Kamis, 11 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kali Ketiga SKW I Ketapang BKSDA Kalbar Menerima Orangutan Dari Masyarakat

Pontianak, 4 Oktober 2017. Satuan Tugas TSL - Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang BKSDA Kalimantan Barat dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) - Ketapang evakuasi 1 (satu) individu orangutan pada hari Selasa, 3 Oktober 2017. Orangutan (Pongo pygmaeus) tersebut bernama ISIN dengan jenis kelamin betina, berusia ±3 tahun serta dalam keadaan sehat dan liar. Tim menerima ISIN dari Bahtiar yang sehari-hari berkerja sebagai petani, merupakan warga Dusun Sidoarjo, Desa Bayuabang, Kec. Teluk Batang, Kab. Kayong Utara. Bahtiar menemukan Orangutan tersebut pada tanggal 16 september 2017 ketika hendak pergi ke kebun sawitnya yang berjarak ± 1 km dari Hutan Adat. Tim mendapat informasi awal pada hari Sabtu, 30 September 2017, tentang adanya satwa liar jenis Orangutan yang dipelihara oleh warga di Desa Banyuabang Kec. Teluk batang Kab. Kayong Utara. Menindak lanjuti laporan tersebut Kepala Resort bersama staff Resort segera menuju ke lokasi dimaksud berdasarkan informasi yang masuk. Selanjutnya petugas resort menghimbau kepada Sdr. BAHTIAR untuk menyerahkan Orangutan kepada negara melalui BKSDA Kalimantan Barat dan petugas memberikan penyuluhan terkait jenis-jenis satwa yang dilindungi Undang-Undang serta keberadaannya yang berkurang di habitatnya. Berdasarkan penyuluhan dan himbauan yang diberikan oleh petugas, akhirnya Sdr. BAHTIAR bersedia menyerahkan Orangutan kepada petugas. Selanjutnya sebagai upaya animal welfare satwa langsung dititip rawatkan untuk direhabilitasi di YIARI - Ketapang, hingga dapat direlease kembali di habitat aslinya. Untuk jenis satwa Orangutan yang dipelihara masyarakat, merupakan penyerahan secara sukarela yg ke - 3 kepada BKSDA Kalimantan Barat melalui SKW I Ketapang selama kurun waktu tahun 2017. Hal ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa di habitat alamnya. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Budidaya Jamur Tiram Langkah Awal Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang Mandiri

Kalibaru, 3 Oktober 2017. Kepala Resort Malangsari didampingi penyuluh kehutanan SPTN Wilayah III Kalibaru Balai TN Meru Betiri melakukan kunjungan ke rumah pembudidaya jamur tiram. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pendampingan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Balai Taman Nasional Meru Betiri dalam wadah SPKP (Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan). Kehadiran SPKP ini merupakan bentuk implementasi dari Model Desa Konservasi, yang diharapkan dapat membantu memberikan penyuluhan tentang konservasi di wilayah masing- masing juga dapat menemukan solusi untuk permasalahan yang ada di Desa dengan mandiri. Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha yang dilakukan anggota SPKP “Multi Kreasi Sejahtera” Desa Kebonrejo. “Saat ini, ada 500 baglog. Hasil panen satu hari sekitar 2 kg. Namun, jika panen serempak hasilnya bisa mencapai 4-5 kg/hari,” papar Deddy Sugiarto. Pemasaran jamur tiram hasil budidaya masih di sekitar Kalibaru dengan harga jual Rp. 12.000,- / kg. Sedangkan pelanggan langsung per kilo hanya Rp. 10.000,-. Kunjungan selanjutnya di home industri kripik singkong dan tape singkong yang dikelola oleh Eko Siswoyo. Produk yang dihasilkan telah memiliki pemasaran di Kecamatan Glenmore dan Kalibaru. Kemudian ke pembibitan tanaman yang dilakukan oleh Gatot. Pembibitan yang dijalankan dari jenis kopi robusta, cabe jawa, sirsak, nangka, dan terong belanda. Dody Setiawan, SH selaku Kepala Resort Malangsari menuturkan bahwa pendampingan masyarakat dilakukan rutin setiap bulan. Harapan ke depan pihak TNMB, pemerintah daerah dan masyarakat terutama anggota SPKP akan berupaya peningkatkan kualitas dan memperluas pemasaran produk yang dihasilkan. Hutan lestari Masyarakat sejahtera. Sumber : Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Workshop Penyusunan Bahan Interpretasi Alam TWA Gunung Tunak

Gunung Tunak, 4 Oktober 2017. Workshop Penyusunan Bahan Interpretasi Alam di TWA Gunung Tunak, dipadati peserta di gedung pusat pengunjung. Workshop dibuka oleh Kasubdit Pemanfaatan Wisata Alam Ir. Chrystanto mewakili Plt. Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi. Sebanyak 30 peserta yang sebagian besar adalah kelompok binaan Balai KSDA Nusa Tenggara Barat (NTB), Tunak Besopoq, masing-masing satu orang peserta Geopark Rinjani, Dinas Pariwisata Lombok Tengah, dan GIZ mengikuti jalannya pelatihan selama 3 hari dimulai tanggal 4 oktober 2017 sampai dengan 6 oktober 2017 ini. Pada pembukaan acara, hadir selaku pemangku wilayah Kepala Desa Mertak Kecamatan Pujut Lombok Tengah H. Bangun menyambut dan menyampaikan semangat kepada peserta, dilanjutkan dengan kepala Balai KSDA NTB yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Lugi Hartanto menyampaikan sambutan dan informasi mengenai progress kerjasama di TWA Gunung Tunak. Dalam Workshop ini selain materi penyusunan naskah interpretasi yang disampaikan oleh dosen Universitas Airlangga Nurdin Razak, Ir. Is Mugiono, sejarawan NTB Lalu Agus Faturrahman, dan Storyteller Kerajaan Dongeng Herman Husdiawan (Kak wawan). Dalam workshop tersebut juga dilakukan praktik langsung tentang pengambilan data di lapangan, yang output nya adalah bahan interpretasi yang dapat dituangkan dalam bentuk buku informasi, leaflet, papan interpretasi, maupun miniatur kawasan yang dapat menampilkan informasi menarik mengenai potensi flora fauna, budaya dan sejarah kawasan. Sumber : Kurniasih N. A. - Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Selalu Libatkan Masyarakat, Balai TN Manusela Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat

Masohi, 4 Oktober 2017. Sosialisasi Peraturan Bidang KSDAE lingkup Balai TN Manusela dilakukan pada tanggal 23 – 26 September 2016 yang bertempat di Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Wahai. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Manusela yaitu Masyarakat Desa Air Besar dan Masyarakat Desa Pasahari. Acara diisi dengan penyampaian materi berupa pemaparan Peraturan Dirjen KSDAE Nomor : P.12/KSDAE-Set/2015 tentang Pedoman Tata Cara Penanaman dan Pengkayaan Jenis Dalam Rangka Pemulihan Ekosistem Daratan Pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama masyarakat. Selain itu, Balai TN Manusela juga membuat Pembentukan Kelompok Tani bertempat di Kantor Resort Sasarata Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Wahai. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang akan dibentuk sebagai anggota Kelompok Tani. Pelaksanaan Kegiatan Pemulihan Ekosistem mulai dari pembibitan, penanaman dan pemeliharaan akan melibatkan mitra yaitu masyarakat sekitar kawasan yang terbentuk melalui Kelompok Tani. Peningkatan Kapasitas Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 30 September – 3 Oktober 2017. Kegiatan diikuti oleh anggota masyarakat Kelompok Tani melalui pemberian materi Teknik Membangun Persemaian, Teknik Pembibitan, Teknik Persiapan Lahan Tanam, Teknik Penanaman serta Teknik Pemeliharaan dan Perlindungan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan melakukan praktik membuat lubang tanam dan cara menanam sesuai dengan materi yang telah diberikan oleh peserta. Pada akhir kegiatan, dilakukan penanaman bibit Durian oleh Kepala Balai Taman Nasional Manusela. Output dari kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat yaitu anggota Kelompok Tani dapat melaksanakan seluruh proses kegiatan Pemulihan Ekosistem sehingga kegiatan Pemulihan Ekosistem dapat terlaksana dengan baik. Sumber : Balai TN Manusela
Baca Berita

Balai KSDA Kalimantan Timur Lakukan Penyergapan Darat dan Laut Pelaku Illegal Logging

Samarinda, 4 Oktober 2017. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Polhut dan Kepala Resort BKSDA Kalimantan Timur (Kaltim) bersama SPORC Balai Gakkum LHK berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) illegal logging (diduga kayu gelam) di CA Teluk Apar Kabupaten Paser. Tim melakukan penyergapan dari arah laut dan darat. Dari hasil OTT, Tim menangkap tersangka sekitar 17 orang (diduga termasuk pembeli dan penjual) dengan barang bukti Kapal angkut kayu. Barang bukti Kayu tersebut diangkut dengan kapal yang akan langsung menuju Samarinda dengan pengamanan Polhut dan SPORC sebanyak 15 orang. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Timur
Baca Berita

Komunitas Pecinta Lingkungan Bentuk Forum Masyarakat Peduli Rinjani

Mataram, 4 Oktober 2017. Pertemuan beberapa komunitas pecinta lingkungan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 4 Oktober 2017 di Desa Sapit. Pertemuan dihadiri oleh KPLH Sembapala, Sabda Alam Sembalun, Kader Konservasi Tngr, Forum Guide dan Porter, Sasak Backpacker, Mountain Expedition Team, Rinjani Care NTB, STUK Rinjani, Sahabat Pecinta Alam (SPA), PAS dan SPW II Balai TN Gunung Rinjani. Komunitas pecinta lingkungan ini membentuk lembaga yang menaungi beberapa komunitas yang ada sebagai wadah penyampaian aspirasi terkait Rinjani yaitu Forum Masyarakat Peduli Rinjani (MPR). Forum ini menolak dengan tegas pengklaiman, perambahan kawasan TN Gunung Rinjani dengan alasan apapun serta menolak kegiatan ojek di jalur pendakian Rinjani dengan memberikan alternatif lain seperti kuda,sepeda dll. Selain itu Forum ini mendorong segera adanya regulasi tentang diposit sampah Rinjani serta memohon untuk difasilitasi oleh Balai TN Gunung Rinjani dalam pertemuan berikutnya yang akan dilakukan dengan melibatkan beberapa kelompok peduli lingkungan. Sumber : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Lagi, Seekor Elang Brontok Lahir di Gunung Salak

4 Oktober 2017. Pertengahan September 2017, Halimun Salak berhasil merekam terlahirnya seekor Changeable Hawk Eagle atau Elang Brontok. Momen ini terpantau di sisi tenggara Gunung Salak. Hingga berita ini diangkat, anakan elang tersebut diperkirakan berumur dua minggu. Menurut IUCN, satwa yang dalam bahasa latin bernama Nisaetus cirrhatus ini tergolong dalam status least concern. Terdapat 16 jenis burung pemangsa di Halimun Salak dari keluarga Accipitridae dan Falconidae. Elang Jawa, Elang Ular Bido, Elang Hitam, Sikep Madu Asia serta jenis lain hidup dan berkembang biak di Halimun Salak. Beberapa rekaman perjumpaan sebelumnya serta kelahiran ini mengkokohkan Halimun Salak sebagai rumah dan habitat terbaik 'para pemangsa'. Pengamatan intensif akan dilakukan hingga anakan dapat terbang sendiri. Elang Jawa, jenis yang masih satu genus dan kerabat paling dekat, membutuhkan proses hingga empat tahun untuk anakan menuju dewasa. Pada saat itu, Sang Anak sudah menjadi generasi baru yang menempati puncak rantai makanan dan menjamin kehidupan terus berjalan dengan alami. Sumber : Balai TN Gunung Halimun Salak
Baca Berita

Hari Ke-3 Mempimpin TN Aketajawe Lolobata, Muhammad Wahyudi Gelar Rapat Konsolidasi

Sofifi – 4 Oktober 2017, Terhitung hari ke-3 memimpin TNAL, Ka.Balai TN. Aketajawe Lolobata "Muhammad Wahyudi" langsung menggelar rapat konsolidasi bersama ibu "Liliane Komaling" sebagai Kasubag TU yang baru di TNAL. Hadir dalam rapat tersebut para Kepala Seksi wilayah dan koordinator bidang Pemanfaatan, Pengawetan dan Perlindungan serta para staf Balai Taman Nasional Aketajawelolobata. Saat ini, rapat masih berlangsung di pusat informasi TNAL. Suasana santai dalam keakraban terasa dalam rapat tersebut. Di awali dengan presentasi dari Kepala SPTN tentang potensi dan permasalahan serta kegitan - kegiatan yang sudah di jalankan dan yang akan di rencanakan nantinya. Setelah mendengar prenstasi dari Kepala seksi wilayah dan masukan dari beberapa staf TNAL. Kepala Balai TNAL langsung menangapi beberapa masukan dan saran tersebut. Rapat dilanjutkan dengan presentasi dari bagian perencanaan (PPK) tentang kegiatan dan anggaran yang tersedia di tahun 2017 dan yang akan direncanakan pada tahun 2018. "Sistem yang ada di TNAL ini sudah sangat baik, saya tidak akan merubah apa yang sudah dianggap baik dan akan tetap mempertahankannya". Kata kepala Balai TNAL yang ke-4 ini. Beliau menambahkan juga bahwa yang ingin beliau sampaikan adalah "saat ini bidang Konservasi di Indonesia telah bergeser paradigmanya, sesuai dengan arahan Dirjen KSDAE bahwa apapun program dan kegiatan yang dijalankan dalam mengelola kawasan konservasi di Indonesia harus tetap melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya dan masyarakat harus benar-benar merasakan manfaat dari keberadaan kawasan konservasi tersebut". tambah Muhammad Wahyudi. Oleh : M. Sofyan Ansar - BTN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

TN. Aketajawe Lolobata Ikuti Magang GIS di Direktorat PIKA

Sofifi, 4 Oktober 2017. Dalam rangka pemantapan zonasi kawasan dan peningkatan kapasitas pegawai, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) turut mengirimkan salah satu pegawainya dalam kegiatan Magang GIS yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA). Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari mulai tanggal 2 s/d 6 Oktober 2017 di kantor PIKA, Bogor. Peserta kegiatan berasal dari UPT Balai Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam sebanyak 16 peserta. Kegiatan dibuka oleh Bapak Ir. Kuspriyadi S, MP mewakili Direktur PIKA. Dalam sambutannya Pak Kus menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan magang GIS ini adalah sebagai tindak lanjut dari kebijakan Presiden Republik Indonesia tentang One Map Policy atau kebijakan satu peta. Selain membuka acara, beliau juga sebagai narasumber dalam kegiatan. Sesaat sebelum istirahat, peserta yang sedang mendengarkan paparan dari narasumber dikunjungi langsung oleh Ibu Direktur PIKA. Direktur menyampaikan berbagai pengalaman tentang penataan zonasi maupun pengelolaan kawasan yang berkaitan dengan data spasial. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Macaca Nigra Terlihat di Hutan Karaenta

Makassar, 4 Oktober 2017. Tim Balai TN Bantimurung Bulusaraung pada hari jum'at tanggal 29 September 2017 menemukan seekor monyet hitam dewasa dengan jenis kelamin jantan yang diduga dilepas/dibuang oleh seseorang di kawasan hutan karaenta, Resort Pattunuang, SPTN WIL.II, TN. Bantimurung Bulusaraung. Setelah diteliti/diamati secara detail oleh Tim dan Peneliti dari Italai yang sedang melakukan penelitian disekitar lokasi dimaksud, secara morfologi monyet dimaksud memiliki warna rambut yang agak gelap serta terdapat jambul di kepala sehingga dapat disimpulkan bahwa monyet ini lebih mirip macaca nigra yang habitatnya terdapat di Sulawesi Utara. Pada hari selasa, 3 Oktober 2017 satwa tersebut telah diserahkan ke Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Sumber : Balai TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Barikan Kubro 2017, Karimunjawa Menanam

Karimun Jawa – 3 Oktober 2017, Balai Taman Nasional Karimun Jawa bersama Panitia Barikan Kecamatan Karimun Jawa menyelenggarakan kegiatan Barikan Kubro 2017, salah satu dari kegiatan ini yaitu menanam bakau dimana acara ini merupakan lanjutan kegiatan Barikan Kubro tahun 2016. Barikan bagi masyarakat Karimunjawa merupakan prosesi wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Barikan juga dapat diartikan sebagai acara “Tolak Bala”. Rangkaian kegiatan ini dilakukan di Dukuh Nyamplungan Karimunjawa, yang merupakan bekas perambahan kawasan Zona Rimba Taman Nasional Karimunjawa, tepatnya di sekitar Pal TN 3. Kegiatan ini melibatkan 38 orang dari beberapa kelompok yaitu Siswa SMP dan SMK Karimunjawa, penggiat wisata, masyarakat, dua wisatawan mancanegara dan pendamping dari panitia Barikan 2017 dan TN Karimunjawa. Balai Taman Nasional Karimunjawa telah menyiapkan 300 bibit bakau dari jenis Rhizophora stylosa untuk ditanam dalam kegiatan tersebut. Selain itu Balai TN Karimunjawa juga memberikan materi sekilas mengenai hutan mangrove dan teknis penanaman. Kepala Resort Legon Lele SPTN Wilayah II Karimunjawa dalam pendampingannya mengajak generasi muda dan kelompok masyarakat untuk bersyukur kepada Alloh atas nikmat yang diberikan pada Karimunjawa, yaitu kekayaan hayati berupa lima ekosistem. Kepala Resort mengajak untuk selalu peduli terhadap ekosistem tersebut, hutan tropis dataran rendah, mangrove, hutan pantai, padang lamun dan terumbu karang. Pesan untuk generasi muda agar terus menerus peduli lingkungan dan menularkan pesan konservasi kepada masyarakat lainnya sesuai dengan tema Barikan Kubro 2017 “Budaya Pemersatu Bangsa”. Kegiatan ini didukung oleh Taman Nasional Karimunjawa dengan kegiatan Festival Barikan Karimunjawa tahun 2017. Sumber: BTN Karimun Jawa
Baca Berita

MMP Moy BBKSDA Papua Cegah Gangguan Kawasan CA Peg. Cycloop

Jayapura, 3 Oktober 2017. MMP Moy beserta tim BBKSDA Papua termasuk Tenaga Bakti Rimbawan pada tanggal 19 sd 23 September 2017 melakukan kegiatan Patroli pengamanan hutan di CA Peg. Cycloop dengan tujuan untuk mencegah dan membatasi adanya gangguan terhadap kawasan. Kegiatan ini dilakukan di Kampung Maribu, Kampung Dosay dan Kampung Sabron Sari Distrik Sentani Barat. Beberapa aktivitas masyarakat yang merupakan gangguan terhadap kawasan masih ditemui seperti perambahan liar, perburuan satwa liar maupun anggrek. Seperti pada Kampung Sabron Sari yang didiami oleh masyrakat transmigrasi sejak sudah ada sejak tahun 1972 sehingga perambahan paling banyak dijumpai karena tingkat ketergantungan terhadap alam cukup tinggi. Tim senantiasa melakukan penyuluhan, himbauan agar senantiasa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kawasan agar selalu dijaga dan dilindungi agar tetap lestari. Meminimalisirkan terhadap gangguan terhadap kawasan maka secara partisipatif tim membuat dan memasang papan-papan informasi ditempat yang menjadi ativitas masyarakat seperti di akses jalan masuk kawasan, kebun masyarakat yang aktif maupun tidak, pinggiran kali, serta papan himbauan tentang pembuangan sampah. Pada areal kritis dan sepanjang pinggiran sungai tim juga menanam pohon seperti Sagu, Pinang, Kelapa dan Matoa. Sumber Info : Purnama, Ferdinand S. Manobi (Polhut BBKSDA Papua/Pendamping MMP Moy)
Baca Berita

Beruang Madu Dievakuasi Tim Balai KSDA Kalsel

Banjarbaru, 3 Oktober 2017. Tim SKW II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan berhasil melakukan evakuasi 1 (satu) ekor satwa dilindungi Beruang Madu (Helarctos malayanus) dari Desa Simpang 3 Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, tepatnya di areal Ex. Stockpile batubara KM.63. Evakuasi ini lakukan atas dasar laporan dari masyarakat desa Simpang 3 Mataraman ke Kantor SKW II Banjarbaru pada hari Senin, 2 Oktober 2017. Kemudian pada hari Selasa, 3 Oktober 2017 sekitar pukul 10.00 Wita, ditindaklanjuti oleh tim dari SKW II Banjarbaru dan bergerak menuju lokasi yaitu Desa Simpang 3 Mataraman yang menempuh sekitar 1 jam perjalanan. Ditemui 1 (satu) ekor beruang madu berada di dalam kurungan/kerangkeng yang berada di sekitar lokasi ex. stockpile batubara, satwa tersebut telah dipelihara sekitar 6 bulan, berjenis kelamin jantan, dan diperkirakan berumur sekitar 3,5 Tahun. Selanjutnya satwa tersebut dipindahkan ke kandang angkut yang telah dipersiapkan tim SKW II dan langsung di Evakuasi menuju kandang transit yang berada di kantor SKW II Banjarbaru. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Dialog Interaktif TN Gunung Rinjani Dengan RRI

Mataram, 03 Oktober 2017, Dalam rangka menyelamatkan habitat flora dan fauna Balai TN Gunung Rinjani melaksanakan Siaran Langsung Dialog Interaktif NTB Berikhtiar dengan topik Menyelamatkan Habitat Satwa Flora dan Fauna di Radio Republik Indonesia yang dilaksanakan hari ini Selasa 3 Oktober 2017 di Kantor RRI, Mataram, NTB. Dialog interaktif tersebut berlangsung mulai pukul 9.00-10.00 WITA dengan Narasumber dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan Balai KSDA Provinsi NTB. Balai TNGR menyampaikan mengenai program-program yang sedang dilakukan serta rencana kegiatan di tahun mendatang berkaitan dengan penyelamatan satwa khususnya terancam punah. Masyarakat pun cukup antusias dalam diskusi tersebut melalui sambungan telepon. Sumber: Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Bersama OFI, BKSDA Kalteng Kembali Selamatkan Orangutan

Palangkaraya, 3 Oktober 2017. Bapak Muriansyah mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada Orangutan yang terlihat di sekitar Desa Tangar Kec. Mentaya Hulu Kab. Kotim pada Senin, tanggal 02 Oktober 2017, Pukul 15.00 WIB. Tim Rescue SKW II BKSDA Kalteng bersama Orangutan Foundation International (OFI) bergerak menuju lokasi gangguan satwa pada hari Selasa tanggal 03 Oktober 2017, pukul 09.00 WIB. Hasil rescue yang di dapat Tim berupa, 1 individu Orangutan berhasil berjenis kelamin Betina, Umur 5 tahun, berat : 16 Kg dengan kondisi fisik sehat. Lokasi orangutan saat ditemukan didominasi semak belukar dan sedikit pohon dengan luasan puluhan hektar. Saat ini, Orangutan berada di kandang transit SKW II BKSDA Kalteng. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

TN Matalawa Berikan Pembekalan Singkat Prakerin Bagi Siswa Siswi SMK Kehutanan

Waingapu, 3 Oktober 2017. Taman Nasional Matalawa menerima undangan dari Kepala SMK Kehutanan Mawadona untuk memberikan pembekalan kepada anak didik SMK Kehutanan Mawodana dan SMK kehutanan Solmin Laura Kabupaten Sumba Barat Daya. Pembekalan diberikan kepada calon peserta Praktek Kerja Industri/Lapangan (PKL) dari kedua Sekolah Kejuruan tersebut dengan jumlah peserta 18 siswa. Kegiatan tersebut dihadiri guru dan siswa dan juga komite sekolah, dengan lokasi pelaksanaan dipusatkan di SMK Kehutanan Mawodana. Kegiatan pembekalan tersebut dihadiri oleh kepala SPTN Wilayah I Waibakul TN Matalawa (Abdul Basit Nasriyanto) dan Saudara Eka Yanuar pribadi (PEH Muda TN Matalawa) mewakili Kepala Balai TN Matalawa yang berhalangan hadir. Pada kesempatan tersebut Kepala SPTN Wilayah I Waibakul memberikan arahan terkait kegiatan PKL, dan juga memberikan motivasi kepada para siswa/i SMK Kehutanan. Beliau mengapresiasi semangat belajar para siswa meski dalam kondisi bangunan dan sarana sekolah yg terbatas tetapi hal ini tidak menjadi kendala bagi para siswa/i. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa sektor kehutanan memiliki lapangan kerja yang cukup luas dan membutuhkan tenaga ahli dibidangnya, diharapkan para siswa/i SMK Mawodana dan SMK Solmin Laura dapat melihat peluang tersebut dan memotivasi diri untuk terus maju. Kegiatan Prakerin/PKL kedua SMK Kehutanan ini direncanakan akan dilaksanakan pada 6 oktober s.d. 30 Desember 2017. Karena konsentrasinya dibidang budidaya hutan, nantinya peserta akan disebar di pos-pos jaga dan resort diwilayah SPTN I Waibakul untuk mempelajari tentang pembibitan, persemaian, pemulihan ekosistem, perlindungan dan pengamanan, pengelolaan satwa liar, pemberdayaan masyarakat dan serta kegiatan pengelolaan wisata dan ekowisata. Diakhir kegiatan Kepala sekolah SMK Kehutanan Mawodana mengucapkan terimakasih atas kedatangan serta kesediaan Taman Nasional Matalawa menerima anak didiknya untuk dapat Prakerin/PKL di Instansi yang bergerak dibidang kehutanan tersebut. Semoga ilmu yang diperoleh selama proses prakerin/PKL dapat bermanfaat bagi siswa/i SMKK Mawodana dan SMKK Solmin Loura yang ikut pada kegiatan tersebut. Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)

Menampilkan 9.793–9.808 dari 11.141 publikasi