Jumat, 29 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Lebaran, Pendakian Rinjani Diawasi dengan Live Streaming

Lombok (01 Juli 2017). Animo pendaki untuk melakukan pendakian ke Rinjani terjadi peningkatan cukup signifikan. Menurut catatan, pendakian ke Rinjani sekitar 300-500 orang setiap hari. Pada libur panjang lebaran tahun ini jumlah pendaki meningkat 100% dibandingkan hari biasa mencapai 1000 orang lebih setiap hari. Jumlah meningkat terutama wisatawan lokal. Antisipasi pengamanan pendakian pada tahun ini menggunakan kamera cctv yang terpasang pada titik-titik peristirahatan yaitu Plawangan Sembalun, Plawangan Senaru dan Danau Segara Anak. Kamera tersebut terkoneksi dengan integrated room di pos jaga Senaru, pos jaga Sembalun dan kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani serta terkoneksi dengan smartphone pejabat dan beberapa petugas lapangan. Kamera cctv juga dilengkapi dengan fitur infrared yang dapat melihat di kondisi minim cahaya. Dengan metode ini keadaan di lapangan dapat terpantau setiap saat dan petugas dengan cepat dapat mengambil tindakan jika terjadi gangguan. Sistem pengamanan pendakian yang didukung teknologi ini merupakan sistem baru yang sedang dikembangkan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dalam rangka manajemen pengunjung. Kedepannya akan dibangun lagi beberapa titik, add on jaringan internet serta komunikasi dua arah demi keamanan dan kenyamanan pendaki sehingga setiap aktivitas pendaki termonitor terekam di database. Setiap kejadian kecelakaan pendakian, setiap kejadian pendaki buang sampah sembarangan, setiap kejadian tindak kejahatan oleh pendaki lain dalam pantauan kamera akan diantisipasi secara cepat oleh petugas. Petugas pos jaga di Senaru dan Sembalun merupakan gabungan dari petugas pemungut PNBP, petugas asuransi, Polhut, Peh, Penyuluh, Tim evakuasi dan medis serta kepolisian setempat. Sumber: Teguh TN Rinjani Video CCTV Streming
Baca Berita

“Tukik” Pun Ikut Lebaran Di TWA P. Sangiang Jabar

Serang-Banten (1/7/2017), TWA Pulau Sangiang terletak di Selat Sunda dan berada di bawah pemangkuan SKW I Serang, Bidang KSDA Wilayah I Bogor, BBKSDA Jabar. TWA Pulau Sangiang memiliki Obyek Daya Tarik Wisata berupa pantai yang landai dengan pasir putihnya sehingga wisatawan dapat melakukan aktifitas berenang, selain itu panorama bawah air pun tidak kalah menarik dengan TWA Laut atau TN Laut yang lain yaitu dengan keanekaragaman terumbu karang yang masih “perawan” dan biota laut lainnya sehingga sangat cocok untuk melakukan snorkling maupun diving. Daya tarik lainnya adalah adanya peninggalan jaman Perang Dunia II berupa benteng pertahanan yang masih menyisakan puing-puing. Walaupun terletak ditengah-tengah Selat Sunda, di liburan Lebaran ini TWA Pulau Sangiang ikut mendapat “berkah” dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang berdatangan dengan menggunakan kapal motor untuk menikmati keindahan pantai dan panorama bawah airnya. Kesempatan yang baik ini, tidak disia-siakan oleh petugas Resort TWA Pulau Sangiang untuk mensosialisasikan kegiatan konservasi alam sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konservasi alam sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk berwisata ke TWA Pulau Sangiang. Sosialisasi kegiatan konservasi ini dikemas dalam bentuk wisata konservasi berupa penyampaian informasi tentang penangkaran semi alami Penyu sisik dan Penyu hijau yang ada di TWA Pulau Sangiang (bertepatan dengan telah menetasnya telur Penyu sisik sebanyak 52 ekor pada hari Kamis tanggal 29 Juni 2017). Kegiatan wisata konservasi ini dilanjutkan dengan pelepasliaran tukik yang berumur 1 bulan sebanyak 43 ekor bersama pengunjung, dan ke 43 tukik pun ikut merasakan hari “kemenangan” di lebaran tahun ini
Baca Berita

“Atraksi Gajah” Primadona Wisata Taman Nasional Way Kambas

Way Kambas (30/6/17), Atraksi gajah di Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas menjadi primadona destinasi wisata para wisatawan Lampung maupun wisatawan nasional dan mancanegara yang berkunjung ke Taman Nasional Way Kambas pada masa liburan hari Raya Idul Fitri 1438 H, tahun 2017 ini. Rangkaian atraksi gajah yang ditampilkan di area gedung atraksi Pusat Latihan Gajah TN Way Kambas, dengan dipandu oleh pemandu acara dimulai dengan tampilnya 10 ekor gajah atraksi, yang keluar beriringan bergandengan, ujung ekor gajah yang didepan dipegang dengan belalai gajah yang barada dibelakangnya, layaknya manusia bergandengan tangan. Sebagai tanda simbolis rangkaian atraksi gajah, seekor gajah bertugas menarik tali bendera untuk dikibarkan di tiang bendera dengan gajah-gajah lainnya berbaris memberi hormat bendera, dan kemudian juga memberi salam hormat kepada penonton, seperti apel bendera saja. Berbagai atraksi ketrampilan ditunjukan oleh gajah-gajah ini, antara lain, berdiri berputaran diatas tunggak beton diameter 60 cm, berdiri dengan dua kaki diatas tunggak, juga menggendong sang pawang dengan belalai sambil berputar diatas tunggak. Bagian menarik selanjutnya adalah penonton diajak ber-interaksi dengan gajah-gajah, beberapa penoton diminta ke tengah arena untuk berlomba bermain hula-hop dengan gajah, penonton memberi pertanyaan hitungan/ matematika dan dijawab oleh gajah dengan mengambil angka jawaban yang disediakan antara angka 1 sampai dengan angka 5, yang paling heboh adalah gajah berjoget di iringi musik dangdut dan mendapat saweran dari penonton. Mulai anak-anak sampai orang dewasa tertarik mendekati gajah sambil membawa uang kertas dan diberikan kepada gajah yang diterima dengan ujung belalainya. Atraksi pamungkas yakni tim sepakbola gajah menunjukan kebolehannya dalam aksi menendang bola ke gawang dari titik penalti. Gemuruh sorak sorai penonton ketika salah satu gajah menendang bola dan masuk ke gawang, golll... teriak penonton sambil bertepuk tangan. Ada juga gajah kecil yang dengan semangatnya berlari akan menendang bola, tetapi ketika sudah dekat, bola tidak dapat ditendangnya, penonton bergemuruh tertawa menyaksikan kelucuan si-gajah kecil. Selain atraksi gajah, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan alam sekitar Pusat Latihan Gajah dengan menumpang kereta gajah, yang dapat membawa sekitar 20 orang berkeliling sekitar lokasi konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas. Atau bilamana ingin menaiki gajah secara langsung, juga disediakan gajah tunggang yang dapat membawa 3 orang berkeliling disekitaran halaman kantor PLG TN Way Kambas saja. Sejak tanggal 26 Juni 2017 (hari ke-2 Idul Fitri) sampai dengan tanggal 29 Juni 2017 sudah tercatat 15.396 orang pengunjung yang datang ke PLG TN Way Kambas, informasi petugas loket di pintu masuk gerbang Plang Ijo yang berada di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Way Kanan yang dipimpin oleh Bapak Aripin Nur, SH. Yang mana juga terdapat loket di pintu masuk Simpang Proyek dan Margahayu yang berada di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Kuala Penet, dibawah pimpinan Bapak Nopriyanto, S.P, M.I.L. Kepala Balai TN Way Kambas, Subakir, S.H, M.H, menyampaikan dengan adanya perencanaan dan dukungan koordinasi dan kerjasama semua fihak, baik dari petugas lingkup Balai TN Way Kambas, Polisi Kehutanan, Pengendali Ekositem Hutan, Penyuluh, Staf, juga Masyarakat Mitra Polhut, serta dibantu dengan Pramuka Saka Wanabakti, masyarakat sekitar kawasan, juga dari unsur Kepolisian dan TNI, serta Pemerintah Daerah Lampung Timur, aktifitas kunjungan wisata ke Taman Nasional Way Kambas berjalan lancar, aman dan nyaman. Sumber: TN Way Kambas
Baca Berita

Libur Lebaran, Pelayanan Pengunjung di TN. Gunung Palung Tetap Berjalan

Kayong Utara, 29 Juni 2017. Untuk melayani pengunjung ke kawasan Taman Nasional dan mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjung, Balai Taman Nasional Gunung Palung menyiagakan Petugas mulai hari kedua lebaran pada obyek wisata alam Lubuk Baji. Pesona obyek wisata alam Lubuk Baji yang berada di Taman Nasional Gunung Palung, tepatnya di Desa Sedahan Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara juga menjadi salah satu tujuan wisata dan alternatif bagi masyarakat yang selama ini memilih Pantai sebagai tempat berlibur. Selain untuk penarikan tiket masuk dan pengawasan, adanya petugas juga untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang bisa saja terjadi di sekitar obyek wisata alam serta mengontrol kebersihan obyek wisata alam karena wisatawan yang berada di Lubuk Baji pada libur lebaran seperti ini meningkat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Sumber Info : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Air Terjun Lapopu dan Matayangu Sebagai Salah Satu Destinasi Utama Pariwisata Alam TN Matalawa

Waikabubak (29/6/2017). Air Terjun Lapopu dan Matayangu adalah dua destinasi utama dan penyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (berupa karcis masuk) terbesar bagi Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa). Kedua air terjun tersebut masuk kedalam wilayah pengelolaan Resort Waimanu, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Waibakul. Berdasarkan data kedatangan jumlah pengunjung/wisatawan baik domestik maupun mancanegara selama dua tahun berturut-turut yaitu 2016 dan 2017, diketahui bahwa jumlah kedatangan pengunjung meningkat selama liburan Lebaran. Pada tahun 2016 dimana perayaaan Lebaran jatuh pada bulan Juli 2016, jumlah total pengunjung yang direkap mencapai 638 orang, sedangkan pada libur lebaran tahun 2017 yang jatuh pada bulan Juni, total pengunjung yang datang dan berekreasi di Air Terjun Lapopu dan Matayangu sampai dengan tanggal 28 Juni 2017 telah mencapai 292 orang dan trennya akan terus meningkat mengingat sampai saat ini masih masuk dalam masa liburan bagi wisatawan domestik sebagaimana terlihat pada grafik dibawah ini. Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lapopu didominasi oleh wisman yang berasal dari negara Australia, serta beberapa pengunjung dari negara lainnya seperti Amerika, Jepang, Inggris, dan Cina. Para wisman tersebut merupakan pengunjung yang khusus berwisata alam ke Pulau Sumba dan menggunakan akomodasi di salah satu hotel termahal di dunia yaitu hotel Nihiwatu, sedangkan wisatawan domestik pada umumnya berasal dari Jakarta. Kenaikan jumlah pengunjung dalam satu bulan selama libur Lebaran rata-rata mencapai 3 (tiga) kali lipat bila dibandingkan dengan bulan normal. Berdasarkan data E-Monev Kemenkeu tahun 2017, Balai TN Matalawa sampai saat ini telah kedatangan 1.268 pengunjung/wisatwan baik domestik maupun mancanegara, jumlah ini telah jauh melebihi target ouput yang ditetapkan untuk TN Matalawa yang berjumlah 480 orang/tahun, dengan total pencapaian sebesar ± 264%. Terkait hal tersebut Balai TN Matalawa pada tahun ini telah berupaya untuk meningkatkan pelayanan melalui kegiatan piket untuk pelayanan pengunjung selama libur Lebaran, pemeliharaan fasilitas penunjang bagi pengunjung seperti perbaikan jembatan bambu, akses jalan setapak dan arah petunjuk ke lokasi Air Terjun Lapopu. Secara jangka panjang Balai TN Matalawa telah menyusun Desai Tapak Pengembangan Wisata Alam Zona Pemanfaatan Lapopu dan Matayangu yang nantinya menjadi embrio untuk pembuatan Site Plan dan DED yang sangat penting bagi pengelola untuk pengembangan wisata alam baik sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan, jenis atraksi yang akan dikembangkan serta penentuan Fasos, Fasum, Ruang Usaha dan Ruang Publik.
Baca Berita

Taman Wisata Alam Di Jabar, Masih Menjadi Destinasi Wisata Favorit Liburan Lebaran

Bandung (29/06/2017), Balai Besar KSDA Jawa Barat memiliki 13 Taman Wisata Alam yang tersebar dari bagian timur Jawa Barat yaitu TWA Pangandaran dan diujung barat pulau Jawa yaitu TWA Pulau Sangiang, dengan obyek daya tarik wisata yang beragam yaitu pesona pantai, hutan dataran rendah dan hutan dataran tinggi dengan panorama alam yang menarik. Di musim liburan lebaran kali ini, seluruh TWA tersebut kebanjiran wisatawan yang merayakan hari kemenangan “Idul Fitri” setelah berpuasa selama 1 bulan. Untuk mengantisipasi banjirnya kunjungan wisatawan tersebut, BBKSDA Jawa Barat telah mengantisipasi dengan menempatkan petugas yang berjaga secara bergiliran dan bekerjasama dengan pihak pemegang ijin IUPSWA, Pemda, Polri, TNI, Basarnas, BNPB dan pihak terkait lainnya. Berdasarkan pemantauan dari petugas yang berjaga secara bergiliran selama 2 hari (tanggal 27 dan 28 Juli 2017), TWA Gunung Tangkuban Perahu masih menjadi tujuan yang terfavorit yaitu dengan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 39.550 orang dan kendaraan sebanyak 10.406 kendaraan baik roda 2, roda 4 dan bis. Adapun PNBP yang didapat dari TWA Gunung Tangkuban Perahu selama 2 hari tersebut sebesar Rp. 437.767.500, namun kunjungan wisatawan di TWA yang lain pun mengalami kensikan yang signifikan. Liburan lebaran kali ini, dihiasi dengan kabut dan hujan ringan untuk TWA yang berada di pegunungan, antara lain TWA Papandayan, TWA Cimanggu, TWA Patengan, TWA Gunung Tangkuban Parahu, TWA Kamojang. Selama 2 liburan lebaran tersebut, kunjungan wisata “zero accident”
Baca Berita

Parade Satwa Dan Animal Show Di Kebun Binatang Bandung Bandung

Bandung (29/06/2017), Kebun Binatang Bandung adalah satu-satunya Lembaga Konservasi yang berada di Kota Bandung, sehingga menjadikan Kebun Binatang Bandung sebagai salah satu favorit kunjungan wisata masyarakat Bandung baik dari Kota maupun Kabupaten Bandung dan sekitarnya yang ingin menikmati suasana hutan di tengah-tengah kota bandung dengan ditemani berbagai suara binatang yang dapat menghilangkan kepenatan. Liburan dalam rangka hari raya Idul Fitri ini, tidak disia-siakan oleh manajemen Kebun Binatang Bandung untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, terobosan yang cukup menarik yang dilakukan oleh manajemen Kebun Binatang Bandung adalah mengadakan kegiatan Parade Satwa dan Animal Show : 2 . Parade satwa dilakukan 1 hari 1 kali pada pukul 09.30 WIB 3 . Animal show 1 hari 2 kali pada pukul 11.30 WIB dan 15.00 WIB Adapun satwa yang di peragakan antara lain : Maccau blue yellow, Kakatua jambul kuning, Rangkong badak, Binturong dan Anjing pudel. Kebun Binatang Bandung dalam kegiatan peragaan satwa tersebut bekerja sama dengan Taman Safari Infonesia. Terobosan tersebut, cukup mendapat respon yang positif yaitu dengan meningkatnya antusiasme pengunjung Kebun Binatang Bandung. Kegiatan ini pun tidak terlepas dari pengawasan BBKSDA Jabar, yaitu dengan menempatkan petugas untuk melakukan monitoring setiap hari selama liburan lebaran. Sumber: BBKSDA Jabar
Baca Berita

Pengamanan Peredaran Satwa Illegal Selama Lebaran BBKSDA JABAR

Bandung (29/6/2017). Tingginya aktifitas masyarakat pada musim libur lebaran kali ini, tidak menyurutkan semangat konservasi yang diemban oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat untuk tetap siaga terhadap segala kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak dinginkan. Bukan saja kesiagaan petugas pada kawasan pelestarian alam yang menjadi tujuan wisata alam bagi masyarakat luas. Kesiagaan kali ini difokuskan untuk mencegah terjadinya aktifitas masyarakat yang megambil kesempatan pada moment lebaran yang akan melakukan kegiatan illegal terhadap peredaran tumbuhan dan satwa liar melalui jalur pelabuhan laut dan pelabuhan udara. Sedikitnya 2 personil yang ditugaskan khusus dimasing-masing pelabuhan tersebut. Dengan koordinasi yang dilakukan dengan Pelindo II di Pelabuhan Merak dan Cirebon, selanjutnya pengamanan dilakukan secara bersama. Demikian juga dengan pengamanan yang dilakukan di bandar udara Hussein Sastranegara, 2 petugas ditempatkan khusus untuk mengantisipasi peredaran TSL illegal. Setelah berkoordinasi dengan pihak bandara dan petugas karantina tumbuhan kementerian pertanian, petugas langsung bergabung di posko bersama yang di fasilitasi oleh pihak Bandara. Aksi ini setidaknya merupakan media untuk sosialisasi terhadap peraturan perundangan yang terkait dengan tumbuhan dan satwa liar terhadap masyarakat luas. Sumber :BBKSDA Jabar
Baca Berita

Top Selfi Primadona Merbabu

Magelang(29/6/2016). Berkembangnya teknologi sosial media menyebabkan pergeseran trend wisatawan, khususnya wisata sight seeing atau wisata menikmati pemandangan alam. Saat ini berwisata bukan hanya untuk mencari kesegaran (re-fresh-ing) atau kesenangan jiwa tetapi lebih dari itu berwisata sebagai wujud ekspose eksistensi pengakuan atas tingkat pengalaman travelling. Pergeseran psikologis ini menjadikan dokumentasi dan publikasi/ekspose menjadi nilai penting kegiatan wisata. Masyarakat tidak memerlukan lokasi wisata yang luas dengan sarana dan prasarana yang lengkap, cukup dengan mencari spot-spot menarik yang memiliki potensi visual lanskap yang eksotis sudah dapat menjadi background photo selfie yang mengundang simpati dan komentar kolega dan teman. Cukup dengan mencari sudut yang pas pada lokasi dengan potensi visual lanskap yang menarik lalu ambil gambar dan share di sosial media di Facebook, BBM, Whatsapp dan Instagram sudah menjadi kepuasan tersendiri. Fenomena inilah yang ditangkap oleh masyarakat desa di sekitar kawasan hutan TN Gunung Merbabu. Lahan masyarakat yang berbatasan dengan kawasan hutan TN G Merbabu (Zona Tradisional) yang memiliki potensi visual lanskap eksotis dirubah menjadi lokasi wisata. Lokasi yang memiliki pemandangan lanskap yang luas atau keunikan tertentu diberi sentuhan sedikit dengan membangun spot selfie seperti tempat duduk, gardu pandang tradisional, landark(tulisan), hammock dan lain sebagainya mengundang ribuan pengunjung selama musim liburan lebaran tahun ini. Setidaknya ada 2 dusun yang berhasil memanfaatkan trend wisatawan dan potensi wisata di sekitar desanya, yaitu TopSelfi di Kragilan dan Grenden di Pogalan. Pendapatan yang didapatkan dari kunjungan wisatawan ini berupa jasa parkir, warung makan, jasa foto dan sewa hammock. Hasil pemantauan petugas Balai TN G Merbabu selama musim liburan ini tidak kurang 4.000 wisatawan telah berkunjung menikmati keindahan visual lanskap dari pinggiran hutan zona tradisional TN G Merbabu.
Baca Berita

Wisatawan Minati Kunjungi Taman Wisata Alam Prov NTB Selama Libur Lebaran

Mataram (29/6/2017). Liburan Hari Idul Fitri 1438 H menjadi momen untuk merayakan kebersamaan bersama keluarga bagi warga Nusa Tenggara Barat untuk mengunjungi beberapa obyek wisata alam di Taman Wisata Alam (TWA) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Beberapa TWA yang ramai dikunjungi wisatawan antara lain TWA Suranadi, TWA Kerandangan, TWA Gunung Tunak yang berada di Pulau Lombok. Sedangkan di Pulau Sumbawa TWA Madapangga, TWA Satonda, TWA Semongkat dan TWA P. Moyo menjadi primadona wisatawan. Sampai dengan H+3 hari raya Idul Fitri 1438 H, total kunjungan di beberapa TWA tersebut adalah 1.633 pengunjung terdiri atas wisatawan lokal 1.574 dan wisatawan mancanegara sebanyak 59 wisatawan.Diperkirakan puncak kunjungan wisatawan di beberapa TWA terjadi pada tanggal 1 Juli 2017 dan 2 Juli 2017. Hal ini terkait dengan agenda tradisi Lebaran Ketupat bagi sebagian masyarakat Nusa Tenggara Barat. Untuk mengantisipasi gangguan keamanan terhadap wisatawan dan kawasan TWA, Balai KSDA NTB bersama dengan anggota Kepolisian setempat, Polairud dan anggota TNI AD serta Masyarakat Mitra Polhut ( MMP) disiagakan untuk melakukan pengamanan pengunjung dan pengawasan kawasan hutan di beberapa TWA tersebut. Sumber : BKSDA NTB, 2017
Baca Berita

Libur Lebaran, pengunjung TN Bromo Tengger Semeru membludak

Malang (29/6/2017). Musim libur panjang lebaran ini, jumlah pengunjung TN Bromo Tengger Semeru (TN BTS) membludak. Data yg dikumpulkan dari 4 pintu masuk yg ada menunjukkkan bahwa jumlah pengunjung sejak tgl 25 s/d 28 kemarin mencapai 13.827 orang dengan PNBP mencapai lebih dari Rp 600 juta. Menurut penuturan Kepala Balai Besar TNBTS Ir. John Kennedie, MM, "secara umum pengunjung di Bromo dapat dikelola dengan baik. Hal tersebut karena sejak jauh hari pihak TNBTS sudah melakukan antisipasi. Diantaranya adalah pengaturan jadwal petugas, koordinasi dengan para pihak terkait dan sosialisasi". Persoalan sempat ditemui di Ranupani yg merupakan pintu masuk bagi pendakian ke Gunung Semeru, yaitu dengan membludaknya calon pendaki yang melebih kuota yaitu 500 orang perhari. Namun setelah Kabidwil II TNBTS, Ahmad Susdjoto melakukan pendekatan secara persuasif dengan para calon pendaki yang antre, mereka akhirnya dapat ditenangkan dan bersedia menunggu dengan sabar untuk mendaki pada hari berikutnya sesuai dengan kuota. Selain itu, pada hari Senin tgl 26 Juni 17, sempat juga terjadi kecelakaan motor matic di Cemoro lawang dengan korban 2 orang atas nama Ulum (21) dan Lilul (15). Kedua korban selamat berkat penangan yang cepat da petugas TNBTS. Perlu diketahui bahwa motor matic sangat berbahaya untuk digunakan di kawasan TN Bromo Tengger Semeru yang medannya naik turun karena motor matic hanya mengandalkan pengereman pada roda dan tidak ada bantuan dari mesin. Penyebab umum adalah rem blong yang seringkali mengakibatkan kecelakaan fatal pada jalanan menurun. Pihak TNBTS telah melakukan himbauan baik secara langsung maupun melalui baner dan pemasangan rambu untuk mencegah penggunaan motor matic. Namun himbauan tersebut masih belum banyak dipatuhi. Selain itu, setiap pengunjung yg mengendarai matic wajib menandatangani surat pernyataan. Meskipun setiap pengunjung TN BTS dicover oleh asuransi sehingga setiap kecelakaan akan mendapat penggantian biaya, namun bagi pengelola TN BTS, keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas. Perlu juga diketahui bahwa pada tahun ini BBTNBTS mendapat target PNBP sejumlah Rp. 16.204.750.000,-- dan sampai akhir 20 Juni 2017 kemarin jumlah PNBP tercatat sdh Rp. 7.790.175.322,--.
Baca Berita

Danau Kelimutu Membludak

Ende (29/6/2017). Danau Kelimutu merupakan Obyek wisata unggulan di Pulau Flores. Pada libur lebaran 1438H, ribuan pengunjung memadati lokasi tersebut. Jumlah pengunjung pada masa libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H, tgl. 24-27 Juni 2017 total sejumlah : Asing = 173 orang, dan Lokal = 6.786 orang (total asing + lokal = 6.956 orang). Puncak kunjungan terjadi pada tanggal 26 dan 27 Juni 2017 dengan total pengunjung 3.259 orang dan 2.401 orang. Untuk mencapai target Zero Accident Balai TN Kelimutu menyiagakan petugas baik yang berada di Kantor Balai , SPTNW I dan II dalam pelayanan sebanyak 53 orang (Polhut, PEH, Penyuluh, fungsional umum, dan tenaga kontrak) berupa ticketing, pemanduan, pengamanan, kebersihan kawasan dan fasilitas umum, parkir, P3K, dan pembinaan pedagang masyarakat sekitar kawasan. Selain itu petugas lapangan dibantu aparat keamanan dr Kepolisian Sektor dan Koramil setempat masing-masing 2 orang. Sumber: Balai TN Kelimutu
Baca Berita

Pertontonkan Buaya di Curug Bayan, Diamankan Petugas

Semarang (28/06/2016). Beberapa orang mempertontonkan Buaya di Curug Bayan Desa Melung Kec. Kedungbangteng, Banyumas, kemudian mengunggahnya dimedsos dan menjadi viral. BKSDA Jawa tengah kemudian melakukan penyelidikan dan penelusuran dan akhirnya dapat mengamankan pelaku. Bersama barang bukti seekor Buaya diamankan 4 (empat) orang pelaku yaitu ABW, 24 Tahun, Belum Bekerja, warga Kelurahan Kober Gg Sukun RT 001/003, Kec. Purwokerto Barat, Kab. Banyumas yg berperan sbg pengupload di FB. DAN, 27 Thn, Karyawan Swasta, warga Ds. Ketenger RT 002/003, Kec. Baturaden, Kab. Banyumas, RAF, 21 th, Belum Bekerja, warga Ds. Karangpetir RT 001/003 Kec. Kalimanah, Purbalingga, DS, 18 Thn, Belum bekerja, warga Ds. Curgecang RT 001/003, Kec. Purbalingga Kidul Purbalingga Buaya yang dipertontonkan di Curug Bayan merupakan 1 (satu) ekor jenis Buaya Papua dgn panj. kurang lebih 1,2 m, Berat krg lbh 8 Kg, belum diketahui jenis kelamin. Satwa tersebut dibeli oleh Sdr. ADW melalui jual beli online 7 hari sebelum lebaran. Untuk membuat efek jera keempat pelaku diproses ke Polsek Kedung Banteng. Buaya Papua tersebut diserahtitipkan kepada unit penangkar buaya a. n Arif Fatah Suyanto, Warga Ds. Dawuhan Kulon Kec. Kedungbanteng, Banyumas. Sumber:BSKDA Jawa Tengah
Baca Berita

Libur Idul Fitri Petugas Pohut tetap Siaga Rescue Orangutan

Pembuang Hulu (27/6/2017). Berawal dari laporan warga mengenai adanya orangutan yang terluka akibat konflik dengan masyarakat (pemilik kebun) di daerah Tanjung Rengas Seruyan. Balai KSDA Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Balai TN Tanjung Puting beserta Orangutan Foundation INdonesia (OFI) melakukan kegiatan rescue orangutan. Orangutan tersebut berjenis kelamin betina dan berusia sekitar 7 tahun, diperkirakan merupakan bekas peliharaan masyarakat. Selanjutnya orangutan tersebut dievakuasi ke Care Centre Orangutan di Pangkalan Bun untuk menjalani perawatan dan proses rehabilitasi, sehingga nantinya dapat dilepasliarkan kembali ke alam. Sumber: BKSDA Kalteng dan BTN Tanjung Puting
Baca Berita

Gunung Rinjani Kebanjiran Pengunjung Selama Libur Lebaran

Mataram (27/06/2017). Jumlah pengunjung yang melakukan pendakian di Gunung Rinjani pada masa libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H, tgl. 25-26 dan 27 Juni 2017 (H+ 3) total sejumlah : Asing = 377 orang, dan Lokal = 1.428 orang (total asing + lokal = 1.805 orang). Peningkatan kunjungan mulai pada H+ 2 (26 Juni 2017) Asing = 149 orang, Lokal = 938 orang. Pada hari ini 27 Juni 2017, terdapat jumlah pengunjung Asing = 168 orang dan Lokal = 462 orang. Kepala Balai TN Gunung Rinjani "Agus Budi Santosa" menjelaskan "Berdasarkan data statistik pada tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan puncak kunjungan akan terjadi pada H+ 5 s.d. H+ 7. Pantauan kamera CCTV, lokasi perkemahan pelawangan Senaru dan Sembalun telah penuh. Sehingga untuk membatasi jumlah pengunjung, maka mulai pukul 14.00 WITA, pengunjung sudah tidak diperbolehkan naik". Kesiapsiagaan petugas dalam pelayanan pengunjung serta antisipasi kemungkinan adanya korban kecelakaan dgn menempatkan petugas piket pelayanan pengunjung, utamanya pada jalur pendakian Senaru dan Sembalun yang terdiri dr petugas pemungut PNBP, Premi Asuransi, Polhut, PEH dan Penyuluh serta menyiapkan Tim Evakuasi dr Edelweis Medical Help Center (EMHC). Selain itu petugas lapangan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan dr Kepolisian Sektor dan Koramil setempat. Sumber : BTN Gunung Rinjani
Baca Berita

Libur Lebaran, Danau Sentarum Diserbu Wisatawan

Sintang (26/6/2017) Momen liburan panjang ldul Fitri 2017 dimanfaatkan warga Kalimantan Barat khususnya sekitar Kabupaten Kapuas Hulu dan Sintang untuk mengunjungi objek-objek wisata lokal. Danau Sentarum, khususnya Resort Wisata Tekenang menjadi salah satu primadona objek ekoturisme mereka. Total pengunjung pada Hari H dan H+1 Lebaran mencapai 922 orang, terdiri dari 314 Pengunjung Rombongan dan 608 Pengunjung Non-Rombongan. Terjadi lonjakan signifikan jumlah pengunjung, yakni 315,75% dibandingkan rangkaian libur lebaran tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah pengunjung diprediksi terus bertambah seiring masih tersisanya liburan lebaran tahun ini. Sejak hari H lebaran wisatawan memadati kawasan Resort Tekenang. Mereka berbondong-bondong mendaki Bukit Tekenang untuk melihat view Danau Sentarum secara utuh. Dari atas menara pengawas di puncak Bukit Tekenang mereka disuguhkan pemandangan eksotis Danau Sentarum dengan gugusan pulau-pulau kecilnya. Secara umum pengunjung pada Hari H Lebaran didominasi dari daerah sekitar Danau Sentarum yakni Lanjak, Sekulat, Pengembung, Leboyan, Empanang, Semalah, dan Semangit. Sementara Hari H+1 pengunjung berasal dari daerah yang lebih jauh meliputi Pontianak, Sekadau, Sintang, Badau, dan Putussibau. Pengunjung rombongan terdiri dari anak sekolah dan satu kampung dari wilayah Sekulat dan Semangit. Beberapa pengunjung yang diwawancarai menyampaikan bahwa libur lebaran tahun ini merupakan kunjungan kesekian kalinya di Resort Wisata Tekenang serta mereka merasakan adanya peningkatan kualitas layanan di Danau Sentarum. Harga tiket senilai Rp.7.500,- untuk pengunjung non-rombongan serta Rp.4.500,- untuk rombongan dirasa terbayarkan dengan suguhan indah pemandangan Danau Sentarum serta peningkatan kualitas layanan.

Menampilkan 10.449–10.464 dari 11.141 publikasi