Selasa, 2 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Upacara Pramuka di atas Bukit Peapata

Bone Bolango, 14 agustus 2017. Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone melakukan upacara dalam rangka memperingati Hari Pramuka. Kegiatan ini di pimpim langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Ir. Noel Layuk Allo. MM selaku inspektur upacara. Acara ini di ikuti oleh sakawana bhakti yang merupakan kelompok pramuka bentukan dari Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Pelaksanaan upacara di laksanakan di atas Bukit Peapata SPTN I Limboto Kabupaten Bone Bolango Propinsi Gorontalo. Tujuan di laksanakan kegiatan ini untuk mempererat hubungan para kader muda khususnya sakawana bhakti untuk meningkatkan kepedulian menjaga alam sekitar sehingga pelaksanaanya di alam terbuka. Sumber Info : Balai TN Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Jelajah Sepeda Kompas Flores Tahun 2017 Mampir Di TWA 17 Pulau Riung BBKSDA NTT

Flores, 14 Agustus 2017. Jelajah Sepeda Kompas 2017 kembali digelar dengan tema pariwisata. Rute kali ini Kota Maumere sebagai titik star dan berakhir di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Peserta tour sepeda berjumlah 67 orang akan menyinggahi berbagai destinasi wisata di pulau Flores salah satunya adalah TWA 17 pulau riung. Rombongan jelajah sepeda kompas tiba di riung pada tanggal 13 Agustus 2017 dan disambut secara resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada yang terdiri dari : Bupati, wakil bupati, para kepala dinas, Ketua Bappeda, Dandim, Kapolres, aparat pemerintah di Kecamatan Riung, serta personil Balai Besar KSDA NTT yang terdiri dari Kepala SKW III dan Petugas Resort Konservasi Wilayah TWA 17 Pulau. Penyambutan secara adat dilajukan di areal parkir Dermaga Nangamese dengan tarian Ja’i sebelum bertolak ke Pulau Rutong TWA 17 Pulau. Dalam penyambutan tersebut Bupati Ngada menyampaikan keinginan untuk dapat menampilkan keberadaan satwa komodo di Pulau Ontoloe sebagai daya tarik wisata untuk dapat dilihat langsung oleh wisatawan. Pemerintah daerah siap mendukung untuk pengembangan wisata alam secara lestari, penyediaan sarpras di TWA 17 Pulau, serta pengembangan jalan menuju ke riung. Dari dermaga Nangamese Rombongan jelajah Sepeda Kompas 2017 bertolak menuju Pulau Rutong dengan Perahu. Di Pulau Rutong rombongan berkeliling pantai pasir putih serta menikmati view dari puncak bukit. Dari Pulau Rutong perjalanan dilanjutkan ke Pulau Ontoloe untuk melihat menikmati keindahan alamnya yaitu rumah kelelawar dan habitat komodo. Setelah menikmati beberapa pulau di TWA 17 pulau riung rombongan jelajah sepedah kompas bertolak menuju kota bajawa. Sumber Info : Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
Baca Berita

Peningkatan Jalan Tulabolo - Pinogu dengan Penandantanganan PKS oleh Bupati Bone Bolango dan Kepala BTNBNW

Bone Bolango, 14 Agustus 2017. Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (BTNBNW) Noel Layuk Allo, melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pembangunan strategis yang tidak terelakkan dalam rangka peningkatan jalan Tulabolo-Pinogu di TNBNW di Kecamatan Suwawa Timur dan Kecamatan Pinogu. Penandatanganan PKS dengan Nomor : PKS.1801/BTNBNW-1/2017 dan Nomor : 100/PKS/08/Pem.KS/VIII/2017 tersebut, disaksikan langsung Wakil Bupati Mohamad Kilat Wartabone dan jajaran pejabat dilingkungan Pemkab Bone Bolango dan Balai TNBNW, bertempat di ruang Huyula Kantor Bupati Bone Bolango, Senin (14/8). Bupati Hamim Pou mengatakan, mengaku bersyukur karena upaya Pemkab Bone Bolango merintis dan hendak membangun infrastruktur jalan akses Tulabolo-Pinogu di wilayah TNBNW di Kecamatan Suwawa Timur dan Kecamatan Pinogu sudah memiliki payung hukum yang jelas. Bupati Hamim Pou melanjutkan, pembangunan jalan Tulabolo-Pinogu ini memang tidak mudah, sudah ada payung hukumnya, tapi anggarannya masih relatif kecil, karena APBD Bone Bolango yang terbatas, tentu harus dibagi-bagi. Namun demikian, Bupati Hamim Pou berkeinginan dengan adanya payung hukum untuk peningkatan jalan Tulabolo-Pinogu, akan banyak hal yang dikerjakan, apalagi PKS ini berlaku 10 tahun. Untuk itu, Bupati berharap kepada Dinas PUPR Bone Bolango dan TNI agar bisa segera bekerja untuk pembangunan peningkatan jalan Tulabolo-Pinogu tersebut. “Kita targetkan dalam waktu 2-3 tahun kedepan, Insya Allah jalan 31 Km dari Tulabolo sampai Pinogu bisa kita selesaikan bersama-sama. Tidak hanya Bone Bolango, tapi juga bantuan dari provinsi dan pemerintah pusat bahkan dari TNBNW. Dengan demikian keterisolasian Kecamatan Pinogu ini bisa kita buka,” tandas Bupati Hamim Pou. Kepala Balai TNBNW, Noel Layuk Allo pada kesempatan yang sama mengucapkan terima kepada kepada Pemkab Bone Bolango yang sudah mau bekerjasama sekaligus mengikuti regulasi yang sudah ada. “Semuanya ini untuk masyarakat Pinogu, dimana ada sekitar 3 ribuan warga disana di dalam kawasan TNBNW itu kita akan beri akses jalan kepada mereka,” ujarnya. Peningkatan jalan Tulabolo-Pinogu ini, mudah-mudahan ibisa berjalan dengan baik dan diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat di Kecamatan Pinogu. Sekaligus membantu mereka di dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya dan membantu TNBNW melakukan konservasi kawasan taman nasional yang ada di sekitar Kecamatan Pinogu. Sebelumnya, Staf Ahli Bupati Bidang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Infrastruktur, Jumaidil menjelaskan bahwa tujuan PKS tersebut adalah optimalisasi pengelolaan kawasan TNBNW melalui peningkatan jalan Tulabolo-Pinogu di TNBNW Kecamatan Suwawa Timur dan Kecamatan Pinogu sepanjang 31 Km lebar 2 meter, dengan meminimalkan dampak terhadap keutuhan kawasan dan nilai-nilai penting akibat kegiatan peningkatan jalan. Ruang lingkup PKS, jelas Jumaidil, meliputi pembangunan sarana dan prasarana pendukung, rehabilitasi kawasan, perlindungan dan pengamanan kawasan, pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan, peningkatan jalan Tulabolo-Pinogu sepanjang 31 Km lebar 2 meter dengan menggunakan rabat beton, monitoring dan evaluasi. ”Jangka waktu PKS ini berlaku selama 10 tahun sejak ditandatangani,” jelasnya. (MC Bone Bolango/Hms/Kadir) Sumber Info : publik.id dan Balai TN Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Kunjungan Gubernur NTT ke Stand Kehutanan NTT Pada Paeran Pembangunan NTT 2017

Kupang, 13 Agustus 2017 - Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya berkunjung ke arena Pameran Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Lasiana Kota Kupang. Pameran yang dibuka pada tanggal 10 Agustus 2017 tersebut akan berlangsung selama sekitar 2 minggu kedepan diikuti oleh dinas/instansi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kota dan Kabupaten Kupang, TNI dan POLRI serta UPT vertikal kementerian yang ada di NTT. Seluruh stand menyajikan program/kegiatan serta hasil-hasil yang telah diraih dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Stand Kehutanan NTT merupakan gabungan dari UPT Kehutanan yang ada di Nusa Tenggara Timur serta Dinas Kehutanan setempat. Keberadaan satwa hidup berupa buaya dan beberapa jenis ular pada stand Kehutanan memberi daya tarik istimewa yang membuat masyarakat berdesakan untuk mengunjunginya. Gubernur NTT memberi perhatian khusus terkait keberadaan buaya serta konflik yang terjadi di NTT. Oktavianus Sene PEH pada BBKSDA NTT menyampaikan penjelasan terkait kondisi konflik, upaya yang telah dilakukan serta harapan adanya investor NTT yang dapat menanamkan modalnya dalam pengelolaan penangkaran buaya. Keberadaan unit penangkaran buaya yang dikelola dengan orientasi profit akan bermanfaat dari aspek Pendidikan, pariwisata, penjualan kulit-daging serta produk kerajinan yang dibuat darinya. Pada sisi lain, unit penangkaran tersebut juga bermanfaat untuk menampung buaya-buaya yang ditangkap akibat kemunculannya pada area publik yang berpotensi menimbulkan korban jiwa manusia. Dalam jangka panjang, upaya terbaik dalam konservasi satwa liar tentu berupa penataan ruang serta pemanfaatannya secara konsekuen. Wilayah yang disepakati sebagai habitat satwa liar, tidak diokupasi oleh masyarakat. Event pameran ini dimanfaatkan secara optimal pula untuk mempromosikan keberadaan obyek wisata alam pada kawasan hutan konservasi berupa Taman Nasional dan Taman Wisata Alam, serta aktifitas pembangunan kehutanan secara umum. Sumber: BBKSDA NTT
Baca Berita

Kemah Bakti Konservasi Alam Balai TN Ujung Kulon Tahun 2017

Pada tanggal 12-14 Agustus 2017, Balai Taman Nasional Ujung Kulon menyelenggarakan kegiatan Kemah Bakti Konservasi di lapangan Dungusbalang yang berada diwilayah Resort Katapang, Seksi PTN Wilayah III Sumur. Kegiatan kemah bakti konservasi di ikuti oleh 19 sekolah yang terdiri dari 6 sekolah tingkat SLTP dan 13 sekolah tingkat SD, setiap SD mengirimkan 2 regu (putra dan putri). Kegiatan kemah bakti konservasi yang diselenggarakan oleh Balai Taman Nasional Ujung Kulon bekerja sama dalam kepanitiaan dengan pramuka Kwartir Ranting Sumur. Kemah bakti konservasi alam dilaksanakan dalam rangka memperingati hari konservasi alam nasional tahun 2017 dan sekaligus memperingati hari jadi pramuka yang ke-56. Adapun kegiatan pada kemah bakti konservasi yaitu berupa perlombaan yang diantaranya masak rimba, hasta karya, pidato, jelajah alam dan lainnya. Selain lomba, ada pemaparan materi yang bertema Konservasi Alam dan Lingkungan Hidup yang di paparkan oleh Kepala Seksi PTN Wilayah III Sumur. Pada puncak peringatan Hari Pramuka ke-56, kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon menjadi salah satu yang mendapatkan tanda kehormatan dari pramuka Kwaran Sumur. Kegiatan kemah bakti konservasi alam ditutup dengan penyampaian orasi dari bapak Kepala Balai TN. Ujung Kulon tentang Konservasi Alam yang dihadiri oleh para undangan yaitu muspika Kecamatan Sumur serta perwakilan dari pramuka kwarcab Pandeglang dan kwarda Banten. Setelah orasi dari Balai TN Ujung Kulon panitia mengumumkan pemenang lomba-lomba yang dimulai dari pemenang harapan 1,2,3 , juara 1,2,3 , juara umum dan pemenang Trophy bergilir Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Trophy bergilir Balai Taman Nasional Ujung Kulon diberikan kepada sekolah yang mendapatkan nilai terbaik dari setiap perlombaan. Sekolah yang mendapatkan trophy bergilir yaitu SMP Negeri1 Sumur. (Balai TN Ujung Kulon) SALAM LESTARI..!! SALAM KONSERVASI..!!
Baca Berita

Cantiknya Ibu-Ibu Dharma Wanita TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 13 Austus 2017. Jauh memang domisili para Ibu-ibu dharma wanita Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Tetapi semangat untuk mempererat tali silaturahmi pun menggugurkan tantangan geografis tersebut. Ketua dharma wanita TNAL, Ibu Yuli Adirahmantha sebagai istri Kepala Balai TNAL yang berdomisili di Bogor Jawa Barat pun menyempatkan diri untuk bergabung di Sofifi. Acara pertemuan dharma wanita dilaksanakan di gedung Pusat Informasi TNAL dan dimoderatori oleh Ibu Kasubag Tata Usaha, Rosna, SP. Anggota dharma wanita TNAL yang merupakan istri pegawai dan tenaga kontrak ini kompak dengan seragam dharma wanita Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Acara kemudian dilanjutkan dengan berwisata ke taman mangrove. “kita, para isteri harus mendukung suami-suami kita dalam melaksanakan tugas di taman nasional”, ujar Ibu Kasubag TU. Sebagai ketua dharma wanita, Ibu Yuli menyampaikan bahwa dharma wanita di TNAL bisa dijadikan ajang belajar bersama, bersilaturahmi dan membangun kemandirian dharma wanita karena ibu-ibu di TNAL juga masih muda-muda. Sumber Info : Balai TN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Pendidikan Lingkungan Di SD Masehi Mambitul Bersama Konsorsium Sumba Hijau

Waingapu, 12 Agustus 2017. Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa) bersama dengan konsorsium Sumba Hijau (Burung Indonesia) melakukan kegiatan penyadartahuan lingkungan hidup / pendidikan lingkungan di SD Masehi Mambitul Desa Malinjak kecamatan Katikutana Selatan kabupaten Sumba Tengah. Kegiatan ini diikuti 125 anak didik dan dewan gurung yang berasal dari SD Masehi Mambitul. Dalam pelaksanaannya kegiatan ini diisi dengan pemberian materi dan pemutaran film pendidikan lingkungan. Adapun materi yang disampaikan pada kegiatan ini berasal dari Narasumber Burung Indonesia (Sdr. Samuel) terkait manfaat burung bagi kehidupan, jenis-jenis burung yang dilindungi dan jenis endemik di Pulau Sumba, dan bentuk-bentuk kegiatan yang diperbolehkan dan dilarang terhadap pemanfatan satwa liar. Sedangkan materi kedua disampaikan oleh Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut.,M.Sc (Kepala SPTN Wilayah I Waibakul), beliau menyampaikan : Peran penting upaya konservasi bagi kehidupan manusia dan dampak yang akan ditimbulkan atas kerusakan hutan dan lingkungan. Penyampaian materi oleh kedua narasumber dibuat sederhana dengan ilustrasi-ilustrasi gambar yang mampu menarik minat siswa sekolah dasar untuk memperhatikan. Selain menyampaikan materi, kegiatan pendidikan lingkungan ini juga diisi dengan pemutaran film tentang lingkungan hidup. Keceriaan siswa/i SD Masehi Mambitul dapat terlihat pada kegiatan ini, mengingat akses informasi di wilayah ini masih cukup terbatas dan pemutaran film-film tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi siswa-siswi SD Masehi Mambitul. Kegiatan pendidikan lingkungan di SD Masehi Mambitul diakhiri dan ditutup oleh ibu kepala sekolah (Yuli Rambu Piras), dan beliau menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan dan kegiatan yg dilakukan, dan dilain waktu kegiatan sejenis dapat ditingkatkan dengan informasi yang disampaikan lebih beragam. Sumber Info : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Taman Nasional Sebangau Kembali Menerima Orangutan Hasil Rescue

Palangka Raya, 12 Agustus 2017. Balai Taman Nasional Sebangau kembali menerima translokasi Orangutan hasil rescue pada hari Sabtu 12 Agustus 2017. Orangutan yang dirilis tersebut merupakan hasil rescue oleh Tim Rescue Reaksi Cepat (TRRC) dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDA Kalimantan Tengah bersama BOS Foundation Nyarumenteng yang di evakuasi dari kebun masyarakat di Desa Kalawa Kabupaten Pulang Pisau. Diketahui bahwa Orangutan berjenis kelamin betina berusia sekitar 15 tahun dalam keadaan sehat dan liar sehingga dapat segera dilakukan translokasi ke habitatnya yang layak. Kepala Balai KSDA Kalimantan Tengah mengarahkan hasil rescue untuk dilepasliarkan di TN Sebangau. Dalam kesempatan ini Kepala Balai TN Sebangau memimpin kegiatan translokasi Orangutan yang berlokasi di Sungai Koran wilayah kerja Resort Sebangau Hulu SPTN Wilayah I Palangka Raya. Pada sabtu pagi Tim Balai TN Sebangau, Tim RRC BKSDA dan BOSF Nyarumenteng menuju lokasi ke hulu Sungai Sebangau dengan menggunakan kelotok. Sesampainya di lokasi Orangutan yang masih berada dalam kandang dibawa oleh tim ke jalur trek plot permanen. Ketika tutup kandang dibuka oleh Bapak Ir. Anggodo, MM. Orangutan betina yang diberi nama Agustina dengan lincah langsung bergerak memanjat pohon dan masuk ke dalam hutan. Terlihat jelas Orangutan tampak bahagia dapat kembali ke habitatnya yang layak, begitupun para penggiat konservasi yang ikut senang melihat satwa endemik terancam punah ini masih dapat diselamatkan dan kembali ke habitat alaminya. Proses pelepasliaran Orangutan selain bertujuan untuk mengembalikan satwa ke habitat alaminya ternyata menjadi salah satu atraksi wisata yang ditunggu oleh pengunjung, pada kegiatan translokasi orangutan kali ini wisatawan berasal dari Kota Jakarta ikut serta menyaksikan momen spesial tersebut. Hal ini didukung oleh ketersediaan sarana prasarana wisata yang terus ditingkatkan, salah satunya adalah wooden trail yang baru dibangun di Sungai Koran semakin memudahkan bagi wisatawan yang ingin melakukan tracking di hutan rawa gambut. Namun demikian Balai TN Sebangau masih perlu melakukan kajian terkait translokasi karena TN Sebangau merupakan habitat Orangutan dengan jumlah populasi sekitar 5826 individu (BTNS 2015). Sementara sejak tahun 2011 hingga Agustus 2017 telah melakukan translokasi Orangutan sebanyak 47 individu. Sumber Info : Balai TN Sebangau
Baca Berita

Inhouse Training Pembuatan Sumur Bor Di TN Sebangau

Palangka Raya, 12 Agustus 2017. Balai Taman Nasional Sebangau melaksanakan kegiatan Inhouse Training Pembuatan Sumur Bor Pengendalian Kebakaran Hutan Lahan Gambut Tahun 2017 pada tanggal 8 s.d 10 Agustus 2017. Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 25 orang pegawai Balai TN Sebangau dan mahasiswa magang dari STIPER dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan Inhouse Training Pembuatan Sumur Bor diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas pegawai dengan harapan kedepannya pegawai Balai TN Sebangau mampu menyalurkan ilmunya pada anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) di sekitar kawasan TN Sebangau. Pada hari pertama acara pembukaan dilaksanakan di Ruang Rapat kantor Balai TN Sebangau yang dibuka oleh KSBTU dan dihadiri Kepala SPTN Wilayah. Selanjutnya materi disampaikan oleh pemateri sesuai dengan jadwal kegiatan. Kegiatan inhouse training terbagi ke dalam dua sesi yaitu penyampaian materi di kelas dan praktek langsung dilapangan. Mendatangkan pemateri dari Universitas Palangka Raya yakni Dr. Ir. Aswin DJ.Usop,M.Sc selaku Kepala Pusat Pencegahan Kebakaran dan Rehabilitasi Hutan sebagai pemateri utama serta pemateri dari Balai TN Sebangau yaitu Kepala SPTN Wilayah I dan Kepala SPTN Wilayah II. Adapun materi yang disampaikan adalah Pengendalian dan Pencegahan Kebakaran Hutan Lahan Gambut di TN Sebangau, Karakteristik Kebakaran Lahan Gambut dan Strategi Pencegahannya, Pengenalan dan Pemasangan Peralatan Pembuatan Sumur Bor, serta Teknik Pembuatan Sumur Bor. Dalam kegiatan tersebut juga diberikan alokasi waktu untuk berbagi informasi pengalaman magang dari Staf Balai TN Sebangau di Great Dismal Swamp Refuges USA. Praktek Lapangan Pembuatan Sumur Bor pada hutan lahan gambut dilaksanakan di Sungai Koran wilayah kerja Resort Sebangau Hulu SPTN Wilayah I. Pemilihan lokasi tersebut dengan pertimbangan jarak yang ditempuh cukup dekat, selain itu wilayah Sungai Koran pada tahun 2015 mengalami kebakaran cukup besar sehingga tepat untuk dijadikan lokasi praktek. Sumur bor dibuat di areal bekas kebakaran tidak jauh dari Pos Jaga Sungai Koran berjarak sekitar 200 meter. Seluruh peserta dan pemateri serta teknisi berjalan kaki menuju lokasi titik sumur bor dengan membawa peralatan yang diperlukan diantaranya adalah alat bor, piva paralon, cangkul, ember, mesin pompa, mesin air, selang, jet shower dan perlengkapan lainnya. Secara profesional pembuatan sumur bor dapat dilakukan oleh 5-6 orang dalam satu tim dengan waktu pengerjaan sekitar 1,5 jam. Namun pada saat praktek pembuatan sumur bor dilakukan oleh seluruh peserta dengan dibimbing teknisi lapangan dan membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Proses pembuatan sumur bor dimulai dari penentuan titik, penggalian lubang 1x1 meter untuk menampung air, pengeboran hingga pemasangan pipa sampai dengan percobaan menggunakan mesin. Umumnya pada lahan gambut air akan tetap tersedia meskipun pada musim kemarau jika pengeboran dilakukan dengan baik dan mencapai sumber air yang stabil. Pengeboran sumur pada saat praktek menggunakan sekitar 4 batang piva besi dan mencapai sumber air pada kedalaman sekitar 12 meter. Pengeboran dihentikan ketika mata bor telah melewati lapisan pasir sebagai ciri sudah mencapai sumber air. Kemudian dilanjutkan dengan memasukan paralon 1,5 inchi yang telah dipersiapkan, proses memasukan paralon kedalam sumur bor harus dilakukan dengan cepat untuk menghindari runtuhan pasir didalamnya. Sebab jika terjadi runtuhan pasir maka sumur bor yang telah dibuat akan gagal dan harus mengulang dari tahap awal. Tahapan terakhir adalah percobaan mengoperasikan sumur bor dengan menggunakan mesin air. Air yang keluar dari sumur bor terbilang cukup jernih dengan debit air 2 liter perdetik, dengan demikian praktek pembuatan sumur bor dapat dikatakan berhasil karena telah memenuhi kriteria kelayakan sumur bor. Peserta sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan dari awal praktek hingga berhasil mengeluarkan air dari sumur bor. Pakaian yang telah berlumur lumpur dan bermandikan keringat terbayarkan ketika sumur bor berhasil mengeluarkan air. Pembuatan Sumur Bor merupakan salah satu upaya untuk melakukan pengendalian kebakaran hutan, dimana sumur tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembasahan gambut pada musim kemarau maupun sebagai sumber air ketika melakukan pemadaman. Selain dapat digunakan untuk melakukan pembasahan dan pemadaman, sumur bor juga dapat dimanfaatkan untuk menyiram bibit. Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan inhouse training pembuatan sumur bor dapat bermanfaat bagi pegawai dalam melaksanakan tugas. Sumber Info : Balai TN Sebangau
Baca Berita

Peluncuran Buku Muatan Lokal (Mulok) Konservasi Burung

Waingapu, 12 Agustus 2017, Bertempat di pondok kerja Anakalang (pka) Taman Nasional Matalawa, Burung Indonesia Mengadakan perayaan keragaman Burung di Indonesia tahun 2017 dan sekaligus memperingati 15 tahun Burung Indonesia berkarya. Dalam memperingati hari ulang tahun yang ke – 15 Burung Indonesia meluncurkan buku muatan lokal pegangan siswa dan guru bagi sekolah dasar. Kegiatan tersebut dihadiri para mitra Burung Indonesia lingkup Sumba, dan salah satunya Balai Taman Nasional Matalawa yang diwakili kepala SPTN Wilayah I Waibakul (Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut.,M.Sc). Sejak berdiri hingga saat ini, Burung Indonesia telah berkiprah dalam pengelolaan kawasan konservasi dan upaya perlindungan spesies burung serta pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui upaya penyadartahuan kepada berbagai kelompok masyarakat, dunia pendidikan, dan para pemangku kebijakan di tingkat lokal, Burung Indonesia berhasil mengubah persepsi masyarakat mengenai pelestarian alam di Pulau Sumba. Pada 2007, bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat, upaya tersebut menghasilkan buku mengenai standar kompetensi, silabus, dan materi pembelajaran kurikulum muatan lokal tentang konservasi keragaman hayati bagi murid sekolah dasar. Tiga tahun berselang, pada 2010, replikasi buku muatan lokal kembali dilakukan untuk Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Tengah. Pada 2017 ini, upaya yang sama pun berlanjut atas dukungan dana dari Millenium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia). Diharapkan dengan upaya pendidikan konservasi sejak dini tersebut, kegiatan konservasi dapat menyentuh generasi muda khususnya di Pulau Sumba yang sudah cukup terkenal dengan kekayaan potensi sumberdaya alamnya. Dan bagi pengelola kawasan TN Matalawa, hal ini menjadi bahan acuan dan pedoman dalam melaksanakan kegiatan Bina Cinta Alam di sekolah-sekolah dasar yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi ini, hal ini diutarakan Kepala SPTN Wilayah I Waibakul disela-sela peluncuran buku tersebut. Sumber Info : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Kita Mulai dari Awal...

Bogor, 11 Agustus 2017. Udara sejuk menerpa kulit, aroma khas hutan tercium saat memasuki tempat ini, barisan pohon pinus berjajar rapih seakan menyambut kedatangan pengunjung. Suara nyanyian merdu dari dedaunan yang tertiup angin, susana teduh nan sejuk membuat nyaman bagi siapapun yang ada di tempat ini, Blok Lebak Ciherang namanya tetapi masyarakat di sini lebih mengenal dengan nama Blok LBC. Blok LBC bagian wilayah kerja Resort PTN Tapos, yang merupakan areal perluasan kawasan TNGGP eks Perum Perhutani, sehingga areal ini didominasi vegetasi pinus. Kondisi alam yang menarik lokasi ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan wisata. Aksesibilitas cukup baik, lalu lintas di jalan ini cukup ramai dilewati mereka yang ingin menuju daerah Cimande dan Sukabumi maupun sebaliknya yang menuju daerah Tapos dan sekitarnya. Dengan tegakan pinus yang cukup rapat menjadikan Blok LBC memiliki udara sejuk sehingga tempat tersebut memberikan kenyamanan tersendiri bagi yang melewatinya. Banyak pengunjung yang beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan, bahkan ada yang sengaja datang ke lokasi tersebut untuk menikmati pemandangan dan kesejukan di bawah tegakan pinus. Namun sayangnya, aktivitas pengunjung Blok LBC ini, membawa dampak negatif, antara lain berupa sampah plastik bekas kemasan makanan dan minuman yang dibuang sembarangan. Di lokasi ini belum dibangun fasilitas wisata termasuk tempat sampah karena ini belum dikembangkan sebagai obyek wisata. Dalam rangka penanggulangan dan antisipasi permasalahan sampah supaya tidak menjadi masalah serius, maka Petugas Resort Tapos melakukan kegiatan penanganan sampah pengunjung. Kepada masyarakat sekitar dan pengunjung pengunjung terkait status kawasan dan tentang larangan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam kawasan beserta sanksi yang dapat dikenakan bagi pelanggarnya. Blok LBC belum dikembangkan sebagai obyek wisata tetapi lokasi ini sudah dimanfaatkan untuk tempat wisata oleh masyarakat sekitar dan jumlah pengunjungpun meningkat pada saat hari libur. Meskipun spanduk dan papan informasi sudah dipasang dibeberapa titik yang menjadi tempat berkumpulnya pengunjung, namun sampah masih dibuang sembarangan di Blok LBC, sehingga tempat yang indah dan sejuk ini menjadi kotor dengan sampah plastik dari kemasam makanan dan minuman yang dibawa oleh pengunjung. Permasalahan ini disebabkan masih kurangnya kesadaran para pengunjung dan kurangnya kepedulian masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sebelum terlambat...kita mulai dari awal mengatasi masalah sampah pengunjung, sebelum Blok LBC dikembangkan menjadi obyek wisata. Mengatasi permasalahan ini tidak mungkin dapat diatasi tanpa kerjasama dengan pihak terkait. Oleh: Ade Frima Nurcahya Intan – Polisi Kehutanan Pelaksana Balai Besar TNGGP
Baca Berita

Seorang Warga Jakarta Serahkan Satwa Dilindungi

Soreang, 11 Agustus 2017. Balai Besar KSDA Jawa Barat melalui Tim Gugus Tugas Penyelamatan dan Evakuasi Tumbuhan dan Satwa Liar Seksi Konservasi Wilayah III Soreang, Bidang KSDA Wilayah II Soreang, pada tanggal 11 Agustus 2017 kembali menerima penyerahan secara sukarela satwa dilindungi undang-undang. Kali ini, satwa yang diserahkan adalah 4 (empat) ekor lutung jawa (Trachypithecus auratus), terdiri atas 2 (dua) ekor jantan dan 2 (dua) ekor betina. Sebelumnya, keempat ekor satwa endemik Pulau Jawa tersebut dimiliki/dipelihara oleh seorang warga Jakarta bernama Handiono Suryohadi beralamat di Jalan Gandaria 1 RT 10 RW 02 Kel. Pekayon, Kec. Pasar Rebo, Jakarta Timur. Namun, keinginan Handiono untuk menyerahkan secara sukarela keempat satwa tersebut muncul setelah mendapatkan penjelasan dari Yayasan Scorpion bahwa satwa tersebut dilindungi undang-undang dan memelihara satwa tersebut merupakan sebuah tindakan melawan hukum. Hardiono pun menyerahkan secara sukarela keempat satwa dari kelompok primata tersebut kepada SPORC Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Hingga pada akhirnya, keempat satwa tersebut diserahkan kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat. Saat ini, keempat satwa tersebut dititiprawatkan ke The Aspinalll Foundation untuk keperluan identifikasi dan pengecekan kesehatan. Selanjutnya, keempat satwa dilindungi tersebut akan menjalani program rehabilitasi hingga pada saatnya nanti akan dilepasliarkan ke habitat aslinya. Kejadian ini menunjukkan bahwa kesadartahuan masyarakat tentang konsekuensi memelihara satwa liar dilindungi, baik secara ekologi maupun secara hukum, menjadi salah satu kunci penting yang mampu menggerakkan hati masyarakat untuk menyerahkan secara sukarela satwa dilindungi yang mereka miliki. Oleh karena itu, upaya-upaya yang mengarah pada peningkatan kesadartahuan masyarakat seperti sosialisasi maupun kampanye pelestarian tumbuhan dan satwa liar perlu terus dilakukan secara massive kepada masyarakat. Sumber Info : Humas Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Staf Ahli Menteri LHK Dampingi Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI Ke Provinsi Sulawesi Tengah

Palu, 11 Agustus 2017. Dengan tujuan untuk menyerap aspirasi, mendapatkan data dan informasi secara langsung tentang perkembangan di Provinsi Sulawesi Tengah khusususnya terkait dengan energi, ristek dan lingkungan hidup, Tim Komisi VII DPR RI mengadakan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 10 s.d 11 Agustus 2017. Tim yang berjumlah empat orang diketuai oleh DR. Andi Jamaro Dulung dan didampingi oleh Staf Ahli Menteri LHK Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, Ir. Laksmi Dhewanthi, MA, beserta beberapa direksi pada Kementerian ESDM dan Kementerian Ristek dan Dikti. Pada hari pertama kunker, tim Komisi VII DPR RI melakukan pertemuan dengan Dirjen Migas, Direksi PT. Pertamina (Persero), SKK Migas dan BPH Migas beserta jajarannya di Hotel Santika Palu. Pada hari kedua kegiatan kunker dimulai dengan melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Sulteng beserta jajarannya di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sulteng. Kegiatan yang akan membahas tentang isu-isu energi dan lingkungan ini dihadiri oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM, Kementerian Ristek dan Dikti, Kapolda Sulawesi Tengah, Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XVI Palu, dan SKK Migas. Pertemuan di Kantor Gubernur ini membahas beberapa isu utama tentang permasalahan bidang energi dan lingkungan yang salah satu diantaranya adalah kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Poboya dan Dongi-Dongi. Dalam kesempatan ini Tim Komisi VII DPR RI menggarisbawahi tentang tingginya kadar merkuri di udara pada beberapa lokasi di Kota Palu yang mencapai 1.180 mg/m3 sebagai dampak dari adanya aktivitas ilegal di Poboya. Nilai kadar merkuri di udara ini telah melewati ambang batas yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia. Pada kesempatan lainnya Kapolda Sulteng juga mengangkat isu tentang kegiatan PETI di Dongi-dongi yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Sampai saat ini aktivitas ilegal tersebut telah dapat dikendalikan setelah melalui berbagai tahap penanganan, baik yang bersifat preventif maupun represif. Diharapkan dengan terus terjalinnya kerja sama yang baik antara Polda Sulteng, Pemda Sulteng dan Balai Besar TNLL maka kegiatan ilegal ini dapat dihentikan untuk mengeliminasi dampak lingkungan yang mungkin muncul. Sebagai penutup Gubernur Sulteng menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya Kunker Komisi VII DPR RI ini akan dapat menyalurkan aspirasi masyarakat Sulteng terkait beberapa isu di bidang energi, ristek dan lingkungan hidup khususnya tentang kesempatan untuk mendapatkan Participating Interest kepada BUMD pada wilayah kerja minyak dan gas bumi di Provinsi Sulteng. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Tim Cagar Biosfer Sambangi TN Meru Betiri

Banyuwangi, 11 Agustus 2017. Tim Cagar Biosfer (CB) Blambangan mengadakan kunjungan ke SPTN Wilayah I Sarongan, Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTNMB) dalam rangka survey daerah penyangga CB Blambangan dan potensi produk yang dihasilkan. Tim yang diwakili oleh Prof. Eni dan Prof. Sugarjito didampingi oleh Kepala SPTN Wilayah I Sarongan, Drs. Agus Haryadi, MP melihat habitat peneluran penyu di Pantai Sukamade dan kegiatan penetasan semi alami penyu oleh Unit Konservasi Penyu (UKP). Selain itu, tim juga melakukan korespondensi dengan masyarakat dan pengunjung di homestay, Rajegwesi. Sumber Info : Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Spirit Konservasi Tokoh Muda Bangsa

Bontang, 11 Agustus 2017. 15.30 - 17.00 WITA. Wisata alam Sangkima Jungle Park Taman Nasional mendapat kunjungan tokoh muda bangsa, Agus Harimurti Yudhoyono "AHY". AHY yang sedang dalam kunjungan ke pemerintah Kabupaten Kutai Timur, secara khusus menyempatkan diri untuk melihat pohon langka "Ulin raksasa" dan keindahan hutan di Taman Nasional Kutai. Dalam kesempatan tersebut AHY melakukan penanaman pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri) di lokasi wisata alam Sangkima Jungle Park. Selain itu dalam kunjungannya sebagai tokoh muda yang akan memberikan kuliah umum di Kabupaten Kutai Timur ini, sangat terkesan dengan keindahan kokohnya pohon ulin raksasa hutan hujan dataran rendah di Sangkima, TN Kutai. AHY, memberikan kesan dan pesan bahwa dengan spirit tinggi melalui kegiatan kreatif yang menghadirkan anak muda dalam kelompok komunitas (pemuda, pelajar, mahasiswa, LSM, dan masyarakat), perlu menyatukan dan menginspirasi agar dimana-mana terus menyuarakan "pentingnya menjaga hutan dan lingkungan hidup" . Karena sampai saat ini manusia masih sedikit sekali dan jarang berterimakasih atas apa yang dinikmati dari hadirnya hutan atau bahkan belum ada apresiasi secara tepat dari manusia. Lebih ditekankan lagi bahwa tidak terlalu rumit dalam mengkampanyekan konservasi atau menjaga hutan melalui cara sederhana yaitu dengan passion, sehingga akan lebih mudah diterima dan didengar oleh elemen masyarakat. Teriring ucapan terima kasih kepada petugas Balai TN Kutai, agar tetap dan terus semangat menjaga keutuhan kawasan hutan wisata dan TN Kutai agar lebih terjaga dan lestari. Sumber : Balai TN Kutai
Baca Berita

Yang Biasa dari Tegallega

Cianjur, 11 Agustus 2017. Patroli rutin di Resort PTN Tegallega, Seksi Wilayah PTN II Gedeh, Bidang Wilayah PTN I Cianjur dilaksanakan paling sedikit dua kali dalam seminggu. Tujuannya untuk menjaga kemanan hutan serta untuk memperlihatkan pada masyarakat bahwa hutan selalu dijaga dan diawasi oleh Polisi Kehutanan (Polhut) maupun fungsional lainnya. Diawal dan/ atau akhir kegiatan patroli biasanya dilakukan penyuluhan atau koordinasi dengan tokoh masyarakat, agar hubungan antara masyarakat dengan petugas menjadi harmonis dan ada kegiatan yang sinergis antar tokoh masyarakat dengan personil Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Patroli dilaksana pada Hari Kamis 10 Agustus 2017, mengambil jalur mulai Blok Tabrik Bawah sampai dengan perbatasan Resort Goalpara. Pada kegiatan ini tidak ditemukan pelanggaran kehutanan, hanya jejak pengambilan kayu bakar pada beberapa titik. Dilakukan juga pertemuan dengan masyarakat yang berbatasan dengan kawasan hutan, untuk mengingatkan agar tidak mengganggu hutan, bahkan harusnya bisa membantu menjaga keamanan hutan. Sepanjang jalur patroli ditemukan berbagai jenis satwa, antara lain burung manintin 1 ekor, burung puyuh gonggong 1 ekor, burung elang ular 1 ekor, dan tando 1 ekor. Serta terdengar suara owa jawa yang hidup dalam kelompok kecil sebanyak 3 ekor. Dalam kegiatan patroli juga dilaksanakan pengecekan tanaman restorasi di Blok Tabrik Bawah dan Blok Bedeng Resort PTN Tegallega, Seksi PTN Wilayah II Gedeh, Bidang PTN Wilayah I Cianjur. Restorasi ini hasil kerjasama antara Balai Besar TNGGP dengan PT. Tirta Investama qq. Plant Cianjur (AQUA), yang ditanam awal tahun 2017. Jumlah pohon yang ditanam sebanyak 3.500 pohon dan secara umum hidup dengan baik. Jenis pohon yang ditanam merupakan jenis asli Taman Nasional Gunung Gede Pangrango seperti rasamala, puspa, manglid, dan kisireum. Sebagai fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) tetap bersemangat membantu tugas Polisi Kehutanan dalam menjaga keamanan hutan. Semoga hutan kita tetap aman dan lestari. Oleh: Agus Deni – PEH Pelaksana Lanjutan Balai Besar TNGGP

Menampilkan 10.177–10.192 dari 11.141 publikasi