Rabu, 3 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BKSDA Kalteng Evakuasi Orangutan di Desa Sepang Simin

Palangkaraya, 26 Agustus 2017. TRRC SKW I BKSDA Kalteng dan BOSF Nyaru Menteng lakukan kegiatan evakuasi Orangutan (OU) di Desa Sepang Simin Kab.Gumas. "Jumat, 25 Agustus 2017 pukul 15.25 WIB kami dapat laporan dari warga Desa Sepang Simin Kab. Gumas bahwa ada warga memelihara anak OU" ucap pihak TRRC SKW I. Selanjutny TRRC SKW I dan BOSF berangkat ke lokasi pada Sabtu, 26 Agustus 2017 dan menemukan anak OU di areal tambang PETI. "Orangutan ditemukan di areal tambang PETI dalam kondisi menangis serta luka bengkak di tangan sebelah kiri, selama 15 hari dirawat dan dipelihara warga sampai kondisinya sehat" ucap TRRC SKW I. Anak OU tersebut berjenis kelamin jantan, umur 1 s/d 1.5 tahun, saat ini kondisi fisik tangan sebelah kiri masih ada pembengkakan. Pihak TRRC SKW I mengatakan anak OU tersebut dititipkan di BOSF Nyaru Menteng untuk pemeriksaan medis lebih lanjut dan menjalani proses rehabilitasi Sumber : BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Penyerahan Satwa Liar Oleh Reptile Timika Communities

Timika, 25 Agustus 2017. Komunitas pecinta satwa Reptile Timika Communities menyerahkan 7 (tujuh) satwa dilindungi kepada KSDA SKW II Timika, antara lain : Kura–kura Dada Putih (Elseya banderhorstii), 1 ekor Sanca hijau (Chondropython viridis), 2 ekor Patola (Morelia amethistina), 1 ekor black albertisi (Leiphython albertisi), 1 ekor Kura-kura Moncong Babi (Carettochelys insculpta), 1 ekor Rangkong Papua (Rhyticeros plicatus). Disaksikan oleh Misionaris Keluarga Kudus (MSF) timika, yg terdiri dr TN. Lorenz dan PT . FI (Enviro). Kesadaran ini sangat disikapi secara antusias oleh BBKSDA Papua khususnya pada SKW II Timika yang diserahkan secara langsung kepada Bambang H.Lakuy selaku Kepala SKW II Timika BBKSDA Papua. Papua adalah salah satu Pulau yang memiliki kekayaan satwa liar, namun sayangnya Papua juga memiliki daftar terpanjang tentang satwa liar yang terancam punah. Kerusakan habitat dan eksploitasi berlebihan menjadi penyebab utama terancam punahnya satwa liar tersebut. Kesadaran ini juga terbangun karena pentingnya pelestarian satwa liar dan hutan. Apabila kita sunguh-sungguh mencintai satwa liar seharusnya kita membiarkannya satwa liar tersebut hidup bebas di alam, dengan tidak mengurungnya. Satwa liar akan lebih penting dan berarti bagi alam dan kehidupan manusia, jika satwa tersebut dibiarkan hidup bebas di alam. Sumber Info : Bambang H. Lakuy, S.P (Kepala SKW II Timika BBKSDA Papua)
Baca Berita

Peningkatan Patroli Terpadu di TWA 17 Pulau Untuk Persiapan Pelaksanaan Role Model BBKSDA NTT

Kupang, 26 Agustus 2017. Sebagai upaya peningkatan pengelolaan kawasan konservasi, 23 Agustus 2017 Dirjen KSDAE menerbitkan Arahan Role model kepada seluruh UPT. Tiga target diantaranya diberikan pada Balai Besar KSDA NTT yakni : Pengembangan Paket Ekowisata TWA Menipo, Pengembangan Tanaman Obat di TWA Ruteng Berbasis Tiga Pilar serta Peningkatan Patroli Terpadu di TWA 17 Pulau Riung. Untuk mendukung ketiga role model tersebut, upaya prakondisi langsung dilaksanakan melalui uoaya penyiapan anggaran tahun 2018. Secara paralel, upaya persiapan dilakukan pula di lapangan. Khusus role model peningkatan patroli terpadu di TWA 17 Pulau Riung telah dilakukan beberapa upaya persiapan. Tanggal 22 -25 Agustus 2017 Tim Teknis Balai Besar KSDA NTT bersama Petugas Resort TWA 17 Pulau Riung melakukan pengambilan data awal berupa ground check beberapa spot terumbu karang di Pulau Bakau, Pulau Rutong, Pulau Tembang, Pulau Pata, Pulau Tiga pada kawasan TWA 17 Pulau Riung. Pengecekan ini dilakukan karena berdasarkan informasi di lapangan sebagian terumbu karang mengalami kerusakan. Kerusakan ini diduga sebagai akibat penggunan potasium oleh nelayan dalam mencari ikan. Terdapat beberapa spot karang yang rusak yaitu wilayah bagian timur pulau tiga dan bagian barat pulau rutong. Selain ground check, tim teknis juga melakukan kunjungan ke masyarakat di Pulau Ontoloe dan melakukan dialog tentang pengelolaan kawasan konservasi yang berbasis masyarakat. Agar pelaksanaan role model Peningkatan patroli terpadu di TWA 17 Pulau Riung nantinya berjalan secara efektif dan efisien, maka tim teknis dan petugas resort TWA 17 Pulau Riung juga melakukan koordinasi dengan para pihak terkait diantaranya Pos TNI AL Marapokot Mbai, Kepala Desa Tadho, Camat Riung, Polsek Riung serta Kelompok masyarakat pemandu wisata di TWA 17 Pulau Riung. Dari hasil kunjungan tersebut terdapat beberapa masukan diantaranya perlu adanya tim pengamanan terpadu, peningkatan sarana pengamanan, peningkatan sarana pendukung wisata serta perlu adanya pembinaan dan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar kawasan TWA 17 Pulau Riung. BBKSDA NTT siap menyukseskan capaian Role Model 2018 Sumber : Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
Baca Berita

Pelatihan Penyegaran Tim Patroli Dan Monitoring Harimau Sumatera TN Way Kambas

Way Kambas, 26/8/2017. Kepala Balai TN Way Kambas yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Hermawan, S.Hut, membuka secara resmi acara Pelatihan Penyegaran Tim Patroli dan Monitoring Harimau Sumatera yang di biaya oleh program TFCA Species Yayasan PKHS, di ruang Visitor Centre Pusat Latihan Gajah TN Way Kambas. Dalam arahannya disampaikan bahwa harimau sumatera adalah salah satu species kharismatik yang terus menjadi incaran para pemburu liar untuk diperdagangkan secara gelap, maka menjadi kewajiban kita semua untuk terus melakukan upaya konservasi harimau sumatera, bukan hanya oleh pemerintah saja dalam hal ini TN Way Kambas tetapi juga masyarakat, akademisi, para ahli konservasi, LSM/Ngo Nasional maupun internasional. Dengan adanya pelatihan penyegaran ini semoga para peserta dapat kembali bersama-sama bekerja bersama menyelamatkan Harimau Sumatera. Turut hadir dalam acara pembukaan pelatihan ini Pembina Yayasan PKHS, M. Yunus, Ssi. Peneliti dari Universitas Jambi, Agus Subagyo, Msi, Kepala SPTN Wilayah III Kuala Penet TNWK, Nopriyanto, SP, MIL, Kepala Satuan Polisi Kehutanan TNWK, Sulardi, SP, dan Humas PLG-TNWK, Catur Marsudi. Peserta pelatihan berjumlah 27 orang yang berasal dari Resort Pengelolaan TN 12 orang, Seksi Pengelolaan TN 3 orang, staf Balai TNWK 2 orang, dan 10 orang staf lapangan PKHS. Pelatihan akan dilaksanakan selama 5 hari kerja dengan rincian 2 hari materi kelas dan 3 hari praktek lapangan. Mari Bekerja Bersama Selamatkan Harimau Sumatera Yayasan Penyelamatan dan Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) merupakan salah satu lembaga mitra Balai TN Way Kambas yang sudah melakukan kerjasama sejak tahun 1995 hingga saat ini, terutamanya dalam bidang konservasi harimau sumatera, satwa mangsa dan habitatnya. Kegiatan pokok yang terus dijalankan adalah Monitoring Jangka Panjang Harimau Sumatera yang secara teknis dilaksanakan intensif didalam kawasan seluas 160 km2 (16.000 ha) yang telah disepakati oleh Balai TN Way Kambas menjadi TERMA (Tiger, Elephant, dan Rhino Monitoring Area) yang selanjutnya di buatkan Surat Keputusan Kepala Balai TN Way Kambas nomor SK-S. 124/BTNWK-U/2015 dengan luas TERMA menjadi 169 km2 (16.900 ha). Penulis, Hartato/BTN Way Kambas
Baca Berita

Pelepasan Ikan Napoleon bersama Sekditjen Penegakan Hukum di Taman Nasional Wakatobi

Wangi-wangi, 26 Agustus 2017. Tepat pukul 08.00 Wita telah dilaksanakan pelepasan 10 Ekor ikan Napoleon di Pelabuhan Wangi-wangi oleh Sekditjen Penegakan Hukum, Bapak Ir. Kemal Amas, M.Sc. dan Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, Bapak Dr. Heri Santoso, S.Pi., M.Si. Ikan Napoleon yang dilepasliarkan merupakan sitaan PPNS Kehutanan Balai Taman Nasional Wakatobi dari 6 warga Desa Numana, Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Pelaku tertangkap tangan oleh tim patrol fungsional SPTN Wilayah I pada Tanggal 5 Agustus 2017 pukul 09.30 Wita tengah menyimpan barang bukti di Karamba apung di perairan Karang Kapota (Zona Pemanfaatan Lokal Taman Nasional Wakatobi). Sekditjen Penegakan Hukum dalam keterangannya menjelaskan bahwa Ikan Napoleon masuk pada Appendix 2 dimana peredaran/perdagangan jenis ini melalui kuota yang sudah ditetapkan. Penyitaan dan pelepasliaran Ikan Napoleon ini merupakan wujud tugas dan fungsi Balai Taman Nasional Wakatobi sebagai pengelolaa Taman Nasional Wakatobi yang memiliki 3 fungsi yaitu perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan. Pembinaan dan penyadartahuan mengenai status Ikan Napoleon kepada masyarakat diharapkan dapat mengurangi dan meminimalisir eksploitasi biota tersebut. Sumber : Balai TN Wakatobi
Baca Berita

Hari Ke Dua In House Training Penulisan Berita Dan Videographer Balai TN Aketajawe Lolobata.

Sofifi, 26 Agustus 2017. Memasuki hari ke dua pelaksanaan kegiatan in house training yang saat ini sedang berlangsung di Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Provinsi Maluku Utara. Kali ini materi yang disajikan adalah pengenalan aplikasi editing video, berupa pengenalan fungsi fungsi tools pada aplikasi, serta praktek pembuatan video pendek dengan menggunakan peralatan sederhana. "Kemarin kami telah memyampaikan beberapa materi, mulai dari materi penulisan berita, dasar dasar videographer dan installasi aplikasi editing video." ujar M. Sofyan Ansar selaku pemateri Videographer. Dalam praktek pembuatan video pendek ini, peserta hanya di bolehkan mengambil gambar di sekitar halaman kantor Balai TNAL yang sesuai dengan tema yang telah di tentukan oleh panitia. Durasi dalam pembuatan video pendek maksimal 2 menit. Peserta dengan hasil karya terbaik akan mendapatkan hadiah menarik berupa sovenir cantik dari pokja data base dan promosi TNAL. "Ternyata asik, tapi sulit dan tidak mudah untuk menjadi seorang penulis, apa lagi seorang Videographer." kata Saleh Ibrahim, salah satu peserta kegiatan in house training asal SPTN wilayah II Maba, yang juga baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini. "Kegiatan seperti ini seharusnya di adakan minimal setahun sekali", tambah Saleh. Sesuai jadwal, kegiatan tersebut akan berahir sore ini pada pukul 18.00 Wit. Pelaksanaan kegiatan in house training ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para peserta khususnya dibidang penulisan berita dan videigrapher. "Kepada para peserta yang telah mengikuti kegiatan ini diharapkan agar selalu memberikan kontribusi berupa informasi yang berhubungan dengan TNAL dalam bentuk penulisan berita dan video dokumentasi guna kepentingan promosi dan sosialisasi ke media sosial Balai TN. Aketajawe Lolobata." Pesan Sofyan kepada para peserta In house training. Sumber berita : Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata.
Baca Berita

Kerja Nyata Masyarakat Mitra Polhut Moy (MMP Moy) BBKSDA Papua

Jayapura, 26/08/2017. BBKSDA Papua sebagai instansi pembina bersama dengan MMP Moy hari ini (Sabtu, 26/08/2017) melakukan kegitan patroli dan menyelesaikan pembuatan pos MMP Moy. Pembagian tugas meliputi Tim 1 melakukan patroli di wilayah adat maribu sampai maribu tua pada kawasan ca. Peg. Cycloop yg dipimpin oleh pendamping Ferdinand S.Manobi, A. Md, Bakti Rimbawan (Reza, Irul, Anius Baminggen) dan anggota MMP Moy. Sedangkan Tim 2 yg dipimpin oleh Ronal Satto (ketua MMP Moy), Hans, Yosep syet, Ari dan Purnama sebagai pendamping. Tim 2 yang bertugas menyelesaikan pembuatan pos MMP Moy yang pembangunannya di dukung oleh pemerintah Kampung Maribu Distrik Sentani Barat Kab. Jayapura dan diawasi langsung oleh Sekretaris Kampung Bpk Edison Nasendi. Pos MMP Moy yang terbangun merupakan proses pelibatan masyarakat yang merupakan bagian penting dari upaya menyadarkan masyarakat tentang pentingnya melestarikan sumberdaya hutan, salah satunya melalui kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan. Oleh karena itu, diperlukan tindakan-tindakan yang dapat melibatkan berbagai pihak secara kolaboratif untuk menekan berbagai gangguan terhadap kawasan hutan. Sebagai Pendamping MMP, Purnama (Polhut BBKSDA Papua) menyatakan bahwa Pengelolaan kawasan konservasi dengan melibatkan Msyarakat Adat, Agamawan dan Pemerintah Daerah yang telah terwujud merupakan amanat Undang-Undang No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan yang selanjutnya disingkat MMP adalah kelompok masyarakat sekitar hutan yang membantu Polhut dalam pelaksanaan perlindungan hutan di bawah koordinasi, pembinaan dan pengawasan instansi pembina. Melalui keberadaan MMP, diharapkan dapat meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam upaya perlindungan dan pengamanan hutan khususnya di kawasan konservasi. Sumber Info : Purnama (Polhut BBKSDA Papua)
Baca Berita

Kerjasama Ditjen KSDAE dalam Upaya Pencegahan dan Penegakan Hukum Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar Secara Illegal

Jakarta, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Jumat, 26 Agustus 2017. Dalam upaya pelestarian dan perlindungan tumbuhan dan satwa liar, Ditjen KSDAE dan Ditjen GAKKUM akan terus meningkatkan kerjasama dengan POLRI dan para pihak lainnya di seluruh wilayah Indonesia, untuk sosialisasi, tindakan pencegahan dan penegakan hukum. Ditjen KSDAE mengapresiasi langkah-langkah kerjasama yang telah dilakukan oleh Balai KSDA Aceh dan Polres Aceh Tengah dalam pengungkapan kasus kematian Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrae) di Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Pada tanggal 21 Juli- 9 Agustus 2017 ditangkap 6 tersangka. Pada saat ini proses hukum sedang dilakukan oleh Polres Aceh Tengah. Ditjen KSDAE mengapresisasi kerjasama yang telah dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan perusahaan jasa pengiriman barang/paket, yaitu PT. TIKI Gerai Bandara Sultan Hasanudin dan PT. TIKI Gerai Sudiang Masakasar. Berdasarkan laporan dari kedua perusahaan jasa pengiriman barang tersebut, telah berhasil digagalkan rencana pengiriman paket barang berupa opset burung Cendrawasih (Paradise minor) sebanyak 64 opset dan 83 ikat bulu burung Kasuari (casuari casuari). Berdasarkan pengembangan kasus, barang bukti tersebut berasal dari Papua dan dikirim ke Maros untuk menjadi barang kerajinan, dan rencananya akan dikirim kembali ke Papua. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dengan Balai Penyidikan dan Penegakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memproses penyidikan kasus tersebut. Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar sudah diatur berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dan PP No. 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. Sedangkan pengaturan pemanfaatan dan peredaran Satwa liar diatur melalui SK Menteri Kehutanan No 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar. Ditjen KSDAE dan Ditjen GAKKUM Kementerian LHK segera meningkatkan kerjasama dengan POLRI dan jajarannya, pengelola Bandara, pengelola Pelabuhan, Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan Karantina Ikan, serta para pihak lainnya seperti Perusahaan Ekspedisi dan Pengelola Social Media di seluruh Indonesia. Upaya pencegahan dan penegakan hukum juga akan dilakukan di wilayah-wilayah perbatasan Negara. Penanggung Jawab Berita Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi - 081375633330
Baca Berita

Wah 2.200 Pohon Mangrove dan Dipterokarpa ditanam di Bontang Mangrove Park

Bontang, 26 Agustus 2017. “Menuju Bontang sebagai Green City, Dari Bontang Untuk Dunia". Semangat itulah yang tercermin dari sekitar 150-an orang yang melakukan kegiatan penanaman pohon sebanyak 2.200 pohon di Bontang Mangrove Park, Salebba, Taman Nasional Kutai. Kegiatan ini diselenggarakan atas prakarsa PT.Kaltim Nitrate Indonesia (PT. KNI) yang dihadiri oleh Walikota Bontang dr. Hj. Neni Moerni’aeni, Sp.OG, diikuti oleh PT. KNI, Balai Taman Nasional Kutai, dan jajaran Pemkot Bontang dan Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), warga masyarakat sekitar Taman Nasional Kutai, mahasiswa KKN Universitas Mulawarman, dan Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor yang sedang melakukan Studi Konservasi Lingkungan di Taman Nasional Kutai. Kegiatan yang bertajuk “KNI Peduli Taman Nasional Kutai” ini diselenggarakan dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2017. Kiranya tidak berlebihan jika perusahaan petrokimia penghasil Amonium Nitrat berskala internasional ini menggandeng Balai Taman Nasional Kutai, sebagai calon mitra strategis dalam mewujudkan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan hidup terutama dalam upaya-upaya pelestarian Taman Nasional Kutai. Dalam sambutannya, President Director PT. KNI, Bapak Ir. H. Antung Pandoyo menegaskan komitmen perusahaannya, bahwa kegiatan ini bukan kegiatan yang pertama dan terakhir. Beberapa tahun yang lalu PT. KNI sangat berperan dalam penyelamatan dan pelepasliaran satwaliar dilindungi, yaitu Bekantan (Nasalis larvatus). Kegiatan ini juga merupakan salah satu implementasi dari sinergitas antara perusahaan, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan Bontang sebagai Green City dan Kelestarian Taman Nasional Kutai. Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Bapak Nur Patria Kurniawan, S.Hut.,M.Sc. dalam sambutannya mengapresiasi peran serta PT. KNI untuk ikut berperan serta dalam upaya pelestarian Taman Nasional Kutai melalui kegiatan penanaman pohon mangrove dan dipterokarpa. Bapak yang selalu enerjik ini menjelaskan bahwa Bontang Mangrove Park, saat ini sedang dilakukan pembangunan sarana dan infrastruktur untuk mendukung pariwisata alam, yang nantinya diharapkan menjadi alternatif bagi warga masyarakat di Bontang dan sekitarnya sebagai sarana edukasi, adventure dan rekreasi. Komitmen PT. KNI menjadi mitra strategis Balai Taman Nasional Kutai sangat diharapkan. Selanjutnya, Walikota Bontang yang menyempatkan hadir untuk melakukan penanaman pohon Kapur (Dryobalanops lanceolata) menyambut baik kegiatan ini, karena kegiatan penanaman pohon ini mendukung salah satu misi Kota Bontang sebagai Green City, Smart City, dan Creative City. Beliau mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi kelestarian lingkungan sehingga dapat memberikan kualitas hidup yang baik. Penanaman pohon berjumlah 2.200 pohon, yang terdiri dari jenis mangrove (Rhizophora mucronata) dan jenis dipterokarpa (Dryobalanops lanceolata dan Shorea leprosula) tidak cukup hanya menanam saja, namun pemeliharaan menjadi faktor kunci keberhasilan pertumbuhan tanaman menjadi hutan yang baik. Seperti pada suatu kesempatan, Presiden Joko Widodo menyampaikan, sebenarnya saat kita menanam pohon, berarti kita sedang menanam doa, menanam harapan, menanam kerja kita semua untuk keberlanjutan hidup generasi yang akan datang. Mari tanam dan pelihara pohon, demi kelestarian Taman Nasional Kutai. Sumber : Balai TN Kutai
Baca Berita

BTN Matalawa Ikuti Rapat Pengendalian Karhutla

Sumba Timur, 25 Agustus 2017. Guna mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa) mengikuti rapat Pengendalian Karhutla di Sumba Timur. Rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Sumba Timur dan dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan, Ketua Kejaksaan, Ketua Pengadilan, Kapolres beserta para Kapolsek, Dandim, Dinas Sosial, BPBD dan BMKG. Hasil rapat menyepakati 1) akan dibentuk Forum Gerakan Moral Sadar Api yang diketuai oleh Bupati dan leading sector kepala BPBD, anggota forum unsur pemerintah, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama dan Tokoh Adat; 2) perlu dilakukan sosialisasi karhutla dan patroli secara rutin; 3) Membuat posko bersama pengendalian karhutla dan 4) membuat grup di aplikasi whatsapp tentang posko pengendalian karhutla. Sumber : Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Kerja Bersama Selamatkan Orangutan

Sangkima, 25 Agustus 2017. Satu individu orangutan (Pongo pygmaeus morio) diserahkan oleh salah seorang security PT. Pertamina kepada salah satu personil Manggala Agni yang sedang melakukan kegiatan patroli di wilayah Sangkima. "Orangutan awalnya ditemukan oleh salah seorang karyawan PT. Pertamina di kebun lalu dibawa ke pos security dan diserahkan kepada saya" ucap security PT. Pertamina saat menyerahkan Orangutan. Setelah menerima orangutan tersebut, personil Manggala Agni (Wibi) langsung membawa orangutan ke kantor Resort Sangkima. "Orangutan yang diserahkan merupakan orangutan yang telah dipelihara karena terlihat dari perilakunya sudah jinak dan makan roti" ucap PEH Balai TN Kutai saat mengamati Orangutan tersebut. Mengingat kondisi orangutan yang tidak dalam kondisi sehat, maka diperlukan penanganan segera untuk pemulihan kesehatan orangutan. Orangutan yang berjenis kelamin betina dan diperkirakan berumur 3 (tiga) tahun diserahkan langsung oleh kepala Resor Sangkima (Bapak Fahrul Rizal, S.Hut.) ke Balai KSDA Kaltim dan diterima langsung oleh Bapak Witono S.Hut. pada tanggal 28 Agustus 2017. Penanganan lebih lanjut dilakukan oleh Balai KSDA Kaltim bekerjasama dengan Yayasan Jejak Pulang sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke alam. Sumber : Balai TN Kutai
Baca Berita

Lepas..Bebas..Merdeka

Labuha, 25 Agustus 2017. Seksi Konservasi Wilayah I Balai KSDA Maluku melaksanakan Pelepasliaran Satwa di batas terluar Cagar Alam Gunung Sibela. Pelepasliaran dilaksanakan secara Soft Release dengan melibatkan beberapa pihak yaitu Perwakilan Kesultanan Bacan, Kejaksaan Negeri Labuha, Polres Halmahera Selatan, KPH Halmahera Selatan, Kepala Desa Sawadai, Kader Konservasi Alam Halmahera Selatan dan masyarakat sekitar CA Gunung Sibela. Kepala SKW I Ternate, Lilian Komaling,dalam sambutannya mengatakan bahwa, “pelepasliaran kali ini, SKW I Balai KSDA Maluku melepasliarkan sebanyak 31 ekor satwa yang terdiri dari 18 ekor satwa sitaan dan 13 ekor satwa temuan juga hasil penyerahan. Ke-18 (delapan belas) ekor satwa sitaan yaitu 2 (dua) ekor Kakatua Putih, 2 (dua) ekor Bayan, 3 (tiga) ekor Kasturi Ternate serta 11 (dua belas) ekor Nuri Kalung Ungu, merupakan barang bukti Kasus Penyelundupan Satwa Liar yang disita pada tanggal 09 Maret 2017 oleh POLRES Halmahera Selatan di Desa Babang dan Desa Saketa. Saat ini kasus sedang bergulir di meja hijau Pengadilan Negeri Labuha, Halmahera Selatan. Sedangkan 13 ekor lainnya terdiri dari 1 (satu) ekor Kakatua Putih dan 12 (dua belas) ekor Kasturi Ternate merupakan hasil temuan Patroli POLHUT SKW I BKSDA Maluku di Kota Ternate dan penyerahan dari POLRES Halmahera Utara". Satwa yang dilepasliarkan telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengamatan perilaku oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, PPS Tasikoki dan Dokter Hewan SKW I BKSDA Maluku, dengan hasil satwa sehat dan siap dilepasliarkan. Satwa kemudian dipindahkan dari Kandang Transit II SKW I Balai KSDA Maluku ke kandang habituasi, satwa berada di kandang Habituasi selama 5 (lima) hari sebelum akhirnya dilepasliarkan. Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala BPHP Wilayah XIV Ambon yang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Selaku Koordinator UPT Kementerian LHK di Provinsi Maluku, Safruddin Jen, S.Hut. M.M, dalam sambutannya mengatakan bahwa, “Saya sangat mengapresiasi kinerja SKW I , sejak tahun 2016 banyak kasus penyelundupan satwa yang berhasil digagalkan bekerja sama dengan berbagai pihak, tetap pertahankan kerja yang baik seperti ini.” Pelepasliaran kali ini sedikit berbeda, tamu undangan yang datang tidak langsung menuju titik pelepasliaran, melainkan diarahkan menuju titik kumpul, disana telah dipamerkan foto-foto kegiatan penertiban TSL, penyerahan dan proses penyitaan selama tahun 2016 sampai dengan 2017. Dari titik kumpul tamu undangan menuju titik pelepasliaran untuk terlibat langsung melakukan pelepasliaran, setelah bersama-sama menarik tali untuk membuka pintu kandang dan mengamati perilaku satwa sejenak, tamu undangan kembali menuju titik kumpul untuk mengikuti sesi foto bersama dan penandatanganan Berita Acara Pelepasliaran. Tahapan tersebut dilakukan untuk meminimalisir interaksi satwa dan manusia sebelum pelepasliaran. Seluruh upaya penyelamatan satwa yang dilakukan oleh SKW I BKSDA Maluku berujung pada pelepasliaran serta menjadi bentuk sosialisasi ke instansi masing-masing dan lapisan masyarakat guna mengajak pihak Pemerintah dan masyarakat terlibat dalam proses peredaran TSL di Maluku Utara. Sumber : Dominggas Aduari - Penyuluh Kehutanan Pertama SKW I BKSDA Maluku
Baca Berita

Pokja Database TNAL Adakan Inhouse Training Videografi

Sofifi, 25 Agustus 2017. Dalam hal peningkatan kapasitas pegawai, khususnya bidang dokumentasi dan publikasi berupa pembuatan video dan penulisan berita, Pokja Database Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mengadakan kegiatan Inhouse Training Videografi. Tujuan lainnya diadakan pelatihan ini adalah untuk menyamakan persepsi dan standar terhadap unggahan-unggahan di media sosial terutama video serta memberikan kesempatan bagi semua pegawai TNAL yang ingin menuliskan berita-berita dilapangan. Kegiatan pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Balai TNAL di ruang Mini Theater gedung Pusat Informasi Balai TNAL. Kegiatan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu tanggal 25-25 Agustus 2017. Dalam sambutannya, Kepala Balai menyampaikan apresiasinya terhadap Pokja Database yang berinisiatif melaksanakan pelatihan ini. “Saya sangat senang dengan personil-personil Balai TNAL yang selalu mau belajar dan berkembang”, kata Pak Tata, sapaan akrab Kepala Balai. Peserta pelatihan terdiri dari seluruh pegawai Balai TNAL, yaitu SPTN Wilayah I, II dan III serta tenaga teknis lapangan yang ingin dan tertarik terhadap multimedia dan promosi. Sedangkan pemateri berasal dari pegawai TNAL, yaitu anggota Pokja Database. “Yang perlu diingat bahwa promosi dan dokumentasi bukanlah tujuan akhir kita dalam mengelola kawasan, ini hanya alat untuk mencapai tujuan pengelolaan TNAL yang paripurna”, tutup Kepala Balai. Sumber Info : Sukardi - Tenaga Teknis Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Untuk Perkembangan TWA Lejja, BBKSDA Sulsel Lakukan Penandatanganan MOU

Soppeng, 25 Agustus 2017. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penguatan Fungsi Melalui Peningkatan Kualitas Jalan Patroli dan Pelayanan Publik di Blok Pemanfaatan Taman Wisata Alam Lejja pada tanggal 25 agustus 2017 di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Soppeng. Penandatanganan ini dilaksanakan oleh Bupati Kabupaten Soppeng, H. Andi Kaswadi Razak, SE dan Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Dody Wahyu Karyanto, MM. Hasil dari Nota Kesepahaman ini berupa Perjanjian Kerjasama kedua belah pihak untuk mencapai tujuan pengembangan pariwisata di TWA Lejja, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan perekonomian daerah Kabupaten Soppeng dan sekitarnya dengan tetap mengacu pada prinsip pelestarian kawasan konservasi dan sekaligus mendukung IKK Balai Besar KSDA Sulsel yaitu terwujudnya kerjasama penguatan pada kawasan konservasi. Masih ditempat yang sama, kegiatan sosialisasi izin pemanfaatan pariwisata alam oleh Balai Besar KSDA Sulsel selaku pemangku kawasan Taman Wisata Alam Lejja yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Soppeng, Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Bagian Hukum dan Perundang-Undangan Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Pimpinan Perusda, Camat Marioriawa dan Kepala Desa Bulue. Kegiatan sosialisasi ini adalah rangkaian dari rencana Penguatan Fungsi Melalui Peningkatan Kualitas Jalan Patroli dan Pelayanan Publik di Blok Pemanfaatan Taman Wisata Alam Lejja. Sumber Info : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Kabiro Kepegawaian Dan Organisasi Lakukan Kunjungan Kerja Ke Bengkulu

Bengkulu – 25 Agustus 2017. Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Erni Mayana, M.M., lakukan kunjungan kerja selama dua hari (24-25 Agustus 2017) di Provinsi Bengkulu. Agenda kunjungan beliau terbilang cukup padat diantaranya adalah pengambilan sumpah PNS di Balai PDASHL Ketahun, melakukan pembinaan terhadap pejabat struktural lingkup UPT Kemenlhk Provinsi Bengkulu di Kantor Balai KSDA Bengkulu, serta penyerahan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada para pegawai yang telah mengabdi selama lebih dari 10, 20 dan 20 tahun. Diantara para penerima penghargaan adalah Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir. Abu Bakar. Beliau menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya 30 tahun. Agenda berikutnya adalah pembinaan pegawai Balai KSDA Bengkulu dan Balai Besar TN Kerinci Seblat. Acara pembinaan dihadiri juga oleh Kepala Balai Besar TNKS, Ir. M. Arief Toengkagie dan Kepala Balai PDASHL Ketahun, Ir. Agus Suhaksa, M.P. Acara pembinaan dilaksanakan dengan cara berbeda karena mengambil tempat di Blok Hutan Madapi Taman Nasional Kerinci Seblat Bidang Wilayah Bengkulu. Suasana alam yang asri membuat suasana pembinaan semakin hangat akan kebersamaan dan korsa rimbawan. Dalam lawatan kerja ini, Ibu Karo juga menyempatkan untuk melihat bunga rafflesia yang sedang mekar di CA Taba Penanjung. Dalam materi pembinaannya, Ibu Karo menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan profesionalisme pegawai dalam menghadapi tantangan dan dinamika persoalan lingkungan hidup dan kehutanan yang semakin kompleks di masa yang akan datang. Setiap individu pegawai akan terus dituntut untuk menunjukkan kinerja dan kontribusinya pada unit kerja terkecilnya. Ibu Karo juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta pembinaan untuk tetap bekerja dengan semangat demi mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan yang lebih baik. Sumber: Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Birdrace dan Lomba Fotografi Salah Satu Bentuk Promosi TN Matalawa

Waingapu, 25 Agustus 2017. Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa) untuk pertama kali menggelar event Birdrace dan Lomba Fotografi tingkat nasional. kegiatan perlombaan pengamatan burung dan fotografi di alam bebas ini digagas pihak pengelola kawasan TN Matalawa sebagai bentuk promosi terhadap potensi-potensi yang dimiliki kawasan konservasi ini. Selain itu kegiatan ini diharapkan mampu membangun jejaring komunikasi multipihak dalam upaya pelestarian burung di Indonesia. Event birdrace dan lomba fotografi ini diikuti 55 peserta, dengan rincian 12 Tim (30 Peserta) mengikuti Birdrace dan 25 Peserta hanya mengikuti lomba fotografi. Dari jumlah peserta yang mengikuti event tersebut, sudah melampaui target peserta yang diharapkan panitia pelaksana kegiatan. Menurut Hastoto Alifianto (Ketua Pelaksana), upaya publikasi melalui media sosial yang dilakukan panitia sejak dua bulan terakhir menjadi kunci sukses keberhasilan event ini memikat hati peserta untuk ikut berpartisipasi. Pelaksanaan birdrace dan lomba fotografi ini dilaksanakan pada tanggal 18 s.d. 22 Agustus 2017, dengan lokasi pelaksanaan lomba difokuskan pada kawasan hutan Billa dan Praingkareha, SPTN Wilayah II Lewa. Kedua lokasi ini dinilai cukup representatif dalam melaksanakan event ini, keanekaragaman jenis burung yang dapat dijumpai cukup tinggi pa. Selain itu potensi-potensi wisata yang berada dikedua kawasan ini cukup mudah untuk dijangkau seperti Air Terjun dan Danau Laputi, Camping Ground dan Hutan Pendidikan Praingkareha serta site pengamatan burung Billa dan Praingkareha. Tidak hanya mengikuti perlombaan, peserta yang ikut serta pada event ini mendapatkan pengalaman menyaksikan keindahan alam Pulau Sumba yang khas. Selain itu peserta juga memperoleh informasi dan sharing pengalaman dari para Dewan Juri yang sudah berpengalaman seperti Riza Marlon (Profesional Photografer Wildlife), Arbain Rambey (Photografer Harian Kompas), Didi Kaspi Kasim (Editor In Chief National Geographic Indonesia), Karyadi Baskoro (Akademisi Universitas Diponogoro), Imam Taufiqurahman (Yayasan Kutilang) dan Swiss Winasis (PEH Taman Nasional Baluran). Event Birdrace dan Lomba Fotografi TN Matalawa ini dibuka dan ditutup secara resmi oleh Kepala Balai TN Matalawa (Maman Surahman, S.Hut.,M.Si). Satwa burung merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan kawasan TN Matalawa, dan salah satu langkah persuasif dan educatif dalam upaya konservasi burung di TN Matalawa adalah dengan menggelar event Birdrace dan Lomba Fotografi ini, dalam sambutan beliau pada acara pembukaan kegiatan. Dan diakhir perlombaan untuk kategori birdrace dimenangkan oleh Tim Pelatuk BSC, Kategori Lomba Fotografi Burung dijuarai oleh Sdr. Heru Cahyono, dan Kategori Lomba Fotografi Alam dan Manusia Sdr. Bayu Catur Pamungkas keluar sebagai juara. Sumber : Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti

Menampilkan 10.081–10.096 dari 11.141 publikasi