Rabu, 3 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Rangkaian Kunjungan Kerja Dirjen KSDAE ke TN Bantimurung Bulusaraung

Maros, 27/08/2017. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno mengunjungi Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung pada Minggu (27/08). Meskipun hari libur beliau masih melakukan aktivitas kerja dengan anjangsana ke salah satu taman nasional yang berkantor di Bantimurung ini. Tujuan kunjungan kali ini dalam rangka memantau aktivitas Suaka Satwa (Santuary) Kupu-kupu di TN Bantimurung Bulusaraung, aktivitas wisata air terjun di Kawasan Wisata Bantimurung, dan aktivitas budidaya kupu-kupu melalui penangkaran milik masyarakat yang berada di sekitar Kawasan Wisata Bantimurung. Turut hadir mendampingi Dirjen KSDAE, Bambang Dahono Adji, selaku Direktur Konservasi dan Keanekaragam Hayati. Sehari sebelumnya telah dilakukan pembahasan terkait Role Model Pengelolaan TN Bantimurung Bulusaraung Tahun 2018. Dirjen KSDAE dan Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung menanda tangani Role model pengelolaan ini disaksikan oleh Direktur KKH dan Kepala Balai BBKSDA Sulsel, Dody Wahyu Karyanto di Hotel Gammara Tanjung Bunga Makassar. “Role model pengelolaan ini ke depan akan menjadi pedoman kami untuk menangani permasalahan dalam pelestarian kupu-kupu yang merupakan spesies bendera TN Bantimurung Bulusaraung bersama masyarakat” ujar Sahdin Zunaidi, Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung usai penanda tanganan role model pengelolaan tersebut. Hal yang menggeletik Dirjen KSDAE ini adalah maraknya penjaja souvenir kupu-kupu di pintu masuk Kawasan Wisata Bantimurung yang belum tertata baik serta pembinaan kelompok penangkar kupu-kupu oleh masyarakat yang belum maksimal. Olehnya melalui kunjungan kerja ini Pak Dirjen menelisik titik permasalahan dan merancang solusinya. Role model pengelolaan adalah salah satu upaya dalam melestarikan kupu-kupu dengan melibatkan masyarakat yang berada di sekitar kawasan TN Bantimurung Bulusaraung. “Ada beragam role model pengelolaan yang diterapkan di kawasan konservasi di Indonesia bergantung satwa utama yang ingin ditangani” ujar Wiratno di display room Santuary Kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung Pada kesempatan tersebut pihak TN Bantimurung Bulusaraung juga meluncurkan buku informasi dengan judul “Sanctuary Kupu-Kupu Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung”. Buku tersebut berisi tentang jenis kupu-kupu yang dibudidayakan di Santuary Kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung, siklus hidup, pakan serta informasi pendukung lainnya. Buku ini terbit berkat hasil kerjasama Konservasi Keanekaragaman Hayati antara Balai TN Bantimurung Bulusaraung dan PT. Pertamina. Sumber : Much. Syachrir dan Taufiq Ismail – PEH TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Irjen Kementerian LHK lakukan Pembinaan di BKSDA NTB

Sumbawa Besar, 26 Agustus 2017. Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas Pelaksanaan Anggaran dan Kinerja UPT Ditjen KSDAE Provinsi NTB Tahun 2017, pada tanggal 26 Agustus 2017 bertempat di Hotel Transit Sumbawa Besar telah dilaksanakan Pembinaan dan Pengendalian Pelaksanaan Anggaran UPT Ditjen KSDAE Tahun 2017 Provinsi NTB oleh Inspektorat Jenderal Kementerian LHK. Sebagai narasumber dalam pembinaan tersebut Inspektur Jenderal Kementerian LHK Drs. Imam Hendargo Abu Ismoyo, MA, Sekretaris Itjen KLHK Ir. Abdul Hakim, M.For.Sc, Inspektur Wilayah II Ir. Sumarto Suharno, MM dan Inspektur Wilayah IV Ir. Wisnu Prastowo, MF. Kegiatan ini diikuti lebih kurang 30 orang peserta dari UPT Ditjen KSDAE Di Provinsi NTB, turut hadir Kepala Balai KSDA NTB Dr. Ir. Widada, MM bersama jajarannya serta Kepala Balai TN. Tambora Budhy Kurniawan, S. Hut beserta jajarannya. Inspektur Jenderal dalam pembinaannya menyampaikan beberapa titik rawan penyimpangan dan temuan dalam bidang KSDAE antara lain : Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar, Lembaga Konservasi dan Penangkaran, SIMAKSI ( Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi), Izin Pengusahaan Pariwisata Alam dan Kerjasama/Kolaborasi. Irjen mengingatkan agar hal tersebut dapat dijadikan perhatian serius bagi UPT KSDAE, selain itu seluruh pegawai LHK diajak untuk menjaga " Korp/Korsa KLHK". "Sekecil apapun permasalahan agar diselesaikan secara internal" ujar Irjen. Kepala BKSDA NTB menyampaikan bahwa pelaksanaan anggaran diharapkan dapat memenuhi 3 tertib, yaitu tertib administrasi, tertib peraturan parundangan, dan tertib fisik. Saat ini Lombok khususnya dan NTB umumnya termasuk salah satu destinasi wisata nasional dan dukungan pengembangan wisata alam khususnya pembangunan sarana prasarana ekowisata tahun 2018 cukup besar sehingga membutuhkan supervisi dan bimbingan dari Itjen KLHK. Sumber Informasi : Balai KSDA NTB, 2017
Baca Berita

Parade Konservasi 2017 Taman Nasional Bukit Duabelas

Sarolangun, 28 Agustus 2017. Masih memperingati Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada tanggal 10 Agustus 2017, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas menyelenggarakan Parade Konservasi yang diselenggarakan pada tanggal 25 – 27 Agustus 2017. Parade Konservasi yang diadakan kali ini merupakan kedua kalinya setelah sebelumnya Balai Taman Nasional Bukit Duabelas sukses menyelenggarakan Parade Konservasi pertama kalinya pada bulan Agustus tahun 2015. Parade Konservasi yang mengambil Tema: “Melalui Kegiatan Parade Konservasi, Bersama Kita Tingkatkan Semangat Menjaga dan Melindungi Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas” diisi dengan beberapa perlombaan, diantaranya: Lomba Lintas ALam, Lomba Pentas Seni, Lomba Lukis, Lomba Fotografi serta perlombaan hiburan bagi anak didik Sekolah Rimbo Pintar. Lomba Lintas Alam dan Pentas Seni merupakan lomba yang ditujukan bagi siswa/i SMA, Lomba Lukis merupakan lomba yang ditujukan untuk siswa/i SD sedangkan lomba Fotografi merupakan lomba yang ditujukan bagi para profesional. Melalui kegiatan Parade Konservasi, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas mengenalkan Taman Nasional Bukit Duabelas kepada para pelajar yang merupakan calon pemimpin bangsa, masyarakat luas terutama masyarakat sekitar kawasan. Melalui kegiatan fotografi diharapkan potensi-potensi yang terdapat di Taman Nasional Bukit Duabelas terutama potensi wisata dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Sesuai dengan Tema Parade Konservasi: “Melalui Kegiatan Parade Konservasi, Bersama Kita Tingkatkan Semangat Menjaga dan Melindungi Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas” diharapkan akan tumbuh rasa cinta dan kesadaran untuk bersama-sama menjaga dan melindungi Taman Nasional Bukit Duabelas. Semoga! Sumber : Balai TN Bukit Duabelas
Baca Berita

BBTN Gunung Leuser Tangkap Tangan Pelaku Perburuan Harimau

Stabat, 27 Agustus 2017. Berlokasi di dusun Sumber Waras, desa Sei Serdang, kecamatan Batang Serangan, kabupaten Langkat pada hari Minggu tanggal 27 Agustus 2017 pukul 09.30 wib, Tim Patroli Pengamanan Kawasan Hutan Balai Besar TNGL bersama Forest Wildlife Protection Unit (WPU) menangkap pelaku perburuan ilegal berinisial IS alias M. Barang bukti berupa bangkai seekor Harimau Sumatera berjenis kelamin betina dengan panjang 198 cm tinggi 86 cm diperkirakan berumur tiga tahun. "Operasi tangkap tangan oleh tim patroli pengamanan hutan TNGL berawal dari adanya informasi masyarakat. Dari hasil pengembangan informasi, tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang menjadi target" kata Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser Misran di Medan. Tim membawa terduga pelaku beserta barang bukti ke kantor BPTN Wilayah III Stabat. Setelah dilakukan koordinasi dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2HLHK) Wilayah Sumatera, tim beserta terduga pelaku dan barang bukti di bawa menuju kantor seksi BP2HLHK di Mariendal untuk diproses lebih lanjut. Misran mengungkapkan teknik penjeratan yang dilakukan pelaku tergolong baru. Jerat dipasang menggantung hingga harimau masuk secara utuh dan terjerat bagian badannya. "Tersangka memasang kurang lebih 200 jerat yang terbuat dari sling vespa. Banyaknya jerat yang dipasang bertujuan agar peluang terjeratnya harimau lebih besar" ungkap Misran. Kawasan hutan TNGL merupakan habitat alami bagi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang tersebar dari Aceh Selatan hingga Langkat. Terdapat mininal 100 ekor Harimau Sumatera di TNGL, sedangkan di site monitoring Aceh Tenggara teridentifikasi 6 ekor harimau. Misran menegaskan perburuan Harimau Sumatera ini sangat berdampak terhadap populasinya di alam. Upaya penegakan hukun terhadap pelaku Tindak Pidana Kehutanan (TIPIHUT) khususnya di TNGL sangat penting. "Balai Besar TNGL berkomitmen untuk terus mengejar jaringan perdagangan harimau, untuk itu sangat penting dukungan dari masyarakat dan berbagai pihak terkait" jelas dia. Sumber : Balai Besar TN Gunung Leuser
Baca Berita

Kerjasama Yang Membuahkan Hasil

Tebo, 27 Agustus 2017. Anggota Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Bukit Duabelas bekerjasama dengan SPORC Brigade Harimau Jambi berhasil mengamankan kayu gergajian ilegal sebanyak kurang lebih 10 M3 pada hari Senin tanggal 27 Agustus 2017 pukul 00.54 WIB di derah Desa Sungai Puar jalan lintas Jambi – Tebo. "Kayu gergajian ini diduga hasil illegal logging dari kawasan TNBD" jelas Polhut TN Bukit Duabelas. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerjasama petugas dengan Masyarakat Mitra Polhut TNBD yang sudah mengintai, memantau dan melaporkan aktifitas ilegal tersebut. Kayu hasil tangkapan ini kemudian dibawa ke Markas SPORC Brigade Harimau Jambi untuk proses selanjutnya bersama dengan 1 orang sopir truk dan 1 orang anak buah dari pembeli kayu. Polhut TN Bukit Duabelas menegaskan penangkapan ini diharapkan akan memberi efek jera kepada pelaku serta menjadi peringatan bagi oknum-oknum lain agar tidak melakukan kegiatan serupa. Sumber : Balai TN Bukit Duabelas
Baca Berita

SMART PATROL BERSAMA MMP RAVENI RARA BBKSDA PAPUA

Jayapura, 27 Agustus 2017. SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool) merupakan sebuah aplikasi yang dipergunakan untuk mengelola database yang terintegrasi secara langsung dengan kegiatan petugas di lapangan dan terhubung dengan smartphone. Dalam rangka upaya pengamanan dan perlindungan kawasan CA Peg. Cycloop, BBKSDA Papua melakukan kegiatan patroli bersama Masyarakat Mitra Polhut Raveni Rara dengan metode SMART Patrol dari tanggal 22-26 Agustus 2016. Transportasi ke lokasi tujuan menggunakan Speedboat, selanjutnya tim pertama melaksanakan patroli di Kampung Ormu Wari pada Distrik Raveni Rara Kab. Jayapura dengan menyusuri wilayah disekitar CA. Pegunungan Cycloop mendata jumlah aktivitas perladangan, perkebunan dan illegal logging, serta potensi TSL. Kegiatan diikuti oleh 7 anggota MMP dan pendamping yaitu Andi Yance P. Rumbaruk dan Ifani Floren Su. Masyarakat diberikan pemahaman untuk tidak melakukan penebangan liar dan aktivitas lainnya secara tidak sah, sehingga selain pembukaan lahan, aktivitas perburuan liar juga dapat dicegah. Sedangkan tim kedua melaksanakan patroli di Kampung Necheibe pada Distrik Raveni Rara Kab. Jayapura dengan 8 anggota MMP dan pendamping yaitu Ismail Pratama dan Wara Binaryo Putra, tim menyusuri wilayah disekitar CA. Pegunungan Cycloop, selain mendata perladangan, perkebunan dan illegal logging dan potensi TSL, tim juga memantau 2 sarang peneluran penyu di sekitar Pantai Tang di wilayah pesisir sebelah Timur Kampung Necheibe, dari hasil pemantauan ditemukan salah satu sarang terdapat telur yang menetas, sarang tersebut di jaga oleh masyarakat setempat. Pada akhir kegiatan kedua tim melakukan patroli diwilayah Pantai Rororoja yaitu kawasan CA.Pegunungan Cycloop yang berbatasan langsung dengan laut. Pada wilayah tersebut ditemukan bekas penebangan dan jalan setapak didalam kawasan untuk mengangkut kayu selanjutnya diangkut melalui jalur laut. Keseluruhan kegiatan patroli dengan menggunakan metode SMART Patrol dapat memberikan update informasi kawasan, potensi maupun ancaman yang terjadi dan tim yang melakukan patroli bukan hanya berjalan di dalam hutan, tetapi juga mencatat dan mendokumentasikan apa yang ditemukan. SMART Patrol sangat bermanfaat untuk perencanaan patroli selanjutnya, laporan dan evaluasi serta tindakan yang akan dilakukan. Sumber Info : Ismail Pratama (Polhut BBKSDA Papua/Pendamping MMP Raveni Rara)
Baca Berita

TWA Gunung Tunak Kedatangan Tim Itjen Kemenlhk

Lombok Tengah - NTB, 27 Agustus 2017. Hari kedua di Provinsi NTB, Irjen Kementerian LHK bersama Sekretaris Itjen, Inspektur Wilayah II dan Inspektur Wilayah IV beserta rombongan, berkunjung ke TWA Gunung Tunak sebagai salah satu Prioritas Nasional Pembangunan Bidang Pariwisata di Indonesia. Sebelum kunjungan lapangan Irjen memberikan arahan dan diskusi bersama Kepala UPT KLHK lingkup Provinsi NTB. Kepala BPDASHL Dodokan Moyosari menyampaikan kegiatan RHL dan HKM serta Persemaian Permanen, Kepala Balai TN.Rinjani menyampaikan permasalahan perambahan di Pesugulan, Plt. Kepala Balai Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu menyampaikan permasalahan KHDTK Rarung yang dirambah masyarakat. Irjen berpesan "Penyelesaian permasalahan hendaknya diselesaikan secara intern, kita harus menjaga Korps dan untuk pelaksanaan anggaran tahun 2018 agar dipersiapkan dari sekarang, mulai dari perencanaan, DED dan FS" Selanjutnya, rombongan mengunjungi pantai Bile Sayak sebagai icon pantai yang ada di TWA Gunung Tunak, meninjau progres pembangunan sarpras ekowisata yang dibangun atas kerjasama Indonesia- Korea Selatan, serta melakukan penanaman pohon Sawo Kecik (Manilkara kauki). Sumber Info : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

TN Bali Barat Gelar Bike to Nature

Gilimanuk, 08/28/2017. "Bike to Nature", kegiatan bersepeda lintas alam di TN Bali Barat dilaksanakan pada hari Minggu, 27 Agustus 2017. Dibuka oleh Plt Kabalai, Suharyono SH, M.Si, M.Hum, diikuti 156 peserta dari berbagai instansi dan masyarakat umum. Bike to Nature ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Road to HKAN 2017. Selain sebagai sarana promosi wisata juga dimaksudkan untuk menanamkan rasa cinta alam dan pendidikan konservasi bagi masyarakat. Di akhir kegiatan dilakukan pembagian doorprize berupa 3 buah sepeda dan lebih dari 60 item doorprize menarik lainnya. Sumber: Wiryawan TN Bali Barat
Baca Berita

Tapir Berhasil Dievakuasi di Padang Pariaman

Padang (27/08/2017). BKSDA Sumatera Barat berhasil melakukan evakuasi Tapir (Tapirus indicus) yg terperosok ke parit di Wilayah Nagari Balah Air, kab. Padang Pariaman. Tapir tersebut kemudian dibawa ke kantor Balai KSDA Sumatera Barat untuk dilakukan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Selanjutnya untuk penanganan sebelum dilepasliarkan kembali di habitatnya tapir sumatera tersebut dititip rawatkan di LK Bukittinggi. Tapir asia (Tapirus indicus) adalah salah satu jenis tapir. Tapir asia merupakan jenis yang terbesar dari keempat jenis tapir dan satu-satunya yang berasal dari Asia. Nama ilmiahnya indicus merujuk pada Hindia Timur, yaitu habitat alami jenis ini. Di Sumatra tapir umumnya disebut tenuk or seladang, gindol, babi alu, kuda ayer, kuda rimbu, kuda arau, marba, cipan, dan sipan
Baca Berita

Kunjungan Pembinaan Direktur Jenderal KSDAE di Makassar dalam rangka Mendorong kerjasama Dengan Para Pihak Terkait

Makassar, 27 agustus 2017. Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Ir. Dody Wahyu Karyanto, MM dan GM Angkasa Pura I Makassar Cecep Marga Sonjaya melaksanakan penandatanganan MoU tentang Pengawasan Peredaran dan Publikasi Pemanfaatan Tumbuhan serta Satwa Liar di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Kantor PT. Angkasa Pura I Makassar, di Maros. Dalam rangka Mendorong kerjasama Dengan Para Pihak Terkait, Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc turut menyaksikan penandatanganan MoU ini. Dalam sambutannya GM Angkasa Pura I Makassar membuka peluang pemanfaatan ruang publik di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai media informasi Kawasan Konservasi dan Publikasi potensi Wisata Kawasan Konservasi sebagai wujud kontribusi BUMN tersebut pada pengelolaan Kawasan Konservasi. Dilanjutkan kemudian dengan sambutan Kepala Balai Besar KSDA Sulsel yang memaparkan pentingnya sinergi antara semua pihak terkait yang dapat berkontribusi positif pada pengelolaan Kawasan Konservasi dan pengawasan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar di Makassar pada khususnya. Direktur Jenderal KSDAE dalam sambutannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan dan Balai Besar Karantina Ikan Makassar serta PT. Angkasa Pura I Makassar atas penggagalan upaya penyelundupan Koral sebanyak 21 Koper yang saat ini dalam tahap penyidikan serta perbaikan sistem pengawasan atas peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar di wilayah Makassar sebagai upaya pencegahan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi dimasa yang akan datang. Dalam kesempatan yang sama beliau juga memberikan penghargaan kepada pihak PT. TIKI gerai Bandara Sultan Hasanuddin dan PT. TIKI gerai Sudiang, Makassar yang turut berkontribusi dalam penggagalan rencana pengiriman paket barang berupa offset burung cendrawasih (Paradisea minor) sebanyak 64 offsetan dan 83 ikat bulu burung Kasuari (Casuari casuari). Berdasarkan pengembangan kasus, barang bukti tersebut berasal dari Papua dan dikirim ke Maros untuk menjadi barang kerajinan yang rencananya akan dikirim kembali ke Papua. Balai Besar KSDA Sulsel dengan Balai Penyelidikan dan Penegakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memproses penyelidikan kasus tersebut. Setelah penandatanganan MoU, Dirjen KSDAE Ir. Wiratno,. M.Sc, Direktur KKH Ir. Bambang Dahono Adji,. MM,. M.Si, dan rombongan yang terdiri dari Kepala UPT KSDAE dan Ditjen Gakkum serta Kapus P3E Sulawesi Maluku bertolak menuju fasilitas Kargo Bandara bersama GM PT. Angkasa Pura I beserta stafnya untuk melakukan kunjungan dalam rangka melihat langsung tahapan pengecekan pengiriman barang TSL, sebagai bagian dari tindak lanjut penandatangaan MoU tentang pengawasan peredaran TSL. Setelah selesai melakukan diskusi bersama beberapa petugas di Kargo Bandara mulai dari petugas Polhut, Petugas Karantina Ikan, petugas X-Ray dan Logistik Bandara serta seorang masyarakat yang sedang mengirimkan barang, rombongan tersebut kemudian menuju Sanctuary Kupu-Kupu di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, di lokasi tersebut beliau menyempatkan diskusi bersama petugas PEH Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sambil menyaksikan film dokumentasi proses reproduksi kupu-kupu dan film tentang Ekspedisi Gua terpanjang dan Gua terdalam di Indonesia yang berada di kawasan taman Nasional bantimurung Bulusaraung sebagai upaya penyelamatan ekosistem Karst. Dilanjutkan dengan penanaman bibit Jeruk dan Jambu-jambuan oleh Dirjen KSDAE dan Direktur KKH yang merupakan pakan kupu-kupu. Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal KSDAE bersama Direktur KKH juga memberikan keterangan kepada beberapa Media elektronik yang turut hadir tentang penandatanganan Dokumen Role Model Pengelolaan Kawasan Konservasi yang ada di Sulawesi Selatan. Setelah selesai, beliau melakukan kunjungan singkat di areal Air Terjun Bantimurung, lalu berkunjung ke Toko souvenir yang menjual offsetan Kupu-kupu dan melakukan tanya jawab dengan salah seorang pemilik toko tentang sumber produk offsetan yang dijual dan perizinannya. Rombongan kemudian menuju salah satu penangkaran kupu-kupu milik Ali Muntahar masyarakat Bantimurung yang menjadi Binaan Balai Besar KSDA Sulsel dan menyaksikan langsung proses penangkaran kupu-kupu, serta proses pembuatan souvenir dari hasil penangkaran. Dalam Dialognya dengan pemilik usaha beliau mengingatkan untuk merangkul pelaku usaha yang lain dan mencetuskan kemungkinan pengembangan usaha melalui eksport. Direktur KKH yang turut hadir memerintahkan langsung Kepala Seksi Penangkaran Tumbuhan dan satwa Liar untuk mempelajari kemungkinan studi banding ke Bali bagi pemilik usaha sekaligus membuka jaringan ekspor ke Mancanegara. Dalam kesempatan Kunjungan Kerja Dirjen KSDAE juga menandatangani 2 Dokumen Role Model yaitu Pengembangan Model Intensifikasi Pengelolaan Taman Buru Ko’mara Melalui Pelibatan Masyarakat dan Eksplorasi Potensi Flora dan Fauna di Taman Nasional Gandang Dewata, serta Dokumen Role Model dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan Taman Nasiona Taka Bonerate. Direktur Jenderal KSDAE berharap dokumen ini tidak hanya sekedar menjadi tumpukan dokumen akan tetapi dilaksanakan sebagai upaya berkontribusi bagaimana mengelola kawasan konservasi dengan efektif dan efisien. Humas Balai Besar KSDA Sulsel
Baca Berita

Yuukk Budidaya Ikan ke TN Danau Sentarum

Putussibau, 27 Agustus 2017. Rombongan Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat yang terdiri dari 4 orang pegawai Balai Pelatihan dan Kewirausahaan Kehutanan (BPKK) dan 7 orang masyarakat yang merupakan anggota kelompok Silvofishery datang ke Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu untuk belajar budidaya ikan. Selama 4 (empat) hari sejak tanggal 27 – 30 Agustus 2017 rombongan yang berjumlah 11 (sebelas) orang ini melakukan pemantauan secara langsung setiap aktiftas nelayan yang melakukan kegaitan budidaya ikan di dalam kawasan TNDS. Dengan mengunjungi langsung ke lokasi pembudidayaan ikan di dalam kawasan TNDS, rombongan ini berharap dapat melihat cara pengembangan, pengolahan pasca panen dan pemasaran ikan yang dikembangkan melalui pola silvofishery secara langsung. Lokasi yang dikunjungi rombongan ini adalah kelompok tani lubuk lawa dan kelompok tani tekenang yang melakukan budidaya Ikan Toman (Channa micropeltes), selain itu dilakukan juga kunjungan ke lokasi-lokasi penangkaran Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) yang terdapat di Wilayah Lanjak Kecamatan Batang Lupar. Setra Yuhana, selaku ketua rombongan studi banding ini menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan kesan tersendiri bagi rombogan ini, karena selain disuguhi oleh keindahan alam TNDS juga anggota rombongan dapat belajar banyak dari pengalaman masyarakat di dalam kawasan TNDS dalam membudidayakan ikan dengan memanfaatkan kawasan hutan. Disatu sisi masyarakat dapat memperoleh manfaat dari keberadaan kawasan konservasi, di sisi lain kawasan dapat terjaga kelestariannya karena peran serta masyarakat yang turut membantu menjaga kawasan konservasi ini. Dijelaskan pula oleh Setra, yang juga merupakan Kepala UPTD BPKK, jika memungkinkan akan dikembangkan pola kemitraan antara kelompok tani silvofishery yang terdapat di Jawa Barat dengan kelompok tani silvofishery yang ada di kawasan TNDS, hal ini dalam rangka sharing pengalaman dan keahlian dalam hal membudidayakan ikan di kawasan hutan. Selain itu, ke depannya juga perlu didiskusikan terkait pola pemasaran produk hasil kelompok tani silvofishery antara ke dua propinsi ini karena kedua wilayah ini memiliki potensi yang berbeda dan peluang usaha yang potensial untuk dikembangkan. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Arief Mahmud menyambut baik kegiatan studi banding yang dilakukan oleh BPKK Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ini. Arief menerangkan bahwa kegiatan ini sebenarnya tidak hanya menambah wawasan rombongan yang melakukan studi banding saja, tetapi kelompok petani yang terdapat di dalam kawasan TNDS juga dapat menggali informasi dan berbagi pengalaman dari kelompok tani silvofishery Propinsi Jabar yang berkunjung ke mereka. “Setiap wilayah pasti memiliki potensi unggulan yang dapat dikembangkan dalam bidang silvofishery, semakin banyak pengamalan yang kita peroleh dari berbagai tempat maka akan sangat membantu kita dalam mengembangkan potensi dan sumber daya yang ada di wilayah kita, oleh karena itu kegiatan studi banding seperti ini akan memberikan manfaat yang baik bagi kedua belah pihak” tambahnya. (GBH) Penanggung Jawab Berita Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar Betung Kerihun dan Danau Sentarum Dian Banjar Agung, S.Hut., M.Sc.
Baca Berita

Bibit Edelweis untuk Desa Wisata Wonakitri

Malang (27/08/2017). Penyerahan Simbolik 200 Bibit sebagai Indukan F1 Edelweis kepada Pemerintah Desa Wonokitri dan Parisade Hindu Desa Wonokitri disaksikan Camat Tosari pada Malam Penutupan Rangkaian Agustusan, Minggu 27 Agustus 2017 di Pendopo Desa Wonokitri. Penyerahan bantuan ini untuk menindaklanjuti surat permohonan desa wonokitri awal bulan agustus sebagai Desa Edelweis TNBTS. Wonokitri merupakan Desa Penyangga Resort PTN Penanjakan Seksi PTN I Cemorolawang Bidang PTN I TNBTS. Semoga semangat mewujudkan Desa wisata Edelweiss di Wonokitri sebagai salah satu role model TNBTS dapat diwujudkan... sehingga Edelweis sebagai penjembatan / wujud sinergitas antara ekonomi, religi dan konservasi di TNBTS bisa menjadi kenyataan .. semoga Sumber: BBTN BTS
Baca Berita

Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja BBKSDA Sulsel Untuk Kinerja yang Lebih Optimal

Makassar, 26 Agustus 2017. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Sulsel) melaksanakan Rapat Monitoring dan Evaluasi Kinerja untuk Bidang Wilayah II Parepare tahun berjalan 2017. Rapat ini dilaksanakan di Taman Wisata Alam Lejja. Dalam kesempatan ini Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Ir. Dody Wahyu Karyanto, MM turut hadir dan berharap agar sinergi terbentuk dari tingkat tapak sampai ke puncak sehingga terbentuk harmoni yang seirama dan memberikan hasil yang optimal. Kepala Sub Bagian Data Evlap dan kehumasan Dedy Asriady,. S.Si,. MP bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan pemaparan yang dimulai dengan pemutaran film. Kemudian beliau membuka diskusi mengenai esensi film tersebut untuk membuka sudut pandang pengelolaan yang lebih optimal serta memberikan penekanan bahwa setiap pelaksana kegiatan teknis untuk mengikuti tahapan administrasi. Tahapan tersebut dimulai dari pembuatan RPK, pembuatan laporan agar dapat terkontrol sebagai bahan pembuatan Laporan Capaian Rencana Kerja serta untuk menghindari kesalahan administrasi yang mengakibatkan pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi temuan. Kegiatan selanjutnya diisi oleh Sub Bagian Program dan Kerjasama untuk memberikan paparan rencana kegiatan tahun 2018, pembahasan ini dimaksud agar petugas di tingkat tapak dapat mempersiapkan data - data pendukung untuk pelaksanaan kegiatan yang akan datang, sehingga hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dapat lebih optimal. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Dirjen KSDAE Kunjungi Lembaga Konservasi Binaan BKSDA DKI serta Pos Polhut Bandara Soeta

Jakarta. 25/08/2017. Dirjen KSDAE berkunjung ke Lembaga Konservasi (LK) binaan BKSDA DKI Jakarta yaitu Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) dan Fauna Land. TIJA sendiri terdiri dari 2 unit yaitu Gelanggang Samudera atau dikenal juga sebagai Ocean Dream Samudera dan SeaWorld Ancol. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka peninjauan pengelolaan LK dan untuk memberikan arahan menuju pengelolaan yang lebih baik. Dirjen KSDAE disambut langsung oleh Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol selaku induk dari PT. TIJA. Dalam kunjungan ini Dirjen didampingi oleh Direktur KKH dan Kasi Eksitu dari Subdit Pengawetan Jenis Dit. KKH. Sementara itu Plt. Kepala BKSDA DKI Jakarta beserta jajarannya, selaku pemilik wilayah kerja, ikut mendampingi selama kunjungan tersebut. Agenda pertama yang dilakukan adalah presentasi singkat Dirut PT. Pembangunan Jaya Ancol, Paul Tehusijerana, mengenai pengelolaan Taman Impian Jaya Ancol yang menjelaskan profil sekaligus keberhasilan yang telah dicapai oleh PT. TIJA. Dalam diskusi ini Dirjen KSDAE memberikan arahan serta pesan kepada pihak Gelanggang Samudera agar tetap memperhatikan kesejahteraan satwa yang dikelola. Pesan khusus disampaikan mengenai izin peragaan satwa, termasuk lumba-lumba, agar persiapan dan pelaksanaan pengangkutan menuju lokasi pertunjukan dilakukan sebaik mungkin dengan memperhatikan seluruh prosedur yang ditetapkan oleh IATA. Disamping itu juga agar selalu menyertakan pendampingan dokter hewan dan bahkan bila diperlukan didampingi oleh petugas BKSDA setempat. Selanjutnya Dirjen beserta rombongan mengunjungi lokasi pertunjukan lumba-lumba, tempat karantina lumba-lumba serta wahana terapi bersama lumba-lumba bagi anak-anak penderita autisme. Kunjungan dilanjutkan ke Seaworld Ancol dan lokasi Fauna Land. Di Fauna Land Dirjen menyampaikan pesan kepada pihak pengelola agar selalu memperhatikan aturan yang berlaku termasuk dalam hal kelengkapan dokumen-dokumen administrasi yang telah ditetapkan. Dirjen beserta rombongan berkesempatan mengunjungi kandang singa putih betina yang baru melahirkan 3 ekor anak tepat pada pagi hari ini, dan sekaligus melakukan sesi foto dengan satwa-satwa koleksi LK tersebut. Kunjungan yang dilaksanakan selama hampir 5 jam ini diakhiri pada pukul 14.30 dan Dirjen dengan didampingi oleh Direktur KKH melanjutkan perjalanan menuju Instalasi Karantina Hewan (IKH) Balai Besar Karantina Pertanian yang berlokasi di dekat Bandara Soekarno Hatta di Tangerang. Di lokasi kunjungan kedua ini Dirjen didampingi oleh Kasi Konservasi Wilayah 1 dan 2 BKSDA DKI Jakarta beserta Kasi Peredaran Subdit Pemanfaatan Jenis Dit. KKH dan sejumlah staf serta Polhut bandara yang telah tiba lebih dulu. Bersama-sama pihak IKH, Dirjen melakukan peninjauan satwa kura-kura Madagaskar yang dititip-rawatkan di IKH. Tujuan kunjungan selanjutnya Dirjen KSDAE adalah pos Polhut Resor Bandara Soekarno Hatta. Pada kesempatan ini Dirjen dan Direktur KKH berkomunikasi dengan regu Polhut yang piket pada hari ini dan fokus diskusi adalah mengenai tugas-tugas Polhut bandara terutama dalam hal pengamanan peredaran tumbuhan dan satwa liar yang keluar/masuk wilayah kerja BKSDA DKI Jakarta melalui pintu bandara.
Baca Berita

Ekspedisi “Cross Heart Of Borneo 2017”

Putussibau, 26 Agustus 2017. Tim Ekspedisi Cross Heart of Borneo 2017 merupakan tim yang dibentuk oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Balai Besar TNBKDS), yang akan melakukan penjelajahan melintasi Jantung Kalimantan (Heart of Borneo) yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dari arah barat di Hulu Sungai Kapuas, Kalimantan Barat melalui pegunungan Muller Swachner menuju ke arah timur di hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Anggota tim ekspedisi sebanyak 12 orang merupakan gabungan dari staf Balai Besar TNBKDS dan masyarakat Desa Tanjung Lokang. Sebanyak 6 orang perwakilan dari Balai Besar TNBKDS merupakan staf terlatih yang mampu bertahan di belantara hutan dan masing-masing memiliki kemampuan dalam hal penjelajahan, survival, identifikasi potensi wisata, photographer, videographer dan perpetaan. Selama 14 hari, dimulai pada tanggal 26 Agustus sampai 8 September 2017 tim akan menjelajah lebatnya hutan, ganasnya riam-riam sungai dan terjalnya tebing-tebing di pedalaman Kalimantan. Perjalanan akan dimulai dari Putussibau menuju Desa Bungan Jaya yang akan memakan waktu satu hari dengan menggunakan speedboat, ke esokan harinya tim akan melanjutkan perjalanan ke Desa Tanjung Lokang yang juga membutuhkan waktu satu hari dengan menggunakan sampan kecil bermesin yang dalam bahasa lokal disebut “cess”. Start dari Desa Tanjung Lokang tim akan melakukan perjalanan darat (tracking) selama kurang lebih sepuluh hari untuk sampai ke kampung Tiong Ohang di Hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Perjalanan selanjutnya adalah menuju Long Bangun kemudian dilanjutkan ke Samarinda dan akan berakhir di Balikpapan Kalimantan Timur. Jalur ekpedisi Cross Heart of Borneo awalnya ditemukan oleh seorang dokter perwira berkebangsaan Belanda yang bernama Anton Willem Niewenhuis. Pada tahun 1896-1897 Niewenhuis melakukan ekpedisi di pedalaman Borneo Tengah. Tanggal 3 Juli 1896 Niewenhuis memulai ekspedisinya dari Putussibau dengan 12 sampan dan 50 awak perahu dari suku Kayan. Mengikuti jalan setapak sebelah selatan, mereka menelusuri Sungai Bungan dan Bulit, lalu turun ke Sungai Penane dan Kaso di sebelah timur. Meski ekspedisinya adalah ekspedisi pemerintah kolonial, namun sebagai seorang ilmuwan, perhatian Nieuwenhuis justru pada segi etnografi dan medis dari manusia Dayak dan alam sepanjang Kapuas Mahakam. Perjalanan bersejarah ini masih tercatat dengan baik dan hal ini membuat penasaran para penjelajah untuk mencobanya, namun kondisi terkini jalur tersebut tidak banyak yang mendokumentasikannya sehingga pihak Balai Besar TNBKDS merasa penting membentuk tim Ekspedisi Cross Heart of Borneo 2017 untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan (photo dan video), memetakan dan mempublishkannya di media-media baik cetak, televisi dan medsos terkait potensi wisata dan keanekaragaman hayati di sepanjang jalur hulu Sungai Kapuas dan hulu Sungai Mahakam. Harapannya, jalur ini akan semakin dikenal dan menarik perhatian para wisatawan minat khusus baik dalam negeri maupun luar negeri. Ir. Arief Mahmud, M.Si., Kepala Balai Besar TNBKDS, saat pelepasan tim Ekspedisi Cross Heart of Borneo 2017, menyampaikan pentingnya tugas tim untuk mendokumentasikan potensi wisata dan keanekaragaman hayati disepanjang jalur yang akan mereka lewati. Tugas ini sangat berat, membutuhkan fisik yang prima, mental yang kuat dan kekompakan agar misi dapat dilaksanakan dengan baik dan hasil yang diperoleh sesuai yang telah direncanakan, ucapnya. Mustarudin, staf Balai Besar TNBKDS yang dipercaya sebagai ketua tim, menyampaikan bahwa amanah dari pimpinan akan mereka laksanakan sebaik-baiknya dan berusaha semaksimal mungkin menjalankan tugas ini demi semakin baiknya pengelolaan kawasan TN Betung Kerihun ke depan. Kami telah mempersiapkan fisik dan mental anggota tim jauh hari sebelum kegiatan ini dilaksanakan, selain keperluan pribadi dan kesehatan kami juga telah membekali tim dengan peralatan yang sangat memadai berupa kamera DSLR, Drone, GPS, HP Satelit, dll, intinya kami siap melaksanakan tugas ini sebaik-baiknya, tegasnya. Sumber : Balai Besar Betung Kerihun dan Danau Sentarum Penanggung Jawab Berita : Dian Banjar Agung (08113514841)
Baca Berita

UPAYA PERLINDUNGAN & PENGAMANAN CA PEG. CYCLOOP OLEH MMP HOLOROWA

Jayapura, 26/08/2017. Balai Besar KSDA Papua dalam Upaya perlindungan dan pengamanan hutan yang melibatkan masyarakat tidak pernah berhenti dilakukan. Partisipasi aktif masyarakat tersebut diwujudkan dengan menggalang kemitraan antara Polhut dan masyarakat. Kemitraan ini ditumbuhkembangkan dalam pengelolaan pengamanan dan ketertiban lingkungan di kawasan konservasi. Salah satu upaya perlindungan dan pengamanan hutan tersebut, dilakukan kegiatan pembangunan Pos Pengamanan untuk kawasan CA Peg. Cycloop di lokasi Kampung Sereh Distrik Sentani Kab. Jayapura berdekatan dengan lokasi air terjun Pos 7 Sentani. Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017 oleh MMP Binaan BBKSDA Papua yaitu MMP Holorowa Kabupaten Jayapura yang bertugas pada kawasan CA Peg Cycloop. Adapun maksud dibangunnya Pos ini adalah untuk kegiatan masyarakat lokal yang terlibat dalam kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan agar senantiasa membantu institusi BBKSDA Papua di lapangan. Perlaksanaan kegiatan yang sangat membantu BBKSDA Papua adalah patroli, survey, pemantauan, investigasi, operasi dan kegiatan lainnya secara bertangggung jawab di bawah koordinasi pemangku kawasan. Pembangunan Pos pengamanan kawasan pegunungan cycloop dilakukan secara bekerja sama antara anggota MMP Holorowa dan Pendamping yaitu Eddy Sam Lau dan La Ode Irianto Subu keduanya adalah Polhut BBKSDA Papua. Kerja sama ini merupakan swadaya masyarakat di tanah adat Bp. Amos Ondi, dan dalam pengerjaannya diawasi langsung oleh Bp. Amos Ondi selaku Kepala Suku Kampung Sereh. Para Pendamping MMP Holorowa menyatakan berterima kasih atas partisipasi aktif masyarakat tersebut yang terwujud dari kemitraan antara Polhut dan masyarakat. Kemitraan yang ditumbuhkembangkan sangat bermanfaat dalam pengelolaan pengamanan dan ketertiban lingkungan di kawasan konservasi. Sumber Info : Eddy Sam Lau, La Ode Irianto Subu (Polhut BBKSDA Papua)

Menampilkan 10.065–10.080 dari 11.141 publikasi