Selasa, 2 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Raden Andik : “Jelajah Negeri Kampanye Konservasi”

Kotaagung, 6 Juni 2017. Raden Andik Jaya Prawira yang akrab disapa “Kang Andik” tiba di Kantor Balai Besar TNBBS pukul 16.05 WIB, didampingi oleh petugas lapangan Balai Besar TNBBS dan Komunitas Sepeda santai Kotaagung. Kang Andik sebagai “Duta Lingkungan Perwira Rimba” mengawali perjalanannya bersepeda mengelilingi Indonesia sejak 16 September 2014 dari Banten. “Sebelum saya sampai di Kantor Balai Besar TNBBS Kotaagung, saya melewati kawasan TNBBS dan menikmati kesejukan udaranya, dan mampir dulu di Kubuperahu”, papar Kang Andik pada Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Timbul batubara, M.Si. Pada kesempatan ini, Kepala Balai Besar TNBBS menyampaikan Piagam Penghargaan yang dianugerahkan kepada Kang Andik. “Penghargaan ini diberikan pada Duta Lingkungan Perwira Rimba, atas kegiatan Jelajah Sepeda Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Pada Tanggal 4 Sampai Dengan 6 Juni 2017, Sebagai Rangkaian Perjalanan Bersepeda Keliling Indonesia, Dalam Rangka Kampanye Pelestarian Hutan dan Lingkungan Hidup, Yang Dilaksanakan Mulai September 2014 Sampai Dengan Juni 2017”, tambah Ir. Timbul Batubara yang mengutip isi dari piagam penghargaan yang akan diberikan. Kunjungan Kang Andik di TNBBS, dapat dikatakan sebagai rangkaian penutup, karena merupakan bagian akhir dari rangkaian perjalannya keliling Indonesia dengan bersepeda. “Pengalaman unik dalam perjalanannya lintas pulau keliling Indonesai adalah berhasil singgah di 4 sudut NKRI, yaitu sabang (16 Desember 2016); Merauke (26 Mei 2016); Rote (26 September 2015) dan Miangas”, ujar Kang Andik. “Tugas kita sebagai rimbawan sejati adalah tetap menjaga dan melestarikan hutan kita, walaupun sudah pensiun, yang pensiun adalah jabatan dan tugas, tetapi semangat rimbawan harus tetap dijaga dan dipelihara, dan peduli menjaga kelestarian hutan”, papar Kang Andik dengan mantap. “Dalam keseluruhan perjalanan yang telah ditempuh, Kang Andik tak mau menginap di hotel, dan lebih memilih menginap di rumah alumni SKMA, atau tempat usaha alumni SKMA. Makan dan minum selalu disiapkan oleh alumni di daerah yang dikunjunginya”, jelas Kang Andik pada Humas Balai Besar TNBBS. Akhir dari perjalanan mengelilingi Indonesia, Kang Andik akan menerbitkan sebuah buku kisah perjalanannya dengan judul “Alumni SKMA Dan Rimbawan Ada Dimana – Mana”, yang merupakan bagian dari proyek membangun Museum Perjalanan Andik SKMA 1964 Lintas Pulau Keliling Indonesia di Bandung. Semoga semangat Kang Andik dapat menginspirasi kita Para Rimbawan Muda untuk terus berkarya demi Kelestarian Indonesia dan Kemakmuran Rakyat. Sumber Info : Humas Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Penemuan Bangkai Paus oleh Balai KSDA Jawa Tengah

Cilacap, 6 Juni 2017. Ditemukan bangkai paus yang diperkirakan sudah mati 1 minggu yang lalu kemudian terbawa arus dan terdampar di Pantai Bunton, Desa Bunton, Kecamatan Adipala. Bangkai paus ditemukan oleh warga setempat pada hari Selasa, 6 Juni 2017 sekitar pukul 06.00 WIB, memiliki panjang kurang lebih 20 m dan bobot kurang lebih 1,5 ton. Kondisi Paus tersebut sudah membusuk yang menimbulkan bau menyengat. Identifikasi jenis dilihat dari bentuk dan panjang tubuh diperkirakan adalah jenis Paus Biru (baloenoptera musculus). Agar tidak menimbulkan bau yang menyengat dan mengantisipasi adanya penyakit, bangkai tersebut akan dikubur di sekitar pantai tsb menggunakan alat berat. Penguburan bangkai menunggu kondisi air pasang laut di Pantai Bunton. Sumber Info : Balai KSDA Jawa Tengah
Baca Berita

Pekan Film Nasional dan Kebangsaan SPTN III Matawai Lapau, BTN MATALAWA dalam Upaya Menanamkan Nilai Pancasila

Waingapu, 6 Juni 2017. SPTN III Matawai Lapau, BTN. MATALAWA melakukan kegiatan Pekan Film Nasional dan Kebangsaan pada hari Sabtu 03 Juni 2017 dalam rangka memperingati hari lahir pancasila dan merayakan pekan pancasila Berlokasi di SMAN SATAP Matawai Lapau, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh siswa SMP dan SMA. Mengusung tema "Saya Indonesia, Saya Pancasila" kegiatan ini memberikan pemahaman dalam peningkatan nilai-nilai kebangsaan dan konservasi, melalui presentasi, pemutaran film dan games/kuis. Kegiatan diawali dengan presentasi tentang konservasi oleh fungsional PEH Awaliah Anjani, S.Hut., staf SPTN III. Kemudian oleh fungsional Penyuluh Kehutanan, yang juga merupakan staf resort Tandula Jangga Muhammad Irsyad Fadlan Tahir, S.Hut mengenai dasar-dasar, falsafah, dan nilai-nilai Pancasila. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemutaran film. Film ini bertemakan sejarah pancasila dan nilai-nilai yang dikandung di dalamnya. Harapannya melalui media audio visual ini dapat memudahkan siswa dalam memahami pesan-pesan yang disampaikan dan juga memberikan penyegaran sehingga semangat pancasila bisa ditularkan kepada lingkungan sekitar siswa, baik di rumah maupun di sekolah. Agar acara lebih semarak, diadakan kuis yang berhadiah doorprize bagi para siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan tepat. Kuis ini dapat juga menjadi evaluasi terhadap para siswa dalam memahami pesan-pesan yang telah disampaikan. Dalam kegiatan ini, turut serta hadir Kapolsek Matawai Lapau, Pak Herry. Kepada siswa-siswi yang hadir, beliau memberikan penyampaian mengenai wawasan kebangsaan dan juga aplikasi nilai masing-masing sila Pancasila seperti: nilai Ketuhanan yang Maha Esa, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan sosial, sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. "Siswa kelas X seharusnya menghormati yang kelas XI atau diatasnya. Begitu pula sebaliknya, kelas XII harus menyayangi kelas XI atau dibawahnya." ujar Pak Hery. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan hadiah bagi siswa yang berani tampil dan menjawab pertanyaan dengan baik dengan benar. Semangat pancasila yang diberikan ternyata memberikan antusiasme dan peran aktif para siswa dalam kegiatan ini. Ini terbukti dengan adanya yel-yel demi menularkan virus semangat pancasila. "Saya Indonesia , Saya Pancasila, Kami Bhinneka Tunggal Ika" merupakan yel-yel yang berisi suntikan positif dalam menyemarakkan pekan pancasila ini. Di akhir kegiatan, ditutup dengan foto bersama siswa dan guru SMAN SATAP Matawai Lapau, staf SPTN III dan juga Kapolsek Matawai Lapau. Juga dirangkaikan dengan pemberian majalah dan brosur yang berisi informasi dan pengetahuan tentang taman nasional. Rangkaian acara dalam pekan pancasila ini diharapkan mampu menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila sebagai dasar negara NKRI dalam berperilaku pada kehidupan berbangsa dan bernegara. (red) Sumber Info : Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Sosialisasi Rehabilitasi Lanjutan Orangutan di Desa Penyangga Taman Nasional Betung Kerihun

Kapuas Hulu, 6 Juni 2017. Kegiatan Sosialisasi Rehabilitasi Lanjutan Orangutan ini merupakan kerjasama Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) dengan Sintang Orangutan Center (SOC) guna mempersiapkan dan mengenalkan pada masyarakat tentang kegiatan pelepasliaran Orangutan di Taman Nasional Betung Kerihun. Sosialisasi Rehabilitasi Lanjutan Orangutan putaran pertama dilakukan di Dusun Nanga Hovat pada hari Sabtu, 3 Juni 2017 dan sosialisasi putaran kedua dilakukan pada hari Selasa tanggal 6 Juni 2017 di Dusun Pagung Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. Peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut terdri dari Muspika Kecamatan, Pemerintah Desa, Tokoh Adat dan masyarakat secara umum. Adapun pemateri yang memberikan paparan terdiri dari Kepala Bidang Pengelolaan Wilayah II Kedamin, Kepala Seksi PTN Wilayah III Padua Mendalam, pemateri dari Sintang Orangutan Center (SOC), serta dari Temenggung Dayak Kayaan dan Ketua Adat Dayak Bukat. Maksud dari kegiatan sosialisasi ini adalah menyampaikan beberapa hal pokok dan mendasar yang berkaitan dengan Pengenalan kelembagaan Sintang Orangutan Center, Proses Rehabilitasi Orangutan, Rencana Translokasi dan monitoring dan Rancangan mitigasi konflik terkait rencana pelepasliaran orang utan dimaksud. Dengan tujuan untuk memperoleh persepsi yang sama tentang keseluruhan rencana rehabilitasi lanjutan sekaligus membangun dukungan positif dari masyarakat lokal di sekitar lokasi rehabilitasi lanjutan, sehingga uapaya-upaya mengembalikan populasi dan habitat orang utan di Sub DAS Mendalam tercipta kembali. Pihak Balai BesarTaman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum serta Sintang Orangutan Center bersama-sama mengajak masyarakat turut menjaga pelestarian hutan dan satwa yang ada di Taman Nasional Betung Kerihun, khususnya dalam hal ini adalah Orangutan yang akan dilaksanakan di Sub DAS Mendalam Taman Nasional Betung Kerihun yang direncanakan pada bulan September 2017 secara bertahap, sehingga akhirnya dapat ditargerkan sampai dengan tahun 2018 dapat dilepasliarkan orang utan sebanyak 7-9 ekor. Pihak BBTNBKDS dan SOC juga akan berupaya untuk memberikan solusi nyata melalui program-program pemberdayaan masyarakat seiring dengan berjalannya kegiatan rehabilitasi lanjutan orangutan. Kegiatan Sosialisasi Rehabilitasi Lanjutan Orangutan masih akan dilakukan di Dua Desa yaitu di Desa Tanjung Karang yang direncanakan tanggal 9 Juni 2017 dan di Desa Padua Mendalam yang akan dilakukan pada tanggal 11 Juni 2017. Diharapkan hasil dari kegiatan sosialisasi ini bisa diperoleh dukungan dari masyarakat dalam upaya pelestarian satwa orang utan dan dapat memberikan kelancaran terhadap kegiatan Rehabilitasi Lanjutan Orangutan yang akan dilakukan oleh pihak SOC dan BBTNBKDS Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

LINDUNGI ALAM KITA, LINDUNGI INDONESIA KITA

Jakarta, Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Senin, 5 Juni 2017. Saat ini upaya perlindungan lingkungan dan alam tengah menghadapi berbagai tantangan yang nyata. Hal ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di awal arahannya, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni, di Plaza Gedung Manggala Wanabakti Jakarta (05/06/2017). “Menata hubungan alam dan manusia bukan hanya sekedar pengelolaan sumberdaya alam untuk tujuan profit manusia, apalagi bila profit itu hanya untuk segelintir manusia saja. Lingkungan dan alam kita, membutuhkan perlindungan. Sangat signifikan kebutuhan itu sekarang !”, Siti Nurbaya menegaskan. Tema Hari LH 2017, yaitu ”Connecting People to Nature” atau ”Menyatu dengan Alam”, yang ditetapkan oleh Badan Lingkungan Hidup Dunia, atau United Nations Environment Programme (UNEP), menurut Siti Nurbaya sangatlah tepat, mengingat bahwa lingkungan memiliki arti sangat besar yang mempengaruhi kehidupan manusia, karena alam memiliki fungsi-fungsi antara lain : “Pemilihan tema ini mengajak kita untuk hadir bersama alam, menghargai pentingnya keselarasan antara manusia dengan alam demi kelangsungan hidup penghuni bumi dan keindahan alam, memperlakukan alam secara proporsional, tidak primitif hanya mau mengeruk keuntungan daripadanya saja, tetapi harus dalam perspektif perlindungan lingkungan”, Siti kembali menekankan. Siti Nurbaya juga menyampaikan bahwa, berdasarkan hasil studi pada pertemuan Organisation for Economic Co-operation and Developmen (OECD) di Berlin beberapa waktu lalu, investasi pada usaha ramah lingkungan atasi perubahan iklim, dapat sejalan dengan investasi untuk pertumbuhan ekonomi suatu negara. “Jadi jangan sekali-kali ada upaya “mengelabui” bahwa perlindungan lingkungan akan menghambat investasi. Itu tidak benar sama sekali. Oleh karena itu upaya penerapan, upaya atasi dampak perubahan iklim dengan Paris Agreement 2015 dilaksanakan sejalan dengan UUD 1945 pasal 28 huruf H ayat (1)”, Siti Nurbaya mengingatkan. Berkenaan dengan upaya penataan kawasan, Siti mengarahkan agar dilakukan tata kelola hutan yang sebaik-baiknya, dengan mengembalikan fungsi alam, melalui perlindungan dan pengelolaan, serta tidak mendikotomikan investasi dan lingkungan. Pengembangan pariwisata alam di taman nasional, merupakan salah satu upaya konkrit Pemerintah dalam mendorong lingkungan dan sumberdaya alam untuk menjadi potensi pertumbuhan wilayah. Seiring dengan Program Prioritas Nasional, terdapat 10 destinasi wisata seperti Labuan Bajo, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang. Kesemuanya ini, menurut Siti dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus edukasi publik, dan rehabilitasi kawasan. Peringatan Hari LH Tahun 2017 merupakan momentum penyadaran bahwa manusia dan alam adalah satu. Dengan demikian, alam harus menjaga dari berbagai ancaman dan dikelola dengan prinsip perlindungan. “Lindungi alam kita, Lindungi Indonesia kita. Jaga keanekaragaman hayati dan budaya, yang berarti kita memberi kontribusi menjaga negara dan bangsa ini. Mari berbuat meski sedikit saja bagi Indonesia kita tercinta”, pesan Siti Nurbaya mengakhiri arahannya. Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 0813756 33330
Baca Berita

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BTN Bunaken Tanam 1500 Mangrove

Popareng, 5 Juni 2017. Memperingati hari lingkungan hidup sedunia tanggal 5 Juni 2017, Balai Taman Nasional Bunaken melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya adalah kegiatan bersih sampah di Pulau Bunaken dan Penanaman mangrove di Popareng. Jenis mangrove yang di tanam adalah rhizhopora dan brugueira sebanyak 1500 anakan, ditanam dengan metode sistim berbanjar kemudian di apit bambu untuk penahan ombak, dikarenakan di lokasi tersebut jika angin barat terjadi ombak yang cukup besar, yang dikhawatirkan dapat menyeret anakan mangrove yang di tanam. Beberapa pihak yang terlibat dalam penanaman mangrove ini adalah Balai Taman Nasional Bunaken, Seksi Wilayah II Taman Nasional Bunaken, Resort Popareng, kelompok swadaya masyarakat cahaya tatapaan, kader konservasi dan anggota pos TNI AL di arakan. Diharapkan dengan dilaksanakannya penanaman Mangrove ini, dapat semakin meningkatkan kesadaran untuk melindungi dan melestarikan lingkungan hidup. (M. Hasan Sahri - Polhut pada Seksi SPTN II Taman Nasional Bunaken)
Baca Berita

Identifikasi Tipologi Masyarakat Desa Binaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 5 Juni 2017. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah melaksanakan kegiatan identifikasi tipologi masyarakat desa binaan pada tanggal 16 s.d. 30 Mei 2017, identifikasi dilaksanakan untuk enam desa yang berbatasan langsung dengan kawasan dan merupakan desa binaan TNGGP. Sampai tahun 2017 Balai Besar TNGGP telah menetapkan dua desa binaan di masing-masing Bidang PTN Wilayah, yaitu Desa Cimacan dan Desa Gekbrong (Bidang PTN Wilayah I Cianjur), Desa Cihanyawar dan Desa Ambarjaya (Bidang PTN Wilayah II Sukabumi), serta Desa Pasir Buncir dan Desa Cileungsi (Bidang PTN Wilayah III Bogor). Identifikasi tipologi masyarakat desa binaan ini didasarkan pada ikatan kekerabatan, hamparan wilayah, pola pemukiman, mata pencaharian, perkembangan desa, dan kegiatan desa. Selain itu, hasil dari kegiatan identifikasi tipologi masyarakat desa binaan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan rencana pemberdayaan masyarakat desa yang berbatasan langsung dengan kawasan TNGGP. Kegiatan ini dilaksanakan Penyuluh Kehutanan Balai Besar TNGGP dibantu beberapa petugas dari masing-masing resort dimana desa tersebut berada, juga aparat desa setempat. Sedangkan sasaran identifikasi yaitu masyarakat desa yang diwakili Kelompok Tani Hutan (KTH) yang dibentuk pada tahun 2016. Dalam pelaksanaannya, kegiatan identifikasi tipologi masyarakat desa binaan tidak terlepas dari bimbingan para pakar/ tenaga ahli. Pada kesempatan kali ini, Universitas Padjadjaran (Unpad) yang menjadi pakar/ tenaga ahli untuk kegiatan identifikasi tipologi desa. Kegiatan identifikasi tipologi masyarakat desa binaan dilaksanakan dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) sehingga sasaran dapat ikut berperan aktif dalam proses tersebut. Sasaran identifikasi mengikuti kegiatan dengan penuh antusias, mereka mengemukakan ide/ pendapat, menggali serta memberikan informasi berupa potensi dan masalah, baik itu dilakukan secara lisan, tulisan, maupun gambar/ mapping. Berdasarkan informasi serta data yang telah dikemukakan dan digali sendiri oleh sasaran, mereka juga diarahkan untuk dapat merencanakan sendiri kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam KTH tersebut apa yang akan dikerjakan ke depannya dalam memanfaatkan potensi yang ada untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Sumber Info : Wita Puspita Ningrum - Penyuluh Kehutanan Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Balai TN Kelimutu Gelar Rangkaian Kegiatan Hari Lingkungan Hidup

Ende, 5 Juni 2017. Balai Taman Nasional Kelimutu menggelar kegiatan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup dengan Upacara" HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA" Tahun 2017di kantor Balai Taman Nasional Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur. Upacara dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2017 pukul 08.00 WITA dengan peserta upacara Karyawan/Karyawati Balai Taman Nasional Kelimutu dan perwakilan Masyarakat Mitra Polhut. Selain upacara, Balai Taman Nasional Kelimutu menyerahkan bibit secara simbolik untuk penanaman di Desa Pemo, Saga dan Wolokelo serta melaksanakan kegiatan pelepasan penyu di Pantai Tangga Alam Desa Wolotopo Kecamatan Ndona dimana penyu tersebut didapat dari tetasan telur penyu yang diserahkan masyarakat setempat. Sumber Info : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Merayakan Hari Lingkungan Hidup dengan penanaman mangrove di Taman Nasional Wakatobi

Wangi-wangi, 5 Juni 2017. Taman Nasional Wakatobi memperingati Hari Lingkungan Hidup dengan melaksanakan penanaman mangrove di Pulau Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Kegiatan diikuti oleh Muspika Kabupaten Wakatobi, LSM baik nasional maupun internasional, para kepala Desa, Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan, kader konservasi dan masyarakat wangi-wangi. Kepala Balai dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentingnya menjaga lingkungan atau alam yang telah memberi andil yang sangat besar terhadap kehidupan manusia sehingga kita memperlakukan alam secara proporsional dan tidak primitif hanya mau mengeruk keuntungan daripadanya namun perspektif perlindungan dengan konsep keberlanjutan dan berwawasan lingkungan. Kegiatan ini dilakukan demi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari kerusakan alam yang berakibat kerugian bagi manusia. Hari peringatan ini dipandang sebagai kesempatan bagi semua orang untuk mengambil bagian pada aksi menjaga lingkungan dalam menyuarakan perlindungan terhadap lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan gaya hidup yang ramah lingkungan. Sumber Info : Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

Aksi Bersih Bunaken Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2017

Pulau Bunaken, 5 Juni 2017. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni 2017, Balai Taman Nasional Bunaken melaksanakan kegiatan bersih Bunaken yang dilaksanakan di Pulau Bunaken. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai instansi seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Bunaken, Kelurahan Pulau Bunaken, juga LSM Manengkel Solidaritas, North Sulawesi Water Sport Association (NSWA), MMP, Kader Konservasi, Pramuka Sakawanabakti Provinsi Sulawesi Utara serta masyarakat Pulau Bunaken. Permasalahan sampah di Pulau Bunaken menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan, sampah - sampah tersebut umumnya berasal dari kegiatan pariwisata dimana pengunjung membuang sampah sembarangan baik berupa botol minuman maupun plastik makanan. Disamping itu juga sampah kiriman dari Manado yang terbawa arus sungai dan sampah dari sarana wisata baik di wilayah pesisir maupun di dalam kawasan Taman Nasional yaitu pembuangan limbah rumah rangga dari cottage, hotel, home stay bahkan dari rumah-rumah penduduk. Adanya beberapa sungai yang membelah kota manado yang bermuara di Teluk Manado, penduduk kota Manado yang tidak peduli lingkungan sekitar dengan membuang sampah ke sungai, membuat masalah sampah ini menjadi masalah yang nyata dan sangat mengancam kelangsungan Taman Nasional Bunaken. Kegiatan dimulai dengan Upacara Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pantai Lian Pulau Bunaken dengan Pembina upacara oleh Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Ir. Ari Subiantoro, MP. Kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih sampah sepanjang pantai Bunaken. Walaupun hujan turun cukup deras tidak menyurutkan peserta untuk tetap melaksanakan aksi bersih sampah. Kegiatan di tutup dengan hiburan seni suara dari peserta. Seharusnya dengan dekatnya kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken dengan Kota Manado akan lebih mudah ter"connecting people to nature". Lebih mengenali alam dan lebih memahami ketergantungan manusia pada alam sekitarnya. Sehingga memiliki kesadaran untuk melindungi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Sumber Info : Yuyun Saepul Uyun - PEH Balai TN Bunaken
Baca Berita

Pelatihan Budidaya Tanaman Aren (Arenga Pinnata) Lingkup Staff BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Padua Mendalam, 5 Juni 2017. Pelaksanaan Pelatihan Pembudidayaan Tanaman Aren dilaksanakan selama 1 hari, yaitu pada tanggal 05 Juni 2017 di Kantor Seksi PTN Wil. III Padua Mendalam untuk lingkup internal Staff BBTNBKDS. Pelatihan ini diharapkan menjadi pioneer untuk menyampaikan hasilnya kepada masyarakat yang berada di wilayah penyanggah masing-masing. Peserta pelatihan berjumlah 10 orang terdiri dari Staff dari Bidang PTN Wilayah I Mataso berjumlah 4 orang dan Staff dari Bidang PTN Wilayah II Kedamin berjumlah 6 orang. Pelatihan tersebut dibagi menjadi dua sesi, sesi yang pertama adalah pemberian materi dan sesi kedua adalah praktik. Pada pelatihan ini, Paktik yang dilakukan adalah pencampuran median tanam, pengisian polibang, serta peletakan benih aren yang telah berkecambah kedalam polybag yang berjumlah 1.500 benih. Rencananya setelah siap untuk ditanam bibit tersebut akan di distribusikan ke desa – desa yang berada di sekitar wilayah penyangga TNBK dengan maksud meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama BBTNBKDS degan Sintang Orangutan Centre (SOC), dengan instruktur dan benih kecambah aren yang didatangkan langsung dari Tomohon-Sulawesi Utara. Kedepannya, diharapkan wilayah-wilayah penyanggah TNBK terutama yang termasuk kedalam Bidang PTN Wilayah I Mataso dan Bidang PTN Wilayah II Kedamin dapat di jadikan sentra pemberdayaaan produksi gula aren dan gula semut aren secara tradisional untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal di daerah penyanggah. Aren merupakan jenis tanaman tahunan yang berukuran besar. Pohon aren adalah salah satu jenis dari kelompok tumbuhan palma yang memproduksi buah, nira dan pati atau tepung di dalam batang. Hasil produksi aren ini semuanya dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Hampir Semua bagian pohon aren bermanfaat dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik bagian fisik seperti daun aren dapat di gunakan untuk pembuatan sapu lidi, daun muda untuk membuat ketupat, Pelindung pelepahnya dapat menjadi sapu ijuk, maupun bagian produksinya seperti daging buah aren yang masih muda dapat dikonsumsi atau yang sering disebut sebagai kolang-kaling, pada batang aren juga dapat diambil zat pati/sagunya dan nira aren hasil dari tandan bunga yang telah disadap yang dapat dijadikan gula aren. Adapun gula aren (gula merah batang) itu sendiri terbentuk melalui proses nira yang dimasak sampai mengental kemudian didinginkan. Selain gula aren, nira tersebut juga dapat dijadikan produk ‘gula semut’ yang berasal dari nira yang dimasak hingga membentuk seperti Kristal kecil-kecil. Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

BTN Bantimurung Bulusaraung Ikuti Dialog Kebangsaan : "Menjiwai Pancasila"

Makassar, Senin (5/06/2017) bertempat di Ruang bangun Praja, Gedung Rachmat Witoelar Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E SUMA) segenap instansi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup Sulawesi Selatan (KLHK Sulsel) dengan khidmat mengikuti Dialog Kebangsaan dengan topik “Menjiwai Pancasila”. Dialog ini diinisiasi oleh P3E SUMA dalam rangka revolusi mental dan memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 1945. Tak kurang dari 60 peserta hadir dalam acara yang berlangsung hingga siang ini. unit pelaksana teknis lingkup KLHK Sulsel yang berpartisipasi diantaranya P3E SUMA, BBKSDA Sulsel, BP2LHK Makassar, Balai Pendidikan dan Pelatihan LHK Makassar, BPDASHL Jeneberang-Saddang, BPKH Wil. VII Makassar, BPHP Wil. XV Makassar, BPTH Sulawesi, TN Bantimurung Bulusaraung, Balai PSKL Wil. Sulawesi, Balai PPI dan Karhutlah Wil. Sulawesi, dan SMK Kehutanan Negeri Makassar. Dialog kebangsaan ini mengundang 3 narasumber kompeten diantaranya Letkol ARH Nur Subheki (Kasdim 1408/BS), Dr. Nurhayati Azis, SE, MSi (Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulsel), dan Dra. A. Erna Bachtiar (Kepala Bidang Pengembangan Nilai-Nilai Kebangsaan Pemprop SulSel). Materi yang mengilhami peserta dialog adalah materi yang dibawakan oleh Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) 1408/BS, Letkol ARH Nur Subheki. Beliau dengan apik menyampaikan sejarah, ideologi, hingga penerapan Pancasila secara menyeluruh. “Kita tak boleh meninggalkan sejarah bangsa. Sesuatu berharga karena memiliki sejarah yang berharga, termasuk Pancasila”. Ujar Nur Subehki di sela-sela materinya. Adapun nilai-nilai yang dapat diterapkan dari Pancasila melalui upaya menciptakan kerukunan antar umat beragama, tenggang rasa antar sesama agar tak mudah terprovokasi, selalu memikirkan kepentingan lebih besar sehingga jalan damai ditempuh, mengatasi setiap permasalahan dengan mencari jalan keluar melalui musyawarah dan membudayakan saling bantu dan gotong royong. Kita harus kembali kepada Pancasila. Menjadikan Pancasila sebagai karakter bangsa. Baik tidaknya seseorang tergantung dari penanaman sikap dan karakter. Karakter dibentuk sejak dini melalui pendidikan. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru melainkan keluarga dan lingkungan masyarakat turut andil di dalamnya. Mari kembali ke Pancasila dan selamatkan Bangsa. Sumber Info : Taufiq Ismail – PEH Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Begini Penampakan Sarang Pitta

Sofifi, 5 Juni 2017. Menunggu momen yang terbaik untuk mendapatkan dokumentasi yang bagus memang dibutuhkan kesabaran, apalagi dokumentasi burung endemik. Beruntung momen bersarang dan mengeram burung endemik Maluku Utara di Resort Binagara, Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) terabadikan oleh petugas Resort, yaitu Adriel dan Mahroji pada tanggal 3 Juni 2017. Burung tersebut adalah Pitta maxima. Pitta maxima atau Paok Halmahera merupakan burung endemik Maluku Utara. Memiliki warna bulu dada putih, punggung dan sayap hitam dan sedikit hijau serta perut berwarna merah. Burung dengan ukuran antara 22-28 cm tersebut membangun sarangnya disemak-semak. Jumlah telur biasanya hanya satu butir, berwarna putih dan bercak-bercak coklat. Telur akan menetas sekitar empat minggu. Perilaku burung cantik ini pada saat bersarang adalah mengumpulkan makanan didepan sarangnya yang menjadi bekal pada saat mengeram secara bergantian dengan pasangannya. Makanan utama burung yang habitatnya ditanah ini adalah cacing tanah. Selain Paok Halmahera, petugas Resort juga berhasil mengabadikan sarang penghuni TNAL lainnya, yaitu Piezorhynchus alecto atau Sikatan Kilap. Sarangnya berada di ranting/cabang pohon kecil bahkan di tingkat pancang atau tiang. Memiliki 2 (dua telur) berwarna putih kecoklatan dan berbintik hitam. Informasi bersarangnya Paok Halmahera sudah disampaikan kepada wisatawan mancanegara oleh Mahroji yang juga anggota kelompok pemandu wisata TNAL. Menurut Pak Roji, sapaan Mahroji, wisatawan asing tersebut akan segera datang dengan kelompok pemerhati Pitta maxima lainnya ke Resort Binagara untuk mendokumentasikan momen tersebut. Pak Roji juga diminta menyiapkan tempat penyamaran untuk pengambilan gambar. Adriel menambahkan bahwa lokasi sarang tersebut akan tetap dijaga agar dapat dilakukan pengamatan dan pencatatan data sarang Paok Halmahera. Jika ingin mengabadikan momen langka ini silahkan berkunjung ke Taman Nasional Aketajawe Lolobata sebelum sang telur menetas. Foto oleh : Adriel_BTNAL Oleh : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Polhut TNAL Dalam Bulan Puasa Tetap Melakukan Patroli dan Penjagaan

Sofifi, 5 Juni 2017. Tugas seorang Polisi Kehutanan (Polhut) memang syarat dengan resiko. Berhadapan dengan pembalak liar yang memegang chain saw dan parang atau golok sudah dialami banyak anggota Polhut. Tak terkecuali Polhut Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Kali ini Polhut TNAL akan melakukan penjagaan dilokasi Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di desa Miaf kabupaten Halmahera Timur, provinsi Maluku Utara tepatnya di Blok Lolobata kawasan taman nasional Aketajawe Lolobata. Lokasi PETI tersebut pernah dilakukan operasi gabungan dan berhasil mengeluarkan para penambang liar dari kawasan TNAL. Agar tidak beroperasi kembali maka Kepala Balai TNAL memerintahkan untuk melakukan penjagaan lokasi tambang tersebut walaupun akses menuju lokasi PETI sangat jauh dan susah dijangkau, karena berada ditengah-tengah hutan Halmahera. Dalam apel persiapan penjagaan, Kepala Balai TNAL, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut, MT selaku pemimpin apel memberikan arahan agar penjagaan maupun patroli dilaksanakan secara preventif, jika terdapat tindakan yang terindikasi illegal, langkah penegakan hukum menjadi pilihan terakhir. Beliau juga menghimbau agar keselamatan tim patroli lebih diutamakan. Tim penjagaan terdiri dari Polhut TNAL, personil Dinas Kehutanan Provinsi dan anggota TNI dan POLRI. Kelapa SPTN I Weda yang pernah menjabat sebagai Koordinator Bidang Perlindungan, Raduan, SH juga turut mengikuti apel. Beliau menambahkan agar tim menyiapkan administrasi-administrasi teknis terkait perlindungan atau tindak pidana nantinya. Ketua tim penjagaan, Dikdik Purnama Nugraha menyatakan demi tugas neara, saya rela berpuasa didalam kawasan dan berharap semoga kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Foto oleh : Opan_BTNAL Oleh : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

169 Ekor Tukik Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricate) Kembali Menetas Di TWA Pulau Sangiang

4 Juni 2017. Sebanyak 169 ekor tukik berhasil menetas di sarang alami TWA Pulau Sangiang. Penetasan tukik-tukik tersebut berasal dari seekor penyu sisik (Eretmochelys imbricate) yang mendarat pada tanggal 8 April 2017 di pantai Batu Raden TWA Pulau Sangiang dan bertelur sebanyak 197 butir. Berselang beberapa menit setelah penyu indukan kembali ke laut, petugas Resort Konservasi Wilayah TWA Pulau Sangiang, melakukan pemindahan telur dari sarang alami ke sarang semi alami, yang dilakukan dengan extra hati-hati dengan tidak mengubah posisi awal telur pada sarang alami, hal ini dilakukan untuk menghindari kegagalan menetas. Masa inkubasi telur penyu sisik sampai menetas mencapai 57 hari, maka pada tanggal 4 Juni 2017 telur-telur tersebut menetas dengan tingkat keberhasilan jumlah telur yang menetas mencapai 85,78 %, yaitu 169 butir dari 197 butir. Kondisi tukik-tukik tersebut saat menetas adalah 165 ekor sehat dan 4 ekor dengan kondisi lemas. Berikut tabel masa inkubasi telur penyu sisik (Eretmochelys imbricate) No Jenis penyu Tanggal pendaratan Lokasi pendaratan Jumlah telur Tanggal menetas Prosentase menetas Lamanya menetas Telur Menetas Gagal 1. Penyu Sisik 8 April 2017 Pantai Batu Raden 197 169 28 Tanggal 04 Juni 2017 85,78 % 57 hari
Baca Berita

“GREET VISITORS ” Balai TN Takabonerate

Benteng, 4 Juni 2017. Balai Taman Nasional Taka Bonerate bekerjasama dengan UPBU H. Aroepala Selayar dan Dinas Kepariwisataan Kabupaten Kepulauan Selayar mengadakan pendataan masukan, saran dan kritilk melalui kegiatan “GREET VISITORS / MENYAPA PENGUNJUNG” dalam rangka Pekan Pancasila tahun 2017 dan Perayaan 2 Tahun ditetapkannya Cagar Biosfer Taka Bonerate Kepulauan Selayar serta komitmen meningkatkan infrastruktur dan pelayanan wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 s/d 4 Juni 2017 bertempat di terminal keberangkatan Bandara H. Aroepala Selayar dengan melibatkan unsur Balai Taman Nasional Taka Bonerate, unsur Bandara H. Aroepala dan Dinas Kepariwisataan. Adapun bentuk kegiatan MENYAPA PENGUNJUNG ini dengan mengajukan pertanyaan dan pernyataan berupa kuisioner yang isinya “ dalam rangka apa ke Selayar, sudah berapa kali ke Selayar, tempat mana yang sering dikunjungi di Selayar, pengetahuan pengunjung tentang Cagar Biosfer Taka Bonerate Kepulauan Selayar dan Taman Nasional Taka Bonerate sebagai atoll terbesar ketiga di dunia” dan saran masukan tentang pelayanan wisata dan infrastruktur. Untuk target pengunjung yang diberikan kuisioner ini yaitu pengunjung yang telah berkunjung ke kabupaten Kepulauan Selayar dan bukan warga ber KTP Selayar. Dalam 3 (tiga) hari pelaksanaan, kuisioner yang kami dibagikan sebanyak 15 lembar. Kepala UPBU Bandara H. Aroepala menyampaikan bahwa beliau sangat mendukung dan dari pihak Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan merespon posistif kegiatan ini dimana sebagai wadah menjaring kritik dan masukan dari pengunjung dan pengguna bandara H. aroepela pada khusunya” ujar Irfan, ST Senada dengan Kepala UPBU H. Aroepala, Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Ir. Jusman menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mendengar aspirasi pengunjung/wisatawan yang dating ke Selayar. Sebagai bentuk apresiasi maka kami menyediakan kenang kenangan bagi yang telah berkenan mengisi kuisioner, selain untuk memeriahkan pekan Pancasila dan mengingatkan 2 tahun penetapan Cagar Biosfer Taka Bonerate Kepulauan Selayar” ujar Jusman Sumber Info : Balai TN Takabonerate

Menampilkan 10.529–10.544 dari 11.141 publikasi