Selasa, 2 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Sosialisasi Standar dan Uji Kompetensi Pejabat Fungsional Lingkup UPT KLHK NTB

Mataram 8 Juni 2017. Telah dilaksanakan Kegiatan Sosialisasi Standar dan Uji Kompetensi Pejabat Fungsional POLHUT, Penyuluh Kehutanan dan PEH Lingkup UPT Kementerian LHK Nusa Tenggara Barat pada tanggal 8 Juni 2017. Kegiatan ini dilakukan bersama Kapusrenbang BP2SDM dan dihadiri Kepala Balai KSDA Nusa Tenggara Barat, Balai TN Rinjani, Balai TN Tambora & BPDASHL DMY serta PEH, Polhut & Penyuluh lingkup UPT Kementerian LHK Nusa Tenggara Barat. Sumber Info : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Hari Lingkungan Hidup : Pelepasan 150 ekor Tukik di Taman Nasional Wakatobi

Wangi-wangi, 8 Juni 2017. Taman Nasional Wakatobi melakukan pelepasan tukik hasil penetasan semi alami spesies penyu, pelepasan tukik dilaksanakan bersama-sama Polres Wakatobi, Pemda Wakatobi, Swiss Contact, WWF Indonesia, dan Community Selam Wakatobi. Hadir juga bapak Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi pada kegiatan dimaksud. Pelepasan tukik dilakukan di Pantai Cemara Wangi-Wangi, kegiatan ini dilakukan dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup. Tukik berasal dari penetasan semi alami Taman Nasional Wakatobi, sarang-sarang penyu yang terancam di habitatnya seperti terkena air laut atau sarang yang berada pada lokasi yang rawan pencurian telur diamankan untuk penetasan pada penetasan semi alami SPTN Wilayah III Taman Nasional Wakatobi di Tomia. Harapannya semoga dengan pelepasan kembali tukik ke alam dan disaksikan oleh semua stakeholder di Wakatobi akan saling menjaga kelangsungan biota jenis penyu sebagai bagian dari lingkungan di alam, sehingga terhindar dari kepunahan karena jenis biota ini termasuk yang dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa karena keberadaannya di alam yang semakin berkurang dan terancam. Sumber Info : Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

Penangkapan Pelaku Illegal Logging Oleh Balai TN Bukit Tigapuluh

Indragiri Hulu, 8 Juni 2017. Tim patroli rutin Balai TN Bukit Tigapuluh (TNBT) wilayah kerja Resort Siambul, SPTN Wilayah II Belilas, Riau telah menangkap pelaku illegal logging dengan barang bukti 1 (satu) truk berisikan kayu hasil illegal logging pada Selasa, 6 Juni 2017 tepat pukul 11.30 WIB. Lokasi penangkapan berada di Desa Usul, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Kronologis penangkapan yaitu saat truk dengan nomor polisi (nopol) BH 8468 EU melintas di depan Pos Resort Siambul, Tim langsung melakukan pengejaran sampai dengan Desa Usul. Setelah berhasil dihentikan, petugas melakukan interogasi kepada sopir truk atas nama Iskandar (diketahui adalah masyarakat Desa Rantau Langsat, Kec. Batang Gansal). Dalam truk tersebut bermuatan kayu broti/balok sebanyak 86 keping dengan tidak disertai surat pengangkutan kayu yang sah. Kayu tersebut diduga berasal dari dalam kawasan TNBT di wilayah kerja resort Siambul. Selanjutnya petugas menyerahkan sopir dan truk tersebut ke Polres Indragiri Hulu pada hari Kamis, 8 Juni 2017 dan akan dilakukan olah TKP bersama dengan pihak Polres Indragiri Hulu. Pengembangan kasus ilegal loging ini akan terus dikembangkan sampai ke penadahnya/ cukong kayunya. Sumber Info : Balai TN Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Lagi-Lagi, “Kukang” Satwa Dilidungi Undang-Undang Diserahkan Ke BBKSDA Jabar

Pandeglang, 8 Juni 2017. Sekitar pukul 16.00 WIB, anggota Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar dari Seksi Konservasi Wilayah I Serang, Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah I Bogor BBKSDA Jawa Barat telah menerima penyerahan secara sukarela dari aktivis NGO WWF Carita Kampung Sangiang Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten 1 (satu) individu Kukang (Nycticebus sp.) yang diperkirakan berumur 3 Tahun dengan jenis Kelamin Jantan dalam keadaan sehat, tidak ada cacat pada anggota tubuhnya. Menurut keterangan Sdr. Ridwan (aktivis NGO WWF), satwa tersebut ditemukan di ladang/kebun milik salah seorang warga setempat. Kemudian satwa tersebut diserahkan secara sukarela kepada NGO WWF Carita Kab. Pandeglang Banten, selanjutnya diserahkan kembali kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW I Serang, Bidang KSDA Wilayah I Bogor setelah mengetahui bahwa satwa Kukang (Nycticebus sp.) tersebut termasuk jenis satwa yang dilindungi undang-undang yang tidak boleh dipelihara atau dimiliki tanpa perizinan yang sah. Proses penyerahan ini tidak terlepas dari bantuan rekan-rekan di Taman Nasional Ujung Kulon dan NGO WWF Carita yang peduli dengan konservasi satwa liar. Satwa tersebut langsung di evakuasi ke kantor Bidang KSDA Wilayah I Bogor. Pemeriksaan kesehatan telah dilakukan oleh dokter hewan di kantor NGO WWF Carita Kab. Pandeglang Banten Sumber Info : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Kampanye Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan TN Babul

Camba, 8 Juni 2017. Bertempat di halaman kantor SPTN Wilayah II Camba, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) selenggarakan Kampanye Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kampanye yang berlangsung tanggal 8 Juni 2017 ini mengusung tema “Bersama kita cegah kebakaran hutan dan lahan”. Wilayah SPTN II Camba dipilih menjadi tempat kampanye karena lokasi ini pada pertengahan tahun 2015 silam terjadi kebakaran di Hutan Diklat Unhas yang berbatasan langsung dengan kawasan TN Babul. Tak kurang 120 Ha hutan diklat ini hangus terbakar dalam kurun waktu 3 hari 3 malam. Peserta kampanye berasal dari masyarakat yang berada di daerah penyangga TN Babul, tokoh masyarakat se-Kecamatan Cenrana, Kepala Desa lingkup Resort Camba, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) lingkup SPTN Wil. II, Polsek Camba, Koramil 1422-03 Camba, dan Puskesmas Cenrana. Tak kurang dari 70 peserta hadir memeriahkan kampanye karhutla ini. Kampanye Karhutla ini dibuka langsung oleh Kepala Balai TN Babul. Dalam sambutannya beliau mendukung upaya pengendalian Karhutla dengan membentuk Manggala Agni Non Daops TN Babul. “Air dalam tangki mobil Slip on kalau bisa hanya digunakan untuk menyiram tanaman, bukan menyiram api” tambahnya. Hal itu berarti Kepala Balai TN Babul berharap tak ada lagi kebakaran hutan. Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pencegahan Karhutla, Ir. Sunarno, MP selaku pemateri menyampaikan target Menteri LHK agar tahun ini bisa mengulang prestasi nasional tahun sebelumnya (2016) tidak ada kasus kebakaran hutan dan lahan. “Kita harus berkomitmen penuh melalui tindakan-tindakan nyata di lapangan, salah satunya seperti kampanye yang kita laksanakan ini” tambahnya. Camat Cenrana dan Polsek Camba juga menyampaikan dukungannya dalam mencegah dan mengendalikan karhutla di TN Babul. “Kami siap memback up pengendalian karhutla di TN Babul dari sisi hukum” imbuh AKP Andi Alamsyah, SH, Kapolsek Camba. Api kecil jadi kawan, api besar jadi lawan. Mari turut berkontribusi menjaga hutan kita dengan mencegah terjadinya kebakaran hutan atau pun lahan. Sumber Info : Surapil - Polhut (Kepala Unit Manggala Agni Non Daops TN Babul)
Baca Berita

TN Aketajawe Lolobata Bahas HKAN Bersama PROFAUNA

Sofifi, 8 Juni 2017. Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan salah satu ajang bagi penggiat konservasi seperti Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) untuk berkampanye tentang lingkungan dan mengepakkan sayapnya agar semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya Maluku Utara. Bersama dengan LSM Profauna, TNAL membahas kegiatan HKAN di Cafe Doko kantor Balai TNAL di Sofifi Maluku Utara. Pertemuan dihadiri oleh koordinator Profauna Maluku Utara, Ibu Eka Kaban bersama satu pendamping. Pertemuan tersebut membahas tentang penentuan tanggal pelaksanaan, konsep kegiatan beserta bentuk kerjasama yang dapat dikolaborasikan dengan TNAL. Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai TNAL, Bapak Herdi Dwi Hariyanto memaparkan kesiapan TNAL dalam memberikan dukungan anggaran yang sudah direncanakan dalam DIPA kantor. Sedangkan dari pihak Profauna akan mendatangkan narasumber yang kompeten dibidang lingkungan, salah satunya adalah seorang Biolog dan Direktur P-WEC, Ibu Made Astuti. Hasil dari pertemuan adalah diputuskannya jenis kegiatan yaitu Kemah Konservasi dan Pendidikan Lingkungan yang akan diikuti oleh kader-kader konservasi dari TNAL dan peserta umum dari Profauna. Kegiatan rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 26 s/d 28 Agustus 2017 setelah Festival Taman Nasional di Banyuwangi. Kegiatan tersebut juga sebagai awal dari kegiatan Ekspedisi Lolobata Balai TNAL yang akan dilaksanakan pada bulan September. Kepala Balai TNAL, Bapak Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut.,MT menuturkan bahwa TNAL akan dengan senang hati menerima dukungan dan kerjasama dengan pihak lainnya karena dalam mengelola kawasan konservasi TNAL tidak bisa melaksanakan sendirian. Beliau juga berharap agar kerjasama seperti ini dapat selalu dilaksanakan dan TNAL makin dilirik lembaga-lembaga lainnya. Sumber Info : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Workshop Pemanfaatan Zona Tradisional Taman Nasional Bunaken

Manado, 8 Juni 2017. Workshop Pemanfaatan Zona Tradisional Taman Nasional Bunaken merupakan jembatan dalam menyampaikan pendapat, sikap dan aksi serta duduk bersama dari para pemangku kepentingan untuk berupaya dalam mengatasi pemecahan permasalahan yang terjadi dilapangan, agar mendapatkan persamaan persepsi dan rekomendasi untuk pengelolaan zona tradisional lebih baik kedepan. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan kelompok-kelompok masyarakat di kawasan Taman Nasional Bunaken dilaksanakan di Hotel Aston Manado tanggal 8 Juni 2017. Adapun pemateri dari Direktur Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE-Kemen LHK, Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sulawesi Utara, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Utara Dr. John Tasirin, Kepala Balai TN Bunaken, Kepala BPSPL Makassar dan perwakilan kelompok nelayan yang mengimplementasikan pengelolaan di zona tradisional yaitu cahaya Tatapaan dari Popareng. Saat ini sudah terdapat kelompok swadaya masyarakat (KSM) Cahaya Tatapaan dari Popareng, Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan yang menjadi inovator dalam mengelola zona tradisional dalam bidang perikanan melalui Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP). PAAP akan menjadi bagian kebanggaan kelompok-kelompok masyarakat yang berupaya melestarikan sumber nafkah berdasarkan kearifan lokal. PAAP mengkombinasikan antara area tangkapan ikan dan area tabungan ikan, dimana dengan harapan ikan akan selalu ada jika diberikan preservasi. Hal yang paling utama adalah pengelolaan perikanan, Cahaya Tatapaan telah mencatat ikan tangkapan melalui ukur dan timbang sebagai indikator dari overfishing, adapun melalui pembatasan alat tangkap, waktu menangkap dan pengawasan lapangan yang menjadi kepatuhan segenap warga nelayan dalam menjalankan implementasi kelola perikanan sangat diperlukan manakala overfishing tersebut telah terjadi. Ketergantungan masyarakat pada kawasan Taman Nasional Bunaken sangat tinggi dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Walaupun dalam kawasan TN Bunaken, ruang untuk pemenuhan kebutuhan mereka telah diakomodir dalam zona tradisional (seluas 10.460,69 Ha), akan tetapi terkadang dalam penerapan di lapangan timbul perbedaan persepsi dalam menyikapi aturan yang ada dari masyarakat dan pemangku kepentingan dengan Balai TN Bunaken selaku otorita pengelola. Hal ini terjadi disebabkan karena terbatasnya informasi, komunikasi dan koordinasi diantara pemangku kepentingan yang ada. Sumber Info : Eko Wahyu Handoyo - PEH Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Pelatihan Kopi Kelompok Tani Alam Lestari Binaan BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Putussibau Utara, 7 Juni 2017. Telah diadakan pelatihan kopi untuk Kelompok Tani Alam Lestari di Desa Datah Dian Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat pada tanggal 7 Juni 2017. Hal ini merupakan salah satu langkah progresif Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Penyangga melalui ekonomi hijau. Berangkat dari pengkajian terhadap potensi dan keinginan masyarakat akan program-program pemberdayaan masyarakat yang lebih konkret, dapat diterima dan bermanfaat secara universal maka BBTNBKDS memandang komoditas kopi patut diberi dukungan untuk dikembangkan sebagai salah satu alternatif jawaban dari keinginan masyarakat tersebut, terutama masyarakat yang berada di lingkup Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kedamin. Pelatihan yang diikuti oleh 35 orang anggota Kelompok Tani Alam Lestari ini dibuka oleh Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kedamin Ir. Johnny Lagawurin. Dalam sambutan disampaikan bahwa momen semacam ini merupakan peluang yang harusnya dapat ditangkap dengan baik oleh masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraannya. Tentu saja hal ini tidak dipandang semudah membalikkan telapak tangan karena dalam proses tersebut memerlukan perbaikan-perbaikan dari pola-pola penanaman yang sudah biasa mereka lakukan sebelumnya. Selain itu harapannya hal ini dapat disambut oleh beberapa stakeholder terutama Pemerintah Desa untuk memberikan dukungan finansial dan spiritual dari keterbatasan-keterbatasan dari pihak BBTNBKDS. Dalam sambutannya Camat Putussibau Utara mengapresiasi program yang telah diinisiasi oleh pihak BBTNBKDS sejak 2 tahun yang lalu, harapannya masyarakat dapat menjalankan dengan penuh tanggung jawab program yang telah dimulai ini supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi dengan narasumber pakar dari FORCLIME yang juga telah membina beberapa desa lain dalam budidaya kopi di Kabupaten Kapuas Hulu. Sesi pertama membahas soal pemeliharaan kopi sejak dari pembibitan, pola penanaman, penyediaan lobang tanam hingga penanganan hama dan penyakit. Sementara di sesi ke-dua diisi materi mengenai pengolahan pasca panen, dengan pengolahan yang benar diharapkan kualitas semakin meningkat berbanding lurus dengan rupiah yang layak diterima berdasarkan kerja keras mereka. Pelatihan ditutup dengan peninjauan kebun kopi milik salah seorang anggota kelompok sebagai ilustrasi penerapan teori yang telah disampaikan sebelumnya. Kelompok sangat antusias mengikuti pelatihan ini, dapat dirasakan saat diskusi yang berlangsung seru, baik laki-laki maupun wanita menunjukkan semangat yang sama. Bila menengok sejarah Desa Datah Dian yang didiami oleh Suku Dayak Kayaan Mendalam, kopi merupakan komoditas yang pernah diunggulkan. Kopi diperkenalkan oleh Belanda kepada salah seorang tokoh masyarakat di suku ini yang lambat laun menjadi salah satu konsumsi pokok bagi Suku Dayak Kayaan Mendalam seperti halnya kebiasaan minum teh bagi Bangsa Inggris. Bahkan dalam lingkup yang lebih besar yaitu Kabupaten Kapuas Hulu mayoritas merupakan konsumen dari kopi.(Eks/AL) Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Tukik Penyu Hijau (Chelonia Mydas) Kembali Menetas Di SM Cikepuh

7 Juni 2017. Sebanyak 50 ekor tukik berhasil menetas di sarang semi alami Suaka Margasatwa Cikepuh pada tanggal 07 Juni 2017. Penetasan tukik-tukik tersebut berasal dari seekor Penyu hijau (Chelonia Mydas) yang mendarat pada tanggal 22 Maret 2017 di pantai Citirem SM. Cikepuh yang merupakan wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah II Bogor, Bidang KSDA Wilayah I Bogor BBKSDA Jawa Barat dan bertelur sebanyak 56 butir. Pantai Citirem merupakan salah satu pantai di SM. Cikepuh merupakan pantai yang potensial menjadi pendaratan Penyu hijau untuk bertelur, hal ini dibuktikan dengan seringnya Penyu hijau mendarat disana. Berselang beberapa menit setelah penyu indukan kembali ke laut, petugas Resort Konservasi Wilayah V CIkepuh bersama PAM Swakarsa, melakukan pemindahan telur dari sarang alami ke sarang semi alami, yang dilakukan dengan extra hati-hati dengan tidak mengubah posisi awal telur pada sarang alami, hal ini dilakukan untuk menghindari kegagalan menetas. Masa inkubasi telur penyu hijau biasanya sampai menetas mencapai 60-80 hari, pada hari inkubasi ke-78 hari yaitu pada tanggal 07 Juni 2017 telur-telur tersebut menetas dengan tingkat keberhasilan jumlah telur yang menetas mencapai 89,28 %, yaitu 50 butir dari 56 butir. Kondisi tukik-tukik tersebut saat menetas adalah 50 ekor dalam keadaan sehat, saat ini tukik-tukik tersebut dirawat di kolam pemeliharaan penyu SM Cikepuh sebelum dilepasliarkan. Sumber Info : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Balai KSDA Jateng Menerima Penyerahan Satwa Liar

Salatiga, 7 Juni 2017. Balai KSDA Jawa Tengah pada tanggal 7 Juni 2017 telah menerima penyerahan satwa liar dari Hotel Laras Asri Solotigo berupa Julang emas 2 ekor, Rangkong 1 ekor, Landak 2 ekor, Elang bondol 2 ekor dan Nuri merah 2 ekor. Satwa liar tersebut dititiprawatkan di lembaga konservasi Taman Safari Unit IV (Batang Dolping Center) di Batang sambil menunggu hasil evaluasi kondisi satwa liar tersebut. Sumber Info : Balai KSDA Jawa Tengah
Baca Berita

Safari Ramadhan 1438 H Balai Besar KSDA Sulsel

Palopo, 7 Juni 2017. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) Ir. Doddy Wahyu Karyanto., MM melakukan kunjungan kerja safari Ramadhan 1438 H. Kegiatan ini dirangkaikan dengan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kinerja, Pemutakhiran BMN, serah terima kendaraan operasional Karhut dan rapat penyusunan program kegiatan tahun 2018 di Bidang Wilayah I Palopo pada tanggal 5 sampai dengan 7 Juni 2017. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan pentingnya kekompakan tiap-tiap unit kerja yang berada dalam lingkup BBKSDA Sulsel dalam satu kesatuan untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Rangkaian Rapat dimulai dengan evaluasi Kinerja BBKSDA Sulsel yang materinya disampaikan oleh Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Humas, Dedy Asriady,. S.Si,. MP, yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pemutakhiran BMN oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian Zaenabun,. S.Hut sekaligus penyerahan Kendaraan Patroli Karhutla oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulsel kepada Kepala Bidang Konservasi Wilayah I, Ir. Syamsudin Alitonang dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II, Nur Alam S.Hut. Sebagai penutup adalah rapat pembahasan rencana kegiatan tahun 2018 oleh Kasubag Perencanaan dan Program Diany Marganing,. S.Sos Rombongan Kepala Balai Kemudian bertolak menuju Soroako untuk kunjungan Ke resort Taman Wisata Alam Danau Matano dan Danau Towuti didampingi oleh Kabag TU Amri SH,. M.Hum dan staf lainnya, dalam kunjungan di Danau Towuti Kepala BBKSDA Sulsel dan rombongan juga menyempatkan untuk melakukan pengecekan pondok kerja dan speed boat milik BBKSDA Sulsel yang telah rusak dan akan dihapus dalam registrasi BMN. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai BBKSDA Sulsel dan mempererat silaturahmi seluruh personil sehingga output kinerja juga dapat menjadi lebih maksimal. Sumber Info : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Ada Apa dengan Macaca maura di Karenta?

Makassar, 7 Juni 2017. Berdasarkan laporan peningkatan populasi spesies prioritas TN Babul, terdapat 6 kelompok monyet bahkan lebih di Karaenta. Dari Pantauan tim ini dijumpai 3 kelompok monyet yang sering dijumpai turun ke jalan. Monyet merupakan primata yang hidupnya berkelompok. Dalam satu kelompok, jumlah individu bisa mencapai 30 lebih, meskipun rata-rata hanya 20-an. Macaca Maura atau Moor macaca, monyet hitam Sulawesi atau lebih dikenal dengan nama Dare ini salah satu habitatnya di hutan primer Karaenta. Kawasan ini lebih dikenal masyarakat sebagai Cagar Alam Karaenta, meskipun sudah beralih fungsi menjadi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul). Saat ini Macaca Maura merupakan salah satu spesies prioritas dan dilindungi oleh undang-undang, sera masuk dalam daftar appendix II CITES. Oleh karena itu, spesies ini mendapatkan perlindungan dan pengawasan secara rutin oleh Balai TN Babul. Penyebab mulai turun ke jalan ini belum diketahui seraca pasti. Apakah karena adanya oknum yang sering memberinya makan secara rutin yang menyebabkan kawanan ini menjadi terbiasa. Seperti yang banyak terjadi ditempat lain. Apakah murni pengendara yang lalu lalang?. Karena di sepanjang jalan ini juga ada beberapa titik dijumpai masyarakat lokal berjualan madu dan tuak manis sepanjang hari. Terlepas dari penyebabnya, juga belum ditemukan cara efesien mengembalikan kebiasaan alaminya mencari makan di hutan. Bukan menunggu di pinggir jalan, layaknya peminta-minta. Pihak TN Babul telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah aktivitas memberi makanan satwa ini. “Kami telah memasang rambu, spanduk himbauan, penjagaan dan patroli di sepanjang jalan yang sering dijumpai monyet mengemis. Tak jarang kami menegur dan memperingatkan pengguna jalan yang singgah memberi makan sang monyet” ujar Sidaratul Muntaha, Kepala Resor Pattunuang. “Kami berharap masyarakat turut membantu kami untuk menjaga Macaca maura, monyet endemik Sulawesi dengan tidak memberi makan di jalan dan menjaga habitatnya di hutan karaenta”, kata Kepala Balai TN Babul, Sahdin Zunaidi. Beliau juga menambahkan dengan tidak menebang pohon dan tidak membuang sampah di kawasan ini merupakan salah satu aksi konservasi yang bisa dilakukan masyarakat. Sumber Info : Erista Murpratiwi - Penyuluh Kehutanan Pertama Balai TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Pekan Film Nasional dan Kebangsaan BTN MATALAWA ke SMAN 1 Waingapu dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila

Waingapu, 6 Juni 2017. Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (BTN MATALAWA) memperingati Hari Kelahiran Pancasila yang ke - 72 melalui acara Pekan Film Nasional dan Kebangsaan ke SMAN 1 Waingapu. Acara tersebut dilaksanakan selama sehari pada hari Sabtu 3 Juni 2017 dengan mengusung Tema “ SAYA INDONESIA, SAYA PANCASILA. Maksud dan tujuan dari acara ini adalah untuk menumbuhkembangkan dan membangkitkan kesadaran pelajar dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung pada tiap sila Pancasila. Selain itu tercipta dan meningkatnya kesadaran pelajar akan kekayaan keanekaragaman hayati di Pulau Sumba serta meningkatkan aksi nyata dalam upaya peduli terhadap kelestarian hutan dan lingkungan. Acara ini iikuti oleh 70 siswa siswi dengan didampingi Ibu Ester Wangsir selaku Wakil Kepala SMAN 1 Waingapu. Materi dengan tema “ Pendidikan dan Pengamalan Pancasila “ disampaikan oleh Diecky Arif Rachman, S.Hut (Penyuluh Kehutanan). Materi ini menekankan pada siswa siswi untuk menghayati dan mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari hari, berbangsa dan bernegara sehingga para remaja sebagai generasi muda dapat berkontribusi dalam pembangunan yang berlandaskan Pancasila. Materi berikutnya adalah pengenalan Taman Nasional yang ada di Indonesia dan TN MATALAWA disampaikan oleh Tri Wiyanto, S.Hut (Kepala Subbag Tata Usaha). Materi tersebut menekankan bahwa di Indonesia, khususnya di Pulau Sumba terdapat TN MATALAWA dengan kekayaan keanekargaman hayati (biodiversity) yang sangat esotik dan jarang dijumpai di daerah lainnya. Disampaikan juga mengenai permasalahan dan upaya tindak lanjut untuk mengatasinya. Pada akhir materi, seluruh siswa siswi diharapkan dapat ikut berkontribusi menyebarkan pesan pesan konservasi dan melestarikan lingkungan sekitar termasuk TN MATALAWA sebagai aset bangsa dan kebanggaan masyarakat Sumba - NTT. Sebelum memasuki acara berikutnya berupa pemutaran film nasional dan kebangsaan, film tentang kekayaan dan potensi TN MATALAWA, Pengendalian Kebakaran Hutan di Kawasan TN MATALAWA dan diskusi interaktif, siswa siswi diajak untuk menyanyikan lagu Bangun Pemuda Pemudi. Pada materi diskusi interaktif, siswa siswi tampak antusias dan ingin tahu lebih dekat tentang TN MATALAWA. Hal ini terlihat pada keinginan mereka suatu saat dapat mengunjungi kawasan untuk melihat potensi di dalam kawasan TN MATALAWA. Tidak ketinggalan, tim dari BTN MATALAWA memberikan door prize melalui kuis yang telah dipersiapkan dan pemberian sejumlah buku informasi Taman Nasional MATALAWA. Di penghujung acara dilakukan penanaman Cendana (Santalum album), Jati (Tectona grandis) dan Mahoni (Swietenia machrophyla) di lingkungan sekolah. Dikarenakan keterbatasan waktu, penanaman dilakukan secara simbolik oleh bapak Putu Gede selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Waingapu dan perwakilan BTN MATALAWA. Kedepan, Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sampai disitu dan dapat terus berlanjut. Disisi lain, harapan dari BTN MATALAWA adalah tertanamnya jiwa konservasionis di hati dan pikiran siswa siswi SMAN 1 Waingapu yang peduli dan mencintai alam sekitar termasuk TN MATALAWA, serta dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari hari sebagai wujud pengamalan Pancasila. (red) Sumber Info : Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Penampakan Buaya di Desa Maduretno Oleh Balai KSDA Jawa Tengah

Kebumen, 6 Juni 2017. Kemunculan buaya di Desa Maduretno, Kecamatan Bulupesantren Kebumen pada tanggal 6 Juni 2017 langsung dilakukan pengecekan lapangan oleh personil SKW Cilacap bersama dengan pejabat eselon IV BPH wilayah VII Kebumen (Bpk. Husain) dan 2 (dua) tenaga penyuluh kehutanan. Tim sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Maduretno (Bpk. Sunarto), berdasarkan informasi yang didapat, kemunculan buaya dilihat oleh warga Desa Maduretno mulai hari Minggu, 4 Juni 2017 sekitar pukul 16.00 WIB sehingga menimbulkan keresahan warga sekitar. Dalam pengamatan Tim selama hari Selasa, 6 Juni 2017 di Sungai Kedungbener (anak sungai Luk Ulo) kemunculan sepintas buaya terdeteksi 2 kali. Diperkirakan satwa liar tersebut adalah 1 ekor Buaya Muara dengan panjang kurang lebih 2,5 m. Karena Sungai Kedungbener yang berada jauh dari pemukiman warga, Tim menduga buaya tersebut adalah buaya yang pernah muncul di Desa Candirenggo Kecamatan Ayah pada tahun lalu. Tim melakukan sosialisasi kepada Kepala Desa dan masyarakat setempat tentang status buaya sebagai satwa liar yang dilindungi. Penanganan konflik satwa liar dan manusia, agar sebisa mungkin keselamatan manusia dan satwa liar bisa terjaga. Tim juga memberikan saran kepada Kepala Desa untuk membuat surat laporan terkait dengan kemunculan buaya kepada Balai KSDA Jawa Tengah dan BLH Provinsi Jawa Tengah serta memberikan himbauan kepada Kepala Desa untuk memasang papan larangan agar masyarakat sekitar tidak berada/mendekat di jalur sungai yang menjadi aktifitas buaya untuk meningkatkan kewaspadaan. Sumber Info : Balai KSDA Jawa Tengah
Baca Berita

BBKSDA Jabar Gelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan

Bandung, Senin 5 Juni 2017, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat selengarakan Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan Lingkup BBKSDA Jawa Barat yang bertempat di Hotel Ibis, Bandung. Acara yang secara langsung dibuka oleh Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Ir. Rafles Brotestes Panjaitan) ini diikuti oleh sekitar 40 (empat puluh) orang peserta yang berasal dari Balai Besar KSDA Jawa Barat, aparat kecamatan, Kepolisian, dan TNI. Pada kesempatan tersebut disampaikan beberapa materi berkaitan dengan pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang antara lain disampaikan oleh Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Lahan, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Jawa Barat, Kepala Dinas Kehutanan Prov. Jawa Barat, Kepala BPBD Prov. Jawa Barat, Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Jabar, dan Asisten Teritorial Kodam III Siliwangi. Diharapkan dari kegiatan ini para pihak dapat saling bersinergi sehingga pengendalian kebakaran hutan dan lahan dapat berjalan efektif dan efisien karena sejatinya pengendalian kebakaran hutan tidak dapat dilakukan oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat semata. Sumber Info: BBKSDA Jabar Unduh File: Siaran Pers Pencegahan dan Pengendalian Karhut
Baca Berita

Merawat KSA Pulau Panjang, Sang Penakluk Hantaman Ombak

Sumbawa, 6 Juni 2017. Tim dari Balai KSDA Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdiri dari Kepala Balai, Kepala SKW II Sumbawa, PEH, Polhut serta MMP pada tanggal 6 Juni 2017 sedang melakukan pemantauan vegetasi dan gangguan di KSA Pulau Panjang. KSA Pulau Panjang yang berada di Desa Labuhan Mapin Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa mempunyai luas 1.641,25 Ha dan berjarak lebih kurang 3 km di utara Pulau Sumbawa yang memanjang dari barat ke timur. Hampir 100% dari KSA Pulau Panjang tertutup oleh vegetasi, sekitar 70% diantaranya merupakan vegetasi mangrove, sedang sisanya merupakan vegetasi savana yang memanjang di tengah kawasan. Pada vegetasi mangrove tersebut dapat dijumpai 11 jenis mangrove sejati, 5 jenis mangrove ikutan dan beberapa jenis tumbuhan lainnya. Vegetasi mangrove didominasi oleh jenis Rhizophora sylosa. Sisanya antara lain : Rhizophora apiculata, Avicenia spp, Bruguiera gymnoriza, Sonneretia alba, Pemphis acidula, Osbornia octodonta. Sedangkan jenis mangrove ikutan antara lain jenis waru laut (Thesphesia populnea) dan Clerodendron inerme. Pemantauan vegetasi dilakukan pada beberapa jalur di dalam kawasan. Kondisi lumpur setinggi lutut mendominasi pada sekeliling pulau. Hampir tidak ada perubahan vegetasi baik komposisi maupun struktur vegetasi sejak pemantauan terakhir tahun 2015. Pemantauan juga dilakukan pada tengah pulau yang bervegetasi savana. Dua tahun lalu di lokasi ini telah terjadi perladangan liar. Setelah kasus diselesaikan sampai saat ini tidak lagi dijumpai perladangan liar tersebut. Keberadaan KSA Pulau Panjang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Labuhan Mapin dimana desa tersebut berhadapan langsung dengan Pulau Panjang. Hantaman ombak besar yang bisa mengikis perbatasan desa dengan laut tidak terjadi. Ombak telah dihadang oleh KSA Pulau Panjang. Selain itu keberadaan vegetasi mangrove di Pulau Panjang merupakan tempat berpijah ikan-ikan yang akan dikonsumsi dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat desa. Perubahan status KSA Pulau Panjang menjadi Cagar Alam telah diusulkan oleh BKSDA NTB pada tahun 2015 dan telah dilakukan pembahasan di pusat pada akhir tahun 2016, dan saat ini menunggu terbitnya keputusan dari Kementerian LHK. Kawasan ini direncanakan menjadi pusat penelitian mangrove di NTB mengingat vegetasi mangrove di kawasan ini merupakan perwakilan vegetasi mangrove terlengkap di NTB dan lebih dari 80% jenis mangrove di wilayah Bali Nusra dapat ditemukan disini. Semoga tetap lestari Sumber Info : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat

Menampilkan 10.513–10.528 dari 11.141 publikasi