Rabu, 27 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Amankan 75 Belangkas, Polres Batubara Koordinasi Dengan BBKSDA Sumatera Utara

Batubara, 26 April 2023. Bermula dari informasi yang disampaikan petugas Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Kepolisian Resort (Polres) Batubara kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran tentang pengungkapan kasus perdagangan satwa liar jenis Belangkas (Tachypleus gigas) di wilayah kerja Polres Batubara, pada Senin, 17 April 2023. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran menuju Polres Batubara dan melakukan koordinasi dengan Kanit Ekonomi Polres Batubara, Ipda Tambunan, pada Selasa 18 April 2023. Informasi yang diperoleh bahwa kejadian penangkapan dilakukan pada Minggu, 16 April 2023, di dekat rel kereta api Lima Puluh, Jalan Lintas Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara. Petugas Polres Batubara mendapat informasi adanya pengiriman satwa dilindungi jenis Belangkas melalui loket Bus Sartika menuju Matapao, Kabupaten Serdang Bedagai. Petugas kemudian berhasil mengamankan Belangkas sebanyak 75 ekor, termasuk Bus Sartika turut diamankan di Polres Batubara. Sedangkan pelaku berinisial I, masih dalam pencarian (DPO) petugas. Petugas Polres Batubara menyerahkan barang bukti 75 ekor Belangkas dalam keadaan mati kepada Tim Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran. Barang bukti tersebut kemudian dievakuasi dan dikubur/ditanam di Kantor Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran. Sedangkan proses hukum ditangani oleh pihak Polres Batubara. Sumber : Arief Hidayat, Elmo Tampubolon, Gilang Ramadan (Tim SKW III Kisaran) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Dua Tim PAGARI Dibentuk Untuk Nagari Ramah Harimau

Padang, 26 April 2023. Interaksi negatif antara manusia dan satwa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) terjadi dibeberapa tempat Provinsi Sumatera Barat. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya masyarakat yang bertempat tinggal dan berdomisili di sekitar kawasan hutan yang merupakan habitat dari satwa langka dan dilindungi tersebut. Untuk itu, upaya mendukung konservasi harimau sumatera, Balai KSDA Sumatera Barat gagas nagari ramah harimau di beberapa daerah bekerjasama dengan para mitra. Bentuk langkah upaya mewujudkan nagari ramah harimau diantaranya adalah dengan membentuk tim patroli anak nagari (PAGARI) yang berasal dari warga yang tinggal dan berdomisili di sekitar kawasan hutan itu. Warga dilatih untuk mampu melakukan deteksi dini, patroli, penanganan awal ketika terjadi interaksi negatif dengan satwa harimau. Tentu saja ini juga merupakan salah satu upaya pelibatan masyarakat secara aktif dalam kegiatan konservasi harimau sumatera. Sepanjang bulan April 2023, Balai KSDA Sumatera Barat bersama para mitra seperti Yayasan SINTAS Indonesia dan C.O.P (Centre for Orangutan Protection) kembali latih dan bentuk Tim Patroli Anak Nagari (PAGARI) di nagari Pasia Laweh Kabupaten Agam dan nagari Panti Selatan kabupaten Pasaman. Pelatihan berlangsung selama 3 (tiga) hari dari tanggal 5 sampai dengan 7 April 2023 bertempat di aula kantor Wali Nagari Pasia Laweh, diikuti oleh 10 (sepuluh) orang peserta berasal dari warga setempat yang telah diseleksi dan ditunjuk oleh wali nagari.Sementara itu di Nagari Panti Selatan, pelatihan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 10 sampai dengan 12 April 2023 bertempat di aula kantor Wali Nagari setempat, dan diikuti oleh 10 (sepuluh) orang peserta berasal dari warga setempat yang telah diseleksi dan ditunjuk oleh wali nagari. Selama pelatihan para peserta diberikan pengetahuan meliputi teori dan praktek tentang mitigasi konflik satwa liar, patroli perlindungan dan pengamanan hutan, monitoring satwa, navigasi darat dan penggunaan camera trap. Pada hari ketiga dilaksanakan simulasi pelaksanaam patroli dan simulasi penanganan konflik antara manusia dan satwa liar. Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, S.TP, M.Sc berharap dengan adanya pelatihan dan pembentukan ini akan terwujud nagari ramah harimau dan dapat menciptakan kondisi masyarakat yang dapat hidup berdampingan dan berbagi ruang dengan satwa khususnya harimau sumatera, serta dapat secara mandiri dalam melakukan penanganan awal konflik harimau sumatera di wilayah nagarinya. Konflik yang tidak terkendali akan menyebabkan kerugian yang luar biasa dari kedua pihak yakni harimau sumatera dan manusia tentunya. Narasumber dan Instruktur dalam kegiatan pembentukan Tim PAGARI ini berasal dari Balai KSDA Sumatera Barat dan Yayasan SINTAS Indonesia. Wali Nagari Pasia Laweh, Zul Arifin menyampaikan ucapan terima kasih dan bangga dengan telah diadakannya pelatihan ini, menginagat di nagari ini beberapa waktu lalu terjadi konflik satwa liar dengan masyarakat, dengan adanya tim ini diharapkan penanganan awal dan respon lebih cepat. Nagari Pasia Laweh siap mendukung aktivitas dari tim ini nantinya. Sementara itu Wali Nagari Panti Selatan, Didi Al Amin menyebutkan bahwa Nagari Panti Selatan yang berada dan berbatasan dengan kawasan hutan memerlukan sebuah tim terlatih untuk melakukan patroli dan penanganan awal konflik satwa. Dan apabila tim ini nantinya sudah dikukuhkan maka pemerintahan nagari siap memberikan dukungan penganggaran. Dalam kesempatan ini Balai KSDA Sumbar bersama Yayasan SINTAS Indonesia dan C.O.P juga menyerahkan peralatan perorangan dan peralatan tim untuk tim PAGARI guna mendukung kegiatan ke depannya. Sumber: Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

BKSDA Papua Lepas Liar 90 Satwa ke Habitat Alaminya

Jayapura, 18 April 2023 – Menuju Road to HKAN 2023, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 90 ekor satwa endemik Papua. Lepas liar berlangsung pada Selasa (18/4/2023), di hutan sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Kepala Resort KSDA Sentani, Edy Sam Lau, menyampaikan jenis-jenis satwa yang dilepasliarkan berupa 69 ekor ular boa tanah papua (Candoia aspera), 12 ekor ular boa pohon (Candoia carinata), 2 ekor ular sanca cokelat (Bothrochillus Albertisi), 1 ekor biawak hijau papua (Varanus Prasinus), dan 6 ekor kadal hutan irian (Hypsilurus sp.). “Satwa-satwa yang dipelasliarkan ini berasal dari penyerahan Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura selama bulan Maret 2023, tetapi pada tanggal yang berbeda-beda,” kata Edy. Sementara itu, dokter hewan dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, Ahnu Miftahul Ulum, menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan sinergi bersama BBKSDA Papua agar lebih solid lagi di masa mendatang. “Terima kasih kepada BBKSDA Papua atas kerja-kerja nyata dalam mengimplementasikan RKT kerja sama dengan BKP Kelas I Jayapura di tahun kedua ini,” ungkap Ahnu. Pada kesempatan yang sama, Pdt. Pepuho Eliezer selaku tokoh masyarakat dari Kampung Asei Kecil menyampaikan hal mendasar terkait pelestarian alam. “Mari kita jaga pohon-pohon di sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop ini, agar satwa yang dilepasliarkan bisa hidup dan berkembang biak dengan baik. Satwa-satwa yang dilepasliarkan sebelumnya sudah hidup baik di sini. Sekarang ada banyak temannya lagi yang datang, jadi kita wajib jaga semuanya agar mereka nyaman di habitatnya,” tutur Pepuho. Di sisi lain, Kepala Bidang Teknis pada BBKSDA Papua, Yulius Palita, menyatakan bahwa dari semua satwa yang dilepasliarkan hari ini, terdapat satu jenis yang dilindungi, yaitu biawak hijau papua. Sedangkan satwa-satwa lainnya termasuk dalam jenis yang tidak dilindungi. “Untuk satwa yang tidak dilindungi sebenarnya bisa dimanfaatkan, tetapi harus melalui mekanisme kuota,” kata Yulius. Lebih lanjut, Yulius mewakili Kapala BBKSDA Papua, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan mendukung kegiatan pelepasliaran satwa ini, antara lain, Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Sarmi, tokoh adat dan tokoh masyarakat Kampung Asei Kecil, juga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan. Yulius juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang sangat baik dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura yang telah menyerahkan semua satwa hasil pengamanan. Ia menjelaskan, bahwa semua satwa telah menjalani proses habituasi di kandang transit Buper Waena, sehingga benar-benar siap kembali ke habitat alaminya.(dd) Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua: 0823 9770 9728
Baca Berita

Belajar Kultur Jaringan, Anggota Desa Binaan Dambu Kahbrai Nyatakan Ketakjuban

Jayapura, 15 April 2023 – Usai mengikuti pelatihan kultur jaringan selama dua hari, Reiner Marhend membeberkan pengalamannya. Ia merupakan salah satu anggota Kelompok Dambu Kahbrai yang merupakan Desa Binaan Balai Besar KSDA (BBKSDA) Papua dan berfokus pada budidaya jenis-jenis anggrek Lembah Moy di Kabupaten Jayapura. Pelatihan tersebut berlangsung di Esha Flora, sebuah perusahaan bioteknologi di Kota Bogor, pada Jumat – Sabtu (14-15/4/2023). Selama pelatihan, Reiner mempraktikkan tahapan-tahapan kultur jaringan, mulai dari sterilisasi, mempersiapkan media, mempersiapkan eksplan (berupa tunas muda, titik tumbuh, buah, dan jaringan anggrek), multiplikasi, sampai aklimatisasi. Sementara jenis anggrek yang digunakan selama praktik adalah anggrek kribo (Dendrobium spectabile) dan anggrek spesies yang tersedia di Esha Flora. "Ini pengalaman pertama yang sangat menyenangkan buat saya. Betapa luar biasanya teknik kultur jaringan, bisa menduplikasi tumbuhan dari berbagai bagiannya menjadi tumbuhan baru. Bagi saya, kultur jaringan sangat menakjibkan. Saya akan coba bawa teknik ini ke kampung," ungkap Reiner. Lebih lanjut, Reiner menyampaikan terima kasih kepada BBKSDA Papua bersama GIZ Forclime yang telah memberikan fasilitas pelatihan kepada kelompok Desa Binaan Dambu Kahbrai. Ia berharap, pengalaman berharga selama pelatihan kultur jaringan dapat bermanfaat bagi para petani anggrek di Lembah Moy, khususnya para anggota Desa Binaan Dambu Kahbrai. Pada kesempatan yang sama, Pendamping Desa Binaan Dambu Kahbrai, Zsa Zsa Fairuztania juga menyampaikan pengalaman sekaligus komitmennya. Zsa Zsa adalah Penyuluh Kehutanan pada BBKSDA Papua, yang telah memberikan dedikasi kepada Kelompok Desa Binaan Dambu Kahbrai sejak tahun 2021 sampai sekarang. Ia menyatakan, bahwa pendamping desa binaan memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengembangkan wawasan para anggotanya. “Pelatihan kultur jaringan ini sangat menyenangkan, dan terutama dapat menambah banyak pengetahuan perihal budidaya anggrek. Harapan saya, khususnya, di masa mendatang para petani anggrek di Lembah Moy tidak perlu lagi masuk ke hutan untuk mengambil anggrek, yang tentunya akan berpengaruh pada ekosistem di sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Dengan menguasai teknik kultur jaringan, kami harapkan para petani anggrek bisa melakukan budidaya anggrek di rumah,” tutur Zsa Zsa. Sementara itu, Kepala BKSDA Papua, A.G. Martana menyatakan bangga terhadap kiprah para generasi muda dalam upaya membuka wawasan dan pengetahuan, termasuk dalam hal bioteknologi modern. “Kami harapkan pelatihan kultur jaringan ini dapat meningkatkan kapasitas pendamping dan anggota kelompok desa binaan, khususnya Dambu Kahbrai. Dengan mempraktikkan teknik kultur jaringan di lingkup Desa Binaan Dambu Kahbrai, semoga dapat meningkatkan kesejateraan para anggora, juga masyarakat di sekitarnya.” Demikian ungkap Martana.(dd) Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua: 0823 9770 9728

Menampilkan 1.041–1.056 dari 11.141 publikasi