Sabtu, 30 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penyitaan 2 Ekor Elang Brontok oleh Petugas BKSDA Aceh

Aceh Besar, 7 Juli 2017. Petugas BKSDA Aceh Jumat (7 Juli 2017) melakukan penyitaan 2 ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) dari Rumah Makan Riung Gunung milik Saudara Syaifuddin di Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Pemilik mengaku memelihara elang tersebut karena tidak tahu bahwa elang merupakan satwa dilindungi, sehingga kepada yang bersangkutan petugas memberikan peringatan dan pembinaan agar tidak lagi mengulangi perbuatannya. 2 ekor elang brontok tersebut sementara dititipkan di Lembaga Konservasi Taman Rusa Aceh Besar. Sumber Info : Balai KSDA Aceh
Baca Berita

Dirjen KSDAE Resmikan Resort Model RBM Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Malang, 7 Juli 2017. Dalam agenda kunjungan lapangan ke TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Dirjen KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc meresmikan Resort Model RBM TNBTS yang bertempat di Resort Coban Trisula, SPTN II Tumpang, Bidang PTN Wilayah I Pasuruan. Dalam kesempatan kali ini sekaligus diresmikan 8 Resort Model dari total 12 Resort yang ada di TNBTS. Resort Model yang diresmikan tersebut adalah Resort Coban Trisula, , Resort Patok Picis, Resort Taman Satriyan, Resort Jabung , Resort Ranupani, Resort Senduro, Resort Pasrujambe dan Resort Darungan. Dirjen KSDAE menyampaikan bahwa para kepala resort beserta jajarannya, Polhut, PEH, Penyuluh serta staf yang lainnya adalah ujung tombak pengelola kawasan di lapangan. RBM bisa saja hanya menjadi istilah atau nama saja, tetapi yang lebih penting adalah roh/hakekat nya, yaitu dengan hadir di lapangan, bekerja dengan ikhlas menjaga hutan dan alam yang telah dititipkan oleh Tuhan kepada kita. Dirjen juga berpesan kepada seluruh jajaran pengelola TNBTS untuk selalu kompak, semangat dan ikhlas dalam bekerja. TNBTS mempunyai tipologi Resort dengan potensi yang bermacam-macam, seperti wisata alam, keanekaragaman hayati yang tinggi, sumber air dan ekosistem yang unik. Maka pengelolaannya pun tidak bisa dilakukan sendiri, harus bersinergi dengan masyarakat, dengan pemangku adat dan para pihak di sekitar kawasan. Peresmian Resort Model RBM ini bukanlah menjadi sebuah awal langkah pengelolaan, namun melanjutkan semangat pengelolaan di tingkat tapak dengan terus melakukan optimalisasi kegiatan-kegiatan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Sumber Info : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Luar Biasa, Balai Besar KSDA Jabar Kembali Menerima Penyerahan Satwa

Jumat, 7 Juli 2017 sekitar pukul 16.00 WIB, Tim Gugus Penyelamatan dan Evakuasi TSL Kantor BBKSDA Jabar kembali menerima penyerahan satwa liar yang tidak dilindungi undang-undang dari masyarakat, berupa seekor Musang pandan (Paradokurus hermaproditus) diserahkan Anita seorang warga Jl. Adipati Kertamanah VIII no. 75 Bale Endah, Kabupaten Bandung. Berdasarkan penuturannya satwa tersebut diperoleh dengan cara membeli dari masyarakat dan telah diperliahara selama 1 (satu) tahun lebih. Ditanggal yang sama seekor Lutung jawa diserahkan oleh seorang warga Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang yang bernama Uriyati. Penyerahan ini dilakukan Uriyati setelah dilakukan pendekatan oleh Tim Gugus Penyelamatan dan Evakuasi TSL SKW I Serang Bidang KSDA Wilayah I Bogor pada hari Jumat 7 Juli 2017 setelah menerima laporan dari warga setempat pada pukul 17.00 WIB, tepat pada pukul 19.10 WIB. Lutung tersebut berhasil diamankan oleh petugas dan saat ini diamankan di Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Serang. Dari dua penyerahan tersebut, dapat dianalisa bahwa ada beberapa motif pemilik/pemelihara menyerahkan satwa liar yang dilindungi maunpun tidak dilindungi, diantaranya : Namun, terlepas dari apapun motif masyarakat menyerahkan satwa-satwa tersebut kepada pemerintah, perubahan paradigma ini cukup positif bagi konservasi tumbuhan dan satwa liar di Indonesia. Sumber Info : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

BKSDA NTB Temukan Ribuan Burung Dalam Truk Fuso

Pelabuhan Lembar Lombok Barat, 6 Juli 2017 - Dalam rangka pengawasan dan pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) yang tidak dilengkapi dokumen yang sah, Balai KSDA NTB bersama dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Jabalnusra, POLRES Lombok Barat/ Polsek KP3 Lembar, dan Balai Karantina Pertanian Mataram pada hari Kamis, tanggal 6 Juli 2017 di Pelabuhan Lembar Lombok Barat melaksanakan patroli gabungan dengan sasaran pemeriksaan terhadap kendaraan yang akan menuju atau menyeberang ke Pulau Bali. Dalam pemeriksaan tersebut pada hari Kamis, 6 Juli 2017 jam 21.15 WITA dalam sebuah pemeriksaan terhadap truck fuso, tim berhasil menemukan 1 unit Truk Fuso Noppol DK 938 KL mengangkut 2.491 ekor burung yang tidak dilengkapi dokumen yang sah. Penemuan ini merupakan hasil pengembangan informasi masyarakat dan upaya intensif Balai KSDA NTB dan stakeholders terkait dalam upaya menekan dan mengendalikan peredaran satwa liar di Provinsi NTB. Adapun beberapa jenis burung yang berhasil diamankan antara lain : Bondol hijau 300 ekor, Punglor Kepala Hitam 112 ekor, Gelatik Batu Abu 125 ekor, Sesap Madu 150 ekor, Kecial Kuning 850 ekor, Cinenen Jawa 4 ekor, Kepodang 30 ekor, Apung Tanah 850 ekor dan Opion sebanyak : 70 ekor. Kemudian kendaraan truk fuso dan sopir diamankan di Kantor KP3 Pelabuhan Lembar, dan burung diserahkan ke BKSA NTB, sedangkan sopir menjalani pemeriksaan intensif oleh PPNS BPPH LHK dan BKSDA NTB. Selain untuk barang bukti, terhadap burung hasil sitaan akan dilakukan pelepasliaran oleh tim di TWA Kerandangan pada hari Jumat, 7 Juli 2017. Sumber : Balai KSDA NTB, 2017.
Baca Berita

BTN Gunung Gede Pangrango Launching Klinik Kesehatan 24 Jam

Cibodas, 07/07/2017 - Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BTNGGP) menggelar acara launching Klinik Kesehatan EDELWIS 24 Jam, terobosan yang dilakukan pihak BTNGGP ini sebagai wujud kepedulian terhadap pendaki, wisatawan, dan masyarakat di sekitar taman nasional berupa pelayan kesehatan pengunjung. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Edison mengatakan pelayanan pengobatan kepada masyarakat adalah salah satu empati kita dalam hal mensejahterakan masyarakat untuk berobat gratis di tempat kami. Sumber: BTN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

BKSDA Bali Tandatangani Kerjasama Konservasi Penyu

kamis tgl 6 Juli 2017 Balai KSDA Bali melakukan penandatangan perjanjian kerjasama konservasi penyu dengan 6 (enam) kelompok pelestari penyu di Provinsi Bali yaitu KPP Saba Asri, KPP Kurma Indah, Yayasan Green lion, Yayasan Penyu Lestari, KPP Bali Fantasy Benoa Bay dan KPP Kurma Asih di Aula Balai KSDA Bali. Penandatanganan kerjasama ini dimaksudkan agar upaya-upaya pelestarian penyu di wilayah pesisir Bali lebih terorganisir sebagai salah satu bentuk kepedulian masyarakat Bali terhadap Pelestarian penyu. Sumber: BKSDA Bali
Baca Berita

Komitmen BTN Ujung Kulon dengan Mitra Untuk Pengelolaan Kawasan

Sumur, 06 Juli 2017. Balai Taman Nasional Ujung Kulon melakukan penandatanganan Naskah Kesepakatan Kerjasama (NKK) antara Kelompok Tani Konservasi (KTK) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kecamatan Sumur dan Cimanggu bertempat di ruang rapat kantor Seksi PTN Wilayah III Sumur. Penandatanganan dilakukan oleh 6 (enam) Kelompok Tani Konservasi (KTK) yaitu KTK resort Rancapinang, KTK resort Cibadak, KTK resort Padali, KTK resort Kopi, KTK resort Katapang dan KTK resort Tamanjaya, serta 2 (dua) kelompok Pokdarwis yang terdiri dari Pokdarwis Kecamatan Sumur dan Pokdarwis Kecamatan Cimanggu. Penandatanganan NKK ini merupakan komitmen bersama antara pengelola kawasan TN. Ujung Kulon dengan para penggarap yang memiliki lahan garapan di dalam kawasan, untuk secara bersama-sama menyelesaikan konflik tenurial yang sudah berlangsung lama. Konflik yang terjadi merupakan akibat perubahan pengelolaan dari Perum Perhutani sebagai hutan produksi menjadi kawasan konservasi dengan sistem pengelolaan taman nasional. Pada saat pengelolaan di bawah Perum Perhutani, masyarakat diperbolehkan menggarap lahan dengan sistem tumpang sari. Dengan adanya perubahan sistem pengelolaan menjadi kawasan taman nasional, maka penggarapan lahan didalam kawasan menjadi tidak diperbolehkan. Hanya saja masyarakat sudah terlanjur menggarap lahan serta memiliki ketergantungan terhadap lahangarapan di dalam kawasan tersebut. Solusi yang ditawarkan melalui skema kemitraan dalam NKK tersebut adalah bahwa masyarakat tetap dapat memanfaatkan lahan garapan yang berada di dalam kawasan dalam bentuk pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan jasa lingkungan. Lahan garapan masyarakat di dalam kawasan tidak dapat menjadi hak milik, melainkan tetap menjadi tanah negara. Para penggarap lahan di dalam kawasan juga tidak diperbolehkan untuk memperluas dan memindahtangankan lahan garapan yang sudah terdata maupun menanami dengan jenis-jenis tanaman yang bukan jenis asli. Dalam kemitraan konservasi ini, Balai TN. Ujung Kulon wajib melakukan monitoring dan evaluasi dalam proses pemanfaatan HHBK dan jasa lingkungan tersebut serta memberikan dukungan dan bantuan untuk pengembangan usaha ekonomi kreatif masyarakat dari potensi sumber daya alam yang ada. Beberapa potensi HHBK yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok antara lain buah melinjo, pete, kelapa, aren, bambu, daun salam dan masih banyak jenis lainnya; sedangkan potensi untuk pemanfaatan jasa lingkungan berupa pemanfaatan sumber air bersih dan wisata alam. Banyak pihak terlibat dan mendukung proses penyelesaian konflik tenurial melalui kemitraan konservasi di TN. Ujung Kulon. Dalam kesempatan tersebut Camat Sumur dan Cimanggu beserta Kapolsek dan Danramil Kecamatan Sumur Cimanggu hadir dan turut serta menandatangani NKK sebagai bentuk dukungan upaya penyelesaian konflik tenurial di kawasan TN. Ujung Kulon tersebut. Dukungan dari pemerintah daerah Provinsi Banten juga ditunjukkan melalui fasilitasi pertemuan untuk mendorong para pihak untuk terlibat secara aktif dan memberikan kontribusi secara langsung terhadap penguatan dan pengembangan usaha ekonomi kreatif dari kelompok – kelompok masyarakat ini. Melalui kerjasama dan dukungan baik dari masyarakat, pemerintah daerah dan pihak lainnya maka kemitraan konservasi ini akan dapat mewujudkan tujuan akhir dalam pengelolaan kawasan TN. Ujung Kulon, yaitu masyarakat ngejo, leuweungna hejo yang berarti masyarakat sejahtera dan hutannya lestari. Sumber Info : Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

Wajah Baru Taman Wisata Alam Papandayan

Bandung, 6/7/2017; Taman Wisata Alam Gunung Papandayan adalah salah satu Taman Wisata Alam dibawah pemangkuan Seksi Konservasi Wilayah V Garut Bidang KSDA Wilayah III Ciamis BBKSDA Jawa Barat, terletak + 70 km sebelah tenggara Kota Bandung, tepatnya di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut dengan ketinggian 2.665 mdpl. TWA Gunung Papandayan, dikenal dengan obyek daya tarik wisata alamnya berupa hutan mati, hamparan padang bunga edelweiss serta kawah-kawah kecil yang selalu mengeluarkan asap. Wisatawan dapat melakukan hiking dan berkemah untuk menikmati panorama alam serta keindahan sunrise di pagi hari maupun sunset di sore hari dari ketinggian Gunung Papandayan. Asri Indah Lestari yang menjadi pengelola TWA. Gunung Papandayan, berusaha memanjakan wisatawan yang berkunjung ke TWA. Gunung Papandayan yaitu pada tanggal 25 Juni 2017 dengan menyajikan objek wisata baru berupa 2 (dua) kolam renang yang berisikan air hangat mengandung sulfur dengan suhu air bisa mencapai + 30°C, dimana pengunjung dapat berendam melepas lelah setelah melakukan hiking atau perjalanan dan sekaligus terapi untuk mengobati berbagai penyakit dari mulai rematik dan penyakit lainnya. Dua kolam renang yang dibangun ini diperuntukkan untuk anak-anak dan dewasa. Istimewanya, sambil berendam/berenang pengunjung bisa menikmati pemandangan Kawah Papandayan yang jaraknya tak lebih dari dua kilometer. Selain itu, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan wisawatan, pihak pengelola TWA Gunung Papandayan telah melaukan perluasan lapangan parkir, perbaikan masjid dan penataan warung-warung jajanan/souvenir, sehingga diharpakan dengan penataan lansekap yang lebih baik, mampu meningkatkan jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak. Sumber: BBKSDA Jawa Barat
Baca Berita

Kukang Lagi, Lagi-Lagi Kukang

Bandung, 6/07/2017; Pasca lebaran, selama dua hari berturut-turut pada tanggal 4 dan 5 Juli 2017, BKSDA Jawa Barat kembali menerima penyerahan sukarela dari masyarakat sebanyak 3 (tiga) ekor kukang. Teguh Budi Nugraha seorang warga Dusun Sukawangun, Desa Dayeuh Luhur, Kecamatan Jatinegara Kabupaten Ciamis menyerahkan seekor Kukang jawa kepada BBKSDA Jawa Barat melalui petugas Resort Konservasi Wilayah XX SM. Gunung Sawal SKW VI Tasikmalaya Bidang KSDA Wilayah III Ciamis pada tanggal 4 Juli 2017. Hari berikutnya tanggal 5 Juli 2017, seorang warga desa Margamulya Pangalengan Kabupaten Bandung bernama Ateng Jaelani menyerahkan seekor kukang ke petugas Resort Konservasi Wilayah IX Cagar Alam Gunung Tilu, Seksi Konservasi Wilayah III Soreang Bidang KSDA Wilayah II Soreang. Pada tanggal yang sama, kembali petugas Resort Konservasi Wilayah XX SM. Gunung Sawal SKW VI Tasikmalaya Bidang KSDA Wilayah III Ciamis menerima penyerahan sukarela seekor kukang dari seorang gadis bernama Anis Aulia Zulfa yang beralamat di Desa Sukarame, Kec. Sukarame, Kab. Tasikmalaya. Saat ini ketiga kukang tersebut berada dikandang transit pada kantor Bidang KSDA Wilayah II Soreang (1 ekor) dan Bidang KSDA Wilayah III Ciamis (2 ekor) untuk selanjutnya akan direhabilitasi oleh Yayasan IAR sebagai pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa di Bogor. Sumber: BBKSDA Jawa Barat
Baca Berita

Ayo Berwisata ke Air Terjun Kedung Pengilon

Tempat wisata air terjun di jogja yang pertama berlokasi di Dusun Petung, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Air di tempat ini dikenal sangat bening seperti kaca, sehingga tidak heran jika air terjun dinamain kedung (artinya kolam) dan pengilon (artinya cermin). Dari tempat parkir kendaraan wisawatan harus berjalan kaki melalui jalan setapak sekitar lima menit. Sesampainya di Kedung Pengilon, wisatawan akan melihat air terjun dengan ketinggian sekitar 10 meter dengan sebuah kolam di bagian bawahnya. Kolam dengan dasar batu berputih ini memiliki diameter 15 meter dengan kedalaman sekitar 5 – 8 meter. Air yang jernih berasal dari sejumlah mata air yang ada di sekitar dusun yang mengaliri sungai kemudian airnya jatuh di Kedung Pengilon. Selama berada di Kedung Pengilon, wisatawan bisa melakukan banyak hal mulai dari bermain air, berenang, meluncur bebas hingga meloncat dari ketinggian. Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang, tetapi ingin bermain air bisa menyewa ban dari penduduk setempat. Karena lokasinya yang berada di tengah rimbunnya pepohonan, maka tidak heran jika Kedung Pengilon bisa dijadikan tempat bersantai dan menikmati alam dengan suasana yang begitu sejuk dan asri. Tempat wisata air terjun di jogja selanjutnya berlokasi di Desa Wisata Krebet Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Agar bisa sampai ke tempat wisata ini, wisatawan harus berjalan sekitar 400 meter dari tempat parkir kendaraan. Di perjalanan menuju Jurang Pulosari, wisatawan akan menyusuri tempat yang sangat rindang karena di sisi kanan dan kirinya dipenuhi pepohonan dan juga akan melewati medan yang naik turun dan cukup curam. Jika diperjalanan merasa lelah. wisatawan bisa mampir dulu ke beberapa unit bangunan joglo. Sesampainya di Jurang Pulosari, wisatawan akan melihat air terjun dengan beberapa tingkat ketinggian yang berbeda. Air terjun di tempat ini terbilang unik karena airnya jernih dan arusnya tidak terlalu deras, sehingga wisatawan bisa berada tepat di air terjun untuk basah-basahan. Selain itu, di bawahnya terdapat sebuah kolam yang cukup lebar dengan kedalaman sekitar 1 – 1,5 meter yang bisa digunakan untuk berenang. Jurang Pulosari yang berada diantara dua perbukitan yang masih asri ini juga bisa digunakan sebagai lokasi olahraga extreme. Tepat di sebelah barat air terjun atau di area perbukitan, wisatawan bisa melakukan panjat tebing (climbing) dan turun tebing (repling).
Baca Berita

World Parrot Trust Siap Bantu TN Aketajawe Lolobata

Sofifi, 4 Juli 2017. WPT atau World Parrot Trust merupakan salah satu lembaga internasional yang menangani burung Paruh Bengkok mulai dari pakan, perawatan sampai breeding. Lembaga tersebut juga termasuk leading-nya bidang penanganan parrot di dunia. Berawal dari kunjungan Pro Fauna beberapa bulan lalu terkait kerjasama dalam kegiatan penyuluhan bidang lingkungan, Pro Fauna kembali berkunjung ke kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) bersama mitra dari WPT dan Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoku dari Sulawesi Utara. Ketiga tamu tersebut, Ibu Eka (Pro Fauna), Angela D’Alessio (PPS Tasikoku) dan Mehd Halaouate (WPT) disambut oleh Kepala SPTN Wilayah I, Raduan, SH dan Koordinator PEH, Gunawan Simanjuntak di Kafe Doko lobi kantor Balai TNAL. Dalam pertemuan itu, Mehd Halaouate menyatakan bahwa WPT siap membantu memberikan buku sebagai bahan materi di gedung Pusat Informasi Balai TNAL dan siap membantu dalam memfasilitasi pencarian dana untuk program-program penyelamatan paruh bengkok, karena WPT sudah berpengalaman dalam bidang tersebut. Mehd juga menambahkan bahwa burung-burung yang dimiliki Balai TNAL termasuk mudah dalam hal penanganannya. Para tamu diajak berkeliling di kantor Balai. Mulai dari kandang transit sampai gedung Pusat Informasi. Dikandang transit mereka diperkenalkan jenis-jenis burung Paruh Bengkok yang biasanya didapatkan dari kegiatan pengamanan. Kepala Balai TNAL, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut., MT memberikan apresiasi dalam pertemuan tersebut. Beliau juga memberikan arahan agar pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mempromosikan Suaka Paruh Bengkok dan membangun jejaring kerja. Sumber Info : Balai TN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Maleo Riski Dievakuasi Balai KSDA Sulut

Langowan, 4 Juli 2017. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara (BKSDA Sulut) menerima seekor burung Maleo dari Riski warga Desa Amongena Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa. Riski menemukan Maleo tersebut di Tempang tak jauh dari rumahnya, saat ditemukan dikaki Maleo itu ada tali yang diduga bekas ikatan serta terdapat banyak luka di punggung. Lalu Riski menggunting tali tersebut dan memasukkan Maleo itu ke dalam kandang ayamnya serta memposting foto Maleo tersebut ke facebook. Informasi soal Maleo itu kemudian sampai ke BKSDA Sulut yang kemudian mengevakuasi Maleo tersebut untuk direhabilitasi. Maleo temuan Riski itu kini ditangani Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki, yang juga ikut dalam evakuasi. Maleo adalah salah satu satwa kunci Sulawesi Utara, selain Babi rusa, Anoa dan Yaki. Maleo merupakan burung unik dan endemik di Sulawesi. Sebarannya selain di Sulut juga ada di Gorontalo dan Sulawesi Tengah terutama di Luwuk. Di Sulut terdapat beberapa site konservasi Maleo, yakni di Muara Pusian dan Tambun di Bolaang Mongondow (Bolmong) serta di Binerean yang masuk wilayah Bolaang Mongondow Selatan. Site konservasi itu dikelola oleh Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang bekerjasama dengan Wildlife Conservation Society Indonesian Project (WCS-IP). Sumber Info : Balai KSDA Sulawesi Utara
Baca Berita

114 Tukik Dilepasliarkan Balai KSDA Bali

Bali, 2 Juli 2017. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali (BKSDA Bali) bersama para pegiat konservasi pelestari penyu melakukan penanaman/penetasan telur penyu lekang sebanyak 125 butir pada tanggal 9 Mei 2017 di pantai Sofitel Nusa Dua. Dan pada tanggal 2 Juli 2017 tepat pukul 21.00 WITA telur penyu hasil penanaman telah menetas. Selanjutnya Balai KSDA Bali melakukan pelepasliaran tukik - tukik tersebut di pantai Sofitel Nusa Dua pada Selasa tanggal 4 Juli 2017 tepat pukul 10.00 WITA sejumlah 114 ekor bersama tamu Mancanegara dan karyawan Hotel Sofitel Nusadua, Bali. Sumber Info : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Pengunjung TN Way Kambas Masa Libur Hari Raya Idul Fitri Membludak

Way Kambas, 4 Juli 2017 - Melihat tingginya minat kunjungan wisata ke Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas pada masa liburan hari Raya Idul Fitri 1438 H tahun 2017 ini, maka untuk memberikan pelayanan dan pengamanan yang maksimal, tugas tim pengamanan dan pelayanan pengunjung diperpanjang sampai dengan hari Minggu tanggal 2 Juli 2017. Yang mana sedianya hanya 5 hari dari tanggal 26-30 Juni 2017 saja. Selama 7 hari kegiatan pengamanan dan pelayanan pengunjung yang di pimpin oleh Bapak Sulardi, SP, (Kepala Satuan Polisi Kehutanan TN Way Kambas) aktifitas pengunjung ke Pusat Latihan Gajah TN Way Kambas berjalan lancar, aman dan terkendali. Untuk mengantisipasi kedatangan pengunjung yang mem-bludak selain pintu masuk utama di jalur Plang Ijo, disediakan juga pelayanan tiket di jalan masuk Simpang Proyek dan Margahayu yang semuanya menuju ke Pusat Latihan Gajah TN Way Kambas. Pemantauan arus lalu lintas sepanjang jalan masuk mulai dari Plang Ijo ke Pusat Latihan Gajah sejauh 9 kilometer, mengantisipasi adanya kecelakaan lalu lintas atau gangguan satwa, juga disiapkan tim patroli sepeda motor. Di lokasi Pusat Latihan Gajah dibentuk tim pengamanan parkir kendaraan pengunjung. Walaupun beberapa hari terjadi hujan ringan, aktifitas pengunjung dan petugas dapat berjalan aman, lancar dan terkendali. Bapak Kepala Balai TN Way Kambas, Subakir, SH, MH, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kerjasama dan kerja keras semua petugas yang terlibat, juga menyampaikan terimakasih atas kepedulian pengunjung yang dapat mematuhi aturan dan arahan petugas, sehingga sejak hari pertama sampai dengan terakhir aktifitas pengunjung ke Taman Nasional Way Kambas berjalan dengan baik. Selama 7 hari kegiatan masa libur hari raya Idul Fitri 1438 H tahun 2017 ini, pengunjung mencapai 21.124 orang, 2.414 kendaraan roda empat/mobil, 3.753 kendaraan roda dua/sepeda motor, 51 kendaraan roda 6/truk, dan 2 orang asing. Beberapa catatan yang perlu mendapat perhatian disampaikan oleh Koordinator Pusat Latihan Gajah TN Way Kambas, Ibu Elisabeth Devi Krismurniati, SSi, ME, bersama Humas PLG-TNWK Bapak Catur Marsudi adalah masih rendahnya kesadaran pengunjung terhadap kebersihan di lokasi konservasi gajah sumatera ini, yaitu masih banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan, walaupun hampir setiap pojokan area sudah disediakan tempat sampah. Ayo ke Taman Nasional Way Kambas. Sumber: BTN Way Kambas
Baca Berita

Pendaki Tersesat di Tambora Ketemu Sehat Wal Afiat

Mataram (1/7/2017). Pendaki Gunung Tambora yang dikabarkan sempat hilang akhirnya ditemukan petugas TN Tambora Jumat Malam 30 Juni 2016 pada kondisi sehat wal afiat. Korban ditemukan di sekitar air terjun pada pos 1 dan pos 2 G. Tambora. Menurut Kepala Balai TN Tambora kronologis kejadian hilangnya korban dikarenakan pada saat korban melakukan pendakian pada Jalur Pancasila, korban yang bernama Iud berasal dari Bekasi memisahkan diri dari rombongan sehingga tersesat dalam perjalanan dari pos 1 ke pos 2 (areal PT. AWB). Teman-teman korban tetap melanjutkan perjalanan menuju puncak tetapi tidak bertemu dengan korban, sehingga melaporkan hilangnya korban ke petugas TN Tambora. Pendaki yang hilang tersebut memaksakan diri untuk tidak bersedia didampingi porter/guide, sementara rekan-rekannya tetap didampingi. Kepala Balai TN Tambora menghimbau kepada para pendaki Tambora untuk selalu bersama dan menggunakan porter/guide sehingga tidak tersesat/hilang ketika melakukan pendakian. Sumber: TN Tambora
Baca Berita

Libur Lebaran di TWA Lejja Sulsel

Makasar (1/7/2017). Taman Wisata Alam Lejja yang berada dibawah pengelolaan Balai Besar KSDA Sulsel pada libur Bersama kali ini mengalami peningkatan kunjungan yang begitu masif, dengan total 15.961 jumlah pengunjung dari rentang H+0 sampai dengan H+4 lebaran dengan puncak kunjungan pada H+2. TWA ini menjadi primadona kunjungan wisata bagi masyarakat Kabupaten Soppeng, dan Kabupaten/Kota yang berada dalam radius ± 100 km. Apresiasi yang besar disampaikan Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan kepada para petugas yang berada di tempat bahkan pada hari H lebaran Iedul Fitri untuk melayani masyarakat yang ingin menikmati liburannya dengan aman dan nyaman. Sumber:BBKSDA Sulsel

Menampilkan 10.433–10.448 dari 11.141 publikasi