kemarau hampir semua jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dapat menjangkau kawasan ini. Bukit Modus terhubung dengan pemukiman Hukaea-Laea oleh jalan setapak dengan panjang 6,8 km yang dapat ditempuh sekitar 30 menit menggunakan motor. Tersedia pula jalan cukup lebar yang menghubungkan lokasi ini dengan jalan poros Konawe Selatan – Bombana, yang dapat ditempuh sekitar 1 – 1,5 jam perjalanan dari kantor Balai TNRAW. Waktu terbaik untuk kunjungan adalah bulan Agustus - Desember, dimana aksesibilitas menuju Bukit Modus kondisinya sangat baik. Dari Andoolo, ibukota Kabupaten Konawe Selatan, lokasi ini dapat dijangkau 2 jam perjalanan mengendarai kendaraan roda empat. Pengunjung dari Kendari dapat mencapai Bukit Modus melalui 2 alternatif rute, melewati Andoolo atau Torobulu. Kedua rute ini memiliki kualitas aspal yang lumayan bagus. Sebagian besar pengunjung memilih rute Andoolo karena lebih pendek jaraknya. Secara keseluruhan Bukit Modus terdiri atas tutupan hutan dan savanna di sekelilingnya. Perbukitan memanjang pada ekosistem savanna dengan luasan sekitar 677 ha. Uniknya, savanna Bukit Modus memiliki kelerengan yang cukup bervariasi. Dengan susunan lahan mulai dari datar sampai dengan curam, makin menambah estetika geomorfologinya. Dari jauh, landform lebih terlihat sebagai perbukitan yang dikelilingi oleh hutan - hutan di sekitarnya. Dengan berdiri di atas puncaknya, dapat dengan mudah memandang luasnya savanna membentan diantara bukit-bukit dikawasan tersebut. Momen yang paling menarik adalah ketika matahari mulai terbit dipagi hari (sunrise) maupun tenggelam disore hari (sunset). Sinar yang agak lemah ditambah kabut tipis di pinggir-pinggir hutan mengesankan soalah-olah berada di dunia dongeng. Bernadus Agus Hartanto Penyuluh Kehutanan Balai TN Rawa Aopa Watumohai Sulawesi Tenggara

Menampilkan 10.545–10.560 dari 11.141 publikasi