Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pendidikan dan Penyadartahuan Konservasi BBTN BKDS Untuk Anak SD dan SMP

Lanjak, 28 Agustus 2017. Untuk penyadartahuan mengenai pentingnya konservasi, PRCF dan Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Penyadaran Konservasi di kecamatan Lanjak kepada murid SD dan SMP. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26-28 Agustus 2017 bertempat di SDN 2 Lanjak. Rangkaian kegiatan pendidikan konservasi yang dilaksanakan berupa workshop, pemutaran film dan perlombaan. Kegiatan yang diikuti murid murid SD dan SMP di kecamatan lanjak dimulai dengan Workshop Membangun Komitmen Konservasi dalam Kurikulum Pendidikan dengan materi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dan Pendidikan Berbasis Lingkungan yang diikuti oleh Guru-guru dari SD dan SMP. Dilanjutkan dengan kegiatan pemutaran film Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dan Buaya Senyulong kepada Guru dan Murid SD dan SMP. Kegiatan pendidikan konservasi ini diakhiri dengan lomba mewarnai tingkat SD dan lomba mengarang tingkat SMP. Gunawan Budi Hartono, Selaku Kepala Bidang Wilayah Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III pada kesempatan ini menyampaikan betapa pentingnya kegiatan ini, manfaat kegiatan ini tidak dapat langsung dirasakan pada saat ini, namun baru akan terasa puluhan tahun mendatang. Gunawan juga mengharapkan agar kurikulum tentang pendidikan lingkungan ini dapat masuk menjadi mata pelajaran wajib, sehingga pengetahuan dan rasa cinta terhadap alam dapat ditanamkan sejak dini melalui pendidikan. Marcelius Yunias Kepala Sekolah SMPN I Lanjak menyambut baik kegiatan pendidikan konservasi ini. “Kegaiatan semacam ini sebaiknya rutin dilaksanakan sehingga secara terus menerus generasi muda akan mendapatkan informasi mengenai konservasi” imbuhnya. “Kedepan sebaiknya diadakan juga kegiatan ke lapangan, jadi anak-anak didik kami dapat langsung menyaksikan hutan yang ada. Kegaian kemah, jelajah alam dan kegiatan kepramukaan bias dilaksankan di kawasan TNBKDS. Kami ingin berkontribusi nyata terhadap konservasi di TNBKDS, selain itu kami berharap pendidikan lingkungan bisa menjadi mata pelajaran melalui pelajaran muatan lokal” tegas Marcelius. Penanggungjawab Berita Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar Betung Kerihun dan Danau Sentarum Dian Banjar Agung, S.Hut., M.Sc.
Baca Berita

Lagi, Kebakaran Hutan CA Peg. Cycloop Berhasil Dipadamkan

Jayapura, (29/8/2017). Setelah Senin 28/8/2017 terjadi kebakaran, hari Selasa 29/08/2017 terjadi kebakaran hutan lagi sekitar pukul 12.00 siang, di kawasan penyangga CA Peg. Cycloop. Lokasi kebakaran adalah di jalan baru pintu angin Kota Jayapura. Luasan kebakaran di perkirakan 0,5 ha, di ketinggian kurang lebih 400 dpl. Upaya pengendalian kebakaran hutan di kawasan penyangga CA. Peng Cycloop dilakukan oleh Polhut BKSDA Papua , Tenaga Bakti Rimbawan, Kader Konservasi. Brigade Dalkarhut KPHP Kota Jayapura, Pramuka Saka Wana Bhakti Papua dan beberapa pihak lainnya. Penyebab kebakaran adalah pembukaan lahan kebun masyarakat yang berada di kawasan penyangga ±100 m dari batas kawasan, berkat kerja sama yang baik antar berbagai pihak maka api berhasil di padamkan. Dalam usaha pemadaman kebakaran, Lusiana D. Ratnawati, S.Hut.,M.P selaku Kepala Seksi (P3) Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA Papua mengucapkan “terima kasih atas reaksi cepat yang dilakukan oleh anggota Polhut dan Bakti Rimbawan dalam upaya pemadaman kebakaran hutan, semoga area kebakaran tidak meluas dan selalu berhati-hati dalam bertugas”. Sumber Info : Eddy Sam Lau (Polhut BBKSDA Papua)
Baca Berita

MMP Dafonsoro BBKSDA Papua Eksis Dengan SMART Patrol

Jayapura (29/8/2017). Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Dafonsoro bersama, Polhut BBKSDA Papua dan Tenaga Bakti Rimbawan melakukan kegiatan Patroli Pengamanan Hutan dari tanggal 22 – 26 Agustus 2017 dengan metode SMART Patrol. Aplikasi SMART Patrol digunakan karena dapat memberikan update informasi kawasan, potensi maupun ancaman yang terjadi. Kegiatan Patroli dilaksanakan mulai dari daerah Klofkamp, APO dan Bhayangkara III Distrik Jayapura Utara. Selama patroli tim menjumpai beberapa titik kumpul sementara dimana masyarakat mengambil kayu untuk membuat arang lalu di jual kembali dan juga mengambil kayu untuk bahan rumah dan keperluan lainnya. Selain itu tim juga menemukan aktivitas berkebun masyarakat lokal yang merupakan salah satu ancaman Kawasan CA Peg. Cycloop terutama pada wilayah Distrik Jayapura Utara yaitu Ajen, Apo dan Klufkam, aktivitas berkebun yang ada seperti kebun nanas, kebun pinang dan kebun campuran. Kegiatan lainnya adalah mendata tumbuhan kayu keras dan tumbuhan eksotis, juga mendata Pal Batas dengan menggunakan aplikasi Cyber Tracker pada HP android yang kemudian diolah menggunakan aplikasi Smart Patrol. Bersama USAID LESTARI memasang papan informasi STOP Membakar Hutan di Cagar Alam Cycloop, yang bertujuan untuk himbauan kepada masyarakat luas untuk tidak melakukan pembakaran hutan agar CA Peg Cycloop yang mempunyai peranan penting sebagai penyangga kehidupan pengatur tata air, daerah tangkapan air, sumber plasma nutfah dan habitat flora dan fauna dapat terjaga. Sumber Info : Muhammad Jalil, Victor S. Karubaba (Polhut BBKSDA Papua/Pendamping MMP Dafonsoro)
Baca Berita

Saka Wanabakti TN Matalawa Gelar Lomba Lintas Alam

Waingapu, 29 Agustus 2017. Untuk pertama kalinya lomba lintas alam (LLA I) diselenggarakan Saka Wanabakti Taman Nasional Matalawa Kwartir Cabang Sumba Barat (Binaan SPTN I Waibakul). Kegiatan LLA I ini dilaksanakan pada tanggal 26 s.d. 27 Agustus 2017, dengan mengambil lokasi di Bumi Perkemahan Waikabubak. Lomba lintas alam ini mengusung tema “Lestarikan Hutanku untuk Kejayaan Negeriku”, kegiatan ini juga sekaligus memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke -72 tahun serta Hari Ulang Tahun Pramuka yang Ke 56 Tahun. Peserta lomba berasal dari gugus depan (gudep) SMP dan SMA di lingkup Kwarcab Sumba Barat, dengan total peserta 150 orang. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir tamu undangan yaitu Saka Wanabakti Kwarcab Sumba Tengah dan Saka Bayangkara Kwarcab Sumba Barat. Kegiatan yang dilombakan pada LLA ke-1 meliputi: pengembaraan (lintas alam), baca puisi, melukis satwa endemik, cipta lagu pelestarian lingkungan, hasta karya dengan daur ulang sampah dan cerdas cermat. Dari akumulasi hasil perlombaan, juara ke-1 diperoleh oleh SMP Kristen Waikabubak, sedangkan juara ke-2 dan ke-3 diperoleh oleh SMP Kristen Wanukaka dan MTs N Waikabubak. Pada acara penutupan perkemahan sekaligus penyerahan piala penghargaan, pembina upacara yang dipimpin oleh sdr. Suyogia Nur Aziz selaku Instruktur Saka Wanabakti TN Matalawa. Dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah menjadi juara, dan ucapan terimakasih kepada para panitia, peserta dan pembina pendamping yang telah membantu kelancaran jalannya kegiatan. Selain itu, para peserta yang ikut berpartisipasi sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Saka Wanabakti TN Matalawa Kwarcab Sumba Barat, karena kegiatan LLA adalah yang pertama dilaksanakan. Mereka berharap kegiatan bisa berlanjut pada LLA ke-2 pada tahun 2018 dengan melibatkan seluruh gerakan pramuka di Bumi Sumba. Sumber : Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Tim Patroli BKSDA NTB Lakukan Groundcheck Hotspot di Pulau Sangiang

Sangiang - Bima, 29 Agustus 2017. Tim Groundcheck Hotspot Balai KSDA NTB Seksi Konservasi III Bima yang beranggotakan Polhut SKW III Bima dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) serta Masyarakat Peduli Api (MPA) pada tanggal 28 Agustus 2017 s.d 29 Agustus 2017 melakukan groundcheck adanya informasi hotspot di Cagar Alam (CA) Pulau Sangiang dari Tim monitoring hotspot Balai KSDA NTB. Tujuan groundcheck ini adalah untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan terhadap keberadaan hotspot dan melakukan pemantauan dini serta tindakan dini dalam rangka pengendalian kebakaran hutan. Sebelum menuju Pulau Sangiang, tim melakukan koordinasi dg Petugas Pengawas Laut Dinas Perhubungan Kab. Bima di Pelabuhan Sangiang untuk mengetahui kondisi Laut Flores di sekitar P. Sangiang. Hal ini penting karena penyeberangan menuju Pulau Sangiang menggunakan perahu membutuhkan waktu lebih kurang 2,5 jam, sehingga informasi kondisi laut sangat dibutuhkan. Selanjutnya tim melakukan koordinasi dengan petugas Pengawas Gunung Api / Petugas Geologi Gunungapi Sangiang. Gunungapi Sangiang termasuk dalam gunungapi yang masih aktif di Provinsi NTB.Informasi yang diperoleh bahwa saat ini Gunungapi Sangiang dengan aktivitas berada pada Level II (Waspada). Sehingga masyarakat di sekitar Pulau Sangian diharapkan waspada terhadap aktivitas vulkanik Gunungapi Sangiang. Setelah sekitar 2,5 jam perjalanan yang cukup melelahkan melalui laut, tim mendarat di Pulau Sangiang. Tim kemudian melakukan patroli menyusuri hutan di Pulau Sangiang. Hasil pantauan groundcheck yang dilakukan, tim belum menjumpai adanya hotspot disekitar Pulau Sangiang. Tim tidak melakukan penyusuran lebih jauh keatas dikarenakan berdasarkan informasi petugas pemantauan gunungapi Sangiang dengan ketinggian 1.949 mdpl masih dalam status waspada dan dalam radius sekitar 1,5 km masyarakat dilarang mendekati puncak. Berdasarkan hasil.pemantauan groundcheck lapangan dapat disimpulan bahwa hotspot yang terpantau melalui satelit LAPAN merupakan aktivitas gunungapi Sangiang yang berada di puncak. Status kawasan di Pulau Sangiang dengan luas 15.300 ha terdiri beberapa status yaitu Cagar Alam Pulau Sangiang luas 7.429,75 ha, Hutan Produksi Terbatas (HPT) luas 4.640,95 dan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan luas 3.229,30 ha. CA Pulau Sangiang ditetapkan melalui SK. Menhut No. 2559/ Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 7 April 2014. Selain potensi flora dan fauna yang cukup tinggi, antara lain jenis-jenis satwa dilindungi yaitu rusa, kuakiau, dan beberapa jenis elang masih ditemukan di kawasan ini. Sumber Informasi : SKW III Balai KSDA NTB, 2017
Baca Berita

Dirjen KSDAE Menjadi Pembicara Dalam "Pelestarian Pusaka Indonesia"

Jakarta, (29/8/2017). Dirjen KSDAE didaulat menjadi pembicara dalam acara sosialiasasi pelaksaan International Conference of National Trust 2017 (ICTN) serta dalam kegiatan pelestarian pusaka. Acara ini dilaksanakan oleh Kompas kerjasama dengan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) bertempat di Bentara Budaya Jakarta (Palmerah Jaksel). Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh nasional seperti Ninuk Mardiana Pambudy (Wakil Redaksi Kompas), Hashim Djojohadikusuma (Ketua Dewan Pembina BPPI), Amanda Katil Niode (Manager The Climate Reality Project Indonesia), Radar Panca Dahana (sasterawan dan budayawan), serta Catrina Pratiri Kubontubuh (Ketua BPPI). Wiratno selaku Dirjen KSDAE menyampaikan bahwa "pengelolaan kawasan konservasi, termasuk taman-taman nasional yang luasnya lebih dari 16 juta hektar atau 223 kali lipat Singapura, ke depan akan dikelola dengan prinsip-prinsip keterbukaan dan pelibatan kelompok masyarakat, dan pemerintahan desa-desa di sekitarnya atau di dalamnya. Inilah yang disebut sebagai “membangun socio culture and economic buffer dalam pengelolaan taman nasional”. Sebenarnya bukan hanya taman nasional saja, namun seluruh model pengelolaan hutan di tanah air harus menerapkan prinsip ini" Salah satu "quot of the day" dari Dirjen KSDAE " Hutan ini merupakan pinjaman generasi mendatang kepada kita, kita harus kembalikan kepada keadaan yang secantik-cantiknya". Sumber : Datin KSDAE Pemberian Cinderamata oleh Ketua Dewan Pembina BPPI kepada Dirjen KSDAE
Baca Berita

Saka Wanabakti TN Matalawa Selenggarakan Lomba Lintas Alam

Waingapu, 29 Agustus 2017. Untuk pertama kalinya lomba lintas alam (LLA I) diselenggarakan Saka Wanabakti Taman Nasional Matalawa Kwartir Cabang Sumba Barat (Binaan SPTN I Waibakul). Kegiatan LLA I ini dilaksanakan pada tanggal 26 s.d. 27 Agustus 2017, dengan mengambil lokasi di Bumi Perkemahan Waikabubak. Lomba lintas alam ini mengusung tema “Lestarikan Hutanku untuk Kejayaan Negeriku”, kegiatan ini juga sekaligus memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke -72 tahun serta Hari Ulang Tahun Pramuka yang Ke 56 Tahun. Peserta lomba berasal dari gugus depan (gudep) SMP dan SMA di lingkup Kwarcab Sumba Barat, dengan total peserta 150 orang. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir tamu undangan yaitu Saka Wanabakti Kwarcab Sumba Tengah dan Saka Bayangkara Kwarcab Sumba Barat. Kegiatan yang dilombakan pada LLA ke-1 meliputi: pengembaraan (lintas alam), baca puisi, melukis satwa endemik, cipta lagu pelestarian lingkungan, hasta karya dengan daur ulang sampah dan cerdas cermat. Dari akumulasi hasil perlombaan, juara ke-1 diperoleh oleh SMP Kristen Waikabubak, sedangkan juara ke-2 dan ke-3 diperoleh oleh SMP Kristen Wanukaka dan MTs N Waikabubak. Pada acara penutupan perkemahan sekaligus penyerahan piala penghargaan, pembina upacara yang dipimpin oleh sdr. Suyogia Nur Aziz selaku Instruktur Saka Wanabakti TN Matalawa. Dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah menjadi juara, dan ucapan terimakasih kepada para panitia, peserta dan pembina pendamping yang telah membantu kelancaran jalannya kegiatan. Selain itu, para peserta yang ikut berpartisipasi sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Saka Wanabakti TN Matalawa Kwarcab Sumba Barat, karena kegiatan LLA adalah yang pertama dilaksanakan. Mereka berharap kegiatan bisa berlanjut pada LLA ke-2 pada tahun 2018 dengan melibatkan seluruh gerakan pramuka di Bumi Sumba. Vivery Okthalamo, S.Hut PEH Pertama Balai TN. MaTaLaWa Sumba – Nusa Tenggara Timur
Baca Berita

PELEPASLIARAN KUCING BATU (Pardofelis marmorata) DIKAWASAN TNGP

Sukadana-Kayong Utara, 29 Agustus 2017. Balai TNGP dan BKSDA Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang melalui Resort Sukadana melakukan pelepasliaran satu ekor Kucing Batu (Pardofelis marmorata) ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung tepatnya di RPTN Sedahan, SPTN Wilayah I Sukadana. Kucing Batu yang dilepasliarkan merupakan hasil temuan masyarakat yang diserahkan kepada petugas BKSDA Kalbar, Resort Sukadana dalam kondisi sehat. Kucing Batu (Pardofelis marmorata) merupakan satwa yang dilindungi sesuai dengan peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Penyerahan satwa oleh masyarakat merupakan tindakan nyata untuk pelestarian hidupan liar sehingga tindakan tersebut patut diapresiasi. Sumber : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Penyerahan Orangutan dari Warga Desa Sangkima

Samarinda, 29 Agustus 2017. Orangutan berjenis kelamin betina, berumur 3 tahun dengan berat tubuh 8 kg diserahkan oleh masyarakat Desa Sangkima Kecamatan Sangata Selatan kepada Balai Taman Nasional Kutai pada hari Jumat tanggal 25 Agustus 2017 lalu, yang kemudian pada keesokan harinya Kepala Balai Taman Nasional Kutai (TNK) meneruskan laporan ke Balai KSDA Kalimantan Timur (Kaltim). Kepala Balai KSDA Kaltim Bpk. Ir. Sunandar Trigunajasa menegaskan bahwa segera lakukan penyelamatan yang dipimpin Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Tenggarong untuk melakukan penyelamatan. "Tim Rescue SKW II Tenggarong bergerak ke Sangata pada Senin 28 Agustus 2017, lalu menerima Orangutan tersebut dari Kepala Resort Sangkima Balai TNK" ucap Sunandar. Tim lalu membawa Orangutan kembali ke Samarinda untuk diserahkan ke Yayasan Jejak Pulang agar dilakukan proses rehabilitasi. Orangutan merupakan salah satu satwa liar dilindungi yang masuk dalam kategori terancam punah, populasinya terus menurun karena habitat alami yang semakin berkurang, untuk itu Balai KSDA Kaltim bersama dengan Balai Penelitian Teknologi KSDA Samboja dan Yayasan Jejak Pulang telah melakukan kerjasama sesuai dengan Surat Perjanjian Kerjasama Nomor PKS.44/K.18/TU/ KSA.1/04/2017, 270/BP2TKSDA/4/2017, 01/YJP/ PKS/2017 tentang Konservasi dan Penelitian Orangutan Kalimantan beserta Habitatnya di Provinsi Kalimantan Timur. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Timur.
Baca Berita

Penilaian METT BTN Batang Gadis

Panyabungan,28 Agustus 2017 Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) pada tanggal 28 Agustus 2017 menyelenggarakan Penilaian METT (Management Effectiveness Tracking Tool) yang diadakan di Aula Rapat Kantor Balai Taman Nasional Batang Gadis. Bekerjasama dengan NGO Conservation International Indonesia dan di Fasilitasi oleh Direktorat Kawasan Konservasi yakni oleh Ibu Fitri Noor Ch. dari BBKSDA Sumatera Utara sebagai Fasilitator dengan mengundang berbagai pihak seperti: Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Madina, Camat, Kepala Desa, NGO, Penggiat Konservasi, OKR, kegiatan ini terbilang sukses dilaksanakan. Kegiatan yang difasilitasi oleh Direktorat KK ini berlangsung selama satu hari penuh, dan memberikan hasil yang dianggap ini sangat membantu dalam evaluasi pengelolaan kawasan TNBG sendiri. Hasil dari Penilaian METT TNBG 28 Agustus 2017 memperoleh Skor 70%. Hasil ini meningkat dibanding hasil dari Penilaian METT tahun lalu TNBG memperoleh Skor 61%. Hal ini berarti ada peningkatan yang dicapai pengelola dalam mengelola kawasan TNBG saat ini. Sumber: BTN Batang Gadis
Baca Berita

Revisi Zonasi TNGMb Tanpa Meninggalkan Mandat Penunjukkan

Bogor, (29/8/2017). Tahap akhir dari Revisi Zonasi Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) yaitu pembahasan/penilaian tingkat Pusat yang dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Agustus 2017 bertempat di Ruang Komodo Ditjen KSDAE Jalan Juanda 15 Bogor. Revisi zonasi ini telah melalui proses evaluasi zonasi, pembahasan tingkat internal Balai, Konsultasi Publik Tk. Propinsi Jawa Tengah. Tim Revisi zonasi yang dikomandani oleh Kepala Balai TNGMb beserta seluruh pejabat struktural Balai TNGMb menyampaikan paparan mengenai revisi zonasi di TNGMb. Kegiatan pembahasan/ penilaian ini juga diikuti oleh perwakilan dari seluruh Direktorat yang ada di Ditjen KSDAE. Latar belakang dari revisi zonasi ini adalah dalam perkembangan sekarang zonasi yang ada perlu dilakukan penyesuaian dengan dinamika pengelolaan kawasan di lapangan dan regulasi yang berkembang dalam rangka mencapai tujuan/mandat pengelolaan. Diharapkan adanya revisi zonasi TNGMb ini mampu mengakomodir berbagai kepentingan seperti ekologi, sosial ekonomi, pariwisata, dan konservasi dengan harapan agar pengelolaan dapat berjalan optimal dan berkesinambungan dengan dukungan dari berbagai pihak terkait tanpa meninggalkan mandat pengelolaan yaitu sebagai sumber mata air bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya, habitat flora dan fauna dilindungi, pengembangan potensi wisata alam dan budaya melalui perlindungan ekosistem hutan hujan tropika pegunungan. Sumber: TN Gunung Merbabu
Baca Berita

Rhino Goes to School

Labuan, 29 Agustus 2017. Rhino Goes To School (RGS) merupakan salah satu kegiatan sosialisasi pengelolaan kawasan TN. Ujung Kulon dengan target siswa sekolah di daerah penyangga TN. Ujung Kulon. Tahun 2017 ini, kegiatan RGS dilaksanakan dengan target audience siswa tingkat sekolah dasar (SD). Pada tanggal 29 Agustus 2017, Balai TN. Ujung Kulon telah melaksanakan kegiatan RGS kepada siswa sekolah dasar di 20 desa, dimana 15 desa merupakan desa yang berbatasan langsung dan 4 desa tidak berbatasan langsung, serta 1 sekolah yang berada di dekat kantor Balai TN. Ujung Kulon di Labuan. Kegiatan RGS pada masing – masing sekolah dilaksanakan oleh 4 (empat) orang pelaksana, yang terdiri dari staf Balai TN. Ujung Kulon (1 orang) dan melibatkan 3 (tiga) orang pelaksana lainnya yang berasal dari Pegawai Harian Lepas (PHL), Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA), Kader Konservasi, Kelompok Tani Konservasi (KTK) dan masyarakat penggiat konservasi lainnya. Materi dan cara penyampaian disesuaikan dengan target sosialisasi yaitu siswa sekolah dasar kelas 4, 5 dan kelas 6. Topik yang dimasukkan dalam materi meliputi fungsi perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan di kawasan TN. Ujung Kulon. Materi sosialisasi diberikan secara langsung menggunakan banner. Sebelum dan sesudah penyampaian materi, dilakukan pre-test dan pos-test yang bertujuan untuk mengukur pengetahuan dan efektivitas teknik penyampaian materi. Selain penyampaian materi konservasi, juga dilakukan diskusi, tebak-tebakan, dan menyanyi sehingga kegiatan RGS berjalan seru dan menarik perhatian siswa sekolah. Berdasarkan hasil pre-post test diketahui bahwa siswa sekolah dasar yang dikunjungi dalam RGS tahun ini, dapat memahami, menerima informasi dan mengerti mengenai informasi dasar tentang pengelolaan TN. Ujung Kulon, seperti misalnya tipe ekosistem, nama – nama objek wisata/nama pulau, jenis – jenis satwa, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di hutan TN. Ujung Kulon serta kapan peringatan hari badak sedunia. Pada kegiatan tersebut, Balai TN. Ujung Kulon juga menyediakan 25 bingkisan peralatan sekolah untuk setiap sekolah yang diberikan kepada siswa sekolah yang kurang mampu dan atau yang berprestasi. Selain itu, juga dibagikan gantungan kunci dan stiker untuk siswa yang bisa menjawab pertanyaan terkait pengelolaan kawasan TN. Ujung Kulon. Kegiatan RGS ini mendapat respon yang baik dari pihak sekolah, khususnya para siswa. Bapak Amir, SS Kepala Sekolah SD Tugu 2, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini baiknya dilakukan secara rutin sehingga siswa bisa mendapatkan informasi mengenai badak jawa dan TN. Ujung Kulon yang kemudian dapat melanjutkan informasi tersebut kepada orang tuanya. Respon tak kalah menarik disampaikan oleh Guru SD Rancapinang 1, yang menyampaikan bahwa siswa sangat gembira jika mendapat kunjungan dari petugas PPA (catatan, staf Balai TN. Ujung Kulon lebih sering dipanggil PPA yang mengacu pada status pengelolaan kawasan TN. Ujung Kulon di masa lalu) daripada dikunjungi oleh petugas Puskesmas atau mantri kesehatan, karena jika yang datang petugas Puskemas maka mereka takut akan di suntik sedangkan jika petugas PPA yang datang pasti akan mendapat cerita badak jawa dan diberi stiker. Semoga pelaskanaan kegiatan “Rhino Goes To School” dapat memberi informasi kepada siswa sekolah dasar di daerah penyangga kawasan TN. Ujung Kulon terkait badak jawa dan pengelolaan lainnya yang dilakukan oleh Balai TN. Ujung Kulon. Semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat baik ke siswa sekolah dan juga ke sekolah yang dikunjungi. “BADAK JAWA, HANYA KITA YANG PUNYA…. TIDAK ADA BADAK, TIDAK BAGUS !!!” Sumber : Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

Komitmen bersama dalam penanggulangan kebakaran hutan di Taman Nasional Baluran

Situbondo, 29 Agustus 2017. Semangat itu tercermin dalam Apel Konsolidasi Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan di Taman Nasional Baluran. Hadir dalam apel siaga yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 29 Agustus 2017 adalah Kapolres Situbondo bertindak sebagai pembina apel dengan peserta antara lain : Taman Nasional Baluran, Perum Perhutani, TNI, Polri, BPBD, MPA, MMP, Saka Wana Bhakti dan Sahabat Baluran lingkup Kabupaten Situbondo. Dalam arahannya Kapolres Situbondo menyampaikan bahwa meskipun tercatat beberapa kali terjadi peristiwa kebakaran hutan terutama di wilayah hutan Taman Nasional Baluran, namun dengan soliditas dan quick respone segenap pihak, kebakaran tersebut dapat segera teratasi. “Pemberitaan media massa sepatutnya juga dilakukan secara berimbang dan mengedukasi masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla” lanjut AKBP Sigit Dany Setiono, SH, SIK, M.Sc dalam arahannya. Dalam apel ini juga dilakukan simulasi penanggulangan kebakaran hutan oleh Brigdalkar bersama Masyarakat Peduli Api dan Masyarakat Mitra Polhut. Ucapan terima kasih disampaikan oleh Kepala Balai Taman Nasional Baluran. “Kebersamaan dan soliditas ini harus selalu kita jaga dalam penanganan kebakaran hutan” ungkap Ir. Bambang Sukendro, MM dalam sambutannya. Diakhir acara dilakukan penandatanganan kesepakatan dalam komitmen bersama penanggulangan kebakaran hutan di Taman Nasional Baluran oleh Kapolres Situbondo, Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Kepala BPBD Situbondo, TNI, Perum Perhutani dan Jajaran Muspida Kabupaten Situbondo. (iq/baluran)
Baca Berita

Penilaian METT Balai TN Berbak Sembilang

Jambi, 29 Agustus 2017. Untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan yang telah dilakukan Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang dalam pencapaian tujuan dan sekaligus mengetahui perolehan nilai efektivitas pengelolaanya, Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang (BTNBS) bekerjasama dengan Zoological Society of London (ZSL) sebagai mitra kerja BTNBS melalui project Tiger GEF–UNDP menyelenggarakan penilaian METT kawasan TN Berbak Tahun 2017 pada tanggal 28-29 Agustus 2017 bertempat di Odua Weston Hotel Jambi. Acara penilaian METT ini dihadiri oleh stakholeder terkait dalam pengeolaan kawasan TN Bebak (Bappeda Propinsi Jambi, Dinas Kehutanan Propinsi Jambi, Universitas Jambi, BKSDA Jambi, BPKH Wilayah XIII Pangkal Pinang, ZSL dan Wetland Internasional. Acara penilaian secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Taman Nasioanal Berbak Ir. Pratono Puroso, MSc, dan dilanjutkan dengan penyampaian materai terkait METT oleh Rudijanta Nugraha NPM Tiger Project GEF-UNDP sebagai Fasilitator penilaian METT. Kepala Balai TNBS menekankan agar tidak terjebak dengan nilai yang ingin dicapai tetapi lebih kepada proses penilaian dan mengidentifikasi ruang-ruang perbaikan pengelolaan. Penilaian METT dilakukan dengan metode FGD dimana setiap peserta merupakan narasumber yang memilki argument, pengalaman dan pemahaman masing-masing untuk menentukan nilai. Pada tahun 2015 penilaian METT kawasan TN Berbak sebesar 60% sesuai dengan SK Dirjen KSDAE Nomor : 357//KSDAE-SET/2015 tanggal 31 Desember 2015, pada tahun 2017 dari hasil penilian METT kawasan TN Berbak dengan total penilian 64 dengan uraian konteks 100 %, perencanaan 63 %, input 78 %, Proses 70 %, output 33 % dan outcame 88 % dengan nilai akhir penilaian METT TN Berbak tahun 2017 sebesar 70 %. Nilai tersebut meningkat sebesar 10 % dari nilai yang sebelumnya telah ditetapkan pada tahun 2015. Sumber : Balai TN Berbak dan Sembilang
Baca Berita

Kampanye Pencegahan Kebakaran Hutan Demi Zero Fire Di Gn. Merbabu

Boyolali (29/8/2017). Puncak Musim kemarau tahun 2017 diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung pada bulan Agustus 2017. Hal ini dapat dirasakan dimana suhu udara yang cukup tinggi dan kecepatan angin yang cukup kencang. Musim kemarau seperti ini perlu diwaspadai adalah terjadinya kebakaran hutan dan lahan khususnya di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) yang memiliki sabana dan semak belukar yang berpotensi menjadi bahan bakar terjadinya kebakaran. Upaya pencegahan terus dilakukan oleh Balai TNGMb seperti patroli deteksi dini yang melibatkan pihak Muspika, patroli yang dilakukan anggota Masyarakat Mitra Polhut/MMP dan Masyarakat Peduli Api/MPA binaan Balai TNMGb, penyuluhan ke sekolah, kampanye/ sosialisasi pencegahan kebakaraan. Kegiatan kampanye/ sosialisasi pencegahan kebakaran dilaksanakan selama 2 (dua) hari dengan menerjunkan 4 tim ke 4 desa yang berada di sekitar kawasan TNGMb. Desa yang menjadi sasaran kampanye yaitu Desa Tajuk, Desa Kenalan, Desa Candisari dan Desa Wonolelo. Tim kampanye memasang spanduk di tempat-tempat yang mudah dilihat masyarakat dan jalur pendakian, membagikan leaflet dan stiker serta kaos dengan menyampaikan pesan agar turut serta mencegah terjadinya kebakaran dan segera menghubungi pihak TNGMb atau aparat pemerintah apabila melihat titik api dari dalam kawasan TNGMb. Dalam musim kemarau seperti ini agar menghindari perilaku yang dapat menyebabkan timbulnya api seperti membuka lahan dengan membakar, membuat api unggun, meninggalkan bara api yang masih menyala, membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah di dalam kawasan TNGMb. Mari kita jaga kawasan TNGMb agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan.
Baca Berita

BKSDA Aceh Amankan Sepasang Kukang Sumatera

Banda Aceh (29/8/2017). BKSDA Aceh pada tanggal 25 Agustus 2017 petugas Resort Wil 5 Takengon BKSDA Aceh, mengamankan 4 ekor Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) dengan jenis kelamin 2 ekor jantan dan 2 ekor betina dari tangan masyarakat an. Ronni agustino, petani 31 thn d/a kec. Lokasi TKP berada di kampung Bener Ayu, Desa Simpang Lukup Kec. Wih Pesam Kab. Bener Meriah Prop. Aceh. Setelah dilakukan evaluasi oleh petugas selanjutnya sepasang kukang Sumatera hasil serah terima tersebut langsung pelepasliaran di kawasan TB Linge Isaq yang merupakan kawasan habitat satwa kukang. Sumber: BKSDA Aceh

Menampilkan 10.033–10.048 dari 11.141 publikasi