Kamis, 11 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Review AD/ART Kelompok Kerja Kawasan Pengelolaan Desa Nyamuk

Karimunjawa - Selasa, 3 Oktober 2017, Setelah menandatangani kontrak Role Model "Manfaat Ekonomi dan Kemitraan dalam Pengelolaan Zona Tradisional Bersama Masyarakat Desa Nyamuk" pada rakornis akhir bulan yang lalu, Balai Taman Nasional Karimunjawa hari ini melakukan review AD/ART Kelompok kerja pengelolaan desa Nyamuk. Review AD/ART ini bertujuan untuk menyempurnakan AD/ART yang telah disusun pada 16 Juni 2016 yang lalu. AD/ART merupakan salah satu syarat agar kelompok kerja KPDN memiliki legalitas hukum (berakta notaris dan memiliki NPWP). AD/ART juga merupakan salah satu syarat bagi Pokja KPDN untuk mengajukan perjanjian kerjasama dengan BTNKJ. Review dilaksanakan di kantor SPTN II Karimunjawa, pengurus Pokja KPDN yang hadir adalah Ketua: Pak Sumidi, Sekertaris: Kusmiatun, Bendahara: Muhammad Amron. Sedangkan dari Balai TNKJ dihadiri oleh Kepala Balai, KSPTN 1, KSPTN II, Karest Nyamuk dan beberapa staff SPTN II Karimunjawa. Sumber: BTN Karimunjawa
Baca Berita

Ganti Nahkoda, TN. Aketajawe Lolobata Tetap Berlari

Sofifi, 2 Oktober 2017. Pagi cerah menjadi suasana yang hangat dalam acara lepas sambut Kepala Balai dan serah terima jabatan Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Sadtata Noor Adirahmantha, S.Hut., MT sebagai Kepala Balai TNAL periode 2013-2017 diberikan amanah baru untuk mengelola kawasan Balai Konservasi Sumber Daya ALam (BKSDA) Kalimantan Barat. Sebagai gantinya, Muhammad Wahyudi, SP., M.Sc yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Teknis Konservasi di Balai Besar Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru akan menjadi nahkoda baru dalam pengelolaan kawasan TNAL. Begitu pula dengan orang nomor 2 (dua) di TNAL. Kasubag TU periode 2015-2017, Ibu Rosna juga melaksanakan serah terima jabatan kepada Kasubag TU TNAL yang baru, Ibu Lilian yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Ternate, BKSDA Maluku. Dalam sambutannya, Pak Tata, sapaan akrab mantan Kepala Balai TNAL menyatakan “Jika niat kita baik dalam bekerja dan berhasil, maka dengan sendirinya masyarakat akan mengenang hasil kerja kita”. Acara tersebut dihadiri oleh para pihak dan mitra yang bekerjasama dengan TNAL. Antara lain Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, TNI, Polri, PT Antam sampai beberapa Kepala Desa disekitar kawasan. Kepala Balai TNAL yang baru, Pak Wahyudi juga menyampaikan terima kasih kepada para undangan dan akan berusaha meneruskan hal-hal yang baik yang telah dilaksanakan oleh Pak Tata. Setelah acara lepas sambut selesai, Kepala Balai langsung mengadakan rapat dengan seluruh pegawai TNAL. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Dua Bukti Perdagangan TSL Dalam Satu Hari

Bengkulu, 29 September 2017. Dalam satu hari Balai KSDA Bengkulu menerima penyerahan barang bukti tindak pidana perdagangan TSL dilindungi di dua wilayah hukum, yaitu Provinsi Bengkulu dan Lampung. Penyerahan dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Argamakmur, Bengkulu dan Kejaksaan Negeri Lampung Barat, Lampung. Barang bukti yang diterima adalah kulit harimau sumatera beserta bagian tubuh lainnya. Penyerahan barang bukti dilakukan untuk memenuhi putusan pengadilan di masing-masing wilayah. Pada tanggal 13 Mei 2017 yang lalu, berhasil ditangkap 2 orang yang diduga berperan sebagai pemburu dan penjual satwa liar jenis harimau sumatera di wilayah Putri Hijau, Bengkulu Utara. Penangkapan ini berhasil berkat kerjasama dengan Tim PHS TNKS, BBTNKS, Jajaran Kepolisian Sektor Putri Hijau dan Polres Bengkulu Utara. Proses pengadilan terhadap para pelaku telah dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2017 dan para pelaku pun mendapat hukuman kurungan penjara selama 3 tahun. Pasca proses peradilan mempunyai kekuatan hukum tetap, barang bukti berupa awetan kulit harimau diserahkan oleh Kejaksaan Negeri Agramakmur Bengkulu Utara kepada Balai KSDA Bengkulu. Serupa dengan proses yang terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara, Balai KSDA Bengkulu melalui Seksi Konservasi Wilayah III Lampung menerima penyerahan satu lembar lengkap kulit harimau sumatera dan bagian-bagian tubuh lainnya dari Kejaksaan Negeri Lampung Barat. Penyerahan ini dilakukan untuk menjalankan putusan Pengadilan Negeri Liwa berkenaan dengan tindak pidana perniagaan satwa yang dilindungi yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Semoga putusan pengadilan terhadap para terdakwa akan menciptakan efek jera. Dengan demikian, harapannya, kejahatan terhadap TSL dilindungi dapat berkurang secara signifikan. Sehingga upaya konservasi tumbuhan dan satwa liar baik di habitat alami (in situ) maupun di luar habitat (ex situ) dapat berjalan lebih efektif. Lebih dari itu, semoga tujuan kelestarian tumbuhan dan satwa liar dapat terwujud. Sumber: Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Promoting Eco-Tourism in West Kalimantan and Sarawak

Putussibau, 02 Oktober 2017. Bertempat di Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BKDS), dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Promoting Eco-Tourism in West Kalimantan and Sarawak” dengan tujuan meningkatkan jumlah pengunjung ekowisata di Kalimantan Barat dan Sarawak, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekowisata dan meningkatkan pengelolaan konservasi “protected area system”. Kegiatan ini diharapkan dapat menggali potensi ekowisata yang akan dikembangkan di Kalimantan Barat dan Sarawak, dapat menyediakan informasi mengenai perkembangan ekowisata di Kalimantan Barat dan Sewarak, serta dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada dan mungkin akan muncul kedepan dalam pengembangan ekowisata di Kalimantan Barat dan Sarawak. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Indonesia (Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kuching, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau, Kantor Imigrasi Badau, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kapuas Hulu dan Badan Pengelola Perbatasan –PLB Badau), Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, Biro Travel, dan Perwakilan dari Sarawak State Malaysia (Forestry Departemen Sarawak, Kantor Imigrasi Sarawak dan Biro Perjalanan Sarawak). Pada kesempatan pembukaan Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir menyampaikan even ini adalah yang pertama dilakanakan di Kapuas Hulu. Kapuas Hulu dan Sarawak walaupun beda negara sebenarnya adalah dekat, dekat dalam hal jarak maupun budaya. Kapuas Hulu mempunyai destinasi unggulan yaitu Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum, yang memiliki kekhasan yang unik namun masih mmemerlukan pengembangan sarana prasarana dan promosi yang intensif. Perlunya soliditas dan koordinasi antara beberapa pihak terkait seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian PUPR, pihak terkait lainya dan yang tidak kalah penting adalah masyarakat. Masyarakat memerlukan pembangunan infrastruktur dan yang tidak kalah penting adalah pembangunan manusianya, imbuhnya. Pengembangan pariwisata di perbatasan ini merupakan salah satu cara mewujudkan “Nawa Cita” Presiden Jokowi, yaitu membangun dari pinggiran dan perbatasan. Kepala Balai Besar TNBKDS, Arief Mahmud dalam sambutannya menyampaikan dalam pengembangan ekowisata banyak kendala dan permasalahan yang dihadapi, kegiatan ini diharapkan bisa membantu memberikan solusi permasalahan ekowisata yang ada di Kapuas Hulu. Besar harapan kegiatan ini bisa menjadi pembejaran, bisa memberi solusi, dan bisa menjadi ajang tukar informasi antar pihak yang terkait dalam pengembangan ekowisata di kapuas hulu, imbuh Arief dalam sambutanya. Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem yang dalam hal ini diwakili oleh Dr. Widada (Kepala Sub Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air). Dalam sambutan Dirjen KSDAE yang dibacakan oleh DR. Widada, disampaikan bahwa pengembangan pariwisata harus dapat memberikan manfaat semaksimal mungkin untuk masyarakat terutama masyarakat yang ada disekitar obyek wisata. Senada dengan Bupati Kapuas Hulu, Dirjen KSDAE menyampaikan bahwa dalam pelaksanaanya, pengembangan pariwisata tidak dapat berjalan sendiri, namun harus melibatkan para pihak terkait. Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi langkah-langkah pengembangan pariwisata di kapuas hulu dan Sarawak. Penanggung Jawab Berita: Dian Banjar Agung (Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan BBTNBKDS)
Baca Berita

TN MATALAWA Peringati Hari Kesaktian Pancasila Bersama Pemerintah Daerah Sumba Timur

Waingapu, 2 Oktober 2017. Bertempat di halaman kantor Bupati Sumba Timur, Taman Nasional Matalawa bersama dengan pemerintah Daerah Sumba Timur melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) tahun 2017. Upacara peringatan HKP tahun 2017 dimulai pada pukul 07.30 WITA, dan dipimpin langsung oleh Bupati Sumba Timur (Gideon Mbilijora) Selaku inspektur upacara. Peserta upacara berasal dari unsur SKPD dan instansi vertikal kementerian /lembaga lingkup Sumba Timur. Hari Kesaktian Pancasila sendiri jatuh pada tanggal 1 Oktober, dalam perjalanannya Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia mendapat banyak tantangan dan usaha-usaha untuk merubah Pancasila sebagai Dasar/Pedoman Negara. Dan hingga saat ini, usaha untuk merubah dan mengganti landasan Negara tersebut masih terus diupayakan oleh pihak-pihak tertentu. Oleh sebab itu, Bupati Sumba Timur dalam sambutannya kembali mengingatkan untuk tidak mudah terprovokasi dan terhasut oleh upaya-upaya untuk menggulingkan Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, beliau juga berpesan kepada setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir pada upacara HPK hari ini, untuk dapat memahami nilai-nilai luhur Pancasila dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Terutama menjaga nilai bhineka tunggal ika yang saat ini sudah mulai luntur, tergerus kemajuan teknologi dan informasi yang terus berkembang. Diakhir sambutannya Bupati Sumba Timur, mengajak seluruh peserta upacara yang hadir untuk bersama-sama mengucapkan SAYA INDONESIA, SAYA PANCASILA. Setelah pelaksanaan upacara hari kesaktian pancasila, digelar ramah tamah antar pimpinan SKPD dan Instansi Vertikal Kementerian/Lembaga lingkup Kabupaten Sumba Timur di Ruang Kantor Bupati Sumba Timur. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antar SKPD dan Intansi lingkup Kabupaten Sumba Timur, serta sharing informasi progres pembangunan dan pengelolaan kawasan TN Matalawa kepada pemerintah kabupaten Sumba Timur. Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Apresiasi Wana Lestari BBKSDA Papua Barat

Sorong, 02 Oktober 2017. Kegiatan wana lestari merupakan kegiatan yang secara periodik dilakukan di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan juga salah satu cara pemerintah memberikan apresiasi terhadap kelompok masyarakat. Pemerintah, dalam hal ini BBKSDA Papua Barat, memandang masyarakat penggiat kelestarian merupakan mitra strategis dalam mewujudkan masa depan lingkungan yanglestari. Lomba wana lestari, di lingkup Balai ini, secara nasional hanya terdiri dari dua kategori saja yaitu Kader Konservasi Alam dan Kelompok Pecinta Alam. Kedua pemenang lomba di tiap kategori diusulkan untuk dinilai pada tingkat provinsi dan nasional. Maksud diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat berupa perorangan, kelompok atau badan usaha yang aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan; dan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah agar dapat meningkatkan antusiasme, motivasi dan peran serta masyarakat dlm melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan. Manfaat dari kegiatan ini adalah sebagai alat komunikasi pemerintah terhadap masyarakat tentang pentingnya peran serta masyarakat bersama pemerintah sebagai salah satu stakeholders dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan. Wana lestari merupakan suatu perlombaan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai salah satu metode penyuluhan yang dilaksanakan untuk menetapkan perorangan, kelompok atau aparat pemerintah yang berprestasi dalam memberdayakan dan mengubah perilaku masyarakat dalam pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan melalui mekanisme penilaian tertentu. Penilaian dilakukan berdasarkan prestasi yang dicapai para kontestan atas inisiatif dan partisipasinya dalam menjalankan tugas di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Penilaian lomba wana lestari dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P. 43/Menlhk/Setjen/Kum.1/5/2016 tanggal 2 Mei 2016 tentang Kader Konservasi Alam dan Kelompok Pecinta Alam. Kader Konservasi merupakan individu yg dianggap telah berjasa di dalam bidang pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan, sedangkan kelompok pecinta alam merupakan kelompok masyarakat yg dianggap telah berjasa di dalam bidang pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan. Penilaian lomba dilakukan melalui berbagai tahap perlombaan, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Selain itu penilaian juga dilaksanakan di tingkat eselon I Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terutama pada kategori Kelompok Masyarakat Pemegang Ijin Hutan Kemasyarakatan, Pengelola Hutan Desa dan Pengelola Hutan Adat. BBKSDA Papua Barat sebagai salah satu unit pelaksana teknis pada Direktorat Jenderal KSDAE bertanggungjawab dalam melaksanakan penilaian terhadap kategori Kader Konservasi Alam, Kelompok Pecinta Alam dan Polisi Kehutanan. Akan tetapi pada tahun 2016, kategori polisi kehutanan tidak dimasukkan sebagai peserta lomba. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Barat
Baca Berita

Proyek Dukung Patroli Rimba Berbasis SMART Di TN Kerinci Seblat

Solok Selatan, 29 September 2017. Kawasan TNKS dengan luasan 1,389 juta ha terletak di 4 provinsi berpotensi menghadapi tekanan (gangguan). Tekanan dimaksud dapat berupa pengambilan dan perburuan tumbuhan dan satwa liar, penebangan, pembukaan lahan dan pertambangan. Selain itu, pemantauan keanekaragaman hayati dan fitur alam di dalam kawasan TNKS juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Guna menekan ancaman dan melakukan pemantauan potensi sumber daya alam tersebut, proyek Sumatran Tiger mendukung Balai Besar TNKS (BBTNKS) melaksanaan patroli rimba di Seksi PTN Wilayah IV Sangir, Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat. Pelibatan masyarakat melalui pengangkatan anggota masyarakat di sekitar kawasan TNKS sebagai Masyarakat Mitra Polhut (MMP) menjadi alternatif bagi pengelola (BBTNKS) untuk memaksimalkan pengamanan kawasan. Patroli rimba ini dilakukan oleh anggota Polisi Kehutanan di Seksi Pengelolaan TN Wilayah IV Sangir, MMP Resor Sungai Lambai dan MMP Resor Batang Suliti. Patroli ini memiliki target pelaksanaan sampai ke zona inti kawasan TNKS. Petugas/tim akan menggunakan sistem camp berpindah dari satu titik ke titik lainnya di dalam hutan dan keluar di lokasi yang berbeda untuk memperluas wilayah patroli. SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool) merupakan sistem pengelolaan data kegiatan lapangan yang bermanfaat untuk mengukur serta meningkatkan kinerja pengelolaan dalam mencapai tujuan-tujuan pengelolaan. Patroli rimba di Seksi PTN Wilayah IV Sangir dilaksanakan menggunakan sistem SMART untuk perekaman dan pengolahan data/informasi dari hasil patroli. Sumber : Balai Besar TN Kerinci Seblat
Baca Berita

Siswa SMA Negeri 2 Bontang Tanam Mangrove Di TN Kutai

Bontang, 1 Oktober 2017. Generasi muda merupakan generasi yang diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung kelestarian lingkungan. Apalagi ketika keinginan untuk ikut melestarikan alam tersebut benar-benar berasal dari kecintaan mereka terhadap alam yang semakin hari semakin mengalami kerusakan akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Siswa-siswi SMA Negeri 2 Bontang menjadi salah satu contoh bahwa generasi muda masih banyak yang peduli terhadap alam sekitarnya. Dalam rangka pendidikan lingkungan bagi anggota baru, pada tanggal 1 Oktober 2017 para siswa yang tergabung dalam ekstra kurikuler pecinta alam "Go Green" melaksanakan penanaman bibit mangrove di wilayah Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai. Selain para siswa, guru-guru juga terlibat dalam kegiatan penanaman tersebut. Wilayah yang ditanami merupakan wilayah mangrove yang sebelumnya pernah dirusak oleh masyarakat. Dengan adanya penanaman mangrove tersebut, wilayah yang sudah rusak diharapkan dapat kembali menjadi lebih baik dan bisa menunjang kehidupan di sekitarnya. Menurut pembina ekstra kurikuler pecinta alam "Go Green", selain melibatkan siswa-siswi SMA Negeri 2 Bontang, beberapa siswa dari sekolah lain juga diundang untuk terlibat dalam acara penanaman tersebut, mengingat sekolah lain belum banyak yang memiliki kegiatan serupa. Dengan keterlibatan sekolah-sekolah lain dalam kegiatan cinta alam, diharapkan semakin banyak siswa sekolah yang semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan.# Sumber : Balai TN Kutai
Baca Berita

Timika Lakukan Upaya Penyelamatan Satwa Dilindungi

Timika, 29 September 2017. Tim SKW II Timika Balai Besar KSDA Papua yang dipimpin langsung oleh Kepala SKW II Timika, Bambang H. Lakuy, S.P, bersama Polhut Balai Taman Nasional Lorentz, melakukan Patroli Bersama dan Sosialisasi TSL yang dilindungi pada masyarakat. Patroli bersama ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat akan adanya satwa yang dilindungi diperjualbelikan ataupun dipelihara. Dari kegiatan, tim berhasil menyelamatkan satwa yang terdiri dari 6 Mambruk Selatan (Goura scheepmakeri), 3 Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea), 1 Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) dan 1 Perkici (Trichoglossus sp). Satwa tersebut kemudian dititipkan di kandang transit Dept Environment PT. Freeport Indonesia. Upaya Patroli Bersama dan Sosialisasi TSL diharapkan dapat menekan peredaran satwa yang dilindungi di pasaran. Sumber Informasi : Bambang H. Lakuy, S.P (Kepala SKW II Timika BBKSDA Papua)
Baca Berita

Pemulihan Ekosistem di Resort Gunung Putri

Cianjur, 30 September 2017. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melaksanakan kegiatan pemulihan ekosistem dilaksanakan di Zona Rehabilitasi Blok Cipendawa Resort PTN Gunung Putri (areal perluasan eks. Perhutani) seluas 3 Ha. Tujuan kegiatan ini untuk memulihkan kembali ekosistem di sekitar aliran Sungai Cipendawa yang saat ini kondisinya terbuka karena adanya aktifitas garapan oleh masyarakat setempat. Upaya pemulihan ekosistem ini didukung oleh PT. Tirta Fresindo Jaya Plant Cianjur (Mayora Group). Dalam kegiatan ini ikut berpartisipasi Dandim Cianjur, Danramil Pacet, Danramil Cugenang, Bintara Pembina Desa (Babinsa) lingkup Kodim Cianjur, Kepala Desa Sukatani, tokoh dan kelompok masyarakat ekowisata Desa Sukatani (KTH. Puspa Lestari). Bibit yang ditanam merupakan jenis tanaman asli lokal sebanyak 1.000 pohon (Rasamala 700 batang, Manglid 100 batang; Puspa 100 batang; dan Huru 100 batang). Bibit tanaman ini bantuan dari PT. Tirta Fresindo Jaya Plant Cianjur (Mayora Group). Sumber : Isna Farhanuddin – Polisi Kehutanan Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Resort Camba Bentuk Kelompok Ekowisata Karst Leang Pute

Bantimurung, 1 Oktober 2017. Beberapa minggu lalu telah dicetus Kelompok Pengelola Ekowisata Karst Leang Pute yang bertempat di Dusun Pattiro Desa Labuaja Kab. Maros pada 16 September 2017. Pada kegiatan tersebut dihadiri segenap personil Resort Camba, kelompok kerja Pelayanan Balai Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung, Kepala Desa Labuaja, serta masyarakat dusun Pattiro yang merupakan calon anggota kelompok pengelola ekowisata ini. Balai TN Bantimurung Bulusaraung bersama dengan pemerintah kabupaten Maros melaui pemerintah desa setempat memprakarsai sekaligus memfasilitasi pembentukan kelompok Pengelola Ekowisata Karst Leang Pute. Kepala Resort Camba berharap masyarakat turut andil berperan dalam pengelolaan taman nasional ini. Peran mayarakat ini dapat diwujudkan melalui pengembangan ekowisata yang dimiliki di desa Labuaja. “Leang Pute adalah adalah aset yang tak ternilai. Gua vertikal ini sudah terkenal sebagai gua terdalam di Indonesia. Tinggal sekarang bagaimana kita mengelola dan memasarkannya” ujar Zainal Arifin, Kepala Resort Camba. Pemerintah setempat melalui Ibu Kepala Desa Labuaja menyampaikan dukungan akan rencana pembentukan kelompok pengelola ekowisata karst Leang Pute ini. “Kami siap mendukung kelompok ekowisata ini. perlu kami tambahkan bahwa masyarakat desa juga berkeinginan untuk mengembangkan puncak Bulu Tombolo sebagai destinasi wisata baru di Maros. Saya kira ke depan kedua destinasi ini bisa dipadupadankan” kata Nurbaeti Lanti, Kepala Desa Labuaja. Masyarakat Pattiro terutama kalangan muda sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini. Melalui serangkaian diskusi dan pembahasan maka disepakati pengurus inti kelompok pengelola ekowisata Karst Leang Pute dengan menunjuk Andas selaku ketua, M. Taufiq Hidayat sebagai sekertaris, dan Nur Aini sebagai bendahara. Masih dibutuhkan serangkaian pertemuan lagi sebelum kelompok baru ini siap dikukuhkan. Sumber: Mansur dan Boy Ronnald – Staf Balai TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Uji Coba Identifikasi Kompetensi Jabatan PEH Di Papua

Jayapura, 1 Oktober 2017. Pelaksanaan uji coba identifikasi kompetensi jabatan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk wilayah Provinsi Papua dilaksanakan di Jayapura oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) pada tanggal 28 September 2017. Adapun peserta yang ikut dalam uji coba ini berasal dari UPT Kementerian LHK di Provinsi Papua yaitu Balai Besar KSDA Papua, BPHP Wilayah XV Jayapura, BPKH WIl. X Jayapura, BPDAS HL Memberamo, Balai TN. Lorentz dan Balai TN. Wasur. Pelaksanaan uji coba yang dilakukan berupa aplikasi online untuk mengidentifikasi kompetensi jabatan PEH khususnya kompetensi teknis dengan menjawab soal-soal yang disusun oleh tenaga ahli berdasarkan Peraturan Menteri LHK nomor P. 67 tahun 2016. Adapun tujuan uji coba tersebut adalah memetakan secara aktual kompetensi jabatan fungsional PEH untuk rekomendasi pengembangan sesuai kebutuhan. Standar kompetensi PEH meliputi kompetensi manajerial dan kompetensi teknis. Mengacu pada Permen LHK on. P.67 tahun 2016, diketahui bahwa uji kompetensi teknis dilakukan dengan cara PEH menjawab soal-soal, verifikasi portofolio, wawancara observasi dan praktek yang diuji oleh asesor. Pelaksanaan uji kompetensi teknis berbasis aplikasi online memberi gambaran bahwa respon BPPSDM terhadap kemajuan teknologi sangat adaptif sehingga cukup efektif dan efisien di dalam pelaksanaannya ke depan sehingga dapat menghemat waktu pelaksanaan, di mana PEH dapat menjawab soal-soal kompetensi teknis lebih awal menggantikan tes tertulis sebelum dilakukan verifikasi portofolio, wawancara, observasi dan praktek oleh asesor. Sumber Informasi: Danial Idris - PEH BBKSDA Papua
Baca Berita

TN Kutai Fasilitasi Pelatihan Pemandu Wisata di Desa Swarga Bara

Sangatta, 1 Oktober 2017. 29 September s/d 1 Oktober 2017 Balai Taman Nasional Kutai menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat desa binaan di Desa Swarga Bara. Desa Swarga Bara, Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu desa penyangga sekaligus desa binaan Taman Nasional Kutai yang selama ini mengembangkan kegiatan ekowisata dengan nama Ekokabojaya. Sebagai desa yang menjadi pintu gerbang wisatawan yang akan masuk ke objek wisata alam Prevab Taman Nasional Kutai (satu-satunya tempat pengamatan kehidupan liar Orangutan morio di dunia), masyarakat desa Swarga Bara selain mengembangkan kegiatan ekowisata di desanya juga memiliki peluang untuk ikut serta terlibat dalam pengelolaan wisata di Taman Nasional Kutai. Salah satu peluang tersebut adalah keterlibatan masyarakat sebagai pemandu wisata. Berdasarkan kebutuhan dan peluang tersebut, maka Balai Taman Nasional Kutai menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata yang diikuti oleh 30 orang anggota kelompok sadar wisata Ekokabojaya. Kegiatan yang dilaksanakan di Peternakan Sapi Terpadu (PESAT) PT Kaltim Prima Coal tersebut dibuka oleh Kepala SPTN Wilayah I Sangatta, Boedi Isnaini, S.Hut. Selama 3 (tiga) hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait kepariwisataan alam. Adapun Narasumber pelatihan berasal dari Balai Taman Nasional Kutai, Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, dan Himpunan Pramuwisata Indonesia. Kegiatan pelatihan ini merupakan upaya konkrit Balai Taman Nasional Kutai untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kelompok masyarakat desa binaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat termasuk di Desa Swarga Bara. Semoga dengan adanya kegiatan pelatihan pemandu wisata ini, masyarakat bisa lebih mengembangkan diri untuk dapat menjadi pemandu wisata yang siap memberikan pelayanan prima dan menjadi “tuan rumah” yang baik bagi para wisatawan dan akhirnya dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.# Sumber : Balai TN Kutai
Baca Berita

Balai TN Bunaken Ikuti Ajang Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP)

Manado, 1 Oktober 2017. Kelompok swadaya Masyarakat Cahaya Tatapaan dari Desa Popareng dan Kelompok nelayan Cahaya Trans dari Desa Popooh pada SPTN Wilayah 2 Taman Nasional Bunaken mengikuti ajang tukar pembelajaran dengan Forum Peduli Keberlanjutan PAAP Seribu yang dimulai tanggal 25 September - 1 Oktober 2017 bertempat di Pulau Harapan, Pulau Kelapa Dua Kep. Seribu, Jakarta, dan Bogor. Kegiatan tersebut dimaksudkan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas kelembagaan kelompok serta mengapresiasi capaian aktivitas lapangan yang dilakukan kelompok di Taman Nasional Bunaken dan Taman Nasional Kep. Seribu yang menjalankan Program kampanye Pride PAAP, bekerja sama dengan Rare Indonesia mengimplementasikan Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Fish Forever 2014-2017. Bertukar pengalaman dalam proses pembentukan PAAP dan menjalankan program PAAP ini antara kelompok PAAP site TN Bunaken dengan TN Kep Seribu. Juga berbagi pengalaman dalam pengelolaan area PAAP di TN Bunaken dan TN Kep. Seribu. Adapun Capaian kelompok Cahaya Tatapaan dan Cahaya Trans yang telah melakukan aktivitas berbagi pembelajaran di PAAP Seribu antara lain : Diharapkan setelah dilaksanaknnya kegiatan ini, kemandirian kelompok semakin terbentuk & dapat menjadi kelompok nelayan yang terus berkembang dan berinovasi dalam mengelola kawasan konservasi khususnya zona tradisional kawasan Taman Nasional Bunaken, sehingga dapat menjadi kelompok percontohan untuk kelompok nelayan lainnya di kawasan Taman Nasional Bunaken ataupun di Indonesia. Sumber : Eko Wahyu Handoyo, S.Hut - PEH Balai TN Bunaken
Baca Berita

BBKSDA Papua Bentuk Kader Konservasi Tingkat Pemula

Jayapura, 1 Oktober 2017. Upaya menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar turut berperan serta dalam upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya di sekitar Kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Balai Besar KSDA Papua menyelenggarakan kegiatan Pembentukan Kader Konservasi Tingkat Pemula Tahun 2017 di Desa Binaan Kampung Tablasupa pada tanggal 28 s.d 30 September 2017. Dalam sambutan pembukaan acara, Pelaksana Harian Balai Besar KSDA Papua, Irwan Efendi, S.Pi., M.Si menyampaikan bahwa dengan pembentukan Kader Konservasi diharapkan mampu berperan aktif dalam menumbuhkembangkan dan menggerakkan upaya-upaya konservasi di tengah-tengah masyarakat. “Kader Konservasi merupakan unsur penting dalam pembinaan cinta alam karena merupakan unsur pelopor dan penggerak dalam upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya serta diharapkan dapat berperan aktif bersama pemerintah dalam mewujudkan manusia yang sadar konservasi” ungkapnya. Kegiatan jam pelajaran sebanyak 25 jam pelajaran, terdiri dari 16 jam pelajaran teori dan 7 jam pelajaran praktek lapangan dan 2 jam pelajaran untuk kegiatan (teknik) pelaporan dan diskusi yang dibawakan pemateri oleh Balai Besar KSDA Papua, Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Badan SAR Jayapura dan Forum Komunikasi Kader Konservasi (FK3I) Papua. Jumlah peserta Kader Konservasi sebanyak 40 orang terdiri dari : Desa Binaan sebanyak 3 orang, Masyarakat Mitra Polhut sebanyak 5 orang, Komunitas Papua Reptil Mania sebanyak 2 orang, Komunitas Pemerhati Lingkungan sebanyak 4 orang, Masyarakat Peduli Api sebanyak 2 orang, Mahasiswa Universitas Cenderawasih (UNCEN) sebanyak 8 orang dan Sekolah Menegah Atas sebanyak 6 orang serta 10 orang dari Bakti Rimbawan dimana setiap peserta menginap di rumah warga masing-masing sebagai home stay dengan tujuan Pengembangan Kampung Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Adat di Kampung Tablasupa. Sumber Info : Chandra Irwanto Lumban Gaol, S.Hut - Penyuluh Kehutanan BBKSDA Papua
Baca Berita

Sosialisasi Awik-Awik Bersama 6 Desa di TN Gn Rinjani

Joben, 30 September 2017. Balai TN. Gunung Rinjani (BTNGR) adakan kegiatan Sosialisai Awik-awik/peraturan bersama 6 Desa dan cara pengisian form bagi masyarakat pemanfaat rumput (Hasil Hutan Bukan Kayu). Kegiatan dilaksanakan 25/09/2017 sampai dengan 30/09/2017 di wilayah Resort Joben SPW II BTNGR. Kegiatan Senin, 25/09/2017 dilaksanakan di Orong Gerisak Desa Tetebatu dihadiri +/- 500 warga Desa Tetebatu dan Tetebatu Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kades Tetebatu Kec. Sikur dan ikut memberikan pengarahan. Juga dibantu MMP Resort Joben. Dilanjutkan pada tanggal 26/09/2017 kegiatan dilaksanakan di halaman kantor Resort Joben dengan sasaran dua Desa yaitu Desa Pesanggrahan dan Desa Pringga Jurang Utara, hadir Kades Pesanggrahan dan kades Pringga Jurang Utara. Adapun masyarakat yg hadir +/- 400 orang. Pada tanggal 29/09/2017 kegiatan dilaksanakan di Gunung Paok Perian kegiatan yg sama dihadiri +/- 300 orang warga Gunung Paok dan Serijata Dan hari terakhir tanggal 30/09/2017 kegiatan Sosialisai awik-awik dan pengisian form bagi masyarakat pemanfaat rumput dilaksanakan di Tereng Wilis dengan sasaran masyarakat dua desa yaitu Desa Perian dan Desa Jenggik Utara. Dihadiri oleh +/- 100 orang masy pemanfaat rumput, Kadus Dasan Tinggi Desa Jenggik Utara dan MMP Resort Joben. Kegiatan Sosialisai awik-awik dan pengisian form bagi masyarakat pemanfaat rumput (HHBK) dilakukan untuk mendata pemanfaat rumput dan mempersiapkan data yang dibutuhkan dalam rangka kerjasama pola kemitraan (PKS) untuk pemberian akses legal bagi masyarakat sekitar kawasan. Sumber : Balai TN Gunung Rinjani

Menampilkan 9.809–9.824 dari 11.141 publikasi