Rabu, 3 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Stop Penjualan Satwa Orangutan

Pontianak, 22 Agustus 2017. Balai KSDA Kalimantan Barat bersama Balai Penegakan Hukum Seksi Wilayah 3 Pontianak telah melakukan press release dari hasil operasi tindak pidana kehutanan dalam hal ini telah mengamankan pedagang Orangutan (Pongo pygmaeus) yang berinisial TAR yang beralamat di Jl. RE Martadinata Gg. Timun I No. 20 Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak, dengan indikasi melakukan penjualan satwa orangutan melalui media sosial online sebanyak 2 individu Orangutan (berjenis kelamin betina usia 10 bulan dan jantan usia 1 tahun). Penyidik Sporc Brigade bekantan telah menetapkan TAR sebagai tersangka dan saat ini telah ditahan di rutan kelas IIa Pontianak. Akibat dari perbuatannya tsb tersangka dijerat dengan pasal 21 ayat (2) huruf a jo, Pasal 40 ayat (2) UU no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, dengan alat bukti yaitu keterangan saksi dan barang bukti satwa. Tersangka TAR diancam hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 jt. Kejadian ini sangat memilukan bagi kita semua dimana kita baru saja merayakan hari Orangutan Sedunia pada tanggal 19 Agustus 2017 kemarin dimana komitmen pelestarian hidup satwa khususnya Orangutan menjadi prioritas kita bersama, namun kita masih dihadapkan pada hal-hal yang seharusnya tidak ada lagi seperti penjualan satwa Orangutan tersebut. Sangat penting sekali penyadartahuan terhadap masyarakat akan pentingnya hutan dan segala isinya yang merupakan aset yang tak ternilai harganya. Seperti disampaikan Menteri LHK dalam beberapa kesempatan bahwa “Hutan yang berkualitas mendukung kehidupan seluruh makhluk hidup dan oleh karena itu, jajaran Kementerian LHK selalu berusaha sekeras mungkin menjaga aset ini,". Dalam upaya pelestarian satwa liar khususnya Orangutan tidak bisa dilakukan secara parsial dan sendiri-sendiri. Butuh upaya bersama dari pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, kelompok masyarakat, pelaku bisnis, dan organisasi lingkungan serta kemasyarakatan. Perlu kita ketahui bahwa sampai dengan saat ini di Provinsi Kalimantan Barat total Orangutan yang ada di pusat rehabilitasi Yayasan IAR ada 109 individu (yang sedang dilakukan monitoring setelah dilakukan pelepas liaran ada 10 individu yakni 4 individu ada di Hutan Lindung Gunung Tarak dan 6 individu di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya). Sedang di Pusat Rehabilitasi Yayasan Kobus Orangutan yang sedang dalam rehabilitasi ada 36 individu. (YS). Sumber Info : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Budidaya Lebah Madu Pulau Kaget Tabunganen

Barito Kuala, 23 Agustus. Balai KSDA Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan pembentukan kelompok masyarakat budidaya lebah madu. Kelompok yang beranggotakan 20 (dua puluh) orang dari Desa Tabunganen Muara, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala disepakati diberi nama kelompok “Pulaukaget Tabunganen”, dan langsung dikukuhkan oleh Bapak Dahtiar Fajar, S.STP, M.Si, Camat Tabunganen. Terbentuknya kelompok ini sebagai wadah berkomunikasi, melakukan minat dan kepentingan yang sama dalam usaha meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar Suaka Margasatwa (SM) Pulau Kaget. BKSDA Kalsel hanya menfasilitasi terbentuknya kelompok, diharapkan kelompok ini dapat mandiri dengan tetap berprinsip terbentuknya kelompok “dari, oleh dan untuk kelompok”. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari, tanggal 21 dan 22 Agustus 2017. Anggota kelompok diberi bekal teknik bagaimana cara membudidayakan lebah madu dari jenis Apis cerana. Praktik budidaya lebah madu disampaikan oleh Pak Khosim, beliau adalah pelaku usaha budidaya lebah madu di Desa Telaga Langsat, Kecamatan Tangkisung, Kabupaten Tanah Laut, yang boleh dikatakan sukses membudidayakan lebah madu, bahkan Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pernah berkunjung ketempat beliau. Sebagai pengarah dalam membentuk kelembagaan kelompok oleh Bapak Dr. Ir. H. Mahrus Aryadi, M.Sc dari Universitas Lambung Mangkurat. Kelembagaan ini mengatur tugas dan tanggungjawab dari masing-masing anggota. Kelembagaan lebih bersifat partisipatif dan kekeluargaan, anggota berkerjasama berperan aktif dalam memajukan kelompok dan usaha ekonominya. Tujuan kegiatan ini selain untuk meningkatkan usaha ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi dari hasil hutan non kayu juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan peran masyarakat dalam pengelolaan dan perlindungan kawasan konservasi khususnya SM Pulau Kaget. Dalam kesempatan ini, anggota kelompok juga diberikan materi “Pengelolaan kawasan konservasi berbasis masyarakat”. Selain teori, anggota kelompok juga melakukan penanaman bibit rambai (Sonneratia casiolaris) di SM Pulau Kaget. Rambai merupakan pakan utama Bekantan (Nasalis larvatus) yang menghuni kawasan konservasi ini. Semoga kegiatan ini dapat mewujudkan sasaran ditjen KSDAE serta pencapaian multi manfaat keanekaragaman hayati untuk kepentingan ekonomi, sosial, dan ekologi. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Explore Potensi Taman Nasional Kutai Bersama HIMAKOVA

Bontang, 21 Agustus 2017, Sejumlah 58 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA), Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) tiba di Taman Nasional Kutai. Fakultas Kehutanan IPB bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Kutai melaksanakan kegiatan Studi Konservasi Lingkungan (SURILI) 2017 di Taman Nasional Kutai dengan tema “ Studi Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kawasan Karst, Ekowisata, Serta Kearifan Lokal di Taman Nasional Kutai, Provinsi Kalimantan Timur”. Kegiatan SURILI merupakan kegiatan tahunan mahasiswa HIMAKOVA yang berbentuk kegiatan eksplorasi keanekaragaman hayati, inventarisasi potensi ekowisata, kajian sosial budaya masyarakat lokal dan pemetaan kawasan karst di kawasan konservasi. Sebelum melaksanakan kegiatan di lapangan, mahasiswa mempresentasikan metode dan teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan. Tak lupa pembekalan dari Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Kepala SPTN Wilayah I Sangatta dan Kepala SPTN Wilayah II Tenggarong serta pengenalan pendamping lapangan. Kegiatan SURILI ini sesuai rencana akan dilaksanakan dari tanggal 20 sampai dengan 29 Agustus 2017 dan akan dilanjutkan dengan presentasi hasil lapangan pada tanggal 30 Agustus 2017 di Kantor Balai Taman Nasional Kutai. Terdapat 6 (enam) kelompok pemerhati yang mengexplore potensi di setiap wilayah Taman Nasional Kutai khususnya wilayah Resort Rantau Pulung, Resort Sangatta, Resort Sangkima dan Resort Teluk Pandan. Adapun kelompok pemerhati (KP) tersebut yaitu KP Mamalia, Burung, Herpetofauna, Kupu-kupu, Flora, Gua, dan satu kelompok minat dan bakat, yaitu Fotografi Konservasi, dan kajian sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan adanya kegiatan SURILI diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi terbaru tentang keanekaragaman hayati dan ekosistem Taman Nasional Kutai. Balai Taman Nasional Kutai sangat mendukung penuh kegiatan ini dan menyambut baik jika ada mahasiswa yang ingin melaksanakan penelitian di Taman Nasional Kutai. Sumber: Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Jalan Negara Di Dalam Kawasan TNBBS Longsor

Kotaagung, 22 Agustus 2017. Dilaporkan telah terjadi longsor di ruas jalan Rataagung – Manula di dalam kawasan TNBBS, mengakibatkan terputusnya akses jalan yang menghubungkan Provinsi Lampung dengan Provinsi Bengkulu. Hal ini disampaikan oleh Kepala SPTN III Krui Suhana, S.Sos, setelah meninjau lokasi kejadian. “Sekira jam 23.00 WIB 11 Agustus 2017, penyebab karena hujan lebat semalaman, maka terjadi longsor pada Hari Selasa tanggal 22 Agustus 2017. Saat masih dalam penanganan para pihak antara lain : TNBBS Pemda Kab. Pesisir Barat Lampung dan Pemda Kaur Bengkulu”, ujar Suhana. Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono di Kantor Balai Besar TNBBS Kotaagung, setelah menerima laporan mengatakan perlunya kajian khusus dalam pengelolaan jalan di kawasan TNBBS. “Dalam pengelolaan ruas jalan Rataagung – Way Manula, Balai Besar TNBBS bekerjasama dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang. Perlu dilakukan upaya restorasi habitat di sekitar sisi kiri dan kanan ruas jalan, untuk mencegah terjadinya erosi. Kejadian ini dapat membahayakan pengguna jalan, dan kita berupaya agar kepentingan publik dapat terpenuhi dengan tetap menjaga konservasi kawasan TNBBS”, kata Agus. Pembangunan ruas jalan Rataagung – Way Manula telah memiliki izin prinsip Menteri Kehutanan, yaitu Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 358/Kpts-II/1985 tanggal 26 November 1985, tentang Ijin Pembuatan Jalan Tembus Lampung Bengkulu Yang Melewati Kawasan Suaka Margasatwa / Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Propinsi Dati I Lampung. Akan tetapi, berdasarkan Surat Menteri Kehutanan Nomor S.10/Menhut-IV/2005 tentang peningkatan ruas jalan Pugung Tampak – Batas Provinsi Bengkulu, agar peningkatan ruas jalan dengan meminimalkan dampak kerusakan hutan, dampak lingkungan dan tidak mengganggu pola aliran air. Pada pukul 17.00 WIB 22 Agustus 2017, dilaporkan bahwa ruas jalan Rataagung – Way Manula telah dapat dilalui oleh para pengguna jalan. (Gambar di samping kanan : Kemacetan di ruas jalan Rataagung – Way Manula). Mari berbagi ruang, selaras dan seimbang… (KEHUMASAN BBTNBBS, Agustus 2017).
Baca Berita

Masyarakat Serahkan Surili Jawa, Si Maskot PON XIX Jawa Barat

Bandung (21/8/2017). Keberadaan Surili jawa di alam saat ini sudah semakin langka. Tidak mengherankan jika satwa liar dengan nama ilmiah Presbytis comata ini menjadi salah satu primata yang dilindungi undang-undang. Bahkan, The IUCN Red List telah mengkategorikannya sebagai satwa terancam. Satwa endemik Pulau Jawa ini menjadi satwa icon Jawa Barat sehingga pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XIX di Jawa Barat, Surili jawa dijadikan sebagai maskotnya. Tentunya menjadi kabar sangat menggembirakan ketika pada tanggal 21 Agustus 2017, seorang warga Cileunyi Kab. Bandung bernama Permana Sidik menyerahkan secara sukarela seekor surili jawa kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar BBKSDA Jawa Barat. Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan, seorang warga Ujungberung Kota Bandung bernama Ahmad Wahyu menyerahkan secara sukarela seekor burung hantu dengan nama ilmiah Tyto alba. Saat ini, jenis satwa burung hantu diamankan di kandang transit kantor BBKSDA Jabar, sambil menunggu pemeriksaan kesehatan dan identifikasi jenis satwa, serta akan direhabilitasi di lembaga konservasi sedangkan untuk jenis Surili telah dievakuasi ke The Aspinall Foundation untuk direhabilitasi. Pada hari yang sama, di ujung barat wilayah kerja BBKSDA Jabar, tepatnya di Cagar Alam Pulau Dua Seksi Konservasi Wilayah I Serang, 1 (satu) ekor Kucing hutan (felis bengalensis) dilepasliarkan, dimana sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat serta divaksin oleh dokter hewan Dinas Peternakan Prov. Banten. Kucing hutan tersebut, berasal dari penyerahan sukarela seorang warga an. Rezha Ibnu Pahlevi yang beralamat di Kp. Maja, Kec. Maja, Kab. Lebak pada tanggal 20 Agustus 2017. Tak kalah dengan ujung barat, maka wilayah timur BBKSDA Jabar pun berkontribusi terhadap pelestarian Kukang, tepatnya Resort Konservasi Wilayah Suaka Margasatwa Gunung Sawal dengan melepasliarkan 2 (dua) ekor kukang di Suaka Margasatwa Gunung Sawal yang merupakan satwa hasil rehabilitasi Yayasan International Animal Rescue Indonesia - Bogor (YIARI), dan telah melalui tahapan habituasi selama lebih kurang 1 (satu) bulan. (Humas BBKSDA Jawa Barat)
Baca Berita

Perkembangan Sembalun Pasca Kebakaran

Sembalun, 22 Agustus 2017. Perkembangan penanggulangan kebakaran hutan di kawasan TN Gunung Rinjani (TNGR) dengan luasan kebakaran berdasarkan koordinat pada peta kawasan TNGR lebih kurang 9.7 Ha. Dengan rincian zona pemanfaatan 3,8 Ha, zona inti 3,6 Ha dan zona rimba 2,3 Ha. Saat ini pemantauan yang dilakukan petugas di lokasi kebakaran, api sudah padam secara keseluruhan. Pengunjung disekitar lokasi tidak terkena dampak dari kebakaran tersebut. Sumber Info : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Peningkatan SDM Balai TN Berbak Sembilang dengan SMART

Jambi, 21 Agustus 2017. Balai TN Berbak Sembilang (TNBS) bekerja sama dengan ZSL yang didukung oleh GEF-UNDP project Sumatran Tiger dan Pusat Diklat SDM LHK melaksanakan pelatihan Spatial Monitoring And Reporting Tools (SMART) pengelolaan kawasan konservasi bagi petugas Resort di Hotel Luminor Jambi dalam rangka peningkatan SDM pengelolaan kawasan konservasi. Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 21-25 Agustus 2017 yang diikuti oleh 25 orang peserta terdiri dari petugas Resort, perwakilan SPTN dan Perwakilan Balai. Pelatihan dibuka oleh Kepala Balai TNBS Ir. Pratono Puroso, M.Sc yang menekankan bahwa dengan penerapan SMART maka data lapangan dapat dikumpulkan, disimpan, diintegrasikan, dianalisis dan dilaporkan secara cepat dan akurat. Data dan informasi yang akurat yang mencerminkan kondisi ril di lapangan dan dapat disajikan dalam waktu yang cepat dan mudah dipahami merupakan input manejemen yang sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan yang tepat Sumber Info : Balai TN Berbak Sembilang
Baca Berita

Bekerja Bersama, Semangat Bersama, Ceria Bersama

Ketapang, 19 Agustus 2017. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai TN Gunung Palung menyelenggarakan berbagai lomba untuk anak-anak dan keluarga yang bertepatan pula dengan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 tanggal 17 Agustus 2017 guna mempererat silaturahmi di keluarga besar Balai TN Gunung Palung. Beragam lomba yang diselenggarakan untuk anak-anak seperti lomba memindahkan bendera, lomba makan kerupuk, lomba membawa kelereng dan lomba meniup balon. Keseruan dan keceriaan sangat terasa ketika anak-anak sudah mulai berlomba. Semangat berlomba dari anak-anak ini juga menular kepada para orangtua juga bersemangat dalam memberikan dukungan kepada anak-anak mereka. Anak-anak selain berkompetisi ketika lomba juga saling mensupport untuk tetap semangat ketika ada yang tidak menang. Ikatan ini yang diharapkan bisa selalu kita jaga di keluarga besar Staf Balai TN Gunung Palung Selain lomba untuk anak-anak, ada juga lomba untuk para bapak-bapak antara lain lomba bakiak, lomba makan kerupuk, lomba joget sarung dan lomba merias istri. Kelucuan sangat terasa karena Bapak-bapak dengan ekspresinya masing-masing mencoba untuk melakukan yang terbaik dan menang untuk mendapatkan hadiah. Semoga dengan kegiatan ini bisa sejenak melepaskan kepenatan kerja dari para Bapak-bapak dan memunculkan kembali semangat baru. Semoga kegiatan ini dapat semakin mempererat tali silahturahmi di keluarga besar Balai TN Gunung Palung dan menjadi salah satu kontribusi kami dalam Kemerdekaan Indonesia yang ke- 72 Tahun ” 72 Tahun Kerja Bersama”. Sumber Info : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Inisiasi Bersama Membentuk Koridor Gajah Di Landskap Seblat Bengkulu

Bengkulu – 21 Agustus 2017. Balai KSDA Bengkulu dan Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Ditjen KSDAE memfasilitasi penyelenggaraan Diskusi Inisiasi Pembentukan Koridor Gajah di Landskap Seblat Bengkulu. Koridor gajah yang diusulkan membentang antara Taman Wisata Alam/Pusat Latihan Gajah Seblat dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Diskusi dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2017 di Hotel Santika, Kota Bengkulu. Turut hadir dalam diskusi ini adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu Ir. Agus Priambudi, M.Sc., Kepala Balai KSDA Bengkulu Ir. Abu Bakar, Kasubdit Koridor dan Areal Bernilai Konservasi Tinggi Ditjen KSDAE Ir Mirawati Soedjono, Kepala Bidang Wilayah TN Kerinci Seblat Bpk Iwin Kaswin, Perwakilan dari Bappeda Provinsi Bengkulu, KPHP Muko-muko dan Balai PDASHL Ketaun. Dari elemen lembaga swadaya masyarakat, turut hadir perwakilan Akar Network, Genesis, Lingkar Institut, dan WCS-IP. Dari elemen swasta, hadir dalam diskusi adalah perwakilan dari PT. Agricinal dan PT. Alno. Diskusi ini dimoderatori oleh Dr. Gunggung Senoaji, S.Hut., M.P., dari Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu. Koridor gajah di landskap Seblat merupakan kebutuhan mendesak dalam upaya penyelamatan gajah sumatera di Provinsi Bengkulu. Populasi gajah sumatera di Provinsi Bengkulu berkisar antara 50 – 70 individu yang terpisah menjadi beberapa kelompok. Kelompok-kelompok kecil ini “terperangkap” dalam kantong-kantong habitat yang rentan terhadap gangguan. TWA Seblat sebagai habitat alami gajah sumatera telah kehilangan gajah liarnya dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh terputusnya jalur migrasi gajah; gajah yang telah keluar tidak dapat kembali masuk ke TWA Seblat. Para peserta diskusi memahami arti pentingnya re-koneksi habitat alami gajah yang telah terputus. Sumber: Balai KSDA Bengkulu Liputan media mengenai kegiatan ini dapat diakses di tautan berikut: http://www.antaranews.com/berita/647848/bengkulu-inisiasi-koridor-gajah-di-bentang-kerinci-seblat http://www.antaranews.com/berita/647864/gajah-sumatera-di-bengkulu-diperkirakan-tersisa-70-ekor?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news `
Baca Berita

Aksi Pemadaman Tim BTN Gunung Rinjani di Sembalun

Sembalun, 21 Agustus 2017. Sekitar pukul 17.30 WITA telah terjadi kebakaran hutan disekitar jalur pendakian Sembalun dengan lokasi Bukit Penyesalan atas pos ekstra. Info didapatkan petugas dari telepon pengunjung TN Gunung Rinjani. Upaya yang dilakukan adalah menyiapkan regu pemadam kebakaran/MPA Resort Sembalun untuk melakukan pemadaman sebanyak 8 orang dibantu oleh tim satgas rinjani bersih sebanyak 8 orang. Total personil yang melakukan pemadaman sebanyak 16 Orang. Luas kebakaran diperkirakan 60 Ha. Dengan vegetasi yang terbakar yaitu rumput kering, semak, pohon cemara dan bakbakan. Penyebab kebakaran diduga dari api puntung rokok pengunjung. Pengunjung tersebut sudah diamankan oleh regu pemadam dan akan diserahkan ke Polsek Sembalun untuk diproses hukum. Kendala yang ada yaitu penerangan yang kurang dan lokasi yang terjal serta curam ke arah sungai dan diperkirakan sungai sebagai sekat bakar alami sehingga api akan mati sendiri setelah sampai sungai. Sumber Info : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Lebih dari Setengah Ton Sampah Diangkut dari Jalur Pendakian Gunung Salak

Sukabumi 21 Agustus 2017. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam memperingati HUT RI ke-72, salah satunya dengan mununjukan rasa cinta terhadap hutan dan alam. Hal ini jualah yang dilakukan Balai TNGHS, Masyarakat Pecinta Alam, dan PT. Aqua Danone melalui operasi bersih di jalur pendakian Gunung Salak. Kegiatan yang bertajuk “Sapu Jagad 2017, Operasi Bersih 17 Gunung Serentak” ini diprakarsai oleh Trashbag Community. Sebuah komunitas pecinta lingkungan peduli sampah di Indonesia. Operasi bersih yang dilaksanakan pada tanggal 18-20 Agustus ini melibatkan 150 peserta, dimulai dari Jalur Pendakian Cidahu, Resort PTNW Kawah Ratu, dan berakhir di Jalur Pendakian Pasir Rengit, Resort PTNW Gn. Salak II. Komunitas dengan slogan “Gunung Bukan Tempat Sampah” ini terbagi dalam 4 tim sesuai sasaran yang menjadi titik konsentrasi para pendaki. Beberapa lokasi tersebut adalah, Puncak Manik, Pasar Bayangan, HM 24, dan Pos Bajuri. Di sepanjang jalur pendakian ditemukan berbagai jenis sampah seperti botol minuman, bungkus makanan, bungkus minuman dan sebagainya. Operasi bersih ini berhasil mengumpulkan dan mengangkut 64 kantong sampah dengan total 696 kg dari sepanjang jalur pendakian. Jalur pendakian Puncak Salak I merupakan jalur pendakian wisata yang secara resmi dibuka oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Jalur ini memiliki dua pintu resmi yaitu Cidahu, Sukabumi dan Pasir Reungit, Bogor. Jarak tempuh dari Cidahu adalah 75 hm dengan waktu tempuh normal 6 hingga 8 jam, sedangkan dari Pasir Reungit 90 hm dengan waktu tempuh 9 hingga 11 jam. Berbagai strategi dan pendekatan sudah dilakukan oleh Balai TNGHS, namun pengelolaan sampah masih menjadi tantangan bagi pengelola. Kedepannya, kegiatan ini diharapkan mampu mengajak para pendaki untuk tak hanya menikmati keindahan alam saja, namun mampu menjaga keindahannya dengan tidak meninggalkan sampah. Karena gunung bukan tempat sampah. Ayo kenali dan cintai negerimu dengan cara yang baik dan benar. Sumber Info : Balai TN Gunung Halimun Salak Foto: Balai TNGHS, Senjaya, Trashbag Community
Baca Berita

Kemah Bakti Kader Konservasi, Inspirasi Untuk Alam Lestari

Kulonprogo- 20 Agustus 2017, Balai KSDA Yogyakarta menyelenggarakan Kemah Bakti Kader Konservasi tahun 2017 sebagai rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), hari Pramuka dan HUT Kemerdekaan RI ke 72. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 18-20 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan Sermo,Kulon Progo. Peserta kegiatan ini sejumlah 50 anggota Pramuka terdiri dari Sakawanabakti Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. Selain itu turut berpartisipasi peserta dari Saka Kalpataru Kulon Progo. Tema Kemah Bakti Kader Konservasi kali ini adalah "Menginspirasi untuk alam Lestari". Diharapkan anggota Pramuka yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi inspirator dan motivator bagi masyarakat sekitar untuk kegiatan konservasi alam. Dalam kesempatan ini Kepala Balai KSDA Yogyakarta Ir Junita Parjanti,MT membuka kegaitan ini dan dilanjutkan pemberian materi. Selama tiga hari peserta kemah bakti konservasi 2017 diberikan materi dan berbagai kegiatan. Untuk materi diantaranya disampaikan terkait Kebijakan Balai KSDA Yogyakarta, Kebijakan Pemanfaatan TSL, Pengenalan Pohon,Jelajah Alam dan Birdwatching, Pengenalan Kawasan Konservasi, Navigasi Darat,Bina Cinta Alam serta Pengenalan jenis mamalia. Kegiatan ini disupport oleh mitra Balai KSDA Yogyakarta diantaranya : Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian INTAN Yogyakarta dan Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ). Sumber Info : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Kucing Hutan di Suaka Margasatwa Sermo Bertambah Lagi

Yogyakarta (20/8/2017). Balai KSDA Yogyakarta melepasliarkan 1 (satu) ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis) di Suaka Margasatwa Sermo. Pelepasliaran Kucing Hutan ini dilakukan sekaligus mengikuti rangkaian acara pembukaan Kemah Konservasi yang berlangsung tanggal 18-20 Agustus 2017. Peserta diikuti oleh Pramuka dari Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru Lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta. Kucing Hutan berjenis kelamin jantan ini merupakan serahan dari Bapak Supriyanto, Wonosari Gunungkidul pada tanggal 7 Juni 2017. Kucing ini berumur sekitar 1,5 tahun dan masih liar. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya Kucing Hutan dilepasliarkan. Pelepasliaran ini mendukung kegiatan konservasi in-situ dan ex-situ, yaitu menambah jumlah populasi Kucing Hutan di Suaka Margasatwa Sermo dan juga menjadi salah satu alternatif penanganan kasus kepemilikan satwa dilindungi oleh masyarakat. Selain itu, pelepasliaran ini juga menjadi sarana pendidikan lingkungan atau kampanye pelestarian Keanekaragaman Hayati di Yogyakarta. Sumber info : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Pendakian Merah Putih di Obyek Wisata Riama Berasap.

Sukadana, 18 Agustus 2017. Balai Taman Nasional Gunung Palung bersama dengan Sispala Grepala dan Sispala se- Kabupaten Kayong Utara melaksanakan kegiatan Pendakian Merah Putih bertempat di Obyek Wisata Riam Berasap, Kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Kegiatan Pendakian Merah Putih ini diikuti oleh 29 orang siswa yang berasal dari SMA N 3 Simpang Hilir (Grepala), SMAN 1 Seponti (Gespala), SMKN 1 Teluk Batang (Genta Pala) SMAN 1 Pulau Maya (Gespala Puma), SMAN 2 Sukadana (Gana Sand), SMAN 2 Simpang Hilir (Garda Pena), Balai TNGP. Kegiatan di lakukan selama 3 hari 2 malam dari tanggal 16 - 18 Agustus 2017. Kegiatan-kegiata yang dilakukan meliputi : Pengibaran Bendera Merah Putih, Aksi Bersih Bersih sampah dikawasan Taman Nasional Gunung Palung. Dengan diselenggarakannya kegiatan Pendakian Merah Mutih diharapkan para siswa dapat semakin Cinta Tanah Air (NKRI) dan lebih peduli untuk terlibat dalam melestarikan kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Sumber Info : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Asiknya Memancing di TWA Gunung Tunak

Mertak - Lombok Tengah, 20 Agustus 2017. Dalam rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) dan memeriahkan HUT RI ke 72 Tahun 2017, Balai KSDA NTB, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah dan Dinas Pariwisata Provinsi NTB menyelenggarakan Lomba Mancing dengan tema " Rock Fishing Adventure " di TWA Gunung Tunak Desa Mertak Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata alam dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan dan alam khususnya di TWA Gunung Tunak. Lomba mancing yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2017 s.d 20 Agustus 2017 di TWA Gunung Tunak, diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai komunitas mancing di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur dan Kota Mataram dengan memperebutkan hadiah total sebesar Rp. 15.000.000,-(Lima Belas Juta Rupiah). Beberapa kategori yang dilombakan dalam acara tersebut yaitu Kelas Umum/Bebas, Kelas Kakap dan Kelas Tambak. Kategori lainnya adalah lomba bersih pantai bagi peserta lomba mancing yang berhasil mengumpulkan sampah plastik paling banyak. Kategori bersih pantai ini diadakan agar peserta lomba mancing lebih peduli akan kebersihan dan kelestarian pantai di TWA Gunung Tunak dan menjaga ekosistem pantai/laut dari sampah plastik/anorganik. Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Balai KSDA NTB Dr. Ir. Widada, MM, Wakil Bupati Lombok Tengah L. Pathul Bahri, SIP, Sekda Lombok Tengah HM. Nursiah dan Kepala Dinas Pariwisata Prov. NTB Dr. Lalu Faozal, M.Si. serta segenap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Tengah. Dalam sambutannya Kepala Balai KSDA NTB menyampaikan bahwa saat ini BKSDA NTB sedang berbenah dalam pengembangan ekowisata di TWA Gunung Tunak yaitu dalam meningkatkan sarana dan prasarana ekowisata, dan berharap dukungan seluruh stakeholders dan Pemda Kabupaten Lombok Tengah terkait program Pengembangan Ekowisata TWA Gunung Tunak Berbasis Masyarakat, sehingga harapan kesejahteraan masyarakat sekitar khususnya Desa Mertak dapat direalisasikan. Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Dr. Lalu Faozal, M.Si menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin dengan BKSDA NTB dan Pemda Lombok Tengah atas terselenggaranya acara tersebut. Acara ini bagi Pemprov NTB termasuk dalam rangkaian Bulan Pesona Lombok Sumbawa dan Dinas Pariwisata Prov. NTB akan mendukung upaya pembangunan dan pengembangan TWA Gunung Tunak sebagai penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sedangan dalam sambutannya Bupati Lombok Tengah yang dibacakan Sekda Lombok Tengah HM. Nursiah, menyampaikan bahwa dengan potensi wisata bahari dan perikanan yang sangat besar di Lombok Tengah, seharusnya masyarakat harus lebih sejahtera, untuk itu diharapkan masyarakat harus bersiap meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sesuai potensi yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah akan mendukung upaya peningkatan dan pengembangan wisata alam di TWA Gunung Tunak. Kegiatan lain yang diselenggarakan adalah Pertemuan Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia Wilayah Lombok (FK3I) yang diikuti lebih kurang 40 kader konservasi wilayah Lombok. Kegiatan ini dalam rangka konsolidasi program kerja FK3I Wilayah Lombok. Selain itu untuk memeriahkan acara "Rock Fishing Adventure" diselenggarakan pula Lomba Memasak Ikan bagi Ibu Ibu PKK SKPD Kabupaten Lombok Tengah, kegiatan bertujuan agar masyarakat lebih menyukai masakan lokal berbasis ikan sebagai salah satu makanan bergizi tinggi dan sebagai upaya meningkatkan kreasi masakan berbasis ikan dalam mendukung pengembangan pariwisata alam di Kabupaten Lombok Tengah. Sumber Info : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Kiprah BKSDA Yogyakarta dalam Pameran Pembangunan DIY

Yogyakarta, 20 Agustus 2017. Memperingati HUT RI yang ke -72, selama lima hari dari tanggal 18 -22 Agustus bertempat di komplek Taman Pintar Yogyakarta, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Pameran Pembangunan sebagai sarana promosi potensi daerah dan sekaligus penyebarluasan informasi kepada masyarakat luas tentang kinerja pemerintah daerah, pemerintah pusat dan swasta lingkup DIY. Kegiatan pameran ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan Pemda DIY, untuk tahun ini tema yang diangkat adalah "Indonesia Kerja Bersama". Penyelenggaraan pameran pembangunan tahun ini diikuti oleh 41 instansi dan lembaga yang terdiri dari unit kerja pemda DIY, UPT pemerintah pusat di daerah, lembaga dan sektor swasta. Balai KSDA Yogyakarta sebagai salah satu UPT Pemerintah Pusat di daerah turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan pameran pembangunan. Konsep yang diusung dalam kegiatan ini meliputi penyampaian informasi secara langsung; publikasi melalui leaflet, poster, dan buku informasi, serta games dengan hadiah souvenir untuk menarik pengunjung yang ada di Taman Pintar. Dalam pelaksanaan pameran ini, Balai KSDA Yogyakarta berkolaborasi dengan Mapala Silvagama Fakultas Kehutanan UGM. Mereka dilibatkan dalam penjagaan stand, pemberian informasi serta pemandu games selama pameran berlangsung. Kolaborasi yang baik antara Balai KSDA Yogyakarta dan Silvagama memudahkan pada saat handling pengunjung yang ingin meminta informasi dengan pengunjung yang ingin mengikuti games di waktu bersamaan. Melalui partisipasi dalam kegiatan pameran ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal Balai KSDA Yogyakarta, baik mengenai institusinya, kawasan konservasi yang dikelola, serta kinerja yang dilakukan selama ini. Selain itu dengan penyampaian informasi yang dilakukan selama kegiatan ini, diharapkan mampu mengajak pengunjung yang datang untuk lebih peka dan peduli terhadap lingkungan serta dapat mendukung upaya konservasi untuk kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Save our nature for better future. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta

Menampilkan 10.113–10.128 dari 11.141 publikasi