Minggu, 31 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kunjungan ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) TN Danau Sentarum

Putussibau, 22 September 2017. Rombongan Komisi V Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat didampingi oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, dan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) mengunjungi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Taman Nasional Danau Sentarum dan Sekitarnya. Kawasan ini merupakan kawasan konservasi di bawah pengelolaan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Kunjungan kerja ini merupakan kunjungan lapangan dalam rangka monitoring progress/upaya pengembangan pariwisata di kawasan KSPN serta pengumpulan bahan untuk penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA). Kawasan Sentarum dan sekitarnya merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) ke-24 dari 88 kawasan yang di tetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2011 – 2015. Kunjungan dilakukan dengan mengunjungi beberapa destinasi di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan penyangganya. Lokasi yang dikunjungi antara lain Rumah Betang Kedungkang, Dusun Rawan (Semangit) Desa Nanga Leboyan, dan Bukit Tekenang. Dirumah Betang Kedungkang, rombongan membahas persiapan pengembangan kedungkang sebagai salah satu destinasi wisata. Salah satu yang akan dikembangkan antara lain infrastruktur berupa jalan, lahan parikir, penerangan, arena pentas wisata dan dermaga menuju danau luar di Kawasan TNDS. Di Dusun Batu Rawan, Rombongan mengunjungi Rumah Produksi Madu hutan Koperasi APDS yang merupakan Hibah dari pihak BBTNBKDS tahun 2015. Anggota Dewan Berharap Dusun Batu Rawan (Semangit) memiliki potensi wisata yang luar biasa, khususnya dalam wisata pengelolaan madu hutan organik. Di Resort Tekenang, SPTN Wilayah VI Semitau, Kepala Bidang Wilayah III Lanjak menyampaikan presentasi pengelolaan Taman Nasional Danau Sentarum khususnya di Bidang Wisata Alam. Dalam paparannya Gunawan Budi H, S.Hut, M.Si menyampaikan bahwa TNDS memiliki potensi yang luar biasa baik dari aspek ekologi, keanekaragaman hayati maupun sosial budaya. Dibukanya Pos Lintas Badau (PLBN) di nanga Badau merupakan potensi kunjungan wisatawan mancanegara dari Serawak Malaysia. Saat ini BBTNBKDS, Dinas Kebudaayaan dan Pariwisata dan pihak lainnya bekerjasama dalam penyelenggaraan Festival Betung Kerihun dan Danau Sentarum pada bulan Oktober. Dalam papaparannya dijelaskan juga bagaimana rencana dan strategi pengembangan wisata alam TNDS ke depan dalam mendukung program pengembangan kawasan ini menjadi KSPN. Hj. Suma Jenny Heryanti, S.H., M.H, yang merupakan wakil ketua DPRD Provinsi Kalbar sekaligus ketua rombongan ini menyatakan bahwa kawasan TNDS memiliki potensi yang luar biasa dan unik sehingga memiliki nilai jual wisata yang sangat potensial. Sinergitas pemerintah pusat, daerah dan BBTNBKDS menjadi kunci sukses pengembangan kawasan ini menjadi kawasan destinasi wisata unggulan di Kalimantan Barat. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Johanes A Dopong dalam kunjungan ini menyampaikan bahwa dalam pengembangan pariwisata di danau sentarum dan sekitarnya merupakan tanggung jawab semua pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten, UPT BBTNBKDS, dan melibatkan masyarakat secara aktif. Selain itu, upaya pengembangan pariwisata di taman nasional dapat melalui skema investasi pihak lain sesuai dengan peraturan yang berlaku di dalam pengelolaan taman nasional. Politikus Partai Nasdem ini melanjutkan, DPRD Provinsi Kalimantan Barat saat ini sedang membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) Rencana induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA), yang menjadi syarat utama untuk mendapatkan kucuran dana pengembangan pariwisata. Henny Dwi Rini, SH dari partai Golkar dari daerah pemilihan Kapuas Hulu dan Melawi menyampaikan bahwa aspek kebersihan harus dijaga dalam pengembangan pariwisata khususnya di taman nasional, terutama sampah yang masih menjadi masalah krusial di lingkungan tempat tinggal masyarakat. Kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya terutama di kawasan wisata harus dirubah dan menjadi program prioritas dan terintegrasi dalam pengembangan wisata alam. Bapak Muhamad Yusuf selaku Asisten III menyampaikan apresiasi atas kunjungan Anggota DPRD Provinsi Kalbar, dan berharap dalam pengelolaan Taman Nasional Danau Sentarum bekerjasama dengan pemerintah kabupaten kapuas hulu tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang berada di dalam kawasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, telekomunikasi dan lainnya. Kegiatan kunjungan ini dianjutkan dengan trecking ke atas Bukit Tekenang untuk menikmati pemandangan hutan rawa yang dikelilingi sungai dan danau. Panorama bentang alam diatas bukit Tekenang merupakan salah satu Brand Image KSP danau Sentarum. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau Lepasliarkan Burung Liar Hasil Sitaan Petugas Bea Cukai Dumai

Dumai, 23 September 2017. Resort Dumai Seksi KSDA IV Bidang KSDA Wilayah II disaksikan Petugas Bea Cukai, TNI dan Petugas Manggala Agni Daops Dumai melepasliarkan sebanyak 935 ekor burung liar jenis tidak dilindungi undang undang. Burung liar tersebut terdiri dari 572 ekor jalak kerbau ( Acridotheres Javanicus) dan 363 ekor burung kacer (Copsychus Saularis). Sebelum pelepasliaran, telah dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan karantina dan dinyatakan bahwa burung - burung liar tersebut dalam keadaan sehat. Pelepasliaran dilaksanakan di Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai. Burung liar tersebut merupakan hasil penyelundupan melalui wilayah perairan laut Dumai. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Dr. Mahfudz mengatakan bahwa Balai Besar KSDA Riau akan terus meningkatkan pemantauan dan pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar di wilayah kerja melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Kami sangat mengapresiasi kepada petugas di lapangan, ini membuktikan koordinasi sudah berjalan dengan baik. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Honorer Balai TN. Aketajawe Lolobata Bantu Polhut Balai KSDA Ambon Gagalkan Penyelundupan Burung Paruh Bengkok

Sofifi, 24 September 2017. Jumat (23/09), Kapal Motor (KM) Dorolonda yang bertolak dari pelabuhan Ahmad Yani Ternate menuju pelabuhan Yos Sudarso Ambon diketahui salah satu penumpangnya ternyata membawa burung paruh bengkok jenis Nuri Bayan. Pegawai honorer Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) yang naik Kapal Motor (KM) di dek 5 bagian belakang tersebut tanpa sengaja mendengar suara burung Nuri Bayan. Karena memiliki rasa peduli yang besar terhadap keanekaragaman burung paruh bengkok di Maluku Utara serta latar belakang sebagai pegawai honorer pada kawasan konservasi, Zainudin pun mencari informasi terkait pemilik burung tersebut. Zainudin menyimpan informasi yang didapat sampai tiba di Ambon, karena bukan merupakan tupoksinya untuk melakukan tindakan pengamanan dan hanya sebagai penumpang biasa. Informasi yang didapat adalah burung tersebut (Nuri Bayan/ Eclectus roratus) akan dibawa ke Makassar oleh pemiliknya. Setibanya di Ambon, Zainudin yang sudah mengerti dan faham terkait tugas Polisi Kehutanan di kantornya Balai TNAL, segera menghubungi Polhut BKSDA Ambon yang sedang bertugas di pelabuhan laut Ambon. Akhirnya Nuri Bayan sebanyak 2 (dua) ekor tersebut berhasil diamankan oleh petugas Balai KSDA Ambon dan dibawa untuk diamankan ke pos pelabuhan laut Ambon. Sumber : Zainudin Sangaji- Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Kukang Ribang Kemambang

Lahat, 22 September 2017. Tak berselang lama setelah mengamankan seekor Kukang (Nycticebus coucang) dari pemiliknya pada tanggal 18 September 2017 di Kota Pagar Alam melalui upaya penelusuran media sosial, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat BKSDA Sumatera Selatan kembali mengamankan seekor Kukang (Nycticebus coucang) dari Taman Wisata Ribang Kemambang Lahat pada tanggal 20 September 2017. Kepemilikan satwa liar dilindungi tersebut diketahui melalui kegiatan patroli eksitu yang intensif dilakukan oleh petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) 4 Gumai. Kepala BKSDA Sumatera Selatan Genman S. Hasibuan menekankan kepada petugas bahwa selain meningkatkan upaya patroli insitu dalam kawasan konservasi juga penertiban peredaran tumbuhan dan satwa liar dilindungi melalui patroli eksitu tetap dilakukan secara intensif. Penertiban kepemilikan satwa liar dilindungi tersebut bermula dari aktivitas pemantauan oleh petugas RKW 4 Gumai terhadap Taman Wisata Ribang Kemambang yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Lahat melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Ribang Kemambang yang secara kelembagaan berada dibawah Dinas Pariwisata Lahat. Setelah dilakukan komunikasi maka pihak pengelola taman wisata tersebut bersedia menyerahkan Kukang (Nycticebus coucang) melalui Bapak Burlian, SE selaku Kepala UPTD Ribang Kemambang kepada SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan yang diwakili oleh Bapak Kamaludin selaku Kepala RKW 4 Gumai. Untuk selanjutnya Kukang (Nycticebus coucang) yang berasal dari Taman Wisata Ribang Kemambang Lahat dan hasil penertiban peredaran di Kota Pagar Alam akan dititipkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (Animals Indonesia) di Desa Karang Panggung Kec. Selangit Kab. Musi Rawas untuk diliarkan sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. Sumber : Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Peringatan Hari Badak Sedunia 2017 di TN. Ujung Kulon

Cilintang, 23 September 2017. Balai TN. Ujung Kulon mengadakan serangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Badak Sedunia (World Rhino Day - WRD) Tahun 2017 yang jatuh pada tanggal 22 September 2017. Peringatan WRD 2017 di TN. Ujung Kulon mengambil tema “Di Ujung Cula Badak Jawa”. Tema ini menggambarkan kondisi kritis upaya konservasi badak jawa, namun seperti halnya di setiap ujung perjuangan akan selalu ada harapan untuk keberhasilan demikian pula dengan upaya konservasi badak jawa. Pada puncak peringatan WRD 2017 yang dihadiri oleh Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc, dilakukan release hasil monitoring badak jawa tahun 2016. Berdasarkan data hasil kamera trap, diketahui jumlah minimum badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon pada tahun 2016 sebanyak 67 individu, dengan komposisi jenis kelamin 37 individu jantan dan 30 individu betina serta kelas umur anak 13 individu dan remaja-dewasa 54 individu. Rekaman keberadaan 4 individu anak badak jawa yang diduga lahir di tahun 2016 yang terdiri atas 2 individu jantan dan 2 individu betina menjadi berita gembira dan penyemangat penggiat konservasi ditengah upaya pelestarian badak jawa. Keempat anak badak jawa tersebut akan diberi nama Prabu, Manggala, Irna dan Mayang. Lomba lintas alam “Jelajah Rumah Si Badak” dilakukan sebagai bagian dalam rangkaian kegiatan peringatan WRD 2017 di TN. Ujung Kulon pada tanggal 22 – 23 September 2017. Lomba mengambil rute Cilintang – Seuseupan – Karang Ranjang – Cilintang sepanjang 15 km. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa pecinta alam sebanyak 17 regu. Penilaian lomba meliputi materi konservasi badak jawa, kepecintaalaman, kebersihan dan kekompakan serta kecepatan tim. Juara I diraih oleh Mapalaut Universitas Sultan Agung Tirtayasa Serang, Juara II oleh Mapala Krakatau Fakultas Teknik, Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Serang, dan Juara ke III diraih oleh Poltapala, Politeknik Negeri Lampung. Melalui kegiatan lomba lintas alam ini diharapkan dapat menyebarluasakan informasi konservasi badak jawa di kalangan mahasiswa pecinta alam. Di lokasi puncak peringatan WRD 2017, Cilintang yang merupakan area terdekata dengan habitat badak jawa juga dilaksanakan pameran promosi kerja konservasi dan produk pemberdayaan masyarakat. Pameran ini bertujuan untuk mengenalkan upaya konservasi yang dilakukan oleh BAlai TN. Ujung Kulon dan mitra (WWF dan YABI) serta usaha ekonomi kreatif masyarakat yang berada di daerah penyangga kawasan TN. Ujung Kulon. Kegiatan peringatan WRD 2017 diliput oleh media yang kemudian dilanjutkan kunjungan ke beberapa lokasi wisata di TN. Ujung Kulon yaitu Pulau Handeuleumd dan Pulau Peucang. Dirjen KSDAE berkesempatan untuk mengobrol santai di saung bamboo bersama para ketua kelompok masyarakat di sekitar kawasan TN. Ujung Kulon. Bapak Dirjen KSDAE menyampaikan bahwa dalam bekerja, ada tiga prinsip yang wajib di lakukan yaitu iklas, semangat dan senang. Pada kesempatan yang sama, Dirjen KSDAE juga menandatangani role model untuk TN. Ujung Kulon, menerima bantuan video trap dari WWF Indonesia, serta melakukan penanaman tumbuhan pakan badak Kijahe. “From collective awareness to collective action” demikian pesan kesan Bapak Dirjen KSDAE sebelum meninggalkan panggung WRD 2017 di Cilintang TN. Ujung Kulon. Sumber : Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

Keluar Hutan, Tim Ekspedisi Lolobata 2017 Catat Rekor Baru

Sofifi, 22 September 2017. Akhirnya kegiatan Ekspedisi Lolobata Tahun 2017 di Blok Lolobata kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) telah selesai. Sore hari, tanggal 20 September 2017 tim ekspedisi telah keluar dari belantara Halmahera di gunung Uni-uni kabupaten Halmahera Timur dan disambut dengan hujan rintik-rintik. “HOAAAAAAA.....”, teriak salah satu anggota tim yang merasa senang telah melewati rintangan dan sukses dalam kegiatan ekspedisi. Setelah seluruh anggota tim bermalam di Seksi Wilayah III Subaim, tanggal 21 September tim kembali ke kantor Balai TNAL di Sofifi untuk beristirahat, bersih-bersih dan tentu saja melakukan rekap hasil temuan dalam kegiatan tersebut. Alhasil, setelah melakukan rekap sampai larut malam seluruh tim berhasil menemukan berbagai jenis flora dan fauna maupun bentang alam sesuai dengan bidangnya masing-masing. Salah satunya adalah tercatatnya reptil jenis Candoia paulsoni tasmani atau ular Boa Tanah Halmahera. Dalam buku yang berjudul 107+ Ular Indonesia yang ditulis oleh Riza Marlon tercatat panjang maksimal ular tersebut adalah 64 cm. Akan tetapi tim ekspedisi menemukan jenis ular tersebut dengan variasi panjang yang berbeda-beda, yaitu Candoia paulsoni tasmani dengan panjang 78.5 cm, 87 cm, 94 cm dan yang terpanjang ditemukan adalah 100 cm. Tidak berhenti disitu, ular Candoia paulsoni tasmani tersebut juga ditemukan memiliki 3 (tiga) variasi warna, yaitu ada yang memiliki warna hitam, warna coklat kemerahan dan ada yang memiliki warna coklat muda kekuningan. Sehingga temuan tersebut bisa menjadi data baru dalam literatur tentang reptil khususnya ular di Indonesia. Hasil temuan dalam Ekspedisi Lolobata Tahun 2017 lainnya adalah Kupu-kupu sebanyak 67 jenis, Capung sebanyak 22 jenis, air terjun sebanyak 5 tempat, makam Masyarakat Tobelo Dalam (MTD), dan puluhan flora yang belum terekap semuanya, terutama jenis tanaman Begonia. Jenis-jenis tersebut sebagian masih membutuhkan waktu untuk identifikasi jenis lebih lanjut karena keterbatasan alat dan literatur. “Jenis capung dalam habitat hutan yang lebat seperti ini merupakan jenis-jenis yang spesifik, masih ada 2 jenis capung yang belum bisa kami identifikasi dalam temuan ini”, papar Diagal, anggota Indonesia Dragonfly Society (IDS). “Ekspedisi ini seru dan tantangannya luar biasa, sampai-sampai kami belum menikmati cahaya matahari selama didalam kawasan karena hujan dan kondisi hutan yang masih bagus”, kata Harley B. Sastha yang merupakan penulis perjalanan. “Kami semua sampai kena kutu air”, kelakar Pak Harley. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Menyambut Bidadari Bersama Siswa SMK Kehutanan Manokwari di TN. Aketajwe Lolobata

Sofifi, 22 September 2017. Kegiatan rutin monitoring burung Bidadari Halmahera yang merupakan flagship species Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) kali ini berbeda dengan kegiatan rutin sebelumnya. Kali ini kegiatan monitoring di Resort Binagara, desa Ake Jawi tersebut melibatkan siswa praktek dari SMK Kehutanan Manokwari. Selama kurang lebih 5 (lima) hari dilapangan, akhirnya pada tanggal 21 September 2017 seluruh tim kembali dengan membawa hasil yang memuaskan. Burung Bidadari Halmahera yang dijumpai pada area site monitoring tercatat sebanyak 8 ekor. Memang jumlah perjumpaan berbeda-beda pada setiap monitoringnya. Pada bulan-bulan tertentu jumlah burung yang memiliki nama latin Semioptera wallacii ini bisa lebih dari 10 ekor bahkan menurut wisatawan yang pernah diwawancarai didapatkan jumlah sekitar 20-an ekor. “Torang sudah liat sendiri Burung Bidadarinya Pak”, tutur salah satu siswa PKL dengan penuh semangat. Selain burung Bidadari, jenis cendrawasih lainnya yang dijumpai adalah burung Cenderawasih Gagak atau Lycocorax pyrrhopterus. Yang pada saat dijumpai sedang bersarang dan mengerami telurnya. Tinggi sarang Gagak tersebut sekitar 6 meter dengan memakai anggrek sebagai kamuflasenya. Tim juga berjumpa dengan berbagai jenis burung lainnya didalam kawasan TNAL. “Cenderawasi Gagak betina mengeram, sedangkan Gagak jantannya menjaga area sekitar sarang. Jika ada gangguan, sang jantan terbang ke betina untuk mengajak meninggalkan sarang”, kata Pak Odih, selaku ketua tim lapangan. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Dirjen KSDAE temui Irna, Mayang, Prabu dan Manggala Di TN Ujung Kulon

Sumur, 22 September 2017. Dirjen KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc hadiri peringatan World Rhino Day yang diperingati setiap tanggal 22 September di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). “Diujung Cula Badak Jawa” menjadi tema peringatan World Rhino Day tahun ini. Dengan maksud masih ada harapan terhadap cula badak jawa yang terancam punah karena badak jawa hanya kita yang punya. Selain menghadiri kegiatan tersebut, Dirjen KSDAE juga menandatangani Deklarasi Hari Badak Sedunia Tahun 2017 serta merelase hasil monitoring badak jawa tahun 2016 di TNUK. Penandatanganan tersebut sekaligus pemberian nama 4 anak badak jawa yang lahir ditahun 2016. 2 anak badak jawa jantan diberi nama Prabu dan Manggala, 2 anak badak betina diberi nama Irna dan Mayang. Saat ini terdapat 67 badak jawa di TNUK dengan komposisi 37 badak jantan dan 30 badak betina. Hal ini menunjukkan populasi badak jawa di TNUK masih mengalami perkembangbiakan yang alami. Bersama Kita Bisa ! Selamatkan Badak Jawa Ayo ke Taman Nasional Ujung Kulon Sumber : Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

Indonesia-Tiongkok Realisasikan Breeding Loan Giant Panda

Jakarta, 22 September 2017. Satwa Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca), termasuk kategori Appendiks I CITES dan satwa endemik sekaligus icon bagi negara asalnya, yaitu Tiongkok. Menurut masyarakat Tiongkok, fitur bulu yang berwarna hitam dan putih yang kontras pada Panda terkait dengan sebuah filosofi mengenai keseimbangan yaitu Yin dan Yang. Sifat dasar panda yang lembut, dipercaya mereka, sebagai bukti bagaimana Yin dan Yang dapat membawa kedamaian dan keselarasan ketika mereka dalam keseimbangan. Oleh karena itulah, satwa ini seringkali digunakan sebagai hadiah persahabatan dari negara Tiongkok kepada negara lainnya, selain sebagai salah satu upaya pelestarian Giant Panda di luar habitat aslinya (ex situ). Data terakhir mencatat keberadaan satwa ini di alam bebas semakin langka, hanya sekitar 1800 ekor. Hal ini disebabkan keterbatasan habitat serta sifat alaminya yang memiliki masa berkembangbiak sangat terbatas. Sampai saat ini, tercatat 16 negara telah menjalin kerjasama konservasi Giant Panda dengan negara Tiongkok, yaitu Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Australia, Jerman, Austria, Spanyol, Inggris, Belgia, Perancis, Belanda, Amerika Serikat, dan Kanada. Tahun ini, Indonesia mendapat kesempatan untuk menjadi negara ke-17 yang mendapatkan peminjaman pengembangbiakan (breeding loan) Giant Panda. Inisiasi konservasi satwa ini telah oleh Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sejak tahun 2010, saat peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara. Upaya ini kemudian ditindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah RRT, serta Nota Kerjasama business to business antara PT. Taman Safari Indonesia (TSI), dengan China Wildlife Coservation Association (CWCA), pada tanggal 1 Agustus 2016 di Guiyang, Tiongkok. Dalam hal ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai pembina Lembaga Konservasi (LK), telah menetapkan PT. TSI sebagai lokasi breeding loan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. P. 83/Menhut-II/2014, tentang Peminjaman Satwa Liar Dilindungi ke Luar Negeri untuk Kepentingan Pengembangbiakan, kegiatan breeding loan harus berada di bawah pengelolaan LK. Giant Panda yang akan didatangkan pada tanggal 28 September mendatang ini, merupakan pasangan hasil pengembangbiakan CWCA, dan lahir pada bulan Agustus 2010. Kedua panda tersebut berada dalam kondisi sehat, bernama Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina), dengan berat badan secara berturut-turut sebesar 128 Kg dan 113 Kg. Kedua panda direncanakan berangkat dari bandara Chengdu, Tiongkok, dan transit di bandara Ngurah Rai, Bali, sebelum tiba di Jakarta pada pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, satwa tersebut akan dikarantina di Lembaga Konservasi PT. TSI, Cisarua, Bogor. (*) Sumber : Birohumas KLHK dan Direktorat KKH Ditjen KSDAE
Baca Berita

Aksi Terpadu BBTN Bromo Tengger Semeru Dengan Peresmian Posko Terpadu Karhutla

Malang, 20 September 2017. Bertempat di Jemplang Resort Coban Trisula Bidang PTN Wilayah I Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kapolres Malang AKBP Yude Setiawan Ujung, SIK meresmikan Posko Terpadu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Peresmian Posko tersebut di lakukan setelah Apel Kesiapsiagaan Aparat dan Masyarakat dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah TNBTS Kecamatan Ponco Kusumo Kabupaten Malang. Hadir dalam apel tersebut selain dari Polres Malang, juga dari TNBTS, Kodim 0608 Malang, Perhutani RPH Wilayah Ponco Kusumo, Camat Ponco Kusumo, Kepala Desa Ngadas, Linmas Desa Ngadas dan Perwakilan paguyuban wisata TNBTS (paguyuban kuda, Jeep, asongan dll). Kapolres Malang selaku pembina Apel menyampaikan arahan bahwa " Masalah kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menjadi isue Kabupaten Malang tetapi sudah menjadi isue internasional, lebih lanjut Indonesia berada pada posisi strategis di garis khatulistiwa dan perlintasan 5 benua. Indonesia merupakan paru-paru dunia penyumbang terbesar oksigen (O2) yang salah satunya dari hutan di Kabupaten Malang ini, sehingga perlu dijaga kelestarian hutan tersebut. Beliau menggambarkan lebih lanjut bahwa akibat kebakaran hutan di wilayah sumatera (Riau dan Jambi) dan Kalimantan, Indonesia pernah di gugat secara Perdata oleh Singapura karena asap (akibat kebakaran hutan dan lahan) mencemari udara Singapura, padahal jika kita berfikir sebaliknya O2 yang dihirup Singapura yang dihasilkan oleh hutan Indonesia, selama ini Indonesia tidak pernah menerima konpensasi apa-apa. Dengan yakin Kapolres Malang pun mengatakan jika kebakaran hutan atau kerusakan hutan terjadi begitu hebat, maka 1 atau 2 tahun es yang ada di kutub utara dan selatan akan mencair dan membanjiri atau menenggelamkan daerah yang dekat dengan wilayah kutub tersebut. Beliau juga mengajak agar masing-masing kita niatkan ibadah dalam hati untuk menjaga keseimbangan alam atau menjaga kelestarian hutan, karena jika sudah diniatkan ibadah dalam menjaga pelestarian hutan maka segala aktivitas yang dilakukan apakah itu patroli, penyuluhan atau penjagaan akan mendapat balasan pahala dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa sekaligus mendapat manfaat lain dari kelestarian kawasan hutan tersebut. Diakhir arahannya beliau kembali mengajak agar kita bersama-sama menjaga kelestarian hutan khususnya hutan TNBTS. Bahkan lebih jauh dengan bijak beliau sampaikan jika dalam kepentingan pertanian membakar menjadi pilihan terakhir, agar dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Desa, Kecamatan, TNBTS, Polsek dan Koramil agar proses pembakaran areal pertanian dipastikan atau mendapat jaminan tidak akan menyebar ke wilayan lain apalagi ke dalam kawasan hutan TNBTS. Ucapan terimakasih juga disampaikan Polres Malang atas partisipasi, peran dalam menjaga dan melestarikan hutan TNBTS sebagai asset negara yang tidak ternilai harganya ini. Setelah apel beliau berkenan melihat-lihat peralatan kebakaran hutan yang dimiliki oleh TNBTS dan mendapat penjelasan dari Kepala Seksi PTN Wilayah II TNBTS. Beliau juga meninjau bukit savana teletubies dan laut pasir bromo yg banyak dikunjungi oleh wisatawan. Semoga dengan peresmian Posko Terpadu Pengendalian Kebakakaran Hutan dan Lahan di Jemplang Resort PTN Coban Trisula TNBTS ini semakin meningkatkan peran dan tanggung jawab semua elemen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kawasan TNBTS. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

BKSDA Aceh Selenggarakan Konsultasi Publik Rancangan Blok Pengelolaan SM Rawa Singkil

Banda Aceh, 20 September 2017. BKSDA Aceh didukung USAID-Lestari menyelenggarakan kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Blok dan Lokakarya Tujuan Pengelolaan SM/KPHK Rawa Singkil bertempat di Hotel Oasis, Banda Aceh. Kegiatan dihadiri oleh Dinas LHK Aceh, Bappeda Aceh, Bappeda Kab Aceh Selatan, Singkil dan Kota Subulussalam, Camat sekitar kawasan, mukim sekitar kawasan, keuchik sekitar kawasan serta mitra LSM, dengan jumlah peserta sekitar 100 orang. Konsultasi publik bertujuan untuk meminta masukan para pihak terhadap rancangan blok yang telah disusun oleh tim gabungan BKSDA Aceh, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten/Kota sekitar kawasan, perguruan tinggi dan LSM. Dalam kesempatan ini juga disampaikan nilai penting SM Rawa Singkil baik untuk kepentingan masyarakat maupun hidupan liar yang ada di dalamnya. Blok SM Rawa Singkil dibagi menjadi blok perlindungan, blok pemanfaatan, blok rehabilitasi dan blok khusus. Salah satu yang mengemuka dalam diskusi adalah usulan perubahan nama SM Rawa Singkil menjadi SM Rawa Trumon-Singkil mengingat sebagian besar kawasan ada di wilayah Trumon, Aceh Selatan. Sumber : Balai KSDA Aceh
Baca Berita

Kunjungan Cinta Dirjen KSDAE ke Resort Cinta Raja TN Gn Leuser

Cinta Raja, 17 September 2017. Dirjen KSDAE beserta rombongan mengunjungi restorasi di Resort Cinta Raja. Di lokasi tersebut Dirjen dan rombongan di sambut oleh kepala BPTN Wil.III Balai Besar TN Gunung Leuser (BBTNGL) dan direktur YOSL-OIC. Selain kunjungan, Dirjen juga bernostalgia bersama staff kebanggaannya yang sekarang menjabat sebagai kepala resort cinta raja (keleng ukur). Dirjen KSDAE menyampaikan apresiasi kepada pengelola restorasi atas kinerja tim dari BBTNGL dan YOSL-OIC karena dapat mengembalikan fungsi kawasan TNGL. Selain berdiskusi dengan pengelola, Dirjen juga berdiskusi dengan para volunteer asing yang sedang melakukan studi lapangan di lokasi restorasi. Selain berdiskusi, Dirjen beserta rombongan juga melakukan kegiatan penanaman. Kunjungan dilanjutkan ke Tangkahan, yang disambut hangat dari para mahot dan pengelola wisata tangkahan. Dirjen juga disambut oleh sahabat- sahabatnya (okor, wak Yun, Ruth dan lain-lain) semasa bertugas di TNGL. Dalam sesi diskusi, Dirjen sangat takjub dengan perkembangan Tangkahan saat ini. Ruth salah satu pengelola wisata tangkahan yang juga sahabat dari Dirjen menuturkan penghasilan dari wisata di Tangkahan ini dapat mencapai 1 Milyar/thn. Angka yang sangat fantastik karena pengelolaan wisata tangkahan tersebut dilakukan secara swadaya masyarakat. Dirjen KSDAE di sela-sela diskusi menyampaikan kebanggaannya terhadap sahabat-sahabatnya yang menjadikan tangkahan berubah dari penebang kayu menjadi pelaku wisata. Ia juga menyampaikan bahwa tangkahan adalah contoh bagi desa-desa sekitar kawasan TNGL khususnya dan umumnya bagi TN lainnya. Diakhiri dengan mandi bersama dan berdiskusi santai di sungai Batang serangan di lokasi wisata Tangkahan, Dirjen dan rombongan memberi makan dan berfoto bersama gajah-gajah jinak Tangkahan. Sumber : Balai Besar TN Gunung Leuser
Baca Berita

Konsultasi Publik Kecamatan Wakai Balai TN Kep Togean

Ampana, 20 September 2017. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean telah melaksanakan kegiatan “Konsultasi Publik Tingkat Kecamatan Rencana Pengelolaan (RP) dan Rancangan Zonasi “ di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Una-Una di Desa Wakai pada hari Selasa tanggal 19 September 2017. Kegiatan ini mengundang Kepala Desa dan perwakilan Desa/BPD di tiga (3) wilayah Kecamatan, yaitu Kecamatan Batudaka, Una-Una, dan Togean. Konsultasi publik ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai TN Kepulauan Togean (TNKT), Ir. Bustang dan dihadiri pula oleh Asisten II Kabupaten Tojo Una-Una, Drs. Moh. Kasim Muslaini, MH. Kegiatan konsultasi publik ini bertujuan untuk mensosialisasikan tentang rancangan zonasi Taman Nasional Kepulauan Togean dan sebagai tindak lanjut dari masukan/aspirasi dari konsultasi publik tingkat desa sebelumnya. Penentuan dan penetapan zona pengelolaan ini tentunya bertujuan agar terwujudnya pengelolaan kawasan TNKT yang efektif dan efisien melalui pengelolaan ruang kawasan secara maskimal. Masukan masyarakat dari kegiatan ini yaitu agar peta hasil penentuan/penetapan zona ini juga dapat diberikan kepada masing-masing desa sebagai pedoman dan informasi kepada masyarakat. Selain itu dalam kegiatan ini juga dilakukan konsultasi publik RPJP Taman Nasional Kepulauan Togean 2018 – 2027. Dokumen ini disusun dari hasil inventarisasi potensi kawasan, penataan kawasan dalam zona dengan memperhatikan fungsi kawasan, aspirasi para pihak dan rencana pembangunan daerah. Hasil konsultasi publik terkait dengan RPJP, masyarakat meminta agar pihak TNKT dapat membuat program dan rencana aksi pencegahan dan penegakan hukum terhadap aktivitas destructive fishing yang semakin meresahkan serta kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Hasil konsultasi publik RPJP dan rancangan zonasi tingkat kecamatan ini selanjutnya akan menjadi dasar dalam pelaksanaan konsultasi publik tingkat Kabupaten yang direncanakan dilaksanakan di Ampana, ibukota Kabupaten Tojo Una-Una. Sumber : Balai TN Kepulauan Togean
Baca Berita

Sail Karimunjawa 2017

Karimunjawa, 20 September 2017. Acara Sail Karimunjawa 2017 di prakarsai oleh Diaspora Pemprov Jateng dan Pemda Jepara dari hari senin tanggal 18 September 2017 sampai dengan rabu 20 September 2017. Kegiatan dimulai dari hari senin pukul 16.00 WIB seperti lomba mewarnai untuk anak SD dan TK yang dikoordinir oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa dan UPTD Karimunjawa. Peserta lomba mewarnai diikuti sekitar 98 anak SD dan TK. Lomba menyanyi hanya diikuti anak SMP dan SMA, serta tarian oleh sanggar karimunjawa pada malam hari yang dilanjutkan sambutan Camat dan Bupati sekaligus membuka acara. Selasa pagi dilaksanakan senam bersama antara Bupati dan masyarakat dilanjutkan bersih alun-alun, penyambutan para yachter oleh Bupati (ada 6 yacht). Kemudian malam harinya pertunjukan fashion show oleh para yachter, dan dilanjutkan gala dinner dengan Muspika, UPT lainnya seperti Taman Nasional Karimunjawa, Syahbandar. Untuk rabu akan dilaksanakan lomba kapal hias, tarik tambang, dan lomba memasak. Rombongan Diaspora Pemprov Jateng, Bupati Jepara, dan Diaspora Jepara kembali ke Jepara hari rabu tanggal 13 September 2017 pukul 11.00 WIB. Sumber : Sutris Haryanta, SH - Ka SPTN II & Kristiawan - PEH Balai TN Karimun Jawa
Baca Berita

Hujan Jarang, Daop Sangkima TN Kutai Siaga Kebakaran Hutan Dan Lahan

Kutai Timur, 20 September 2017. Memasuki Bulan September 2017, curah hujan yang turun di wilayah Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Kutai Timur sangat sedikit jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Hal tersebut dapat dilihat melalui indikator banyaknya titik hotspot yang terpantau baik melalui satelit maupun hasil patroli dilapangan. Dalam sepekan ini saja sudah lebih dari 5 titik hotspot yang terpantau di kawasan dan sekitar kawasan Taman Nasional Kutai, meskipun dengan tingkat confidence level yang bervariasi. Yang terbaru adalah hasil pantauan LAPAN pada tanggal 19 September 2017, terdapat 1 titik hotspot dengan tingkat confidence level mencapai 81 % pada koordinat N 0.462968 E 117.439308 dan telah dilakukan groundcheck dengan hasil dinyatakan sebagai obyek yang terbakar di dalam kawasan. Luasan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 ha di jalan poros Sangatta - Bontang km 10 Kampung Dayak Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. Jarak dari jalan raya ke titik hotspot berjarak 3,2 km pada koordinat N 00.46781° E 117.43817° Begitupun halnya dengan hasil patroli lapangan, berbanding lurus dengan hasil pantauan satelit dimana telah banyak terpantau asap kebakaran hutan. Pada tanggal 19 September 2017 kemarin Manggala Agni Daops Sangkima bersama-sama dengan personil Balai TN Kutai melakukan pemadaman pada 2 (dua) lokasi yang berbeda. Lokasi pertama kebakaran hutan berada di KM 9 jalan poros Sangatta - Bontang dengan titik koordinat N 00.47102 E 117.48189 dengan vegetasi terbakar berupa semak belukar dan pepohonan bekas tebasan menggunakan parang. Akses menuju loksi pemadaman di tempuh dengan jalan kaki ± 600 meter dari unit kendaraan. Pemadaman di lakukan mulai jam 15.10 s/d 17.50. Dari pemilik lahan (Ibu Sumarti) diketahui bahwa tujuan pembakaran lahan yaitu untuk perluasan lahan yang akan digunakan menanam padi. Luas yang terbakar diperkiran ± 1 ha. Lokasi ke-2 kebakaran hutan adalah jl. Poros Bontang- Sangtta Km 13 Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur pada koordinat N 00.44248 E 117.48115. Dengan perkiraan luas area terbakar 0,7094 ha. Vegetasi yang terbakar yaitu semak dan pakis-pakisan yang sudah dirintis dengan menggunakan parang. Menurunnya intensitas curah hujan, menuntut adanya peningkatan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran hutan. Tipologi kebakaran di Taman Nasional Kutai dan sekitarnya adalah kebakaran yang di sengaja yaitu pembukaan kawasan maupun lahan dengan cara membakar. Sebagai gambaran bahwa SPTN Wilayah I Sangatta khususnya resort Sangkima dan resort Sangatta memiliki kerentanan bahaya kebakaran hutan, mengingat masih adanya pemukim yang mendiami kawasan. Pola pengelolaan lahan yang mereka anut pada umumnya yaitu membuka kawasan / lahan dengan cara membakar yang mana hal itu diturunkan secara turun temurun oleh pendahulu mereka. Hal inilah yang menjadi sumber penyebab maraknya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia termasuk di kawasan konservasi Taman Nasional Kutai dan sekitarnya. Kewaspadaan dan siaga menjadi kunci agar kebakaran hutan dapat di deteksi secara dini sehingga dapat meminimalkan angka luasan areal terbakar. Sumber : Balai TN Kutai
Baca Berita

BBTN Gunung Leuser Visit to School SMA Negeri 1 Kota Bahagia, Aceh Selatan

Aceh Selatan, 16 September 2017. Siswa SMA Negeri 1 Kota Bahagia, Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan temu konservasi alam bersama petugas TN. Gunung Leuser (TNGL) Sabtu, (16/9/17) di ruang aula sekolah. “Nambah pengetahuan ya. Kita bisa tau manfaat menjaga kawasan hutan, mengenal TN. Gunung Leuser lebih dekat dan mendapatkan informasi potensi unggulan TNGL”, tutur salah seorang siswa Rita. "Kegiatan temu konservasi alam ini di dukung melalui program BCCPGLE KfW – BBTNGL serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan" tegas Kepala SPTN Wilayah II Kluet Utara, T. Irmansyah, S.Hut dalam sambutannya. Sekolah formal di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, BPTN Wilayah I Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan menjadi sasaran yang dituju. Bentuk kegiatan yang dilakukan petugas TN. Gunung Leuser bersama siswa/i melalui pemahaman materi pendidikan lingkungan hidup, pengenalan dini mengenai dampak buruk kerusakan hutan, berbagi informasi tentang potensi yang dimiliki TN. Gunung Leuser dan arti penting menjaga kelestariannya secara berkelanjutan dan berakhir dengan pemutaran film konservasi alam Indonesia. Pengedali Ekosistem Hutan (PEH) TNGL, Arif Saifudin, S.Si mengatakan "temu konservasi alam telah dilaksanakan pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA di sekitar kawasan penyangga (buffer zone) TN. Gunung Leuser". Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Kota Bahagia, Irwansyah, S.Pd berharap kegiatan kunjungan konservasi alam ke sekolah seperti ini bisa terus berlanjut secara berkala. Menurutnya, program ini membawa dampak positif terhadap lingkungan dan generasi muda. Sumber : Balai Besar TN Gunung Leuser

Menampilkan 9.857–9.872 dari 11.141 publikasi