Rabu, 3 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBKSDA Sulsel Semangat Siap Kerja Bersama

Makassar, 17 Agustus 2017. Memperingati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 72 Tahun seluruh UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera yang dipimpin oleh Kepala P3E Suma selaku Inspektur Upacara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai rangkaian seperti penyerahan piagam penghargaan pengabdian kepada beberapa Pegawai dan dilanjutkan dengan lomba yel-yel, tarik tambang, balap karung serta Lomba makan kerupuk antara seluruh kepala UPT dan drivernya yang hadir pada kesempatan ini. Dengan semangat kerja Bersama, peringatan kali ini terasa meriah dan menyenangkan Karena sekaligus menjadi ajang silaturrahmi antara para Pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari berbagai satker. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 72 Tahun. Karena Kemerdekaan diraih dengan " Kerja Bersama ", Kami seluruh Pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan provinsi Sulawesi Selatan SIAP KERJA BERSAMA!!! Sumber Info : Humas Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Pimpin Upacara HUT RI ke 72 di Pulau Pramuka

Pulau Pramuka, 17 Agustus 2017. SPTN Wilayah III Pulau Pramuka Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu melakukan upacara dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut B. Panjaitan sebagai inspektur upacara. Menteri Luhut menghimbau para peserta upacara agar tetap menjaga pelestarian khususnya di Kepulauan Seribu. Aparat pemerintah dan masyarakat harus kerja bersama sebagaimana moto HUT RI yg ke 72 ini, bergandengan tangan bersama agar wilayahKepulauan Seribu tetap terjaga. Acara ini diikuti oleh Bupati Kepulauan Seribu beserta jajarannya. Pelaksanaan upacara dilaksanakan di Lapangan Bola Pulau Pramuka yang berada di samping Kantor SPTN Wilayah III Pulau Pramuka Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Sumber : BTN Kepulauan Seribu
Baca Berita

Peduli, Kesultanan Bacan Mengirim Bantuan Ke MTD di Resort Tayawi

Sofifi, 16 Agustus 2017. Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) atau yang biasa disebut juga suku Togutil merupakan penduduk asli belantara Halmahera. Kehidupan mereka masih tradisional. Mereka hanya menggantungkan hidup di alam hutan Halmahera. Mulai dari alat makan sampai alat untuk berburu. Beberapa kelompok memang sudah hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar dan telah mengenal mata uang, seperti kelompok MTD di Resort Tayawi, kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) yang berada di desa Koli, kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Sehari sebelum pelaksanaan upacara bendera di Resort Tayawi, Profauna menyerahkan bantuan berupa pakaian dan bahan makanan ke MTD melalui TNAL. Bantuan tersebut berasal dari Permaisuri Sultan Bacan. Berkat kepedulian Kesultanan Bacan, Masyarakat Tobelo Dalam merasa senang menerima bantuan tersebut. Ini terlihat dari rautan wajah yang berseri-seri dan penuh senyum saat menerima bantuan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Balai TNAL pada saat upacara bendera di Resort Tayawi. Tidak hanya itu MTD juga menerima bantuan dari desa Koli berupa benih jagung sebanyak 30 kg. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Operasi Bersih Gunung Gede - Pangrango BBTN Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 16 Agustus 2017. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melaksanakan Kegiatan Operasi Bersih Gunung Tahun 2017 Kerja Bersama 72 Indonesia Merdeka dengan mengusung tema “Kami Siap Kerja Bersama Membersihkan Gunung Gede Pangrango”. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 15 sampai 17 Agustus 2017. Tujuan dari kegiatan ini, yaitu membersihkan sampah pada jalur pendakian; meningkatkan partisipasi kesadaran pendaki yang berwawasan lingkungan; serta meningkatkan kecintaan pada bangsa dan negara melalui efektivitas masyarakat peduli kepada lingkungan. Kegiatan Operasi Bersih Gunung ini diikuti sekitar 200 orang serta didukung oleh TNI dan Kepolisian 3 kabupaten (Cianjur, Sukabumi, dan Bogor), Badan SAR Nasional, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA), Volunteer (Montana, GPO, Panthera, Evergreen, Tepala, PAL, Eagle, Vanaprastha, PKBM Umi Kulsum, Cantigi, dan relawan dari SMKN 1 Sukabumi), Karang Taruna Desa Perbawati dan Desa Karawang Kecamatan Sukabumi, serta masyarakat lainnya di sekitar kawasan TNGGP. Target operasi bersih yaitu jalur pendakian TNGGP: Hari Selasa, 15 Agustus 2017 tim Advance sudah mulai naik dari pintu masuk Cibodas (20 orang), pintu masuk Gunung Putri (20 orang), dan pintu masuk Selabintana (10 orang). Hari kedua, Rabu, 16 Agustus 2017 Acara Ceremonial Pelepasan Tim Operasi Bersih oleh Plt. Kepala Balai TNGGP di pintu masuk Cibodas. Pada sambutannya, beliau memberikan arahan “Agar peserta kegiatan operasi bersih dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan menjaga kondisi kesehatan tubuh”. Hari ketiga, Kamis, 17 Agustus 2017 dijadwalkan peserta operasi bersih akan turun dengan membawa sampah dari jalur pendakian menuju pintu Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana. Semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat positif bagi kelestarian kawasan TNGGP maupun masyarakat luas dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke – 72. Sumber Info : Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Aksi Sapu Jagad Gunung Serentak Di TN Lore Lindu Menyambut 72 Tahun Indonesia Merdeka

Palu, 16 Agusus 2017. Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2017, trashbag community sebagai komunitas nirlaba yang berdedikasi untuk mengurangi permasalahan sampah gunung serta menjunjung tinggi penerapan konservasi alam akan melaksanakan aksi “Sapu Jagad 17 Gunung Serentak” yang ada di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi. Salah satu gunung yang menjadi target adalah Gunung Nokilalaki yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Kegiatan yang akan dilaksanakan di G. Nokilalaki akan diikuti oleh lebih kurang 70 orang peserta yang berasal dari siswa pencinta alam (SMA/SMK), mahasiswa pencinta alam, dan komunitas pencinta alam yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah. Rangkaian aksi ini dimulai pada tanggal 16 Agustus 2017 melalui kegiatan apel pemberangkatan yang dilaksanakan di Kantor Balai Besar Taman Nasional Taman Nasional Lore Lindu (BB TNLL). Dalam sambutannya kepala BB TNLL, Ir. Sudayatna, M.Sc., memberikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan aksi bersih sampah ini karena sampah merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Berdasarkan data yang dikeluarkan International Earth Science Information Network pada tahun 2012, Indonesia berada pada peringkat ke-7 sebagai negara terkotor di dunia. Lebih lanjut beliau juga menegaskan bahwa sampah membutuhkan waktu penguraian yang cukup lama. Dari beberapa literatur dapat diketahui bahwa waktu penguraian sampah anorganik bisa mencapai 10 tahun bahkan lebih. Sebagai contoh plastik dan kaleng soft drink membutuhkan waktu sampai 100 tahun sedangkan sterofoam membutuhkan waktu lebih dari 500 tahun untuk terurai sempurna. Sampah juga merupakan sumber polusi air, tanah dan udara. Dengan adanya trashbag community yang memiliki visi menjadikan hutan dan gunung Indonesia terbebas dari sampah serta berkomitmen untuk mempromosikan “Gunung Bukan Tempat Sampah” diharapkan dapat meningkatkan kepedulian serta toleransi manusia dengan alam secara berkelanjutan, kesadaran akan pentingnya kelestarian alam dan konservasi lingkungan sehingga dapat menjamin masa depan hutan dan gunung di Indonesia. Puncak dari kegiatan ini adalah akan dilakukan aksi bersih sampah setelah pelaksanaan upacara pada tanggal 17 Agustus 2017 di Puncak G. Nokilalaki. Aksi ini juga dirangkai dengan kegiatan sarasehan dan diskusi serta pembagian door prize kepada peserta pada acara penutupan. Sumber info : Humas Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

BTN Kelimutu: Upacara Adat Memberi Sesaji Arwah Leluhur

Ende, 14 Agustus 2017 - Upacara adat memberi makan ( sesaji ) arwah leluhur masyarakat Lio di Danau Kelimutu (Patika Du'a Bapu Ata Mata) dilaksanakan pada hari Senin 14 Agustus 2017 diikuti oleh Bupati, Wakil Bupati dan 20 komunitas desa adat di daerah penyangga Taman Nasional Kelimutu. Acara ini disaksikan oleh masyarakat sekitar dan wisatawan, menjadi event budaya tahunan di dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu difasilitasi oleh Balai Taman Nasional Kelimutu bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Ende. Selain upacara Patika pada acara ini juga dilakukan pentas seni budaya oleh desa-desa sekitar Taman Nasional Kelimutu , makan bersama dan penyerahan bantuan fasilitasi ke masyarakat desa penyangga oleh Balai Taman Nasional Kelimutu. Sumber: BTN Kelimutu
Baca Berita

Independence Patrol

Makassar, 16 Agustus 2017. Balai Besar KSDA Sulsel melaksanakan kegiatan "Independence Patrol" yang merupakan rangkaian kegiatan secara serentak di bulan Agustus di 15 kawasan konservasi yang berada dibawah pemangkuan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 72 dengan tema " Indonesia Kerja Bersama”. Adapun rangkaian kegiatan dalam Independence Patrol yang dilaksanakan adalah 1. Patroli Bersama 2. Aksi bersih menuju Indonesia bebas sampah 2020 3. Dialog bersama masyarakat sekitar serta 4. Upacara bendera. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama masyarakat, Kelompok Pecinta Alam, Pramuka, Bimmas, Babinsa, kader konservasi, masyarakat mitra Polhut. Puncak rangkaian acara Independence Patrol dilaksanakan dengan mengikuti Upacara Peringatan hari kemerdekaan RI ke 72 di lapangan upacara BDK Makassar yang diikuti oleh seluruh UPT KLHK provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Ir. Dody Wahyu Karyanto, MM berharap kegiatan Independence Patrol yang dilaksanakan serentak di 14 Kawasan Konservasi di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat dapat menjadi agenda tahunan dan menjadi momentum untuk bekerja bersama di tingkat tapak demi terwujudnya sinergi pengelolaan yang terjaga, terkelola, termanfaat untuk kesejahteraan dan kelestarian kawasan Konservasi. Merdeka. Sumber Info : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Balai TNKT Gelar Jalan Sehat Dan Senam Bersama Dalam Rangka Memperingati HKAN Tahun 2017

Ampana-Senin, 14 Agustus 2017- Balai Taman Nasional Kepulauan Togean menggelar acara Jalan Sehat dan Senam Bersama dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2017 pada hari Minggu tanggal 13 Agustus 2017 di Taman Anjungan Khayal Ampana Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah Pukul 06.00 WITA. Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2017 diperingati setiap tanggal 10 Agustus dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2009 merupakan momentum strategis dalam upaya mengajak peran aktif masyarakat dalam konservasi alam dan memasyarakatkan konservasi alam sebagai komitmen, sikap hidup dan budaya bangsa. Tanggal 10 Agustus sangat penting maknanya sebagai batu pijakan pengintegrasian konservasi alam dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan dengan diterbitkannya UU No 5 Tahun 1990. Tema HKAN Tahun 2017 adalah “Konservasi Alam Konservasi Kita”. Tujuan kegiatan Jalan Santai dan senam bersama dalam Rangka HKAN Tahun 2017 adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan HKAN 2017 sesuai dengan kebijakan Kementerian LHK, tema dan kondisi di lapangan, selain itu juga untuk mengenalkan secara lebih luas Taman Nasional Kepulauan Togean ke masyarakat”” ujar Ir. Bustang. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ir. Bustang selaku Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean. Acara jalan sehat dan senam santai dilepas oleh Asisten III Bupati Kabupaten Tojo Una-Una serta dihadiri oleh Forkompinda serta masyarakat yang ada di Kabupaten Tojo Una-Una. Rangkaian acara yang telah dilaksanakan adalah Jalan sehat dilanjut dengan senam bersama, pelepasliaran burung serta penanaman tanaman setelah itu dilanjut dengan pemberian doorprice dan hadiah hiburan seperti motor, mesin cuci, TV, Hp dan hadiah lainnya. Balai TNKT juga bekerjasama dengan sponshorship, adapun sponshorship terdiri dari Bank Sulteng, BRI, Kawan Baru, VIVO, Hotel Lawaka dan Touna TV. Sumber: BTN Kepulauan Togean
Baca Berita

Balai TN Gunung Rinjani Siapkan Jalur Khusus Bersepeda

Mataram, 16 Agustus 2016 – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani telah menetapkan jalur khusus bersepeda untuk 2 lokasi yaitu sembalun dan Timbanuh. Pengajuan Jalur khusus bersepeda ini dilakukan atas permohonan penetapanjalur khusus bersepeda oleh beberapa komunitas sepeda diantaranya : Komunitas Tinjal Pedal, Rinjani Enduro Challengge Community (REC) dan Lembaga pemerhati seni dan budaya desa (Kec. Pringgasela, Kab. Lombok Timur). Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Agus Budi Santosa mengatakan Jalur sepeda gunung di Sembalun yang memiliki track sepanjang 13.7 km ini dimulai dari Pintu gerbang pendakian Sembalun - pos 1 - pos 2 – pemantauan Sajang/ Mangku sakti (down hill). Sedangkan untuk Jalur sepeda di Timbanuh sepanjang 3,5 km dalam proses penetapan dan menunggu peta trek dan berita acara hasil survey oleh komunitas sepeda NTB. Agus menerangkan, Penggunaan jalur sepeda ini dilakukan setelah ada penataan jalur, pemasangan rambu-rambu dan tidak boleh tumpang tindih dengan jalur pendakian (pejalan kaki). Sumber: BTN Gunung Rinjani
Baca Berita

Semangat Kemerdekaan, Semangat Padamkan Api BKSDA Kalbar

Seriam Jaya, 16 Agustus 2017. Pemadaman Kebakaran di kawasan Cagar Alam Muara Kendawangan di Blok Seriam/Bengkuang sekitar 1 km dari Pos Resort Seriam Jaya. Kondisi TKP terdapat rumput dan semak kering cukup tebal yang menjadi bahan bakar Karhutla. Petugas berhasil memadamkan api menggunakan pemukul api/gebyok dari pelepah daun dan batang pohon. Petugas yang melakukan pemadaman kebakaran adalah : - 4 org Petugas Lapangan KPHK Muara Kendawangan. - 3 org Bakti Rimbawan KPHK Muara Kendawangan. - 2 org Petugas Manggala Agni Daops Ketapang Regu Kendawangan. - 4 org Satgas MPA PT. ASM. Penyebab kebakaran diduga dilakukan oleh aktivitas ilegal yang sengaja membakar semak dan seresah kering dengan tujuan berburu satwa liar jenis Rusa Sambar (Cervus unicolor, Brookei). Kejadian ini sudah dikoordinasikan dan dilaporkan kepada aparat setempat dan direncanakan hari Kamis tanggal 17 Agustus 2017 petugas KPHK Muara Kendawangan Resort Seriam Jaya akan melakukan kegiatan Groundcek Hotspot pada kawasan yang terbakar untuk memastikan tidak ada lagi api dilokasi kebakaran dan mendeliniasi luasan terbakar. Sumber Info : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Lima Kawasan Konservasi di Papua Target Efektivitas Pengelolaan Sampai Dengan Tahun 2019

Jayapura, 14-15 Agustus 2017. Balai Besar KSDA Papua bekerjasama dengan USAID-Lestari lanskap Cycloop melaksanakan kegiatan Self Assesment METT, yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat adat. Kegiatan ini merupakan evaluasi terhadap efektivitas pengelolaan 5 (lima) kawasan konservasi yang menjadi target Direktorat Jenderal KSDAE di Provinsi papua dengan menggunakan metode METT (Management Effectiveness Tracking Tool). Adapun kawasan konservasi yang dinilai tersebut adalah : Penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi yang dilakukan merupakan lanjutan penilaian awal yang telah dilakukan sebelumnya dan telah ditetapkan nilainya oleh Direktorat Kawasan Konservasi. Lima kawasan ini merupakan kawasan target di Papua yang perlu dilakukan peningkatan efektivitas pengelolaannya sampai dengan tahun 2019, hasil penilaian ini nantinya akan sangat membantu dalam meningkatkan pengelolaan kawasan, serta memberikan kesempatan kepada para pihak dari masing-masing kawasan untuk dapat mengembangkan program konservasi prioritas sesuai kebutuhan kawasan. Penilaian efektivitas ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor : SK. 357/KSDAE-SET/2015 tentang penetapan nilai awal efeltivitas pengelolaan kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru sekaligus untuk mendukung pencapaian indikator kinerja program KSDAE minimal 70 persen nilai indeks efektivitas pengelolaan kawasan konservasi. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 14 – 15 Agustus 2017 bertempat di Hotel Horison Jayapura yang berkesempatan dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Papua, Ir. Timbul Batubara, M.Sc, dan dihadiri oleh pejabat eselon III, IV dan pejabat fungsional Balai Besar KSDA Papua, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan Kota Jayapura, Dinas Pariwisata Kota Jayapura dan Kab. Nabire, Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Bappeda Provinsi Papua, Bappeda Kota Jayapura, Bappeda Kab. Jayapura, Yapen, Nabire, BPMK Kab. Jayapura, USAID-Lestari dan Lembaga Masyarakat Adat. Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Ir. Timbul Batubara, M.Sc memberikan pemahaman bahwa menjaga sumber daya alam yang penting merupakan salah satu mandat dari pengelolaan kawasan konservasi. Untuk itu perlu terus dilakukan pemantauan terhadap kondisi pengelolaan kawasan konservasi yang ada. Hal ini selain untuk memastikan kawasan dikelola sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan juga sebagai alat untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada”. Proses penilaian efektifitas pengelolaan kawasan dilakukan oleh seluruh peserta dengan pendampingan / fasilitator dari Universitas Cenderawasih, Prihananto Setiadi, ST.,MT dan Munawir Kholis dari USAID-Lestari. Penilaian efektifitas menggunakan metode METT (Management Effectiveness Tracking Tool) yang dilakukan terhadap beberapa aspek, meliputi aspek konteks, perencanaan, input, proses, output dan outcome. Dari hasil penilaian efektifitas pengelolaan kawasan yang dilakukan selama 2 (dua) hari maka menghasilkan nilai efektivitas : No Nama Kawasan Perbandingan 2015 2017 1. CA Pegunungan Cycloop 43 68 2. CA Pegunungan Yapen Tengah 37 46 3. CA Tanjung Wiyai 28 52 4. TWA Teluk Youtefa 34 56 5. TWA Nabire 37 55 Dalam penjelasannya Kepala Balai Besar KSDA Papua, Ir. Timbul Batubara, M.Sc bahwa melalui kegiatan penilaian efektifitas pengelolaan kawasan dengan metode METT diharapkan hasilnya nanti dapat digunakan mengeindentifikasi persoalan dalam kawasan beserta merencanakan strategi dan langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan konservasi, sehingga efektivitas pengelolaan di lima kawasan konservasi mencapai skor 70 %di tahun 2019. Demikian pula menurut koordinator USAID-Lestari Papua, Pascalina Rahawarin mengatakan bahwa kegiatan yang melibatkan stake holder di Kabupaten dan kota ini bertujuan untuk menilai efektivitas pengelolaan terkini di lima kawasan konservasi prioritas di Papua dan METT merupakan salah satu alat evaluasi yang dapat digunakan oleh pihak pengelola kawasan konservasi untuk menilai secara assesment dan mendapatkan input dari pihak terkait untuk kinerja pengelolaan. Sumber Info : Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Dukungan Pembangunan Pusat Konservasi Elang Jawa di TWA Kawah Kamojang

Bandung, 15 Agustus 2017. Keberadaan elang jawa di alam menurut rilis The IUCN Red List of Threatened Species cenderung menurun sehingga dikategorikan sebagai satwa langka. Faktor utama dari penurunan populasi jenis satwa ini di alam adalah rendahnya tingkat perkembangbiakan serta tingginya tingkat perburuan jenis satwa ini. Mengingat semakin terancam punahnya satwa berjuluk “Garuda” ini, maka Direktorat Jenderal PHKA (sekarang Direktorat Jenderal KSDAE) pada tahun 2013 telah menetapkan elang jawa sebagai salah satu satwa liar yang populasinya ditargetkan meningkat di habitatnya. Dilatarbelakangi oleh hal tersebut di atas, BBKSDA Jawa Barat dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PT PGE) menjalin sebuah kerjasama bertajuk “Pembangunan Pusat Konservasi Elang Jawa di Taman Wisata Alam Kawah Kamojang” yang ditandatangani pada tanggal 6 September 2013. BBKSDA Jawa Barat juga menggandeng sebuah organisasi bernama Raptor Indonesia (Rain) yang secara teknis memiliki keahlian di dalam mempersiapkan pembangunan pusat konservasi elang tersebut. Pada perkembangan selanjutnya, pusat konservasi tersebut dinamai Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) yang menunjukkan bahwa lembaga ini tidak hanya concern terhadap upaya pelestarian elang jawa saja, tetapi jenis elang lainnya. Saat ini, PKEK telah menjelma menjadi sebuah lembaga penyelamatan dan rehabilitasi elang terbesar di Indonesia. Keberhasilan PKEK dalam menjalankan program rehabilitasi elang juga mendapatkan apresiasi dari Direktur Jenderal KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc. Bahkan, pada saat berkunjung ke PKEK pada tanggal 26 Juli 2017 lalu, Ir. Wiratno, M.Sc. menekankan agar program pelestarian elang yang akan dilaksanakan di lokasi lain seperti di Lampung, Yogyakarta, dan Jawa Timur menjadikan PKEK sebagai benchmark. Tentunya, keberhasilan yang dialami oleh PKEK tidak terlepas dari peran PT Pertamina Geothermal Energy sebagai financial supporting untuk operasionalisasi PKEK yang dituangkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sejak tahun 2013 – 2017 yang disusun secara bersama-sama. Namun demikian, di tahun terakhir dari pelaksanaan kerjasama ini terungkap bahwa terdapat kekurangan biaya operasional yang dapat menghambat operasionalisasi PKEK. Hal tersebut dikhawatirkan dapat berimbas pada tidak optimalnya upaya penyelamatan dan rehabilitasi elang di PKEK. Pada perkembangan selanjutnya, pihak PT PGE sepakat untuk menutupi kekurangan tersebut dengan menambah pagu anggaran tahun 2017. Penambahan pagu tersebut secara otomatis mengubah pagu anggaran sebagaimana telah ditetapkan di dalam Perjanjian Kerjasama yang telah ditandatangani sebelumnya sehingga perlu dilakukan amandemen terhadap Perjanjian Kerjasama tersebut. Oleh karena itu, pada tanggal 15 Agustus 2017 bertempat di Kantor BBKSDA Jawa Barat dilakukan pembahasan sekaligus penandatanganan Amandemen Perjanjian Kerjasama antara BBKSDA Jawa Barat dengan PT Pertamina Geothermal Energy tentang Pembangunan Pusat Konservasi Elang Jawa di Taman Wisata Alam Kawah Kamojang. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BBKSDA Jawa Barat, Ir. Sustyo Iriyono, M.Si. dan General Manager Area Kamojang, Wawan Darmawan. Pada kesempatan tersebut Kepala BBKSDA Jawa Barat secara khusus menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak PT PGE yang telah berkenan menambah pagu anggaran untuk operasionalisasi PKEK. Apresiasi juga diberikan kepada pengelola PKEK yang telah bekerja keras sehingga PKEK bisa berkembang seperti saat ini. Dengan ditandatanganinya amandemen pejanjian kerjasama, kekhawatiran bahwa program penyelamatan dan rehabilitasi elang di PKEK menjadi tidak optimal di tahun 2017 dengan sendirinya telah sirna. Pengelola PKEK saat ini bisa bernafas lega karena mereka bisa melanjutkan upaya pelestarian elang di PKEK tanpa dihantui oleh kekurangan biaya operasional. Semoga PKEK di masa depan semakin berjaya. Sumber Info : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Pengembangan Model Intensifikasi Pengelolaan TB Ko’mara Melalui Pelibatan Masyarakat

Makassar, 16 Agustus 2017. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melakukan pembahasan pengembangan model intensifikasi pengelolaan TB Ko’mara melalui pelibatan masyarakat. Pengembangan ini sebagai Role Model pengelolaan Taman Buru Bersama masyarakat dengan semangat mengembalikan sejarah perburuan masa kerajaan Gowa-Tallo. Dalam kegiatan tersebut dibahas mengenai rencana pengelolaan Taman Buru sebagai spot perburuan dan pengembangan ekowisata yang melibatkan masyarakat disekitar kawasan sehingga penggunaan kawasan konservasi nonprosedural dapat dikurangi atau bahkan dihentikan. Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Ir. Dody Wahyu Karyanto, MM berpesan agar rencana pengembangan taman buru Ko’mara tetap berpatokan pada Blok pemanfaatan yang telah ditetapkan. Sumber Info : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Terluka Cukup Parah, Gajah Liar ini Diobati Tim BKSDA Aceh

Aceh Besar, 16 Agustus 2017. Tim Balai KSDA Aceh didukung tim dokter Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala serta dibantu masyarakat, melakukan pengobatan seekor gajah liar yang terluka cukup parah di punggung, kaki kanan depan dan di perut (luka sudah infeksi, bernanah dan bahkan berbelatung di perut). Aksi pengobatan ini dilakukan di hutan sekunder wilayah Lamtemot, Gampong Teladan, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Usaha pengobatan sudah dilakukan sejak sehari sebelumnya, namun tim baru berhasil melakukannya hari ini setelah berjalan kaki di hutan selama sekitar 3 jam. Gajah yang terluka berjenis kelamin betina berusia sekitar 40 tahun. Dari kondisi luka, gajah terkena benda runcing/tajam sekitar 1 bulan lebih sehingga sudah infeksi. Dalam upaya ini, tim juga dibantu 2 ekor gajah jinak dari Pusat Konservasi Gajah Saree. Mengingat kondisi gajah cukup parah dan perlu pengobatan berulang, gajah ditarik dan diikat di pinggir hutan untuk memudahkan pengobatan lanjutan dan melepasliarkan kembali nantinya. Sumber Info : Balai KSDA Aceh
Baca Berita

Upaya Pencegahan Karhutla di Provinsi Kal-Tim Melalui Fasilitasi Pembentukan MPA di TN Kutai

Bontang, 15 Agustus 2017. Balai Taman Nasional Kutai bekerjasama dengan Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan melaksanakan kegiatan fasilitasi pembentukan dan pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari 3 Kabupaten/Kota yang terdiri dari 6 desa rawan karhutla yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara (Desa Makarti), Kota Bontang (Kelurahan Bontang Lestari) dan Kabupaten Kutai Timur (Desa Teluk Pandan, Desa Sangkima, Desa Sangatta Selatan, dan Desa Mukti Jaya). Keseluruhan peserta berjumlah 30 orang. Dalam sambutannya Bapak Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc selaku Kepala Balai Taman Nasional Kutai menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan, dimana masyarakat yang tergabung dalam MPA menjadi motor penggerak di daerah mereka masing-masing terutama dalam hal yang berkaitan dengan penanganan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Selain itu diharapkan kemampuan yang dimiliki oleh personil MPA ini nantinya dapat membantu Manggala Agni dalam pelaksanaan tugas dilapangan. Balai Taman Nasional Kutai memiliki catatan sejarah panjang dalam penanganan kebakaran hutan, yang terbaru adalah kejadian kebakaran hutan tahun 2015 yang menghanguskan seluas 1.957,29 ha kawasan konservasi. Tentu hal ini tidak boleh terulang mengingat kawasan konservasi TN Kutai merupakan rumah bagi flora dan fauna endemik di Kalimantan Timur. Penguatan kelembagaan dan komunikasi dengan berbagai pihak harus terus terjalin,karena penanganan karhutla bukanlah tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sendiri melainkan tanggung jawab seluruh umat manusia di muka bumi ini yang merasa masih menggunakan oksigen dari hutan untuk melangsungkan kehidupannya. Semoga melalui kegiatan ini penurunan jumlah luasan areal terbakar dan penurunan jumlah hotspot dapat tercapai sekaligus mewujudkan indonesia langit biru yang bebas dari asap. Sumber Info : Balai TN Kutai
Baca Berita

BBTNBKDS Menyelenggarakan Lomba Mewarnai Konservasi Tingkat TK Dan SD

Putussibau, 15 Agustus 2017. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) melaksanakan Kegiatan Kampanye Pelestraian Keanekaragaman Hayati di Gedung Balai Adat Kecamatan Batang Lupar dengan menyasar anak-anak Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar sebagai sasaran. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HKAN 2017 dan Hari Kemerdekaan RI ke 72 tahun, selain itu kegiatan rutin ini sebagai bentuk penyadartahuan akan pentingnya pelestarian alam. Kegiatan ini dilaksanakan melalui berbagai metode dari mulai kegiatan ceramah, perlombaan, menulis, menggambar dan lain-lain. Pelaksanaan kegiatan kali ini berupa Lomba Mewarnai dan menggambar tingkat TK dan SD yang diikuti kurang lebih 50 murid TK dan SD di Kecamatan Batang Lupar ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan satwa dilindungi yang ada di TNBK dan TNDS serta menanamkan pemahaman kepada anak - anak tersebut betapa pentingnya keberadaan TNBK dan TNDS. Kepala SPTN wilayah I, P. Samosir menyatakan bahwa, kesadaran akan pentingnya konservasi harus ditanamkan sejak dini, anak-anak ini sebagai generasi penerus harus memahami betapa pentingnya menjaga kelestarian alam yang ada di Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum. Merekalah yang nanti akan menjaga dan melestarikan. Anak-anak mengikuti dengan sangat antusias dan berharap kedepan kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan. Sebelumnya pada tanggal 13 Agustus 2017 bertempat di GOR Kecamatan Selimbau diadakan pula kegiatan serupa dengan peserta kurang lebih 80 siswa TK dan SD di Kecamatan Selimbau. Kegiatan lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK dan SD merupakan salah satu kegiatan dalam rangka menyemarakan peringatan Hari Kemerdekaan ke 72 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sumber Info : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Menampilkan 10.161–10.176 dari 11.141 publikasi