Selasa, 2 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BTN Tesso Nilo Bentuk 30 Orang Menjadi Masyarakat Mitra Polhut

Lubuk Kembang Bunga, 19 Juli 2017. Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) melakukan pembentukan masyarakat mitra polhut (MMP) untuk 3 desa sekitar kawasan TNTN yaitu 10 orang dari Desa Lubuk Kembang Bunga, 10 dari Desa Air Hitam dan 10 orang dari Desa Bagan Limau. Kegiatan pembentukan MMP ini diadakan di Kantor SPW I Lubuk Kembang Bunga yang dimulai sejak hari Rabu 19 Juli 2017 s.d. 20 Juli 2017. Pembukaan acara pembentukan MMP dibuka secara resmi oleh Kepala Balai BTNTN yang diwakili oleh Kepala SPW I Lubuk Kembang Bunga. Turut hadir pada acara pembukaan Kapolsek Ukui AKP. Amriadi, SH, Babinkamtibmas Desa LKB Aiptu. Sani, dan 2 (dua) orang tamu undangan dari Dosen Pasca Sarjana FISIP Universitas Riau. Dalam sambutannya Kepala SPW I Lubuk Kembang Bunga menyampaikan selamat datang kepada 30 orang masyarakat yang sudah bersedia dan hadir untuk mengikuti acara pembentukan MMP ini. Ditambahkan bahwa tantangan pengelolaan kawasan TNTN sangat berat jika hanya dilakukan oleh BTNTN, oleh karenanya bantuan, kerjasama dan partisipasi aktif dari masyarakat sungguh diharapkan. Kepala SPW I Lubuk Kembang Bunga juga berharap para peserta mengikuti pelatihan singkat pembentukan MMP ini dengan serius dan baik sampai selesai. Dengan terbentuknya dan dikukuhkan MMP nanti oleh Kepala Balai TNTN maka diharapkan mampu berasama-sama dengan para petugas BTNTN utamanya anggota Polhut untuk melakukan patroli perlindungan dan pengamanan kawasan TNTN. Semoga pelatihan ini berjalan lancar dan semua yang kita lakukan menjadi amal ibadah disisi Allah SWT. Tutup Pak Taufiq. Sumber Info : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

17 Siswa SMKKN Samarinda Dilepas Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Putussibau, 19 Juli 2017 merupakan hari yang sangat menggembirakan sekaligus mendebarkan bagi 17 siswa dan siswi baru SMKKN Samarinda yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu, mereka akan segera meninggalkan Bumi Uncak Kapuas untuk menuntut ilmu di Samarinda. Bertempat di Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun sebanyak 17 siswa dan siswi baru SMKKN Samarinda dilepas untuk mulai melaksankan kegiatan belajar mengajar. Dalam kesempatan ini Arief Mahmud selaku Kepala Balai Besar TNBKDS menyampaikan bahwa ini adalah kali kedua BBTNBKDS dipercaya sebagai penyelenggara pelaksanaan tes masuk SMKKN Samarinda. Selain di Putusibau, tes ini hanya dilaksanakan di Ibukota propinsi. Pelaksanaan tes di Putussibau merupakan tindak lanjut kerjasama antara Bupati Kapuas Hulu dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Saya bangga dengan kalian, selamat dan bawa nama harum Kapuas Hulu. Semoga bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik, lulus dengan baik, dan bisa kembali mengabdi di Kapuas Hulu sebagai rimbawan-rimbawan muda yang bersemangat” ucap Arief dalam kesempatan itu. Senada dengan Arief, Assisten Administrasi dan Umum dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu H.Muhammad Yusuf menyampaikan, “Buat orangtua kalian bangga, harumkan nama Kapuas Hulu, tekun belajar dan semoga sukses.” Peserta didik yang diterima di SMKKN Samarinda dalam pelaksanaan pendidikannya tidak dipungut biaya atau gratis, SMKKN Samarinda adalah satu-satunya sekolah menengah tingkat atas favorit jurusan Kehutanan yang ada di Pulau Kalimantan. Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Tempuh Perjalanan 30 Jam, Tim Gugus Tugas BKSDA Kalbar Bawa 8 ekor Owa Serahan Masyarakat.

Pontianak, 19 Juli 2017 - Setelah menempuh perjalanan panjang selama ± 30 jam dari Pontianak Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) BKSDA Kalimantan Barat yang membawa 8 ekor owa-owa hasil penyerahan masyarakat tiba di kantor Seksi Konservasi Wilayah III di Muara Teweh pada Selasa 18 Juli 2017. Kunjungan ini merupakan yang kedua setelah pada BKSDA Kalimantan Barat juga mengirimkan 4 owa-owa untuk direhabilitasi. Sebelum menuju Muara Teweh, tim berkunjung ke Kantor Balai KSDA Kalimantan Tengah. Di Muara Teweh, owa akan direhabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali di alam. Jauhnya jarak yang ditempuh tidak mengurangi semangat dan niat tim demi kelestarian satwa. Mari kita jaga dan lindungi satwa kita! Sumber: BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

DNA Forensik Dalam Penelusuran Asal Usul Flora Fauna

Yogyakarta, 18 Juli 2017. Dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola konservasi, Balai KSDA Yogyakarta turut ambil bagian pada Kegiatan Workshop DNA Forensik Flora dan Fauna yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta. Workshop diikuti oleh peserta yang berasal dari unsur Pejabat Kementerian LHK, UPT lingkup Kementerian LHK, Lembaga Konservasi, Pemerintah Daerah, Kepolisian, Akademisi dan Pelaku Usaha/Swasta. Workshop dimaksudkan sebagai upaya untuk memperkenalkan peserta mengenai pentingnya DNA forensik untuk pelestarian, pengelolaan dan perlindungan flora fauna asli Indonesia. Disamping itu materi yang disampaikan pada workshop ini dapat memberikan gambaran terkait informasi rekomendasi penangan kasus peredaran dan perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang membutuhkan keakuratan dalam menentukan jenis dan asal usul flora fauna tersebut. Kebijakan memperdagangkan TSL merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan usaha bagi masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Pada perkembangannya, perdagangan TSL telah melebar pada perdagangan TSL dilindungi yang seharusnya tidak dilakukan. Berbagai upaya pengawasan dan pengendalian peredaran TSL telah dilaksanakan, meskipun demikian masih saja ada oknum-oknum tertentu yang memperjualbelikan TSL secara illegal. Pada kasus-kasus perdagangan TSL illegal seringkali dijumpai kendala dalam hal identifikasi asal usul TSL tersebut. Melalui workshop hari ini telah diperoleh gambaran langkah-langkah penyelesaian yang harus dilakukan dalam pengungkapan asal usul TSL dalam kasus-kasus peredaran dan perdagangan TSL illegal. Sumber Info : Purwanto, S.H - Polhut Muda Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Balai TN Ujung Kulon Berikan Bantuan Usaha Ekonomi

Labuhan, 18 Juli 2017. Bantuan usaha ekonomi merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan bantuan penguatan modal usaha untuk kegiatan usaha ekonomi kepada kelompok masyarakat. Jenis bantuan yang diberikan dalam rangka peningkatan usaha ekonomi kepada KUB (Kelompok Usaha Bersama) Alam Lestari desa Kertajaya dan KMP (Kelompok Masyarakat Pesisir) Pangkalan Baru desa Ujungjaya berupa dana yang dipergunakan untuk pembuatan apartemenikan sebesar Rp.30.000.000,- yang dibayarkan secara bertahap pada setiap kelompoknya. Penyerahan bantuan dana dibagi menjadi 3 tahapan. Untuk tahap pertama telah diserahkan oleh Bapak Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon kepada ketua dan bendahara kelompok pada tanggal 18 Juli 2017 dikantor Balai TN Ujung Kulon di Labuan yang disaksikan oleh para Kepala Urusan, kepala Resort Kopi dan Legon Pakis serta pendamping kelompok (penyuluh kehutanan). Penyerahan /pembayaran tahap 1 dapat dibayarkan apabila persyaratan kelompok sudah dilengkapi, dan kedua kelompok tersebut sudah memenuhi kelengkapan tersebut yang diantaranya : Perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani oleh PARA PIHAK, rencana Pelaksaan kegiatan pembuatan apartemen ikan, rencana penggunaan dana bantuan tahap 1 san kuitansi bukti penerimaan dana bantuan tahap 1 yang telah ditandatangani oleh ketua dan bendahara kelompok. Adapun untuk tahap 2 dan 3 dilakukan apabila penggunaan anggaran dana telah mencapai minimal 80% dari tahap sebelumnya yang dilampiri kuitansi bukti penerimaan uang yang telah di tandatangani oleh penerima bantuan dan di syahkan oleh PPK dan laporan kemajuan penyelesaian pekerjaan yang ditandatangani oleh ketua kelompok tersebut. Kegiatan bantuan usaha ekonomi ini dilaksanakan berdasarkan Perdirjen KSDA-E Nomor:P.3/KSDAE/SET/KUM.1/5/2017 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Lainnya Yang Memiliki Karakteristik Bantuan Pemerintah Dalam Rangka Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Lingkup Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Tujuan kegiatan bantuan usaha pembuatan apartemen ikan ini antara lain: meningkatkan usaha ekonomi masyarakat di bidang perikanan, melaksanakan kegiatan pemanfaatan sumber daya bahari secara lestari sekaligus memberi tanda batas TN. Ujung Kulon khususnya di wilayah perairan. Sumber Info : Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

Sampai Dengan Medio Juli 2017, Balai Besar KSDA Jawa Barat Selamatkan 195 Ekor Satwa Liar

Bandung, 18 Juli 2017. Selain menjalankan amanah dalam melaksanakan konservasi in-situ, Balai Besar KSDA Jawa Barat juga memiliki tugas dalam melaksanakan konservasi eksitu, termasuk di dalamnya penertiban peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL). Tentunya, bukanlah perkara yang mudah untuk mengawasi peredaran TSL mengingat mobilitas TSL yang sangat tinggi, bisa lintas provinsi, bahkan lintas pulau di Indonesia. Permasalahan menjadi semakin kompleks ketika minat masyarakat yang cenderung tak terbendung dalam memiliki/memelihara TSL dilindungi tidak disertai dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang peraturan perundang-undangan yang berimbas pada rendahnya tingkat kesadartahuan mereka akan pentingnya menjaga kelestarian TSL, utamanya TSL yang dilindungi. Menyadari hal tersebut, pada awal tahun 2017 Balai Besar KSDA Jawa Barat segera membentuk Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar melalui Surat Keputusan Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat Nomor: SK. 31/K.1/BIDTEK/SP3/1/2017 tanggal 16 Januari 2017. Secara garis besar, Tim Gugus Tugas ini terbagi menjadi 2 (dua) tim berdasarkan tugasnya, yaitu Tim Pra Rescue yang lebih berfungsi sebagai public relation (sosialisasi, publikasi, edukasi, dan pengelolaan database) serta Tim Rescue, Translokasi, Release, dan Penitipan ke Lembaga Konservasi (LK). Keberadaan Tim Gugus Tugas telah memberikan pengaruh signifikan terhadap upaya penertiban peredaran TSL di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin banyaknya masyarakat yang menyerahkan TSL dilindungi yang mereka miliki kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat melalui Tim Gugus Tugas secara sukarela. Bahkan, beberapa orang di antaranya merupakan pejabat atau mantan pejabat, yang tentunya memberikan contoh tauladan bagi masyarakat lainnya. Tidak hanya penyerahan TSL yang bersifat sukarela, Tim Gugus Tugas pada perkembangan selanjutnya, juga melakukan upaya penertiban peredaran TSL terhadap beberapa lokasi wisata yang terindikasi memelihara dan atau memperagakan TSL dilindungi tanpa izin dengan berbekal informasi yang viral di masyarakat. Sebagai contoh, penertiban peredaran TSL yang dilakukan terhadap Kampung Gajah Wonderland dan Pramestha Resort Town yang keduanya berlokasi di Kab. Bandung Barat. Di luar itu semua, ada lagi prestasi yang cukup fenomenal, yaitu operasi tangkap tangan terhadap 2 (dua) orang pengedar TSL illegal di Cianjur yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas bersama-sama dengan Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara dan Satuan Reskrim Polres Cianjur. Di samping itu, operasi penertiban peredaran TSL juga dilakukan terhadap seorang pengedar TSL dilindungi di Tasikmalaya. Dari dua operasi tersebut, telah diamankan sebanyak 3 (tiga) tersangka pengedar TSL yang berkasnya telah P21. Sampai pertengahan bulan Juli 2017, terdapat sebanyak 195 ekor satwa liar yang telah diserahkan secara sukarela kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat ataupun yang disita dari masyarakat. Sebanyak 104 (seratus empat) ekor berasal dari kelompok aves di antaranya elang jawa, elang brontok, kakatua raja, dan kakatua besar jambul kuning. Sebanyak 85 (delapan puluh lima) ekor berasal dari kelompok mamalia, 52 (lima puluh dua) di antaranya merupakan primata seperti owa jawa, surili, lutung jawa, kukang, dan tarsius. Sisanya sebanyak 6 (enam) ekor berasal dari kelompok reptil. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan tahun 2016 lalu yang sampai dengan akhir Desember 2016 hanya mencapai 122 ekor. Jumlah pada tahun 2017 tersebut berpotensi bertambah mengingat tahun 2017 baru akan berakhir beberapa bulan ke depan. Sebagian besar satwa telah dititiprawatkan kepada beberapa lembaga konservasi binaan Balai Besar KSDA Jawa Barat seperti Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Taman Safari Indonesia, Taman Satwa Cikembulan, The Aspinall Foundation, Yayasan IAR, Kebun Binatang Bandung, dan PPS Cikananga. Satwa yang dititiprawatkan tersebut akan identifikasi lebih lanjut, direhabilitasi, dan diseleksi untuk kelayakan pelepasliaran. Keberhasilan Tim Gugus Tugas ini tidak terlepas dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap upaya pelestarian TSL. Sebut saja lembaga-lembaga konservasi yang bersedia menyediakan tempat untuk penitiprawatan TSL yang diselamatkan. Di samping itu, media massa juga memiliki peran yang luar biasa karena publikasi-publikasi yang dilakukan melalui media cetak maupun elektronik telah berdampak pada meningkatnya kesadartahuan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian TSL. Last but not least, masyarakat dapat menjadi mitra terbaik karena tidak jarang melalui informasi viral dari masyarakatlah Tim Gugus Tugas dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Sumber Info : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Warga Serahkan Elang Laut ke Balai TN Kepulauan Seribu

Pulau Harapan, 14 Juli 2017 Berkat penyadartahuan konservasi yang selama ini dijalankan di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu pada tanggal 12 Juli 2017, Nurdin seorang warga Pulau Harapan secara sukarela menyerahkan 1 (satu) ekor Elang Laut Haliaetus leucogaster kepada petugas Polisi Kehutanan SPTN Wilayah II Pulau Harapan Taman Nasional Kepulauan Seribu dan diterima oleh petugas Polhut Wiyono dan Damanhuri. Selanjutnya pihak SPTN wilayah II Pulau Harapan Taman Nasional Kepulauan Seribu berkoordinasi dengan Jakarta Animal Air Network (JAAN) yang mengelola tempat rehabilitasi Elang di Pulau Kotok Besar Kepulauan Seribu untuk kelanjutan pemulihan elang laut tersebut. Pada tanggal 13 Juli 2017 tim JAAN yang di wakili oleh Femke den Haas datang ke kantor SPTN Wialayah II untuk mengambil elang laut tersebut yang selanjutnya di bawa ke Pulau Kotok besar untuk diperiksa kesehatannya dan tindakan rehabilitasi untuk selanjutnya dilepasliarkan kembali. Sumber: Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Berita

BIRDING AND PHOTO COMPETITION AT MATALAWA NATIONAL PARK

Waingapu (18/7/2017). Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) berada di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Balai Taman Nasional Laiwangi Wanggameti digabung menjadi Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Balai TN Matalawa). Salah satu nilai penting TN Matalawa adalah tingginya keanekaragaman hayati khususnya pada burung. Lebih dari 150 jenis burung dapat ditemukan di kawasan TN Matalawa dan 10 jenis burung diantaranya merupakan endemik Sumba. Jenis – jenis endemik Sumba antara lain Burung Madu Sumba (Nectarinia buettikoferi), Gemak Sumba (Turnix everetti), Punai Sumba (Treron teysmanii), Walik Rawamanu (Ptilinopus dohertyi), Sikatan Sumba (Ficedula harterti), Sikatan coklat Sumba (Muscicapa segregate), Pungguk Sumba (Ninox sumbaensis), Pungguk Wengi (Ninox rudolfi), Myzomela Sumba (Myzomela dammermani) dan Julang Sumba (Aceros everetti). Terkait dengan hal itu, TN Matalawa menyelenggarakan BIRDING AND PHOTO COMPETITION sebagai kegiatan promosi potensi keanekaragaman hayati khususnya jenis burung dan pembentukan jejaring komunikasi pemerhati burung pada skala nasional. Acara dalam kegiatan ini meliputi kegiatan lomba, sharing/diskusi dan kunjungan ke objek wisata di dalam maupun luar kawasan TN MATALAWA. Komposisi kegiatan adalah 90% di dalam kawasan dan 10% di luar kawasan. Peserta akan diajak menjelajah kawasan konservasi di pulau Sumba ini selama empat hari. Hasil pengamatan burung dan potret-potret burung dan alam selama kegiatan kemudian dilombakan dengan juri yang kompeten. Untuk juri birding yaitu Karyadi Baskoro, Imam Taufiqarahman, dan Swiss Winasis. Sementara juri foto yaitu Riza Marlon, Arbain Rambey, dan Didi Kaspi Kasim. Ayo ikuti kompetisi ini dan menangkan hadiah dengan total sebesar Rp. 50.000.000,-. Link blanko pendaftaran https://drive.google.com/open?id=0BxTbRKJdvdaURlJybk1MMGNGdnc Link booklet informasi https://drive.google.com/open?id=0BxTbRKJdvdaUekRzbkRrM2ZmUHM Informasi lebih lanjut silakan hubungi: 085253738456 (Heri) 081239573392 (Jani) 081328175065 (Hastoto)
Baca Berita

Resort Tayawi Kedatangan Tim Terios 7 Wonders

Sofifi, 16 Juli 2017. Tours Itinerary Terios 7 Wonders 2017 akhirnya sampai di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) di Resort Tayawi desa Koli Kota Tidore Kepulauan. Sebanyak 4 (empat) rombongan menggunakan mobil Daihatsu Terios terbaru parkir di depan halaman kantor Resort Tayawi sekitar pukul 23:30 WIT. Disambut oleh Bapak Raduan, SH selaku Kepala Seksi Wilayah I (SPTN I), tim ekspedisi Daihatsu langsung dipersilahkan menikmati jamuan malam sebelum beristirahat. Pak Rado, sapaan Kepala SPTN I mengatakan terima kasih dan berharap semoga ini merupakan awal dari kunjungan Daihatsu ke TNAL. Petugas Resort kemudian mempersilahkan memilih tempat istirahat, yaitu di tenda maupun di kamar yang sudah disiapkan sebelumnya. Tim Terios 7 Wonders ini terdiri dari para blogger, jurnalis dan videographer. Mereka juga akan membantu TNAL dalam mempromosikan wisatanya, papar salah satu anggota tim Terios. Saat jamuan makan malam, tim Daihatsu menyampaikan agenda mereka untuk melakukan pengamatan burung Bidadari Halmahera dan melihat pemukiman Masyarakat Tobelo Dalam. Selain itu kegiatan tambahannya adalah memberi bantuan dana CSR berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak Masyarakat Tobelo Dalam. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Sosialisasi Peraturan Perundangan tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAHE)

Jinato, 18 Juli 2017, Balai Taman Nasional Taka Bonerate kembali kegiatan tahunan Sosialisasi Peraturan Perundangan tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAHE) di dua seksi pengelolaan yaitu di SPTN I dan SPTN II. Dimulai di SPTN II pada Selasa, bertempat di Pulau Jinato, dengan dihadiri 20 peserta dari 3 Desa wilayah SPTN II. Menghadirkan 4 pemateri yang terdiri dari 3 orang pihak Balai TN. Taka Bonerate dan 1 orang dari KODIM 1415 Kep. Selayar yang dimana merupakan salah satu mitra pengamanan menjaga kawasan. Materi yang dibawakan di antaranya : Peraturan dan Perundangan tentang KSDAHE, Zonasi dan Biota Dilindungi oleh Abd. Rajab, S. TP, MP (Ka. SPTN II Jinato) , Muhammad Hasan, SH(Ka. SPTN I Tarupa) Anto Nor Fajar, A. Md (Koordinator Polhut) serta Bela Negara Diliat dari Sisi Konservasi oleh Serka Ahmad Lamo (Danpos KODIM Kayuadi) Lebih lanjut Danpos Kayuadi tersebut menuturkan bahwa Bela Negara bukan hanya mengangkat senjata, namun melindungi dan menjaga ekosistem alam itu juga adalah membela negara. Kedepan dengan dilakukannya kegiatan sosialisasi semacam secara rutin diharapkan kegiatan ini mampu merubah pola pikir masyarakat dari kegiatan destructive kepada kegiatan konservatif yg mengedepankan konsep humanist dalam pelindung ekosistem di dalam dan sekitar kawasan taman nasional takabonerate Penulis dan Foto : Asri (TNTBR)
Baca Berita

BKSDA Jateng Ikut Meramaikan Pameran SAE 2017

Temanggung, 18 Juli 2017 – Soropadan Agro Expo (SAE) kembali digelar pada tanggal 13 – 17 Juli 2017. Kegiatan pameran ini rutin diselenggarakan setiap tahun. Tahun 2017 ini sudah yang ke Delapan kalinya sejak pertama kali diselenggarakan. Pameran dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Bapak H. Ganjar Pranowo, SH, MIP dengan disertai peluncuran aplikasi Regopantes yang berbasis android. Aplikasi tersebut dikembangkan untuk memangkas rantai distribusi yang sangat panjang, sehingga dapat memberikan kemudahan dan membantu para petani. BKSDA Jawa Tengah ikut ambil bagian dalam pameran SAE 2017. Dari 121 stan yang ikut berpartisipasi, BKSDA Jawa Tengah Menempati stan no 8. BKSDA Jawa Tengah bekerja sama dengan lembaga konservasi dan pengedar memberikan suguhan “Wildlife Show”. Pertunjukan satwa terdiri dari Jalak Bali, Arwana Super Red, Kakatua Jambul Kuning, Phyton dan Macaw. Kehadiran hewan-hewan tersebut mendongkrak antusiasme pengunjung untuk berinteraksi dan berfoto dengan satwa di stan BKSDA Jateng. Stand BKSDA selalu ramai dan dipadati oleh pengunjung SAE sekedar untuk berfoto dengan satwa-satwa yang ada. Pameran SAE Tahun 2017 menghasilkan transaksi tunai berkisar Rp. 14.500.000.000,- . Nilai tersebut naik lebih dari 200% dibanding tahun sebelumnya dengan nilai transaksi Rp.4.003.000.000,- dengan jumlah pengunjung yang melonjak naik 100% dibanding dengan tahun sebelumnya. Soropadan Agro Expo ditutup Senin, 17 Juli 2017 oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah. Sumber: BKSDA Jawa Tengah
Baca Berita

Promosi Kelestarian TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum Melalui Ekolabel Produk Tenun Tradisional Pewarna Alam

Mataso, 18 Juli 2017. Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan dan Balai Besar Betung Kerihun dan Danau Sentarum menyelenggarakan bimbingan teknis penerapan ekolabel tenun pewarna alam. Penerapan ekolabel dimaksudkan untuk mengangkat/mempromosikan produk ramah lingkungan dan sebagai bentuk komunikasi antara produsen dan konsumen mengenai praktek produksi yang bertanggung jawab (ramah lingkungan). Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan dalam sambutannnya menyampaikan bahwa pemerintah perlu memfasilitasi masyarakat untuk mengangkat ciri khas budaya di setiap daerah melalui produk unggulan yang dihasilkan secara ramah lingkungan. Fasilitasi yang diberikan dapat berupa pembinaan / pendampingan secara teknis, registrasi terhadap produk ramah lingkungan, promosi, dan akses pemasaran. Salah satu fasilitasi yang dapat diberikan adalah melalui Ekolabel. Ekolabel merupakan logo/label pernyataan yang menunjukkan aspek lingkungan dan merupakan salah satu perangkat dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup. Ekolabel merupakan sarana penyampaian informasi yang akurat, ‘verifiable’ dan tidak menyesatkan kepada konsumen mengenai aspek lingkungan dari suatu produk (barang atau jasa), komponen atau kemasannya (ISO 14020). Informasi yang disampaikan melalui Ekolabel dapat digunakan oleh pembeli dalam memilih produk yang diinginkan berdasarkan pertimbangan aspek lingkungan sehingga diharapkan dapat mendorong permintaan dan penawaran produk ramah lingkungan. Berdasarkan UU No. 32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 43 ayat (3) huruf g: Pengembangan sistem label ramah lingkungan sebagai instrument ekonomi proaktif dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 2 Tahun 2014 Tentang Pencantuman Logo Ekolabel , ada 2 tipe Ekolabel yang diterapkan di Indonesia: Klaim swadeklarasi yang dinyatakan harus dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan lingkungan dan dibuktikan dengan metode pengujian yang baku. Tenun tradisional yang diproduksi oleh penenun di kawasan TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum berpotensi memanfaatkan skema Ekolabel Swadeklarasi, dengan klaim aspek lingkungan adalah penggunaan pewarna alam dari sumber daya hayati yang lestari dari kawasan hutan. Langkah awal menuju penerapan ekolabel swadeklarasi untuk produk tenun pewarna alam dimulai dari penguatan manajemen proses yang paling sederhana, antara lain, pembakuan dan dokumentasi terhadap: 1) tata cara pembuatan warna alam, 2) proses pewarnaan oleh penenun, 3) sumber tanaman yang digunakan sebagai pewarna dan jenis warna yang dihasilkan, 4) komposisi bahan pewarna alam, tanpa menggantikan praktek-praktek yang sudah biasa dilakukan para penenun suku Dayak Iban sebagai bentuk traditional knowledge / kearifan lokal yang diwariskan secara turun menurun. Diharapkan melalui ekolabel produk tenun tradisional pewarna alam Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum lebih fokus dalam pembinaan kapasitas penenun, proses produksi yang lebih baik dan bertanggung jawab, dan mempromosikan kelestarian kawasan Taman Nasional tersebut beserta dengan masyarakat dan produk budaya setempat. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan pustanlinghut@gmail.com http://standardisasi.menlhk.go.id Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Tak Tertolongnya Dua Harimau di Sosopan

Sosopan, 18 Juli 2017. Seekor harimau dalam kondisi lemas dievakuasi dari Desa Sihaporas, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas menuju di Barumun Nagary Wildlife Sanctuary setelah dirawat kurang lebih selama 2,5 jam oleh dokter hewan dari Barumin Nagary, harimau dinyatakan mati. Berawal dari laporan warga (Madan Harahap ) ke pihak Koramil 07/Sosopan setelah berpapasan dengan Harimau Sumatera sepulangnya dari kebun pada tanggal 8 Juli 2017 sekitar pukul 11.15 WIB. Petugas Koramil 07/Sosopan dan Tim dari Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang berkoordinasi dan melakukan pengecekan lokasi dan menemukan jejak kaki harimau sebanyak 2 ekor (dewasa dan anak-anak) yang berada lebih kurang 50 meter dari kandang kambing warga. Pada saat itu masyarakat dihimbau agar mengurangi aktifitas di luar rumah pada sore/malam hari, tidak mengganggu keberadan harimau dan melakukan aktifitas di luar rumah secara bersama-sama (bergerombol). Pada tanggal 10 Juli 2017 Harimau dengan kondisi lemas ditemukan di depan kantor Koramil Sosopan pada pukul 09.00 WIB dan baru sampai di Barumun Nagary Wildlife Sanctuary pada pukul 20.30 WIB. Setelah dirawat, pada pukul 23.01 harimau naas tersebut tidak dapat diselamatkan. Dua hari berselang, tepatnya pada tanggal 12 juli 2017, sekitar Pukul 08.35 WIB, berjarak sekitar 100 meter tidak jauh dari penemuan harimau sebelumnya kembali ditemukan harimau berukuran tanggung dalam keadaan mati di kebun masyarakat. Kemudian Danramil 07/Sosopan Lettu Inf AK Harahap berkordinasi dengan pihak kehutanan dan BBKSDA serta barumun nigari untuk mengamankan harimau tersebut di kantor Koramil dan diadakan necropsy utk mengetahui penyebab kematian. Sampai dengan berita ini diterbitkan, Petugas SKW VI BBKSDA Sumut masih melakukan pengecekan lapangan terhadap adanya lagi harimau dewasa yang datang ke lokasi tersebut serta masih menunggu hasil necropsy kematian dua harimau tersebut. Sumber Info : BBKSDA Sumatera Utara Wilayah VI Kota Pinang dan Koramil 07/Sosopan
Baca Berita

Amati Burung, Turis Amerika Datangi TN Bogani Nani Wartabone

Bolaang Mongondow, 18 Juli 2017, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone memiliki pesona alam yang luar biasa dengan menyajikan berbagai spot yang menarik dan berbeda. pagi hari ini ada turis mancanegara yang melakukan pengamatan burung di sekitar wilayah matayangan SPTN Wilayah II Doloduo Kab. Bolaang mongondow. Daerah ini merupakan spot favorit dalam mengamati burung karena masih banyak di jumpai sebagian burung yang berada di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Pagi ini di temani oleh Kepala Resort Dumoga Barat Pak Idjong Datunsolang mereka mengamati berbagai jenis burung dan tarsius kemudian pada siang harinya rencana melakukan tracking masuk ke hutan. Berbagai jenis burung yang di jumpai adalah Raja udang, elang dan alap – alap. Mereka puas dengan kondisi yang ada karena masih banyak di temukan satwa dan tumbuhan yang masih alami. Kunjungan wisata dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang cukup positif hal ini dapat di lihat dari jumlah pengunjung dan PNBP yang mengalami peningkatan. Sumber: Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Aksi "Bersih-bersih" Sampah di TN Way Kambas

Way Kambas (18/7/2017). Usai sudah masa liburan, usai pula masa-masa untuk berwisata, demikian pula yang dirasakan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas yang ada di Propinsi Lampung. Dimana pada masa libur hari Raya Idul Fitri 1438 H kemarin, aktifitas kunjungan wisatawan pada tanggal 26 Juni 2017 sampai dengan tanggal 2 Juli 2017 “membludak”. Selama 7 hari masa libur hari raya pengunjung mencapai 21.124 orang, 2.414 mobil, 3.753 sepeda motor, 51 truk, dan 2 orang asing. Salah satu dampak dari adanya aktifitas pengunjung yang muncul saat ini adalah sampah yang berserakan di sekitar area konservasi gajah dan sepanjang jalan masuk mulai Plang Ijo sampai ke PKG. Mulai dari sampah plastik, kaleng dan botol, serta bekas kemasan makanan minuman yang tidak hancur lainnya. Senin, 17 Juli 2017, segenap karyawan-karyawati Pusat Konservasi Gajah TN Way Kambas, bersama-sama melakukan aksi “Bersih-Bersih” Sampah, di lokasi atraksi gajah, lapangan parkir, sepanjang jalan, serta lokasi-lokasi sekitarnya. Sampah dikumpulkan, kemudian diangkut dengan kendaraan dan dibawa keluar kawasan konservasi untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah yang dikelola oleh Dinas Kebersihan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur. Memang tidak ada petugas khusus yang mengurusi sampah di Pusat Konservasi Gajah ini, ujar ibu Elisabeth Devi Krismurniati (Koordinator PKG), karenanya kami inisiatif untuk bekerja bakti gotong royong bersama-sama membersihkan tempat tugas kami ini. Bukankah dengan tempat tugas yang bersih, asri dan nyaman maka kita akan menjadi semangat dan gembira dalam menjalankan tugas. Sementara sebelumnya pada hari Jum’at, 14 Juli 2017, petugas lingkup Seksi Pengelolaan TN (SPTN) Wilayah III Kuala Penet dan SPTN Wilayah I Way Kanan TNWK juga telah melakukan aksi bersih lingkungan di sekitar kantor dan jalan masuk ke PKG TNWK. Bersih itu indah, bersih itu nyaman. Semangat !!! Sumber: BTN Way Kambas
Baca Berita

BBKSDA Jabar Ikut Ramaikan Puncak Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi Jabar

Bandung, 17 Juli 2017, Balai Besar KSDA Jawa Barat turut berpartisipasi pada puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Balai Besar KSDA Jawa membuka stand pameran yang menampilkan berbagai produk pemberdayaan masyarakat seperti sapu songket dan gula aren, promosi taman wisata alam lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat, serta beberapa bentuk media publikasi seperti leaflet, booklet, dan buku. Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi ini sendiri secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga alam dan lingkungan karena ketika alam dan lingkungan kita jaga, maka alam dan lingkungan akan menjaga kita. Hal tersebut sesuai dengan motto yang dibangun oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, yaitu “kita jaga alam, alam jaga kita”. Selesai pembukaan, Gubernur Jawa Barat menyempatkan diri untuk berkunjung dan berdialog dengan peserta pameran, termasuk dengan peserta pameran dari Balai Besar KSDA Jawa Barat. Kegiatan yang mengambil tema universal “Connecting People to Nature” ini, selain diisi oleh pameran dari berbagai instansi/lembaga yang terkait dengan lingkungan, juga menampilkan berbagai pentas seni dan budaya utamanya dari sekolah-sekolah yang berada di Bandung dan sekitarnya. Tidak hanya itu, dalam kegiatan tersebut juga diumumkan peraih penghargaan Raksa Prasada Kategori Individu/Masyarakat, Sekolah Berbudaya Lingkungan, Penyusun Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis Terbaik, serta penghargaan-penghargaan lainnya. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Sate ini memberikan pesan moral yang cukup mendalam kepada seluruh peserta dan undangan bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta dan manusia sangat bergantung pada alam ini sehingga manusia harus secara bijak memperlakukan alam dan lingkungan ini. Semoga semangat tersebut tidak hanya berhenti sebatas jargon semata, tetapi benar-benar dapat diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari sehingga manusia benar-benar bisa selaras dengan alam, “kita jaga alam, alam jaga kita”. (RK/Humas BBKSDA Jabar)

Menampilkan 10.369–10.384 dari 11.141 publikasi