Sabtu, 30 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Cuti Lebaran, Balai TN Takabonerate Tetap Pantau Keamanan Dalam Kawasan

Selayar, 23 Juni 2017. Balai TN Takabonerate tetap melaksanakan tugas pelayanan, pemantauan dan pengamanan di dalam kawasan TN Takabonerate selama masa cuti bersama Idul Fitri 1438 H (23 Juni s/d 2 Juli 2017). Balai TN Takabonerate menugaskan 1 tim yang didukung 4 orang personil dari Balai Gakkum Makassar. Kegiatan ini dalam rangka kerawanan kawasan TN Takabonerate yang masih cukup tinggi seperti laut yang luas dan open akses. Kegiatan pengamanan ini juga mendapat dukungan stakeholders, termasuk dari seluruh Kepala Desa dalam kawasan TN Takabonerate. Hal ini mulai tumbuh setelah adanya Piagam Latondu yang di tanda tangani oleh Bupati Selayar. Sumber Info : Balai TN Takabonerate
Baca Berita

Release Elang Di Sm Kuala Lupak Kalsel

Banjarmasin (22/6/2017) Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan pada hari kamis tanggal 22 Juni 2017 telah melakukan pelepasliaran 4 ekor Elang Bondol (Haliastur indus) dan 1 ekor Elang Ikan Kepala Abu (Ichthyophaga ichthyaetus). Elang tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat Banjarbaru dan Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong 3 bulan yang lalu setelah petugas Polhut BKSDA Kalsel melakukan kegiatan patroli Tumbuhan dan Satwa Liar. Kelima elang tersebut dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Kuala Lupak, Kabupaten Barito Kuala yang merupakan salah satu habitat Elang Bondol dan Elang Ikan Kepala Abu di Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan dilepasliarkannya satwa ini diharapkan dapat melakukan peranannya di alam, yang memiliki peranan penting dalam penyeimbang ekosistem sebagai burung pemangsa yang berada di puncak rantai makanan.( Lisnaini, PEH BKSDA Kalimantan Selatan)
Baca Berita

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Strategis Nasional yg Tidak dapat Dielakan Jalan Trans Pupua Ruas Wamena - Habema - Kenyam yg melintasi Taman Nasional Lorentz.

Jakarta, 21 juni 2017. Bertempat di ruang rapat Direktur Jenderal KSDAE dilaksanakan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama antara Direktur Jenderal KSDAE kementerian LHK dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dalam rangka pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan pada pembangunan jalan trans papua, ruas Wamena - habema - kenyam yang melintasi taman nasional lorentz. Ruas jalan wamena - habema - kenyam merupakan salah satu segmen jalan dalam pembangunan jalan trans papua dimana pembangunan jalan trans papua merupakan salah satu program prioritas nasional dalam membuka keterisolasian wilayah di pulau Papua yang selama ini belum terjangkau akses transportasi darat. Melalui pembangunan jalan tersebut diharapkan akan tercipta konektivitas wilayah dan dapat menekan tingkat kemahalan harga di pelosok papua yang selama ini tergantung pada transportasi udara. Pada 10 mei 2017, pembangunan ruas jalan wamena - habema - kenyam ditinjau langsung oleh Bapak Presiden RI Joko Widodo dan rombongan dan bahkan mencoba tantangan ruas jalan yang memiliki ketinggian di atas 3000an meter dpl dengan mengendarai motor trail. Presiden Joko Widodo bahkan mengakui kesulitan medan di pegunungan papua. Ruas jalan Wamena - Habema - Kenyam yang terdapat di kabupaten Nduga dan kabupaten Jayawijaya, propinsi Papua melintasi kawasan Taman Nasional Lorentz sepanjang 189,4 km. Taman Nasional Lorentz (TN Lorentz) sendiri merupakan kawasan pelestarian alam dengan ragam ekosistem terlengkap dari ekosistem perairan laut hingga pegunungan alpin yang diselimuti lapisan salju. Bahkan taman nasional lorentz juga dikenal sebagai World heritage site dan Asean Heritage Parks karena kekayaan alam hayati dan ekosistemnya. Pembangunan jalan trans papua yang melintasi ekosistem pegunungan dan hutan dataran rendah taman nasional lorentz telah membuka beberapa ekosistem penting. Guna mengurangi dampak pembangunan jalan terhadap kelestarian kekayaan alam hayati dan ekosistem tn lorentz, maka pembangunannya dilakukan melalui ijin Menteri Kehutanan Nomor S. 258/Menhut-IV/2012 tanggal 11 juni 2012 yang dilanjutkan dengan mekanisme kerja sama. Perjanjian kerjasama antara Direktur Jenderal KSDAE Bapak Ir. Wiratno, M.Sc. dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Dr. Ir. Arie Setiadi Moerwanto, M.Sc. merupakan salah satu upaya dalam meminimalisir setiap dampak pembangunan terhadp kelestarian taman nasional Lorentz dan terlaksananya program pembangunan prioritas nasional sesuai dengan kaidah konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem. Sebagai penjabaran dari perjanjian kerjasama tersebut, ditandatangani pula rencana pelaksanaan program kerjasama tahun 2017 - 2026 dan rencana kerjasama tahun 2017 antara kepala balai TN Lorentz A.G. Martana, S.Hut., M.H. dengan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Jayapura Ir. Osman Harianto, M.MT. melalui kegiatan-kegiatan di wilayah kerja sama (21/07/2017). (Ibnu Arm) Foto oleh : @fredy Parabang Sumber Info: BTN Lorentz
Baca Berita

Tata Blok Pengelolaan Kawasan Konservasi Wilayah III Soreang BBKSDA Jabar

Bandung, 22 Juni 2017. BBKSDA Jawa Barat (Jabar) mengadakan “Konsultasi Publik Pembahasan Blok Pengelolaan Kawasan Konservasi : CA. Gunung Tilu, CA. Tjigenteng Tjipanji, CA. Patengan, TWA. Cimanggu” yang berada dibawah pemangkuan Seksi Konservasi Wilayah III Soreang, Bidang KSDA Wilayah II Soreang. Acara ini bertempat di Hotel Sutan Raja Soreang Kab. Bandung yang dihadiri oleh Bappeda Cianjur, Bappeda Garut, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung, Kecamatan Pasirjambu, Kecamatan Rancabali, Kecamatan Pangalengan, Aspinal Foundation, CV. Amanah 19, CV. Bina Wana Lestari, KBM Perhutani, PT. Cakra Dewata, Kepala Desa sekitar kawasan konservasi. Acara dibuka oleh Kepala Balai Besar KSDA Jabar dengan narasumber dari BBKSDA Jabar dan Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam Subdit Pemolaan. Dengan tersusunnya dokumen Penataan Blok pada Kawasan Konservasi tersebut, diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan kawasan konservasi sesuai fungsi dan peruntukannya, guna terwujudnya pengelolaan kawasan konservasi yang efektif dan efisien sesuai dengan peraturan perundangan. Sumber Info : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Apel Siaga Pengamanan dan Pelayanan Pengunjung TN Way Kambas

Labuhan Ratu, 22 Juni 2017. Kepala Balai TN Way Kambas Bapak Subakir, SH, MH, pagi ini sekira pukul 09.00 WIB memimpin apel siaga persiapan Pengamanan dan Pelayanan Pengunjung TN Way Kambas dalam rangka libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H / tahun 2017. Di pelataran jalan Gerbang Plang Ijo yang merupakan pintu masuk kawasan TN Way Kambas, peserta apel siaga mendapat arahan dari Kepala Balai. Setiap libur hari Raya Idul Fitri dapat dipastikan akan adanya lonjakan pengunjung ke Taman Nasional Way Kambas, khususnya PLG (Pusat Latihan Gajah). Untuk itu sebagai pengelola kita harus berupaya menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung sebaik-baiknya. Juga karena masih dalam masa libur cuti bersama tetapi tetap harus menjalankan tugas, dimohon agar tumbuh rasa tanggung jawab maka kita harus meyakini bahwa tugas ini adalah juga merupakan ibadah. Demikian beberapa pesan penting dari arahan Kepala Balai TNWK, Subakir, SH, MH. Kegiatan Pengamanan dan Pelayanan Pengunjung libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H tahun 2017 kali ini, akan dimulai pada hari Raya Ied ke-2 tanggal 26 Juni 2017 sampai dengan 30 Juni 2017. Kegiatan ini melibatkan Pegawai Negeri Sipil lingkup Balai TN Way Kambas dan Polisi Kehutanan 60 orang, Masyarakat Mitra Polhut 58 orang, Pramuka Saka Wanabakti 25 orang, jumlah 143 orang. Juga mendapat dukungan dari instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur antara lain, Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan TNI, serta masyarakat sekitar kawasan TN Way Kambas. Semoga kegiatan dapat terlaksana dengan baik, pengunjung merasa nyaman, aman dan senang. Ayo ke Taman Nasional Way Kambas. Sumber: BTN Way Kambas
Baca Berita

Jagawana Tesso Nilo Grebek Penambangan Ilegal

Pangkala Kerinci (20/06/2017). Tim Patroli Polisi Hutan (jagawana) bersama dengan TNI Polri melakukan penggerebegan lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Air Sawan TN Tesonillo, sekitar 2,5 Jam atau sekitar 5-6 KM dari Pos Jaga Lancang Kuning SPTN Wil I Tesso Nilo. Dari lokasi diamankan rakit, mesin dompeng, alat-alat penambangan dan 1 unit sepeda motor pelaku. Sayang pelaku berhasil kabur dengan berenan menyeberangi sungai dan bersembungi disemak-semak, sampai dengan satu jam tim mengejar pelaku tetapi tim kehilangan jejak Tim Patroli kemudian mendokumentasikan barang bukti kemudian memusnahkanyan dengan dibakar. Di TKP juga ditemuakan beberapa barang bukti satu buah tas milik pelaku. samapai dengan saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Sumber : TN Tesso Nilo
Baca Berita

Bukannya THR Yang Diperoleh, Malah Satwa Liar Yang Didapat

Bandung – Diakhir bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri, alih-alih mendapat THR, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan Satwa Liar Balai Besar KSDA Jabar pada hari Rabu tgl 21 juni 2017 malahan menerima penyerahan sukarela satwa liar, antara lain: 1 (satu) ekor Buaya muara (Crocodylus porosus) jenis kelamin jantan, usia sekitar 3 tahun, panjang 1,2 m serta dlm kondisi sakit, ada luka disekitar pinggang. Penyerahan sukarela ini, diawali adanya informasi dari masyarakat tentang kepemilikan Buaya muara (Crocodylus porosus), yang diterima pada hari Selasa sore tgl 20 juni 2017 sekitar jam 17.30 WIB, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW IV Purwakarta. Informasi ini ditindaklanjuti dengan melakukan pulbaket dan pendekatan secara persuasif. Akhirnya satwa tersebut diserahkan secara sukarela oleh yang bersangkutan dan saat ini dititipkan di penangkaran Buaya di Blanakan Subang yang dikelola oleh Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat Banten. Di hari yang bersamaan Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW II Bogor, telah melakukan penertiban dan menerima penyerahan sukarela koleksi satwa PT. Kidang Gesit Perkasa di Cikidang, Sukabumi, dimana perusahaan tersebut baru mendapatkan persetujuan prinsip pembangunan lembaga konservasi dalam bentuk taman satwa yang berakhir 27 Februari 2017, namun sampai kurun waktu tersebut pemegang izin belum dapat memenuhi kewajibannya sehingga Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW II Bogor mengambil langkah penertiban terhadap koleksi satwanya, yaitu : Satwa-satwa tersebut saat ini dititip rawat di Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor Sementara itu Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL BBKSDA Jawa Barat menerima penyerahan secara sukarela 1 (satu) ekor satwa tidak dilindungi jenis Ular Sanca (Phyton sp) dari masyarakat an. Sdr. Endih Taryudin dengan alamat Kp. Sekepeuer, RT 03/RW 03, Ujung Berung, Kota Bandung. Berdasarkan informasi dari yang bersangkutan bahwa Satwa tersebut ditemukan di sekitar kebun rumahnya pada hari Senin tanggal 19 Juni 2017. Setelah itu, satwa tersebut dirawat dan selanjutnya diserahkan ke BBKSDA Jabar. Saat ini, satwa tersebut berada di kandang transit kantor BBKSDA Jabar. Di tempat terpisah Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW V Garut, menerima penyerahan sukarela 1 (satu) ekor Kukang (Nyticebus sp) dari masyarakat an. Sdr. Gugun Gunawan yang beralamat di jalan Guntur Kampung Al-Ikhlas Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota Kota. Garut. Sumber Info: BBKSDA Jawa Barat
Baca Berita

Pelantikan 9 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama KLHK

Jakarta, Jum’at, 16 Juni 2017. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melantik 9 Pejabat Eselon II Lingkup Kementerian LHK diantaranya: 1. Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc., sebagai Kepala Biro Perencanaan (Setjen KLHK), mutasi dari jabatan sebelumnya, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (Badan Litbang dan Inovasi). 2. Ir. Erna Rosdiana, M.Si., sebagai Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial (Ditjen PSKL), mutasi dari jabatan sebelumnya, Direktur Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL). 3. Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc., sebagai Direktur Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL), promosi dari jabatan sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Bina Komunitas Kawasan Industri dan Pemukiman pada Direktorat Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL). 4. Ir. Istanto, M.Sc., sebagai Direktur Usaha Hutan Produksi (Ditjen PHPL), mutasi dari jabatan sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan (Ditjen Gakkum LHK). 5. Drh. Indra Exploitasia, sebagai Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan (Ditjen Gakkum LHK), mutasi dari jabatan sebelumnya, Kepala Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan (Setjen KLHK). 6. Ir. Gatot Soebiantoro, M.Sc., sebagai Kepala Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan (Setjen KLHK), mutasi dari jabatan sebelumnya, Direktur Usaha Hutan Produksi (Ditjen PHPL). 7. Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Sc., sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (Badan Litbang dan Inovasi), promosi dari jabatan sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Perencanaan Adaptasi pada Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim (Ditjen PPI). 8. Ir. Agus Wahyudiyono, sebagai Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, promosi dari jabatan sebelumnya, Kepala Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah I (Ditjen PDAS HL). 9. Ir. Timbul Batubara, M.Si., sebagai Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua (Ditjen KSDAE), mutasi dari jabatan sebelumnya, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Dalam sambutannya, Menteri LHK, Siti Nurbaya, menyampaikan bahwa “ Pimpinan Tinggi Pratama adalah fungsi pendukung pelaksanaan tugas Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) dan Menteri LHK, disamping berperan untuk mengarahkan dan menggerakkan pejabat Administrator (Eselon III) dan Pengawas (Eselon IV), secara keseluruhan untuk mencapai sasaran/target organisasi melalui Satuan Kerjanya. ”. Menteri Siti berpesan dalam tugas dan jabatan Saudara yang baru , yaitu bangun rasa kebersamaan, ciptakan soliditas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Bangun kerjasama dan pola kerja yang baik dengan pejabat eselon I, koordinasi dengan sesama eselon II, serta berikan bimbingan dan arahan kepada eselon III, IV dan staf.
Baca Berita

TNAL Membuat Desain Sarpras Wisata Alam

Sofifi, 20 Juni 2017. Meneruskan rangkaian pembuatan dokumen perencanaan pengelolaan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), mulai dari dokumen Zonasi, RPJP, Desain Tapak sampai dokumen Master Plan dan Site Plan Wisata Alam, kali ini Balai TNAL akan melaksanakan pembuatan dokumen DED (Detail Engineering Design) yang sempat tertunda pada tahun 2016 lalu. Bersama dua tenaga ahli bidang desain bangunan dari Yogyakarta, tiga petugas Balai TNAL diperintahkan Kepala Balai untuk mendampingi survey terkait penyusunan dokumen DED. Hari pertama tanggal 17 Juni 2017 survey dilaksanakan di Resort Binagara, desa Ake Jawi, Halmahera Timur. Tim pelaksana berhasil memetakan dan mendokumentasikan titik-titik letak bangunan yang telah dicantumkan di dokumen Site Plan Wisata Alam Balai TNAL. Terdapat sedikit perubahan di area bumi perkemahan. Hal ini dikarenakan terdapat perubahan penetapan batas kawasan TNAL. Hasil lainnya adalah beberapa ide rancangan bangunan yang disampaikan oleh tenaga ahli selama survey yang tidak pernah terbayang oleh petugas lapangan, misalnya bangunan stasiun penelitian Bidadari yang awalnya hanya sebagai bangunan biasa dilahan datar menjadi bangunan yang rencananya akan dibangun menggantung diatas pohon-pohon. Hari ke-2 survey dilaksanakan di Resort Tayawi desa Koli, Kota Tidore Kepulauan. Sempat ragu melaksanakan survey karena terdapat kabar bahwa terjadi banjir di desa tersebut, tetapi tim pelaksana tetap mencoba melaksanakan kegiatannya. Tantangan yang dihadapi setelah tim datang di Resort Tayawi adalah menyeberangi sungai yang satu hari sebelumnya terjadi banjir. Hasil dari survei lokasi tata letak sarana wisata sama dengan hasil Resort Binagara, karena batas kawasan TNAL telah bergeser sesuai dengan SK penetapan kawasan TNAL Blok Aketajawe. “Kawasan TNAL sangat bagus dan alami, sayang jika satu bangunan hanya didesain yang biasa-biasa, sebaiknya satu bangunan dapat dibuat beberapa wahana”, ujar Mas Nunu, tenaga ahli yang dikontrak jasanya oleh TNAL. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata videograper: M. Sofyan
Baca Berita

Ekspedisi Lolobata, Kepala Balai “Find The Hidden Treasure”

Sofifi, 20 Juni 2017. Tahun 2017 merupakan tahun yang super sibuk bagi Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Pasalnya dalam perencanaan 2017 terdapat beberapa kegiatan besar yang menyita waktu para pegawainya. Mulai dari kegiatan rutin fungsional, empat kegiatan pameran tingkat nasional, kemah konservasi, ekspedisi goa, ekspedisi lolobata dan pengadaan pembangunan Suaka Burung Paruh Bengkok. Berkaca dari kegiatan Ekspedisi Lolobata tahun lalu yang dianggap masih kurang berhasil karena baru pertama kali dilaksanakan, maka tahun ini Balai TNAL kembali melaksanakan kegiatan Ekspedisi Lolobata dengan tema “Find The Hidden Treasure”. Kegiatan ini akan melibatkan banyak komponen, mulai dari peneliti sampai para profesional dibidangnya. Rencananya juga dibuka untuk umum, tetapi dengan biaya pribadi. “Jangan sampai kita keduluan sama orang luar dalam menemukan jenis-jenis keanekaragaman hayati yang baru, karena beberapa jenis yang baru dalam kawasan sudah ditemukan dan ditulis oleh orang lain”, tegas Kepala Balai TNAL, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut., MT. Beliau juga mengusulkan tema Find The Hidden Treasure dalam kegiatan Ekspedisi Lolobata tahun 2017. Salah satu volunteer atau relawan yang diundang TNAL dan bersedia hadir adalah Bapak Harley Bayu Sastha. Beliau adalah seorang petualang yang suka menulis tentang cerita petualangannya dan telah menjadi pembicara tetap bagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam acara-acara konservasi dan promosi. Jika ingin bergabung dalam Ekspedisi Lolobata tahun 2017 yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 9-23 September 2017, silahkan menghubungi media sosial Balai TNAL yang tercantum pada brosur. AYO KE TAMAN NASIONAL AKETAJAWE LOLOBATA. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Ratusan Reptil diamankan Dari Kapal KM Dobonsolo

Jakarta (20/06/2017). BKSDA DKI Jakarta mengamankan ratusan reptil serahan dari Polres Tanjung Priok (KP3 Tanjung Priok, hasil sitaan dari penumpang Kapal KM Dobonsolo rute Papua-Tanjung Priok. Reptil tersebut terdiri dari: Ular mono tanah : 89 ekor; Ular mono pohon: 96 ekor;Ular patola: 5 ekor;Ular gold albert: 4 ekor;Ular condro phyton: 20 ekor;Ular pensil: 11 ekor; Ular egle/derik: 9 ekor; Kadal duri: 34 ekor (1 mati); Kadal panama sulawesi: 9 ekor; Kadal hijau prasinus: 1 ekor; Biawak papua: 2 ekor. Reptil tersebut sementara dititipkan di taman reptil LK Taman Mini Indonesia Indah, dikarenakan kandang reptil di PPS tegal alur penuh. Pelaku saat ini masih dalam proses penyelidikan polisi.
Baca Berita

BTN Tambora Gelar Konsultasi Publik Masterplan Pengembangan Pariwisata Alam

Mataram, 20 Juni 2017. Balai Taman Nasional Tambora menyelenggarakan Konsultasi Publik Rancangan Masterplan Pengembangan Pariwisata Alam di Hotel Lombok Raya Mataram pada tanggal 20 Juni 2017. Penyusunan Masterplan ini melibatkan beberapa pihak terkait antara lain perguruan tinggi, Organisasi Perangkat Daerah Propinsi dan Tim Balai Taman Nasional Tambora. Kegiatan ini dihadiri Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus KemenkoPMK dan perwakilan dari Kemenko Kemaritiman, instansi terkait di wilayah Propinsi NTB termasuk perwakilan Kepala Desa Lingkar Tambora. Budhy Kurniawan Kepala Balai Taman Nasional Tambora pada kesempatan konsultasi publik tersebut memaparkan potret kawasan Taman Nasional Tambora, arah pengembangannya serta terobosan kebijakan yang akan dilakukan dalam mengakselerasi pengembangan Taman Nasional Tambora. Pengembangan Taman Nasional Tambora ke depan akan berbasiskan jalur pendakian sehingga penataan sarana prasarana pengelolaan akan difokuskan pada jalur pendakian yaitu Doro Ncanga, Doropeti, Pancasila, Kawindato’I dan Piong sesuai karakteristik jalur yang ada. Upaya tersebut dalam rangka memberikan kenyaman bagi pengunjung dalam melakukan aktivitas wisata. Selain penataan sarana wisata pada jalur pendakian, Budhy pada kesempatan tersebut juga akan melakukan penataan wisata di Sungai Oimarai dengan menyediakan wahana canopy trail, selfi poin, fasilitas river tubing dan lain-lain. Penataan tersebut akan diawali dengan pembagian zona pemanfaatan menjadi ruang publik dan ruang usaha melalui penyusunan Desain Tapak Pariwisata Alam Taman Nasional Tambora. Pendekatan Pengelolaan TN Tambora “The Sound From Caldera’ Sumber Info : Bagian Tata Usaha Balai TN. Tambora
Baca Berita

Dengan Bimtek , PEH BBTN Gunung Gede Pangrango Tingkatkan Pengetahuan dan Kinerja

Cibodas (20/6/2017). Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Acara di buka oleh Kepala Balai Besar TN Gede Pangrango yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Ir. Yusak Mangetan, M.AB) yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber. Materi pertama di sampaikan oleh Ali Mulyanto, S.Hut., M.S. (Koordinator PEH BBTNGGP) dengan judul “Satwa Prioritas Tahun 2017 BBTNGGP”, kedua oleh Ibu Desy Satya Chandradewi, S.P., M.P. (Kepala Seksi Pengawetan In Situ Direktorat KKH) dengan judul “Kebijakan Peningkatan Populasi Spesies Priotitas Nasional”, dan materi ketiga oleh Bapak Dr. Ir. Jarwadi Budi Hernowo, M.Sc.F. (Sekretaris Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB) dengan judul “Monitoring dan Evaluasi Elang Jawa, Owa Jawa dan Macan Tutul di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango” dengan Moderator Johanes Wiharisno, S.Hut. M.P. (Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan BBTNGGP). Semoga dengan atau telah diselenggarakannya Bimtek para Pejabat Fungsional PEH lingkup BBTNGGP dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kinerja PEH dalam melaksanakan tugasnya serta dapat menjadi diri pribadi yang lebih baik. “Pengetahuan adalah kekuatan, lakukan dengan tindakan untuk hasil yang didapatkan” Tetap Semangat, Jaya Rimbawan Sumber Info : Randi – Staf Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan dan Kehumasan BBTN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Sosialisasi Masterplan Pembinaan Daerah Penyangga CA Bantar Bolang Desa

Semarang (20/6/2017). BKSDA Jawa Tengah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan internalisasi Masterplan Rencana Pembinaan Daerah Penyangga CA Bantar Bolang Desa Kebongede Kec. Bantarbolang Kab. Pemalang ; Di BKSDA Jateng saat ini ada 3 Desa binaan intensif yg merupakan daerah penyangga Cagar Alam yakni di Adipala Cilacap, Celering Jepara dan yang terdapat di Pemalang. Mulai tahun 2014 BKSDA Jateng telah membentuk KTH Wanatani Makmur yang beranggotakan masyarakat yg tinggal dan berbatasan dengan CA Bantarbolang. Masterplan tersebut merupakan hasil dari serangkaian FGD yg merupakan penggalian dari keinginan dan potensi yg ada di desa tersebut Diharapkan Masterplan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan konsisten ekonomi masyarakat meningkat seiring juga kesadaranya meningkat untuk ikut melestarikan CA Bantar Bolan, sehingga tujuan melestarikan CA Bantarbolang tercapai. Master Plan disusun sudah mengakompdasi 3 pilar utama pelestarian KK yakni Masyarakat dg adat setempat, tokoh agama/alim ulama yg sangat berpengaruh dan pemerintah daerah/desa Kebungede. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan mengenai Fatwa MUI No 04 th 2014 tentang Pelestarian Satwa Langka untuk menjaga Ekosistem.
Baca Berita

Rapat Kegiatan, Pokja Database “Kami Menyebutnya Totalitas”

Sofifi, 20 Juni 2017. Tidak hanya kali ini, rapat informal tentang pengelolaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) sudah sangat sering dilaksanakan. Pelaksanaannya bisaanya dilaksanakan diluar kantor Balai TNAL seperti di cafe-cafe. Kali ini pertemuan dilaksanakan di dua tempat, tempat pertama di gedung Pusat Informasi dan dilanjutkan ke cafe desa Galala. Pertemuan ini membahas tentang beberapa hal, antara lain pembuatan dokumen DED (Detail Engineering Design) yang sekaligus mencakup dokumen studi kelayakan/FS (Feasibility Study) dan Festival Taman Nasional di Bayuwangi. Pertemuan yang dihadiri oleh tenaga ahli dari Yogyakarta, koordinator fungsional dan beberapa kelompok kerja (Pokja) salah satunya adalah Pokja Database. Pembahasan pertama menyangkut pembuatan dokumen DED yang merupakan kelanjutan dari dokumen Site Plan Wisata Alam yang telah disahkan pada tahun 2015 lalu. Seperti biasa, metode pertemuan diawali dengan penyampaian impian-impian oleh semua peserta yang akan didengarkan dan dicatat oleh tenaga ahli. “Mohon disampaikan semua impian, usulan dan keterangan lain terkait wisata di TNAL dengan catatan jangan terpaku dan dibatasi oleh anggaran agar impian pengelolaan TNAL menjadi optimal”, menurut arahan Kepala Balai, Sadtata Noor Adirahmantha, S.Hut., MT. Beliau juga menyampaikan kepada kedua tenaga ahli agar mendengarkan dan mencatat semua impian dan usulan dari teman-teman pegawai TNAL. Pertemuan yang dilaksanakan pada malam hari tanggal 16 Juni 2017 ini menghasilkan banyak masukan dan keputusan mengenai dokumen dan keikutsertaan TNAL dalam acara Festival TN di Banyuwangi, yaitu keesokan harinya akan dilaksanakan survey lapangan terkait pembuatan dokumen DED dan konsep desain booth dan lomba film di Festival TN. Acara pertemuan kemudian dilanjutkan ke cafe. Salah satu anggota Pokja Database menyatakan bahwa, “Pertemuan seperti ini, walaupun diluar jam kerja, walaupun menyita tenaga, kami tetap laksanakan dan kami menyebutnya ‘Totalitas’”. Bagaimana hasil dokumen DED dan desain booth TNAL di Festival TN? Kita tunggu di Festival TN di Banyuwangi. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Balai Besar TNBKDS Gandeng 16 Calon Mitra Kerjasama Guna Penyusunan RPP Dan RKT

Putussibau, 20 Juni 2017. Guna penguatan fungsi Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum melaksanakan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) dengan 16 calon mitra kerjasama. Penyusunan RPP dan RKT ini merupakan tindak lanjut dari surat dari Direktur Jenderal KSDAE Nomor : S.293/KSDAE/PIKA/ /KSA.0/06/2017 tanggal 9 Juni 2017 tentang Persetujuan Kerjasama antara Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dengan 15 (lima belas) Mitra Kerjasama. Mitra kerjasama tersebut berasal dari berbagai elemen antara lain : Pemerintah Daerah, Akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kelompok penggiat usaha pariwisata. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari yang berlangsung tanggal 16-17 Juni 2017 di Putussibau yang dihadiri oleh 6 Mitra Kerjasama antara lain 1). Dinas Pendidikan dan Kebuyaaan Kapuas Hulu, 2). Fakultas Pertanian Universitas Kapuas, 3). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kapuas, 4). Koperasi APDS (Asosiasi Periau Danau Sentarum, 5). Komunitas Pariwisata Kapuas Hulu (KOMPAKH) dan 6). Koperasi Asosiasi Periau Muara Belitung (APMB). Sedangkan pelaksanaan kegiatan di Pontianak selama 2 hari pada tanggal 19-20 Juni 2017 yang di hadiri oleh 10 mitra kerjasama antara lain 1). Fakultas Kehutanan Universitas Tanjung Pura 2). WWF Program Kalimantan Barat, 3). PRCF Indonesia, 4). Yayasan Riak Bumi, 5). Perkumpulan KABAN, 6). Yayasan Dian Tama, 7). Canopi Indonesia, 8). Yok Kita Tour, 9).LPS Air dan 10) Sintang Orangutan Center (SOC) Kepala Balai Besar TNBKDS Ir. Arief Mahmud, M.Si menyampaikan dalam sambutannya bahwa perlunya kerjasama mitra dalam rangka mendorong tercapainya efektifitas dan optimalisasi pengelolaan kawasan konservasi dalam rangka mendukung pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) masing-masing direktorat lingkup Eselon I Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Selain itu, Kepala Balai Besar mengharapkan program dan kegiatan mitra dapat mengisi kekosongan program dan kegiatan (filling the gap) yang saat ini dilakukan oleh pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum khususnya dalam ruang lingkup kerjasama penguatan kelembagaan; kerjasama perlindungan kawasan; kerjasama pengawetan flora dan fauna; kerjasama pemulihan ekosistem; kerjasama pengembangan wisata alam; dan kerjasama pemberdayaan masyarakat. Selain itu Ir. Arief Mahmud,M.Si menekankan secara adminsitrasi kerjasama mitra mengikuti Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. 85 tahun 2014 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kerjasama Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian dan mengucapkan terimakasih kepada ITTO (International Trofical Timber Organization) yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Menampilkan 10.465–10.480 dari 11.141 publikasi