Selasa, 2 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Tree Planting IUFRO – INAFOR Joint International Conference di Ngrangkah, Kalikuning, Taman Nasional Gunung Merapi

Yogyakarta, 25 Kuli 2017. Yogyakarta berkesempatan menjadi tuan rumah acara International Union of Forest Research IUFRO – Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) Joint Internasional Conference yang diselenggarakan pada tanggal 24- 27 Juli 2017. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan penyelenggara lokal Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknolologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH) Yogyakarta. Salah satu rangkaian acara tersebut, dilaksanakan tree planting (penanaman) di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) pada tanggal 24 Juli 2017, sebagai tindak lanjut atas arahan Gubernur D.I Yogyakarta. Kegiatan penanaman ini dilaksanakan di blok Ngrangkah, Kalikuning, Resort Cangkringan SPTN Wilayah I Magelang Sleman. Dalam kesempatan penanaman tersebut, hadir beberapa tamu yang berkenan menanam langsung beberapa jenis pohon endemik TNGM. Diantaranya Menteri Gubernur Bangka Belitung, Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Coordinator UFRO Acacia Working Party, Ministeral Advisor Ministri of Agiculture dan Forestry Finland, President and CEO Luke, Kepala Balai Besar Litbang BPTH Yogyakarta, Kepala Dinas Kehutanan D.I Yogyakarta, perwakilan dari Universitas Gadjah Mada, perwakilan Kepolisian Daerah D.I Yogyakarta, serta beberapa peserta IUFRO – INAFOR Joint Internasional Conference. Jenis tumbuhan endemik yang ditanam pada kesempatan kali ini yaitu Puspa (Schima walichii), Kemenyan (Styrax benzoin), Pronojiwo (Sterculia javanica), Nogosari (Palaqium rostratum) dengan total sebanyak 52 batang. Jenis-jenis ini merupakan jenis tumbuhan endemik yang ada di kawasan konservasi TNGM. Selain itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Ir Ammy Nurwati, MM, menyampaikan penjelasan sepintas tentang kondisi Taman Nasional Gunung terutama pasca erupsi 2010 silam, juga tentang pengelolaan TNGM bersama masyarakat. Beberapa kegiatan bersama masyarakat diantaranya program restorasi pasca letusan Merapi 2010, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat serta konservasi sumber mata air di kawasan TNGM. Kemudian juga diinformasikan sejak tahun 2011 – 2015, sekitar 800 ha telah ditanami jenis pohon endemik oleh TNGM bekerja sama dengan komunitas lokal, sekolah, kelompok masyarakat, personal, dan sebagainya. (@titinsept) Sumber Info : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Spirit KSDAE Kembali ke Lapangan

Jakarta, 25 Juli 2017. Bertempat di Ruang Rimbawan II Gedung Manggala Wanabakti, acara Workshop Data dan Informasi Ditjen KSDAE Tahun 2017 dibuka oleh Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc. sekaligus memberi arahan dengan tema “Spirit KSDAE Kembali Ke Lapangan”. Workshop ini dihadiri seluruh Kepala Balai Besar/ Balai KSDA dan Taman Nasional serta walidata/pengelola GIS/PEH/Polhut dengan total 250 orang peserta. Workshop ini sebagai sarana komunikasi dan koordinasi antar pengelola data dan informasi bidang KSDAE sehingga diperoleh data valid, reliable dan bertanggung jawab dari lapangan sehingga dapat diintegrasikan menjadi informasi terbaru dan terkini yang kredibel guna pengelolaan kawasan konservasi di lingkup Ditjen KSDAE. Acara Workshop dimulai dari tanggal 24 s.d. 27 Juli 2017, dimulai dengan pembukaan dan arahan dari Dirjen KSDAE dilanjutkan lesson learned dari Kepala UPT yang terdiri dari Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Kepala Balai TN Gunung Ciremai, Kepala Balai TN Batang Gadis, Kepala Balai TN Karimun Jawa dan Kepala Balai TN Matalawa. Acara Hari Kedua tanggal 25 Juli dilanjutkan dengan fieldtrip Kepala UPT beserta Dirjen KSDAE dan seluruh Eselon 3 lingkup Pusat Ditjen KSDAE menuju Kuningan (TN Gunung Ciremai) dan Garut (KSDA Jawa Barat) sedangkan walidata UPT melanjutkan diskusi terkait spirit KSDAE kembali ke lapangan. Dirjen KSDAE berharap dengan adanya Workshop ini dapat membangkitkan semangat kerja ke lapangan “This is golden time for us. Agar kita bekerja dengan hati dan cara yang lebih smart, untuk kepentingan NKRI” ucap beliau. Beliau juga berharap “teman – teman muda UPT tidak silau dengan nice report, yang penting adalah aktualitas, harus ada tantangan di lapangan dan penyelesaiannya seperti apa”. (y) Sumber Info : Setditjen KSDAE
Baca Berita

Antisipasi Karhutla Balai KSDA Yogyakarta dan Balai PPI Jabanusra Gandeng Aparat

Yogya, 25 Juli 2017. Kebakaran hutan/lahan menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia karena semakin sering terjadi dan menimbulkan permasalahan hingga ke level internasional. Komitmen Pemerintah Indonesia untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan/lahan dilakukan dengan tindakan pencegahan, pemadaman pada saat kejadian dan penangan pasca karhutla. Untuk antisipasi ancaman karhutla secara efektif di lapangan, Balai PPI Karhutla Jabanusra dan Balai KSDA Yogyakarta menggandeng para pihak terkait untuk lebih konsern menghadapi bahaya karhutla di wilayah DIY. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi pencegahan karhutla dengan sasaran 40 peserta yang merupakan para pihak terkait di semua level pemerintah khususnya aparat/ petugas di lapangan. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 40 peserta dengan narasumber yang berasal dari Balai PPI Karhutla Jabanusra dan Balai KSDA Yogyakarta. Materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini merupakan materi inti yang bermanfaat pada saat implementasi penanggulangan karhutla di lapangan seperti : Peran aparat dalam pencegahan karhutla; peran UPT KSDAE dalam antisipasi pencegahan karhutla; Dampak karhutla bagi lingkungan; dan Kegiatan pencegahan karhutla. Melalui sosialisasi pencegahan karhutla bagi aparat ini, diharapkan aparat dari berbagai instansi dapat memahami dan memiliki presepsi yang sama dalam implementasi kebijakan penanggulangan karhuta. Dengan demikian tercapai kondisi dimana para aparat akan cepat tanggap dan siap dalam mengantisipasi kejadian karhutla di wilayah kerjanya. Sumber Info : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Petugas TN MATALAWA Kembali Padamkan Api di Blok Hutan Paherulau

Waingapu, 24 Juli 2017. Kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (MaTaLaWa) kembali terbakar. Kejadian kebakaran hutan terjadi pada hari minggu tanggal 23 Juli 2017 ,di blok hutan Paherulau termasuk kedalam wilayah kerja Resort Padiratana SPTN Wilayah II Lewa. Kebakaran hutan pertama kali diketahui petugas Resort yang sedang berjaga pada pukul 13.00 WITA dengan titik lokasi kebakaran terletak pada koordinat S 9o39’9.96” dan E 119o44’2.75”. Melihat kobaran api yang cukup besar petugas yang berjaga langsung berkoordinasi dengan kepala SPTN II Lewa (Judy Aries Mulik, STP), guna melaporkan kejadian kebakaran dan meminta bantuan pemadaman. Regu pemadam kebakaran yang dipimpin langsung oleh Kepala SPTN II Lewa bersama dengan 25 personil gabungan yang terdiri atas tim penanggulangan Karhut tingkat SPTN, tim penanggulangan Karhut tingkat Balai TN Matalawa, serta masyarakat tiba dilokasi kejadian pada pukul 15.00 WITA. Dengan arahan Kepala SPTN II Lewa, regu pemadam kebakaran melokalisir titik-titik api guna menghalau api agar tidak semakin menyebar dan menyulitkan proses pemadaman. Setelah proses pemadaman yang cukup menguras tenaga, regu pemadam kebakaran hutan berhasil memadamkan api sekitar pukul 17.00 WITA. Dan selanjutnya dilakukan pengecekan lokasi dan pengambilan sampel dan pengukuran lokasi kebakaran hutan. Berdasarkan hasil pemantauan dilapangan, daerah yang terbakar seluas ± 20 Hektar dan merupakan padang terbuka didominasi tumbuhan rumput ilalang dan Taikabala (Chromolina odorata) yang sangat mudah terbakar pada saat musim kering seperti saat ini. Indikasi lainnya, blok hutan Paherulau memiliki akses ke wilayah permukiman masyarakat terdekat ± 1 Km dan sering ditemukan ternak liar pada lokasi ini, sehingga ada kemungkinan api berasal dari masyarakat yang sedang mencari pakan ternak. Disela-sela kegiatan pemadaman, kepala SPTN II Lewa kembali mengingatkan petugas lapangan khususnya ditiap-tiap resort wilayah untuk bersiap siaga dalam menghadapi kebakaran hutan yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Serta koordinasi antar tim penanggulangan kebakaran ditingkat balai maupun seksi dapat terus ditingkatkan, sehingga kejadian kebakaran dapat ditanggulangi secara cepat, tepat dan efisien. Sumber Info : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (MaTaLaWa)
Baca Berita

Kelahiran Harimau Benggala Di Jawa Tengah

Banjarnegara – Harimau Benggala (Panthera tigris) milik Lembaga Konservasi Taman Raya Marga Satwa Serulingmas binaan Balai KSDA Jawa Tengah melahirkan satu ekor yang sampai dengan berita ini diturukan belum diketahui jenis kelaminnya. Harimau betina tersebut melahirkan pada hari Minggu tanggal 9 Juli 2017. Sebelumnya Taman Raya Marga Satwa Serulingmas memiliki sejumlah tiga ekor Harimau Benggala dengan rincian satu betina dan dua jantan. Selama mengandung harimau betina tersebut tidak mencampakkan tanda-tanda bunting karena usianya yang masih relatif muda yakni enam tahun. Proses kelahiran tidak termonitor karena sifat harimau muda yang bunting tidak dapat terdeteksi perutnya. Anak harimau ini merupakan kelahiran pertama bagi induk harimau tersebut. Senin, 24 Juli 2017 telah dilakukan pengecekan kondisi induk dan bayi harimau. Menurut dokter hewan yang menangi Drh. Anton kondisi induk dan bayi dalam keadaan sehat dan induknya mau menyusui sang anak. Bupati Banjarnegara, Bapak Budhi Sarwono juga telah menengok keberadaan harimau tersebut. Sumber Info : Ninik Kartika, SE - Balai KSDA Jawa Tengah
Baca Berita

Peringatan Hari Anak Nasional 2017 di TN. Tesso Nilo

Pelalawan, 24 Juli 2017. Balai Taman Nasional Tesso Nilo menerima kunjungan murid Taman Kanak - Kanak Bunga Bangsa sejumlah 45 murid dari kelas TK A dan TK B pada tanggal 24 Juli 2017 dalam rangka Hari Anak Nasional. Berbagai rangkaian acara telah dilakukan diantaranya : Pesan dari Kepala Balai TN.Tesso Nilo (Bpk. Supartono) yang diwakilkan oleh staffnya bahwa Anak merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, setiap anak harus mendapatkan ilmu kepribadian, kecerdasan, keterampilan, bekal keimanan, dan semangat kebangsaan serta kebugaran jasmani agar dapat tumbuh kembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas, mengamalkan nilai - nilai Pancasila secara dini dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sumber Info : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Sempat Viral di Medsos Pemetik Edelweis di Gunung Rinjani Menyesali Perbuatannya

Mataram, 24 Juli 2017. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) melakukan tindak lanjut tentang penanganan permasalahan bunga Edelweis yang dipetik pengunjung di kawasan Gunung Rinjani. Hasil identifikaasi petugas terhadap pendaki yang memetik Edelweis yang dimuat di media sosial telah dilakukan pemanggilan terhadap pelaku dan pelaku telah dimintai keterangan di kantor Balai TNGR pada hari Senin 24 Juli 2017. Identitas pelaku yang sempat menjadi viral di media sosial (medsos) bernama Asrul Sani, usia 22 tahun pekerjaan wiraswasta alamat Lingkok Marang Desa Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB. Keterangan yang di sampaikan oleh pelaku bahwa Edelweis yang diambil bukan dipetik langsung dari pohon tetapi memungut Edelweis yang dipetik oleh pendaki pendahulu. Pelaku mengerti bahwa Edelweis di TNGR tidak boleh di petik. Maksud pelaku mengunduh di akun Facebook nya dengan nama profil VIRZHA SANY dengan caption EDELWEISKU MALANG di group RINJANI LOVER bertujuan untuk mem”protes” pelaku yang memetik Edelweis. Tetapi pelaku malah mendapat cemoohan oleh netizen hingga menjadi viral di medsos. Pelaku menyesali perbuatannya karena telah memanfaatkan Edelweis yang telah dipetik/dipungut sebagai alat peraga untuk foto yang bisa menyebabkan orang lain mengikuti untuk berbuat yang sama pada saat berfoto. Pelaku melalui surat pernyataan telah berjanji tidak akan melakukan perbuatan yang sama dan akan mematuhi larangan untuk tidak melakukan pendakian selama musim pendakian tahun 2017. Sumber Info : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Permbersihan Sampah Gunung Rinjani, Balai TN G.Rinjani Koordinasi Dengan Dinas Pariwisata Prov. NTB

Mataram, 24 Juli 2017. Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi destinasi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara diperlukan upaya yang serius dalam pengelolaannya termasuk permasalahan sampah dalam kawasan, sebagai bentuk keseriusan tersebut Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) melakukan koordinasi terpadu dengan Provinsi NTB dalam mengatasi permasalahan sampah. Sebagai bentuk dukungan dari Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata NTB membentuk SATGAS RINJANI BERSIH yang telah diresmikan oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB pada hari Senin tanggal 24 Juli 2017 di kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB Mataram. Dalam melakukan tugasnya Satgas Rinjani Bersih akan bersinergi dalam suatu Tim dengan SATGAS PENANGANAN SAMPAH yang telah dibentuk oleh BTNGR. Tim Satgas Sampah tersebut akan bekerja pada lokasi-lokasi yang berpotensi timbulnya sampah yaitu pada pos-pos peristirahatan, Pelawangan-Senaru, Pelawangan-Sembalun dan Danau Segara Anak. Metode pelaksanaan kegiatannya adalah Satgas Rinjani Bersih yang pendanaannya berasal dari anggaran Dinas Pariwisata NTB dengan jumlah 8 (delapan) orang personil dari kelompok Masyarakat akan melakukan pembersihan sampah pada lokasi pelawangan Sembalun, Senaru dan Danau segara anak. Tugas Satgas adalah menghimbauan pengunjung untuk membawa sampahnya turun dan melakukan pembersihan sampah sekitar lokasi. Sampah hasil pengumpulan akan dibawa turun oleh tim Mobile Clean up BTNGR. Waktu kerja Satagas Rinjani Bersih dalam 1 minggu selama 4 hari yaitu Kamis s.d Minggu. Sementara Satgas yang dibentuk oleh BTNGR akan melakukan kegiatan yang sama pada pos – pos peristirahatan yang telah ditetapkan (Pos 2 dan Pos 3 Jalur Sembalun, Pelawangan Sembalun, Pelawangan Senaru, Danau Segara Anak dan pintu keluar Jebag Gawah) dengan melibatkan anggota TNI/POLRI. Satgas akan bekerja s.d Desember 2017. Sumber Info : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Musim Kemarau Datang, TN Tesso Nilo Siagakan Posko Satgas Dalkarhut

Pangkalan kerinci, Juli 2017. Balai TN. Tesso Nilo sangat berkomitmen untuk mengatasi dan menghentikan kejadian kebakaran hutan dan lahan tahun ini. Bentuk komitmen dan keseriusan tersebut dilakukan dengan membentuk dan menyiagakan posko Satgas Dalkarhut TNTN. Posko mulai disiagakan awal musim kemarau 2017 tepatnya semenjak 3 Juli 2017 dan dipimpin langsung oleh Ka Balai TNTN Bpk. Supartono S.Hut, MP, komandan lapangan Ka SPW I LKB, Bpk taufiq Haryadi S.P dan Ka SPW II Baserah Bpk. M. Ibram A. C .S.Hut, MsC. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi awal dan pengendalian kebaran hutan di kawasan TNTN dan sekitarnya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah: Untuk mengefektifkan fungsi dan tugas, posko satgas dalkarhut TNTN melakukan peningkatan koordinasi dengan instansi lainnya (TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, Desa, dan Mitra perusahaan sekitar kawasan). Kegiatan koordinasi dilakukan untuk memperkuat jejaring sehingga apabila terjadi kebakaran dapat ditangani bersama sehingga dapat segera dipadamkan. Dengan semua persiapan yang dilakukan baik di lapangan dan posko informasi serta koordinasi yang dilakukan akan dapat meminimalisir atau bahkan menghentikan kejadian karhutla khususnya di kawasan TNTN dan umumnya di kabupaten Pelalawan dan provinsi Riau. Sumber Info : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Titik Api Muncul, Tim Gabungan Bergerak Memadamkan

Pangkalan Kerinci, Juli 2017. Panas dan kemarau yang terjadi berdampak munculnya titik api di kabupaten pelalawan, termasuk di kawasan TN. Tesso Nilo (TNTN). Posko Satgas Dalkarhut TNTN memantau sudah mulai bermunculan titik api pada periode minggu kedua Juli 2017. Pantauan hotspot tersebut diperoleh dari informasi satelit dan patroli udara yang dilakukan Satgas Dalkarhut Provinsi Riau,. Hasil pantauan menunjukkan terdapatnya titik api baik di dalam kawasan TNTN maupun disekitar kawasan. Posko satgas Dalkarhut TNTN melaporkan bulan Juli 2017 terdapat 9 Fire Spot (FS) di resort Tesso Situgal ( 4 desa segati dan 5 desa gondai), 4 FS di resort Lancang Kuning Air Sawan ( 3 Desa Lubuk Kembang Bunga dan 1 desa kesuma), 1 FS di resort Onangan Nilo (desa Lubuk Kembang Bunga, dan 2 HS di resort (lancang Kuning Air Sawan). Dari informasi titik api yang diperoleh, tim gabungan personil TNTN, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan MPA langsung bergerak cepat untuk melakukan pengecekan dan jika terdapat kebakaran hutan tim melakukan upaya pemadaman. Tim gabungan juga melakukan kegiatan penyegelan lokasi-lokasi kebakaran untuk ditindak lanjuti dan diselidiki siapa yang bertanggung jawab. Kendala utama untuk pemadaman dilapangan adalah terbatasnya sumber air, dan lokasi api yang sulit di jangkau. Pemadaman darat dilakukan dengan memaksimalkan peralatan yang ada dilapangan. KaPolres Pelalawan dan Ka BPBD pelalawan turut serta melakukan pemadaman di lokasi-lokasi tersebut. Upaya pemadaman yang dilakukan juga dengan berkoordinasi dengan Satgas Dalkarhut Provinsi Riau untuk dilakukan pemadaman lewat udara (water bombing). Tim gabungan saat ini masuh siaga satu dan berjibaku untuk memantau hotspot yang muncul dan memadamkan serta pendinginan kebakaran hutan yang terjadi. Selain itu tim gabungan terus melakukan kegiatan penyuluhan dan penyadartahuan kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pembakaran yang dapat merugikan kita bersama. Semoga dengan segala upaya yang dilakukan dapat mengatasi kejadian kebakaran hutan yang terjadi dan bencana asap tidak terulang kembali. Sumber Info : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Siamang Hasil Patroli BKSDA Jambi

Jambi, 24 Juli 2017. Balai KSDA Jambi melakukan patroli Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Pada tanggal 21 s/d 23 Juli 2017 di Kota Jambi dan Kabupaten Bungo. Patroli di Kota Jambi, tim BKSDA Jambi menerima 1 (satu) ekor siamang secara sukarela dari masyarakat dari saudara Indra di Jln. Ishak Ahmad Mayang Mangurai Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi dengan upaya penyadaran masyarakat. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten bungo, tim BKSDA Jambi menerima 1 (satu) ekor satwa siamang jenis kelamin betina dari saudara Susanto di perumnas blok E Kelurahan Cadika Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo dan 1 (satu) ekor satwa ungko dari saudara Sumaryadi dengan jenis kelamin betina di Jln. RM Taher Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo. Satwa-satwa tersebut sudah lama dipelihara dan tidak memiliki sifat kesatwaliaran. Oleh karena itu, Balai KSDA Jambi bekerjasama dengan BKSDA Sumatra Barat untuk menitip dan merawat ketiga satwa tersebut di pusat penelitian Kalaweit Solok Sumatra Barat. Sumber Info : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

BTN MaTaLaWa Luncurkan MaMe, Aplikasi Untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

Waingapu, 24 Juli 2017. Kemajuan teknologi informasi saat ini berkembang semakin pesat. Pemanfaatan teknologi dan informasi yang relevan memberikan efek positif berupa kemampuan untuk transfer data dan informasi yang efektif dan efisien. Kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN MaTaLaWa) seluas 90.142 hektar dengan kondisi sumberdaya manusia terbatas menjadi salah satu tantangan dalam mengelola satu- satunya kawasan taman nasional di Pulau Sumba. Peran serta masyarakat untuk dapat terlibat aktif dalam upaya konservasi menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan bagi pihak pengelola kawasan. Didasari oleh hal tersebut, Balai TN MaTaLaWa mengembangkan sistem informasi manajemen berupa aplikasi MaMe yang dapat digunakan melalui perangkat telepon pintar berbasis Android dan dapat diakses oleh masyarakat luas. MaMe merupakan akronim dari Masyarakat Melapor. MaMe memiliki fitur-fitur yang cukup sederhana dimana para pengguna dapat mengakses langsung sarana Media Sosial resmi TN MaTaLaWa seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram dan Website, sehingga pengguna dapat memperoleh informasi terkini tentang TN MaTaLaWa. Fitur lain pada aplikasi ini meliputi Telepon, SMS, WhatsApp, Email dan Kamera. Fitur ini dapat difungsikan sebagai sarana komunikasi untuk memperoleh atau menyampaikan informasi oleh masyarakat kepada pihak pengelola kawasan TN MaTaLaWa. Beberapa contoh sederhana diantaranya adalah jika menemukan kejadian kebakaran hutan, illegal logging ataupun perambahan, masyarakat dapat langsung menginformasikan melalui fitur-fitur yang tersedia tersebut. Selain informasi gangguan terhadap kawasan TN MaTaLaWa, Pengguna aplikasi MaMe juga dapat memanfaatkan untuk memperoleh informasi terkait Prosedur pengajuan Simaksi (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi, Ijin Penelitian dan Kunjungan Wisata, informasi terkait objek dan daya tarik wisata alam, akses menuju lokasi wisata, serta informasi lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat. MaMe telah resmi diluncurkan pada Jumat 21 Juli 2017, dan saat ini sudah dapat dipasang pada ponsel pintar Android dengan mengunduh di Google Play dengan kata kunci mame matalawa, atau dapat diakses melalui tautan https://goo.gl/StUu1w. Kepala Balai TN MaTaLaWa Maman Surahman. S.Hut., M.Si dalam peluncuran aplikasi ini, beliau menyampaikan kepada seluruh staf dan karyawan untuk tetap semangat dan termotivasi dengan mencari terobosan-terobosan baru dengan slogan “…..Dari MaTaLaWa untuk Konservasi Indonesia….” Diharapkan dengan peluncuran Mame ini dapat memberikan kemudahan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi kawasan TN MaTaLaWa. Sumber Info : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Pengelolaan Mangrove di Desa Bahowo TN Bunaken

Manado, 23 Juli 2017. Tim Balai Taman Nasional Bunaken melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Mangrove di pesisir utara, yaitu di desa meras, bahowo & Tiwoho. Tutupan mangrove di pesisir utara Taman Nasional Bunaken banyak mengalami peningkatan. Adanya kelompok masyarakat di Desa Bahowo yang memanfaatkan Zona Tradisional pada Hutan Mangrove, dengan melakukan persemaian, pembibitan & penanaman dapat memperbaiki kondisi hutan mangrove di Desa tersebut. Selain itu penjualan bibit mangrove yang di kelola oleh kelompok masyarakat sangat membantu perekonomian rumah tangga di desa tersebut. Berawal ditahun 2009, adanya pelatihan pembibitan dan penanaman mangrove yang dilaksanakan BTN Bunaken di Desa Bahowo ternyata menimbulkan ide pada masyarakat desa bahowo untuk memanfaatkan hutan mangrove yang ada di desa tersebut. Adanya LSM yang mendampingi seperti MANENGKEL SOLIDARITAS sangat membantu terlaksananya ide dari masyarakat tersebut. Masyarakat membagi hutan mangrove yang masuk dalam zona pemanfaatan di Desa Bahowo ke dalam zona-zona tersendiri. Dari zona persemaian, zona pembibitan dan zona wisata. Keberhasilan pengelolaan mangrove di Desa Bahowo menarik wisatawan untuk berkunjung, bukan hanya dari dalam negeri ada juga dari luar negeri, seperti dari Ukraina. Mereka tertarik untuk belajar pengelolaan mangrove di Desa tersebut. Selain itu, event-event pelaksanaan penanaman mangrove menjadi sering dilaksanakan di Desa Bahowo, seperti dari Lantamal, BNPB, ada juga kunjungan dari duta besar negara-negara ASEAN. Semoga kedepannya makin banyak kelompok masyarakat yang dapat memanfaatkan Zona pemanfaatan sebagai bagian dari Kawasan Konservasi menjadi lebih produktif sehingga selain terlaksananya fungsi perlindungan, pelestarian, & juga pemanfaatan tetapi juga dapat menguntungkan bagi masyarakat itu sendiri. Sumber Info : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Patroli Pencegahan Kebakaran Hutan di Resort Suo-suo, Jambi

Jambi, 23 Juli 2017. Upaya pencegahan kebakaran hutan sejak dini telah dilakukan oleh Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, baru-baru ini petugas Polisi Kehutanan telah ditugaskan untuk melakukan patroli pencegahan karhut yaitu di Resort Suo-suo, SPTN wilayah I Tebo Tengah Jambi pada tanggal 19 – 22 Juli 2017. Pada saat kegiatan, tim berjumpa dengan Suku Anak Dalam (SAD) yang tengah mengumpulkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) secara berpindah-pindah. Tim patroli melakukan penyuluhan dan pembinaan pada rombongan SAD terkait penggunaan api secara aman di dalam hutan dan dampak negatif kebakaran lahan dan hutan terhadap lingkungan dan masyarakat. Petugas juga menemukan perambahan pada hutan negara daerah penyangga TNBT sekitar 20 ha dengan kondisi telah ditebas dan siap bakar. Tindak lanjut dari kegiatan ini antara lain : a. Melakukan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat SAD agar mengikuti kaidah konservasi yang bersumber dari kearifan lokal; b. Berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka penanganan perambahan hutan negara di penyangga TNBT. Sumber Info : Balai TN Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Dirjen KSDAE Serahkan Hadiah Pemenang BNI Plataran X-Trail 2017

Tanjung gelap, sabtu, 22 Juli 2017. Kawasan Taman Nasional Bali Barat menjadi tempat kegiatan olahraga level Internasional, yaitu BNI Plataran X-Trail 2017. Kegiatan jungle run sekaligus menikmati panorama Taman Nasional Bali Barat dengan tiga kategori jalur, yaitu : 7.1k, 25k, dan 50k. Peserta dari luar negeri berasal dari Malaysia, Filipina, Prancis, Belanda, dan Rusia. Yang menarik para peserta tetap diberikan SIMAKSI dan membayar kewajiban sesuai PP no.12 tahun 2014 untk tiket masuk dan aktivitas jelajah hutan. Start/finish acara berada di Plataran L'Harmonie di dalam areal IPPA PT Trimbawan Swastama Sejati -Taman Nasional Bali Barat. Acara ini juga dihadiri oleh undangan pejabat baik pusat maupun daerah. Pejabat yang hadir antara lain, Bupati Buleleng (Putu Agus Suradyana); Dirjen KSDAE Kementerian LHK (Ir. Wiratno, M. Sc); Plt Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat (Suharyono, S.H, M.Si, M.Hum); CEO Plataran (Yozua Makes); dan Direktur BNI (Anggoro Eko Cahyo) Dirjen KSDAE tiba di lokasi lomba didampingi oleh Plt Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat beserta rombongan, langsung disambut oleh CEO Plataran Indonesia untuk melakukan santap siang, sambil menikmati keindahan alam Taman Nasional Bali Barat. Pada akhir acara, dilakukan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba lari BNI Plataran X-Trail 2017. Bapak Dirjen KSDAE menyerahan hadiah kepada pemenang kategori jalur 50k yg merupakan kategori paling jauh, dilanjutkan dengan pelespasliaran Curik Bali sebagai bentuk kepedulian thd konservasi agar populasi Jalak Bali di habitat meningkat yang dilanjutkan penandatanganan BA. Pelepasliaran. Setelah kegiatan pelepasliaran, Dirjen KSDAE didampingi rombingan melakukan kunjungan ke area Plataran L'Harmonie (PT TSS) Taman Nasional Bali Barat. Dalam satu kesempatan, Pak Dirjen memberikan saran untuk diadakan kegiatan safari night di lokasi tersebut supaya memberikan edukasi kepada wisatawan mengenai keadaan hutan dan potensi Taman Nasional Bali Barat di malam hari. Selesai melihat keadaan lokasi IPPA, dilakukan Konferensi Pers bersama dalam rangkaian BNI Plataran X-Trail 2017. Sore harinya, Bapak Dirjen KSDAE meninggalkan lokasi untuk melanjutkan perjalanan ke Danau Buyan guna melihat persiapan lomba lari 10k minggu depan..(AK). Sumber : TN Bali Barat
Baca Berita

Semangat Lestari Lingkungan Dari Pekanbaru: Green Economy Forum

SIARAN PERS Nomor : SP. 143/HUMAS/PP/HMS.3/07/2017 Pekanbaru, Biro Humas Kementerian LHK, Minggu, 23 Juli 2017. Provinsi Riau dengan luas 87.024 km2 memiliki potensi biofisik yang sangat besar, hal ini dapat menjadi dimanfaatkan sebagai sumber energi dan sumber ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah eksplorasi yang dilandasi rasa kecintaan terhadap alam. Sejalan dengan hal tersebut, Green Radio Pekanbaru bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Provinsi Riau dan Bank Indonesia menyelenggarakan Green Economy Forum pada Minggu (23/7/2017). Forum ini mengusung tema “Riau Economic Growth, Where Will It Go?”. Forum yang dihadiri oleh berbagai stakeholder; pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, pelaku usaha, pelajar dan mahasiswa ini bertujuan mempersatukan komitmen bersama untuk membangun gerakan ekonomi hijau di Provinsi Riau. Aktifitas pembangunan yang tidak ramah lingkungan diduga kuat menjadi faktor penyebab timbulnya kerusakan ekosistem sumberdaya hayati. Gerakan ekonomi hijau (green economy) menjadi salah satu upaya konkret untuk mengatasi permasalahan ini. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menghasilkan produk yang ramah lingkungan dalam konsep ekonomi hijau; “Dalam ekonomi hijau (green economy), sangat penting untuk dapat dihasilkan suatu produk yang ramah lingkungan, serta penerapan teknologi ramah lingkungan, tidak lupa juga dengan dukungan kearifan lokal. Ekonomi hijau akan mendorong pergerakan industri hijau, dengan prinsip efisiensi dalam proses produksi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan”. Narasumber pada forum ini adalah Sekjen KLHK, Bambang Hendroyono, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Islam Riau, Detri Karya dan Direktur Yayasan Mitra Insani, Muslim Rasyid dan dimoderatori oleh News Coordinator Green Radio Pekanbaru Zamie Arli. Pada forum ini juga dilakukan proses simbolik cap jari dengan tinta hijau pada kanvas sebagai sebuah simbol komitmen dan konsistensi untuk pembangunan hijau yang berkelanjutan. Penghargaan diberikan kepada satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) atas kerja keras dan dedikasinya dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau Penghargaan tersebut diberikan oleh Green Radio Pekanbaru dan Garuda Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh General Manager Garuda Indonesia kepada Ketua Satgas Karhuta. (*) Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi - 081375633330 Link liputan video: https://youtu.be/_yHq597q9vg

Menampilkan 10.321–10.336 dari 11.141 publikasi